P. 1
Artikel - Teori Belajar

Artikel - Teori Belajar

|Views: 18|Likes:
Publicado porFnd Mohamad
Artikel - Teori Belajar
Artikel - Teori Belajar

More info:

Categories:Types
Published by: Fnd Mohamad on Sep 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2014

pdf

text

original

Beberapa teori belajar: Teori Belajar Conditining of Learning, Robert M.

Gagne Teori Belajar Perkekmembangan Kognitif Jean Piaget Teori Belajar Sosial Albert Bandura Teori Belajar Orang Dewasa Teori Pembelajaran Orang Dewasa

a) Teori Operant Conditioning Teori operant conditioning dimulai pada tahun 1930-an. Burhus Fredik Skinner selama periode teori stimulus (S)- Respons ( R) untuk menyempurnakan teorinya Ivan Pavlo yang disebut “Classical Conditioning”. Skinner setuju dengan konsepnya John Watson bahwa psikologi akan diterima sebagai sain (science) bila studi tingkah laku (behavior) tersebut dapat diukur, seperti ilmu fisika, teknik, dan sebagainya. Menurut Skinner , belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang harus dapat diukur. Bila pembelajar (peserta didik) berhasil belajar, maka respon bertambah, tetapi bila tidak belajar banyaknya respon berkurang, sehingga secara formal hasil belajar harus bisa diamati dan diukur. Hasil temuan skinner terdapat tiga komponen dalam belajar yaitu : Discriminative stimulus (SD) Response Reinforcement (penguatan) - penguatan positif - penguatan negative b) Teori Conditioning Of Learning, Robert M. Gagne Teori ini ditemukan oleh Gagne yang didasarkan atas hasil riset tentang faktorfaktor yang kompleks pada proses belajar manusia. Penelitiannya diamksudkan untuk menemukan teori pembelajaran yang efektif. Analisanya dimulai dari identifikasi konsep hirarki belajar, yaitu urut-urutan kemampuan yang harus dikuasai oleh pembelajar (peserta didik) agar dapat mempelajari hal-hal yang lebih sulit atau lebih kompleks. Menurut Gagne belajar memberi kontribusi terhadap adaptasi yang diperlukan untuk mengembangkan proses yang logis, sehingga perkembangan tingkah laku (behavior) adalah hasil dari efek belajar yang komulatif (gagne, 1968). Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa belajar itu bukan proses tunggal. Belajar menurut Gagne tidak dapat didefinisikan dengan mudah, karena belajar bersifat kompleks. Gagne (1972) mendefinisikan belajar adalah : mekanisme dimana seseorang menjadi anggota masyarakat yang berfungsi secara kompleks. Kompetensi itu meliputi, skill, pengetahuan, attitude (perilaku), dan nilainilai yang diperlukan oleh manusia, sehingga belajar adalah hasil dalam berbagai

yaitu. Belajar mealui model ini diperoleh melalui pemodelan atau orang yang ditokohkan. gerakan bayi. intelegen (IQ=kecerdasan) adalah seperti system kehidupan lainnya. Menurut Piaget. menggunakan rumusrumus matematika. semilogika. menyusun fakta-fakta. seperti membuat label. Menurut Piaget ada tiga perbedaan cara berfikir yang merupakan prasyarat perkekmbangan operasi formal. Ada empat faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif yaitu : 1) lingkungan fisik 2) kematangan 3) pengaruh sosial . Stimulus dan lingkungan 2. dan menjelaskan. praoprasional pikiran anak-anak. Membuat keseimbangan keuangan. Dengan kata lain ia tahu “ Knowing how” Attitude (perilaku) merupakan kemampuan yang mempengaruhi pilihan pembelajar (peserta didik) untuk melakukan suatu tindakan. Fokus perkembangan kognitif Piaget adalah perkembangan secara alami fikiran pembelajar mulai anakanak sampai dewasa. dan operasi nyata anak-anak dewas. seperti membuat pernyataan. menganalisa berita-berita. Konsepsi perkembangan kognitif Piaget. duturunkan dari analisa perkembangan biologi organisme tertentu.macam tingkah laku yang selanjutnya disebut kapasitas atau outcome. yaitu proses adaptasi. c) Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget (Cognitive Development Theory) Menurut Piaget pengetahuan (knowledge) adalah interksi yangterus menerus antara individu dengan lingkungan. penelitian dan menerapkan teori-teori untuk memecahkan masalah ril dilapangan. penyusunan frase. Cara yang terbaik untuk mengembangkan kemampuan tersebut adalah dengan melatih pembelajar memecahkan masalah. atau orang yang diidolakan. menggunakan bahasa untuk mengungkapkan konsep. Strategi kognitif adalah kemampuan yang mengontrol manajemen belajar si pembelajar mengingat dan berpikir. Kemampuan skil intelektual adalah kemampuan pembelajar yang dapat menunjukkan kompetensinya sebagai anggota masyarakat seperti. atau melaporkan informasi. Kemampuan / unjuk kerja dari hasil belajar. Melalui pendidikan formal diharapkan pembelajar menjadi “self learner” dan “independent tinker”. Kemampuan-kemampuan tersebut diperoleh pembelajar (peserta didik) dari : 1. proses kognitif Menurut Gagne belajar dapat dikategorikan sebagai berikut : 1) Verbal information (informasi verbal) 2) Intellectual Skill (skil Intelektual) 3) Attitude (perilaku) 4) Cognitive strategi (strategi kognitif) Belajar informasi verbal merupakan kemampuan yang dinyatakan .

Skema Proses Kognitif Pembelajar Pembelajar mampu menunjukkan kompetensi/tingkah laku Performance/unjuk kerja Motivasi pembelajar mengolah tingkah laku Proses perhatian sangat penting dalam pembelajaran karena tingkah laku yang baru (kompetensi) tidak akan diperoleh tanpa adanya perhatian pembelajar. Proses motivasi yang penting adalah penguatan dari luar.5 – 2 tahun) 2) Periode Pra Operasional (2-3 tahun sampai 7-8 tahun) 3) Periode operasi yang nyata (7-8 tahun sampai 12-14 tahun) 4) Periode operasi formal Kunci dari keberhasilan pembelajaran adalah instruktur/guru/dosen/guru harus memfasilitasi agar pembelajar dapat mengembangkan berpikir logis. penguatan dari dirinya sendiri dan Vicarius Reinforcement (penguatan karena imajinasi). Proses retensi sangat penting agar pengkodean simbolik tingkah laku ke dalam visual atau kode verbal dan penyimpanan dalam memori dapat berjalan dengan baik. lingkungan (E) dan kejadian-kejadian internal pada pembelajar yang mempengaruhi persepsi dan aksi (P) adalah merupakan hubungan yang saling berpengaruh (interlocking). ukuran jenis kelamin dan atribut sosial menumbuhkan reaksi lingkungan yang berbeda. retensi. Bandura (1977) menghipotesiskan bahwa baik tingkah laku (B). Kontingensi yang aktif dapat merubah intensitas atau arah aktivitas. 1976). Dalam hal ini rehearsal (ulangan ) memegang peranan penting. USA. Tingkah laku dihadirkan oleh model Model diperhatikan oleh pelajar (ada penguatan oleh model) Tingkah laku (kemampuan dikode dan disimpan oleh pembelajar) Pemrosesan kode-kode simbolik Skema hubungan segitiga antara lingkungan. bebas dari umpan balik lingkungan sehingga mengubah kesan-kesan personal Tingkah laku mengaktifkan kontingensi lingkungan Karakteristik fisik seperti ukuran. d) Teori Berpikir Sosial (social Learning Theory) Teori ini dikembangkan oleh Albert Bandura seorang psikolog pendidikan dari Stanford University. Lebih lanjut menurut Bandura (1982) penguasaan skill dan pengetahuan yang kompleks tidak hanya bergantung pada proses perhatian. (Bandura. Teori belajar ini dikembangkan untuk menjelaskan bagaimana orang belajar dalam seting yang alami/lingkungan sebenarnya. motor reproduksi dan motivasi. tetapi juga sangat dipengaruhi oleh unsur-unsur yang berasal dari diri pembelajar sendiri yakni “sense of self . Harapan dan nilai mempengaruhi tingkah laku Tingkah laku sering dievaluasi. 1977) Tahap perkembangan kognitif : 1) Periode Sensori motor (sejak lahir – 1. Pengakuan sosial yang berbeda mempengaruhi konsepsi diri individu. faktor-faktor personal dan tingkah laku.4) proses pengendalian diri (equilibration) (Piaget.

Apakah model harus hidup atau simbol? Pertimbangan soal biaya. 2) sub proses kognitif yang merasakan. dan reinforcement bagi pembelajar. motor skill 1) hadirkan model 2) beri kesempatan kepada tiap-tiap pembelajar untuk latihan secarasimbolik 3) beri kesempatan kepada pembelajar untuk latihan dengan umpan balik visual b. self efficacy. mengembangkan “self of mastery”. Sense of self efficacy adalah keyakinan pembelajar bahwa ia dapat menguasai pengetahuan dan keterampilan sesuai standar yang berlaku. 1978). pengulangan demonstrasi dan kesempatan untuk menunjukkan fungsi nilai dan tingkah laku. Self regulatory adalah menunjuk kepada 1) struktur kognitif yang memberi referensi tingkah laku dan hasil belajar. Dalam pembelajaran sel-regulatory akan menentukan “goal setting” dan “self evaluation” pembelajar dan merupakan dorongan untuk meraih prestasi belajar yang tinggi dan sebaliknya. Apakah karekter dari tingkah laku yang akan dijadikan model itu berupa konsep. d. Apakah tingkah laku (kemampuan yang dipelajari) merupakan hal yang penting dalam kehidupan dimasa datang? (success prediction) b. dan pengatur tingkah laku kita (Bandura. Bagaimanakah urutan atau sekuen dari tingkah laku tersebut? c.Efficacy” dan “self – regulatory system”. bagaimana caramengerjakan pekerjaan/kemampuan yang dipelajari :how to do this” dan bukannya “not this”. proses kognitif 1) Tampilkan model. Apakah reinforcement yang akan didapat melalui model yang dipilih? Pengembangan sekuen instruksional a. mengevaluasi. Dimanakah letak hal-hal yang penting (key point) dalam sekuen tersebut? Tetapkan fungsi nilai dari tingkah laku dan pilihlah tingkah laku tersebut sebagai model. Menurut Bandura agar pembelajar sukses instruktur/guru/dosen/guru harus dapat menghadirkan model yang mempunyai pengaruh yang kuat terhadap pembelajar. Langkah-langkah manakah menurut sekuen yang harus dipresentasikan secara perlahan-lahan 4Implementasi pengajaran untuk menunut proses kognitif dan motor reproduksi. Berikut Bandura mengajukan usulan untuk mengembangkan strategi proses pembelajaran yaitu sebagi berikut : NoStrategi Proses Analisis tingkah laku yang akan dijadikan model yang terdiri : a. a. a. Untuk mengajar motoar skill. baik yang didukung oleh kode-kode verbal atau petunjuk untuk mencari konsistensi pada berbagai contoh 2) Beri kesempatan kepada pembelajar untuk membuat ihtisar atau summary . Bila tingkah laku yang dipelajari kurang memberi manfaat (tidk begitu penting) model manakah yang lebih penting? c. motor skil atau efektif? b.

5. Belajar merupakan interaksi segitiga yang saling berpengaruh dan mengikat antara lingkungan. dalam proses pembelajaran. faktorfaktor personal dan tingkah laku yang meliputi proses-proses kognitif belajar. Teori ini diperkenalkan oleh Edward L. teori asosiasi atau behaviorisme b. teori medan Taba membagi teori belajar menjadi 2 famili : a. gestalt dan teori medan Di dalam pembahasan akan difokuskan pada teori belajar orang dewasa. Pada aliran artistic. a. 2. teori baru ditemukan melalui instuisi dan analisis pengalaman yang memberikan perhatian tentang bagaimana orang dewasa belajar. dalam perencanaan pembelajaran skill yang kompleks. dan “reinforcement” dan hindari punishment yang tidak perlu. teori organismik. hasil belajar berupa kode-kode visual dan verbal yang mungkin dapat dimunculkan kembali atau tidak (retrievel). Ada aliran inkuiri yang merupakan landasan teori belajar dan mengajar orang dewasa yaitu : “scientific stream” dan “artistic atau intuitive/reflective stream”. 3. komponen-komponen belajar terdiri dari tingkah laku. 4. Thorndike dengan pubilkasinya “ Adult Learning”. perilaku (attitudes). menjelaskan domain tujuan pendidikan ada tiga ranah yaitu : 1) kognitif. conditioning b.3) Jika yang dipelajari adalah pemecahan masalah atau strategi penerapan beri kesempatan pembelajar untuk berpartisipasi secaraaktif 4) Beri kesempatan pembelajar untuk membuat generalisasi ke berbagai siatuasi. yang berhubungan dengan ingatan. Teori Belajar Orang dewasa Gagne membagi teori belajar dalam 3 famili : a. 2. Dari uraian tentang teori belajar sosial. dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. nilai-nilai dan perkembangan dalam apresiasi dan penyesuaian . Ahli lain yaitu Bloom dkk. dan perkembangan kemampuan dan skill intelektual. dan 3) psikomotor. pengetahuan. disamping pembelajaran-pembelajaran komponen-komponen skill itu sendiri. pembelajar sebaiknya diberi kesempatan yang cukup untuk latihan secara mental sebelum latihan fisik. konsekuensi-konsekuensi terhadap model dan proses-proses kognitif pembelajar. Aliran “scientific stream” adalah menggali atau menemukan teori baru tentang belajar orang dewasa melalui penelitian dan eksperimen . Aliran ini diperkenalkan oleh Edward C. modelling c. pada tahun 1928. teori stimulus-respon b. Lindeman dalam penerbitannya “ The Meaning of Adult Education” pada tahun 1926 yang sangat dipengaruhi oleh . 2) afektif yang menjelaskan tentang perubahan dalam minat. kognitif Kingsley dan Garry membagi teori belajar dalam 2 bagian yaitu . perlu ditumbuhkan “sense of efficacy” dan self regulatory” pembelajar.

4) Pembelajaran orang dewasa mempunyai kebutuhan yang mendalam untuk mengarahkan diri sendiri (self directed learning). 3) Pengalaman adalah sumber terkaya bagi pembelajar orang dewasa. dan adanya perbedaan persepsi/pendapat difasilitasi/diakomodir Peserta didik orang dewasa menurut konsep pendidikan adalah : 1) meraka yang berperilaku sebagai orang dewasa. 5) Perbedaan diantara pembelajar orang dewasa semakin meningkat dengan bertambahnya usia. . orientasi belajar (orientation of learning) dan motivasi lebih banyak ditentukan dari dalam diri si pembelajar itu sendiri. konsep diri pembelajar ( the learner’s concept). sehingga metode pembelajaran adalah analisa pengalaman (experiential learning). kesiapan belajar ( readiness to learn). waktu. 2) Seseorang akan belajar secarasignifikan hanya pada hal-hal yang dapat memperkuat/menumbuhkan “self”nya 3) Manusia tidak bisa belajar kalau berada dibawah tekanan 4) Pendidikan akan membelajarkan peserta didik secara signifkan bila tidak ada tekanan terhadap peserta didik. Didalam pembelajaran orang dewasa tidak sepenuhnya harus menggunakan model andragogi.T Ten have pada tahun 1954 dan pada tahun 1959 ia menerbitkan garis-garis besar “Science of Andragogy” Model andragogi mempunyai konsep bahwa : kebutuhan untuk tahu (The need to know). sehingga unit-unit pembelajar sebaiknya adalah kehidupan nyata (penerapan) bukan subject matter. Dari hasil penelitian. sehingga peran guru sebagai instruktur. tempat dan kecepatan belajar. Jika pembelajarnya belum mengetahui atau sangat asing dengan materi yang disampaikan tentunya kita bisa menggunakan model pedagogi pada awal-awal pertemuan untuk mengkonstruksi pengalaman dengan pengetahuan yang baru didapatkan. oleh karena itu pendidikan orang dewasa harus memberi pilihan dalam hal perbedaan gaya belajar.filsafat pendidikan John Dewey. Linderman mengidentifikasi beberapa asumsi tentang pembelajar orang dewasa yang dijadikan fondasi teori belajar orang dewasa yaitu sebagai berikut : 1) pembelajar orang dewasa akan termotivasi untuk belajar karena kebutuhan dan minat dimana belajar akan memberikan kepuasan 2) orientasi pembelajar orang dewasa adalah berpusat pada kehidupan. Menurutnya sumber yang paling berguna dalam pendidikan orang dewasa adalah pengalaman peserta didik. tetapi bisa digabung model pedagogi.peran pengalaman pembelajar (the role of the leaner’s experience). yaitu orang yang melaksanakan peran sebagai orang dewasa 2) meraka yang mempunyai konsep diri sebagai orang dewasa Andragogi mulai digunakan di Netherlands oleh professor T. Carl R Rogers (1951) mengajukan konsep pembelajaran yaitu “ Student-Centered Learning” yang intinya yaitu : 1) kita tidak bisa mengajar orang lain tetapi kita hanya bisa menfasilitasi belajarnya.

digunakan .selanjutnya bisa model andragogi sebagai penguatan dan pengembangan.

maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat. yaitu: (a) teori behaviorisme. kita akan menemukan banyak teori belajar yang bersumber dari aliran-aliran psikologi. semakin tidak memuaskan efek yang dicapai respons. . diantaranya : terhadap seekor anjing dengan Respons akan semakin bertambah erat. diantaranya: a. artinya bahwa kesiapan mengacu pada asumsi bahwa kepuasan organisme itu berasal dari pemdayagunaan satuan pengantar (conduction unit). S. Teori Behaviorisme Sebagaimana telah dikemukakan pada Bab II bahwa behaviorisme merupakan salah satu pendekatan untuk memahami perilaku individu. dimana unit-unit ini menimbulkan kecenderungan yang mendorong organisme untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. 1.Namun dalam kesempatan ini hanya akan dikemukakan lima jenis teori belajar saja. artinya bahwa hubungan antara Stimulus berkurang apabila jarang atau tidak dilatih.Respons akan semakin kuat. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer).Law of Readiness.Respons. dan (5) teori belajar gestalt. Dengan kata lain. (4) teori pemrosesan informasi dari Gagne. bakat. diantaranya : 1. maka semakin lemah pula hubungan yang terjadi antara Stimulus. c. dan mengabaikan aspek – aspek mental. behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan. minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. jika sering dilatih dan akan semakin a.Connectionism ( S-R Bond) menurut Thorndike. Beberapa hukum belajar yang dihasilkan dari pendekatan behaviorisme ini.Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut. 2. artinya bahwa jika sebuah respons menghasilkan efek yang memuaskan.Pd Jika menelaah literatur psikologi.Teori-Teori Belajar Proses Perubahan Tingkahlaku & Belajar Oleh: Arie Asnaldi. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu. Behaviorisme memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah.Law of Exercise.Law of Effect. b. Sebaliknya. (b) teori belajar kognitif menurut Piaget.Classical Conditioning menurut Ivan Pavlov Dari eksperimen yang dilakukan Pavlov menghasilkan hukum-hukum belajar. maka hubungan Stimulus . Dari eksperimen yang dilakukan Thorndike terhadap kucing menghasilkan hukum-hukum belajar.

Skinner Dari eksperimen yang dilakukan B. Reber (Muhibin Syah. seorang individu akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu dilakukan. Prinsip dasar belajar menurut teori ini.Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat.b. 2003) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan operant adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan. maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat. b.Law of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut.Social Learning menurut Albert Bandura Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teoriteori belajar lainnya.F. Sebetulnya masih banyak tokoh-tokoh lain yang mengembangkan teori belajar behavioristik ini.F. namun r tidak sengaja itu diadakan sendiri pada dasarnya adalah stimulus yang meningkatkan kemungkinan . Respons dalam operant conditioning terjadi tanpa didahului oleh stimulus. seperti : Watson yang menghasilkan prinsip kekerapan dan sejumlah e respons tertentu. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer. 3.R e i n f o r c timbulnya sebagai pasangan stimulus lainnya seperti dalam classical conditioning. diantaranya : a. Teori ini juga masih memandang pentingnya conditioning. 4. bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling). Melalui pemberian rewardd a n punishment. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar. Berbeda dengan penganut Behaviorisme lainnya. melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah.Operant Conditioning menurut B.Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat. maka kekuatannya akan menurun. Bandura memandang Perilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond). melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh reinforcer.

anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temanya. Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran adalah : a. 2. Guthrie dengan teorinya yang disebut Contiguity Theory yang menghasilkan Metode Ambang (the treshold method). Oleh karena itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak. Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya. Teori Pemrosesan Informasi dari Robert Gagne Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan. b. 3. (2) pre operational. d.prinsip kebaruan. (3) concrete operationald a n (4) formal operational. Guru hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif. Di dalam kelas. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik. Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik. e. Menurut Piaget. Miller dan Dollard dengan teori pengurangan dorongan. Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik. Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing. yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. metode meletihkan (The Fatigue Method) dan Metode rangsangan tak serasi (The Incompatible Response Method). Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi . Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik-baiknya. c. Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. Teori Belajar Kognitif menurut Piaget Dalam bab sebelumnya telah dikemukan tentang aspek aspek perkembangan kognitif menurut Piaget yaitu tahap (1) sensory motor.

You're Reading a Free Preview

Descarga
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->