P. 1
Makalah Tentang Penanggulangan Kemiskinan Di Indonesia

Makalah Tentang Penanggulangan Kemiskinan Di Indonesia

|Views: 133|Likes:
Publicado porHasan Hasbuloh

More info:

Published by: Hasan Hasbuloh on Sep 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2013

pdf

text

original

Makalah Tentang Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejak tahun 2002, sebuah tim yang terdiri dari para analis Indonesia dan manca negara, dibawah naungan Program Analisa Kemiskinan di Indonesia (INDOPOV) di kantor Bank Dunia Jakarta, telah mempelajari karakteristik kemiskinan di Indonesia. Mereka telah berusaha untuk mengidentifikasikan apa yang bermanfaat dan tidak bermanfaat dalam upaya pengentasan kemiskinan, dan untuk memperjelas pilihan-pilihan apa saja yang tersedia untuk Pemerintah dan lembaga- lembaga non-pemerintah dalam upaya mereka untuk memperbaiki standar dan kualitas kehidupan masyarakat miskin Makalah mencoba untuk menganalisa sifat multi-dimensi dari kemiskinan di Indonesia pada saat ini melalui pandangan baru yang didasarkan pada perubahan-perubahan penting yang terjadi di negeri ini selama satu dekade terakhir. Sebelum ini, Bank Dunia telah menyusun Kajian-Kajian Kemiskinan, yaitu pada tahun 1993 dan 2001, namun kajian-kajian tersebut tidak membahas masalah kemiskinan secara mendalam. Kajian ini memaparkan kekayaaan pengetahuan yang dimiliki oleh Bank Dunia dan Pemerintah Indonesia dan penulis berharap bahwa kajian ini akan menjadi sumbangan penting untuk menghangatkan diskusi kebijakan yang ada dan, pada akhirnya akan membawa perubahan dalam penyusunan kebijakan dan pelaksanaan upaya-upaya pengentasan kemiskinan. Indonesia yang sekarang tentu saja sangat berbeda dari Indonesia satu dekade yang lalu. Maka bukan hal yang mengejutkan apabila strategi-strategi pengentasan kemiskinan telah berubah seiring dengan perubahan yang telah dialami oleh Indonesia oleh karena itu dibuatlah makalah yang berjudul “Pengentasan Kemiskinan” dan penulis sangat berharap bahwa kajian kemiskinan ini dapat menjadi sumbangan berarti dalam menghadapi berbagai tantangan. 1.2 Rumusan Masalah Dalam makalah ini penulis akan membahas tentang: 1. Apa pengertian kemiskinan? 2. Bagaimana cara mengukur kemiskinan? 3. Apa saja penyebab kemiskinan? 4. Bagaimana keadaan kemiskinan di Indonesia? 5. Apa saja yang harus diprioritaskan dalam pengentasan kemiskinan? 1.3 Tujuan Pembahasan Metode-metode yang dilampirkan dalam makalah ini bisa diterapkan sebagai terobosan dalam penuntasan masalah kemiskinan khusunya di indonesia Harus mampu menjadi pemecahan masalah yang diharapkan 1.4 Keluaran yang diharapkan

Dalam perancangan Multi purpose troli ini diharapkan dapat menghasilakan produk yang layak dipakai dan digemari oleh konsmen di pasaran, mengingta produk inisangat praktis dan hemat energi, karena dalam mekanismenya tidak menggunakanbahan bakar. Selain praktis, produk ini mudah dibawa dan mudah dalampenyimpanannya karena tidak memerlukan ruangan atau tempat yang cukup besar.

Dalam perancangan langkah-langkah yang dilampirkan pada makalah ini diharapkan menjadi langkah cepat yang efektif dalam penuntasan kemiskinan.1 Pengertian Kemiskinan Menurut wikipedia Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan . Kemiskinan absolut mengacu pada satu set standard yang konsisten . 2. yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari. termasuk keterkucilan sosial.4 Tujuan yang diharapkan BAB II PEMBAHASAN 2. 4. sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif.2 Mengukur Kemiskinan Kemiskinan bisa dikelompokan dalam dua kategori . tetapi di dalamnya ada enam-tujuh batang rokok. karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral.000 rumah tangga." kata Kresnayana Yahya. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. cara pandang pemerintah terhadap kemiskinan tidak mencerminkan realitas. Kalau rupiahnya yang terakhir adalah Rp 182. Gambaran tentang kebutuhan sosial. perumahan.636 per orang per bulan.000. Rusman Heriawan mengatakan seseorang dianggap miskin apabila dia tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup minimal. Itu sebenarnya negatif. dan pelayanan kesehatan. dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Menurut ahli statistik dari Institut Teknologi Surabaya. Kresnayana Yahya. Dia bisa mengatakan belanjanya sekian. Angka itu merupakan hasil survei sosial ekonomi nasional. Orang merokok bisa enam sampai tujuh batang. perusak-perusak kalori. yaitu Kemiskinan absolut danKemiskinan relatif.000 jiwa. 2. Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara. 3. hal-hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup . Dengan definisi itu. "Jadi ada kebutuhan makanan dalam kalori dan kebutuhan non makanan dalam rupiah. sandang. kesehatan dan transportasi. Pemahaman utamanya mencakup: Gambaran kekurangan materi. 1. Mengingat perancangan metode ini dibuat dengan memperhatikan aspek-aspek kemiskinan. Istilah "negara berkembang" biasanya digunakan untuk merujuk kepada negara-negara yang "miskin". 1. Sedangkan Kepala Badan Pusat Statistik . Susenas dengan sampel hanya 68. tidak terpengaruh oleh waktu    . "Ada yang tidak diperhitungkan. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif. Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi." kata Rusman Heriawan kepada BBC. 5.000. padahal jumlah rumah tangga di Indonesia mencapai 55.Kebutuhan hidup minimal itu adalah kebutuhan untuk mengkonsumsi makanan dalam takaran 2100 kilo kalori per orang per hari dan kebutuhan minimal non makanan seperti perumahan. Kemiskinan merupakan masalah global.000. Tujuan makalah ini adalah: Mengetahui pengertian kemiskinan Mengetahui cara mengukur kemiskinan Mengetahui penyebab kemiskinan Mengetahui keadaan kemiskinan di Indonesia Mengetahui apa saja yang harus diprioritaskan dalam pengentasan kemiskinan. ketergantungan. pakaian . Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan. tempat berlindung dan air minum. dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. jumlah penduduk miskin di Indonesia tahun 2008 mencapai sekitar 35. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar. pendidikan.

Jumlah penduduk Indonesia yang hidup dengan penghasilan kurang dari AS$2-per hari hampir sama dengan jumlah total penduduk yang hidup dengan penghasilan kurang dari AS$2. Di negara-negara maju. Komitmen pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2005-2009 yang disusun berdasarkan Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan (SNPK). Di samping turut menandatangani Tujuan Pembangunan Milenium (atau Millennium Development Goals) untuk tahun 2015.2 persen pada tahun 2002 menjadi 8.55-per hari. pilihan. Pertama. Untuk menghindari stigma ini. nilai dari $1 juga mengalami penurunan dalam kurun waktu tersebut. banyak rumah tangga yang berada di sekitar garis kemiskinan nasional. Banyak orang yang mungkin tidak tergolong (miskin dari segi pendapatan) dapat dikategorikan sebagai miskin atas dasar kurangnya akses      . ukuran kemiskinan didasarkan pada pendapatan. atau kemampuan dari si miskin.dan tempat / negara. sehingga banyak penduduk yang meskipun tergolong tidak miskin tetapi rentan terhadap kemiskinan.2 persen pada tahun 2009. termasuk perang. penyebab struktural. Lagi pula. Walaupun angka kemiskinan nasional mendekati kondisi sebelum krisis. yang setara dengan PPP AS$1. Meskipun kemiskinan yang paling parah terdapat di dunia bekembang. misalnya Vietnam. proporsi penduduk yang hidup dengan penghasilan kurang dari AS$2-per hari sama dengan negara-negara berpenghasilan rendah di kawasan ini.4 Kemiskinan Di Indonesia Pengentasan kemiskinan tetap merupakan salah satu masalah yang paling mendesak di Indonesia. Kedua. penyebab agensi. atau kelompok orang-orang miskin. walaupun Indonesia sekarang merupakan negara berpenghasilan menengah. Bank Dunia mendefinisikan Kemiskinan absolut sebagai hidup dengan pendapatan dibawah USD $1/hari dan Kemiskinan menengah untuk pendapatan dibawah $2 per hari. namun di Amerika Serikat (negera terkaya per kapita di dunia) misalnya memiliki jutaan masyarakat yang diistilahkan sebagai pekerja miskin. orang yang tidak sejahtera atau rencana bantuan publik. namun masih gagal melewati atas garis kemiskinan. Meskipun diterima luas bahwa kemiskinan dan pengangguran adalah sebagai akibat dari kemalasan. termasuk target ambisius untuk mengurangi angka kemiskinan dari 18. Tetapi . yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain. sehingga tidak menggambarkan batas kemiskinan yang sebenarnya. dengan batasan ini maka diperkiraan pada 2001 1. yaitu. negara-negara ini biasanya disebut sebagai negara berkembang.1 miliar orang didunia mengkonsumsi kurang dari $1/hari dan 2. dalam RPJM-nya pemerintah telah menyusun tujuan-tujuan pokok dalam pengentasan kemiskinan untuk tahun 2009. kondisi ini menghadirkan kaum tuna wisma yang berkelana ke sana kemari dan daerah pinggiran kota dan ghetto yang miskin.Melihat pada periode 19812001. 2. pemerintah.per hari dari semua negara di kawasan Asia Timur kecuali Cina. dan dalam pengertian ini keseluruhan negara kadang-kadang dianggap miskin. yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari. Sebuah contoh dari pengukuran absolut adalah persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yg cukup menopang kebutuhan tubuh manusia (kira kira 2000-2500 kalori per hari untuk laki laki dewasa). penyebab sub-budaya ("subcultural"). ada bukti tentang kehadiran kemiskinan di setiap region. hal ini tetap berarti bahwa sekitar 40 juta orang saat ini hidup di bawah garis kemiskinan. atau patologis. penyebab keluarga. 2. yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku. yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga."Proporsi penduduk negara berkembang yang hidup dalam kemiskinan ekstrem telah turun dari 28% pada 1990 menjadi 21% pada 2001. Ada tiga ciri yang menonjol dari kemiskinan di Indonesia. yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial. Kemiskinan dapat dilihat sebagai kondisi kolektif masyarakat miskin. dan ekonomi.3 Penyebab Kemiskinan Kemiskinan banyak dihubungkan dengan: penyebab individual. persentase dari penduduk dunia yang hidup dibawah garis kemiskinan $1 dolar/hari telah berkurang separuh.7 miliar orang didunia mengkonsumsi kurang dari $2/hari. dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar.

sementara itu hanya kurang dari satu persen dari seluruh penduduk Indonesia yang terlayani oleh saluran pembuangan kotoran berpipa. memperkuat kerangka kelembagaan untuk melakukannya dan membuat kebijakan publik lebih memihak masyarakat miskin. sedangkan angka untuk kuintil terkaya adalah 89 persen untuk kohor yang sama. 3. . tiga kali lebih besar dari Vietnam dan enam kali lebih besar dari Cina dan Malaysia hanya sekitar 72 persen persalinan dibantu oleh bidan terlatih. Hampir 42 persen dari seluruh rakyat 2. angka kematian ibu di Indonesia adalah 307 (untuk 100. Pertanyaannya adalah: dari mana semua harus dimulai? Berbagai tindakan diperlukan di beberapa bidang untuk menangani empat butir penting dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia yaitu: a. Indonesia saat ini berada dalam posisi untuk meraih kemajuan yang berarti dalam upaya mengentaskan kemiskinan. hanya 55 persen yang lulus SMP. perbedaan antar daerah merupakan ciri mendasar dari kemiskinan di Indonesia. Mengingat ke-empat butir tersebut di atas. 1. mengurangi kemiskinan dari segi pendapatan melalui pertumbuhan b. dibandingkan dengan 80 persen bagi masyarakat miskin di perkotaan. khususnya di antara penduduk miskin: di antara kelompok umur 16-18 tahun pada kuintil termiskin. hanya 48 persen yang memiliki akses air bersih di daerah pedesaan.tahun terakhir kendati telah terjadi penurunan angka kemiskinan. Akses terhadap sanitasi merupakan masalah sangat penting.000 kelahiran hidup). 2. Rendahnya akses terhadap air bersih. Kesehatan ibu yang jauh lebih buruk dibandingkan dengan negara-negara di kawasan yang sama. Ketiga. digabung dengan prioritas pemerintah dan kemampuan fiskal untuk menanganinya. terdapat sekitar 57 persen dari orang miskin di Indonesia yang juga seringkali tidak memiliki akses terhadap pelayanan infrastruktur dasar hanya sekitar 50 persen masyarakat miskin di pedesaan mempunyai akses terhadap sumber air bersih. Tetapi yang penting. Keragaman antar daerah merupakan ciri khas Indonesia.     terhadap pelayanan dasar serta rendahnya indikator-indikator pembangunan manusia. masalah kemiskinan Indonesia yang terus ada dan bersifat khas.  Membuat Pengeluaran Pemerintah Bermanfaat bagi Rakyat Miskin Sebagai kesimpulan. khususnya di antara penduduk miskin. Di pedesaan. mengingat sangat luas dan beragamnya wilayah Indonesia. dengan melintasi kepulauan Indonesia yang sangat luas. Banyak penduduk Indonesia rentan terhadap kemiskinan. memperkuat kemampuan sumber daya manusia c. Angka melanjutkan dari sekolah dasar ke sekolah menengah masih rendah. dan d. Bidang-bidang khusus yang patut diwaspadai adalah: Angka gizi buruk (malnutrisi) yang tinggi dan bahkan meningkat pada tahun-tahun terakhir: seperempat anak di bawah usia lima tahun menderita gizi buruk di Indonesia. sedangkan untuk perkotaan. 78 persen. Ke 16 tindakan itu yaitu: 1) Hapuskan larangan impor beras. di antaranya tercerminkan dengan adanya perbedaan antara daerah pedesaan dan perkotaan. Kemiskinan dari segi non-pendapatan adalah masalah yang lebih serius dibandingkan dari kemiskinan dari segi pendapatan. dengan angka gizi buruk tetap sama dalam tahun. maka ada 16 tindakan berikut merupakan prioritas untuk dilakukan dengan segera. mengurangi tingkat kerentanan dan risiko di antara rumah tangga miskin. Perbedaan antar daerah yang besar di bidang kemiskinan. Delapan puluh persen penduduk miskin di pedesaan dan 59 persen penduduk miskin di perkotaan tidak memiliki akses terhadap tangki septik. Lemahnya hasil pendidikan.5 Prioritias Untuk Pengentasan Kemiskinan Strategi pengentasan kemiskinan yang efektif bagi Indonesia terdiri dari tiga komponen:  Membuat Pertumbuhan Ekonomi Bermanfaat bagi Rakyat Miskin  Membuat Layanan Sosial Bermanfaat bagi Rakyat Miskin. Untuk kuintil paling rendah. Angka kemiskinan nasional sejumlah besar penduduk yang hidup sedikit saja di atas garis kemiskinan nasional. akan ditemui perbedaan dalam kantong-kantong kemiskinan di dalam daerah itu sendiri.

Perbaiki mutu air bagi masyarakat miskin dengan menggunakan strategi berbeda antara daerah pedesaan dengan perkotaan. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) . Tangani krisis sanitasi yang dihadapi Indonesia dan masyarakat miskinnya. Perluas (sampai tingkat nasional) pendekatan pembangunan berbasis masyarakat (CDD) Indonesia yang sukses. Tangani krisis sanitasi yang dihadapi Indonesia dan masyarakat miskinnya. Suatu upaya khusus diperlukan untuk menangani angka kematian ibu yang sangat tinggi di Indonesia. Suatu upaya khusus diperlukan untuk menangani angka kematian ibu yang sangat tinggi di Indonesia. Perluas jangkauan layanan keuangan bagi masyarakat miskin dan tingkatkan akses usaha mikro dan kecil ke pinjaman komersial. Lakukan investasi di bidang pendidikan dengan fokus pada perbaikan akses dan keterjangkauan sekolah menengah serta pelatihan ketrampilan bagi masyarakat miskin. Perbaiki mutu air bagi masyarakat miskin dengan menggunakan strategi berbeda antara daerah pedesaan dengan perkotaan. Memperlancar sertifikasi tanah dan memanfaatkan kembali tanah gundul dan tidak subur untuk penggunaan yang produktif. Pengembangan secara utuh sistem jaminan sosial komprehensif yang mampu menangani risiko dan kerentanan yang dihadapi oleh masyarakat miskin dan hampir miskin. Memperlancar sertifikasi tanah dan memanfaatkan kembali tanah gundul dan tidak subur untuk penggunaan yang produktif. Lakukan investasi di bidang kesehatan dengan fokus pada perbaikan mutu layanan kesehatan dasar (oleh pemerintah dan swasta) dan akses yang lebih baik ke layanan kesehatan. Perluas (sampai tingkat nasional) pendekatan pembangunan berbasis masyarakat (CDD) Indonesia yang sukses. Perkuat monitoring dan kajian terhadap program kemiskinan. BAB III KESIMPULAN Masalah kemiskinan di manapun adalah masalah yang sangat sulit untuk diselesaikan. Pengembangan secara utuh sistem jaminan sosial komprehensif yang mampu menangani risiko dan kerentanan yang dihadapi oleh masyarakat miskin dan hampir miskin. Luncurkan program berskala besar untuk melakukan investasi pembangunan jalan desa. sambil terus meningkatkan mutu dan efisiensi sekolah dasar. Berikut ada 16 cara yang dapat dilakukan untuk mengentasakan kemiskinan tersebut yaitu: Hapuskan larangan impor beras. sambil terus meningkatkan mutu dan efisiensi sekolah dasar. Revitalisasi pertanian melalui investasi di bidang infrastruktur dan membangun kembali riset dan penyuluhan. Luncurkan program berskala besar untuk melakukan investasi pembangunan jalan desa. Revitalisasi pertanian melalui investasi di bidang infrastruktur dan membangun kembali riset dan penyuluhan. Jalankan program pengembangan kapasitas untuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam merencanakan. Perbaiki fokus kepada kemiskinan dalam perencanaan dan penganggaran di tingkat nasional untuk penyediaan layanan. Lakukan investasi di bidang kesehatan dengan fokus pada perbaikan mutu layanan kesehatan dasar (oleh pemerintah dan swasta) dan akses yang lebih baik ke layanan kesehatan. Membuat peraturan ketenagakerjaan yang lebih fleksibel.2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) 16) Lakukan investasi di bidang pendidikan dengan fokus pada perbaikan akses dan keterjangkauan sekolah menengah serta pelatihan ketrampilan bagi masyarakat miskin. Membuat peraturan ketenagakerjaan yang lebih fleksibel. menganggarkan dan melaksanakan program pengentasan kemiskinan.

menganggarkan dan melaksanakan program pengentasan kemiskinan. Bank Dunia menyebutkan. banyak rumah tangga yang berada di sekitar garis kemiskinan yang setara dengan pendapatan perkapita US$ 1. ukuran kemiskinan didasarkan pada pendapatan sehingga tidak menggambarkan batas kemiskinan yang sebenarnya. Dengan perubahan garis kemiskinan dari Rp 151. mengingat sangat luas dan beragamnya wilayah Indonesia. Anggaran kemiskinan sebesar Rp 54 triliun di 2007 dan Rp 62 triliun di 2008. kesenjangan ekonomi antara yang kaya dan miskin di Indonesia masih tajam. Besarnya jumlah penduduk miskin itu. ada tiga ciri menonjol dari kemiskinan di Indonesia." tutur pengamat ekonomi Imam Sugema. Besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi garis kemiskinan karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan. "Program Subsidi Tunai Bersyarat yang akan dimulai tahun depan akan terlalu kecil untuk meredam dampak berakhirnya SLT.13) Perluas jangkauan layanan keuangan bagi masyarakat miskin dan tingkatkan akses usaha mikro dan kecil ke pinjaman komersial. 15) Jalankan program pengembangan kapasitas untuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam merencanakan. jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2007 mencapai 108. 16) Perkuat monitoring dan kajian terhadap program kemiskinan. Pertama. menurut Imam Sugema. Ketiga. "Angka kemiskinan hanya akan turun dengan dua kemungkinan.1 Banyak Program. Namun Kemiskinan Tetap Tinggi Ketika program subsidi langsung tunai (SLT) berakhir. Kedua. yang merupakan cara yang sangat vulgar dan manipulatif serta sangat memalukan baik secara moral maupun intelektual. Serta rendahnya indikator-indikator pembangunan manusia. Sehingga banyak penduduk yang meskipun tergolong tidak miskin. memperkirakan angka kemiskinan tahun depan akan meningkat setelah berakhirnya program SLT. walau harga beras naik. 14) Perbaiki fokus kepada kemiskinan dalam perencanaan dan penganggaran di tingkat nasional untuk penyediaan layanan. Sedangkan dana yang dikucurkan untuk program kemiskinan. namun diimbangi dengan digelontorkannya program beras bagi masyarakat miskin. perbedaan antara orang miskin dan yang hampir miskin di Indonesia sangat kecil. Banyak orang yang mungkin tidak tergolong miskin dari segi pendapatan. perbedaan antar daerah merupakan ciri mendasar dari kemiskinan di Indonesia. Data BPS menunjukkan. Bank Dunia. rentan terhadap kemiskinan. memang disebabkan lambatnya laju ekspansi sektor usaha. walau dari sisi statistik kemiskinan di Indonesia turun. analisa Bank Dunia menunjukkan. misalnya. Meski demikian. tetapi kenyataannya. BPS menilai walau pun SLT berakhir tetapi banyak penduduk miskin yang dapat menggunakan duit yang berasal dari SLT untuk bekerja informal.13 juta orang atau . dan tak terkendalinya harga kebutuhan pokok seperti kenaikan harga beras dan minyak goreng serta banjir di beberapa daerah. melakukan perubahan dan rekayasa metodologi perhitungan. Namun. di luar dugaan angka kemiskinan justru turun 2. Kerentanan untuk jatuh miskin sangat tinggi di Indonesia. banyak yang menduga angka kemiskinan meningkat di 2007. Terkait kemiskinan ini. Kajian Tim Indonesia Bangkit lebih kritis lagi." kata laporan itu.55 per hari. dinilai tidak menyentuh langsung ke permasalahan kemiskinan. Gabungan pengamat ekonomi di tim itu menilai angka kemiskinan pasti meningkat di tahun ini mengingat daya beli rakyat yang terus merosot. tapi dikategorikan sebagai miskin atas dasar kurangnya akses terhadap pelayanan dasar.997 per kapita per bulan menjadi Rp 166.697 per kapita per bulan. Kedua. karena masih besarnya angka pengangguran di Indonesia. Tidak terserapnya angkatan kerja.13 juta orang dari tahun lalu. pada laporan World Bank East Asia Update yang dilansir November 2006. melakukan perubahan atau pembersihan sampel data. BAB IV STUDY KASUS 4. Lalu karena berakhirnya SLT. kenaikan pendapatan masyarakat yang berada di garis kemiskinan itu meningkat dibandingkan kenaikan harga bahan pokok. dari nilai Rp 54 triliun itu yang langsung bersentuhan dengan kemiskinan hanya Rp 5 triliun. Di samping itu.

maka pengadaan dan peningkatan penghasilan orang miskin menjadi tujuan terpenting seluruh kegiatan. keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi adalah obat paling mujarab untuk mengentaskan kemiskinan karena akan menyerap banyak tenaga kerja. maka tidak pelak lagi akan berdampak pada . jumlah pengangguran di Indonesia masih mencapai 10. Dari penambahan angkatan kerja itu. 1. dan World Bank) serta negara-negara industri maju untuk membuka pasarnya dan menghilangkan subsidi.58 juta orang. penulis berpandangan ada beberapa hal yang dapat dijadikan acuan bagi pemerintahan SBY-JK guna memaksimalkan upaya pengetasan kemiskinan dalam sisa satu tahun masa pemerintahannya. jumlah penduduk Indonesia yang bekerja pada Februari tahun ini mencapai 97. dalam kaitan itu. ada dua paradigma berbeda tentang cara pencapaiannya. Negara berkembang dengan potensi pasar yang luas seperti Indonesia sangat rentan diintervensi oleh lembaga-lembaga keuangan internasional (baca: World Trade Organization. Asumsinya ialah ketika persamaan kesempatan dengan usaha padat modal tersedia. Dengan begitu. belum ditemukan bukti-bukti empiris yang menyakinkan guna mendukung kebenaran asumsi tersebut. Empat Acuan Meskipun demikian.328 juta orang menjadi 224.  Kedua. pemimpin-pemimpin negara ini tidak lagi terpecah-pecah dengan beragam keinginan partai melainkan menjadi satu untuk bersama-sama mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran ini. Hal itu tak lain disebabkan oleh maraknya cara berproduksi padat modal dan hemat tenaga kerja.177 juta orang di 2007. terutama soal pengentasan kemiskinan. Namun.239 responden dengan toleransi kesalahan 2. maka pengangguran masih akan membengkak karena angkatan kerja terus bermunculan dan jumlah penduduk yang belum bisa diatasi seperti terlihat pada data periode Maret 2006 populasi penduduk sebesar 221. Survei ini melibatkan 1. jika pemerintah masih belum mampu menggerakkan sektor riil. sebagimana paradigma pertama. realitas empiris menunjukkan hal yang sebaliknya. Jika permintaan itu dipenuhi. Berpijak dari kedua paradigma di atas. 2. Dua Paradigma Ada semacam kesepakatan luas. Tugas berat bagi pemerintah saat ini maupun pemerintah yang selanjutnya memang mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Bagaimana pun juga. 22:23:46 WIB .[www. International Monetary Fund. agaknya memang tidak ada resep instan yang dapat dijadikan sebagai sebuah pegangan pasti dalam kebijakan pengentasan kemiskinan. Sayangnya.com] KabarIndonesia . dan penghasilan. Sektor usaha kecil dan menengah (UKM) pun diyakini sebagai sendi utama perekonomian rakyat.  Pertama. Tentu kita mengharapkan. Sebaliknya. Demikian hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dilakukan pada tanggal 8-20 September 2008. pengembangan usaha.kabarindonesia. SBY akan sangat mungkin dikalahkan jika kepuasan publik atas kinerja pemerintahannya berada di bawah 50%.55 juta orang hingga Februari 2007.bertambah 174 juta orang dibanding angkatan kerja Agustus 2006 yang tercatat 106. Pengetasan kemiskinan lewat pengadaan lapangan kerja harus sangat mempertimbangkan tingkat pengembangan industri dan integrasi sebuah negara di pasar dunia. maka usaha kecil menengah dipercaya akan mampu meningkatkan investasi. Namun.Peluang Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk memenangkan pemilihan presiden (pilpres) 2009 belum sepenuhnya aman. Sulit dipungkiri bahwa peluang SBY pada pilpres 2009 sangat bergantung pada kinerja pemerintahannya di bidang ekonomi. keyakinan bahwa orang miskin harus dibantu untuk mendapatkan penghasilan. Hasrat untuk mampu bersaing dalam pasar global selayaknya diimbangi dengan berbagai upaya untuk mendukung usaha kecil sebagai basis industrialisasi. jika pengentasan kemiskinan menjadi motif utama dari kebijakan pembangunan. Peluang SBY untuk terpilih kembali akan aman bila kepuasan publik terhadap kinerjanya berada di atas 60%. perlu mempertimbangkan strategi yang pas.8% pada tingkat kepercayaan 95%.39 juta. 4. Negara seperti Indonesia yang tingkat pertumbuhan industrinya belum maju dan sektor informalnya masih sangat mendominasi.2 Pemerintahan SBY-JK dan Pengentasan Kemiskinan di Indonesia Oleh : Bawono Kumoro 10-Des-2008.

tkpkri. mengoreksi. yang mengerucut menjadi program Inpres Desa Tertinggal ( IDT). ketergantungan. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda. dan (3) kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai.3 Ketika Pengentasan Kemiskinan Hanya Komoditas Politik Written by Redaksi Web Tuesday. dan mencela rezim sebelumnya serta partai saingan saat ini. tak lupa menunjuk atau bahkan menjelekkan dagangan orang lain. Di Indonesia sendiri. (2) tidak terpenuhinya kebutuhan sosial. Selanjutnya. Namun program tersebut terhenti di tengah jalan akibat krisis politik tahun 1965. Pemberian kesempatan yang sama tersebut tentunya harus diimplementasikan lewat berbagai kebijakan dan regulasi. dalam hal program sejenis. menyimpulkan Nilai HP-1 untuk Indonesia. sandang. baik itu untuk memoles lapak sendiri. Dengan mengacu pada empat hal di atas. (Angka) kemiskinan akan menjadi dagangan. era reformasi menelurkan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Keppres Nomor 190 Tahun 1998. terutama kaum tak berpunya. termasuk keterkucilan sosial. Dalam kampanye ini. MDGs merupakan proyek kemanusiaan yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) selama kurun waktu lima belas tahun (2000-2015). pertemuan tatap muka. berada di urutan 41 dari 102 4. yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari.anjloknya tingkat upah pekerja yang selanjutnya potensial berujung pada meningkatnya jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun. kemiskinan meliputi tiga aspek (1) kekurangan materi dan kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar. Genealogi Pemberantasan Kemiskinan Menurut Frances Fox Piven dan Richard A Cloward (Regulating the Poor: The Functions of Public Welfare. Indeks Kemiskinan Manusia (Human Poverty Index-HPI) yang memfokuskan perhatiannya pada proporsi manusia yang berada di bawah ambang batas dimensi pembangunan manusia yang sama dengan indeks pembangunan manusia-panjang umur dan hidup sehat. dan salah satu yang terlaris adalah kemiskinan. 10/2008 tentang Pemilu DPR. DPD dan DPRD). Kesempatan yang sama harus diberikan dalam persaingan antara usaha kecil dan menengah padat modal maupun antar usaha kecil itu sendiri. usaha Orba ini pun gagal akibat krisis ekonomi dan politik tahun 1997. Data UNDP menyebutkan. Vintage Books 1993). yaitu mengurangi separuh jumlah penduduk miskin. Adapun pada era Orba. Selain itu. yaitu 18. bertambah banyak. dan standar hidup yang layak. melalui Repelita dilakukan strategi khusus menuntaskan masalah kesenjangan sosial-ekonomi. 4. media massa cetak dan elektronik. Itu berarti jumlah orang miskin di Indonesia akan semakin 3. tak hanya melibatkan para pengusaha atau kaum berpunya saja. 24 March 2009 14:07 Oleh: Yusnita H SH Kampanye terbuka Pemilu 2009 akan dimulai pertengahan bulan ini setelah sejak beberapa bulan lalu hanya bisa dilakukan dengan kampanye terbatas dalam bentuk pertemuan terbatas. . Berbagai usaha di atas belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Pemerintah telah melaksanakan program penanggulangan kemiskinan sejak tahun 1960-an melalui strategi pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang tertuang dalam Pembangunan Nasional Berencana Delapan Tahun (Penasbede). termasuk dalam pendidikan dan informasi. maka Indonesia diharapkan dapat mencapai salah satu tujuan Millenium Development Goals (MDGs). janji. dalam rupa mengritik. sebanyak 38 partai yang resmi mengikuti pemilu secara nasional sudah mulai menawarkan dagangannya. serta penyebaran bahan kampanye dan alat peraga di tempat umum (UU No.5. lihat www. Jadi.org). dan pelayanan kesehatan. Dengan demikian hanya tujuh tahun sisa waktu yang dimiliki oleh Indonesia untuk mengurangi separuh jumlah penduduk miskin. Pemetaan masalah dan potensi sebuah negara serta strategi pembangunan yang spesifik hanya akan dapat diterima luas jika hal tersebut dilakukan dengan melibatkan seluruh lapisan sosial ekonomi masyarakat. tergantung konteks politik dan ekonomi suatu negara Kemiskinan jamak terjadi di negara berkembang. perumahan. dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. tentang penyelesaian problem kemiskinan. menurut data Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (dibentuk tahun 2005 melalui Perpres Nomor 54. MDGs disepakati oleh seluruh anggota PBB. yakni dengan menawarkan program. memiliki akses terhadap pendidikan. termasuk Indonesia. dalam kaitan perumusan kebijakan pengetasan kemiskinan. namun eksis pula di negara maju dalam bentuk komunitas tunawisma dan ghetto (daerah kumuh).

ekspor barang jadi yang bernilai tambah. (6) gerakan berdikari.. namun merengkuh semua pihak untuk berperan-serta. merupakan panggung pembuktian janji dan pelaksanaan konsep serta program kerja. yang terpenting bagi rakyat adalah transparansi dan audit progress apa yang telah tercapai. Sedangkan Wiranto. juga meniscayakan gerakan bottom-up yang memberdayakan masyarakat sipil untuk mengangkat diri sendiri. Lihat saja kampanye beberapa tokoh yang sejak beberapa saat lalu sudah berseliweran di media elektronik.. Kepedulian pada orang miskin hanya temporer. yakni. Logika iklan adalah bagaimana menjadikan dagangan laku terjual. . Padahal. kesehatan) semakin tak terjangkau Logika Iklan Kampanye vs Marhaenisme Sebagai sebuah kondisi laten dalam denyut nadi bangsa. Berbagai program tersebut. (4) proyek padat karya. Yang perlu kita waspadai adalah penyesatan publik lewat tema kemiskinan ini. dan dilengkapi dengan penyediaan lapangan kerja dasar (pemberian "kail" dan "umpan"). iklan mempergunakan data-fakta secara berlebihan dan melenceng. pendidikan. lembaga pelaksana program ini musti independen (seperti halnya KPK). seperti halnya ketika Sukarno berjumpa dengan petani miskin Pak Marhaen. dengan fokus daerah terpencil dan luar Jawa. mewacanakan kemiskinan untuk disikapi dengan usaha produktif dan pemberdayaan masyarakat kecil (petani). memoles janji untuk memikat suara rakyat. 1964). ditambah data-data dan fakta. terutama untuk infrastruktur. Belum ada upaya menggodok gagasan pemberantasan kemiskinan ini menjadi sesuatu yang heroik namun realistis. berikut beberapa entry-point yang bisa menjadi panduan bagi semua stakeholder dalam program pro-kemiskinan: (1) revitalisasi dan rejuvenasi program pro-kemiskinan di era lalu yang mempunyai nilai positif. mengecoh. sehingga bebas dari tekanan pemerintah maupun oposan. sehingga "macan Asia (Indonesia-pen) akan mengaum kembali". dan lembaga apa yang bakal melaksanakan program pro-kemiskinan. (2) penguatan social security system (Jaring Pengaman Sosial). dan bahkan menipu konsumen. Indeks ini semakin buruk dalam krisis energi dan pangan saat ini. yang menghasilkan marhaenisme yang secara ideologis-praksis digunakan untuk menyemangati rakyat agar mandiri. yang perlu ditopang dengan kebijakan yang pro-rakyat. yakni harus ditingkatkan hingga jaminan penuh terhadap kebutuhan dasar. khususnya terkait kampanye Pemilu 2009. yang dilaksanakan secara terencana dan akuntabel. Lagi-lagi anchor point-nya adalah persoalan kemiskinan.". Mengaudit Program Anti-Kemiskinan dan Peran Masyarakat Sipil Pemilu 2009 akan mengantar berkuasanya sebuah rezim. Jamak terjadi. sempat menimbulkan kegerahan politik dengan kritikan pedasnya terhadap rezim SBY soal janji tidak akan menaikkan harga BBM. Pemahaman terhadap kondisi objektif kemiskinan. ethical advertising uses truth to deceive the public". serta diolah dengan logika-kreatif iklan akan menghasilkan "dagangan" yang dibungkus indah dalam retorika dan advertensi. mencukupi sendiri dengan produk dalam negeri. yakni jangan bebani rakyat yang sudah miskin dengan kebijakan yang tidak populer dan memperparah keadaan. dengan "mari kita beli bahan pangan bergizi dari petani kita. dan semu. kemiskinan akan tetap menjadi perhatian semua stakeholder. dangkal. Terakhir. dengan segala cara. mengelabui. ketika harga melonjak dan membuat pemenuhan kebutuhan dasar (pangan. Entah apapun bentuknya. seperti kelompok tani & nelayan (menggalang kemandirian dan self-learning). "What is the difference between unethical and ethical advertising? Unethical advertising uses falsehoods to deceive the public. Oleh karenanya. selain up-bottom. (3) kemandirian ekonomi rakyat berupa koperasi yang kuat dan akuntabel.negara berkembang (data tahun 2005). (5) peran kelas menengah dan UKMM. guna menyerap lebih banyak lagi lapangan kerja. dan pendayagunaan local genius secara optimal. Prabowo misalnya. Seperti diungkap oleh Vilhjalmur Stefansson (Discovery. setiap iklan akan menggunakan kebenaran ataupun kekeliruan untuk mengelabui public. kita sudah kenyang dengan pengalaman sulitnya menagih janji yang terucap dalam kampanye.

You're Reading a Free Preview

Descarga
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->