BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Sensasi adalah proses menangkap stimuli dan tahap paling awal dalam penerimaan informasi sedangkan persepsi adalah proses memberi makna pada sensasi sehingga manusia memperoleh pengetahuan baru. Dengan kata lain persepsi mengubah sensasi menjadi informasi. Pengalaman elementer yang segera, yang tidak memerlukan penguraian verbal, simbolis, atau konseptual, dan terutama sekali berhubungan dengan kegiatan alat indera termasuk kedalam sensasi. Sedangkan suatu proses aktif timbulnya kesadaran dengan segera terhadap suatu obyek yang merupakan faktor internal serta eksternal individu meliputi keberadaan objek, kejadian dan orang lain melalui pemberian nilai terhadap objek tersebut termasuk kedalam persepsi. Sejumlah informasi dari luar mungkin tidak disadari, dihilangkan atau disalahartikan. Mekanisme penginderaan manusia yang kurang sempurna merupakan salah satu sumber kesalahan persepsi. Hubungan sensasi dengan persepsi sudah jelas. Sensasi adalah bagian dari persepsi. Tetapi didalam prosesnya sensasi dan presepsi berbeda, kalau sensasi penerimaan stimulus lewat indera sedangkan persepsi yaitu menafsirkan stimulus yang telah ada didalam otak. Kemampuan berfikir, pengalaman-pengalaman individu tidak sama, maka dalam mempersepsi dan memsesasikan sesuatu stimulus, hasil persepsi dan sensasi mungkin akan berbeda antara individu satu dengan individu lain.karena persepsi dan sensasi bersifat individual.contohnya pada perbeadaan kapasitas alat indera menyebabkan perbedaan dalam memilih pekerjaan atau jodoh, mendengarkan musik, atau memutar radio. Yang lebih jelasnya, sensasi mempengaruhi persepsi, jadi keduanya saling berhubungan satu sama lain . 1.2 Rumusan Masalah a. Apa pengertian dari sensasi dan persepsi ? b. Apa saja macam-macam dari sensasi dan persepsi ? c. Bagaimana proses terjadinya sensasi dan persepsi ? d. Apa perbedaan dari sensasi dan persepsi ? e. Bagaimana aplikasi sensasi dan persepsi ? 1.3 Tujuan a. Mengetahui pengertian dari sensasi dan persepsi b. Mengetahui macam-macam dari sensasi dan persepsi c. Mengetahui proses terjadinya sensasi dan persepsi d. Mengetahui Perbedaan dari sensasi dan persepsi

4 Manfaat Untuk mengetahui sensasi dan persepsi lebih dalam. Mengetahui aplikasi sensasi dan persepsi 1. .e.

1 Pengertian Sensasi Sensasi pada dasarnya merupakan tahap awal dalam penerimaan informasi. Pada kenyataannya sebagian besar sikap. . manusia dapat memahami kualitas fisik lingkungannya. dalam rahmat. Secara lebih luas. rasa nikmatnya sebatang coklat. dapat bersifat biologis. karena rumput dapat juga mengindra cahaya dan humiditas ( Lefrancois. sosial. manusia sama. atau intelek. melalui alat indralah. Karena adanya proses pengaruh-mempengaruhi antara kedua faktor tadi. yang artinya dianugerahi dengan indra. 1994 ). maka terjadilah suatu hasil interaksi tertentu yang bersifat "gambaran psikis". Sebuah sensasi dipandang sebagai kandungan atau objek kesadaran puncak yang privat dan spontan. warna hijau. Hal ini sangat tergantung bagaimana individu menanggapi obyek tersebut dengan persepsinya. tingkah laku dan penyesuaian ditentukan oleh persepsinya. sedangkan orang lain tidak senang bahkan membenci obyek tersebut. bahkan mungkin rendah lebih dari rumput-rumputan. fungsi alat indra dalam menerima informasi dari lingkungan sangat penting. 2. Apa pun definisi sensasi. berasal dari kaca latin. Sensasi. maka terdapat perbedaan antara individu yang satu dengan yang lainnya (Wolberg.2 PengertianPersepsi Manusia sebagai makhluk sosial yang sekaligus juga makhluk individual. Tanpa alat indra. yaitu faktor rangsangan sensorik yang tertuju kepada individu atau seseorang dan faktor pengaruh yang mengatur atau mengolah rangsangan itu secara intra-psikis. di mana di dalamnya bergabung pula proses asosiasi. atau dalam bahasa inggrisnya sensation. sensasi dapat diartikan sebagai aspek kesadaran yang paling sederhana yang dihasilkan oleh indra kita. atau konseptual. Hasil interaksi antara dua faktor. 1994) menyebutkan sensasi sebagai “pengalaman elementer yang segera. sensatus. Benyamin B. faktor-faktor pengaruh itu. simbolis. yang tidak memerlukan penguraian verbal. Melalui alat indra. seperti temperatur tinggi. dan psikologis. Adanya perbedaan inilah yang antara lain menyebabkan mengapa seseorang menyenangi suatu obyek. Lebih dari itu. Wolman (1973. dan terutama sekali berhubungan dengan kegiatan alat indra.BAB II PEMBAHASAN 2. dalam rakhmat. 1967). 1974. manusia memperoleh pengetahuan dan semua kemapuan untuk berinteraksi dengan dunianya.

Pengalaman yang menyakitkan ditipu oleh mantan pacar. Berdasarkan teori tersebut disimpulkan bahwa ambang penginderaa bukan hanya kekuatan sinyal. seseorang akan lebih peka mencium bau masakan ketika lapar daripada orang lain yang baru saja makan. lebih karena ia tidak memiliki informasi yang sama dengan peserta diskusi lainnya. Pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi ambang penginderaan manusia di atas memungkinkan kita untuk memahami mengapa dan bagaimana individu hanya menerima stimulus/informasi tertentu dari sekian banyak stimulus/informasi yang lain dari dunia disekelilingnya. Ketersediaan informasi sebelumnya. ada materi pelajaran yang harus terlebih dahulu disampaikan sebelum materi tertentu.3 Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Sensasi Bagian penting dari teori deteksi sinyal yang berpengaruh besar terhadap psikologi adalah implikasinya dalam pembelajaran ambang penginderaan. proses-proses ) yang kita gunakan untuk mencoba memahami kehidupan. Kebutuhan. sebagai hasil dari proses belajar. Seseorang yang datang di tengah-tengah diskusi. Faktor-faktor yang mempengaruhi ambang penginderaan adalah : (a) kekuatan sinyal (b) sifat-sifat tugas/pekerjaan (c) harapan individu (d) konsekuensi-konsekuensi berupa penghargaan atau hukuman (e) norma/standar/ukuran yang dikenakan individu. ketiadaan informasi ketika seseorang menerima stimulus yang baru bagi dirinya akan menyebabkan kekacauan dalam mempersepsi. dalam bidang pendidikan misalnya. Oleh karena itu. kita sering kali melakukan hal ini. akan mengarahkan . seseorang akan cenderung mempersepsikan sesuatu berdasarkan kebutuhannya saat itu. 2. 2.4 Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Presepsi Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi persepsi diantaranya : 1. pengalaman akan sangat mempengaruhi bagaimana seseorang mempersepsikan sesuatu. Menghabiskan banyak waktu dan usaha untuk mencoba mengarti perilaku orang lain – apa yang mereka sukai sebagai individu. Pengalaman masa lalu. Informasi juga dapat menjadi cues untuk mempersepsikan sesuatu. mengapa mereka bertingkah laku ( atau tidak bertingkah laku ) tertentu dalam suatu situasi dan bagaimana prilaku mereka nanti dalam situasi yang berbeda. Contoh sederhana. mungkin akan menangkap hal yang tidak tepat.Ø Persepsi Sosial Persepsi sosial (social perception ) : suatu proses ( tepatnya. 3. 2.

Seseorang yang sedang tertekan karena baru bertengkar dengan pacar dan mengalami kemacetan. akan lebih dahulu mempengaruhi persepsi seseorang. atau suara yang kuat dengan pitch tertentu. Contoh lain yang lebih ekstrim. mungkin akan memberikan makna yang berbeda 2. Konteks memberikan ground yang sangat menentukan bagaimana figure dipandang. Konteks. stimulus yang salient / menonjol. kulit dan jaringan tubuh ) proses penginderaan menyadarkan kita akan adanya suara. budaya atau lingkungan fisik. 1. Deteksi energi fisik yang di hasilkan atau di pantulkan oleh benda-benda fisik.impresi dan konteks. Faktor psikologis lain yang juga penting dalam persepsi adalah berturut-turut: emosi . Emosi.5 Teori Sensasi Sensasi (sensation) : mengacu pada pendeteksian dini terhadap energi dari dunia fisik. Di sisi lain. Gambar yang besar. walaupun semua anak buahnya yang lain tidak senang dengan si bos. ketika seseorang memiliki pengalaman yang baik dengan bos. Impresi. akan lebih mudah dipersepsikan secara positif. warna. akan mempengaruhi seseorang dalam menerima dan mengolah informasi pada suatu saat. tapi tidak berarti kurang penting. warna kontras. ada orang yang tidak bisa melihat warna merah (dia melihatnya sebagai warna gelap. Studi terhadap sensasi umunya berkaitan dengan struktur dan proses mekanisme sensorik. walaupun faktor ini disebutkan terakhir. telinga. Seseorang yang memperkenalkan diri dengan sopan dan berpenampilan menarik. 2. dan persepsi ini akan mempengaruhi bagaimana ia dipandang selanjutnya 3. sel-sel tubuh yang melakuakan penderteksi ini. Beserta stimulasi yang mempengaruhi mekanisme-mekanisme tersebut. tetapi dalam ground yang berbeda. akan lebih menarik seseorang untuk memperhatikan dan menjadi fokus dari persepsinya. Fokus pada figure yang sama. bentuk dan elemen kesadaran yang lain.seseorang untuk mempersepsikan orang lain yang mendekatinya dengan kecurigaan tertentu. Tanpa sensasi kita tidak dapat . organ indera ( mata. karena sebagian energi dan perhatiannya (menjadi figure) adalah emosinya tersebut. malah mungkin yang paling penting. Konteks bisa secara sosial. dia akan cenderung mempersepsikan bosnya itu sebagai orang baik. entah hitam atau abu-abu tua) karena pernah menyaksikan pembunuhan. hidung. mungkin akan mempersepsikan lelucon temannya sebagai penghinaan.

Berarti objekobjek yang mendapatkan tekanan dalam persepsi kita biasanya objek-objek yang memenuhi tujuan individu yang melakukan persepsi 2. betapapun asingnya. 3. kita akan segera menghubungkannya dengan suatu bentuknya yang telah kita lihat sebelumnya. Krech dan Crutchfield merumuskan dalil persepsi. Dalil persepsi 1: Persepsi bersifat selektif secara fungsional. menjadi empat bagian : 1. Hal ini akan membawa konsekwensi terhadap permasalahan keperawatan yang ditegakan pada setiap individu. Tapi untuk membuat dunia yang mendera indera kita menjadi sesuatu yang masuk akal. Jika .menyentuh dalam arti sesungguhnya dunia nyata. Dalil persepsi 3 : Sifat-sifat perseptual dan kognitif dari substruktur ditentukan pada umumnya oleh sifat-sifat struktur secara keseluruhan. Dalil persepsi 2 : Medan perceptual dan kognitif selalu diorganisasikan dan diberi arti. kita akan mengisinya dengan interprestasi yang konsisten dengan rangkaian stimuli yang kita persepsi. tetapi tiba-tiba dapat melihat (Mahmud. Walaupun stimuli yang kita terima itu tidak lengkap. Sensasi Normal Penerimaan.6 Teori Persepsi Perubahan dalam pemenuhan kebutuhan manusia sangat dipengaruhi oleh persepsi individu yang berbeda antara satu dengan yang lain. Kita mengorganisasikan stimuli dengan melihat konteksnya. Meskipun sumber masalah yang dihadapinya sama. akan tetapi setiap individu memiliki persepsi dan respon yang berbeda-beda. Sensasi murni itu terjadi mungkin dalam peristiwa saat rangsangan warna ditunjukkan untuk pertama kali kepada seseorang yang sejak lahirnya buta. persepsi dan reaksi adalah 3 komponen setiap pengalaman sensori. jika mendengar suara aneh. Dalam menjalankan fungsinya organ sensori berkaitan erat dengan sistem persyarafan yang berfungsi sebagai reseptor dan penghantar stimulus sehingga tercipta sebuah persepsi yang dapat menimbulkan reaksi dari individu Stimulus Organ sensori Sel syaraf Impuls syaraf Medula spinalis Persepsi Medula spinalis Sensasi Murni Sensasi murni jarang terjadi. 1990:41) 2.

mata berkunang2.individu dianggap sebagai anggota kelompok. yang terjadi dalam keadaan sadar/bangun 2. seperti titik. Dalil persepsi 4 : Objek atau peristiwa yang berdekatan dalam ruang dan waktu atau menyerupai satu sama lain. Halusinasi Pencerapan tanpa adanya rangsang apapun pada panca indera seorang pasien. Dalil ini umumnya betul-betul bersifat structural dalam mengelompokkan objek-objek fisik. perkemihan sering berkemih. makropsia/mikropsia 6. semua sifat individu yang berkaitan dengan sifat kelompok akan diperngaruhi oleh keanggotaan kelompolmua dengan efek berupa asimilasi atau kontras. telinga tinitus 7. garis. mis: pengalaman diluar tubuh/ OBE. Derealisasi Perasaan aneh tentang lingkungannya yang tidak sesuai dengan kenyataan. Agnosia Ketidakmampuan untuk mengenal dan mengartikan pencerapan sebagai akibat kerusakan otak. Gangguan psikofisologik Gejala atau gangguan pada bagian tubuh yang disebabkan oleh gangguan emosi. Ø Perubahan Persepsi 1. Depersonalisasi Perasaan aneh tentang dirinya atau perasaan bahwa pribadinya sudah tidak seperti biasa lagi. mis: bunyi angin didengarnya seperti dipanggil nama. mis: merasakan segala sesuatu seperti dalam mimpi 5. atau balok. salah satu bagian tubuhnya bukan kepunyaannya lagi 4. parastesi. Gangguan somatosensorik pada reaksi konversi Mis: anastesi. mis: pada kulit urtikaria. pada otot dan tulang LBP. perasaan nyeri. bayangan daun dilihat seperti orang 3. cenderung ditanggapi sebagai bagian dari struktur yang sama. Ø Amplikasi Persepsi Melalui Panca Indera Beragam stimulus tersebut merupakan dasar dalam pembentukan persepsi yang dating dari banyak sumber melalui: . pencernaan mual/muntah diare. Ilusi Interpretasi atau penilaian yang salah tentang pencerapan yang sungguh terjadi pada panca indera. 4. pada pernafasan timbul sesak/asma. padajantung terjadi palpitasi. gg penglihatan.

2. yaitu : 1. Telinga bagian luar : merupakan bagian yang menerima stimulus dari luar. hingga akhirnya individu dapat menyadari apa yang dilihat. jadi bagian ini merupakan transformer. dan stimulus ini dilangsungkan oleh syaraf sensoris ke otak. 3.proses yang terjadi dalam otak ini merupakan proses psiklogi Ø Persepsi Melalui Indera Pendengaran Telinga dapat dibagi atas beberapa bagian yang masing-masing mempunyai fungsi atau tugas sendiri-sendiri. Stimulusnya berwujud benda-benda yang bersifat khemis atau gas yang dapat menguap. dan terjadilah suatau pengamatan atau persepsi. proses ini merupakan proses fisiologi. Apabila individu dapat menyadari apa yang di dengar.1) 2) 3) 4) 5) – Indera penglihatan (visual) – Indera pendengaran (auditori) – Indera perabaan (taktil) – Indera penciuman (olfaktori) – Indera pengecap/rasa (gustatori) Ø Persepsi Melalui Indera Penghilatan Mata hanyalah merupakan salah satu alat atau bagian yang menerima stimulus. 2. Stimulus kemudian dilangsungkan ke otak oleh syaraf sensoris. Ø Persepsi Melalui Indera Penciuman Sel-sel peneriama atau reseptor bau terletak dalam hidung sebelah dalam. dan mengenai alat-alat penerima yang ada dalam hidung. Secara alur dapat dikemukakan bahwa proses persepsi berlangsung sebagian berikut : 1. 3. Di otak sebagian pusat susunan urat syaraf terjadilah proses yang akhirnya individu dapat menyadari atau mempersepsikan tentang apa yang diterima melalui alat indera. Stimulus mengenai alat indera. Telinga bagian dalam : merupakann reseptor yang sensitif yang merupakan sarafsaraf penerima. Telinga bagian tengah : merupakan bagian yang meneruskan stimulus yang diterima oleh telinga bagian luar. ini merupakan yang bersifat kealamaan ( fisis). maka individu dapat mempersepsikan apa yang didengar. kemudian .

Memgenai rasa ini ada 4 macam yaitu pahit. asin. Ø Persepsi Melalui Indera pengecap Indera pengecapan terdapat di lidah. tekanaan dan temperature.diteruskan oleh syaraf sensoris ke otak. Pertama kali diperkenalkan pada 1826 oleh seorang ahli fisiologi Johannes muller sebagai doktrin energy syaraf spesifik. Ø Persepsi Melalui Indera Kulit Indera ini dapat merasakan rasa sakit.stimulusnya merupakan benda cair. Menurut doktrin. Ø Tabel Panca indera Indera Penglihatan Pendengaran Perasa/ pengecapan Penciuman Peraba Mata Telinga Lidah Hidung Kulit Stuktur Stimulus Gelombang cahya Gelombang suara Senyawa kimia Senyawa kimia Tekanan Reseptor Sel batang dan sell kerucut Sel-sel rambut Ujung saraf perasa Sel-sel rambut Sel-sel saraf 2. Sinyal dari mata menyebabkan impils berjalan sepanjang saraf optik. Zat cair itu mengenai ujung sel penerima yang terdapat pada lidah. dan sebagai respons dari stimulus tersebut orang dapat menyadari apa yang diciumnya yaitu bau diciumnya. asam.7 Proses Sensasi Sistem saraf mengubah pesan pesan menjadi kode salah satu kode yaitu kode anatomis. berbagai modalitas sensorik yang berbeda muncul karena sinyal yang diterima oleh organ indera merangsang beragam jalan syaraf yang menuju area otak yang beragam pula. raabaan. hingga akhirnya orang dapat menyadari atau mempersepsikan tentang apa yang dicecap itu. Serta stimulus yang dapat menimbulkan rasa sakit dapat bersifat khemis maupun elektrikal dan sebangsanya yang pada pokoknya stimulus itu cukup kuat menimbulkan kerusakan pada kulit. Cuma pada bagian tertentu saja yang dapat meneriama stimulus-stimulus tertentu. yang kemudian dilangsungkan oleh syaraf sensoris ke otak. menuju ke korteks . Tetapi tidak semua bagian dari kulit dapat menerima rasa-rasa ini. manis. dan hal ini menimbulkan rasa sakit.

Dan hanya sensasi yang mampu kita indralah yang akhirnya diproseskan oleh reseptor dan oleh pemrosesan kognitif tingkat tinggi.sinyal dari telinga. suara. parastesi. bayangan daun dilihat seperti orang. mis: pengalaman diluar tubuh/ OBE. telinga tinnitus. di tentukan oleh energi stimulus yang dideteksi oleh sistem-sistem sensorik dan oleh otak dan hasil pemrosesan disimpan dimemori dalam bentuk pengetahuan ( knowledge). salah satu bagian tubuhnya bukan kepunyaannya lagi. 7. pencernaan mual/muntah diare.8 ProsesPersepsi 1. Sistem sensorik kita memiliki keterbatasan kemampuan manerima sensasi. mis: pada kulit urtikaria. 2. yaitu cahaya. mis: bunyi angin didengarnya seperti dipanggil nama. Serta Sensasi merupakan unsur-unsur pengalaman pancaindera yang disebabkan perangsangperangsang diluar manusia. pada pernafasan timbul sesak/asma. sehingga dengan sendirinya pengetahuan kita tentang dunia pun terbatas.visual. Derealisasi Perasaan aneh tentang lingkungannya yang tidak sesuai dengan kenyataan. Sensasi mengacu pada pendeteksian dini terhadap stimuli. pada jantung terjadi palpitasi. Sinyal dari telinga menyebabkan impuls berjalan dari saraf auditoris menuju ke korteks auditoris. Agnosia . perkemihan sering berkemih. Depersonalisasi Perasaan aneh tentang dirinya atau perasaan bahwa pribadinya sudah tidak seperti biasa lagi. 2. pada otot dan tulang LBP. mis: merasakan segala sesuatu seperti dalam mimpi. bau. Gelombang cahaya dan suara menghasilkan sensasi berbeda karena adanya perbedaan anatomi ini. perasaan nyeri. yang akan diguakan kelak dalam suatu kejadian nyata. 5. gg penglihatan. Halusinasi Pencerapan tanpa adanya rangsang apapun pada panca indera seorang pasien. 3. manis dan sebagainya. Gangguan somatosensorik pada reaksi konversi Mis: anastesi. mata berkunang2. Gangguan psikologi Gejala atau gangguan pada bagian tubuh yang disebabkan oleh gangguan emosi. makropsia/mikropsia 6. Ilusi Interpretasi atau penilaian yang salah tentang pencerapan yang sungguh terjadi pada panca indera. yang terjadi dalam keadaan sadar/bangun. 4. Konsep kita mengenai proses perseptual bahwa pendeteksian dan penginterpretasian sinyal-sinyal sensori.

sense datum. Menurut beberapa pendapat. sedangkan persepsi adalah menafsirkan stimulus yang telah ada didalam otak” (Mahmud. . kita bisa membandingkan protet sebuah pemandangan dengan lukisan pemandanagn. Sensasi sering digunakan secara sinomin dengan kesan indrawi. sedangkan lukisan pemandanagn bergantung pada interpretasinya pelukis. sedangkan pikiran”memersepsikan”.Ketidakmampuan untuk mengenal dan mengartikan pencerapan sebagai akibat kerusakan otak. 1990:4). sensasi lebih berkonotasi pada sebuah hubungan denagn perasaan ( terapi bukan dengan emosi ). Jadi. Dalam ungkapan lain disebutkan. Protet itu berupa pemandangan yang diterima alat indra. sensasi dipandang sebagai pasti. proses sensasi dan presepsi itu berbeda.9 Perbedaan Sensasi dan Presepsi Sensasi sering dibedakan dari persepsi. interpretasi. yang melibatkan penilaian. mata “menerima”. bias. sensum. fakta kasar. interpretasinya berbeda. inferensi. ditentukan secara mendasar. atau prakonseptualisasi. Sedangkan mekanisme penginderaan manusia yang kurang sempurna merupakan salah satu sumber kesalahan persepsi.dengan perkataan lain. Untuk membedakan sensasi dan persepsi secara lebih jelas. dan sensibilium. Meskipun alat untuk menerima stimulus itu serupa pada setiap individu. sedangkan persepsi lebih berhubungan dengan kognitif.”sensasi ialah penerimaan stimulus lewat alat indra. 2. sehingga bisa salah.

sedangkan persepsi adalah menafsirkan stimulus yang telah ada didalam otak”. Sensasi merupakan pendeteksi energi fisik yang di hasilkan atau di pantulkan oleh benda-benda fisik. hipotesis. warna. bentuk dan elemen kesadaran yang lain. lidah sebagai alat pengecapan. misalnya: Ilusi. . dan prasangka-prasangka serta sinyal-sinyal sersorik. kulit pada telapak tangan sebagai alat perabaan. hidung. kulit dan jaringan tubuh ) proses penginderaan menyadarkan kita akan adanya suara.1 Kesimpulan Proses penginderaan berlangsung setiap saat. Karena persepsi merupakan aktivitas yang integrated dalam diri individu.serta dapat dikemukakan karena perasaan. Dalam ungkapan lain disebutkan. yaitu melalui mata sebagia alat penglihatan. Persepsi dipengaruhi oleh pengetahuan. interpretasinya berbeda.BAB III PENUTUP 3. Meskipun alat untuk menerima stimulus itu serupa pada setiap individu. hidung sebagai alat pembau.Tetapi sebagian besar stimulus datang dari luar individu yang bersangkutan. sel-sel tubuh yang melakuakan penderteksi ini.Tapi untuk membuat dunia yang mendera indera kita menjadi sesuatu yang masuk akal. telinga sebagai alat pendengar.”sensasi ialah penerimaan stimulus lewat alat indra. Persepsi stimulus dapat datang dari luar. organ inderawi ( mata. tetapi juga dapat datang dalam diri individu sendiri. Tanpa sensasi kita tidak dapat menyentuh dalam arti sesungguhnya dunia nyata. Proses sensasi dan presepsi itu berbeda. sedangkan sensasi dapat ditemukan pada waktu proses menagkapnya stimuli. telinga. maka apa yang ada dalam diri individu akan aktif dalam persepsi. pada waktu individu menerima stimulus melalui alat indera.

org/wiki/Persepsi#Pembedaan_dengan_sensasi . Belajar dan Faktor yang mempengaruhinya. http://id. Palembang. Jalaluddin Rahmat. Desmawati. Jakarta : Rineka Cipta.DAFTAR PUSTAKA 1. Slameto. 2008. 3. Resume Matrikulasi Psikologi. Yeni. PPs UNSRI. : Bandung Remaja Rosdakarya . 2. 2003. 2008. Psikologi Komunikasi. 4.wikipedia.