P. 1
8.Tgs Klp - Bab 1-3.docx

8.Tgs Klp - Bab 1-3.docx

|Views: 17|Likes:
Publicado porAgel Gesang Hatmaja

More info:

Published by: Agel Gesang Hatmaja on Aug 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Ngeri Surabaya, merupakan alah satu jurusa yang mengemban misi mempersiapkan tenaga kependidikan luar biasa yang profesional dalam bidangnya. Dalam upaya meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan anak berkebutuhan khusus, program penyiapan calon tenga kependidikan anak berkebutuhan khusus di LPTK PLB dirasaan penting mempertahatikan laju perkembangan dan tuntutan kebutuhan lapangan pemakai lulusan di masyarakat. Secara konseptual ruang lingkup cakupan layanan pendidikan bagi anak berkbutuhan khusus merentang cukup luas menjangkau setting pendidikan formal di sekolah dan lembaga swadaya masyarakat dan lembaga-lembaga social serta di lembaga perawatan seperti halnya di rumah akit (non persekolahan). Kualifikasi kompetensi yang harus dimiliki tenaga kependidikn anak berkebutuhan khusus pada intinya mepiluti tiga kompetensi dasar yaitu (1) kompetensi personal, (2) kompetensi pendidikan, (3) komptensi habilitasi dan rehabilitasi. Implikasi terhadap program penyiapan tengaa kependidikan anak berkebutuhan khusus di LPTK PLB, dalam dimensi praktek tidak cukup hanya dilakukan melalui Program Pengalaman Lapangan (PPL), melainkan juga perlu dilakukan program pemagangan (internship). Internship merupakan suatu masa latihan mempraktekkan kecakapan dan keterampilan dalam melaksanakan habilitasi anaka berkebutuhan khusus dengan mensinergikan berbagai penguasaan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dalam bidang kekhususan yang telah diperoleh selama perkuliahan. Program ini diharapkan dapat mengembangkan kecakapan dan keterampilan diri mahasiswa alam memberikan layanan habilitasi dan rehabilitasi anaka berkebutuhan khusus baik i sekolah mauun di luar setting sekolah.

B. Tujuan 1. Tujuan Umum Menciptakan tenaga profesional dalam bidang habilitasi dan rehabilitasi anak berkebutuhan khusus dalam setting sekolah dan luar sekolah

Adapun pelaksanaan pembekalan dilakukan selama 1 bulan di LPTK PLB bersama-sama narasumber dari lembaga mitra. Asistensi Dalam asistensi ditugaskan untuk melakukan beberapa kegiatan sebagai berikut : 1. Melakukan pengamatan terhadap spesifikasi beberapa klien yang ditangani seorang mahasiswa di lembaga mitra . Mahasiswa mengidentifikasi dan menginventarisasi berbagai gejala dan informasi yang dirasakan sebagai suatu kesenjangan dengan konsep yang diterima selama belajar di bangku kuliah maupun pada saat pembekalan. Pembekalan mahasiswa Pembekalan dilaksanakan sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan dengan tujuan untuk memberikan wawasan tentang tujuan dan lingkup kegiatan intership berdasarkan panduan pelaksanaan intership yang telah dikembangkan. iklim sosial) lembaga (sekolah dan non persekolahan) yang menyelenggarakan program habilitasi anak-anak berkebutuhan khusus. 3. 2. dengan tujuan agar mengenal lebih dekat berbagai aktvitas dan manajemen/tata laksana secara riil yang diselenggarakan di lembaga mitra. adapaun ruang lingkup kegiatannya meliputi : 1. C. Memiliki keterampilan merencanakan. c. melaksanakan dan mengevaluasi program habilitasi anak berebutuhan khusus.2. Memiliki pengalaman langsung dalam menerapkan berbagai teknik dan pendekatan dalam program habilitasi anak berkebutuha secara terintegrasi. Tujuan Khusus a. d. Ruang Lingkup Dalam praktiknya program intership wajib dilaksanakan mahasiswa dalam kurun waktu 1 bulan di lapangan. Memiliki sikap dan performance profesional dalam bidang habilitasi anak berkebutuhan khusus. administrasi. b. Mengenal secara cermat struktur lingkungan fisik dan non fisik (manajemen. Orientasi dan Observasi Pelaksanaan intership di awali dengan penugasan mahasiswa untuk melakukan orientasi dan observai ke lembaga mitra dalam rentang waktu 1 minggu.

Praktek Habilitasi Kegiatan praktek habilitasi ditekankan pada aktivitas praktek pemberian treatment terhada beberapa klien di bawah bimbingan mahasiswa pelaksana intership di lembaga mitra. Melakukan pengamatan terhadap kegiatan mahasiswa (habilitasi dan rehabilitasi) yang dilaksanakan terapis di lembaga mitra. Adapun kegiatan yang dimaksud meliputi kegiatan membantu dalam melaksanakan : 1) Asesmen 2) Mengembangan program terapi 3) Aktivitas terapi 4) Evaluasi 5) Pengadministrasian program terapi yang dilaksanakan mahasiswa 4. Melalui pelaksanaan praktek habilitasi diharapkan dapat memeroleh pengalaman melaksanakan habilitasi terhadap beberapa klien. Kegiatan praktek penangan kasus dikemas dalam bentuk studi kasus yaitu menetapkan salah satu kasus yang akan ditangani dari eberapa klien yang menjadi subjek ketika melaksanakan praktek habilitasi. Praktek Penanganan Kasus Praktek penanganan kasus ditujukan agar dapat mesinergian berbagai pengalaman sebelumnya dalam melaksanakan habilitasi terhadap 1 kasus.2. dilaporkan secara tertulis dalam bentuk laporan studi kasus. . 5. Pada akhir kegiatan penanganan kasus.

Siang : 1.5 km : Yayasan B. Hal . Persiapan Pembekalan dilaksanakan di kampus PLB Gedangan.2/6176/436. Jawa Timur : 60284 : (031) 5014717 : (031) 5011500 : Swasta : Terbuka : Peringkat : Hak Guna Bangunan : Milik Sendiri : 104056007091 : 421. adapun ruang lingkup kegiatannya meliputi : a.BAB II HASIL PELAKSANAAN INTERSHIP A. Profil Nama Sekolah Nomor Identitas Sekolah Alamat Jalan : SD “Bhakti Wiyata” Pendidikan Khusus : 283400 : : Bratang Binangun III Nomor 21 Desa/Kelurahan : Barata Jaya Daerah Kode Pos Telepon Faximile Status Sekolah Kelompok Sekolah Akreditasi Status Tanah Bangunan Sekolah NSS SK Nomor Tahun Berdiri Tahun Perubahan Waktu KBM Jarak Ke Pusat Kecamatan Organisai Penyelenggara : Surabaya.6/2008 (15 Desember 2008) : 2006 : 2008 : Pagi.5. program intership dilaksanakan mahasiswa PLB dalam kurun waktu 1 bulan di lapangan. Sidoarjo pada bulan Maret 2012 dalam bentuk pembekalan dari dosen pembimbing dan narasumber dari salah satu lembaga terapi di daerah Sidoarjo sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan. Lingkup Kegiatan Intership Dalam praktiknya.

Setiap mahasiswa menangani 1 siswa dengan bimbingan dan bantuan terapis dari lembaga mitra. 2. Adapun siswa yang diamati berdasarkan spesifikasinya sebagai berikut : No Nama Jenis Kelamin 1 2 3 Ahzadian Kemal M. b. Bintang Ramadhan 6 7 Fauziah Dwi Nurjana Jason Rovaldy Tanaya 8 Cahyadi Poernomo L Tunadaksa II 9 th P L Tunawicara Autis III I 12 th 7 th L Autis IV 12 th P Autis I 8 th L L L Jenis Kelainan Autis Autis Autis Terapi Terapi I 5 th 10 th 7 th Kelas Umur b. Praktek Rehabilitasi dan Habilitasi yang dilaksanakan mahasiswa di SD Bhakti Wiyata Surabaya . Arfa Malazi Jonathan David Alvonsius 4 Mayori Ardhita Wijaya 5 M. Pelaksanaan Kegiatan 1.ini ditujukan untuk memberikan wawsan tentang tujuan dan lingkup kegiatan intership berdasarkan panduan intership yang dikembangkan. Melakukan pengamatan terhadap spesifikasi beberapa klien yang ditangani seorang mahasiswa di SD Bhakti Wiyata Surabaya. Asistensi Asistensi yang dilakukan oleh mahasiswa pelaksana intership dalam berbagai kegiatan sebagai berikut : a. Orientasi dan Observasi Pelaksanaan intership diawali dengan orientasi dan observasi ke lembaga mitra selama 1 minggu mulai tgl 26 s/d 30 Maret 2012 dengan tujuan agar mahasiswa mengenal lebih dekat berbagai aktivitas dan manajemen / tata laksana secara riil di SD`Bhakti Wiyata Surabaya.

Bina komunikasi persepsi bunyi dan irama .Identitas anak .Bina diri .Matematika : berhitung.Adapun kegiatan-kegiatan yang dimaksud meliputi kegiatan membantu dalam melaksanakan : 1) Asesment Kegiatan asesment yang dilakukan mahasiswa pelaksana intership antara lain : .00 – 12.Riwayat perkembangan anak .Lempar/tangkap/tendang bola 3) Aktivitas terapi .Deskripsi kasus .Hari : tiap mahasiswa dibagi dalam kurun waktu 3 hari/minggu sesuai dengan jadwal yang telah disepakati .kartu bilangan .kartu gambar .00 – 09.00 WIB .Media yang digunakan : . berbicara .kartu hewan .kartu warna .kancing . operasi bilangan .Shift I : pukul 07.bola .Ruang I : perpustakaan .Program terapis yang dilaksanakan 2) Mengembangkan program terapi Adapun program-program terapi yang dilaksanakan dalam merehabilitasi siswa adalah sebagai berikut : .00 WIB .kartu huruf a-z .Ruang III : kelas .kartu kata .Ruang bawah : kelas .Tempat : .kartu warna .Waktu : pelaksanaan intership dilaksanakan dibagi dalam 2 shift .Shift II : pukul 10.kartu kartu angka 1-10 .Bahasa Indonesia : menulis. menggambar . membaca.Seni rupa : mewarnai.

Laporan Setelah melaksanakan intership.. bila bolanya terjatuh.. C. mahasiswa membuat 2 laporan yaitu : Laporan individu yaitu laporan studi kasus sesuai dengan kasus yang ditangani ketika intership dilaksanakan. Melempar Menangkap Gerakan tak sempurna pada legan Interaksi individual dan sosial Aktivitas kognitif dan bahasa yang dapat dipahami Tujuan : untuk mengembangkan kemampuan menggerakkan dengan interaksi sosial Sasaran : untuk bermain lempar-tangkap dengan orang lain Alat peraga : bola plastik atau bola karet lembut yang besarnya sedang Prosedur : a) Suruh anak berdiri 30-50 cm di hadapan anda b) Ulurkan kedua tangannya ke depan dengan telapak tangannya menghadap ke atas c) Berikan bola kepada tangannya dan tunjukan keriangan d) Lalu ulurkan tangan anda dan katakan “berikan bolanya.. ambil saja bolanya .(nama anak)!” sambil beri isyarat dengan gerakan tubuh anda e) Bila anak tidak merespon.. Laporan kelompok yaitu laporan yang dibuat secara kelompok yang memuat kesluruhan kegiatan yang dilaksanakan selama intership. 5) Pengadministrasian program terapi yang dilaksanakan terapis c.... Program Habilitasi / Rehabilitasi yang Dilaksanakan a.. ulangi instruksinya dan ambil bolanya dan segera beri imbalan f) Ulangi prosedur ini sampai anak mampu melakukan sendiri g) Bila sudah mampu. mundurlah sehingga jaraknya menjadi 50-60 cm h) Dengan halus lemparkan bola dengan ayunan rendah. Jangan pikirkan bagaimana dia enangka bola itu.4) Evaluasi Evaluasi dilaksanakan setelah terlaksananya program tiap hari sehingga dapat dijadikan perbandingan hasil program untuk program selanjutnya.

Mama .3.2. hijau dan biru . i.Identifikas angka 1..dan letakkan di atas tangannya dan katakan “berikan bolanya..Menyamakan warna .Identifikasi hewan kucing dan ayam d) Berhitung 1-10 e) Menulis .Ibu ..Identifikasi buah apel dan jeruk .A-J . pakailah CoT (contoh terapis) di belakang anak untuk memberikan prompt pada anak j) Bila ia telah berhasil berikan imbalan yang “hebat” karena telah menyelesaikan tugas yang istimewa b.Menyamakan gambar hewan .Menyamakan gambar buah .Mau belajar . (nama anak)!”.Menyamakan betuk c) Identifikasi .. o .4 . Imitasi Suara a) Menirukan da mengucapkan kata .1-20 .Papa . u. sambil beri isyarat bagaimana dia harus melempar bola itu kepada anda i) Jika anak tetap tampak kebingungan.Identifikasi huruf a.Identifikai warna merah dan kuning.Mau minum b) Macthing/ mencocokkan/ menyamakan .Ayah ..Hallo . e.

.......... v...lilililili. eli...ma. c. c) Bunyi panjang pendek 1) Pooooooooooooo.........li...ma...... Kakaka kikiki kokoko kukuku kakikoku 2. n.li.dooooooooooooooooooooooooooooooooo d) Bunyi tinggi rendah a a a a a a a a 2...... i.li... m. ubi b) Membaca kata Vokal + konsonan : bu di do ba ju ba ru .......... d g......c....... p... u...... Bina Komunikasi a) Persiapan membaca Vokal : a....ma.. t.li.. l.. q.. dsb b) Bunyi cepat lambat 1) Mamamama....su. e.... w Contoh: 1.. k... s... Bina Komunikasi Persepsi Bunyi dan Irama 1.su........mamamamama 2) Li. r..bebebe 3) Doooooooo........ Bina Persepsi Bunyi dan Irama a) Irama kata Mengucapan kata : b. Lilili lalala lololo lelele lululu 3........li.pooooooooooooooooo 2) Beeee..lililililili 3) Sususususususususususu... ini.li.........do....... j....lilililililili....... oli. o Contoh kata api..ma.......su.ma.do.beeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee... h.... Mamama mimimi mememe momomo mumumu......su..su...su.....poooo.

Kendala Pelaksanaan dan Solusi Pemecahannya a. afetif dan psikomotor yang dimiliki siswa. Kendala Selama internship di SD Wiyata Bhakti Surabaya. Sulit berinteraksi dengan siswa yang mengalami gangguan / kelainan ganda karena keterbatasan bahasa dan intelegensi.Contoh kata : Baki Bola Cucu Dada Duku Gigi Tahu Paha Palu Kuda Koki Kaki Lima c) Membaca kalimat sederhana Contoh : Baju koki kena kopi Guru baca buku ani Bud coba baju baru Ruri bawa pena ke meja D. 4. Banyaknya keberagaman masalah yang terjadi dalam satu siswa dan perbedaan kemampuan kognitif. Kendala-kendala tersebut antara lain : 1. Terbatasnya alat dan media pendukung belajar siswa di sekolah. . Terbatasnya buku-buku paket dan buku penunjang lainnya sehingga membuat penyusun membuat sumber referensi sendiri. 3. penyusun mengalami sedikit kendala dan hambatan yang mungkin mengganggu aktivitas pelaksanaan intership maupun selama kegiatan mengajar berlangsung. 2.

Dalam penguasaan konsep sebaiknya diberikan materi yang lebih menekankan pada media gambar sederhana yang diketahui siswa serta tindakan agar anak lebih memahami. 4. Hal ini dimaksud bahwa anak akan mengenal suau hubungan konsep yang dalam setiap materinya saling dikaitkan antara 1 dengan yang lain. Jika anak sudah merasa jenuh alangkah baiknya jika anak diajak bermain sosial. 2. 3. konsentrasi dan komunikasi maka dibutuhkan pengajaran spiral yang dimaksudkan agar siswa dapat lebih mengingat materi sebelumnya yang dajarkan (pengajaran berulang-ulang) 5. dan dialihkan ke hal-hal yang menarik. Seperti senam.5. Misalnya : dalam pengenalan indra/ anggota tubuh (IPA) maka seharusnya juga dihubungkan dengan hitungan banyaknya anggota tubuh (matematika). Penyusun masih merasa kesulitan ketika menghadapi / mengajar siswa baru yang masih sekolah kanak-kanak karena diperlukan proses adaptasi. Solusi 1. b. Dalam pengenalan kata kerja sebaiknya diberikan pengenalan media gambar disertai cara pengucapannya serta dilakukan dengan tindakan/ peragakan agar anak lebih aktif dan paham. Karena kebanyakan ABK dilembaga mitra mengalami hambatan konsep. dan pengucaannya (bahasa). Dalam beragam hambatan yang dialami oleh 1 anak maka dibutuhkan suatu program tematik dalam pembelajaran/ penanganan kepada anak. . brain game.

2.BAB III SIMPULAN DAN SARAN A. Perlunya penambahan buku referensi terbaru di perpustakaan baik buku pelajaran maupun pengetahuan umum untuk menunjang pelajaran guna menambah wawasan dan wacana guru dan siswa. Perlunya peningkatan fasilitas sarana dan prasarana yang kurang untuk menunjang proses belajar sehingga tujuan pendidikan umum dapat tercapai. ♦ Sekolah telah menerapkan tata tertib yang dilaksanakan oleh seluruh anggota sekolah khususnya etika 5 S (senyum. terapis dan karyawan telah bersama-sama menunjang dalam pelaksanaan tata tertub yang dibuat oleh sekolah. sapa. membimbing dan mengarahkan selama pelaksanaan internship ♦ Tingkat kedisiplinan siswa cukup bagus tetapi masih ada sedikit siswa yang terlambat ke sekolah. B. maka dapat disimpulkan : ♦ Dengan adanya SD Bhakti Wiyata Surabaya merupakan wujud usaha bersama meningkatkan kualitas pendidikan khususnya pendidikan berkebutuhan khusus. ♦ Kepala Sekolah. . ♦ Masalah keterlibatan sudah cukup baik namun perlu ditingkatkan karena semua pihak baik siswa. penyusun akan memberikan suatu gagasan yang perlu dipertimbangkan demi kemajuan sekolah yaitu : 1. salam. sopan dan santun). SARAN Berdasarkan hasil dari data yang dikumpulkan penyusun dan pelaksanaan Intership SD Bhakti Wiyata Surabaya guna meningkatkan kualitas sekolah untuk masa yang akan datang. Terapis dan Karyawan SD Bhakti Wiyata Surabaya sangat terbuka dan membantu penyusun memberikan informasi tentang keadaan sekolah. Simpulan Berdasarkan hasil dari data yang dikumpulkan penyusun dan pelaksanaan Intership di SD Bhakti Wiyata Surabaya selama 1 bulan mulai tanggal 26 Maret s/d 27 April 2012.

hendaknya guru dalam mengajar membuat rencana pembelajaran dan media pembelajaran ditunjang pelaksanaan metode yang tepat sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Kedisiplinan siswa perlu ditingkatkan karena masih banyak siswa yang melanggar tata tertib sekolah. Dalam mengaplikasikan kurikulum dan materi. Koordinator antara kepala sekolah dan terapis diperlukan agar terjadi kesamaan visi dan misi serta persepsi dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi oleh sekolah. 5. mudah-mudahan menjadikan bahan pertimbangan untuk meningkatkan kualitas pendidikan SD Bhakti Wiyata Surabaya . Demikianlah beberapa saran yang dapat diberikan penyusun. 4.3.

You're Reading a Free Preview

Descarga
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->