P. 1
pengertian bunga 1

pengertian bunga 1

|Views: 30|Likes:
Publicado porHalim Harahap

More info:

Published by: Halim Harahap on Aug 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/15/2013

pdf

text

original

BUNGA

A. PENGERTIAN



Bunga (Interest) adalah tambahan uang sebagai jasa atas sejumlah
modal yang ditanam atau kelebihan pembayaran dari yang
seharusnya.

Bunga biasanya dinyatakan dalam bentuk persen (%) terhadap
modal awal dan diperhitungkan untuk setiap jangka waktu tertentu
dan disebut suku bunga.

Apabila suatu modal diperbungakan atas dasar bunga p% setiap
tahun dan besar bunga yang dibayarkan pada akhir setiap tahun
diambil (besarnya tetap) maka perhitungan bunga seperti itu disebut
Bunga Tunggal.

Sedangkan jika pada setiap akhir tahun bunganya tidak diambil
maka bunga itu akan ditambahkan kepada modal dan berbunga lagi
pada waktu berikutnya, perhitungan bunga seperti itu disebut
Bunga Majemuk.

B. PERHITUNGAN BUNGA
1.












1. Bunga Tunggal

a. Dengan Rumus



Keterangan :
M = modal atau pokok pinjaman,
I = interest (bunga)
p = suku bunga dengan periode bunga 1 tahun
t = periode pinjaman
k = konstanta yang bergantung pada satuan t
[k = 100 untuk t dalam tahun,
k = 1.200 untuk t dalam bulan
k = 36.000 atau k = 36.500 untuk dalam hari ]

k
t p M
I
× ×
=
Perhitungan I berdasarkan 1 tahun dihitung 365 hari
disebut excact interest atau interest eksak, sedangkan
jika 1 tahun dihitung 360 hari disebut ordinary
interest atau interest biasa.
Jika periode pinjaman t dinyatakan dari dan sampai
tanggal tertentu, maka perhitungannya dapat
dilakukan dengan dua cara yaitu :

a. Dihitung sesuai dengan tanggal kalender, disebut
waktu eksak (exact time).
Dalam menentukan jumlah harinya dihitung hanya
salah satu tanggal yang diberikan dan tidak keduanya.
b. Dihitung berdasarkan 1 bulan = 30 hari, disebut
waktu pendekatan (approximate time).

Contoh :

Hitunglah interest eksak dan interest biasa
berdasarkan waktu eksak dan waktu
pendekatan atas modal Rp 500.000,00
dengan suku bunga 15% setahun dari
15 Mei 2005 sampai 17 Agustus 2005.

b. Dengan Daftar Bunga

Perhitungannya sama seperti cara pertama (a), hanya nilai dapat
dilihat dalam daftar bunga

c. Dengan Metode Pembagi Tetap

Rumus dengan k = 36.000 dapat diubah bentuknya
menjadi :




Nilai disebut Angka Bunga dan disebut Pembagi Tetap.


Jadi


Umumnya metode ini banyak dipakai jika harus mencari jumlah
bunga/interest dari beberapa modal dalam periode pinjaman berbeda tetapi
suku bunga sama.

k
t p×
k
t p M
I
× ×
=
p
t M t p M
I
360
100 000 . 36
÷
×
=
× ×
=
100
t M×
p
360
Tetap Pembagi
Bunga Angka
Interes =
Untuk penyelesaiannya dipakai ketentuan-ketentuan
berikut :

1). Modal dibulatkan sampai rupiah terdekat
2). Angka bunga dibulatkan sampai rupiah terdekat
3). Interest (bunga) dibulatkan sampai sen

Jika suku bunga (p) bukan pembagi 360, maka
diselesaikan dengan metode Bagian Presen Sebanding
atau Presen Seukuran.

Contoh :
Tentukan bunga dari Rp 750.000,00 yang
diperbungakan selama 50 hari atas suku bunga 13 %
setahun.



d. Dengan Metode Bagian Waktu Seukuran

Dengan metode ini, terlebih dahulu dicari dalam berapa hari suatu modal yang

diperbungakan dengan suku bunga p% memberikan bunga 1% ( ¬ )

Perhitungan selanjutnya dilakukan berdasarkan bagian-bagian waktu
tersebut.

Jika hasil dari bukan bilangan bulat, maka perlu dicari p

pembantu yang terdekat ( ) sehingga merupakan bilangan bulat.

Contoh :

Hitunglah bunga dari Rp 120.000,00 selama 87 hari dengan suku bunga 12%
dengan menggunakan metode bagian waktu seukuran

p
360
1
p
1
360
p
p
360
e. Dengan Metode Bagian Modal Seukuran

Dengan metode ini terlebih dahulu dicari bagian modal
berapa
Yan yang akan memberi bunga sebesar jumlah hari bunga.


Berdasarkan rumus , maka bagian modal
yang


memberi bunga I = t adalah M =


Perhitungan selanjutnya dilakukan berdasarkan bagian-
bagian
modal tersebut.


000 . 36
t p M
I
× ×
=
p
000 . 36
f. Diskonto

Diskonto sebenarnya berarti memperkecil dengan
cara mengurangi, tetapi lebih sering diartikan
sebagai bunga yang dibayar dimuka pada waktu
meminjam.

Jika D = Diskonto
NA = Nilai Akhir (besar uang yang
dikembalikan / dipinjam)
NT = Nilai Tunai (besar uang yang diterima)
p = suku bunga (diskonto)

maka D = NA – NT


Perhitungan Diskonto ada 2 cara, yaitu :

1). Dihitung terhadap Nilai Akhir (NA)

Perhitungannya sama seperti dengan menggunakan
Rumus Umum

2). Dihitung terhadap Nilai Tunai (NT)



Bentuk disebut p% di bawah seratus

Sedangkan bentuk disebut p% di atas seratus


NT
p
p
D ×
÷
=
100
p
p
÷ 100
p
p
+ 100
2. Bunga Majemuk

a. Nilai Akhir Modal

Nilai Akhir Modal (Mn) adalah besar Modal (M) setelah
dibungakan selama n periode berdasarkan suku bunga i = p%
setiap periode.



Contoh :

Suatu modal sebesar Rp 100.000.000,00 dibungakan selama 4
tahun 3 bulan berdasarkan bunga 5% setiap semester.
Berapakah nilai akhir modal tersebut ?



n
i M
n
M ) 1 ( + =
b. Nilai Tunai Modal

Mencari Nilai Tunai Modal (NT) berarti mencari
besarnya Modal Awal (M)


Contoh.
Berapakah nilai tunai dari Rp 1.000.000,00 yang
akan diterima 5,5 bulan yang akan datang, jika
diperhitungkan berdasarkan suku bunga 2 %
sebulan ?



n
i
M NT
) 1 (
1
+
=
3. Rente

Rente adalah J umlah Nilai Akhir atau Nilai
Tunai suatu pembayaran atau penerimaan
periodik yang tetap besarnya

Menurut banyaknya angsuran, Rente dibedakan
menjadi :

1. Rente terbatas (sementara) jika pembayaran /
penerimaan periodiknya dilakukan dalam waktu
yang terbatas
2. Rente tak terbatas (kekal/abadi) jika pembayarannya
tidak terbatas.

Menurut tunainya cicilan (saat pembayaran),
rente dibedakan menjadi :
1. Rente Pranumerando jika cicilan tunai dilakukan
pada awal tiap periode
2. Rente Postnumerando jika cicilan dilakukan pada tiap
akhir periode

Menurut tanggal mulainya pembayaran,
Rente dibedakan menjadi :
1. Rente dimulai segera (Rente Langsung) jika
pembayaran pertama dilakukan langsung pada
permulaan atau akhir jangka waktu yang pertama
2. Rente yang ditangguhkan jika pembayaran
pertamanya dilakukan setelah beberapa waktu
lamanya.

a. Jumlah Nilai Akhir Rente

Jika pada tiap tanggal yang sama dengan periode waktu
yang sama ditabung sebesar M selama n kali dengan suku
bunga majemuk i=p% setiap periode, maka jumlah
tabungannya pada saat tabungan terakhir (Sn) adalah :




Contoh :
Pada setiap tanggal 1, dimulai tanggal 1 Januari 2005,
seseorang menabung di sebuah bank sebesar
Rp 100.000,00. Berapakah jumlah tabungannya pada
tanggal 1 Januari 2007 jika diperhitungkan berdasarkan
suku bunga majemuk 2% sebulan ?


i
n
i
M Sn
(
(
(
¸
(

¸

|
|
.
|

\
|
÷ +
=
1 1
b. Menghitung Besar tabungan setiap periode






Contoh :

Pada setiap tanggal 1, A menabung sejumlah uang yang
sama banyaknya, dimulai 1 Januari 2005 dan berakhir 1
Oktober 2007. Jika A ingin mempunyai tabungan
berjumlah Rp 2.000.000,00 pada 1 Oktober 2007 dan Ia
menerima suku bunga majemuk 3% sebulan, barapakah
Ia harus menabung setiap bulannya ?



(
(
(
¸
(

¸

|
|
.
|

\
|
÷ +
=
1 1
n
i
i
Sn M
c. Jumlah Nilai Tunai Rente



Contoh :
Seseorang akan menerima uang dari suatu yayasan sebesar
Rp100.000,00 sekali pada setiap bulan selama 15 kali
berturut-turut. Ia ingin menerima uangnya sekaligus pada
penerimaan yang pertama. Berapa jumlah uang yang
diterima orang itu jika bunga yang diperhitungkan 4%
sebulan ?
i
n
i
n
i
M
NT
1 ) 1 (
1
1
÷ +
×
÷
+
=
|
|
.
|

\
|

You're Reading a Free Preview

Descarga
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->