P. 1
Laporan Praktikum 2 Pemurnian Benih Kel3

Laporan Praktikum 2 Pemurnian Benih Kel3

|Views: 65|Likes:
Publicado porBondan Eddyana

More info:

Published by: Bondan Eddyana on Aug 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
Precio de venta:$0.99 Comprar ahora

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

12/15/2013

$0.99

USD

Laporan Praktikum Teknologi Perbenihan I “Uji Pemurnian Benih” Semester Ganjil / Tahun 2009

Kelompok 3 Hari Akbar Raden Bondan E B Esra Yosefin Dhea Primasari Muhammad Prayudi (150110080156) (150110080162) (150110080128) (150110080162) (150110080 )

Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Jatinangor 2009

Judul Tujuan Teori Dasar

: Uji Pemurnian Benih : Mengklasifikasikan benih yang tergolong benih murni dari jenis varietas serta kotoran :

Benih murni yang merupakan salah satu komponen dalam pengujian benih, sangat penting dalam menghasilkan benih yang berkualitas tinggi. Pada pengujian daya berkecambah, benih yang diuji diambil dari fraksi benih murni. Dengan demikian hasil pengujian kemurnian benih dan daya kecambah benih mempengaruhi nilai benih untuk tujuan pertanaman. Pengujian kemurnian digunakan untuk mengetahui komposisi contoh kerja, kemurnian, dan identitasnya yang akan mencerminkan komposisi lot benih yang didasarkan pada berat komponen pengujian. Dalam pengujian kemurnian contoh kerja kemurnian dipisahkan menjadi benih murni, biji tanaman lain, dan kotoron (ISTA). Alat & Bahan : a. 1 bungkus benih yang tercampur b. Kertas Prosedur Kerja : 1. Bungkus yang berisi benih campur dibuka dan dikeluarkan. 2. Ambil beberapa kertas untuk memisahkan antara benih murni , varietas, dan kotoran. 3. Lalu pisahkan benih murni dengan benih varietas serta kotoran. 4. Kemudian timbang berat benih murni , varietas dan kotoran. 5. Hitunglah jumlah presentasi benih tersebut. 6. Catat hasil penghitungan dari masing – masing. Hasil Pembahasan No 1 2 3 4 Ket Uji Benih Murni Varietas Kotoran Gulma : jumlah berat total ( N ) 40gr Berat (n) 36,84 0,81 1,92 0 Persentase ( X ) 92, 1 2,0 9,8 0

ramadhan.X =( n /N)x 100% Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa jumlah persentase benih yang tergolong murni lebih besar dari varietas. Daftar Pustaka http://www. kotoran.com/whats_new.html .20m. Namun benih tergolong tidak murni dengan jumlah benih gulma tidak diketahui persentase.

Sedangkan untuk P205 dan K20 diperkirakan dengan kelipatan pengambilan N masing masing dengan 0. dengan pH optimum 6. Bila temperatur >28°C. II. Di daerah Tropis biasanya pemupukan berkisar 60 -120 kg N/ha.0. Pengairan Diperlukan pengairan cukup pada setiap stadia pertumbuhan tomat terutama untuk tipe indeterminat.45. Tomat tumbuh baik pada temperatur 20 -27°C. semideterminate atau indeterminat (tinggi) tumbuh berterusan menghasilkan daun dan bunga. atau varietas hibrida maupun OP. KULTUR TEKNIS PERSIAPAN TANAM Setelah tanah diolah dengan baik dan dibuat bedengan dengan lebar 1 m tinggi 20 cm pada musim kemarau dan 35 cm pada musim penghujan. Diperkirakan 250 g benih (sekitar 70.45 =140 kg.35 dan 1. 03 Juni 2009 09:15 I. Bila perakaran sudah berkembang. mulsa plastik harus ditutupi jerami. Perlakuan benih. Pemupukan Untuk hasil yang optimum.0 -7. ukuran dan warna). 60-140 kg P205/ha dan 60-120 kg K20 /ha. disesuaikan dengan musim. tergantung dari kebutuhan budi daya. tanaman tomat perlu diberi pupuk organik dan anorganik. 750 . pembentukan buah terhambat pada temperatur >30°C atau < 10°C.5 cm. Total N (kg/ha) yang diperlukan untuk mencapai target hasil buah diperkirakan dengan kelipatan 2. dan 16 000/ha untuk determinat. Sebagai contoh: untuk potensi hasil tomat 40 ton/ha iperlukan 40 x 2. Utuk P205 96 x 0. jarak antar bedengan 50 cm untuk memudahkan drainase pada musim penghujan. Pada indeterminat.900 biji/persemaian. Tomat baik ditanam pada tanah yang berdrainase baik. Berdasarkan pertumbuhannya. pengairan yang lebih diperlukan.) LAST_UPDATED2 Rabu. dan prosesing buah dengan warna merah yang kuat dan tinggi dalam kandungan bahan padat. pendek) dimana pertumbuhan batang diakhiri dengan karangan bunga. yang mungkin bermanfaat pada waktu harga berfluktuasi. Jumlah tanaman adalah 33 000/ha untuk indeterminat. cabai.4.4 = 96 kg N. tomat diklasifikasikan sebagai determinat (menyemak. seperti: terung. Untuk varietas yang ditanam dapat dipilih berdasarkan varietas yang tahan penyakit. Sebagai sayuran buah. C.35 = 34 kg. Tomat dapat ditanam sebagai rotasi pada lahan sawah. sup atau saos. dan K20: 96 x 1. Pengairan diperlukan terutama dalam periode satu bulan setelah pemindahan ke lapangan. Bila sudah berdaun 2 (8 hari setelah semai). Hindari menanam tomat pada lahan yang sebelumnya ditanami tanaman dari keluarga Solanaceae. Beberapa tipe tomat yang dibudidayakan antara lain: buah segar (biasanya berwarna merah dengan variasi dalam bentuk. memungkinkan masa panen yang lebih panjang. dan dipelihara di persemaian B. disesuaikan dengan . A. tomat merupakan sumber vitamin A dan C. akan tetapi jenis ini perlu menggunakan turus dan harus dipangkas secara teratur yang dapat menambah tenaga kerja. Benih disemai di pesemaian atau baki pesemaian sedalam 0. akan tetapi dengan frekuensi yang lebih jarang. tomat dan yang lainnya untuk menghindarkan hama dan penyakit. sesuai untuk dibuat pasta. semaian dibumbun.000 biji) diperlukan untuk tipe indeterminat dan 125 g untuk tipe determinat diperlukan untuk 1 ha. PENDAHULUAN Tomat merupakan satu dari sayuran yang paling banyak dibudidayakan di dunia.Budi Daya dan Produksi Benih Tomat (Lycopersicum esculentum L. chery-buah kecil. setengahnya diberikan sebagai pupuk dasar dan sisanya diberikan sebagai pupuk susulan pada pembentukan buah pertama. Mulsa plastik atau jerami dapat digunakan untuk menutupi permukaan tanah.

sp lycopersici. Stemphyllium solani. merah muda atau merah. Penanganan paska panen akan mempengaruhi kualitas buah. kalau perlu dengan pengapuran. mendorong keseragaman buah dan ukuran buah yang lebih besar. nematoda bengkak akar (Meloidogyne incognita. memudahkan penyemprotan dan mengurangi busuk buah. Isolasi Tomat merupakan tanaman menyerbuk sendiri. karena itu harus segera dikeringkan antara 1-3 hari.5. Pada tipe indeterminat. antara lain : Busuk daun (Phytophthora infestans). Sclerotium rolfsii. serta sesuaikan dengan anjuran keselamatan mausia dan lingkungan. Tanaman tomat tidak tahan terhadap genangan air. atau adanya serangga yang mampu menyerbukkan silang. Panen sebaiknya dilakukan pada cuaca sejuk di pagi hari. III. Hama seperti: Bemissia. Bila semaian sudah mempunyai 4-5 daun. Turus diberikan agar tanaman tidak menyentuh tanah. M. Gunakan pestisida yang sesuai dan tepat untuk target sasaran. memperbaiki sirkulasi udara diantara kanopi tanaman yang memudahkan penyemprotan dan mengurangi penyakit. pH tanah di atas 5. E. pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan juga dengan rotasi tanaman. Arenaria). Vesicatoria. dan menambah ukuran dan jumlah buah. Penyakit yang biasa menyerang tanaman tomat. serta dapat menjadi inang patogen. B. pemberian turus memudahkan pemangkasan dan pemeliharaan lainnya. menanam varietas yang resisten. Alternaria solani. Pemangkasan tunas untuk membatasi tunas yang tumbuh dapat mempercepat kematangan buah. drainase. Selain penggunaan pestisida. pemupukan dengan larutan pupuk ZA 0. Pemangkasan dapat juga dilakukan terhadap bunga. Ralstonia solanacearum. Tomato Yelow Leaf Curl Virus (TYLCV).25% urea atau 0. Sedangkan hama yang biasa menyerang tomat: ulat buah (Helicoverpa armigera). Pemberian N biasanya setengah dari pemberian kalium untuk memelihara keseimbangan antara pembungaan dan pertumbuhan vegetatif. Tempatkan buah pada tempat sejuk dan terlindung dengan ventilasi yang balk. Javanica. M. tomat dapat dipanen pada stadia breaker (tidak lebih dari 10% permukaan buah berwarna kekuningan. dan jangan mencampur buah yang rusak dengan buah yang mulus. penggunaan sprikler (bemissia). Panen Tomat dapat dipanen pada beberapa stadia buah.90%. Penyemprotan fungisida seperti Captan atau Thiram utuk mengurangi damping off.5. tambah penyinaran 6-9 hari sebelum semaian dipindahkan ke lapangan. sehingga buah yang dihasilkan berukuran lebih besar dan seragam sesuai dengan yang diharapkan atau harga. tutupi pesemaian dengan kain jala 60 mesh. Pemeliharaan. 0. Untuk menghindarkannya. Penyiangan dengan manual atau penggunaan mulsa organik dapat dilakukan. thrips dan aphids dapat menularkan virus. Hindarkan kerusakan buah.5 g/I). akan tetapi penyerbukan silang dapat terjadi karena selalu ada kemungkinan serangga membawa tepung sari dari luar. PRODUKSI BENIH A.kebutuhan. air dan hara.1% larutan nitrophoska. Persiapan tanah dan pemupukan hampir sama dengan untuk produksi buah. dengan penyiraman yang teratur. D. Untuk pengangkutan jauh. F. Persyaratan Tanah pH tanah harus dipertahankan pada 6. atau lebih tinggi terutama kandungan phosfor.5% (0. tergantung keperluan pasar dan pemasarannya. Fusarium oxysforum f. Gulma dapat menyaingi cahaya. Pengendalian hama dan penyakit tanaman Periksalah terjadinya serangan hama dan penyakit di lapangan sebelum mengambil tindakan pengendalian. serta kelembaban 85 . . Xanthomonas campestris pv.

Opena. Bila lapisan bening sudah pecah. Pengeringan dapat dilakukan setelah air ditiriskan melalui kain. Kuo.200 m. Panen dan Prosesing Benih Buah matang dipanen. Benih yang kering kemudian disimpan di tempat kering dan kedap udara. Proses fermentasi jangan sampai melampaui masa pecahnya lapisan bening biji. terutama buah hasil persilangan dipanen dari galur betina yang biasanya terdapat label pada kalik. seperti halnya menyimpan benih sayuran lainnya. Morris dan R. Pustaka acuanHanson P. D. jarak yang diperlukan tidak lebih dari 2 m. 2006Diterjemahkan. Vegetable Seed Production.1999. Pisahkan kulit dan bagian buah yang terbawa. Biji kemudian difermentasi sampai 3-5 hari pada 20-25°C.atau bunga dengan putik yang panjang hingga memungkinkan terjadinya serbuk silang. Roguing Tanaman yang menyimpang secara morfologis harus dicabut dan dibuang. untuk menghindarkan pencampuran sewaktu panen. Suggested Cultural practices for tomato. kemudian biji dihamparkan pada alas yang sesuai dan dikeringkan di bawah sinar matahari.T. dan pada saat buah pertama matang. Untuk varietas hibrida. sesekali dibalikkan. J. CABI Publishing: 214-230. C. Roguing dilakukan sebelum pembungaan. Hidayat . C. Buah matang dipotong melintang. Chen. R. Biji kemudian dicuci dengan air kemudian saring. AVRDC: 8 pp Raymond AT. biji dikocok beberapa kali untuk proses fermentasi yang seragam dan mencegah perubahan warna biji. kemudian dikeluarkan biji dengan lapisan beningnya ke dalam wadah yang disediakan.T.G. Jarak isolasi minimum antara varietas yang berbeda antara 30 . disarikan dan dilengkapi oleh Iteu M. dan hal ini dilakukan beberapa kali sampai biji bersih. International Cooperator's guide. karena dapat menyebabkan perkecambahan dini. pada masa pembungaan awal. 2000. Sumber : Petunjuk Teknis Budidaya dan Produksi Benih Beberapa Sayuran Indigenous Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura. George.

You're Reading a Free Preview

Descarga
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->