Perubahan sosial Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan

yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakatyang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikapsikap sosial, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.[1][2] Daftar isi [sembunyikan] 1 Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli 2 Bentuk-bentuk 2.1 Perubahan Evolusi dan Perubahan Revolusi 2.1.1 Perubahan evolusi 2.1.2 Perubahan revolusi 2.2 Perubahan direncanakan dan tidak direncanakan 2.2.1 Perubahan yang direncanakan 2.2.2 Perubahan yang tidak direncanakan dan contoh 2.3 Perubahan berpengaruh besar dan berpengaruh kecil 2.3.1 Perubahan berpengaruh besar 3 Notes Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli[sunting] Definisi dan pengertian tentang perubahan sosial menurut para ahli diantaranya adalah sebagai berikut[3] : Gillin Perubahan sosiawhat tl adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. Emile Durkheim

Perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor ekologis dan demografis, yang mengubah kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi masyarakat modern yang diikat oleh solidaritas organistik. Kingsley Davis Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat[1] Mac Iver Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial (social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan (ekuilibrium) hubungan sosial Rifhi Siddiq Perubahan sosial adalah sebuah peralihan yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan yang bentuk implikasinya dapat diketahui pada struktur sosial dan terjadi dalam tahap penemuan, penyebaran, dan penyesuian kembali. William F. Ogburn Perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial Tidak semua gejala-gejala sosial yang mengakibatkan perubahan dapat dikatakan sebagai perubahan sosial, gejala yang dapat mengakibatkan perubahan sosial memiliki ciri-ciri antara lain:[4] Setiap masyarakat tidak akan berhenti berkembang karena mereka mengalami perubahan baik lambat maupun cepat. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahan pada lembaga-lembaga sosiallainnya. Perubahan sosial yang cepat dapat mengakibatkan terjadinya disorganisasi yang bersifat sementara sebagai proses penyesuaian diri. Perubahan tidak dibatasi oleh bidang kebendaan atau bidang spiritual karena keduanya memiliki hubungan timbal balik yang kuat. Bentuk-bentuk[sunting] Perubahan Evolusi dan Perubahan Revolusi[sunting] Berdasarkan cepat lambatnya, perubahan sosial dibedakan menjadi dua bentuk umum yaitu perubahan yang berlangsung cepat dan perubahan yang berlangsung lambat. Kedua bentuk perubahan tersebut dalam sosiologi dikenal dengan revolusi dan evolusi. [1] Perubahan evolusi[sunting]

Perubahan evolusi adalah perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam proses lambat, dalam waktu yang cukup lama dan tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan.[5] Perubahan-perubahan ini berlangsung mengikuti kondisi perkembangan masyarakat, yaitu sejalan dengan usaha-usaha masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.[1] Dengan kata lain, perubahan sosial terjadi karena dorongan dari usaha-usaha masyarakat guna menyesuaikan diri terhadap kebutuhan-kebutuhan hidupnya dengan perkembangan masyarakat pada waktu tertentu.[1] Contoh, perubahan sosial dari masyarakat berburu menuju ke masyarakat meramu. Menurut Soerjono Soekanto, terdapat tiga teori yang mengupas tentang evolusi, yaitu[6]: Unilinier Theories of Evolution: menyatakan bahwa manusia dan masyarakat mengalami perkembangan sesuai dengan tahap-tahap tertentu, dari yang sederhana menjadi kompleks dan sampai pada tahap yang sempurna. Universal Theory of Evolution: menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahap-tahap tertentu yang tetap. Menurut teori ini, kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi yang tertentu. Multilined Theories of Evolution: menekankan pada penelitian terhadap tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Misalnya, penelitian pada pengaruh perubahan sistem pencaharian dari sistem berburu ke pertanian. Perubahan revolusi[sunting] Perubahan revolusi merupakan perubahan yang berlangsung secara cepat dan tidak ada kehendak atau perencanaan sebelumnya.[7]Secara sosiologis perubahan revolusi diartikan sebagai perubahanperubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga- lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat.[7] Dalam revolusi, perubahan dapat terjadi dengan direncanakan atau tidak direncanakan, dimana sering kali diawali dengan ketegangan atau konflik dalam tubuh masyarakat yang bersangkutan.[7] Revolusi tidak dapat terjadi di setiap situasi dan kondisi masyarakat.[1] Secara sosiologi, suatu revolusi dapat terjadi harus memenuhi beberapa syarat tertentu, antara lain adalah[1]: Ada beberapa keinginan umum mengadakan suatu perubahan. Di dalam masyarakat harus ada perasaan tidak puas terhadap keadaan, dan harus ada suatu keinginan untuk mencapai perbaikan dengan perubahan keadaan tersebut.[1] Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat tersebut.[1] Pemimpin tersebut dapat menampung keinginan-keinginan tersebut, untuk kemudian merumuskan serta menegaskan rasa tidak puas dari masyarakat, untuk dijadikan program dan arah bagi geraknya masyarakat.[1] Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada masyarakat. Artinya adalah bahwa tujuan tersebut bersifat konkret dan dapat dilihat oleh masyarakat. Selain itu, diperlukan juga suatu tujuan yang abstrak. Misalnya perumusan sesuatu ideologitersebut.[1]

kasus banjir bandang di Sinjai.[1] Sebagai akibatnya. Timbulnya banjir dikarenakan pembukaan lahan yang kurang memerhatikan kelestarian lingkungan. pemerintah mengadakan gerakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN)atau untuk mengurangi pertumbuhan jumlah penduduk pemerintah mengadakan program keluarga berencana (KB). sistem mata pencaharian. suatu perubahan yang direncanakan selalu di bawah pengendalian dan [[pengawasan agent of change. yaitu suatu saat di mana segala keadaan dan faktor adalah baik sekali untuk memulai dengan gerakan revolusi.Harus ada momentum untuk revolusi.[1] Oleh karenanya. maka revolusi dapat gagal. Pada perubahan ini memberi pengaruh secara besar-besaran terhadap jumlah kepadatan penduduk di wilayah industri dan mengakibatkan adanya perubahan mata pencaharian. Sebagaimana tampak pada perubahan masyarakat agraris menjadi industrialisasi.[1][8] Pihak-pihak yang menghendaki suatu perubahan dinamakanagent of change.ubahan pada strukturkemasyarakatan. -Contoh. Misalnya. banyak perkampungan dan permukiman masyarakat terendam air yang mengharuskan para warganya mencari permukiman baru. perubahan yang tidak tai dikehendaki sangat sulit ditebak kapan akan terjadi.[1] Perubahan berpengaruh besar dan berpengaruh kecil[sunting] Apa yang dimaksud dengan perubahan-perubahan tersebut dapat kamu ikuti penjabarannya berikut ini Perubahan berpengaruh besar[sunting] Suatu perubahan dikatakan berpengaruh besar jika perubahan tersebut mengakibatkan terjadinya per.[1] Perubahan yang tidak direncanakan dan contoh[sunting] Perubahan yang tidak direncanakan biasanya berupa perubahan yang tidak dikehendaki dan terjadi di luar jangkauan masyarakat. ==== Perubahan berpengaruh kecil Perubahan-perubahan berpengaruh kecil merupakan perubahanperubahan yang terjadi padastruktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. untuk mengurangi angka kematian]] anak-anak akibat polio. perubahan ini sering membawa masalah-masalah yang memicu kekacauan ataukendala-kendala dalam masyarakat. Karena terjadi di luar perkiraan dan jangkauan. hubungan kerja. Kalimantan Barat.[1] Secara umum. Perubahan-perubahan . perubahan berencana dapat juga disebut perubahan dikehendaki. yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan.[1] Oleh karena itu.[1] Perubahan direncanakan dan tidak direncanakan[sunting] Perubahan yang direncanakan[sunting] Perubahan yang direncanakan adalah perubahan-perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. Apabila momentum (pemilihan waktu yang tepat) yang dipilih keliru. perubahan mode pakaian dan mode rambut. dan stratifikasi masyarakat.[1]Misalnya.

wewenang. http://id. Perubahan yang dimaksud tentunya perubahan yang mengarah kepada kemajuan. Dampak. kekuasaan. Faktor Pendorong dan Penghambat. Masyarakat merupakan kumpulan individu dan kelompok yang membentuk organisasi sosial yang bersifat kompleks.sosial bagi kehidupan masyarakat? Dalam bab ini. Dalam organisasi sosial tersebut terdapat nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berfungsi sebagai aturan-aturan untuk bertingkah laku dan berinteraksi dalam kehidupan masyarakat. Proses. di antara mereka terjadi proses saling memengaruhi yang menyebabkan perubahan sosial. Contoh. Perubahan yang terjadi di masyarakat bisa berupa perubahan nilai-nilai sosial. Anda akan mempelajari proses dan dampak perubahan sosial bagi kehidupan masyarakat. . Sosiologi . interaksi sosial. Hal ini berarti perubahan sosial tidak bisa kita hindari. Perubahan pada bidang-bidang kehidupan tertentu tidak hanya semata-mata berarti suatu kemajuan. dan struktur sosial dalam masyarakat. Dampak. status. Dengan kata lain. Pengaruh.org/wiki/Perubahan_sosial Pengertian Perubahan Sosial. dan masih banyak lagi. Faktor Pendorong dan Penghambat. namun dapat pula berarti kemunduran. Teori. Masyarakat. Perubahan tersebut merupakan akibat dari adanya interaksi antar manusia dan antarkelompok. Anda sebagai anggota masyarakat diharapkan lebih siap dalam menghadapi segala perubahan sekaligus menjadi bagian dari perubahan tersebut. Dengan kata lain. lapisan-lapisan atau kelas-kelas dalam masyarakat. Bentuk. Masyarakat. Setiap manusia selama hidupnya akan mengalami perubahan. Contoh. Akibatnya. lembaga. Pengaruh kemajuan teknologi begitu mudah hadir di tengah-tengah kita. Sosiologi Advertisement Pengertian Perubahan Sosial.wikipedia. Kemajuan teknologi yang amat pesat telah membawa berbagai macam pengaruh. Proses. Modernisasi. susunan lembaga kemasyarakatan.tersebut tidak membawa pengaruh yang besar dalam masyarakat karena tidak mengakibatkan perubahan-perubahan pada lembaga kemasyarakatan homolis. norma-norma yang berlaku di masyarakat. baik dari dalam maupun dari luar. perubahan sosial bisa meliputi perubahan organisasi sosial. Lambat laun tanpa disadari orang telah mengadopsi nilai-nilai baru tersebut. perubahan sosial merupakan ketidaksesuaian unsur-unsur yang saling berbeda yang ada di masyarakat sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang fungsinya tidak serasi yang keadaannya lebih buruk dari sebelumnya. pola-pola perilaku individu dan organisasi. Modernisasi. Bentuk. Teori. Pengaruh.

Adanya tekanan dari luar. terutama dalam hubungannya dengan pembangunan ekonomi yang diusahakan oleh banyak masyarakat negaranegara yang memperoleh kemerdekaan politiknya setelah Perang Dunia II. Perubahan sosial itu didorong oleh rangsangan terhadap kemauan untuk bertindak. keharusan menyesuaikan diri. Peta Konsep Perubahan Sosial. Kebutuhan dari dalam untuk mencapai efisiensi dan peningkatan. seperti kompetisi. Kekuatan yang mendorong terjadinya perubahan sosial menurut Margono (dalam Taneko) bersumber pada hal-hal berikut. Ketidakpuasan terhadap situasi yang ada karena ada keinginan untuk situasi yang lain. Perubahan Sosial Perubahan sosial merupakan suatu wujud dinamika yang menjadi inti jiwa masyarakat. Jadi. dan lain-lain. misalnya produktivitas dan lainlain.Gambar 1. masalah perubahan sosial telah menjadi topik yang menarik bagi banyak sosiolog modern. Adanya pengetahuan tentang perbedaan antara yang ada dan yang seharusnya bisa ada. . A.

1. pengenalan ide baru. Mac Iver (1937: 272). pranata. mengartikan perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima. Adanya pengenalan teknologi. mengemukakan bahwa ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsurunsur kebudayaan material dan immaterial. Gillin dan Gillin (1957: 279). dan semua aspek yang dihasilkan dari interaksi antar manusia. organisasi atau komunitas. Ogburn (1964: ). dan munculnya nilai-nilai sosial baru untuk melengkapi ataupun menggantikan nilai-nilai sosial yang lama merupakan beberapa contoh perubahan sosial dalam aspek kehidupan. komposisi . perubahan sosial merupakan suatu perubahan menuju keadaan baru yang berbeda dari keadaan sebelumnya. William F. Perubahan sosial dapat dilihat dari segi terganggunya kesinambungan di antara kesatuan sosial walaupun keadaannya relatif kecil. Perubahan ini meliputi struktur. 2004) Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu perubahan dari gejala-gejala sosial yang ada pada masyarakat. dari yang bersifat individual sampai yang lebih kompleks. Dengan kata lain. Misalnya. cara mencari nafkah. baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis. migrasi. kebudayaan material. 1. mengartikan perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. mengartikan bahwa perubahan sosial sebagai perubahan dalam hubungan sosial (perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial. fungsi. Kingsley Davis (1960: ). nilai.(Sumber: Pengantar Sosiologi. timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dan majikan yang selanjutnya menyebabkan perubahan-perubahan dalam organisasi ekonomi dan politik. yang ditekankan pada pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. Pengertian Perubahan Sosial Pengertian perubahan sosial menurut para sosiolog. norma. termasuk perubahan dalam hal budaya.

Perubahan juga dapat terjadi karena adanya dorongan dari luar sehingga masyarakat secara sadar ataupun tidak akan mengikuti perubahan. orang perlu mengetahui mengapa perubahan dapat terjadi dan mengapa masyarakat perlu menanggapi atau menyesuaikan dengan perubahan.2. dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Wujud Perubahan Sosial Perubahan sosial dapat terjadi dalam segala bidang yang wujudnya dapat dibagi menjadi beberapa bentuk. Tanggapan anggota masyarakat tersebut terutama dalam menanggapi tradisi yang berlaku. Keempat faktor tersebut membuat individu memilih untuk melakukan interaksi sosial yang hasilnya adalah menanggapi setiap gerak kehidupan dalam masyarakat.penduduk. dan sosial disebut perubahan sosial. alam. sikap. sugesti. merumuskan perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat. interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua individu atau lebih yang saling memengaruhi. Selo Soemardjan (1962: 379). dan simpati. termasuk di dalamnya nilai-nilai. a. Perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat terjadi karena masyarakat tersebut menginginkan perubahan. Perubahan dapat berarti suatu perkembangan yang sesuai dengan tujuan atau dapat juga tidak sesuai dengan yang hendak dicapai. baik antar warga masyarakat setempat maupun dengan warga masyarakat lain yang saling mempengaruhi. Perubahan yang Terjadi Secara Lambat dan Perubahan yang Terjadi Secara Cepat . mengubah. Oleh karena itu. dan ideologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. Menurut Bonner. Perubahan sosial cepat atau lambat senantiasa terjadi dan tidak dapat dihindari oleh siapapun. terdapat beberapa faktor yang memengaruhi seperti imitasi. Dalam interaksi sosial. Hal itu mengakibatkan terjadinya interaksi sosial antar individu. Suatu perubahan bergantung dan ditentukan oleh masyarakat itu sendiri. 1. Perubahan yang paling awal dapat muncul adalah adanya kebutuhan setiap individu sebagai anggota masyarakat dalam menanggapi lingkungannya. Beberapa bentuk perubahan sosial menurut Soekanto. yaitu sebagai berikut. Perubahan yang menyangkut kehidupan manusia atau terkait dengan lingkungan fisik. yang mempengaruhi sistem sosialnya. atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya. identifikasi.

perubahan itu dinamakan revolusi. perubahan ini dianggap tidak memiliki arti yang penting dalam struktur sosial. Revolusi tersebut menyebabkan perubahan besar-besaran dalam proses produksi barang-barang industri. perubahan sistem pemerintahan yang mempengaruhi tatanan kenegaraan suatu bangsa. penerapan program Keluarga Berencana untuk membentuk keluarga kecil yang sejahtera dan menurunkan angka pertumbuhan penduduk. c. VCD p**n*. Meskipun begitu lancarnya hubungan desa dengan kota menyebabkan mudahnya penduduk desa melakukan urbanisasi dan masuknya budaya kota terutama yang bersifat negatif. perubahan mode pakaian yang tidak melanggar nilai sosial. seperti mode yang dipaksakan. Perubahan sosial yang terjadi secara cepat mengubah dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat. Perubahan yang Pengaruhnya Kecil dan Perubahan yang Pengaruhnya Besar Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan yang mempengaruhi unsur-unsur kehidupan masyarakat. Perubahan yang pengaruhnya besar adalah perubahan yang dapat memengaruhi lembaga-lembaga yang ada pada masyarakat. bergantung pada orang yang bersangkutan. Perubahan yang tidak dikehendaki umumnya beriringan dengan perubahan yang dikehendaki. Contoh lain Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang mengubah tatanan kenegaraan dan sistem pemerintahan NKRI. Revolusi Industri di Eropa. tingkat kesejahteraan penduduk desa akan meningkat. Dengan demikian. dan keinginan penduduk desa untuk memiliki barang-barang mewah. . Perkembangan perubahan ini termasuk dalam evolusi.Perubahan terjadi secara lambat akan mengalami rentetan perubahan yang saling berhubungan dalam jangka waktu yang cukup lama. Contohnya. b. Misalnya. Misalnya adanya pembuatan jalan baru yang melalui suatu desa maka sumber alam desa akan mudah dipasarkan ke kota. Akan tetapi. Contohnya. Perubahan secara evolusi dapat diamati berdasarkan batas waktu yang telah lampau sebagai patokan atau tahap awal sampai masa sekarang yang sedang berjalan. Adapun penentuan kapan perubahan tersebut terjadi. Perubahan yang Dikehendaki dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki Perubahan yang dikehendaki merupakan perubahan yang memang telah direncanakan sebelumnya terutama oleh pihak yang memiliki wewenang untuk mengeluarkan kebijaksanaan. minuman keras. Misalnya.

Jika perubahan sosial dapat bergerak ke arah suatu kemajuan. akan terjadi proses perubahan yang sangat cepat pada masyarakat. Akibatnya. Perubahan sosial terbagi atas dua wujud sebagai berikut. Sebaliknya. Perubahan dalam arti kemunduran (regress) yaitu yang membawa pengaruh kurang menguntungkan bagi masyarakat. proses perubahan ke arah kemajuan menjadi lambat. tetapi perubahan tersebut tidak meningkatkan atau menurunkan kualitas hidup mereka.Perubahan sosial dapat diartikan sebagai perubahan masyarakat atau perubahan ke arah kemajuan atau kemunduran suatu masyarakat. bergantung pada keadaan masyarakat yang mengalami perubahan itu sendiri. Oleh karena itu. Contohnya. Keadaan sosial yang baru dengan masuknya teknologi atau peraturan baru tidak mempunyai kualitas inovasi tinggi apabila masyarakat menganggapnya hanya mengganti keadaan yang lama. perubahan yang terjadi di masyarakat dapat juga seperti jalan di tempat. Hal itu disebut perubahan sirkuler (berputar-putar tanpa menimbulkan pengaruh). Sebaliknya. Kadang-kadang perubahan sosial tidak diinginkan oleh kelompok masyarakat tertentu karena perubahan tersebut dianggap dapat mengganggu kehidupan mereka yang telah mapan. antara lain sebagai berikut. Akibatnya. Kemunduran atau kemajuan suatu masyarakat disebabkan oleh perubahan sosial. terjadi proses pelapukan kebudayaan atau peradaban masyarakat menjadi menurun. masyarakat akan berkembang. maju mundurnya suatu masyarakat bergantung pada masyarakat itu sendiri dalam menanggapi setiap gejala perubahan yang ada di lingkungannya. Jika muncul inovasi baru dengan kualitas tinggi. Perubahan sosial ke arah kemajuan merupakan perubahan yang diinginkan oleh setiap masyarakat. . Adanya sikap terbuka dari masyarakat terhadap hal-hal yang baru. ada beberapa faktor yang cukup berperan dan berpengaruh terhadap diterima atau tidaknya suatu perubahan oleh masyarakat. Misalnya keadaan masyarakat berubah. perubahan sosial juga dapat menyebabkan kehidupan masyarakat mengalami kemunduran. Corak struktur sosial masyarakat menentukan proses penerimaan unsur kebudayaan baru. masyarakat tersebut mengadakan kebiasaan yang berhubungan dengan kebudayaan lain. Jika dibiarkan tanpa adanya campur tangan pemerintah. Struktur sosial yang tertutup akan sulit menerima kebudayaan baru. akan sampai pada kemacetan pembangunan (stagnasi). Suatu unsur baru dapat diterima oleh suatu masyarakat apabila unsur baru tersebut tidak bertentangan dengan ajaran agama yang dianut. Perubahan sosial dapat pula mengakibatkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan terhadap nilai yang ada dalam masyarakat. Perubahan dalam arti kemajuan (progress) atau menguntungkan. Dengan demikian.

Kondisi yang dimaksud antara lain kondisi-kondisi ekonomis. Teori Evolusi (Evolutionary Theory) Teori ini berpijak pada teori evolusi Darwin dan dipengaruhi oleh pemikiran Herbert Spencer. sebagai cara untuk menjaga keseimbangan masyarakat dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang dinamis. Darwin berpandangan bahwa orang-orang yang cakap dan bergairah (energetik) akan memenangkan perjuangan hidup.3. biologis. Beberapa teori yang menjelaskan sebab-sebab terjadi perubahan sosial antara lain sebagai berikut. ataupun biologis. baik yang bersifat materiil maupun immaterial. 1984) Perubahan sosial merupakan suatu hal yang wajar dan akan terus berlangsung sepanjang manusia berinteraksi dan bersosialisasi. teknologis. a. geografis. (Sumber: Sosiologi Jilid 2. Tokoh yang berpengaruh pada teori ini ialah Emile Durkheim dan Ferdinand Tonnies. 1. terutama yang berhubungan dengan kerja. Perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan unsur-unsur dalam kehidupan masyarakat. Kondisi ini menyebabkan terjadinya perubahanperubahan pada aspek kehidupan sosial lainnya. Para sosiolog berpendapat bahwa perubahan sosial adalah kondisi-kondisi sosial primer yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial. unsur-unsur geografis.Unsur kebudayaan baru akan dapat diterima oleh suatu masyarakat apabila telah ada dasar unsurunsur kebudayaan sebelumnya. sedangkan orang-orang yang malas dan lemah akan tersisih. Unsur baru dapat diterima oleh warga masyarakat apabila telah terbukti kegunaannya. Pandangan ini kemudian dikenal sebagai “Darwinisme sosial” dan banyak dianut oleh golongan kaya. atau kebudayaan. Teori Perubahan Sosial Spencer menerapkan konsep “yang kuat yang akan menang”. Durkheim berpendapat bahwa perubahan karena evolusi mempengaruhi cara pengorganisasian masyarakat. Adapun Darwin berpendapat survival of the fittest. ekonomis. Misalnya. Adapun Tonnies memandang bahwa masyarakat .

Ogburn berusaha menjelaskan perubahan sosial dalam kerangka fungsional. Konsep kejutan budaya menurut William F. la yakin bahwa konflik atau pertentangan selalu menjadi bagian dari masyarakat. individu menjadi terasing. Gejala itu tampak jelas pada masyarakat perkotaan. Teori ini berhasil menjelaskan perubahan sosial yang tingkatnya moderat. Kesenjangan ini akan menyebabkan adanya kejutan sosial dan budaya pada masyarakat. Menurutnya. Menurut pandangannya. c. Ketertinggalan tersebut menjadikan kesenjangan sosial dan budaya di antara unsur-unsur yang berubah sangat cepat dan unsur yang berubah lambat. prinsip dasar teori konflik (konflik sosial dan perubahan sosial) selalu melekat dalam struktur masyarakat. Ralf Dahrendorf berpendapat bahwa semua perubahan sosial merupakan hasil dari konflik kelas di masyarakat. dan lemahnya ikatan sosial sebagai akibat langsung dari perubahan sosial budaya ke arah individualisasi dan pencarian kekuasaan. menjadi tipe masyarakat besar yang memiliki hubungan yang terspesialisasi dan impersonal. meskipun unsur-unsur masyarakat saling berhubungan satu sama lain. Teori ini hanya menjelaskan proses perubahan terjadi. Dia melihat adanya fragmentasi sosial (perpecahan dalam masyarakat).berubah dari masyarakat sederhana yang mempunyai hubungan yang erat dan kooperatif. Teori Konflik (Conflict Theory) Menurut teori ini. Teori ini berpedoman pada pemikiran Karl Marx yang menyebutkan bahwa konflik kelas sosial merupakan sumber yang paling penting dan berpengaruh dalam semua perubahan sosial. Teori Fungsional (Functional Theory) Teori fungsional berusaha melacak penyebab perubahan sosial sampai pada ketidakpuasan masyarakat akan kondisi sosialnya yang secara pribadi memengaruhi mereka. Teori ini masih belum memuaskan banyak pihak karena tidak mampu menjelaskan jawaban terhadap pertanyaan mengapa masyarakat berubah. sementara unsur lainnya tidak. Tonnies tidak yakin bahwa perubahan-perubahan tersebut selalu membawa kemajuan. b. . konflik berasal dari pertentangan kelas antara kelompok tertindas dan kelompok penguasa sehingga akan mengarah pada perubahan sosial. beberapa unsurnya bisa saja berubah dengan sangat cepat.

Contohnya. Yunani. Kebangkitan dan kemunduran suatu peradaban (budaya) tidak dapat dielakkan dan tidak selamanya perubahan sosial membawa kebaikan. ketika alat-alat kontrasepsi pertama kali diluncurkan untuk mengendalikan jumlah penduduk dalam program keluarga berencana (KB). Ia merasa bahwa masyarakat Barat telah mencapai masa kejayaannya pada masa dewasa. Teori Siklus (Cyclical Theory) Teori ini mempunyai perspektif (sudut pandang) yang menarik dalam melihat perubahan sosial karena beranggapan bahwa perubahan sosial tidak dapat dikendalikan sepenuhnya oleh siapapun. 1. norma. banyak pihak menentang program tersebut karena bertentangan dengan nilai-nilai agama serta norma yang berlaku di masyarakat pada waktu itu. Dalam setiap masyarakat. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Sosial Perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat bersumber dari dalam masyarakat itu sendiri dan dapat pula dari luar. dia berpendapat bahwa perubahan teknologi seringkali menghasilkan kejutan budaya yang pada gilirannya akan memunculkan polapola perilaku yang baru meskipun terjadi konflik dengan nilai-nilai tradisional. terdapat siklus yang harus diikutinya. Meskipun demikian. Oswald Spengler mengemukakan teorinya bahwa setiap masyarakat berkembang melalui empat tahap perkembangan seperti pertumbuban manusia. Teori-teori yang berkaitan dengan arah perubahan sosial telah diringkas Moore dalam bentuk diagram-diagram sederhana. seperti yang terjadi pada peradaban Babilonia di Mesir. lambat laun masyarakat mulai menerima program KB tersebut karena dapat bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali. d. yaitu selama zaman pencerahan (renaissance) abad ke-15. Tidak ada yang dapat menghentikan proses tersebut. yaitu masa kanak-kanak. bahkan orang-orang yang ahli sekalipun. perubahan sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor yang . nilai-nilai yang mengatur masyarakat sehari-hari. remaja. seperti kepercayaan.4. Sejak saat itu. Meskipun demikian. peradaban Barat mulai mengalami kemunduran dan menuju ke masa tua. dewasa.Ogburn menyebutkan perubahan teknologi biasanya lebih cepat daripada perubahan budaya non material. Oleh karena itu. dan Romawi yang terus mengalami kemunduran sampai akhirnya runtuh. dan tua. yaitu sebagai berikut.

Dengan kata lain. Kerajinan dan industri kecil akan bertambah maju karena produksi dapat dilakukan pada malam hari. hak atas warisan akan semakin berkurang karena terbagi berdasarkan jumlah anak. kepuasan menikmati hiburan dan informasi mengenai peristiwa terkini dari seluruh penjuru dunia. tayangan iklan komersial di televisi yang akan memengaruhi pola konsumtif dan meningkatkan daya beli penduduk desa. Desa tidak mampu menyediakan lapangan kerja baru dan sumber daya alam pedesaan yang terbatas membuat desa tidak mampu menampung tenaga kerja. perkebunan. a. Dengan demikian. Adanya listrik masuk desa secara tidak langsung dapat juga berdampak negatif dan dapat membawa perubahan-perubahan yang justru dapat merugikan masyarakat desa itu sendiri. dan peternakan. antara lain sebagai berikut. Penduduk yang terus bertambah memerlukan lapangan-lapangan kerja baru sedangkan lapangan kerja utama yang ada di desa hanya berkisar pada bidang pertanian. Beberapa faktor perubahan yang bersumber dari masyarakat itu sendiri dan dari luar masyarakat atau dari masyarakat lain. Contohnya.berasal dari luar. perubahan sosial dapat terjadi karena adanya faktor yang saling memengaruhi. Oleh karena itu. pemilikan tanah di pedesaan akan semakin berkurang. . baik dari masyarakat sendiri maupun dari masyarakat lain. Jika jumlah anak dalam sebuah keluarga cukup besar. tetapi masyarakatlah yang akan melaksanakan perubahan. Masuknya televisi ke desa mengakibatkan orang di pedesaan dapat dengan mudah mendapatkan informasi dan hiburan secara visual. Masuknya listrik ke pedesaan membawa perubahan besar dalam tata kehidupan penduduk. Misalnya. masuknya listrik ke pedesaan mempengaruhi perkembangan industri. kesehatan. Misalnya. banyak penduduk desa yang mengadu nasib ke kota untuk bekerja. masyarakatlah yang menerima dan melaksanakan perubahan tersebut. Oleh karena itu. atau lapangan kerja. Masyarakat secara sadar mengetahui perubahan yang terjadi dalam kehidupannya. yang meliputi peningkatan industri kecil dan industri rumah tangga. Perubahan Kependudukan Jumlah penduduk yang terus meningkat akan menambah kebutuhan terhadap beberapa fasilitas yang mendukung kehidupan mereka. fasilitas pendidikan.

Mobil dapat diterima sampai sekarang maka mobil menjadi suatu “Invention”. Tiga puluh tahun kemudian banyak pencipta lain yang menambah perbaikan pada motor tersebut sehingga terciptalah mobil yang dapat dipakai sebagai alat pengangkut oleh manusia dengan cukup praktis dan aman. penemuan tersebut dinamakan invention. Bentuk mobil semacam itu yang mendapat paten di Amerika Serikat tahun 1911. Jika masyarakat telah mengetahui manfaat dari penemuan alat cetak tersebut. tetapi juga dipasarkan ke berbagai tempat atas permintaan masyarakat. terutama dalam hal penggandaan buku-buku ilmu pengetahuan. S. Penemuan tersebut dinamakan inovasi. Hal tersebut disebut dengan discovery. 1990) Jika orang mengamati perkembangan penemuan baru. Akan tetapi. Ditemukannya mesin cetak membawa perubahan bagi masyarakat. Penemuan yang sudah ada tersebut dapat juga dikombinasikan dengan berbagai alat bantu agar pencetakan-pencetakan berbagai buku. baik berupa alat baru maupun berupa ide baru atau suatu rangkaian ciptaan-ciptaan dari warga masyarakat. (Sumber: Sosiologi Suatu Pengantar. Hal tersebut bertujuan . Dengan demikian. Discovery merupakan pengembangan dari penemuan yang sudah ada kemudian disempurnakan. dan lain-lain lebih mudah. alat cetak tersebut sifatnya kaku karena huruf yang ada pada mesin cetak tidak dapat diubah-ubah. Penemuan tersebut kemudian memiliki daya guna dan manfaat bagi masyarakat sehingga tata kehidupan masyarakat mengalami perubahan. Marcus (1875) membuat motor gas yang pertama. tampak ada faktor-faktor pendorong yang mempengaruhi masyarakat atau individu untuk lebih menyempurnakannya. Jika hasil penyempurnaan atau pengembangan penemuan tersebut (discovery) diakui manfaatnya oleh masyarakat. Penemuan-Penemuan Baru Penemuan baru merupakan proses sosial dan kebudayaan yang terjadi dalam jangka waktu relatif cepat yang sering disebut inovasi atau innovation. orang berusaha menemukan alat pencetak yang hurufnya dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan agar pencetakan dapat dengan mudah diperbanyak. satu lempengan untuk satu halaman. Seorang Austria. surat kabar. proses ini dinamakan invention. Alat percetakan ini tidak hanya digunakan oleh penemunya. Hal tersebut menyebabkan masyarakat mengetahui akan kebenaran-kebenaran ilmiah dan mengetahui hal-hal yang sebelumnya tidak dikenal.b. Di samping inovasi terdapat pula discovery yang artinya penemuan dari unsur-unsur kebudayaan yang baru.

agar penemuan tersebut menjadi lebih berguna dan bermanfaat dan diharapkan dapat berpengaruh terhadap bidang-bidang kehidupan yang lain. Gempa bumi tersebut menyebabkan masyarakat kehilangan banyak harta benda dan keluarga. Pertentangan dapat terjadi antara kelompok tua yang konservatif dan kelompok muda yang dinamis. Pertentangan juga terjadi antarindividu. c. pemberontakan yang terjadi di Sri langka yang dilakukan oleh Suku Tamil atau pemberontakan di India yang dilakukan di daerah Kashmir. Usaha agar masyarakat dapat menerima pemikiran tersebut memerlukan waktu yang lama. Misalnya. seperti surat kabar. antarkelompok. Pertentangan ini sering terjadi pada masyarakat yang sedang berkembang menuju masyarakat modern yang lebih kompleks dan masyarakat tradisional. Tentu saja gagasan tersebut ditentang karena tidak sesuai dengan kebiasaan masyarakat. Pertentangan (Konflik) Pertentangan dalam masyarakat dapat menimbulkan perubahan sosial. perkawinan dilakukan setelah mencapai hal-hal tertentu tanpa memandang usia. d. Jika tingkat pendidikan di masyarakat tinggi. Contohnya. Perubahan yang Diakibatkan oleh Lingkungan Fisik Gejala yang terjadi di lingkungan alam dapat menyebabkan perubahan sosial. Kesadaran akan penundaan perkawinan umumnya bergantung pada tingkat pendidikan di masyarakat. Contoh lainnya adalah pernyataan kemerdekaan secara sepihak oleh masyarakat Chechnya yang mengakibatkan pemerintah Rusia berusaha menumpas pemberontak an tersebut. dan televisi akan membawa perubahan-perubahan politik di negara bersangkutan. radio. Gagasan tersebut diutarakan pada masyarakat tradisional yang menjunjung tinggi pelaksanaan perkawinan di usia muda. seorang yang membawa nilainilai baru mengenai penundaan usia perkawinan. serta antara individu dan kelompok. gempa bumi terjadi di berbagai wilayah Indonesia. e. Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi dalam Masyarakat Pemberontakan yang terjadi di masyarakat dapat di ketahui melalui pemberitaan di media massa. Misalnya. Keadaan tersebut memaksa masyarakat membentuk kehidupan .

atau perubahan kekayaan. Faktor-Faktor Pendorong Terjadinya Proses Perubahan Sosial Adapun faktor-faktor pendorong terjadinya proses perubahan sosial. Mereka yang menerima beasiswa belajar di luar negeri membawa pulang teori dan pandangan barat ke tanah air sehingga ilmu yang mereka dapat digunakan dan disesuaikan dengan budaya Indonesia. Kadang-kadang media tersebut memberikan pengaruh negatif yang tidak sesuai dengan gaya hidup masyarakat Indonesia. a. radio. antara lain sebagai berikut. contohnya dalam hal pendidikan. meski tidak menutup mata apabila ada beberapa orang yang lebih memilih untuk tetap berideologi Barat. dapat berasal dari film. 1. perubahan keluarga. dan media massa lainnya.5.kembali melalui lembaga atau organisasi sosial yang baru karena kehidupan lama telah rusak atau hilang. ada pula pengaruh luar yang positif. Perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat seperti perubahan mata pencaharian. Peperangan Peperangan yang terjadi antara satu negara dan negara lain menyebabkan terjadinya perubahan karena kehancuran akibat perang. kehilangan anggota keluarga. Negara yang kalah perang akan tunduk dengan menerima ideologi dan kebudayaan dari pihak yang memenangkan peperangan. Akan tetapi. Kontak dengan Masyarakat Lain . Contohnya. f. g. Pengaruh Kebudayaan Masyarakat Lain Pengaruh kebudayaan dari masyarakat lain terutama kebudayaan Barat. atau bencana kelaparan. hancurnya harta benda. televisi. surat kabar.

(Sumber: Sosiologi Suatu Pengantar. teknologi. Penyebaran unsur-unsur kebudayaan merupakan difusi dari penemuan baru atau dapat juga dalam bentuk penyebaran informasi. 1990) c. Misalnya. Dengan adanya diversifikasi tanaman. d. adanya proyek percontohan di masyarakat petani dengan menerapkan sistem diversifikasi tanaman. Difusi Antar Masyarakat Penyebaran unsur-unsur baru di masyarakat dapat berasal dari pengaruh masyarakat yang lain. b. Adanya sistem rotasi tanaman dengan beragam tanaman pada setiap musim berpengaruh terhadap kondisi kesuburan tanah dan hasil yang dicapai dapat melebihi hasil sebelumnya. Difusi adalah proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan secara meluas sehingga melewati batas tempat kebudayaan itu timbul.Adanya interaksi dengan masyarakat di luar masyarakatnya sendiri akan menimbulkan komunikasi yang saling mempengaruhi. dari masyarakat satu ke masyarakat lain yang dilakukan secara perorangan ataupun kelompok. Perkembangan zaman akan membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas yang tidak lain . Sistem Pendidikan yang Maju Kemajuan suatu bangsa atau masyarakat dapat dilihat dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. harga dapat dipertahankan sehingga memberi keuntungan bagi petani. Difusi antar masyarakat dapat terjadi apabila proyek diversifikasi tanaman ini dicontoh oleh petani-petani dari daerah lain. Difusi dalam Masyarakat Proses penyebaran suatu gagasan atau hasil dari proses (produksi) dari dalam masyarakat itu sendiri. Hal tersebut berakibat terjadinya penyebaran atau difusi suatu gagasan atau teknologi. kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat yang bersangkutan. atau manfaat dari suatu lembaga masyarakat seperti KUD.

Terkadang bahasa yang digunakan antara anggota masyarakat memiliki nilai yang berbeda. di perkotaan secara umum dihuni oleh warga yang sangat heterogen. Contohnya. Toleransi Masyarakat tidak kaku dalam menghadapi norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat itu sendiri. namun tidak keluar dari persoalan yang dapat mengarah pada aspek-aspek negatif. Jika sikap tersebut telah tertanam dengan baik. Misalnya. g. Berkembangnya pendidikan akan mendorong terjadi perubahan sosial. dan Pengajaran). setiap pengajar di perguruan tinggi wajib melakukan penelitian sebagai perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi (Penelitian. pemerintah memberikan penghargaan Kalpataru terhadap orang yang berjasa dalam bidang lingkungan hidup. Sikap tidak mempersoalkan perilaku tersebut merupakan bagian dari sikap toleransi terhadap orang lain. Pendidikan membuat seorang individu mengetahui banyak hal dan mengetahui perkembangan-perkembangan yang terjadi pada kehidupan masyarakat lain. terutama norma yang tidak tertulis. f. Pendidikan dapat menyejajarkan masyarakat yang sedang berkembang dengan masyarakat yang maju. Sikap Masyarakat atau seorang in dividu yang memiliki keinginan untuk maju akan menghargai karya yang dihasilkan oleh masyarakat atau orang lain. seperti konflik sosial.dipenuhi melalui bidang pendidikan. melalui pola pikir yang maju dan terpelajar. akan mendorong munculnya penemuan-penemuan baru atau berusaha untuk membuat karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Apabila terjadi suatu perilaku yang berbeda dalam suatu masyarakat. Adanya penelitian dan penemuan unsur-unsur baru merupakan sikap kepedulian terhadap masyarakat dan sebagai usaha mempersiapkan dan mengisi pembangunan nasional. Salah satu heterogenitasnya adalah dalam bahasa. LIPI menyelenggarakan lomba karya ilmiah remaja sebagai awal dari usaha penemuan baru di kalangan remaja. Di sinilah sangat dibutuhkan sikap toleransi. Pengabdian. e. Satu pihak menilainya sebagai bahasa halus dan sopan. namun pihak lain menilai sebaliknya. Sistem Stratifikasi Sosial Terbuka .

hal ini mudah memicu konflik yang dapat mengakibatkan munculnya masalah sosial atau kegoncangan masyarakat. i. h. Ketidakpuasan terhadap Kondisi Kehidupan Masyarakat yang tidak puas dengan keadaan sosial. k. dan budaya merupakan masyarakat heterogen atau disebut juga masyarakat majemuk. Seseorang yang berada pada lapisan yang paling bawah dapat berpindah ke lapisan yang lebih atas apabila yang bersangkutan berusaha dan bekerja keras untuk mencapainya. maka masyarakat menginginkan ada perubahan agar lepas dari penderitaan yang lama. Masa lalu dapat menjadi pengalaman untuk memperbaiki masa sekarang sehingga hasilnya dapat dipetik dan dinikmati di kemudian hari. Nilai yang Menyatakan bahwa Manusia Harus Berusaha Memperbaiki Nasibnya . agama. j. akibat adanya tekanan dari pihak lain atau kekecewaan. Penduduk yang Heterogen Penduduk Indonesia yang terdiri atas berbagai suku bangsa. Jika di antara mereka ada yang merasa lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain. Orientasi ke Masa Depan Masa depan merupakan tumpuan harapan.Masyarakat yang memiliki stratifikasi (lapisan) sosial terbuka memungkinkan terjadinya mobilitas (perpindahan) sosial antar lapisan. Keadaan yang demikian berakibat terjadinya perubahan-perubahan dalam masyarakat terutama dalam rangka mencapai suatu integrasi yang dapat diterima oleh berbagai pihak. masa sekarang merupakan masa berusaha. ras.

Disorganisasi Keluarga Kehidupan keluarga yang sering terjadi percekcokan atau konflik di antara anggotanya menyebabkan berkurangnya keharmonisan dan keutuhan rumah tangga sehingga anak menjadi korban dan mencari pelarian di luar kehidupan keluarga. Agar manusia dapat mengubah nasibnya. Contohnya. Disorganisasi atau perpecahan dalam sebuah keluarga merupakan jalan ke arah perubahan karena di antara satu sama lain sudah tidak ada lagi kecocokan. seorang individu yang selalu mengikuti perkembangan dunia mode atau fashion. Sikap Mudah Menerima Hal-Hal yang Baru Penemuan baru merupakan langkah menuju perubahan karena yang bersangkutan harus menyesuaikan diri dengan situasi.. Contoh Soal (UN SMA IPS. kondisi. Beberapa anak yang memiliki perilaku menyimpang berawal dari rasa kesal. atau tidak puas tinggal di rumah yang kemudian melampiaskannya dalam pergaulan yang negatif. atau barang yang diterimanya. tetapi hasil usaha yang dicapai manusia itu sendiri. kecewa.Hidup ini tidak semata-mata ditentukan oleh yang Mahakuasa. sosiolog yang menekuni bidangnya . menyebabkan yang bersangkutan harus selalu mengikuti perubahan mode dalam masyarakat. tetapi besar kecilnya hasil bergantung pada kemampuan manusia itu sendiri. manusia harus berusaha untuk mencapainya. l.. Keadaan tersebut merupakan perubahan hasil adaptasi terhadap lingkungan dan barang baru yang dimilikinya. seseorang yang bercita-cita besar b.. 2005) : Perubahan sosial hanya dapat diketahui oleh . Setiap perubahan yang diinginkan dapat dicapai dengan usaha. m. a.

Faktor-Faktor yang Menghambat Terjadinya Perubahan Sosial Dorongan terjadinya perubahan sosial senantiasa terdapat di dalam setiap kehidupan. masyarakat tidak mengalami kemajuan. 1. b. Adapun faktor penghambat atau yang menghalangi terjadinya perubahan sosial antara lain sebagai berikut. Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat yang Lain Akibat kurangnya hubungan dengan masyarakat luar sehingga informasi yang dapat menunjang pembangunan pada masyarakat tidak dapat diterima dengan baik. Perkembangan Ilmu Pengetahuan yang Terlambat Latar belakang pendidikan masyarakat yang rendah menyebabkan sempitnya pola pikir seorang individu. terutama ditunjang oleh keinginan untuk berubah. Perkembangan ilmu pengetahuan yang . seseorang yang sampai mengadakan penelitian Jawaban: a Perubahan biasanya dipelopori oleh para generasi muda yang memiliki pembaru. a.6. Akibatnya. Jadi perubahan sosial haya dapat diketahui oleh seseorang yang bercita-cita maju. seseorang yang memiliki kemampuan e. cendekiawan yang peduli lingkungan d.c.

f. Tradisi yang berlaku sebagai warisan masa lampau tidak dapat diubah dan harus terus dilestarikan. Agar kedudukannya tetap bertahan. c. Adat atau Kebiasaan Adat atau keyakinan masyarakat terhadap norma-norma yang berlaku turun-temurun merupakan pegangan hidup yang harus tetap berlaku dan dijalankan. Kebiasaan-kebiasaan yang turun-temurun merupakan suatu hal yang sulit diubah pada masyarakat. Orang yang berpengaruh akan memiliki kedudukan tinggi. Sikap Masyarakat yang Tradisional Sikap masyarakat ini lebih memihak masa lampau karena masa tersebut merupakan masa yang penuh kemudahan menurut beberapa kelompok. e. setiap perubahan yang masuk akan ditolaknya dengan berbagai alasan. Hal ini dapat menghambat perubahan. terutama beberapa kelompok yang konservatif dan ingin tetap bertahan dalam kepemimpinan masyarakat. d. Kepentingan-Kepentingan yang Tertanam Kuat Sekali atau Vested Interests Setiap masyarakat memiliki stratifikasi sosial masing-masing yang bergantung pada kedudukan seorang individu yang memiliki peranan dan pengaruh dalam masyarakat.terlambat disebabkan oleh masyarakat itu sendiri karena merasa cukup dengan pengetahuan yang dimilikinya. Masyarakat sendiri tidak mau mengubahnya karena takut terjadi bencana atau berkurangnya keberuntungan yang ada dalam kehidupan mereka. masyarakat tidak siap menerima perubahan. Rasa Takut akan Terjadinya Disintegrasi . Masyarakat yang memegang teguh adat istiadat lama umumnya hidup dan bertahan pada masyarakat tradisional.

Masyarakat yang demikian umumnya masyarakat yang pernah dijajah oleh bangsa lain sehingga setiap unsur-unsur yang berbau negara penjajah akan ditolak dan dianggap tidak sesuai dengan kepribadian masyarakat pada sebuah bangsa. Hambatan yang Bersifat Ideologis Setiap unsur perubahan yang berhubungan dengan kepercayaan atau keyakinan masyarakat akan ditolak karena dianggap berlawanan dengan ideologi mereka. i. Namun. perencana proyek pembangunan tidak percaya akan hal tersebut sehingga perencana akan ditolak keberadaannya oleh masyarakat. Misalnya. masyarakat percaya bahwa pembangunan sebuah jembatan harus diadakan selamatan terlebih dahulu. Apabila dorongan lebih kuat daripada hambatan perubahan sosial akan terjadi. Sikap yang Tertutup Unsur-unsur perubahan yang datangnya dari luar dianggap berbahaya. Dorongan terjadinya perubahan dan penghambat perubahan senantiasa ada di setiap masyarakat. apabila hambatan lebih kuat daripada dorongan. h. Hakikat Hidup Ada masyarakat yang memiliki keyakinan bahwa baik buruknya kehidupan ini ada yang mengatur. . g. Hal tersebut disebabkan masuknya unsur perubahan dari luar yang dapat menggoyahkan pola-pola kehidupan dan pada akhirnya masyarakat tidak lagi mempercayai pemimpin mereka bahkan akan meninggalkan tradisi yang telah lama dianut. Akan tetapi. bergantung besar kecilnya kekuatan dalam menanggapi perubahan tersebut. perubahan akan terhambat atau tidak terjadi.Perubahan yang terjadi dalam kehidupan dianggap mengganggu tatanan sosial yang telah berjalan.

Hidup itu buruk tetapi harus diperbaiki. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahanperubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya. Proses awal dan proses-proses selanjutnya merupakan suatu mata rantai. Perubahan-perubahan tidak dapat dibatasi pada bidang kebendaan atau bidang spiritual saja karena kedua bidang tersebut mempunyai kaitan dan timbal balik yang sangat kuat. Misalnya. 2001) B. perubahan yang kemudian terjadi tidak hanya terbatas pada lembaga-lembaga politik. Perubahan-perubahan sosial yang cepat biasanya mengakibatkan disorganisasi yang bersifat sementara karena berada di dalam proses penyesuaian diri. Lembaga-lembaga sosial tadi sifatnya interdependen sehingga sulit sekali untuk mengisolasi perubahan pada lembaga-lembaga sosial tertentu saja. dan reorganisasi adalah sebagai berikut. Dewasa ini proses-proses perubahan sosial dapat diketahui dengan adanya ciri-ciri tertentu. Disorganisasi akan diikuti oleh suatu reorganisasi yang mencakup pemantapan kaidah-kaidah dan nilai-nilai lain yang baru. disorganisasi. saluran-saluran perubahan. apabila suatu negara mengubah undang-undang atau bentuk pemerintahannya. . antara lain sebagai berikut. bahwa hidup itu buruk dan hidup itu baik. (Sumber: Pengantar Sosiologi. baik yang terjadi secara lambat maupun secara cepat. Suatu proses perubahan sosial dalam bidang kehidupan tertentu tidak mungkin berhenti pada satu titik karena perubahan di bidang lain akan segera mengikutinya. proses-proses perubahan sosial yang menyangkut penyesuaian masyarakat terhadap perubahan. Proses Perubahan Sosial Perubahan sosial merupakan suatu proses yang selalu terjadi dalam setiap kehidupan. Tidak ada masyarakat yang berhenti berkembang karena setiap masyarakat akan mengalami perubahan. Hal ini disebabkan struktur lembaga-lembaga kemasyarakatan sifatnya saling terjalin. Berdasarkan beberapa hal tersebut.Hakikat dan sifat manusia menurut kerangka analisis Kluckhon dan Strodtbeck (1961).

Suatu perbedaan dapat diadakan antara penyesuaian dari lembagalembaga kemasyarakatan dan penyesuaian dari individu yang ada dalam masyarakat tersebut. wanita mempunyai kedudukan penting karena garis keturunan yang matrilineal. individu secara psikologis merasakan akan adanya ketenteraman karena tidak adanya pertentangan dalam norma-norma dan nilai-nilai. .2. Norma-norma dan nilai-nilai sosial tidak akan terpengaruh olehnya dan dapat berfungsi secara wajar. Kadang unsur-unsur baru dan lama yang bertentangan secara bersamaan memengaruhi normanorma dan nilai-nilai yang kemudian berpengaruh pula pada warga masyarakat. tetapi sifatnya dangkal dan terbatas pada bentuk luarnya. Keserasian masyarakat dimaksudkan sebagai suatu keadaan ketika lembagalembaga kemasyarakatan yang pokok benar-benar berfungsi dan saling mengisi.1. Akan tetapi. Keadaan tersebut berarti bahwa ketegangan-ketegangan serta kekecewaan di antara para warga tidak mempunyai saluran pemecahan. keadaan tersebut dinamakan penyesuaian (adjustment). cenderung bergeser. dalam tradisi di Minangkabau. Dalam keadaan demikian. Peranan keluarga-keluarga besar atau masyarakat hukum adat semakin berkurang. Hal itu berarti ada gangguan yang terus-menerus terhadap keserasian masyarakat. terlihat adanya suatu kecenderungan hubungan antara anggota keluarga batih lebih erat. pengaruhnya tetap ada. Hubungan antara anak-anak dan ayahnya yang semula dianggap tidak mempunyai kekuasaan apa-apa terhadap anak-anak karena ayah dianggap sebagai orang luar. Apabila ketidakserasian dapat dipulihkan kembali setelah terjadi suatu perubahan. Jika seorang individu tidak ingin mengalami tekanan-tekanan psikologis. Jika sebaliknya yang terjadi. harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Jika masyarakat tidak dapat menolaknya karena unsur baru tersebut tidak menimbulkan kegoncangan. masyarakat dapat menolaknya atau mengubah susunan lembaga-lembaga kemasyarakatannya dengan maksud menerima unsur yang baru. dinamakan ketidakpenyesuaian sosial (maladjustment) yang mungkin mengakibatkan terjadinya anomie. Penyesuaian Masyarakat terhadap Perubahan Keserasian atau harmoni dalam masyarakat (social equilibrium) merupakan keadaan yang diinginkan setiap masyarakat. Kesatuan-kesatuan kekeluargaan besar atas dasar ikatan atau kesatuan wilayah tempat tinggal terpecah menjadi kesatuan-kesatuan kecil. kadang unsur yang baru dipaksakan masuknya oleh suatu kekuatan. Misalnya. Pendidikan anak-anak yang sebelumnya dilakukan oleh keluarga ibu diserahkan kepada ayah. Setiap kali terjadi gangguan terhadap kehidupan.

pendidikan. coraknya adalah sebagai berikut. . Lembaga kemasyarakatan yang menjadi titik tolak. Setiap orang boleh memilih pendidikan macam apapun yang disukai.2. Lembaga-lembaga kemasyarakatan tersebut merupakan suatu struktur apabila mencakup hubungan antara lembaga-lembaga kemasyarakatan yang mempunyai pola-pola tertentu dan keserasian tertentu. diakui.Matrilineal adalah garis keturunan ke atas yang ditarik pada penghubung wanita melalui ibu (garis keturunan ibu). serta dipergunakan oleh khalayak ramai. Lembaga kemasyarakatan yang pada suatu waktu mendapatkan penilaian tertinggi dari masyarakat cenderung untuk menjadi saluran utama perubahan sosial. Umumnya. (Sumber: Sosiologi Suatu Pangantar. atau rekreasi. dalam bidang pendidikan. ekonomi. saluran-saluran tersebut adalah lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam bidang pemerintahan. bergantung pada fokus kebudayaan masyarakat pada suatu masa yang tertentu. 1993) 2. Misalnya. agama. pada 17 Agustus 1945 saat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang merupakan kali pertama terjadinya perubahan pada struktur pemerintahan dari jajahan menjadi negara yang merdeka dan berdaulat. Hal ini menjalar ke lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya. Perubahan tersebut berpengaruh pada sikap dan pola perilaku serta nilai-nilai masyarakat Indonesia. Saluran-Saluran Perubahan Sosial Saluran-saluran perubahan sosial merupakan saluran-saluran yang dilalui oleh suatu proses perubahan. atau mengalami proses institutionalization (pelembagaan). Misalnya. Jika lembagalembaga kemasyarakatan sebagai suatu sistem sosial digambarkan. seperti pada zaman penjajahan. Saluran tersebut berfungsi agar sesuatu perubahan dikenal. diterima. tidak ada lagi diskriminasi antara golongan-golongan. Perubahan lembaga kemasyarakatan tersebut akan membawa akibat pada lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya karena lembagalembaga tersebut merupakan suatu sistem yang terintegrasi.

Sanksi sudah lemah. Tidak ada lagi kesepakatan anggota kelompok mengenai tujuan sosial yang hendak dicapai yang semula menjadi pegangan kelompok tersebut. Dengan demikian. gejala-gejala disorganisasi dan disintegrasi pada awalnya dimulai dari hal-hal sebagai berikut. Disintegrasi atau disorganisasi merupakan proses pembentukan nilai-nilai baru. baik yang akan mengurangi ikatan dalam masyarakat itu sendiri maupun integrasi masyarakat yang pada akhirnya . yaitu suatu proses pudarnya norma-norma dan nilainilai dalam masyarakat yang disebabkan perubahanperubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. Menurut Soekanto.Gambar 2. bahkan sudah tidak dilaksanakan secara konsekuen. Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh setiap warga masyarakat sudah bertentangan dengan norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. 2. Lembaga Kemasyarakatan. Disintegrasi dan Reintegrasi Perubahan sosial dapat mengakibatkan terjadinya proses disintegrasi atau perpecahan. Lembaga-lembaga kemasyarakatan mempunyai pola-pola dan keserasian tertentu. Disintegrasi ini disebabkan oleh beberapa faktor. Norma-norma dalam kelompok yang dihayati oleh setiap anggota dianggap tidak sesuai lagi.3. Proses perubahan sosial akan menyebabkan nilai dan norma masyarakat menjadi tergeser atau berubah. disintegrasi disebut juga disorganisasi. Norma-norma sosial tidak lagi membantu anggota masyarakat dalam mencapai tujuan yang disepakati. Sanksi yang dikenakan pada orang yang melanggar norma dianggap sudah tidak berlaku.

Reintegrasi terlaksana apabila norma-norma atau nilai-nilai baru telah melembaga (institutionalized) dalam diri warga masyarakat. penganiayaan terhadap orang yang tidak disenangi. Disintegrasi sosial yang terjadi akan mempunyai kekuatan yang merongrong atau melemahkan kedudukan seseorang yang memiliki kekuasaan. Di Indonesia pernah terjadi beberapa kali konflik atau pertentangan dengan kekuasaan pemerintahan. Kerusuhan . Perbedaannya kerusuhan mengandung unsur kekerasan fisik dan biasanya diikuti dengan perusakan terhadap barang-barang. Menurut Soekanto. seperti hal-hal berikut ini. kenaikan harga barang yang diakibatkan oleh naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Melalui saluran hukum terhadap mereka yang menyimpang. reintegrasi atau reorganisasi adalah proses pembentukan kembali norma-norma dan nilai-nilai baru untuk menyesuaikan diri dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang mengalami perubahan. atau terjadi bentrokan fisik dengan pihak pengendali kerusuhan (keamanan). Pada dasarnya. bahkan pada masa reformasi pasca 1998. Uraian berikut disusun berdasarkan intensitas (besar-kecilnya) pertentangan itu sendiri antara lain sebagai berikut. Perubahan sosial ditandai dengan semakin berkembangnya tingkat pendidikan masyarakat sehingga setiap kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak selamanya diterima masyarakat. Kerusuhan (dapat juga disebut riot walaupun pengertiannya tidak tepat). Kadangkala aksi protes dan demonstrasi juga dilakukan oleh mahasiswa terhadap pemerintah seperti yang terjadi pada 1966 dan 1998. Menanamkan kesadaran akan pentingnya berbangsa dan bertanah air. demo yang dilakukan oleh karyawan di beberapa perusahaan yang menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP). ialah hampir sama dengan demonstrasi atau protes. Misalnya. Penolakan dapat pula berupa protes dan demontrasi. Perundingan apabila terdapat pihak-pihak yang melakukan reaksi keras (pergolakan). Contohnya. Menggunakan saluran militer untuk memadamkannya apabila terjadi pergolakan mengarah pada pemberontakan. Hal seperti itu terjadi sejak awal kemerdekaan sampai awal berdirinya Orde Baru. Hal tersebut berakibat tidak sedikit terjadinya reaksi terhadap suatu perubahan. Kadang-kadang masyarakat menolak suatu kebijaksanaan apabila dianggap merugikan atau terlalu memberatkan masyarakat. setiap perubahan bisa mengakibatkan terjadinya perbedaan tanggapan atau penafsiran. Jika perubahan tersebut dapat menumbuhkan kepentingan kesatuan nasional. Adanya disintegrasi dalam kehidupan bermasyarakat harus diimbangi dengan reintegrasi yang bertujuan untuk mengembalikan keadaan yang diinginkan sesuai dengan tujuan persatuan dan keutuhan masyarakat. masyarakat pelu diberi pemahaman tentang reintegrasi atau reorganisasi yang tepat.bergantung pada keinginan masyarakat.

setiap perubahan harus dihindari dan ditentang karena tidak sesuai kepentingan kelompok masyarakat tertentu. Protes dilakukan secara bersama-sama. Terdapat beberapa tanggapan masyarakat sebagai akibat dari perubahan sosial yang menimbulkan suatu ketidakpuasan. Serangan bersenjata terjadi pada kekerasan politik (pemberontakan). C. pergulatan fisik (perkelahian atau pertempuran) atau perusakan barang-barang. penyimpangan masyarakat. atau ketidaktahuan adanya perubahan. Dengan kata lain. Untuk mencegahnya. yaitu sebagai berikut. sesuai dengan nilai-nilai sosial yang mereka miliki. umumnya terhadap kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintah atau pemimpin perusahaan. perubahan sosial yang terjadi tidak selamanya suatu kemajuan (progress). ialah suatu tindakan kekerasan yang dilakukan oleh atau untuk kepentingan suatu kelompok tertentu dengan maksud melemahkan atau bahkan menghancurkan kekuasaan dari kelompok lain. Serangan bersenjata ditandai dengan adanya pertumpahan darah. Perbedaan perubahan tersebut dapat mengakibatkan munculnya kecemburuan sosial. Kecepatan perubahan tiap daerah berbeda-beda bergantung pada dukungan dan kesiapan masyarakat untuk berubah. ialah protes terhadap pemegang kekuasaan tanpa melalui kekerasan. Serangan bersenjata (armed attack). kriminalitas. dapat pula sebagai suatu kemunduran (regress) masyarakat.umumnya ditandai dengan spontanitas terhadap suatu insiden atau sebagai kelanjutan dari demonstrasi. Perubahan yang diterima masyarakat kadang-kadang tidak sesuai dengan keinginan. Demonstrasi. Dampak Perubahan Sosial Adanya suatu perubahan dalam masyarakat akibat perubahan sosial bergantung pada keadaan masyarakat itu sendiri yang mengalami perubahan. atau kelanjutan dari kerusuhan. Perubahan mengancam kepentingan pihak yang sudah mapan. yang harus dihindari. Perubahan dianggap sebagai suatu kemajuan sehingga setiap perubahan harus diikuti tanpa dilihat untung ruginya bagi kehidupan. Hak istimewa yang diterima dari masyarakat akan berkurang atau menghilang sehingga perubahan dianggapnya akan menggoncangkan berbagai aspek kehidupan. Perubahan juga dianggap membawa nilai-nilai baru yang modern. Kematian akibat kekerasan politik terjadi sebagai akibat dari pengendalian demonstrasi. kerusuhan atau serangan bersenjata. ketinggalan. . Bahkan. Hal ini karena setiap orang memiliki gagasan mengenai perubahan yang mereka anggap baik sehingga perubahan yang terjadi dapat ditafsirkan bermacam-macam.

Semula ada pendapat keliru yang menyatakan bahwa masalah sosial bersumber secara langsung pada kondisi-kondisi ataupun proses-proses sosial. Meskipun begitu. Proses disintegrasi sebagai akibat perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dapat berbentuk antara lain sebagai berikut. Hal pokok di sini bukanlah sumbernya. Hal ini mengabakan seseorang ketinggalan informasi tentang perkem bangan dunia. Pihak-pihak yang menetapkan apakah suatu kepincangan merupakan masalah sosial atau tidak. seperti kejahatan. Pengetahuan dan kemampuan seseorang terbatas. Hal itu berakibat terjadi disintegrasi sosial atau rusaknya ikatan sosial. Perubahan sosial mengakibatkan terjadinya masalah-masalah sosial. tidak setiap masalah yang terjadi pada masyarakat disebut masalah sosial. suatu masalah disebut masalah sosial jika memenuhi beberapa kriteria. yaitu sebagai berikut. Masa bodoh terhadap perubahan. Pendapat tersebut tidak memuaskan dan telah ditinggalkan. Dengan kata lain. Akibat hal tersebut. urutannya sangat relatif.Ketidaktahuan pada perubahan yang terjadi. Tidak adanya kesesuaian antara ukuran-ukuran dan nilai-nilai sosial dengan kenyataan-kenyataan serta tindakan-tindakan sosial. masalah sosial menyebabkan terjadinya hambatan dalam pemenuhan kebutuhan warga masyarakat. Adanya masalah-masalah sosial yang terbuka dan masalah-masalah sosial yang tertutup. Pergolakan dan Pemberontakan . Menurut Merton (dalam Soekanto). 1. Masalah sosial merupakan proses terjadinya ketidaksesuaian antara unsur-unsur dalam kebudayaan suatu masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok-kelompok sosial. masyarakat tidak menyukai tindakan-tindakan yang menyimpang dan berlawanan dengan nilai-nilai yang berlaku. Hal itu disebabkan perubahan sosial yang terjadi dianggap tidak akan menimbulkan pengaruh bagi dirinya. Adanya perhatian masyarakat terhadap masalah-masalah sosial. melainkan akibat dari gejala tersebut (baik gejala sosial maupun gejala bukan sosial) yang menyebabkan terjadinya masalah sosial. atau kenakalan remaja. Masalah sosial tersebut timbul akibat terjadinya kepincangan-kepincangan masyarakat karena tidak sesuainya tindakan-tindakan dengan norma-norma dan nilai-nilai masyarakat. Ketidaksiapan menghadapi perubahan. Dalam hal ini. akibatnya ia tidak memiliki kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.

Protes dapat terjadi apabila suatu hal menimpa kepentingan individu atau kelompok secara langsung sebagai akibat dari rasa ketidakadilan akan hak yang harus diterima. Rangkaian peristiwa itu disebut revolusi. 3. Kriminalitas Perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupan memberi peluang bagi setiap orang untuk berubah. Hal itu terjadi karena setiap orang memiliki pendapat dan pandangan yang mungkin berbeda. pengetahuan. sekaligus menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap ideologi pemerintah.Proklamasi dikumandangkan sebagai pernyataan kemerdekaan Indonesia dapat diterima di berbagai daerah walaupun tidak secara bersamaan. segera dibentuk suatu tatanan dan kehidupan sosial baru. Akibatnya. Perubahan sosial tersebut dapat membawa seseorang atau kelompok ke arah tindakan yang menyimpang karena dipengaruhi keinginan-keinginan yang tidak terpenuhi atau terpuaskan dalam kehidupannya. ataupun pergaulan. Rakyat menyambut dan mendukungnya. perilaku. Oleh karena itu. 2. Aksi Protes dan Demonstrasi Aksi protes disebut juga unjuk rasa yang selalu terjadi dalam kehidupan manusia. Protes merupakan aksi tanpa kekerasan yang dilakukan oleh individu atau masyarakat terhadap suatu kekuasaan. Protes dapat pula terjadi secara tidak langsung sebagai rasa solidaritas antar sesama karena kesewenang-wenangan pihak tertentu yang mengakibatkan kesengsaraan bagi orang lain. bertujuan untuk menjatuhkan kedudukan penguasa pada saat itu. Perbuatan kriminal yang muncul di masyarakat secara khusus akan diuraikan sebagai akibat terjadinya perubahan sosial yang menimbulkan kesenjangan kehidupan atau jauhnya ketidaksamaan . tetapi perubahan tersebut tidak membawa setiap orang ke arah yang dicita-citakan. individu atau kelompok tersebut tidak puas dan melakukan tindakan penyelesaian. Hal ini berakibat terjadinya perbedaan sosial berdasarkan kekayaan. Adanya pergolakan dan pemberontakan di berbagai daerah pasca kemerdekaan.

timbul suatu dorongan untuk meningkatkan kemampuan nya yang tidak sesuai dengan kebenaran atau norma yang berlaku dalam masyarakat. Perbuatan demikian bisa terjadi karena melihat perubahan orang lain dianggap lebih baik daripada dirinya atau sebagian besar masyarakat mengalami perubahan sedangkan dirinya tidak. Korupsi. Apabila hal ini sudah membudaya di kalangan bangsa Indonesia atau sudah menjadi bagian dari kebudayaan bangsa akan sulit untuk diberantas. tetapi seluruh rakyat Indonesia harus bertekad untuk menghilangkan korupsi. tidak hanya satu atau beberapa lembaga pemerintahan saja yang harus berperan. Nepotisme merupakan kecenderungan untuk mengutamakan sanak saudara sendiri. tidak semua orang mendapat kebahagiaan yang sama. kenakalan remaja disebut . dan nepotisme. hal tersebut akan menghambat proses pembangunan nasional. dan Nepotisme Bangsa Indonesia yang sedang membangun perlu memiliki sistem administrasi yang bersih dan berwibawa. Akibatnya.sosial. Adakalanya orang ingin mendapatkan hak tetapi tidak sesuai dengan kewajiban yang harus dilakukan dan kesempatan untuk melakukan hal yang salah terbuka. Hal itu karena tindakan yang mereka lakukan dapat meresahkan masyarakat. Kenakalan Remaja Kenakalan remaja merupakan disintergasi dari keutuhan suatu masyarakat. Untuk memberantas korupsi. Oleh karena itu. Akibatnya. Kolusi. sedangkan pengawasan terhadap perbuatan yang salah lemah. Korupsi adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara atau perusahaan untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Oleh karena itu. Masalah korupsi menyangkut berbagai aspek sosial dan budaya maka Bung Hatta (dalam Mubyarto) mengatakan bahwa korupsi adalah masalah budaya. Adanya perbedaan tersebut menyebabkan setiap orang memiliki penafsiran yang berbeda-beda terhadap hak dan kewajibannya. kolusi. bebas dari segala korupsi. terjadi penyelewengan dan pelanggaran. 4. Akibatnya. Kolusi adalah kerja sama rahasia untuk maksud tidak terpuji. 5. Setiap orang harus mendapat hak disesuaikan dengan kewajiban yang dilakukan.

sebagai masalah sosial. Munculnya kenakalan remaja merupakan gejolak kehidupan yang disebabkan adanya perubahan-perubahan sosial di masyarakat, seperti pergeseran fungsi keluarga karena kedua orangtua bekerja sehingga peranan pendidikan keluarga menjadi berkurang.

Selain itu, pergeseran nilai dan norma masyarakat mengakibakan berkembangnya sifat individualisme. Juga pergeseran struktur masyarakat mengakibatkan masyarakat lebih menyerahkan setiap permasalahan kepada yang berwenang. Perubahan sosial, ekonomi, budaya, dan unsur budaya lainnya dapat mengakibatkan disintegrasi.

D. Modernisasi

Pengertian modernisasi pada awalnya berkembang pada abad XVIII di Eropa, ketika ditemukannya mesin uap dan mesin pemintal untuk tekstil. Dengan demikian, perkembangan tersebut merupakan landasan bagi industrialisasi di berbagai bidang kehidupan masyarakat Eropa, yaitu yang lazim dikenal dengan Revolusi Industri. Perubahan-perubahan penggunaan alat-alat industri terjadi di Inggris kemudian menyebar ke berbagai negara di Eropa. Peristiwa industrialisasi tersebut ternyata sejalan dengan Revolusi Prancis yang menentang dan menghancurkan hak-hak istimewa yang dimiliki secara turun-temurun oleh sekelompok orang (kaum feodal), dan munculnya persamaan hak setiap warga negara sehingga hal ini merupakan hal awal demokratisasi di Eropa.

Dari kedua revolusi tersebut, kemajuan perekonomian melalui industrialisasi menyebabkan negara menjadi maju dan munculnya persamaan hak telah menyadarkan peranan setiap orang dalam menentukan kehidupannya. Oleh karena itu, hal tersebut dapat dikatakan sebagai awal dari modernisasi.

Perkembangan modernisasi selanjutnya tidak terbatas pada industrialisasi dan demokratisasi saja, tetapi menyangkut pula berbagai bidang kehidupan lain yang saling berhubungan. Dengan demikian, kemajuan suatu bidang kehidupan akan diikuti oleh bidang-bidang kehidupan lain, yaitu: kemajuan ilmu pengetahuan maka akan diikuti oleh teknologi; kemajuan material atau kebendaan yang digunakan setiap manusia harus diimbangi oleh sikap mental untuk menyesuaikan diri dengan benda yang dimilikinya; jika tidak, akan dianggap sebagai orang yang ketinggalan zaman atau ketinggalan kebudayaan.

Setiap perubahan yang terjadi di masyarakat tentu saja ada sisi baik dan sisi buruknya. Hal ini bergantung pada masyarakat sendiri yang menafsirkan modern. Salah menafsirkan kata modern akan mengakibatkan perilaku masyarakat yang tidak sesuai dengan budaya atau kepribadian bangsa. Modernisasi sebagai perubahan sosial dari keadaan tradisional atau pra industri ke masyarakat industri. Perubahan tersebut merupakan titik tolak perkembangan ke arah modernisasi. Untuk mencapai masyarakat modern, harus melalui transisi (peralihan) yang akan mengubah pola kehidupan masyarakat.

Masyarakat tradisional dianggap statis dan hampir tidak mengalami perubahan. Seperti halnya karakteristik masyarakat tradisional berorientasi pada pertanian dengan menggunakan metode yang dianggap belum berkembang.

Proses perubahan ke arah lebih maju daripada sebelumnya yang ditunjang oleh sikap dan perilaku masyarakat untuk menerima perubahan-perubahan tersebut merupakan suatu proses ke arah modern yang dinamakan modernisasi. Modernisasi dapat diartikan sebagai suatu sikap pikiran yang mempunyai kecenderungan untuk mendahulukan sesuatu yang baru dari yang bersifat tradisi dan satu sikap pikiran yang hendak menyesuaikan soal-soal yang sudah menetap dan menjadi kebutuhan-kebutuhan yang baru.

Dengan kata lain, modernisasi merupakan perubahan sosial yang terarah (directed change) yang didasarkan pada perencanaan (social planing). Modernisasi umumnya dihubungkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk suatu kemajuan masyarakat secara positif, begitu pula masyarakat secara terbuka menerima perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya.

Dengan demikian, ilmu pengetahuan dan teknologi dalam modernisasi memainkan peranan yang sangat penting di berbagai bidang kehidupan sehingga manusia sebagai pelaku modernisasi dituntut untuk selalu siap menerima perubahan-perubahan ke arah kemajuan yang positif.

Gejala modernisasi merupakan awal terjadinya perubahan-perubahan ke arah yang diketahui. Misalnya: sikap masyarakat akan pentingnya pendidikan sekolah; keinginan untuk hidup lebih baik;

adanya usaha untuk mengejar ketinggalan dari masyarakat lain; menghargai pendapat orang lain; tidak menganggap pendapat pribadi lebih baik daripada orang lain; memandang bahwa kehidupan hari esok harus lebih baik daripada hari ini; dan lain-lain. M. Kamal Hasan (dalam Pardoyo) menyatakan bahwa proses modernisasi Indonesia, antara lain sebagai berikut.

1. Berorientasi ke Depan

Kemajuan bangsa dan negara dengan jalan memperbaiki diri guna menyongsong hari esok yang lebih baik.

2. Memiliki Sikap Dinamis dan Aktif

Perbaikan diri dan kemajuan suatu negara harus dicapai dengan usaha dan kerja keras karena hal tersebut tidak akan datang sendiri tanpa adanya perjuangan.

3. Memberikan Tempat bagi Rasionalitas

Segala sesuatu yang berhubungan dengan pembangunan harus diperkirakan baik atau buruknya bagi manusia dan kehidupannya, tidak dirasakan atas dasar perasaan atau pendapat pribadi.

4. Mengembangkan Suatu Sikap Terbuka terhadap Pemikiran dan Hasil Penemuan Ilmiah

Adapun aspek-aspek kehidupan tersebut muncul sebagai gejala modernisasi. terutama yang dapat dinikmati dan dirasakan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Memberikan Prioritas kepada Hal-Hal yang Telah Dicapai Seseorang. 5. sosial. politik. dan budaya. Memberikan Perhatian yang Terbesar kepada Persoalan Langsung dengan Skala Prioritas Segala masalah yang terjadi dan dirasakan langsung oleh masyarakat yang merupakan bidang kajian seseorang merupakan suatu hal yang sangat utama dibandingkan masalah-masalah lain yang bukan bidang garapannya. 7.Pendapat atau pemikiran orang lain yang dianggap baik bagi pembangunan dapat di terima sebagai suatu masukan guna melengkapi hasil pemikiran yang telah ada. ekonomi. Pembangunan nasional melalui modernisasi akan melibatkan beberapa aspek kehidupan. . 6. Begitu pula halnya hasil penelitian merupakan kebenaran ilmiah yang bermanfaat bagi pelaksanaan modernisasi. di antaranya meliputi bidang iptek. dan ideologi. bukan Statusnya Keberhasilan seseorang patut untuk ditiru sebagai langkah ke arah kemajuan dan jangan beranggapan bahwa suatu kemajuan berasal dari pendapat orang yang memiliki status sosial terhormat di masyarakat. Melibatkan Dirinya kepada Tujuan yang Mengatasi Tujuan Golongan Tujuan yang lebih penting adalah tujuan yang lebih besar dan lebih utama dibandingkan dengan tujuan pribadi atau golongan sehingga seseorang dituntut untuk terlibat dalam segala kepentingan masyarakat dan negara.

c. Perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki. Wujud perubahan sosial yaitu sebagai berikut. dari yang bersifat sederhana sampai yang lebih kompleks. terdapat syarat-syarat suatu modernisasi sebagai berikut. b. Rangkuman : a. sebaiknya modernisasi harus dapat memproyeksikan kecenderungan yang ada dalam masyarakat ke arah waktu-waktu yang mendatang.Modernisasi tidak sama dengan reformasi yang menekankan pada faktor-faktor rehabilitasi. Perubahan yang pengaruhnya kecil dan perubahan yang pengaruhnya besar. organisasi atau komunitas. di satu pihak berarti disiplin. lembaga. Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur serta terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu. termasuk perubahan dalam hal budaya. Perubahan ini meliputi struktur. norma. Perubahan sosial dapat dilihat dari segi terganggunya kesinambungan di antara kesatuan sosial walaupun keadaannya relatif kecil. Penciptaan iklim yang favourable dari masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa. Perubahan yang terjadi secara lambat dan perubahan yang terjadi secara cepat. Modernisasi bersifat preventif dan konstruktif agar proses tersebut tidak mengarah pada anganangan. d. Cara berpikir yang ilmiah (scientific thinking) yang melembaga dalam kelas penguasa ataupun masyarakat. . Sistem administrasi negara yang baik adalah sistem yang benarbenar mewujudkan birokrasi. Hal ini memerlukan penelitian yang terus-menerus agar data tidak ter tinggal. Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu perubahan dari gejala-gejala sosial yang ada di masyarakat. fungsi. Hal ini meng hendaki suatu sistem pendidikan dan pengajaran yang terencana dengan baik. Menurut Soekanto. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial (social planing). nilai. dan semua aspek yang dihasilkan dari interaksi antarmanusia. Tingkat organisasi yang tinggi. sedangkan di lain pihak berarti pengurangan kemerdekaan.

html PROSES-PROSES DAN INTERAKSI SOSIAL BAB I : PENDAHULUAN I.blogspot. Perubahan sosial terjadi bukan tanpa hambatan. sistem stratifikasi sosial. sikap tradisional. peperangan. Anda sekarang sudah mengetahui Perubahan Sosial. adat atau kebiasaan. perubahan akibat lingkungan fisik.com/2013/05/pengertian-perubahan-sosial-contohdampak. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber. p. penemuan-penemuan baru. dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain. B. heterogenitas penduduk. 1964). dan disorganisasi keluarga. Jakarta.com/2013/05/pengertian-perubahan-sosial-contohdampak. revolusi. Di samping faktor-faktor yang memengaruhi perubahan sosial. f. sikap.blogspot.d. pertentangan (konflik). serta sikap mudah menerima hal-hal yang baru. 2009. Perubahan sosial terjadi dipengaruhi beragam faktor. toleransi. difusi. sikap tertutup. Pusat Perbukuan. seperti perubahan kependudukan. vested interest. Terdapat beragam faktor yang dapat menghambat proses perubahan sosial. Pengetahuan mengenai proses-proses sosial sangat . visi atau orientasi masa depan. sistem pendidikan. Sosiologi 3 : Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. di antaranya kurangnya hubungan dengan masyarakat lain. dan hakikat hidup. Departemen Pendidikan Nasional. 146 Sumber : http://perpustakaancyber. PENGANTAR Proses sosial diartikan sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama ( Selo Soemarjan. Referensi : Waluya. e.html#ixzz2cbQGS4bh http://perpustakaancyber. terdapat pula faktor pendukung terjadinya proses perubahan sosial antara lain kontak dengan masyarakat luas.

Kontak social memiliki sifat-sifat seperti berikut :  Kontak sosial dapat bersifat positif atau negatif. Di dalam kehidupan sehari – hari tentunya manusia tidak dapat lepas dari hubungan antara satu dengan yang lainnya. Interaksi sosial merupakan proses dasar dan pokok dalam setiap masyarakat. dan nilai sosial. tidak dapat menghasilkan suatu bentuk kelompok sosial yang dapat saling berinteraksi. Proses sosial berpangkal pada interaksi sosial yang dapat terjadi baik antar perorangan maupun kelompok dalam masyarakat.ia akan selalu perlu untuk mencari individu ataupun kelompok lain untuk dapat berinteraksi ataupun bertukar pikiran. Maka dari itu dapat disebutkan bahwa interaksi merupakan dasar dari suatu bentuk proses sosial karena tanpa adanya interaksi sosial. SYARAT INTERAKSI SOSIAL  Kontak Sosial Kata “kontak” (Inggris: “contact") berasal dari bahasa Latin con atau cum yang artinya bersama-sama dan tangere yang artinya menyentuh.interaksi sosial itu sendiri dapat berlangsung dengan baik jika aturan . Soerjono Soekamto di dalam pengantar sosiologi. Dr. Dengan tidak adanya komunikasi ataupun interaksi antar satu sama lain maka tidak mungkin ada kehidupan bersama.maka proses sosial itu sendiri tidak dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Menurut Prof. Jadi fakta sosial muncul melalui proses interaksi. maka kegiatan–kegiatan antar satu individu dengan yang lain tidak dapat disebut interaksi. Dengan adanya nilaidan norma yang berlaku. Pengertian Interaksi Sosial Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan di dalam masyarakat. Jika hanya fisik yang saling berhadapan antara satu sama lain. A. . Tipetipe interaksi yang tumbuh sangat ditentukan oleh normanorma dalam masyarakat yang berkaitan dengan peranan sosial.aturan dan nilai – nilai yang ada dapat dilakukan dengan baik.penting. status sosial. interaksi sosial merupakan kunci semua kehidupan sosial. BAB II : PEMBAHASAN II. Jika tidak adanya kesadaran atas pribadi masing – masing. karena memungkinkan seseorang memperoleh pengertian segi-segi dinamis atau gerak dari masyarakat. dan sifat-sifat manusia dipengaruhi sangat medalam oleh tipe-tipe utama interaksi sosial yang berlangsung di dalamnya.

 Encoding Pada tahap ini. kontak antara guru dan murid di dalam kelas. atau perasaan.  Pesan. atau sikap) dan perasaan-perasaan yang disampaikan. atau pertemuan ayah dan anak di meja makan. instruksi. kontak sekunder terjadi apabila interaksi berlangsung melalui suatu perantara. sedangkan kontak sosial negatif mengarah pada suatu pertentangan atau konflik. dan gambar yang mudah dipahami oleh komunikan.  Penyampaian Pada tahap ini. percakapan melalui telepon. setelah mendapatkan pesan dari komunikator. Kontak sekunder dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung.  Efek. Ada lima unsur pokok dalam komunikasi yaitu sebagai berikut. Ketiga tahap tersebut adalah sebagai berikut. atau pikiran kepada pihak lain. yaitu orang atau sekelompok orang yang dikirimi pesan. Media komunikasi dapat berupa lisan. Kontak sekunder langsung misalnya terjadi saat ketua RW mengundang ketua RT datang ke rumahnya melalui telepon. gerakan-gerakan fisik. Ada tiga tahap penting dalam proses komunikasi. Komunikator harus menghindari penggunaan kode-kode yang membingungkan komunikan. tulisan. istilah atau gagasan yang sudah diwujudkan dalam bentuk kalimat dan gambar disampaikan. Misalnya. gagasan atau program yang akan dikomunikasikan diwujudkan dalam kalimat atau gambar. yaitu alat untuk menyampaikan pesan.  Media. komunikator harus memilih kata.  Komunikator. tulisan. dan film.  Komunikasi Komunikasi merupakan syarat terjadinya interaksi sosial. perasaan. Penyampaian dapat berupa lisan. gambar. yang terjadi adalah kontak sekunder tidak langsung. yaitu sesuatu yang disampaikan oleh komunikator. yaitu orang yang menyampaikan pesan. Kontak sosial primer terjadi apabila para peserta interaksi bertemu muka secara langsung. istilah. Pesan dapat berupa informasi. dan perasaan.  Decoding . Misalnya. pikiran. Hal terpenting dalam komunikasi yaitu adanya kegiatan saling menafsirkan perilaku (pembicaraan. Sementara itu. Sementara jika Ketua RW menyuruh sekretarisnya menyampaikan pesan kepada ketua RT agar datang ke rumahnya.  Kontak sosial dapat bersifat primer atau sekunder.Kontak sosial positif mengarah pada suatu kerja sama. dan gabungan dari keduanya. yaitu perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan.  Komunikan. kalimat. penjual dan pembeli di pasar tradisional. Dalam tahap ini.

rasional dan penuh rasa tanggung jawab .  Motivasi Faktor Motivasi yaitu rangsangan pengaruh.  Simpati Proses simpati sebenarnya merupakan proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain.  Identifikasi Faktor identifikasi merupakan kecenderungan-kecenderungan atau keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Identifikasi sifatnya lebih mendalam daripada imitasi.Pada tahap ini dilakukan proses mencerna dan memahami kalimat serta gambar yang diterima menurut pengalaman yang dimiliki. oleh karena itu kepribadian seseorang dapat dibentuk atas dasar proses ini. FAKTOR DASAR TERBENTUKNYA INTERAKSI SOSIAL Proses interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat bersumber dari faktor imitasi. simpati. Proses indentifikasi dapat berlangsung dengan sendirinya atau disengaja karena seseorang memerlukan tipe-tipe ideal tertentu di dalam proses kehidupannya. Sisi negatif dari imitasi adalah tindakan-tindakan yang menyimpang yang ditiru atau imitasi dapat melemahkan pengembangan kreasi seseorang. Motivasi biasanya diberikan oleh orang yang memiliki status yang lebih tinggi dan berwibawa. seorang guru kepada siswa. Sisi positif dari suatu imitasi adalah dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku. identifikasi dan empati.  Imitasi Faktor imitasi berlangsung apabila seseorang memberikan suatu pandangan. B. sehingga orang yang diberi motivasi menuruti tau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis. misalnya dari seorang ayah kepada anak. hal ini akan menghambat daya piker seseorang secara rasional. sugesti. stimulus yang diberikan antar masyarakat.  Sugesti Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberikan suatu pandangan atau sikap yang berasal dari dirinya. Di dalam proses ini perasaan memegang peranan penting walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya. motivasi. kemudian diterima oleh pihak lain. Sisi negatif berlangsungnya sugesti apabila pihak yang menerima dilanda oleh emosi. Dalam proses identifikasi sesuatu terjadi karena didorong keinginan untuk belajar dari pihak lain yang kedudukannya lebih tinggi dan harus dihormati karena mempunyai kelebihan atau kemampuan .

Hubungan antara suatu individu masyarakat dengan relasi . sedangkan dalam proses simpati berkembang kearah pengertian yang mendalam diantara mereka.baik dalam bentuk individu atau perorangan maupun dengan kelompok – kelompok dan antar kelompok masyarakat itu sendiri.setiap masyarakat dapat membentuk kebudayaan berdasarkan sistem komunikasinya masing-masing. Empati dibarengi dengan perasaan organisme tubuh yang sangat intens/dalam. Sebelum terbentuk sebagai suatu bentuk konkrit. . Adanya tingkat kesadaran di dalam berkomunikasi di antara warga – warga dalam kehidupan bermasyarakat dapat membuat masyarakat dipertahankan sebagai suatu kesatuan dan menciptakan apa yang dinamakan sebagai suatu sistem komunikasi. Hubungan antar manusia atau relasi – relasi sosial.Karena kelangsungan kesatuannya dengan jalan komunikasi itu.menciptakan segi dinamika dari sisi perubahan dan perkembangan masyarakat.tertentu yang patut dicontoh. Kedua proses ini sama-sama diawali oleh imitasi dan sugesti.telah mengalami suatu proses terlebih dahulu yang dimana proses – proses ini merupakan suatu bentuk dari proses sosial itu sendiri.menentukan struktur dari masyarakatnya yang dimana hubungan antar manusia dengan relasi tersebut berdasarkan atas suatu komunikasi yang dapat terjadi di antara keduanya. Adanya hubungan timbal balik dalam memperngaruhi tiap individu pada saat terjadinya komunikasi dapat membentuk suatu pengetahuan maupun pengalaman baru yang dirasakan oleh masing – masing individu. Hal ini membuat kegiatan komunikasi menjadi suatu dasar yang kuat dalam kehidupan maupun proses sosial seseorang. akan tetapi tidak semata-mata perasaan kejiwaan saja.suatu individu dengan sekumpulan kelompok masyrakat. Berdasarkan sudut inilah komunikasi dapat dipandang sebagai suatu sistem di dalam kelompok masyarakat maupun sebagai sebuh proses sosial. Gillin & Gillin mengatakan bahwa Proses-proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut. Sistem komunikasi ini mempunyai lambang – lambang yang diberi arti dan menghasilkan persepsi khusus dalam memahami lamabang – lambang tersebut oleh masyarakat. atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahanperubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada.  Empati Empati yaitu mirip dengan simpati.komunikasi atau hubungan yang sesuai dengan nilai – nilai sosial di dalam suatu masyarakat.relasi sosial lainnya.

Chitambar (dalam Sajogyo. ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan. sehingga dapat menyalurkan kontakkontak sosial diantara mereka. didalamnya saling mengenal secara erat dalam pergaulan seharihari. misalnya kehidupan di pedesaan.1978). Pada umumnya kontak primer sering terjadi dilingkungan kecil. ada organisasiorganisasi besar dan khusus berfungsi untuk mempersatukan orang-orang yang bertempat tinggal tersebar. dimana pihak-pihak yang memberikan penafsiran mempunyai atau dianggap mempunyai kepentingan bersama.  Simbol-simbol itu dihasilkan dengan mengingat situasi dan struktur.B. Arti yang terpenting dari komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (berwujud pembicaraan. Di kota-kota. dengan cara lisan atau tulisan (Sajogyo. Aspek kontak social Aspek kontak sosial dalam interaksi sosial adalah apabila dalam suatu pertemuan terjadi kontak sosial dimana orang yang kontak ada tanggapan timbal balik dan penyesuaian perilaku dalam diri pihak yang berkontak terhadap tindakan lain. bukan dalam rangka hubungan pribadi dan kurang kuat. serta perasaanperasaan yang ingin disampaikan orang lain.  Sekunder Sifat kontak sekunder yaitu sepintas lalu. yaitu: o Proses primer . terjadi dilingkungan yang lebih besar dan tersebar luas. dalam kontak primer pembicaraan berkaitan erat dengan hubungan kekeluargaan atau tetangga dekat. Komunikasi berarti segala upaya untuk menyampaikan amanat dari pemberi kepada penerima agar diterima dengan baik. yaitu kontak terjadi langsung berhadapan muka. yaitu:  Simbol-simbol itu diciptakan oleh manusia. Dalam hal ini. Dalam rangka terjadinya suatu interaksi sosial. Dalam proses komunikasi ada tiga simbol yang perlu mendapat perhatian. Aspek komunikasi komunikasi merupakan bagian yang penting.A. Menurut J. misalnya diperkotaan. gerakan badan. Komunikasi sebagai proses dalam interaksi sosial mempunyai dua ciri. atau sikap).  Simbol-simbol mempunyai nilai komunikatif yang hanya berarti jika pesan dan penerima mempunyai penafsiran-penafsiran yang serupa dan telah disetujui sebelumnya. 2. 1978) ada empat aspek yang perlu diperhatikan. PROSES INTERAKSI SOSIAL Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan social suatu masyarakat. kontak social sebagain proses terdiri dari dua sifat yaitu :  Primer Sifat kontak primer. yaitu: 1.

o Proses sekunder Proses komunikasi sekunder berlaku dengan menggunakan alat. Bentuk Sosial Bentuk interaksi sosial ada yang mengarah pada kerjasama. Gillin dan Gillin mengadakan penggolongan yang lebih luas lagi. persaingan (competition). dan sebagainya agar dapat melipat gandakan jumlah penerima amanat. 4. Kerja sama timbul karena orientasi orang-perorangan terhadap kelompoknya (yaitu in-group-nya) dan kelompok lainya (yang merupakan out-group-nya). dan bahkan dapat juga berbentuk pertentangan atau pertikaian (conflict). aba-aba. ada dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial : a) Proses-proses yang Asosiatif  Kerjasama Suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan bersama. dan sebagainya. namun penyelesaian tersebut hanya akan dapat diterima untuk sementara waktu. Kerja sama akan bertambah kuat jika ada hal-hal yang menyinggung anggota/perorangan lain. seperti media masa. yang dinamakan akomodasi. Keempat bentuk poko dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan suatu kontinuitas. Aspek struktur social Struktur sosial mempengaruhi interaksi sosial. televisi. bahkan ke arah konflik B. misalnya struktur pedesaan atau perkotaan. Pertikaian mungkin akan mendapatkan suatu penyelesaian. Menurut mereka. BENTUK INTERAKSI SOSIAL Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerja sama (cooperation). di dalam arti bahwa interaksi itu dimulai dengan kerja sama yang kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertikaian untuk akhirnya sampai pada akomodasi. pertentangan. Kerjasama tersebut lebih lanjut dibedakan lagi dengan :  Kerjasama Spontan (Spontaneous Cooperation) : Kerjasama yang sertamerta . 3. Ini berarti kedua belah pihak belum tentu puas sepenunya.Proses komunikasi primer berlaku secara langsung dengan menggunakan bahasa. Dalam teori-teori sosiologi dapat dijumpai beberapa bentuk kerjasama yang biasa diberi nama kerja sama (cooperation). radio. yang berarti pula mengatasi hambatan-hambatan geografis dan waktu. Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial. masingmasing punya nilai dan norma social yang berbeda yang didasari nilai-nilai yang menentukan perilaku masyarakatnya selama interaksi berlangsung yang memperinci aturan permainan di dalam struktur itu. gerakan yang diberi arti khusus.

akomodasi adalah suatu perngertian yang digunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan hubungan sosial yang sama artinya dengan adaptasi dalam biologi. Kerjasama Langsung (Directed Cooperation) : Kerjasama yang merupakan hasil perintah atasan atau penguasa  Kerjasama Kontrak (Contractual Cooperation) : Kerjasama atas dasar tertentu  Kerjasama Tradisional (Traditional Cooperation) : Kerjasama sebagai bagian atau unsur dari sistem sosial. misalnya pengeboran minyak. Maksudnya. dst.  Joint venture. perhotelan.  Tujuan Akomodasi dapat berbeda-beda sesuai dengan situasi yang dihadapinya. perfilman. sebagai suatu proses dimana orang atau kelompok manusia yang mulanya saling bertentangan. maka sifatnnya adalah kooperatif. yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuantujuan yang sama.  Ada 5 bentuk kerjasama (Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong menolong)  Bargaining. pertambangan batubara. Yaitu pelaksana perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara 2 organisasi atau lebih  Kooptasi (cooptation). Akan tetapi. yakni suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan  Koalisi (coalition). mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi keteganganketegangan. Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya.  Akomodasi Menurut Gillin dan Gillin. yaitu :  Untuk mengurangi pertentangan antara orang atau kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham  Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara temporer . yaitu erjasama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu. karenamaksud utama adalah untuk mencapat satu atau beberapa tujuan bersama. Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil untuk sementara waktu karena dua organisasi atau lebih tersebut kemungkinan mempunyai struktut yang tidak sama antara satu dengan lainnya.

 Arbitration. merupakan bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya. Ia ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang perorangan atau kelompokkelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak. suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan  Compromise. mengusahakan peleburan antara kelompok sosial yang terpisah.  Stalemate. dan proses-proses mental dengan memerhatikan kepentingan dan tujuan bersama.  Toleration. seperti yang dijumpai pada masyarakat yang mengenal sistem berkasta.  Adjudication. Memungkinkan terjadinya kerjasama antara kelompok sosial yang hidupnya terpisah akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan. bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama. Penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan  Asimilasi Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut.  Bentuk-bentuk Akomodasi:  Corecion. Suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri  Conciliation.  Proses Asimilasi timbul bila ada :  Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya orang-perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu yang lama sehingga kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan diri  Faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi adalah :  Toleransi  kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi  sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya . sikap. suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang berhenti pada satu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya.

perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri badaniah dapat pula menjadi salah satu penghalang terjadinya asimilasi  In-Group-Feeling yang kuat menjadi penghalang berlangsungnya asimilasi. perorangan. yaitu :  Persaingan (Competition) Persaingan atau competition dapat diartikan sebagai suatu proses sosial dimana individu atau kelompok manusia yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik perseorangan maupun kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan. sikap tebuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat  persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan  perkawinan campuran (amaigamation)  Faktor umum penghalangan terjadinya asimilasi  Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat  kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi dan sehubungan dengan itu seringkali menimbulkan faktor ketiga  perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi  perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan atau kelompok lainnya.  Dalam batas-batas tertentu. . bersaing dalam memperoleh kedudukan.  Bersifat Tidak Pribadi : Misalnya terjadi antara dua perusahaan besar yang bersaing untuk mendapatkan monopoli di suatu wilayah tertentu. Persaingan mempunya dua tipe umum :  Bersifat Pribadi : Individu. In Group Feeling berarti adanya suatu perasaan yang kuat sekali bahwa individu terikat pada kelompok dan kebudayaan kelompok yang bersangkutan.  Gangguan dari golongan yang berkuasa terhadap minoritas lain apabila golongan minoritas lain mengalami gangguan-gangguan dari golongan yang berkuasa  faktor perbedaan kepentingan yang kemudian ditambah dengan pertentangan-pertentangan pribadi a) Proses-proses Disosiatif disosiatif dibedkan dalam tiga bentuk. Tipe ini dinamakan rivalry.

pendidikan.  Tipe Kontravensi :  Kontravensi antarmasyarakat setempat.  Kontraversi Parlementer : hubungan antara golongan mayoritas dengan golongan minoritas dalam masyarakat.baik yang menyangkut hubungan mereka di dalam lembaga legislatif. Bentuk-bentuk persaingan :  Persaingan ekonomi : timbul karena terbatasnya persediaan dibandingkan dengan jumlah konsumen  Persaingan kebudayaan : dapat menyangkut persaingan bidang keagamaan. pendidikan. Hal ini disebabkan krn ciri-ciri badaniyah terlihat dibanding unsur-unsur kebudayaan lainnya.  Persaingan kedudukan dan peranan : di dalam diri seseorang maupun di dalam kelompok terdapat keinginan untuk diakui sebagai orang atau kelompok yang mempunyai kedudukan serta peranan terpandang.  Pertentangan / Pertikaian (Conflict) . dst.  Menurut Leo von Wiese dan Howard Becker ada 3 tipe umum kontravensi :  Kontraversi generasi masyarakat : lazim terjadi terutama pada zaman yang sudah mengalami perubahan yang sangat cepat  Kontraversi seks : menyangkut hubungan suami dengan istri dalam keluarga. mempunyai dua bentuk : o Kontavensi antarmasyarakat setempat yang berlainan (intracommunity struggle) o Kontravensi antar golongan-golongan dalam satu masyarakat setempat (intercommunity struggle)  Antagonisme keagamaan  Kontravensi Intelektual : sikap meninggikan diri dari mereka yang mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi atau sebaliknya  Oposisi moral : erat hubungannya dengan kebudayaan.  Kontraversi Kontravensi pada hakikatnya merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian.  Persaingan ras : merupakan persaingan di bidang kebudayaan. dst. keagamaan.

dan takluknya salah satu pihak BAB III : PENUTUPAN . yaitu goyah dan retaknya persatuan kelompok tersebut.  Perubahan kepribadian para individu  Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia  Akomodasi. akibatnya adalah sebaliknya.  Sebab-sebab pertentangan :  Perbedaan antara individu  Perbedaan kebudayaan  perbedaan kepentingan  perubahan sosial. unsur-unsur kebudayaan. pola-pola perilaku. emosi. dan seterusnya dengan pihak lain. dominasi.  Pertentangan mempunyai beberapa bentuk khusus:  Pertentangan pribadi  Pertentangan Rasial : dalam hal ini para pihak akan menyadari betapa adanya perbedaan antara mereka yang menimbulkan pertentangan  Pertentangan antara kelas-kelas sosial : disebabkan karena adanya perbedaan kepentingan  Pertentangan politik : menyangkut baik antara golongan-golongan dalam satu masyarakat. maupun antara negara-negara yang berdaulat  Pertentangan yang bersifat internasional : disebabkan perbedaan-perbedaan kepentingan yang kemudian merembes ke kedaulatan negara  Akibat-akibat bentuk pertentangan  Tambahnya solidaritas in-group  Apabila pertentangan antara golongan-golongan terjadi dalam satu kelompok tertentu. Ciri tersebut dapat mempertajam perbedaan yang ada hingga menjadi suatu pertentangan atau pertikaian.Pribadi maupun kelompok menydari adanya perbedaan-perbedaan misalnya dalam ciri-ciri badaniyah.

antara lain.html http://id. kecil atau besar. Teori dan Bentuk Perubahan Sosial Setiap saat masyarakat selalu mengalami perubahan.wikipedia. J. . a. source : http://katahatimutiara.pdf http://jurusankomunikasi. koran dan internet. akibat adanya perubahan kondisi geografis. kompoisisi penduduk. Jika dibandingkan apa yang tejadi saat ini dengan beberapa tahun yang lalu. serta cepat atau lambat. Sebagai contoh kasus. Pengertian. 1. Pengertian Perubahan Sosial Ada beberapa ahli sosiologi yang memberikan definisi perubahan sosial. fungsi keluarga mengalami perubahan. seperti televisi.com/2009/04/proses-sosial-dan-interaksi-sosial. Dimana manusia selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya.P Gillin Perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara hidup yang diterima.Proses dan interaksi social selalu akan terjadi didalam lingkungan masyarakat tetapi dalam interaksi itu pula tidak luput dari interaksi dan proses yang negative Dengan terselesaikannya makalah ini.com/2012/09/bab-02. sumber pengetahuan (pendidikan) dan keterampilan serta sumber ekonomi.wordpress. radio. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam menyusun makalah ini karena keterbatasan materi yang kami miliki. Namun. Anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan dari keluarga. ideologi.org/wiki/Interaksi_sosial Perubahan Sosial A.files. tetapi juga melalui berbagai media massa. Perubahan-perubahan tersebut dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan sosial yang ada. Maka akan banyak ditemukan perubahan baik yang direncanakan atau tidak. pada masa sekarang.blogspot. semoga dapat dimanfaatkan dan dapat dijadikan sumber pengetahuan baru oleh semua pihak. maupun karena difusi dan penemuan baru dalam masyarakat. Oleh karena itu manusia selalu mencari sesuatu agar hidupnya lebih baik. kebudayaan material. dahulu keluarga sepenuhnya berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi anak-anak yang belum dewasa.L Gillin dan J. Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan agar kami bisa menjadi lebih baik dalam meyusun makalah.

sistem sosial dan norma. termasuk di dalamnya nilai-nilai. Samuel Koening Perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia yang terjadi karena sebab-sebab intern maupun sebab-sebab ekstern. yakni sebab pertama dan sebab akhir (asal dan tujuan) dari segala akibat (pengetahuan absolut) mengandaikan bahwa semua gejala dihasilkan oleh tindakan langsung dari hal-hal supranatural. Yang pertama merupakan titik tolak yang harus ada dalam pemahaman manusia. metafisik dan positif. Tahap-tahap ini ditentukan menurut cara berpikir yang dominan: teologis. timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dengan majikan dan seterusnya menyebabkan perubahan-perubahan dalam organisasi ekonomi dan politik. Kingsley Davis Mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Dalam fase teologis. Dengan kata lain. 2. Perubahan sosial meliputi perubahan dalam berbagai hal. perilaku. Mac Iver Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan dalam hubungan sosial atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial. William F Ogburn Mengemukakan ruang lingkup perubahan-perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun yang immaterial. dan yang ketiga adalah pemahaman keadaannya yang pasti dan tak tergoyahkan. d. Berdasarkan definisi-definisi tersebut. menggunakan tiga metode berfilsafat yang karakternya sangat berbeda malah bertentangan. Teori-teori Perubahan Sosial a. yang mencari kodrat dasar manusia. Selo Soemardjan Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya. yang . dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur sosial dan lembaga sosial masyarakat. e. seperti perubahan teknologi. berturut-turut melewati tiga kondisi teoretis yang berbeda: teologis atau fiktif. c. setiap cabang pengetahuan kita. hukum ini menyatakan bahwa masyarakat-masyarakat (umat manusia) berkembang melalui tiga tahap utama. yang kedua hanya suatu keadaan peralihan.b. Hukum Tiga Tahap (Auguste Comte) Hukum tiga tahap merupakan usaha Comte untuk menjelaskan kemajuan evolusioner umat manusia dari masa primitif sampai ke peradaban Prancis abad kesembilan belas yang sangat maju. ilmiah atau positif. Misalnya. Dalam fase metafisik. Comte menjelaskan hukum tiga tahap sebagai berikut: Bahwa setiap konsepsi kita yang paling maju. sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. pikiran manusia pada dasarnya dalam perkembangannya. akal budi manusia. yang ditekankan adalah pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. f. Perubahan tersebut mempengaruhi individu dalam masyarakat tertentu. metafisik atau abstrak.

Sorokin mengembangkan model siklus perubahan sosial. sangat mendasar dalam cara berpikir metafisik. serta sebab-sebab gejala. akal budi sudah meninggalkan pencarian yang sia-sia terhadap pengertian-pengertian absolut. Katolisisme di abad pertengahan memperlihatkan puncak tahap monoteisme. yang berubah terus menerus dan berinteraksi menghasilkan angin taufan itu. dan suhu – semua variabel yang dapat diukur. bayangkanlah bahwa kita akan menjelaskan suatu gejala alam seperti angin taufan. Dalam fase terakhir. yakni fase positif.hanya merupakan suatu bentuk lain dari yang pertama. kepercayaan akan banyak Dewa itu diganti dengan kepercayaan akan Satu Yang Tertinggi. dan memusatkan perhatiannya pada studi tentang hukum-hukumnya. tetapi harus dipimpin oleh data empiris. Teori Siklus Pitirim Sorokin Kalau Comte mengusulkan suatu model linear yang berkulminasi pada munculnya masyarakat positivis. dan yang mampu menghasilkan semua gejala. tanpa membayangkan suatu tahap akhir yang final. kecepatan angin. asal dan tujuan alam semesta. yakni hubungan-hubungan urutan dan persamaannya yang tidak berubah. Tetapi siklus-siklus ini tidak sekedar pelipat gandaan saja. tidak mutlak. dia yakin bahwa tahaptahap sejarah cenderung berulang dalam kaitannya dengan mentalitas budaya yang dominan. dan untuk analisa yang lebih terperinci. merupakan sarana-sarana pengetahuan ini. gejala serupa itu akan dijelaskan sebagai hasil tindakan langsung dari seorang Dewa angin atau Tuhan. politeisme dan monoteisme. Penalaran dan pengamatan. semangat positivisme memperlihatkan suatu keterbukaan terus menerus terhadap data baru atas dasar mana pengetahuan dapat ditinjau kembali dan diperluas. Begitu pikiran manusia terus maju. Untuk menggambarkan perbedaan yang ditekankan Comte. Dalam tahap positif angin taufan itu akan dijelaskan sebagai hasil dari suatu kombinasi tertentu dari tekanan-tekanan udara. dimana tema-tema budaya yang luas dinyatakan. Dalam tahap metafisik gejala yang sama itu akan dijelaskan sebagai manifestasi dari suatu hukum alam yang tidak dapat diubah. Comte membaginya ke dalam periode fetisisme. b. Fetisisme. meliputi kepercayaan bahwa semua benda memiliki kelengkapan kekuatan hidupnya sendiri. Analisa rasional mengenai data empris akhirnya akan memungkinkan manusia untuk memperoleh hukum-hukum. bentuk pikiran yang dominan dalam masyarakat primitif. Tetapi pengetahuan selalu sementara sifatnya. artinya. digabungkan secara tepat. namun terus mengontrol semua gejala alam. melainkan kekuatan-kekuatan abstrak. hal-hal yang benar-benar nyata melekat pada semua benda (abstraktsi-abstaksi yang dipersonifikasikan). Tahap positif ditandai oleh kepercayaan akan data empiris sebagai sumber pengetahuan terakhir. tahap ini ditandai oleh satu kepercayaan akan hukum-hukum alam yang asasi yang dapat ditemukan dengan akal budi. . sebaliknya ada banyak variasi dalam bentuk-bentuknya yang khusus. Dalam tahap teologis. Akhirnya fetisisme ini diganti dengan kepercayaan akan sejumlah hal-hal supernatural yang meskipun berbeda dari benda-benda alam. Tahap metafisik terutama merupakan tahap transisi antara tahap teologis dan positif. Tahap teologis merupakan periode yang paling lama dalam sejarah manusia. Akal budi penting seperti dalam periode metafisik. akal budi mengandaikan bukan hal supernatural. tetapi hukum-hukum dilihat sebagai uniformitas empiris daripada kemutlakan metafisik. kelembaban. Gagasan bahwa ada kebenaran tertentu yang asasi mengenai hukum alam yang jelas dengan sendirinya menurut pikiran manusia.

Tingkat ini dipecah kedalam beberapa bagian: a) Kebudayaan ideasional asketik. • Pertama adalah bahwa kenyataan akhir itu seluruhnya dari dunia materil yang kita alami dengan indera (tidak ada kehidupan lain setelah dunia). Sehubungan dengan pertanyaan ini ada beberapa pertanyaan tambahan yang menyangkut kodrat manusia dan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasarnya. pengulangan tahap yang terdahulu) dan ada beberapa daripadanya yang unik. dalam hal ini Sorokin berbeda dari Comte yang percaya akan kemajuan yang mantap dalam perkembangan intelektual manusia. luasnya kebutuhan yang seharusnya dipenuhi. Ada tiga jawaban logis yang mungkin terhadap pertanyaan filosofis dasar itu. yang secara sederhana berarti bahwa kenyataan itu mencakup dunia materil dan dunia transenden. atau sebagai aspek kenyataan yang tidak sempurna dan tidak lengkap.Setiap tahap sejarah masyarakat memperlihatkan beberapa unsur yang kembali berulang (artinya. Atas dasar itu. Secara hakiki. transenden dan tidak dapat ditangkap dengan indera. 1) Kebudayaan Ideasional Tipe ini mempunyai dasar berpikir (premis) bahwa kenyataan akhir itu bersifat nonmateril. • Yang lainnya adalah bahwa kenyataan akhir itu terdiri dari suatu dunia atau tingat keberadaan yang melampaui dunia materil ini: artinya kenyataan akhir itu bersifat transenden (gaib) dan tidak dapat ditangkap sepenuhnya dengan indera kita. Tipe-tipe Mentalitas Budaya Menurut Sorokin. tipe ini berusaha mengubah dunia materil supaya selaras dengan dunia transenden 2) Kebudayaan Inderawi (sensate culture) Tipe ini didasarkan pada pemikiran pokok bahwa dunia materil yang kita alami dengan indera kita . dan apakah pemenuhan kebutuhan manusia itu harus mencakup penyesuaian diri (sehingga kebutuhan itu sendiri dikurangi) atau penyesuaian lingkungan (sehinggat kebutuhan itu dapat dipenuhi). kunci untuk memahami suatu supersistem budaya yang terintegrasi adalah mentalitas budaya-nya. Dunia ini dilihat sebagai suatu ilusi. • Jawaban ketiga yang mungkin adalah antara kedua ekstrem dan keadaan itu. Selain untuk mengurangi kebutuhan inderawi. pertanyaan-pertanyaan ini harus mencakup apakah kebutuhan-kebutuhan dasar manusia itu bersifat fisik atau spiritual. Sorokin mengacu pada pola-pola perubahan budaya jangka panjang yang bersifat “berulang-berubah”. Sorokin menyebutan tiga mentalitas budaya dan beberapa tipe-tipe kecil yang merupakan dasar untuk ketiga supersistem sosio-budaya yang berbeda-beda itu. Kenyataan akhir merupakan dunia Ilahi. Konsep ini mengacu pada pandangan dunia (world view) dasar yang merupakan landasan sistem sosio-budaya. sementera dan tergantung pada dunia transenden. atau suatu konsepsi lainnya mengenai ada yang kekal dan tidak materil. Penekanan Sorokin pada berulangnya tema-tema dasar dimaksudkan untuk menolak gagasan bahwa perubahan sejarah dapat dilihat sebagai suatu proses linear yang meliputi gerak dalam satu arah saja. Pandangan dunia yang asasi dari suatu sistem sosiobudaya merupakan jawaban yang diberikan atas pertanyaan mengenai hakikat kenyataan terakhir (merupakan pertanyaan tentang apakah ada kehidupan lain setelah kehidupan di dunia). Mentalitas ini memperlihatkan suatu ikatan tanggung jawab untuk mengurangi sebanyak mungkin kebutuhan materil manusia supaya mudah diserap ke dalam dunia transenden b) Kebudayaan ideasional aktif.

termasuk penemuan-penemuan dan perkembangan teknologi. Sorokin menggambarkan pendekatan ini sebagai suatu “eksploitasi parasit”. di mana perubahan dalam kebudayaan materil mencerminkan perubahan dalam aspek-aspek kebudayaan nonmateril. Dalam hal tujuan-tujuan utama. dasar berpikir kedua tipe mentalitas itu secara sistematis dan logis saling berhubungan. kecuali bahwa mengejar tujuan-tujuan inderawi/jasmaniah dibenarkan oleh rasionalisasi ideasional. dengan motto. Penemuan dan inovasi paling sering terjadi dalam dunia kebudayaan materil. Jelas hal ini bertentangan dengan Comte dan Sorokin. c. Kebudayaan Idealistis. tetapi unsur-unsur ideasioal hidup secara berdampingan dengan inderawi. b. Eksistensi kenyataan transenden disangkal. sehingga keduanya dapat dilihat sebagai pengertian-pengertian yang sahih mengenai aspek-aspek tertentu dari kenyataan akhir. kecuali sekedar hidup berdampingan sejajar satu sama lain. kedua perspektif yang saling berlawanan ini tidak terintegrasi secara sistematis. pola organisasi sosial – akhirnya harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan dalam kebudayaan materil . Dengan kata lain. karena besok kita mati”. Teori Cultural Lag William F Ogburn Konsep ketertinggalan budaya (Cultural lag) dikemukakan oleh William F Ogburn. Mengejar kenikmatan tidak dipengaruhi oleh suatu tujuan jangka panjang apa pun. sebagai suatu perspektif yang saling berlawanan. Perubahan-perubahan ini terbentang mulai dari penemuan-penemuan awal seperti roda dan perkakas sampai ke komputer dan satelit-satelit komunikasi. minum dan kawinlah. Mentalitas ini dapat dibagi sebagai berikut: a) Kebudayaan inderawi aktif. Mentalitas inderawi pasif meliputi hasrat untuk mengalami kesenangan-kesenangan hidup inderawi setinggi-tingginya. Tipe ini khususnya didominasi oleh pendekatan inderawi. segi yang paling penting dari perubahan sosial adalah kemajuan dalam kebudayaan materil. Akibatnya adalah bahwa perubahan sosial selalu ditandai oleh ketegangan antara kebudayaan materil dan nonmateril. Tidak seperti tipe a di atas. Kebudayaan ini terdiri dari suatu campuran organis dari mentalitas ideasional dan inderawi. mentalitas ini serupa dengan kebudayaan inderawi pasif. Kebudayaan ini mendorong usaha aktif dan giat untuk meningkatkan sebanyak mungkin pemenuhan kebutuhan materil dengan mengubah dunia fisik ini sedemikian. Konsep ini mengacu pada kecenderungan dari kebiasaan-kebiasaan sosial dan pola-pola organisasi sosial yang tertinggal di belakang (lag behind) perubahan dalam kebudayaan materil. Bagi Ogburn. “makan. Kebudayaan nonmateril seperti – kebiasaan. tata cara. c) Kebudayaan inderawi sinis. b) Kebudayaan inderawi pasif. sehingga menghasilkan sumber-sumber kepuasan dan kesenangan manusia. Dengan kata lain. Ada dua tipe dasar yang terdapat dalam mentalitas kebudayaan campuran ini: a. 3) Kebudayaan campuran Kategori ini mengandung penegasan terhadap dasar berpikir (premis) mentalitas ideasional dan inderawi. Kebudayaan ideasional tiruan (Pseudo ideasional culture).merupakan satu-satunya kenyataan yang ada. mentalitas ini memperlihatkan secara mendasar usaha yang bersifat munafik (hipokrit) untuk membenarkan pencapaian tujuan materialistis atau inderawi dengan menunjukkan sistem nilai transenden yang pada dasarnya tidak diterimanya. Mentalitas ini mendasari pertumbuhan teknologi dan kemajuan-kemajuan ilmiah serta kedokteran. sedangkan Comte dan Sorokin menekankan perubahan dalam bentukbentuk pengetahuan atau pandangan dunia sebagai rangsangan utama untuk perubahan sosial.

2) Universal theory of evolution Teori ini menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidaklah perlu melalui tahap-tahap tertetu yang tetap. proses penyesuaian itu selalu ketinggalan di belakang perubahan-perubahan dalam kebudayaan materil.tetapi karena adanya pelbagai sumber yang menolak perubahan. yang pada umumnya dapat digolongkan ke dalam beberapa kategori sebagai berikut: 1) Unilinear theories of evolution Teori ini pada pokoknya berpendapat bahwa manusia dan masyarakat (termasuk kebudayaannya) mengalami perkembangan sesuai dengan tahap-tahap tertentu. terhadap sistem kekeluargaan dalam masyarakat yang bersangkutan dan seterusnya Sementara itu. Pelopor teori ini adalah Auguste Comte. Perubahan Lambat dan perubahan cepat Perubahan-perubahan yang memerlukan waktu lama. Perubahan pada evolusi terjadi karena usahausaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan-keperluan. Perubahan-perubahan dalam kebudayaan materil sudah terjadi dari masa ke masa dalam sejarah. misalnya. Ada bermacam-macam teori tentang evolusi. kemudian bentuk yang kompleks sampai pada tahap yang sempurna. keadaan-keadaan. tetapi derap perubahan menjadi sangat cepat karena datangnya Revolusi Industri dan tekanan yang terus-menerus pada perkembangan teknologi. 3. dan rentetan-rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat dinamakan evolusi. perubahan-perubahan yang terjadi dapat direncanakan terlebih dahulu atau tanpa rencana. 3) Multilinier theories of evolution Teori ini lebih menekankan pada penelitian-penelitian terhadap tahap-tahap pekembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. mengadakan penelitian perihal pengaruh perubahan sistem pencaharian dari sistem berburu ke pertanian. karena kecepatan perubahan dalam kebudayaan materil terus-menerus melaju. Hasilnya adalah ketegangan antara kebudayaan materil dan kebudayaan nonmateril. perubahan-perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat dan menyangkut dasardasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat (yaitu lembaga-lembaga kemasyarakat) dinamakan revolusi. Jadi kebudayaan nonmateril tidak mampu “mengejar”. sebenarnya bersifat relatif karena revolusi dapat . Teori ini mengemukakan bahwa kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi yang tertentu. Di dalam revolusi. Ukuran kecepatan suatu perubahan yang dinakan revolusi. Prinsip-prinsip teori ini diuraikan oleh Herbert Spencer yang antara lain mengatakan bahwa masyarakat merupakan hasil perkembangan dari kelompok homogen ke kelompok yang heterogen baik sifat maupun susunannya. dan kondisi-kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. bermula dari bentuk yang sederhana. Banyak masalah sosial zaman sekarang dapat ditelusuri pada kegagalan kebiasaan-kebiasaan sosial dan pola-pola institusional untuk mengikuti kemajuan tekonologi dalam kebudayaan materil. Unsur-unsur pokok revolusi adanya perubahan yang cepat dan perubahan tersebut mengenai dasar-dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat. Hasilnya adalah suatu ketegangan yang terus meningkat antara kebudayaan materil dan yang beradaptasi atau kebudayaan nonmateril. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial a.

berlangsung di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan masyarakat. Atau dengan kata lain. misalnya merupakan perubahan yang akan membawa pengaruh besar pada masyarakat. Sering kali terjadi perubahan yang dikehendaki bekerja sama dengan perubahan yang tidak dikehendaki dan kedua proses tersebut saling mempengaruhi.memakan waktu yang lama. c. Dengan demikian. . b. perubahan yang dikehendaki diterima oleh masyarakat dengan cara mengadakan perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada atau dengan cara membentuk yang baru. d. Apabila perubahan yang tidak dikehendaki tersebut berlangsung bersamaan dengan suatu perubahan yang dikehendaki. Agent of change memimpin masyarakat dalam mengubah sistem sosial. yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan. hubungan kekeluargaan. Perubahan ini akan membawa keberuntungan terhadap kehidupan masyarakat yang mengalami perubahan tersebut. Suatu perubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan selalu berada di bawah pengendalian serta pengawasan agent of change tersebut. hubungan antara buruh dengan majikan dan seterusnya. Sebagai pegangan dapatlah dikatakan bahwa perubahan-perubahan kecil merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. stratifikasi masyarakat dan seterusnya. seperti sistem kekeluargaan. Misalnya revolusi industri di Inggris. agent of change langsung tersangkut dalam tekanan-tekanan untuk mengadakan perubahan. sistem milik tanah. Pihak-pihak yang menghendaki perubahan dinamakan agent of change. tak akan membawa pengaruh apa-apa bagi masyarakat secara keseluruhan karena tidak mengakibatkan perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. Cara-cara mempengaruhi masyarakat dengan sistem yang teratur dan direncanakan terlebih dahulu dinamakan perencanaan sosial (social planning). Perubahan tersebut dianggap cepat karena mengubah sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat. Sebaliknya proses industrialisasi yang berlangsung pada masyarakat agraris. Perubahan Progres dan Perubahan Regres Perubahan progres yaitu perubahan yang membawa kemajuan bagi masyarakat. perubahan tersebut mungkin mempunyai pengaruh yang besarnya terhadap perubahan-perubahan yang dikehendaki. Pelbagai lembaga kemasyarakatan akan ikut terpengaruh misalnya hubungan kerja. Perubahan kecil dan perubahan besar Agak sulit untuk merumuskan masing-masing pengertian tersebut di atas karena batas-batas pembedaannya agak relatif. Perubahan yang dikehendaki atau direncanakan dan perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan Perubahan yang dikehendaki atau direncanakan merupakan perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. di mana perubahan-perubahan terjadi dari tahap produksi tanpa mesin menuju ke tahap produksi menggunakan mesin. keadaan tersebut tidak mungkin diubah tanpa mendapat halangan-halangan dari masyarakat itu sendiri. Perubahan mode pakaian misalnya. Dalam melaksanakannya. Bahkan mungkin menyiapkan pula perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya. Perubahan sosial yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan merupakan perubahanperubahan yang terjadi tanpa dikehendaki.

misalnya dalam bidang pembagian kerja dan stratifikasi sosial. Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru. Discovery baru menjadi invention kalau masyarakat sudah mengakui. baik berupa alat. perubahan dalam sistem komunikasi di desa akan mengakibatkan berkurangnya intensitas hubungan masyarakat. Itulah saatnya mobil menjadi suatu discovery. komunikasi. jalannya unsur kebudayaan baru yang tersebar ke lain-lain bagian masyarakat. Faktor Internal a. dipelajari dan akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan. Sebetulnya sistem motor gas tersebut juga merupakan suatu hasil dari rangkaian ide yang telah dikembangkan sebelum Marcus. Proses tersebut meliputi suatu penemuan baru. menerima serta menerapkan penemuan baru itu. Perubahan sosial dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat itu sendri (internal) atau faktorfaktor yang berasl dari luar masyarakat (eksternal). pada prinsipnya berasal dari sifat dasar manusia yang tidak pernah puas dan mudah bosan dengan keadaan yang dialaminya. barulah sebuah mobil dapat mencapai suatu bentuk sehingga . Marcus (1857) yang membuat motor gas yang pertama. 1. hiburan. maka banyak terjadi perubahan-perubahan dalam masyarakat baik dalam bidang transportasi. Sering kali proses dari discovery sampai ke invention membutuhkan suatu rangkaian penciptaan. terutama lembaga-lembaga kemasyarakatannya. Misalnya. yang mempengaruhi lembagalembaga kemasyarakatan. bagi hasil dan seterusnya yang sebelumnya tidak dikenal.Misalnya dengan adanya listrik masuk desa. Penemuan-penemuan baru sebagai sebab terjadinya perubahan-perubahan dapat dibedakan menjadi discovery dan invention. misalnya. Penemuan mobil. dan cara-cara unsur kebudayaan baru tadi diterima. ataupun yang berupa gagasan yang diciptakan oleh seorang individu atau serangkaian ciptaan para individu. Sungguhpun demikian. gadai tanah. 30 tahun kemudian sesudah suatu rangkaian sumbangan dari sekian banyak pencipta lain yang menambah perbaikan mobil tersebut. B. Faktor Penyebab Perubahan Sosial Terjadinya perubahan dalam masyarakat. tetapi yang terjadi dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama disebut dengan inovasi atau innovation. Berkurangnya penduduk mungkin disebabkan berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dari daerah ke daerah lain (misalnya transmigrasi). b. Marcuslah yang telah membulatkan penemuan tesebut. sewa tanah. Bertambah atau berkurangnya penduduk Pertambahan penduduk yang sangat cepat di pulau Jawa menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat. yaitu perubahan yang membawa pengaruh kurang menguntungkan bagi masyarakat sehubngan dengan bidang-bidang tertentu. dan sebagainya. dan yang untuk pertama kali menghubungkan motor gas dengan sebuah kereta sehingga dapat berjalan tanpa ditarik seekor kuda. Jadi. dimulai dari usaha seorang Austria. Perpindahan penduduk mengakibatkan kekosongan. Misalnya orang lantas mengenal hak milik individu atas tanah. Penemuan-penemuan baru Suatu proses sosial dan kebudayaan yang besar. yaitu S. kemajuan ekonomi. Perubahan regres.

dapat dipakai sebagai alat pengangkutan oleh manusia dengan cukup praktis dan aman. agama. Segala kegiatan didasarkan pada kepentingan masyarakat. Tidak jarang timbul pertentangan antara kepentingan individu dengan kepentingan kelompoknya. kendaraan mobil menjadi suatu invention. yang kemudian kian memperdalam perbedaan antara negara-negara besar dengan negara-negara kecil. antara lain sebagai berikut. mobil masih belum dikenal oleh seluruh masyarakat. Kemungkinan lain adalah perubahan-perubahan yang menjalar dari satu lembaga kemasyarakatan ke lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya. seperti yang terlihat ada gambar berikut ini. Faktor Eksternal Suatu perubahan sosial dan kebudayaan dapat pula bersumber pada sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat itu sendiri. Terjadinya pemberontakan atau revolusi Revolusi yang meletus pada Oktober 1917 di Rusia telah menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar Negara Rusia yang mula-mula mempunyai bentuk kerajaan absolut berubah menjadi diktator proletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. proses inovasi belum selesai. a. Beberapa jenis penemuan baru dapat pula mengakibatkan satu jenis perubahan sebagai berikut. Pertentangan-pertentangan mungkin terjadi antara individu-individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok. Misalnya penemuan mobil. Pertama-tama. Selain itu biaya produksi mobil demikian tingginya sehingga hanya suatu golongan kecil saja yang dapat membelinya. Misalnya penemuan radio menyebabkan perubahan-perubahan dalam lembaga kemasyarakatan seperti pendidikan. telepon dan sebagainya menyebabkan tumbuhnya lebih banyak pusat kehidupan di daerah pinggiran kota yang dinamakan suburb. d. mengalami perubahan-perubahan yang mendasar. Terjadinya gempa . Dengan tercapainya bentuk tersebut. Penemuan baru kapal terbang membawa pengaruh pada metode peperangan. Umumnya masyarakat tradisional di Indonesia bersifat kolektif. Segenap lembaga kemasyarakatan. Bentuk mobil semacam itu yang mendapat paten di Amerika Serikat 1911 dapat disebut sebagai permulaan dari kendaraan mobil yang pada masa sekarang menjadi salah satu alat yang amat penting dalam kehidupan masyarakat manusia. Penemuan-penemuan baru dalam kebudayaan jasmaniah atau kebendaan menunjukkan adanya berbagai macam pengaruh pada masyarakat. tetapi ia sering kali meluas ke bidang-bidang yang lainnya. 2. Lingkungan fisik Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada di sekitar manusia. pengaruh suatu penemuan baru tidak hanya terbatas pada satu bidang tertentu saja. Sungguhpun kira-kira sesudah 1911 produksi mobil dimulai. mulai dari bentuk negara sampai keluarga batih. pemerintahan. c. kereta api. Seluruh proses tersebut merupakan rangkaian proses inovasi dari sebuah mobil. Penyebaran alat pengangkutan tersebut masih harus disebarluaskan kepada khalayak ramai. Pertentangan (conflict) masyarakat Pertentangan masyarakat mungkin pula menjadi sebab terjadinya perubahan sosial dan kebudayaan. rekreasi dan seterusnya. Satu persoalan lain yang juga harus dihadapi adalah apakah masyarakat sudah siap menerimanya karena misalnya diperlukan pembuatan jalan-jalan raya yang baru. Pada saat menjadi invention.

1. terutama dalam membuka pikirannya serta menerima hal-hal baru dan juga bagaimana cara berpikir secara ilmiah. banjir dan lain-lain mungkin menyebabkan masyarakat-masyarakat yang mendiami daerah-daerah tersebut terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial tediri dari faktor-faktor yang mendorong dan faktor yang menghambat terjadinya perubahan sosial. topan. C. rusaknya berbagai sarana dan prasarana kebutuhan hidup sehari. masing-masing masyarakat mempengaruhi masyarakat lainnya. c. serta tergoncangnya mental penduduk sehingga merasa frustrasi dan tidak berdaya. Pendidikan memberikan nilainilai tertentu bagi manusia. yaitu dari masyarakat pengguna alat-alat komunikasi tersebut. Kontak dengan kebudayaan lain Salah satu proses yang menyangkut hal ini adalah diffusion. Di dalam pertemuan dua kebudayaan tidak selalu akan terjadi proses saling mempengaruhi. Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju Apabila sikap tersebut melembaga dalam masyarakat. itu mungkin terjadi karena kebudayaan dari masyarakat lain melancarkan pengaruhnya. yaitu peniruan terhadap unsur-unsur kebudayaan lain. Namun. Peperangan Peperangan selalu berdampak pada tingginya angka kematian. apabila salah satu dari dua kebudayaan yang bertemu mempunyai taraf teknologi yang lebih tinggi. manusia mampu menghimpun penemuan-penemuan baru yang telah dihasilkan. Sistem pendidikan formal yang maju Pendidikan memberikan aneka macam kemampuan kepada individu. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang (deviation). Ada dua tipe difusi. Apabila pengaruh dari masyarakat tersebut diterima tidak karena paksaan. hari. Keadaan semacam itu dinamakan cultural animosity. dan dari satu masyarakat ke masyarakat lain. yang bukan merupakan delik . masyarakat merupakan pendorong bagi usaha-usaha penemuan baru. Namun apabila hubungan tersebut berjalan melalui alat-alat komunikasi massa. terjadinya kekacauan ekonomi dan sosial. c. tetapi juga menerima pengaruh dari masyarakat yang lain itu. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Perubahan Sosial Perubahan sosial dan kebudayaan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Artinya. Dengan proses tersebut. pihak lain hanya menerima pengaruh tanpa mempunyai kesempatan memberikan pengaruh balik. b. ada kemungkinan pengaruh itu hanya datang dari satu pihak saja. Sementara itu. Kadangkala pertemuan dua kebudayaan yang seimbang akan saling menolak. Faktor-faktor yang mendorong jalannya proses perubahan a. Hubungan yang dilakukan secara fisik antara dua masyarakat mempunyai kecenderungan untuk menimbulkan pengaruh timbal balik. hasilnya dinamakan demonstration effect. maka yang terjadi adalah proses imitasi. b. yaitu pertama difusi intramasyarakat dan kedua difusi antarmasyarakat. Pengaruh kebudayaan lain Apabila sebab-sebab perubahan bersumber pada masyarakat lain. Difusi adalah proses penyebaran unsurunsur kebudayaan dari individu kepada individu lain.bumi.

Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis h. Prasangka terhadap hal-hal baru atau asing atau sikap yang tertutup g. 2. Penduduk yang heterogen. keadaan tersebut dinamakan penyesuaian (adjusment). Setiap kali terjadi gangguan terhadap keadaan keserasian. Umumnya saluran-saluran tersebut adalah lembagalembaga kemasyarakatan dalam bidang pemerintahan. Keadaan tersebut berarti bahwa ketegangan-ketegangan serta kekecewaan di antara para warga tidak mempunyai saluran pemecahan. agama dan seterusnya. Faktor-faktor yang menghalangi terjadinya perubahan Adapun faktor-faktor yang menghambat tejadinya perubahan sosial dalam suatu masyarakat adalah sebagai berikut. 2. Sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal yang luas atau berarti memberi kesempatan kepada para individu untuk maju atas dasar kemampuan sendiri. f. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu. Nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya. h. Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan f. masyarakat dapat menolaknya atau mengubah susunan lembaga-lembaga kemasyarakatannya dengan maksud menerima unsur yang baru. Itu berarti adanya gangguan yang kontinu terhadap keserasian masyarakat. . Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat c. pendidikan. maka dinamakan ketidakpenyesuaian sosial (maladjustment). Apabila ketidakserasian dapat dipulihkan kembali setelah terjadi suatu perubahan. Adat atau kebiasaan i. a.d. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain b. Bila sebaliknya yang terjadi. Lembaga kemasyarakat yang menjadi titik tolak perubahan tergantung pada cultural focus masyarakat pada suatu masa tertentu. Proses-Proses Perubahan Sosial Dan Kebudayaan: 1. Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat atau vested interest e. Orientasi ke masa depan. Adakala unsur-unsur baru dan lama yang bertentangan secara bersamaan mempengaruhi normanorma dan nilai-nilai yang kemudian berpengaruh pula pada warga masyarakat. Nilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak mungkin dapat diperbaiki D. e. Saluran-saluran perubahan sosial dan kebudayaan Saluran-saluran perubahan sosial dan kebudayaan (channel of change) merupakan saluran-saluran yang dilalui oleh suatu proses perubahan. Sikap masyarakat yang sangat tradisional d. g. Keserasian masyarakat dimaksudkan sebagai suatu keadaan di mana lembaga-lembaga kemasyarakatan yang pokok benar-benar berfungsi dan saling mengisi. Penyesuaian masyarakat terhadap perubahan Keserasian atau harmoni dalam masyarakat (social equilibrium) merupakan keadaan yang diidamidamkan setiap masyarakat. Sistem pelapisan sosial yang terbuka. ekonomi.

kemungkinan suksesnya proses pelembagaan menjadi kecil atau bahkan hilang sama sekali. tak dapat diubah-ubah dengan drastis . Pada masyarakat-masyarakat tradisional. Itu berarti bahwa sedang ada usaha untuk mengubah struktur masyarakat seluruhnya. Struktur dianggap sesuatu yang suci. aktivitas seseorang sepenuhnya berada di bawah kepentingan masyarakatnya. Khusus tentang disorganisasi dan reorganisasi. Gambaran mengenai disorganisasi dan reorganisasi dalam masyarakat pernah digambarkan oleh William I Thomas dan Florian Znaniecki dalam karya klasiknya The Polish Peasant in Europe and America. Semakin besar kemampuan tenaga manusia. 3. Akan tetapi. Watak atau jiwa seseorang paling tidak merupakan pencerminan kebudayaan masyarakat. jalannya proses pelembagaan menjadi lancar. alat-alat yang dipakai dan sistem penanaman sesuai dengan kebudayaan masyarakat makin besar pula hasil yang dapat dicapai oleh usaha penanaman lembaga baru itu. e. b.Lembaga kemasyarakatan yang pada suatu waktu mendapat penilaian tertinggi dari masyarakat cenderung menjadi saluran utama perubahan sosial dan kebudayaan. mereka membentangkan pengaruh dari suatu masyarakat yang tradisional dan masyarakat yang modern terhadap jiwa para anggotanya. sedangkan kekuatan menentang masyarakat besar. Dengan demikian. Efektifitas menanam merupakan hasil positif penggunaan tenaga manusia. Sementara itu. f. Adapun gejala-gejala yang menyebabkan disintegrasi sosial adalah sebagai berikut: a. setiap usaha untuk menanam sesuatu unsur yang baru pasti akan mengalami reaksi dari beberapa golongan masyarakat yang merasa dirugikan. Sebaliknya apabila efektivitas menanam besar dan kekuatan menentang masyarakat kecil. reorganisasi atau reintegrasi adalah suatu proses pembentukan norma-norma dan nilai-nilai baru agar serasi dengan lembaga kemasyarakatan yang telah mengalami perubahan. Interaksi sosial yang terjadi ditandai dengan proses sosial yang disosiatif. jelaslah bahwa apabila efektivitas menanam kecil. organisasi dan metode di dalam menanamkan lembaga baru. Tidak ada sanksi yang tepat bagi pelanggar norma. Segala sesuatu didasarkan pada tradisi dan setiap usaha untuk mengubah satu unsur saja. Kekuatan menentang masyarakat. Tidak adanya persepsi atau persamaan pandangan di antara anggota masyarakat yang semula dijadikan pedoman oleh anggota masyarakat. itu mempunyai pengaruh negatif terhadap kemungkinan berhasilnya proses pelembagaan. Norma-norma masyarakat tidak berfungsi dengan baik. Ada pertentangan norma-norma dalam masyarakat. c. Tahap reorganisasi dilaksanakan apabila norma-norma dan nilai-nilai yang baru telah melembaga dalam diri warga masyarakat. Tindakan-tindakan dalam masyarakat sudah tidak lagi sesuai dengan norma-norma masyarakat. Berhasil atau tidaknya proses pelembagaan tersebut dalam masyarakat mengikuti formula sebagai berikut. Disorganisasi (disintegrasi) dan reorganisasi (reintegrasi) Disorganisasi atau disintegrasi dapat dirumuskan sebagai suatu proses pudarnya norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat karena perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. d. alat.

mereka merupakan bagian dari masyarakat yang tradisional dan di Amerika mereka berhadapan dengan masyarakat modern yang mempunyai pola kehidupan yang berbeda. ia dapat menyangkut ―struktur sosial‖ atau ―pola nilai dan norma‖ serta ―pran‖. Latar Belakang Manusia adalah makhluk individu yang tidak dapat melepaskan diri dari hubungan dengan manusia lain. Perubahan dari suatu masyarakat tradisional menjadi masyarakat yang modern akan mengakibatkan pula perubahan dalam jiwa setiap anggota masyarakat. Timbullah disorganisasi. tetapi di Amerika kekuasaan tadi menjadi pudar dan melemah. Orang tua di Eropa mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap anak-anaknya. Namun bukan berarti semua himpunan manusia dapat dikatakan kelompok sosial. http://infosos.wordpress. Thomas dan Znaniecki menggambarkan betapa para petani Polandia yang pindah dari Eropa ke Amerika mengalami disorganisasi karena di tempat asalnya. Sebagai akibat dari hubungan yang terjadi di antara individu-individu (manusia) kemudian lahirlah kelompok-kelompok sosial (social group) yang dilandasi oleh kesamaan-kesamaan kepentingan bersama. istilah yang lebih lengkap mestinya adalah ―perubahan sosialkebudayaan‖ karena memang antara manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat dipisahkan dengan kebudayaan itu sendiri. organisasi atau komunitas. adalah dengan membuat rekapitulasi dari semua perubahan yang terjadi di dalam . Dan dalam reorganisasi. Dengan demikina. misalnya dalam keluarga batih.dan berjalan lambat sekali. Dalam kelompok social yang telah tersusun susunan masyarakatnya akan terjadinya sebuah perubahan dalam susunan tersebut merupakan sebuah keniscayaan. timbullah normanorma baru yang mengatur hubungan antara orang tua dengan anak-anak. Perubahan sosial adalah perubahan dalam hubungan interaksi antar orang. Cara yang paling sederhana untuk mengerti perubahan sosial (masyarakat) dan kebudayaan itu. Untuk dikatakan kelompok sosial terdapat persyaratanpersyaratan tertentu.com/kelas-xii-ips/perubahan-sosial/ DEFINISI PERUBAHAN SOSIAL DAN TIPE-TIPE PERUBAHAN SOSIAL 193 Votes PENDAHULUAN I. Karena perubahan merupakan hal yang mutlak terjadi dimanapun tempatnya.

Konsekuensi. Definisi Perubahan Sosial Perubahan sosial adalah proses di mana terjadi perubahan struktur dan fungsi suatu sistem sosial. bahkan jika ingin mendapatkan gambaran yang lebih jelas lagi mengenai perubahan mayarakat dan kebudayaan itu. yakni proses di mana ide-ide baru itu dikomunikasikan ke dalam sistem sosial. yakni proses di mana ide-ide baru diciptakan dan dikembangkan Difusi. TINJAUAN PUSTAKA I. II. yang jelas adalah bahwa perubahan itu bergerak meninggalkan faktor yang diubah. Perubahan terjadi jika penggunaan atau penolakan ide baru itu mempunyai akibat. akan tetapi boleh pula bergerak kepada suatu bentuk yang sudah ada di dalam waktu yang lampau.masyarakat itu sendiri. Perumusan Masalah Beberapa rumusan masalah yang dapat dikaji dari uraian-uraian di atas antara lain: Apa definisi dari perubahan sosial dalam masyarakat dan bagaimana pendapat para ahli tentang perubahan sosial? Sebutkan tipe-tipe dari perubahan sosial? III. Kenyataan mengenai perubahan-perubahan dalam masyarakat dapat dianalisa dari berbagai segi diantaranya: ke ―arah‖ mana perubahan dalam masyarakat itu ―bergerak‖ (direction of change)‖. . maka suatu hal yang paling baik dilakukan adalah mencoba mengungkap semua kejadian yang sedang berlangsung di tengah-tengah masyarakat itu sendiri. Tujuan Makalah ini bertujuan untuk: Untuk mengetahui macam-macam definisi dari perubahan sosial dari masyarakat. Dengan demikian dapat diartikan bahwa perubahan social dalam suatu kajian untuk melihat dan mempelajari tingkah laku masyarakat dalam kaitannya dengan perubahan. Proses perubahan sosial biasa tediri dari tiga tahap: Invensi. yakni perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem sosial sebagai akibat pengadopsian atau penolakan inovasi. Untuk mengetahui tipe-tipe deri perubahan sosial dari masyarakat. Akan tetapi setelah meninggalkan faktor itu mungkin perubahan itu bergerak kepada sesuatu bentuk yang baru sama sekali. Kebanyakan definisi membicarakan perubahan dalam arti yang sangat luas. Perubahan tersebut terjadi sebagai akibat masuknya ide-ide pembaruan yang diadopsi oleh para anggota sistem sosial yang bersangkutan. Wilbert Moore misalnya. mendefinisikan perubahan sosial sebagai ―perubahan penting dari stuktur sosial‖ dan yang dimaksud dengan struktur sosial adalah ―pola-pola perilaku dan interaksi sosial‖.

Perubahan sosial merupakan sebuah keputusan bersama yang diambil oleh anggota masyarakat. baik memperkuat driving forcesmaupun memperlemah resistences. (2) Changing. bahwa.Dalam menghadapi perubahan sosial budaya tentu masalah utama yang perlu diselesaikan ialah pembatasan pengertian atau definisi perubahan sosial (dan Wilbert E. massa/demonstran bisa dibawa dan ditingkatkan ke aksi politik. Tindakan sosial dapat dipisahkan menjadi empat macam tindakan menurut motifnya: (1) tindakan untuk mencapai satu tujuan tertentu. serta (4) tindakan yang didasarkan pada adat kebiasaan (tradisi). membawa kembali kelompok kepada keseimbangan yang baru (a new dynamic equilibrium). Aksi sosial adalah aksi yang ringan syarat-syarat yang diperlukannya dibandingkan dengan aksi politik. Order and Change. perubahan kebudayaan) itu sendiri. seperti aksi menuntut kenaikan upah atau gaji. Anonim dalam Media Intelektual (2008) mengungkapkan bahwa. dan lain-lain. atau organisasi. Sifat struktural seperti . New York. Ahli-ahli sosiologi dan antropologi telah banyak membicarakannya. karena ia dianggap sebagai orang pertama dalam ilmu sosial yang secara khusus melakukan studi tentang perubahan secara ilmiah. Menurut Max Weber dalam Berger (2004). aksi sosial adalah aksi yang langsung menyangkut kepentingan sosial dan langsung datangnya dari masyarakat atau suatu organisasi. mengukur kekuatan aksi dan kekuatan lawan serta untuk meningkatkan menjadi aksi politik. merupakan suatu proses penyadaran tentang perlunya. (3) tindakan emosional. individu. Perubahan sosial dalam masyarakat bukan merupakan sebuah hasil atau produk tetapi merupakan sebuah proses. Maore. Essay in Comparative Sosiology. Langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengelola perubahan. (2) tindakan berdasar atas adanya satu nilai tertentu. Menurutnya. Konsepnya dikenal dengan model force-field yang diklasifikasi sebagai model power-based karena menekankan kekuatan-kekuatan penekanan. Dari aksi sosial. Keberanian itu dapat digunakan untuk: mengembangkan kekuatan aksi. Ia berkesimpulan bahwa kekuatan tekanan (driving forces) akan berhadapan dengan penolakan (resistences) untuk berubah. Aksi sosial sangat penting bagi permulaan dan persiapan aksi politik. John Wiley & Sons. Kurt Lewin dikenal sebagai bapak manajemen perubahan. aksi sosial merupakan bagian dari pekerjaan sosial yang memiliki komitmen untuk menjadi agen atau sumber bagi mereka yang berjuang menghadapi beragam masalah untuk memerlukan berbagai kebutuhan hidup. dan (3) Refreesing. Aksi sosial adalah alat untuk mendidik dan melatih keberanian rakyat. merupakan langkah tindakan. perubahan terjadi karena munculnya tekanan-tekanan terhadap kelompok. atau adanya kebutuhan untuk berubah. Pada dasarnya perilaku manusia lebih banyak dapat dipahami dengan melihat struktur tempat perilaku tersebut terjadi daripada melihat kepribadian individu yang melakukannya. menuntut perbaikan gizi dan kesehatan. tindakan sosial atau aksi sosial (social action) tidak bisa dipisahkan dari proses berpikir rasional dan tujuan yang akan dicapai oleh pelaku. 1967 : 3. Konsep dinamika kelompok menjadi sebuah bahasan yang menarik untuk memahami perubahan sosial. Selanjutnya Netting. yaitu: (1) Unfreezing. maka aksi sosial lebih mudah digerakkan daripada aksi politik. Ketther dan McMurtry (2004) berpendapat bahwa. menguji barisan aksi. Perubahan dapat terjadi dengan memperkuatdriving forces dan melemahkan resistences to change.

maka pemahaman tentang tingkat-tingkat perubahan dan siklus perubahan akan dapat berguna. Perubahan sosial menurut pandangan mereka berjalan lambat namun menuju suatu bentuk ―kesempurnaan‖ masyarakat. Ada empat tingkat perubahan yang perlu diketahui yaitu pengetahuan. yang memang telah berkembang dengan pesatnya. suatu organisme akan bertambah sempurna apabila bertambah kompleks dan terjadi diferensiasi antar organ-organnya. Peletak dasar pemikiran perubahan sosial sebagai suatu bentuk ―evolusi‖ antara lain Herbert Spencer dan August Comte. Atkinson (1987) dan Brooten (1978). atau organisasi. Peran agen perubahan menjadi sangat penting dalam memberikan kekuatandriving force. individu. formalisasi dan stratifikasi jauh lebih erat hubungannya dengan perubahan dibandingkan kombinasi kepribadian tertentu di dalam organisasi. Terdapat lima tahap perubahan yang disampaikan olehnya. Walaupun menyampaikan lima tahapan Tahap-tahap perubahan adalah sebagai berikut: (1) tahap inisiasi keinginan untuk berubah. Perkembangan masyarakat pada dasarnya berarti pertambahan diferensiasi dan integrasi. perkembangan masyarakat seringkali dianalogikan seperti halnya proses evolusi. (2) penyusunan perubahan pola relasi yang ada. Perubahan dapat terjadi dengan memperkuat driving forces dan melemahkan resistences to change. perilaku. (4) perumusan dan stabilisasi perubahan. Etzioni (1973) mengungkapkan bahwa. . Spencer berusaha meyakinkan bahwa masyarakat tanpa diferensiasi pada tahap pra industri secara intern justru tidak stabil yang disebabkan oleh pertentangan di antara mereka sendiri. terhapusnya batas-batas negara dan terwujudnya masyarakat global. Ia berkesimpulan bahwa kekuatan tekanan (driving forces) akan berhadapan dengan penolakan (resistences) untuk berubah. Setelah suatu masalah dianalisa. tiga tahap merupakan ide dasar dari Lewin. differensiasi dan integrasi. berkurangnya kekuasaan pemerintah. Konsep pokok yang disampaikan oleh Lippit diturunkan dari Lewin tentang perubahan sosial dalam mekanisme interaksional. Kesempurnaan organisme dicirikan oleh kompleksitas. menyatakan definisi perubahan merupakan kegiatan atau proses yang membuat sesuatu atau seseorang berbeda dengan keadaan sebelumnya dan merupakan proses yang menyebabkan perubahan pola perilaku individu atau institusi. sikap. (3) melaksanakan perubahan. Menurut Spencer. tentang kekuatannya. Pemikiran ini sangat dipengaruhi oleh hasil-hasil penemuan ilmu biologi. pembagian kerja dan perubahan dari keadaan homogen menjadi heterogen. Masyarakat industri ditandai dengan meningkatnya perlindungan atas hak individu. Keduanya memiliki pandangan tentang perubahan yang terjadi pada suatu masyarakat dalam bentuk perkembangan yang linear menuju ke arah yang positif. dan perilaku kelompok.sentralisasi. Perubahan terjadi karena munculnya tekanantekanan terhadap kelompok. Lippit (1958) mencoba mengembangkan teori yang disampaikan oleh Lewin dan menjabarkannya dalam tahap-tahap yang harus dilalui dalam perubahan berencana. individual. Pada masyarakat industri yang telah terdiferensiasi dengan mantap akan terjadi suatu stabilitas menuju kehidupan yang damai. dan (5) pencapaian kondisi akhir yang dicita-citakan. berakhirnya peperangan antar negara. suatu proses perubahan yang berlangsung sangat lambat.

Sebagaimana Spencer yang menggunakan analogi perkembangan mahkluk hidup. 1990). Bahasan utamanya mengenai struktur sosial yang ada di masyarakat yang melandasi dan menunjang kestabilan masyarakat. Penekannya adalah pada pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. memandang bahwa masyarakat harus menjalani berbagai tahap evolusi yang pada masing-masing tahap tersebut dihubungkan dengan pola pemikiran tertentu. perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya. ekonomis dan kebudayaan. Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas dibandingkan perubahan sosial. Sedangkan dinamika struktural merupakan hal-hal yang berubah dari satu waktu ke waktu yang lain. Ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun immaterial. berusaha memberikan suatu pengertian tentang perubahan sosial. ilmu pengetahuan. yang meliputi kesenian. 1974). Membahas tentang perubahan sosial. yang mempengaruhi sistem sosialnya. Kornblum (1988). biologis. karena perubahan sosial merupakan bentuk intervensi sosial yang memberi pengaruh kepada klien atau sistem klien yang tidak terlepas dari upaya melakukan perubahan berencana. (Jakarta : Yayasan Penerbit Universitas Indonesia. yang Soerjono Soekanto. Namun demikian dalam prakteknya di lapangan kedua jenis perubahan perubahan tersebut sangat sulit untuk dipisahkan (Soekanto. teknologi. Pemikiran Comte yang dikenal dengan aliran positivisme. pemikiran Comte sangat dipengaruhi oleh pemikiran ilmu alam. hal. Akhirnya dikutip definisi Selo Soemardjan yang akan dijadikan pegangan dalam pembicaraan selanjutnya. Tekanan pada definisi tersebut adalah pada lembaga masyarakat sebagai himpunan kelompok manusia dimana perubahan mempengaruhi struktur masyarakat lainnya (Soekanto. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian. Moore (2000). Sosiologi Suatu Penantar. Comte membaginya dalam dua konsep yaitu social statics (bangunan struktural) dan social dynamics (dinamika struktural). filsafat dan lainnya. 1990). Bangunan struktural merupakan struktur yang berlaku pada suatu masa tertentu. masyarakat akan menjadi semakin kompleks.Seperti halnya Spencer. Aksi sosial dapat berpengaruh terhadap perubahan sosial masyarakat. . Selanjutnya Comte menjelaskan bahwa setiap kemunculan tahap baru akan diawali dengan pertentangan antara pemikiran tradisional dan pemikiran yang berdifat progresif. Akan tetapi perubahan tersebut tidak mempengaruhi organisasi sosial masyarakatnya. Perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat seperti misalnya perubahan dalam unsur geografis. Perubahan sosial diartikan sebagai perubahanperubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. ―Perubahan –perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat. terdeferiansi dan terspesialisasi. Definisi lain dari perubahan sosial adalah segala perubahan yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat. Perubahan pada bangunan struktural maupun dinamika struktural merupakan bagian yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. Comte menyatakan bahwa dengan adanya pembagian kerja. Pemberian pengaruh sebagai bentuk intervensi berupaya menciptakan suatu kondisi atau perkembangan yang ditujukan kepada seorang klien atau sistem agar termotivasi untuk bersedia berpartisipasi dalam usaha perubahan sosial.

budaya (segala bentuk dan ragam seni. cabang-cabang seni dan para senimannya. yang mempengaruhi sistem sosialnya. ataupun tingkah laku anak muda. Perubahan peradaban Perubahan adalah keniscayaan. 1990). Selanjutnya. termasuka didalamnya nilai-nilai. Lembaga social ialah unsur yang mengatur pergaulan hidup untuk mencapai tata tertib melalui norma. biologis. alat transportasi. Definisi lain dari perubahan sosial adalah segala perubahan yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat. alat angkut. A. Definisi ini menekankan perubahan lembaga sosial. perubahan. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian. tingkat peradaban manusia terekspresikan dalam tiga indikator utama yaitu bahasa. Tipe-Tipe Perubahan Dalam pandangan awan setiap perubahan yang terjadi pada masyarakat disebut dengan perubahan sosial. Keharusan sejarah. dan perubahan ke arah yang lebih baik tentunya merupakan hasrat dari setiap individu maupun organisasi. metalurgi. budaya dan perubahan sosial. surplus produksi.217 mempengaruhi sistem sosialnya. Apakah perubahan itu mengenai pakaian. sikap-sikap dan pola-pola per-kelakukan diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat‖. pertambahan penduduk. Namun demikian dalam prakteknya di lapangan kedua jenis perubahan perubahan tersebut sangat sulit untuk dipisahkan (Soekanto. V. Pada beberapa pemikir terdapat tiga tipe perubahan yaitu: perubahan peradaban. standar pengukuran panjang dan berat. ilmu hitung. ekonomis dan kebudayaan. yang meliputi kesenian. Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya. Bila kita amati secara lebih mendasar lagi. kita semua terus menerus berhadapan dengan sejarah perkembangan peradaban bangsa yang bergerak ke depan dan tak pernah balik. Perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat seperti misalnya perubahan dalam unsur geografis. berpendapat bahwa segenap usaha untuk mengemukakan suatu kecenderungan yang tertentu dan tetap dalam perubahan sosial tidak akan berhasil baik. beserta suku-sukunya dalam perwilayahan geografisnya masing-masing. Akan tetapi perubahan tersebut tidak mempengaruhi organisasi sosial masyarakatnya. Gordon Childe seorang arkeolog. Tekanan pada definisi tersebut adalah pada lembaga masyarakat sebagai himpunan kelompok manusia dimana perubahan mempengaruhi struktur masyarakat lainnya (Soekanto. Akan tetapi dalam memaknai perubahan peradaban kita harus berpedoman bahwa tidak semua yang kontemporer itu baik dan sebaliknya tidak semua yang lama itu usang dan . perdagangan jarak jauh. system pertukaran atau barter dan penggunaan bajak atau alat bercocok tanam lainnya. Sorokin (1957). filsafat dan lainnya. 1990). bangunan arsitektur monumental. Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas dibandingkan perubahan sosial. yang berarti transformasi dalam penguasaan tulis-menulis. II. ilmu pengetahuan dan teknologi) dan agama. mendefinisikan peradaban sebagai suatu transformasi elemen-elemen budaya manusia. yang selanjutnya mempengaruhi segi-segi lain struktur masyarakat. teknologi. ketiganya menjadi ciri suatu ras atau bangsa tertentu. ilmu pengetahuan.

dan sebagainya. yang didasarkan atas nilainilai kehidupan yang benar. jenis-jenis bibit unggul yang ditemukan. Contoh : þ Masuknya mekanisme pertanian mengakibatkan hilangnya beberapa jenis teknik pertanian tradisional seperti teknik menumbuk padi dilesung diganti oleh teknik ―Huller‖ di pabrik penggilingan padi. how to lead the change (bagaimana memimpin perubahan). pengetahuan. Melalui fungsi pendidikan dalam mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Perubahan peradaban biasanya dikaitkan dengan perubahn-perubahan elemen atau aspek yang lebih bersifat fisik. seperti transportasi. Kehidupan yang cerdas inilah yang patut menjadi dasar sebuah peradaban yang kokoh dan sehat. B Perubahan kebudayaan Pengertian perubahan kebudayaan adalah suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan. dan menjaga hal yang baik dari budayanya. kita dapat berharap wujudnya yaitu dengan mencerdaskan kehidupan bangsa. Meskipun begitu perlu disadari bahwa sesuatu perubahan di masyarakat selamanya memiliki mata rantai diantaranya elemen yang satu dan eleman yang lain dipengaruhi oleh elemen yang lainnya. Peranan buruh tani sebagai penumbuk padi jadi kehilangan pekerjaan. dan bukan hanya how to follow the change (bagaimana ikut dalam perubahan). Semua terjadi karena adanya salah satu atau beberapa unsur budaya yang tidak berfungsi lagi. Perubahan budaya berhubungan dengan perubahan yang bersifat rohani seperti keyakinan. Dalam kacamata budaya. Sedangkan perubahan sosial terbatas pada aspek-aspek hubuingan sosial dan keseimbangannya. kesengajaan. Pendidikan adalah syarat mutlak berkembangya peradaban. persenjataan. menjadi amat sangat menentukan. dan komitmen. bangsa yang besar belajar untuk mengganti apa yang buruk dari budayanya. . maka akan lahirlah generasi yang mampu melaksanakan prinsip how to change the world (bagaimana mengubah dunia) bukan hanya how to see the world (bagaimana melihat dunia). sehingga menimbulkan gangguan keseimbangan didalam masyarakat. Di sinilah peran pendidikan. Selanjutnya melalui pendidikanlah. ilmu pengetahuan. Perubahan peradaban yang dimaksud pada alinea sebelumnya. output pendidikan harus diarahkan menjadi agen perubahan (agent of change). kebersamaan. apresiasi seni. Oleh karena itu. Dan juga.tidak relevan dengan kehidupan saat ini. dan sebagainya. Perubahan kebudayaan akan berjalan terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakatnya. Tanpa pendidikan yang memadai. nilai. ritual. teknologi dan filsafat bahkan perubahan dalam bentuk juga aturan-aturan organisasi social. tidak aka nada SDM yang mampu membawa perubahan peradaban ke arah yang lebih baik. di dalam rangka merekat keutuhan dan kesatuan bangsa. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian yaitu : kesenian. prosesnya harus didesain dengan kesadaran.

v Ada juga faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kebudayaan : 1. Konflik social Konflik social dapat mempengaruhi terjadinya perubahan kebudayaan dalam suatu masyarakat. terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi ( kebudayaan material). terutama generasi muda. untuk mengatasinya pemerintah mengikutsertakan penduduk setempat dalam program pembangunan bersama-sama para transmigran. longsor. Bencana alam Bencana alam yang menimpa masyarakat dapat mempngaruhi perubahan c/o. c/o: bidang perekonomian. Faktor intern Perubahan Demografis Perubahan demografis disuatu daerah biasanya cenderung terus bertambah. akan mengakibatkan terjadinya perubahan diberbagai sektor kehidupan. Perubahan demikian dapat mengubah kebudayaan hal ini disebabkan karena kebudayaan mempunyai daya adaptasi dengan lingkungan setempat. Mendorong perubahan kebudayaan þ Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah. letusan gunung berapi masyarkat akan dievakuasi dan dipindahkan ketempat yang baru. þ Adanya faktor adaptasi dengan lingkungan alam yang mudah berubah. rusaknya hutan karena erosi atau perubahan iklim sehingga membentuk tegalan. disanalah mereka harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan budaya setempat sehingga terjadi proses asimilasi maupun akulturasi. sandang.Ada faktor-faktor yang mendorong dan menghambat perubahan kebudayaan yaitu: a. bencana banjir. dan papan. b. Menghambat perubahan kebudayaan þ Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah seperti :adat istiadat dan keyakinan agama ( kebudayaan non material) þ Adanya individu-individu yang sukar menerima unsure-unsur perubahan terutama generasi tu yang kolot. c/o: konflik kepentingan antara kaum pendatang dengan penduduk setempat didaerah transmigrasi. þ Adanya individu-individu yang mudah menerima unsure-unsur perubahan kebudayaan. Perubahan lingkungan alam Perubahan lingkungan ada beberapa faktor misalnya pendangkalan muara sungai yang membentuk delta. . pertambahan penduduk akan mempengaruhi persedian kebutuhan pangan.

Perubahan sosial dapat dilihat dari empat teori.2. Teori perilaku kolektif Teori dilandasi pemikiran Moore namun lebih menekankan pada proses perubahan daripada sumber perubahan sosial. teori perilaku kolektif. Itulah sebabnya Indonesia sebagai persinggahan pedagang-pedagang besar selain berdagang mereka juga memperkenalkan budaya mereka pada masyarakat setempat sehingga terjadilah perubahan budaya dengan percampuran budaya yang ada. Penyebaran agama Masuknya unsur-unsur agama Hindhu dari India atau budaya Arab bersamaan proses penyebaran agama Hindhu dan Islam ke Indonesia demikian pula masuknya unsur-unsur budaya barat melalui proses penyebaran agama Kristen dan kolonialisme. teori inkonsistensi status dan analisis organisasi sebagai subsistem sosial. teori Teori ini didasarkan pada pengamatan panjang tentang kemunculan diktator dan sejarah pada beberapa negara yang telah mengalami transformasi dari basis ekonomi agraria menuju basis demokrasi ekonomi industri. Timur Tengah bahkan Eropa Barat. Analisis organisasi Alasan kemunculan teori ini adalah anggapan bahwa sebagai subsistem sosial organisasi terutama birokrasi dan organisasi tingkat lanjut yang kompleks dipandang sebagai hasil . Meskipun begitu perlu disadari bahwa sesuatu perubahan di masyarakat selamanya memiliki mata rantai diantaranya elemen yang satu dan eleman yang lain dipengaruhi oleh elemen yang lainnya. Pada teori ini. yaitu teori kemunculan diktator dan demokrasi. Teori inkonsistensi status Teori ini merupakan representasi dari teori psikologi sosial. dalam suasana tersebut ikut masuk pula unsure-unsur budaya bangsa asing ke Indonesia. C. Faktor ekstern Perdagangan Indonesia terletak pada jalur perdagangan Asia Timur denga India. Perubahan Sosial Sedangkan perubahan sosial terbatas pada aspek-aspek hubuingan sosial dan keseimbangannya. Perspektif Penjelasan Tentang Perubahan Barrington Moore. Peperangan Kedatangan bangsa Barat ke Indonesia umumnya menimbulkan perlawanan keras dalam bentuk peperangan. individu dipandang sebagai suatu bentuk ketidakkonsistenan antara status individu dan grop dengan aktivitas atau sikap yang didasarkan pada perubahan.

Masyarakat petani atau kelas bawah hanya dipandang sebagai kelompok pendukung saja. Koalisi antara kedua kelas ini yang memimpin masyarakat kelas bawah baik di perkotaan maupun perdesaan. Komunisme lahir melalui revolusi kaun proletar sebagai akibat ketidakpuasan atas usaha eksploitatif yang dilakukan oleh kaum feodal dan borjuis. Berbeda halnya demokrasi. Negara yang menggunakan komunisme dalam proses transformasinya adalah Cina dan Rusia. Terdapat pula gejala penhancuran kelompok masyarakat bawah melalui revolusi atau perang sipil. Aksi sosial merupakan sebuah gejala aksi bersama yang ditujukan untuk merubah norma dan nilai dalam jangka waktu yang panjang. Pada sistem sosial seringkali dijumpai ketegangan baik . Teori Barrington Moore Teori yang disampaikan oleh Barrington Moore berusaha menjelaskan pentingnya faktor struktural dibalik sejarah perubahan yang terjadi pada negara-negara maju. Perjuangan kelas yang digambarkan oleh Marx merupakan suatu bentuk perkembangan yang akan berakhir pada kemenangan kelas proletar yang selanjutnya akan mwujudkan masyarakat tanpa kelas. Secara garis besar proses transformasi pada negara-negara maju ini melalui tiga pola. Negara yang mengambil jalan demokrasi dalam proses transformasinya adalah Inggris.transformasi sosial yang muncul pada masyarakat modern. Teori Perilaku Kolektif Teori perilaku kolektif mencoba menjelaskan tentang kemunculan aksi sosial. Jepang dan Jerman merupakan contoh dari negara yang mengambil jalan fasisme. Pada sisi lain. Revolusi ini akan mampu merebut semua faktor produksi dan pada akhirnya mampu menumbangkan kaum borjuis sehingga akan terwujud masyarakat tanpa kelas. organisasi meningkatkan hambatan antara sistem sosial dan sistem interaksi. Demokrasi merupakan suatu bentuk tatanan politik yang dihasilkan oleh revolusi oleh kaum borjuis. bahkan seringkali kelompok bawah ini menjadi korban dari pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh negara tersebut. Negaranegara maju yang dianalisis oleh Moore adalah negara yang telah berhasil melakukan transformasi dari negara berbasis pertanian menuju negara industri modern. tahap masyarakat feodal dan tahap masyarakat borjuis. fasisme dan komunisme. Tahap yang harus dilewati antara lain. Marx menggambarkan bahwa dunia masih pada tahap masyarakat borjuis sehingga untuk mencapai tahap ―kesempurnaan‖ perkembangan perlu dilakukan revolusi oleh kaum proletar. yaitu demokrasi. Berawal dari bentuk masyarakat primitif (primitive communism) kemudian berakhir pada masyarakat modern tanpa kelas (scientific communism). Perancis dan Amerika Serikat. fasisme dapat berjalan melalui revolusi konserfatif yang dilakukan oleh elit konservatif dan kelas menengah. Pembangunan ekonomi pada negara dengan tatanan politik demokrasi hanya dilakukan oleh kaum borjuis yang terdiri dari kelas atas dan kaum tuan tanah. Negara yang memilih jalan fasisme menganggap demokrasi atau revolusi oleh kelompok borjuis sebagai gerakan yang rapuh dan mudah dikalahkan. Perkembangan masyarakat oleh Marx digambarkan sebagai bentuk linear yang mengacu kepada hubungan moda produksi.

Meskipun begitu perlu disadari bahwa sesuatu perubahan di masyarakat selamanya memiliki mata rantai diantaranya elemen yang satu dan eleman yang lain dipengaruhi oleh elemen yang lainnya. dan sebagainya. pengetahuan. yaitu suatu bentuk status yang diperoleh sejak dia lahir. Berikut adalah teori yang membahas tentang perubahan sosial Untuk itu. terlebih dahulu perlu dicatat bagaimana tingkat dan sifat peralihan dari perubahan itu sendiri di masyarakat. seperti transportasi. . Perubahan peradaban biasanya dikaitkan dengan perubahn-perubahan elemen atau aspek yang lebih bersifat fisik. ritual. perubahan. Pada beberapa pemikir terdapat tiga tipe perubahan yaitu: perubahan peradaban. Ketegangan ini dapat berwujud konflik status sebagai hasil dari diferensiasi struktur sosial yang ada. ataupun tingkah laku anak muda. Sedangkan perubahan sosial terbatas pada aspek-aspek hubuingan sosial dan keseimbangannya. Status sosial masih terbatas pada bentuk ascribed status. persenjataan. pertambahan penduduk. pendapatan. dan sebagainya. Pergolakan revolusi dan gerakan emansipasi sertapenemuan-penemuan baru dibidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi. pekerjaan dan lain sebagainya. Hal inilah yang menimbulkan inkonsistensi status pada individu. Teori ini melihat ketegangan sebagai variabel antara yang menghubungkan antara hubungan antar individu seperti peran dan struktur organisasi dengan perubahan sosial. Perubahan moda produksi menimbulkan maslaah yang pelik berupa kemunculan statusstatus sosial yang baru dengan segala keterbukaan dalam stratifikasinya. Pada masyarakat yang tergolong bersahaja relatif jarang dan lamban terjadinya perubahan-perubahan.dari dalam sistem atau luar sistem. Pembangunan ekonomi seiring perkembangan kapitalis membuat adanya pembagian status berdasarkan pendidikan. jenis-jenis bibit unggul yang ditemukan. ritual dan hirarki sosial yang berlangsung. KESIMPULAN Perubahan yang terjadi pada masyarakat disebut dengan perubahan sosial. biasanya dipegang kuat oleh para warganya secara bersama-sama. Krisis status mulai muncul seiring perubahan moda produksi agraris menuju moda produksi kapitalis yang ditandai dengan pembagian kerja dan kemunculan organisasi kompleks. budaya dan perubahan sosial. Pada masyarakat semacam itu elemen-elemen dasarnya seperti trdisi. nilai. Perubahan pola hubungan antar individu menyebabkan adanya ketegangan sosial yang dapat berupa kompetisi atau konflik bahkan konflik terbuka atau kekerasan. Apakah perubahan itu mengenai pakaian. Mobilitas sosial sangat terbatas dan cenderung tidak ada. alat transportasi. Teori Inkonsistensi Status Stratifikasi sosial pada masyarakat pra-industrial belum terlalu terlihat dengan jelas dibandingkan pada masyarakat modern. apresiasi seni. Perubahan budaya berhubungan dengan perubahan yang bersifat rohani seperti keyakinan. Kompetisi atau konflik inilah yang mengakibatkan adanya perubahan melalui aksi sosial bersama untuk merubah norma dan nilai. Hal ini disebabkan oleh masih rendahnya derajat perbedaan yang timbul oleh adanya pembagian kerja dan kompleksitas organisasi.

wordpress. KONSEP DASAR KOMUNIKASI SOSIAL DAN PEMBANGUNAN. Dan pendidikanlah yang menjadi salah satu institusi yang terlibat dalam proses tersebut. Posisi pendidikan dalam perubahan social Sesuai dengan pernyataan Eisenstadt. seperti visi.html [5 September 2009] ———-. Jakarta: Grafindo. Disamping itu pendidikan berfungsi untuk mengurangi kepincangan yang terjadi dalam masyarakat.com/2008/11/25/perubahan-sosial/ [5 September 2009] ———-. Pendidikan harus dipandang sebagai institusi penyiapan anak didik untuk mengenali hidup dan kehidupan itu sendiri.wordpress. semuanya bias dikembalikan pada tiga factor utama yaitu: faktor fisik dan biologisw. http:// www. Sosiologi Sistematik. .com/2009/05/01/islam-dan-perubahan-sosial/ [5 September 2009] Dankfsugiana. pendudukan. Makalah Perubahan Sosial. institusionalisasi merupakan proses penting untuk membantu berlangsungnya transformasi potensi-potensi umum perubahan sehingga menjadi kenyataan sejarah.com/id/pages/perubahan%11sosial. Sosiologi Suatu Pengantar.com/2009/04/17/makalahperubahan-sosial/ [5 September 2009] Alpizar.wordpress. http:// www. Pendidikan adalah suatu institusi pengkonservasian yang berupaya menjembatani dan memelihara warisanwarisan budaya masyarakat. Perubahan Sosial dan Perubahan Kebudayaan.http://dankfsugiana.faktor tekhnologi. Perubahan episode adalah perubahan yang terjadi sewaktu-waktu biasanya disebabkan oleh kerusuhan atau penemuanpenemuan. http://agussetiaman. SOSIOLOGI KOMUNIKASI. 1982. 2008. Yogyakarta: Kanisius. minat dan pemahaman terhadap lingkungan social budayanya. DAFTAR PUSTAKA ———-. Hendropuspito.Perubahan sosial jika dilihat dari sebabnya menurut WJH spott ada perubahan yang datangnya dsri luar. http://syair79.info/ushuluddin/attachments/074_ISLAM%20DAN%20PERUBAHAN%20SOSIAL . kolonialisme dan termasuk juga wabah penyakit. Islam dan Perubahan Sosial.pdf[8 September 2009] Assa’di Husain. 1989. Dari berbagai macam sebab perubahan sosial. dan faktor budaya. http://abstrakkonkrit. 2008. Sedangkan perubahn terpola adalah perubahan yang memeng direncanakan atau diprogramkan sebagaimana yang dilakukan dalam pembangunan.com/2008/04/22/konsep-dasarkomunikasi-sosial-dan-pembangunan/ [5 September 2009] Soekanto. jadi bukan untuk belajar tentang keilmuan dan keterampilan karenanya yang terpenting bukanlah mengembangkan aspek intelektual tetapi lebih pada pengembangna wawasan.wordpress. Disamping itu ada perubahan yang datangnya dari dalam dan perubahan ini dibagi menjadi dua yaitu perubahn episode dan perubahan terpola.uinsuska. Islam dan Perubahan Sosial. 2009. S.gexcess.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful