Perubahan sosial Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan

yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakatyang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikapsikap sosial, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.[1][2] Daftar isi [sembunyikan] 1 Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli 2 Bentuk-bentuk 2.1 Perubahan Evolusi dan Perubahan Revolusi 2.1.1 Perubahan evolusi 2.1.2 Perubahan revolusi 2.2 Perubahan direncanakan dan tidak direncanakan 2.2.1 Perubahan yang direncanakan 2.2.2 Perubahan yang tidak direncanakan dan contoh 2.3 Perubahan berpengaruh besar dan berpengaruh kecil 2.3.1 Perubahan berpengaruh besar 3 Notes Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli[sunting] Definisi dan pengertian tentang perubahan sosial menurut para ahli diantaranya adalah sebagai berikut[3] : Gillin Perubahan sosiawhat tl adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. Emile Durkheim

Perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor ekologis dan demografis, yang mengubah kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi masyarakat modern yang diikat oleh solidaritas organistik. Kingsley Davis Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat[1] Mac Iver Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial (social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan (ekuilibrium) hubungan sosial Rifhi Siddiq Perubahan sosial adalah sebuah peralihan yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan yang bentuk implikasinya dapat diketahui pada struktur sosial dan terjadi dalam tahap penemuan, penyebaran, dan penyesuian kembali. William F. Ogburn Perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial Tidak semua gejala-gejala sosial yang mengakibatkan perubahan dapat dikatakan sebagai perubahan sosial, gejala yang dapat mengakibatkan perubahan sosial memiliki ciri-ciri antara lain:[4] Setiap masyarakat tidak akan berhenti berkembang karena mereka mengalami perubahan baik lambat maupun cepat. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahan pada lembaga-lembaga sosiallainnya. Perubahan sosial yang cepat dapat mengakibatkan terjadinya disorganisasi yang bersifat sementara sebagai proses penyesuaian diri. Perubahan tidak dibatasi oleh bidang kebendaan atau bidang spiritual karena keduanya memiliki hubungan timbal balik yang kuat. Bentuk-bentuk[sunting] Perubahan Evolusi dan Perubahan Revolusi[sunting] Berdasarkan cepat lambatnya, perubahan sosial dibedakan menjadi dua bentuk umum yaitu perubahan yang berlangsung cepat dan perubahan yang berlangsung lambat. Kedua bentuk perubahan tersebut dalam sosiologi dikenal dengan revolusi dan evolusi. [1] Perubahan evolusi[sunting]

Perubahan evolusi adalah perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam proses lambat, dalam waktu yang cukup lama dan tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan.[5] Perubahan-perubahan ini berlangsung mengikuti kondisi perkembangan masyarakat, yaitu sejalan dengan usaha-usaha masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.[1] Dengan kata lain, perubahan sosial terjadi karena dorongan dari usaha-usaha masyarakat guna menyesuaikan diri terhadap kebutuhan-kebutuhan hidupnya dengan perkembangan masyarakat pada waktu tertentu.[1] Contoh, perubahan sosial dari masyarakat berburu menuju ke masyarakat meramu. Menurut Soerjono Soekanto, terdapat tiga teori yang mengupas tentang evolusi, yaitu[6]: Unilinier Theories of Evolution: menyatakan bahwa manusia dan masyarakat mengalami perkembangan sesuai dengan tahap-tahap tertentu, dari yang sederhana menjadi kompleks dan sampai pada tahap yang sempurna. Universal Theory of Evolution: menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahap-tahap tertentu yang tetap. Menurut teori ini, kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi yang tertentu. Multilined Theories of Evolution: menekankan pada penelitian terhadap tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Misalnya, penelitian pada pengaruh perubahan sistem pencaharian dari sistem berburu ke pertanian. Perubahan revolusi[sunting] Perubahan revolusi merupakan perubahan yang berlangsung secara cepat dan tidak ada kehendak atau perencanaan sebelumnya.[7]Secara sosiologis perubahan revolusi diartikan sebagai perubahanperubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga- lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat.[7] Dalam revolusi, perubahan dapat terjadi dengan direncanakan atau tidak direncanakan, dimana sering kali diawali dengan ketegangan atau konflik dalam tubuh masyarakat yang bersangkutan.[7] Revolusi tidak dapat terjadi di setiap situasi dan kondisi masyarakat.[1] Secara sosiologi, suatu revolusi dapat terjadi harus memenuhi beberapa syarat tertentu, antara lain adalah[1]: Ada beberapa keinginan umum mengadakan suatu perubahan. Di dalam masyarakat harus ada perasaan tidak puas terhadap keadaan, dan harus ada suatu keinginan untuk mencapai perbaikan dengan perubahan keadaan tersebut.[1] Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat tersebut.[1] Pemimpin tersebut dapat menampung keinginan-keinginan tersebut, untuk kemudian merumuskan serta menegaskan rasa tidak puas dari masyarakat, untuk dijadikan program dan arah bagi geraknya masyarakat.[1] Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada masyarakat. Artinya adalah bahwa tujuan tersebut bersifat konkret dan dapat dilihat oleh masyarakat. Selain itu, diperlukan juga suatu tujuan yang abstrak. Misalnya perumusan sesuatu ideologitersebut.[1]

[1] Perubahan yang tidak direncanakan dan contoh[sunting] Perubahan yang tidak direncanakan biasanya berupa perubahan yang tidak dikehendaki dan terjadi di luar jangkauan masyarakat.[1]Misalnya. untuk mengurangi angka kematian]] anak-anak akibat polio. Misalnya. perubahan yang tidak tai dikehendaki sangat sulit ditebak kapan akan terjadi. kasus banjir bandang di Sinjai. Timbulnya banjir dikarenakan pembukaan lahan yang kurang memerhatikan kelestarian lingkungan.[1] Oleh karena itu. Pada perubahan ini memberi pengaruh secara besar-besaran terhadap jumlah kepadatan penduduk di wilayah industri dan mengakibatkan adanya perubahan mata pencaharian. perubahan mode pakaian dan mode rambut.[1][8] Pihak-pihak yang menghendaki suatu perubahan dinamakanagent of change. perubahan berencana dapat juga disebut perubahan dikehendaki.[1] Secara umum. sistem mata pencaharian.Harus ada momentum untuk revolusi. pemerintah mengadakan gerakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN)atau untuk mengurangi pertumbuhan jumlah penduduk pemerintah mengadakan program keluarga berencana (KB).[1] Sebagai akibatnya. banyak perkampungan dan permukiman masyarakat terendam air yang mengharuskan para warganya mencari permukiman baru. Sebagaimana tampak pada perubahan masyarakat agraris menjadi industrialisasi.[1] Perubahan berpengaruh besar dan berpengaruh kecil[sunting] Apa yang dimaksud dengan perubahan-perubahan tersebut dapat kamu ikuti penjabarannya berikut ini Perubahan berpengaruh besar[sunting] Suatu perubahan dikatakan berpengaruh besar jika perubahan tersebut mengakibatkan terjadinya per. perubahan ini sering membawa masalah-masalah yang memicu kekacauan ataukendala-kendala dalam masyarakat.ubahan pada strukturkemasyarakatan. ==== Perubahan berpengaruh kecil Perubahan-perubahan berpengaruh kecil merupakan perubahanperubahan yang terjadi padastruktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. hubungan kerja. Karena terjadi di luar perkiraan dan jangkauan. yaitu suatu saat di mana segala keadaan dan faktor adalah baik sekali untuk memulai dengan gerakan revolusi.[1] Perubahan direncanakan dan tidak direncanakan[sunting] Perubahan yang direncanakan[sunting] Perubahan yang direncanakan adalah perubahan-perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. dan stratifikasi masyarakat.[1] Oleh karenanya. yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan. Perubahan-perubahan . maka revolusi dapat gagal. Kalimantan Barat. Apabila momentum (pemilihan waktu yang tepat) yang dipilih keliru. -Contoh. suatu perubahan yang direncanakan selalu di bawah pengendalian dan [[pengawasan agent of change.

susunan lembaga kemasyarakatan. perubahan sosial merupakan ketidaksesuaian unsur-unsur yang saling berbeda yang ada di masyarakat sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang fungsinya tidak serasi yang keadaannya lebih buruk dari sebelumnya. Masyarakat merupakan kumpulan individu dan kelompok yang membentuk organisasi sosial yang bersifat kompleks. Anda sebagai anggota masyarakat diharapkan lebih siap dalam menghadapi segala perubahan sekaligus menjadi bagian dari perubahan tersebut. Perubahan yang terjadi di masyarakat bisa berupa perubahan nilai-nilai sosial. Sosiologi Advertisement Pengertian Perubahan Sosial. Lambat laun tanpa disadari orang telah mengadopsi nilai-nilai baru tersebut. Akibatnya. interaksi sosial. lapisan-lapisan atau kelas-kelas dalam masyarakat. Modernisasi. norma-norma yang berlaku di masyarakat. pola-pola perilaku individu dan organisasi.sosial bagi kehidupan masyarakat? Dalam bab ini. Pengaruh. Bentuk. http://id. Perubahan yang dimaksud tentunya perubahan yang mengarah kepada kemajuan. .org/wiki/Perubahan_sosial Pengertian Perubahan Sosial. Dengan kata lain. Masyarakat.tersebut tidak membawa pengaruh yang besar dalam masyarakat karena tidak mengakibatkan perubahan-perubahan pada lembaga kemasyarakatan homolis. Hal ini berarti perubahan sosial tidak bisa kita hindari. status. Setiap manusia selama hidupnya akan mengalami perubahan. Proses. perubahan sosial bisa meliputi perubahan organisasi sosial. Kemajuan teknologi yang amat pesat telah membawa berbagai macam pengaruh. Proses. Contoh. namun dapat pula berarti kemunduran.wikipedia. kekuasaan. dan struktur sosial dalam masyarakat. Contoh. Dampak. Anda akan mempelajari proses dan dampak perubahan sosial bagi kehidupan masyarakat. Teori. di antara mereka terjadi proses saling memengaruhi yang menyebabkan perubahan sosial. Pengaruh kemajuan teknologi begitu mudah hadir di tengah-tengah kita. Faktor Pendorong dan Penghambat. dan masih banyak lagi. Bentuk. Sosiologi . wewenang. Pengaruh. Dalam organisasi sosial tersebut terdapat nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berfungsi sebagai aturan-aturan untuk bertingkah laku dan berinteraksi dalam kehidupan masyarakat. Dampak. baik dari dalam maupun dari luar. Masyarakat. Faktor Pendorong dan Penghambat. Teori. Modernisasi. Perubahan pada bidang-bidang kehidupan tertentu tidak hanya semata-mata berarti suatu kemajuan. Perubahan tersebut merupakan akibat dari adanya interaksi antar manusia dan antarkelompok. Dengan kata lain. lembaga.

Jadi. Peta Konsep Perubahan Sosial. dan lain-lain. Adanya pengetahuan tentang perbedaan antara yang ada dan yang seharusnya bisa ada. misalnya produktivitas dan lainlain. A. seperti kompetisi.Gambar 1. keharusan menyesuaikan diri. masalah perubahan sosial telah menjadi topik yang menarik bagi banyak sosiolog modern. Ketidakpuasan terhadap situasi yang ada karena ada keinginan untuk situasi yang lain. terutama dalam hubungannya dengan pembangunan ekonomi yang diusahakan oleh banyak masyarakat negaranegara yang memperoleh kemerdekaan politiknya setelah Perang Dunia II. Perubahan Sosial Perubahan sosial merupakan suatu wujud dinamika yang menjadi inti jiwa masyarakat. Kekuatan yang mendorong terjadinya perubahan sosial menurut Margono (dalam Taneko) bersumber pada hal-hal berikut. Kebutuhan dari dalam untuk mencapai efisiensi dan peningkatan. . Perubahan sosial itu didorong oleh rangsangan terhadap kemauan untuk bertindak. Adanya tekanan dari luar.

Misalnya.1. dan semua aspek yang dihasilkan dari interaksi antar manusia. kebudayaan material. 1. Dengan kata lain. Kingsley Davis (1960: ). perubahan sosial merupakan suatu perubahan menuju keadaan baru yang berbeda dari keadaan sebelumnya. Mac Iver (1937: 272). Ogburn (1964: ). termasuk perubahan dalam hal budaya. norma.(Sumber: Pengantar Sosiologi. migrasi. organisasi atau komunitas. Pengertian Perubahan Sosial Pengertian perubahan sosial menurut para sosiolog. dan munculnya nilai-nilai sosial baru untuk melengkapi ataupun menggantikan nilai-nilai sosial yang lama merupakan beberapa contoh perubahan sosial dalam aspek kehidupan. timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dan majikan yang selanjutnya menyebabkan perubahan-perubahan dalam organisasi ekonomi dan politik. mengemukakan bahwa ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsurunsur kebudayaan material dan immaterial. mengartikan perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. cara mencari nafkah. 2004) Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu perubahan dari gejala-gejala sosial yang ada pada masyarakat. William F. mengartikan perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima. mengartikan bahwa perubahan sosial sebagai perubahan dalam hubungan sosial (perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial. Adanya pengenalan teknologi. Perubahan ini meliputi struktur. yang ditekankan pada pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. Gillin dan Gillin (1957: 279). komposisi . pengenalan ide baru. pranata. dari yang bersifat individual sampai yang lebih kompleks. fungsi. nilai. baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis. Perubahan sosial dapat dilihat dari segi terganggunya kesinambungan di antara kesatuan sosial walaupun keadaannya relatif kecil.

Hal itu mengakibatkan terjadinya interaksi sosial antar individu. Perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat terjadi karena masyarakat tersebut menginginkan perubahan.penduduk. Perubahan yang paling awal dapat muncul adalah adanya kebutuhan setiap individu sebagai anggota masyarakat dalam menanggapi lingkungannya. sikap. Menurut Bonner. yaitu sebagai berikut. identifikasi. Perubahan sosial cepat atau lambat senantiasa terjadi dan tidak dapat dihindari oleh siapapun. Beberapa bentuk perubahan sosial menurut Soekanto. Perubahan dapat berarti suatu perkembangan yang sesuai dengan tujuan atau dapat juga tidak sesuai dengan yang hendak dicapai. alam. baik antar warga masyarakat setempat maupun dengan warga masyarakat lain yang saling mempengaruhi. yang mempengaruhi sistem sosialnya. atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya. Perubahan yang menyangkut kehidupan manusia atau terkait dengan lingkungan fisik. Selo Soemardjan (1962: 379). a. dan simpati. orang perlu mengetahui mengapa perubahan dapat terjadi dan mengapa masyarakat perlu menanggapi atau menyesuaikan dengan perubahan. mengubah. sugesti. dan sosial disebut perubahan sosial. dan ideologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.2. Dalam interaksi sosial. Perubahan yang Terjadi Secara Lambat dan Perubahan yang Terjadi Secara Cepat . terdapat beberapa faktor yang memengaruhi seperti imitasi. interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua individu atau lebih yang saling memengaruhi. 1. Perubahan juga dapat terjadi karena adanya dorongan dari luar sehingga masyarakat secara sadar ataupun tidak akan mengikuti perubahan. Keempat faktor tersebut membuat individu memilih untuk melakukan interaksi sosial yang hasilnya adalah menanggapi setiap gerak kehidupan dalam masyarakat. Tanggapan anggota masyarakat tersebut terutama dalam menanggapi tradisi yang berlaku. Oleh karena itu. dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. termasuk di dalamnya nilai-nilai. merumuskan perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat. Wujud Perubahan Sosial Perubahan sosial dapat terjadi dalam segala bidang yang wujudnya dapat dibagi menjadi beberapa bentuk. Suatu perubahan bergantung dan ditentukan oleh masyarakat itu sendiri.

dan keinginan penduduk desa untuk memiliki barang-barang mewah. Misalnya. Adapun penentuan kapan perubahan tersebut terjadi. Perubahan sosial yang terjadi secara cepat mengubah dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat. Perkembangan perubahan ini termasuk dalam evolusi. Contoh lain Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang mengubah tatanan kenegaraan dan sistem pemerintahan NKRI. perubahan mode pakaian yang tidak melanggar nilai sosial. Misalnya adanya pembuatan jalan baru yang melalui suatu desa maka sumber alam desa akan mudah dipasarkan ke kota. c. Perubahan yang tidak dikehendaki umumnya beriringan dengan perubahan yang dikehendaki. Dengan demikian. perubahan itu dinamakan revolusi. b. . penerapan program Keluarga Berencana untuk membentuk keluarga kecil yang sejahtera dan menurunkan angka pertumbuhan penduduk. minuman keras. perubahan ini dianggap tidak memiliki arti yang penting dalam struktur sosial. bergantung pada orang yang bersangkutan. tingkat kesejahteraan penduduk desa akan meningkat. Contohnya. Perubahan secara evolusi dapat diamati berdasarkan batas waktu yang telah lampau sebagai patokan atau tahap awal sampai masa sekarang yang sedang berjalan. Revolusi Industri di Eropa. Contohnya. Akan tetapi. perubahan sistem pemerintahan yang mempengaruhi tatanan kenegaraan suatu bangsa. Perubahan yang Dikehendaki dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki Perubahan yang dikehendaki merupakan perubahan yang memang telah direncanakan sebelumnya terutama oleh pihak yang memiliki wewenang untuk mengeluarkan kebijaksanaan. Meskipun begitu lancarnya hubungan desa dengan kota menyebabkan mudahnya penduduk desa melakukan urbanisasi dan masuknya budaya kota terutama yang bersifat negatif. Misalnya.Perubahan terjadi secara lambat akan mengalami rentetan perubahan yang saling berhubungan dalam jangka waktu yang cukup lama. Perubahan yang Pengaruhnya Kecil dan Perubahan yang Pengaruhnya Besar Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan yang mempengaruhi unsur-unsur kehidupan masyarakat. seperti mode yang dipaksakan. Revolusi tersebut menyebabkan perubahan besar-besaran dalam proses produksi barang-barang industri. Perubahan yang pengaruhnya besar adalah perubahan yang dapat memengaruhi lembaga-lembaga yang ada pada masyarakat. VCD p**n*.

Corak struktur sosial masyarakat menentukan proses penerimaan unsur kebudayaan baru. masyarakat tersebut mengadakan kebiasaan yang berhubungan dengan kebudayaan lain. Perubahan sosial dapat pula mengakibatkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan terhadap nilai yang ada dalam masyarakat. proses perubahan ke arah kemajuan menjadi lambat. Contohnya. Misalnya keadaan masyarakat berubah.Perubahan sosial dapat diartikan sebagai perubahan masyarakat atau perubahan ke arah kemajuan atau kemunduran suatu masyarakat. Akibatnya. antara lain sebagai berikut. masyarakat akan berkembang. Sebaliknya. Struktur sosial yang tertutup akan sulit menerima kebudayaan baru. bergantung pada keadaan masyarakat yang mengalami perubahan itu sendiri. perubahan sosial juga dapat menyebabkan kehidupan masyarakat mengalami kemunduran. akan sampai pada kemacetan pembangunan (stagnasi). Keadaan sosial yang baru dengan masuknya teknologi atau peraturan baru tidak mempunyai kualitas inovasi tinggi apabila masyarakat menganggapnya hanya mengganti keadaan yang lama. akan terjadi proses perubahan yang sangat cepat pada masyarakat. Oleh karena itu. Hal itu disebut perubahan sirkuler (berputar-putar tanpa menimbulkan pengaruh). Jika dibiarkan tanpa adanya campur tangan pemerintah. Jika perubahan sosial dapat bergerak ke arah suatu kemajuan. Perubahan dalam arti kemunduran (regress) yaitu yang membawa pengaruh kurang menguntungkan bagi masyarakat. Suatu unsur baru dapat diterima oleh suatu masyarakat apabila unsur baru tersebut tidak bertentangan dengan ajaran agama yang dianut. Perubahan dalam arti kemajuan (progress) atau menguntungkan. Sebaliknya. perubahan yang terjadi di masyarakat dapat juga seperti jalan di tempat. . Kemunduran atau kemajuan suatu masyarakat disebabkan oleh perubahan sosial. Akibatnya. Perubahan sosial ke arah kemajuan merupakan perubahan yang diinginkan oleh setiap masyarakat. ada beberapa faktor yang cukup berperan dan berpengaruh terhadap diterima atau tidaknya suatu perubahan oleh masyarakat. Perubahan sosial terbagi atas dua wujud sebagai berikut. terjadi proses pelapukan kebudayaan atau peradaban masyarakat menjadi menurun. Jika muncul inovasi baru dengan kualitas tinggi. Dengan demikian. tetapi perubahan tersebut tidak meningkatkan atau menurunkan kualitas hidup mereka. Kadang-kadang perubahan sosial tidak diinginkan oleh kelompok masyarakat tertentu karena perubahan tersebut dianggap dapat mengganggu kehidupan mereka yang telah mapan. Adanya sikap terbuka dari masyarakat terhadap hal-hal yang baru. maju mundurnya suatu masyarakat bergantung pada masyarakat itu sendiri dalam menanggapi setiap gejala perubahan yang ada di lingkungannya.

ataupun biologis. Unsur baru dapat diterima oleh warga masyarakat apabila telah terbukti kegunaannya. Perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan unsur-unsur dalam kehidupan masyarakat. Para sosiolog berpendapat bahwa perubahan sosial adalah kondisi-kondisi sosial primer yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial.Unsur kebudayaan baru akan dapat diterima oleh suatu masyarakat apabila telah ada dasar unsurunsur kebudayaan sebelumnya. atau kebudayaan. Kondisi yang dimaksud antara lain kondisi-kondisi ekonomis. Darwin berpandangan bahwa orang-orang yang cakap dan bergairah (energetik) akan memenangkan perjuangan hidup. Teori Evolusi (Evolutionary Theory) Teori ini berpijak pada teori evolusi Darwin dan dipengaruhi oleh pemikiran Herbert Spencer. 1. Tokoh yang berpengaruh pada teori ini ialah Emile Durkheim dan Ferdinand Tonnies. 1984) Perubahan sosial merupakan suatu hal yang wajar dan akan terus berlangsung sepanjang manusia berinteraksi dan bersosialisasi. terutama yang berhubungan dengan kerja. a. sebagai cara untuk menjaga keseimbangan masyarakat dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang dinamis. Beberapa teori yang menjelaskan sebab-sebab terjadi perubahan sosial antara lain sebagai berikut. Durkheim berpendapat bahwa perubahan karena evolusi mempengaruhi cara pengorganisasian masyarakat. Kondisi ini menyebabkan terjadinya perubahanperubahan pada aspek kehidupan sosial lainnya. sedangkan orang-orang yang malas dan lemah akan tersisih. Adapun Tonnies memandang bahwa masyarakat . teknologis. baik yang bersifat materiil maupun immaterial. Misalnya. Teori Perubahan Sosial Spencer menerapkan konsep “yang kuat yang akan menang”. ekonomis.3. Adapun Darwin berpendapat survival of the fittest. unsur-unsur geografis. biologis. geografis. Pandangan ini kemudian dikenal sebagai “Darwinisme sosial” dan banyak dianut oleh golongan kaya. (Sumber: Sosiologi Jilid 2.

dan lemahnya ikatan sosial sebagai akibat langsung dari perubahan sosial budaya ke arah individualisasi dan pencarian kekuasaan. Dia melihat adanya fragmentasi sosial (perpecahan dalam masyarakat). prinsip dasar teori konflik (konflik sosial dan perubahan sosial) selalu melekat dalam struktur masyarakat. Ketertinggalan tersebut menjadikan kesenjangan sosial dan budaya di antara unsur-unsur yang berubah sangat cepat dan unsur yang berubah lambat. Teori ini berhasil menjelaskan perubahan sosial yang tingkatnya moderat. Teori Fungsional (Functional Theory) Teori fungsional berusaha melacak penyebab perubahan sosial sampai pada ketidakpuasan masyarakat akan kondisi sosialnya yang secara pribadi memengaruhi mereka. Teori ini masih belum memuaskan banyak pihak karena tidak mampu menjelaskan jawaban terhadap pertanyaan mengapa masyarakat berubah. beberapa unsurnya bisa saja berubah dengan sangat cepat.berubah dari masyarakat sederhana yang mempunyai hubungan yang erat dan kooperatif. konflik berasal dari pertentangan kelas antara kelompok tertindas dan kelompok penguasa sehingga akan mengarah pada perubahan sosial. menjadi tipe masyarakat besar yang memiliki hubungan yang terspesialisasi dan impersonal. Konsep kejutan budaya menurut William F. Gejala itu tampak jelas pada masyarakat perkotaan. individu menjadi terasing. Teori ini berpedoman pada pemikiran Karl Marx yang menyebutkan bahwa konflik kelas sosial merupakan sumber yang paling penting dan berpengaruh dalam semua perubahan sosial. Ogburn berusaha menjelaskan perubahan sosial dalam kerangka fungsional. Menurut pandangannya. Teori ini hanya menjelaskan proses perubahan terjadi. . Menurutnya. la yakin bahwa konflik atau pertentangan selalu menjadi bagian dari masyarakat. c. Ralf Dahrendorf berpendapat bahwa semua perubahan sosial merupakan hasil dari konflik kelas di masyarakat. Tonnies tidak yakin bahwa perubahan-perubahan tersebut selalu membawa kemajuan. Teori Konflik (Conflict Theory) Menurut teori ini. meskipun unsur-unsur masyarakat saling berhubungan satu sama lain. b. Kesenjangan ini akan menyebabkan adanya kejutan sosial dan budaya pada masyarakat. sementara unsur lainnya tidak.

seperti kepercayaan. Meskipun demikian. bahkan orang-orang yang ahli sekalipun. dan Romawi yang terus mengalami kemunduran sampai akhirnya runtuh. Meskipun demikian. Teori-teori yang berkaitan dengan arah perubahan sosial telah diringkas Moore dalam bentuk diagram-diagram sederhana. Teori Siklus (Cyclical Theory) Teori ini mempunyai perspektif (sudut pandang) yang menarik dalam melihat perubahan sosial karena beranggapan bahwa perubahan sosial tidak dapat dikendalikan sepenuhnya oleh siapapun. Yunani.Ogburn menyebutkan perubahan teknologi biasanya lebih cepat daripada perubahan budaya non material. terdapat siklus yang harus diikutinya. ketika alat-alat kontrasepsi pertama kali diluncurkan untuk mengendalikan jumlah penduduk dalam program keluarga berencana (KB).4. yaitu masa kanak-kanak. dia berpendapat bahwa perubahan teknologi seringkali menghasilkan kejutan budaya yang pada gilirannya akan memunculkan polapola perilaku yang baru meskipun terjadi konflik dengan nilai-nilai tradisional. seperti yang terjadi pada peradaban Babilonia di Mesir. dan tua. yaitu selama zaman pencerahan (renaissance) abad ke-15. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Sosial Perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat bersumber dari dalam masyarakat itu sendiri dan dapat pula dari luar. dewasa. Kebangkitan dan kemunduran suatu peradaban (budaya) tidak dapat dielakkan dan tidak selamanya perubahan sosial membawa kebaikan. lambat laun masyarakat mulai menerima program KB tersebut karena dapat bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali. Oswald Spengler mengemukakan teorinya bahwa setiap masyarakat berkembang melalui empat tahap perkembangan seperti pertumbuban manusia. Tidak ada yang dapat menghentikan proses tersebut. d. banyak pihak menentang program tersebut karena bertentangan dengan nilai-nilai agama serta norma yang berlaku di masyarakat pada waktu itu. norma. yaitu sebagai berikut. Oleh karena itu. 1. Sejak saat itu. Contohnya. Dalam setiap masyarakat. peradaban Barat mulai mengalami kemunduran dan menuju ke masa tua. Ia merasa bahwa masyarakat Barat telah mencapai masa kejayaannya pada masa dewasa. perubahan sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor yang . remaja. nilai-nilai yang mengatur masyarakat sehari-hari.

Misalnya. a. perubahan sosial dapat terjadi karena adanya faktor yang saling memengaruhi. Oleh karena itu. masyarakatlah yang menerima dan melaksanakan perubahan tersebut. Penduduk yang terus bertambah memerlukan lapangan-lapangan kerja baru sedangkan lapangan kerja utama yang ada di desa hanya berkisar pada bidang pertanian. Desa tidak mampu menyediakan lapangan kerja baru dan sumber daya alam pedesaan yang terbatas membuat desa tidak mampu menampung tenaga kerja.berasal dari luar. Beberapa faktor perubahan yang bersumber dari masyarakat itu sendiri dan dari luar masyarakat atau dari masyarakat lain. Adanya listrik masuk desa secara tidak langsung dapat juga berdampak negatif dan dapat membawa perubahan-perubahan yang justru dapat merugikan masyarakat desa itu sendiri. Kerajinan dan industri kecil akan bertambah maju karena produksi dapat dilakukan pada malam hari. pemilikan tanah di pedesaan akan semakin berkurang. perkebunan. masuknya listrik ke pedesaan mempengaruhi perkembangan industri. Masuknya televisi ke desa mengakibatkan orang di pedesaan dapat dengan mudah mendapatkan informasi dan hiburan secara visual. hak atas warisan akan semakin berkurang karena terbagi berdasarkan jumlah anak. . Perubahan Kependudukan Jumlah penduduk yang terus meningkat akan menambah kebutuhan terhadap beberapa fasilitas yang mendukung kehidupan mereka. Dengan demikian. fasilitas pendidikan. tayangan iklan komersial di televisi yang akan memengaruhi pola konsumtif dan meningkatkan daya beli penduduk desa. Oleh karena itu. yang meliputi peningkatan industri kecil dan industri rumah tangga. atau lapangan kerja. Masuknya listrik ke pedesaan membawa perubahan besar dalam tata kehidupan penduduk. dan peternakan. Dengan kata lain. kesehatan. banyak penduduk desa yang mengadu nasib ke kota untuk bekerja. Contohnya. Misalnya. tetapi masyarakatlah yang akan melaksanakan perubahan. kepuasan menikmati hiburan dan informasi mengenai peristiwa terkini dari seluruh penjuru dunia. baik dari masyarakat sendiri maupun dari masyarakat lain. Jika jumlah anak dalam sebuah keluarga cukup besar. Masyarakat secara sadar mengetahui perubahan yang terjadi dalam kehidupannya. antara lain sebagai berikut.

tampak ada faktor-faktor pendorong yang mempengaruhi masyarakat atau individu untuk lebih menyempurnakannya. S.b. Penemuan-Penemuan Baru Penemuan baru merupakan proses sosial dan kebudayaan yang terjadi dalam jangka waktu relatif cepat yang sering disebut inovasi atau innovation. (Sumber: Sosiologi Suatu Pengantar. surat kabar. penemuan tersebut dinamakan invention. dan lain-lain lebih mudah. tetapi juga dipasarkan ke berbagai tempat atas permintaan masyarakat. Jika hasil penyempurnaan atau pengembangan penemuan tersebut (discovery) diakui manfaatnya oleh masyarakat. Di samping inovasi terdapat pula discovery yang artinya penemuan dari unsur-unsur kebudayaan yang baru. Penemuan yang sudah ada tersebut dapat juga dikombinasikan dengan berbagai alat bantu agar pencetakan-pencetakan berbagai buku. alat cetak tersebut sifatnya kaku karena huruf yang ada pada mesin cetak tidak dapat diubah-ubah. Hal tersebut disebut dengan discovery. Seorang Austria. Alat percetakan ini tidak hanya digunakan oleh penemunya. baik berupa alat baru maupun berupa ide baru atau suatu rangkaian ciptaan-ciptaan dari warga masyarakat. Dengan demikian. Discovery merupakan pengembangan dari penemuan yang sudah ada kemudian disempurnakan. orang berusaha menemukan alat pencetak yang hurufnya dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan agar pencetakan dapat dengan mudah diperbanyak. Bentuk mobil semacam itu yang mendapat paten di Amerika Serikat tahun 1911. Mobil dapat diterima sampai sekarang maka mobil menjadi suatu “Invention”. satu lempengan untuk satu halaman. Hal tersebut menyebabkan masyarakat mengetahui akan kebenaran-kebenaran ilmiah dan mengetahui hal-hal yang sebelumnya tidak dikenal. Penemuan tersebut dinamakan inovasi. Akan tetapi. Hal tersebut bertujuan . 1990) Jika orang mengamati perkembangan penemuan baru. terutama dalam hal penggandaan buku-buku ilmu pengetahuan. proses ini dinamakan invention. Tiga puluh tahun kemudian banyak pencipta lain yang menambah perbaikan pada motor tersebut sehingga terciptalah mobil yang dapat dipakai sebagai alat pengangkut oleh manusia dengan cukup praktis dan aman. Penemuan tersebut kemudian memiliki daya guna dan manfaat bagi masyarakat sehingga tata kehidupan masyarakat mengalami perubahan. Ditemukannya mesin cetak membawa perubahan bagi masyarakat. Marcus (1875) membuat motor gas yang pertama. Jika masyarakat telah mengetahui manfaat dari penemuan alat cetak tersebut.

Jika tingkat pendidikan di masyarakat tinggi. Tentu saja gagasan tersebut ditentang karena tidak sesuai dengan kebiasaan masyarakat. dan televisi akan membawa perubahan-perubahan politik di negara bersangkutan. radio. Gempa bumi tersebut menyebabkan masyarakat kehilangan banyak harta benda dan keluarga. Misalnya. seorang yang membawa nilainilai baru mengenai penundaan usia perkawinan. Contohnya. c. antarkelompok. Misalnya. seperti surat kabar. Pertentangan juga terjadi antarindividu. gempa bumi terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Kesadaran akan penundaan perkawinan umumnya bergantung pada tingkat pendidikan di masyarakat. Contoh lainnya adalah pernyataan kemerdekaan secara sepihak oleh masyarakat Chechnya yang mengakibatkan pemerintah Rusia berusaha menumpas pemberontak an tersebut. serta antara individu dan kelompok. perkawinan dilakukan setelah mencapai hal-hal tertentu tanpa memandang usia. Pertentangan ini sering terjadi pada masyarakat yang sedang berkembang menuju masyarakat modern yang lebih kompleks dan masyarakat tradisional. pemberontakan yang terjadi di Sri langka yang dilakukan oleh Suku Tamil atau pemberontakan di India yang dilakukan di daerah Kashmir.agar penemuan tersebut menjadi lebih berguna dan bermanfaat dan diharapkan dapat berpengaruh terhadap bidang-bidang kehidupan yang lain. Usaha agar masyarakat dapat menerima pemikiran tersebut memerlukan waktu yang lama. Pertentangan (Konflik) Pertentangan dalam masyarakat dapat menimbulkan perubahan sosial. Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi dalam Masyarakat Pemberontakan yang terjadi di masyarakat dapat di ketahui melalui pemberitaan di media massa. e. Gagasan tersebut diutarakan pada masyarakat tradisional yang menjunjung tinggi pelaksanaan perkawinan di usia muda. Keadaan tersebut memaksa masyarakat membentuk kehidupan . Pertentangan dapat terjadi antara kelompok tua yang konservatif dan kelompok muda yang dinamis. d. Perubahan yang Diakibatkan oleh Lingkungan Fisik Gejala yang terjadi di lingkungan alam dapat menyebabkan perubahan sosial.

Akan tetapi. atau perubahan kekayaan. a. dan media massa lainnya. 1. ada pula pengaruh luar yang positif. televisi. perubahan keluarga. hancurnya harta benda. dapat berasal dari film. antara lain sebagai berikut. Peperangan Peperangan yang terjadi antara satu negara dan negara lain menyebabkan terjadinya perubahan karena kehancuran akibat perang. Pengaruh Kebudayaan Masyarakat Lain Pengaruh kebudayaan dari masyarakat lain terutama kebudayaan Barat. Negara yang kalah perang akan tunduk dengan menerima ideologi dan kebudayaan dari pihak yang memenangkan peperangan. kehilangan anggota keluarga. surat kabar. radio. Mereka yang menerima beasiswa belajar di luar negeri membawa pulang teori dan pandangan barat ke tanah air sehingga ilmu yang mereka dapat digunakan dan disesuaikan dengan budaya Indonesia. Faktor-Faktor Pendorong Terjadinya Proses Perubahan Sosial Adapun faktor-faktor pendorong terjadinya proses perubahan sosial.kembali melalui lembaga atau organisasi sosial yang baru karena kehidupan lama telah rusak atau hilang. Contohnya. g. Kontak dengan Masyarakat Lain .5. contohnya dalam hal pendidikan. atau bencana kelaparan. meski tidak menutup mata apabila ada beberapa orang yang lebih memilih untuk tetap berideologi Barat. f. Kadang-kadang media tersebut memberikan pengaruh negatif yang tidak sesuai dengan gaya hidup masyarakat Indonesia. Perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat seperti perubahan mata pencaharian.

kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat yang bersangkutan. (Sumber: Sosiologi Suatu Pengantar. b. Sistem Pendidikan yang Maju Kemajuan suatu bangsa atau masyarakat dapat dilihat dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. adanya proyek percontohan di masyarakat petani dengan menerapkan sistem diversifikasi tanaman. d. Adanya sistem rotasi tanaman dengan beragam tanaman pada setiap musim berpengaruh terhadap kondisi kesuburan tanah dan hasil yang dicapai dapat melebihi hasil sebelumnya. Perkembangan zaman akan membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas yang tidak lain .Adanya interaksi dengan masyarakat di luar masyarakatnya sendiri akan menimbulkan komunikasi yang saling mempengaruhi. Penyebaran unsur-unsur kebudayaan merupakan difusi dari penemuan baru atau dapat juga dalam bentuk penyebaran informasi. Misalnya. Difusi adalah proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan secara meluas sehingga melewati batas tempat kebudayaan itu timbul. atau manfaat dari suatu lembaga masyarakat seperti KUD. teknologi. Difusi Antar Masyarakat Penyebaran unsur-unsur baru di masyarakat dapat berasal dari pengaruh masyarakat yang lain. Difusi antar masyarakat dapat terjadi apabila proyek diversifikasi tanaman ini dicontoh oleh petani-petani dari daerah lain. Difusi dalam Masyarakat Proses penyebaran suatu gagasan atau hasil dari proses (produksi) dari dalam masyarakat itu sendiri. harga dapat dipertahankan sehingga memberi keuntungan bagi petani. Dengan adanya diversifikasi tanaman. Hal tersebut berakibat terjadinya penyebaran atau difusi suatu gagasan atau teknologi. 1990) c. dari masyarakat satu ke masyarakat lain yang dilakukan secara perorangan ataupun kelompok.

Pendidikan dapat menyejajarkan masyarakat yang sedang berkembang dengan masyarakat yang maju. namun pihak lain menilai sebaliknya. pemerintah memberikan penghargaan Kalpataru terhadap orang yang berjasa dalam bidang lingkungan hidup. Sikap tidak mempersoalkan perilaku tersebut merupakan bagian dari sikap toleransi terhadap orang lain. Berkembangnya pendidikan akan mendorong terjadi perubahan sosial. melalui pola pikir yang maju dan terpelajar. Satu pihak menilainya sebagai bahasa halus dan sopan. Terkadang bahasa yang digunakan antara anggota masyarakat memiliki nilai yang berbeda. Di sinilah sangat dibutuhkan sikap toleransi. Toleransi Masyarakat tidak kaku dalam menghadapi norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat itu sendiri. dan Pengajaran). di perkotaan secara umum dihuni oleh warga yang sangat heterogen. Pendidikan membuat seorang individu mengetahui banyak hal dan mengetahui perkembangan-perkembangan yang terjadi pada kehidupan masyarakat lain. Adanya penelitian dan penemuan unsur-unsur baru merupakan sikap kepedulian terhadap masyarakat dan sebagai usaha mempersiapkan dan mengisi pembangunan nasional. Pengabdian.dipenuhi melalui bidang pendidikan. Sikap Masyarakat atau seorang in dividu yang memiliki keinginan untuk maju akan menghargai karya yang dihasilkan oleh masyarakat atau orang lain. seperti konflik sosial. Jika sikap tersebut telah tertanam dengan baik. e. Apabila terjadi suatu perilaku yang berbeda dalam suatu masyarakat. akan mendorong munculnya penemuan-penemuan baru atau berusaha untuk membuat karya yang bermanfaat bagi masyarakat. terutama norma yang tidak tertulis. LIPI menyelenggarakan lomba karya ilmiah remaja sebagai awal dari usaha penemuan baru di kalangan remaja. Misalnya. Salah satu heterogenitasnya adalah dalam bahasa. g. namun tidak keluar dari persoalan yang dapat mengarah pada aspek-aspek negatif. Sistem Stratifikasi Sosial Terbuka . f. Contohnya. setiap pengajar di perguruan tinggi wajib melakukan penelitian sebagai perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi (Penelitian.

Jika di antara mereka ada yang merasa lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain. masa sekarang merupakan masa berusaha. akibat adanya tekanan dari pihak lain atau kekecewaan.Masyarakat yang memiliki stratifikasi (lapisan) sosial terbuka memungkinkan terjadinya mobilitas (perpindahan) sosial antar lapisan. Orientasi ke Masa Depan Masa depan merupakan tumpuan harapan. Ketidakpuasan terhadap Kondisi Kehidupan Masyarakat yang tidak puas dengan keadaan sosial. Seseorang yang berada pada lapisan yang paling bawah dapat berpindah ke lapisan yang lebih atas apabila yang bersangkutan berusaha dan bekerja keras untuk mencapainya. Keadaan yang demikian berakibat terjadinya perubahan-perubahan dalam masyarakat terutama dalam rangka mencapai suatu integrasi yang dapat diterima oleh berbagai pihak. Penduduk yang Heterogen Penduduk Indonesia yang terdiri atas berbagai suku bangsa. i. dan budaya merupakan masyarakat heterogen atau disebut juga masyarakat majemuk. agama. h. Nilai yang Menyatakan bahwa Manusia Harus Berusaha Memperbaiki Nasibnya . Masa lalu dapat menjadi pengalaman untuk memperbaiki masa sekarang sehingga hasilnya dapat dipetik dan dinikmati di kemudian hari. maka masyarakat menginginkan ada perubahan agar lepas dari penderitaan yang lama. hal ini mudah memicu konflik yang dapat mengakibatkan munculnya masalah sosial atau kegoncangan masyarakat. k. ras. j.

Disorganisasi atau perpecahan dalam sebuah keluarga merupakan jalan ke arah perubahan karena di antara satu sama lain sudah tidak ada lagi kecocokan. Sikap Mudah Menerima Hal-Hal yang Baru Penemuan baru merupakan langkah menuju perubahan karena yang bersangkutan harus menyesuaikan diri dengan situasi. seseorang yang bercita-cita besar b.. Agar manusia dapat mengubah nasibnya. kondisi. kecewa.. Keadaan tersebut merupakan perubahan hasil adaptasi terhadap lingkungan dan barang baru yang dimilikinya. Disorganisasi Keluarga Kehidupan keluarga yang sering terjadi percekcokan atau konflik di antara anggotanya menyebabkan berkurangnya keharmonisan dan keutuhan rumah tangga sehingga anak menjadi korban dan mencari pelarian di luar kehidupan keluarga. Contohnya. Beberapa anak yang memiliki perilaku menyimpang berawal dari rasa kesal. Setiap perubahan yang diinginkan dapat dicapai dengan usaha.Hidup ini tidak semata-mata ditentukan oleh yang Mahakuasa. sosiolog yang menekuni bidangnya . atau barang yang diterimanya. a. 2005) : Perubahan sosial hanya dapat diketahui oleh . atau tidak puas tinggal di rumah yang kemudian melampiaskannya dalam pergaulan yang negatif. tetapi besar kecilnya hasil bergantung pada kemampuan manusia itu sendiri. manusia harus berusaha untuk mencapainya. l. m. Contoh Soal (UN SMA IPS.. seorang individu yang selalu mengikuti perkembangan dunia mode atau fashion. menyebabkan yang bersangkutan harus selalu mengikuti perubahan mode dalam masyarakat. tetapi hasil usaha yang dicapai manusia itu sendiri.

1. Faktor-Faktor yang Menghambat Terjadinya Perubahan Sosial Dorongan terjadinya perubahan sosial senantiasa terdapat di dalam setiap kehidupan. a. Akibatnya. b.c. Perkembangan Ilmu Pengetahuan yang Terlambat Latar belakang pendidikan masyarakat yang rendah menyebabkan sempitnya pola pikir seorang individu. seseorang yang memiliki kemampuan e. Perkembangan ilmu pengetahuan yang . Jadi perubahan sosial haya dapat diketahui oleh seseorang yang bercita-cita maju. cendekiawan yang peduli lingkungan d. masyarakat tidak mengalami kemajuan. seseorang yang sampai mengadakan penelitian Jawaban: a Perubahan biasanya dipelopori oleh para generasi muda yang memiliki pembaru. Adapun faktor penghambat atau yang menghalangi terjadinya perubahan sosial antara lain sebagai berikut. terutama ditunjang oleh keinginan untuk berubah. Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat yang Lain Akibat kurangnya hubungan dengan masyarakat luar sehingga informasi yang dapat menunjang pembangunan pada masyarakat tidak dapat diterima dengan baik.6.

Masyarakat sendiri tidak mau mengubahnya karena takut terjadi bencana atau berkurangnya keberuntungan yang ada dalam kehidupan mereka. f. Masyarakat yang memegang teguh adat istiadat lama umumnya hidup dan bertahan pada masyarakat tradisional. Adat atau Kebiasaan Adat atau keyakinan masyarakat terhadap norma-norma yang berlaku turun-temurun merupakan pegangan hidup yang harus tetap berlaku dan dijalankan. setiap perubahan yang masuk akan ditolaknya dengan berbagai alasan. masyarakat tidak siap menerima perubahan. Sikap Masyarakat yang Tradisional Sikap masyarakat ini lebih memihak masa lampau karena masa tersebut merupakan masa yang penuh kemudahan menurut beberapa kelompok. Hal ini dapat menghambat perubahan. Agar kedudukannya tetap bertahan. Kebiasaan-kebiasaan yang turun-temurun merupakan suatu hal yang sulit diubah pada masyarakat. c. d. Kepentingan-Kepentingan yang Tertanam Kuat Sekali atau Vested Interests Setiap masyarakat memiliki stratifikasi sosial masing-masing yang bergantung pada kedudukan seorang individu yang memiliki peranan dan pengaruh dalam masyarakat. terutama beberapa kelompok yang konservatif dan ingin tetap bertahan dalam kepemimpinan masyarakat. Rasa Takut akan Terjadinya Disintegrasi . Orang yang berpengaruh akan memiliki kedudukan tinggi.terlambat disebabkan oleh masyarakat itu sendiri karena merasa cukup dengan pengetahuan yang dimilikinya. e. Tradisi yang berlaku sebagai warisan masa lampau tidak dapat diubah dan harus terus dilestarikan.

masyarakat percaya bahwa pembangunan sebuah jembatan harus diadakan selamatan terlebih dahulu. Hakikat Hidup Ada masyarakat yang memiliki keyakinan bahwa baik buruknya kehidupan ini ada yang mengatur. i. Apabila dorongan lebih kuat daripada hambatan perubahan sosial akan terjadi. Hambatan yang Bersifat Ideologis Setiap unsur perubahan yang berhubungan dengan kepercayaan atau keyakinan masyarakat akan ditolak karena dianggap berlawanan dengan ideologi mereka. perencana proyek pembangunan tidak percaya akan hal tersebut sehingga perencana akan ditolak keberadaannya oleh masyarakat. Masyarakat yang demikian umumnya masyarakat yang pernah dijajah oleh bangsa lain sehingga setiap unsur-unsur yang berbau negara penjajah akan ditolak dan dianggap tidak sesuai dengan kepribadian masyarakat pada sebuah bangsa. bergantung besar kecilnya kekuatan dalam menanggapi perubahan tersebut. Dorongan terjadinya perubahan dan penghambat perubahan senantiasa ada di setiap masyarakat. Misalnya. perubahan akan terhambat atau tidak terjadi. Namun. Akan tetapi. apabila hambatan lebih kuat daripada dorongan. Sikap yang Tertutup Unsur-unsur perubahan yang datangnya dari luar dianggap berbahaya. . h.Perubahan yang terjadi dalam kehidupan dianggap mengganggu tatanan sosial yang telah berjalan. g. Hal tersebut disebabkan masuknya unsur perubahan dari luar yang dapat menggoyahkan pola-pola kehidupan dan pada akhirnya masyarakat tidak lagi mempercayai pemimpin mereka bahkan akan meninggalkan tradisi yang telah lama dianut.

dan reorganisasi adalah sebagai berikut. antara lain sebagai berikut. Tidak ada masyarakat yang berhenti berkembang karena setiap masyarakat akan mengalami perubahan.Hakikat dan sifat manusia menurut kerangka analisis Kluckhon dan Strodtbeck (1961). Proses Perubahan Sosial Perubahan sosial merupakan suatu proses yang selalu terjadi dalam setiap kehidupan. Perubahan-perubahan tidak dapat dibatasi pada bidang kebendaan atau bidang spiritual saja karena kedua bidang tersebut mempunyai kaitan dan timbal balik yang sangat kuat. Misalnya. (Sumber: Pengantar Sosiologi. disorganisasi. perubahan yang kemudian terjadi tidak hanya terbatas pada lembaga-lembaga politik. Dewasa ini proses-proses perubahan sosial dapat diketahui dengan adanya ciri-ciri tertentu. 2001) B. Hal ini disebabkan struktur lembaga-lembaga kemasyarakatan sifatnya saling terjalin. Suatu proses perubahan sosial dalam bidang kehidupan tertentu tidak mungkin berhenti pada satu titik karena perubahan di bidang lain akan segera mengikutinya. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahanperubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya. saluran-saluran perubahan. Lembaga-lembaga sosial tadi sifatnya interdependen sehingga sulit sekali untuk mengisolasi perubahan pada lembaga-lembaga sosial tertentu saja. Hidup itu buruk tetapi harus diperbaiki. Proses awal dan proses-proses selanjutnya merupakan suatu mata rantai. apabila suatu negara mengubah undang-undang atau bentuk pemerintahannya. baik yang terjadi secara lambat maupun secara cepat. Berdasarkan beberapa hal tersebut. Perubahan-perubahan sosial yang cepat biasanya mengakibatkan disorganisasi yang bersifat sementara karena berada di dalam proses penyesuaian diri. Disorganisasi akan diikuti oleh suatu reorganisasi yang mencakup pemantapan kaidah-kaidah dan nilai-nilai lain yang baru. proses-proses perubahan sosial yang menyangkut penyesuaian masyarakat terhadap perubahan. bahwa hidup itu buruk dan hidup itu baik. .

Keserasian masyarakat dimaksudkan sebagai suatu keadaan ketika lembagalembaga kemasyarakatan yang pokok benar-benar berfungsi dan saling mengisi. Dalam keadaan demikian. Pendidikan anak-anak yang sebelumnya dilakukan oleh keluarga ibu diserahkan kepada ayah. Norma-norma dan nilai-nilai sosial tidak akan terpengaruh olehnya dan dapat berfungsi secara wajar. Hubungan antara anak-anak dan ayahnya yang semula dianggap tidak mempunyai kekuasaan apa-apa terhadap anak-anak karena ayah dianggap sebagai orang luar. Hal itu berarti ada gangguan yang terus-menerus terhadap keserasian masyarakat. dinamakan ketidakpenyesuaian sosial (maladjustment) yang mungkin mengakibatkan terjadinya anomie. wanita mempunyai kedudukan penting karena garis keturunan yang matrilineal. Jika sebaliknya yang terjadi. tetapi sifatnya dangkal dan terbatas pada bentuk luarnya. dalam tradisi di Minangkabau. Keadaan tersebut berarti bahwa ketegangan-ketegangan serta kekecewaan di antara para warga tidak mempunyai saluran pemecahan.1. . Jika seorang individu tidak ingin mengalami tekanan-tekanan psikologis. pengaruhnya tetap ada. Kesatuan-kesatuan kekeluargaan besar atas dasar ikatan atau kesatuan wilayah tempat tinggal terpecah menjadi kesatuan-kesatuan kecil. Suatu perbedaan dapat diadakan antara penyesuaian dari lembagalembaga kemasyarakatan dan penyesuaian dari individu yang ada dalam masyarakat tersebut. Akan tetapi. cenderung bergeser. individu secara psikologis merasakan akan adanya ketenteraman karena tidak adanya pertentangan dalam norma-norma dan nilai-nilai. Apabila ketidakserasian dapat dipulihkan kembali setelah terjadi suatu perubahan. Kadang unsur-unsur baru dan lama yang bertentangan secara bersamaan memengaruhi normanorma dan nilai-nilai yang kemudian berpengaruh pula pada warga masyarakat. Jika masyarakat tidak dapat menolaknya karena unsur baru tersebut tidak menimbulkan kegoncangan. Setiap kali terjadi gangguan terhadap kehidupan. keadaan tersebut dinamakan penyesuaian (adjustment). masyarakat dapat menolaknya atau mengubah susunan lembaga-lembaga kemasyarakatannya dengan maksud menerima unsur yang baru. Peranan keluarga-keluarga besar atau masyarakat hukum adat semakin berkurang. Penyesuaian Masyarakat terhadap Perubahan Keserasian atau harmoni dalam masyarakat (social equilibrium) merupakan keadaan yang diinginkan setiap masyarakat. kadang unsur yang baru dipaksakan masuknya oleh suatu kekuatan. Misalnya. harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.2. terlihat adanya suatu kecenderungan hubungan antara anggota keluarga batih lebih erat.

(Sumber: Sosiologi Suatu Pangantar. Umumnya. 1993) 2. Misalnya. Misalnya. coraknya adalah sebagai berikut. atau rekreasi. Setiap orang boleh memilih pendidikan macam apapun yang disukai. Perubahan lembaga kemasyarakatan tersebut akan membawa akibat pada lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya karena lembagalembaga tersebut merupakan suatu sistem yang terintegrasi. . Lembaga kemasyarakatan yang menjadi titik tolak. agama. atau mengalami proses institutionalization (pelembagaan). bergantung pada fokus kebudayaan masyarakat pada suatu masa yang tertentu. diterima. tidak ada lagi diskriminasi antara golongan-golongan. serta dipergunakan oleh khalayak ramai. Perubahan tersebut berpengaruh pada sikap dan pola perilaku serta nilai-nilai masyarakat Indonesia. Saluran-Saluran Perubahan Sosial Saluran-saluran perubahan sosial merupakan saluran-saluran yang dilalui oleh suatu proses perubahan. dalam bidang pendidikan.Matrilineal adalah garis keturunan ke atas yang ditarik pada penghubung wanita melalui ibu (garis keturunan ibu). pendidikan. diakui. pada 17 Agustus 1945 saat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang merupakan kali pertama terjadinya perubahan pada struktur pemerintahan dari jajahan menjadi negara yang merdeka dan berdaulat. Lembaga kemasyarakatan yang pada suatu waktu mendapatkan penilaian tertinggi dari masyarakat cenderung untuk menjadi saluran utama perubahan sosial.2. Hal ini menjalar ke lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya. Jika lembagalembaga kemasyarakatan sebagai suatu sistem sosial digambarkan. ekonomi. saluran-saluran tersebut adalah lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam bidang pemerintahan. seperti pada zaman penjajahan. Lembaga-lembaga kemasyarakatan tersebut merupakan suatu struktur apabila mencakup hubungan antara lembaga-lembaga kemasyarakatan yang mempunyai pola-pola tertentu dan keserasian tertentu. Saluran tersebut berfungsi agar sesuatu perubahan dikenal.

bahkan sudah tidak dilaksanakan secara konsekuen. Disintegrasi dan Reintegrasi Perubahan sosial dapat mengakibatkan terjadinya proses disintegrasi atau perpecahan. Norma-norma sosial tidak lagi membantu anggota masyarakat dalam mencapai tujuan yang disepakati. Norma-norma dalam kelompok yang dihayati oleh setiap anggota dianggap tidak sesuai lagi. yaitu suatu proses pudarnya norma-norma dan nilainilai dalam masyarakat yang disebabkan perubahanperubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh setiap warga masyarakat sudah bertentangan dengan norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. 2. Sanksi yang dikenakan pada orang yang melanggar norma dianggap sudah tidak berlaku. Disintegrasi atau disorganisasi merupakan proses pembentukan nilai-nilai baru. Tidak ada lagi kesepakatan anggota kelompok mengenai tujuan sosial yang hendak dicapai yang semula menjadi pegangan kelompok tersebut. Disintegrasi ini disebabkan oleh beberapa faktor. Proses perubahan sosial akan menyebabkan nilai dan norma masyarakat menjadi tergeser atau berubah.Gambar 2. baik yang akan mengurangi ikatan dalam masyarakat itu sendiri maupun integrasi masyarakat yang pada akhirnya . Lembaga-lembaga kemasyarakatan mempunyai pola-pola dan keserasian tertentu. Menurut Soekanto. Lembaga Kemasyarakatan. Dengan demikian.3. gejala-gejala disorganisasi dan disintegrasi pada awalnya dimulai dari hal-hal sebagai berikut. Sanksi sudah lemah. disintegrasi disebut juga disorganisasi.

seperti hal-hal berikut ini. ialah hampir sama dengan demonstrasi atau protes. Menurut Soekanto. Di Indonesia pernah terjadi beberapa kali konflik atau pertentangan dengan kekuasaan pemerintahan. penganiayaan terhadap orang yang tidak disenangi. Kerusuhan (dapat juga disebut riot walaupun pengertiannya tidak tepat). Disintegrasi sosial yang terjadi akan mempunyai kekuatan yang merongrong atau melemahkan kedudukan seseorang yang memiliki kekuasaan. setiap perubahan bisa mengakibatkan terjadinya perbedaan tanggapan atau penafsiran. masyarakat pelu diberi pemahaman tentang reintegrasi atau reorganisasi yang tepat. Penolakan dapat pula berupa protes dan demontrasi. Kadangkala aksi protes dan demonstrasi juga dilakukan oleh mahasiswa terhadap pemerintah seperti yang terjadi pada 1966 dan 1998. Menanamkan kesadaran akan pentingnya berbangsa dan bertanah air. Reintegrasi terlaksana apabila norma-norma atau nilai-nilai baru telah melembaga (institutionalized) dalam diri warga masyarakat. kenaikan harga barang yang diakibatkan oleh naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).bergantung pada keinginan masyarakat. reintegrasi atau reorganisasi adalah proses pembentukan kembali norma-norma dan nilai-nilai baru untuk menyesuaikan diri dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang mengalami perubahan. atau terjadi bentrokan fisik dengan pihak pengendali kerusuhan (keamanan). Misalnya. Kadang-kadang masyarakat menolak suatu kebijaksanaan apabila dianggap merugikan atau terlalu memberatkan masyarakat. Hal tersebut berakibat tidak sedikit terjadinya reaksi terhadap suatu perubahan. Jika perubahan tersebut dapat menumbuhkan kepentingan kesatuan nasional. Menggunakan saluran militer untuk memadamkannya apabila terjadi pergolakan mengarah pada pemberontakan. Perundingan apabila terdapat pihak-pihak yang melakukan reaksi keras (pergolakan). Kerusuhan . demo yang dilakukan oleh karyawan di beberapa perusahaan yang menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP). Melalui saluran hukum terhadap mereka yang menyimpang. Pada dasarnya. bahkan pada masa reformasi pasca 1998. Hal seperti itu terjadi sejak awal kemerdekaan sampai awal berdirinya Orde Baru. Perubahan sosial ditandai dengan semakin berkembangnya tingkat pendidikan masyarakat sehingga setiap kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak selamanya diterima masyarakat. Uraian berikut disusun berdasarkan intensitas (besar-kecilnya) pertentangan itu sendiri antara lain sebagai berikut. Adanya disintegrasi dalam kehidupan bermasyarakat harus diimbangi dengan reintegrasi yang bertujuan untuk mengembalikan keadaan yang diinginkan sesuai dengan tujuan persatuan dan keutuhan masyarakat. Contohnya. Perbedaannya kerusuhan mengandung unsur kekerasan fisik dan biasanya diikuti dengan perusakan terhadap barang-barang.

. umumnya terhadap kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintah atau pemimpin perusahaan. setiap perubahan harus dihindari dan ditentang karena tidak sesuai kepentingan kelompok masyarakat tertentu. pergulatan fisik (perkelahian atau pertempuran) atau perusakan barang-barang. Perubahan yang diterima masyarakat kadang-kadang tidak sesuai dengan keinginan. Dengan kata lain. Perubahan dianggap sebagai suatu kemajuan sehingga setiap perubahan harus diikuti tanpa dilihat untung ruginya bagi kehidupan. Dampak Perubahan Sosial Adanya suatu perubahan dalam masyarakat akibat perubahan sosial bergantung pada keadaan masyarakat itu sendiri yang mengalami perubahan. Perubahan mengancam kepentingan pihak yang sudah mapan. ketinggalan. ialah suatu tindakan kekerasan yang dilakukan oleh atau untuk kepentingan suatu kelompok tertentu dengan maksud melemahkan atau bahkan menghancurkan kekuasaan dari kelompok lain. Serangan bersenjata (armed attack). Perbedaan perubahan tersebut dapat mengakibatkan munculnya kecemburuan sosial. dapat pula sebagai suatu kemunduran (regress) masyarakat. Serangan bersenjata terjadi pada kekerasan politik (pemberontakan). yaitu sebagai berikut. Hal ini karena setiap orang memiliki gagasan mengenai perubahan yang mereka anggap baik sehingga perubahan yang terjadi dapat ditafsirkan bermacam-macam. kriminalitas. yang harus dihindari. ialah protes terhadap pemegang kekuasaan tanpa melalui kekerasan. Perubahan juga dianggap membawa nilai-nilai baru yang modern. penyimpangan masyarakat. Terdapat beberapa tanggapan masyarakat sebagai akibat dari perubahan sosial yang menimbulkan suatu ketidakpuasan. Demonstrasi. perubahan sosial yang terjadi tidak selamanya suatu kemajuan (progress). kerusuhan atau serangan bersenjata. Protes dilakukan secara bersama-sama. Kematian akibat kekerasan politik terjadi sebagai akibat dari pengendalian demonstrasi. sesuai dengan nilai-nilai sosial yang mereka miliki. Serangan bersenjata ditandai dengan adanya pertumpahan darah. C. atau kelanjutan dari kerusuhan. Bahkan.umumnya ditandai dengan spontanitas terhadap suatu insiden atau sebagai kelanjutan dari demonstrasi. Kecepatan perubahan tiap daerah berbeda-beda bergantung pada dukungan dan kesiapan masyarakat untuk berubah. Untuk mencegahnya. atau ketidaktahuan adanya perubahan. Hak istimewa yang diterima dari masyarakat akan berkurang atau menghilang sehingga perubahan dianggapnya akan menggoncangkan berbagai aspek kehidupan.

1. Dengan kata lain. Adanya perhatian masyarakat terhadap masalah-masalah sosial. Perubahan sosial mengakibatkan terjadinya masalah-masalah sosial. yaitu sebagai berikut. Pergolakan dan Pemberontakan . Menurut Merton (dalam Soekanto). Hal pokok di sini bukanlah sumbernya. Masalah sosial merupakan proses terjadinya ketidaksesuaian antara unsur-unsur dalam kebudayaan suatu masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok-kelompok sosial. Hal ini mengabakan seseorang ketinggalan informasi tentang perkem bangan dunia. Pengetahuan dan kemampuan seseorang terbatas. Pihak-pihak yang menetapkan apakah suatu kepincangan merupakan masalah sosial atau tidak. Pendapat tersebut tidak memuaskan dan telah ditinggalkan. Masalah sosial tersebut timbul akibat terjadinya kepincangan-kepincangan masyarakat karena tidak sesuainya tindakan-tindakan dengan norma-norma dan nilai-nilai masyarakat. Ketidaksiapan menghadapi perubahan. Hal itu berakibat terjadi disintegrasi sosial atau rusaknya ikatan sosial. atau kenakalan remaja. Proses disintegrasi sebagai akibat perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dapat berbentuk antara lain sebagai berikut. Akibat hal tersebut. Semula ada pendapat keliru yang menyatakan bahwa masalah sosial bersumber secara langsung pada kondisi-kondisi ataupun proses-proses sosial. tidak setiap masalah yang terjadi pada masyarakat disebut masalah sosial. Tidak adanya kesesuaian antara ukuran-ukuran dan nilai-nilai sosial dengan kenyataan-kenyataan serta tindakan-tindakan sosial. masyarakat tidak menyukai tindakan-tindakan yang menyimpang dan berlawanan dengan nilai-nilai yang berlaku. Hal itu disebabkan perubahan sosial yang terjadi dianggap tidak akan menimbulkan pengaruh bagi dirinya. Dalam hal ini. masalah sosial menyebabkan terjadinya hambatan dalam pemenuhan kebutuhan warga masyarakat. melainkan akibat dari gejala tersebut (baik gejala sosial maupun gejala bukan sosial) yang menyebabkan terjadinya masalah sosial. akibatnya ia tidak memiliki kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.Ketidaktahuan pada perubahan yang terjadi. seperti kejahatan. Adanya masalah-masalah sosial yang terbuka dan masalah-masalah sosial yang tertutup. urutannya sangat relatif. Masa bodoh terhadap perubahan. Meskipun begitu. suatu masalah disebut masalah sosial jika memenuhi beberapa kriteria.

Aksi Protes dan Demonstrasi Aksi protes disebut juga unjuk rasa yang selalu terjadi dalam kehidupan manusia. 2. Akibatnya. ataupun pergaulan. Hal itu terjadi karena setiap orang memiliki pendapat dan pandangan yang mungkin berbeda. 3. bertujuan untuk menjatuhkan kedudukan penguasa pada saat itu. Perubahan sosial tersebut dapat membawa seseorang atau kelompok ke arah tindakan yang menyimpang karena dipengaruhi keinginan-keinginan yang tidak terpenuhi atau terpuaskan dalam kehidupannya. tetapi perubahan tersebut tidak membawa setiap orang ke arah yang dicita-citakan. Protes merupakan aksi tanpa kekerasan yang dilakukan oleh individu atau masyarakat terhadap suatu kekuasaan. pengetahuan. sekaligus menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap ideologi pemerintah.Proklamasi dikumandangkan sebagai pernyataan kemerdekaan Indonesia dapat diterima di berbagai daerah walaupun tidak secara bersamaan. individu atau kelompok tersebut tidak puas dan melakukan tindakan penyelesaian. Protes dapat terjadi apabila suatu hal menimpa kepentingan individu atau kelompok secara langsung sebagai akibat dari rasa ketidakadilan akan hak yang harus diterima. Rangkaian peristiwa itu disebut revolusi. Perbuatan kriminal yang muncul di masyarakat secara khusus akan diuraikan sebagai akibat terjadinya perubahan sosial yang menimbulkan kesenjangan kehidupan atau jauhnya ketidaksamaan . Protes dapat pula terjadi secara tidak langsung sebagai rasa solidaritas antar sesama karena kesewenang-wenangan pihak tertentu yang mengakibatkan kesengsaraan bagi orang lain. Rakyat menyambut dan mendukungnya. Adanya pergolakan dan pemberontakan di berbagai daerah pasca kemerdekaan. perilaku. Kriminalitas Perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupan memberi peluang bagi setiap orang untuk berubah. Oleh karena itu. segera dibentuk suatu tatanan dan kehidupan sosial baru. Hal ini berakibat terjadinya perbedaan sosial berdasarkan kekayaan.

terjadi penyelewengan dan pelanggaran. Apabila hal ini sudah membudaya di kalangan bangsa Indonesia atau sudah menjadi bagian dari kebudayaan bangsa akan sulit untuk diberantas. sedangkan pengawasan terhadap perbuatan yang salah lemah. Untuk memberantas korupsi. Adakalanya orang ingin mendapatkan hak tetapi tidak sesuai dengan kewajiban yang harus dilakukan dan kesempatan untuk melakukan hal yang salah terbuka. Hal itu karena tindakan yang mereka lakukan dapat meresahkan masyarakat. kenakalan remaja disebut . Akibatnya. Perbuatan demikian bisa terjadi karena melihat perubahan orang lain dianggap lebih baik daripada dirinya atau sebagian besar masyarakat mengalami perubahan sedangkan dirinya tidak. kolusi. Oleh karena itu. 4. tidak semua orang mendapat kebahagiaan yang sama. Akibatnya. Korupsi. Setiap orang harus mendapat hak disesuaikan dengan kewajiban yang dilakukan. tetapi seluruh rakyat Indonesia harus bertekad untuk menghilangkan korupsi. Masalah korupsi menyangkut berbagai aspek sosial dan budaya maka Bung Hatta (dalam Mubyarto) mengatakan bahwa korupsi adalah masalah budaya. dan nepotisme. Oleh karena itu. Nepotisme merupakan kecenderungan untuk mengutamakan sanak saudara sendiri. 5. timbul suatu dorongan untuk meningkatkan kemampuan nya yang tidak sesuai dengan kebenaran atau norma yang berlaku dalam masyarakat. Akibatnya. Adanya perbedaan tersebut menyebabkan setiap orang memiliki penafsiran yang berbeda-beda terhadap hak dan kewajibannya. dan Nepotisme Bangsa Indonesia yang sedang membangun perlu memiliki sistem administrasi yang bersih dan berwibawa. Korupsi adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara atau perusahaan untuk keuntungan pribadi atau orang lain. bebas dari segala korupsi.sosial. Kolusi adalah kerja sama rahasia untuk maksud tidak terpuji. tidak hanya satu atau beberapa lembaga pemerintahan saja yang harus berperan. Kenakalan Remaja Kenakalan remaja merupakan disintergasi dari keutuhan suatu masyarakat. hal tersebut akan menghambat proses pembangunan nasional. Kolusi.

sebagai masalah sosial. Munculnya kenakalan remaja merupakan gejolak kehidupan yang disebabkan adanya perubahan-perubahan sosial di masyarakat, seperti pergeseran fungsi keluarga karena kedua orangtua bekerja sehingga peranan pendidikan keluarga menjadi berkurang.

Selain itu, pergeseran nilai dan norma masyarakat mengakibakan berkembangnya sifat individualisme. Juga pergeseran struktur masyarakat mengakibatkan masyarakat lebih menyerahkan setiap permasalahan kepada yang berwenang. Perubahan sosial, ekonomi, budaya, dan unsur budaya lainnya dapat mengakibatkan disintegrasi.

D. Modernisasi

Pengertian modernisasi pada awalnya berkembang pada abad XVIII di Eropa, ketika ditemukannya mesin uap dan mesin pemintal untuk tekstil. Dengan demikian, perkembangan tersebut merupakan landasan bagi industrialisasi di berbagai bidang kehidupan masyarakat Eropa, yaitu yang lazim dikenal dengan Revolusi Industri. Perubahan-perubahan penggunaan alat-alat industri terjadi di Inggris kemudian menyebar ke berbagai negara di Eropa. Peristiwa industrialisasi tersebut ternyata sejalan dengan Revolusi Prancis yang menentang dan menghancurkan hak-hak istimewa yang dimiliki secara turun-temurun oleh sekelompok orang (kaum feodal), dan munculnya persamaan hak setiap warga negara sehingga hal ini merupakan hal awal demokratisasi di Eropa.

Dari kedua revolusi tersebut, kemajuan perekonomian melalui industrialisasi menyebabkan negara menjadi maju dan munculnya persamaan hak telah menyadarkan peranan setiap orang dalam menentukan kehidupannya. Oleh karena itu, hal tersebut dapat dikatakan sebagai awal dari modernisasi.

Perkembangan modernisasi selanjutnya tidak terbatas pada industrialisasi dan demokratisasi saja, tetapi menyangkut pula berbagai bidang kehidupan lain yang saling berhubungan. Dengan demikian, kemajuan suatu bidang kehidupan akan diikuti oleh bidang-bidang kehidupan lain, yaitu: kemajuan ilmu pengetahuan maka akan diikuti oleh teknologi; kemajuan material atau kebendaan yang digunakan setiap manusia harus diimbangi oleh sikap mental untuk menyesuaikan diri dengan benda yang dimilikinya; jika tidak, akan dianggap sebagai orang yang ketinggalan zaman atau ketinggalan kebudayaan.

Setiap perubahan yang terjadi di masyarakat tentu saja ada sisi baik dan sisi buruknya. Hal ini bergantung pada masyarakat sendiri yang menafsirkan modern. Salah menafsirkan kata modern akan mengakibatkan perilaku masyarakat yang tidak sesuai dengan budaya atau kepribadian bangsa. Modernisasi sebagai perubahan sosial dari keadaan tradisional atau pra industri ke masyarakat industri. Perubahan tersebut merupakan titik tolak perkembangan ke arah modernisasi. Untuk mencapai masyarakat modern, harus melalui transisi (peralihan) yang akan mengubah pola kehidupan masyarakat.

Masyarakat tradisional dianggap statis dan hampir tidak mengalami perubahan. Seperti halnya karakteristik masyarakat tradisional berorientasi pada pertanian dengan menggunakan metode yang dianggap belum berkembang.

Proses perubahan ke arah lebih maju daripada sebelumnya yang ditunjang oleh sikap dan perilaku masyarakat untuk menerima perubahan-perubahan tersebut merupakan suatu proses ke arah modern yang dinamakan modernisasi. Modernisasi dapat diartikan sebagai suatu sikap pikiran yang mempunyai kecenderungan untuk mendahulukan sesuatu yang baru dari yang bersifat tradisi dan satu sikap pikiran yang hendak menyesuaikan soal-soal yang sudah menetap dan menjadi kebutuhan-kebutuhan yang baru.

Dengan kata lain, modernisasi merupakan perubahan sosial yang terarah (directed change) yang didasarkan pada perencanaan (social planing). Modernisasi umumnya dihubungkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk suatu kemajuan masyarakat secara positif, begitu pula masyarakat secara terbuka menerima perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya.

Dengan demikian, ilmu pengetahuan dan teknologi dalam modernisasi memainkan peranan yang sangat penting di berbagai bidang kehidupan sehingga manusia sebagai pelaku modernisasi dituntut untuk selalu siap menerima perubahan-perubahan ke arah kemajuan yang positif.

Gejala modernisasi merupakan awal terjadinya perubahan-perubahan ke arah yang diketahui. Misalnya: sikap masyarakat akan pentingnya pendidikan sekolah; keinginan untuk hidup lebih baik;

adanya usaha untuk mengejar ketinggalan dari masyarakat lain; menghargai pendapat orang lain; tidak menganggap pendapat pribadi lebih baik daripada orang lain; memandang bahwa kehidupan hari esok harus lebih baik daripada hari ini; dan lain-lain. M. Kamal Hasan (dalam Pardoyo) menyatakan bahwa proses modernisasi Indonesia, antara lain sebagai berikut.

1. Berorientasi ke Depan

Kemajuan bangsa dan negara dengan jalan memperbaiki diri guna menyongsong hari esok yang lebih baik.

2. Memiliki Sikap Dinamis dan Aktif

Perbaikan diri dan kemajuan suatu negara harus dicapai dengan usaha dan kerja keras karena hal tersebut tidak akan datang sendiri tanpa adanya perjuangan.

3. Memberikan Tempat bagi Rasionalitas

Segala sesuatu yang berhubungan dengan pembangunan harus diperkirakan baik atau buruknya bagi manusia dan kehidupannya, tidak dirasakan atas dasar perasaan atau pendapat pribadi.

4. Mengembangkan Suatu Sikap Terbuka terhadap Pemikiran dan Hasil Penemuan Ilmiah

terutama yang dapat dinikmati dan dirasakan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. 7. Adapun aspek-aspek kehidupan tersebut muncul sebagai gejala modernisasi. sosial. di antaranya meliputi bidang iptek. 6. politik. Pembangunan nasional melalui modernisasi akan melibatkan beberapa aspek kehidupan. dan budaya. dan ideologi. . Memberikan Prioritas kepada Hal-Hal yang Telah Dicapai Seseorang. Melibatkan Dirinya kepada Tujuan yang Mengatasi Tujuan Golongan Tujuan yang lebih penting adalah tujuan yang lebih besar dan lebih utama dibandingkan dengan tujuan pribadi atau golongan sehingga seseorang dituntut untuk terlibat dalam segala kepentingan masyarakat dan negara. Memberikan Perhatian yang Terbesar kepada Persoalan Langsung dengan Skala Prioritas Segala masalah yang terjadi dan dirasakan langsung oleh masyarakat yang merupakan bidang kajian seseorang merupakan suatu hal yang sangat utama dibandingkan masalah-masalah lain yang bukan bidang garapannya. 5. Begitu pula halnya hasil penelitian merupakan kebenaran ilmiah yang bermanfaat bagi pelaksanaan modernisasi.Pendapat atau pemikiran orang lain yang dianggap baik bagi pembangunan dapat di terima sebagai suatu masukan guna melengkapi hasil pemikiran yang telah ada. ekonomi. bukan Statusnya Keberhasilan seseorang patut untuk ditiru sebagai langkah ke arah kemajuan dan jangan beranggapan bahwa suatu kemajuan berasal dari pendapat orang yang memiliki status sosial terhormat di masyarakat.

Cara berpikir yang ilmiah (scientific thinking) yang melembaga dalam kelas penguasa ataupun masyarakat. norma. Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur serta terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu. organisasi atau komunitas. di satu pihak berarti disiplin.Modernisasi tidak sama dengan reformasi yang menekankan pada faktor-faktor rehabilitasi. Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu perubahan dari gejala-gejala sosial yang ada di masyarakat. dari yang bersifat sederhana sampai yang lebih kompleks. Tingkat organisasi yang tinggi. nilai. lembaga. Menurut Soekanto. Perubahan yang pengaruhnya kecil dan perubahan yang pengaruhnya besar. . c. sedangkan di lain pihak berarti pengurangan kemerdekaan. Perubahan ini meliputi struktur. Perubahan sosial dapat dilihat dari segi terganggunya kesinambungan di antara kesatuan sosial walaupun keadaannya relatif kecil. Wujud perubahan sosial yaitu sebagai berikut. d. Penciptaan iklim yang favourable dari masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa. termasuk perubahan dalam hal budaya. Perubahan yang terjadi secara lambat dan perubahan yang terjadi secara cepat. Perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki. terdapat syarat-syarat suatu modernisasi sebagai berikut. fungsi. Hal ini meng hendaki suatu sistem pendidikan dan pengajaran yang terencana dengan baik. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial (social planing). sebaiknya modernisasi harus dapat memproyeksikan kecenderungan yang ada dalam masyarakat ke arah waktu-waktu yang mendatang. Rangkuman : a. Sistem administrasi negara yang baik adalah sistem yang benarbenar mewujudkan birokrasi. Hal ini memerlukan penelitian yang terus-menerus agar data tidak ter tinggal. dan semua aspek yang dihasilkan dari interaksi antarmanusia. Modernisasi bersifat preventif dan konstruktif agar proses tersebut tidak mengarah pada anganangan. b.

sikap tradisional. perubahan akibat lingkungan fisik. pertentangan (konflik). dan disorganisasi keluarga. serta sikap mudah menerima hal-hal yang baru. difusi.com/2013/05/pengertian-perubahan-sosial-contohdampak. terdapat pula faktor pendukung terjadinya proses perubahan sosial antara lain kontak dengan masyarakat luas. Pengetahuan mengenai proses-proses sosial sangat . 2009. di antaranya kurangnya hubungan dengan masyarakat lain. visi atau orientasi masa depan. Perubahan sosial terjadi dipengaruhi beragam faktor. adat atau kebiasaan. f.blogspot. B.d. seperti perubahan kependudukan. dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain. 146 Sumber : http://perpustakaancyber. Departemen Pendidikan Nasional. Anda sekarang sudah mengetahui Perubahan Sosial. Jakarta. sikap.blogspot. heterogenitas penduduk. Pusat Perbukuan. vested interest.html PROSES-PROSES DAN INTERAKSI SOSIAL BAB I : PENDAHULUAN I. sistem pendidikan.com/2013/05/pengertian-perubahan-sosial-contohdampak. 1964). Perubahan sosial terjadi bukan tanpa hambatan. penemuan-penemuan baru. Referensi : Waluya. p.html#ixzz2cbQGS4bh http://perpustakaancyber. revolusi. peperangan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber. sikap tertutup. Sosiologi 3 : Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. Di samping faktor-faktor yang memengaruhi perubahan sosial. sistem stratifikasi sosial. Terdapat beragam faktor yang dapat menghambat proses perubahan sosial. e. dan hakikat hidup. toleransi. PENGANTAR Proses sosial diartikan sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama ( Selo Soemarjan.

interaksi sosial merupakan kunci semua kehidupan sosial. A. Di dalam kehidupan sehari – hari tentunya manusia tidak dapat lepas dari hubungan antara satu dengan yang lainnya.ia akan selalu perlu untuk mencari individu ataupun kelompok lain untuk dapat berinteraksi ataupun bertukar pikiran. SYARAT INTERAKSI SOSIAL  Kontak Sosial Kata “kontak” (Inggris: “contact") berasal dari bahasa Latin con atau cum yang artinya bersama-sama dan tangere yang artinya menyentuh. dan sifat-sifat manusia dipengaruhi sangat medalam oleh tipe-tipe utama interaksi sosial yang berlangsung di dalamnya. Menurut Prof. BAB II : PEMBAHASAN II. dan nilai sosial. Interaksi sosial merupakan proses dasar dan pokok dalam setiap masyarakat. Dengan adanya nilaidan norma yang berlaku. tidak dapat menghasilkan suatu bentuk kelompok sosial yang dapat saling berinteraksi. Jika hanya fisik yang saling berhadapan antara satu sama lain.aturan dan nilai – nilai yang ada dapat dilakukan dengan baik. maka kegiatan–kegiatan antar satu individu dengan yang lain tidak dapat disebut interaksi.penting. Pengertian Interaksi Sosial Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan di dalam masyarakat. Maka dari itu dapat disebutkan bahwa interaksi merupakan dasar dari suatu bentuk proses sosial karena tanpa adanya interaksi sosial. status sosial. Jika tidak adanya kesadaran atas pribadi masing – masing.maka proses sosial itu sendiri tidak dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. karena memungkinkan seseorang memperoleh pengertian segi-segi dinamis atau gerak dari masyarakat. Tipetipe interaksi yang tumbuh sangat ditentukan oleh normanorma dalam masyarakat yang berkaitan dengan peranan sosial. Soerjono Soekamto di dalam pengantar sosiologi.interaksi sosial itu sendiri dapat berlangsung dengan baik jika aturan . Kontak social memiliki sifat-sifat seperti berikut :  Kontak sosial dapat bersifat positif atau negatif. Dr. Proses sosial berpangkal pada interaksi sosial yang dapat terjadi baik antar perorangan maupun kelompok dalam masyarakat. Jadi fakta sosial muncul melalui proses interaksi. . Dengan tidak adanya komunikasi ataupun interaksi antar satu sama lain maka tidak mungkin ada kehidupan bersama.

yang terjadi adalah kontak sekunder tidak langsung.  Penyampaian Pada tahap ini. pikiran.  Kontak sosial dapat bersifat primer atau sekunder. gerakan-gerakan fisik. atau pikiran kepada pihak lain. Kontak sekunder langsung misalnya terjadi saat ketua RW mengundang ketua RT datang ke rumahnya melalui telepon. atau sikap) dan perasaan-perasaan yang disampaikan. sedangkan kontak sosial negatif mengarah pada suatu pertentangan atau konflik. Kontak sekunder dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. tulisan. setelah mendapatkan pesan dari komunikator.  Encoding Pada tahap ini. Misalnya. perasaan. kontak sekunder terjadi apabila interaksi berlangsung melalui suatu perantara. dan perasaan. instruksi.  Decoding . komunikator harus memilih kata. yaitu alat untuk menyampaikan pesan. Misalnya. tulisan. Ada tiga tahap penting dalam proses komunikasi. penjual dan pembeli di pasar tradisional. dan gambar yang mudah dipahami oleh komunikan. yaitu orang yang menyampaikan pesan.  Pesan. gambar. atau perasaan. Ketiga tahap tersebut adalah sebagai berikut.Kontak sosial positif mengarah pada suatu kerja sama. gagasan atau program yang akan dikomunikasikan diwujudkan dalam kalimat atau gambar. Hal terpenting dalam komunikasi yaitu adanya kegiatan saling menafsirkan perilaku (pembicaraan. istilah. istilah atau gagasan yang sudah diwujudkan dalam bentuk kalimat dan gambar disampaikan. Kontak sosial primer terjadi apabila para peserta interaksi bertemu muka secara langsung. kalimat.  Komunikan. dan gabungan dari keduanya. atau pertemuan ayah dan anak di meja makan. Komunikator harus menghindari penggunaan kode-kode yang membingungkan komunikan.  Komunikator. yaitu perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan. Sementara jika Ketua RW menyuruh sekretarisnya menyampaikan pesan kepada ketua RT agar datang ke rumahnya. Sementara itu.  Efek. Pesan dapat berupa informasi. percakapan melalui telepon. Ada lima unsur pokok dalam komunikasi yaitu sebagai berikut. Media komunikasi dapat berupa lisan. Dalam tahap ini. kontak antara guru dan murid di dalam kelas. Penyampaian dapat berupa lisan.  Media. yaitu orang atau sekelompok orang yang dikirimi pesan. dan film.  Komunikasi Komunikasi merupakan syarat terjadinya interaksi sosial. yaitu sesuatu yang disampaikan oleh komunikator.

rasional dan penuh rasa tanggung jawab .  Simpati Proses simpati sebenarnya merupakan proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. simpati. Sisi negatif dari imitasi adalah tindakan-tindakan yang menyimpang yang ditiru atau imitasi dapat melemahkan pengembangan kreasi seseorang. kemudian diterima oleh pihak lain.  Sugesti Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberikan suatu pandangan atau sikap yang berasal dari dirinya.  Imitasi Faktor imitasi berlangsung apabila seseorang memberikan suatu pandangan. seorang guru kepada siswa.Pada tahap ini dilakukan proses mencerna dan memahami kalimat serta gambar yang diterima menurut pengalaman yang dimiliki.  Identifikasi Faktor identifikasi merupakan kecenderungan-kecenderungan atau keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. stimulus yang diberikan antar masyarakat. sugesti. misalnya dari seorang ayah kepada anak. FAKTOR DASAR TERBENTUKNYA INTERAKSI SOSIAL Proses interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat bersumber dari faktor imitasi. hal ini akan menghambat daya piker seseorang secara rasional. motivasi. Dalam proses identifikasi sesuatu terjadi karena didorong keinginan untuk belajar dari pihak lain yang kedudukannya lebih tinggi dan harus dihormati karena mempunyai kelebihan atau kemampuan . identifikasi dan empati. Sisi positif dari suatu imitasi adalah dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku. Motivasi biasanya diberikan oleh orang yang memiliki status yang lebih tinggi dan berwibawa. Sisi negatif berlangsungnya sugesti apabila pihak yang menerima dilanda oleh emosi. Identifikasi sifatnya lebih mendalam daripada imitasi.  Motivasi Faktor Motivasi yaitu rangsangan pengaruh. Di dalam proses ini perasaan memegang peranan penting walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya. Proses indentifikasi dapat berlangsung dengan sendirinya atau disengaja karena seseorang memerlukan tipe-tipe ideal tertentu di dalam proses kehidupannya. sehingga orang yang diberi motivasi menuruti tau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis. B. oleh karena itu kepribadian seseorang dapat dibentuk atas dasar proses ini.

 Empati Empati yaitu mirip dengan simpati.komunikasi atau hubungan yang sesuai dengan nilai – nilai sosial di dalam suatu masyarakat. Hubungan antar manusia atau relasi – relasi sosial.suatu individu dengan sekumpulan kelompok masyrakat.baik dalam bentuk individu atau perorangan maupun dengan kelompok – kelompok dan antar kelompok masyarakat itu sendiri. Kedua proses ini sama-sama diawali oleh imitasi dan sugesti.menentukan struktur dari masyarakatnya yang dimana hubungan antar manusia dengan relasi tersebut berdasarkan atas suatu komunikasi yang dapat terjadi di antara keduanya. Empati dibarengi dengan perasaan organisme tubuh yang sangat intens/dalam. Adanya hubungan timbal balik dalam memperngaruhi tiap individu pada saat terjadinya komunikasi dapat membentuk suatu pengetahuan maupun pengalaman baru yang dirasakan oleh masing – masing individu. Adanya tingkat kesadaran di dalam berkomunikasi di antara warga – warga dalam kehidupan bermasyarakat dapat membuat masyarakat dipertahankan sebagai suatu kesatuan dan menciptakan apa yang dinamakan sebagai suatu sistem komunikasi.relasi sosial lainnya. Sebelum terbentuk sebagai suatu bentuk konkrit. .Karena kelangsungan kesatuannya dengan jalan komunikasi itu. atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahanperubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada.menciptakan segi dinamika dari sisi perubahan dan perkembangan masyarakat. Hal ini membuat kegiatan komunikasi menjadi suatu dasar yang kuat dalam kehidupan maupun proses sosial seseorang.tertentu yang patut dicontoh. Hubungan antara suatu individu masyarakat dengan relasi . Sistem komunikasi ini mempunyai lambang – lambang yang diberi arti dan menghasilkan persepsi khusus dalam memahami lamabang – lambang tersebut oleh masyarakat. Gillin & Gillin mengatakan bahwa Proses-proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut. akan tetapi tidak semata-mata perasaan kejiwaan saja.telah mengalami suatu proses terlebih dahulu yang dimana proses – proses ini merupakan suatu bentuk dari proses sosial itu sendiri. Berdasarkan sudut inilah komunikasi dapat dipandang sebagai suatu sistem di dalam kelompok masyarakat maupun sebagai sebuh proses sosial.setiap masyarakat dapat membentuk kebudayaan berdasarkan sistem komunikasinya masing-masing. sedangkan dalam proses simpati berkembang kearah pengertian yang mendalam diantara mereka.

serta perasaanperasaan yang ingin disampaikan orang lain. misalnya diperkotaan. Di kota-kota.A.  Simbol-simbol mempunyai nilai komunikatif yang hanya berarti jika pesan dan penerima mempunyai penafsiran-penafsiran yang serupa dan telah disetujui sebelumnya. Menurut J. 1978) ada empat aspek yang perlu diperhatikan. Komunikasi berarti segala upaya untuk menyampaikan amanat dari pemberi kepada penerima agar diterima dengan baik. terjadi dilingkungan yang lebih besar dan tersebar luas. 2. gerakan badan. Aspek kontak social Aspek kontak sosial dalam interaksi sosial adalah apabila dalam suatu pertemuan terjadi kontak sosial dimana orang yang kontak ada tanggapan timbal balik dan penyesuaian perilaku dalam diri pihak yang berkontak terhadap tindakan lain. kontak social sebagain proses terdiri dari dua sifat yaitu :  Primer Sifat kontak primer. PROSES INTERAKSI SOSIAL Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan social suatu masyarakat. Chitambar (dalam Sajogyo. bukan dalam rangka hubungan pribadi dan kurang kuat.  Sekunder Sifat kontak sekunder yaitu sepintas lalu. yaitu:  Simbol-simbol itu diciptakan oleh manusia. yaitu kontak terjadi langsung berhadapan muka. Pada umumnya kontak primer sering terjadi dilingkungan kecil.B. atau sikap). Dalam rangka terjadinya suatu interaksi sosial. Arti yang terpenting dari komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (berwujud pembicaraan. dengan cara lisan atau tulisan (Sajogyo. sehingga dapat menyalurkan kontakkontak sosial diantara mereka. yaitu: 1. ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan. Dalam hal ini.  Simbol-simbol itu dihasilkan dengan mengingat situasi dan struktur. ada organisasiorganisasi besar dan khusus berfungsi untuk mempersatukan orang-orang yang bertempat tinggal tersebar. dimana pihak-pihak yang memberikan penafsiran mempunyai atau dianggap mempunyai kepentingan bersama. didalamnya saling mengenal secara erat dalam pergaulan seharihari. yaitu: o Proses primer . dalam kontak primer pembicaraan berkaitan erat dengan hubungan kekeluargaan atau tetangga dekat. Dalam proses komunikasi ada tiga simbol yang perlu mendapat perhatian. Komunikasi sebagai proses dalam interaksi sosial mempunyai dua ciri. misalnya kehidupan di pedesaan.1978). Aspek komunikasi komunikasi merupakan bagian yang penting.

bahkan ke arah konflik B. di dalam arti bahwa interaksi itu dimulai dengan kerja sama yang kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertikaian untuk akhirnya sampai pada akomodasi. ada dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial : a) Proses-proses yang Asosiatif  Kerjasama Suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan bersama. Menurut mereka. Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial. dan sebagainya. 3. yang berarti pula mengatasi hambatan-hambatan geografis dan waktu.Proses komunikasi primer berlaku secara langsung dengan menggunakan bahasa. Kerja sama timbul karena orientasi orang-perorangan terhadap kelompoknya (yaitu in-group-nya) dan kelompok lainya (yang merupakan out-group-nya). televisi. Keempat bentuk poko dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan suatu kontinuitas. dan sebagainya agar dapat melipat gandakan jumlah penerima amanat. pertentangan. Ini berarti kedua belah pihak belum tentu puas sepenunya. aba-aba. gerakan yang diberi arti khusus. persaingan (competition). o Proses sekunder Proses komunikasi sekunder berlaku dengan menggunakan alat. namun penyelesaian tersebut hanya akan dapat diterima untuk sementara waktu. Pertikaian mungkin akan mendapatkan suatu penyelesaian. Kerja sama akan bertambah kuat jika ada hal-hal yang menyinggung anggota/perorangan lain. 4. misalnya struktur pedesaan atau perkotaan. masingmasing punya nilai dan norma social yang berbeda yang didasari nilai-nilai yang menentukan perilaku masyarakatnya selama interaksi berlangsung yang memperinci aturan permainan di dalam struktur itu. Kerjasama tersebut lebih lanjut dibedakan lagi dengan :  Kerjasama Spontan (Spontaneous Cooperation) : Kerjasama yang sertamerta . radio. dan bahkan dapat juga berbentuk pertentangan atau pertikaian (conflict). Gillin dan Gillin mengadakan penggolongan yang lebih luas lagi. yang dinamakan akomodasi. BENTUK INTERAKSI SOSIAL Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerja sama (cooperation). Dalam teori-teori sosiologi dapat dijumpai beberapa bentuk kerjasama yang biasa diberi nama kerja sama (cooperation). Bentuk Sosial Bentuk interaksi sosial ada yang mengarah pada kerjasama. seperti media masa. Aspek struktur social Struktur sosial mempengaruhi interaksi sosial.

Akan tetapi. Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil untuk sementara waktu karena dua organisasi atau lebih tersebut kemungkinan mempunyai struktut yang tidak sama antara satu dengan lainnya. maka sifatnnya adalah kooperatif.  Tujuan Akomodasi dapat berbeda-beda sesuai dengan situasi yang dihadapinya. Kerjasama Langsung (Directed Cooperation) : Kerjasama yang merupakan hasil perintah atasan atau penguasa  Kerjasama Kontrak (Contractual Cooperation) : Kerjasama atas dasar tertentu  Kerjasama Tradisional (Traditional Cooperation) : Kerjasama sebagai bagian atau unsur dari sistem sosial. yaitu erjasama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu. perhotelan. Maksudnya. Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya. akomodasi adalah suatu perngertian yang digunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan hubungan sosial yang sama artinya dengan adaptasi dalam biologi. Yaitu pelaksana perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara 2 organisasi atau lebih  Kooptasi (cooptation).  Akomodasi Menurut Gillin dan Gillin. karenamaksud utama adalah untuk mencapat satu atau beberapa tujuan bersama. misalnya pengeboran minyak. pertambangan batubara. yaitu :  Untuk mengurangi pertentangan antara orang atau kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham  Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara temporer . dst. sebagai suatu proses dimana orang atau kelompok manusia yang mulanya saling bertentangan.  Joint venture. yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuantujuan yang sama. mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi keteganganketegangan. perfilman.  Ada 5 bentuk kerjasama (Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong menolong)  Bargaining. yakni suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan  Koalisi (coalition).

suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan  Compromise. Ia ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang perorangan atau kelompokkelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak. Penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan  Asimilasi Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut. Suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri  Conciliation. suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama. dan proses-proses mental dengan memerhatikan kepentingan dan tujuan bersama. merupakan bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya.  Toleration. seperti yang dijumpai pada masyarakat yang mengenal sistem berkasta.  Proses Asimilasi timbul bila ada :  Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya orang-perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu yang lama sehingga kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan diri  Faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi adalah :  Toleransi  kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi  sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya .  Bentuk-bentuk Akomodasi:  Corecion.  Adjudication.  Stalemate. mengusahakan peleburan antara kelompok sosial yang terpisah.  Arbitration. sikap. bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. Memungkinkan terjadinya kerjasama antara kelompok sosial yang hidupnya terpisah akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan. suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang berhenti pada satu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya.

Tipe ini dinamakan rivalry.  Bersifat Tidak Pribadi : Misalnya terjadi antara dua perusahaan besar yang bersaing untuk mendapatkan monopoli di suatu wilayah tertentu. sikap tebuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat  persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan  perkawinan campuran (amaigamation)  Faktor umum penghalangan terjadinya asimilasi  Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat  kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi dan sehubungan dengan itu seringkali menimbulkan faktor ketiga  perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi  perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan atau kelompok lainnya.  Gangguan dari golongan yang berkuasa terhadap minoritas lain apabila golongan minoritas lain mengalami gangguan-gangguan dari golongan yang berkuasa  faktor perbedaan kepentingan yang kemudian ditambah dengan pertentangan-pertentangan pribadi a) Proses-proses Disosiatif disosiatif dibedkan dalam tiga bentuk. perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri badaniah dapat pula menjadi salah satu penghalang terjadinya asimilasi  In-Group-Feeling yang kuat menjadi penghalang berlangsungnya asimilasi. In Group Feeling berarti adanya suatu perasaan yang kuat sekali bahwa individu terikat pada kelompok dan kebudayaan kelompok yang bersangkutan. . bersaing dalam memperoleh kedudukan.  Dalam batas-batas tertentu. Persaingan mempunya dua tipe umum :  Bersifat Pribadi : Individu. yaitu :  Persaingan (Competition) Persaingan atau competition dapat diartikan sebagai suatu proses sosial dimana individu atau kelompok manusia yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik perseorangan maupun kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan. perorangan.

 Persaingan ras : merupakan persaingan di bidang kebudayaan.  Menurut Leo von Wiese dan Howard Becker ada 3 tipe umum kontravensi :  Kontraversi generasi masyarakat : lazim terjadi terutama pada zaman yang sudah mengalami perubahan yang sangat cepat  Kontraversi seks : menyangkut hubungan suami dengan istri dalam keluarga. pendidikan. Hal ini disebabkan krn ciri-ciri badaniyah terlihat dibanding unsur-unsur kebudayaan lainnya.  Kontraversi Parlementer : hubungan antara golongan mayoritas dengan golongan minoritas dalam masyarakat. pendidikan.baik yang menyangkut hubungan mereka di dalam lembaga legislatif.  Persaingan kedudukan dan peranan : di dalam diri seseorang maupun di dalam kelompok terdapat keinginan untuk diakui sebagai orang atau kelompok yang mempunyai kedudukan serta peranan terpandang. mempunyai dua bentuk : o Kontavensi antarmasyarakat setempat yang berlainan (intracommunity struggle) o Kontravensi antar golongan-golongan dalam satu masyarakat setempat (intercommunity struggle)  Antagonisme keagamaan  Kontravensi Intelektual : sikap meninggikan diri dari mereka yang mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi atau sebaliknya  Oposisi moral : erat hubungannya dengan kebudayaan.  Tipe Kontravensi :  Kontravensi antarmasyarakat setempat. dst. Bentuk-bentuk persaingan :  Persaingan ekonomi : timbul karena terbatasnya persediaan dibandingkan dengan jumlah konsumen  Persaingan kebudayaan : dapat menyangkut persaingan bidang keagamaan.  Kontraversi Kontravensi pada hakikatnya merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian. keagamaan.  Pertentangan / Pertikaian (Conflict) . dst.

 Perubahan kepribadian para individu  Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia  Akomodasi. maupun antara negara-negara yang berdaulat  Pertentangan yang bersifat internasional : disebabkan perbedaan-perbedaan kepentingan yang kemudian merembes ke kedaulatan negara  Akibat-akibat bentuk pertentangan  Tambahnya solidaritas in-group  Apabila pertentangan antara golongan-golongan terjadi dalam satu kelompok tertentu.  Pertentangan mempunyai beberapa bentuk khusus:  Pertentangan pribadi  Pertentangan Rasial : dalam hal ini para pihak akan menyadari betapa adanya perbedaan antara mereka yang menimbulkan pertentangan  Pertentangan antara kelas-kelas sosial : disebabkan karena adanya perbedaan kepentingan  Pertentangan politik : menyangkut baik antara golongan-golongan dalam satu masyarakat. dan seterusnya dengan pihak lain.  Sebab-sebab pertentangan :  Perbedaan antara individu  Perbedaan kebudayaan  perbedaan kepentingan  perubahan sosial. akibatnya adalah sebaliknya. unsur-unsur kebudayaan. dan takluknya salah satu pihak BAB III : PENUTUPAN . dominasi. pola-pola perilaku. emosi.Pribadi maupun kelompok menydari adanya perbedaan-perbedaan misalnya dalam ciri-ciri badaniyah. yaitu goyah dan retaknya persatuan kelompok tersebut. Ciri tersebut dapat mempertajam perbedaan yang ada hingga menjadi suatu pertentangan atau pertikaian.

pdf http://jurusankomunikasi.L Gillin dan J. Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan agar kami bisa menjadi lebih baik dalam meyusun makalah. akibat adanya perubahan kondisi geografis.wordpress. koran dan internet. kecil atau besar.P Gillin Perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara hidup yang diterima. sumber pengetahuan (pendidikan) dan keterampilan serta sumber ekonomi. fungsi keluarga mengalami perubahan. Jika dibandingkan apa yang tejadi saat ini dengan beberapa tahun yang lalu.blogspot. radio. dahulu keluarga sepenuhnya berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi anak-anak yang belum dewasa. pada masa sekarang. Dimana manusia selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. ideologi. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam menyusun makalah ini karena keterbatasan materi yang kami miliki. semoga dapat dimanfaatkan dan dapat dijadikan sumber pengetahuan baru oleh semua pihak. J.html http://id.files. Oleh karena itu manusia selalu mencari sesuatu agar hidupnya lebih baik. 1.com/2012/09/bab-02. Anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan dari keluarga. .wikipedia.org/wiki/Interaksi_sosial Perubahan Sosial A. Perubahan-perubahan tersebut dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan sosial yang ada. antara lain. seperti televisi. Pengertian Perubahan Sosial Ada beberapa ahli sosiologi yang memberikan definisi perubahan sosial. Maka akan banyak ditemukan perubahan baik yang direncanakan atau tidak. Pengertian. Namun. Sebagai contoh kasus. maupun karena difusi dan penemuan baru dalam masyarakat. tetapi juga melalui berbagai media massa. Teori dan Bentuk Perubahan Sosial Setiap saat masyarakat selalu mengalami perubahan. kebudayaan material. serta cepat atau lambat. source : http://katahatimutiara. kompoisisi penduduk. a.Proses dan interaksi social selalu akan terjadi didalam lingkungan masyarakat tetapi dalam interaksi itu pula tidak luput dari interaksi dan proses yang negative Dengan terselesaikannya makalah ini.com/2009/04/proses-sosial-dan-interaksi-sosial.

metafisik atau abstrak. metafisik dan positif. Yang pertama merupakan titik tolak yang harus ada dalam pemahaman manusia. yang mencari kodrat dasar manusia.b. dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur sosial dan lembaga sosial masyarakat. hukum ini menyatakan bahwa masyarakat-masyarakat (umat manusia) berkembang melalui tiga tahap utama. setiap cabang pengetahuan kita. Berdasarkan definisi-definisi tersebut. c. Samuel Koening Perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia yang terjadi karena sebab-sebab intern maupun sebab-sebab ekstern. berturut-turut melewati tiga kondisi teoretis yang berbeda: teologis atau fiktif. termasuk di dalamnya nilai-nilai. menggunakan tiga metode berfilsafat yang karakternya sangat berbeda malah bertentangan. seperti perubahan teknologi. Dengan kata lain. Mac Iver Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan dalam hubungan sosial atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial. Teori-teori Perubahan Sosial a. yakni sebab pertama dan sebab akhir (asal dan tujuan) dari segala akibat (pengetahuan absolut) mengandaikan bahwa semua gejala dihasilkan oleh tindakan langsung dari hal-hal supranatural. Dalam fase teologis. timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dengan majikan dan seterusnya menyebabkan perubahan-perubahan dalam organisasi ekonomi dan politik. yang kedua hanya suatu keadaan peralihan. ilmiah atau positif. William F Ogburn Mengemukakan ruang lingkup perubahan-perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun yang immaterial. Kingsley Davis Mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. akal budi manusia. Perubahan sosial meliputi perubahan dalam berbagai hal. Comte menjelaskan hukum tiga tahap sebagai berikut: Bahwa setiap konsepsi kita yang paling maju. perilaku. Hukum Tiga Tahap (Auguste Comte) Hukum tiga tahap merupakan usaha Comte untuk menjelaskan kemajuan evolusioner umat manusia dari masa primitif sampai ke peradaban Prancis abad kesembilan belas yang sangat maju. yang . Misalnya. pikiran manusia pada dasarnya dalam perkembangannya. dan yang ketiga adalah pemahaman keadaannya yang pasti dan tak tergoyahkan. f. Dalam fase metafisik. Perubahan tersebut mempengaruhi individu dalam masyarakat tertentu. yang ditekankan adalah pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. d. Selo Soemardjan Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya. sistem sosial dan norma. Tahap-tahap ini ditentukan menurut cara berpikir yang dominan: teologis. e. sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. 2.

digabungkan secara tepat. Tahap metafisik terutama merupakan tahap transisi antara tahap teologis dan positif. Dalam tahap teologis. Comte membaginya ke dalam periode fetisisme. asal dan tujuan alam semesta. Sorokin mengembangkan model siklus perubahan sosial. melainkan kekuatan-kekuatan abstrak. Dalam tahap positif angin taufan itu akan dijelaskan sebagai hasil dari suatu kombinasi tertentu dari tekanan-tekanan udara. Fetisisme. bentuk pikiran yang dominan dalam masyarakat primitif. Akhirnya fetisisme ini diganti dengan kepercayaan akan sejumlah hal-hal supernatural yang meskipun berbeda dari benda-benda alam. tahap ini ditandai oleh satu kepercayaan akan hukum-hukum alam yang asasi yang dapat ditemukan dengan akal budi. Gagasan bahwa ada kebenaran tertentu yang asasi mengenai hukum alam yang jelas dengan sendirinya menurut pikiran manusia. Katolisisme di abad pertengahan memperlihatkan puncak tahap monoteisme. tanpa membayangkan suatu tahap akhir yang final. artinya. Dalam fase terakhir. Dalam tahap metafisik gejala yang sama itu akan dijelaskan sebagai manifestasi dari suatu hukum alam yang tidak dapat diubah. gejala serupa itu akan dijelaskan sebagai hasil tindakan langsung dari seorang Dewa angin atau Tuhan. dan yang mampu menghasilkan semua gejala. kecepatan angin. meliputi kepercayaan bahwa semua benda memiliki kelengkapan kekuatan hidupnya sendiri. Begitu pikiran manusia terus maju. Teori Siklus Pitirim Sorokin Kalau Comte mengusulkan suatu model linear yang berkulminasi pada munculnya masyarakat positivis. yakni hubungan-hubungan urutan dan persamaannya yang tidak berubah. yakni fase positif. dia yakin bahwa tahaptahap sejarah cenderung berulang dalam kaitannya dengan mentalitas budaya yang dominan. Tetapi pengetahuan selalu sementara sifatnya. dan suhu – semua variabel yang dapat diukur. Untuk menggambarkan perbedaan yang ditekankan Comte. merupakan sarana-sarana pengetahuan ini. tetapi harus dipimpin oleh data empiris. dan memusatkan perhatiannya pada studi tentang hukum-hukumnya. Analisa rasional mengenai data empris akhirnya akan memungkinkan manusia untuk memperoleh hukum-hukum.hanya merupakan suatu bentuk lain dari yang pertama. b. kepercayaan akan banyak Dewa itu diganti dengan kepercayaan akan Satu Yang Tertinggi. yang berubah terus menerus dan berinteraksi menghasilkan angin taufan itu. namun terus mengontrol semua gejala alam. sangat mendasar dalam cara berpikir metafisik. serta sebab-sebab gejala. bayangkanlah bahwa kita akan menjelaskan suatu gejala alam seperti angin taufan. tidak mutlak. akal budi sudah meninggalkan pencarian yang sia-sia terhadap pengertian-pengertian absolut. kelembaban. tetapi hukum-hukum dilihat sebagai uniformitas empiris daripada kemutlakan metafisik. semangat positivisme memperlihatkan suatu keterbukaan terus menerus terhadap data baru atas dasar mana pengetahuan dapat ditinjau kembali dan diperluas. hal-hal yang benar-benar nyata melekat pada semua benda (abstraktsi-abstaksi yang dipersonifikasikan). politeisme dan monoteisme. Tahap teologis merupakan periode yang paling lama dalam sejarah manusia. Tetapi siklus-siklus ini tidak sekedar pelipat gandaan saja. Tahap positif ditandai oleh kepercayaan akan data empiris sebagai sumber pengetahuan terakhir. Penalaran dan pengamatan. Akal budi penting seperti dalam periode metafisik. sebaliknya ada banyak variasi dalam bentuk-bentuknya yang khusus. . akal budi mengandaikan bukan hal supernatural. dimana tema-tema budaya yang luas dinyatakan. dan untuk analisa yang lebih terperinci.

Sorokin mengacu pada pola-pola perubahan budaya jangka panjang yang bersifat “berulang-berubah”. Tingkat ini dipecah kedalam beberapa bagian: a) Kebudayaan ideasional asketik. transenden dan tidak dapat ditangkap dengan indera. atau suatu konsepsi lainnya mengenai ada yang kekal dan tidak materil. dan apakah pemenuhan kebutuhan manusia itu harus mencakup penyesuaian diri (sehingga kebutuhan itu sendiri dikurangi) atau penyesuaian lingkungan (sehinggat kebutuhan itu dapat dipenuhi). kunci untuk memahami suatu supersistem budaya yang terintegrasi adalah mentalitas budaya-nya. dalam hal ini Sorokin berbeda dari Comte yang percaya akan kemajuan yang mantap dalam perkembangan intelektual manusia. Konsep ini mengacu pada pandangan dunia (world view) dasar yang merupakan landasan sistem sosio-budaya. • Yang lainnya adalah bahwa kenyataan akhir itu terdiri dari suatu dunia atau tingat keberadaan yang melampaui dunia materil ini: artinya kenyataan akhir itu bersifat transenden (gaib) dan tidak dapat ditangkap sepenuhnya dengan indera kita. Pandangan dunia yang asasi dari suatu sistem sosiobudaya merupakan jawaban yang diberikan atas pertanyaan mengenai hakikat kenyataan terakhir (merupakan pertanyaan tentang apakah ada kehidupan lain setelah kehidupan di dunia). Tipe-tipe Mentalitas Budaya Menurut Sorokin. tipe ini berusaha mengubah dunia materil supaya selaras dengan dunia transenden 2) Kebudayaan Inderawi (sensate culture) Tipe ini didasarkan pada pemikiran pokok bahwa dunia materil yang kita alami dengan indera kita . Selain untuk mengurangi kebutuhan inderawi. luasnya kebutuhan yang seharusnya dipenuhi. Secara hakiki. Mentalitas ini memperlihatkan suatu ikatan tanggung jawab untuk mengurangi sebanyak mungkin kebutuhan materil manusia supaya mudah diserap ke dalam dunia transenden b) Kebudayaan ideasional aktif. • Jawaban ketiga yang mungkin adalah antara kedua ekstrem dan keadaan itu. Sehubungan dengan pertanyaan ini ada beberapa pertanyaan tambahan yang menyangkut kodrat manusia dan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasarnya. Sorokin menyebutan tiga mentalitas budaya dan beberapa tipe-tipe kecil yang merupakan dasar untuk ketiga supersistem sosio-budaya yang berbeda-beda itu. yang secara sederhana berarti bahwa kenyataan itu mencakup dunia materil dan dunia transenden. Ada tiga jawaban logis yang mungkin terhadap pertanyaan filosofis dasar itu. pertanyaan-pertanyaan ini harus mencakup apakah kebutuhan-kebutuhan dasar manusia itu bersifat fisik atau spiritual. sementera dan tergantung pada dunia transenden. Dunia ini dilihat sebagai suatu ilusi. • Pertama adalah bahwa kenyataan akhir itu seluruhnya dari dunia materil yang kita alami dengan indera (tidak ada kehidupan lain setelah dunia). atau sebagai aspek kenyataan yang tidak sempurna dan tidak lengkap.Setiap tahap sejarah masyarakat memperlihatkan beberapa unsur yang kembali berulang (artinya. Atas dasar itu. Kenyataan akhir merupakan dunia Ilahi. pengulangan tahap yang terdahulu) dan ada beberapa daripadanya yang unik. Penekanan Sorokin pada berulangnya tema-tema dasar dimaksudkan untuk menolak gagasan bahwa perubahan sejarah dapat dilihat sebagai suatu proses linear yang meliputi gerak dalam satu arah saja. 1) Kebudayaan Ideasional Tipe ini mempunyai dasar berpikir (premis) bahwa kenyataan akhir itu bersifat nonmateril.

mentalitas ini serupa dengan kebudayaan inderawi pasif. sehingga keduanya dapat dilihat sebagai pengertian-pengertian yang sahih mengenai aspek-aspek tertentu dari kenyataan akhir. pola organisasi sosial – akhirnya harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan dalam kebudayaan materil . Tipe ini khususnya didominasi oleh pendekatan inderawi. mentalitas ini memperlihatkan secara mendasar usaha yang bersifat munafik (hipokrit) untuk membenarkan pencapaian tujuan materialistis atau inderawi dengan menunjukkan sistem nilai transenden yang pada dasarnya tidak diterimanya. Kebudayaan Idealistis. kecuali bahwa mengejar tujuan-tujuan inderawi/jasmaniah dibenarkan oleh rasionalisasi ideasional. Penemuan dan inovasi paling sering terjadi dalam dunia kebudayaan materil. c. Mentalitas ini dapat dibagi sebagai berikut: a) Kebudayaan inderawi aktif. Akibatnya adalah bahwa perubahan sosial selalu ditandai oleh ketegangan antara kebudayaan materil dan nonmateril. Dengan kata lain. minum dan kawinlah. Mentalitas inderawi pasif meliputi hasrat untuk mengalami kesenangan-kesenangan hidup inderawi setinggi-tingginya. Teori Cultural Lag William F Ogburn Konsep ketertinggalan budaya (Cultural lag) dikemukakan oleh William F Ogburn. segi yang paling penting dari perubahan sosial adalah kemajuan dalam kebudayaan materil. Sorokin menggambarkan pendekatan ini sebagai suatu “eksploitasi parasit”. c) Kebudayaan inderawi sinis. sehingga menghasilkan sumber-sumber kepuasan dan kesenangan manusia. Tidak seperti tipe a di atas. Konsep ini mengacu pada kecenderungan dari kebiasaan-kebiasaan sosial dan pola-pola organisasi sosial yang tertinggal di belakang (lag behind) perubahan dalam kebudayaan materil. karena besok kita mati”. Kebudayaan ideasional tiruan (Pseudo ideasional culture).merupakan satu-satunya kenyataan yang ada. b. Mentalitas ini mendasari pertumbuhan teknologi dan kemajuan-kemajuan ilmiah serta kedokteran. di mana perubahan dalam kebudayaan materil mencerminkan perubahan dalam aspek-aspek kebudayaan nonmateril. Jelas hal ini bertentangan dengan Comte dan Sorokin. Dengan kata lain. Ada dua tipe dasar yang terdapat dalam mentalitas kebudayaan campuran ini: a. Mengejar kenikmatan tidak dipengaruhi oleh suatu tujuan jangka panjang apa pun. sedangkan Comte dan Sorokin menekankan perubahan dalam bentukbentuk pengetahuan atau pandangan dunia sebagai rangsangan utama untuk perubahan sosial. b) Kebudayaan inderawi pasif. 3) Kebudayaan campuran Kategori ini mengandung penegasan terhadap dasar berpikir (premis) mentalitas ideasional dan inderawi. kedua perspektif yang saling berlawanan ini tidak terintegrasi secara sistematis. dengan motto. tetapi unsur-unsur ideasioal hidup secara berdampingan dengan inderawi. Perubahan-perubahan ini terbentang mulai dari penemuan-penemuan awal seperti roda dan perkakas sampai ke komputer dan satelit-satelit komunikasi. tata cara. sebagai suatu perspektif yang saling berlawanan. “makan. Dalam hal tujuan-tujuan utama. dasar berpikir kedua tipe mentalitas itu secara sistematis dan logis saling berhubungan. Kebudayaan ini mendorong usaha aktif dan giat untuk meningkatkan sebanyak mungkin pemenuhan kebutuhan materil dengan mengubah dunia fisik ini sedemikian. Eksistensi kenyataan transenden disangkal. Kebudayaan nonmateril seperti – kebiasaan. kecuali sekedar hidup berdampingan sejajar satu sama lain. termasuk penemuan-penemuan dan perkembangan teknologi. Kebudayaan ini terdiri dari suatu campuran organis dari mentalitas ideasional dan inderawi. Bagi Ogburn.

mengadakan penelitian perihal pengaruh perubahan sistem pencaharian dari sistem berburu ke pertanian. 3) Multilinier theories of evolution Teori ini lebih menekankan pada penelitian-penelitian terhadap tahap-tahap pekembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Jadi kebudayaan nonmateril tidak mampu “mengejar”. terhadap sistem kekeluargaan dalam masyarakat yang bersangkutan dan seterusnya Sementara itu.tetapi karena adanya pelbagai sumber yang menolak perubahan. dan kondisi-kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. tetapi derap perubahan menjadi sangat cepat karena datangnya Revolusi Industri dan tekanan yang terus-menerus pada perkembangan teknologi. keadaan-keadaan. dan rentetan-rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat dinamakan evolusi. Unsur-unsur pokok revolusi adanya perubahan yang cepat dan perubahan tersebut mengenai dasar-dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat. perubahan-perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat dan menyangkut dasardasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat (yaitu lembaga-lembaga kemasyarakat) dinamakan revolusi. proses penyesuaian itu selalu ketinggalan di belakang perubahan-perubahan dalam kebudayaan materil. Hasilnya adalah ketegangan antara kebudayaan materil dan kebudayaan nonmateril. Prinsip-prinsip teori ini diuraikan oleh Herbert Spencer yang antara lain mengatakan bahwa masyarakat merupakan hasil perkembangan dari kelompok homogen ke kelompok yang heterogen baik sifat maupun susunannya. Hasilnya adalah suatu ketegangan yang terus meningkat antara kebudayaan materil dan yang beradaptasi atau kebudayaan nonmateril. 2) Universal theory of evolution Teori ini menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidaklah perlu melalui tahap-tahap tertetu yang tetap. yang pada umumnya dapat digolongkan ke dalam beberapa kategori sebagai berikut: 1) Unilinear theories of evolution Teori ini pada pokoknya berpendapat bahwa manusia dan masyarakat (termasuk kebudayaannya) mengalami perkembangan sesuai dengan tahap-tahap tertentu. Perubahan pada evolusi terjadi karena usahausaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan-keperluan. 3. Perubahan-perubahan dalam kebudayaan materil sudah terjadi dari masa ke masa dalam sejarah. perubahan-perubahan yang terjadi dapat direncanakan terlebih dahulu atau tanpa rencana. Ada bermacam-macam teori tentang evolusi. Ukuran kecepatan suatu perubahan yang dinakan revolusi. Banyak masalah sosial zaman sekarang dapat ditelusuri pada kegagalan kebiasaan-kebiasaan sosial dan pola-pola institusional untuk mengikuti kemajuan tekonologi dalam kebudayaan materil. bermula dari bentuk yang sederhana. karena kecepatan perubahan dalam kebudayaan materil terus-menerus melaju. Di dalam revolusi. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial a. sebenarnya bersifat relatif karena revolusi dapat . Pelopor teori ini adalah Auguste Comte. Perubahan Lambat dan perubahan cepat Perubahan-perubahan yang memerlukan waktu lama. kemudian bentuk yang kompleks sampai pada tahap yang sempurna. misalnya. Teori ini mengemukakan bahwa kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi yang tertentu.

seperti sistem kekeluargaan. Sebagai pegangan dapatlah dikatakan bahwa perubahan-perubahan kecil merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. Pihak-pihak yang menghendaki perubahan dinamakan agent of change. Perubahan mode pakaian misalnya.memakan waktu yang lama. Bahkan mungkin menyiapkan pula perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya. Dalam melaksanakannya. . b. Perubahan kecil dan perubahan besar Agak sulit untuk merumuskan masing-masing pengertian tersebut di atas karena batas-batas pembedaannya agak relatif. misalnya merupakan perubahan yang akan membawa pengaruh besar pada masyarakat. Perubahan Progres dan Perubahan Regres Perubahan progres yaitu perubahan yang membawa kemajuan bagi masyarakat. sistem milik tanah. tak akan membawa pengaruh apa-apa bagi masyarakat secara keseluruhan karena tidak mengakibatkan perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. Perubahan ini akan membawa keberuntungan terhadap kehidupan masyarakat yang mengalami perubahan tersebut. Dengan demikian. Sering kali terjadi perubahan yang dikehendaki bekerja sama dengan perubahan yang tidak dikehendaki dan kedua proses tersebut saling mempengaruhi. agent of change langsung tersangkut dalam tekanan-tekanan untuk mengadakan perubahan. hubungan antara buruh dengan majikan dan seterusnya. stratifikasi masyarakat dan seterusnya. keadaan tersebut tidak mungkin diubah tanpa mendapat halangan-halangan dari masyarakat itu sendiri. di mana perubahan-perubahan terjadi dari tahap produksi tanpa mesin menuju ke tahap produksi menggunakan mesin. d. berlangsung di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan masyarakat. perubahan tersebut mungkin mempunyai pengaruh yang besarnya terhadap perubahan-perubahan yang dikehendaki. c. Pelbagai lembaga kemasyarakatan akan ikut terpengaruh misalnya hubungan kerja. Cara-cara mempengaruhi masyarakat dengan sistem yang teratur dan direncanakan terlebih dahulu dinamakan perencanaan sosial (social planning). yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan. Apabila perubahan yang tidak dikehendaki tersebut berlangsung bersamaan dengan suatu perubahan yang dikehendaki. Suatu perubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan selalu berada di bawah pengendalian serta pengawasan agent of change tersebut. Perubahan sosial yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan merupakan perubahanperubahan yang terjadi tanpa dikehendaki. Misalnya revolusi industri di Inggris. Atau dengan kata lain. perubahan yang dikehendaki diterima oleh masyarakat dengan cara mengadakan perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada atau dengan cara membentuk yang baru. Perubahan yang dikehendaki atau direncanakan dan perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan Perubahan yang dikehendaki atau direncanakan merupakan perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. Perubahan tersebut dianggap cepat karena mengubah sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat. Agent of change memimpin masyarakat dalam mengubah sistem sosial. Sebaliknya proses industrialisasi yang berlangsung pada masyarakat agraris. hubungan kekeluargaan.

Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru. perubahan dalam sistem komunikasi di desa akan mengakibatkan berkurangnya intensitas hubungan masyarakat. B. dipelajari dan akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan. pada prinsipnya berasal dari sifat dasar manusia yang tidak pernah puas dan mudah bosan dengan keadaan yang dialaminya. terutama lembaga-lembaga kemasyarakatannya. yaitu S. ataupun yang berupa gagasan yang diciptakan oleh seorang individu atau serangkaian ciptaan para individu. Marcuslah yang telah membulatkan penemuan tesebut. Penemuan mobil. jalannya unsur kebudayaan baru yang tersebar ke lain-lain bagian masyarakat. Perubahan regres. Penemuan-penemuan baru sebagai sebab terjadinya perubahan-perubahan dapat dibedakan menjadi discovery dan invention. Berkurangnya penduduk mungkin disebabkan berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dari daerah ke daerah lain (misalnya transmigrasi). Proses tersebut meliputi suatu penemuan baru. Sebetulnya sistem motor gas tersebut juga merupakan suatu hasil dari rangkaian ide yang telah dikembangkan sebelum Marcus. Itulah saatnya mobil menjadi suatu discovery. Misalnya orang lantas mengenal hak milik individu atas tanah. misalnya. Faktor Penyebab Perubahan Sosial Terjadinya perubahan dalam masyarakat. b.Misalnya dengan adanya listrik masuk desa. dan yang untuk pertama kali menghubungkan motor gas dengan sebuah kereta sehingga dapat berjalan tanpa ditarik seekor kuda. Marcus (1857) yang membuat motor gas yang pertama. yaitu perubahan yang membawa pengaruh kurang menguntungkan bagi masyarakat sehubngan dengan bidang-bidang tertentu. Faktor Internal a. Discovery baru menjadi invention kalau masyarakat sudah mengakui. barulah sebuah mobil dapat mencapai suatu bentuk sehingga . maka banyak terjadi perubahan-perubahan dalam masyarakat baik dalam bidang transportasi. Perubahan sosial dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat itu sendri (internal) atau faktorfaktor yang berasl dari luar masyarakat (eksternal). Bertambah atau berkurangnya penduduk Pertambahan penduduk yang sangat cepat di pulau Jawa menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat. komunikasi. 30 tahun kemudian sesudah suatu rangkaian sumbangan dari sekian banyak pencipta lain yang menambah perbaikan mobil tersebut. dimulai dari usaha seorang Austria. gadai tanah. baik berupa alat. hiburan. Sungguhpun demikian. menerima serta menerapkan penemuan baru itu. Penemuan-penemuan baru Suatu proses sosial dan kebudayaan yang besar. Sering kali proses dari discovery sampai ke invention membutuhkan suatu rangkaian penciptaan. dan sebagainya. tetapi yang terjadi dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama disebut dengan inovasi atau innovation. yang mempengaruhi lembagalembaga kemasyarakatan. Misalnya. Perpindahan penduduk mengakibatkan kekosongan. bagi hasil dan seterusnya yang sebelumnya tidak dikenal. 1. misalnya dalam bidang pembagian kerja dan stratifikasi sosial. Jadi. sewa tanah. kemajuan ekonomi. dan cara-cara unsur kebudayaan baru tadi diterima.

dapat dipakai sebagai alat pengangkutan oleh manusia dengan cukup praktis dan aman. Misalnya penemuan radio menyebabkan perubahan-perubahan dalam lembaga kemasyarakatan seperti pendidikan. proses inovasi belum selesai. Beberapa jenis penemuan baru dapat pula mengakibatkan satu jenis perubahan sebagai berikut. pengaruh suatu penemuan baru tidak hanya terbatas pada satu bidang tertentu saja. Penyebaran alat pengangkutan tersebut masih harus disebarluaskan kepada khalayak ramai. 2. Misalnya penemuan mobil. agama. kereta api. yang kemudian kian memperdalam perbedaan antara negara-negara besar dengan negara-negara kecil. Penemuan baru kapal terbang membawa pengaruh pada metode peperangan. Pertentangan (conflict) masyarakat Pertentangan masyarakat mungkin pula menjadi sebab terjadinya perubahan sosial dan kebudayaan. d. Sungguhpun kira-kira sesudah 1911 produksi mobil dimulai. pemerintahan. Selain itu biaya produksi mobil demikian tingginya sehingga hanya suatu golongan kecil saja yang dapat membelinya. kendaraan mobil menjadi suatu invention. mengalami perubahan-perubahan yang mendasar. telepon dan sebagainya menyebabkan tumbuhnya lebih banyak pusat kehidupan di daerah pinggiran kota yang dinamakan suburb. Pada saat menjadi invention. mulai dari bentuk negara sampai keluarga batih. Kemungkinan lain adalah perubahan-perubahan yang menjalar dari satu lembaga kemasyarakatan ke lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya. Lingkungan fisik Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada di sekitar manusia. Umumnya masyarakat tradisional di Indonesia bersifat kolektif. Faktor Eksternal Suatu perubahan sosial dan kebudayaan dapat pula bersumber pada sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat itu sendiri. Segala kegiatan didasarkan pada kepentingan masyarakat. tetapi ia sering kali meluas ke bidang-bidang yang lainnya. seperti yang terlihat ada gambar berikut ini. Tidak jarang timbul pertentangan antara kepentingan individu dengan kepentingan kelompoknya. Seluruh proses tersebut merupakan rangkaian proses inovasi dari sebuah mobil. a. Terjadinya gempa . c. mobil masih belum dikenal oleh seluruh masyarakat. Segenap lembaga kemasyarakatan. Bentuk mobil semacam itu yang mendapat paten di Amerika Serikat 1911 dapat disebut sebagai permulaan dari kendaraan mobil yang pada masa sekarang menjadi salah satu alat yang amat penting dalam kehidupan masyarakat manusia. Satu persoalan lain yang juga harus dihadapi adalah apakah masyarakat sudah siap menerimanya karena misalnya diperlukan pembuatan jalan-jalan raya yang baru. Pertentangan-pertentangan mungkin terjadi antara individu-individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok. Pertama-tama. rekreasi dan seterusnya. antara lain sebagai berikut. Penemuan-penemuan baru dalam kebudayaan jasmaniah atau kebendaan menunjukkan adanya berbagai macam pengaruh pada masyarakat. Terjadinya pemberontakan atau revolusi Revolusi yang meletus pada Oktober 1917 di Rusia telah menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar Negara Rusia yang mula-mula mempunyai bentuk kerajaan absolut berubah menjadi diktator proletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. Dengan tercapainya bentuk tersebut.

Hubungan yang dilakukan secara fisik antara dua masyarakat mempunyai kecenderungan untuk menimbulkan pengaruh timbal balik. Keadaan semacam itu dinamakan cultural animosity. b.bumi. terjadinya kekacauan ekonomi dan sosial. dan dari satu masyarakat ke masyarakat lain. ada kemungkinan pengaruh itu hanya datang dari satu pihak saja. C. Peperangan Peperangan selalu berdampak pada tingginya angka kematian. maka yang terjadi adalah proses imitasi. topan. banjir dan lain-lain mungkin menyebabkan masyarakat-masyarakat yang mendiami daerah-daerah tersebut terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya. Pengaruh kebudayaan lain Apabila sebab-sebab perubahan bersumber pada masyarakat lain. Sistem pendidikan formal yang maju Pendidikan memberikan aneka macam kemampuan kepada individu. hasilnya dinamakan demonstration effect. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial tediri dari faktor-faktor yang mendorong dan faktor yang menghambat terjadinya perubahan sosial. Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju Apabila sikap tersebut melembaga dalam masyarakat. apabila salah satu dari dua kebudayaan yang bertemu mempunyai taraf teknologi yang lebih tinggi. yang bukan merupakan delik . Dengan proses tersebut. Di dalam pertemuan dua kebudayaan tidak selalu akan terjadi proses saling mempengaruhi. hari. itu mungkin terjadi karena kebudayaan dari masyarakat lain melancarkan pengaruhnya. rusaknya berbagai sarana dan prasarana kebutuhan hidup sehari. Apabila pengaruh dari masyarakat tersebut diterima tidak karena paksaan. Kadangkala pertemuan dua kebudayaan yang seimbang akan saling menolak. 1. terutama dalam membuka pikirannya serta menerima hal-hal baru dan juga bagaimana cara berpikir secara ilmiah. yaitu peniruan terhadap unsur-unsur kebudayaan lain. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Perubahan Sosial Perubahan sosial dan kebudayaan dipengaruhi oleh berbagai faktor. masyarakat merupakan pendorong bagi usaha-usaha penemuan baru. masing-masing masyarakat mempengaruhi masyarakat lainnya. Ada dua tipe difusi. c. Difusi adalah proses penyebaran unsurunsur kebudayaan dari individu kepada individu lain. pihak lain hanya menerima pengaruh tanpa mempunyai kesempatan memberikan pengaruh balik. Faktor-faktor yang mendorong jalannya proses perubahan a. Pendidikan memberikan nilainilai tertentu bagi manusia. b. tetapi juga menerima pengaruh dari masyarakat yang lain itu. c. Artinya. Sementara itu. serta tergoncangnya mental penduduk sehingga merasa frustrasi dan tidak berdaya. Kontak dengan kebudayaan lain Salah satu proses yang menyangkut hal ini adalah diffusion. yaitu dari masyarakat pengguna alat-alat komunikasi tersebut. manusia mampu menghimpun penemuan-penemuan baru yang telah dihasilkan. Namun. yaitu pertama difusi intramasyarakat dan kedua difusi antarmasyarakat. Namun apabila hubungan tersebut berjalan melalui alat-alat komunikasi massa. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang (deviation).

Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat atau vested interest e. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain b. maka dinamakan ketidakpenyesuaian sosial (maladjustment). 2. Proses-Proses Perubahan Sosial Dan Kebudayaan: 1. g. Keserasian masyarakat dimaksudkan sebagai suatu keadaan di mana lembaga-lembaga kemasyarakatan yang pokok benar-benar berfungsi dan saling mengisi. Penyesuaian masyarakat terhadap perubahan Keserasian atau harmoni dalam masyarakat (social equilibrium) merupakan keadaan yang diidamidamkan setiap masyarakat. Penduduk yang heterogen. a. Nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya. Orientasi ke masa depan. Sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal yang luas atau berarti memberi kesempatan kepada para individu untuk maju atas dasar kemampuan sendiri. Itu berarti adanya gangguan yang kontinu terhadap keserasian masyarakat. agama dan seterusnya. Adat atau kebiasaan i. ekonomi. 2. Sikap masyarakat yang sangat tradisional d. pendidikan. Nilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak mungkin dapat diperbaiki D. e. Keadaan tersebut berarti bahwa ketegangan-ketegangan serta kekecewaan di antara para warga tidak mempunyai saluran pemecahan. Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis h. Sistem pelapisan sosial yang terbuka. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu.d. Lembaga kemasyarakat yang menjadi titik tolak perubahan tergantung pada cultural focus masyarakat pada suatu masa tertentu. keadaan tersebut dinamakan penyesuaian (adjusment). Bila sebaliknya yang terjadi. Setiap kali terjadi gangguan terhadap keadaan keserasian. Apabila ketidakserasian dapat dipulihkan kembali setelah terjadi suatu perubahan. masyarakat dapat menolaknya atau mengubah susunan lembaga-lembaga kemasyarakatannya dengan maksud menerima unsur yang baru. Faktor-faktor yang menghalangi terjadinya perubahan Adapun faktor-faktor yang menghambat tejadinya perubahan sosial dalam suatu masyarakat adalah sebagai berikut. . Saluran-saluran perubahan sosial dan kebudayaan Saluran-saluran perubahan sosial dan kebudayaan (channel of change) merupakan saluran-saluran yang dilalui oleh suatu proses perubahan. Umumnya saluran-saluran tersebut adalah lembagalembaga kemasyarakatan dalam bidang pemerintahan. h. Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan f. Prasangka terhadap hal-hal baru atau asing atau sikap yang tertutup g. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat c. f. Adakala unsur-unsur baru dan lama yang bertentangan secara bersamaan mempengaruhi normanorma dan nilai-nilai yang kemudian berpengaruh pula pada warga masyarakat.

sedangkan kekuatan menentang masyarakat besar. Adapun gejala-gejala yang menyebabkan disintegrasi sosial adalah sebagai berikut: a. Tindakan-tindakan dalam masyarakat sudah tidak lagi sesuai dengan norma-norma masyarakat. jalannya proses pelembagaan menjadi lancar. Tidak adanya persepsi atau persamaan pandangan di antara anggota masyarakat yang semula dijadikan pedoman oleh anggota masyarakat. Sementara itu. b. Akan tetapi. jelaslah bahwa apabila efektivitas menanam kecil. Semakin besar kemampuan tenaga manusia. Segala sesuatu didasarkan pada tradisi dan setiap usaha untuk mengubah satu unsur saja. Watak atau jiwa seseorang paling tidak merupakan pencerminan kebudayaan masyarakat.Lembaga kemasyarakatan yang pada suatu waktu mendapat penilaian tertinggi dari masyarakat cenderung menjadi saluran utama perubahan sosial dan kebudayaan. kemungkinan suksesnya proses pelembagaan menjadi kecil atau bahkan hilang sama sekali. organisasi dan metode di dalam menanamkan lembaga baru. Tahap reorganisasi dilaksanakan apabila norma-norma dan nilai-nilai yang baru telah melembaga dalam diri warga masyarakat. 3. Disorganisasi (disintegrasi) dan reorganisasi (reintegrasi) Disorganisasi atau disintegrasi dapat dirumuskan sebagai suatu proses pudarnya norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat karena perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. Gambaran mengenai disorganisasi dan reorganisasi dalam masyarakat pernah digambarkan oleh William I Thomas dan Florian Znaniecki dalam karya klasiknya The Polish Peasant in Europe and America. itu mempunyai pengaruh negatif terhadap kemungkinan berhasilnya proses pelembagaan. Dengan demikian. reorganisasi atau reintegrasi adalah suatu proses pembentukan norma-norma dan nilai-nilai baru agar serasi dengan lembaga kemasyarakatan yang telah mengalami perubahan. alat-alat yang dipakai dan sistem penanaman sesuai dengan kebudayaan masyarakat makin besar pula hasil yang dapat dicapai oleh usaha penanaman lembaga baru itu. Struktur dianggap sesuatu yang suci. c. mereka membentangkan pengaruh dari suatu masyarakat yang tradisional dan masyarakat yang modern terhadap jiwa para anggotanya. Ada pertentangan norma-norma dalam masyarakat. d. Norma-norma masyarakat tidak berfungsi dengan baik. aktivitas seseorang sepenuhnya berada di bawah kepentingan masyarakatnya. Itu berarti bahwa sedang ada usaha untuk mengubah struktur masyarakat seluruhnya. e. f. Tidak ada sanksi yang tepat bagi pelanggar norma. Pada masyarakat-masyarakat tradisional. Interaksi sosial yang terjadi ditandai dengan proses sosial yang disosiatif. Efektifitas menanam merupakan hasil positif penggunaan tenaga manusia. Sebaliknya apabila efektivitas menanam besar dan kekuatan menentang masyarakat kecil. tak dapat diubah-ubah dengan drastis . Kekuatan menentang masyarakat. alat. Berhasil atau tidaknya proses pelembagaan tersebut dalam masyarakat mengikuti formula sebagai berikut. setiap usaha untuk menanam sesuatu unsur yang baru pasti akan mengalami reaksi dari beberapa golongan masyarakat yang merasa dirugikan. Khusus tentang disorganisasi dan reorganisasi.

Namun bukan berarti semua himpunan manusia dapat dikatakan kelompok sosial. Dalam kelompok social yang telah tersusun susunan masyarakatnya akan terjadinya sebuah perubahan dalam susunan tersebut merupakan sebuah keniscayaan.wordpress. Perubahan dari suatu masyarakat tradisional menjadi masyarakat yang modern akan mengakibatkan pula perubahan dalam jiwa setiap anggota masyarakat. Cara yang paling sederhana untuk mengerti perubahan sosial (masyarakat) dan kebudayaan itu. tetapi di Amerika kekuasaan tadi menjadi pudar dan melemah. Perubahan sosial adalah perubahan dalam hubungan interaksi antar orang. Orang tua di Eropa mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap anak-anaknya. Latar Belakang Manusia adalah makhluk individu yang tidak dapat melepaskan diri dari hubungan dengan manusia lain. Sebagai akibat dari hubungan yang terjadi di antara individu-individu (manusia) kemudian lahirlah kelompok-kelompok sosial (social group) yang dilandasi oleh kesamaan-kesamaan kepentingan bersama. Thomas dan Znaniecki menggambarkan betapa para petani Polandia yang pindah dari Eropa ke Amerika mengalami disorganisasi karena di tempat asalnya. Karena perubahan merupakan hal yang mutlak terjadi dimanapun tempatnya. Dan dalam reorganisasi. organisasi atau komunitas. http://infosos. misalnya dalam keluarga batih. ia dapat menyangkut ―struktur sosial‖ atau ―pola nilai dan norma‖ serta ―pran‖. istilah yang lebih lengkap mestinya adalah ―perubahan sosialkebudayaan‖ karena memang antara manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat dipisahkan dengan kebudayaan itu sendiri. timbullah normanorma baru yang mengatur hubungan antara orang tua dengan anak-anak. mereka merupakan bagian dari masyarakat yang tradisional dan di Amerika mereka berhadapan dengan masyarakat modern yang mempunyai pola kehidupan yang berbeda. Untuk dikatakan kelompok sosial terdapat persyaratanpersyaratan tertentu. Dengan demikina. Timbullah disorganisasi.com/kelas-xii-ips/perubahan-sosial/ DEFINISI PERUBAHAN SOSIAL DAN TIPE-TIPE PERUBAHAN SOSIAL 193 Votes PENDAHULUAN I. adalah dengan membuat rekapitulasi dari semua perubahan yang terjadi di dalam .dan berjalan lambat sekali.

yakni proses di mana ide-ide baru diciptakan dan dikembangkan Difusi. Dengan demikian dapat diartikan bahwa perubahan social dalam suatu kajian untuk melihat dan mempelajari tingkah laku masyarakat dalam kaitannya dengan perubahan. Wilbert Moore misalnya. maka suatu hal yang paling baik dilakukan adalah mencoba mengungkap semua kejadian yang sedang berlangsung di tengah-tengah masyarakat itu sendiri. akan tetapi boleh pula bergerak kepada suatu bentuk yang sudah ada di dalam waktu yang lampau. yang jelas adalah bahwa perubahan itu bergerak meninggalkan faktor yang diubah.masyarakat itu sendiri. TINJAUAN PUSTAKA I. Proses perubahan sosial biasa tediri dari tiga tahap: Invensi. Perumusan Masalah Beberapa rumusan masalah yang dapat dikaji dari uraian-uraian di atas antara lain: Apa definisi dari perubahan sosial dalam masyarakat dan bagaimana pendapat para ahli tentang perubahan sosial? Sebutkan tipe-tipe dari perubahan sosial? III. bahkan jika ingin mendapatkan gambaran yang lebih jelas lagi mengenai perubahan mayarakat dan kebudayaan itu. yakni proses di mana ide-ide baru itu dikomunikasikan ke dalam sistem sosial. II. . Kebanyakan definisi membicarakan perubahan dalam arti yang sangat luas. Kenyataan mengenai perubahan-perubahan dalam masyarakat dapat dianalisa dari berbagai segi diantaranya: ke ―arah‖ mana perubahan dalam masyarakat itu ―bergerak‖ (direction of change)‖. Perubahan tersebut terjadi sebagai akibat masuknya ide-ide pembaruan yang diadopsi oleh para anggota sistem sosial yang bersangkutan. Akan tetapi setelah meninggalkan faktor itu mungkin perubahan itu bergerak kepada sesuatu bentuk yang baru sama sekali. Untuk mengetahui tipe-tipe deri perubahan sosial dari masyarakat. mendefinisikan perubahan sosial sebagai ―perubahan penting dari stuktur sosial‖ dan yang dimaksud dengan struktur sosial adalah ―pola-pola perilaku dan interaksi sosial‖. Tujuan Makalah ini bertujuan untuk: Untuk mengetahui macam-macam definisi dari perubahan sosial dari masyarakat. Definisi Perubahan Sosial Perubahan sosial adalah proses di mana terjadi perubahan struktur dan fungsi suatu sistem sosial. Perubahan terjadi jika penggunaan atau penolakan ide baru itu mempunyai akibat. yakni perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem sosial sebagai akibat pengadopsian atau penolakan inovasi. Konsekuensi.

seperti aksi menuntut kenaikan upah atau gaji. baik memperkuat driving forcesmaupun memperlemah resistences. Anonim dalam Media Intelektual (2008) mengungkapkan bahwa. 1967 : 3. aksi sosial adalah aksi yang langsung menyangkut kepentingan sosial dan langsung datangnya dari masyarakat atau suatu organisasi. (2) Changing. Sifat struktural seperti . menuntut perbaikan gizi dan kesehatan. Tindakan sosial dapat dipisahkan menjadi empat macam tindakan menurut motifnya: (1) tindakan untuk mencapai satu tujuan tertentu. Maore. individu. Perubahan sosial dalam masyarakat bukan merupakan sebuah hasil atau produk tetapi merupakan sebuah proses. (2) tindakan berdasar atas adanya satu nilai tertentu. Ketther dan McMurtry (2004) berpendapat bahwa. perubahan kebudayaan) itu sendiri. menguji barisan aksi. Dari aksi sosial. dan (3) Refreesing. Langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengelola perubahan. membawa kembali kelompok kepada keseimbangan yang baru (a new dynamic equilibrium). Menurut Max Weber dalam Berger (2004). bahwa. Ahli-ahli sosiologi dan antropologi telah banyak membicarakannya. Menurutnya. Perubahan dapat terjadi dengan memperkuatdriving forces dan melemahkan resistences to change. New York. atau adanya kebutuhan untuk berubah. mengukur kekuatan aksi dan kekuatan lawan serta untuk meningkatkan menjadi aksi politik. yaitu: (1) Unfreezing. tindakan sosial atau aksi sosial (social action) tidak bisa dipisahkan dari proses berpikir rasional dan tujuan yang akan dicapai oleh pelaku. Kurt Lewin dikenal sebagai bapak manajemen perubahan. Konsep dinamika kelompok menjadi sebuah bahasan yang menarik untuk memahami perubahan sosial. (3) tindakan emosional. Order and Change. Aksi sosial adalah aksi yang ringan syarat-syarat yang diperlukannya dibandingkan dengan aksi politik.Dalam menghadapi perubahan sosial budaya tentu masalah utama yang perlu diselesaikan ialah pembatasan pengertian atau definisi perubahan sosial (dan Wilbert E. merupakan suatu proses penyadaran tentang perlunya. John Wiley & Sons. dan lain-lain. perubahan terjadi karena munculnya tekanan-tekanan terhadap kelompok. Keberanian itu dapat digunakan untuk: mengembangkan kekuatan aksi. Selanjutnya Netting. atau organisasi. serta (4) tindakan yang didasarkan pada adat kebiasaan (tradisi). Perubahan sosial merupakan sebuah keputusan bersama yang diambil oleh anggota masyarakat. Ia berkesimpulan bahwa kekuatan tekanan (driving forces) akan berhadapan dengan penolakan (resistences) untuk berubah. maka aksi sosial lebih mudah digerakkan daripada aksi politik. Aksi sosial adalah alat untuk mendidik dan melatih keberanian rakyat. Aksi sosial sangat penting bagi permulaan dan persiapan aksi politik. aksi sosial merupakan bagian dari pekerjaan sosial yang memiliki komitmen untuk menjadi agen atau sumber bagi mereka yang berjuang menghadapi beragam masalah untuk memerlukan berbagai kebutuhan hidup. karena ia dianggap sebagai orang pertama dalam ilmu sosial yang secara khusus melakukan studi tentang perubahan secara ilmiah. Essay in Comparative Sosiology. Pada dasarnya perilaku manusia lebih banyak dapat dipahami dengan melihat struktur tempat perilaku tersebut terjadi daripada melihat kepribadian individu yang melakukannya. Konsepnya dikenal dengan model force-field yang diklasifikasi sebagai model power-based karena menekankan kekuatan-kekuatan penekanan. massa/demonstran bisa dibawa dan ditingkatkan ke aksi politik. merupakan langkah tindakan.

Perubahan sosial menurut pandangan mereka berjalan lambat namun menuju suatu bentuk ―kesempurnaan‖ masyarakat. . dan (5) pencapaian kondisi akhir yang dicita-citakan. Lippit (1958) mencoba mengembangkan teori yang disampaikan oleh Lewin dan menjabarkannya dalam tahap-tahap yang harus dilalui dalam perubahan berencana. Atkinson (1987) dan Brooten (1978). Etzioni (1973) mengungkapkan bahwa. (4) perumusan dan stabilisasi perubahan. pembagian kerja dan perubahan dari keadaan homogen menjadi heterogen. differensiasi dan integrasi. Pemikiran ini sangat dipengaruhi oleh hasil-hasil penemuan ilmu biologi. atau organisasi. individu. Perubahan dapat terjadi dengan memperkuat driving forces dan melemahkan resistences to change. berakhirnya peperangan antar negara. Ia berkesimpulan bahwa kekuatan tekanan (driving forces) akan berhadapan dengan penolakan (resistences) untuk berubah. Pada masyarakat industri yang telah terdiferensiasi dengan mantap akan terjadi suatu stabilitas menuju kehidupan yang damai. maka pemahaman tentang tingkat-tingkat perubahan dan siklus perubahan akan dapat berguna. suatu proses perubahan yang berlangsung sangat lambat. Spencer berusaha meyakinkan bahwa masyarakat tanpa diferensiasi pada tahap pra industri secara intern justru tidak stabil yang disebabkan oleh pertentangan di antara mereka sendiri. dan perilaku kelompok. individual. formalisasi dan stratifikasi jauh lebih erat hubungannya dengan perubahan dibandingkan kombinasi kepribadian tertentu di dalam organisasi. sikap. Perkembangan masyarakat pada dasarnya berarti pertambahan diferensiasi dan integrasi. (3) melaksanakan perubahan. Kesempurnaan organisme dicirikan oleh kompleksitas. Terdapat lima tahap perubahan yang disampaikan olehnya. Peran agen perubahan menjadi sangat penting dalam memberikan kekuatandriving force. tiga tahap merupakan ide dasar dari Lewin. tentang kekuatannya. Walaupun menyampaikan lima tahapan Tahap-tahap perubahan adalah sebagai berikut: (1) tahap inisiasi keinginan untuk berubah. perkembangan masyarakat seringkali dianalogikan seperti halnya proses evolusi. menyatakan definisi perubahan merupakan kegiatan atau proses yang membuat sesuatu atau seseorang berbeda dengan keadaan sebelumnya dan merupakan proses yang menyebabkan perubahan pola perilaku individu atau institusi. Konsep pokok yang disampaikan oleh Lippit diturunkan dari Lewin tentang perubahan sosial dalam mekanisme interaksional. (2) penyusunan perubahan pola relasi yang ada. yang memang telah berkembang dengan pesatnya.sentralisasi. Keduanya memiliki pandangan tentang perubahan yang terjadi pada suatu masyarakat dalam bentuk perkembangan yang linear menuju ke arah yang positif. Peletak dasar pemikiran perubahan sosial sebagai suatu bentuk ―evolusi‖ antara lain Herbert Spencer dan August Comte. Setelah suatu masalah dianalisa. suatu organisme akan bertambah sempurna apabila bertambah kompleks dan terjadi diferensiasi antar organ-organnya. berkurangnya kekuasaan pemerintah. terhapusnya batas-batas negara dan terwujudnya masyarakat global. Perubahan terjadi karena munculnya tekanantekanan terhadap kelompok. Masyarakat industri ditandai dengan meningkatnya perlindungan atas hak individu. Menurut Spencer. Ada empat tingkat perubahan yang perlu diketahui yaitu pengetahuan. perilaku.

biologis. Sebagaimana Spencer yang menggunakan analogi perkembangan mahkluk hidup. Comte menyatakan bahwa dengan adanya pembagian kerja. teknologi. karena perubahan sosial merupakan bentuk intervensi sosial yang memberi pengaruh kepada klien atau sistem klien yang tidak terlepas dari upaya melakukan perubahan berencana. masyarakat akan menjadi semakin kompleks. ekonomis dan kebudayaan. Bahasan utamanya mengenai struktur sosial yang ada di masyarakat yang melandasi dan menunjang kestabilan masyarakat. Ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun immaterial. Pemikiran Comte yang dikenal dengan aliran positivisme. terdeferiansi dan terspesialisasi. yang Soerjono Soekanto. pemikiran Comte sangat dipengaruhi oleh pemikiran ilmu alam. 1990). perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya. Moore (2000). 1974). Penekannya adalah pada pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. . Akan tetapi perubahan tersebut tidak mempengaruhi organisasi sosial masyarakatnya. Pemberian pengaruh sebagai bentuk intervensi berupaya menciptakan suatu kondisi atau perkembangan yang ditujukan kepada seorang klien atau sistem agar termotivasi untuk bersedia berpartisipasi dalam usaha perubahan sosial. ilmu pengetahuan. yang mempengaruhi sistem sosialnya. Perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat seperti misalnya perubahan dalam unsur geografis. Definisi lain dari perubahan sosial adalah segala perubahan yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat. memandang bahwa masyarakat harus menjalani berbagai tahap evolusi yang pada masing-masing tahap tersebut dihubungkan dengan pola pemikiran tertentu. Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas dibandingkan perubahan sosial. Kornblum (1988). Perubahan sosial diartikan sebagai perubahanperubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. hal. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian. Perubahan pada bangunan struktural maupun dinamika struktural merupakan bagian yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. (Jakarta : Yayasan Penerbit Universitas Indonesia. Aksi sosial dapat berpengaruh terhadap perubahan sosial masyarakat. filsafat dan lainnya. Sedangkan dinamika struktural merupakan hal-hal yang berubah dari satu waktu ke waktu yang lain. 1990).Seperti halnya Spencer. Akhirnya dikutip definisi Selo Soemardjan yang akan dijadikan pegangan dalam pembicaraan selanjutnya. Selanjutnya Comte menjelaskan bahwa setiap kemunculan tahap baru akan diawali dengan pertentangan antara pemikiran tradisional dan pemikiran yang berdifat progresif. Namun demikian dalam prakteknya di lapangan kedua jenis perubahan perubahan tersebut sangat sulit untuk dipisahkan (Soekanto. Tekanan pada definisi tersebut adalah pada lembaga masyarakat sebagai himpunan kelompok manusia dimana perubahan mempengaruhi struktur masyarakat lainnya (Soekanto. Sosiologi Suatu Penantar. Bangunan struktural merupakan struktur yang berlaku pada suatu masa tertentu. yang meliputi kesenian. Comte membaginya dalam dua konsep yaitu social statics (bangunan struktural) dan social dynamics (dinamika struktural). berusaha memberikan suatu pengertian tentang perubahan sosial. ―Perubahan –perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat. Membahas tentang perubahan sosial.

Pada beberapa pemikir terdapat tiga tipe perubahan yaitu: perubahan peradaban. Apakah perubahan itu mengenai pakaian. beserta suku-sukunya dalam perwilayahan geografisnya masing-masing. Bila kita amati secara lebih mendasar lagi. metalurgi. Definisi lain dari perubahan sosial adalah segala perubahan yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat. perdagangan jarak jauh. budaya dan perubahan sosial. Definisi ini menekankan perubahan lembaga sosial. Akan tetapi dalam memaknai perubahan peradaban kita harus berpedoman bahwa tidak semua yang kontemporer itu baik dan sebaliknya tidak semua yang lama itu usang dan . alat transportasi. Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas dibandingkan perubahan sosial. dan perubahan ke arah yang lebih baik tentunya merupakan hasrat dari setiap individu maupun organisasi. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian. perubahan. Lembaga social ialah unsur yang mengatur pergaulan hidup untuk mencapai tata tertib melalui norma. sikap-sikap dan pola-pola per-kelakukan diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat‖. termasuka didalamnya nilai-nilai. cabang-cabang seni dan para senimannya. system pertukaran atau barter dan penggunaan bajak atau alat bercocok tanam lainnya. mendefinisikan peradaban sebagai suatu transformasi elemen-elemen budaya manusia. biologis. bangunan arsitektur monumental. kita semua terus menerus berhadapan dengan sejarah perkembangan peradaban bangsa yang bergerak ke depan dan tak pernah balik. Perubahan peradaban Perubahan adalah keniscayaan. standar pengukuran panjang dan berat. ataupun tingkah laku anak muda. berpendapat bahwa segenap usaha untuk mengemukakan suatu kecenderungan yang tertentu dan tetap dalam perubahan sosial tidak akan berhasil baik. Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya. Namun demikian dalam prakteknya di lapangan kedua jenis perubahan perubahan tersebut sangat sulit untuk dipisahkan (Soekanto. tingkat peradaban manusia terekspresikan dalam tiga indikator utama yaitu bahasa. filsafat dan lainnya. yang selanjutnya mempengaruhi segi-segi lain struktur masyarakat. 1990). yang meliputi kesenian. Tipe-Tipe Perubahan Dalam pandangan awan setiap perubahan yang terjadi pada masyarakat disebut dengan perubahan sosial. ilmu pengetahuan dan teknologi) dan agama. Akan tetapi perubahan tersebut tidak mempengaruhi organisasi sosial masyarakatnya. alat angkut. pertambahan penduduk. surplus produksi. ekonomis dan kebudayaan. ilmu pengetahuan. Perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat seperti misalnya perubahan dalam unsur geografis. yang mempengaruhi sistem sosialnya. A. Keharusan sejarah. II. ketiganya menjadi ciri suatu ras atau bangsa tertentu.217 mempengaruhi sistem sosialnya. budaya (segala bentuk dan ragam seni. ilmu hitung. V. Gordon Childe seorang arkeolog. yang berarti transformasi dalam penguasaan tulis-menulis. Selanjutnya. 1990). teknologi. Sorokin (1957). Tekanan pada definisi tersebut adalah pada lembaga masyarakat sebagai himpunan kelompok manusia dimana perubahan mempengaruhi struktur masyarakat lainnya (Soekanto.

prosesnya harus didesain dengan kesadaran. Sedangkan perubahan sosial terbatas pada aspek-aspek hubuingan sosial dan keseimbangannya. maka akan lahirlah generasi yang mampu melaksanakan prinsip how to change the world (bagaimana mengubah dunia) bukan hanya how to see the world (bagaimana melihat dunia). jenis-jenis bibit unggul yang ditemukan. Contoh : þ Masuknya mekanisme pertanian mengakibatkan hilangnya beberapa jenis teknik pertanian tradisional seperti teknik menumbuk padi dilesung diganti oleh teknik ―Huller‖ di pabrik penggilingan padi. . Dan juga. persenjataan. bangsa yang besar belajar untuk mengganti apa yang buruk dari budayanya. pengetahuan. Perubahan peradaban biasanya dikaitkan dengan perubahn-perubahan elemen atau aspek yang lebih bersifat fisik. Dalam kacamata budaya. Kehidupan yang cerdas inilah yang patut menjadi dasar sebuah peradaban yang kokoh dan sehat. Perubahan kebudayaan akan berjalan terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakatnya. Pendidikan adalah syarat mutlak berkembangya peradaban. kita dapat berharap wujudnya yaitu dengan mencerdaskan kehidupan bangsa. ritual.tidak relevan dengan kehidupan saat ini. dan sebagainya. menjadi amat sangat menentukan. how to lead the change (bagaimana memimpin perubahan). Melalui fungsi pendidikan dalam mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. dan bukan hanya how to follow the change (bagaimana ikut dalam perubahan). Tanpa pendidikan yang memadai. yang didasarkan atas nilainilai kehidupan yang benar. Oleh karena itu. Meskipun begitu perlu disadari bahwa sesuatu perubahan di masyarakat selamanya memiliki mata rantai diantaranya elemen yang satu dan eleman yang lain dipengaruhi oleh elemen yang lainnya. Semua terjadi karena adanya salah satu atau beberapa unsur budaya yang tidak berfungsi lagi. Perubahan peradaban yang dimaksud pada alinea sebelumnya. B Perubahan kebudayaan Pengertian perubahan kebudayaan adalah suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan. tidak aka nada SDM yang mampu membawa perubahan peradaban ke arah yang lebih baik. dan sebagainya. Di sinilah peran pendidikan. output pendidikan harus diarahkan menjadi agen perubahan (agent of change). seperti transportasi. teknologi dan filsafat bahkan perubahan dalam bentuk juga aturan-aturan organisasi social. dan komitmen. kebersamaan. kesengajaan. apresiasi seni. dan menjaga hal yang baik dari budayanya. Peranan buruh tani sebagai penumbuk padi jadi kehilangan pekerjaan. ilmu pengetahuan. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian yaitu : kesenian. di dalam rangka merekat keutuhan dan kesatuan bangsa. sehingga menimbulkan gangguan keseimbangan didalam masyarakat. Selanjutnya melalui pendidikanlah. nilai. Perubahan budaya berhubungan dengan perubahan yang bersifat rohani seperti keyakinan.

Perubahan lingkungan alam Perubahan lingkungan ada beberapa faktor misalnya pendangkalan muara sungai yang membentuk delta. terutama generasi muda. b. Konflik social Konflik social dapat mempengaruhi terjadinya perubahan kebudayaan dalam suatu masyarakat. . þ Adanya individu-individu yang mudah menerima unsure-unsur perubahan kebudayaan. pertambahan penduduk akan mempengaruhi persedian kebutuhan pangan. longsor. terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi ( kebudayaan material). letusan gunung berapi masyarkat akan dievakuasi dan dipindahkan ketempat yang baru. þ Adanya faktor adaptasi dengan lingkungan alam yang mudah berubah. sandang. disanalah mereka harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan budaya setempat sehingga terjadi proses asimilasi maupun akulturasi. c/o: bidang perekonomian. akan mengakibatkan terjadinya perubahan diberbagai sektor kehidupan. c/o: konflik kepentingan antara kaum pendatang dengan penduduk setempat didaerah transmigrasi. untuk mengatasinya pemerintah mengikutsertakan penduduk setempat dalam program pembangunan bersama-sama para transmigran. Perubahan demikian dapat mengubah kebudayaan hal ini disebabkan karena kebudayaan mempunyai daya adaptasi dengan lingkungan setempat. Mendorong perubahan kebudayaan þ Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah. Menghambat perubahan kebudayaan þ Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah seperti :adat istiadat dan keyakinan agama ( kebudayaan non material) þ Adanya individu-individu yang sukar menerima unsure-unsur perubahan terutama generasi tu yang kolot. bencana banjir. v Ada juga faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kebudayaan : 1. dan papan. Bencana alam Bencana alam yang menimpa masyarakat dapat mempngaruhi perubahan c/o. rusaknya hutan karena erosi atau perubahan iklim sehingga membentuk tegalan. Faktor intern Perubahan Demografis Perubahan demografis disuatu daerah biasanya cenderung terus bertambah.Ada faktor-faktor yang mendorong dan menghambat perubahan kebudayaan yaitu: a.

C. Teori inkonsistensi status Teori ini merupakan representasi dari teori psikologi sosial. Faktor ekstern Perdagangan Indonesia terletak pada jalur perdagangan Asia Timur denga India. individu dipandang sebagai suatu bentuk ketidakkonsistenan antara status individu dan grop dengan aktivitas atau sikap yang didasarkan pada perubahan. Perubahan sosial dapat dilihat dari empat teori. Perspektif Penjelasan Tentang Perubahan Barrington Moore. Pada teori ini. teori Teori ini didasarkan pada pengamatan panjang tentang kemunculan diktator dan sejarah pada beberapa negara yang telah mengalami transformasi dari basis ekonomi agraria menuju basis demokrasi ekonomi industri. Analisis organisasi Alasan kemunculan teori ini adalah anggapan bahwa sebagai subsistem sosial organisasi terutama birokrasi dan organisasi tingkat lanjut yang kompleks dipandang sebagai hasil . yaitu teori kemunculan diktator dan demokrasi. Teori perilaku kolektif Teori dilandasi pemikiran Moore namun lebih menekankan pada proses perubahan daripada sumber perubahan sosial. Itulah sebabnya Indonesia sebagai persinggahan pedagang-pedagang besar selain berdagang mereka juga memperkenalkan budaya mereka pada masyarakat setempat sehingga terjadilah perubahan budaya dengan percampuran budaya yang ada. Perubahan Sosial Sedangkan perubahan sosial terbatas pada aspek-aspek hubuingan sosial dan keseimbangannya. Timur Tengah bahkan Eropa Barat. Peperangan Kedatangan bangsa Barat ke Indonesia umumnya menimbulkan perlawanan keras dalam bentuk peperangan. dalam suasana tersebut ikut masuk pula unsure-unsur budaya bangsa asing ke Indonesia. Meskipun begitu perlu disadari bahwa sesuatu perubahan di masyarakat selamanya memiliki mata rantai diantaranya elemen yang satu dan eleman yang lain dipengaruhi oleh elemen yang lainnya. teori perilaku kolektif. teori inkonsistensi status dan analisis organisasi sebagai subsistem sosial. Penyebaran agama Masuknya unsur-unsur agama Hindhu dari India atau budaya Arab bersamaan proses penyebaran agama Hindhu dan Islam ke Indonesia demikian pula masuknya unsur-unsur budaya barat melalui proses penyebaran agama Kristen dan kolonialisme.2.

Perjuangan kelas yang digambarkan oleh Marx merupakan suatu bentuk perkembangan yang akan berakhir pada kemenangan kelas proletar yang selanjutnya akan mwujudkan masyarakat tanpa kelas. yaitu demokrasi. Perancis dan Amerika Serikat. fasisme dan komunisme. Pada sistem sosial seringkali dijumpai ketegangan baik . Aksi sosial merupakan sebuah gejala aksi bersama yang ditujukan untuk merubah norma dan nilai dalam jangka waktu yang panjang. organisasi meningkatkan hambatan antara sistem sosial dan sistem interaksi. Revolusi ini akan mampu merebut semua faktor produksi dan pada akhirnya mampu menumbangkan kaum borjuis sehingga akan terwujud masyarakat tanpa kelas. Terdapat pula gejala penhancuran kelompok masyarakat bawah melalui revolusi atau perang sipil. Pembangunan ekonomi pada negara dengan tatanan politik demokrasi hanya dilakukan oleh kaum borjuis yang terdiri dari kelas atas dan kaum tuan tanah. Masyarakat petani atau kelas bawah hanya dipandang sebagai kelompok pendukung saja. Tahap yang harus dilewati antara lain. Negara yang mengambil jalan demokrasi dalam proses transformasinya adalah Inggris. Pada sisi lain. Jepang dan Jerman merupakan contoh dari negara yang mengambil jalan fasisme. bahkan seringkali kelompok bawah ini menjadi korban dari pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh negara tersebut. Negara yang memilih jalan fasisme menganggap demokrasi atau revolusi oleh kelompok borjuis sebagai gerakan yang rapuh dan mudah dikalahkan. Perkembangan masyarakat oleh Marx digambarkan sebagai bentuk linear yang mengacu kepada hubungan moda produksi. Negaranegara maju yang dianalisis oleh Moore adalah negara yang telah berhasil melakukan transformasi dari negara berbasis pertanian menuju negara industri modern.transformasi sosial yang muncul pada masyarakat modern. Berbeda halnya demokrasi. Negara yang menggunakan komunisme dalam proses transformasinya adalah Cina dan Rusia. tahap masyarakat feodal dan tahap masyarakat borjuis. Demokrasi merupakan suatu bentuk tatanan politik yang dihasilkan oleh revolusi oleh kaum borjuis. Komunisme lahir melalui revolusi kaun proletar sebagai akibat ketidakpuasan atas usaha eksploitatif yang dilakukan oleh kaum feodal dan borjuis. fasisme dapat berjalan melalui revolusi konserfatif yang dilakukan oleh elit konservatif dan kelas menengah. Berawal dari bentuk masyarakat primitif (primitive communism) kemudian berakhir pada masyarakat modern tanpa kelas (scientific communism). Secara garis besar proses transformasi pada negara-negara maju ini melalui tiga pola. Koalisi antara kedua kelas ini yang memimpin masyarakat kelas bawah baik di perkotaan maupun perdesaan. Teori Barrington Moore Teori yang disampaikan oleh Barrington Moore berusaha menjelaskan pentingnya faktor struktural dibalik sejarah perubahan yang terjadi pada negara-negara maju. Teori Perilaku Kolektif Teori perilaku kolektif mencoba menjelaskan tentang kemunculan aksi sosial. Marx menggambarkan bahwa dunia masih pada tahap masyarakat borjuis sehingga untuk mencapai tahap ―kesempurnaan‖ perkembangan perlu dilakukan revolusi oleh kaum proletar.

Ketegangan ini dapat berwujud konflik status sebagai hasil dari diferensiasi struktur sosial yang ada. KESIMPULAN Perubahan yang terjadi pada masyarakat disebut dengan perubahan sosial. Status sosial masih terbatas pada bentuk ascribed status. Pergolakan revolusi dan gerakan emansipasi sertapenemuan-penemuan baru dibidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Pada masyarakat yang tergolong bersahaja relatif jarang dan lamban terjadinya perubahan-perubahan. alat transportasi.dari dalam sistem atau luar sistem. Berikut adalah teori yang membahas tentang perubahan sosial Untuk itu. Kompetisi atau konflik inilah yang mengakibatkan adanya perubahan melalui aksi sosial bersama untuk merubah norma dan nilai. Perubahan budaya berhubungan dengan perubahan yang bersifat rohani seperti keyakinan. pendapatan. pertambahan penduduk. terlebih dahulu perlu dicatat bagaimana tingkat dan sifat peralihan dari perubahan itu sendiri di masyarakat. Mobilitas sosial sangat terbatas dan cenderung tidak ada. Perubahan pola hubungan antar individu menyebabkan adanya ketegangan sosial yang dapat berupa kompetisi atau konflik bahkan konflik terbuka atau kekerasan. persenjataan. jenis-jenis bibit unggul yang ditemukan. Meskipun begitu perlu disadari bahwa sesuatu perubahan di masyarakat selamanya memiliki mata rantai diantaranya elemen yang satu dan eleman yang lain dipengaruhi oleh elemen yang lainnya. dan sebagainya. Perubahan moda produksi menimbulkan maslaah yang pelik berupa kemunculan statusstatus sosial yang baru dengan segala keterbukaan dalam stratifikasinya. ritual dan hirarki sosial yang berlangsung. pekerjaan dan lain sebagainya. biasanya dipegang kuat oleh para warganya secara bersama-sama. Apakah perubahan itu mengenai pakaian. Pada masyarakat semacam itu elemen-elemen dasarnya seperti trdisi. Teori Inkonsistensi Status Stratifikasi sosial pada masyarakat pra-industrial belum terlalu terlihat dengan jelas dibandingkan pada masyarakat modern. pengetahuan. Pembangunan ekonomi seiring perkembangan kapitalis membuat adanya pembagian status berdasarkan pendidikan. dan sebagainya. seperti transportasi. ritual. Perubahan peradaban biasanya dikaitkan dengan perubahn-perubahan elemen atau aspek yang lebih bersifat fisik. yaitu suatu bentuk status yang diperoleh sejak dia lahir. perubahan. ataupun tingkah laku anak muda. Hal inilah yang menimbulkan inkonsistensi status pada individu. nilai. . Pada beberapa pemikir terdapat tiga tipe perubahan yaitu: perubahan peradaban. Hal ini disebabkan oleh masih rendahnya derajat perbedaan yang timbul oleh adanya pembagian kerja dan kompleksitas organisasi. Sedangkan perubahan sosial terbatas pada aspek-aspek hubuingan sosial dan keseimbangannya. budaya dan perubahan sosial. apresiasi seni. Teori ini melihat ketegangan sebagai variabel antara yang menghubungkan antara hubungan antar individu seperti peran dan struktur organisasi dengan perubahan sosial. Krisis status mulai muncul seiring perubahan moda produksi agraris menuju moda produksi kapitalis yang ditandai dengan pembagian kerja dan kemunculan organisasi kompleks.

Posisi pendidikan dalam perubahan social Sesuai dengan pernyataan Eisenstadt. . 1982. kolonialisme dan termasuk juga wabah penyakit. http:// www. Makalah Perubahan Sosial. DAFTAR PUSTAKA ———-. Sedangkan perubahn terpola adalah perubahan yang memeng direncanakan atau diprogramkan sebagaimana yang dilakukan dalam pembangunan.pdf[8 September 2009] Assa’di Husain. Yogyakarta: Kanisius. minat dan pemahaman terhadap lingkungan social budayanya. Disamping itu pendidikan berfungsi untuk mengurangi kepincangan yang terjadi dalam masyarakat. semuanya bias dikembalikan pada tiga factor utama yaitu: faktor fisik dan biologisw. Disamping itu ada perubahan yang datangnya dari dalam dan perubahan ini dibagi menjadi dua yaitu perubahn episode dan perubahan terpola.com/2008/04/22/konsep-dasarkomunikasi-sosial-dan-pembangunan/ [5 September 2009] Soekanto.info/ushuluddin/attachments/074_ISLAM%20DAN%20PERUBAHAN%20SOSIAL . Pendidikan adalah suatu institusi pengkonservasian yang berupaya menjembatani dan memelihara warisanwarisan budaya masyarakat. Sosiologi Sistematik. Perubahan Sosial dan Perubahan Kebudayaan. pendudukan. Islam dan Perubahan Sosial.wordpress.com/2009/05/01/islam-dan-perubahan-sosial/ [5 September 2009] Dankfsugiana. S.com/2008/11/25/perubahan-sosial/ [5 September 2009] ———-. 2008.wordpress.faktor tekhnologi. Dari berbagai macam sebab perubahan sosial. 1989.Perubahan sosial jika dilihat dari sebabnya menurut WJH spott ada perubahan yang datangnya dsri luar.http://dankfsugiana.html [5 September 2009] ———-. jadi bukan untuk belajar tentang keilmuan dan keterampilan karenanya yang terpenting bukanlah mengembangkan aspek intelektual tetapi lebih pada pengembangna wawasan. Pendidikan harus dipandang sebagai institusi penyiapan anak didik untuk mengenali hidup dan kehidupan itu sendiri. SOSIOLOGI KOMUNIKASI. 2008. Islam dan Perubahan Sosial. http://abstrakkonkrit.com/id/pages/perubahan%11sosial. 2009.wordpress.com/2009/04/17/makalahperubahan-sosial/ [5 September 2009] Alpizar. Sosiologi Suatu Pengantar. Dan pendidikanlah yang menjadi salah satu institusi yang terlibat dalam proses tersebut. institusionalisasi merupakan proses penting untuk membantu berlangsungnya transformasi potensi-potensi umum perubahan sehingga menjadi kenyataan sejarah. http://agussetiaman.gexcess. dan faktor budaya. KONSEP DASAR KOMUNIKASI SOSIAL DAN PEMBANGUNAN. http://syair79. Hendropuspito. Jakarta: Grafindo.uinsuska. Perubahan episode adalah perubahan yang terjadi sewaktu-waktu biasanya disebabkan oleh kerusuhan atau penemuanpenemuan. seperti visi. http:// www.wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful