Perubahan sosial Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan

yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakatyang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikapsikap sosial, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.[1][2] Daftar isi [sembunyikan] 1 Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli 2 Bentuk-bentuk 2.1 Perubahan Evolusi dan Perubahan Revolusi 2.1.1 Perubahan evolusi 2.1.2 Perubahan revolusi 2.2 Perubahan direncanakan dan tidak direncanakan 2.2.1 Perubahan yang direncanakan 2.2.2 Perubahan yang tidak direncanakan dan contoh 2.3 Perubahan berpengaruh besar dan berpengaruh kecil 2.3.1 Perubahan berpengaruh besar 3 Notes Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli[sunting] Definisi dan pengertian tentang perubahan sosial menurut para ahli diantaranya adalah sebagai berikut[3] : Gillin Perubahan sosiawhat tl adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. Emile Durkheim

Perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor ekologis dan demografis, yang mengubah kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi masyarakat modern yang diikat oleh solidaritas organistik. Kingsley Davis Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat[1] Mac Iver Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial (social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan (ekuilibrium) hubungan sosial Rifhi Siddiq Perubahan sosial adalah sebuah peralihan yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan yang bentuk implikasinya dapat diketahui pada struktur sosial dan terjadi dalam tahap penemuan, penyebaran, dan penyesuian kembali. William F. Ogburn Perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial Tidak semua gejala-gejala sosial yang mengakibatkan perubahan dapat dikatakan sebagai perubahan sosial, gejala yang dapat mengakibatkan perubahan sosial memiliki ciri-ciri antara lain:[4] Setiap masyarakat tidak akan berhenti berkembang karena mereka mengalami perubahan baik lambat maupun cepat. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahan pada lembaga-lembaga sosiallainnya. Perubahan sosial yang cepat dapat mengakibatkan terjadinya disorganisasi yang bersifat sementara sebagai proses penyesuaian diri. Perubahan tidak dibatasi oleh bidang kebendaan atau bidang spiritual karena keduanya memiliki hubungan timbal balik yang kuat. Bentuk-bentuk[sunting] Perubahan Evolusi dan Perubahan Revolusi[sunting] Berdasarkan cepat lambatnya, perubahan sosial dibedakan menjadi dua bentuk umum yaitu perubahan yang berlangsung cepat dan perubahan yang berlangsung lambat. Kedua bentuk perubahan tersebut dalam sosiologi dikenal dengan revolusi dan evolusi. [1] Perubahan evolusi[sunting]

Perubahan evolusi adalah perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam proses lambat, dalam waktu yang cukup lama dan tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan.[5] Perubahan-perubahan ini berlangsung mengikuti kondisi perkembangan masyarakat, yaitu sejalan dengan usaha-usaha masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.[1] Dengan kata lain, perubahan sosial terjadi karena dorongan dari usaha-usaha masyarakat guna menyesuaikan diri terhadap kebutuhan-kebutuhan hidupnya dengan perkembangan masyarakat pada waktu tertentu.[1] Contoh, perubahan sosial dari masyarakat berburu menuju ke masyarakat meramu. Menurut Soerjono Soekanto, terdapat tiga teori yang mengupas tentang evolusi, yaitu[6]: Unilinier Theories of Evolution: menyatakan bahwa manusia dan masyarakat mengalami perkembangan sesuai dengan tahap-tahap tertentu, dari yang sederhana menjadi kompleks dan sampai pada tahap yang sempurna. Universal Theory of Evolution: menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahap-tahap tertentu yang tetap. Menurut teori ini, kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi yang tertentu. Multilined Theories of Evolution: menekankan pada penelitian terhadap tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Misalnya, penelitian pada pengaruh perubahan sistem pencaharian dari sistem berburu ke pertanian. Perubahan revolusi[sunting] Perubahan revolusi merupakan perubahan yang berlangsung secara cepat dan tidak ada kehendak atau perencanaan sebelumnya.[7]Secara sosiologis perubahan revolusi diartikan sebagai perubahanperubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga- lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat.[7] Dalam revolusi, perubahan dapat terjadi dengan direncanakan atau tidak direncanakan, dimana sering kali diawali dengan ketegangan atau konflik dalam tubuh masyarakat yang bersangkutan.[7] Revolusi tidak dapat terjadi di setiap situasi dan kondisi masyarakat.[1] Secara sosiologi, suatu revolusi dapat terjadi harus memenuhi beberapa syarat tertentu, antara lain adalah[1]: Ada beberapa keinginan umum mengadakan suatu perubahan. Di dalam masyarakat harus ada perasaan tidak puas terhadap keadaan, dan harus ada suatu keinginan untuk mencapai perbaikan dengan perubahan keadaan tersebut.[1] Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat tersebut.[1] Pemimpin tersebut dapat menampung keinginan-keinginan tersebut, untuk kemudian merumuskan serta menegaskan rasa tidak puas dari masyarakat, untuk dijadikan program dan arah bagi geraknya masyarakat.[1] Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada masyarakat. Artinya adalah bahwa tujuan tersebut bersifat konkret dan dapat dilihat oleh masyarakat. Selain itu, diperlukan juga suatu tujuan yang abstrak. Misalnya perumusan sesuatu ideologitersebut.[1]

Karena terjadi di luar perkiraan dan jangkauan. yaitu suatu saat di mana segala keadaan dan faktor adalah baik sekali untuk memulai dengan gerakan revolusi. Perubahan-perubahan . Apabila momentum (pemilihan waktu yang tepat) yang dipilih keliru.[1] Oleh karena itu. perubahan mode pakaian dan mode rambut. Misalnya.ubahan pada strukturkemasyarakatan.[1][8] Pihak-pihak yang menghendaki suatu perubahan dinamakanagent of change. pemerintah mengadakan gerakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN)atau untuk mengurangi pertumbuhan jumlah penduduk pemerintah mengadakan program keluarga berencana (KB).[1] Perubahan berpengaruh besar dan berpengaruh kecil[sunting] Apa yang dimaksud dengan perubahan-perubahan tersebut dapat kamu ikuti penjabarannya berikut ini Perubahan berpengaruh besar[sunting] Suatu perubahan dikatakan berpengaruh besar jika perubahan tersebut mengakibatkan terjadinya per. kasus banjir bandang di Sinjai. perubahan berencana dapat juga disebut perubahan dikehendaki.[1]Misalnya.[1] Perubahan yang tidak direncanakan dan contoh[sunting] Perubahan yang tidak direncanakan biasanya berupa perubahan yang tidak dikehendaki dan terjadi di luar jangkauan masyarakat. perubahan ini sering membawa masalah-masalah yang memicu kekacauan ataukendala-kendala dalam masyarakat. perubahan yang tidak tai dikehendaki sangat sulit ditebak kapan akan terjadi. Pada perubahan ini memberi pengaruh secara besar-besaran terhadap jumlah kepadatan penduduk di wilayah industri dan mengakibatkan adanya perubahan mata pencaharian. maka revolusi dapat gagal. Kalimantan Barat. -Contoh. untuk mengurangi angka kematian]] anak-anak akibat polio.Harus ada momentum untuk revolusi. dan stratifikasi masyarakat.[1] Secara umum.[1] Sebagai akibatnya. suatu perubahan yang direncanakan selalu di bawah pengendalian dan [[pengawasan agent of change. Sebagaimana tampak pada perubahan masyarakat agraris menjadi industrialisasi. hubungan kerja. ==== Perubahan berpengaruh kecil Perubahan-perubahan berpengaruh kecil merupakan perubahanperubahan yang terjadi padastruktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat.[1] Oleh karenanya. Timbulnya banjir dikarenakan pembukaan lahan yang kurang memerhatikan kelestarian lingkungan. sistem mata pencaharian.[1] Perubahan direncanakan dan tidak direncanakan[sunting] Perubahan yang direncanakan[sunting] Perubahan yang direncanakan adalah perubahan-perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. banyak perkampungan dan permukiman masyarakat terendam air yang mengharuskan para warganya mencari permukiman baru. yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan.

Dengan kata lain. Pengaruh. Proses. baik dari dalam maupun dari luar. Masyarakat. status. dan struktur sosial dalam masyarakat. Anda akan mempelajari proses dan dampak perubahan sosial bagi kehidupan masyarakat. Modernisasi. Bentuk. Hal ini berarti perubahan sosial tidak bisa kita hindari. lembaga. Masyarakat merupakan kumpulan individu dan kelompok yang membentuk organisasi sosial yang bersifat kompleks. Dengan kata lain. Masyarakat. Setiap manusia selama hidupnya akan mengalami perubahan.wikipedia. wewenang. Modernisasi. Dampak. Akibatnya.org/wiki/Perubahan_sosial Pengertian Perubahan Sosial. Faktor Pendorong dan Penghambat. http://id. Teori. pola-pola perilaku individu dan organisasi.sosial bagi kehidupan masyarakat? Dalam bab ini. namun dapat pula berarti kemunduran. dan masih banyak lagi. Bentuk. Faktor Pendorong dan Penghambat. Dalam organisasi sosial tersebut terdapat nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berfungsi sebagai aturan-aturan untuk bertingkah laku dan berinteraksi dalam kehidupan masyarakat. Contoh. Sosiologi Advertisement Pengertian Perubahan Sosial. norma-norma yang berlaku di masyarakat. Perubahan yang dimaksud tentunya perubahan yang mengarah kepada kemajuan. kekuasaan. . Dampak. Sosiologi . Perubahan pada bidang-bidang kehidupan tertentu tidak hanya semata-mata berarti suatu kemajuan. Anda sebagai anggota masyarakat diharapkan lebih siap dalam menghadapi segala perubahan sekaligus menjadi bagian dari perubahan tersebut. perubahan sosial bisa meliputi perubahan organisasi sosial. perubahan sosial merupakan ketidaksesuaian unsur-unsur yang saling berbeda yang ada di masyarakat sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang fungsinya tidak serasi yang keadaannya lebih buruk dari sebelumnya. Teori. di antara mereka terjadi proses saling memengaruhi yang menyebabkan perubahan sosial. lapisan-lapisan atau kelas-kelas dalam masyarakat. Perubahan yang terjadi di masyarakat bisa berupa perubahan nilai-nilai sosial. Pengaruh kemajuan teknologi begitu mudah hadir di tengah-tengah kita. Perubahan tersebut merupakan akibat dari adanya interaksi antar manusia dan antarkelompok.tersebut tidak membawa pengaruh yang besar dalam masyarakat karena tidak mengakibatkan perubahan-perubahan pada lembaga kemasyarakatan homolis. interaksi sosial. Lambat laun tanpa disadari orang telah mengadopsi nilai-nilai baru tersebut. susunan lembaga kemasyarakatan. Proses. Contoh. Kemajuan teknologi yang amat pesat telah membawa berbagai macam pengaruh. Pengaruh.

Peta Konsep Perubahan Sosial. Perubahan sosial itu didorong oleh rangsangan terhadap kemauan untuk bertindak. Adanya pengetahuan tentang perbedaan antara yang ada dan yang seharusnya bisa ada. Perubahan Sosial Perubahan sosial merupakan suatu wujud dinamika yang menjadi inti jiwa masyarakat. keharusan menyesuaikan diri. misalnya produktivitas dan lainlain. seperti kompetisi. A. Kekuatan yang mendorong terjadinya perubahan sosial menurut Margono (dalam Taneko) bersumber pada hal-hal berikut. Ketidakpuasan terhadap situasi yang ada karena ada keinginan untuk situasi yang lain. terutama dalam hubungannya dengan pembangunan ekonomi yang diusahakan oleh banyak masyarakat negaranegara yang memperoleh kemerdekaan politiknya setelah Perang Dunia II. Kebutuhan dari dalam untuk mencapai efisiensi dan peningkatan. Jadi. Adanya tekanan dari luar. dan lain-lain.Gambar 1. masalah perubahan sosial telah menjadi topik yang menarik bagi banyak sosiolog modern. .

Perubahan sosial dapat dilihat dari segi terganggunya kesinambungan di antara kesatuan sosial walaupun keadaannya relatif kecil. yang ditekankan pada pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. Ogburn (1964: ). dan semua aspek yang dihasilkan dari interaksi antar manusia. baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis.(Sumber: Pengantar Sosiologi.1. fungsi. migrasi. mengemukakan bahwa ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsurunsur kebudayaan material dan immaterial. organisasi atau komunitas. norma. nilai. termasuk perubahan dalam hal budaya. pranata. mengartikan perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. mengartikan perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima. Perubahan ini meliputi struktur. dari yang bersifat individual sampai yang lebih kompleks. dan munculnya nilai-nilai sosial baru untuk melengkapi ataupun menggantikan nilai-nilai sosial yang lama merupakan beberapa contoh perubahan sosial dalam aspek kehidupan. perubahan sosial merupakan suatu perubahan menuju keadaan baru yang berbeda dari keadaan sebelumnya. mengartikan bahwa perubahan sosial sebagai perubahan dalam hubungan sosial (perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial. William F. Gillin dan Gillin (1957: 279). Misalnya. kebudayaan material. Dengan kata lain. 1. cara mencari nafkah. Kingsley Davis (1960: ). Adanya pengenalan teknologi. timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dan majikan yang selanjutnya menyebabkan perubahan-perubahan dalam organisasi ekonomi dan politik. Pengertian Perubahan Sosial Pengertian perubahan sosial menurut para sosiolog. komposisi . 2004) Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu perubahan dari gejala-gejala sosial yang ada pada masyarakat. Mac Iver (1937: 272). pengenalan ide baru.

Suatu perubahan bergantung dan ditentukan oleh masyarakat itu sendiri.2. Perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat terjadi karena masyarakat tersebut menginginkan perubahan. identifikasi. termasuk di dalamnya nilai-nilai. mengubah. Perubahan juga dapat terjadi karena adanya dorongan dari luar sehingga masyarakat secara sadar ataupun tidak akan mengikuti perubahan. dan simpati. Oleh karena itu. sugesti. dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. terdapat beberapa faktor yang memengaruhi seperti imitasi. Menurut Bonner. Tanggapan anggota masyarakat tersebut terutama dalam menanggapi tradisi yang berlaku. Perubahan sosial cepat atau lambat senantiasa terjadi dan tidak dapat dihindari oleh siapapun. Wujud Perubahan Sosial Perubahan sosial dapat terjadi dalam segala bidang yang wujudnya dapat dibagi menjadi beberapa bentuk. Dalam interaksi sosial. 1. Perubahan yang Terjadi Secara Lambat dan Perubahan yang Terjadi Secara Cepat . yaitu sebagai berikut.penduduk. orang perlu mengetahui mengapa perubahan dapat terjadi dan mengapa masyarakat perlu menanggapi atau menyesuaikan dengan perubahan. interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua individu atau lebih yang saling memengaruhi. Perubahan yang menyangkut kehidupan manusia atau terkait dengan lingkungan fisik. Selo Soemardjan (1962: 379). Hal itu mengakibatkan terjadinya interaksi sosial antar individu. baik antar warga masyarakat setempat maupun dengan warga masyarakat lain yang saling mempengaruhi. Perubahan dapat berarti suatu perkembangan yang sesuai dengan tujuan atau dapat juga tidak sesuai dengan yang hendak dicapai. alam. yang mempengaruhi sistem sosialnya. dan ideologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. dan sosial disebut perubahan sosial. Perubahan yang paling awal dapat muncul adalah adanya kebutuhan setiap individu sebagai anggota masyarakat dalam menanggapi lingkungannya. Beberapa bentuk perubahan sosial menurut Soekanto. atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya. sikap. merumuskan perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat. a. Keempat faktor tersebut membuat individu memilih untuk melakukan interaksi sosial yang hasilnya adalah menanggapi setiap gerak kehidupan dalam masyarakat.

perubahan ini dianggap tidak memiliki arti yang penting dalam struktur sosial. tingkat kesejahteraan penduduk desa akan meningkat. dan keinginan penduduk desa untuk memiliki barang-barang mewah. Adapun penentuan kapan perubahan tersebut terjadi. bergantung pada orang yang bersangkutan. Akan tetapi. perubahan sistem pemerintahan yang mempengaruhi tatanan kenegaraan suatu bangsa. Perubahan yang Pengaruhnya Kecil dan Perubahan yang Pengaruhnya Besar Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan yang mempengaruhi unsur-unsur kehidupan masyarakat. Revolusi tersebut menyebabkan perubahan besar-besaran dalam proses produksi barang-barang industri. c. Perkembangan perubahan ini termasuk dalam evolusi. VCD p**n*. penerapan program Keluarga Berencana untuk membentuk keluarga kecil yang sejahtera dan menurunkan angka pertumbuhan penduduk. Misalnya adanya pembuatan jalan baru yang melalui suatu desa maka sumber alam desa akan mudah dipasarkan ke kota. Misalnya. seperti mode yang dipaksakan. Dengan demikian. Misalnya. Contohnya. Contohnya. Meskipun begitu lancarnya hubungan desa dengan kota menyebabkan mudahnya penduduk desa melakukan urbanisasi dan masuknya budaya kota terutama yang bersifat negatif. Contoh lain Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang mengubah tatanan kenegaraan dan sistem pemerintahan NKRI. b. Perubahan sosial yang terjadi secara cepat mengubah dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat. Perubahan yang tidak dikehendaki umumnya beriringan dengan perubahan yang dikehendaki. Revolusi Industri di Eropa. minuman keras. perubahan itu dinamakan revolusi. Perubahan yang Dikehendaki dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki Perubahan yang dikehendaki merupakan perubahan yang memang telah direncanakan sebelumnya terutama oleh pihak yang memiliki wewenang untuk mengeluarkan kebijaksanaan. Perubahan yang pengaruhnya besar adalah perubahan yang dapat memengaruhi lembaga-lembaga yang ada pada masyarakat. .Perubahan terjadi secara lambat akan mengalami rentetan perubahan yang saling berhubungan dalam jangka waktu yang cukup lama. perubahan mode pakaian yang tidak melanggar nilai sosial. Perubahan secara evolusi dapat diamati berdasarkan batas waktu yang telah lampau sebagai patokan atau tahap awal sampai masa sekarang yang sedang berjalan.

Misalnya keadaan masyarakat berubah. Perubahan dalam arti kemunduran (regress) yaitu yang membawa pengaruh kurang menguntungkan bagi masyarakat. perubahan sosial juga dapat menyebabkan kehidupan masyarakat mengalami kemunduran. Hal itu disebut perubahan sirkuler (berputar-putar tanpa menimbulkan pengaruh). terjadi proses pelapukan kebudayaan atau peradaban masyarakat menjadi menurun. ada beberapa faktor yang cukup berperan dan berpengaruh terhadap diterima atau tidaknya suatu perubahan oleh masyarakat. Perubahan sosial terbagi atas dua wujud sebagai berikut. Struktur sosial yang tertutup akan sulit menerima kebudayaan baru. Jika muncul inovasi baru dengan kualitas tinggi. Perubahan sosial dapat pula mengakibatkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan terhadap nilai yang ada dalam masyarakat.Perubahan sosial dapat diartikan sebagai perubahan masyarakat atau perubahan ke arah kemajuan atau kemunduran suatu masyarakat. Jika dibiarkan tanpa adanya campur tangan pemerintah. masyarakat tersebut mengadakan kebiasaan yang berhubungan dengan kebudayaan lain. Jika perubahan sosial dapat bergerak ke arah suatu kemajuan. Akibatnya. perubahan yang terjadi di masyarakat dapat juga seperti jalan di tempat. Sebaliknya. Adanya sikap terbuka dari masyarakat terhadap hal-hal yang baru. Suatu unsur baru dapat diterima oleh suatu masyarakat apabila unsur baru tersebut tidak bertentangan dengan ajaran agama yang dianut. . Kemunduran atau kemajuan suatu masyarakat disebabkan oleh perubahan sosial. maju mundurnya suatu masyarakat bergantung pada masyarakat itu sendiri dalam menanggapi setiap gejala perubahan yang ada di lingkungannya. tetapi perubahan tersebut tidak meningkatkan atau menurunkan kualitas hidup mereka. Perubahan sosial ke arah kemajuan merupakan perubahan yang diinginkan oleh setiap masyarakat. Perubahan dalam arti kemajuan (progress) atau menguntungkan. Dengan demikian. akan terjadi proses perubahan yang sangat cepat pada masyarakat. Sebaliknya. Kadang-kadang perubahan sosial tidak diinginkan oleh kelompok masyarakat tertentu karena perubahan tersebut dianggap dapat mengganggu kehidupan mereka yang telah mapan. akan sampai pada kemacetan pembangunan (stagnasi). masyarakat akan berkembang. Corak struktur sosial masyarakat menentukan proses penerimaan unsur kebudayaan baru. antara lain sebagai berikut. Akibatnya. Contohnya. proses perubahan ke arah kemajuan menjadi lambat. bergantung pada keadaan masyarakat yang mengalami perubahan itu sendiri. Keadaan sosial yang baru dengan masuknya teknologi atau peraturan baru tidak mempunyai kualitas inovasi tinggi apabila masyarakat menganggapnya hanya mengganti keadaan yang lama. Oleh karena itu.

Pandangan ini kemudian dikenal sebagai “Darwinisme sosial” dan banyak dianut oleh golongan kaya. Durkheim berpendapat bahwa perubahan karena evolusi mempengaruhi cara pengorganisasian masyarakat. Adapun Tonnies memandang bahwa masyarakat . sedangkan orang-orang yang malas dan lemah akan tersisih. (Sumber: Sosiologi Jilid 2. Perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan unsur-unsur dalam kehidupan masyarakat. Kondisi yang dimaksud antara lain kondisi-kondisi ekonomis. Teori Perubahan Sosial Spencer menerapkan konsep “yang kuat yang akan menang”. terutama yang berhubungan dengan kerja. Darwin berpandangan bahwa orang-orang yang cakap dan bergairah (energetik) akan memenangkan perjuangan hidup.Unsur kebudayaan baru akan dapat diterima oleh suatu masyarakat apabila telah ada dasar unsurunsur kebudayaan sebelumnya. ataupun biologis. a. sebagai cara untuk menjaga keseimbangan masyarakat dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang dinamis. teknologis. Adapun Darwin berpendapat survival of the fittest. Beberapa teori yang menjelaskan sebab-sebab terjadi perubahan sosial antara lain sebagai berikut. ekonomis. unsur-unsur geografis. 1984) Perubahan sosial merupakan suatu hal yang wajar dan akan terus berlangsung sepanjang manusia berinteraksi dan bersosialisasi. Teori Evolusi (Evolutionary Theory) Teori ini berpijak pada teori evolusi Darwin dan dipengaruhi oleh pemikiran Herbert Spencer. Unsur baru dapat diterima oleh warga masyarakat apabila telah terbukti kegunaannya. baik yang bersifat materiil maupun immaterial. atau kebudayaan. biologis. geografis. 1. Para sosiolog berpendapat bahwa perubahan sosial adalah kondisi-kondisi sosial primer yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial.3. Kondisi ini menyebabkan terjadinya perubahanperubahan pada aspek kehidupan sosial lainnya. Misalnya. Tokoh yang berpengaruh pada teori ini ialah Emile Durkheim dan Ferdinand Tonnies.

Teori ini masih belum memuaskan banyak pihak karena tidak mampu menjelaskan jawaban terhadap pertanyaan mengapa masyarakat berubah. Teori ini berpedoman pada pemikiran Karl Marx yang menyebutkan bahwa konflik kelas sosial merupakan sumber yang paling penting dan berpengaruh dalam semua perubahan sosial. b. Teori ini berhasil menjelaskan perubahan sosial yang tingkatnya moderat. Ralf Dahrendorf berpendapat bahwa semua perubahan sosial merupakan hasil dari konflik kelas di masyarakat. la yakin bahwa konflik atau pertentangan selalu menjadi bagian dari masyarakat. Teori Fungsional (Functional Theory) Teori fungsional berusaha melacak penyebab perubahan sosial sampai pada ketidakpuasan masyarakat akan kondisi sosialnya yang secara pribadi memengaruhi mereka. beberapa unsurnya bisa saja berubah dengan sangat cepat. individu menjadi terasing. Menurut pandangannya.berubah dari masyarakat sederhana yang mempunyai hubungan yang erat dan kooperatif. prinsip dasar teori konflik (konflik sosial dan perubahan sosial) selalu melekat dalam struktur masyarakat. konflik berasal dari pertentangan kelas antara kelompok tertindas dan kelompok penguasa sehingga akan mengarah pada perubahan sosial. Teori ini hanya menjelaskan proses perubahan terjadi. meskipun unsur-unsur masyarakat saling berhubungan satu sama lain. Gejala itu tampak jelas pada masyarakat perkotaan. sementara unsur lainnya tidak. Ogburn berusaha menjelaskan perubahan sosial dalam kerangka fungsional. dan lemahnya ikatan sosial sebagai akibat langsung dari perubahan sosial budaya ke arah individualisasi dan pencarian kekuasaan. Ketertinggalan tersebut menjadikan kesenjangan sosial dan budaya di antara unsur-unsur yang berubah sangat cepat dan unsur yang berubah lambat. Kesenjangan ini akan menyebabkan adanya kejutan sosial dan budaya pada masyarakat. Tonnies tidak yakin bahwa perubahan-perubahan tersebut selalu membawa kemajuan. Menurutnya. c. Konsep kejutan budaya menurut William F. . Teori Konflik (Conflict Theory) Menurut teori ini. Dia melihat adanya fragmentasi sosial (perpecahan dalam masyarakat). menjadi tipe masyarakat besar yang memiliki hubungan yang terspesialisasi dan impersonal.

Oleh karena itu. ketika alat-alat kontrasepsi pertama kali diluncurkan untuk mengendalikan jumlah penduduk dalam program keluarga berencana (KB). remaja. Yunani. yaitu sebagai berikut. nilai-nilai yang mengatur masyarakat sehari-hari. Teori Siklus (Cyclical Theory) Teori ini mempunyai perspektif (sudut pandang) yang menarik dalam melihat perubahan sosial karena beranggapan bahwa perubahan sosial tidak dapat dikendalikan sepenuhnya oleh siapapun. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Sosial Perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat bersumber dari dalam masyarakat itu sendiri dan dapat pula dari luar. dan Romawi yang terus mengalami kemunduran sampai akhirnya runtuh. 1. yaitu selama zaman pencerahan (renaissance) abad ke-15.Ogburn menyebutkan perubahan teknologi biasanya lebih cepat daripada perubahan budaya non material. bahkan orang-orang yang ahli sekalipun. Sejak saat itu. d. yaitu masa kanak-kanak. Meskipun demikian. Teori-teori yang berkaitan dengan arah perubahan sosial telah diringkas Moore dalam bentuk diagram-diagram sederhana. banyak pihak menentang program tersebut karena bertentangan dengan nilai-nilai agama serta norma yang berlaku di masyarakat pada waktu itu. dia berpendapat bahwa perubahan teknologi seringkali menghasilkan kejutan budaya yang pada gilirannya akan memunculkan polapola perilaku yang baru meskipun terjadi konflik dengan nilai-nilai tradisional. Dalam setiap masyarakat. peradaban Barat mulai mengalami kemunduran dan menuju ke masa tua. dewasa. Kebangkitan dan kemunduran suatu peradaban (budaya) tidak dapat dielakkan dan tidak selamanya perubahan sosial membawa kebaikan. norma. seperti yang terjadi pada peradaban Babilonia di Mesir. Ia merasa bahwa masyarakat Barat telah mencapai masa kejayaannya pada masa dewasa.4. terdapat siklus yang harus diikutinya. dan tua. seperti kepercayaan. perubahan sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor yang . lambat laun masyarakat mulai menerima program KB tersebut karena dapat bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali. Contohnya. Tidak ada yang dapat menghentikan proses tersebut. Meskipun demikian. Oswald Spengler mengemukakan teorinya bahwa setiap masyarakat berkembang melalui empat tahap perkembangan seperti pertumbuban manusia.

kesehatan. Masuknya listrik ke pedesaan membawa perubahan besar dalam tata kehidupan penduduk. Dengan kata lain. kepuasan menikmati hiburan dan informasi mengenai peristiwa terkini dari seluruh penjuru dunia. Adanya listrik masuk desa secara tidak langsung dapat juga berdampak negatif dan dapat membawa perubahan-perubahan yang justru dapat merugikan masyarakat desa itu sendiri. yang meliputi peningkatan industri kecil dan industri rumah tangga. hak atas warisan akan semakin berkurang karena terbagi berdasarkan jumlah anak. tetapi masyarakatlah yang akan melaksanakan perubahan. baik dari masyarakat sendiri maupun dari masyarakat lain. a. perkebunan. . Oleh karena itu. Beberapa faktor perubahan yang bersumber dari masyarakat itu sendiri dan dari luar masyarakat atau dari masyarakat lain. Misalnya. antara lain sebagai berikut. masyarakatlah yang menerima dan melaksanakan perubahan tersebut. fasilitas pendidikan. Masuknya televisi ke desa mengakibatkan orang di pedesaan dapat dengan mudah mendapatkan informasi dan hiburan secara visual. perubahan sosial dapat terjadi karena adanya faktor yang saling memengaruhi. Contohnya. Jika jumlah anak dalam sebuah keluarga cukup besar. Oleh karena itu. dan peternakan. Penduduk yang terus bertambah memerlukan lapangan-lapangan kerja baru sedangkan lapangan kerja utama yang ada di desa hanya berkisar pada bidang pertanian.berasal dari luar. atau lapangan kerja. masuknya listrik ke pedesaan mempengaruhi perkembangan industri. Perubahan Kependudukan Jumlah penduduk yang terus meningkat akan menambah kebutuhan terhadap beberapa fasilitas yang mendukung kehidupan mereka. banyak penduduk desa yang mengadu nasib ke kota untuk bekerja. Dengan demikian. Desa tidak mampu menyediakan lapangan kerja baru dan sumber daya alam pedesaan yang terbatas membuat desa tidak mampu menampung tenaga kerja. pemilikan tanah di pedesaan akan semakin berkurang. tayangan iklan komersial di televisi yang akan memengaruhi pola konsumtif dan meningkatkan daya beli penduduk desa. Misalnya. Masyarakat secara sadar mengetahui perubahan yang terjadi dalam kehidupannya. Kerajinan dan industri kecil akan bertambah maju karena produksi dapat dilakukan pada malam hari.

alat cetak tersebut sifatnya kaku karena huruf yang ada pada mesin cetak tidak dapat diubah-ubah. satu lempengan untuk satu halaman.b. tampak ada faktor-faktor pendorong yang mempengaruhi masyarakat atau individu untuk lebih menyempurnakannya. Akan tetapi. Bentuk mobil semacam itu yang mendapat paten di Amerika Serikat tahun 1911. S. Jika hasil penyempurnaan atau pengembangan penemuan tersebut (discovery) diakui manfaatnya oleh masyarakat. baik berupa alat baru maupun berupa ide baru atau suatu rangkaian ciptaan-ciptaan dari warga masyarakat. dan lain-lain lebih mudah. Penemuan tersebut kemudian memiliki daya guna dan manfaat bagi masyarakat sehingga tata kehidupan masyarakat mengalami perubahan. Ditemukannya mesin cetak membawa perubahan bagi masyarakat. Penemuan tersebut dinamakan inovasi. Penemuan-Penemuan Baru Penemuan baru merupakan proses sosial dan kebudayaan yang terjadi dalam jangka waktu relatif cepat yang sering disebut inovasi atau innovation. Di samping inovasi terdapat pula discovery yang artinya penemuan dari unsur-unsur kebudayaan yang baru. Jika masyarakat telah mengetahui manfaat dari penemuan alat cetak tersebut. Hal tersebut disebut dengan discovery. Hal tersebut menyebabkan masyarakat mengetahui akan kebenaran-kebenaran ilmiah dan mengetahui hal-hal yang sebelumnya tidak dikenal. Hal tersebut bertujuan . surat kabar. proses ini dinamakan invention. Penemuan yang sudah ada tersebut dapat juga dikombinasikan dengan berbagai alat bantu agar pencetakan-pencetakan berbagai buku. Tiga puluh tahun kemudian banyak pencipta lain yang menambah perbaikan pada motor tersebut sehingga terciptalah mobil yang dapat dipakai sebagai alat pengangkut oleh manusia dengan cukup praktis dan aman. Mobil dapat diterima sampai sekarang maka mobil menjadi suatu “Invention”. 1990) Jika orang mengamati perkembangan penemuan baru. Alat percetakan ini tidak hanya digunakan oleh penemunya. terutama dalam hal penggandaan buku-buku ilmu pengetahuan. Dengan demikian. Seorang Austria. (Sumber: Sosiologi Suatu Pengantar. tetapi juga dipasarkan ke berbagai tempat atas permintaan masyarakat. Marcus (1875) membuat motor gas yang pertama. Discovery merupakan pengembangan dari penemuan yang sudah ada kemudian disempurnakan. penemuan tersebut dinamakan invention. orang berusaha menemukan alat pencetak yang hurufnya dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan agar pencetakan dapat dengan mudah diperbanyak.

Jika tingkat pendidikan di masyarakat tinggi. d. Keadaan tersebut memaksa masyarakat membentuk kehidupan . serta antara individu dan kelompok. seorang yang membawa nilainilai baru mengenai penundaan usia perkawinan. Gagasan tersebut diutarakan pada masyarakat tradisional yang menjunjung tinggi pelaksanaan perkawinan di usia muda. Usaha agar masyarakat dapat menerima pemikiran tersebut memerlukan waktu yang lama. radio. c. Tentu saja gagasan tersebut ditentang karena tidak sesuai dengan kebiasaan masyarakat. Pertentangan dapat terjadi antara kelompok tua yang konservatif dan kelompok muda yang dinamis. Kesadaran akan penundaan perkawinan umumnya bergantung pada tingkat pendidikan di masyarakat. Misalnya. Pertentangan juga terjadi antarindividu. seperti surat kabar. Perubahan yang Diakibatkan oleh Lingkungan Fisik Gejala yang terjadi di lingkungan alam dapat menyebabkan perubahan sosial.agar penemuan tersebut menjadi lebih berguna dan bermanfaat dan diharapkan dapat berpengaruh terhadap bidang-bidang kehidupan yang lain. Contohnya. Misalnya. Contoh lainnya adalah pernyataan kemerdekaan secara sepihak oleh masyarakat Chechnya yang mengakibatkan pemerintah Rusia berusaha menumpas pemberontak an tersebut. antarkelompok. dan televisi akan membawa perubahan-perubahan politik di negara bersangkutan. Pertentangan (Konflik) Pertentangan dalam masyarakat dapat menimbulkan perubahan sosial. e. gempa bumi terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Gempa bumi tersebut menyebabkan masyarakat kehilangan banyak harta benda dan keluarga. pemberontakan yang terjadi di Sri langka yang dilakukan oleh Suku Tamil atau pemberontakan di India yang dilakukan di daerah Kashmir. perkawinan dilakukan setelah mencapai hal-hal tertentu tanpa memandang usia. Pertentangan ini sering terjadi pada masyarakat yang sedang berkembang menuju masyarakat modern yang lebih kompleks dan masyarakat tradisional. Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi dalam Masyarakat Pemberontakan yang terjadi di masyarakat dapat di ketahui melalui pemberitaan di media massa.

Pengaruh Kebudayaan Masyarakat Lain Pengaruh kebudayaan dari masyarakat lain terutama kebudayaan Barat. a. Perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat seperti perubahan mata pencaharian. Faktor-Faktor Pendorong Terjadinya Proses Perubahan Sosial Adapun faktor-faktor pendorong terjadinya proses perubahan sosial.kembali melalui lembaga atau organisasi sosial yang baru karena kehidupan lama telah rusak atau hilang. Kadang-kadang media tersebut memberikan pengaruh negatif yang tidak sesuai dengan gaya hidup masyarakat Indonesia. kehilangan anggota keluarga. Contohnya. Kontak dengan Masyarakat Lain . surat kabar. Akan tetapi. Peperangan Peperangan yang terjadi antara satu negara dan negara lain menyebabkan terjadinya perubahan karena kehancuran akibat perang.5. atau perubahan kekayaan. dan media massa lainnya. f. atau bencana kelaparan. ada pula pengaruh luar yang positif. dapat berasal dari film. g. contohnya dalam hal pendidikan. antara lain sebagai berikut. 1. radio. perubahan keluarga. Mereka yang menerima beasiswa belajar di luar negeri membawa pulang teori dan pandangan barat ke tanah air sehingga ilmu yang mereka dapat digunakan dan disesuaikan dengan budaya Indonesia. Negara yang kalah perang akan tunduk dengan menerima ideologi dan kebudayaan dari pihak yang memenangkan peperangan. hancurnya harta benda. meski tidak menutup mata apabila ada beberapa orang yang lebih memilih untuk tetap berideologi Barat. televisi.

Difusi Antar Masyarakat Penyebaran unsur-unsur baru di masyarakat dapat berasal dari pengaruh masyarakat yang lain. Adanya sistem rotasi tanaman dengan beragam tanaman pada setiap musim berpengaruh terhadap kondisi kesuburan tanah dan hasil yang dicapai dapat melebihi hasil sebelumnya. Penyebaran unsur-unsur kebudayaan merupakan difusi dari penemuan baru atau dapat juga dalam bentuk penyebaran informasi. Hal tersebut berakibat terjadinya penyebaran atau difusi suatu gagasan atau teknologi. Perkembangan zaman akan membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas yang tidak lain . Sistem Pendidikan yang Maju Kemajuan suatu bangsa atau masyarakat dapat dilihat dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat yang bersangkutan. (Sumber: Sosiologi Suatu Pengantar. b. harga dapat dipertahankan sehingga memberi keuntungan bagi petani. d. Difusi antar masyarakat dapat terjadi apabila proyek diversifikasi tanaman ini dicontoh oleh petani-petani dari daerah lain. atau manfaat dari suatu lembaga masyarakat seperti KUD. adanya proyek percontohan di masyarakat petani dengan menerapkan sistem diversifikasi tanaman. teknologi. Dengan adanya diversifikasi tanaman. Difusi dalam Masyarakat Proses penyebaran suatu gagasan atau hasil dari proses (produksi) dari dalam masyarakat itu sendiri. Misalnya. Difusi adalah proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan secara meluas sehingga melewati batas tempat kebudayaan itu timbul. 1990) c.Adanya interaksi dengan masyarakat di luar masyarakatnya sendiri akan menimbulkan komunikasi yang saling mempengaruhi. dari masyarakat satu ke masyarakat lain yang dilakukan secara perorangan ataupun kelompok.

LIPI menyelenggarakan lomba karya ilmiah remaja sebagai awal dari usaha penemuan baru di kalangan remaja. di perkotaan secara umum dihuni oleh warga yang sangat heterogen. dan Pengajaran). Contohnya. namun pihak lain menilai sebaliknya. namun tidak keluar dari persoalan yang dapat mengarah pada aspek-aspek negatif. Apabila terjadi suatu perilaku yang berbeda dalam suatu masyarakat. Terkadang bahasa yang digunakan antara anggota masyarakat memiliki nilai yang berbeda. Sikap Masyarakat atau seorang in dividu yang memiliki keinginan untuk maju akan menghargai karya yang dihasilkan oleh masyarakat atau orang lain. Sikap tidak mempersoalkan perilaku tersebut merupakan bagian dari sikap toleransi terhadap orang lain. Berkembangnya pendidikan akan mendorong terjadi perubahan sosial. Sistem Stratifikasi Sosial Terbuka . Adanya penelitian dan penemuan unsur-unsur baru merupakan sikap kepedulian terhadap masyarakat dan sebagai usaha mempersiapkan dan mengisi pembangunan nasional. g. e. Pendidikan dapat menyejajarkan masyarakat yang sedang berkembang dengan masyarakat yang maju. Pengabdian. terutama norma yang tidak tertulis. Pendidikan membuat seorang individu mengetahui banyak hal dan mengetahui perkembangan-perkembangan yang terjadi pada kehidupan masyarakat lain. melalui pola pikir yang maju dan terpelajar. Jika sikap tersebut telah tertanam dengan baik. Satu pihak menilainya sebagai bahasa halus dan sopan. f. pemerintah memberikan penghargaan Kalpataru terhadap orang yang berjasa dalam bidang lingkungan hidup. Toleransi Masyarakat tidak kaku dalam menghadapi norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat itu sendiri. Di sinilah sangat dibutuhkan sikap toleransi. setiap pengajar di perguruan tinggi wajib melakukan penelitian sebagai perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi (Penelitian. Salah satu heterogenitasnya adalah dalam bahasa. seperti konflik sosial. Misalnya.dipenuhi melalui bidang pendidikan. akan mendorong munculnya penemuan-penemuan baru atau berusaha untuk membuat karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Penduduk yang Heterogen Penduduk Indonesia yang terdiri atas berbagai suku bangsa. masa sekarang merupakan masa berusaha. h. i. j. Ketidakpuasan terhadap Kondisi Kehidupan Masyarakat yang tidak puas dengan keadaan sosial.Masyarakat yang memiliki stratifikasi (lapisan) sosial terbuka memungkinkan terjadinya mobilitas (perpindahan) sosial antar lapisan. Orientasi ke Masa Depan Masa depan merupakan tumpuan harapan. maka masyarakat menginginkan ada perubahan agar lepas dari penderitaan yang lama. Masa lalu dapat menjadi pengalaman untuk memperbaiki masa sekarang sehingga hasilnya dapat dipetik dan dinikmati di kemudian hari. Jika di antara mereka ada yang merasa lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain. Keadaan yang demikian berakibat terjadinya perubahan-perubahan dalam masyarakat terutama dalam rangka mencapai suatu integrasi yang dapat diterima oleh berbagai pihak. akibat adanya tekanan dari pihak lain atau kekecewaan. ras. hal ini mudah memicu konflik yang dapat mengakibatkan munculnya masalah sosial atau kegoncangan masyarakat. k. agama. Nilai yang Menyatakan bahwa Manusia Harus Berusaha Memperbaiki Nasibnya . Seseorang yang berada pada lapisan yang paling bawah dapat berpindah ke lapisan yang lebih atas apabila yang bersangkutan berusaha dan bekerja keras untuk mencapainya. dan budaya merupakan masyarakat heterogen atau disebut juga masyarakat majemuk.

Beberapa anak yang memiliki perilaku menyimpang berawal dari rasa kesal. atau tidak puas tinggal di rumah yang kemudian melampiaskannya dalam pergaulan yang negatif. Contohnya. a. seorang individu yang selalu mengikuti perkembangan dunia mode atau fashion. tetapi hasil usaha yang dicapai manusia itu sendiri. menyebabkan yang bersangkutan harus selalu mengikuti perubahan mode dalam masyarakat. Keadaan tersebut merupakan perubahan hasil adaptasi terhadap lingkungan dan barang baru yang dimilikinya. atau barang yang diterimanya. sosiolog yang menekuni bidangnya . Contoh Soal (UN SMA IPS. 2005) : Perubahan sosial hanya dapat diketahui oleh . Disorganisasi atau perpecahan dalam sebuah keluarga merupakan jalan ke arah perubahan karena di antara satu sama lain sudah tidak ada lagi kecocokan. Disorganisasi Keluarga Kehidupan keluarga yang sering terjadi percekcokan atau konflik di antara anggotanya menyebabkan berkurangnya keharmonisan dan keutuhan rumah tangga sehingga anak menjadi korban dan mencari pelarian di luar kehidupan keluarga. Agar manusia dapat mengubah nasibnya. Sikap Mudah Menerima Hal-Hal yang Baru Penemuan baru merupakan langkah menuju perubahan karena yang bersangkutan harus menyesuaikan diri dengan situasi. l. seseorang yang bercita-cita besar b. kecewa. m.. kondisi.Hidup ini tidak semata-mata ditentukan oleh yang Mahakuasa.. manusia harus berusaha untuk mencapainya. Setiap perubahan yang diinginkan dapat dicapai dengan usaha. tetapi besar kecilnya hasil bergantung pada kemampuan manusia itu sendiri..

c. seseorang yang sampai mengadakan penelitian Jawaban: a Perubahan biasanya dipelopori oleh para generasi muda yang memiliki pembaru.6. terutama ditunjang oleh keinginan untuk berubah. 1. masyarakat tidak mengalami kemajuan. Perkembangan Ilmu Pengetahuan yang Terlambat Latar belakang pendidikan masyarakat yang rendah menyebabkan sempitnya pola pikir seorang individu. Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat yang Lain Akibat kurangnya hubungan dengan masyarakat luar sehingga informasi yang dapat menunjang pembangunan pada masyarakat tidak dapat diterima dengan baik. Faktor-Faktor yang Menghambat Terjadinya Perubahan Sosial Dorongan terjadinya perubahan sosial senantiasa terdapat di dalam setiap kehidupan. Akibatnya. Perkembangan ilmu pengetahuan yang . a. Jadi perubahan sosial haya dapat diketahui oleh seseorang yang bercita-cita maju. b. cendekiawan yang peduli lingkungan d. Adapun faktor penghambat atau yang menghalangi terjadinya perubahan sosial antara lain sebagai berikut. seseorang yang memiliki kemampuan e.

Kepentingan-Kepentingan yang Tertanam Kuat Sekali atau Vested Interests Setiap masyarakat memiliki stratifikasi sosial masing-masing yang bergantung pada kedudukan seorang individu yang memiliki peranan dan pengaruh dalam masyarakat. Rasa Takut akan Terjadinya Disintegrasi . f. c. Tradisi yang berlaku sebagai warisan masa lampau tidak dapat diubah dan harus terus dilestarikan. Masyarakat yang memegang teguh adat istiadat lama umumnya hidup dan bertahan pada masyarakat tradisional. terutama beberapa kelompok yang konservatif dan ingin tetap bertahan dalam kepemimpinan masyarakat. Kebiasaan-kebiasaan yang turun-temurun merupakan suatu hal yang sulit diubah pada masyarakat. d. Orang yang berpengaruh akan memiliki kedudukan tinggi. masyarakat tidak siap menerima perubahan. setiap perubahan yang masuk akan ditolaknya dengan berbagai alasan. Hal ini dapat menghambat perubahan. e. Sikap Masyarakat yang Tradisional Sikap masyarakat ini lebih memihak masa lampau karena masa tersebut merupakan masa yang penuh kemudahan menurut beberapa kelompok. Adat atau Kebiasaan Adat atau keyakinan masyarakat terhadap norma-norma yang berlaku turun-temurun merupakan pegangan hidup yang harus tetap berlaku dan dijalankan. Masyarakat sendiri tidak mau mengubahnya karena takut terjadi bencana atau berkurangnya keberuntungan yang ada dalam kehidupan mereka.terlambat disebabkan oleh masyarakat itu sendiri karena merasa cukup dengan pengetahuan yang dimilikinya. Agar kedudukannya tetap bertahan.

Misalnya.Perubahan yang terjadi dalam kehidupan dianggap mengganggu tatanan sosial yang telah berjalan. Hakikat Hidup Ada masyarakat yang memiliki keyakinan bahwa baik buruknya kehidupan ini ada yang mengatur. h. Masyarakat yang demikian umumnya masyarakat yang pernah dijajah oleh bangsa lain sehingga setiap unsur-unsur yang berbau negara penjajah akan ditolak dan dianggap tidak sesuai dengan kepribadian masyarakat pada sebuah bangsa. Namun. Dorongan terjadinya perubahan dan penghambat perubahan senantiasa ada di setiap masyarakat. g. Akan tetapi. perencana proyek pembangunan tidak percaya akan hal tersebut sehingga perencana akan ditolak keberadaannya oleh masyarakat. Hambatan yang Bersifat Ideologis Setiap unsur perubahan yang berhubungan dengan kepercayaan atau keyakinan masyarakat akan ditolak karena dianggap berlawanan dengan ideologi mereka. masyarakat percaya bahwa pembangunan sebuah jembatan harus diadakan selamatan terlebih dahulu. perubahan akan terhambat atau tidak terjadi. Hal tersebut disebabkan masuknya unsur perubahan dari luar yang dapat menggoyahkan pola-pola kehidupan dan pada akhirnya masyarakat tidak lagi mempercayai pemimpin mereka bahkan akan meninggalkan tradisi yang telah lama dianut. Apabila dorongan lebih kuat daripada hambatan perubahan sosial akan terjadi. bergantung besar kecilnya kekuatan dalam menanggapi perubahan tersebut. Sikap yang Tertutup Unsur-unsur perubahan yang datangnya dari luar dianggap berbahaya. i. . apabila hambatan lebih kuat daripada dorongan.

saluran-saluran perubahan. Berdasarkan beberapa hal tersebut. . Proses awal dan proses-proses selanjutnya merupakan suatu mata rantai. dan reorganisasi adalah sebagai berikut. Hidup itu buruk tetapi harus diperbaiki. Lembaga-lembaga sosial tadi sifatnya interdependen sehingga sulit sekali untuk mengisolasi perubahan pada lembaga-lembaga sosial tertentu saja. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahanperubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya. Suatu proses perubahan sosial dalam bidang kehidupan tertentu tidak mungkin berhenti pada satu titik karena perubahan di bidang lain akan segera mengikutinya. Hal ini disebabkan struktur lembaga-lembaga kemasyarakatan sifatnya saling terjalin. Dewasa ini proses-proses perubahan sosial dapat diketahui dengan adanya ciri-ciri tertentu. 2001) B. bahwa hidup itu buruk dan hidup itu baik. apabila suatu negara mengubah undang-undang atau bentuk pemerintahannya. Tidak ada masyarakat yang berhenti berkembang karena setiap masyarakat akan mengalami perubahan. (Sumber: Pengantar Sosiologi. baik yang terjadi secara lambat maupun secara cepat. perubahan yang kemudian terjadi tidak hanya terbatas pada lembaga-lembaga politik. disorganisasi. Misalnya. Perubahan-perubahan tidak dapat dibatasi pada bidang kebendaan atau bidang spiritual saja karena kedua bidang tersebut mempunyai kaitan dan timbal balik yang sangat kuat. Perubahan-perubahan sosial yang cepat biasanya mengakibatkan disorganisasi yang bersifat sementara karena berada di dalam proses penyesuaian diri.Hakikat dan sifat manusia menurut kerangka analisis Kluckhon dan Strodtbeck (1961). Proses Perubahan Sosial Perubahan sosial merupakan suatu proses yang selalu terjadi dalam setiap kehidupan. proses-proses perubahan sosial yang menyangkut penyesuaian masyarakat terhadap perubahan. antara lain sebagai berikut. Disorganisasi akan diikuti oleh suatu reorganisasi yang mencakup pemantapan kaidah-kaidah dan nilai-nilai lain yang baru.

Peranan keluarga-keluarga besar atau masyarakat hukum adat semakin berkurang. Hal itu berarti ada gangguan yang terus-menerus terhadap keserasian masyarakat. . Pendidikan anak-anak yang sebelumnya dilakukan oleh keluarga ibu diserahkan kepada ayah. dinamakan ketidakpenyesuaian sosial (maladjustment) yang mungkin mengakibatkan terjadinya anomie. terlihat adanya suatu kecenderungan hubungan antara anggota keluarga batih lebih erat. Keserasian masyarakat dimaksudkan sebagai suatu keadaan ketika lembagalembaga kemasyarakatan yang pokok benar-benar berfungsi dan saling mengisi.2. tetapi sifatnya dangkal dan terbatas pada bentuk luarnya. Kesatuan-kesatuan kekeluargaan besar atas dasar ikatan atau kesatuan wilayah tempat tinggal terpecah menjadi kesatuan-kesatuan kecil. Keadaan tersebut berarti bahwa ketegangan-ketegangan serta kekecewaan di antara para warga tidak mempunyai saluran pemecahan. Kadang unsur-unsur baru dan lama yang bertentangan secara bersamaan memengaruhi normanorma dan nilai-nilai yang kemudian berpengaruh pula pada warga masyarakat. Norma-norma dan nilai-nilai sosial tidak akan terpengaruh olehnya dan dapat berfungsi secara wajar. dalam tradisi di Minangkabau. Akan tetapi. Penyesuaian Masyarakat terhadap Perubahan Keserasian atau harmoni dalam masyarakat (social equilibrium) merupakan keadaan yang diinginkan setiap masyarakat. Apabila ketidakserasian dapat dipulihkan kembali setelah terjadi suatu perubahan. Jika seorang individu tidak ingin mengalami tekanan-tekanan psikologis. Dalam keadaan demikian. Setiap kali terjadi gangguan terhadap kehidupan. keadaan tersebut dinamakan penyesuaian (adjustment). Jika sebaliknya yang terjadi. wanita mempunyai kedudukan penting karena garis keturunan yang matrilineal. Jika masyarakat tidak dapat menolaknya karena unsur baru tersebut tidak menimbulkan kegoncangan. Misalnya. cenderung bergeser. individu secara psikologis merasakan akan adanya ketenteraman karena tidak adanya pertentangan dalam norma-norma dan nilai-nilai. masyarakat dapat menolaknya atau mengubah susunan lembaga-lembaga kemasyarakatannya dengan maksud menerima unsur yang baru. kadang unsur yang baru dipaksakan masuknya oleh suatu kekuatan. pengaruhnya tetap ada. Suatu perbedaan dapat diadakan antara penyesuaian dari lembagalembaga kemasyarakatan dan penyesuaian dari individu yang ada dalam masyarakat tersebut. harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.1. Hubungan antara anak-anak dan ayahnya yang semula dianggap tidak mempunyai kekuasaan apa-apa terhadap anak-anak karena ayah dianggap sebagai orang luar.

pendidikan. agama. Lembaga-lembaga kemasyarakatan tersebut merupakan suatu struktur apabila mencakup hubungan antara lembaga-lembaga kemasyarakatan yang mempunyai pola-pola tertentu dan keserasian tertentu. atau rekreasi. Saluran-Saluran Perubahan Sosial Saluran-saluran perubahan sosial merupakan saluran-saluran yang dilalui oleh suatu proses perubahan. Umumnya. coraknya adalah sebagai berikut. Setiap orang boleh memilih pendidikan macam apapun yang disukai. bergantung pada fokus kebudayaan masyarakat pada suatu masa yang tertentu. diakui. diterima. Perubahan lembaga kemasyarakatan tersebut akan membawa akibat pada lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya karena lembagalembaga tersebut merupakan suatu sistem yang terintegrasi. . atau mengalami proses institutionalization (pelembagaan). dalam bidang pendidikan. seperti pada zaman penjajahan.Matrilineal adalah garis keturunan ke atas yang ditarik pada penghubung wanita melalui ibu (garis keturunan ibu). Lembaga kemasyarakatan yang pada suatu waktu mendapatkan penilaian tertinggi dari masyarakat cenderung untuk menjadi saluran utama perubahan sosial. Misalnya. (Sumber: Sosiologi Suatu Pangantar. Misalnya. saluran-saluran tersebut adalah lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam bidang pemerintahan. ekonomi. tidak ada lagi diskriminasi antara golongan-golongan. Saluran tersebut berfungsi agar sesuatu perubahan dikenal. serta dipergunakan oleh khalayak ramai. Lembaga kemasyarakatan yang menjadi titik tolak. Jika lembagalembaga kemasyarakatan sebagai suatu sistem sosial digambarkan. Hal ini menjalar ke lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya.2. pada 17 Agustus 1945 saat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang merupakan kali pertama terjadinya perubahan pada struktur pemerintahan dari jajahan menjadi negara yang merdeka dan berdaulat. 1993) 2. Perubahan tersebut berpengaruh pada sikap dan pola perilaku serta nilai-nilai masyarakat Indonesia.

3. Norma-norma sosial tidak lagi membantu anggota masyarakat dalam mencapai tujuan yang disepakati. Lembaga-lembaga kemasyarakatan mempunyai pola-pola dan keserasian tertentu. Proses perubahan sosial akan menyebabkan nilai dan norma masyarakat menjadi tergeser atau berubah. Disintegrasi dan Reintegrasi Perubahan sosial dapat mengakibatkan terjadinya proses disintegrasi atau perpecahan. Tidak ada lagi kesepakatan anggota kelompok mengenai tujuan sosial yang hendak dicapai yang semula menjadi pegangan kelompok tersebut. Disintegrasi atau disorganisasi merupakan proses pembentukan nilai-nilai baru. gejala-gejala disorganisasi dan disintegrasi pada awalnya dimulai dari hal-hal sebagai berikut. baik yang akan mengurangi ikatan dalam masyarakat itu sendiri maupun integrasi masyarakat yang pada akhirnya . yaitu suatu proses pudarnya norma-norma dan nilainilai dalam masyarakat yang disebabkan perubahanperubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh setiap warga masyarakat sudah bertentangan dengan norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. Disintegrasi ini disebabkan oleh beberapa faktor.Gambar 2. 2. disintegrasi disebut juga disorganisasi. bahkan sudah tidak dilaksanakan secara konsekuen. Norma-norma dalam kelompok yang dihayati oleh setiap anggota dianggap tidak sesuai lagi. Dengan demikian. Sanksi sudah lemah. Lembaga Kemasyarakatan. Sanksi yang dikenakan pada orang yang melanggar norma dianggap sudah tidak berlaku. Menurut Soekanto.

demo yang dilakukan oleh karyawan di beberapa perusahaan yang menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP). masyarakat pelu diberi pemahaman tentang reintegrasi atau reorganisasi yang tepat. Adanya disintegrasi dalam kehidupan bermasyarakat harus diimbangi dengan reintegrasi yang bertujuan untuk mengembalikan keadaan yang diinginkan sesuai dengan tujuan persatuan dan keutuhan masyarakat. Reintegrasi terlaksana apabila norma-norma atau nilai-nilai baru telah melembaga (institutionalized) dalam diri warga masyarakat. Kadang-kadang masyarakat menolak suatu kebijaksanaan apabila dianggap merugikan atau terlalu memberatkan masyarakat. Hal seperti itu terjadi sejak awal kemerdekaan sampai awal berdirinya Orde Baru. Jika perubahan tersebut dapat menumbuhkan kepentingan kesatuan nasional. Perbedaannya kerusuhan mengandung unsur kekerasan fisik dan biasanya diikuti dengan perusakan terhadap barang-barang. atau terjadi bentrokan fisik dengan pihak pengendali kerusuhan (keamanan). Pada dasarnya. ialah hampir sama dengan demonstrasi atau protes. Disintegrasi sosial yang terjadi akan mempunyai kekuatan yang merongrong atau melemahkan kedudukan seseorang yang memiliki kekuasaan. Uraian berikut disusun berdasarkan intensitas (besar-kecilnya) pertentangan itu sendiri antara lain sebagai berikut. Menanamkan kesadaran akan pentingnya berbangsa dan bertanah air. Melalui saluran hukum terhadap mereka yang menyimpang. Hal tersebut berakibat tidak sedikit terjadinya reaksi terhadap suatu perubahan. Di Indonesia pernah terjadi beberapa kali konflik atau pertentangan dengan kekuasaan pemerintahan.bergantung pada keinginan masyarakat. seperti hal-hal berikut ini. Kadangkala aksi protes dan demonstrasi juga dilakukan oleh mahasiswa terhadap pemerintah seperti yang terjadi pada 1966 dan 1998. Kerusuhan . Menurut Soekanto. setiap perubahan bisa mengakibatkan terjadinya perbedaan tanggapan atau penafsiran. Perundingan apabila terdapat pihak-pihak yang melakukan reaksi keras (pergolakan). kenaikan harga barang yang diakibatkan oleh naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Misalnya. reintegrasi atau reorganisasi adalah proses pembentukan kembali norma-norma dan nilai-nilai baru untuk menyesuaikan diri dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang mengalami perubahan. Perubahan sosial ditandai dengan semakin berkembangnya tingkat pendidikan masyarakat sehingga setiap kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak selamanya diterima masyarakat. Menggunakan saluran militer untuk memadamkannya apabila terjadi pergolakan mengarah pada pemberontakan. penganiayaan terhadap orang yang tidak disenangi. bahkan pada masa reformasi pasca 1998. Penolakan dapat pula berupa protes dan demontrasi. Kerusuhan (dapat juga disebut riot walaupun pengertiannya tidak tepat). Contohnya.

Perbedaan perubahan tersebut dapat mengakibatkan munculnya kecemburuan sosial. ketinggalan. Hal ini karena setiap orang memiliki gagasan mengenai perubahan yang mereka anggap baik sehingga perubahan yang terjadi dapat ditafsirkan bermacam-macam. ialah protes terhadap pemegang kekuasaan tanpa melalui kekerasan. kerusuhan atau serangan bersenjata. Bahkan. yaitu sebagai berikut. sesuai dengan nilai-nilai sosial yang mereka miliki. Perubahan dianggap sebagai suatu kemajuan sehingga setiap perubahan harus diikuti tanpa dilihat untung ruginya bagi kehidupan. Serangan bersenjata (armed attack). Kecepatan perubahan tiap daerah berbeda-beda bergantung pada dukungan dan kesiapan masyarakat untuk berubah. ialah suatu tindakan kekerasan yang dilakukan oleh atau untuk kepentingan suatu kelompok tertentu dengan maksud melemahkan atau bahkan menghancurkan kekuasaan dari kelompok lain. Protes dilakukan secara bersama-sama. Serangan bersenjata ditandai dengan adanya pertumpahan darah. Demonstrasi. yang harus dihindari.umumnya ditandai dengan spontanitas terhadap suatu insiden atau sebagai kelanjutan dari demonstrasi. Serangan bersenjata terjadi pada kekerasan politik (pemberontakan). Kematian akibat kekerasan politik terjadi sebagai akibat dari pengendalian demonstrasi. Hak istimewa yang diterima dari masyarakat akan berkurang atau menghilang sehingga perubahan dianggapnya akan menggoncangkan berbagai aspek kehidupan. C. . Terdapat beberapa tanggapan masyarakat sebagai akibat dari perubahan sosial yang menimbulkan suatu ketidakpuasan. penyimpangan masyarakat. Perubahan yang diterima masyarakat kadang-kadang tidak sesuai dengan keinginan. Dampak Perubahan Sosial Adanya suatu perubahan dalam masyarakat akibat perubahan sosial bergantung pada keadaan masyarakat itu sendiri yang mengalami perubahan. setiap perubahan harus dihindari dan ditentang karena tidak sesuai kepentingan kelompok masyarakat tertentu. Perubahan juga dianggap membawa nilai-nilai baru yang modern. Dengan kata lain. atau ketidaktahuan adanya perubahan. umumnya terhadap kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintah atau pemimpin perusahaan. kriminalitas. perubahan sosial yang terjadi tidak selamanya suatu kemajuan (progress). Untuk mencegahnya. atau kelanjutan dari kerusuhan. pergulatan fisik (perkelahian atau pertempuran) atau perusakan barang-barang. dapat pula sebagai suatu kemunduran (regress) masyarakat. Perubahan mengancam kepentingan pihak yang sudah mapan.

Pihak-pihak yang menetapkan apakah suatu kepincangan merupakan masalah sosial atau tidak. Adanya perhatian masyarakat terhadap masalah-masalah sosial. Hal itu berakibat terjadi disintegrasi sosial atau rusaknya ikatan sosial. suatu masalah disebut masalah sosial jika memenuhi beberapa kriteria. seperti kejahatan. Pendapat tersebut tidak memuaskan dan telah ditinggalkan. Dengan kata lain. tidak setiap masalah yang terjadi pada masyarakat disebut masalah sosial. atau kenakalan remaja. Meskipun begitu. Perubahan sosial mengakibatkan terjadinya masalah-masalah sosial. melainkan akibat dari gejala tersebut (baik gejala sosial maupun gejala bukan sosial) yang menyebabkan terjadinya masalah sosial. masyarakat tidak menyukai tindakan-tindakan yang menyimpang dan berlawanan dengan nilai-nilai yang berlaku. Hal pokok di sini bukanlah sumbernya. Ketidaksiapan menghadapi perubahan. 1. masalah sosial menyebabkan terjadinya hambatan dalam pemenuhan kebutuhan warga masyarakat. Masalah sosial merupakan proses terjadinya ketidaksesuaian antara unsur-unsur dalam kebudayaan suatu masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok-kelompok sosial. urutannya sangat relatif.Ketidaktahuan pada perubahan yang terjadi. Menurut Merton (dalam Soekanto). Dalam hal ini. Masa bodoh terhadap perubahan. Hal itu disebabkan perubahan sosial yang terjadi dianggap tidak akan menimbulkan pengaruh bagi dirinya. akibatnya ia tidak memiliki kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Pergolakan dan Pemberontakan . Semula ada pendapat keliru yang menyatakan bahwa masalah sosial bersumber secara langsung pada kondisi-kondisi ataupun proses-proses sosial. Proses disintegrasi sebagai akibat perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dapat berbentuk antara lain sebagai berikut. Adanya masalah-masalah sosial yang terbuka dan masalah-masalah sosial yang tertutup. Akibat hal tersebut. Masalah sosial tersebut timbul akibat terjadinya kepincangan-kepincangan masyarakat karena tidak sesuainya tindakan-tindakan dengan norma-norma dan nilai-nilai masyarakat. Hal ini mengabakan seseorang ketinggalan informasi tentang perkem bangan dunia. Pengetahuan dan kemampuan seseorang terbatas. Tidak adanya kesesuaian antara ukuran-ukuran dan nilai-nilai sosial dengan kenyataan-kenyataan serta tindakan-tindakan sosial. yaitu sebagai berikut.

Hal itu terjadi karena setiap orang memiliki pendapat dan pandangan yang mungkin berbeda. Hal ini berakibat terjadinya perbedaan sosial berdasarkan kekayaan. 2. Oleh karena itu. Protes dapat pula terjadi secara tidak langsung sebagai rasa solidaritas antar sesama karena kesewenang-wenangan pihak tertentu yang mengakibatkan kesengsaraan bagi orang lain. pengetahuan. Perubahan sosial tersebut dapat membawa seseorang atau kelompok ke arah tindakan yang menyimpang karena dipengaruhi keinginan-keinginan yang tidak terpenuhi atau terpuaskan dalam kehidupannya. 3. ataupun pergaulan. Kriminalitas Perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupan memberi peluang bagi setiap orang untuk berubah. Protes merupakan aksi tanpa kekerasan yang dilakukan oleh individu atau masyarakat terhadap suatu kekuasaan.Proklamasi dikumandangkan sebagai pernyataan kemerdekaan Indonesia dapat diterima di berbagai daerah walaupun tidak secara bersamaan. tetapi perubahan tersebut tidak membawa setiap orang ke arah yang dicita-citakan. bertujuan untuk menjatuhkan kedudukan penguasa pada saat itu. Adanya pergolakan dan pemberontakan di berbagai daerah pasca kemerdekaan. perilaku. Perbuatan kriminal yang muncul di masyarakat secara khusus akan diuraikan sebagai akibat terjadinya perubahan sosial yang menimbulkan kesenjangan kehidupan atau jauhnya ketidaksamaan . Akibatnya. Rangkaian peristiwa itu disebut revolusi. Aksi Protes dan Demonstrasi Aksi protes disebut juga unjuk rasa yang selalu terjadi dalam kehidupan manusia. Rakyat menyambut dan mendukungnya. Protes dapat terjadi apabila suatu hal menimpa kepentingan individu atau kelompok secara langsung sebagai akibat dari rasa ketidakadilan akan hak yang harus diterima. individu atau kelompok tersebut tidak puas dan melakukan tindakan penyelesaian. sekaligus menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap ideologi pemerintah. segera dibentuk suatu tatanan dan kehidupan sosial baru.

4. hal tersebut akan menghambat proses pembangunan nasional. Nepotisme merupakan kecenderungan untuk mengutamakan sanak saudara sendiri. Masalah korupsi menyangkut berbagai aspek sosial dan budaya maka Bung Hatta (dalam Mubyarto) mengatakan bahwa korupsi adalah masalah budaya. Perbuatan demikian bisa terjadi karena melihat perubahan orang lain dianggap lebih baik daripada dirinya atau sebagian besar masyarakat mengalami perubahan sedangkan dirinya tidak. Oleh karena itu. Adanya perbedaan tersebut menyebabkan setiap orang memiliki penafsiran yang berbeda-beda terhadap hak dan kewajibannya. Kolusi. Untuk memberantas korupsi. Akibatnya. terjadi penyelewengan dan pelanggaran. Kolusi adalah kerja sama rahasia untuk maksud tidak terpuji. Oleh karena itu. tetapi seluruh rakyat Indonesia harus bertekad untuk menghilangkan korupsi. Apabila hal ini sudah membudaya di kalangan bangsa Indonesia atau sudah menjadi bagian dari kebudayaan bangsa akan sulit untuk diberantas. timbul suatu dorongan untuk meningkatkan kemampuan nya yang tidak sesuai dengan kebenaran atau norma yang berlaku dalam masyarakat.sosial. Kenakalan Remaja Kenakalan remaja merupakan disintergasi dari keutuhan suatu masyarakat. bebas dari segala korupsi. Hal itu karena tindakan yang mereka lakukan dapat meresahkan masyarakat. dan nepotisme. tidak semua orang mendapat kebahagiaan yang sama. Akibatnya. Setiap orang harus mendapat hak disesuaikan dengan kewajiban yang dilakukan. Adakalanya orang ingin mendapatkan hak tetapi tidak sesuai dengan kewajiban yang harus dilakukan dan kesempatan untuk melakukan hal yang salah terbuka. tidak hanya satu atau beberapa lembaga pemerintahan saja yang harus berperan. Korupsi adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara atau perusahaan untuk keuntungan pribadi atau orang lain. kenakalan remaja disebut . Korupsi. Akibatnya. sedangkan pengawasan terhadap perbuatan yang salah lemah. 5. kolusi. dan Nepotisme Bangsa Indonesia yang sedang membangun perlu memiliki sistem administrasi yang bersih dan berwibawa.

sebagai masalah sosial. Munculnya kenakalan remaja merupakan gejolak kehidupan yang disebabkan adanya perubahan-perubahan sosial di masyarakat, seperti pergeseran fungsi keluarga karena kedua orangtua bekerja sehingga peranan pendidikan keluarga menjadi berkurang.

Selain itu, pergeseran nilai dan norma masyarakat mengakibakan berkembangnya sifat individualisme. Juga pergeseran struktur masyarakat mengakibatkan masyarakat lebih menyerahkan setiap permasalahan kepada yang berwenang. Perubahan sosial, ekonomi, budaya, dan unsur budaya lainnya dapat mengakibatkan disintegrasi.

D. Modernisasi

Pengertian modernisasi pada awalnya berkembang pada abad XVIII di Eropa, ketika ditemukannya mesin uap dan mesin pemintal untuk tekstil. Dengan demikian, perkembangan tersebut merupakan landasan bagi industrialisasi di berbagai bidang kehidupan masyarakat Eropa, yaitu yang lazim dikenal dengan Revolusi Industri. Perubahan-perubahan penggunaan alat-alat industri terjadi di Inggris kemudian menyebar ke berbagai negara di Eropa. Peristiwa industrialisasi tersebut ternyata sejalan dengan Revolusi Prancis yang menentang dan menghancurkan hak-hak istimewa yang dimiliki secara turun-temurun oleh sekelompok orang (kaum feodal), dan munculnya persamaan hak setiap warga negara sehingga hal ini merupakan hal awal demokratisasi di Eropa.

Dari kedua revolusi tersebut, kemajuan perekonomian melalui industrialisasi menyebabkan negara menjadi maju dan munculnya persamaan hak telah menyadarkan peranan setiap orang dalam menentukan kehidupannya. Oleh karena itu, hal tersebut dapat dikatakan sebagai awal dari modernisasi.

Perkembangan modernisasi selanjutnya tidak terbatas pada industrialisasi dan demokratisasi saja, tetapi menyangkut pula berbagai bidang kehidupan lain yang saling berhubungan. Dengan demikian, kemajuan suatu bidang kehidupan akan diikuti oleh bidang-bidang kehidupan lain, yaitu: kemajuan ilmu pengetahuan maka akan diikuti oleh teknologi; kemajuan material atau kebendaan yang digunakan setiap manusia harus diimbangi oleh sikap mental untuk menyesuaikan diri dengan benda yang dimilikinya; jika tidak, akan dianggap sebagai orang yang ketinggalan zaman atau ketinggalan kebudayaan.

Setiap perubahan yang terjadi di masyarakat tentu saja ada sisi baik dan sisi buruknya. Hal ini bergantung pada masyarakat sendiri yang menafsirkan modern. Salah menafsirkan kata modern akan mengakibatkan perilaku masyarakat yang tidak sesuai dengan budaya atau kepribadian bangsa. Modernisasi sebagai perubahan sosial dari keadaan tradisional atau pra industri ke masyarakat industri. Perubahan tersebut merupakan titik tolak perkembangan ke arah modernisasi. Untuk mencapai masyarakat modern, harus melalui transisi (peralihan) yang akan mengubah pola kehidupan masyarakat.

Masyarakat tradisional dianggap statis dan hampir tidak mengalami perubahan. Seperti halnya karakteristik masyarakat tradisional berorientasi pada pertanian dengan menggunakan metode yang dianggap belum berkembang.

Proses perubahan ke arah lebih maju daripada sebelumnya yang ditunjang oleh sikap dan perilaku masyarakat untuk menerima perubahan-perubahan tersebut merupakan suatu proses ke arah modern yang dinamakan modernisasi. Modernisasi dapat diartikan sebagai suatu sikap pikiran yang mempunyai kecenderungan untuk mendahulukan sesuatu yang baru dari yang bersifat tradisi dan satu sikap pikiran yang hendak menyesuaikan soal-soal yang sudah menetap dan menjadi kebutuhan-kebutuhan yang baru.

Dengan kata lain, modernisasi merupakan perubahan sosial yang terarah (directed change) yang didasarkan pada perencanaan (social planing). Modernisasi umumnya dihubungkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk suatu kemajuan masyarakat secara positif, begitu pula masyarakat secara terbuka menerima perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya.

Dengan demikian, ilmu pengetahuan dan teknologi dalam modernisasi memainkan peranan yang sangat penting di berbagai bidang kehidupan sehingga manusia sebagai pelaku modernisasi dituntut untuk selalu siap menerima perubahan-perubahan ke arah kemajuan yang positif.

Gejala modernisasi merupakan awal terjadinya perubahan-perubahan ke arah yang diketahui. Misalnya: sikap masyarakat akan pentingnya pendidikan sekolah; keinginan untuk hidup lebih baik;

adanya usaha untuk mengejar ketinggalan dari masyarakat lain; menghargai pendapat orang lain; tidak menganggap pendapat pribadi lebih baik daripada orang lain; memandang bahwa kehidupan hari esok harus lebih baik daripada hari ini; dan lain-lain. M. Kamal Hasan (dalam Pardoyo) menyatakan bahwa proses modernisasi Indonesia, antara lain sebagai berikut.

1. Berorientasi ke Depan

Kemajuan bangsa dan negara dengan jalan memperbaiki diri guna menyongsong hari esok yang lebih baik.

2. Memiliki Sikap Dinamis dan Aktif

Perbaikan diri dan kemajuan suatu negara harus dicapai dengan usaha dan kerja keras karena hal tersebut tidak akan datang sendiri tanpa adanya perjuangan.

3. Memberikan Tempat bagi Rasionalitas

Segala sesuatu yang berhubungan dengan pembangunan harus diperkirakan baik atau buruknya bagi manusia dan kehidupannya, tidak dirasakan atas dasar perasaan atau pendapat pribadi.

4. Mengembangkan Suatu Sikap Terbuka terhadap Pemikiran dan Hasil Penemuan Ilmiah

Pendapat atau pemikiran orang lain yang dianggap baik bagi pembangunan dapat di terima sebagai suatu masukan guna melengkapi hasil pemikiran yang telah ada. dan ideologi. Begitu pula halnya hasil penelitian merupakan kebenaran ilmiah yang bermanfaat bagi pelaksanaan modernisasi. Pembangunan nasional melalui modernisasi akan melibatkan beberapa aspek kehidupan. sosial. Melibatkan Dirinya kepada Tujuan yang Mengatasi Tujuan Golongan Tujuan yang lebih penting adalah tujuan yang lebih besar dan lebih utama dibandingkan dengan tujuan pribadi atau golongan sehingga seseorang dituntut untuk terlibat dalam segala kepentingan masyarakat dan negara. . dan budaya. politik. 5. bukan Statusnya Keberhasilan seseorang patut untuk ditiru sebagai langkah ke arah kemajuan dan jangan beranggapan bahwa suatu kemajuan berasal dari pendapat orang yang memiliki status sosial terhormat di masyarakat. terutama yang dapat dinikmati dan dirasakan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. di antaranya meliputi bidang iptek. Memberikan Prioritas kepada Hal-Hal yang Telah Dicapai Seseorang. 7. Memberikan Perhatian yang Terbesar kepada Persoalan Langsung dengan Skala Prioritas Segala masalah yang terjadi dan dirasakan langsung oleh masyarakat yang merupakan bidang kajian seseorang merupakan suatu hal yang sangat utama dibandingkan masalah-masalah lain yang bukan bidang garapannya. 6. ekonomi. Adapun aspek-aspek kehidupan tersebut muncul sebagai gejala modernisasi.

Sistem administrasi negara yang baik adalah sistem yang benarbenar mewujudkan birokrasi. sebaiknya modernisasi harus dapat memproyeksikan kecenderungan yang ada dalam masyarakat ke arah waktu-waktu yang mendatang. lembaga. Hal ini meng hendaki suatu sistem pendidikan dan pengajaran yang terencana dengan baik. Perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki. Penciptaan iklim yang favourable dari masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa. Tingkat organisasi yang tinggi. Rangkuman : a. terdapat syarat-syarat suatu modernisasi sebagai berikut. organisasi atau komunitas. Perubahan sosial dapat dilihat dari segi terganggunya kesinambungan di antara kesatuan sosial walaupun keadaannya relatif kecil. Menurut Soekanto. dari yang bersifat sederhana sampai yang lebih kompleks. Perubahan ini meliputi struktur. sedangkan di lain pihak berarti pengurangan kemerdekaan. fungsi. Modernisasi bersifat preventif dan konstruktif agar proses tersebut tidak mengarah pada anganangan. b. Hal ini memerlukan penelitian yang terus-menerus agar data tidak ter tinggal. c. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial (social planing). d. termasuk perubahan dalam hal budaya. di satu pihak berarti disiplin. norma. Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur serta terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu. Perubahan yang pengaruhnya kecil dan perubahan yang pengaruhnya besar. . nilai. Cara berpikir yang ilmiah (scientific thinking) yang melembaga dalam kelas penguasa ataupun masyarakat. Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu perubahan dari gejala-gejala sosial yang ada di masyarakat. dan semua aspek yang dihasilkan dari interaksi antarmanusia. Wujud perubahan sosial yaitu sebagai berikut.Modernisasi tidak sama dengan reformasi yang menekankan pada faktor-faktor rehabilitasi. Perubahan yang terjadi secara lambat dan perubahan yang terjadi secara cepat.

sikap tradisional. Perubahan sosial terjadi dipengaruhi beragam faktor. sikap tertutup. 146 Sumber : http://perpustakaancyber. revolusi.d. Pusat Perbukuan. Jakarta. dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain.blogspot. penemuan-penemuan baru. Terdapat beragam faktor yang dapat menghambat proses perubahan sosial. Sosiologi 3 : Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. Pengetahuan mengenai proses-proses sosial sangat .html#ixzz2cbQGS4bh http://perpustakaancyber. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber. peperangan. B. PENGANTAR Proses sosial diartikan sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama ( Selo Soemarjan. e. difusi. toleransi. di antaranya kurangnya hubungan dengan masyarakat lain. sikap. Perubahan sosial terjadi bukan tanpa hambatan. heterogenitas penduduk.com/2013/05/pengertian-perubahan-sosial-contohdampak. terdapat pula faktor pendukung terjadinya proses perubahan sosial antara lain kontak dengan masyarakat luas. sistem stratifikasi sosial. vested interest. 2009.com/2013/05/pengertian-perubahan-sosial-contohdampak. pertentangan (konflik).blogspot. Referensi : Waluya. dan disorganisasi keluarga. p. Di samping faktor-faktor yang memengaruhi perubahan sosial. visi atau orientasi masa depan. seperti perubahan kependudukan. Anda sekarang sudah mengetahui Perubahan Sosial. serta sikap mudah menerima hal-hal yang baru. perubahan akibat lingkungan fisik. f. Departemen Pendidikan Nasional. adat atau kebiasaan. dan hakikat hidup. 1964). sistem pendidikan.html PROSES-PROSES DAN INTERAKSI SOSIAL BAB I : PENDAHULUAN I.

Interaksi sosial merupakan proses dasar dan pokok dalam setiap masyarakat. SYARAT INTERAKSI SOSIAL  Kontak Sosial Kata “kontak” (Inggris: “contact") berasal dari bahasa Latin con atau cum yang artinya bersama-sama dan tangere yang artinya menyentuh. maka kegiatan–kegiatan antar satu individu dengan yang lain tidak dapat disebut interaksi. Kontak social memiliki sifat-sifat seperti berikut :  Kontak sosial dapat bersifat positif atau negatif. Proses sosial berpangkal pada interaksi sosial yang dapat terjadi baik antar perorangan maupun kelompok dalam masyarakat. dan nilai sosial. A.ia akan selalu perlu untuk mencari individu ataupun kelompok lain untuk dapat berinteraksi ataupun bertukar pikiran. . Maka dari itu dapat disebutkan bahwa interaksi merupakan dasar dari suatu bentuk proses sosial karena tanpa adanya interaksi sosial. interaksi sosial merupakan kunci semua kehidupan sosial. status sosial.interaksi sosial itu sendiri dapat berlangsung dengan baik jika aturan . Soerjono Soekamto di dalam pengantar sosiologi. Menurut Prof. Dr. Di dalam kehidupan sehari – hari tentunya manusia tidak dapat lepas dari hubungan antara satu dengan yang lainnya.penting. Jadi fakta sosial muncul melalui proses interaksi. Dengan adanya nilaidan norma yang berlaku. Jika hanya fisik yang saling berhadapan antara satu sama lain. Tipetipe interaksi yang tumbuh sangat ditentukan oleh normanorma dalam masyarakat yang berkaitan dengan peranan sosial. dan sifat-sifat manusia dipengaruhi sangat medalam oleh tipe-tipe utama interaksi sosial yang berlangsung di dalamnya. tidak dapat menghasilkan suatu bentuk kelompok sosial yang dapat saling berinteraksi. karena memungkinkan seseorang memperoleh pengertian segi-segi dinamis atau gerak dari masyarakat. Pengertian Interaksi Sosial Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan di dalam masyarakat.aturan dan nilai – nilai yang ada dapat dilakukan dengan baik. Dengan tidak adanya komunikasi ataupun interaksi antar satu sama lain maka tidak mungkin ada kehidupan bersama. Jika tidak adanya kesadaran atas pribadi masing – masing.maka proses sosial itu sendiri tidak dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. BAB II : PEMBAHASAN II.

kontak sekunder terjadi apabila interaksi berlangsung melalui suatu perantara.  Pesan. pikiran. Misalnya. Kontak sekunder langsung misalnya terjadi saat ketua RW mengundang ketua RT datang ke rumahnya melalui telepon.  Penyampaian Pada tahap ini. yaitu orang yang menyampaikan pesan. yaitu perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan. Ada tiga tahap penting dalam proses komunikasi. kontak antara guru dan murid di dalam kelas. Sementara jika Ketua RW menyuruh sekretarisnya menyampaikan pesan kepada ketua RT agar datang ke rumahnya. komunikator harus memilih kata. kalimat.  Kontak sosial dapat bersifat primer atau sekunder. setelah mendapatkan pesan dari komunikator. dan gabungan dari keduanya. yaitu sesuatu yang disampaikan oleh komunikator. Media komunikasi dapat berupa lisan.  Komunikator. tulisan. Kontak sosial primer terjadi apabila para peserta interaksi bertemu muka secara langsung.  Decoding .  Encoding Pada tahap ini. instruksi. dan gambar yang mudah dipahami oleh komunikan. Ketiga tahap tersebut adalah sebagai berikut. percakapan melalui telepon. penjual dan pembeli di pasar tradisional. yaitu alat untuk menyampaikan pesan. atau pertemuan ayah dan anak di meja makan. Hal terpenting dalam komunikasi yaitu adanya kegiatan saling menafsirkan perilaku (pembicaraan.  Komunikasi Komunikasi merupakan syarat terjadinya interaksi sosial. istilah. gagasan atau program yang akan dikomunikasikan diwujudkan dalam kalimat atau gambar. gerakan-gerakan fisik. tulisan.  Efek. Kontak sekunder dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Pesan dapat berupa informasi.Kontak sosial positif mengarah pada suatu kerja sama. Dalam tahap ini.  Media. Sementara itu. gambar. Komunikator harus menghindari penggunaan kode-kode yang membingungkan komunikan. atau pikiran kepada pihak lain.  Komunikan. yang terjadi adalah kontak sekunder tidak langsung. atau sikap) dan perasaan-perasaan yang disampaikan. istilah atau gagasan yang sudah diwujudkan dalam bentuk kalimat dan gambar disampaikan. perasaan. dan film. yaitu orang atau sekelompok orang yang dikirimi pesan. dan perasaan. sedangkan kontak sosial negatif mengarah pada suatu pertentangan atau konflik. Ada lima unsur pokok dalam komunikasi yaitu sebagai berikut. Misalnya. atau perasaan. Penyampaian dapat berupa lisan.

stimulus yang diberikan antar masyarakat. B.  Simpati Proses simpati sebenarnya merupakan proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Di dalam proses ini perasaan memegang peranan penting walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya. sugesti. simpati. hal ini akan menghambat daya piker seseorang secara rasional. Motivasi biasanya diberikan oleh orang yang memiliki status yang lebih tinggi dan berwibawa. misalnya dari seorang ayah kepada anak.  Sugesti Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberikan suatu pandangan atau sikap yang berasal dari dirinya. sehingga orang yang diberi motivasi menuruti tau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis.Pada tahap ini dilakukan proses mencerna dan memahami kalimat serta gambar yang diterima menurut pengalaman yang dimiliki. motivasi. oleh karena itu kepribadian seseorang dapat dibentuk atas dasar proses ini.  Motivasi Faktor Motivasi yaitu rangsangan pengaruh. Sisi negatif berlangsungnya sugesti apabila pihak yang menerima dilanda oleh emosi. Sisi negatif dari imitasi adalah tindakan-tindakan yang menyimpang yang ditiru atau imitasi dapat melemahkan pengembangan kreasi seseorang. seorang guru kepada siswa. FAKTOR DASAR TERBENTUKNYA INTERAKSI SOSIAL Proses interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat bersumber dari faktor imitasi.  Identifikasi Faktor identifikasi merupakan kecenderungan-kecenderungan atau keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain.rasional dan penuh rasa tanggung jawab . Sisi positif dari suatu imitasi adalah dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku. Proses indentifikasi dapat berlangsung dengan sendirinya atau disengaja karena seseorang memerlukan tipe-tipe ideal tertentu di dalam proses kehidupannya. Identifikasi sifatnya lebih mendalam daripada imitasi. kemudian diterima oleh pihak lain. identifikasi dan empati.  Imitasi Faktor imitasi berlangsung apabila seseorang memberikan suatu pandangan. Dalam proses identifikasi sesuatu terjadi karena didorong keinginan untuk belajar dari pihak lain yang kedudukannya lebih tinggi dan harus dihormati karena mempunyai kelebihan atau kemampuan .

 Empati Empati yaitu mirip dengan simpati.telah mengalami suatu proses terlebih dahulu yang dimana proses – proses ini merupakan suatu bentuk dari proses sosial itu sendiri. Adanya hubungan timbal balik dalam memperngaruhi tiap individu pada saat terjadinya komunikasi dapat membentuk suatu pengetahuan maupun pengalaman baru yang dirasakan oleh masing – masing individu. Adanya tingkat kesadaran di dalam berkomunikasi di antara warga – warga dalam kehidupan bermasyarakat dapat membuat masyarakat dipertahankan sebagai suatu kesatuan dan menciptakan apa yang dinamakan sebagai suatu sistem komunikasi.suatu individu dengan sekumpulan kelompok masyrakat.menentukan struktur dari masyarakatnya yang dimana hubungan antar manusia dengan relasi tersebut berdasarkan atas suatu komunikasi yang dapat terjadi di antara keduanya.tertentu yang patut dicontoh. Empati dibarengi dengan perasaan organisme tubuh yang sangat intens/dalam. akan tetapi tidak semata-mata perasaan kejiwaan saja. Gillin & Gillin mengatakan bahwa Proses-proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut. sedangkan dalam proses simpati berkembang kearah pengertian yang mendalam diantara mereka.Karena kelangsungan kesatuannya dengan jalan komunikasi itu. Hubungan antara suatu individu masyarakat dengan relasi .setiap masyarakat dapat membentuk kebudayaan berdasarkan sistem komunikasinya masing-masing.menciptakan segi dinamika dari sisi perubahan dan perkembangan masyarakat. Sistem komunikasi ini mempunyai lambang – lambang yang diberi arti dan menghasilkan persepsi khusus dalam memahami lamabang – lambang tersebut oleh masyarakat. Kedua proses ini sama-sama diawali oleh imitasi dan sugesti. Berdasarkan sudut inilah komunikasi dapat dipandang sebagai suatu sistem di dalam kelompok masyarakat maupun sebagai sebuh proses sosial. Hal ini membuat kegiatan komunikasi menjadi suatu dasar yang kuat dalam kehidupan maupun proses sosial seseorang.relasi sosial lainnya. .komunikasi atau hubungan yang sesuai dengan nilai – nilai sosial di dalam suatu masyarakat. Sebelum terbentuk sebagai suatu bentuk konkrit. Hubungan antar manusia atau relasi – relasi sosial.baik dalam bentuk individu atau perorangan maupun dengan kelompok – kelompok dan antar kelompok masyarakat itu sendiri. atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahanperubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada.

 Sekunder Sifat kontak sekunder yaitu sepintas lalu. 2. Menurut J. serta perasaanperasaan yang ingin disampaikan orang lain. Dalam rangka terjadinya suatu interaksi sosial. Aspek kontak social Aspek kontak sosial dalam interaksi sosial adalah apabila dalam suatu pertemuan terjadi kontak sosial dimana orang yang kontak ada tanggapan timbal balik dan penyesuaian perilaku dalam diri pihak yang berkontak terhadap tindakan lain. yaitu: o Proses primer . yaitu: 1.  Simbol-simbol itu dihasilkan dengan mengingat situasi dan struktur. ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan. Chitambar (dalam Sajogyo. bukan dalam rangka hubungan pribadi dan kurang kuat. gerakan badan. ada organisasiorganisasi besar dan khusus berfungsi untuk mempersatukan orang-orang yang bertempat tinggal tersebar. Komunikasi sebagai proses dalam interaksi sosial mempunyai dua ciri.  Simbol-simbol mempunyai nilai komunikatif yang hanya berarti jika pesan dan penerima mempunyai penafsiran-penafsiran yang serupa dan telah disetujui sebelumnya. Arti yang terpenting dari komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (berwujud pembicaraan. Aspek komunikasi komunikasi merupakan bagian yang penting. Dalam proses komunikasi ada tiga simbol yang perlu mendapat perhatian. Dalam hal ini. terjadi dilingkungan yang lebih besar dan tersebar luas. misalnya diperkotaan. yaitu:  Simbol-simbol itu diciptakan oleh manusia. Pada umumnya kontak primer sering terjadi dilingkungan kecil. Di kota-kota.A. 1978) ada empat aspek yang perlu diperhatikan. kontak social sebagain proses terdiri dari dua sifat yaitu :  Primer Sifat kontak primer. Komunikasi berarti segala upaya untuk menyampaikan amanat dari pemberi kepada penerima agar diterima dengan baik. didalamnya saling mengenal secara erat dalam pergaulan seharihari. dengan cara lisan atau tulisan (Sajogyo. dimana pihak-pihak yang memberikan penafsiran mempunyai atau dianggap mempunyai kepentingan bersama. sehingga dapat menyalurkan kontakkontak sosial diantara mereka. yaitu kontak terjadi langsung berhadapan muka.B. PROSES INTERAKSI SOSIAL Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan social suatu masyarakat.1978). dalam kontak primer pembicaraan berkaitan erat dengan hubungan kekeluargaan atau tetangga dekat. misalnya kehidupan di pedesaan. atau sikap).

Proses komunikasi primer berlaku secara langsung dengan menggunakan bahasa. namun penyelesaian tersebut hanya akan dapat diterima untuk sementara waktu. Dalam teori-teori sosiologi dapat dijumpai beberapa bentuk kerjasama yang biasa diberi nama kerja sama (cooperation). radio. misalnya struktur pedesaan atau perkotaan. Keempat bentuk poko dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan suatu kontinuitas. dan sebagainya agar dapat melipat gandakan jumlah penerima amanat. dan bahkan dapat juga berbentuk pertentangan atau pertikaian (conflict). dan sebagainya. Aspek struktur social Struktur sosial mempengaruhi interaksi sosial. persaingan (competition). di dalam arti bahwa interaksi itu dimulai dengan kerja sama yang kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertikaian untuk akhirnya sampai pada akomodasi. 3. Ini berarti kedua belah pihak belum tentu puas sepenunya. Gillin dan Gillin mengadakan penggolongan yang lebih luas lagi. gerakan yang diberi arti khusus. masingmasing punya nilai dan norma social yang berbeda yang didasari nilai-nilai yang menentukan perilaku masyarakatnya selama interaksi berlangsung yang memperinci aturan permainan di dalam struktur itu. Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial. yang dinamakan akomodasi. BENTUK INTERAKSI SOSIAL Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerja sama (cooperation). televisi. pertentangan. Menurut mereka. aba-aba. Bentuk Sosial Bentuk interaksi sosial ada yang mengarah pada kerjasama. seperti media masa. 4. Pertikaian mungkin akan mendapatkan suatu penyelesaian. o Proses sekunder Proses komunikasi sekunder berlaku dengan menggunakan alat. Kerja sama akan bertambah kuat jika ada hal-hal yang menyinggung anggota/perorangan lain. ada dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial : a) Proses-proses yang Asosiatif  Kerjasama Suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan bersama. bahkan ke arah konflik B. Kerjasama tersebut lebih lanjut dibedakan lagi dengan :  Kerjasama Spontan (Spontaneous Cooperation) : Kerjasama yang sertamerta . Kerja sama timbul karena orientasi orang-perorangan terhadap kelompoknya (yaitu in-group-nya) dan kelompok lainya (yang merupakan out-group-nya). yang berarti pula mengatasi hambatan-hambatan geografis dan waktu.

 Kerjasama Langsung (Directed Cooperation) : Kerjasama yang merupakan hasil perintah atasan atau penguasa  Kerjasama Kontrak (Contractual Cooperation) : Kerjasama atas dasar tertentu  Kerjasama Tradisional (Traditional Cooperation) : Kerjasama sebagai bagian atau unsur dari sistem sosial.  Tujuan Akomodasi dapat berbeda-beda sesuai dengan situasi yang dihadapinya. karenamaksud utama adalah untuk mencapat satu atau beberapa tujuan bersama. yakni suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan  Koalisi (coalition).  Akomodasi Menurut Gillin dan Gillin. mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi keteganganketegangan. akomodasi adalah suatu perngertian yang digunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan hubungan sosial yang sama artinya dengan adaptasi dalam biologi. Akan tetapi. Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya. yaitu :  Untuk mengurangi pertentangan antara orang atau kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham  Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara temporer . misalnya pengeboran minyak. Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil untuk sementara waktu karena dua organisasi atau lebih tersebut kemungkinan mempunyai struktut yang tidak sama antara satu dengan lainnya.  Ada 5 bentuk kerjasama (Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong menolong)  Bargaining. dst. maka sifatnnya adalah kooperatif. sebagai suatu proses dimana orang atau kelompok manusia yang mulanya saling bertentangan. Yaitu pelaksana perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara 2 organisasi atau lebih  Kooptasi (cooptation). perfilman. perhotelan.  Joint venture. Maksudnya. yaitu erjasama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu. yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuantujuan yang sama. pertambangan batubara.

suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang berhenti pada satu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya.  Proses Asimilasi timbul bila ada :  Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya orang-perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu yang lama sehingga kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan diri  Faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi adalah :  Toleransi  kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi  sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya .  Stalemate. sikap. bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. Suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri  Conciliation. seperti yang dijumpai pada masyarakat yang mengenal sistem berkasta. merupakan bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya. mengusahakan peleburan antara kelompok sosial yang terpisah.  Arbitration.  Adjudication. suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan  Compromise. Memungkinkan terjadinya kerjasama antara kelompok sosial yang hidupnya terpisah akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan.  Bentuk-bentuk Akomodasi:  Corecion.  Toleration. dan proses-proses mental dengan memerhatikan kepentingan dan tujuan bersama. suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama. Penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan  Asimilasi Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut. Ia ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang perorangan atau kelompokkelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak.

 sikap tebuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat  persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan  perkawinan campuran (amaigamation)  Faktor umum penghalangan terjadinya asimilasi  Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat  kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi dan sehubungan dengan itu seringkali menimbulkan faktor ketiga  perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi  perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan atau kelompok lainnya.  Gangguan dari golongan yang berkuasa terhadap minoritas lain apabila golongan minoritas lain mengalami gangguan-gangguan dari golongan yang berkuasa  faktor perbedaan kepentingan yang kemudian ditambah dengan pertentangan-pertentangan pribadi a) Proses-proses Disosiatif disosiatif dibedkan dalam tiga bentuk. In Group Feeling berarti adanya suatu perasaan yang kuat sekali bahwa individu terikat pada kelompok dan kebudayaan kelompok yang bersangkutan. Persaingan mempunya dua tipe umum :  Bersifat Pribadi : Individu.  Bersifat Tidak Pribadi : Misalnya terjadi antara dua perusahaan besar yang bersaing untuk mendapatkan monopoli di suatu wilayah tertentu.  Dalam batas-batas tertentu. . bersaing dalam memperoleh kedudukan. perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri badaniah dapat pula menjadi salah satu penghalang terjadinya asimilasi  In-Group-Feeling yang kuat menjadi penghalang berlangsungnya asimilasi. perorangan. yaitu :  Persaingan (Competition) Persaingan atau competition dapat diartikan sebagai suatu proses sosial dimana individu atau kelompok manusia yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik perseorangan maupun kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan. Tipe ini dinamakan rivalry.

pendidikan.  Persaingan kedudukan dan peranan : di dalam diri seseorang maupun di dalam kelompok terdapat keinginan untuk diakui sebagai orang atau kelompok yang mempunyai kedudukan serta peranan terpandang.  Kontraversi Kontravensi pada hakikatnya merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian.  Pertentangan / Pertikaian (Conflict) . pendidikan. Hal ini disebabkan krn ciri-ciri badaniyah terlihat dibanding unsur-unsur kebudayaan lainnya.  Tipe Kontravensi :  Kontravensi antarmasyarakat setempat. dst.baik yang menyangkut hubungan mereka di dalam lembaga legislatif.  Menurut Leo von Wiese dan Howard Becker ada 3 tipe umum kontravensi :  Kontraversi generasi masyarakat : lazim terjadi terutama pada zaman yang sudah mengalami perubahan yang sangat cepat  Kontraversi seks : menyangkut hubungan suami dengan istri dalam keluarga. Bentuk-bentuk persaingan :  Persaingan ekonomi : timbul karena terbatasnya persediaan dibandingkan dengan jumlah konsumen  Persaingan kebudayaan : dapat menyangkut persaingan bidang keagamaan. mempunyai dua bentuk : o Kontavensi antarmasyarakat setempat yang berlainan (intracommunity struggle) o Kontravensi antar golongan-golongan dalam satu masyarakat setempat (intercommunity struggle)  Antagonisme keagamaan  Kontravensi Intelektual : sikap meninggikan diri dari mereka yang mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi atau sebaliknya  Oposisi moral : erat hubungannya dengan kebudayaan.  Kontraversi Parlementer : hubungan antara golongan mayoritas dengan golongan minoritas dalam masyarakat. keagamaan. dst.  Persaingan ras : merupakan persaingan di bidang kebudayaan.

 Pertentangan mempunyai beberapa bentuk khusus:  Pertentangan pribadi  Pertentangan Rasial : dalam hal ini para pihak akan menyadari betapa adanya perbedaan antara mereka yang menimbulkan pertentangan  Pertentangan antara kelas-kelas sosial : disebabkan karena adanya perbedaan kepentingan  Pertentangan politik : menyangkut baik antara golongan-golongan dalam satu masyarakat. dominasi. dan takluknya salah satu pihak BAB III : PENUTUPAN . unsur-unsur kebudayaan.  Perubahan kepribadian para individu  Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia  Akomodasi. emosi. maupun antara negara-negara yang berdaulat  Pertentangan yang bersifat internasional : disebabkan perbedaan-perbedaan kepentingan yang kemudian merembes ke kedaulatan negara  Akibat-akibat bentuk pertentangan  Tambahnya solidaritas in-group  Apabila pertentangan antara golongan-golongan terjadi dalam satu kelompok tertentu. yaitu goyah dan retaknya persatuan kelompok tersebut. pola-pola perilaku. dan seterusnya dengan pihak lain.  Sebab-sebab pertentangan :  Perbedaan antara individu  Perbedaan kebudayaan  perbedaan kepentingan  perubahan sosial. akibatnya adalah sebaliknya.Pribadi maupun kelompok menydari adanya perbedaan-perbedaan misalnya dalam ciri-ciri badaniyah. Ciri tersebut dapat mempertajam perbedaan yang ada hingga menjadi suatu pertentangan atau pertikaian.

L Gillin dan J. Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan agar kami bisa menjadi lebih baik dalam meyusun makalah.com/2012/09/bab-02. Sebagai contoh kasus. Oleh karena itu manusia selalu mencari sesuatu agar hidupnya lebih baik. tetapi juga melalui berbagai media massa. fungsi keluarga mengalami perubahan. antara lain. radio. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam menyusun makalah ini karena keterbatasan materi yang kami miliki. Teori dan Bentuk Perubahan Sosial Setiap saat masyarakat selalu mengalami perubahan. Jika dibandingkan apa yang tejadi saat ini dengan beberapa tahun yang lalu. kompoisisi penduduk.wordpress. 1. J. akibat adanya perubahan kondisi geografis. pada masa sekarang.com/2009/04/proses-sosial-dan-interaksi-sosial. Namun. dahulu keluarga sepenuhnya berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi anak-anak yang belum dewasa. kebudayaan material. maupun karena difusi dan penemuan baru dalam masyarakat.wikipedia.pdf http://jurusankomunikasi. sumber pengetahuan (pendidikan) dan keterampilan serta sumber ekonomi. semoga dapat dimanfaatkan dan dapat dijadikan sumber pengetahuan baru oleh semua pihak. Dimana manusia selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. . koran dan internet. Perubahan-perubahan tersebut dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan sosial yang ada. kecil atau besar. source : http://katahatimutiara.P Gillin Perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara hidup yang diterima.html http://id. a.org/wiki/Interaksi_sosial Perubahan Sosial A. seperti televisi. Anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan dari keluarga.files. serta cepat atau lambat.blogspot. ideologi.Proses dan interaksi social selalu akan terjadi didalam lingkungan masyarakat tetapi dalam interaksi itu pula tidak luput dari interaksi dan proses yang negative Dengan terselesaikannya makalah ini. Pengertian Perubahan Sosial Ada beberapa ahli sosiologi yang memberikan definisi perubahan sosial. Pengertian. Maka akan banyak ditemukan perubahan baik yang direncanakan atau tidak.

Mac Iver Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan dalam hubungan sosial atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial. menggunakan tiga metode berfilsafat yang karakternya sangat berbeda malah bertentangan. perilaku. c. William F Ogburn Mengemukakan ruang lingkup perubahan-perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun yang immaterial. e. Misalnya. Dalam fase teologis. Perubahan tersebut mempengaruhi individu dalam masyarakat tertentu.b. timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dengan majikan dan seterusnya menyebabkan perubahan-perubahan dalam organisasi ekonomi dan politik. sistem sosial dan norma. Comte menjelaskan hukum tiga tahap sebagai berikut: Bahwa setiap konsepsi kita yang paling maju. Hukum Tiga Tahap (Auguste Comte) Hukum tiga tahap merupakan usaha Comte untuk menjelaskan kemajuan evolusioner umat manusia dari masa primitif sampai ke peradaban Prancis abad kesembilan belas yang sangat maju. pikiran manusia pada dasarnya dalam perkembangannya. seperti perubahan teknologi. metafisik dan positif. Dalam fase metafisik. yang ditekankan adalah pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. yang kedua hanya suatu keadaan peralihan. akal budi manusia. yakni sebab pertama dan sebab akhir (asal dan tujuan) dari segala akibat (pengetahuan absolut) mengandaikan bahwa semua gejala dihasilkan oleh tindakan langsung dari hal-hal supranatural. setiap cabang pengetahuan kita. sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. termasuk di dalamnya nilai-nilai. Dengan kata lain. Perubahan sosial meliputi perubahan dalam berbagai hal. ilmiah atau positif. Samuel Koening Perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia yang terjadi karena sebab-sebab intern maupun sebab-sebab ekstern. Teori-teori Perubahan Sosial a. d. dan yang ketiga adalah pemahaman keadaannya yang pasti dan tak tergoyahkan. Selo Soemardjan Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya. metafisik atau abstrak. 2. hukum ini menyatakan bahwa masyarakat-masyarakat (umat manusia) berkembang melalui tiga tahap utama. dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur sosial dan lembaga sosial masyarakat. Kingsley Davis Mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. f. berturut-turut melewati tiga kondisi teoretis yang berbeda: teologis atau fiktif. Yang pertama merupakan titik tolak yang harus ada dalam pemahaman manusia. Tahap-tahap ini ditentukan menurut cara berpikir yang dominan: teologis. yang . yang mencari kodrat dasar manusia. Berdasarkan definisi-definisi tersebut.

dan untuk analisa yang lebih terperinci. Analisa rasional mengenai data empris akhirnya akan memungkinkan manusia untuk memperoleh hukum-hukum. kecepatan angin. akal budi sudah meninggalkan pencarian yang sia-sia terhadap pengertian-pengertian absolut. Dalam tahap metafisik gejala yang sama itu akan dijelaskan sebagai manifestasi dari suatu hukum alam yang tidak dapat diubah. Begitu pikiran manusia terus maju. bayangkanlah bahwa kita akan menjelaskan suatu gejala alam seperti angin taufan. Dalam tahap teologis. digabungkan secara tepat. Untuk menggambarkan perbedaan yang ditekankan Comte. namun terus mengontrol semua gejala alam. semangat positivisme memperlihatkan suatu keterbukaan terus menerus terhadap data baru atas dasar mana pengetahuan dapat ditinjau kembali dan diperluas. kelembaban. yakni fase positif. tidak mutlak. artinya. . yakni hubungan-hubungan urutan dan persamaannya yang tidak berubah. gejala serupa itu akan dijelaskan sebagai hasil tindakan langsung dari seorang Dewa angin atau Tuhan. dimana tema-tema budaya yang luas dinyatakan. kepercayaan akan banyak Dewa itu diganti dengan kepercayaan akan Satu Yang Tertinggi. Akal budi penting seperti dalam periode metafisik. b. meliputi kepercayaan bahwa semua benda memiliki kelengkapan kekuatan hidupnya sendiri. Katolisisme di abad pertengahan memperlihatkan puncak tahap monoteisme. Tahap positif ditandai oleh kepercayaan akan data empiris sebagai sumber pengetahuan terakhir. Tetapi pengetahuan selalu sementara sifatnya. dan memusatkan perhatiannya pada studi tentang hukum-hukumnya. dan suhu – semua variabel yang dapat diukur. dan yang mampu menghasilkan semua gejala. bentuk pikiran yang dominan dalam masyarakat primitif. akal budi mengandaikan bukan hal supernatural. tanpa membayangkan suatu tahap akhir yang final. Akhirnya fetisisme ini diganti dengan kepercayaan akan sejumlah hal-hal supernatural yang meskipun berbeda dari benda-benda alam. tetapi harus dipimpin oleh data empiris. asal dan tujuan alam semesta. hal-hal yang benar-benar nyata melekat pada semua benda (abstraktsi-abstaksi yang dipersonifikasikan). sangat mendasar dalam cara berpikir metafisik. tetapi hukum-hukum dilihat sebagai uniformitas empiris daripada kemutlakan metafisik. Comte membaginya ke dalam periode fetisisme. Dalam fase terakhir. sebaliknya ada banyak variasi dalam bentuk-bentuknya yang khusus. Teori Siklus Pitirim Sorokin Kalau Comte mengusulkan suatu model linear yang berkulminasi pada munculnya masyarakat positivis. dia yakin bahwa tahaptahap sejarah cenderung berulang dalam kaitannya dengan mentalitas budaya yang dominan. tahap ini ditandai oleh satu kepercayaan akan hukum-hukum alam yang asasi yang dapat ditemukan dengan akal budi. Gagasan bahwa ada kebenaran tertentu yang asasi mengenai hukum alam yang jelas dengan sendirinya menurut pikiran manusia. Sorokin mengembangkan model siklus perubahan sosial. melainkan kekuatan-kekuatan abstrak. merupakan sarana-sarana pengetahuan ini. serta sebab-sebab gejala. Tahap metafisik terutama merupakan tahap transisi antara tahap teologis dan positif. Penalaran dan pengamatan. Fetisisme.hanya merupakan suatu bentuk lain dari yang pertama. politeisme dan monoteisme. Tetapi siklus-siklus ini tidak sekedar pelipat gandaan saja. Dalam tahap positif angin taufan itu akan dijelaskan sebagai hasil dari suatu kombinasi tertentu dari tekanan-tekanan udara. Tahap teologis merupakan periode yang paling lama dalam sejarah manusia. yang berubah terus menerus dan berinteraksi menghasilkan angin taufan itu.

Ada tiga jawaban logis yang mungkin terhadap pertanyaan filosofis dasar itu. pertanyaan-pertanyaan ini harus mencakup apakah kebutuhan-kebutuhan dasar manusia itu bersifat fisik atau spiritual. atau suatu konsepsi lainnya mengenai ada yang kekal dan tidak materil. kunci untuk memahami suatu supersistem budaya yang terintegrasi adalah mentalitas budaya-nya.Setiap tahap sejarah masyarakat memperlihatkan beberapa unsur yang kembali berulang (artinya. tipe ini berusaha mengubah dunia materil supaya selaras dengan dunia transenden 2) Kebudayaan Inderawi (sensate culture) Tipe ini didasarkan pada pemikiran pokok bahwa dunia materil yang kita alami dengan indera kita . Konsep ini mengacu pada pandangan dunia (world view) dasar yang merupakan landasan sistem sosio-budaya. dan apakah pemenuhan kebutuhan manusia itu harus mencakup penyesuaian diri (sehingga kebutuhan itu sendiri dikurangi) atau penyesuaian lingkungan (sehinggat kebutuhan itu dapat dipenuhi). • Pertama adalah bahwa kenyataan akhir itu seluruhnya dari dunia materil yang kita alami dengan indera (tidak ada kehidupan lain setelah dunia). Sorokin menyebutan tiga mentalitas budaya dan beberapa tipe-tipe kecil yang merupakan dasar untuk ketiga supersistem sosio-budaya yang berbeda-beda itu. Penekanan Sorokin pada berulangnya tema-tema dasar dimaksudkan untuk menolak gagasan bahwa perubahan sejarah dapat dilihat sebagai suatu proses linear yang meliputi gerak dalam satu arah saja. Sehubungan dengan pertanyaan ini ada beberapa pertanyaan tambahan yang menyangkut kodrat manusia dan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasarnya. 1) Kebudayaan Ideasional Tipe ini mempunyai dasar berpikir (premis) bahwa kenyataan akhir itu bersifat nonmateril. Dunia ini dilihat sebagai suatu ilusi. Pandangan dunia yang asasi dari suatu sistem sosiobudaya merupakan jawaban yang diberikan atas pertanyaan mengenai hakikat kenyataan terakhir (merupakan pertanyaan tentang apakah ada kehidupan lain setelah kehidupan di dunia). Sorokin mengacu pada pola-pola perubahan budaya jangka panjang yang bersifat “berulang-berubah”. sementera dan tergantung pada dunia transenden. Selain untuk mengurangi kebutuhan inderawi. Atas dasar itu. Tipe-tipe Mentalitas Budaya Menurut Sorokin. Tingkat ini dipecah kedalam beberapa bagian: a) Kebudayaan ideasional asketik. luasnya kebutuhan yang seharusnya dipenuhi. pengulangan tahap yang terdahulu) dan ada beberapa daripadanya yang unik. yang secara sederhana berarti bahwa kenyataan itu mencakup dunia materil dan dunia transenden. Secara hakiki. Mentalitas ini memperlihatkan suatu ikatan tanggung jawab untuk mengurangi sebanyak mungkin kebutuhan materil manusia supaya mudah diserap ke dalam dunia transenden b) Kebudayaan ideasional aktif. • Yang lainnya adalah bahwa kenyataan akhir itu terdiri dari suatu dunia atau tingat keberadaan yang melampaui dunia materil ini: artinya kenyataan akhir itu bersifat transenden (gaib) dan tidak dapat ditangkap sepenuhnya dengan indera kita. dalam hal ini Sorokin berbeda dari Comte yang percaya akan kemajuan yang mantap dalam perkembangan intelektual manusia. atau sebagai aspek kenyataan yang tidak sempurna dan tidak lengkap. transenden dan tidak dapat ditangkap dengan indera. • Jawaban ketiga yang mungkin adalah antara kedua ekstrem dan keadaan itu. Kenyataan akhir merupakan dunia Ilahi.

Sorokin menggambarkan pendekatan ini sebagai suatu “eksploitasi parasit”. Tipe ini khususnya didominasi oleh pendekatan inderawi. sehingga keduanya dapat dilihat sebagai pengertian-pengertian yang sahih mengenai aspek-aspek tertentu dari kenyataan akhir. b) Kebudayaan inderawi pasif. karena besok kita mati”. c) Kebudayaan inderawi sinis. Bagi Ogburn. b. Kebudayaan Idealistis.merupakan satu-satunya kenyataan yang ada. mentalitas ini serupa dengan kebudayaan inderawi pasif. Konsep ini mengacu pada kecenderungan dari kebiasaan-kebiasaan sosial dan pola-pola organisasi sosial yang tertinggal di belakang (lag behind) perubahan dalam kebudayaan materil. kedua perspektif yang saling berlawanan ini tidak terintegrasi secara sistematis. sedangkan Comte dan Sorokin menekankan perubahan dalam bentukbentuk pengetahuan atau pandangan dunia sebagai rangsangan utama untuk perubahan sosial. “makan. tetapi unsur-unsur ideasioal hidup secara berdampingan dengan inderawi. Dalam hal tujuan-tujuan utama. kecuali sekedar hidup berdampingan sejajar satu sama lain. pola organisasi sosial – akhirnya harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan dalam kebudayaan materil . sehingga menghasilkan sumber-sumber kepuasan dan kesenangan manusia. termasuk penemuan-penemuan dan perkembangan teknologi. sebagai suatu perspektif yang saling berlawanan. c. Mentalitas ini mendasari pertumbuhan teknologi dan kemajuan-kemajuan ilmiah serta kedokteran. Ada dua tipe dasar yang terdapat dalam mentalitas kebudayaan campuran ini: a. tata cara. Kebudayaan nonmateril seperti – kebiasaan. dasar berpikir kedua tipe mentalitas itu secara sistematis dan logis saling berhubungan. kecuali bahwa mengejar tujuan-tujuan inderawi/jasmaniah dibenarkan oleh rasionalisasi ideasional. Mentalitas inderawi pasif meliputi hasrat untuk mengalami kesenangan-kesenangan hidup inderawi setinggi-tingginya. Teori Cultural Lag William F Ogburn Konsep ketertinggalan budaya (Cultural lag) dikemukakan oleh William F Ogburn. Mentalitas ini dapat dibagi sebagai berikut: a) Kebudayaan inderawi aktif. Mengejar kenikmatan tidak dipengaruhi oleh suatu tujuan jangka panjang apa pun. dengan motto. Kebudayaan ini mendorong usaha aktif dan giat untuk meningkatkan sebanyak mungkin pemenuhan kebutuhan materil dengan mengubah dunia fisik ini sedemikian. Akibatnya adalah bahwa perubahan sosial selalu ditandai oleh ketegangan antara kebudayaan materil dan nonmateril. mentalitas ini memperlihatkan secara mendasar usaha yang bersifat munafik (hipokrit) untuk membenarkan pencapaian tujuan materialistis atau inderawi dengan menunjukkan sistem nilai transenden yang pada dasarnya tidak diterimanya. Dengan kata lain. Jelas hal ini bertentangan dengan Comte dan Sorokin. Tidak seperti tipe a di atas. Perubahan-perubahan ini terbentang mulai dari penemuan-penemuan awal seperti roda dan perkakas sampai ke komputer dan satelit-satelit komunikasi. Kebudayaan ini terdiri dari suatu campuran organis dari mentalitas ideasional dan inderawi. Eksistensi kenyataan transenden disangkal. Dengan kata lain. Kebudayaan ideasional tiruan (Pseudo ideasional culture). segi yang paling penting dari perubahan sosial adalah kemajuan dalam kebudayaan materil. Penemuan dan inovasi paling sering terjadi dalam dunia kebudayaan materil. di mana perubahan dalam kebudayaan materil mencerminkan perubahan dalam aspek-aspek kebudayaan nonmateril. 3) Kebudayaan campuran Kategori ini mengandung penegasan terhadap dasar berpikir (premis) mentalitas ideasional dan inderawi. minum dan kawinlah.

Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial a. yang pada umumnya dapat digolongkan ke dalam beberapa kategori sebagai berikut: 1) Unilinear theories of evolution Teori ini pada pokoknya berpendapat bahwa manusia dan masyarakat (termasuk kebudayaannya) mengalami perkembangan sesuai dengan tahap-tahap tertentu. karena kecepatan perubahan dalam kebudayaan materil terus-menerus melaju. dan kondisi-kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Perubahan pada evolusi terjadi karena usahausaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan-keperluan. tetapi derap perubahan menjadi sangat cepat karena datangnya Revolusi Industri dan tekanan yang terus-menerus pada perkembangan teknologi. Di dalam revolusi. proses penyesuaian itu selalu ketinggalan di belakang perubahan-perubahan dalam kebudayaan materil. perubahan-perubahan yang terjadi dapat direncanakan terlebih dahulu atau tanpa rencana. Ada bermacam-macam teori tentang evolusi. terhadap sistem kekeluargaan dalam masyarakat yang bersangkutan dan seterusnya Sementara itu. Prinsip-prinsip teori ini diuraikan oleh Herbert Spencer yang antara lain mengatakan bahwa masyarakat merupakan hasil perkembangan dari kelompok homogen ke kelompok yang heterogen baik sifat maupun susunannya. Unsur-unsur pokok revolusi adanya perubahan yang cepat dan perubahan tersebut mengenai dasar-dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat. Pelopor teori ini adalah Auguste Comte. 3) Multilinier theories of evolution Teori ini lebih menekankan pada penelitian-penelitian terhadap tahap-tahap pekembangan tertentu dalam evolusi masyarakat.tetapi karena adanya pelbagai sumber yang menolak perubahan. Jadi kebudayaan nonmateril tidak mampu “mengejar”. 2) Universal theory of evolution Teori ini menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidaklah perlu melalui tahap-tahap tertetu yang tetap. dan rentetan-rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat dinamakan evolusi. perubahan-perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat dan menyangkut dasardasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat (yaitu lembaga-lembaga kemasyarakat) dinamakan revolusi. keadaan-keadaan. Hasilnya adalah suatu ketegangan yang terus meningkat antara kebudayaan materil dan yang beradaptasi atau kebudayaan nonmateril. kemudian bentuk yang kompleks sampai pada tahap yang sempurna. Hasilnya adalah ketegangan antara kebudayaan materil dan kebudayaan nonmateril. 3. misalnya. Banyak masalah sosial zaman sekarang dapat ditelusuri pada kegagalan kebiasaan-kebiasaan sosial dan pola-pola institusional untuk mengikuti kemajuan tekonologi dalam kebudayaan materil. Perubahan Lambat dan perubahan cepat Perubahan-perubahan yang memerlukan waktu lama. bermula dari bentuk yang sederhana. Teori ini mengemukakan bahwa kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi yang tertentu. sebenarnya bersifat relatif karena revolusi dapat . Ukuran kecepatan suatu perubahan yang dinakan revolusi. mengadakan penelitian perihal pengaruh perubahan sistem pencaharian dari sistem berburu ke pertanian. Perubahan-perubahan dalam kebudayaan materil sudah terjadi dari masa ke masa dalam sejarah.

d. Bahkan mungkin menyiapkan pula perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya. sistem milik tanah. Perubahan sosial yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan merupakan perubahanperubahan yang terjadi tanpa dikehendaki. Sering kali terjadi perubahan yang dikehendaki bekerja sama dengan perubahan yang tidak dikehendaki dan kedua proses tersebut saling mempengaruhi. hubungan kekeluargaan. b. hubungan antara buruh dengan majikan dan seterusnya. tak akan membawa pengaruh apa-apa bagi masyarakat secara keseluruhan karena tidak mengakibatkan perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. Suatu perubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan selalu berada di bawah pengendalian serta pengawasan agent of change tersebut. . Cara-cara mempengaruhi masyarakat dengan sistem yang teratur dan direncanakan terlebih dahulu dinamakan perencanaan sosial (social planning). Agent of change memimpin masyarakat dalam mengubah sistem sosial. Sebaliknya proses industrialisasi yang berlangsung pada masyarakat agraris. Pihak-pihak yang menghendaki perubahan dinamakan agent of change.memakan waktu yang lama. Atau dengan kata lain. stratifikasi masyarakat dan seterusnya. seperti sistem kekeluargaan. perubahan yang dikehendaki diterima oleh masyarakat dengan cara mengadakan perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada atau dengan cara membentuk yang baru. agent of change langsung tersangkut dalam tekanan-tekanan untuk mengadakan perubahan. Perubahan tersebut dianggap cepat karena mengubah sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat. Perubahan kecil dan perubahan besar Agak sulit untuk merumuskan masing-masing pengertian tersebut di atas karena batas-batas pembedaannya agak relatif. yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan. c. Sebagai pegangan dapatlah dikatakan bahwa perubahan-perubahan kecil merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. berlangsung di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan masyarakat. Perubahan ini akan membawa keberuntungan terhadap kehidupan masyarakat yang mengalami perubahan tersebut. Dalam melaksanakannya. Pelbagai lembaga kemasyarakatan akan ikut terpengaruh misalnya hubungan kerja. di mana perubahan-perubahan terjadi dari tahap produksi tanpa mesin menuju ke tahap produksi menggunakan mesin. Misalnya revolusi industri di Inggris. perubahan tersebut mungkin mempunyai pengaruh yang besarnya terhadap perubahan-perubahan yang dikehendaki. Dengan demikian. keadaan tersebut tidak mungkin diubah tanpa mendapat halangan-halangan dari masyarakat itu sendiri. Perubahan mode pakaian misalnya. misalnya merupakan perubahan yang akan membawa pengaruh besar pada masyarakat. Perubahan yang dikehendaki atau direncanakan dan perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan Perubahan yang dikehendaki atau direncanakan merupakan perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. Perubahan Progres dan Perubahan Regres Perubahan progres yaitu perubahan yang membawa kemajuan bagi masyarakat. Apabila perubahan yang tidak dikehendaki tersebut berlangsung bersamaan dengan suatu perubahan yang dikehendaki.

dan yang untuk pertama kali menghubungkan motor gas dengan sebuah kereta sehingga dapat berjalan tanpa ditarik seekor kuda. Sebetulnya sistem motor gas tersebut juga merupakan suatu hasil dari rangkaian ide yang telah dikembangkan sebelum Marcus. dan sebagainya. yang mempengaruhi lembagalembaga kemasyarakatan. Misalnya orang lantas mengenal hak milik individu atas tanah. misalnya dalam bidang pembagian kerja dan stratifikasi sosial. kemajuan ekonomi. Jadi. Perubahan sosial dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat itu sendri (internal) atau faktorfaktor yang berasl dari luar masyarakat (eksternal). perubahan dalam sistem komunikasi di desa akan mengakibatkan berkurangnya intensitas hubungan masyarakat. bagi hasil dan seterusnya yang sebelumnya tidak dikenal. Faktor Penyebab Perubahan Sosial Terjadinya perubahan dalam masyarakat. dan cara-cara unsur kebudayaan baru tadi diterima. sewa tanah. komunikasi. Marcus (1857) yang membuat motor gas yang pertama. 1. maka banyak terjadi perubahan-perubahan dalam masyarakat baik dalam bidang transportasi. Bertambah atau berkurangnya penduduk Pertambahan penduduk yang sangat cepat di pulau Jawa menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat. Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru. jalannya unsur kebudayaan baru yang tersebar ke lain-lain bagian masyarakat. ataupun yang berupa gagasan yang diciptakan oleh seorang individu atau serangkaian ciptaan para individu. Penemuan-penemuan baru sebagai sebab terjadinya perubahan-perubahan dapat dibedakan menjadi discovery dan invention. Perubahan regres.Misalnya dengan adanya listrik masuk desa. dipelajari dan akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan. 30 tahun kemudian sesudah suatu rangkaian sumbangan dari sekian banyak pencipta lain yang menambah perbaikan mobil tersebut. misalnya. yaitu S. Faktor Internal a. Proses tersebut meliputi suatu penemuan baru. Discovery baru menjadi invention kalau masyarakat sudah mengakui. Penemuan mobil. gadai tanah. hiburan. tetapi yang terjadi dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama disebut dengan inovasi atau innovation. barulah sebuah mobil dapat mencapai suatu bentuk sehingga . Itulah saatnya mobil menjadi suatu discovery. Perpindahan penduduk mengakibatkan kekosongan. pada prinsipnya berasal dari sifat dasar manusia yang tidak pernah puas dan mudah bosan dengan keadaan yang dialaminya. Berkurangnya penduduk mungkin disebabkan berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dari daerah ke daerah lain (misalnya transmigrasi). dimulai dari usaha seorang Austria. B. Penemuan-penemuan baru Suatu proses sosial dan kebudayaan yang besar. Sering kali proses dari discovery sampai ke invention membutuhkan suatu rangkaian penciptaan. terutama lembaga-lembaga kemasyarakatannya. Misalnya. Marcuslah yang telah membulatkan penemuan tesebut. yaitu perubahan yang membawa pengaruh kurang menguntungkan bagi masyarakat sehubngan dengan bidang-bidang tertentu. baik berupa alat. menerima serta menerapkan penemuan baru itu. Sungguhpun demikian. b.

Penyebaran alat pengangkutan tersebut masih harus disebarluaskan kepada khalayak ramai. pengaruh suatu penemuan baru tidak hanya terbatas pada satu bidang tertentu saja. a. proses inovasi belum selesai. Umumnya masyarakat tradisional di Indonesia bersifat kolektif. seperti yang terlihat ada gambar berikut ini. Selain itu biaya produksi mobil demikian tingginya sehingga hanya suatu golongan kecil saja yang dapat membelinya. 2. Lingkungan fisik Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada di sekitar manusia. Dengan tercapainya bentuk tersebut. Bentuk mobil semacam itu yang mendapat paten di Amerika Serikat 1911 dapat disebut sebagai permulaan dari kendaraan mobil yang pada masa sekarang menjadi salah satu alat yang amat penting dalam kehidupan masyarakat manusia. Segala kegiatan didasarkan pada kepentingan masyarakat. d. Terjadinya pemberontakan atau revolusi Revolusi yang meletus pada Oktober 1917 di Rusia telah menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar Negara Rusia yang mula-mula mempunyai bentuk kerajaan absolut berubah menjadi diktator proletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. Seluruh proses tersebut merupakan rangkaian proses inovasi dari sebuah mobil. pemerintahan. kendaraan mobil menjadi suatu invention. mobil masih belum dikenal oleh seluruh masyarakat. rekreasi dan seterusnya. agama. Misalnya penemuan radio menyebabkan perubahan-perubahan dalam lembaga kemasyarakatan seperti pendidikan. Misalnya penemuan mobil. Pertentangan (conflict) masyarakat Pertentangan masyarakat mungkin pula menjadi sebab terjadinya perubahan sosial dan kebudayaan. yang kemudian kian memperdalam perbedaan antara negara-negara besar dengan negara-negara kecil. mulai dari bentuk negara sampai keluarga batih. Pertama-tama. Tidak jarang timbul pertentangan antara kepentingan individu dengan kepentingan kelompoknya. Segenap lembaga kemasyarakatan. mengalami perubahan-perubahan yang mendasar. Penemuan-penemuan baru dalam kebudayaan jasmaniah atau kebendaan menunjukkan adanya berbagai macam pengaruh pada masyarakat. tetapi ia sering kali meluas ke bidang-bidang yang lainnya. kereta api. Beberapa jenis penemuan baru dapat pula mengakibatkan satu jenis perubahan sebagai berikut. telepon dan sebagainya menyebabkan tumbuhnya lebih banyak pusat kehidupan di daerah pinggiran kota yang dinamakan suburb.dapat dipakai sebagai alat pengangkutan oleh manusia dengan cukup praktis dan aman. antara lain sebagai berikut. Pada saat menjadi invention. Sungguhpun kira-kira sesudah 1911 produksi mobil dimulai. Kemungkinan lain adalah perubahan-perubahan yang menjalar dari satu lembaga kemasyarakatan ke lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya. Terjadinya gempa . c. Faktor Eksternal Suatu perubahan sosial dan kebudayaan dapat pula bersumber pada sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat itu sendiri. Satu persoalan lain yang juga harus dihadapi adalah apakah masyarakat sudah siap menerimanya karena misalnya diperlukan pembuatan jalan-jalan raya yang baru. Penemuan baru kapal terbang membawa pengaruh pada metode peperangan. Pertentangan-pertentangan mungkin terjadi antara individu-individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok.

rusaknya berbagai sarana dan prasarana kebutuhan hidup sehari. c. Ada dua tipe difusi.bumi. Kadangkala pertemuan dua kebudayaan yang seimbang akan saling menolak. masing-masing masyarakat mempengaruhi masyarakat lainnya. pihak lain hanya menerima pengaruh tanpa mempunyai kesempatan memberikan pengaruh balik. itu mungkin terjadi karena kebudayaan dari masyarakat lain melancarkan pengaruhnya. terutama dalam membuka pikirannya serta menerima hal-hal baru dan juga bagaimana cara berpikir secara ilmiah. Sementara itu. Di dalam pertemuan dua kebudayaan tidak selalu akan terjadi proses saling mempengaruhi. yaitu peniruan terhadap unsur-unsur kebudayaan lain. hari. masyarakat merupakan pendorong bagi usaha-usaha penemuan baru. tetapi juga menerima pengaruh dari masyarakat yang lain itu. Difusi adalah proses penyebaran unsurunsur kebudayaan dari individu kepada individu lain. Peperangan Peperangan selalu berdampak pada tingginya angka kematian. yaitu pertama difusi intramasyarakat dan kedua difusi antarmasyarakat. yang bukan merupakan delik . hasilnya dinamakan demonstration effect. Pendidikan memberikan nilainilai tertentu bagi manusia. Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju Apabila sikap tersebut melembaga dalam masyarakat. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial tediri dari faktor-faktor yang mendorong dan faktor yang menghambat terjadinya perubahan sosial. maka yang terjadi adalah proses imitasi. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang (deviation). Kontak dengan kebudayaan lain Salah satu proses yang menyangkut hal ini adalah diffusion. apabila salah satu dari dua kebudayaan yang bertemu mempunyai taraf teknologi yang lebih tinggi. c. Apabila pengaruh dari masyarakat tersebut diterima tidak karena paksaan. b. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Perubahan Sosial Perubahan sosial dan kebudayaan dipengaruhi oleh berbagai faktor. 1. serta tergoncangnya mental penduduk sehingga merasa frustrasi dan tidak berdaya. Sistem pendidikan formal yang maju Pendidikan memberikan aneka macam kemampuan kepada individu. ada kemungkinan pengaruh itu hanya datang dari satu pihak saja. terjadinya kekacauan ekonomi dan sosial. manusia mampu menghimpun penemuan-penemuan baru yang telah dihasilkan. yaitu dari masyarakat pengguna alat-alat komunikasi tersebut. Dengan proses tersebut. Faktor-faktor yang mendorong jalannya proses perubahan a. b. Namun apabila hubungan tersebut berjalan melalui alat-alat komunikasi massa. Artinya. banjir dan lain-lain mungkin menyebabkan masyarakat-masyarakat yang mendiami daerah-daerah tersebut terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya. Pengaruh kebudayaan lain Apabila sebab-sebab perubahan bersumber pada masyarakat lain. Hubungan yang dilakukan secara fisik antara dua masyarakat mempunyai kecenderungan untuk menimbulkan pengaruh timbal balik. dan dari satu masyarakat ke masyarakat lain. topan. Namun. Keadaan semacam itu dinamakan cultural animosity. C.

pendidikan. Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan f. g. agama dan seterusnya. Nilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak mungkin dapat diperbaiki D. Nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya. Saluran-saluran perubahan sosial dan kebudayaan Saluran-saluran perubahan sosial dan kebudayaan (channel of change) merupakan saluran-saluran yang dilalui oleh suatu proses perubahan. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain b. Sikap masyarakat yang sangat tradisional d. Penduduk yang heterogen. Adakala unsur-unsur baru dan lama yang bertentangan secara bersamaan mempengaruhi normanorma dan nilai-nilai yang kemudian berpengaruh pula pada warga masyarakat. maka dinamakan ketidakpenyesuaian sosial (maladjustment). Keserasian masyarakat dimaksudkan sebagai suatu keadaan di mana lembaga-lembaga kemasyarakatan yang pokok benar-benar berfungsi dan saling mengisi. a. Sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal yang luas atau berarti memberi kesempatan kepada para individu untuk maju atas dasar kemampuan sendiri. . Setiap kali terjadi gangguan terhadap keadaan keserasian. 2. ekonomi. e. Penyesuaian masyarakat terhadap perubahan Keserasian atau harmoni dalam masyarakat (social equilibrium) merupakan keadaan yang diidamidamkan setiap masyarakat. masyarakat dapat menolaknya atau mengubah susunan lembaga-lembaga kemasyarakatannya dengan maksud menerima unsur yang baru. Adat atau kebiasaan i. Lembaga kemasyarakat yang menjadi titik tolak perubahan tergantung pada cultural focus masyarakat pada suatu masa tertentu. Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat atau vested interest e. Orientasi ke masa depan. Sistem pelapisan sosial yang terbuka. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu.d. h. Keadaan tersebut berarti bahwa ketegangan-ketegangan serta kekecewaan di antara para warga tidak mempunyai saluran pemecahan. Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis h. Itu berarti adanya gangguan yang kontinu terhadap keserasian masyarakat. Bila sebaliknya yang terjadi. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat c. Umumnya saluran-saluran tersebut adalah lembagalembaga kemasyarakatan dalam bidang pemerintahan. 2. Apabila ketidakserasian dapat dipulihkan kembali setelah terjadi suatu perubahan. Proses-Proses Perubahan Sosial Dan Kebudayaan: 1. keadaan tersebut dinamakan penyesuaian (adjusment). f. Faktor-faktor yang menghalangi terjadinya perubahan Adapun faktor-faktor yang menghambat tejadinya perubahan sosial dalam suatu masyarakat adalah sebagai berikut. Prasangka terhadap hal-hal baru atau asing atau sikap yang tertutup g.

sedangkan kekuatan menentang masyarakat besar. e. Berhasil atau tidaknya proses pelembagaan tersebut dalam masyarakat mengikuti formula sebagai berikut. Ada pertentangan norma-norma dalam masyarakat. c. Sementara itu. Akan tetapi. 3. Sebaliknya apabila efektivitas menanam besar dan kekuatan menentang masyarakat kecil. setiap usaha untuk menanam sesuatu unsur yang baru pasti akan mengalami reaksi dari beberapa golongan masyarakat yang merasa dirugikan. Kekuatan menentang masyarakat. Khusus tentang disorganisasi dan reorganisasi. mereka membentangkan pengaruh dari suatu masyarakat yang tradisional dan masyarakat yang modern terhadap jiwa para anggotanya. Pada masyarakat-masyarakat tradisional. Tidak ada sanksi yang tepat bagi pelanggar norma. organisasi dan metode di dalam menanamkan lembaga baru. Norma-norma masyarakat tidak berfungsi dengan baik. Tahap reorganisasi dilaksanakan apabila norma-norma dan nilai-nilai yang baru telah melembaga dalam diri warga masyarakat. kemungkinan suksesnya proses pelembagaan menjadi kecil atau bahkan hilang sama sekali. reorganisasi atau reintegrasi adalah suatu proses pembentukan norma-norma dan nilai-nilai baru agar serasi dengan lembaga kemasyarakatan yang telah mengalami perubahan. Disorganisasi (disintegrasi) dan reorganisasi (reintegrasi) Disorganisasi atau disintegrasi dapat dirumuskan sebagai suatu proses pudarnya norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat karena perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. Gambaran mengenai disorganisasi dan reorganisasi dalam masyarakat pernah digambarkan oleh William I Thomas dan Florian Znaniecki dalam karya klasiknya The Polish Peasant in Europe and America. Tidak adanya persepsi atau persamaan pandangan di antara anggota masyarakat yang semula dijadikan pedoman oleh anggota masyarakat. alat-alat yang dipakai dan sistem penanaman sesuai dengan kebudayaan masyarakat makin besar pula hasil yang dapat dicapai oleh usaha penanaman lembaga baru itu. f. Watak atau jiwa seseorang paling tidak merupakan pencerminan kebudayaan masyarakat. jalannya proses pelembagaan menjadi lancar. Segala sesuatu didasarkan pada tradisi dan setiap usaha untuk mengubah satu unsur saja. d. itu mempunyai pengaruh negatif terhadap kemungkinan berhasilnya proses pelembagaan. Adapun gejala-gejala yang menyebabkan disintegrasi sosial adalah sebagai berikut: a. b. Interaksi sosial yang terjadi ditandai dengan proses sosial yang disosiatif. Semakin besar kemampuan tenaga manusia. jelaslah bahwa apabila efektivitas menanam kecil. tak dapat diubah-ubah dengan drastis . Tindakan-tindakan dalam masyarakat sudah tidak lagi sesuai dengan norma-norma masyarakat.Lembaga kemasyarakatan yang pada suatu waktu mendapat penilaian tertinggi dari masyarakat cenderung menjadi saluran utama perubahan sosial dan kebudayaan. Struktur dianggap sesuatu yang suci. aktivitas seseorang sepenuhnya berada di bawah kepentingan masyarakatnya. Itu berarti bahwa sedang ada usaha untuk mengubah struktur masyarakat seluruhnya. alat. Dengan demikian. Efektifitas menanam merupakan hasil positif penggunaan tenaga manusia.

Sebagai akibat dari hubungan yang terjadi di antara individu-individu (manusia) kemudian lahirlah kelompok-kelompok sosial (social group) yang dilandasi oleh kesamaan-kesamaan kepentingan bersama. Cara yang paling sederhana untuk mengerti perubahan sosial (masyarakat) dan kebudayaan itu. mereka merupakan bagian dari masyarakat yang tradisional dan di Amerika mereka berhadapan dengan masyarakat modern yang mempunyai pola kehidupan yang berbeda. tetapi di Amerika kekuasaan tadi menjadi pudar dan melemah. Perubahan sosial adalah perubahan dalam hubungan interaksi antar orang. adalah dengan membuat rekapitulasi dari semua perubahan yang terjadi di dalam . Dan dalam reorganisasi. Latar Belakang Manusia adalah makhluk individu yang tidak dapat melepaskan diri dari hubungan dengan manusia lain. Orang tua di Eropa mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap anak-anaknya. timbullah normanorma baru yang mengatur hubungan antara orang tua dengan anak-anak. ia dapat menyangkut ―struktur sosial‖ atau ―pola nilai dan norma‖ serta ―pran‖. Karena perubahan merupakan hal yang mutlak terjadi dimanapun tempatnya. http://infosos. Untuk dikatakan kelompok sosial terdapat persyaratanpersyaratan tertentu. Timbullah disorganisasi. Namun bukan berarti semua himpunan manusia dapat dikatakan kelompok sosial. Perubahan dari suatu masyarakat tradisional menjadi masyarakat yang modern akan mengakibatkan pula perubahan dalam jiwa setiap anggota masyarakat. Dengan demikina. Dalam kelompok social yang telah tersusun susunan masyarakatnya akan terjadinya sebuah perubahan dalam susunan tersebut merupakan sebuah keniscayaan. misalnya dalam keluarga batih. organisasi atau komunitas.dan berjalan lambat sekali.wordpress. istilah yang lebih lengkap mestinya adalah ―perubahan sosialkebudayaan‖ karena memang antara manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat dipisahkan dengan kebudayaan itu sendiri.com/kelas-xii-ips/perubahan-sosial/ DEFINISI PERUBAHAN SOSIAL DAN TIPE-TIPE PERUBAHAN SOSIAL 193 Votes PENDAHULUAN I. Thomas dan Znaniecki menggambarkan betapa para petani Polandia yang pindah dari Eropa ke Amerika mengalami disorganisasi karena di tempat asalnya.

Kenyataan mengenai perubahan-perubahan dalam masyarakat dapat dianalisa dari berbagai segi diantaranya: ke ―arah‖ mana perubahan dalam masyarakat itu ―bergerak‖ (direction of change)‖. Perubahan terjadi jika penggunaan atau penolakan ide baru itu mempunyai akibat. Perubahan tersebut terjadi sebagai akibat masuknya ide-ide pembaruan yang diadopsi oleh para anggota sistem sosial yang bersangkutan. yakni perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem sosial sebagai akibat pengadopsian atau penolakan inovasi. Perumusan Masalah Beberapa rumusan masalah yang dapat dikaji dari uraian-uraian di atas antara lain: Apa definisi dari perubahan sosial dalam masyarakat dan bagaimana pendapat para ahli tentang perubahan sosial? Sebutkan tipe-tipe dari perubahan sosial? III. II. bahkan jika ingin mendapatkan gambaran yang lebih jelas lagi mengenai perubahan mayarakat dan kebudayaan itu. yang jelas adalah bahwa perubahan itu bergerak meninggalkan faktor yang diubah. mendefinisikan perubahan sosial sebagai ―perubahan penting dari stuktur sosial‖ dan yang dimaksud dengan struktur sosial adalah ―pola-pola perilaku dan interaksi sosial‖. yakni proses di mana ide-ide baru diciptakan dan dikembangkan Difusi.masyarakat itu sendiri. Proses perubahan sosial biasa tediri dari tiga tahap: Invensi. Akan tetapi setelah meninggalkan faktor itu mungkin perubahan itu bergerak kepada sesuatu bentuk yang baru sama sekali. Dengan demikian dapat diartikan bahwa perubahan social dalam suatu kajian untuk melihat dan mempelajari tingkah laku masyarakat dalam kaitannya dengan perubahan. Definisi Perubahan Sosial Perubahan sosial adalah proses di mana terjadi perubahan struktur dan fungsi suatu sistem sosial. Konsekuensi. Wilbert Moore misalnya. yakni proses di mana ide-ide baru itu dikomunikasikan ke dalam sistem sosial. maka suatu hal yang paling baik dilakukan adalah mencoba mengungkap semua kejadian yang sedang berlangsung di tengah-tengah masyarakat itu sendiri. TINJAUAN PUSTAKA I. Kebanyakan definisi membicarakan perubahan dalam arti yang sangat luas. akan tetapi boleh pula bergerak kepada suatu bentuk yang sudah ada di dalam waktu yang lampau. Tujuan Makalah ini bertujuan untuk: Untuk mengetahui macam-macam definisi dari perubahan sosial dari masyarakat. . Untuk mengetahui tipe-tipe deri perubahan sosial dari masyarakat.

John Wiley & Sons.Dalam menghadapi perubahan sosial budaya tentu masalah utama yang perlu diselesaikan ialah pembatasan pengertian atau definisi perubahan sosial (dan Wilbert E. baik memperkuat driving forcesmaupun memperlemah resistences. Dari aksi sosial. massa/demonstran bisa dibawa dan ditingkatkan ke aksi politik. perubahan kebudayaan) itu sendiri. (2) Changing. Kurt Lewin dikenal sebagai bapak manajemen perubahan. perubahan terjadi karena munculnya tekanan-tekanan terhadap kelompok. Menurut Max Weber dalam Berger (2004). New York. Selanjutnya Netting. maka aksi sosial lebih mudah digerakkan daripada aksi politik. atau adanya kebutuhan untuk berubah. Ia berkesimpulan bahwa kekuatan tekanan (driving forces) akan berhadapan dengan penolakan (resistences) untuk berubah. 1967 : 3. serta (4) tindakan yang didasarkan pada adat kebiasaan (tradisi). tindakan sosial atau aksi sosial (social action) tidak bisa dipisahkan dari proses berpikir rasional dan tujuan yang akan dicapai oleh pelaku. (3) tindakan emosional. dan lain-lain. (2) tindakan berdasar atas adanya satu nilai tertentu. Perubahan sosial dalam masyarakat bukan merupakan sebuah hasil atau produk tetapi merupakan sebuah proses. Perubahan sosial merupakan sebuah keputusan bersama yang diambil oleh anggota masyarakat. individu. bahwa. membawa kembali kelompok kepada keseimbangan yang baru (a new dynamic equilibrium). menguji barisan aksi. Sifat struktural seperti . Aksi sosial adalah aksi yang ringan syarat-syarat yang diperlukannya dibandingkan dengan aksi politik. Order and Change. Pada dasarnya perilaku manusia lebih banyak dapat dipahami dengan melihat struktur tempat perilaku tersebut terjadi daripada melihat kepribadian individu yang melakukannya. Maore. Essay in Comparative Sosiology. merupakan langkah tindakan. Ketther dan McMurtry (2004) berpendapat bahwa. Langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengelola perubahan. Tindakan sosial dapat dipisahkan menjadi empat macam tindakan menurut motifnya: (1) tindakan untuk mencapai satu tujuan tertentu. Perubahan dapat terjadi dengan memperkuatdriving forces dan melemahkan resistences to change. dan (3) Refreesing. merupakan suatu proses penyadaran tentang perlunya. yaitu: (1) Unfreezing. mengukur kekuatan aksi dan kekuatan lawan serta untuk meningkatkan menjadi aksi politik. aksi sosial merupakan bagian dari pekerjaan sosial yang memiliki komitmen untuk menjadi agen atau sumber bagi mereka yang berjuang menghadapi beragam masalah untuk memerlukan berbagai kebutuhan hidup. seperti aksi menuntut kenaikan upah atau gaji. Anonim dalam Media Intelektual (2008) mengungkapkan bahwa. atau organisasi. menuntut perbaikan gizi dan kesehatan. Keberanian itu dapat digunakan untuk: mengembangkan kekuatan aksi. karena ia dianggap sebagai orang pertama dalam ilmu sosial yang secara khusus melakukan studi tentang perubahan secara ilmiah. Konsepnya dikenal dengan model force-field yang diklasifikasi sebagai model power-based karena menekankan kekuatan-kekuatan penekanan. Konsep dinamika kelompok menjadi sebuah bahasan yang menarik untuk memahami perubahan sosial. Menurutnya. Aksi sosial sangat penting bagi permulaan dan persiapan aksi politik. Ahli-ahli sosiologi dan antropologi telah banyak membicarakannya. aksi sosial adalah aksi yang langsung menyangkut kepentingan sosial dan langsung datangnya dari masyarakat atau suatu organisasi. Aksi sosial adalah alat untuk mendidik dan melatih keberanian rakyat.

suatu organisme akan bertambah sempurna apabila bertambah kompleks dan terjadi diferensiasi antar organ-organnya. tentang kekuatannya. Menurut Spencer. formalisasi dan stratifikasi jauh lebih erat hubungannya dengan perubahan dibandingkan kombinasi kepribadian tertentu di dalam organisasi. perkembangan masyarakat seringkali dianalogikan seperti halnya proses evolusi. Ia berkesimpulan bahwa kekuatan tekanan (driving forces) akan berhadapan dengan penolakan (resistences) untuk berubah. Kesempurnaan organisme dicirikan oleh kompleksitas. dan (5) pencapaian kondisi akhir yang dicita-citakan. yang memang telah berkembang dengan pesatnya. terhapusnya batas-batas negara dan terwujudnya masyarakat global. . Pada masyarakat industri yang telah terdiferensiasi dengan mantap akan terjadi suatu stabilitas menuju kehidupan yang damai. maka pemahaman tentang tingkat-tingkat perubahan dan siklus perubahan akan dapat berguna. Konsep pokok yang disampaikan oleh Lippit diturunkan dari Lewin tentang perubahan sosial dalam mekanisme interaksional. (4) perumusan dan stabilisasi perubahan. Perubahan sosial menurut pandangan mereka berjalan lambat namun menuju suatu bentuk ―kesempurnaan‖ masyarakat. individu. sikap.sentralisasi. Keduanya memiliki pandangan tentang perubahan yang terjadi pada suatu masyarakat dalam bentuk perkembangan yang linear menuju ke arah yang positif. Terdapat lima tahap perubahan yang disampaikan olehnya. berkurangnya kekuasaan pemerintah. tiga tahap merupakan ide dasar dari Lewin. Pemikiran ini sangat dipengaruhi oleh hasil-hasil penemuan ilmu biologi. Peran agen perubahan menjadi sangat penting dalam memberikan kekuatandriving force. suatu proses perubahan yang berlangsung sangat lambat. Peletak dasar pemikiran perubahan sosial sebagai suatu bentuk ―evolusi‖ antara lain Herbert Spencer dan August Comte. perilaku. pembagian kerja dan perubahan dari keadaan homogen menjadi heterogen. (2) penyusunan perubahan pola relasi yang ada. berakhirnya peperangan antar negara. Perkembangan masyarakat pada dasarnya berarti pertambahan diferensiasi dan integrasi. Perubahan dapat terjadi dengan memperkuat driving forces dan melemahkan resistences to change. atau organisasi. Lippit (1958) mencoba mengembangkan teori yang disampaikan oleh Lewin dan menjabarkannya dalam tahap-tahap yang harus dilalui dalam perubahan berencana. Etzioni (1973) mengungkapkan bahwa. Ada empat tingkat perubahan yang perlu diketahui yaitu pengetahuan. individual. (3) melaksanakan perubahan. Setelah suatu masalah dianalisa. Perubahan terjadi karena munculnya tekanantekanan terhadap kelompok. Spencer berusaha meyakinkan bahwa masyarakat tanpa diferensiasi pada tahap pra industri secara intern justru tidak stabil yang disebabkan oleh pertentangan di antara mereka sendiri. Walaupun menyampaikan lima tahapan Tahap-tahap perubahan adalah sebagai berikut: (1) tahap inisiasi keinginan untuk berubah. Atkinson (1987) dan Brooten (1978). differensiasi dan integrasi. dan perilaku kelompok. menyatakan definisi perubahan merupakan kegiatan atau proses yang membuat sesuatu atau seseorang berbeda dengan keadaan sebelumnya dan merupakan proses yang menyebabkan perubahan pola perilaku individu atau institusi. Masyarakat industri ditandai dengan meningkatnya perlindungan atas hak individu.

Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian. Selanjutnya Comte menjelaskan bahwa setiap kemunculan tahap baru akan diawali dengan pertentangan antara pemikiran tradisional dan pemikiran yang berdifat progresif. Penekannya adalah pada pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. berusaha memberikan suatu pengertian tentang perubahan sosial. biologis. hal. 1974). Comte membaginya dalam dua konsep yaitu social statics (bangunan struktural) dan social dynamics (dinamika struktural). memandang bahwa masyarakat harus menjalani berbagai tahap evolusi yang pada masing-masing tahap tersebut dihubungkan dengan pola pemikiran tertentu. Membahas tentang perubahan sosial. Akhirnya dikutip definisi Selo Soemardjan yang akan dijadikan pegangan dalam pembicaraan selanjutnya. yang mempengaruhi sistem sosialnya. Kornblum (1988).Seperti halnya Spencer. filsafat dan lainnya. Ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun immaterial. 1990). yang meliputi kesenian. masyarakat akan menjadi semakin kompleks. Sedangkan dinamika struktural merupakan hal-hal yang berubah dari satu waktu ke waktu yang lain. Sebagaimana Spencer yang menggunakan analogi perkembangan mahkluk hidup. Aksi sosial dapat berpengaruh terhadap perubahan sosial masyarakat. karena perubahan sosial merupakan bentuk intervensi sosial yang memberi pengaruh kepada klien atau sistem klien yang tidak terlepas dari upaya melakukan perubahan berencana. teknologi. Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas dibandingkan perubahan sosial. pemikiran Comte sangat dipengaruhi oleh pemikiran ilmu alam. Akan tetapi perubahan tersebut tidak mempengaruhi organisasi sosial masyarakatnya. Moore (2000). (Jakarta : Yayasan Penerbit Universitas Indonesia. Pemberian pengaruh sebagai bentuk intervensi berupaya menciptakan suatu kondisi atau perkembangan yang ditujukan kepada seorang klien atau sistem agar termotivasi untuk bersedia berpartisipasi dalam usaha perubahan sosial. ilmu pengetahuan. Bahasan utamanya mengenai struktur sosial yang ada di masyarakat yang melandasi dan menunjang kestabilan masyarakat. perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya. Pemikiran Comte yang dikenal dengan aliran positivisme. terdeferiansi dan terspesialisasi. Tekanan pada definisi tersebut adalah pada lembaga masyarakat sebagai himpunan kelompok manusia dimana perubahan mempengaruhi struktur masyarakat lainnya (Soekanto. 1990). ekonomis dan kebudayaan. yang Soerjono Soekanto. ―Perubahan –perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat. . Bangunan struktural merupakan struktur yang berlaku pada suatu masa tertentu. Namun demikian dalam prakteknya di lapangan kedua jenis perubahan perubahan tersebut sangat sulit untuk dipisahkan (Soekanto. Sosiologi Suatu Penantar. Perubahan pada bangunan struktural maupun dinamika struktural merupakan bagian yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. Comte menyatakan bahwa dengan adanya pembagian kerja. Definisi lain dari perubahan sosial adalah segala perubahan yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat seperti misalnya perubahan dalam unsur geografis. Perubahan sosial diartikan sebagai perubahanperubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.

filsafat dan lainnya. surplus produksi. beserta suku-sukunya dalam perwilayahan geografisnya masing-masing. Gordon Childe seorang arkeolog. Lembaga social ialah unsur yang mengatur pergaulan hidup untuk mencapai tata tertib melalui norma. Pada beberapa pemikir terdapat tiga tipe perubahan yaitu: perubahan peradaban. ilmu hitung. II. kita semua terus menerus berhadapan dengan sejarah perkembangan peradaban bangsa yang bergerak ke depan dan tak pernah balik. Akan tetapi dalam memaknai perubahan peradaban kita harus berpedoman bahwa tidak semua yang kontemporer itu baik dan sebaliknya tidak semua yang lama itu usang dan . standar pengukuran panjang dan berat. Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas dibandingkan perubahan sosial. yang selanjutnya mempengaruhi segi-segi lain struktur masyarakat. perdagangan jarak jauh. Perubahan peradaban Perubahan adalah keniscayaan. yang mempengaruhi sistem sosialnya. Bila kita amati secara lebih mendasar lagi. Namun demikian dalam prakteknya di lapangan kedua jenis perubahan perubahan tersebut sangat sulit untuk dipisahkan (Soekanto. ataupun tingkah laku anak muda. A. ilmu pengetahuan dan teknologi) dan agama. metalurgi. yang meliputi kesenian. alat angkut. yang berarti transformasi dalam penguasaan tulis-menulis. dan perubahan ke arah yang lebih baik tentunya merupakan hasrat dari setiap individu maupun organisasi. Selanjutnya. system pertukaran atau barter dan penggunaan bajak atau alat bercocok tanam lainnya. Apakah perubahan itu mengenai pakaian. budaya dan perubahan sosial. termasuka didalamnya nilai-nilai. biologis. Akan tetapi perubahan tersebut tidak mempengaruhi organisasi sosial masyarakatnya. ekonomis dan kebudayaan. ilmu pengetahuan. perubahan. Sorokin (1957). Tipe-Tipe Perubahan Dalam pandangan awan setiap perubahan yang terjadi pada masyarakat disebut dengan perubahan sosial. Definisi ini menekankan perubahan lembaga sosial. Definisi lain dari perubahan sosial adalah segala perubahan yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat. 1990). tingkat peradaban manusia terekspresikan dalam tiga indikator utama yaitu bahasa. Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya. V. mendefinisikan peradaban sebagai suatu transformasi elemen-elemen budaya manusia. berpendapat bahwa segenap usaha untuk mengemukakan suatu kecenderungan yang tertentu dan tetap dalam perubahan sosial tidak akan berhasil baik. Tekanan pada definisi tersebut adalah pada lembaga masyarakat sebagai himpunan kelompok manusia dimana perubahan mempengaruhi struktur masyarakat lainnya (Soekanto. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian. ketiganya menjadi ciri suatu ras atau bangsa tertentu.217 mempengaruhi sistem sosialnya. sikap-sikap dan pola-pola per-kelakukan diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat‖. bangunan arsitektur monumental. 1990). budaya (segala bentuk dan ragam seni. alat transportasi. cabang-cabang seni dan para senimannya. teknologi. Keharusan sejarah. Perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat seperti misalnya perubahan dalam unsur geografis. pertambahan penduduk.

Contoh : þ Masuknya mekanisme pertanian mengakibatkan hilangnya beberapa jenis teknik pertanian tradisional seperti teknik menumbuk padi dilesung diganti oleh teknik ―Huller‖ di pabrik penggilingan padi. Selanjutnya melalui pendidikanlah. Perubahan budaya berhubungan dengan perubahan yang bersifat rohani seperti keyakinan. Semua terjadi karena adanya salah satu atau beberapa unsur budaya yang tidak berfungsi lagi. Tanpa pendidikan yang memadai. kesengajaan. Di sinilah peran pendidikan. pengetahuan. jenis-jenis bibit unggul yang ditemukan. Dalam kacamata budaya. Melalui fungsi pendidikan dalam mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. menjadi amat sangat menentukan. yang didasarkan atas nilainilai kehidupan yang benar. Oleh karena itu. Perubahan kebudayaan akan berjalan terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakatnya. kita dapat berharap wujudnya yaitu dengan mencerdaskan kehidupan bangsa. maka akan lahirlah generasi yang mampu melaksanakan prinsip how to change the world (bagaimana mengubah dunia) bukan hanya how to see the world (bagaimana melihat dunia). dan menjaga hal yang baik dari budayanya. dan bukan hanya how to follow the change (bagaimana ikut dalam perubahan). Dan juga.tidak relevan dengan kehidupan saat ini. persenjataan. kebersamaan. Sedangkan perubahan sosial terbatas pada aspek-aspek hubuingan sosial dan keseimbangannya. ritual. Meskipun begitu perlu disadari bahwa sesuatu perubahan di masyarakat selamanya memiliki mata rantai diantaranya elemen yang satu dan eleman yang lain dipengaruhi oleh elemen yang lainnya. Perubahan peradaban yang dimaksud pada alinea sebelumnya. Perubahan peradaban biasanya dikaitkan dengan perubahn-perubahan elemen atau aspek yang lebih bersifat fisik. . dan sebagainya. di dalam rangka merekat keutuhan dan kesatuan bangsa. output pendidikan harus diarahkan menjadi agen perubahan (agent of change). Peranan buruh tani sebagai penumbuk padi jadi kehilangan pekerjaan. how to lead the change (bagaimana memimpin perubahan). tidak aka nada SDM yang mampu membawa perubahan peradaban ke arah yang lebih baik. prosesnya harus didesain dengan kesadaran. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian yaitu : kesenian. B Perubahan kebudayaan Pengertian perubahan kebudayaan adalah suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan. dan sebagainya. apresiasi seni. bangsa yang besar belajar untuk mengganti apa yang buruk dari budayanya. ilmu pengetahuan. Kehidupan yang cerdas inilah yang patut menjadi dasar sebuah peradaban yang kokoh dan sehat. sehingga menimbulkan gangguan keseimbangan didalam masyarakat. seperti transportasi. nilai. dan komitmen. Pendidikan adalah syarat mutlak berkembangya peradaban. teknologi dan filsafat bahkan perubahan dalam bentuk juga aturan-aturan organisasi social.

Perubahan lingkungan alam Perubahan lingkungan ada beberapa faktor misalnya pendangkalan muara sungai yang membentuk delta. rusaknya hutan karena erosi atau perubahan iklim sehingga membentuk tegalan. Faktor intern Perubahan Demografis Perubahan demografis disuatu daerah biasanya cenderung terus bertambah. þ Adanya faktor adaptasi dengan lingkungan alam yang mudah berubah. bencana banjir. terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi ( kebudayaan material). .Ada faktor-faktor yang mendorong dan menghambat perubahan kebudayaan yaitu: a. disanalah mereka harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan budaya setempat sehingga terjadi proses asimilasi maupun akulturasi. akan mengakibatkan terjadinya perubahan diberbagai sektor kehidupan. Perubahan demikian dapat mengubah kebudayaan hal ini disebabkan karena kebudayaan mempunyai daya adaptasi dengan lingkungan setempat. þ Adanya individu-individu yang mudah menerima unsure-unsur perubahan kebudayaan. v Ada juga faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kebudayaan : 1. dan papan. Konflik social Konflik social dapat mempengaruhi terjadinya perubahan kebudayaan dalam suatu masyarakat. longsor. Bencana alam Bencana alam yang menimpa masyarakat dapat mempngaruhi perubahan c/o. c/o: konflik kepentingan antara kaum pendatang dengan penduduk setempat didaerah transmigrasi. pertambahan penduduk akan mempengaruhi persedian kebutuhan pangan. terutama generasi muda. letusan gunung berapi masyarkat akan dievakuasi dan dipindahkan ketempat yang baru. Mendorong perubahan kebudayaan þ Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah. untuk mengatasinya pemerintah mengikutsertakan penduduk setempat dalam program pembangunan bersama-sama para transmigran. b. Menghambat perubahan kebudayaan þ Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah seperti :adat istiadat dan keyakinan agama ( kebudayaan non material) þ Adanya individu-individu yang sukar menerima unsure-unsur perubahan terutama generasi tu yang kolot. c/o: bidang perekonomian. sandang.

Perubahan Sosial Sedangkan perubahan sosial terbatas pada aspek-aspek hubuingan sosial dan keseimbangannya. yaitu teori kemunculan diktator dan demokrasi. teori perilaku kolektif. Analisis organisasi Alasan kemunculan teori ini adalah anggapan bahwa sebagai subsistem sosial organisasi terutama birokrasi dan organisasi tingkat lanjut yang kompleks dipandang sebagai hasil . Itulah sebabnya Indonesia sebagai persinggahan pedagang-pedagang besar selain berdagang mereka juga memperkenalkan budaya mereka pada masyarakat setempat sehingga terjadilah perubahan budaya dengan percampuran budaya yang ada. Perspektif Penjelasan Tentang Perubahan Barrington Moore. Perubahan sosial dapat dilihat dari empat teori.2. Pada teori ini. Peperangan Kedatangan bangsa Barat ke Indonesia umumnya menimbulkan perlawanan keras dalam bentuk peperangan. individu dipandang sebagai suatu bentuk ketidakkonsistenan antara status individu dan grop dengan aktivitas atau sikap yang didasarkan pada perubahan. Timur Tengah bahkan Eropa Barat. Teori inkonsistensi status Teori ini merupakan representasi dari teori psikologi sosial. Penyebaran agama Masuknya unsur-unsur agama Hindhu dari India atau budaya Arab bersamaan proses penyebaran agama Hindhu dan Islam ke Indonesia demikian pula masuknya unsur-unsur budaya barat melalui proses penyebaran agama Kristen dan kolonialisme. C. Meskipun begitu perlu disadari bahwa sesuatu perubahan di masyarakat selamanya memiliki mata rantai diantaranya elemen yang satu dan eleman yang lain dipengaruhi oleh elemen yang lainnya. Faktor ekstern Perdagangan Indonesia terletak pada jalur perdagangan Asia Timur denga India. teori inkonsistensi status dan analisis organisasi sebagai subsistem sosial. teori Teori ini didasarkan pada pengamatan panjang tentang kemunculan diktator dan sejarah pada beberapa negara yang telah mengalami transformasi dari basis ekonomi agraria menuju basis demokrasi ekonomi industri. Teori perilaku kolektif Teori dilandasi pemikiran Moore namun lebih menekankan pada proses perubahan daripada sumber perubahan sosial. dalam suasana tersebut ikut masuk pula unsure-unsur budaya bangsa asing ke Indonesia.

Jepang dan Jerman merupakan contoh dari negara yang mengambil jalan fasisme. Negaranegara maju yang dianalisis oleh Moore adalah negara yang telah berhasil melakukan transformasi dari negara berbasis pertanian menuju negara industri modern. Pembangunan ekonomi pada negara dengan tatanan politik demokrasi hanya dilakukan oleh kaum borjuis yang terdiri dari kelas atas dan kaum tuan tanah. Perjuangan kelas yang digambarkan oleh Marx merupakan suatu bentuk perkembangan yang akan berakhir pada kemenangan kelas proletar yang selanjutnya akan mwujudkan masyarakat tanpa kelas. Tahap yang harus dilewati antara lain. Negara yang menggunakan komunisme dalam proses transformasinya adalah Cina dan Rusia. Teori Barrington Moore Teori yang disampaikan oleh Barrington Moore berusaha menjelaskan pentingnya faktor struktural dibalik sejarah perubahan yang terjadi pada negara-negara maju. Berawal dari bentuk masyarakat primitif (primitive communism) kemudian berakhir pada masyarakat modern tanpa kelas (scientific communism). fasisme dapat berjalan melalui revolusi konserfatif yang dilakukan oleh elit konservatif dan kelas menengah. Pada sisi lain. fasisme dan komunisme. Revolusi ini akan mampu merebut semua faktor produksi dan pada akhirnya mampu menumbangkan kaum borjuis sehingga akan terwujud masyarakat tanpa kelas. Koalisi antara kedua kelas ini yang memimpin masyarakat kelas bawah baik di perkotaan maupun perdesaan. Demokrasi merupakan suatu bentuk tatanan politik yang dihasilkan oleh revolusi oleh kaum borjuis. Perkembangan masyarakat oleh Marx digambarkan sebagai bentuk linear yang mengacu kepada hubungan moda produksi. Komunisme lahir melalui revolusi kaun proletar sebagai akibat ketidakpuasan atas usaha eksploitatif yang dilakukan oleh kaum feodal dan borjuis. organisasi meningkatkan hambatan antara sistem sosial dan sistem interaksi. Aksi sosial merupakan sebuah gejala aksi bersama yang ditujukan untuk merubah norma dan nilai dalam jangka waktu yang panjang. bahkan seringkali kelompok bawah ini menjadi korban dari pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh negara tersebut. Negara yang memilih jalan fasisme menganggap demokrasi atau revolusi oleh kelompok borjuis sebagai gerakan yang rapuh dan mudah dikalahkan. Secara garis besar proses transformasi pada negara-negara maju ini melalui tiga pola. Masyarakat petani atau kelas bawah hanya dipandang sebagai kelompok pendukung saja. yaitu demokrasi. Perancis dan Amerika Serikat. Marx menggambarkan bahwa dunia masih pada tahap masyarakat borjuis sehingga untuk mencapai tahap ―kesempurnaan‖ perkembangan perlu dilakukan revolusi oleh kaum proletar. Berbeda halnya demokrasi.transformasi sosial yang muncul pada masyarakat modern. Negara yang mengambil jalan demokrasi dalam proses transformasinya adalah Inggris. Pada sistem sosial seringkali dijumpai ketegangan baik . Teori Perilaku Kolektif Teori perilaku kolektif mencoba menjelaskan tentang kemunculan aksi sosial. Terdapat pula gejala penhancuran kelompok masyarakat bawah melalui revolusi atau perang sipil. tahap masyarakat feodal dan tahap masyarakat borjuis.

Pada beberapa pemikir terdapat tiga tipe perubahan yaitu: perubahan peradaban. Pada masyarakat yang tergolong bersahaja relatif jarang dan lamban terjadinya perubahan-perubahan. dan sebagainya. Status sosial masih terbatas pada bentuk ascribed status. pendapatan. Perubahan moda produksi menimbulkan maslaah yang pelik berupa kemunculan statusstatus sosial yang baru dengan segala keterbukaan dalam stratifikasinya. Pembangunan ekonomi seiring perkembangan kapitalis membuat adanya pembagian status berdasarkan pendidikan. pekerjaan dan lain sebagainya. Perubahan budaya berhubungan dengan perubahan yang bersifat rohani seperti keyakinan. Perubahan peradaban biasanya dikaitkan dengan perubahn-perubahan elemen atau aspek yang lebih bersifat fisik. Hal ini disebabkan oleh masih rendahnya derajat perbedaan yang timbul oleh adanya pembagian kerja dan kompleksitas organisasi. perubahan. nilai. Sedangkan perubahan sosial terbatas pada aspek-aspek hubuingan sosial dan keseimbangannya. seperti transportasi. Pada masyarakat semacam itu elemen-elemen dasarnya seperti trdisi.dari dalam sistem atau luar sistem. Hal inilah yang menimbulkan inkonsistensi status pada individu. Teori ini melihat ketegangan sebagai variabel antara yang menghubungkan antara hubungan antar individu seperti peran dan struktur organisasi dengan perubahan sosial. pertambahan penduduk. Pergolakan revolusi dan gerakan emansipasi sertapenemuan-penemuan baru dibidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Teori Inkonsistensi Status Stratifikasi sosial pada masyarakat pra-industrial belum terlalu terlihat dengan jelas dibandingkan pada masyarakat modern. apresiasi seni. ritual dan hirarki sosial yang berlangsung. Ketegangan ini dapat berwujud konflik status sebagai hasil dari diferensiasi struktur sosial yang ada. biasanya dipegang kuat oleh para warganya secara bersama-sama. jenis-jenis bibit unggul yang ditemukan. ataupun tingkah laku anak muda. alat transportasi. dan sebagainya. Krisis status mulai muncul seiring perubahan moda produksi agraris menuju moda produksi kapitalis yang ditandai dengan pembagian kerja dan kemunculan organisasi kompleks. Kompetisi atau konflik inilah yang mengakibatkan adanya perubahan melalui aksi sosial bersama untuk merubah norma dan nilai. KESIMPULAN Perubahan yang terjadi pada masyarakat disebut dengan perubahan sosial. Berikut adalah teori yang membahas tentang perubahan sosial Untuk itu. pengetahuan. ritual. Mobilitas sosial sangat terbatas dan cenderung tidak ada. yaitu suatu bentuk status yang diperoleh sejak dia lahir. Meskipun begitu perlu disadari bahwa sesuatu perubahan di masyarakat selamanya memiliki mata rantai diantaranya elemen yang satu dan eleman yang lain dipengaruhi oleh elemen yang lainnya. persenjataan. . terlebih dahulu perlu dicatat bagaimana tingkat dan sifat peralihan dari perubahan itu sendiri di masyarakat. Apakah perubahan itu mengenai pakaian. budaya dan perubahan sosial. Perubahan pola hubungan antar individu menyebabkan adanya ketegangan sosial yang dapat berupa kompetisi atau konflik bahkan konflik terbuka atau kekerasan.

1982.info/ushuluddin/attachments/074_ISLAM%20DAN%20PERUBAHAN%20SOSIAL . jadi bukan untuk belajar tentang keilmuan dan keterampilan karenanya yang terpenting bukanlah mengembangkan aspek intelektual tetapi lebih pada pengembangna wawasan. . Islam dan Perubahan Sosial. Sosiologi Suatu Pengantar. Dari berbagai macam sebab perubahan sosial. http:// www. Dan pendidikanlah yang menjadi salah satu institusi yang terlibat dalam proses tersebut. seperti visi. Perubahan Sosial dan Perubahan Kebudayaan.com/id/pages/perubahan%11sosial. 2009.com/2008/04/22/konsep-dasarkomunikasi-sosial-dan-pembangunan/ [5 September 2009] Soekanto. 2008. KONSEP DASAR KOMUNIKASI SOSIAL DAN PEMBANGUNAN. SOSIOLOGI KOMUNIKASI.faktor tekhnologi. pendudukan. http://abstrakkonkrit. http:// www. Yogyakarta: Kanisius. institusionalisasi merupakan proses penting untuk membantu berlangsungnya transformasi potensi-potensi umum perubahan sehingga menjadi kenyataan sejarah. Islam dan Perubahan Sosial. S. Pendidikan harus dipandang sebagai institusi penyiapan anak didik untuk mengenali hidup dan kehidupan itu sendiri. Hendropuspito. DAFTAR PUSTAKA ———-.gexcess. http://agussetiaman. semuanya bias dikembalikan pada tiga factor utama yaitu: faktor fisik dan biologisw.pdf[8 September 2009] Assa’di Husain.com/2009/04/17/makalahperubahan-sosial/ [5 September 2009] Alpizar. Sosiologi Sistematik.uinsuska. Pendidikan adalah suatu institusi pengkonservasian yang berupaya menjembatani dan memelihara warisanwarisan budaya masyarakat.http://dankfsugiana. 1989.wordpress.html [5 September 2009] ———-. Posisi pendidikan dalam perubahan social Sesuai dengan pernyataan Eisenstadt.com/2009/05/01/islam-dan-perubahan-sosial/ [5 September 2009] Dankfsugiana. http://syair79. minat dan pemahaman terhadap lingkungan social budayanya. Sedangkan perubahn terpola adalah perubahan yang memeng direncanakan atau diprogramkan sebagaimana yang dilakukan dalam pembangunan. dan faktor budaya. Disamping itu pendidikan berfungsi untuk mengurangi kepincangan yang terjadi dalam masyarakat.wordpress.Perubahan sosial jika dilihat dari sebabnya menurut WJH spott ada perubahan yang datangnya dsri luar. Perubahan episode adalah perubahan yang terjadi sewaktu-waktu biasanya disebabkan oleh kerusuhan atau penemuanpenemuan. Jakarta: Grafindo.wordpress. 2008. Disamping itu ada perubahan yang datangnya dari dalam dan perubahan ini dibagi menjadi dua yaitu perubahn episode dan perubahan terpola.wordpress. Makalah Perubahan Sosial.com/2008/11/25/perubahan-sosial/ [5 September 2009] ———-. kolonialisme dan termasuk juga wabah penyakit.