Perubahan sosial Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan

yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakatyang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikapsikap sosial, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.[1][2] Daftar isi [sembunyikan] 1 Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli 2 Bentuk-bentuk 2.1 Perubahan Evolusi dan Perubahan Revolusi 2.1.1 Perubahan evolusi 2.1.2 Perubahan revolusi 2.2 Perubahan direncanakan dan tidak direncanakan 2.2.1 Perubahan yang direncanakan 2.2.2 Perubahan yang tidak direncanakan dan contoh 2.3 Perubahan berpengaruh besar dan berpengaruh kecil 2.3.1 Perubahan berpengaruh besar 3 Notes Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli[sunting] Definisi dan pengertian tentang perubahan sosial menurut para ahli diantaranya adalah sebagai berikut[3] : Gillin Perubahan sosiawhat tl adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. Emile Durkheim

Perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor ekologis dan demografis, yang mengubah kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi masyarakat modern yang diikat oleh solidaritas organistik. Kingsley Davis Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat[1] Mac Iver Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial (social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan (ekuilibrium) hubungan sosial Rifhi Siddiq Perubahan sosial adalah sebuah peralihan yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan yang bentuk implikasinya dapat diketahui pada struktur sosial dan terjadi dalam tahap penemuan, penyebaran, dan penyesuian kembali. William F. Ogburn Perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial Tidak semua gejala-gejala sosial yang mengakibatkan perubahan dapat dikatakan sebagai perubahan sosial, gejala yang dapat mengakibatkan perubahan sosial memiliki ciri-ciri antara lain:[4] Setiap masyarakat tidak akan berhenti berkembang karena mereka mengalami perubahan baik lambat maupun cepat. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahan pada lembaga-lembaga sosiallainnya. Perubahan sosial yang cepat dapat mengakibatkan terjadinya disorganisasi yang bersifat sementara sebagai proses penyesuaian diri. Perubahan tidak dibatasi oleh bidang kebendaan atau bidang spiritual karena keduanya memiliki hubungan timbal balik yang kuat. Bentuk-bentuk[sunting] Perubahan Evolusi dan Perubahan Revolusi[sunting] Berdasarkan cepat lambatnya, perubahan sosial dibedakan menjadi dua bentuk umum yaitu perubahan yang berlangsung cepat dan perubahan yang berlangsung lambat. Kedua bentuk perubahan tersebut dalam sosiologi dikenal dengan revolusi dan evolusi. [1] Perubahan evolusi[sunting]

Perubahan evolusi adalah perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam proses lambat, dalam waktu yang cukup lama dan tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan.[5] Perubahan-perubahan ini berlangsung mengikuti kondisi perkembangan masyarakat, yaitu sejalan dengan usaha-usaha masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.[1] Dengan kata lain, perubahan sosial terjadi karena dorongan dari usaha-usaha masyarakat guna menyesuaikan diri terhadap kebutuhan-kebutuhan hidupnya dengan perkembangan masyarakat pada waktu tertentu.[1] Contoh, perubahan sosial dari masyarakat berburu menuju ke masyarakat meramu. Menurut Soerjono Soekanto, terdapat tiga teori yang mengupas tentang evolusi, yaitu[6]: Unilinier Theories of Evolution: menyatakan bahwa manusia dan masyarakat mengalami perkembangan sesuai dengan tahap-tahap tertentu, dari yang sederhana menjadi kompleks dan sampai pada tahap yang sempurna. Universal Theory of Evolution: menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahap-tahap tertentu yang tetap. Menurut teori ini, kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi yang tertentu. Multilined Theories of Evolution: menekankan pada penelitian terhadap tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Misalnya, penelitian pada pengaruh perubahan sistem pencaharian dari sistem berburu ke pertanian. Perubahan revolusi[sunting] Perubahan revolusi merupakan perubahan yang berlangsung secara cepat dan tidak ada kehendak atau perencanaan sebelumnya.[7]Secara sosiologis perubahan revolusi diartikan sebagai perubahanperubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga- lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat.[7] Dalam revolusi, perubahan dapat terjadi dengan direncanakan atau tidak direncanakan, dimana sering kali diawali dengan ketegangan atau konflik dalam tubuh masyarakat yang bersangkutan.[7] Revolusi tidak dapat terjadi di setiap situasi dan kondisi masyarakat.[1] Secara sosiologi, suatu revolusi dapat terjadi harus memenuhi beberapa syarat tertentu, antara lain adalah[1]: Ada beberapa keinginan umum mengadakan suatu perubahan. Di dalam masyarakat harus ada perasaan tidak puas terhadap keadaan, dan harus ada suatu keinginan untuk mencapai perbaikan dengan perubahan keadaan tersebut.[1] Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat tersebut.[1] Pemimpin tersebut dapat menampung keinginan-keinginan tersebut, untuk kemudian merumuskan serta menegaskan rasa tidak puas dari masyarakat, untuk dijadikan program dan arah bagi geraknya masyarakat.[1] Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada masyarakat. Artinya adalah bahwa tujuan tersebut bersifat konkret dan dapat dilihat oleh masyarakat. Selain itu, diperlukan juga suatu tujuan yang abstrak. Misalnya perumusan sesuatu ideologitersebut.[1]

maka revolusi dapat gagal. suatu perubahan yang direncanakan selalu di bawah pengendalian dan [[pengawasan agent of change. perubahan yang tidak tai dikehendaki sangat sulit ditebak kapan akan terjadi.[1][8] Pihak-pihak yang menghendaki suatu perubahan dinamakanagent of change.[1] Perubahan yang tidak direncanakan dan contoh[sunting] Perubahan yang tidak direncanakan biasanya berupa perubahan yang tidak dikehendaki dan terjadi di luar jangkauan masyarakat. yaitu suatu saat di mana segala keadaan dan faktor adalah baik sekali untuk memulai dengan gerakan revolusi. Misalnya. perubahan mode pakaian dan mode rambut. dan stratifikasi masyarakat. sistem mata pencaharian.Harus ada momentum untuk revolusi. Kalimantan Barat. Timbulnya banjir dikarenakan pembukaan lahan yang kurang memerhatikan kelestarian lingkungan.[1] Perubahan berpengaruh besar dan berpengaruh kecil[sunting] Apa yang dimaksud dengan perubahan-perubahan tersebut dapat kamu ikuti penjabarannya berikut ini Perubahan berpengaruh besar[sunting] Suatu perubahan dikatakan berpengaruh besar jika perubahan tersebut mengakibatkan terjadinya per. pemerintah mengadakan gerakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN)atau untuk mengurangi pertumbuhan jumlah penduduk pemerintah mengadakan program keluarga berencana (KB).[1] Perubahan direncanakan dan tidak direncanakan[sunting] Perubahan yang direncanakan[sunting] Perubahan yang direncanakan adalah perubahan-perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan. -Contoh. Pada perubahan ini memberi pengaruh secara besar-besaran terhadap jumlah kepadatan penduduk di wilayah industri dan mengakibatkan adanya perubahan mata pencaharian.[1] Oleh karena itu.[1] Oleh karenanya. Apabila momentum (pemilihan waktu yang tepat) yang dipilih keliru. Karena terjadi di luar perkiraan dan jangkauan. banyak perkampungan dan permukiman masyarakat terendam air yang mengharuskan para warganya mencari permukiman baru. untuk mengurangi angka kematian]] anak-anak akibat polio. hubungan kerja.[1] Sebagai akibatnya. Perubahan-perubahan .ubahan pada strukturkemasyarakatan. ==== Perubahan berpengaruh kecil Perubahan-perubahan berpengaruh kecil merupakan perubahanperubahan yang terjadi padastruktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. Sebagaimana tampak pada perubahan masyarakat agraris menjadi industrialisasi. kasus banjir bandang di Sinjai. perubahan berencana dapat juga disebut perubahan dikehendaki. perubahan ini sering membawa masalah-masalah yang memicu kekacauan ataukendala-kendala dalam masyarakat.[1]Misalnya.[1] Secara umum.

interaksi sosial. dan struktur sosial dalam masyarakat. status. Masyarakat. Contoh. Perubahan pada bidang-bidang kehidupan tertentu tidak hanya semata-mata berarti suatu kemajuan. Dengan kata lain. Faktor Pendorong dan Penghambat. Faktor Pendorong dan Penghambat. Sosiologi Advertisement Pengertian Perubahan Sosial. perubahan sosial bisa meliputi perubahan organisasi sosial. Masyarakat. lapisan-lapisan atau kelas-kelas dalam masyarakat. Bentuk. Modernisasi. susunan lembaga kemasyarakatan. Teori. di antara mereka terjadi proses saling memengaruhi yang menyebabkan perubahan sosial. Kemajuan teknologi yang amat pesat telah membawa berbagai macam pengaruh. lembaga. baik dari dalam maupun dari luar. Proses. Pengaruh.sosial bagi kehidupan masyarakat? Dalam bab ini. Modernisasi. perubahan sosial merupakan ketidaksesuaian unsur-unsur yang saling berbeda yang ada di masyarakat sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang fungsinya tidak serasi yang keadaannya lebih buruk dari sebelumnya. Dalam organisasi sosial tersebut terdapat nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berfungsi sebagai aturan-aturan untuk bertingkah laku dan berinteraksi dalam kehidupan masyarakat. Contoh. Anda akan mempelajari proses dan dampak perubahan sosial bagi kehidupan masyarakat. Lambat laun tanpa disadari orang telah mengadopsi nilai-nilai baru tersebut. Akibatnya. Bentuk. Setiap manusia selama hidupnya akan mengalami perubahan. http://id.wikipedia. Dampak. Anda sebagai anggota masyarakat diharapkan lebih siap dalam menghadapi segala perubahan sekaligus menjadi bagian dari perubahan tersebut. Perubahan yang terjadi di masyarakat bisa berupa perubahan nilai-nilai sosial. . Sosiologi . kekuasaan.org/wiki/Perubahan_sosial Pengertian Perubahan Sosial. Masyarakat merupakan kumpulan individu dan kelompok yang membentuk organisasi sosial yang bersifat kompleks.tersebut tidak membawa pengaruh yang besar dalam masyarakat karena tidak mengakibatkan perubahan-perubahan pada lembaga kemasyarakatan homolis. Hal ini berarti perubahan sosial tidak bisa kita hindari. Dampak. Perubahan tersebut merupakan akibat dari adanya interaksi antar manusia dan antarkelompok. norma-norma yang berlaku di masyarakat. Pengaruh. Proses. pola-pola perilaku individu dan organisasi. wewenang. namun dapat pula berarti kemunduran. dan masih banyak lagi. Teori. Dengan kata lain. Pengaruh kemajuan teknologi begitu mudah hadir di tengah-tengah kita. Perubahan yang dimaksud tentunya perubahan yang mengarah kepada kemajuan.

. Ketidakpuasan terhadap situasi yang ada karena ada keinginan untuk situasi yang lain. misalnya produktivitas dan lainlain. dan lain-lain. Adanya pengetahuan tentang perbedaan antara yang ada dan yang seharusnya bisa ada. keharusan menyesuaikan diri. Adanya tekanan dari luar. masalah perubahan sosial telah menjadi topik yang menarik bagi banyak sosiolog modern. terutama dalam hubungannya dengan pembangunan ekonomi yang diusahakan oleh banyak masyarakat negaranegara yang memperoleh kemerdekaan politiknya setelah Perang Dunia II.Gambar 1. A. seperti kompetisi. Perubahan sosial itu didorong oleh rangsangan terhadap kemauan untuk bertindak. Kebutuhan dari dalam untuk mencapai efisiensi dan peningkatan. Kekuatan yang mendorong terjadinya perubahan sosial menurut Margono (dalam Taneko) bersumber pada hal-hal berikut. Jadi. Peta Konsep Perubahan Sosial. Perubahan Sosial Perubahan sosial merupakan suatu wujud dinamika yang menjadi inti jiwa masyarakat.

Ogburn (1964: ). mengartikan bahwa perubahan sosial sebagai perubahan dalam hubungan sosial (perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial. mengemukakan bahwa ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsurunsur kebudayaan material dan immaterial. Adanya pengenalan teknologi. Mac Iver (1937: 272). mengartikan perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima. Pengertian Perubahan Sosial Pengertian perubahan sosial menurut para sosiolog. baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis. Perubahan ini meliputi struktur. yang ditekankan pada pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. mengartikan perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dan majikan yang selanjutnya menyebabkan perubahan-perubahan dalam organisasi ekonomi dan politik. Perubahan sosial dapat dilihat dari segi terganggunya kesinambungan di antara kesatuan sosial walaupun keadaannya relatif kecil. norma. William F. Misalnya. dan semua aspek yang dihasilkan dari interaksi antar manusia. komposisi . organisasi atau komunitas. Gillin dan Gillin (1957: 279). nilai. dari yang bersifat individual sampai yang lebih kompleks. perubahan sosial merupakan suatu perubahan menuju keadaan baru yang berbeda dari keadaan sebelumnya. Dengan kata lain. 2004) Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu perubahan dari gejala-gejala sosial yang ada pada masyarakat.1. migrasi. pengenalan ide baru. dan munculnya nilai-nilai sosial baru untuk melengkapi ataupun menggantikan nilai-nilai sosial yang lama merupakan beberapa contoh perubahan sosial dalam aspek kehidupan. termasuk perubahan dalam hal budaya. 1. fungsi. Kingsley Davis (1960: ).(Sumber: Pengantar Sosiologi. pranata. cara mencari nafkah. kebudayaan material.

Selo Soemardjan (1962: 379). mengubah. termasuk di dalamnya nilai-nilai. Dalam interaksi sosial. dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Perubahan sosial cepat atau lambat senantiasa terjadi dan tidak dapat dihindari oleh siapapun. sugesti. yaitu sebagai berikut. dan simpati. Suatu perubahan bergantung dan ditentukan oleh masyarakat itu sendiri. Wujud Perubahan Sosial Perubahan sosial dapat terjadi dalam segala bidang yang wujudnya dapat dibagi menjadi beberapa bentuk. interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua individu atau lebih yang saling memengaruhi. Perubahan yang Terjadi Secara Lambat dan Perubahan yang Terjadi Secara Cepat . sikap. 1.2. Perubahan dapat berarti suatu perkembangan yang sesuai dengan tujuan atau dapat juga tidak sesuai dengan yang hendak dicapai. atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya. Perubahan juga dapat terjadi karena adanya dorongan dari luar sehingga masyarakat secara sadar ataupun tidak akan mengikuti perubahan. Oleh karena itu. dan sosial disebut perubahan sosial. Perubahan yang menyangkut kehidupan manusia atau terkait dengan lingkungan fisik. terdapat beberapa faktor yang memengaruhi seperti imitasi. Perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat terjadi karena masyarakat tersebut menginginkan perubahan. baik antar warga masyarakat setempat maupun dengan warga masyarakat lain yang saling mempengaruhi. Hal itu mengakibatkan terjadinya interaksi sosial antar individu. orang perlu mengetahui mengapa perubahan dapat terjadi dan mengapa masyarakat perlu menanggapi atau menyesuaikan dengan perubahan. yang mempengaruhi sistem sosialnya. alam. Tanggapan anggota masyarakat tersebut terutama dalam menanggapi tradisi yang berlaku. identifikasi. dan ideologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. merumuskan perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat. Keempat faktor tersebut membuat individu memilih untuk melakukan interaksi sosial yang hasilnya adalah menanggapi setiap gerak kehidupan dalam masyarakat. a. Beberapa bentuk perubahan sosial menurut Soekanto.penduduk. Menurut Bonner. Perubahan yang paling awal dapat muncul adalah adanya kebutuhan setiap individu sebagai anggota masyarakat dalam menanggapi lingkungannya.

b. Contohnya. . perubahan itu dinamakan revolusi. VCD p**n*. minuman keras. Perubahan yang Pengaruhnya Kecil dan Perubahan yang Pengaruhnya Besar Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan yang mempengaruhi unsur-unsur kehidupan masyarakat. bergantung pada orang yang bersangkutan. penerapan program Keluarga Berencana untuk membentuk keluarga kecil yang sejahtera dan menurunkan angka pertumbuhan penduduk. c. Perkembangan perubahan ini termasuk dalam evolusi. Contoh lain Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang mengubah tatanan kenegaraan dan sistem pemerintahan NKRI. dan keinginan penduduk desa untuk memiliki barang-barang mewah. Adapun penentuan kapan perubahan tersebut terjadi. Perubahan yang pengaruhnya besar adalah perubahan yang dapat memengaruhi lembaga-lembaga yang ada pada masyarakat. tingkat kesejahteraan penduduk desa akan meningkat. perubahan ini dianggap tidak memiliki arti yang penting dalam struktur sosial. perubahan sistem pemerintahan yang mempengaruhi tatanan kenegaraan suatu bangsa. Meskipun begitu lancarnya hubungan desa dengan kota menyebabkan mudahnya penduduk desa melakukan urbanisasi dan masuknya budaya kota terutama yang bersifat negatif. perubahan mode pakaian yang tidak melanggar nilai sosial. Perubahan yang Dikehendaki dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki Perubahan yang dikehendaki merupakan perubahan yang memang telah direncanakan sebelumnya terutama oleh pihak yang memiliki wewenang untuk mengeluarkan kebijaksanaan. Misalnya. Misalnya adanya pembuatan jalan baru yang melalui suatu desa maka sumber alam desa akan mudah dipasarkan ke kota. Revolusi tersebut menyebabkan perubahan besar-besaran dalam proses produksi barang-barang industri. Perubahan sosial yang terjadi secara cepat mengubah dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat. Perubahan yang tidak dikehendaki umumnya beriringan dengan perubahan yang dikehendaki. Revolusi Industri di Eropa.Perubahan terjadi secara lambat akan mengalami rentetan perubahan yang saling berhubungan dalam jangka waktu yang cukup lama. Akan tetapi. Perubahan secara evolusi dapat diamati berdasarkan batas waktu yang telah lampau sebagai patokan atau tahap awal sampai masa sekarang yang sedang berjalan. Misalnya. Contohnya. Dengan demikian. seperti mode yang dipaksakan.

perubahan sosial juga dapat menyebabkan kehidupan masyarakat mengalami kemunduran. akan sampai pada kemacetan pembangunan (stagnasi). Jika perubahan sosial dapat bergerak ke arah suatu kemajuan. tetapi perubahan tersebut tidak meningkatkan atau menurunkan kualitas hidup mereka. Corak struktur sosial masyarakat menentukan proses penerimaan unsur kebudayaan baru.Perubahan sosial dapat diartikan sebagai perubahan masyarakat atau perubahan ke arah kemajuan atau kemunduran suatu masyarakat. Dengan demikian. terjadi proses pelapukan kebudayaan atau peradaban masyarakat menjadi menurun. Perubahan dalam arti kemajuan (progress) atau menguntungkan. Keadaan sosial yang baru dengan masuknya teknologi atau peraturan baru tidak mempunyai kualitas inovasi tinggi apabila masyarakat menganggapnya hanya mengganti keadaan yang lama. Perubahan sosial ke arah kemajuan merupakan perubahan yang diinginkan oleh setiap masyarakat. Jika dibiarkan tanpa adanya campur tangan pemerintah. bergantung pada keadaan masyarakat yang mengalami perubahan itu sendiri. . Akibatnya. Kadang-kadang perubahan sosial tidak diinginkan oleh kelompok masyarakat tertentu karena perubahan tersebut dianggap dapat mengganggu kehidupan mereka yang telah mapan. Sebaliknya. Contohnya. perubahan yang terjadi di masyarakat dapat juga seperti jalan di tempat. ada beberapa faktor yang cukup berperan dan berpengaruh terhadap diterima atau tidaknya suatu perubahan oleh masyarakat. Akibatnya. Jika muncul inovasi baru dengan kualitas tinggi. masyarakat tersebut mengadakan kebiasaan yang berhubungan dengan kebudayaan lain. maju mundurnya suatu masyarakat bergantung pada masyarakat itu sendiri dalam menanggapi setiap gejala perubahan yang ada di lingkungannya. Misalnya keadaan masyarakat berubah. Oleh karena itu. Adanya sikap terbuka dari masyarakat terhadap hal-hal yang baru. antara lain sebagai berikut. akan terjadi proses perubahan yang sangat cepat pada masyarakat. Perubahan dalam arti kemunduran (regress) yaitu yang membawa pengaruh kurang menguntungkan bagi masyarakat. Hal itu disebut perubahan sirkuler (berputar-putar tanpa menimbulkan pengaruh). masyarakat akan berkembang. Suatu unsur baru dapat diterima oleh suatu masyarakat apabila unsur baru tersebut tidak bertentangan dengan ajaran agama yang dianut. Struktur sosial yang tertutup akan sulit menerima kebudayaan baru. Sebaliknya. Perubahan sosial dapat pula mengakibatkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan terhadap nilai yang ada dalam masyarakat. proses perubahan ke arah kemajuan menjadi lambat. Perubahan sosial terbagi atas dua wujud sebagai berikut. Kemunduran atau kemajuan suatu masyarakat disebabkan oleh perubahan sosial.

biologis. Adapun Tonnies memandang bahwa masyarakat . ekonomis. Adapun Darwin berpendapat survival of the fittest. a. Tokoh yang berpengaruh pada teori ini ialah Emile Durkheim dan Ferdinand Tonnies.3. sedangkan orang-orang yang malas dan lemah akan tersisih. baik yang bersifat materiil maupun immaterial. Perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan unsur-unsur dalam kehidupan masyarakat. (Sumber: Sosiologi Jilid 2. Durkheim berpendapat bahwa perubahan karena evolusi mempengaruhi cara pengorganisasian masyarakat. sebagai cara untuk menjaga keseimbangan masyarakat dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang dinamis. atau kebudayaan. Darwin berpandangan bahwa orang-orang yang cakap dan bergairah (energetik) akan memenangkan perjuangan hidup. Misalnya. Para sosiolog berpendapat bahwa perubahan sosial adalah kondisi-kondisi sosial primer yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial.Unsur kebudayaan baru akan dapat diterima oleh suatu masyarakat apabila telah ada dasar unsurunsur kebudayaan sebelumnya. teknologis. 1. geografis. Kondisi ini menyebabkan terjadinya perubahanperubahan pada aspek kehidupan sosial lainnya. Unsur baru dapat diterima oleh warga masyarakat apabila telah terbukti kegunaannya. Teori Evolusi (Evolutionary Theory) Teori ini berpijak pada teori evolusi Darwin dan dipengaruhi oleh pemikiran Herbert Spencer. unsur-unsur geografis. terutama yang berhubungan dengan kerja. Teori Perubahan Sosial Spencer menerapkan konsep “yang kuat yang akan menang”. Kondisi yang dimaksud antara lain kondisi-kondisi ekonomis. Pandangan ini kemudian dikenal sebagai “Darwinisme sosial” dan banyak dianut oleh golongan kaya. 1984) Perubahan sosial merupakan suatu hal yang wajar dan akan terus berlangsung sepanjang manusia berinteraksi dan bersosialisasi. ataupun biologis. Beberapa teori yang menjelaskan sebab-sebab terjadi perubahan sosial antara lain sebagai berikut.

sementara unsur lainnya tidak. Gejala itu tampak jelas pada masyarakat perkotaan. Teori Konflik (Conflict Theory) Menurut teori ini. Ketertinggalan tersebut menjadikan kesenjangan sosial dan budaya di antara unsur-unsur yang berubah sangat cepat dan unsur yang berubah lambat. menjadi tipe masyarakat besar yang memiliki hubungan yang terspesialisasi dan impersonal. dan lemahnya ikatan sosial sebagai akibat langsung dari perubahan sosial budaya ke arah individualisasi dan pencarian kekuasaan. Teori ini berhasil menjelaskan perubahan sosial yang tingkatnya moderat. . individu menjadi terasing. Tonnies tidak yakin bahwa perubahan-perubahan tersebut selalu membawa kemajuan. Ralf Dahrendorf berpendapat bahwa semua perubahan sosial merupakan hasil dari konflik kelas di masyarakat. konflik berasal dari pertentangan kelas antara kelompok tertindas dan kelompok penguasa sehingga akan mengarah pada perubahan sosial. Teori ini hanya menjelaskan proses perubahan terjadi. Menurut pandangannya. Kesenjangan ini akan menyebabkan adanya kejutan sosial dan budaya pada masyarakat. Teori ini berpedoman pada pemikiran Karl Marx yang menyebutkan bahwa konflik kelas sosial merupakan sumber yang paling penting dan berpengaruh dalam semua perubahan sosial. Menurutnya. Teori Fungsional (Functional Theory) Teori fungsional berusaha melacak penyebab perubahan sosial sampai pada ketidakpuasan masyarakat akan kondisi sosialnya yang secara pribadi memengaruhi mereka. b. c. la yakin bahwa konflik atau pertentangan selalu menjadi bagian dari masyarakat. Ogburn berusaha menjelaskan perubahan sosial dalam kerangka fungsional.berubah dari masyarakat sederhana yang mempunyai hubungan yang erat dan kooperatif. prinsip dasar teori konflik (konflik sosial dan perubahan sosial) selalu melekat dalam struktur masyarakat. Teori ini masih belum memuaskan banyak pihak karena tidak mampu menjelaskan jawaban terhadap pertanyaan mengapa masyarakat berubah. Dia melihat adanya fragmentasi sosial (perpecahan dalam masyarakat). beberapa unsurnya bisa saja berubah dengan sangat cepat. Konsep kejutan budaya menurut William F. meskipun unsur-unsur masyarakat saling berhubungan satu sama lain.

nilai-nilai yang mengatur masyarakat sehari-hari. ketika alat-alat kontrasepsi pertama kali diluncurkan untuk mengendalikan jumlah penduduk dalam program keluarga berencana (KB). Tidak ada yang dapat menghentikan proses tersebut. d. dia berpendapat bahwa perubahan teknologi seringkali menghasilkan kejutan budaya yang pada gilirannya akan memunculkan polapola perilaku yang baru meskipun terjadi konflik dengan nilai-nilai tradisional. dewasa. terdapat siklus yang harus diikutinya. Teori Siklus (Cyclical Theory) Teori ini mempunyai perspektif (sudut pandang) yang menarik dalam melihat perubahan sosial karena beranggapan bahwa perubahan sosial tidak dapat dikendalikan sepenuhnya oleh siapapun. Ia merasa bahwa masyarakat Barat telah mencapai masa kejayaannya pada masa dewasa. Kebangkitan dan kemunduran suatu peradaban (budaya) tidak dapat dielakkan dan tidak selamanya perubahan sosial membawa kebaikan.Ogburn menyebutkan perubahan teknologi biasanya lebih cepat daripada perubahan budaya non material. Yunani. yaitu selama zaman pencerahan (renaissance) abad ke-15. seperti kepercayaan. Teori-teori yang berkaitan dengan arah perubahan sosial telah diringkas Moore dalam bentuk diagram-diagram sederhana. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Sosial Perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat bersumber dari dalam masyarakat itu sendiri dan dapat pula dari luar. Meskipun demikian.4. yaitu masa kanak-kanak. bahkan orang-orang yang ahli sekalipun. dan Romawi yang terus mengalami kemunduran sampai akhirnya runtuh. remaja. norma. Contohnya. 1. peradaban Barat mulai mengalami kemunduran dan menuju ke masa tua. Meskipun demikian. yaitu sebagai berikut. banyak pihak menentang program tersebut karena bertentangan dengan nilai-nilai agama serta norma yang berlaku di masyarakat pada waktu itu. Dalam setiap masyarakat. Oleh karena itu. seperti yang terjadi pada peradaban Babilonia di Mesir. lambat laun masyarakat mulai menerima program KB tersebut karena dapat bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali. Oswald Spengler mengemukakan teorinya bahwa setiap masyarakat berkembang melalui empat tahap perkembangan seperti pertumbuban manusia. Sejak saat itu. perubahan sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor yang . dan tua.

. yang meliputi peningkatan industri kecil dan industri rumah tangga. Masuknya listrik ke pedesaan membawa perubahan besar dalam tata kehidupan penduduk. masuknya listrik ke pedesaan mempengaruhi perkembangan industri.berasal dari luar. dan peternakan. masyarakatlah yang menerima dan melaksanakan perubahan tersebut. perubahan sosial dapat terjadi karena adanya faktor yang saling memengaruhi. perkebunan. Dengan demikian. Misalnya. atau lapangan kerja. Kerajinan dan industri kecil akan bertambah maju karena produksi dapat dilakukan pada malam hari. Perubahan Kependudukan Jumlah penduduk yang terus meningkat akan menambah kebutuhan terhadap beberapa fasilitas yang mendukung kehidupan mereka. kepuasan menikmati hiburan dan informasi mengenai peristiwa terkini dari seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu. Adanya listrik masuk desa secara tidak langsung dapat juga berdampak negatif dan dapat membawa perubahan-perubahan yang justru dapat merugikan masyarakat desa itu sendiri. Masuknya televisi ke desa mengakibatkan orang di pedesaan dapat dengan mudah mendapatkan informasi dan hiburan secara visual. fasilitas pendidikan. hak atas warisan akan semakin berkurang karena terbagi berdasarkan jumlah anak. Contohnya. Oleh karena itu. Masyarakat secara sadar mengetahui perubahan yang terjadi dalam kehidupannya. Desa tidak mampu menyediakan lapangan kerja baru dan sumber daya alam pedesaan yang terbatas membuat desa tidak mampu menampung tenaga kerja. Jika jumlah anak dalam sebuah keluarga cukup besar. antara lain sebagai berikut. banyak penduduk desa yang mengadu nasib ke kota untuk bekerja. tetapi masyarakatlah yang akan melaksanakan perubahan. Penduduk yang terus bertambah memerlukan lapangan-lapangan kerja baru sedangkan lapangan kerja utama yang ada di desa hanya berkisar pada bidang pertanian. a. pemilikan tanah di pedesaan akan semakin berkurang. Beberapa faktor perubahan yang bersumber dari masyarakat itu sendiri dan dari luar masyarakat atau dari masyarakat lain. Misalnya. kesehatan. tayangan iklan komersial di televisi yang akan memengaruhi pola konsumtif dan meningkatkan daya beli penduduk desa. Dengan kata lain. baik dari masyarakat sendiri maupun dari masyarakat lain.

tetapi juga dipasarkan ke berbagai tempat atas permintaan masyarakat.b. alat cetak tersebut sifatnya kaku karena huruf yang ada pada mesin cetak tidak dapat diubah-ubah. Hal tersebut bertujuan . Akan tetapi. penemuan tersebut dinamakan invention. 1990) Jika orang mengamati perkembangan penemuan baru. surat kabar. orang berusaha menemukan alat pencetak yang hurufnya dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan agar pencetakan dapat dengan mudah diperbanyak. Mobil dapat diterima sampai sekarang maka mobil menjadi suatu “Invention”. S. proses ini dinamakan invention. satu lempengan untuk satu halaman. terutama dalam hal penggandaan buku-buku ilmu pengetahuan. Hal tersebut disebut dengan discovery. Di samping inovasi terdapat pula discovery yang artinya penemuan dari unsur-unsur kebudayaan yang baru. Ditemukannya mesin cetak membawa perubahan bagi masyarakat. Marcus (1875) membuat motor gas yang pertama. tampak ada faktor-faktor pendorong yang mempengaruhi masyarakat atau individu untuk lebih menyempurnakannya. Jika hasil penyempurnaan atau pengembangan penemuan tersebut (discovery) diakui manfaatnya oleh masyarakat. Bentuk mobil semacam itu yang mendapat paten di Amerika Serikat tahun 1911. Seorang Austria. Dengan demikian. Jika masyarakat telah mengetahui manfaat dari penemuan alat cetak tersebut. Penemuan-Penemuan Baru Penemuan baru merupakan proses sosial dan kebudayaan yang terjadi dalam jangka waktu relatif cepat yang sering disebut inovasi atau innovation. dan lain-lain lebih mudah. (Sumber: Sosiologi Suatu Pengantar. Penemuan tersebut kemudian memiliki daya guna dan manfaat bagi masyarakat sehingga tata kehidupan masyarakat mengalami perubahan. Discovery merupakan pengembangan dari penemuan yang sudah ada kemudian disempurnakan. baik berupa alat baru maupun berupa ide baru atau suatu rangkaian ciptaan-ciptaan dari warga masyarakat. Tiga puluh tahun kemudian banyak pencipta lain yang menambah perbaikan pada motor tersebut sehingga terciptalah mobil yang dapat dipakai sebagai alat pengangkut oleh manusia dengan cukup praktis dan aman. Penemuan tersebut dinamakan inovasi. Hal tersebut menyebabkan masyarakat mengetahui akan kebenaran-kebenaran ilmiah dan mengetahui hal-hal yang sebelumnya tidak dikenal. Penemuan yang sudah ada tersebut dapat juga dikombinasikan dengan berbagai alat bantu agar pencetakan-pencetakan berbagai buku. Alat percetakan ini tidak hanya digunakan oleh penemunya.

Contohnya. gempa bumi terjadi di berbagai wilayah Indonesia. antarkelompok. Gempa bumi tersebut menyebabkan masyarakat kehilangan banyak harta benda dan keluarga. Pertentangan dapat terjadi antara kelompok tua yang konservatif dan kelompok muda yang dinamis. seorang yang membawa nilainilai baru mengenai penundaan usia perkawinan. e. radio. d. Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi dalam Masyarakat Pemberontakan yang terjadi di masyarakat dapat di ketahui melalui pemberitaan di media massa. Pertentangan juga terjadi antarindividu.agar penemuan tersebut menjadi lebih berguna dan bermanfaat dan diharapkan dapat berpengaruh terhadap bidang-bidang kehidupan yang lain. Keadaan tersebut memaksa masyarakat membentuk kehidupan . c. perkawinan dilakukan setelah mencapai hal-hal tertentu tanpa memandang usia. Tentu saja gagasan tersebut ditentang karena tidak sesuai dengan kebiasaan masyarakat. Misalnya. Perubahan yang Diakibatkan oleh Lingkungan Fisik Gejala yang terjadi di lingkungan alam dapat menyebabkan perubahan sosial. Usaha agar masyarakat dapat menerima pemikiran tersebut memerlukan waktu yang lama. Gagasan tersebut diutarakan pada masyarakat tradisional yang menjunjung tinggi pelaksanaan perkawinan di usia muda. dan televisi akan membawa perubahan-perubahan politik di negara bersangkutan. Pertentangan (Konflik) Pertentangan dalam masyarakat dapat menimbulkan perubahan sosial. Pertentangan ini sering terjadi pada masyarakat yang sedang berkembang menuju masyarakat modern yang lebih kompleks dan masyarakat tradisional. serta antara individu dan kelompok. Jika tingkat pendidikan di masyarakat tinggi. seperti surat kabar. Misalnya. pemberontakan yang terjadi di Sri langka yang dilakukan oleh Suku Tamil atau pemberontakan di India yang dilakukan di daerah Kashmir. Contoh lainnya adalah pernyataan kemerdekaan secara sepihak oleh masyarakat Chechnya yang mengakibatkan pemerintah Rusia berusaha menumpas pemberontak an tersebut. Kesadaran akan penundaan perkawinan umumnya bergantung pada tingkat pendidikan di masyarakat.

Contohnya. radio. dapat berasal dari film. antara lain sebagai berikut. atau bencana kelaparan. Akan tetapi. Faktor-Faktor Pendorong Terjadinya Proses Perubahan Sosial Adapun faktor-faktor pendorong terjadinya proses perubahan sosial. kehilangan anggota keluarga. Perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat seperti perubahan mata pencaharian. dan media massa lainnya.5. contohnya dalam hal pendidikan. hancurnya harta benda. Kontak dengan Masyarakat Lain . meski tidak menutup mata apabila ada beberapa orang yang lebih memilih untuk tetap berideologi Barat. 1. ada pula pengaruh luar yang positif. Negara yang kalah perang akan tunduk dengan menerima ideologi dan kebudayaan dari pihak yang memenangkan peperangan. atau perubahan kekayaan. perubahan keluarga. a. Mereka yang menerima beasiswa belajar di luar negeri membawa pulang teori dan pandangan barat ke tanah air sehingga ilmu yang mereka dapat digunakan dan disesuaikan dengan budaya Indonesia. televisi. Pengaruh Kebudayaan Masyarakat Lain Pengaruh kebudayaan dari masyarakat lain terutama kebudayaan Barat.kembali melalui lembaga atau organisasi sosial yang baru karena kehidupan lama telah rusak atau hilang. Kadang-kadang media tersebut memberikan pengaruh negatif yang tidak sesuai dengan gaya hidup masyarakat Indonesia. g. f. surat kabar. Peperangan Peperangan yang terjadi antara satu negara dan negara lain menyebabkan terjadinya perubahan karena kehancuran akibat perang.

Hal tersebut berakibat terjadinya penyebaran atau difusi suatu gagasan atau teknologi. adanya proyek percontohan di masyarakat petani dengan menerapkan sistem diversifikasi tanaman. Sistem Pendidikan yang Maju Kemajuan suatu bangsa atau masyarakat dapat dilihat dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. 1990) c. harga dapat dipertahankan sehingga memberi keuntungan bagi petani. b. Difusi adalah proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan secara meluas sehingga melewati batas tempat kebudayaan itu timbul. Difusi dalam Masyarakat Proses penyebaran suatu gagasan atau hasil dari proses (produksi) dari dalam masyarakat itu sendiri. Adanya sistem rotasi tanaman dengan beragam tanaman pada setiap musim berpengaruh terhadap kondisi kesuburan tanah dan hasil yang dicapai dapat melebihi hasil sebelumnya. teknologi. Misalnya. dari masyarakat satu ke masyarakat lain yang dilakukan secara perorangan ataupun kelompok.Adanya interaksi dengan masyarakat di luar masyarakatnya sendiri akan menimbulkan komunikasi yang saling mempengaruhi. atau manfaat dari suatu lembaga masyarakat seperti KUD. d. Penyebaran unsur-unsur kebudayaan merupakan difusi dari penemuan baru atau dapat juga dalam bentuk penyebaran informasi. Dengan adanya diversifikasi tanaman. (Sumber: Sosiologi Suatu Pengantar. Difusi Antar Masyarakat Penyebaran unsur-unsur baru di masyarakat dapat berasal dari pengaruh masyarakat yang lain. Difusi antar masyarakat dapat terjadi apabila proyek diversifikasi tanaman ini dicontoh oleh petani-petani dari daerah lain. Perkembangan zaman akan membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas yang tidak lain . kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat yang bersangkutan.

Sikap Masyarakat atau seorang in dividu yang memiliki keinginan untuk maju akan menghargai karya yang dihasilkan oleh masyarakat atau orang lain. g. namun tidak keluar dari persoalan yang dapat mengarah pada aspek-aspek negatif. Pendidikan dapat menyejajarkan masyarakat yang sedang berkembang dengan masyarakat yang maju.dipenuhi melalui bidang pendidikan. Salah satu heterogenitasnya adalah dalam bahasa. melalui pola pikir yang maju dan terpelajar. namun pihak lain menilai sebaliknya. Satu pihak menilainya sebagai bahasa halus dan sopan. Pendidikan membuat seorang individu mengetahui banyak hal dan mengetahui perkembangan-perkembangan yang terjadi pada kehidupan masyarakat lain. terutama norma yang tidak tertulis. pemerintah memberikan penghargaan Kalpataru terhadap orang yang berjasa dalam bidang lingkungan hidup. Misalnya. Toleransi Masyarakat tidak kaku dalam menghadapi norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat itu sendiri. Berkembangnya pendidikan akan mendorong terjadi perubahan sosial. f. Adanya penelitian dan penemuan unsur-unsur baru merupakan sikap kepedulian terhadap masyarakat dan sebagai usaha mempersiapkan dan mengisi pembangunan nasional. Jika sikap tersebut telah tertanam dengan baik. Sikap tidak mempersoalkan perilaku tersebut merupakan bagian dari sikap toleransi terhadap orang lain. Apabila terjadi suatu perilaku yang berbeda dalam suatu masyarakat. di perkotaan secara umum dihuni oleh warga yang sangat heterogen. Pengabdian. Contohnya. Di sinilah sangat dibutuhkan sikap toleransi. seperti konflik sosial. e. setiap pengajar di perguruan tinggi wajib melakukan penelitian sebagai perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi (Penelitian. dan Pengajaran). LIPI menyelenggarakan lomba karya ilmiah remaja sebagai awal dari usaha penemuan baru di kalangan remaja. akan mendorong munculnya penemuan-penemuan baru atau berusaha untuk membuat karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Terkadang bahasa yang digunakan antara anggota masyarakat memiliki nilai yang berbeda. Sistem Stratifikasi Sosial Terbuka .

Jika di antara mereka ada yang merasa lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain.Masyarakat yang memiliki stratifikasi (lapisan) sosial terbuka memungkinkan terjadinya mobilitas (perpindahan) sosial antar lapisan. hal ini mudah memicu konflik yang dapat mengakibatkan munculnya masalah sosial atau kegoncangan masyarakat. j. Masa lalu dapat menjadi pengalaman untuk memperbaiki masa sekarang sehingga hasilnya dapat dipetik dan dinikmati di kemudian hari. dan budaya merupakan masyarakat heterogen atau disebut juga masyarakat majemuk. Orientasi ke Masa Depan Masa depan merupakan tumpuan harapan. Nilai yang Menyatakan bahwa Manusia Harus Berusaha Memperbaiki Nasibnya . ras. i. Penduduk yang Heterogen Penduduk Indonesia yang terdiri atas berbagai suku bangsa. h. k. Ketidakpuasan terhadap Kondisi Kehidupan Masyarakat yang tidak puas dengan keadaan sosial. Keadaan yang demikian berakibat terjadinya perubahan-perubahan dalam masyarakat terutama dalam rangka mencapai suatu integrasi yang dapat diterima oleh berbagai pihak. maka masyarakat menginginkan ada perubahan agar lepas dari penderitaan yang lama. agama. masa sekarang merupakan masa berusaha. akibat adanya tekanan dari pihak lain atau kekecewaan. Seseorang yang berada pada lapisan yang paling bawah dapat berpindah ke lapisan yang lebih atas apabila yang bersangkutan berusaha dan bekerja keras untuk mencapainya.

kecewa. Disorganisasi Keluarga Kehidupan keluarga yang sering terjadi percekcokan atau konflik di antara anggotanya menyebabkan berkurangnya keharmonisan dan keutuhan rumah tangga sehingga anak menjadi korban dan mencari pelarian di luar kehidupan keluarga. atau barang yang diterimanya. 2005) : Perubahan sosial hanya dapat diketahui oleh . tetapi besar kecilnya hasil bergantung pada kemampuan manusia itu sendiri. Setiap perubahan yang diinginkan dapat dicapai dengan usaha. tetapi hasil usaha yang dicapai manusia itu sendiri.. l. Disorganisasi atau perpecahan dalam sebuah keluarga merupakan jalan ke arah perubahan karena di antara satu sama lain sudah tidak ada lagi kecocokan. Keadaan tersebut merupakan perubahan hasil adaptasi terhadap lingkungan dan barang baru yang dimilikinya. sosiolog yang menekuni bidangnya .. Contohnya. Sikap Mudah Menerima Hal-Hal yang Baru Penemuan baru merupakan langkah menuju perubahan karena yang bersangkutan harus menyesuaikan diri dengan situasi. Beberapa anak yang memiliki perilaku menyimpang berawal dari rasa kesal. atau tidak puas tinggal di rumah yang kemudian melampiaskannya dalam pergaulan yang negatif.. menyebabkan yang bersangkutan harus selalu mengikuti perubahan mode dalam masyarakat.Hidup ini tidak semata-mata ditentukan oleh yang Mahakuasa. m. seorang individu yang selalu mengikuti perkembangan dunia mode atau fashion. manusia harus berusaha untuk mencapainya. a. Agar manusia dapat mengubah nasibnya. seseorang yang bercita-cita besar b. kondisi. Contoh Soal (UN SMA IPS.

6. Jadi perubahan sosial haya dapat diketahui oleh seseorang yang bercita-cita maju. Adapun faktor penghambat atau yang menghalangi terjadinya perubahan sosial antara lain sebagai berikut. 1. masyarakat tidak mengalami kemajuan. terutama ditunjang oleh keinginan untuk berubah. a. Perkembangan Ilmu Pengetahuan yang Terlambat Latar belakang pendidikan masyarakat yang rendah menyebabkan sempitnya pola pikir seorang individu. cendekiawan yang peduli lingkungan d. Faktor-Faktor yang Menghambat Terjadinya Perubahan Sosial Dorongan terjadinya perubahan sosial senantiasa terdapat di dalam setiap kehidupan. Perkembangan ilmu pengetahuan yang . b. seseorang yang memiliki kemampuan e. seseorang yang sampai mengadakan penelitian Jawaban: a Perubahan biasanya dipelopori oleh para generasi muda yang memiliki pembaru. Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat yang Lain Akibat kurangnya hubungan dengan masyarakat luar sehingga informasi yang dapat menunjang pembangunan pada masyarakat tidak dapat diterima dengan baik. Akibatnya.c.

setiap perubahan yang masuk akan ditolaknya dengan berbagai alasan. e. Kebiasaan-kebiasaan yang turun-temurun merupakan suatu hal yang sulit diubah pada masyarakat. Kepentingan-Kepentingan yang Tertanam Kuat Sekali atau Vested Interests Setiap masyarakat memiliki stratifikasi sosial masing-masing yang bergantung pada kedudukan seorang individu yang memiliki peranan dan pengaruh dalam masyarakat. Masyarakat yang memegang teguh adat istiadat lama umumnya hidup dan bertahan pada masyarakat tradisional. Rasa Takut akan Terjadinya Disintegrasi . Tradisi yang berlaku sebagai warisan masa lampau tidak dapat diubah dan harus terus dilestarikan. f. Agar kedudukannya tetap bertahan. c. Orang yang berpengaruh akan memiliki kedudukan tinggi.terlambat disebabkan oleh masyarakat itu sendiri karena merasa cukup dengan pengetahuan yang dimilikinya. Adat atau Kebiasaan Adat atau keyakinan masyarakat terhadap norma-norma yang berlaku turun-temurun merupakan pegangan hidup yang harus tetap berlaku dan dijalankan. Masyarakat sendiri tidak mau mengubahnya karena takut terjadi bencana atau berkurangnya keberuntungan yang ada dalam kehidupan mereka. Sikap Masyarakat yang Tradisional Sikap masyarakat ini lebih memihak masa lampau karena masa tersebut merupakan masa yang penuh kemudahan menurut beberapa kelompok. terutama beberapa kelompok yang konservatif dan ingin tetap bertahan dalam kepemimpinan masyarakat. masyarakat tidak siap menerima perubahan. Hal ini dapat menghambat perubahan. d.

Perubahan yang terjadi dalam kehidupan dianggap mengganggu tatanan sosial yang telah berjalan. Namun. i. Hakikat Hidup Ada masyarakat yang memiliki keyakinan bahwa baik buruknya kehidupan ini ada yang mengatur. Akan tetapi. Hal tersebut disebabkan masuknya unsur perubahan dari luar yang dapat menggoyahkan pola-pola kehidupan dan pada akhirnya masyarakat tidak lagi mempercayai pemimpin mereka bahkan akan meninggalkan tradisi yang telah lama dianut. g. Misalnya. apabila hambatan lebih kuat daripada dorongan. Masyarakat yang demikian umumnya masyarakat yang pernah dijajah oleh bangsa lain sehingga setiap unsur-unsur yang berbau negara penjajah akan ditolak dan dianggap tidak sesuai dengan kepribadian masyarakat pada sebuah bangsa. h. perencana proyek pembangunan tidak percaya akan hal tersebut sehingga perencana akan ditolak keberadaannya oleh masyarakat. perubahan akan terhambat atau tidak terjadi. bergantung besar kecilnya kekuatan dalam menanggapi perubahan tersebut. Sikap yang Tertutup Unsur-unsur perubahan yang datangnya dari luar dianggap berbahaya. Dorongan terjadinya perubahan dan penghambat perubahan senantiasa ada di setiap masyarakat. . Hambatan yang Bersifat Ideologis Setiap unsur perubahan yang berhubungan dengan kepercayaan atau keyakinan masyarakat akan ditolak karena dianggap berlawanan dengan ideologi mereka. masyarakat percaya bahwa pembangunan sebuah jembatan harus diadakan selamatan terlebih dahulu. Apabila dorongan lebih kuat daripada hambatan perubahan sosial akan terjadi.

Hal ini disebabkan struktur lembaga-lembaga kemasyarakatan sifatnya saling terjalin. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahanperubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya. Perubahan-perubahan sosial yang cepat biasanya mengakibatkan disorganisasi yang bersifat sementara karena berada di dalam proses penyesuaian diri. dan reorganisasi adalah sebagai berikut.Hakikat dan sifat manusia menurut kerangka analisis Kluckhon dan Strodtbeck (1961). Berdasarkan beberapa hal tersebut. . Disorganisasi akan diikuti oleh suatu reorganisasi yang mencakup pemantapan kaidah-kaidah dan nilai-nilai lain yang baru. Dewasa ini proses-proses perubahan sosial dapat diketahui dengan adanya ciri-ciri tertentu. disorganisasi. Tidak ada masyarakat yang berhenti berkembang karena setiap masyarakat akan mengalami perubahan. saluran-saluran perubahan. baik yang terjadi secara lambat maupun secara cepat. Proses Perubahan Sosial Perubahan sosial merupakan suatu proses yang selalu terjadi dalam setiap kehidupan. apabila suatu negara mengubah undang-undang atau bentuk pemerintahannya. Hidup itu buruk tetapi harus diperbaiki. Lembaga-lembaga sosial tadi sifatnya interdependen sehingga sulit sekali untuk mengisolasi perubahan pada lembaga-lembaga sosial tertentu saja. bahwa hidup itu buruk dan hidup itu baik. 2001) B. antara lain sebagai berikut. (Sumber: Pengantar Sosiologi. Perubahan-perubahan tidak dapat dibatasi pada bidang kebendaan atau bidang spiritual saja karena kedua bidang tersebut mempunyai kaitan dan timbal balik yang sangat kuat. proses-proses perubahan sosial yang menyangkut penyesuaian masyarakat terhadap perubahan. Suatu proses perubahan sosial dalam bidang kehidupan tertentu tidak mungkin berhenti pada satu titik karena perubahan di bidang lain akan segera mengikutinya. perubahan yang kemudian terjadi tidak hanya terbatas pada lembaga-lembaga politik. Proses awal dan proses-proses selanjutnya merupakan suatu mata rantai. Misalnya.

Misalnya. Dalam keadaan demikian. cenderung bergeser. keadaan tersebut dinamakan penyesuaian (adjustment). Kesatuan-kesatuan kekeluargaan besar atas dasar ikatan atau kesatuan wilayah tempat tinggal terpecah menjadi kesatuan-kesatuan kecil. dalam tradisi di Minangkabau. Norma-norma dan nilai-nilai sosial tidak akan terpengaruh olehnya dan dapat berfungsi secara wajar.1. tetapi sifatnya dangkal dan terbatas pada bentuk luarnya. masyarakat dapat menolaknya atau mengubah susunan lembaga-lembaga kemasyarakatannya dengan maksud menerima unsur yang baru. Penyesuaian Masyarakat terhadap Perubahan Keserasian atau harmoni dalam masyarakat (social equilibrium) merupakan keadaan yang diinginkan setiap masyarakat. Pendidikan anak-anak yang sebelumnya dilakukan oleh keluarga ibu diserahkan kepada ayah. Keserasian masyarakat dimaksudkan sebagai suatu keadaan ketika lembagalembaga kemasyarakatan yang pokok benar-benar berfungsi dan saling mengisi. pengaruhnya tetap ada. harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Kadang unsur-unsur baru dan lama yang bertentangan secara bersamaan memengaruhi normanorma dan nilai-nilai yang kemudian berpengaruh pula pada warga masyarakat. Akan tetapi. Jika masyarakat tidak dapat menolaknya karena unsur baru tersebut tidak menimbulkan kegoncangan. Jika seorang individu tidak ingin mengalami tekanan-tekanan psikologis. Apabila ketidakserasian dapat dipulihkan kembali setelah terjadi suatu perubahan. individu secara psikologis merasakan akan adanya ketenteraman karena tidak adanya pertentangan dalam norma-norma dan nilai-nilai. Suatu perbedaan dapat diadakan antara penyesuaian dari lembagalembaga kemasyarakatan dan penyesuaian dari individu yang ada dalam masyarakat tersebut. Hubungan antara anak-anak dan ayahnya yang semula dianggap tidak mempunyai kekuasaan apa-apa terhadap anak-anak karena ayah dianggap sebagai orang luar. Hal itu berarti ada gangguan yang terus-menerus terhadap keserasian masyarakat. dinamakan ketidakpenyesuaian sosial (maladjustment) yang mungkin mengakibatkan terjadinya anomie. Keadaan tersebut berarti bahwa ketegangan-ketegangan serta kekecewaan di antara para warga tidak mempunyai saluran pemecahan. wanita mempunyai kedudukan penting karena garis keturunan yang matrilineal. Peranan keluarga-keluarga besar atau masyarakat hukum adat semakin berkurang. Jika sebaliknya yang terjadi. .2. kadang unsur yang baru dipaksakan masuknya oleh suatu kekuatan. terlihat adanya suatu kecenderungan hubungan antara anggota keluarga batih lebih erat. Setiap kali terjadi gangguan terhadap kehidupan.

Jika lembagalembaga kemasyarakatan sebagai suatu sistem sosial digambarkan. Misalnya. atau rekreasi. pendidikan. dalam bidang pendidikan. Saluran-Saluran Perubahan Sosial Saluran-saluran perubahan sosial merupakan saluran-saluran yang dilalui oleh suatu proses perubahan. 1993) 2. Setiap orang boleh memilih pendidikan macam apapun yang disukai. atau mengalami proses institutionalization (pelembagaan). Perubahan tersebut berpengaruh pada sikap dan pola perilaku serta nilai-nilai masyarakat Indonesia. tidak ada lagi diskriminasi antara golongan-golongan. diterima. Perubahan lembaga kemasyarakatan tersebut akan membawa akibat pada lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya karena lembagalembaga tersebut merupakan suatu sistem yang terintegrasi. Saluran tersebut berfungsi agar sesuatu perubahan dikenal. diakui. Umumnya. serta dipergunakan oleh khalayak ramai. seperti pada zaman penjajahan. Lembaga-lembaga kemasyarakatan tersebut merupakan suatu struktur apabila mencakup hubungan antara lembaga-lembaga kemasyarakatan yang mempunyai pola-pola tertentu dan keserasian tertentu. Lembaga kemasyarakatan yang menjadi titik tolak. Misalnya. agama.Matrilineal adalah garis keturunan ke atas yang ditarik pada penghubung wanita melalui ibu (garis keturunan ibu). . bergantung pada fokus kebudayaan masyarakat pada suatu masa yang tertentu. Hal ini menjalar ke lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya. (Sumber: Sosiologi Suatu Pangantar. Lembaga kemasyarakatan yang pada suatu waktu mendapatkan penilaian tertinggi dari masyarakat cenderung untuk menjadi saluran utama perubahan sosial. pada 17 Agustus 1945 saat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang merupakan kali pertama terjadinya perubahan pada struktur pemerintahan dari jajahan menjadi negara yang merdeka dan berdaulat. coraknya adalah sebagai berikut. ekonomi. saluran-saluran tersebut adalah lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam bidang pemerintahan.2.

Disintegrasi atau disorganisasi merupakan proses pembentukan nilai-nilai baru. 2. Norma-norma dalam kelompok yang dihayati oleh setiap anggota dianggap tidak sesuai lagi. Norma-norma sosial tidak lagi membantu anggota masyarakat dalam mencapai tujuan yang disepakati. gejala-gejala disorganisasi dan disintegrasi pada awalnya dimulai dari hal-hal sebagai berikut. Lembaga Kemasyarakatan. bahkan sudah tidak dilaksanakan secara konsekuen. Disintegrasi dan Reintegrasi Perubahan sosial dapat mengakibatkan terjadinya proses disintegrasi atau perpecahan. Lembaga-lembaga kemasyarakatan mempunyai pola-pola dan keserasian tertentu. baik yang akan mengurangi ikatan dalam masyarakat itu sendiri maupun integrasi masyarakat yang pada akhirnya .Gambar 2. Dengan demikian. Tidak ada lagi kesepakatan anggota kelompok mengenai tujuan sosial yang hendak dicapai yang semula menjadi pegangan kelompok tersebut. yaitu suatu proses pudarnya norma-norma dan nilainilai dalam masyarakat yang disebabkan perubahanperubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. Disintegrasi ini disebabkan oleh beberapa faktor.3. Sanksi yang dikenakan pada orang yang melanggar norma dianggap sudah tidak berlaku. disintegrasi disebut juga disorganisasi. Sanksi sudah lemah. Proses perubahan sosial akan menyebabkan nilai dan norma masyarakat menjadi tergeser atau berubah. Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh setiap warga masyarakat sudah bertentangan dengan norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut Soekanto.

Di Indonesia pernah terjadi beberapa kali konflik atau pertentangan dengan kekuasaan pemerintahan. setiap perubahan bisa mengakibatkan terjadinya perbedaan tanggapan atau penafsiran. Misalnya. Perbedaannya kerusuhan mengandung unsur kekerasan fisik dan biasanya diikuti dengan perusakan terhadap barang-barang. Melalui saluran hukum terhadap mereka yang menyimpang. Adanya disintegrasi dalam kehidupan bermasyarakat harus diimbangi dengan reintegrasi yang bertujuan untuk mengembalikan keadaan yang diinginkan sesuai dengan tujuan persatuan dan keutuhan masyarakat. penganiayaan terhadap orang yang tidak disenangi. bahkan pada masa reformasi pasca 1998. reintegrasi atau reorganisasi adalah proses pembentukan kembali norma-norma dan nilai-nilai baru untuk menyesuaikan diri dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang mengalami perubahan.bergantung pada keinginan masyarakat. Penolakan dapat pula berupa protes dan demontrasi. Uraian berikut disusun berdasarkan intensitas (besar-kecilnya) pertentangan itu sendiri antara lain sebagai berikut. Disintegrasi sosial yang terjadi akan mempunyai kekuatan yang merongrong atau melemahkan kedudukan seseorang yang memiliki kekuasaan. seperti hal-hal berikut ini. Reintegrasi terlaksana apabila norma-norma atau nilai-nilai baru telah melembaga (institutionalized) dalam diri warga masyarakat. Jika perubahan tersebut dapat menumbuhkan kepentingan kesatuan nasional. masyarakat pelu diberi pemahaman tentang reintegrasi atau reorganisasi yang tepat. Hal tersebut berakibat tidak sedikit terjadinya reaksi terhadap suatu perubahan. Kadang-kadang masyarakat menolak suatu kebijaksanaan apabila dianggap merugikan atau terlalu memberatkan masyarakat. Kadangkala aksi protes dan demonstrasi juga dilakukan oleh mahasiswa terhadap pemerintah seperti yang terjadi pada 1966 dan 1998. Kerusuhan (dapat juga disebut riot walaupun pengertiannya tidak tepat). Menggunakan saluran militer untuk memadamkannya apabila terjadi pergolakan mengarah pada pemberontakan. Contohnya. kenaikan harga barang yang diakibatkan oleh naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Perubahan sosial ditandai dengan semakin berkembangnya tingkat pendidikan masyarakat sehingga setiap kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak selamanya diterima masyarakat. Menurut Soekanto. Pada dasarnya. Perundingan apabila terdapat pihak-pihak yang melakukan reaksi keras (pergolakan). atau terjadi bentrokan fisik dengan pihak pengendali kerusuhan (keamanan). demo yang dilakukan oleh karyawan di beberapa perusahaan yang menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP). Menanamkan kesadaran akan pentingnya berbangsa dan bertanah air. ialah hampir sama dengan demonstrasi atau protes. Hal seperti itu terjadi sejak awal kemerdekaan sampai awal berdirinya Orde Baru. Kerusuhan .

penyimpangan masyarakat. ialah suatu tindakan kekerasan yang dilakukan oleh atau untuk kepentingan suatu kelompok tertentu dengan maksud melemahkan atau bahkan menghancurkan kekuasaan dari kelompok lain.umumnya ditandai dengan spontanitas terhadap suatu insiden atau sebagai kelanjutan dari demonstrasi. Serangan bersenjata (armed attack). pergulatan fisik (perkelahian atau pertempuran) atau perusakan barang-barang. Kecepatan perubahan tiap daerah berbeda-beda bergantung pada dukungan dan kesiapan masyarakat untuk berubah. Perubahan juga dianggap membawa nilai-nilai baru yang modern. umumnya terhadap kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintah atau pemimpin perusahaan. kriminalitas. Perubahan dianggap sebagai suatu kemajuan sehingga setiap perubahan harus diikuti tanpa dilihat untung ruginya bagi kehidupan. Dampak Perubahan Sosial Adanya suatu perubahan dalam masyarakat akibat perubahan sosial bergantung pada keadaan masyarakat itu sendiri yang mengalami perubahan. Serangan bersenjata terjadi pada kekerasan politik (pemberontakan). atau ketidaktahuan adanya perubahan. Bahkan. . Perubahan yang diterima masyarakat kadang-kadang tidak sesuai dengan keinginan. Perubahan mengancam kepentingan pihak yang sudah mapan. Hal ini karena setiap orang memiliki gagasan mengenai perubahan yang mereka anggap baik sehingga perubahan yang terjadi dapat ditafsirkan bermacam-macam. Demonstrasi. Terdapat beberapa tanggapan masyarakat sebagai akibat dari perubahan sosial yang menimbulkan suatu ketidakpuasan. atau kelanjutan dari kerusuhan. Protes dilakukan secara bersama-sama. Hak istimewa yang diterima dari masyarakat akan berkurang atau menghilang sehingga perubahan dianggapnya akan menggoncangkan berbagai aspek kehidupan. yaitu sebagai berikut. perubahan sosial yang terjadi tidak selamanya suatu kemajuan (progress). ketinggalan. Serangan bersenjata ditandai dengan adanya pertumpahan darah. Untuk mencegahnya. Perbedaan perubahan tersebut dapat mengakibatkan munculnya kecemburuan sosial. setiap perubahan harus dihindari dan ditentang karena tidak sesuai kepentingan kelompok masyarakat tertentu. yang harus dihindari. C. kerusuhan atau serangan bersenjata. ialah protes terhadap pemegang kekuasaan tanpa melalui kekerasan. sesuai dengan nilai-nilai sosial yang mereka miliki. Dengan kata lain. dapat pula sebagai suatu kemunduran (regress) masyarakat. Kematian akibat kekerasan politik terjadi sebagai akibat dari pengendalian demonstrasi.

Hal pokok di sini bukanlah sumbernya. seperti kejahatan. urutannya sangat relatif. Masa bodoh terhadap perubahan. Menurut Merton (dalam Soekanto). Dengan kata lain. Adanya perhatian masyarakat terhadap masalah-masalah sosial. Pergolakan dan Pemberontakan . Proses disintegrasi sebagai akibat perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dapat berbentuk antara lain sebagai berikut.Ketidaktahuan pada perubahan yang terjadi. Tidak adanya kesesuaian antara ukuran-ukuran dan nilai-nilai sosial dengan kenyataan-kenyataan serta tindakan-tindakan sosial. Meskipun begitu. 1. Hal ini mengabakan seseorang ketinggalan informasi tentang perkem bangan dunia. Pihak-pihak yang menetapkan apakah suatu kepincangan merupakan masalah sosial atau tidak. yaitu sebagai berikut. Adanya masalah-masalah sosial yang terbuka dan masalah-masalah sosial yang tertutup. Akibat hal tersebut. akibatnya ia tidak memiliki kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Perubahan sosial mengakibatkan terjadinya masalah-masalah sosial. Pendapat tersebut tidak memuaskan dan telah ditinggalkan. Hal itu disebabkan perubahan sosial yang terjadi dianggap tidak akan menimbulkan pengaruh bagi dirinya. Dalam hal ini. Ketidaksiapan menghadapi perubahan. melainkan akibat dari gejala tersebut (baik gejala sosial maupun gejala bukan sosial) yang menyebabkan terjadinya masalah sosial. Masalah sosial tersebut timbul akibat terjadinya kepincangan-kepincangan masyarakat karena tidak sesuainya tindakan-tindakan dengan norma-norma dan nilai-nilai masyarakat. suatu masalah disebut masalah sosial jika memenuhi beberapa kriteria. tidak setiap masalah yang terjadi pada masyarakat disebut masalah sosial. Semula ada pendapat keliru yang menyatakan bahwa masalah sosial bersumber secara langsung pada kondisi-kondisi ataupun proses-proses sosial. masalah sosial menyebabkan terjadinya hambatan dalam pemenuhan kebutuhan warga masyarakat. atau kenakalan remaja. Pengetahuan dan kemampuan seseorang terbatas. masyarakat tidak menyukai tindakan-tindakan yang menyimpang dan berlawanan dengan nilai-nilai yang berlaku. Masalah sosial merupakan proses terjadinya ketidaksesuaian antara unsur-unsur dalam kebudayaan suatu masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok-kelompok sosial. Hal itu berakibat terjadi disintegrasi sosial atau rusaknya ikatan sosial.

sekaligus menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap ideologi pemerintah. Kriminalitas Perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupan memberi peluang bagi setiap orang untuk berubah. Rakyat menyambut dan mendukungnya. Oleh karena itu. Protes dapat pula terjadi secara tidak langsung sebagai rasa solidaritas antar sesama karena kesewenang-wenangan pihak tertentu yang mengakibatkan kesengsaraan bagi orang lain. Akibatnya. Hal itu terjadi karena setiap orang memiliki pendapat dan pandangan yang mungkin berbeda. pengetahuan. ataupun pergaulan. Perubahan sosial tersebut dapat membawa seseorang atau kelompok ke arah tindakan yang menyimpang karena dipengaruhi keinginan-keinginan yang tidak terpenuhi atau terpuaskan dalam kehidupannya. 3. Hal ini berakibat terjadinya perbedaan sosial berdasarkan kekayaan. tetapi perubahan tersebut tidak membawa setiap orang ke arah yang dicita-citakan. individu atau kelompok tersebut tidak puas dan melakukan tindakan penyelesaian. Rangkaian peristiwa itu disebut revolusi. Protes dapat terjadi apabila suatu hal menimpa kepentingan individu atau kelompok secara langsung sebagai akibat dari rasa ketidakadilan akan hak yang harus diterima.Proklamasi dikumandangkan sebagai pernyataan kemerdekaan Indonesia dapat diterima di berbagai daerah walaupun tidak secara bersamaan. bertujuan untuk menjatuhkan kedudukan penguasa pada saat itu. Perbuatan kriminal yang muncul di masyarakat secara khusus akan diuraikan sebagai akibat terjadinya perubahan sosial yang menimbulkan kesenjangan kehidupan atau jauhnya ketidaksamaan . perilaku. Adanya pergolakan dan pemberontakan di berbagai daerah pasca kemerdekaan. Aksi Protes dan Demonstrasi Aksi protes disebut juga unjuk rasa yang selalu terjadi dalam kehidupan manusia. Protes merupakan aksi tanpa kekerasan yang dilakukan oleh individu atau masyarakat terhadap suatu kekuasaan. segera dibentuk suatu tatanan dan kehidupan sosial baru. 2.

Akibatnya. timbul suatu dorongan untuk meningkatkan kemampuan nya yang tidak sesuai dengan kebenaran atau norma yang berlaku dalam masyarakat. Perbuatan demikian bisa terjadi karena melihat perubahan orang lain dianggap lebih baik daripada dirinya atau sebagian besar masyarakat mengalami perubahan sedangkan dirinya tidak. tidak semua orang mendapat kebahagiaan yang sama. Akibatnya. dan nepotisme. terjadi penyelewengan dan pelanggaran. tidak hanya satu atau beberapa lembaga pemerintahan saja yang harus berperan. hal tersebut akan menghambat proses pembangunan nasional. bebas dari segala korupsi. Setiap orang harus mendapat hak disesuaikan dengan kewajiban yang dilakukan. Hal itu karena tindakan yang mereka lakukan dapat meresahkan masyarakat. Korupsi. sedangkan pengawasan terhadap perbuatan yang salah lemah. 5. Adanya perbedaan tersebut menyebabkan setiap orang memiliki penafsiran yang berbeda-beda terhadap hak dan kewajibannya. Nepotisme merupakan kecenderungan untuk mengutamakan sanak saudara sendiri. 4. Kolusi. kenakalan remaja disebut . tetapi seluruh rakyat Indonesia harus bertekad untuk menghilangkan korupsi. Adakalanya orang ingin mendapatkan hak tetapi tidak sesuai dengan kewajiban yang harus dilakukan dan kesempatan untuk melakukan hal yang salah terbuka. Oleh karena itu. dan Nepotisme Bangsa Indonesia yang sedang membangun perlu memiliki sistem administrasi yang bersih dan berwibawa. Masalah korupsi menyangkut berbagai aspek sosial dan budaya maka Bung Hatta (dalam Mubyarto) mengatakan bahwa korupsi adalah masalah budaya. Apabila hal ini sudah membudaya di kalangan bangsa Indonesia atau sudah menjadi bagian dari kebudayaan bangsa akan sulit untuk diberantas. Akibatnya. Oleh karena itu. Kenakalan Remaja Kenakalan remaja merupakan disintergasi dari keutuhan suatu masyarakat. kolusi. Untuk memberantas korupsi.sosial. Kolusi adalah kerja sama rahasia untuk maksud tidak terpuji. Korupsi adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara atau perusahaan untuk keuntungan pribadi atau orang lain.

sebagai masalah sosial. Munculnya kenakalan remaja merupakan gejolak kehidupan yang disebabkan adanya perubahan-perubahan sosial di masyarakat, seperti pergeseran fungsi keluarga karena kedua orangtua bekerja sehingga peranan pendidikan keluarga menjadi berkurang.

Selain itu, pergeseran nilai dan norma masyarakat mengakibakan berkembangnya sifat individualisme. Juga pergeseran struktur masyarakat mengakibatkan masyarakat lebih menyerahkan setiap permasalahan kepada yang berwenang. Perubahan sosial, ekonomi, budaya, dan unsur budaya lainnya dapat mengakibatkan disintegrasi.

D. Modernisasi

Pengertian modernisasi pada awalnya berkembang pada abad XVIII di Eropa, ketika ditemukannya mesin uap dan mesin pemintal untuk tekstil. Dengan demikian, perkembangan tersebut merupakan landasan bagi industrialisasi di berbagai bidang kehidupan masyarakat Eropa, yaitu yang lazim dikenal dengan Revolusi Industri. Perubahan-perubahan penggunaan alat-alat industri terjadi di Inggris kemudian menyebar ke berbagai negara di Eropa. Peristiwa industrialisasi tersebut ternyata sejalan dengan Revolusi Prancis yang menentang dan menghancurkan hak-hak istimewa yang dimiliki secara turun-temurun oleh sekelompok orang (kaum feodal), dan munculnya persamaan hak setiap warga negara sehingga hal ini merupakan hal awal demokratisasi di Eropa.

Dari kedua revolusi tersebut, kemajuan perekonomian melalui industrialisasi menyebabkan negara menjadi maju dan munculnya persamaan hak telah menyadarkan peranan setiap orang dalam menentukan kehidupannya. Oleh karena itu, hal tersebut dapat dikatakan sebagai awal dari modernisasi.

Perkembangan modernisasi selanjutnya tidak terbatas pada industrialisasi dan demokratisasi saja, tetapi menyangkut pula berbagai bidang kehidupan lain yang saling berhubungan. Dengan demikian, kemajuan suatu bidang kehidupan akan diikuti oleh bidang-bidang kehidupan lain, yaitu: kemajuan ilmu pengetahuan maka akan diikuti oleh teknologi; kemajuan material atau kebendaan yang digunakan setiap manusia harus diimbangi oleh sikap mental untuk menyesuaikan diri dengan benda yang dimilikinya; jika tidak, akan dianggap sebagai orang yang ketinggalan zaman atau ketinggalan kebudayaan.

Setiap perubahan yang terjadi di masyarakat tentu saja ada sisi baik dan sisi buruknya. Hal ini bergantung pada masyarakat sendiri yang menafsirkan modern. Salah menafsirkan kata modern akan mengakibatkan perilaku masyarakat yang tidak sesuai dengan budaya atau kepribadian bangsa. Modernisasi sebagai perubahan sosial dari keadaan tradisional atau pra industri ke masyarakat industri. Perubahan tersebut merupakan titik tolak perkembangan ke arah modernisasi. Untuk mencapai masyarakat modern, harus melalui transisi (peralihan) yang akan mengubah pola kehidupan masyarakat.

Masyarakat tradisional dianggap statis dan hampir tidak mengalami perubahan. Seperti halnya karakteristik masyarakat tradisional berorientasi pada pertanian dengan menggunakan metode yang dianggap belum berkembang.

Proses perubahan ke arah lebih maju daripada sebelumnya yang ditunjang oleh sikap dan perilaku masyarakat untuk menerima perubahan-perubahan tersebut merupakan suatu proses ke arah modern yang dinamakan modernisasi. Modernisasi dapat diartikan sebagai suatu sikap pikiran yang mempunyai kecenderungan untuk mendahulukan sesuatu yang baru dari yang bersifat tradisi dan satu sikap pikiran yang hendak menyesuaikan soal-soal yang sudah menetap dan menjadi kebutuhan-kebutuhan yang baru.

Dengan kata lain, modernisasi merupakan perubahan sosial yang terarah (directed change) yang didasarkan pada perencanaan (social planing). Modernisasi umumnya dihubungkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk suatu kemajuan masyarakat secara positif, begitu pula masyarakat secara terbuka menerima perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya.

Dengan demikian, ilmu pengetahuan dan teknologi dalam modernisasi memainkan peranan yang sangat penting di berbagai bidang kehidupan sehingga manusia sebagai pelaku modernisasi dituntut untuk selalu siap menerima perubahan-perubahan ke arah kemajuan yang positif.

Gejala modernisasi merupakan awal terjadinya perubahan-perubahan ke arah yang diketahui. Misalnya: sikap masyarakat akan pentingnya pendidikan sekolah; keinginan untuk hidup lebih baik;

adanya usaha untuk mengejar ketinggalan dari masyarakat lain; menghargai pendapat orang lain; tidak menganggap pendapat pribadi lebih baik daripada orang lain; memandang bahwa kehidupan hari esok harus lebih baik daripada hari ini; dan lain-lain. M. Kamal Hasan (dalam Pardoyo) menyatakan bahwa proses modernisasi Indonesia, antara lain sebagai berikut.

1. Berorientasi ke Depan

Kemajuan bangsa dan negara dengan jalan memperbaiki diri guna menyongsong hari esok yang lebih baik.

2. Memiliki Sikap Dinamis dan Aktif

Perbaikan diri dan kemajuan suatu negara harus dicapai dengan usaha dan kerja keras karena hal tersebut tidak akan datang sendiri tanpa adanya perjuangan.

3. Memberikan Tempat bagi Rasionalitas

Segala sesuatu yang berhubungan dengan pembangunan harus diperkirakan baik atau buruknya bagi manusia dan kehidupannya, tidak dirasakan atas dasar perasaan atau pendapat pribadi.

4. Mengembangkan Suatu Sikap Terbuka terhadap Pemikiran dan Hasil Penemuan Ilmiah

dan ideologi. ekonomi. Adapun aspek-aspek kehidupan tersebut muncul sebagai gejala modernisasi. sosial. Memberikan Prioritas kepada Hal-Hal yang Telah Dicapai Seseorang. 7. dan budaya. 5. Begitu pula halnya hasil penelitian merupakan kebenaran ilmiah yang bermanfaat bagi pelaksanaan modernisasi. bukan Statusnya Keberhasilan seseorang patut untuk ditiru sebagai langkah ke arah kemajuan dan jangan beranggapan bahwa suatu kemajuan berasal dari pendapat orang yang memiliki status sosial terhormat di masyarakat. Memberikan Perhatian yang Terbesar kepada Persoalan Langsung dengan Skala Prioritas Segala masalah yang terjadi dan dirasakan langsung oleh masyarakat yang merupakan bidang kajian seseorang merupakan suatu hal yang sangat utama dibandingkan masalah-masalah lain yang bukan bidang garapannya. Melibatkan Dirinya kepada Tujuan yang Mengatasi Tujuan Golongan Tujuan yang lebih penting adalah tujuan yang lebih besar dan lebih utama dibandingkan dengan tujuan pribadi atau golongan sehingga seseorang dituntut untuk terlibat dalam segala kepentingan masyarakat dan negara. 6. politik. .Pendapat atau pemikiran orang lain yang dianggap baik bagi pembangunan dapat di terima sebagai suatu masukan guna melengkapi hasil pemikiran yang telah ada. terutama yang dapat dinikmati dan dirasakan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Pembangunan nasional melalui modernisasi akan melibatkan beberapa aspek kehidupan. di antaranya meliputi bidang iptek.

Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu perubahan dari gejala-gejala sosial yang ada di masyarakat. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial (social planing). nilai. d. . c.Modernisasi tidak sama dengan reformasi yang menekankan pada faktor-faktor rehabilitasi. di satu pihak berarti disiplin. fungsi. b. sebaiknya modernisasi harus dapat memproyeksikan kecenderungan yang ada dalam masyarakat ke arah waktu-waktu yang mendatang. Perubahan sosial dapat dilihat dari segi terganggunya kesinambungan di antara kesatuan sosial walaupun keadaannya relatif kecil. Perubahan ini meliputi struktur. dari yang bersifat sederhana sampai yang lebih kompleks. Menurut Soekanto. Perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki. Rangkuman : a. terdapat syarat-syarat suatu modernisasi sebagai berikut. Hal ini memerlukan penelitian yang terus-menerus agar data tidak ter tinggal. Wujud perubahan sosial yaitu sebagai berikut. termasuk perubahan dalam hal budaya. Tingkat organisasi yang tinggi. Sistem administrasi negara yang baik adalah sistem yang benarbenar mewujudkan birokrasi. norma. sedangkan di lain pihak berarti pengurangan kemerdekaan. dan semua aspek yang dihasilkan dari interaksi antarmanusia. Hal ini meng hendaki suatu sistem pendidikan dan pengajaran yang terencana dengan baik. Perubahan yang terjadi secara lambat dan perubahan yang terjadi secara cepat. Penciptaan iklim yang favourable dari masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa. organisasi atau komunitas. Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur serta terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu. lembaga. Modernisasi bersifat preventif dan konstruktif agar proses tersebut tidak mengarah pada anganangan. Perubahan yang pengaruhnya kecil dan perubahan yang pengaruhnya besar. Cara berpikir yang ilmiah (scientific thinking) yang melembaga dalam kelas penguasa ataupun masyarakat.

e. heterogenitas penduduk. seperti perubahan kependudukan. Sosiologi 3 : Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah.blogspot. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber. sistem stratifikasi sosial. Perubahan sosial terjadi bukan tanpa hambatan. 146 Sumber : http://perpustakaancyber. dan hakikat hidup. visi atau orientasi masa depan. Referensi : Waluya.html#ixzz2cbQGS4bh http://perpustakaancyber.com/2013/05/pengertian-perubahan-sosial-contohdampak. Perubahan sosial terjadi dipengaruhi beragam faktor. sikap. dan disorganisasi keluarga. perubahan akibat lingkungan fisik. Terdapat beragam faktor yang dapat menghambat proses perubahan sosial. p. sikap tertutup.html PROSES-PROSES DAN INTERAKSI SOSIAL BAB I : PENDAHULUAN I. B. dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain. PENGANTAR Proses sosial diartikan sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama ( Selo Soemarjan. Di samping faktor-faktor yang memengaruhi perubahan sosial.d. Pengetahuan mengenai proses-proses sosial sangat . Jakarta. vested interest. revolusi. peperangan. adat atau kebiasaan. Departemen Pendidikan Nasional. pertentangan (konflik). sistem pendidikan. difusi. di antaranya kurangnya hubungan dengan masyarakat lain. f. terdapat pula faktor pendukung terjadinya proses perubahan sosial antara lain kontak dengan masyarakat luas. Anda sekarang sudah mengetahui Perubahan Sosial. 2009. sikap tradisional. penemuan-penemuan baru. serta sikap mudah menerima hal-hal yang baru.blogspot. Pusat Perbukuan. 1964). toleransi.com/2013/05/pengertian-perubahan-sosial-contohdampak.

dan nilai sosial. SYARAT INTERAKSI SOSIAL  Kontak Sosial Kata “kontak” (Inggris: “contact") berasal dari bahasa Latin con atau cum yang artinya bersama-sama dan tangere yang artinya menyentuh. Maka dari itu dapat disebutkan bahwa interaksi merupakan dasar dari suatu bentuk proses sosial karena tanpa adanya interaksi sosial. Tipetipe interaksi yang tumbuh sangat ditentukan oleh normanorma dalam masyarakat yang berkaitan dengan peranan sosial. maka kegiatan–kegiatan antar satu individu dengan yang lain tidak dapat disebut interaksi.ia akan selalu perlu untuk mencari individu ataupun kelompok lain untuk dapat berinteraksi ataupun bertukar pikiran. Jadi fakta sosial muncul melalui proses interaksi. karena memungkinkan seseorang memperoleh pengertian segi-segi dinamis atau gerak dari masyarakat. Di dalam kehidupan sehari – hari tentunya manusia tidak dapat lepas dari hubungan antara satu dengan yang lainnya. status sosial.aturan dan nilai – nilai yang ada dapat dilakukan dengan baik.maka proses sosial itu sendiri tidak dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Kontak social memiliki sifat-sifat seperti berikut :  Kontak sosial dapat bersifat positif atau negatif. tidak dapat menghasilkan suatu bentuk kelompok sosial yang dapat saling berinteraksi. Dr. BAB II : PEMBAHASAN II.penting. . Pengertian Interaksi Sosial Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan di dalam masyarakat. A.interaksi sosial itu sendiri dapat berlangsung dengan baik jika aturan . Proses sosial berpangkal pada interaksi sosial yang dapat terjadi baik antar perorangan maupun kelompok dalam masyarakat. Jika hanya fisik yang saling berhadapan antara satu sama lain. Dengan adanya nilaidan norma yang berlaku. Menurut Prof. Dengan tidak adanya komunikasi ataupun interaksi antar satu sama lain maka tidak mungkin ada kehidupan bersama. Jika tidak adanya kesadaran atas pribadi masing – masing. Soerjono Soekamto di dalam pengantar sosiologi. dan sifat-sifat manusia dipengaruhi sangat medalam oleh tipe-tipe utama interaksi sosial yang berlangsung di dalamnya. Interaksi sosial merupakan proses dasar dan pokok dalam setiap masyarakat. interaksi sosial merupakan kunci semua kehidupan sosial.

 Komunikasi Komunikasi merupakan syarat terjadinya interaksi sosial. yaitu orang atau sekelompok orang yang dikirimi pesan. Sementara jika Ketua RW menyuruh sekretarisnya menyampaikan pesan kepada ketua RT agar datang ke rumahnya. yang terjadi adalah kontak sekunder tidak langsung. dan perasaan. komunikator harus memilih kata. dan gabungan dari keduanya. Sementara itu.  Penyampaian Pada tahap ini. atau perasaan. istilah atau gagasan yang sudah diwujudkan dalam bentuk kalimat dan gambar disampaikan. Ada tiga tahap penting dalam proses komunikasi.Kontak sosial positif mengarah pada suatu kerja sama. kalimat. yaitu sesuatu yang disampaikan oleh komunikator. Misalnya. kontak sekunder terjadi apabila interaksi berlangsung melalui suatu perantara. gambar.  Pesan. Pesan dapat berupa informasi.  Encoding Pada tahap ini. tulisan. penjual dan pembeli di pasar tradisional. Ketiga tahap tersebut adalah sebagai berikut. Hal terpenting dalam komunikasi yaitu adanya kegiatan saling menafsirkan perilaku (pembicaraan. yaitu alat untuk menyampaikan pesan.  Efek. Komunikator harus menghindari penggunaan kode-kode yang membingungkan komunikan. Kontak sekunder dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Penyampaian dapat berupa lisan. instruksi.  Kontak sosial dapat bersifat primer atau sekunder. perasaan. atau pikiran kepada pihak lain.  Komunikator. gagasan atau program yang akan dikomunikasikan diwujudkan dalam kalimat atau gambar. pikiran. dan film. tulisan. Kontak sosial primer terjadi apabila para peserta interaksi bertemu muka secara langsung. setelah mendapatkan pesan dari komunikator. Media komunikasi dapat berupa lisan. gerakan-gerakan fisik. yaitu orang yang menyampaikan pesan. atau pertemuan ayah dan anak di meja makan. istilah. Kontak sekunder langsung misalnya terjadi saat ketua RW mengundang ketua RT datang ke rumahnya melalui telepon.  Decoding . kontak antara guru dan murid di dalam kelas. atau sikap) dan perasaan-perasaan yang disampaikan.  Media. yaitu perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan. Dalam tahap ini. dan gambar yang mudah dipahami oleh komunikan.  Komunikan. percakapan melalui telepon. Ada lima unsur pokok dalam komunikasi yaitu sebagai berikut. Misalnya. sedangkan kontak sosial negatif mengarah pada suatu pertentangan atau konflik.

 Simpati Proses simpati sebenarnya merupakan proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. FAKTOR DASAR TERBENTUKNYA INTERAKSI SOSIAL Proses interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat bersumber dari faktor imitasi.  Imitasi Faktor imitasi berlangsung apabila seseorang memberikan suatu pandangan. oleh karena itu kepribadian seseorang dapat dibentuk atas dasar proses ini. Identifikasi sifatnya lebih mendalam daripada imitasi. sehingga orang yang diberi motivasi menuruti tau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis. simpati. misalnya dari seorang ayah kepada anak. identifikasi dan empati. sugesti. Sisi negatif dari imitasi adalah tindakan-tindakan yang menyimpang yang ditiru atau imitasi dapat melemahkan pengembangan kreasi seseorang. seorang guru kepada siswa. Sisi negatif berlangsungnya sugesti apabila pihak yang menerima dilanda oleh emosi.rasional dan penuh rasa tanggung jawab . kemudian diterima oleh pihak lain. Motivasi biasanya diberikan oleh orang yang memiliki status yang lebih tinggi dan berwibawa.  Identifikasi Faktor identifikasi merupakan kecenderungan-kecenderungan atau keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Proses indentifikasi dapat berlangsung dengan sendirinya atau disengaja karena seseorang memerlukan tipe-tipe ideal tertentu di dalam proses kehidupannya.  Motivasi Faktor Motivasi yaitu rangsangan pengaruh. Di dalam proses ini perasaan memegang peranan penting walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya.Pada tahap ini dilakukan proses mencerna dan memahami kalimat serta gambar yang diterima menurut pengalaman yang dimiliki. Sisi positif dari suatu imitasi adalah dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku. stimulus yang diberikan antar masyarakat. B.  Sugesti Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberikan suatu pandangan atau sikap yang berasal dari dirinya. motivasi. hal ini akan menghambat daya piker seseorang secara rasional. Dalam proses identifikasi sesuatu terjadi karena didorong keinginan untuk belajar dari pihak lain yang kedudukannya lebih tinggi dan harus dihormati karena mempunyai kelebihan atau kemampuan .

Sebelum terbentuk sebagai suatu bentuk konkrit. Adanya tingkat kesadaran di dalam berkomunikasi di antara warga – warga dalam kehidupan bermasyarakat dapat membuat masyarakat dipertahankan sebagai suatu kesatuan dan menciptakan apa yang dinamakan sebagai suatu sistem komunikasi. Hubungan antar manusia atau relasi – relasi sosial. Empati dibarengi dengan perasaan organisme tubuh yang sangat intens/dalam.tertentu yang patut dicontoh. Berdasarkan sudut inilah komunikasi dapat dipandang sebagai suatu sistem di dalam kelompok masyarakat maupun sebagai sebuh proses sosial. akan tetapi tidak semata-mata perasaan kejiwaan saja.menentukan struktur dari masyarakatnya yang dimana hubungan antar manusia dengan relasi tersebut berdasarkan atas suatu komunikasi yang dapat terjadi di antara keduanya.  Empati Empati yaitu mirip dengan simpati.suatu individu dengan sekumpulan kelompok masyrakat. Kedua proses ini sama-sama diawali oleh imitasi dan sugesti. atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahanperubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada. Adanya hubungan timbal balik dalam memperngaruhi tiap individu pada saat terjadinya komunikasi dapat membentuk suatu pengetahuan maupun pengalaman baru yang dirasakan oleh masing – masing individu. Gillin & Gillin mengatakan bahwa Proses-proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut.telah mengalami suatu proses terlebih dahulu yang dimana proses – proses ini merupakan suatu bentuk dari proses sosial itu sendiri.setiap masyarakat dapat membentuk kebudayaan berdasarkan sistem komunikasinya masing-masing. Hal ini membuat kegiatan komunikasi menjadi suatu dasar yang kuat dalam kehidupan maupun proses sosial seseorang. Hubungan antara suatu individu masyarakat dengan relasi .baik dalam bentuk individu atau perorangan maupun dengan kelompok – kelompok dan antar kelompok masyarakat itu sendiri.komunikasi atau hubungan yang sesuai dengan nilai – nilai sosial di dalam suatu masyarakat. Sistem komunikasi ini mempunyai lambang – lambang yang diberi arti dan menghasilkan persepsi khusus dalam memahami lamabang – lambang tersebut oleh masyarakat.relasi sosial lainnya.Karena kelangsungan kesatuannya dengan jalan komunikasi itu. sedangkan dalam proses simpati berkembang kearah pengertian yang mendalam diantara mereka.menciptakan segi dinamika dari sisi perubahan dan perkembangan masyarakat. .

Chitambar (dalam Sajogyo. bukan dalam rangka hubungan pribadi dan kurang kuat. dalam kontak primer pembicaraan berkaitan erat dengan hubungan kekeluargaan atau tetangga dekat. misalnya kehidupan di pedesaan. sehingga dapat menyalurkan kontakkontak sosial diantara mereka.1978). misalnya diperkotaan. Aspek komunikasi komunikasi merupakan bagian yang penting. Arti yang terpenting dari komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (berwujud pembicaraan. didalamnya saling mengenal secara erat dalam pergaulan seharihari. Aspek kontak social Aspek kontak sosial dalam interaksi sosial adalah apabila dalam suatu pertemuan terjadi kontak sosial dimana orang yang kontak ada tanggapan timbal balik dan penyesuaian perilaku dalam diri pihak yang berkontak terhadap tindakan lain. Pada umumnya kontak primer sering terjadi dilingkungan kecil. yaitu:  Simbol-simbol itu diciptakan oleh manusia. Dalam hal ini. yaitu: o Proses primer .A. 1978) ada empat aspek yang perlu diperhatikan.B. ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan.  Simbol-simbol itu dihasilkan dengan mengingat situasi dan struktur. serta perasaanperasaan yang ingin disampaikan orang lain. kontak social sebagain proses terdiri dari dua sifat yaitu :  Primer Sifat kontak primer. yaitu: 1. gerakan badan. Komunikasi sebagai proses dalam interaksi sosial mempunyai dua ciri. Komunikasi berarti segala upaya untuk menyampaikan amanat dari pemberi kepada penerima agar diterima dengan baik. Menurut J. dimana pihak-pihak yang memberikan penafsiran mempunyai atau dianggap mempunyai kepentingan bersama. Dalam proses komunikasi ada tiga simbol yang perlu mendapat perhatian. dengan cara lisan atau tulisan (Sajogyo. Dalam rangka terjadinya suatu interaksi sosial. ada organisasiorganisasi besar dan khusus berfungsi untuk mempersatukan orang-orang yang bertempat tinggal tersebar. yaitu kontak terjadi langsung berhadapan muka.  Simbol-simbol mempunyai nilai komunikatif yang hanya berarti jika pesan dan penerima mempunyai penafsiran-penafsiran yang serupa dan telah disetujui sebelumnya. 2. atau sikap).  Sekunder Sifat kontak sekunder yaitu sepintas lalu. Di kota-kota. PROSES INTERAKSI SOSIAL Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan social suatu masyarakat. terjadi dilingkungan yang lebih besar dan tersebar luas.

3. persaingan (competition). Dalam teori-teori sosiologi dapat dijumpai beberapa bentuk kerjasama yang biasa diberi nama kerja sama (cooperation). o Proses sekunder Proses komunikasi sekunder berlaku dengan menggunakan alat. radio. Menurut mereka. di dalam arti bahwa interaksi itu dimulai dengan kerja sama yang kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertikaian untuk akhirnya sampai pada akomodasi. Keempat bentuk poko dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan suatu kontinuitas. Kerja sama akan bertambah kuat jika ada hal-hal yang menyinggung anggota/perorangan lain. seperti media masa. aba-aba. Aspek struktur social Struktur sosial mempengaruhi interaksi sosial. bahkan ke arah konflik B. gerakan yang diberi arti khusus. dan sebagainya agar dapat melipat gandakan jumlah penerima amanat. 4.Proses komunikasi primer berlaku secara langsung dengan menggunakan bahasa. Ini berarti kedua belah pihak belum tentu puas sepenunya. ada dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial : a) Proses-proses yang Asosiatif  Kerjasama Suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan bersama. Bentuk Sosial Bentuk interaksi sosial ada yang mengarah pada kerjasama. dan bahkan dapat juga berbentuk pertentangan atau pertikaian (conflict). yang berarti pula mengatasi hambatan-hambatan geografis dan waktu. dan sebagainya. Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial. televisi. pertentangan. Kerja sama timbul karena orientasi orang-perorangan terhadap kelompoknya (yaitu in-group-nya) dan kelompok lainya (yang merupakan out-group-nya). Pertikaian mungkin akan mendapatkan suatu penyelesaian. BENTUK INTERAKSI SOSIAL Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerja sama (cooperation). Gillin dan Gillin mengadakan penggolongan yang lebih luas lagi. Kerjasama tersebut lebih lanjut dibedakan lagi dengan :  Kerjasama Spontan (Spontaneous Cooperation) : Kerjasama yang sertamerta . masingmasing punya nilai dan norma social yang berbeda yang didasari nilai-nilai yang menentukan perilaku masyarakatnya selama interaksi berlangsung yang memperinci aturan permainan di dalam struktur itu. namun penyelesaian tersebut hanya akan dapat diterima untuk sementara waktu. yang dinamakan akomodasi. misalnya struktur pedesaan atau perkotaan.

perfilman. dst. karenamaksud utama adalah untuk mencapat satu atau beberapa tujuan bersama. yakni suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan  Koalisi (coalition). Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya.  Joint venture. pertambangan batubara. yaitu :  Untuk mengurangi pertentangan antara orang atau kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham  Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara temporer .  Ada 5 bentuk kerjasama (Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong menolong)  Bargaining. misalnya pengeboran minyak. yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuantujuan yang sama. akomodasi adalah suatu perngertian yang digunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan hubungan sosial yang sama artinya dengan adaptasi dalam biologi. mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi keteganganketegangan. yaitu erjasama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu.  Tujuan Akomodasi dapat berbeda-beda sesuai dengan situasi yang dihadapinya. Yaitu pelaksana perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara 2 organisasi atau lebih  Kooptasi (cooptation). Akan tetapi. Maksudnya. perhotelan.  Akomodasi Menurut Gillin dan Gillin. maka sifatnnya adalah kooperatif. Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil untuk sementara waktu karena dua organisasi atau lebih tersebut kemungkinan mempunyai struktut yang tidak sama antara satu dengan lainnya. sebagai suatu proses dimana orang atau kelompok manusia yang mulanya saling bertentangan. Kerjasama Langsung (Directed Cooperation) : Kerjasama yang merupakan hasil perintah atasan atau penguasa  Kerjasama Kontrak (Contractual Cooperation) : Kerjasama atas dasar tertentu  Kerjasama Tradisional (Traditional Cooperation) : Kerjasama sebagai bagian atau unsur dari sistem sosial.

Ia ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang perorangan atau kelompokkelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak.  Bentuk-bentuk Akomodasi:  Corecion. mengusahakan peleburan antara kelompok sosial yang terpisah. Memungkinkan terjadinya kerjasama antara kelompok sosial yang hidupnya terpisah akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan. Penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan  Asimilasi Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut. dan proses-proses mental dengan memerhatikan kepentingan dan tujuan bersama. Suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri  Conciliation.  Adjudication. merupakan bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya. suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang berhenti pada satu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya.  Toleration.  Stalemate.  Proses Asimilasi timbul bila ada :  Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya orang-perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu yang lama sehingga kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan diri  Faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi adalah :  Toleransi  kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi  sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya . sikap. seperti yang dijumpai pada masyarakat yang mengenal sistem berkasta. suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan  Compromise. bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada.  Arbitration. suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama.

Tipe ini dinamakan rivalry.  Dalam batas-batas tertentu. bersaing dalam memperoleh kedudukan. In Group Feeling berarti adanya suatu perasaan yang kuat sekali bahwa individu terikat pada kelompok dan kebudayaan kelompok yang bersangkutan. perorangan.  Bersifat Tidak Pribadi : Misalnya terjadi antara dua perusahaan besar yang bersaing untuk mendapatkan monopoli di suatu wilayah tertentu. sikap tebuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat  persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan  perkawinan campuran (amaigamation)  Faktor umum penghalangan terjadinya asimilasi  Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat  kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi dan sehubungan dengan itu seringkali menimbulkan faktor ketiga  perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi  perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan atau kelompok lainnya.  Gangguan dari golongan yang berkuasa terhadap minoritas lain apabila golongan minoritas lain mengalami gangguan-gangguan dari golongan yang berkuasa  faktor perbedaan kepentingan yang kemudian ditambah dengan pertentangan-pertentangan pribadi a) Proses-proses Disosiatif disosiatif dibedkan dalam tiga bentuk. yaitu :  Persaingan (Competition) Persaingan atau competition dapat diartikan sebagai suatu proses sosial dimana individu atau kelompok manusia yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik perseorangan maupun kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan. . perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri badaniah dapat pula menjadi salah satu penghalang terjadinya asimilasi  In-Group-Feeling yang kuat menjadi penghalang berlangsungnya asimilasi. Persaingan mempunya dua tipe umum :  Bersifat Pribadi : Individu.

keagamaan.  Persaingan kedudukan dan peranan : di dalam diri seseorang maupun di dalam kelompok terdapat keinginan untuk diakui sebagai orang atau kelompok yang mempunyai kedudukan serta peranan terpandang.  Kontraversi Parlementer : hubungan antara golongan mayoritas dengan golongan minoritas dalam masyarakat.baik yang menyangkut hubungan mereka di dalam lembaga legislatif. dst. Bentuk-bentuk persaingan :  Persaingan ekonomi : timbul karena terbatasnya persediaan dibandingkan dengan jumlah konsumen  Persaingan kebudayaan : dapat menyangkut persaingan bidang keagamaan.  Tipe Kontravensi :  Kontravensi antarmasyarakat setempat. mempunyai dua bentuk : o Kontavensi antarmasyarakat setempat yang berlainan (intracommunity struggle) o Kontravensi antar golongan-golongan dalam satu masyarakat setempat (intercommunity struggle)  Antagonisme keagamaan  Kontravensi Intelektual : sikap meninggikan diri dari mereka yang mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi atau sebaliknya  Oposisi moral : erat hubungannya dengan kebudayaan. pendidikan.  Menurut Leo von Wiese dan Howard Becker ada 3 tipe umum kontravensi :  Kontraversi generasi masyarakat : lazim terjadi terutama pada zaman yang sudah mengalami perubahan yang sangat cepat  Kontraversi seks : menyangkut hubungan suami dengan istri dalam keluarga. pendidikan.  Kontraversi Kontravensi pada hakikatnya merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian.  Pertentangan / Pertikaian (Conflict) . dst.  Persaingan ras : merupakan persaingan di bidang kebudayaan. Hal ini disebabkan krn ciri-ciri badaniyah terlihat dibanding unsur-unsur kebudayaan lainnya.

unsur-unsur kebudayaan. akibatnya adalah sebaliknya.Pribadi maupun kelompok menydari adanya perbedaan-perbedaan misalnya dalam ciri-ciri badaniyah. dan seterusnya dengan pihak lain. dan takluknya salah satu pihak BAB III : PENUTUPAN . emosi. dominasi. pola-pola perilaku.  Pertentangan mempunyai beberapa bentuk khusus:  Pertentangan pribadi  Pertentangan Rasial : dalam hal ini para pihak akan menyadari betapa adanya perbedaan antara mereka yang menimbulkan pertentangan  Pertentangan antara kelas-kelas sosial : disebabkan karena adanya perbedaan kepentingan  Pertentangan politik : menyangkut baik antara golongan-golongan dalam satu masyarakat. Ciri tersebut dapat mempertajam perbedaan yang ada hingga menjadi suatu pertentangan atau pertikaian. maupun antara negara-negara yang berdaulat  Pertentangan yang bersifat internasional : disebabkan perbedaan-perbedaan kepentingan yang kemudian merembes ke kedaulatan negara  Akibat-akibat bentuk pertentangan  Tambahnya solidaritas in-group  Apabila pertentangan antara golongan-golongan terjadi dalam satu kelompok tertentu.  Perubahan kepribadian para individu  Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia  Akomodasi. yaitu goyah dan retaknya persatuan kelompok tersebut.  Sebab-sebab pertentangan :  Perbedaan antara individu  Perbedaan kebudayaan  perbedaan kepentingan  perubahan sosial.

kebudayaan material.P Gillin Perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara hidup yang diterima. sumber pengetahuan (pendidikan) dan keterampilan serta sumber ekonomi. fungsi keluarga mengalami perubahan. semoga dapat dimanfaatkan dan dapat dijadikan sumber pengetahuan baru oleh semua pihak.html http://id. kompoisisi penduduk. Oleh karena itu manusia selalu mencari sesuatu agar hidupnya lebih baik. Jika dibandingkan apa yang tejadi saat ini dengan beberapa tahun yang lalu. 1. a. dahulu keluarga sepenuhnya berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi anak-anak yang belum dewasa. koran dan internet. Dimana manusia selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. pada masa sekarang.org/wiki/Interaksi_sosial Perubahan Sosial A. Pengertian. antara lain. Perubahan-perubahan tersebut dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan sosial yang ada. Teori dan Bentuk Perubahan Sosial Setiap saat masyarakat selalu mengalami perubahan. Pengertian Perubahan Sosial Ada beberapa ahli sosiologi yang memberikan definisi perubahan sosial. akibat adanya perubahan kondisi geografis. serta cepat atau lambat.blogspot. radio. Namun.wikipedia.wordpress. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam menyusun makalah ini karena keterbatasan materi yang kami miliki.L Gillin dan J. ideologi. Anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan dari keluarga.files. tetapi juga melalui berbagai media massa. Maka akan banyak ditemukan perubahan baik yang direncanakan atau tidak.Proses dan interaksi social selalu akan terjadi didalam lingkungan masyarakat tetapi dalam interaksi itu pula tidak luput dari interaksi dan proses yang negative Dengan terselesaikannya makalah ini. source : http://katahatimutiara.pdf http://jurusankomunikasi. maupun karena difusi dan penemuan baru dalam masyarakat. Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan agar kami bisa menjadi lebih baik dalam meyusun makalah. J. .com/2009/04/proses-sosial-dan-interaksi-sosial.com/2012/09/bab-02. Sebagai contoh kasus. seperti televisi. kecil atau besar.

b. c. yang kedua hanya suatu keadaan peralihan. Dalam fase metafisik. ilmiah atau positif. Berdasarkan definisi-definisi tersebut. Dengan kata lain. William F Ogburn Mengemukakan ruang lingkup perubahan-perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun yang immaterial. menggunakan tiga metode berfilsafat yang karakternya sangat berbeda malah bertentangan. sistem sosial dan norma. hukum ini menyatakan bahwa masyarakat-masyarakat (umat manusia) berkembang melalui tiga tahap utama. perilaku. setiap cabang pengetahuan kita. yakni sebab pertama dan sebab akhir (asal dan tujuan) dari segala akibat (pengetahuan absolut) mengandaikan bahwa semua gejala dihasilkan oleh tindakan langsung dari hal-hal supranatural. Perubahan sosial meliputi perubahan dalam berbagai hal. Samuel Koening Perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia yang terjadi karena sebab-sebab intern maupun sebab-sebab ekstern. Teori-teori Perubahan Sosial a. pikiran manusia pada dasarnya dalam perkembangannya. 2. Hukum Tiga Tahap (Auguste Comte) Hukum tiga tahap merupakan usaha Comte untuk menjelaskan kemajuan evolusioner umat manusia dari masa primitif sampai ke peradaban Prancis abad kesembilan belas yang sangat maju. Tahap-tahap ini ditentukan menurut cara berpikir yang dominan: teologis. d. Mac Iver Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan dalam hubungan sosial atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial. akal budi manusia. sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. yang . Selo Soemardjan Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya. e. Dalam fase teologis. dan yang ketiga adalah pemahaman keadaannya yang pasti dan tak tergoyahkan. dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur sosial dan lembaga sosial masyarakat. termasuk di dalamnya nilai-nilai. seperti perubahan teknologi. berturut-turut melewati tiga kondisi teoretis yang berbeda: teologis atau fiktif. Perubahan tersebut mempengaruhi individu dalam masyarakat tertentu. Comte menjelaskan hukum tiga tahap sebagai berikut: Bahwa setiap konsepsi kita yang paling maju. yang mencari kodrat dasar manusia. Yang pertama merupakan titik tolak yang harus ada dalam pemahaman manusia. yang ditekankan adalah pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dengan majikan dan seterusnya menyebabkan perubahan-perubahan dalam organisasi ekonomi dan politik. Misalnya. Kingsley Davis Mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. metafisik atau abstrak. metafisik dan positif. f.

Akhirnya fetisisme ini diganti dengan kepercayaan akan sejumlah hal-hal supernatural yang meskipun berbeda dari benda-benda alam. meliputi kepercayaan bahwa semua benda memiliki kelengkapan kekuatan hidupnya sendiri. akal budi mengandaikan bukan hal supernatural. serta sebab-sebab gejala. sangat mendasar dalam cara berpikir metafisik. hal-hal yang benar-benar nyata melekat pada semua benda (abstraktsi-abstaksi yang dipersonifikasikan). Dalam tahap positif angin taufan itu akan dijelaskan sebagai hasil dari suatu kombinasi tertentu dari tekanan-tekanan udara. dia yakin bahwa tahaptahap sejarah cenderung berulang dalam kaitannya dengan mentalitas budaya yang dominan. kecepatan angin. tahap ini ditandai oleh satu kepercayaan akan hukum-hukum alam yang asasi yang dapat ditemukan dengan akal budi. gejala serupa itu akan dijelaskan sebagai hasil tindakan langsung dari seorang Dewa angin atau Tuhan. . kepercayaan akan banyak Dewa itu diganti dengan kepercayaan akan Satu Yang Tertinggi. Dalam fase terakhir. Penalaran dan pengamatan. politeisme dan monoteisme. merupakan sarana-sarana pengetahuan ini. dan suhu – semua variabel yang dapat diukur. dan untuk analisa yang lebih terperinci. Untuk menggambarkan perbedaan yang ditekankan Comte. melainkan kekuatan-kekuatan abstrak. yakni hubungan-hubungan urutan dan persamaannya yang tidak berubah. Akal budi penting seperti dalam periode metafisik. Tetapi siklus-siklus ini tidak sekedar pelipat gandaan saja. Analisa rasional mengenai data empris akhirnya akan memungkinkan manusia untuk memperoleh hukum-hukum. akal budi sudah meninggalkan pencarian yang sia-sia terhadap pengertian-pengertian absolut. b. Fetisisme. Begitu pikiran manusia terus maju.hanya merupakan suatu bentuk lain dari yang pertama. tetapi hukum-hukum dilihat sebagai uniformitas empiris daripada kemutlakan metafisik. Dalam tahap metafisik gejala yang sama itu akan dijelaskan sebagai manifestasi dari suatu hukum alam yang tidak dapat diubah. bentuk pikiran yang dominan dalam masyarakat primitif. tetapi harus dipimpin oleh data empiris. Tahap metafisik terutama merupakan tahap transisi antara tahap teologis dan positif. Comte membaginya ke dalam periode fetisisme. dan yang mampu menghasilkan semua gejala. digabungkan secara tepat. dan memusatkan perhatiannya pada studi tentang hukum-hukumnya. sebaliknya ada banyak variasi dalam bentuk-bentuknya yang khusus. dimana tema-tema budaya yang luas dinyatakan. artinya. yakni fase positif. asal dan tujuan alam semesta. Teori Siklus Pitirim Sorokin Kalau Comte mengusulkan suatu model linear yang berkulminasi pada munculnya masyarakat positivis. tanpa membayangkan suatu tahap akhir yang final. kelembaban. namun terus mengontrol semua gejala alam. Sorokin mengembangkan model siklus perubahan sosial. Tetapi pengetahuan selalu sementara sifatnya. Tahap teologis merupakan periode yang paling lama dalam sejarah manusia. Tahap positif ditandai oleh kepercayaan akan data empiris sebagai sumber pengetahuan terakhir. yang berubah terus menerus dan berinteraksi menghasilkan angin taufan itu. bayangkanlah bahwa kita akan menjelaskan suatu gejala alam seperti angin taufan. tidak mutlak. Gagasan bahwa ada kebenaran tertentu yang asasi mengenai hukum alam yang jelas dengan sendirinya menurut pikiran manusia. Dalam tahap teologis. semangat positivisme memperlihatkan suatu keterbukaan terus menerus terhadap data baru atas dasar mana pengetahuan dapat ditinjau kembali dan diperluas. Katolisisme di abad pertengahan memperlihatkan puncak tahap monoteisme.

dalam hal ini Sorokin berbeda dari Comte yang percaya akan kemajuan yang mantap dalam perkembangan intelektual manusia. Pandangan dunia yang asasi dari suatu sistem sosiobudaya merupakan jawaban yang diberikan atas pertanyaan mengenai hakikat kenyataan terakhir (merupakan pertanyaan tentang apakah ada kehidupan lain setelah kehidupan di dunia). Penekanan Sorokin pada berulangnya tema-tema dasar dimaksudkan untuk menolak gagasan bahwa perubahan sejarah dapat dilihat sebagai suatu proses linear yang meliputi gerak dalam satu arah saja. kunci untuk memahami suatu supersistem budaya yang terintegrasi adalah mentalitas budaya-nya. atau suatu konsepsi lainnya mengenai ada yang kekal dan tidak materil. tipe ini berusaha mengubah dunia materil supaya selaras dengan dunia transenden 2) Kebudayaan Inderawi (sensate culture) Tipe ini didasarkan pada pemikiran pokok bahwa dunia materil yang kita alami dengan indera kita . atau sebagai aspek kenyataan yang tidak sempurna dan tidak lengkap. Sorokin mengacu pada pola-pola perubahan budaya jangka panjang yang bersifat “berulang-berubah”. luasnya kebutuhan yang seharusnya dipenuhi. Dunia ini dilihat sebagai suatu ilusi. 1) Kebudayaan Ideasional Tipe ini mempunyai dasar berpikir (premis) bahwa kenyataan akhir itu bersifat nonmateril. Sorokin menyebutan tiga mentalitas budaya dan beberapa tipe-tipe kecil yang merupakan dasar untuk ketiga supersistem sosio-budaya yang berbeda-beda itu. Ada tiga jawaban logis yang mungkin terhadap pertanyaan filosofis dasar itu. Konsep ini mengacu pada pandangan dunia (world view) dasar yang merupakan landasan sistem sosio-budaya. Tipe-tipe Mentalitas Budaya Menurut Sorokin. Kenyataan akhir merupakan dunia Ilahi.Setiap tahap sejarah masyarakat memperlihatkan beberapa unsur yang kembali berulang (artinya. transenden dan tidak dapat ditangkap dengan indera. sementera dan tergantung pada dunia transenden. Secara hakiki. • Yang lainnya adalah bahwa kenyataan akhir itu terdiri dari suatu dunia atau tingat keberadaan yang melampaui dunia materil ini: artinya kenyataan akhir itu bersifat transenden (gaib) dan tidak dapat ditangkap sepenuhnya dengan indera kita. • Jawaban ketiga yang mungkin adalah antara kedua ekstrem dan keadaan itu. Selain untuk mengurangi kebutuhan inderawi. pengulangan tahap yang terdahulu) dan ada beberapa daripadanya yang unik. Atas dasar itu. pertanyaan-pertanyaan ini harus mencakup apakah kebutuhan-kebutuhan dasar manusia itu bersifat fisik atau spiritual. Mentalitas ini memperlihatkan suatu ikatan tanggung jawab untuk mengurangi sebanyak mungkin kebutuhan materil manusia supaya mudah diserap ke dalam dunia transenden b) Kebudayaan ideasional aktif. yang secara sederhana berarti bahwa kenyataan itu mencakup dunia materil dan dunia transenden. Sehubungan dengan pertanyaan ini ada beberapa pertanyaan tambahan yang menyangkut kodrat manusia dan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasarnya. dan apakah pemenuhan kebutuhan manusia itu harus mencakup penyesuaian diri (sehingga kebutuhan itu sendiri dikurangi) atau penyesuaian lingkungan (sehinggat kebutuhan itu dapat dipenuhi). • Pertama adalah bahwa kenyataan akhir itu seluruhnya dari dunia materil yang kita alami dengan indera (tidak ada kehidupan lain setelah dunia). Tingkat ini dipecah kedalam beberapa bagian: a) Kebudayaan ideasional asketik.

Mentalitas ini dapat dibagi sebagai berikut: a) Kebudayaan inderawi aktif. sehingga keduanya dapat dilihat sebagai pengertian-pengertian yang sahih mengenai aspek-aspek tertentu dari kenyataan akhir. Tipe ini khususnya didominasi oleh pendekatan inderawi. mentalitas ini serupa dengan kebudayaan inderawi pasif. Dalam hal tujuan-tujuan utama. Kebudayaan nonmateril seperti – kebiasaan. Konsep ini mengacu pada kecenderungan dari kebiasaan-kebiasaan sosial dan pola-pola organisasi sosial yang tertinggal di belakang (lag behind) perubahan dalam kebudayaan materil. Penemuan dan inovasi paling sering terjadi dalam dunia kebudayaan materil. Tidak seperti tipe a di atas. Akibatnya adalah bahwa perubahan sosial selalu ditandai oleh ketegangan antara kebudayaan materil dan nonmateril. tata cara. pola organisasi sosial – akhirnya harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan dalam kebudayaan materil . kecuali sekedar hidup berdampingan sejajar satu sama lain. Perubahan-perubahan ini terbentang mulai dari penemuan-penemuan awal seperti roda dan perkakas sampai ke komputer dan satelit-satelit komunikasi. “makan. b.merupakan satu-satunya kenyataan yang ada. sehingga menghasilkan sumber-sumber kepuasan dan kesenangan manusia. Kebudayaan ini mendorong usaha aktif dan giat untuk meningkatkan sebanyak mungkin pemenuhan kebutuhan materil dengan mengubah dunia fisik ini sedemikian. mentalitas ini memperlihatkan secara mendasar usaha yang bersifat munafik (hipokrit) untuk membenarkan pencapaian tujuan materialistis atau inderawi dengan menunjukkan sistem nilai transenden yang pada dasarnya tidak diterimanya. segi yang paling penting dari perubahan sosial adalah kemajuan dalam kebudayaan materil. Dengan kata lain. 3) Kebudayaan campuran Kategori ini mengandung penegasan terhadap dasar berpikir (premis) mentalitas ideasional dan inderawi. Dengan kata lain. kedua perspektif yang saling berlawanan ini tidak terintegrasi secara sistematis. Mentalitas ini mendasari pertumbuhan teknologi dan kemajuan-kemajuan ilmiah serta kedokteran. Kebudayaan ideasional tiruan (Pseudo ideasional culture). dasar berpikir kedua tipe mentalitas itu secara sistematis dan logis saling berhubungan. Kebudayaan Idealistis. c. Kebudayaan ini terdiri dari suatu campuran organis dari mentalitas ideasional dan inderawi. sebagai suatu perspektif yang saling berlawanan. di mana perubahan dalam kebudayaan materil mencerminkan perubahan dalam aspek-aspek kebudayaan nonmateril. Sorokin menggambarkan pendekatan ini sebagai suatu “eksploitasi parasit”. tetapi unsur-unsur ideasioal hidup secara berdampingan dengan inderawi. Jelas hal ini bertentangan dengan Comte dan Sorokin. dengan motto. Teori Cultural Lag William F Ogburn Konsep ketertinggalan budaya (Cultural lag) dikemukakan oleh William F Ogburn. c) Kebudayaan inderawi sinis. Mengejar kenikmatan tidak dipengaruhi oleh suatu tujuan jangka panjang apa pun. karena besok kita mati”. Mentalitas inderawi pasif meliputi hasrat untuk mengalami kesenangan-kesenangan hidup inderawi setinggi-tingginya. kecuali bahwa mengejar tujuan-tujuan inderawi/jasmaniah dibenarkan oleh rasionalisasi ideasional. minum dan kawinlah. Eksistensi kenyataan transenden disangkal. b) Kebudayaan inderawi pasif. Bagi Ogburn. Ada dua tipe dasar yang terdapat dalam mentalitas kebudayaan campuran ini: a. sedangkan Comte dan Sorokin menekankan perubahan dalam bentukbentuk pengetahuan atau pandangan dunia sebagai rangsangan utama untuk perubahan sosial. termasuk penemuan-penemuan dan perkembangan teknologi.

Teori ini mengemukakan bahwa kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi yang tertentu. Hasilnya adalah suatu ketegangan yang terus meningkat antara kebudayaan materil dan yang beradaptasi atau kebudayaan nonmateril.tetapi karena adanya pelbagai sumber yang menolak perubahan. Ada bermacam-macam teori tentang evolusi. karena kecepatan perubahan dalam kebudayaan materil terus-menerus melaju. Hasilnya adalah ketegangan antara kebudayaan materil dan kebudayaan nonmateril. tetapi derap perubahan menjadi sangat cepat karena datangnya Revolusi Industri dan tekanan yang terus-menerus pada perkembangan teknologi. yang pada umumnya dapat digolongkan ke dalam beberapa kategori sebagai berikut: 1) Unilinear theories of evolution Teori ini pada pokoknya berpendapat bahwa manusia dan masyarakat (termasuk kebudayaannya) mengalami perkembangan sesuai dengan tahap-tahap tertentu. mengadakan penelitian perihal pengaruh perubahan sistem pencaharian dari sistem berburu ke pertanian. 3. 3) Multilinier theories of evolution Teori ini lebih menekankan pada penelitian-penelitian terhadap tahap-tahap pekembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Jadi kebudayaan nonmateril tidak mampu “mengejar”. Unsur-unsur pokok revolusi adanya perubahan yang cepat dan perubahan tersebut mengenai dasar-dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat. Prinsip-prinsip teori ini diuraikan oleh Herbert Spencer yang antara lain mengatakan bahwa masyarakat merupakan hasil perkembangan dari kelompok homogen ke kelompok yang heterogen baik sifat maupun susunannya. terhadap sistem kekeluargaan dalam masyarakat yang bersangkutan dan seterusnya Sementara itu. Perubahan pada evolusi terjadi karena usahausaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan-keperluan. Pelopor teori ini adalah Auguste Comte. Ukuran kecepatan suatu perubahan yang dinakan revolusi. sebenarnya bersifat relatif karena revolusi dapat . perubahan-perubahan yang terjadi dapat direncanakan terlebih dahulu atau tanpa rencana. Perubahan-perubahan dalam kebudayaan materil sudah terjadi dari masa ke masa dalam sejarah. Perubahan Lambat dan perubahan cepat Perubahan-perubahan yang memerlukan waktu lama. dan kondisi-kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. perubahan-perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat dan menyangkut dasardasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat (yaitu lembaga-lembaga kemasyarakat) dinamakan revolusi. Di dalam revolusi. misalnya. bermula dari bentuk yang sederhana. proses penyesuaian itu selalu ketinggalan di belakang perubahan-perubahan dalam kebudayaan materil. 2) Universal theory of evolution Teori ini menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidaklah perlu melalui tahap-tahap tertetu yang tetap. dan rentetan-rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat dinamakan evolusi. keadaan-keadaan. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial a. Banyak masalah sosial zaman sekarang dapat ditelusuri pada kegagalan kebiasaan-kebiasaan sosial dan pola-pola institusional untuk mengikuti kemajuan tekonologi dalam kebudayaan materil. kemudian bentuk yang kompleks sampai pada tahap yang sempurna.

hubungan kekeluargaan. agent of change langsung tersangkut dalam tekanan-tekanan untuk mengadakan perubahan. Cara-cara mempengaruhi masyarakat dengan sistem yang teratur dan direncanakan terlebih dahulu dinamakan perencanaan sosial (social planning). keadaan tersebut tidak mungkin diubah tanpa mendapat halangan-halangan dari masyarakat itu sendiri. misalnya merupakan perubahan yang akan membawa pengaruh besar pada masyarakat. seperti sistem kekeluargaan. Pelbagai lembaga kemasyarakatan akan ikut terpengaruh misalnya hubungan kerja. di mana perubahan-perubahan terjadi dari tahap produksi tanpa mesin menuju ke tahap produksi menggunakan mesin. Sebagai pegangan dapatlah dikatakan bahwa perubahan-perubahan kecil merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan. Sering kali terjadi perubahan yang dikehendaki bekerja sama dengan perubahan yang tidak dikehendaki dan kedua proses tersebut saling mempengaruhi. Perubahan kecil dan perubahan besar Agak sulit untuk merumuskan masing-masing pengertian tersebut di atas karena batas-batas pembedaannya agak relatif. Perubahan yang dikehendaki atau direncanakan dan perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan Perubahan yang dikehendaki atau direncanakan merupakan perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. tak akan membawa pengaruh apa-apa bagi masyarakat secara keseluruhan karena tidak mengakibatkan perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. Apabila perubahan yang tidak dikehendaki tersebut berlangsung bersamaan dengan suatu perubahan yang dikehendaki. . hubungan antara buruh dengan majikan dan seterusnya. Pihak-pihak yang menghendaki perubahan dinamakan agent of change. Dengan demikian. Perubahan tersebut dianggap cepat karena mengubah sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat. perubahan tersebut mungkin mempunyai pengaruh yang besarnya terhadap perubahan-perubahan yang dikehendaki. Sebaliknya proses industrialisasi yang berlangsung pada masyarakat agraris. stratifikasi masyarakat dan seterusnya. b. Atau dengan kata lain. perubahan yang dikehendaki diterima oleh masyarakat dengan cara mengadakan perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada atau dengan cara membentuk yang baru. Perubahan mode pakaian misalnya. Perubahan Progres dan Perubahan Regres Perubahan progres yaitu perubahan yang membawa kemajuan bagi masyarakat. d. Perubahan sosial yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan merupakan perubahanperubahan yang terjadi tanpa dikehendaki.memakan waktu yang lama. berlangsung di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan masyarakat. Agent of change memimpin masyarakat dalam mengubah sistem sosial. Perubahan ini akan membawa keberuntungan terhadap kehidupan masyarakat yang mengalami perubahan tersebut. Misalnya revolusi industri di Inggris. c. Suatu perubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan selalu berada di bawah pengendalian serta pengawasan agent of change tersebut. Dalam melaksanakannya. sistem milik tanah. Bahkan mungkin menyiapkan pula perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya.

Marcuslah yang telah membulatkan penemuan tesebut. Misalnya orang lantas mengenal hak milik individu atas tanah. dan yang untuk pertama kali menghubungkan motor gas dengan sebuah kereta sehingga dapat berjalan tanpa ditarik seekor kuda. 30 tahun kemudian sesudah suatu rangkaian sumbangan dari sekian banyak pencipta lain yang menambah perbaikan mobil tersebut. dan sebagainya. Discovery baru menjadi invention kalau masyarakat sudah mengakui. ataupun yang berupa gagasan yang diciptakan oleh seorang individu atau serangkaian ciptaan para individu. misalnya dalam bidang pembagian kerja dan stratifikasi sosial. Penemuan mobil. barulah sebuah mobil dapat mencapai suatu bentuk sehingga . Penemuan-penemuan baru sebagai sebab terjadinya perubahan-perubahan dapat dibedakan menjadi discovery dan invention. komunikasi. Perubahan regres. Misalnya. kemajuan ekonomi. dan cara-cara unsur kebudayaan baru tadi diterima. yaitu S. Proses tersebut meliputi suatu penemuan baru. b. Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru. Berkurangnya penduduk mungkin disebabkan berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dari daerah ke daerah lain (misalnya transmigrasi). Sebetulnya sistem motor gas tersebut juga merupakan suatu hasil dari rangkaian ide yang telah dikembangkan sebelum Marcus. B. perubahan dalam sistem komunikasi di desa akan mengakibatkan berkurangnya intensitas hubungan masyarakat. Sering kali proses dari discovery sampai ke invention membutuhkan suatu rangkaian penciptaan. dipelajari dan akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan. Faktor Penyebab Perubahan Sosial Terjadinya perubahan dalam masyarakat.Misalnya dengan adanya listrik masuk desa. yaitu perubahan yang membawa pengaruh kurang menguntungkan bagi masyarakat sehubngan dengan bidang-bidang tertentu. Marcus (1857) yang membuat motor gas yang pertama. sewa tanah. Faktor Internal a. 1. pada prinsipnya berasal dari sifat dasar manusia yang tidak pernah puas dan mudah bosan dengan keadaan yang dialaminya. dimulai dari usaha seorang Austria. Perpindahan penduduk mengakibatkan kekosongan. Sungguhpun demikian. Bertambah atau berkurangnya penduduk Pertambahan penduduk yang sangat cepat di pulau Jawa menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat. tetapi yang terjadi dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama disebut dengan inovasi atau innovation. maka banyak terjadi perubahan-perubahan dalam masyarakat baik dalam bidang transportasi. yang mempengaruhi lembagalembaga kemasyarakatan. bagi hasil dan seterusnya yang sebelumnya tidak dikenal. terutama lembaga-lembaga kemasyarakatannya. Penemuan-penemuan baru Suatu proses sosial dan kebudayaan yang besar. hiburan. misalnya. Jadi. Perubahan sosial dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat itu sendri (internal) atau faktorfaktor yang berasl dari luar masyarakat (eksternal). Itulah saatnya mobil menjadi suatu discovery. baik berupa alat. menerima serta menerapkan penemuan baru itu. gadai tanah. jalannya unsur kebudayaan baru yang tersebar ke lain-lain bagian masyarakat.

Segenap lembaga kemasyarakatan. proses inovasi belum selesai. Bentuk mobil semacam itu yang mendapat paten di Amerika Serikat 1911 dapat disebut sebagai permulaan dari kendaraan mobil yang pada masa sekarang menjadi salah satu alat yang amat penting dalam kehidupan masyarakat manusia. Beberapa jenis penemuan baru dapat pula mengakibatkan satu jenis perubahan sebagai berikut. Selain itu biaya produksi mobil demikian tingginya sehingga hanya suatu golongan kecil saja yang dapat membelinya. antara lain sebagai berikut. pemerintahan. Penemuan-penemuan baru dalam kebudayaan jasmaniah atau kebendaan menunjukkan adanya berbagai macam pengaruh pada masyarakat. yang kemudian kian memperdalam perbedaan antara negara-negara besar dengan negara-negara kecil. Pertentangan-pertentangan mungkin terjadi antara individu-individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok. Lingkungan fisik Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada di sekitar manusia. Seluruh proses tersebut merupakan rangkaian proses inovasi dari sebuah mobil. Pertama-tama. pengaruh suatu penemuan baru tidak hanya terbatas pada satu bidang tertentu saja. d. c. Kemungkinan lain adalah perubahan-perubahan yang menjalar dari satu lembaga kemasyarakatan ke lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya.dapat dipakai sebagai alat pengangkutan oleh manusia dengan cukup praktis dan aman. 2. mobil masih belum dikenal oleh seluruh masyarakat. Faktor Eksternal Suatu perubahan sosial dan kebudayaan dapat pula bersumber pada sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat itu sendiri. Penemuan baru kapal terbang membawa pengaruh pada metode peperangan. Pertentangan (conflict) masyarakat Pertentangan masyarakat mungkin pula menjadi sebab terjadinya perubahan sosial dan kebudayaan. Penyebaran alat pengangkutan tersebut masih harus disebarluaskan kepada khalayak ramai. seperti yang terlihat ada gambar berikut ini. kendaraan mobil menjadi suatu invention. Misalnya penemuan radio menyebabkan perubahan-perubahan dalam lembaga kemasyarakatan seperti pendidikan. Pada saat menjadi invention. Tidak jarang timbul pertentangan antara kepentingan individu dengan kepentingan kelompoknya. Dengan tercapainya bentuk tersebut. tetapi ia sering kali meluas ke bidang-bidang yang lainnya. Segala kegiatan didasarkan pada kepentingan masyarakat. Misalnya penemuan mobil. mulai dari bentuk negara sampai keluarga batih. mengalami perubahan-perubahan yang mendasar. Sungguhpun kira-kira sesudah 1911 produksi mobil dimulai. kereta api. rekreasi dan seterusnya. Satu persoalan lain yang juga harus dihadapi adalah apakah masyarakat sudah siap menerimanya karena misalnya diperlukan pembuatan jalan-jalan raya yang baru. agama. Terjadinya pemberontakan atau revolusi Revolusi yang meletus pada Oktober 1917 di Rusia telah menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar Negara Rusia yang mula-mula mempunyai bentuk kerajaan absolut berubah menjadi diktator proletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. Terjadinya gempa . telepon dan sebagainya menyebabkan tumbuhnya lebih banyak pusat kehidupan di daerah pinggiran kota yang dinamakan suburb. Umumnya masyarakat tradisional di Indonesia bersifat kolektif. a.

hari. c. pihak lain hanya menerima pengaruh tanpa mempunyai kesempatan memberikan pengaruh balik. maka yang terjadi adalah proses imitasi. c. Di dalam pertemuan dua kebudayaan tidak selalu akan terjadi proses saling mempengaruhi. Artinya. Pendidikan memberikan nilainilai tertentu bagi manusia. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial tediri dari faktor-faktor yang mendorong dan faktor yang menghambat terjadinya perubahan sosial. rusaknya berbagai sarana dan prasarana kebutuhan hidup sehari. hasilnya dinamakan demonstration effect. Ada dua tipe difusi. manusia mampu menghimpun penemuan-penemuan baru yang telah dihasilkan. apabila salah satu dari dua kebudayaan yang bertemu mempunyai taraf teknologi yang lebih tinggi. Apabila pengaruh dari masyarakat tersebut diterima tidak karena paksaan. 1. Difusi adalah proses penyebaran unsurunsur kebudayaan dari individu kepada individu lain. Faktor-faktor yang mendorong jalannya proses perubahan a. Kadangkala pertemuan dua kebudayaan yang seimbang akan saling menolak. Namun apabila hubungan tersebut berjalan melalui alat-alat komunikasi massa. topan. yaitu dari masyarakat pengguna alat-alat komunikasi tersebut. Keadaan semacam itu dinamakan cultural animosity. yaitu pertama difusi intramasyarakat dan kedua difusi antarmasyarakat. C. dan dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Kontak dengan kebudayaan lain Salah satu proses yang menyangkut hal ini adalah diffusion. banjir dan lain-lain mungkin menyebabkan masyarakat-masyarakat yang mendiami daerah-daerah tersebut terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya. yaitu peniruan terhadap unsur-unsur kebudayaan lain. yang bukan merupakan delik . masing-masing masyarakat mempengaruhi masyarakat lainnya. Namun. serta tergoncangnya mental penduduk sehingga merasa frustrasi dan tidak berdaya. Pengaruh kebudayaan lain Apabila sebab-sebab perubahan bersumber pada masyarakat lain. tetapi juga menerima pengaruh dari masyarakat yang lain itu. terutama dalam membuka pikirannya serta menerima hal-hal baru dan juga bagaimana cara berpikir secara ilmiah. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Perubahan Sosial Perubahan sosial dan kebudayaan dipengaruhi oleh berbagai faktor. itu mungkin terjadi karena kebudayaan dari masyarakat lain melancarkan pengaruhnya. ada kemungkinan pengaruh itu hanya datang dari satu pihak saja.bumi. Hubungan yang dilakukan secara fisik antara dua masyarakat mempunyai kecenderungan untuk menimbulkan pengaruh timbal balik. masyarakat merupakan pendorong bagi usaha-usaha penemuan baru. Sistem pendidikan formal yang maju Pendidikan memberikan aneka macam kemampuan kepada individu. b. terjadinya kekacauan ekonomi dan sosial. Sementara itu. b. Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju Apabila sikap tersebut melembaga dalam masyarakat. Peperangan Peperangan selalu berdampak pada tingginya angka kematian. Dengan proses tersebut. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang (deviation).

Prasangka terhadap hal-hal baru atau asing atau sikap yang tertutup g. Keserasian masyarakat dimaksudkan sebagai suatu keadaan di mana lembaga-lembaga kemasyarakatan yang pokok benar-benar berfungsi dan saling mengisi. . Apabila ketidakserasian dapat dipulihkan kembali setelah terjadi suatu perubahan. Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan f. Sikap masyarakat yang sangat tradisional d. Adakala unsur-unsur baru dan lama yang bertentangan secara bersamaan mempengaruhi normanorma dan nilai-nilai yang kemudian berpengaruh pula pada warga masyarakat. Keadaan tersebut berarti bahwa ketegangan-ketegangan serta kekecewaan di antara para warga tidak mempunyai saluran pemecahan. Itu berarti adanya gangguan yang kontinu terhadap keserasian masyarakat. maka dinamakan ketidakpenyesuaian sosial (maladjustment). f. Orientasi ke masa depan. 2.d. Penyesuaian masyarakat terhadap perubahan Keserasian atau harmoni dalam masyarakat (social equilibrium) merupakan keadaan yang diidamidamkan setiap masyarakat. Faktor-faktor yang menghalangi terjadinya perubahan Adapun faktor-faktor yang menghambat tejadinya perubahan sosial dalam suatu masyarakat adalah sebagai berikut. pendidikan. a. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu. keadaan tersebut dinamakan penyesuaian (adjusment). agama dan seterusnya. h. Umumnya saluran-saluran tersebut adalah lembagalembaga kemasyarakatan dalam bidang pemerintahan. e. Penduduk yang heterogen. Saluran-saluran perubahan sosial dan kebudayaan Saluran-saluran perubahan sosial dan kebudayaan (channel of change) merupakan saluran-saluran yang dilalui oleh suatu proses perubahan. Sistem pelapisan sosial yang terbuka. Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat atau vested interest e. Bila sebaliknya yang terjadi. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain b. Adat atau kebiasaan i. Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis h. Setiap kali terjadi gangguan terhadap keadaan keserasian. ekonomi. 2. Nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya. Sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal yang luas atau berarti memberi kesempatan kepada para individu untuk maju atas dasar kemampuan sendiri. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat c. Lembaga kemasyarakat yang menjadi titik tolak perubahan tergantung pada cultural focus masyarakat pada suatu masa tertentu. g. masyarakat dapat menolaknya atau mengubah susunan lembaga-lembaga kemasyarakatannya dengan maksud menerima unsur yang baru. Nilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak mungkin dapat diperbaiki D. Proses-Proses Perubahan Sosial Dan Kebudayaan: 1.

Struktur dianggap sesuatu yang suci. Dengan demikian. Akan tetapi. Khusus tentang disorganisasi dan reorganisasi.Lembaga kemasyarakatan yang pada suatu waktu mendapat penilaian tertinggi dari masyarakat cenderung menjadi saluran utama perubahan sosial dan kebudayaan. 3. Adapun gejala-gejala yang menyebabkan disintegrasi sosial adalah sebagai berikut: a. Tahap reorganisasi dilaksanakan apabila norma-norma dan nilai-nilai yang baru telah melembaga dalam diri warga masyarakat. reorganisasi atau reintegrasi adalah suatu proses pembentukan norma-norma dan nilai-nilai baru agar serasi dengan lembaga kemasyarakatan yang telah mengalami perubahan. Watak atau jiwa seseorang paling tidak merupakan pencerminan kebudayaan masyarakat. f. alat-alat yang dipakai dan sistem penanaman sesuai dengan kebudayaan masyarakat makin besar pula hasil yang dapat dicapai oleh usaha penanaman lembaga baru itu. jalannya proses pelembagaan menjadi lancar. Semakin besar kemampuan tenaga manusia. Sementara itu. itu mempunyai pengaruh negatif terhadap kemungkinan berhasilnya proses pelembagaan. Berhasil atau tidaknya proses pelembagaan tersebut dalam masyarakat mengikuti formula sebagai berikut. Norma-norma masyarakat tidak berfungsi dengan baik. d. aktivitas seseorang sepenuhnya berada di bawah kepentingan masyarakatnya. tak dapat diubah-ubah dengan drastis . alat. Itu berarti bahwa sedang ada usaha untuk mengubah struktur masyarakat seluruhnya. Segala sesuatu didasarkan pada tradisi dan setiap usaha untuk mengubah satu unsur saja. Disorganisasi (disintegrasi) dan reorganisasi (reintegrasi) Disorganisasi atau disintegrasi dapat dirumuskan sebagai suatu proses pudarnya norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat karena perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. mereka membentangkan pengaruh dari suatu masyarakat yang tradisional dan masyarakat yang modern terhadap jiwa para anggotanya. Interaksi sosial yang terjadi ditandai dengan proses sosial yang disosiatif. Kekuatan menentang masyarakat. b. Tidak ada sanksi yang tepat bagi pelanggar norma. Tindakan-tindakan dalam masyarakat sudah tidak lagi sesuai dengan norma-norma masyarakat. sedangkan kekuatan menentang masyarakat besar. Ada pertentangan norma-norma dalam masyarakat. organisasi dan metode di dalam menanamkan lembaga baru. Tidak adanya persepsi atau persamaan pandangan di antara anggota masyarakat yang semula dijadikan pedoman oleh anggota masyarakat. setiap usaha untuk menanam sesuatu unsur yang baru pasti akan mengalami reaksi dari beberapa golongan masyarakat yang merasa dirugikan. Efektifitas menanam merupakan hasil positif penggunaan tenaga manusia. Pada masyarakat-masyarakat tradisional. kemungkinan suksesnya proses pelembagaan menjadi kecil atau bahkan hilang sama sekali. c. Sebaliknya apabila efektivitas menanam besar dan kekuatan menentang masyarakat kecil. e. jelaslah bahwa apabila efektivitas menanam kecil. Gambaran mengenai disorganisasi dan reorganisasi dalam masyarakat pernah digambarkan oleh William I Thomas dan Florian Znaniecki dalam karya klasiknya The Polish Peasant in Europe and America.

istilah yang lebih lengkap mestinya adalah ―perubahan sosialkebudayaan‖ karena memang antara manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat dipisahkan dengan kebudayaan itu sendiri. ia dapat menyangkut ―struktur sosial‖ atau ―pola nilai dan norma‖ serta ―pran‖. Dalam kelompok social yang telah tersusun susunan masyarakatnya akan terjadinya sebuah perubahan dalam susunan tersebut merupakan sebuah keniscayaan.wordpress. Cara yang paling sederhana untuk mengerti perubahan sosial (masyarakat) dan kebudayaan itu. Timbullah disorganisasi. adalah dengan membuat rekapitulasi dari semua perubahan yang terjadi di dalam . Perubahan dari suatu masyarakat tradisional menjadi masyarakat yang modern akan mengakibatkan pula perubahan dalam jiwa setiap anggota masyarakat. organisasi atau komunitas. Dan dalam reorganisasi. mereka merupakan bagian dari masyarakat yang tradisional dan di Amerika mereka berhadapan dengan masyarakat modern yang mempunyai pola kehidupan yang berbeda. Karena perubahan merupakan hal yang mutlak terjadi dimanapun tempatnya. timbullah normanorma baru yang mengatur hubungan antara orang tua dengan anak-anak. Untuk dikatakan kelompok sosial terdapat persyaratanpersyaratan tertentu. Namun bukan berarti semua himpunan manusia dapat dikatakan kelompok sosial. http://infosos. Orang tua di Eropa mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap anak-anaknya. Dengan demikina. tetapi di Amerika kekuasaan tadi menjadi pudar dan melemah. Perubahan sosial adalah perubahan dalam hubungan interaksi antar orang. misalnya dalam keluarga batih.com/kelas-xii-ips/perubahan-sosial/ DEFINISI PERUBAHAN SOSIAL DAN TIPE-TIPE PERUBAHAN SOSIAL 193 Votes PENDAHULUAN I. Thomas dan Znaniecki menggambarkan betapa para petani Polandia yang pindah dari Eropa ke Amerika mengalami disorganisasi karena di tempat asalnya.dan berjalan lambat sekali. Latar Belakang Manusia adalah makhluk individu yang tidak dapat melepaskan diri dari hubungan dengan manusia lain. Sebagai akibat dari hubungan yang terjadi di antara individu-individu (manusia) kemudian lahirlah kelompok-kelompok sosial (social group) yang dilandasi oleh kesamaan-kesamaan kepentingan bersama.

. Dengan demikian dapat diartikan bahwa perubahan social dalam suatu kajian untuk melihat dan mempelajari tingkah laku masyarakat dalam kaitannya dengan perubahan. yakni perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem sosial sebagai akibat pengadopsian atau penolakan inovasi. Kenyataan mengenai perubahan-perubahan dalam masyarakat dapat dianalisa dari berbagai segi diantaranya: ke ―arah‖ mana perubahan dalam masyarakat itu ―bergerak‖ (direction of change)‖. II. Akan tetapi setelah meninggalkan faktor itu mungkin perubahan itu bergerak kepada sesuatu bentuk yang baru sama sekali. bahkan jika ingin mendapatkan gambaran yang lebih jelas lagi mengenai perubahan mayarakat dan kebudayaan itu. yakni proses di mana ide-ide baru itu dikomunikasikan ke dalam sistem sosial. maka suatu hal yang paling baik dilakukan adalah mencoba mengungkap semua kejadian yang sedang berlangsung di tengah-tengah masyarakat itu sendiri. Perumusan Masalah Beberapa rumusan masalah yang dapat dikaji dari uraian-uraian di atas antara lain: Apa definisi dari perubahan sosial dalam masyarakat dan bagaimana pendapat para ahli tentang perubahan sosial? Sebutkan tipe-tipe dari perubahan sosial? III. Perubahan tersebut terjadi sebagai akibat masuknya ide-ide pembaruan yang diadopsi oleh para anggota sistem sosial yang bersangkutan. Kebanyakan definisi membicarakan perubahan dalam arti yang sangat luas. Proses perubahan sosial biasa tediri dari tiga tahap: Invensi. mendefinisikan perubahan sosial sebagai ―perubahan penting dari stuktur sosial‖ dan yang dimaksud dengan struktur sosial adalah ―pola-pola perilaku dan interaksi sosial‖. Definisi Perubahan Sosial Perubahan sosial adalah proses di mana terjadi perubahan struktur dan fungsi suatu sistem sosial. akan tetapi boleh pula bergerak kepada suatu bentuk yang sudah ada di dalam waktu yang lampau. Tujuan Makalah ini bertujuan untuk: Untuk mengetahui macam-macam definisi dari perubahan sosial dari masyarakat. Perubahan terjadi jika penggunaan atau penolakan ide baru itu mempunyai akibat.masyarakat itu sendiri. Wilbert Moore misalnya. yakni proses di mana ide-ide baru diciptakan dan dikembangkan Difusi. Konsekuensi. yang jelas adalah bahwa perubahan itu bergerak meninggalkan faktor yang diubah. TINJAUAN PUSTAKA I. Untuk mengetahui tipe-tipe deri perubahan sosial dari masyarakat.

merupakan suatu proses penyadaran tentang perlunya. Ia berkesimpulan bahwa kekuatan tekanan (driving forces) akan berhadapan dengan penolakan (resistences) untuk berubah. Sifat struktural seperti . merupakan langkah tindakan. yaitu: (1) Unfreezing. menuntut perbaikan gizi dan kesehatan. massa/demonstran bisa dibawa dan ditingkatkan ke aksi politik. dan lain-lain. Ahli-ahli sosiologi dan antropologi telah banyak membicarakannya. Ketther dan McMurtry (2004) berpendapat bahwa. tindakan sosial atau aksi sosial (social action) tidak bisa dipisahkan dari proses berpikir rasional dan tujuan yang akan dicapai oleh pelaku. Aksi sosial sangat penting bagi permulaan dan persiapan aksi politik. mengukur kekuatan aksi dan kekuatan lawan serta untuk meningkatkan menjadi aksi politik. Aksi sosial adalah aksi yang ringan syarat-syarat yang diperlukannya dibandingkan dengan aksi politik. dan (3) Refreesing. Menurutnya. Essay in Comparative Sosiology. Order and Change. Tindakan sosial dapat dipisahkan menjadi empat macam tindakan menurut motifnya: (1) tindakan untuk mencapai satu tujuan tertentu. New York. (2) tindakan berdasar atas adanya satu nilai tertentu. (3) tindakan emosional. Kurt Lewin dikenal sebagai bapak manajemen perubahan. aksi sosial adalah aksi yang langsung menyangkut kepentingan sosial dan langsung datangnya dari masyarakat atau suatu organisasi. Menurut Max Weber dalam Berger (2004). Aksi sosial adalah alat untuk mendidik dan melatih keberanian rakyat. bahwa. membawa kembali kelompok kepada keseimbangan yang baru (a new dynamic equilibrium). individu. atau organisasi. Keberanian itu dapat digunakan untuk: mengembangkan kekuatan aksi. atau adanya kebutuhan untuk berubah. aksi sosial merupakan bagian dari pekerjaan sosial yang memiliki komitmen untuk menjadi agen atau sumber bagi mereka yang berjuang menghadapi beragam masalah untuk memerlukan berbagai kebutuhan hidup. Konsepnya dikenal dengan model force-field yang diklasifikasi sebagai model power-based karena menekankan kekuatan-kekuatan penekanan. seperti aksi menuntut kenaikan upah atau gaji. Dari aksi sosial. Konsep dinamika kelompok menjadi sebuah bahasan yang menarik untuk memahami perubahan sosial. Pada dasarnya perilaku manusia lebih banyak dapat dipahami dengan melihat struktur tempat perilaku tersebut terjadi daripada melihat kepribadian individu yang melakukannya. perubahan kebudayaan) itu sendiri. maka aksi sosial lebih mudah digerakkan daripada aksi politik.Dalam menghadapi perubahan sosial budaya tentu masalah utama yang perlu diselesaikan ialah pembatasan pengertian atau definisi perubahan sosial (dan Wilbert E. 1967 : 3. Anonim dalam Media Intelektual (2008) mengungkapkan bahwa. perubahan terjadi karena munculnya tekanan-tekanan terhadap kelompok. Maore. Perubahan sosial dalam masyarakat bukan merupakan sebuah hasil atau produk tetapi merupakan sebuah proses. baik memperkuat driving forcesmaupun memperlemah resistences. karena ia dianggap sebagai orang pertama dalam ilmu sosial yang secara khusus melakukan studi tentang perubahan secara ilmiah. Perubahan sosial merupakan sebuah keputusan bersama yang diambil oleh anggota masyarakat. Langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengelola perubahan. John Wiley & Sons. Selanjutnya Netting. (2) Changing. serta (4) tindakan yang didasarkan pada adat kebiasaan (tradisi). menguji barisan aksi. Perubahan dapat terjadi dengan memperkuatdriving forces dan melemahkan resistences to change.

Konsep pokok yang disampaikan oleh Lippit diturunkan dari Lewin tentang perubahan sosial dalam mekanisme interaksional. Peletak dasar pemikiran perubahan sosial sebagai suatu bentuk ―evolusi‖ antara lain Herbert Spencer dan August Comte. Perkembangan masyarakat pada dasarnya berarti pertambahan diferensiasi dan integrasi. dan (5) pencapaian kondisi akhir yang dicita-citakan. perkembangan masyarakat seringkali dianalogikan seperti halnya proses evolusi. . Masyarakat industri ditandai dengan meningkatnya perlindungan atas hak individu. sikap. individu. Perubahan terjadi karena munculnya tekanantekanan terhadap kelompok.sentralisasi. formalisasi dan stratifikasi jauh lebih erat hubungannya dengan perubahan dibandingkan kombinasi kepribadian tertentu di dalam organisasi. Ia berkesimpulan bahwa kekuatan tekanan (driving forces) akan berhadapan dengan penolakan (resistences) untuk berubah. Pada masyarakat industri yang telah terdiferensiasi dengan mantap akan terjadi suatu stabilitas menuju kehidupan yang damai. Ada empat tingkat perubahan yang perlu diketahui yaitu pengetahuan. yang memang telah berkembang dengan pesatnya. Etzioni (1973) mengungkapkan bahwa. suatu proses perubahan yang berlangsung sangat lambat. tiga tahap merupakan ide dasar dari Lewin. Walaupun menyampaikan lima tahapan Tahap-tahap perubahan adalah sebagai berikut: (1) tahap inisiasi keinginan untuk berubah. Pemikiran ini sangat dipengaruhi oleh hasil-hasil penemuan ilmu biologi. (2) penyusunan perubahan pola relasi yang ada. Kesempurnaan organisme dicirikan oleh kompleksitas. terhapusnya batas-batas negara dan terwujudnya masyarakat global. (3) melaksanakan perubahan. Lippit (1958) mencoba mengembangkan teori yang disampaikan oleh Lewin dan menjabarkannya dalam tahap-tahap yang harus dilalui dalam perubahan berencana. Atkinson (1987) dan Brooten (1978). Perubahan dapat terjadi dengan memperkuat driving forces dan melemahkan resistences to change. perilaku. berakhirnya peperangan antar negara. Setelah suatu masalah dianalisa. Perubahan sosial menurut pandangan mereka berjalan lambat namun menuju suatu bentuk ―kesempurnaan‖ masyarakat. berkurangnya kekuasaan pemerintah. maka pemahaman tentang tingkat-tingkat perubahan dan siklus perubahan akan dapat berguna. differensiasi dan integrasi. individual. Terdapat lima tahap perubahan yang disampaikan olehnya. (4) perumusan dan stabilisasi perubahan. suatu organisme akan bertambah sempurna apabila bertambah kompleks dan terjadi diferensiasi antar organ-organnya. Menurut Spencer. pembagian kerja dan perubahan dari keadaan homogen menjadi heterogen. atau organisasi. Keduanya memiliki pandangan tentang perubahan yang terjadi pada suatu masyarakat dalam bentuk perkembangan yang linear menuju ke arah yang positif. tentang kekuatannya. menyatakan definisi perubahan merupakan kegiatan atau proses yang membuat sesuatu atau seseorang berbeda dengan keadaan sebelumnya dan merupakan proses yang menyebabkan perubahan pola perilaku individu atau institusi. Peran agen perubahan menjadi sangat penting dalam memberikan kekuatandriving force. Spencer berusaha meyakinkan bahwa masyarakat tanpa diferensiasi pada tahap pra industri secara intern justru tidak stabil yang disebabkan oleh pertentangan di antara mereka sendiri. dan perilaku kelompok.

karena perubahan sosial merupakan bentuk intervensi sosial yang memberi pengaruh kepada klien atau sistem klien yang tidak terlepas dari upaya melakukan perubahan berencana. Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas dibandingkan perubahan sosial. hal. memandang bahwa masyarakat harus menjalani berbagai tahap evolusi yang pada masing-masing tahap tersebut dihubungkan dengan pola pemikiran tertentu. yang meliputi kesenian. teknologi. Kornblum (1988). Bangunan struktural merupakan struktur yang berlaku pada suatu masa tertentu. Membahas tentang perubahan sosial.Seperti halnya Spencer. Moore (2000). pemikiran Comte sangat dipengaruhi oleh pemikiran ilmu alam. Ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun immaterial. Comte membaginya dalam dua konsep yaitu social statics (bangunan struktural) dan social dynamics (dinamika struktural). Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian. ekonomis dan kebudayaan. Pemikiran Comte yang dikenal dengan aliran positivisme. Namun demikian dalam prakteknya di lapangan kedua jenis perubahan perubahan tersebut sangat sulit untuk dipisahkan (Soekanto. Penekannya adalah pada pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. 1974). Pemberian pengaruh sebagai bentuk intervensi berupaya menciptakan suatu kondisi atau perkembangan yang ditujukan kepada seorang klien atau sistem agar termotivasi untuk bersedia berpartisipasi dalam usaha perubahan sosial. terdeferiansi dan terspesialisasi. Akan tetapi perubahan tersebut tidak mempengaruhi organisasi sosial masyarakatnya. Sebagaimana Spencer yang menggunakan analogi perkembangan mahkluk hidup. (Jakarta : Yayasan Penerbit Universitas Indonesia. Sosiologi Suatu Penantar. 1990). ilmu pengetahuan. Perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat seperti misalnya perubahan dalam unsur geografis. . berusaha memberikan suatu pengertian tentang perubahan sosial. Comte menyatakan bahwa dengan adanya pembagian kerja. Selanjutnya Comte menjelaskan bahwa setiap kemunculan tahap baru akan diawali dengan pertentangan antara pemikiran tradisional dan pemikiran yang berdifat progresif. Sedangkan dinamika struktural merupakan hal-hal yang berubah dari satu waktu ke waktu yang lain. ―Perubahan –perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat. Perubahan pada bangunan struktural maupun dinamika struktural merupakan bagian yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. Akhirnya dikutip definisi Selo Soemardjan yang akan dijadikan pegangan dalam pembicaraan selanjutnya. Definisi lain dari perubahan sosial adalah segala perubahan yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat. masyarakat akan menjadi semakin kompleks. 1990). Bahasan utamanya mengenai struktur sosial yang ada di masyarakat yang melandasi dan menunjang kestabilan masyarakat. filsafat dan lainnya. yang Soerjono Soekanto. Tekanan pada definisi tersebut adalah pada lembaga masyarakat sebagai himpunan kelompok manusia dimana perubahan mempengaruhi struktur masyarakat lainnya (Soekanto. Aksi sosial dapat berpengaruh terhadap perubahan sosial masyarakat. yang mempengaruhi sistem sosialnya. biologis. perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya. Perubahan sosial diartikan sebagai perubahanperubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.

Apakah perubahan itu mengenai pakaian. termasuka didalamnya nilai-nilai. sikap-sikap dan pola-pola per-kelakukan diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat‖. Definisi ini menekankan perubahan lembaga sosial. alat transportasi. tingkat peradaban manusia terekspresikan dalam tiga indikator utama yaitu bahasa. filsafat dan lainnya. Gordon Childe seorang arkeolog. perubahan. teknologi. Bila kita amati secara lebih mendasar lagi. Perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat seperti misalnya perubahan dalam unsur geografis. A. kita semua terus menerus berhadapan dengan sejarah perkembangan peradaban bangsa yang bergerak ke depan dan tak pernah balik. surplus produksi. standar pengukuran panjang dan berat. Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya. system pertukaran atau barter dan penggunaan bajak atau alat bercocok tanam lainnya. budaya (segala bentuk dan ragam seni. Selanjutnya. budaya dan perubahan sosial. ketiganya menjadi ciri suatu ras atau bangsa tertentu. yang mempengaruhi sistem sosialnya. alat angkut. Akan tetapi dalam memaknai perubahan peradaban kita harus berpedoman bahwa tidak semua yang kontemporer itu baik dan sebaliknya tidak semua yang lama itu usang dan . biologis. Akan tetapi perubahan tersebut tidak mempengaruhi organisasi sosial masyarakatnya. Sorokin (1957). Lembaga social ialah unsur yang mengatur pergaulan hidup untuk mencapai tata tertib melalui norma. pertambahan penduduk. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian. Definisi lain dari perubahan sosial adalah segala perubahan yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat. Namun demikian dalam prakteknya di lapangan kedua jenis perubahan perubahan tersebut sangat sulit untuk dipisahkan (Soekanto.217 mempengaruhi sistem sosialnya. dan perubahan ke arah yang lebih baik tentunya merupakan hasrat dari setiap individu maupun organisasi. ekonomis dan kebudayaan. Tipe-Tipe Perubahan Dalam pandangan awan setiap perubahan yang terjadi pada masyarakat disebut dengan perubahan sosial. Perubahan peradaban Perubahan adalah keniscayaan. ilmu hitung. ataupun tingkah laku anak muda. II. mendefinisikan peradaban sebagai suatu transformasi elemen-elemen budaya manusia. Tekanan pada definisi tersebut adalah pada lembaga masyarakat sebagai himpunan kelompok manusia dimana perubahan mempengaruhi struktur masyarakat lainnya (Soekanto. Keharusan sejarah. 1990). V. ilmu pengetahuan. Pada beberapa pemikir terdapat tiga tipe perubahan yaitu: perubahan peradaban. beserta suku-sukunya dalam perwilayahan geografisnya masing-masing. metalurgi. cabang-cabang seni dan para senimannya. bangunan arsitektur monumental. perdagangan jarak jauh. berpendapat bahwa segenap usaha untuk mengemukakan suatu kecenderungan yang tertentu dan tetap dalam perubahan sosial tidak akan berhasil baik. yang berarti transformasi dalam penguasaan tulis-menulis. yang meliputi kesenian. 1990). ilmu pengetahuan dan teknologi) dan agama. Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas dibandingkan perubahan sosial. yang selanjutnya mempengaruhi segi-segi lain struktur masyarakat.

Perubahan peradaban yang dimaksud pada alinea sebelumnya. Dalam kacamata budaya. Selanjutnya melalui pendidikanlah. Peranan buruh tani sebagai penumbuk padi jadi kehilangan pekerjaan. dan sebagainya. kesengajaan. jenis-jenis bibit unggul yang ditemukan. teknologi dan filsafat bahkan perubahan dalam bentuk juga aturan-aturan organisasi social. yang didasarkan atas nilainilai kehidupan yang benar.tidak relevan dengan kehidupan saat ini. Kehidupan yang cerdas inilah yang patut menjadi dasar sebuah peradaban yang kokoh dan sehat. . Meskipun begitu perlu disadari bahwa sesuatu perubahan di masyarakat selamanya memiliki mata rantai diantaranya elemen yang satu dan eleman yang lain dipengaruhi oleh elemen yang lainnya. Dan juga. nilai. sehingga menimbulkan gangguan keseimbangan didalam masyarakat. ilmu pengetahuan. Di sinilah peran pendidikan. Semua terjadi karena adanya salah satu atau beberapa unsur budaya yang tidak berfungsi lagi. Contoh : þ Masuknya mekanisme pertanian mengakibatkan hilangnya beberapa jenis teknik pertanian tradisional seperti teknik menumbuk padi dilesung diganti oleh teknik ―Huller‖ di pabrik penggilingan padi. B Perubahan kebudayaan Pengertian perubahan kebudayaan adalah suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan. dan sebagainya. di dalam rangka merekat keutuhan dan kesatuan bangsa. Sedangkan perubahan sosial terbatas pada aspek-aspek hubuingan sosial dan keseimbangannya. Pendidikan adalah syarat mutlak berkembangya peradaban. kebersamaan. apresiasi seni. kita dapat berharap wujudnya yaitu dengan mencerdaskan kehidupan bangsa. seperti transportasi. ritual. how to lead the change (bagaimana memimpin perubahan). Melalui fungsi pendidikan dalam mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. output pendidikan harus diarahkan menjadi agen perubahan (agent of change). Perubahan peradaban biasanya dikaitkan dengan perubahn-perubahan elemen atau aspek yang lebih bersifat fisik. dan komitmen. menjadi amat sangat menentukan. pengetahuan. Tanpa pendidikan yang memadai. maka akan lahirlah generasi yang mampu melaksanakan prinsip how to change the world (bagaimana mengubah dunia) bukan hanya how to see the world (bagaimana melihat dunia). Perubahan kebudayaan akan berjalan terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakatnya. Oleh karena itu. persenjataan. prosesnya harus didesain dengan kesadaran. bangsa yang besar belajar untuk mengganti apa yang buruk dari budayanya. tidak aka nada SDM yang mampu membawa perubahan peradaban ke arah yang lebih baik. Perubahan budaya berhubungan dengan perubahan yang bersifat rohani seperti keyakinan. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian yaitu : kesenian. dan menjaga hal yang baik dari budayanya. dan bukan hanya how to follow the change (bagaimana ikut dalam perubahan).

sandang. bencana banjir. Menghambat perubahan kebudayaan þ Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah seperti :adat istiadat dan keyakinan agama ( kebudayaan non material) þ Adanya individu-individu yang sukar menerima unsure-unsur perubahan terutama generasi tu yang kolot. disanalah mereka harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan budaya setempat sehingga terjadi proses asimilasi maupun akulturasi. . dan papan. Faktor intern Perubahan Demografis Perubahan demografis disuatu daerah biasanya cenderung terus bertambah. pertambahan penduduk akan mempengaruhi persedian kebutuhan pangan. untuk mengatasinya pemerintah mengikutsertakan penduduk setempat dalam program pembangunan bersama-sama para transmigran. Perubahan demikian dapat mengubah kebudayaan hal ini disebabkan karena kebudayaan mempunyai daya adaptasi dengan lingkungan setempat. rusaknya hutan karena erosi atau perubahan iklim sehingga membentuk tegalan. akan mengakibatkan terjadinya perubahan diberbagai sektor kehidupan. Perubahan lingkungan alam Perubahan lingkungan ada beberapa faktor misalnya pendangkalan muara sungai yang membentuk delta. terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi ( kebudayaan material). c/o: konflik kepentingan antara kaum pendatang dengan penduduk setempat didaerah transmigrasi. Bencana alam Bencana alam yang menimpa masyarakat dapat mempngaruhi perubahan c/o. terutama generasi muda. Konflik social Konflik social dapat mempengaruhi terjadinya perubahan kebudayaan dalam suatu masyarakat. þ Adanya individu-individu yang mudah menerima unsure-unsur perubahan kebudayaan. longsor. b. Mendorong perubahan kebudayaan þ Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah. c/o: bidang perekonomian. þ Adanya faktor adaptasi dengan lingkungan alam yang mudah berubah.Ada faktor-faktor yang mendorong dan menghambat perubahan kebudayaan yaitu: a. v Ada juga faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kebudayaan : 1. letusan gunung berapi masyarkat akan dievakuasi dan dipindahkan ketempat yang baru.

Faktor ekstern Perdagangan Indonesia terletak pada jalur perdagangan Asia Timur denga India. Meskipun begitu perlu disadari bahwa sesuatu perubahan di masyarakat selamanya memiliki mata rantai diantaranya elemen yang satu dan eleman yang lain dipengaruhi oleh elemen yang lainnya. Perubahan Sosial Sedangkan perubahan sosial terbatas pada aspek-aspek hubuingan sosial dan keseimbangannya. Penyebaran agama Masuknya unsur-unsur agama Hindhu dari India atau budaya Arab bersamaan proses penyebaran agama Hindhu dan Islam ke Indonesia demikian pula masuknya unsur-unsur budaya barat melalui proses penyebaran agama Kristen dan kolonialisme. Timur Tengah bahkan Eropa Barat. Analisis organisasi Alasan kemunculan teori ini adalah anggapan bahwa sebagai subsistem sosial organisasi terutama birokrasi dan organisasi tingkat lanjut yang kompleks dipandang sebagai hasil . yaitu teori kemunculan diktator dan demokrasi. teori perilaku kolektif. Perspektif Penjelasan Tentang Perubahan Barrington Moore. teori inkonsistensi status dan analisis organisasi sebagai subsistem sosial. Perubahan sosial dapat dilihat dari empat teori. C. Peperangan Kedatangan bangsa Barat ke Indonesia umumnya menimbulkan perlawanan keras dalam bentuk peperangan. Pada teori ini. dalam suasana tersebut ikut masuk pula unsure-unsur budaya bangsa asing ke Indonesia.2. Teori perilaku kolektif Teori dilandasi pemikiran Moore namun lebih menekankan pada proses perubahan daripada sumber perubahan sosial. teori Teori ini didasarkan pada pengamatan panjang tentang kemunculan diktator dan sejarah pada beberapa negara yang telah mengalami transformasi dari basis ekonomi agraria menuju basis demokrasi ekonomi industri. Itulah sebabnya Indonesia sebagai persinggahan pedagang-pedagang besar selain berdagang mereka juga memperkenalkan budaya mereka pada masyarakat setempat sehingga terjadilah perubahan budaya dengan percampuran budaya yang ada. individu dipandang sebagai suatu bentuk ketidakkonsistenan antara status individu dan grop dengan aktivitas atau sikap yang didasarkan pada perubahan. Teori inkonsistensi status Teori ini merupakan representasi dari teori psikologi sosial.

Negara yang mengambil jalan demokrasi dalam proses transformasinya adalah Inggris.transformasi sosial yang muncul pada masyarakat modern. fasisme dapat berjalan melalui revolusi konserfatif yang dilakukan oleh elit konservatif dan kelas menengah. Negaranegara maju yang dianalisis oleh Moore adalah negara yang telah berhasil melakukan transformasi dari negara berbasis pertanian menuju negara industri modern. Masyarakat petani atau kelas bawah hanya dipandang sebagai kelompok pendukung saja. Berawal dari bentuk masyarakat primitif (primitive communism) kemudian berakhir pada masyarakat modern tanpa kelas (scientific communism). Demokrasi merupakan suatu bentuk tatanan politik yang dihasilkan oleh revolusi oleh kaum borjuis. bahkan seringkali kelompok bawah ini menjadi korban dari pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh negara tersebut. Aksi sosial merupakan sebuah gejala aksi bersama yang ditujukan untuk merubah norma dan nilai dalam jangka waktu yang panjang. Marx menggambarkan bahwa dunia masih pada tahap masyarakat borjuis sehingga untuk mencapai tahap ―kesempurnaan‖ perkembangan perlu dilakukan revolusi oleh kaum proletar. Pada sistem sosial seringkali dijumpai ketegangan baik . Pembangunan ekonomi pada negara dengan tatanan politik demokrasi hanya dilakukan oleh kaum borjuis yang terdiri dari kelas atas dan kaum tuan tanah. Revolusi ini akan mampu merebut semua faktor produksi dan pada akhirnya mampu menumbangkan kaum borjuis sehingga akan terwujud masyarakat tanpa kelas. Negara yang memilih jalan fasisme menganggap demokrasi atau revolusi oleh kelompok borjuis sebagai gerakan yang rapuh dan mudah dikalahkan. Teori Perilaku Kolektif Teori perilaku kolektif mencoba menjelaskan tentang kemunculan aksi sosial. Pada sisi lain. Negara yang menggunakan komunisme dalam proses transformasinya adalah Cina dan Rusia. Perkembangan masyarakat oleh Marx digambarkan sebagai bentuk linear yang mengacu kepada hubungan moda produksi. Komunisme lahir melalui revolusi kaun proletar sebagai akibat ketidakpuasan atas usaha eksploitatif yang dilakukan oleh kaum feodal dan borjuis. Berbeda halnya demokrasi. Perancis dan Amerika Serikat. Teori Barrington Moore Teori yang disampaikan oleh Barrington Moore berusaha menjelaskan pentingnya faktor struktural dibalik sejarah perubahan yang terjadi pada negara-negara maju. Terdapat pula gejala penhancuran kelompok masyarakat bawah melalui revolusi atau perang sipil. yaitu demokrasi. Koalisi antara kedua kelas ini yang memimpin masyarakat kelas bawah baik di perkotaan maupun perdesaan. organisasi meningkatkan hambatan antara sistem sosial dan sistem interaksi. Jepang dan Jerman merupakan contoh dari negara yang mengambil jalan fasisme. fasisme dan komunisme. tahap masyarakat feodal dan tahap masyarakat borjuis. Secara garis besar proses transformasi pada negara-negara maju ini melalui tiga pola. Tahap yang harus dilewati antara lain. Perjuangan kelas yang digambarkan oleh Marx merupakan suatu bentuk perkembangan yang akan berakhir pada kemenangan kelas proletar yang selanjutnya akan mwujudkan masyarakat tanpa kelas.

Mobilitas sosial sangat terbatas dan cenderung tidak ada. dan sebagainya. seperti transportasi. Perubahan moda produksi menimbulkan maslaah yang pelik berupa kemunculan statusstatus sosial yang baru dengan segala keterbukaan dalam stratifikasinya. Hal ini disebabkan oleh masih rendahnya derajat perbedaan yang timbul oleh adanya pembagian kerja dan kompleksitas organisasi. Status sosial masih terbatas pada bentuk ascribed status. Pembangunan ekonomi seiring perkembangan kapitalis membuat adanya pembagian status berdasarkan pendidikan. Teori Inkonsistensi Status Stratifikasi sosial pada masyarakat pra-industrial belum terlalu terlihat dengan jelas dibandingkan pada masyarakat modern. pengetahuan. Kompetisi atau konflik inilah yang mengakibatkan adanya perubahan melalui aksi sosial bersama untuk merubah norma dan nilai. alat transportasi. ritual. Apakah perubahan itu mengenai pakaian. Perubahan budaya berhubungan dengan perubahan yang bersifat rohani seperti keyakinan. biasanya dipegang kuat oleh para warganya secara bersama-sama. Perubahan pola hubungan antar individu menyebabkan adanya ketegangan sosial yang dapat berupa kompetisi atau konflik bahkan konflik terbuka atau kekerasan. ataupun tingkah laku anak muda. KESIMPULAN Perubahan yang terjadi pada masyarakat disebut dengan perubahan sosial. budaya dan perubahan sosial. ritual dan hirarki sosial yang berlangsung. Berikut adalah teori yang membahas tentang perubahan sosial Untuk itu. Pada masyarakat yang tergolong bersahaja relatif jarang dan lamban terjadinya perubahan-perubahan. Hal inilah yang menimbulkan inkonsistensi status pada individu. Pada masyarakat semacam itu elemen-elemen dasarnya seperti trdisi. terlebih dahulu perlu dicatat bagaimana tingkat dan sifat peralihan dari perubahan itu sendiri di masyarakat. yaitu suatu bentuk status yang diperoleh sejak dia lahir. persenjataan. Krisis status mulai muncul seiring perubahan moda produksi agraris menuju moda produksi kapitalis yang ditandai dengan pembagian kerja dan kemunculan organisasi kompleks. apresiasi seni. pendapatan. Meskipun begitu perlu disadari bahwa sesuatu perubahan di masyarakat selamanya memiliki mata rantai diantaranya elemen yang satu dan eleman yang lain dipengaruhi oleh elemen yang lainnya. Perubahan peradaban biasanya dikaitkan dengan perubahn-perubahan elemen atau aspek yang lebih bersifat fisik. Pergolakan revolusi dan gerakan emansipasi sertapenemuan-penemuan baru dibidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Sedangkan perubahan sosial terbatas pada aspek-aspek hubuingan sosial dan keseimbangannya. perubahan. .dari dalam sistem atau luar sistem. jenis-jenis bibit unggul yang ditemukan. dan sebagainya. Pada beberapa pemikir terdapat tiga tipe perubahan yaitu: perubahan peradaban. nilai. pekerjaan dan lain sebagainya. Teori ini melihat ketegangan sebagai variabel antara yang menghubungkan antara hubungan antar individu seperti peran dan struktur organisasi dengan perubahan sosial. Ketegangan ini dapat berwujud konflik status sebagai hasil dari diferensiasi struktur sosial yang ada. pertambahan penduduk.

Hendropuspito. Islam dan Perubahan Sosial.com/2009/04/17/makalahperubahan-sosial/ [5 September 2009] Alpizar.wordpress. dan faktor budaya.wordpress. Yogyakarta: Kanisius. . minat dan pemahaman terhadap lingkungan social budayanya.wordpress.com/2008/04/22/konsep-dasarkomunikasi-sosial-dan-pembangunan/ [5 September 2009] Soekanto. 2008.pdf[8 September 2009] Assa’di Husain. Posisi pendidikan dalam perubahan social Sesuai dengan pernyataan Eisenstadt. Sosiologi Sistematik.http://dankfsugiana.com/id/pages/perubahan%11sosial. Dari berbagai macam sebab perubahan sosial. Perubahan Sosial dan Perubahan Kebudayaan. Perubahan episode adalah perubahan yang terjadi sewaktu-waktu biasanya disebabkan oleh kerusuhan atau penemuanpenemuan. http://abstrakkonkrit. Sedangkan perubahn terpola adalah perubahan yang memeng direncanakan atau diprogramkan sebagaimana yang dilakukan dalam pembangunan. http:// www. Disamping itu ada perubahan yang datangnya dari dalam dan perubahan ini dibagi menjadi dua yaitu perubahn episode dan perubahan terpola. semuanya bias dikembalikan pada tiga factor utama yaitu: faktor fisik dan biologisw. Jakarta: Grafindo.faktor tekhnologi. Pendidikan harus dipandang sebagai institusi penyiapan anak didik untuk mengenali hidup dan kehidupan itu sendiri. KONSEP DASAR KOMUNIKASI SOSIAL DAN PEMBANGUNAN. http://agussetiaman. DAFTAR PUSTAKA ———-.wordpress. 2008.com/2009/05/01/islam-dan-perubahan-sosial/ [5 September 2009] Dankfsugiana. institusionalisasi merupakan proses penting untuk membantu berlangsungnya transformasi potensi-potensi umum perubahan sehingga menjadi kenyataan sejarah. 1989. Dan pendidikanlah yang menjadi salah satu institusi yang terlibat dalam proses tersebut. S. http:// www. kolonialisme dan termasuk juga wabah penyakit. seperti visi.uinsuska. Pendidikan adalah suatu institusi pengkonservasian yang berupaya menjembatani dan memelihara warisanwarisan budaya masyarakat.com/2008/11/25/perubahan-sosial/ [5 September 2009] ———-. http://syair79. 2009.info/ushuluddin/attachments/074_ISLAM%20DAN%20PERUBAHAN%20SOSIAL . 1982.Perubahan sosial jika dilihat dari sebabnya menurut WJH spott ada perubahan yang datangnya dsri luar. Islam dan Perubahan Sosial. SOSIOLOGI KOMUNIKASI. Makalah Perubahan Sosial. pendudukan.html [5 September 2009] ———-. Sosiologi Suatu Pengantar. jadi bukan untuk belajar tentang keilmuan dan keterampilan karenanya yang terpenting bukanlah mengembangkan aspek intelektual tetapi lebih pada pengembangna wawasan.gexcess. Disamping itu pendidikan berfungsi untuk mengurangi kepincangan yang terjadi dalam masyarakat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful