Perubahan sosial Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan

yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakatyang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikapsikap sosial, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.[1][2] Daftar isi [sembunyikan] 1 Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli 2 Bentuk-bentuk 2.1 Perubahan Evolusi dan Perubahan Revolusi 2.1.1 Perubahan evolusi 2.1.2 Perubahan revolusi 2.2 Perubahan direncanakan dan tidak direncanakan 2.2.1 Perubahan yang direncanakan 2.2.2 Perubahan yang tidak direncanakan dan contoh 2.3 Perubahan berpengaruh besar dan berpengaruh kecil 2.3.1 Perubahan berpengaruh besar 3 Notes Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli[sunting] Definisi dan pengertian tentang perubahan sosial menurut para ahli diantaranya adalah sebagai berikut[3] : Gillin Perubahan sosiawhat tl adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. Emile Durkheim

Perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor ekologis dan demografis, yang mengubah kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi masyarakat modern yang diikat oleh solidaritas organistik. Kingsley Davis Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat[1] Mac Iver Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial (social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan (ekuilibrium) hubungan sosial Rifhi Siddiq Perubahan sosial adalah sebuah peralihan yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan yang bentuk implikasinya dapat diketahui pada struktur sosial dan terjadi dalam tahap penemuan, penyebaran, dan penyesuian kembali. William F. Ogburn Perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial Tidak semua gejala-gejala sosial yang mengakibatkan perubahan dapat dikatakan sebagai perubahan sosial, gejala yang dapat mengakibatkan perubahan sosial memiliki ciri-ciri antara lain:[4] Setiap masyarakat tidak akan berhenti berkembang karena mereka mengalami perubahan baik lambat maupun cepat. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahan pada lembaga-lembaga sosiallainnya. Perubahan sosial yang cepat dapat mengakibatkan terjadinya disorganisasi yang bersifat sementara sebagai proses penyesuaian diri. Perubahan tidak dibatasi oleh bidang kebendaan atau bidang spiritual karena keduanya memiliki hubungan timbal balik yang kuat. Bentuk-bentuk[sunting] Perubahan Evolusi dan Perubahan Revolusi[sunting] Berdasarkan cepat lambatnya, perubahan sosial dibedakan menjadi dua bentuk umum yaitu perubahan yang berlangsung cepat dan perubahan yang berlangsung lambat. Kedua bentuk perubahan tersebut dalam sosiologi dikenal dengan revolusi dan evolusi. [1] Perubahan evolusi[sunting]

Perubahan evolusi adalah perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam proses lambat, dalam waktu yang cukup lama dan tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan.[5] Perubahan-perubahan ini berlangsung mengikuti kondisi perkembangan masyarakat, yaitu sejalan dengan usaha-usaha masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.[1] Dengan kata lain, perubahan sosial terjadi karena dorongan dari usaha-usaha masyarakat guna menyesuaikan diri terhadap kebutuhan-kebutuhan hidupnya dengan perkembangan masyarakat pada waktu tertentu.[1] Contoh, perubahan sosial dari masyarakat berburu menuju ke masyarakat meramu. Menurut Soerjono Soekanto, terdapat tiga teori yang mengupas tentang evolusi, yaitu[6]: Unilinier Theories of Evolution: menyatakan bahwa manusia dan masyarakat mengalami perkembangan sesuai dengan tahap-tahap tertentu, dari yang sederhana menjadi kompleks dan sampai pada tahap yang sempurna. Universal Theory of Evolution: menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahap-tahap tertentu yang tetap. Menurut teori ini, kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi yang tertentu. Multilined Theories of Evolution: menekankan pada penelitian terhadap tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Misalnya, penelitian pada pengaruh perubahan sistem pencaharian dari sistem berburu ke pertanian. Perubahan revolusi[sunting] Perubahan revolusi merupakan perubahan yang berlangsung secara cepat dan tidak ada kehendak atau perencanaan sebelumnya.[7]Secara sosiologis perubahan revolusi diartikan sebagai perubahanperubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga- lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat.[7] Dalam revolusi, perubahan dapat terjadi dengan direncanakan atau tidak direncanakan, dimana sering kali diawali dengan ketegangan atau konflik dalam tubuh masyarakat yang bersangkutan.[7] Revolusi tidak dapat terjadi di setiap situasi dan kondisi masyarakat.[1] Secara sosiologi, suatu revolusi dapat terjadi harus memenuhi beberapa syarat tertentu, antara lain adalah[1]: Ada beberapa keinginan umum mengadakan suatu perubahan. Di dalam masyarakat harus ada perasaan tidak puas terhadap keadaan, dan harus ada suatu keinginan untuk mencapai perbaikan dengan perubahan keadaan tersebut.[1] Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat tersebut.[1] Pemimpin tersebut dapat menampung keinginan-keinginan tersebut, untuk kemudian merumuskan serta menegaskan rasa tidak puas dari masyarakat, untuk dijadikan program dan arah bagi geraknya masyarakat.[1] Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada masyarakat. Artinya adalah bahwa tujuan tersebut bersifat konkret dan dapat dilihat oleh masyarakat. Selain itu, diperlukan juga suatu tujuan yang abstrak. Misalnya perumusan sesuatu ideologitersebut.[1]

[1] Sebagai akibatnya. perubahan ini sering membawa masalah-masalah yang memicu kekacauan ataukendala-kendala dalam masyarakat.[1] Perubahan direncanakan dan tidak direncanakan[sunting] Perubahan yang direncanakan[sunting] Perubahan yang direncanakan adalah perubahan-perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. Timbulnya banjir dikarenakan pembukaan lahan yang kurang memerhatikan kelestarian lingkungan. yaitu suatu saat di mana segala keadaan dan faktor adalah baik sekali untuk memulai dengan gerakan revolusi. Karena terjadi di luar perkiraan dan jangkauan. Perubahan-perubahan .[1]Misalnya. perubahan yang tidak tai dikehendaki sangat sulit ditebak kapan akan terjadi. dan stratifikasi masyarakat. perubahan mode pakaian dan mode rambut. Pada perubahan ini memberi pengaruh secara besar-besaran terhadap jumlah kepadatan penduduk di wilayah industri dan mengakibatkan adanya perubahan mata pencaharian. banyak perkampungan dan permukiman masyarakat terendam air yang mengharuskan para warganya mencari permukiman baru.[1] Secara umum.[1] Perubahan yang tidak direncanakan dan contoh[sunting] Perubahan yang tidak direncanakan biasanya berupa perubahan yang tidak dikehendaki dan terjadi di luar jangkauan masyarakat. perubahan berencana dapat juga disebut perubahan dikehendaki.[1] Oleh karenanya. untuk mengurangi angka kematian]] anak-anak akibat polio. ==== Perubahan berpengaruh kecil Perubahan-perubahan berpengaruh kecil merupakan perubahanperubahan yang terjadi padastruktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. hubungan kerja.Harus ada momentum untuk revolusi.ubahan pada strukturkemasyarakatan. maka revolusi dapat gagal.[1] Oleh karena itu. yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan. suatu perubahan yang direncanakan selalu di bawah pengendalian dan [[pengawasan agent of change.[1] Perubahan berpengaruh besar dan berpengaruh kecil[sunting] Apa yang dimaksud dengan perubahan-perubahan tersebut dapat kamu ikuti penjabarannya berikut ini Perubahan berpengaruh besar[sunting] Suatu perubahan dikatakan berpengaruh besar jika perubahan tersebut mengakibatkan terjadinya per. kasus banjir bandang di Sinjai. Apabila momentum (pemilihan waktu yang tepat) yang dipilih keliru.[1][8] Pihak-pihak yang menghendaki suatu perubahan dinamakanagent of change. -Contoh. pemerintah mengadakan gerakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN)atau untuk mengurangi pertumbuhan jumlah penduduk pemerintah mengadakan program keluarga berencana (KB). Sebagaimana tampak pada perubahan masyarakat agraris menjadi industrialisasi. Misalnya. sistem mata pencaharian. Kalimantan Barat.

Kemajuan teknologi yang amat pesat telah membawa berbagai macam pengaruh. Dalam organisasi sosial tersebut terdapat nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berfungsi sebagai aturan-aturan untuk bertingkah laku dan berinteraksi dalam kehidupan masyarakat. norma-norma yang berlaku di masyarakat.sosial bagi kehidupan masyarakat? Dalam bab ini.tersebut tidak membawa pengaruh yang besar dalam masyarakat karena tidak mengakibatkan perubahan-perubahan pada lembaga kemasyarakatan homolis. namun dapat pula berarti kemunduran. Akibatnya. Setiap manusia selama hidupnya akan mengalami perubahan. Teori. Dampak. Contoh. Masyarakat. Sosiologi Advertisement Pengertian Perubahan Sosial. Modernisasi. Pengaruh. Proses. Faktor Pendorong dan Penghambat. Anda sebagai anggota masyarakat diharapkan lebih siap dalam menghadapi segala perubahan sekaligus menjadi bagian dari perubahan tersebut. wewenang. Anda akan mempelajari proses dan dampak perubahan sosial bagi kehidupan masyarakat. Contoh. Pengaruh kemajuan teknologi begitu mudah hadir di tengah-tengah kita. Bentuk. Perubahan tersebut merupakan akibat dari adanya interaksi antar manusia dan antarkelompok. status. Bentuk. Pengaruh. perubahan sosial bisa meliputi perubahan organisasi sosial. susunan lembaga kemasyarakatan. lapisan-lapisan atau kelas-kelas dalam masyarakat. Dengan kata lain. Perubahan yang dimaksud tentunya perubahan yang mengarah kepada kemajuan. Masyarakat merupakan kumpulan individu dan kelompok yang membentuk organisasi sosial yang bersifat kompleks. lembaga. dan struktur sosial dalam masyarakat. . di antara mereka terjadi proses saling memengaruhi yang menyebabkan perubahan sosial. Lambat laun tanpa disadari orang telah mengadopsi nilai-nilai baru tersebut. dan masih banyak lagi. Modernisasi.wikipedia. baik dari dalam maupun dari luar. Perubahan yang terjadi di masyarakat bisa berupa perubahan nilai-nilai sosial. interaksi sosial.org/wiki/Perubahan_sosial Pengertian Perubahan Sosial. Proses. http://id. Dengan kata lain. pola-pola perilaku individu dan organisasi. Dampak. Faktor Pendorong dan Penghambat. Sosiologi . Teori. kekuasaan. Hal ini berarti perubahan sosial tidak bisa kita hindari. perubahan sosial merupakan ketidaksesuaian unsur-unsur yang saling berbeda yang ada di masyarakat sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang fungsinya tidak serasi yang keadaannya lebih buruk dari sebelumnya. Perubahan pada bidang-bidang kehidupan tertentu tidak hanya semata-mata berarti suatu kemajuan. Masyarakat.

Perubahan Sosial Perubahan sosial merupakan suatu wujud dinamika yang menjadi inti jiwa masyarakat. dan lain-lain. Peta Konsep Perubahan Sosial. keharusan menyesuaikan diri. Jadi. A. Adanya pengetahuan tentang perbedaan antara yang ada dan yang seharusnya bisa ada. Perubahan sosial itu didorong oleh rangsangan terhadap kemauan untuk bertindak. misalnya produktivitas dan lainlain. masalah perubahan sosial telah menjadi topik yang menarik bagi banyak sosiolog modern. Ketidakpuasan terhadap situasi yang ada karena ada keinginan untuk situasi yang lain. Kebutuhan dari dalam untuk mencapai efisiensi dan peningkatan. seperti kompetisi.Gambar 1. terutama dalam hubungannya dengan pembangunan ekonomi yang diusahakan oleh banyak masyarakat negaranegara yang memperoleh kemerdekaan politiknya setelah Perang Dunia II. . Adanya tekanan dari luar. Kekuatan yang mendorong terjadinya perubahan sosial menurut Margono (dalam Taneko) bersumber pada hal-hal berikut.

kebudayaan material. Mac Iver (1937: 272). norma. dari yang bersifat individual sampai yang lebih kompleks.(Sumber: Pengantar Sosiologi. perubahan sosial merupakan suatu perubahan menuju keadaan baru yang berbeda dari keadaan sebelumnya. 1. termasuk perubahan dalam hal budaya. Perubahan sosial dapat dilihat dari segi terganggunya kesinambungan di antara kesatuan sosial walaupun keadaannya relatif kecil. mengemukakan bahwa ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsurunsur kebudayaan material dan immaterial. migrasi. Gillin dan Gillin (1957: 279). 2004) Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu perubahan dari gejala-gejala sosial yang ada pada masyarakat. William F. dan semua aspek yang dihasilkan dari interaksi antar manusia. Dengan kata lain. timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dan majikan yang selanjutnya menyebabkan perubahan-perubahan dalam organisasi ekonomi dan politik. komposisi . Kingsley Davis (1960: ). dan munculnya nilai-nilai sosial baru untuk melengkapi ataupun menggantikan nilai-nilai sosial yang lama merupakan beberapa contoh perubahan sosial dalam aspek kehidupan. Pengertian Perubahan Sosial Pengertian perubahan sosial menurut para sosiolog. nilai. mengartikan perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima. pranata. organisasi atau komunitas.1. fungsi. baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis. pengenalan ide baru. Misalnya. Perubahan ini meliputi struktur. mengartikan bahwa perubahan sosial sebagai perubahan dalam hubungan sosial (perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial. yang ditekankan pada pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. Adanya pengenalan teknologi. Ogburn (1964: ). cara mencari nafkah. mengartikan perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.

Hal itu mengakibatkan terjadinya interaksi sosial antar individu. yang mempengaruhi sistem sosialnya. dan ideologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. termasuk di dalamnya nilai-nilai.2. Perubahan juga dapat terjadi karena adanya dorongan dari luar sehingga masyarakat secara sadar ataupun tidak akan mengikuti perubahan. a. yaitu sebagai berikut. Perubahan sosial cepat atau lambat senantiasa terjadi dan tidak dapat dihindari oleh siapapun. dan simpati. Wujud Perubahan Sosial Perubahan sosial dapat terjadi dalam segala bidang yang wujudnya dapat dibagi menjadi beberapa bentuk. Perubahan dapat berarti suatu perkembangan yang sesuai dengan tujuan atau dapat juga tidak sesuai dengan yang hendak dicapai. Dalam interaksi sosial. terdapat beberapa faktor yang memengaruhi seperti imitasi. dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Tanggapan anggota masyarakat tersebut terutama dalam menanggapi tradisi yang berlaku. Perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat terjadi karena masyarakat tersebut menginginkan perubahan. 1. mengubah. Keempat faktor tersebut membuat individu memilih untuk melakukan interaksi sosial yang hasilnya adalah menanggapi setiap gerak kehidupan dalam masyarakat. merumuskan perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat.penduduk. Perubahan yang Terjadi Secara Lambat dan Perubahan yang Terjadi Secara Cepat . dan sosial disebut perubahan sosial. Oleh karena itu. Perubahan yang menyangkut kehidupan manusia atau terkait dengan lingkungan fisik. Beberapa bentuk perubahan sosial menurut Soekanto. Suatu perubahan bergantung dan ditentukan oleh masyarakat itu sendiri. Perubahan yang paling awal dapat muncul adalah adanya kebutuhan setiap individu sebagai anggota masyarakat dalam menanggapi lingkungannya. sugesti. interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua individu atau lebih yang saling memengaruhi. Selo Soemardjan (1962: 379). atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya. identifikasi. alam. orang perlu mengetahui mengapa perubahan dapat terjadi dan mengapa masyarakat perlu menanggapi atau menyesuaikan dengan perubahan. baik antar warga masyarakat setempat maupun dengan warga masyarakat lain yang saling mempengaruhi. Menurut Bonner. sikap.

Misalnya. Perubahan yang Pengaruhnya Kecil dan Perubahan yang Pengaruhnya Besar Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan yang mempengaruhi unsur-unsur kehidupan masyarakat. Adapun penentuan kapan perubahan tersebut terjadi. VCD p**n*. minuman keras.Perubahan terjadi secara lambat akan mengalami rentetan perubahan yang saling berhubungan dalam jangka waktu yang cukup lama. Contohnya. perubahan itu dinamakan revolusi. Akan tetapi. Perubahan secara evolusi dapat diamati berdasarkan batas waktu yang telah lampau sebagai patokan atau tahap awal sampai masa sekarang yang sedang berjalan. Perubahan yang Dikehendaki dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki Perubahan yang dikehendaki merupakan perubahan yang memang telah direncanakan sebelumnya terutama oleh pihak yang memiliki wewenang untuk mengeluarkan kebijaksanaan. Dengan demikian. penerapan program Keluarga Berencana untuk membentuk keluarga kecil yang sejahtera dan menurunkan angka pertumbuhan penduduk. c. perubahan mode pakaian yang tidak melanggar nilai sosial. Revolusi Industri di Eropa. . Perubahan sosial yang terjadi secara cepat mengubah dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat. Contoh lain Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang mengubah tatanan kenegaraan dan sistem pemerintahan NKRI. Misalnya adanya pembuatan jalan baru yang melalui suatu desa maka sumber alam desa akan mudah dipasarkan ke kota. Perkembangan perubahan ini termasuk dalam evolusi. b. seperti mode yang dipaksakan. perubahan ini dianggap tidak memiliki arti yang penting dalam struktur sosial. tingkat kesejahteraan penduduk desa akan meningkat. Meskipun begitu lancarnya hubungan desa dengan kota menyebabkan mudahnya penduduk desa melakukan urbanisasi dan masuknya budaya kota terutama yang bersifat negatif. Perubahan yang tidak dikehendaki umumnya beriringan dengan perubahan yang dikehendaki. Contohnya. perubahan sistem pemerintahan yang mempengaruhi tatanan kenegaraan suatu bangsa. Revolusi tersebut menyebabkan perubahan besar-besaran dalam proses produksi barang-barang industri. dan keinginan penduduk desa untuk memiliki barang-barang mewah. bergantung pada orang yang bersangkutan. Perubahan yang pengaruhnya besar adalah perubahan yang dapat memengaruhi lembaga-lembaga yang ada pada masyarakat. Misalnya.

Adanya sikap terbuka dari masyarakat terhadap hal-hal yang baru. Kadang-kadang perubahan sosial tidak diinginkan oleh kelompok masyarakat tertentu karena perubahan tersebut dianggap dapat mengganggu kehidupan mereka yang telah mapan. Perubahan sosial dapat pula mengakibatkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan terhadap nilai yang ada dalam masyarakat. Hal itu disebut perubahan sirkuler (berputar-putar tanpa menimbulkan pengaruh). Perubahan dalam arti kemajuan (progress) atau menguntungkan. masyarakat akan berkembang. akan sampai pada kemacetan pembangunan (stagnasi). ada beberapa faktor yang cukup berperan dan berpengaruh terhadap diterima atau tidaknya suatu perubahan oleh masyarakat. Misalnya keadaan masyarakat berubah. perubahan sosial juga dapat menyebabkan kehidupan masyarakat mengalami kemunduran. Suatu unsur baru dapat diterima oleh suatu masyarakat apabila unsur baru tersebut tidak bertentangan dengan ajaran agama yang dianut. Akibatnya. akan terjadi proses perubahan yang sangat cepat pada masyarakat. Sebaliknya. Jika dibiarkan tanpa adanya campur tangan pemerintah. perubahan yang terjadi di masyarakat dapat juga seperti jalan di tempat. bergantung pada keadaan masyarakat yang mengalami perubahan itu sendiri. masyarakat tersebut mengadakan kebiasaan yang berhubungan dengan kebudayaan lain. Oleh karena itu. maju mundurnya suatu masyarakat bergantung pada masyarakat itu sendiri dalam menanggapi setiap gejala perubahan yang ada di lingkungannya. proses perubahan ke arah kemajuan menjadi lambat. Kemunduran atau kemajuan suatu masyarakat disebabkan oleh perubahan sosial. Perubahan dalam arti kemunduran (regress) yaitu yang membawa pengaruh kurang menguntungkan bagi masyarakat. Corak struktur sosial masyarakat menentukan proses penerimaan unsur kebudayaan baru. Akibatnya. Jika perubahan sosial dapat bergerak ke arah suatu kemajuan. antara lain sebagai berikut. Sebaliknya. . Struktur sosial yang tertutup akan sulit menerima kebudayaan baru. terjadi proses pelapukan kebudayaan atau peradaban masyarakat menjadi menurun.Perubahan sosial dapat diartikan sebagai perubahan masyarakat atau perubahan ke arah kemajuan atau kemunduran suatu masyarakat. Dengan demikian. Keadaan sosial yang baru dengan masuknya teknologi atau peraturan baru tidak mempunyai kualitas inovasi tinggi apabila masyarakat menganggapnya hanya mengganti keadaan yang lama. Perubahan sosial terbagi atas dua wujud sebagai berikut. tetapi perubahan tersebut tidak meningkatkan atau menurunkan kualitas hidup mereka. Jika muncul inovasi baru dengan kualitas tinggi. Contohnya. Perubahan sosial ke arah kemajuan merupakan perubahan yang diinginkan oleh setiap masyarakat.

biologis. 1984) Perubahan sosial merupakan suatu hal yang wajar dan akan terus berlangsung sepanjang manusia berinteraksi dan bersosialisasi. Misalnya. terutama yang berhubungan dengan kerja. Beberapa teori yang menjelaskan sebab-sebab terjadi perubahan sosial antara lain sebagai berikut. Teori Evolusi (Evolutionary Theory) Teori ini berpijak pada teori evolusi Darwin dan dipengaruhi oleh pemikiran Herbert Spencer. ekonomis. Tokoh yang berpengaruh pada teori ini ialah Emile Durkheim dan Ferdinand Tonnies. Unsur baru dapat diterima oleh warga masyarakat apabila telah terbukti kegunaannya. Durkheim berpendapat bahwa perubahan karena evolusi mempengaruhi cara pengorganisasian masyarakat. Darwin berpandangan bahwa orang-orang yang cakap dan bergairah (energetik) akan memenangkan perjuangan hidup.3. baik yang bersifat materiil maupun immaterial. a. sedangkan orang-orang yang malas dan lemah akan tersisih. ataupun biologis. atau kebudayaan. (Sumber: Sosiologi Jilid 2. teknologis. geografis. Teori Perubahan Sosial Spencer menerapkan konsep “yang kuat yang akan menang”. Pandangan ini kemudian dikenal sebagai “Darwinisme sosial” dan banyak dianut oleh golongan kaya. Kondisi ini menyebabkan terjadinya perubahanperubahan pada aspek kehidupan sosial lainnya. Perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan unsur-unsur dalam kehidupan masyarakat. sebagai cara untuk menjaga keseimbangan masyarakat dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang dinamis. 1. Kondisi yang dimaksud antara lain kondisi-kondisi ekonomis.Unsur kebudayaan baru akan dapat diterima oleh suatu masyarakat apabila telah ada dasar unsurunsur kebudayaan sebelumnya. unsur-unsur geografis. Adapun Darwin berpendapat survival of the fittest. Para sosiolog berpendapat bahwa perubahan sosial adalah kondisi-kondisi sosial primer yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial. Adapun Tonnies memandang bahwa masyarakat .

Ralf Dahrendorf berpendapat bahwa semua perubahan sosial merupakan hasil dari konflik kelas di masyarakat. Tonnies tidak yakin bahwa perubahan-perubahan tersebut selalu membawa kemajuan. Ketertinggalan tersebut menjadikan kesenjangan sosial dan budaya di antara unsur-unsur yang berubah sangat cepat dan unsur yang berubah lambat. Konsep kejutan budaya menurut William F. Teori Konflik (Conflict Theory) Menurut teori ini. c. sementara unsur lainnya tidak. b. Teori Fungsional (Functional Theory) Teori fungsional berusaha melacak penyebab perubahan sosial sampai pada ketidakpuasan masyarakat akan kondisi sosialnya yang secara pribadi memengaruhi mereka. Dia melihat adanya fragmentasi sosial (perpecahan dalam masyarakat). Teori ini berpedoman pada pemikiran Karl Marx yang menyebutkan bahwa konflik kelas sosial merupakan sumber yang paling penting dan berpengaruh dalam semua perubahan sosial. la yakin bahwa konflik atau pertentangan selalu menjadi bagian dari masyarakat. individu menjadi terasing. menjadi tipe masyarakat besar yang memiliki hubungan yang terspesialisasi dan impersonal. Teori ini masih belum memuaskan banyak pihak karena tidak mampu menjelaskan jawaban terhadap pertanyaan mengapa masyarakat berubah. Menurutnya. beberapa unsurnya bisa saja berubah dengan sangat cepat. Teori ini berhasil menjelaskan perubahan sosial yang tingkatnya moderat. dan lemahnya ikatan sosial sebagai akibat langsung dari perubahan sosial budaya ke arah individualisasi dan pencarian kekuasaan. Menurut pandangannya. . Teori ini hanya menjelaskan proses perubahan terjadi. Kesenjangan ini akan menyebabkan adanya kejutan sosial dan budaya pada masyarakat. Gejala itu tampak jelas pada masyarakat perkotaan. prinsip dasar teori konflik (konflik sosial dan perubahan sosial) selalu melekat dalam struktur masyarakat. meskipun unsur-unsur masyarakat saling berhubungan satu sama lain. Ogburn berusaha menjelaskan perubahan sosial dalam kerangka fungsional.berubah dari masyarakat sederhana yang mempunyai hubungan yang erat dan kooperatif. konflik berasal dari pertentangan kelas antara kelompok tertindas dan kelompok penguasa sehingga akan mengarah pada perubahan sosial.

ketika alat-alat kontrasepsi pertama kali diluncurkan untuk mengendalikan jumlah penduduk dalam program keluarga berencana (KB). Tidak ada yang dapat menghentikan proses tersebut. Sejak saat itu. Meskipun demikian.Ogburn menyebutkan perubahan teknologi biasanya lebih cepat daripada perubahan budaya non material. remaja. 1. perubahan sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor yang . lambat laun masyarakat mulai menerima program KB tersebut karena dapat bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali.4. Oswald Spengler mengemukakan teorinya bahwa setiap masyarakat berkembang melalui empat tahap perkembangan seperti pertumbuban manusia. Meskipun demikian. yaitu selama zaman pencerahan (renaissance) abad ke-15. yaitu masa kanak-kanak. norma. Yunani. Kebangkitan dan kemunduran suatu peradaban (budaya) tidak dapat dielakkan dan tidak selamanya perubahan sosial membawa kebaikan. Teori Siklus (Cyclical Theory) Teori ini mempunyai perspektif (sudut pandang) yang menarik dalam melihat perubahan sosial karena beranggapan bahwa perubahan sosial tidak dapat dikendalikan sepenuhnya oleh siapapun. banyak pihak menentang program tersebut karena bertentangan dengan nilai-nilai agama serta norma yang berlaku di masyarakat pada waktu itu. Teori-teori yang berkaitan dengan arah perubahan sosial telah diringkas Moore dalam bentuk diagram-diagram sederhana. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Sosial Perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat bersumber dari dalam masyarakat itu sendiri dan dapat pula dari luar. terdapat siklus yang harus diikutinya. dan Romawi yang terus mengalami kemunduran sampai akhirnya runtuh. Dalam setiap masyarakat. dewasa. Oleh karena itu. yaitu sebagai berikut. seperti kepercayaan. Contohnya. dan tua. seperti yang terjadi pada peradaban Babilonia di Mesir. nilai-nilai yang mengatur masyarakat sehari-hari. peradaban Barat mulai mengalami kemunduran dan menuju ke masa tua. d. dia berpendapat bahwa perubahan teknologi seringkali menghasilkan kejutan budaya yang pada gilirannya akan memunculkan polapola perilaku yang baru meskipun terjadi konflik dengan nilai-nilai tradisional. bahkan orang-orang yang ahli sekalipun. Ia merasa bahwa masyarakat Barat telah mencapai masa kejayaannya pada masa dewasa.

Contohnya. Masyarakat secara sadar mengetahui perubahan yang terjadi dalam kehidupannya. kepuasan menikmati hiburan dan informasi mengenai peristiwa terkini dari seluruh penjuru dunia. hak atas warisan akan semakin berkurang karena terbagi berdasarkan jumlah anak. . masuknya listrik ke pedesaan mempengaruhi perkembangan industri. banyak penduduk desa yang mengadu nasib ke kota untuk bekerja. Dengan demikian. tayangan iklan komersial di televisi yang akan memengaruhi pola konsumtif dan meningkatkan daya beli penduduk desa. fasilitas pendidikan. Penduduk yang terus bertambah memerlukan lapangan-lapangan kerja baru sedangkan lapangan kerja utama yang ada di desa hanya berkisar pada bidang pertanian. Misalnya. dan peternakan. pemilikan tanah di pedesaan akan semakin berkurang. Jika jumlah anak dalam sebuah keluarga cukup besar. a. Misalnya. Adanya listrik masuk desa secara tidak langsung dapat juga berdampak negatif dan dapat membawa perubahan-perubahan yang justru dapat merugikan masyarakat desa itu sendiri. antara lain sebagai berikut. Perubahan Kependudukan Jumlah penduduk yang terus meningkat akan menambah kebutuhan terhadap beberapa fasilitas yang mendukung kehidupan mereka. yang meliputi peningkatan industri kecil dan industri rumah tangga. atau lapangan kerja. perubahan sosial dapat terjadi karena adanya faktor yang saling memengaruhi. Beberapa faktor perubahan yang bersumber dari masyarakat itu sendiri dan dari luar masyarakat atau dari masyarakat lain. Kerajinan dan industri kecil akan bertambah maju karena produksi dapat dilakukan pada malam hari. masyarakatlah yang menerima dan melaksanakan perubahan tersebut. Masuknya televisi ke desa mengakibatkan orang di pedesaan dapat dengan mudah mendapatkan informasi dan hiburan secara visual. Dengan kata lain. perkebunan. Desa tidak mampu menyediakan lapangan kerja baru dan sumber daya alam pedesaan yang terbatas membuat desa tidak mampu menampung tenaga kerja. Oleh karena itu. baik dari masyarakat sendiri maupun dari masyarakat lain. tetapi masyarakatlah yang akan melaksanakan perubahan.berasal dari luar. Masuknya listrik ke pedesaan membawa perubahan besar dalam tata kehidupan penduduk. kesehatan. Oleh karena itu.

Hal tersebut disebut dengan discovery. surat kabar. orang berusaha menemukan alat pencetak yang hurufnya dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan agar pencetakan dapat dengan mudah diperbanyak. Alat percetakan ini tidak hanya digunakan oleh penemunya. Di samping inovasi terdapat pula discovery yang artinya penemuan dari unsur-unsur kebudayaan yang baru. Marcus (1875) membuat motor gas yang pertama. Hal tersebut bertujuan . tetapi juga dipasarkan ke berbagai tempat atas permintaan masyarakat. Penemuan-Penemuan Baru Penemuan baru merupakan proses sosial dan kebudayaan yang terjadi dalam jangka waktu relatif cepat yang sering disebut inovasi atau innovation. Dengan demikian. Jika masyarakat telah mengetahui manfaat dari penemuan alat cetak tersebut. Tiga puluh tahun kemudian banyak pencipta lain yang menambah perbaikan pada motor tersebut sehingga terciptalah mobil yang dapat dipakai sebagai alat pengangkut oleh manusia dengan cukup praktis dan aman. alat cetak tersebut sifatnya kaku karena huruf yang ada pada mesin cetak tidak dapat diubah-ubah. (Sumber: Sosiologi Suatu Pengantar. Hal tersebut menyebabkan masyarakat mengetahui akan kebenaran-kebenaran ilmiah dan mengetahui hal-hal yang sebelumnya tidak dikenal. dan lain-lain lebih mudah. terutama dalam hal penggandaan buku-buku ilmu pengetahuan. Bentuk mobil semacam itu yang mendapat paten di Amerika Serikat tahun 1911. 1990) Jika orang mengamati perkembangan penemuan baru. Ditemukannya mesin cetak membawa perubahan bagi masyarakat. Penemuan tersebut dinamakan inovasi. S. Akan tetapi. Penemuan yang sudah ada tersebut dapat juga dikombinasikan dengan berbagai alat bantu agar pencetakan-pencetakan berbagai buku.b. Mobil dapat diterima sampai sekarang maka mobil menjadi suatu “Invention”. tampak ada faktor-faktor pendorong yang mempengaruhi masyarakat atau individu untuk lebih menyempurnakannya. satu lempengan untuk satu halaman. Jika hasil penyempurnaan atau pengembangan penemuan tersebut (discovery) diakui manfaatnya oleh masyarakat. baik berupa alat baru maupun berupa ide baru atau suatu rangkaian ciptaan-ciptaan dari warga masyarakat. Seorang Austria. Penemuan tersebut kemudian memiliki daya guna dan manfaat bagi masyarakat sehingga tata kehidupan masyarakat mengalami perubahan. proses ini dinamakan invention. Discovery merupakan pengembangan dari penemuan yang sudah ada kemudian disempurnakan. penemuan tersebut dinamakan invention.

seperti surat kabar. d. Pertentangan dapat terjadi antara kelompok tua yang konservatif dan kelompok muda yang dinamis. Keadaan tersebut memaksa masyarakat membentuk kehidupan . Pertentangan ini sering terjadi pada masyarakat yang sedang berkembang menuju masyarakat modern yang lebih kompleks dan masyarakat tradisional. pemberontakan yang terjadi di Sri langka yang dilakukan oleh Suku Tamil atau pemberontakan di India yang dilakukan di daerah Kashmir. e. c. seorang yang membawa nilainilai baru mengenai penundaan usia perkawinan. Usaha agar masyarakat dapat menerima pemikiran tersebut memerlukan waktu yang lama. Misalnya. Gempa bumi tersebut menyebabkan masyarakat kehilangan banyak harta benda dan keluarga. Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi dalam Masyarakat Pemberontakan yang terjadi di masyarakat dapat di ketahui melalui pemberitaan di media massa. serta antara individu dan kelompok. Jika tingkat pendidikan di masyarakat tinggi. Gagasan tersebut diutarakan pada masyarakat tradisional yang menjunjung tinggi pelaksanaan perkawinan di usia muda. dan televisi akan membawa perubahan-perubahan politik di negara bersangkutan. gempa bumi terjadi di berbagai wilayah Indonesia.agar penemuan tersebut menjadi lebih berguna dan bermanfaat dan diharapkan dapat berpengaruh terhadap bidang-bidang kehidupan yang lain. Pertentangan (Konflik) Pertentangan dalam masyarakat dapat menimbulkan perubahan sosial. Contoh lainnya adalah pernyataan kemerdekaan secara sepihak oleh masyarakat Chechnya yang mengakibatkan pemerintah Rusia berusaha menumpas pemberontak an tersebut. Kesadaran akan penundaan perkawinan umumnya bergantung pada tingkat pendidikan di masyarakat. Tentu saja gagasan tersebut ditentang karena tidak sesuai dengan kebiasaan masyarakat. Pertentangan juga terjadi antarindividu. radio. Misalnya. Perubahan yang Diakibatkan oleh Lingkungan Fisik Gejala yang terjadi di lingkungan alam dapat menyebabkan perubahan sosial. Contohnya. antarkelompok. perkawinan dilakukan setelah mencapai hal-hal tertentu tanpa memandang usia.

atau perubahan kekayaan. Perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat seperti perubahan mata pencaharian. contohnya dalam hal pendidikan. Faktor-Faktor Pendorong Terjadinya Proses Perubahan Sosial Adapun faktor-faktor pendorong terjadinya proses perubahan sosial. perubahan keluarga. Akan tetapi. ada pula pengaruh luar yang positif. surat kabar. Mereka yang menerima beasiswa belajar di luar negeri membawa pulang teori dan pandangan barat ke tanah air sehingga ilmu yang mereka dapat digunakan dan disesuaikan dengan budaya Indonesia. dapat berasal dari film. Kontak dengan Masyarakat Lain . meski tidak menutup mata apabila ada beberapa orang yang lebih memilih untuk tetap berideologi Barat. f. Peperangan Peperangan yang terjadi antara satu negara dan negara lain menyebabkan terjadinya perubahan karena kehancuran akibat perang. kehilangan anggota keluarga. Kadang-kadang media tersebut memberikan pengaruh negatif yang tidak sesuai dengan gaya hidup masyarakat Indonesia. hancurnya harta benda. televisi. atau bencana kelaparan. dan media massa lainnya. g.5. a. Contohnya. antara lain sebagai berikut. Pengaruh Kebudayaan Masyarakat Lain Pengaruh kebudayaan dari masyarakat lain terutama kebudayaan Barat.kembali melalui lembaga atau organisasi sosial yang baru karena kehidupan lama telah rusak atau hilang. 1. radio. Negara yang kalah perang akan tunduk dengan menerima ideologi dan kebudayaan dari pihak yang memenangkan peperangan.

adanya proyek percontohan di masyarakat petani dengan menerapkan sistem diversifikasi tanaman. Perkembangan zaman akan membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas yang tidak lain . d. harga dapat dipertahankan sehingga memberi keuntungan bagi petani. Hal tersebut berakibat terjadinya penyebaran atau difusi suatu gagasan atau teknologi. Dengan adanya diversifikasi tanaman. Difusi Antar Masyarakat Penyebaran unsur-unsur baru di masyarakat dapat berasal dari pengaruh masyarakat yang lain. Penyebaran unsur-unsur kebudayaan merupakan difusi dari penemuan baru atau dapat juga dalam bentuk penyebaran informasi. Misalnya. kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat yang bersangkutan. Difusi antar masyarakat dapat terjadi apabila proyek diversifikasi tanaman ini dicontoh oleh petani-petani dari daerah lain. 1990) c. Difusi adalah proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan secara meluas sehingga melewati batas tempat kebudayaan itu timbul. Difusi dalam Masyarakat Proses penyebaran suatu gagasan atau hasil dari proses (produksi) dari dalam masyarakat itu sendiri. dari masyarakat satu ke masyarakat lain yang dilakukan secara perorangan ataupun kelompok. b. atau manfaat dari suatu lembaga masyarakat seperti KUD.Adanya interaksi dengan masyarakat di luar masyarakatnya sendiri akan menimbulkan komunikasi yang saling mempengaruhi. Sistem Pendidikan yang Maju Kemajuan suatu bangsa atau masyarakat dapat dilihat dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. (Sumber: Sosiologi Suatu Pengantar. Adanya sistem rotasi tanaman dengan beragam tanaman pada setiap musim berpengaruh terhadap kondisi kesuburan tanah dan hasil yang dicapai dapat melebihi hasil sebelumnya. teknologi.

Pendidikan membuat seorang individu mengetahui banyak hal dan mengetahui perkembangan-perkembangan yang terjadi pada kehidupan masyarakat lain. g.dipenuhi melalui bidang pendidikan. Berkembangnya pendidikan akan mendorong terjadi perubahan sosial. Satu pihak menilainya sebagai bahasa halus dan sopan. Salah satu heterogenitasnya adalah dalam bahasa. dan Pengajaran). Sistem Stratifikasi Sosial Terbuka . akan mendorong munculnya penemuan-penemuan baru atau berusaha untuk membuat karya yang bermanfaat bagi masyarakat. setiap pengajar di perguruan tinggi wajib melakukan penelitian sebagai perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi (Penelitian. Apabila terjadi suatu perilaku yang berbeda dalam suatu masyarakat. Pendidikan dapat menyejajarkan masyarakat yang sedang berkembang dengan masyarakat yang maju. namun pihak lain menilai sebaliknya. Di sinilah sangat dibutuhkan sikap toleransi. di perkotaan secara umum dihuni oleh warga yang sangat heterogen. terutama norma yang tidak tertulis. LIPI menyelenggarakan lomba karya ilmiah remaja sebagai awal dari usaha penemuan baru di kalangan remaja. f. pemerintah memberikan penghargaan Kalpataru terhadap orang yang berjasa dalam bidang lingkungan hidup. Misalnya. Jika sikap tersebut telah tertanam dengan baik. seperti konflik sosial. Sikap Masyarakat atau seorang in dividu yang memiliki keinginan untuk maju akan menghargai karya yang dihasilkan oleh masyarakat atau orang lain. namun tidak keluar dari persoalan yang dapat mengarah pada aspek-aspek negatif. Pengabdian. Sikap tidak mempersoalkan perilaku tersebut merupakan bagian dari sikap toleransi terhadap orang lain. Toleransi Masyarakat tidak kaku dalam menghadapi norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat itu sendiri. Adanya penelitian dan penemuan unsur-unsur baru merupakan sikap kepedulian terhadap masyarakat dan sebagai usaha mempersiapkan dan mengisi pembangunan nasional. melalui pola pikir yang maju dan terpelajar. e. Contohnya. Terkadang bahasa yang digunakan antara anggota masyarakat memiliki nilai yang berbeda.

akibat adanya tekanan dari pihak lain atau kekecewaan. k. Seseorang yang berada pada lapisan yang paling bawah dapat berpindah ke lapisan yang lebih atas apabila yang bersangkutan berusaha dan bekerja keras untuk mencapainya. maka masyarakat menginginkan ada perubahan agar lepas dari penderitaan yang lama. Masa lalu dapat menjadi pengalaman untuk memperbaiki masa sekarang sehingga hasilnya dapat dipetik dan dinikmati di kemudian hari. Ketidakpuasan terhadap Kondisi Kehidupan Masyarakat yang tidak puas dengan keadaan sosial. Orientasi ke Masa Depan Masa depan merupakan tumpuan harapan. agama. masa sekarang merupakan masa berusaha. dan budaya merupakan masyarakat heterogen atau disebut juga masyarakat majemuk. Nilai yang Menyatakan bahwa Manusia Harus Berusaha Memperbaiki Nasibnya . hal ini mudah memicu konflik yang dapat mengakibatkan munculnya masalah sosial atau kegoncangan masyarakat. j.Masyarakat yang memiliki stratifikasi (lapisan) sosial terbuka memungkinkan terjadinya mobilitas (perpindahan) sosial antar lapisan. Penduduk yang Heterogen Penduduk Indonesia yang terdiri atas berbagai suku bangsa. ras. Keadaan yang demikian berakibat terjadinya perubahan-perubahan dalam masyarakat terutama dalam rangka mencapai suatu integrasi yang dapat diterima oleh berbagai pihak. Jika di antara mereka ada yang merasa lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain. h. i.

Contoh Soal (UN SMA IPS. seorang individu yang selalu mengikuti perkembangan dunia mode atau fashion. seseorang yang bercita-cita besar b. Setiap perubahan yang diinginkan dapat dicapai dengan usaha. Sikap Mudah Menerima Hal-Hal yang Baru Penemuan baru merupakan langkah menuju perubahan karena yang bersangkutan harus menyesuaikan diri dengan situasi. manusia harus berusaha untuk mencapainya. tetapi hasil usaha yang dicapai manusia itu sendiri.Hidup ini tidak semata-mata ditentukan oleh yang Mahakuasa. atau barang yang diterimanya.. m. 2005) : Perubahan sosial hanya dapat diketahui oleh . kondisi. Disorganisasi atau perpecahan dalam sebuah keluarga merupakan jalan ke arah perubahan karena di antara satu sama lain sudah tidak ada lagi kecocokan. menyebabkan yang bersangkutan harus selalu mengikuti perubahan mode dalam masyarakat. sosiolog yang menekuni bidangnya . atau tidak puas tinggal di rumah yang kemudian melampiaskannya dalam pergaulan yang negatif. Agar manusia dapat mengubah nasibnya. Disorganisasi Keluarga Kehidupan keluarga yang sering terjadi percekcokan atau konflik di antara anggotanya menyebabkan berkurangnya keharmonisan dan keutuhan rumah tangga sehingga anak menjadi korban dan mencari pelarian di luar kehidupan keluarga. Beberapa anak yang memiliki perilaku menyimpang berawal dari rasa kesal. a. Contohnya. l. tetapi besar kecilnya hasil bergantung pada kemampuan manusia itu sendiri. Keadaan tersebut merupakan perubahan hasil adaptasi terhadap lingkungan dan barang baru yang dimilikinya... kecewa.

terutama ditunjang oleh keinginan untuk berubah. Adapun faktor penghambat atau yang menghalangi terjadinya perubahan sosial antara lain sebagai berikut. seseorang yang sampai mengadakan penelitian Jawaban: a Perubahan biasanya dipelopori oleh para generasi muda yang memiliki pembaru. a. Faktor-Faktor yang Menghambat Terjadinya Perubahan Sosial Dorongan terjadinya perubahan sosial senantiasa terdapat di dalam setiap kehidupan. b.6. 1. seseorang yang memiliki kemampuan e. Perkembangan Ilmu Pengetahuan yang Terlambat Latar belakang pendidikan masyarakat yang rendah menyebabkan sempitnya pola pikir seorang individu.c. Perkembangan ilmu pengetahuan yang . masyarakat tidak mengalami kemajuan. Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat yang Lain Akibat kurangnya hubungan dengan masyarakat luar sehingga informasi yang dapat menunjang pembangunan pada masyarakat tidak dapat diterima dengan baik. cendekiawan yang peduli lingkungan d. Jadi perubahan sosial haya dapat diketahui oleh seseorang yang bercita-cita maju. Akibatnya.

setiap perubahan yang masuk akan ditolaknya dengan berbagai alasan. Orang yang berpengaruh akan memiliki kedudukan tinggi.terlambat disebabkan oleh masyarakat itu sendiri karena merasa cukup dengan pengetahuan yang dimilikinya. masyarakat tidak siap menerima perubahan. terutama beberapa kelompok yang konservatif dan ingin tetap bertahan dalam kepemimpinan masyarakat. c. Rasa Takut akan Terjadinya Disintegrasi . d. Tradisi yang berlaku sebagai warisan masa lampau tidak dapat diubah dan harus terus dilestarikan. Agar kedudukannya tetap bertahan. Kepentingan-Kepentingan yang Tertanam Kuat Sekali atau Vested Interests Setiap masyarakat memiliki stratifikasi sosial masing-masing yang bergantung pada kedudukan seorang individu yang memiliki peranan dan pengaruh dalam masyarakat. Sikap Masyarakat yang Tradisional Sikap masyarakat ini lebih memihak masa lampau karena masa tersebut merupakan masa yang penuh kemudahan menurut beberapa kelompok. Masyarakat sendiri tidak mau mengubahnya karena takut terjadi bencana atau berkurangnya keberuntungan yang ada dalam kehidupan mereka. e. Masyarakat yang memegang teguh adat istiadat lama umumnya hidup dan bertahan pada masyarakat tradisional. Kebiasaan-kebiasaan yang turun-temurun merupakan suatu hal yang sulit diubah pada masyarakat. Hal ini dapat menghambat perubahan. f. Adat atau Kebiasaan Adat atau keyakinan masyarakat terhadap norma-norma yang berlaku turun-temurun merupakan pegangan hidup yang harus tetap berlaku dan dijalankan.

masyarakat percaya bahwa pembangunan sebuah jembatan harus diadakan selamatan terlebih dahulu. perencana proyek pembangunan tidak percaya akan hal tersebut sehingga perencana akan ditolak keberadaannya oleh masyarakat. Hal tersebut disebabkan masuknya unsur perubahan dari luar yang dapat menggoyahkan pola-pola kehidupan dan pada akhirnya masyarakat tidak lagi mempercayai pemimpin mereka bahkan akan meninggalkan tradisi yang telah lama dianut. Akan tetapi. Apabila dorongan lebih kuat daripada hambatan perubahan sosial akan terjadi. Sikap yang Tertutup Unsur-unsur perubahan yang datangnya dari luar dianggap berbahaya. Hakikat Hidup Ada masyarakat yang memiliki keyakinan bahwa baik buruknya kehidupan ini ada yang mengatur. h. perubahan akan terhambat atau tidak terjadi. i. bergantung besar kecilnya kekuatan dalam menanggapi perubahan tersebut. Namun. Dorongan terjadinya perubahan dan penghambat perubahan senantiasa ada di setiap masyarakat. Hambatan yang Bersifat Ideologis Setiap unsur perubahan yang berhubungan dengan kepercayaan atau keyakinan masyarakat akan ditolak karena dianggap berlawanan dengan ideologi mereka. . Masyarakat yang demikian umumnya masyarakat yang pernah dijajah oleh bangsa lain sehingga setiap unsur-unsur yang berbau negara penjajah akan ditolak dan dianggap tidak sesuai dengan kepribadian masyarakat pada sebuah bangsa. Misalnya. g.Perubahan yang terjadi dalam kehidupan dianggap mengganggu tatanan sosial yang telah berjalan. apabila hambatan lebih kuat daripada dorongan.

Misalnya. 2001) B. proses-proses perubahan sosial yang menyangkut penyesuaian masyarakat terhadap perubahan. (Sumber: Pengantar Sosiologi. dan reorganisasi adalah sebagai berikut. baik yang terjadi secara lambat maupun secara cepat. perubahan yang kemudian terjadi tidak hanya terbatas pada lembaga-lembaga politik. Perubahan-perubahan sosial yang cepat biasanya mengakibatkan disorganisasi yang bersifat sementara karena berada di dalam proses penyesuaian diri. Berdasarkan beberapa hal tersebut. Proses awal dan proses-proses selanjutnya merupakan suatu mata rantai. apabila suatu negara mengubah undang-undang atau bentuk pemerintahannya. saluran-saluran perubahan. Proses Perubahan Sosial Perubahan sosial merupakan suatu proses yang selalu terjadi dalam setiap kehidupan.Hakikat dan sifat manusia menurut kerangka analisis Kluckhon dan Strodtbeck (1961). bahwa hidup itu buruk dan hidup itu baik. antara lain sebagai berikut. . Perubahan-perubahan tidak dapat dibatasi pada bidang kebendaan atau bidang spiritual saja karena kedua bidang tersebut mempunyai kaitan dan timbal balik yang sangat kuat. Suatu proses perubahan sosial dalam bidang kehidupan tertentu tidak mungkin berhenti pada satu titik karena perubahan di bidang lain akan segera mengikutinya. Dewasa ini proses-proses perubahan sosial dapat diketahui dengan adanya ciri-ciri tertentu. Lembaga-lembaga sosial tadi sifatnya interdependen sehingga sulit sekali untuk mengisolasi perubahan pada lembaga-lembaga sosial tertentu saja. Tidak ada masyarakat yang berhenti berkembang karena setiap masyarakat akan mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahanperubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya. Hal ini disebabkan struktur lembaga-lembaga kemasyarakatan sifatnya saling terjalin. Disorganisasi akan diikuti oleh suatu reorganisasi yang mencakup pemantapan kaidah-kaidah dan nilai-nilai lain yang baru. disorganisasi. Hidup itu buruk tetapi harus diperbaiki.

dalam tradisi di Minangkabau. Hubungan antara anak-anak dan ayahnya yang semula dianggap tidak mempunyai kekuasaan apa-apa terhadap anak-anak karena ayah dianggap sebagai orang luar.2. wanita mempunyai kedudukan penting karena garis keturunan yang matrilineal. Norma-norma dan nilai-nilai sosial tidak akan terpengaruh olehnya dan dapat berfungsi secara wajar. . Akan tetapi.1. Misalnya. Kadang unsur-unsur baru dan lama yang bertentangan secara bersamaan memengaruhi normanorma dan nilai-nilai yang kemudian berpengaruh pula pada warga masyarakat. keadaan tersebut dinamakan penyesuaian (adjustment). individu secara psikologis merasakan akan adanya ketenteraman karena tidak adanya pertentangan dalam norma-norma dan nilai-nilai. Dalam keadaan demikian. Jika masyarakat tidak dapat menolaknya karena unsur baru tersebut tidak menimbulkan kegoncangan. cenderung bergeser. Kesatuan-kesatuan kekeluargaan besar atas dasar ikatan atau kesatuan wilayah tempat tinggal terpecah menjadi kesatuan-kesatuan kecil. dinamakan ketidakpenyesuaian sosial (maladjustment) yang mungkin mengakibatkan terjadinya anomie. harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Suatu perbedaan dapat diadakan antara penyesuaian dari lembagalembaga kemasyarakatan dan penyesuaian dari individu yang ada dalam masyarakat tersebut. Jika sebaliknya yang terjadi. Keadaan tersebut berarti bahwa ketegangan-ketegangan serta kekecewaan di antara para warga tidak mempunyai saluran pemecahan. tetapi sifatnya dangkal dan terbatas pada bentuk luarnya. Penyesuaian Masyarakat terhadap Perubahan Keserasian atau harmoni dalam masyarakat (social equilibrium) merupakan keadaan yang diinginkan setiap masyarakat. pengaruhnya tetap ada. Keserasian masyarakat dimaksudkan sebagai suatu keadaan ketika lembagalembaga kemasyarakatan yang pokok benar-benar berfungsi dan saling mengisi. Setiap kali terjadi gangguan terhadap kehidupan. Jika seorang individu tidak ingin mengalami tekanan-tekanan psikologis. Pendidikan anak-anak yang sebelumnya dilakukan oleh keluarga ibu diserahkan kepada ayah. masyarakat dapat menolaknya atau mengubah susunan lembaga-lembaga kemasyarakatannya dengan maksud menerima unsur yang baru. Hal itu berarti ada gangguan yang terus-menerus terhadap keserasian masyarakat. Apabila ketidakserasian dapat dipulihkan kembali setelah terjadi suatu perubahan. Peranan keluarga-keluarga besar atau masyarakat hukum adat semakin berkurang. kadang unsur yang baru dipaksakan masuknya oleh suatu kekuatan. terlihat adanya suatu kecenderungan hubungan antara anggota keluarga batih lebih erat.

serta dipergunakan oleh khalayak ramai. (Sumber: Sosiologi Suatu Pangantar. Umumnya. . Perubahan lembaga kemasyarakatan tersebut akan membawa akibat pada lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya karena lembagalembaga tersebut merupakan suatu sistem yang terintegrasi. agama.Matrilineal adalah garis keturunan ke atas yang ditarik pada penghubung wanita melalui ibu (garis keturunan ibu). Setiap orang boleh memilih pendidikan macam apapun yang disukai. diterima. pada 17 Agustus 1945 saat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang merupakan kali pertama terjadinya perubahan pada struktur pemerintahan dari jajahan menjadi negara yang merdeka dan berdaulat. tidak ada lagi diskriminasi antara golongan-golongan. Hal ini menjalar ke lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya. seperti pada zaman penjajahan. Jika lembagalembaga kemasyarakatan sebagai suatu sistem sosial digambarkan. Lembaga kemasyarakatan yang menjadi titik tolak. atau rekreasi. ekonomi. Lembaga-lembaga kemasyarakatan tersebut merupakan suatu struktur apabila mencakup hubungan antara lembaga-lembaga kemasyarakatan yang mempunyai pola-pola tertentu dan keserasian tertentu. coraknya adalah sebagai berikut. atau mengalami proses institutionalization (pelembagaan). saluran-saluran tersebut adalah lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam bidang pemerintahan. Misalnya. Lembaga kemasyarakatan yang pada suatu waktu mendapatkan penilaian tertinggi dari masyarakat cenderung untuk menjadi saluran utama perubahan sosial. Misalnya. Saluran-Saluran Perubahan Sosial Saluran-saluran perubahan sosial merupakan saluran-saluran yang dilalui oleh suatu proses perubahan. Perubahan tersebut berpengaruh pada sikap dan pola perilaku serta nilai-nilai masyarakat Indonesia. 1993) 2. bergantung pada fokus kebudayaan masyarakat pada suatu masa yang tertentu. Saluran tersebut berfungsi agar sesuatu perubahan dikenal. pendidikan. dalam bidang pendidikan. diakui.2.

Disintegrasi dan Reintegrasi Perubahan sosial dapat mengakibatkan terjadinya proses disintegrasi atau perpecahan. Sanksi yang dikenakan pada orang yang melanggar norma dianggap sudah tidak berlaku. Norma-norma sosial tidak lagi membantu anggota masyarakat dalam mencapai tujuan yang disepakati.3. Dengan demikian. yaitu suatu proses pudarnya norma-norma dan nilainilai dalam masyarakat yang disebabkan perubahanperubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. Disintegrasi ini disebabkan oleh beberapa faktor. disintegrasi disebut juga disorganisasi. bahkan sudah tidak dilaksanakan secara konsekuen. Norma-norma dalam kelompok yang dihayati oleh setiap anggota dianggap tidak sesuai lagi. gejala-gejala disorganisasi dan disintegrasi pada awalnya dimulai dari hal-hal sebagai berikut. Proses perubahan sosial akan menyebabkan nilai dan norma masyarakat menjadi tergeser atau berubah.Gambar 2. Menurut Soekanto. Lembaga-lembaga kemasyarakatan mempunyai pola-pola dan keserasian tertentu. Disintegrasi atau disorganisasi merupakan proses pembentukan nilai-nilai baru. Tidak ada lagi kesepakatan anggota kelompok mengenai tujuan sosial yang hendak dicapai yang semula menjadi pegangan kelompok tersebut. baik yang akan mengurangi ikatan dalam masyarakat itu sendiri maupun integrasi masyarakat yang pada akhirnya . 2. Sanksi sudah lemah. Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh setiap warga masyarakat sudah bertentangan dengan norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. Lembaga Kemasyarakatan.

Kadangkala aksi protes dan demonstrasi juga dilakukan oleh mahasiswa terhadap pemerintah seperti yang terjadi pada 1966 dan 1998. Kerusuhan (dapat juga disebut riot walaupun pengertiannya tidak tepat). Kerusuhan . masyarakat pelu diberi pemahaman tentang reintegrasi atau reorganisasi yang tepat. Pada dasarnya. Menurut Soekanto. Di Indonesia pernah terjadi beberapa kali konflik atau pertentangan dengan kekuasaan pemerintahan. Penolakan dapat pula berupa protes dan demontrasi. Perundingan apabila terdapat pihak-pihak yang melakukan reaksi keras (pergolakan). Contohnya. Uraian berikut disusun berdasarkan intensitas (besar-kecilnya) pertentangan itu sendiri antara lain sebagai berikut. Perubahan sosial ditandai dengan semakin berkembangnya tingkat pendidikan masyarakat sehingga setiap kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak selamanya diterima masyarakat. Menanamkan kesadaran akan pentingnya berbangsa dan bertanah air. Adanya disintegrasi dalam kehidupan bermasyarakat harus diimbangi dengan reintegrasi yang bertujuan untuk mengembalikan keadaan yang diinginkan sesuai dengan tujuan persatuan dan keutuhan masyarakat. Disintegrasi sosial yang terjadi akan mempunyai kekuatan yang merongrong atau melemahkan kedudukan seseorang yang memiliki kekuasaan. reintegrasi atau reorganisasi adalah proses pembentukan kembali norma-norma dan nilai-nilai baru untuk menyesuaikan diri dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang mengalami perubahan. Perbedaannya kerusuhan mengandung unsur kekerasan fisik dan biasanya diikuti dengan perusakan terhadap barang-barang. seperti hal-hal berikut ini. Hal tersebut berakibat tidak sedikit terjadinya reaksi terhadap suatu perubahan. penganiayaan terhadap orang yang tidak disenangi. demo yang dilakukan oleh karyawan di beberapa perusahaan yang menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP). bahkan pada masa reformasi pasca 1998. Menggunakan saluran militer untuk memadamkannya apabila terjadi pergolakan mengarah pada pemberontakan. Reintegrasi terlaksana apabila norma-norma atau nilai-nilai baru telah melembaga (institutionalized) dalam diri warga masyarakat. Jika perubahan tersebut dapat menumbuhkan kepentingan kesatuan nasional. setiap perubahan bisa mengakibatkan terjadinya perbedaan tanggapan atau penafsiran. atau terjadi bentrokan fisik dengan pihak pengendali kerusuhan (keamanan). Melalui saluran hukum terhadap mereka yang menyimpang.bergantung pada keinginan masyarakat. ialah hampir sama dengan demonstrasi atau protes. Kadang-kadang masyarakat menolak suatu kebijaksanaan apabila dianggap merugikan atau terlalu memberatkan masyarakat. kenaikan harga barang yang diakibatkan oleh naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Misalnya. Hal seperti itu terjadi sejak awal kemerdekaan sampai awal berdirinya Orde Baru.

Kematian akibat kekerasan politik terjadi sebagai akibat dari pengendalian demonstrasi. Untuk mencegahnya. Hal ini karena setiap orang memiliki gagasan mengenai perubahan yang mereka anggap baik sehingga perubahan yang terjadi dapat ditafsirkan bermacam-macam. . Serangan bersenjata terjadi pada kekerasan politik (pemberontakan). C. umumnya terhadap kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintah atau pemimpin perusahaan. Serangan bersenjata (armed attack). dapat pula sebagai suatu kemunduran (regress) masyarakat. ialah protes terhadap pemegang kekuasaan tanpa melalui kekerasan. Perubahan juga dianggap membawa nilai-nilai baru yang modern. Bahkan. perubahan sosial yang terjadi tidak selamanya suatu kemajuan (progress). yaitu sebagai berikut. atau ketidaktahuan adanya perubahan. Demonstrasi. kerusuhan atau serangan bersenjata. Perubahan dianggap sebagai suatu kemajuan sehingga setiap perubahan harus diikuti tanpa dilihat untung ruginya bagi kehidupan. Perubahan mengancam kepentingan pihak yang sudah mapan. Dampak Perubahan Sosial Adanya suatu perubahan dalam masyarakat akibat perubahan sosial bergantung pada keadaan masyarakat itu sendiri yang mengalami perubahan. Kecepatan perubahan tiap daerah berbeda-beda bergantung pada dukungan dan kesiapan masyarakat untuk berubah. penyimpangan masyarakat. Perbedaan perubahan tersebut dapat mengakibatkan munculnya kecemburuan sosial. Perubahan yang diterima masyarakat kadang-kadang tidak sesuai dengan keinginan. pergulatan fisik (perkelahian atau pertempuran) atau perusakan barang-barang. Dengan kata lain. ialah suatu tindakan kekerasan yang dilakukan oleh atau untuk kepentingan suatu kelompok tertentu dengan maksud melemahkan atau bahkan menghancurkan kekuasaan dari kelompok lain. Hak istimewa yang diterima dari masyarakat akan berkurang atau menghilang sehingga perubahan dianggapnya akan menggoncangkan berbagai aspek kehidupan. Protes dilakukan secara bersama-sama. ketinggalan. atau kelanjutan dari kerusuhan. kriminalitas.umumnya ditandai dengan spontanitas terhadap suatu insiden atau sebagai kelanjutan dari demonstrasi. yang harus dihindari. Serangan bersenjata ditandai dengan adanya pertumpahan darah. setiap perubahan harus dihindari dan ditentang karena tidak sesuai kepentingan kelompok masyarakat tertentu. sesuai dengan nilai-nilai sosial yang mereka miliki. Terdapat beberapa tanggapan masyarakat sebagai akibat dari perubahan sosial yang menimbulkan suatu ketidakpuasan.

suatu masalah disebut masalah sosial jika memenuhi beberapa kriteria. Hal pokok di sini bukanlah sumbernya. masyarakat tidak menyukai tindakan-tindakan yang menyimpang dan berlawanan dengan nilai-nilai yang berlaku. Pihak-pihak yang menetapkan apakah suatu kepincangan merupakan masalah sosial atau tidak. seperti kejahatan. yaitu sebagai berikut. urutannya sangat relatif. masalah sosial menyebabkan terjadinya hambatan dalam pemenuhan kebutuhan warga masyarakat. melainkan akibat dari gejala tersebut (baik gejala sosial maupun gejala bukan sosial) yang menyebabkan terjadinya masalah sosial. Pergolakan dan Pemberontakan . Hal itu disebabkan perubahan sosial yang terjadi dianggap tidak akan menimbulkan pengaruh bagi dirinya.Ketidaktahuan pada perubahan yang terjadi. Perubahan sosial mengakibatkan terjadinya masalah-masalah sosial. Proses disintegrasi sebagai akibat perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dapat berbentuk antara lain sebagai berikut. Masalah sosial merupakan proses terjadinya ketidaksesuaian antara unsur-unsur dalam kebudayaan suatu masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok-kelompok sosial. Menurut Merton (dalam Soekanto). tidak setiap masalah yang terjadi pada masyarakat disebut masalah sosial. Hal itu berakibat terjadi disintegrasi sosial atau rusaknya ikatan sosial. akibatnya ia tidak memiliki kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Meskipun begitu. Akibat hal tersebut. Semula ada pendapat keliru yang menyatakan bahwa masalah sosial bersumber secara langsung pada kondisi-kondisi ataupun proses-proses sosial. Dalam hal ini. Hal ini mengabakan seseorang ketinggalan informasi tentang perkem bangan dunia. Tidak adanya kesesuaian antara ukuran-ukuran dan nilai-nilai sosial dengan kenyataan-kenyataan serta tindakan-tindakan sosial. Adanya perhatian masyarakat terhadap masalah-masalah sosial. Dengan kata lain. Masalah sosial tersebut timbul akibat terjadinya kepincangan-kepincangan masyarakat karena tidak sesuainya tindakan-tindakan dengan norma-norma dan nilai-nilai masyarakat. atau kenakalan remaja. Adanya masalah-masalah sosial yang terbuka dan masalah-masalah sosial yang tertutup. Masa bodoh terhadap perubahan. 1. Ketidaksiapan menghadapi perubahan. Pengetahuan dan kemampuan seseorang terbatas. Pendapat tersebut tidak memuaskan dan telah ditinggalkan.

2. Rangkaian peristiwa itu disebut revolusi.Proklamasi dikumandangkan sebagai pernyataan kemerdekaan Indonesia dapat diterima di berbagai daerah walaupun tidak secara bersamaan. Adanya pergolakan dan pemberontakan di berbagai daerah pasca kemerdekaan. Protes dapat terjadi apabila suatu hal menimpa kepentingan individu atau kelompok secara langsung sebagai akibat dari rasa ketidakadilan akan hak yang harus diterima. tetapi perubahan tersebut tidak membawa setiap orang ke arah yang dicita-citakan. Aksi Protes dan Demonstrasi Aksi protes disebut juga unjuk rasa yang selalu terjadi dalam kehidupan manusia. 3. sekaligus menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap ideologi pemerintah. Hal ini berakibat terjadinya perbedaan sosial berdasarkan kekayaan. ataupun pergaulan. perilaku. Protes dapat pula terjadi secara tidak langsung sebagai rasa solidaritas antar sesama karena kesewenang-wenangan pihak tertentu yang mengakibatkan kesengsaraan bagi orang lain. Akibatnya. segera dibentuk suatu tatanan dan kehidupan sosial baru. Rakyat menyambut dan mendukungnya. individu atau kelompok tersebut tidak puas dan melakukan tindakan penyelesaian. bertujuan untuk menjatuhkan kedudukan penguasa pada saat itu. Perbuatan kriminal yang muncul di masyarakat secara khusus akan diuraikan sebagai akibat terjadinya perubahan sosial yang menimbulkan kesenjangan kehidupan atau jauhnya ketidaksamaan . Kriminalitas Perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupan memberi peluang bagi setiap orang untuk berubah. Perubahan sosial tersebut dapat membawa seseorang atau kelompok ke arah tindakan yang menyimpang karena dipengaruhi keinginan-keinginan yang tidak terpenuhi atau terpuaskan dalam kehidupannya. pengetahuan. Oleh karena itu. Hal itu terjadi karena setiap orang memiliki pendapat dan pandangan yang mungkin berbeda. Protes merupakan aksi tanpa kekerasan yang dilakukan oleh individu atau masyarakat terhadap suatu kekuasaan.

terjadi penyelewengan dan pelanggaran.sosial. kenakalan remaja disebut . Apabila hal ini sudah membudaya di kalangan bangsa Indonesia atau sudah menjadi bagian dari kebudayaan bangsa akan sulit untuk diberantas. timbul suatu dorongan untuk meningkatkan kemampuan nya yang tidak sesuai dengan kebenaran atau norma yang berlaku dalam masyarakat. bebas dari segala korupsi. Akibatnya. Adakalanya orang ingin mendapatkan hak tetapi tidak sesuai dengan kewajiban yang harus dilakukan dan kesempatan untuk melakukan hal yang salah terbuka. 4. Untuk memberantas korupsi. hal tersebut akan menghambat proses pembangunan nasional. kolusi. Adanya perbedaan tersebut menyebabkan setiap orang memiliki penafsiran yang berbeda-beda terhadap hak dan kewajibannya. Korupsi adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara atau perusahaan untuk keuntungan pribadi atau orang lain. dan Nepotisme Bangsa Indonesia yang sedang membangun perlu memiliki sistem administrasi yang bersih dan berwibawa. Akibatnya. Hal itu karena tindakan yang mereka lakukan dapat meresahkan masyarakat. sedangkan pengawasan terhadap perbuatan yang salah lemah. Oleh karena itu. Kenakalan Remaja Kenakalan remaja merupakan disintergasi dari keutuhan suatu masyarakat. tetapi seluruh rakyat Indonesia harus bertekad untuk menghilangkan korupsi. Oleh karena itu. Perbuatan demikian bisa terjadi karena melihat perubahan orang lain dianggap lebih baik daripada dirinya atau sebagian besar masyarakat mengalami perubahan sedangkan dirinya tidak. Masalah korupsi menyangkut berbagai aspek sosial dan budaya maka Bung Hatta (dalam Mubyarto) mengatakan bahwa korupsi adalah masalah budaya. 5. Kolusi. dan nepotisme. tidak semua orang mendapat kebahagiaan yang sama. Kolusi adalah kerja sama rahasia untuk maksud tidak terpuji. tidak hanya satu atau beberapa lembaga pemerintahan saja yang harus berperan. Korupsi. Nepotisme merupakan kecenderungan untuk mengutamakan sanak saudara sendiri. Setiap orang harus mendapat hak disesuaikan dengan kewajiban yang dilakukan. Akibatnya.

sebagai masalah sosial. Munculnya kenakalan remaja merupakan gejolak kehidupan yang disebabkan adanya perubahan-perubahan sosial di masyarakat, seperti pergeseran fungsi keluarga karena kedua orangtua bekerja sehingga peranan pendidikan keluarga menjadi berkurang.

Selain itu, pergeseran nilai dan norma masyarakat mengakibakan berkembangnya sifat individualisme. Juga pergeseran struktur masyarakat mengakibatkan masyarakat lebih menyerahkan setiap permasalahan kepada yang berwenang. Perubahan sosial, ekonomi, budaya, dan unsur budaya lainnya dapat mengakibatkan disintegrasi.

D. Modernisasi

Pengertian modernisasi pada awalnya berkembang pada abad XVIII di Eropa, ketika ditemukannya mesin uap dan mesin pemintal untuk tekstil. Dengan demikian, perkembangan tersebut merupakan landasan bagi industrialisasi di berbagai bidang kehidupan masyarakat Eropa, yaitu yang lazim dikenal dengan Revolusi Industri. Perubahan-perubahan penggunaan alat-alat industri terjadi di Inggris kemudian menyebar ke berbagai negara di Eropa. Peristiwa industrialisasi tersebut ternyata sejalan dengan Revolusi Prancis yang menentang dan menghancurkan hak-hak istimewa yang dimiliki secara turun-temurun oleh sekelompok orang (kaum feodal), dan munculnya persamaan hak setiap warga negara sehingga hal ini merupakan hal awal demokratisasi di Eropa.

Dari kedua revolusi tersebut, kemajuan perekonomian melalui industrialisasi menyebabkan negara menjadi maju dan munculnya persamaan hak telah menyadarkan peranan setiap orang dalam menentukan kehidupannya. Oleh karena itu, hal tersebut dapat dikatakan sebagai awal dari modernisasi.

Perkembangan modernisasi selanjutnya tidak terbatas pada industrialisasi dan demokratisasi saja, tetapi menyangkut pula berbagai bidang kehidupan lain yang saling berhubungan. Dengan demikian, kemajuan suatu bidang kehidupan akan diikuti oleh bidang-bidang kehidupan lain, yaitu: kemajuan ilmu pengetahuan maka akan diikuti oleh teknologi; kemajuan material atau kebendaan yang digunakan setiap manusia harus diimbangi oleh sikap mental untuk menyesuaikan diri dengan benda yang dimilikinya; jika tidak, akan dianggap sebagai orang yang ketinggalan zaman atau ketinggalan kebudayaan.

Setiap perubahan yang terjadi di masyarakat tentu saja ada sisi baik dan sisi buruknya. Hal ini bergantung pada masyarakat sendiri yang menafsirkan modern. Salah menafsirkan kata modern akan mengakibatkan perilaku masyarakat yang tidak sesuai dengan budaya atau kepribadian bangsa. Modernisasi sebagai perubahan sosial dari keadaan tradisional atau pra industri ke masyarakat industri. Perubahan tersebut merupakan titik tolak perkembangan ke arah modernisasi. Untuk mencapai masyarakat modern, harus melalui transisi (peralihan) yang akan mengubah pola kehidupan masyarakat.

Masyarakat tradisional dianggap statis dan hampir tidak mengalami perubahan. Seperti halnya karakteristik masyarakat tradisional berorientasi pada pertanian dengan menggunakan metode yang dianggap belum berkembang.

Proses perubahan ke arah lebih maju daripada sebelumnya yang ditunjang oleh sikap dan perilaku masyarakat untuk menerima perubahan-perubahan tersebut merupakan suatu proses ke arah modern yang dinamakan modernisasi. Modernisasi dapat diartikan sebagai suatu sikap pikiran yang mempunyai kecenderungan untuk mendahulukan sesuatu yang baru dari yang bersifat tradisi dan satu sikap pikiran yang hendak menyesuaikan soal-soal yang sudah menetap dan menjadi kebutuhan-kebutuhan yang baru.

Dengan kata lain, modernisasi merupakan perubahan sosial yang terarah (directed change) yang didasarkan pada perencanaan (social planing). Modernisasi umumnya dihubungkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk suatu kemajuan masyarakat secara positif, begitu pula masyarakat secara terbuka menerima perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya.

Dengan demikian, ilmu pengetahuan dan teknologi dalam modernisasi memainkan peranan yang sangat penting di berbagai bidang kehidupan sehingga manusia sebagai pelaku modernisasi dituntut untuk selalu siap menerima perubahan-perubahan ke arah kemajuan yang positif.

Gejala modernisasi merupakan awal terjadinya perubahan-perubahan ke arah yang diketahui. Misalnya: sikap masyarakat akan pentingnya pendidikan sekolah; keinginan untuk hidup lebih baik;

adanya usaha untuk mengejar ketinggalan dari masyarakat lain; menghargai pendapat orang lain; tidak menganggap pendapat pribadi lebih baik daripada orang lain; memandang bahwa kehidupan hari esok harus lebih baik daripada hari ini; dan lain-lain. M. Kamal Hasan (dalam Pardoyo) menyatakan bahwa proses modernisasi Indonesia, antara lain sebagai berikut.

1. Berorientasi ke Depan

Kemajuan bangsa dan negara dengan jalan memperbaiki diri guna menyongsong hari esok yang lebih baik.

2. Memiliki Sikap Dinamis dan Aktif

Perbaikan diri dan kemajuan suatu negara harus dicapai dengan usaha dan kerja keras karena hal tersebut tidak akan datang sendiri tanpa adanya perjuangan.

3. Memberikan Tempat bagi Rasionalitas

Segala sesuatu yang berhubungan dengan pembangunan harus diperkirakan baik atau buruknya bagi manusia dan kehidupannya, tidak dirasakan atas dasar perasaan atau pendapat pribadi.

4. Mengembangkan Suatu Sikap Terbuka terhadap Pemikiran dan Hasil Penemuan Ilmiah

dan ideologi. . terutama yang dapat dinikmati dan dirasakan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. 6. Memberikan Perhatian yang Terbesar kepada Persoalan Langsung dengan Skala Prioritas Segala masalah yang terjadi dan dirasakan langsung oleh masyarakat yang merupakan bidang kajian seseorang merupakan suatu hal yang sangat utama dibandingkan masalah-masalah lain yang bukan bidang garapannya. sosial. Adapun aspek-aspek kehidupan tersebut muncul sebagai gejala modernisasi. politik. Pembangunan nasional melalui modernisasi akan melibatkan beberapa aspek kehidupan.Pendapat atau pemikiran orang lain yang dianggap baik bagi pembangunan dapat di terima sebagai suatu masukan guna melengkapi hasil pemikiran yang telah ada. Melibatkan Dirinya kepada Tujuan yang Mengatasi Tujuan Golongan Tujuan yang lebih penting adalah tujuan yang lebih besar dan lebih utama dibandingkan dengan tujuan pribadi atau golongan sehingga seseorang dituntut untuk terlibat dalam segala kepentingan masyarakat dan negara. Memberikan Prioritas kepada Hal-Hal yang Telah Dicapai Seseorang. dan budaya. bukan Statusnya Keberhasilan seseorang patut untuk ditiru sebagai langkah ke arah kemajuan dan jangan beranggapan bahwa suatu kemajuan berasal dari pendapat orang yang memiliki status sosial terhormat di masyarakat. di antaranya meliputi bidang iptek. Begitu pula halnya hasil penelitian merupakan kebenaran ilmiah yang bermanfaat bagi pelaksanaan modernisasi. ekonomi. 7. 5.

norma. Penciptaan iklim yang favourable dari masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa. nilai. organisasi atau komunitas. fungsi. b. lembaga. c. Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu perubahan dari gejala-gejala sosial yang ada di masyarakat. Perubahan sosial dapat dilihat dari segi terganggunya kesinambungan di antara kesatuan sosial walaupun keadaannya relatif kecil. Modernisasi bersifat preventif dan konstruktif agar proses tersebut tidak mengarah pada anganangan. Hal ini meng hendaki suatu sistem pendidikan dan pengajaran yang terencana dengan baik. sebaiknya modernisasi harus dapat memproyeksikan kecenderungan yang ada dalam masyarakat ke arah waktu-waktu yang mendatang. Hal ini memerlukan penelitian yang terus-menerus agar data tidak ter tinggal. Wujud perubahan sosial yaitu sebagai berikut. Sistem administrasi negara yang baik adalah sistem yang benarbenar mewujudkan birokrasi. Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur serta terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu. Perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki. . Menurut Soekanto. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial (social planing). di satu pihak berarti disiplin.Modernisasi tidak sama dengan reformasi yang menekankan pada faktor-faktor rehabilitasi. Perubahan yang pengaruhnya kecil dan perubahan yang pengaruhnya besar. Tingkat organisasi yang tinggi. Cara berpikir yang ilmiah (scientific thinking) yang melembaga dalam kelas penguasa ataupun masyarakat. termasuk perubahan dalam hal budaya. sedangkan di lain pihak berarti pengurangan kemerdekaan. dan semua aspek yang dihasilkan dari interaksi antarmanusia. dari yang bersifat sederhana sampai yang lebih kompleks. terdapat syarat-syarat suatu modernisasi sebagai berikut. Perubahan yang terjadi secara lambat dan perubahan yang terjadi secara cepat. Rangkuman : a. d. Perubahan ini meliputi struktur.

sistem stratifikasi sosial. 146 Sumber : http://perpustakaancyber. revolusi.html#ixzz2cbQGS4bh http://perpustakaancyber. Anda sekarang sudah mengetahui Perubahan Sosial. Perubahan sosial terjadi bukan tanpa hambatan. Sosiologi 3 : Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. di antaranya kurangnya hubungan dengan masyarakat lain. sikap tradisional. Perubahan sosial terjadi dipengaruhi beragam faktor. dan hakikat hidup. B. Pengetahuan mengenai proses-proses sosial sangat .com/2013/05/pengertian-perubahan-sosial-contohdampak. terdapat pula faktor pendukung terjadinya proses perubahan sosial antara lain kontak dengan masyarakat luas. dan disorganisasi keluarga. PENGANTAR Proses sosial diartikan sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama ( Selo Soemarjan. pertentangan (konflik). 2009. adat atau kebiasaan. Di samping faktor-faktor yang memengaruhi perubahan sosial. 1964). difusi. p. Terdapat beragam faktor yang dapat menghambat proses perubahan sosial. Pusat Perbukuan. perubahan akibat lingkungan fisik. heterogenitas penduduk.blogspot. Jakarta. sikap. Departemen Pendidikan Nasional. e. f. serta sikap mudah menerima hal-hal yang baru.html PROSES-PROSES DAN INTERAKSI SOSIAL BAB I : PENDAHULUAN I. visi atau orientasi masa depan.d.com/2013/05/pengertian-perubahan-sosial-contohdampak. Referensi : Waluya. seperti perubahan kependudukan. sistem pendidikan. peperangan. vested interest. toleransi. dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.blogspot. penemuan-penemuan baru. sikap tertutup.

BAB II : PEMBAHASAN II. . Jika tidak adanya kesadaran atas pribadi masing – masing. Jadi fakta sosial muncul melalui proses interaksi. Kontak social memiliki sifat-sifat seperti berikut :  Kontak sosial dapat bersifat positif atau negatif. Dr. Menurut Prof. status sosial. Dengan tidak adanya komunikasi ataupun interaksi antar satu sama lain maka tidak mungkin ada kehidupan bersama.aturan dan nilai – nilai yang ada dapat dilakukan dengan baik. Jika hanya fisik yang saling berhadapan antara satu sama lain. Proses sosial berpangkal pada interaksi sosial yang dapat terjadi baik antar perorangan maupun kelompok dalam masyarakat. A. dan sifat-sifat manusia dipengaruhi sangat medalam oleh tipe-tipe utama interaksi sosial yang berlangsung di dalamnya. Tipetipe interaksi yang tumbuh sangat ditentukan oleh normanorma dalam masyarakat yang berkaitan dengan peranan sosial.maka proses sosial itu sendiri tidak dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Dengan adanya nilaidan norma yang berlaku.ia akan selalu perlu untuk mencari individu ataupun kelompok lain untuk dapat berinteraksi ataupun bertukar pikiran. interaksi sosial merupakan kunci semua kehidupan sosial. Maka dari itu dapat disebutkan bahwa interaksi merupakan dasar dari suatu bentuk proses sosial karena tanpa adanya interaksi sosial. SYARAT INTERAKSI SOSIAL  Kontak Sosial Kata “kontak” (Inggris: “contact") berasal dari bahasa Latin con atau cum yang artinya bersama-sama dan tangere yang artinya menyentuh. Interaksi sosial merupakan proses dasar dan pokok dalam setiap masyarakat. Di dalam kehidupan sehari – hari tentunya manusia tidak dapat lepas dari hubungan antara satu dengan yang lainnya. tidak dapat menghasilkan suatu bentuk kelompok sosial yang dapat saling berinteraksi. maka kegiatan–kegiatan antar satu individu dengan yang lain tidak dapat disebut interaksi. Pengertian Interaksi Sosial Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan di dalam masyarakat. dan nilai sosial.interaksi sosial itu sendiri dapat berlangsung dengan baik jika aturan . Soerjono Soekamto di dalam pengantar sosiologi.penting. karena memungkinkan seseorang memperoleh pengertian segi-segi dinamis atau gerak dari masyarakat.

dan film. yaitu orang yang menyampaikan pesan. yaitu orang atau sekelompok orang yang dikirimi pesan. gagasan atau program yang akan dikomunikasikan diwujudkan dalam kalimat atau gambar. atau pertemuan ayah dan anak di meja makan. setelah mendapatkan pesan dari komunikator.  Komunikasi Komunikasi merupakan syarat terjadinya interaksi sosial. atau sikap) dan perasaan-perasaan yang disampaikan.  Penyampaian Pada tahap ini. Komunikator harus menghindari penggunaan kode-kode yang membingungkan komunikan. Ada tiga tahap penting dalam proses komunikasi. gerakan-gerakan fisik. atau pikiran kepada pihak lain. komunikator harus memilih kata.  Decoding . gambar. atau perasaan.Kontak sosial positif mengarah pada suatu kerja sama. kontak antara guru dan murid di dalam kelas.  Pesan. dan perasaan. Kontak sosial primer terjadi apabila para peserta interaksi bertemu muka secara langsung. Hal terpenting dalam komunikasi yaitu adanya kegiatan saling menafsirkan perilaku (pembicaraan. Ada lima unsur pokok dalam komunikasi yaitu sebagai berikut. perasaan.  Komunikan. yang terjadi adalah kontak sekunder tidak langsung. istilah atau gagasan yang sudah diwujudkan dalam bentuk kalimat dan gambar disampaikan. Sementara itu. Dalam tahap ini. tulisan.  Encoding Pada tahap ini. instruksi. Misalnya. pikiran. dan gambar yang mudah dipahami oleh komunikan. penjual dan pembeli di pasar tradisional. Ketiga tahap tersebut adalah sebagai berikut. Sementara jika Ketua RW menyuruh sekretarisnya menyampaikan pesan kepada ketua RT agar datang ke rumahnya. Pesan dapat berupa informasi. percakapan melalui telepon.  Kontak sosial dapat bersifat primer atau sekunder. Penyampaian dapat berupa lisan. kontak sekunder terjadi apabila interaksi berlangsung melalui suatu perantara. dan gabungan dari keduanya. Kontak sekunder langsung misalnya terjadi saat ketua RW mengundang ketua RT datang ke rumahnya melalui telepon. Media komunikasi dapat berupa lisan. Misalnya.  Media.  Komunikator. yaitu sesuatu yang disampaikan oleh komunikator. yaitu perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan. istilah.  Efek. sedangkan kontak sosial negatif mengarah pada suatu pertentangan atau konflik. kalimat. tulisan. Kontak sekunder dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. yaitu alat untuk menyampaikan pesan.

Pada tahap ini dilakukan proses mencerna dan memahami kalimat serta gambar yang diterima menurut pengalaman yang dimiliki.  Identifikasi Faktor identifikasi merupakan kecenderungan-kecenderungan atau keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. B. stimulus yang diberikan antar masyarakat. Identifikasi sifatnya lebih mendalam daripada imitasi. Sisi positif dari suatu imitasi adalah dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku. hal ini akan menghambat daya piker seseorang secara rasional. Di dalam proses ini perasaan memegang peranan penting walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya. seorang guru kepada siswa.  Motivasi Faktor Motivasi yaitu rangsangan pengaruh. sugesti. identifikasi dan empati.  Imitasi Faktor imitasi berlangsung apabila seseorang memberikan suatu pandangan.rasional dan penuh rasa tanggung jawab .  Simpati Proses simpati sebenarnya merupakan proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. oleh karena itu kepribadian seseorang dapat dibentuk atas dasar proses ini. Sisi negatif dari imitasi adalah tindakan-tindakan yang menyimpang yang ditiru atau imitasi dapat melemahkan pengembangan kreasi seseorang. Proses indentifikasi dapat berlangsung dengan sendirinya atau disengaja karena seseorang memerlukan tipe-tipe ideal tertentu di dalam proses kehidupannya. motivasi. kemudian diterima oleh pihak lain. Dalam proses identifikasi sesuatu terjadi karena didorong keinginan untuk belajar dari pihak lain yang kedudukannya lebih tinggi dan harus dihormati karena mempunyai kelebihan atau kemampuan .  Sugesti Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberikan suatu pandangan atau sikap yang berasal dari dirinya. sehingga orang yang diberi motivasi menuruti tau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis. FAKTOR DASAR TERBENTUKNYA INTERAKSI SOSIAL Proses interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat bersumber dari faktor imitasi. simpati. Motivasi biasanya diberikan oleh orang yang memiliki status yang lebih tinggi dan berwibawa. Sisi negatif berlangsungnya sugesti apabila pihak yang menerima dilanda oleh emosi. misalnya dari seorang ayah kepada anak.

Hubungan antara suatu individu masyarakat dengan relasi . Sebelum terbentuk sebagai suatu bentuk konkrit.tertentu yang patut dicontoh. akan tetapi tidak semata-mata perasaan kejiwaan saja. Adanya hubungan timbal balik dalam memperngaruhi tiap individu pada saat terjadinya komunikasi dapat membentuk suatu pengetahuan maupun pengalaman baru yang dirasakan oleh masing – masing individu.baik dalam bentuk individu atau perorangan maupun dengan kelompok – kelompok dan antar kelompok masyarakat itu sendiri.komunikasi atau hubungan yang sesuai dengan nilai – nilai sosial di dalam suatu masyarakat.  Empati Empati yaitu mirip dengan simpati.menentukan struktur dari masyarakatnya yang dimana hubungan antar manusia dengan relasi tersebut berdasarkan atas suatu komunikasi yang dapat terjadi di antara keduanya. Empati dibarengi dengan perasaan organisme tubuh yang sangat intens/dalam.Karena kelangsungan kesatuannya dengan jalan komunikasi itu. Kedua proses ini sama-sama diawali oleh imitasi dan sugesti.relasi sosial lainnya. Berdasarkan sudut inilah komunikasi dapat dipandang sebagai suatu sistem di dalam kelompok masyarakat maupun sebagai sebuh proses sosial. atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahanperubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada.menciptakan segi dinamika dari sisi perubahan dan perkembangan masyarakat.telah mengalami suatu proses terlebih dahulu yang dimana proses – proses ini merupakan suatu bentuk dari proses sosial itu sendiri.setiap masyarakat dapat membentuk kebudayaan berdasarkan sistem komunikasinya masing-masing. Adanya tingkat kesadaran di dalam berkomunikasi di antara warga – warga dalam kehidupan bermasyarakat dapat membuat masyarakat dipertahankan sebagai suatu kesatuan dan menciptakan apa yang dinamakan sebagai suatu sistem komunikasi. Gillin & Gillin mengatakan bahwa Proses-proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut. Sistem komunikasi ini mempunyai lambang – lambang yang diberi arti dan menghasilkan persepsi khusus dalam memahami lamabang – lambang tersebut oleh masyarakat. Hal ini membuat kegiatan komunikasi menjadi suatu dasar yang kuat dalam kehidupan maupun proses sosial seseorang. . sedangkan dalam proses simpati berkembang kearah pengertian yang mendalam diantara mereka.suatu individu dengan sekumpulan kelompok masyrakat. Hubungan antar manusia atau relasi – relasi sosial.

Di kota-kota.1978). PROSES INTERAKSI SOSIAL Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan social suatu masyarakat.  Sekunder Sifat kontak sekunder yaitu sepintas lalu. Arti yang terpenting dari komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (berwujud pembicaraan. Menurut J. Chitambar (dalam Sajogyo. Komunikasi sebagai proses dalam interaksi sosial mempunyai dua ciri. terjadi dilingkungan yang lebih besar dan tersebar luas. Dalam proses komunikasi ada tiga simbol yang perlu mendapat perhatian.  Simbol-simbol itu dihasilkan dengan mengingat situasi dan struktur. yaitu:  Simbol-simbol itu diciptakan oleh manusia. Dalam rangka terjadinya suatu interaksi sosial. 1978) ada empat aspek yang perlu diperhatikan. misalnya kehidupan di pedesaan. misalnya diperkotaan. 2. dimana pihak-pihak yang memberikan penafsiran mempunyai atau dianggap mempunyai kepentingan bersama. serta perasaanperasaan yang ingin disampaikan orang lain. yaitu: 1. didalamnya saling mengenal secara erat dalam pergaulan seharihari. yaitu: o Proses primer .B. yaitu kontak terjadi langsung berhadapan muka. Dalam hal ini. gerakan badan. bukan dalam rangka hubungan pribadi dan kurang kuat. atau sikap). dalam kontak primer pembicaraan berkaitan erat dengan hubungan kekeluargaan atau tetangga dekat.A. ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan. Aspek komunikasi komunikasi merupakan bagian yang penting. kontak social sebagain proses terdiri dari dua sifat yaitu :  Primer Sifat kontak primer. Komunikasi berarti segala upaya untuk menyampaikan amanat dari pemberi kepada penerima agar diterima dengan baik. ada organisasiorganisasi besar dan khusus berfungsi untuk mempersatukan orang-orang yang bertempat tinggal tersebar. dengan cara lisan atau tulisan (Sajogyo. Aspek kontak social Aspek kontak sosial dalam interaksi sosial adalah apabila dalam suatu pertemuan terjadi kontak sosial dimana orang yang kontak ada tanggapan timbal balik dan penyesuaian perilaku dalam diri pihak yang berkontak terhadap tindakan lain.  Simbol-simbol mempunyai nilai komunikatif yang hanya berarti jika pesan dan penerima mempunyai penafsiran-penafsiran yang serupa dan telah disetujui sebelumnya. sehingga dapat menyalurkan kontakkontak sosial diantara mereka. Pada umumnya kontak primer sering terjadi dilingkungan kecil.

Proses komunikasi primer berlaku secara langsung dengan menggunakan bahasa. Gillin dan Gillin mengadakan penggolongan yang lebih luas lagi. masingmasing punya nilai dan norma social yang berbeda yang didasari nilai-nilai yang menentukan perilaku masyarakatnya selama interaksi berlangsung yang memperinci aturan permainan di dalam struktur itu. Menurut mereka. BENTUK INTERAKSI SOSIAL Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerja sama (cooperation). aba-aba. televisi. Aspek struktur social Struktur sosial mempengaruhi interaksi sosial. Kerja sama akan bertambah kuat jika ada hal-hal yang menyinggung anggota/perorangan lain. yang berarti pula mengatasi hambatan-hambatan geografis dan waktu. radio. pertentangan. Pertikaian mungkin akan mendapatkan suatu penyelesaian. namun penyelesaian tersebut hanya akan dapat diterima untuk sementara waktu. Bentuk Sosial Bentuk interaksi sosial ada yang mengarah pada kerjasama. misalnya struktur pedesaan atau perkotaan. Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial. Keempat bentuk poko dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan suatu kontinuitas. yang dinamakan akomodasi. persaingan (competition). di dalam arti bahwa interaksi itu dimulai dengan kerja sama yang kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertikaian untuk akhirnya sampai pada akomodasi. Kerjasama tersebut lebih lanjut dibedakan lagi dengan :  Kerjasama Spontan (Spontaneous Cooperation) : Kerjasama yang sertamerta . dan bahkan dapat juga berbentuk pertentangan atau pertikaian (conflict). 3. dan sebagainya agar dapat melipat gandakan jumlah penerima amanat. seperti media masa. dan sebagainya. Ini berarti kedua belah pihak belum tentu puas sepenunya. Dalam teori-teori sosiologi dapat dijumpai beberapa bentuk kerjasama yang biasa diberi nama kerja sama (cooperation). Kerja sama timbul karena orientasi orang-perorangan terhadap kelompoknya (yaitu in-group-nya) dan kelompok lainya (yang merupakan out-group-nya). ada dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial : a) Proses-proses yang Asosiatif  Kerjasama Suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan bersama. o Proses sekunder Proses komunikasi sekunder berlaku dengan menggunakan alat. bahkan ke arah konflik B. gerakan yang diberi arti khusus. 4.

 Akomodasi Menurut Gillin dan Gillin. yaitu erjasama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu. Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil untuk sementara waktu karena dua organisasi atau lebih tersebut kemungkinan mempunyai struktut yang tidak sama antara satu dengan lainnya. mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi keteganganketegangan. Kerjasama Langsung (Directed Cooperation) : Kerjasama yang merupakan hasil perintah atasan atau penguasa  Kerjasama Kontrak (Contractual Cooperation) : Kerjasama atas dasar tertentu  Kerjasama Tradisional (Traditional Cooperation) : Kerjasama sebagai bagian atau unsur dari sistem sosial. Yaitu pelaksana perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara 2 organisasi atau lebih  Kooptasi (cooptation). yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuantujuan yang sama. yakni suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan  Koalisi (coalition). karenamaksud utama adalah untuk mencapat satu atau beberapa tujuan bersama.  Ada 5 bentuk kerjasama (Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong menolong)  Bargaining.  Tujuan Akomodasi dapat berbeda-beda sesuai dengan situasi yang dihadapinya. misalnya pengeboran minyak. dst. pertambangan batubara. yaitu :  Untuk mengurangi pertentangan antara orang atau kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham  Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara temporer .  Joint venture. Akan tetapi. akomodasi adalah suatu perngertian yang digunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan hubungan sosial yang sama artinya dengan adaptasi dalam biologi. Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya. Maksudnya. perfilman. sebagai suatu proses dimana orang atau kelompok manusia yang mulanya saling bertentangan. perhotelan. maka sifatnnya adalah kooperatif.

seperti yang dijumpai pada masyarakat yang mengenal sistem berkasta. suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang berhenti pada satu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya. Memungkinkan terjadinya kerjasama antara kelompok sosial yang hidupnya terpisah akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan. merupakan bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya. mengusahakan peleburan antara kelompok sosial yang terpisah. bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada.  Proses Asimilasi timbul bila ada :  Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya orang-perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu yang lama sehingga kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan diri  Faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi adalah :  Toleransi  kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi  sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya .  Bentuk-bentuk Akomodasi:  Corecion.  Arbitration. sikap. suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama. Suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri  Conciliation.  Stalemate. Ia ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang perorangan atau kelompokkelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak.  Toleration. Penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan  Asimilasi Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut. suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan  Compromise. dan proses-proses mental dengan memerhatikan kepentingan dan tujuan bersama.  Adjudication.

 Bersifat Tidak Pribadi : Misalnya terjadi antara dua perusahaan besar yang bersaing untuk mendapatkan monopoli di suatu wilayah tertentu. perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri badaniah dapat pula menjadi salah satu penghalang terjadinya asimilasi  In-Group-Feeling yang kuat menjadi penghalang berlangsungnya asimilasi. yaitu :  Persaingan (Competition) Persaingan atau competition dapat diartikan sebagai suatu proses sosial dimana individu atau kelompok manusia yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik perseorangan maupun kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan. . perorangan. Persaingan mempunya dua tipe umum :  Bersifat Pribadi : Individu. bersaing dalam memperoleh kedudukan. sikap tebuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat  persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan  perkawinan campuran (amaigamation)  Faktor umum penghalangan terjadinya asimilasi  Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat  kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi dan sehubungan dengan itu seringkali menimbulkan faktor ketiga  perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi  perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan atau kelompok lainnya. Tipe ini dinamakan rivalry.  Gangguan dari golongan yang berkuasa terhadap minoritas lain apabila golongan minoritas lain mengalami gangguan-gangguan dari golongan yang berkuasa  faktor perbedaan kepentingan yang kemudian ditambah dengan pertentangan-pertentangan pribadi a) Proses-proses Disosiatif disosiatif dibedkan dalam tiga bentuk.  Dalam batas-batas tertentu. In Group Feeling berarti adanya suatu perasaan yang kuat sekali bahwa individu terikat pada kelompok dan kebudayaan kelompok yang bersangkutan.

 Tipe Kontravensi :  Kontravensi antarmasyarakat setempat. pendidikan.  Menurut Leo von Wiese dan Howard Becker ada 3 tipe umum kontravensi :  Kontraversi generasi masyarakat : lazim terjadi terutama pada zaman yang sudah mengalami perubahan yang sangat cepat  Kontraversi seks : menyangkut hubungan suami dengan istri dalam keluarga.  Persaingan ras : merupakan persaingan di bidang kebudayaan. dst.  Pertentangan / Pertikaian (Conflict) .  Persaingan kedudukan dan peranan : di dalam diri seseorang maupun di dalam kelompok terdapat keinginan untuk diakui sebagai orang atau kelompok yang mempunyai kedudukan serta peranan terpandang. dst.  Kontraversi Parlementer : hubungan antara golongan mayoritas dengan golongan minoritas dalam masyarakat. mempunyai dua bentuk : o Kontavensi antarmasyarakat setempat yang berlainan (intracommunity struggle) o Kontravensi antar golongan-golongan dalam satu masyarakat setempat (intercommunity struggle)  Antagonisme keagamaan  Kontravensi Intelektual : sikap meninggikan diri dari mereka yang mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi atau sebaliknya  Oposisi moral : erat hubungannya dengan kebudayaan.  Kontraversi Kontravensi pada hakikatnya merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian. pendidikan.baik yang menyangkut hubungan mereka di dalam lembaga legislatif. keagamaan. Hal ini disebabkan krn ciri-ciri badaniyah terlihat dibanding unsur-unsur kebudayaan lainnya. Bentuk-bentuk persaingan :  Persaingan ekonomi : timbul karena terbatasnya persediaan dibandingkan dengan jumlah konsumen  Persaingan kebudayaan : dapat menyangkut persaingan bidang keagamaan.

 Sebab-sebab pertentangan :  Perbedaan antara individu  Perbedaan kebudayaan  perbedaan kepentingan  perubahan sosial. dan seterusnya dengan pihak lain. Ciri tersebut dapat mempertajam perbedaan yang ada hingga menjadi suatu pertentangan atau pertikaian.  Perubahan kepribadian para individu  Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia  Akomodasi. dominasi. akibatnya adalah sebaliknya. emosi.Pribadi maupun kelompok menydari adanya perbedaan-perbedaan misalnya dalam ciri-ciri badaniyah. maupun antara negara-negara yang berdaulat  Pertentangan yang bersifat internasional : disebabkan perbedaan-perbedaan kepentingan yang kemudian merembes ke kedaulatan negara  Akibat-akibat bentuk pertentangan  Tambahnya solidaritas in-group  Apabila pertentangan antara golongan-golongan terjadi dalam satu kelompok tertentu. dan takluknya salah satu pihak BAB III : PENUTUPAN .  Pertentangan mempunyai beberapa bentuk khusus:  Pertentangan pribadi  Pertentangan Rasial : dalam hal ini para pihak akan menyadari betapa adanya perbedaan antara mereka yang menimbulkan pertentangan  Pertentangan antara kelas-kelas sosial : disebabkan karena adanya perbedaan kepentingan  Pertentangan politik : menyangkut baik antara golongan-golongan dalam satu masyarakat. yaitu goyah dan retaknya persatuan kelompok tersebut. unsur-unsur kebudayaan. pola-pola perilaku.

J.Proses dan interaksi social selalu akan terjadi didalam lingkungan masyarakat tetapi dalam interaksi itu pula tidak luput dari interaksi dan proses yang negative Dengan terselesaikannya makalah ini. Dimana manusia selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Oleh karena itu manusia selalu mencari sesuatu agar hidupnya lebih baik.P Gillin Perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara hidup yang diterima. kebudayaan material. Namun. a.pdf http://jurusankomunikasi. Perubahan-perubahan tersebut dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan sosial yang ada. antara lain.L Gillin dan J. akibat adanya perubahan kondisi geografis.com/2012/09/bab-02.com/2009/04/proses-sosial-dan-interaksi-sosial. seperti televisi. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam menyusun makalah ini karena keterbatasan materi yang kami miliki. sumber pengetahuan (pendidikan) dan keterampilan serta sumber ekonomi. maupun karena difusi dan penemuan baru dalam masyarakat. dahulu keluarga sepenuhnya berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi anak-anak yang belum dewasa. 1.wikipedia. kompoisisi penduduk. Pengertian. semoga dapat dimanfaatkan dan dapat dijadikan sumber pengetahuan baru oleh semua pihak. Maka akan banyak ditemukan perubahan baik yang direncanakan atau tidak. Pengertian Perubahan Sosial Ada beberapa ahli sosiologi yang memberikan definisi perubahan sosial.org/wiki/Interaksi_sosial Perubahan Sosial A. source : http://katahatimutiara. .html http://id. tetapi juga melalui berbagai media massa. Anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan dari keluarga. Jika dibandingkan apa yang tejadi saat ini dengan beberapa tahun yang lalu. Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan agar kami bisa menjadi lebih baik dalam meyusun makalah. kecil atau besar. serta cepat atau lambat. pada masa sekarang. ideologi. radio.blogspot. Sebagai contoh kasus.wordpress.files. Teori dan Bentuk Perubahan Sosial Setiap saat masyarakat selalu mengalami perubahan. koran dan internet. fungsi keluarga mengalami perubahan.

termasuk di dalamnya nilai-nilai. e. Mac Iver Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan dalam hubungan sosial atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial. Dalam fase metafisik. hukum ini menyatakan bahwa masyarakat-masyarakat (umat manusia) berkembang melalui tiga tahap utama. Dalam fase teologis. Misalnya. William F Ogburn Mengemukakan ruang lingkup perubahan-perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun yang immaterial. yang kedua hanya suatu keadaan peralihan. c. setiap cabang pengetahuan kita. f.b. menggunakan tiga metode berfilsafat yang karakternya sangat berbeda malah bertentangan. Teori-teori Perubahan Sosial a. Perubahan tersebut mempengaruhi individu dalam masyarakat tertentu. berturut-turut melewati tiga kondisi teoretis yang berbeda: teologis atau fiktif. pikiran manusia pada dasarnya dalam perkembangannya. sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Comte menjelaskan hukum tiga tahap sebagai berikut: Bahwa setiap konsepsi kita yang paling maju. dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur sosial dan lembaga sosial masyarakat. perilaku. dan yang ketiga adalah pemahaman keadaannya yang pasti dan tak tergoyahkan. Perubahan sosial meliputi perubahan dalam berbagai hal. akal budi manusia. seperti perubahan teknologi. Tahap-tahap ini ditentukan menurut cara berpikir yang dominan: teologis. Selo Soemardjan Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya. Dengan kata lain. yang ditekankan adalah pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. yang mencari kodrat dasar manusia. timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dengan majikan dan seterusnya menyebabkan perubahan-perubahan dalam organisasi ekonomi dan politik. 2. ilmiah atau positif. yakni sebab pertama dan sebab akhir (asal dan tujuan) dari segala akibat (pengetahuan absolut) mengandaikan bahwa semua gejala dihasilkan oleh tindakan langsung dari hal-hal supranatural. Hukum Tiga Tahap (Auguste Comte) Hukum tiga tahap merupakan usaha Comte untuk menjelaskan kemajuan evolusioner umat manusia dari masa primitif sampai ke peradaban Prancis abad kesembilan belas yang sangat maju. d. Samuel Koening Perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia yang terjadi karena sebab-sebab intern maupun sebab-sebab ekstern. sistem sosial dan norma. metafisik dan positif. yang . Berdasarkan definisi-definisi tersebut. metafisik atau abstrak. Yang pertama merupakan titik tolak yang harus ada dalam pemahaman manusia. Kingsley Davis Mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.

hanya merupakan suatu bentuk lain dari yang pertama. kelembaban. sebaliknya ada banyak variasi dalam bentuk-bentuknya yang khusus. Untuk menggambarkan perbedaan yang ditekankan Comte. Gagasan bahwa ada kebenaran tertentu yang asasi mengenai hukum alam yang jelas dengan sendirinya menurut pikiran manusia. kecepatan angin. dimana tema-tema budaya yang luas dinyatakan. tidak mutlak. Tahap teologis merupakan periode yang paling lama dalam sejarah manusia. akal budi mengandaikan bukan hal supernatural. asal dan tujuan alam semesta. dan yang mampu menghasilkan semua gejala. Dalam tahap teologis. artinya. Tahap positif ditandai oleh kepercayaan akan data empiris sebagai sumber pengetahuan terakhir. Analisa rasional mengenai data empris akhirnya akan memungkinkan manusia untuk memperoleh hukum-hukum. sangat mendasar dalam cara berpikir metafisik. gejala serupa itu akan dijelaskan sebagai hasil tindakan langsung dari seorang Dewa angin atau Tuhan. digabungkan secara tepat. dia yakin bahwa tahaptahap sejarah cenderung berulang dalam kaitannya dengan mentalitas budaya yang dominan. melainkan kekuatan-kekuatan abstrak. hal-hal yang benar-benar nyata melekat pada semua benda (abstraktsi-abstaksi yang dipersonifikasikan). Tetapi pengetahuan selalu sementara sifatnya. Akhirnya fetisisme ini diganti dengan kepercayaan akan sejumlah hal-hal supernatural yang meskipun berbeda dari benda-benda alam. serta sebab-sebab gejala. meliputi kepercayaan bahwa semua benda memiliki kelengkapan kekuatan hidupnya sendiri. tetapi hukum-hukum dilihat sebagai uniformitas empiris daripada kemutlakan metafisik. Akal budi penting seperti dalam periode metafisik. dan suhu – semua variabel yang dapat diukur. Penalaran dan pengamatan. yang berubah terus menerus dan berinteraksi menghasilkan angin taufan itu. Fetisisme. . bayangkanlah bahwa kita akan menjelaskan suatu gejala alam seperti angin taufan. Tetapi siklus-siklus ini tidak sekedar pelipat gandaan saja. Dalam fase terakhir. Sorokin mengembangkan model siklus perubahan sosial. merupakan sarana-sarana pengetahuan ini. politeisme dan monoteisme. namun terus mengontrol semua gejala alam. kepercayaan akan banyak Dewa itu diganti dengan kepercayaan akan Satu Yang Tertinggi. Tahap metafisik terutama merupakan tahap transisi antara tahap teologis dan positif. yakni fase positif. dan untuk analisa yang lebih terperinci. Dalam tahap metafisik gejala yang sama itu akan dijelaskan sebagai manifestasi dari suatu hukum alam yang tidak dapat diubah. yakni hubungan-hubungan urutan dan persamaannya yang tidak berubah. tanpa membayangkan suatu tahap akhir yang final. Begitu pikiran manusia terus maju. tetapi harus dipimpin oleh data empiris. Teori Siklus Pitirim Sorokin Kalau Comte mengusulkan suatu model linear yang berkulminasi pada munculnya masyarakat positivis. Comte membaginya ke dalam periode fetisisme. semangat positivisme memperlihatkan suatu keterbukaan terus menerus terhadap data baru atas dasar mana pengetahuan dapat ditinjau kembali dan diperluas. tahap ini ditandai oleh satu kepercayaan akan hukum-hukum alam yang asasi yang dapat ditemukan dengan akal budi. bentuk pikiran yang dominan dalam masyarakat primitif. Dalam tahap positif angin taufan itu akan dijelaskan sebagai hasil dari suatu kombinasi tertentu dari tekanan-tekanan udara. b. akal budi sudah meninggalkan pencarian yang sia-sia terhadap pengertian-pengertian absolut. Katolisisme di abad pertengahan memperlihatkan puncak tahap monoteisme. dan memusatkan perhatiannya pada studi tentang hukum-hukumnya.

Konsep ini mengacu pada pandangan dunia (world view) dasar yang merupakan landasan sistem sosio-budaya. luasnya kebutuhan yang seharusnya dipenuhi. yang secara sederhana berarti bahwa kenyataan itu mencakup dunia materil dan dunia transenden. Secara hakiki. Ada tiga jawaban logis yang mungkin terhadap pertanyaan filosofis dasar itu. Sorokin menyebutan tiga mentalitas budaya dan beberapa tipe-tipe kecil yang merupakan dasar untuk ketiga supersistem sosio-budaya yang berbeda-beda itu. Atas dasar itu. kunci untuk memahami suatu supersistem budaya yang terintegrasi adalah mentalitas budaya-nya. Penekanan Sorokin pada berulangnya tema-tema dasar dimaksudkan untuk menolak gagasan bahwa perubahan sejarah dapat dilihat sebagai suatu proses linear yang meliputi gerak dalam satu arah saja. Tipe-tipe Mentalitas Budaya Menurut Sorokin. Sehubungan dengan pertanyaan ini ada beberapa pertanyaan tambahan yang menyangkut kodrat manusia dan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasarnya. Mentalitas ini memperlihatkan suatu ikatan tanggung jawab untuk mengurangi sebanyak mungkin kebutuhan materil manusia supaya mudah diserap ke dalam dunia transenden b) Kebudayaan ideasional aktif. tipe ini berusaha mengubah dunia materil supaya selaras dengan dunia transenden 2) Kebudayaan Inderawi (sensate culture) Tipe ini didasarkan pada pemikiran pokok bahwa dunia materil yang kita alami dengan indera kita . • Yang lainnya adalah bahwa kenyataan akhir itu terdiri dari suatu dunia atau tingat keberadaan yang melampaui dunia materil ini: artinya kenyataan akhir itu bersifat transenden (gaib) dan tidak dapat ditangkap sepenuhnya dengan indera kita. Sorokin mengacu pada pola-pola perubahan budaya jangka panjang yang bersifat “berulang-berubah”. Selain untuk mengurangi kebutuhan inderawi. pengulangan tahap yang terdahulu) dan ada beberapa daripadanya yang unik.Setiap tahap sejarah masyarakat memperlihatkan beberapa unsur yang kembali berulang (artinya. • Jawaban ketiga yang mungkin adalah antara kedua ekstrem dan keadaan itu. Dunia ini dilihat sebagai suatu ilusi. transenden dan tidak dapat ditangkap dengan indera. Kenyataan akhir merupakan dunia Ilahi. Pandangan dunia yang asasi dari suatu sistem sosiobudaya merupakan jawaban yang diberikan atas pertanyaan mengenai hakikat kenyataan terakhir (merupakan pertanyaan tentang apakah ada kehidupan lain setelah kehidupan di dunia). pertanyaan-pertanyaan ini harus mencakup apakah kebutuhan-kebutuhan dasar manusia itu bersifat fisik atau spiritual. dalam hal ini Sorokin berbeda dari Comte yang percaya akan kemajuan yang mantap dalam perkembangan intelektual manusia. • Pertama adalah bahwa kenyataan akhir itu seluruhnya dari dunia materil yang kita alami dengan indera (tidak ada kehidupan lain setelah dunia). 1) Kebudayaan Ideasional Tipe ini mempunyai dasar berpikir (premis) bahwa kenyataan akhir itu bersifat nonmateril. sementera dan tergantung pada dunia transenden. atau suatu konsepsi lainnya mengenai ada yang kekal dan tidak materil. dan apakah pemenuhan kebutuhan manusia itu harus mencakup penyesuaian diri (sehingga kebutuhan itu sendiri dikurangi) atau penyesuaian lingkungan (sehinggat kebutuhan itu dapat dipenuhi). Tingkat ini dipecah kedalam beberapa bagian: a) Kebudayaan ideasional asketik. atau sebagai aspek kenyataan yang tidak sempurna dan tidak lengkap.

tata cara. mentalitas ini serupa dengan kebudayaan inderawi pasif. kecuali bahwa mengejar tujuan-tujuan inderawi/jasmaniah dibenarkan oleh rasionalisasi ideasional. Mentalitas ini dapat dibagi sebagai berikut: a) Kebudayaan inderawi aktif. Akibatnya adalah bahwa perubahan sosial selalu ditandai oleh ketegangan antara kebudayaan materil dan nonmateril. Kebudayaan ideasional tiruan (Pseudo ideasional culture). Ada dua tipe dasar yang terdapat dalam mentalitas kebudayaan campuran ini: a. Jelas hal ini bertentangan dengan Comte dan Sorokin. c. c) Kebudayaan inderawi sinis. Dalam hal tujuan-tujuan utama.merupakan satu-satunya kenyataan yang ada. karena besok kita mati”. 3) Kebudayaan campuran Kategori ini mengandung penegasan terhadap dasar berpikir (premis) mentalitas ideasional dan inderawi. mentalitas ini memperlihatkan secara mendasar usaha yang bersifat munafik (hipokrit) untuk membenarkan pencapaian tujuan materialistis atau inderawi dengan menunjukkan sistem nilai transenden yang pada dasarnya tidak diterimanya. Mengejar kenikmatan tidak dipengaruhi oleh suatu tujuan jangka panjang apa pun. sedangkan Comte dan Sorokin menekankan perubahan dalam bentukbentuk pengetahuan atau pandangan dunia sebagai rangsangan utama untuk perubahan sosial. pola organisasi sosial – akhirnya harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan dalam kebudayaan materil . Kebudayaan ini terdiri dari suatu campuran organis dari mentalitas ideasional dan inderawi. Kebudayaan Idealistis. Kebudayaan nonmateril seperti – kebiasaan. Dengan kata lain. di mana perubahan dalam kebudayaan materil mencerminkan perubahan dalam aspek-aspek kebudayaan nonmateril. b) Kebudayaan inderawi pasif. Sorokin menggambarkan pendekatan ini sebagai suatu “eksploitasi parasit”. Eksistensi kenyataan transenden disangkal. sehingga keduanya dapat dilihat sebagai pengertian-pengertian yang sahih mengenai aspek-aspek tertentu dari kenyataan akhir. Tipe ini khususnya didominasi oleh pendekatan inderawi. Konsep ini mengacu pada kecenderungan dari kebiasaan-kebiasaan sosial dan pola-pola organisasi sosial yang tertinggal di belakang (lag behind) perubahan dalam kebudayaan materil. minum dan kawinlah. dasar berpikir kedua tipe mentalitas itu secara sistematis dan logis saling berhubungan. Tidak seperti tipe a di atas. Bagi Ogburn. Kebudayaan ini mendorong usaha aktif dan giat untuk meningkatkan sebanyak mungkin pemenuhan kebutuhan materil dengan mengubah dunia fisik ini sedemikian. kecuali sekedar hidup berdampingan sejajar satu sama lain. termasuk penemuan-penemuan dan perkembangan teknologi. Teori Cultural Lag William F Ogburn Konsep ketertinggalan budaya (Cultural lag) dikemukakan oleh William F Ogburn. sebagai suatu perspektif yang saling berlawanan. tetapi unsur-unsur ideasioal hidup secara berdampingan dengan inderawi. segi yang paling penting dari perubahan sosial adalah kemajuan dalam kebudayaan materil. dengan motto. Mentalitas inderawi pasif meliputi hasrat untuk mengalami kesenangan-kesenangan hidup inderawi setinggi-tingginya. kedua perspektif yang saling berlawanan ini tidak terintegrasi secara sistematis. “makan. Perubahan-perubahan ini terbentang mulai dari penemuan-penemuan awal seperti roda dan perkakas sampai ke komputer dan satelit-satelit komunikasi. b. Penemuan dan inovasi paling sering terjadi dalam dunia kebudayaan materil. sehingga menghasilkan sumber-sumber kepuasan dan kesenangan manusia. Mentalitas ini mendasari pertumbuhan teknologi dan kemajuan-kemajuan ilmiah serta kedokteran. Dengan kata lain.

Hasilnya adalah suatu ketegangan yang terus meningkat antara kebudayaan materil dan yang beradaptasi atau kebudayaan nonmateril. terhadap sistem kekeluargaan dalam masyarakat yang bersangkutan dan seterusnya Sementara itu. Hasilnya adalah ketegangan antara kebudayaan materil dan kebudayaan nonmateril. Prinsip-prinsip teori ini diuraikan oleh Herbert Spencer yang antara lain mengatakan bahwa masyarakat merupakan hasil perkembangan dari kelompok homogen ke kelompok yang heterogen baik sifat maupun susunannya. Perubahan pada evolusi terjadi karena usahausaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan-keperluan. dan kondisi-kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. perubahan-perubahan yang terjadi dapat direncanakan terlebih dahulu atau tanpa rencana. Unsur-unsur pokok revolusi adanya perubahan yang cepat dan perubahan tersebut mengenai dasar-dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat. 2) Universal theory of evolution Teori ini menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidaklah perlu melalui tahap-tahap tertetu yang tetap. bermula dari bentuk yang sederhana. misalnya. Di dalam revolusi. Perubahan Lambat dan perubahan cepat Perubahan-perubahan yang memerlukan waktu lama. keadaan-keadaan. karena kecepatan perubahan dalam kebudayaan materil terus-menerus melaju. Ada bermacam-macam teori tentang evolusi. proses penyesuaian itu selalu ketinggalan di belakang perubahan-perubahan dalam kebudayaan materil. dan rentetan-rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat dinamakan evolusi. Perubahan-perubahan dalam kebudayaan materil sudah terjadi dari masa ke masa dalam sejarah. mengadakan penelitian perihal pengaruh perubahan sistem pencaharian dari sistem berburu ke pertanian. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial a. Teori ini mengemukakan bahwa kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi yang tertentu. kemudian bentuk yang kompleks sampai pada tahap yang sempurna. sebenarnya bersifat relatif karena revolusi dapat . 3. yang pada umumnya dapat digolongkan ke dalam beberapa kategori sebagai berikut: 1) Unilinear theories of evolution Teori ini pada pokoknya berpendapat bahwa manusia dan masyarakat (termasuk kebudayaannya) mengalami perkembangan sesuai dengan tahap-tahap tertentu. Jadi kebudayaan nonmateril tidak mampu “mengejar”. 3) Multilinier theories of evolution Teori ini lebih menekankan pada penelitian-penelitian terhadap tahap-tahap pekembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Ukuran kecepatan suatu perubahan yang dinakan revolusi.tetapi karena adanya pelbagai sumber yang menolak perubahan. Banyak masalah sosial zaman sekarang dapat ditelusuri pada kegagalan kebiasaan-kebiasaan sosial dan pola-pola institusional untuk mengikuti kemajuan tekonologi dalam kebudayaan materil. perubahan-perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat dan menyangkut dasardasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat (yaitu lembaga-lembaga kemasyarakat) dinamakan revolusi. tetapi derap perubahan menjadi sangat cepat karena datangnya Revolusi Industri dan tekanan yang terus-menerus pada perkembangan teknologi. Pelopor teori ini adalah Auguste Comte.

misalnya merupakan perubahan yang akan membawa pengaruh besar pada masyarakat. Perubahan mode pakaian misalnya. Sebaliknya proses industrialisasi yang berlangsung pada masyarakat agraris. Dengan demikian. Perubahan yang dikehendaki atau direncanakan dan perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan Perubahan yang dikehendaki atau direncanakan merupakan perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. Cara-cara mempengaruhi masyarakat dengan sistem yang teratur dan direncanakan terlebih dahulu dinamakan perencanaan sosial (social planning). perubahan tersebut mungkin mempunyai pengaruh yang besarnya terhadap perubahan-perubahan yang dikehendaki. Perubahan sosial yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan merupakan perubahanperubahan yang terjadi tanpa dikehendaki. Atau dengan kata lain. keadaan tersebut tidak mungkin diubah tanpa mendapat halangan-halangan dari masyarakat itu sendiri. Apabila perubahan yang tidak dikehendaki tersebut berlangsung bersamaan dengan suatu perubahan yang dikehendaki. perubahan yang dikehendaki diterima oleh masyarakat dengan cara mengadakan perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada atau dengan cara membentuk yang baru. berlangsung di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan masyarakat. Agent of change memimpin masyarakat dalam mengubah sistem sosial. Perubahan kecil dan perubahan besar Agak sulit untuk merumuskan masing-masing pengertian tersebut di atas karena batas-batas pembedaannya agak relatif. Sering kali terjadi perubahan yang dikehendaki bekerja sama dengan perubahan yang tidak dikehendaki dan kedua proses tersebut saling mempengaruhi. tak akan membawa pengaruh apa-apa bagi masyarakat secara keseluruhan karena tidak mengakibatkan perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. hubungan antara buruh dengan majikan dan seterusnya. Perubahan Progres dan Perubahan Regres Perubahan progres yaitu perubahan yang membawa kemajuan bagi masyarakat. sistem milik tanah. Suatu perubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan selalu berada di bawah pengendalian serta pengawasan agent of change tersebut.memakan waktu yang lama. Pihak-pihak yang menghendaki perubahan dinamakan agent of change. Misalnya revolusi industri di Inggris. Perubahan ini akan membawa keberuntungan terhadap kehidupan masyarakat yang mengalami perubahan tersebut. stratifikasi masyarakat dan seterusnya. Bahkan mungkin menyiapkan pula perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya. . hubungan kekeluargaan. c. agent of change langsung tersangkut dalam tekanan-tekanan untuk mengadakan perubahan. Pelbagai lembaga kemasyarakatan akan ikut terpengaruh misalnya hubungan kerja. d. Sebagai pegangan dapatlah dikatakan bahwa perubahan-perubahan kecil merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. Dalam melaksanakannya. di mana perubahan-perubahan terjadi dari tahap produksi tanpa mesin menuju ke tahap produksi menggunakan mesin. b. Perubahan tersebut dianggap cepat karena mengubah sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat. yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan. seperti sistem kekeluargaan.

yaitu perubahan yang membawa pengaruh kurang menguntungkan bagi masyarakat sehubngan dengan bidang-bidang tertentu. Misalnya. Penemuan-penemuan baru Suatu proses sosial dan kebudayaan yang besar. baik berupa alat. hiburan. Perpindahan penduduk mengakibatkan kekosongan. Perubahan sosial dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat itu sendri (internal) atau faktorfaktor yang berasl dari luar masyarakat (eksternal). b. Faktor Penyebab Perubahan Sosial Terjadinya perubahan dalam masyarakat. Sebetulnya sistem motor gas tersebut juga merupakan suatu hasil dari rangkaian ide yang telah dikembangkan sebelum Marcus. ataupun yang berupa gagasan yang diciptakan oleh seorang individu atau serangkaian ciptaan para individu. perubahan dalam sistem komunikasi di desa akan mengakibatkan berkurangnya intensitas hubungan masyarakat. sewa tanah. Berkurangnya penduduk mungkin disebabkan berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dari daerah ke daerah lain (misalnya transmigrasi). yaitu S. Discovery baru menjadi invention kalau masyarakat sudah mengakui. gadai tanah. misalnya dalam bidang pembagian kerja dan stratifikasi sosial. Marcuslah yang telah membulatkan penemuan tesebut. tetapi yang terjadi dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama disebut dengan inovasi atau innovation. 1. Misalnya orang lantas mengenal hak milik individu atas tanah. 30 tahun kemudian sesudah suatu rangkaian sumbangan dari sekian banyak pencipta lain yang menambah perbaikan mobil tersebut. Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru. dan sebagainya. dimulai dari usaha seorang Austria. Itulah saatnya mobil menjadi suatu discovery. Perubahan regres. komunikasi. terutama lembaga-lembaga kemasyarakatannya. yang mempengaruhi lembagalembaga kemasyarakatan. Penemuan mobil. maka banyak terjadi perubahan-perubahan dalam masyarakat baik dalam bidang transportasi. B. misalnya. bagi hasil dan seterusnya yang sebelumnya tidak dikenal. dipelajari dan akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan. Faktor Internal a. Jadi. Sering kali proses dari discovery sampai ke invention membutuhkan suatu rangkaian penciptaan. dan cara-cara unsur kebudayaan baru tadi diterima. Bertambah atau berkurangnya penduduk Pertambahan penduduk yang sangat cepat di pulau Jawa menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat. pada prinsipnya berasal dari sifat dasar manusia yang tidak pernah puas dan mudah bosan dengan keadaan yang dialaminya. Marcus (1857) yang membuat motor gas yang pertama. kemajuan ekonomi. menerima serta menerapkan penemuan baru itu. Proses tersebut meliputi suatu penemuan baru. jalannya unsur kebudayaan baru yang tersebar ke lain-lain bagian masyarakat. Sungguhpun demikian.Misalnya dengan adanya listrik masuk desa. barulah sebuah mobil dapat mencapai suatu bentuk sehingga . Penemuan-penemuan baru sebagai sebab terjadinya perubahan-perubahan dapat dibedakan menjadi discovery dan invention. dan yang untuk pertama kali menghubungkan motor gas dengan sebuah kereta sehingga dapat berjalan tanpa ditarik seekor kuda.

Lingkungan fisik Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada di sekitar manusia. Terjadinya pemberontakan atau revolusi Revolusi yang meletus pada Oktober 1917 di Rusia telah menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar Negara Rusia yang mula-mula mempunyai bentuk kerajaan absolut berubah menjadi diktator proletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. mengalami perubahan-perubahan yang mendasar. pemerintahan. Seluruh proses tersebut merupakan rangkaian proses inovasi dari sebuah mobil. Bentuk mobil semacam itu yang mendapat paten di Amerika Serikat 1911 dapat disebut sebagai permulaan dari kendaraan mobil yang pada masa sekarang menjadi salah satu alat yang amat penting dalam kehidupan masyarakat manusia. tetapi ia sering kali meluas ke bidang-bidang yang lainnya. a. telepon dan sebagainya menyebabkan tumbuhnya lebih banyak pusat kehidupan di daerah pinggiran kota yang dinamakan suburb. Dengan tercapainya bentuk tersebut. Segenap lembaga kemasyarakatan. 2. Tidak jarang timbul pertentangan antara kepentingan individu dengan kepentingan kelompoknya. Pertentangan (conflict) masyarakat Pertentangan masyarakat mungkin pula menjadi sebab terjadinya perubahan sosial dan kebudayaan. Pertama-tama. rekreasi dan seterusnya. Pada saat menjadi invention. Pertentangan-pertentangan mungkin terjadi antara individu-individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok. Misalnya penemuan radio menyebabkan perubahan-perubahan dalam lembaga kemasyarakatan seperti pendidikan. Kemungkinan lain adalah perubahan-perubahan yang menjalar dari satu lembaga kemasyarakatan ke lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya. Segala kegiatan didasarkan pada kepentingan masyarakat. pengaruh suatu penemuan baru tidak hanya terbatas pada satu bidang tertentu saja. yang kemudian kian memperdalam perbedaan antara negara-negara besar dengan negara-negara kecil. proses inovasi belum selesai. antara lain sebagai berikut. Penemuan-penemuan baru dalam kebudayaan jasmaniah atau kebendaan menunjukkan adanya berbagai macam pengaruh pada masyarakat. agama. Umumnya masyarakat tradisional di Indonesia bersifat kolektif. Beberapa jenis penemuan baru dapat pula mengakibatkan satu jenis perubahan sebagai berikut. mulai dari bentuk negara sampai keluarga batih. d. Faktor Eksternal Suatu perubahan sosial dan kebudayaan dapat pula bersumber pada sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat itu sendiri. kendaraan mobil menjadi suatu invention. Terjadinya gempa . mobil masih belum dikenal oleh seluruh masyarakat. kereta api. Misalnya penemuan mobil. Selain itu biaya produksi mobil demikian tingginya sehingga hanya suatu golongan kecil saja yang dapat membelinya. seperti yang terlihat ada gambar berikut ini. Sungguhpun kira-kira sesudah 1911 produksi mobil dimulai.dapat dipakai sebagai alat pengangkutan oleh manusia dengan cukup praktis dan aman. c. Penyebaran alat pengangkutan tersebut masih harus disebarluaskan kepada khalayak ramai. Satu persoalan lain yang juga harus dihadapi adalah apakah masyarakat sudah siap menerimanya karena misalnya diperlukan pembuatan jalan-jalan raya yang baru. Penemuan baru kapal terbang membawa pengaruh pada metode peperangan.

apabila salah satu dari dua kebudayaan yang bertemu mempunyai taraf teknologi yang lebih tinggi. Faktor-faktor yang mendorong jalannya proses perubahan a. c. manusia mampu menghimpun penemuan-penemuan baru yang telah dihasilkan. Keadaan semacam itu dinamakan cultural animosity. banjir dan lain-lain mungkin menyebabkan masyarakat-masyarakat yang mendiami daerah-daerah tersebut terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya. itu mungkin terjadi karena kebudayaan dari masyarakat lain melancarkan pengaruhnya. Sementara itu. tetapi juga menerima pengaruh dari masyarakat yang lain itu. Hubungan yang dilakukan secara fisik antara dua masyarakat mempunyai kecenderungan untuk menimbulkan pengaruh timbal balik. Apabila pengaruh dari masyarakat tersebut diterima tidak karena paksaan. Kadangkala pertemuan dua kebudayaan yang seimbang akan saling menolak. Sistem pendidikan formal yang maju Pendidikan memberikan aneka macam kemampuan kepada individu. Dengan proses tersebut. c. dan dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Ada dua tipe difusi. yaitu dari masyarakat pengguna alat-alat komunikasi tersebut. Kontak dengan kebudayaan lain Salah satu proses yang menyangkut hal ini adalah diffusion. b. rusaknya berbagai sarana dan prasarana kebutuhan hidup sehari. Peperangan Peperangan selalu berdampak pada tingginya angka kematian. terutama dalam membuka pikirannya serta menerima hal-hal baru dan juga bagaimana cara berpikir secara ilmiah. maka yang terjadi adalah proses imitasi. Difusi adalah proses penyebaran unsurunsur kebudayaan dari individu kepada individu lain. 1. masing-masing masyarakat mempengaruhi masyarakat lainnya. yang bukan merupakan delik . yaitu pertama difusi intramasyarakat dan kedua difusi antarmasyarakat. Namun. Pengaruh kebudayaan lain Apabila sebab-sebab perubahan bersumber pada masyarakat lain. terjadinya kekacauan ekonomi dan sosial. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial tediri dari faktor-faktor yang mendorong dan faktor yang menghambat terjadinya perubahan sosial. Namun apabila hubungan tersebut berjalan melalui alat-alat komunikasi massa.bumi. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang (deviation). topan. yaitu peniruan terhadap unsur-unsur kebudayaan lain. b. pihak lain hanya menerima pengaruh tanpa mempunyai kesempatan memberikan pengaruh balik. Artinya. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Perubahan Sosial Perubahan sosial dan kebudayaan dipengaruhi oleh berbagai faktor. masyarakat merupakan pendorong bagi usaha-usaha penemuan baru. hari. Di dalam pertemuan dua kebudayaan tidak selalu akan terjadi proses saling mempengaruhi. C. ada kemungkinan pengaruh itu hanya datang dari satu pihak saja. Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju Apabila sikap tersebut melembaga dalam masyarakat. hasilnya dinamakan demonstration effect. serta tergoncangnya mental penduduk sehingga merasa frustrasi dan tidak berdaya. Pendidikan memberikan nilainilai tertentu bagi manusia.

Sikap masyarakat yang sangat tradisional d. Adat atau kebiasaan i. Umumnya saluran-saluran tersebut adalah lembagalembaga kemasyarakatan dalam bidang pemerintahan. Adakala unsur-unsur baru dan lama yang bertentangan secara bersamaan mempengaruhi normanorma dan nilai-nilai yang kemudian berpengaruh pula pada warga masyarakat. Lembaga kemasyarakat yang menjadi titik tolak perubahan tergantung pada cultural focus masyarakat pada suatu masa tertentu. Prasangka terhadap hal-hal baru atau asing atau sikap yang tertutup g. Proses-Proses Perubahan Sosial Dan Kebudayaan: 1. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu. 2. e. masyarakat dapat menolaknya atau mengubah susunan lembaga-lembaga kemasyarakatannya dengan maksud menerima unsur yang baru. keadaan tersebut dinamakan penyesuaian (adjusment). Nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya. Setiap kali terjadi gangguan terhadap keadaan keserasian. Keserasian masyarakat dimaksudkan sebagai suatu keadaan di mana lembaga-lembaga kemasyarakatan yang pokok benar-benar berfungsi dan saling mengisi. Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat atau vested interest e. Penduduk yang heterogen. Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis h. ekonomi. g. Itu berarti adanya gangguan yang kontinu terhadap keserasian masyarakat.d. Penyesuaian masyarakat terhadap perubahan Keserasian atau harmoni dalam masyarakat (social equilibrium) merupakan keadaan yang diidamidamkan setiap masyarakat. f. a. Nilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak mungkin dapat diperbaiki D. Sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal yang luas atau berarti memberi kesempatan kepada para individu untuk maju atas dasar kemampuan sendiri. Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan f. h. Keadaan tersebut berarti bahwa ketegangan-ketegangan serta kekecewaan di antara para warga tidak mempunyai saluran pemecahan. pendidikan. agama dan seterusnya. Apabila ketidakserasian dapat dipulihkan kembali setelah terjadi suatu perubahan. 2. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain b. . Faktor-faktor yang menghalangi terjadinya perubahan Adapun faktor-faktor yang menghambat tejadinya perubahan sosial dalam suatu masyarakat adalah sebagai berikut. Orientasi ke masa depan. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat c. Saluran-saluran perubahan sosial dan kebudayaan Saluran-saluran perubahan sosial dan kebudayaan (channel of change) merupakan saluran-saluran yang dilalui oleh suatu proses perubahan. Sistem pelapisan sosial yang terbuka. maka dinamakan ketidakpenyesuaian sosial (maladjustment). Bila sebaliknya yang terjadi.

alat. Tindakan-tindakan dalam masyarakat sudah tidak lagi sesuai dengan norma-norma masyarakat. alat-alat yang dipakai dan sistem penanaman sesuai dengan kebudayaan masyarakat makin besar pula hasil yang dapat dicapai oleh usaha penanaman lembaga baru itu. Watak atau jiwa seseorang paling tidak merupakan pencerminan kebudayaan masyarakat. c. reorganisasi atau reintegrasi adalah suatu proses pembentukan norma-norma dan nilai-nilai baru agar serasi dengan lembaga kemasyarakatan yang telah mengalami perubahan. Khusus tentang disorganisasi dan reorganisasi. 3. Tidak ada sanksi yang tepat bagi pelanggar norma. Struktur dianggap sesuatu yang suci. f. Gambaran mengenai disorganisasi dan reorganisasi dalam masyarakat pernah digambarkan oleh William I Thomas dan Florian Znaniecki dalam karya klasiknya The Polish Peasant in Europe and America. tak dapat diubah-ubah dengan drastis . Adapun gejala-gejala yang menyebabkan disintegrasi sosial adalah sebagai berikut: a. Norma-norma masyarakat tidak berfungsi dengan baik. sedangkan kekuatan menentang masyarakat besar. jalannya proses pelembagaan menjadi lancar. setiap usaha untuk menanam sesuatu unsur yang baru pasti akan mengalami reaksi dari beberapa golongan masyarakat yang merasa dirugikan. Akan tetapi. Dengan demikian. e. kemungkinan suksesnya proses pelembagaan menjadi kecil atau bahkan hilang sama sekali. Pada masyarakat-masyarakat tradisional. Semakin besar kemampuan tenaga manusia. Ada pertentangan norma-norma dalam masyarakat. Kekuatan menentang masyarakat. mereka membentangkan pengaruh dari suatu masyarakat yang tradisional dan masyarakat yang modern terhadap jiwa para anggotanya. Efektifitas menanam merupakan hasil positif penggunaan tenaga manusia. organisasi dan metode di dalam menanamkan lembaga baru. b. Sementara itu. aktivitas seseorang sepenuhnya berada di bawah kepentingan masyarakatnya. Tidak adanya persepsi atau persamaan pandangan di antara anggota masyarakat yang semula dijadikan pedoman oleh anggota masyarakat. itu mempunyai pengaruh negatif terhadap kemungkinan berhasilnya proses pelembagaan. Sebaliknya apabila efektivitas menanam besar dan kekuatan menentang masyarakat kecil. jelaslah bahwa apabila efektivitas menanam kecil. Itu berarti bahwa sedang ada usaha untuk mengubah struktur masyarakat seluruhnya. Interaksi sosial yang terjadi ditandai dengan proses sosial yang disosiatif. Tahap reorganisasi dilaksanakan apabila norma-norma dan nilai-nilai yang baru telah melembaga dalam diri warga masyarakat. Berhasil atau tidaknya proses pelembagaan tersebut dalam masyarakat mengikuti formula sebagai berikut. Segala sesuatu didasarkan pada tradisi dan setiap usaha untuk mengubah satu unsur saja.Lembaga kemasyarakatan yang pada suatu waktu mendapat penilaian tertinggi dari masyarakat cenderung menjadi saluran utama perubahan sosial dan kebudayaan. Disorganisasi (disintegrasi) dan reorganisasi (reintegrasi) Disorganisasi atau disintegrasi dapat dirumuskan sebagai suatu proses pudarnya norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat karena perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. d.

organisasi atau komunitas. misalnya dalam keluarga batih. Namun bukan berarti semua himpunan manusia dapat dikatakan kelompok sosial. Orang tua di Eropa mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap anak-anaknya. Dan dalam reorganisasi. Timbullah disorganisasi. tetapi di Amerika kekuasaan tadi menjadi pudar dan melemah. Untuk dikatakan kelompok sosial terdapat persyaratanpersyaratan tertentu.dan berjalan lambat sekali.wordpress. Thomas dan Znaniecki menggambarkan betapa para petani Polandia yang pindah dari Eropa ke Amerika mengalami disorganisasi karena di tempat asalnya. Cara yang paling sederhana untuk mengerti perubahan sosial (masyarakat) dan kebudayaan itu. Perubahan dari suatu masyarakat tradisional menjadi masyarakat yang modern akan mengakibatkan pula perubahan dalam jiwa setiap anggota masyarakat. istilah yang lebih lengkap mestinya adalah ―perubahan sosialkebudayaan‖ karena memang antara manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat dipisahkan dengan kebudayaan itu sendiri. ia dapat menyangkut ―struktur sosial‖ atau ―pola nilai dan norma‖ serta ―pran‖. http://infosos. Latar Belakang Manusia adalah makhluk individu yang tidak dapat melepaskan diri dari hubungan dengan manusia lain. adalah dengan membuat rekapitulasi dari semua perubahan yang terjadi di dalam . mereka merupakan bagian dari masyarakat yang tradisional dan di Amerika mereka berhadapan dengan masyarakat modern yang mempunyai pola kehidupan yang berbeda. Perubahan sosial adalah perubahan dalam hubungan interaksi antar orang. timbullah normanorma baru yang mengatur hubungan antara orang tua dengan anak-anak. Dalam kelompok social yang telah tersusun susunan masyarakatnya akan terjadinya sebuah perubahan dalam susunan tersebut merupakan sebuah keniscayaan. Sebagai akibat dari hubungan yang terjadi di antara individu-individu (manusia) kemudian lahirlah kelompok-kelompok sosial (social group) yang dilandasi oleh kesamaan-kesamaan kepentingan bersama. Karena perubahan merupakan hal yang mutlak terjadi dimanapun tempatnya. Dengan demikina.com/kelas-xii-ips/perubahan-sosial/ DEFINISI PERUBAHAN SOSIAL DAN TIPE-TIPE PERUBAHAN SOSIAL 193 Votes PENDAHULUAN I.

akan tetapi boleh pula bergerak kepada suatu bentuk yang sudah ada di dalam waktu yang lampau. Kenyataan mengenai perubahan-perubahan dalam masyarakat dapat dianalisa dari berbagai segi diantaranya: ke ―arah‖ mana perubahan dalam masyarakat itu ―bergerak‖ (direction of change)‖. Untuk mengetahui tipe-tipe deri perubahan sosial dari masyarakat.masyarakat itu sendiri. bahkan jika ingin mendapatkan gambaran yang lebih jelas lagi mengenai perubahan mayarakat dan kebudayaan itu. yakni proses di mana ide-ide baru diciptakan dan dikembangkan Difusi. mendefinisikan perubahan sosial sebagai ―perubahan penting dari stuktur sosial‖ dan yang dimaksud dengan struktur sosial adalah ―pola-pola perilaku dan interaksi sosial‖. yakni proses di mana ide-ide baru itu dikomunikasikan ke dalam sistem sosial. Dengan demikian dapat diartikan bahwa perubahan social dalam suatu kajian untuk melihat dan mempelajari tingkah laku masyarakat dalam kaitannya dengan perubahan. Tujuan Makalah ini bertujuan untuk: Untuk mengetahui macam-macam definisi dari perubahan sosial dari masyarakat. Definisi Perubahan Sosial Perubahan sosial adalah proses di mana terjadi perubahan struktur dan fungsi suatu sistem sosial. Kebanyakan definisi membicarakan perubahan dalam arti yang sangat luas. yakni perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem sosial sebagai akibat pengadopsian atau penolakan inovasi. Konsekuensi. yang jelas adalah bahwa perubahan itu bergerak meninggalkan faktor yang diubah. Akan tetapi setelah meninggalkan faktor itu mungkin perubahan itu bergerak kepada sesuatu bentuk yang baru sama sekali. Proses perubahan sosial biasa tediri dari tiga tahap: Invensi. Perumusan Masalah Beberapa rumusan masalah yang dapat dikaji dari uraian-uraian di atas antara lain: Apa definisi dari perubahan sosial dalam masyarakat dan bagaimana pendapat para ahli tentang perubahan sosial? Sebutkan tipe-tipe dari perubahan sosial? III. Wilbert Moore misalnya. Perubahan tersebut terjadi sebagai akibat masuknya ide-ide pembaruan yang diadopsi oleh para anggota sistem sosial yang bersangkutan. maka suatu hal yang paling baik dilakukan adalah mencoba mengungkap semua kejadian yang sedang berlangsung di tengah-tengah masyarakat itu sendiri. . Perubahan terjadi jika penggunaan atau penolakan ide baru itu mempunyai akibat. TINJAUAN PUSTAKA I. II.

(3) tindakan emosional. perubahan terjadi karena munculnya tekanan-tekanan terhadap kelompok. menguji barisan aksi. individu. dan lain-lain. Menurutnya. Tindakan sosial dapat dipisahkan menjadi empat macam tindakan menurut motifnya: (1) tindakan untuk mencapai satu tujuan tertentu. serta (4) tindakan yang didasarkan pada adat kebiasaan (tradisi). Keberanian itu dapat digunakan untuk: mengembangkan kekuatan aksi. Menurut Max Weber dalam Berger (2004). bahwa. Aksi sosial adalah alat untuk mendidik dan melatih keberanian rakyat. Konsep dinamika kelompok menjadi sebuah bahasan yang menarik untuk memahami perubahan sosial. Perubahan sosial merupakan sebuah keputusan bersama yang diambil oleh anggota masyarakat. John Wiley & Sons. Sifat struktural seperti . Ahli-ahli sosiologi dan antropologi telah banyak membicarakannya. atau organisasi. Ia berkesimpulan bahwa kekuatan tekanan (driving forces) akan berhadapan dengan penolakan (resistences) untuk berubah. 1967 : 3. massa/demonstran bisa dibawa dan ditingkatkan ke aksi politik. Essay in Comparative Sosiology. atau adanya kebutuhan untuk berubah. Kurt Lewin dikenal sebagai bapak manajemen perubahan.Dalam menghadapi perubahan sosial budaya tentu masalah utama yang perlu diselesaikan ialah pembatasan pengertian atau definisi perubahan sosial (dan Wilbert E. Aksi sosial adalah aksi yang ringan syarat-syarat yang diperlukannya dibandingkan dengan aksi politik. Maore. Perubahan dapat terjadi dengan memperkuatdriving forces dan melemahkan resistences to change. maka aksi sosial lebih mudah digerakkan daripada aksi politik. yaitu: (1) Unfreezing. Pada dasarnya perilaku manusia lebih banyak dapat dipahami dengan melihat struktur tempat perilaku tersebut terjadi daripada melihat kepribadian individu yang melakukannya. membawa kembali kelompok kepada keseimbangan yang baru (a new dynamic equilibrium). Selanjutnya Netting. perubahan kebudayaan) itu sendiri. Anonim dalam Media Intelektual (2008) mengungkapkan bahwa. aksi sosial merupakan bagian dari pekerjaan sosial yang memiliki komitmen untuk menjadi agen atau sumber bagi mereka yang berjuang menghadapi beragam masalah untuk memerlukan berbagai kebutuhan hidup. karena ia dianggap sebagai orang pertama dalam ilmu sosial yang secara khusus melakukan studi tentang perubahan secara ilmiah. Order and Change. Perubahan sosial dalam masyarakat bukan merupakan sebuah hasil atau produk tetapi merupakan sebuah proses. merupakan suatu proses penyadaran tentang perlunya. Dari aksi sosial. dan (3) Refreesing. aksi sosial adalah aksi yang langsung menyangkut kepentingan sosial dan langsung datangnya dari masyarakat atau suatu organisasi. seperti aksi menuntut kenaikan upah atau gaji. menuntut perbaikan gizi dan kesehatan. Langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengelola perubahan. Aksi sosial sangat penting bagi permulaan dan persiapan aksi politik. baik memperkuat driving forcesmaupun memperlemah resistences. tindakan sosial atau aksi sosial (social action) tidak bisa dipisahkan dari proses berpikir rasional dan tujuan yang akan dicapai oleh pelaku. (2) tindakan berdasar atas adanya satu nilai tertentu. mengukur kekuatan aksi dan kekuatan lawan serta untuk meningkatkan menjadi aksi politik. (2) Changing. Ketther dan McMurtry (2004) berpendapat bahwa. Konsepnya dikenal dengan model force-field yang diklasifikasi sebagai model power-based karena menekankan kekuatan-kekuatan penekanan. New York. merupakan langkah tindakan.

Etzioni (1973) mengungkapkan bahwa. formalisasi dan stratifikasi jauh lebih erat hubungannya dengan perubahan dibandingkan kombinasi kepribadian tertentu di dalam organisasi. menyatakan definisi perubahan merupakan kegiatan atau proses yang membuat sesuatu atau seseorang berbeda dengan keadaan sebelumnya dan merupakan proses yang menyebabkan perubahan pola perilaku individu atau institusi. individu. Terdapat lima tahap perubahan yang disampaikan olehnya. Peran agen perubahan menjadi sangat penting dalam memberikan kekuatandriving force. Perubahan sosial menurut pandangan mereka berjalan lambat namun menuju suatu bentuk ―kesempurnaan‖ masyarakat. perilaku. Perubahan terjadi karena munculnya tekanantekanan terhadap kelompok. Masyarakat industri ditandai dengan meningkatnya perlindungan atas hak individu. sikap. Perubahan dapat terjadi dengan memperkuat driving forces dan melemahkan resistences to change. (2) penyusunan perubahan pola relasi yang ada. dan perilaku kelompok. berakhirnya peperangan antar negara. Spencer berusaha meyakinkan bahwa masyarakat tanpa diferensiasi pada tahap pra industri secara intern justru tidak stabil yang disebabkan oleh pertentangan di antara mereka sendiri. Menurut Spencer. Setelah suatu masalah dianalisa. yang memang telah berkembang dengan pesatnya. Atkinson (1987) dan Brooten (1978).sentralisasi. Ada empat tingkat perubahan yang perlu diketahui yaitu pengetahuan. Konsep pokok yang disampaikan oleh Lippit diturunkan dari Lewin tentang perubahan sosial dalam mekanisme interaksional. Walaupun menyampaikan lima tahapan Tahap-tahap perubahan adalah sebagai berikut: (1) tahap inisiasi keinginan untuk berubah. Kesempurnaan organisme dicirikan oleh kompleksitas. terhapusnya batas-batas negara dan terwujudnya masyarakat global. berkurangnya kekuasaan pemerintah. maka pemahaman tentang tingkat-tingkat perubahan dan siklus perubahan akan dapat berguna. Pemikiran ini sangat dipengaruhi oleh hasil-hasil penemuan ilmu biologi. Lippit (1958) mencoba mengembangkan teori yang disampaikan oleh Lewin dan menjabarkannya dalam tahap-tahap yang harus dilalui dalam perubahan berencana. atau organisasi. tentang kekuatannya. Perkembangan masyarakat pada dasarnya berarti pertambahan diferensiasi dan integrasi. suatu proses perubahan yang berlangsung sangat lambat. Ia berkesimpulan bahwa kekuatan tekanan (driving forces) akan berhadapan dengan penolakan (resistences) untuk berubah. perkembangan masyarakat seringkali dianalogikan seperti halnya proses evolusi. . Keduanya memiliki pandangan tentang perubahan yang terjadi pada suatu masyarakat dalam bentuk perkembangan yang linear menuju ke arah yang positif. suatu organisme akan bertambah sempurna apabila bertambah kompleks dan terjadi diferensiasi antar organ-organnya. individual. tiga tahap merupakan ide dasar dari Lewin. (3) melaksanakan perubahan. pembagian kerja dan perubahan dari keadaan homogen menjadi heterogen. Pada masyarakat industri yang telah terdiferensiasi dengan mantap akan terjadi suatu stabilitas menuju kehidupan yang damai. differensiasi dan integrasi. dan (5) pencapaian kondisi akhir yang dicita-citakan. (4) perumusan dan stabilisasi perubahan. Peletak dasar pemikiran perubahan sosial sebagai suatu bentuk ―evolusi‖ antara lain Herbert Spencer dan August Comte.

Bahasan utamanya mengenai struktur sosial yang ada di masyarakat yang melandasi dan menunjang kestabilan masyarakat. Perubahan pada bangunan struktural maupun dinamika struktural merupakan bagian yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. Pemberian pengaruh sebagai bentuk intervensi berupaya menciptakan suatu kondisi atau perkembangan yang ditujukan kepada seorang klien atau sistem agar termotivasi untuk bersedia berpartisipasi dalam usaha perubahan sosial. berusaha memberikan suatu pengertian tentang perubahan sosial. Comte menyatakan bahwa dengan adanya pembagian kerja. karena perubahan sosial merupakan bentuk intervensi sosial yang memberi pengaruh kepada klien atau sistem klien yang tidak terlepas dari upaya melakukan perubahan berencana. masyarakat akan menjadi semakin kompleks. Penekannya adalah pada pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. hal. ―Perubahan –perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat. Bangunan struktural merupakan struktur yang berlaku pada suatu masa tertentu. Definisi lain dari perubahan sosial adalah segala perubahan yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat. pemikiran Comte sangat dipengaruhi oleh pemikiran ilmu alam. 1990). ekonomis dan kebudayaan. Kornblum (1988).Seperti halnya Spencer. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian. perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya. Ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun immaterial. biologis. teknologi. Selanjutnya Comte menjelaskan bahwa setiap kemunculan tahap baru akan diawali dengan pertentangan antara pemikiran tradisional dan pemikiran yang berdifat progresif. Sosiologi Suatu Penantar. Membahas tentang perubahan sosial. Moore (2000). terdeferiansi dan terspesialisasi. 1974). yang meliputi kesenian. Perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat seperti misalnya perubahan dalam unsur geografis. Comte membaginya dalam dua konsep yaitu social statics (bangunan struktural) dan social dynamics (dinamika struktural). Sedangkan dinamika struktural merupakan hal-hal yang berubah dari satu waktu ke waktu yang lain. 1990). Pemikiran Comte yang dikenal dengan aliran positivisme. Akhirnya dikutip definisi Selo Soemardjan yang akan dijadikan pegangan dalam pembicaraan selanjutnya. yang mempengaruhi sistem sosialnya. . (Jakarta : Yayasan Penerbit Universitas Indonesia. Tekanan pada definisi tersebut adalah pada lembaga masyarakat sebagai himpunan kelompok manusia dimana perubahan mempengaruhi struktur masyarakat lainnya (Soekanto. filsafat dan lainnya. Namun demikian dalam prakteknya di lapangan kedua jenis perubahan perubahan tersebut sangat sulit untuk dipisahkan (Soekanto. Perubahan sosial diartikan sebagai perubahanperubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Sebagaimana Spencer yang menggunakan analogi perkembangan mahkluk hidup. yang Soerjono Soekanto. Aksi sosial dapat berpengaruh terhadap perubahan sosial masyarakat. Akan tetapi perubahan tersebut tidak mempengaruhi organisasi sosial masyarakatnya. Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas dibandingkan perubahan sosial. ilmu pengetahuan. memandang bahwa masyarakat harus menjalani berbagai tahap evolusi yang pada masing-masing tahap tersebut dihubungkan dengan pola pemikiran tertentu.

ilmu pengetahuan dan teknologi) dan agama. Namun demikian dalam prakteknya di lapangan kedua jenis perubahan perubahan tersebut sangat sulit untuk dipisahkan (Soekanto. alat transportasi. yang meliputi kesenian. pertambahan penduduk. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian. bangunan arsitektur monumental.217 mempengaruhi sistem sosialnya. 1990). biologis. ketiganya menjadi ciri suatu ras atau bangsa tertentu. mendefinisikan peradaban sebagai suatu transformasi elemen-elemen budaya manusia. budaya dan perubahan sosial. sikap-sikap dan pola-pola per-kelakukan diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat‖. tingkat peradaban manusia terekspresikan dalam tiga indikator utama yaitu bahasa. Akan tetapi perubahan tersebut tidak mempengaruhi organisasi sosial masyarakatnya. alat angkut. perdagangan jarak jauh. Apakah perubahan itu mengenai pakaian. Perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat seperti misalnya perubahan dalam unsur geografis. filsafat dan lainnya. yang mempengaruhi sistem sosialnya. teknologi. II. Sorokin (1957). Definisi ini menekankan perubahan lembaga sosial. Selanjutnya. Akan tetapi dalam memaknai perubahan peradaban kita harus berpedoman bahwa tidak semua yang kontemporer itu baik dan sebaliknya tidak semua yang lama itu usang dan . termasuka didalamnya nilai-nilai. surplus produksi. perubahan. ilmu pengetahuan. Perubahan peradaban Perubahan adalah keniscayaan. Bila kita amati secara lebih mendasar lagi. ataupun tingkah laku anak muda. Lembaga social ialah unsur yang mengatur pergaulan hidup untuk mencapai tata tertib melalui norma. Keharusan sejarah. dan perubahan ke arah yang lebih baik tentunya merupakan hasrat dari setiap individu maupun organisasi. beserta suku-sukunya dalam perwilayahan geografisnya masing-masing. cabang-cabang seni dan para senimannya. A. Pada beberapa pemikir terdapat tiga tipe perubahan yaitu: perubahan peradaban. V. Tekanan pada definisi tersebut adalah pada lembaga masyarakat sebagai himpunan kelompok manusia dimana perubahan mempengaruhi struktur masyarakat lainnya (Soekanto. budaya (segala bentuk dan ragam seni. berpendapat bahwa segenap usaha untuk mengemukakan suatu kecenderungan yang tertentu dan tetap dalam perubahan sosial tidak akan berhasil baik. ilmu hitung. Gordon Childe seorang arkeolog. 1990). Tipe-Tipe Perubahan Dalam pandangan awan setiap perubahan yang terjadi pada masyarakat disebut dengan perubahan sosial. kita semua terus menerus berhadapan dengan sejarah perkembangan peradaban bangsa yang bergerak ke depan dan tak pernah balik. Definisi lain dari perubahan sosial adalah segala perubahan yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat. yang selanjutnya mempengaruhi segi-segi lain struktur masyarakat. Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya. yang berarti transformasi dalam penguasaan tulis-menulis. ekonomis dan kebudayaan. system pertukaran atau barter dan penggunaan bajak atau alat bercocok tanam lainnya. standar pengukuran panjang dan berat. Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas dibandingkan perubahan sosial. metalurgi.

Melalui fungsi pendidikan dalam mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Peranan buruh tani sebagai penumbuk padi jadi kehilangan pekerjaan. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian yaitu : kesenian. Perubahan peradaban biasanya dikaitkan dengan perubahn-perubahan elemen atau aspek yang lebih bersifat fisik. output pendidikan harus diarahkan menjadi agen perubahan (agent of change). pengetahuan. Selanjutnya melalui pendidikanlah. Pendidikan adalah syarat mutlak berkembangya peradaban.tidak relevan dengan kehidupan saat ini. how to lead the change (bagaimana memimpin perubahan). jenis-jenis bibit unggul yang ditemukan. Kehidupan yang cerdas inilah yang patut menjadi dasar sebuah peradaban yang kokoh dan sehat. seperti transportasi. kebersamaan. teknologi dan filsafat bahkan perubahan dalam bentuk juga aturan-aturan organisasi social. dan bukan hanya how to follow the change (bagaimana ikut dalam perubahan). maka akan lahirlah generasi yang mampu melaksanakan prinsip how to change the world (bagaimana mengubah dunia) bukan hanya how to see the world (bagaimana melihat dunia). Di sinilah peran pendidikan. Perubahan budaya berhubungan dengan perubahan yang bersifat rohani seperti keyakinan. dan komitmen. bangsa yang besar belajar untuk mengganti apa yang buruk dari budayanya. Oleh karena itu. Sedangkan perubahan sosial terbatas pada aspek-aspek hubuingan sosial dan keseimbangannya. . dan sebagainya. persenjataan. kesengajaan. dan menjaga hal yang baik dari budayanya. Dan juga. apresiasi seni. ilmu pengetahuan. B Perubahan kebudayaan Pengertian perubahan kebudayaan adalah suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan. Perubahan kebudayaan akan berjalan terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakatnya. prosesnya harus didesain dengan kesadaran. Dalam kacamata budaya. Tanpa pendidikan yang memadai. tidak aka nada SDM yang mampu membawa perubahan peradaban ke arah yang lebih baik. nilai. dan sebagainya. sehingga menimbulkan gangguan keseimbangan didalam masyarakat. ritual. yang didasarkan atas nilainilai kehidupan yang benar. menjadi amat sangat menentukan. Contoh : þ Masuknya mekanisme pertanian mengakibatkan hilangnya beberapa jenis teknik pertanian tradisional seperti teknik menumbuk padi dilesung diganti oleh teknik ―Huller‖ di pabrik penggilingan padi. di dalam rangka merekat keutuhan dan kesatuan bangsa. Semua terjadi karena adanya salah satu atau beberapa unsur budaya yang tidak berfungsi lagi. kita dapat berharap wujudnya yaitu dengan mencerdaskan kehidupan bangsa. Perubahan peradaban yang dimaksud pada alinea sebelumnya. Meskipun begitu perlu disadari bahwa sesuatu perubahan di masyarakat selamanya memiliki mata rantai diantaranya elemen yang satu dan eleman yang lain dipengaruhi oleh elemen yang lainnya.

sandang. Konflik social Konflik social dapat mempengaruhi terjadinya perubahan kebudayaan dalam suatu masyarakat. terutama generasi muda. disanalah mereka harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan budaya setempat sehingga terjadi proses asimilasi maupun akulturasi. Bencana alam Bencana alam yang menimpa masyarakat dapat mempngaruhi perubahan c/o. akan mengakibatkan terjadinya perubahan diberbagai sektor kehidupan. Perubahan lingkungan alam Perubahan lingkungan ada beberapa faktor misalnya pendangkalan muara sungai yang membentuk delta. . þ Adanya individu-individu yang mudah menerima unsure-unsur perubahan kebudayaan. Menghambat perubahan kebudayaan þ Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah seperti :adat istiadat dan keyakinan agama ( kebudayaan non material) þ Adanya individu-individu yang sukar menerima unsure-unsur perubahan terutama generasi tu yang kolot. v Ada juga faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kebudayaan : 1. rusaknya hutan karena erosi atau perubahan iklim sehingga membentuk tegalan. Perubahan demikian dapat mengubah kebudayaan hal ini disebabkan karena kebudayaan mempunyai daya adaptasi dengan lingkungan setempat. Mendorong perubahan kebudayaan þ Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah. terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi ( kebudayaan material). longsor. Faktor intern Perubahan Demografis Perubahan demografis disuatu daerah biasanya cenderung terus bertambah. c/o: konflik kepentingan antara kaum pendatang dengan penduduk setempat didaerah transmigrasi. bencana banjir. pertambahan penduduk akan mempengaruhi persedian kebutuhan pangan. letusan gunung berapi masyarkat akan dievakuasi dan dipindahkan ketempat yang baru. c/o: bidang perekonomian.Ada faktor-faktor yang mendorong dan menghambat perubahan kebudayaan yaitu: a. þ Adanya faktor adaptasi dengan lingkungan alam yang mudah berubah. untuk mengatasinya pemerintah mengikutsertakan penduduk setempat dalam program pembangunan bersama-sama para transmigran. dan papan. b.

Pada teori ini. dalam suasana tersebut ikut masuk pula unsure-unsur budaya bangsa asing ke Indonesia. teori perilaku kolektif. Peperangan Kedatangan bangsa Barat ke Indonesia umumnya menimbulkan perlawanan keras dalam bentuk peperangan. Analisis organisasi Alasan kemunculan teori ini adalah anggapan bahwa sebagai subsistem sosial organisasi terutama birokrasi dan organisasi tingkat lanjut yang kompleks dipandang sebagai hasil . individu dipandang sebagai suatu bentuk ketidakkonsistenan antara status individu dan grop dengan aktivitas atau sikap yang didasarkan pada perubahan. Perubahan sosial dapat dilihat dari empat teori. teori inkonsistensi status dan analisis organisasi sebagai subsistem sosial. Timur Tengah bahkan Eropa Barat. Perubahan Sosial Sedangkan perubahan sosial terbatas pada aspek-aspek hubuingan sosial dan keseimbangannya. Itulah sebabnya Indonesia sebagai persinggahan pedagang-pedagang besar selain berdagang mereka juga memperkenalkan budaya mereka pada masyarakat setempat sehingga terjadilah perubahan budaya dengan percampuran budaya yang ada. Penyebaran agama Masuknya unsur-unsur agama Hindhu dari India atau budaya Arab bersamaan proses penyebaran agama Hindhu dan Islam ke Indonesia demikian pula masuknya unsur-unsur budaya barat melalui proses penyebaran agama Kristen dan kolonialisme.2. Teori perilaku kolektif Teori dilandasi pemikiran Moore namun lebih menekankan pada proses perubahan daripada sumber perubahan sosial. Perspektif Penjelasan Tentang Perubahan Barrington Moore. Faktor ekstern Perdagangan Indonesia terletak pada jalur perdagangan Asia Timur denga India. yaitu teori kemunculan diktator dan demokrasi. Meskipun begitu perlu disadari bahwa sesuatu perubahan di masyarakat selamanya memiliki mata rantai diantaranya elemen yang satu dan eleman yang lain dipengaruhi oleh elemen yang lainnya. Teori inkonsistensi status Teori ini merupakan representasi dari teori psikologi sosial. C. teori Teori ini didasarkan pada pengamatan panjang tentang kemunculan diktator dan sejarah pada beberapa negara yang telah mengalami transformasi dari basis ekonomi agraria menuju basis demokrasi ekonomi industri.

yaitu demokrasi. Secara garis besar proses transformasi pada negara-negara maju ini melalui tiga pola. Negara yang menggunakan komunisme dalam proses transformasinya adalah Cina dan Rusia. bahkan seringkali kelompok bawah ini menjadi korban dari pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh negara tersebut. Perancis dan Amerika Serikat. Teori Perilaku Kolektif Teori perilaku kolektif mencoba menjelaskan tentang kemunculan aksi sosial. Tahap yang harus dilewati antara lain. Revolusi ini akan mampu merebut semua faktor produksi dan pada akhirnya mampu menumbangkan kaum borjuis sehingga akan terwujud masyarakat tanpa kelas. Negara yang mengambil jalan demokrasi dalam proses transformasinya adalah Inggris. Koalisi antara kedua kelas ini yang memimpin masyarakat kelas bawah baik di perkotaan maupun perdesaan. Perkembangan masyarakat oleh Marx digambarkan sebagai bentuk linear yang mengacu kepada hubungan moda produksi. Demokrasi merupakan suatu bentuk tatanan politik yang dihasilkan oleh revolusi oleh kaum borjuis. Komunisme lahir melalui revolusi kaun proletar sebagai akibat ketidakpuasan atas usaha eksploitatif yang dilakukan oleh kaum feodal dan borjuis. Berbeda halnya demokrasi. Perjuangan kelas yang digambarkan oleh Marx merupakan suatu bentuk perkembangan yang akan berakhir pada kemenangan kelas proletar yang selanjutnya akan mwujudkan masyarakat tanpa kelas. Pada sistem sosial seringkali dijumpai ketegangan baik . Marx menggambarkan bahwa dunia masih pada tahap masyarakat borjuis sehingga untuk mencapai tahap ―kesempurnaan‖ perkembangan perlu dilakukan revolusi oleh kaum proletar. Terdapat pula gejala penhancuran kelompok masyarakat bawah melalui revolusi atau perang sipil. organisasi meningkatkan hambatan antara sistem sosial dan sistem interaksi. Negaranegara maju yang dianalisis oleh Moore adalah negara yang telah berhasil melakukan transformasi dari negara berbasis pertanian menuju negara industri modern. Jepang dan Jerman merupakan contoh dari negara yang mengambil jalan fasisme. Pembangunan ekonomi pada negara dengan tatanan politik demokrasi hanya dilakukan oleh kaum borjuis yang terdiri dari kelas atas dan kaum tuan tanah. Teori Barrington Moore Teori yang disampaikan oleh Barrington Moore berusaha menjelaskan pentingnya faktor struktural dibalik sejarah perubahan yang terjadi pada negara-negara maju. tahap masyarakat feodal dan tahap masyarakat borjuis. fasisme dan komunisme. Aksi sosial merupakan sebuah gejala aksi bersama yang ditujukan untuk merubah norma dan nilai dalam jangka waktu yang panjang. Negara yang memilih jalan fasisme menganggap demokrasi atau revolusi oleh kelompok borjuis sebagai gerakan yang rapuh dan mudah dikalahkan.transformasi sosial yang muncul pada masyarakat modern. Masyarakat petani atau kelas bawah hanya dipandang sebagai kelompok pendukung saja. Pada sisi lain. fasisme dapat berjalan melalui revolusi konserfatif yang dilakukan oleh elit konservatif dan kelas menengah. Berawal dari bentuk masyarakat primitif (primitive communism) kemudian berakhir pada masyarakat modern tanpa kelas (scientific communism).

dari dalam sistem atau luar sistem. KESIMPULAN Perubahan yang terjadi pada masyarakat disebut dengan perubahan sosial. Ketegangan ini dapat berwujud konflik status sebagai hasil dari diferensiasi struktur sosial yang ada. Apakah perubahan itu mengenai pakaian. persenjataan. pengetahuan. Pembangunan ekonomi seiring perkembangan kapitalis membuat adanya pembagian status berdasarkan pendidikan. terlebih dahulu perlu dicatat bagaimana tingkat dan sifat peralihan dari perubahan itu sendiri di masyarakat. Sedangkan perubahan sosial terbatas pada aspek-aspek hubuingan sosial dan keseimbangannya. Perubahan moda produksi menimbulkan maslaah yang pelik berupa kemunculan statusstatus sosial yang baru dengan segala keterbukaan dalam stratifikasinya. Krisis status mulai muncul seiring perubahan moda produksi agraris menuju moda produksi kapitalis yang ditandai dengan pembagian kerja dan kemunculan organisasi kompleks. budaya dan perubahan sosial. . Perubahan budaya berhubungan dengan perubahan yang bersifat rohani seperti keyakinan. ataupun tingkah laku anak muda. pekerjaan dan lain sebagainya. Berikut adalah teori yang membahas tentang perubahan sosial Untuk itu. Perubahan peradaban biasanya dikaitkan dengan perubahn-perubahan elemen atau aspek yang lebih bersifat fisik. Teori Inkonsistensi Status Stratifikasi sosial pada masyarakat pra-industrial belum terlalu terlihat dengan jelas dibandingkan pada masyarakat modern. Hal ini disebabkan oleh masih rendahnya derajat perbedaan yang timbul oleh adanya pembagian kerja dan kompleksitas organisasi. Status sosial masih terbatas pada bentuk ascribed status. Pada masyarakat semacam itu elemen-elemen dasarnya seperti trdisi. perubahan. ritual dan hirarki sosial yang berlangsung. dan sebagainya. Pada masyarakat yang tergolong bersahaja relatif jarang dan lamban terjadinya perubahan-perubahan. biasanya dipegang kuat oleh para warganya secara bersama-sama. pertambahan penduduk. apresiasi seni. seperti transportasi. Mobilitas sosial sangat terbatas dan cenderung tidak ada. Meskipun begitu perlu disadari bahwa sesuatu perubahan di masyarakat selamanya memiliki mata rantai diantaranya elemen yang satu dan eleman yang lain dipengaruhi oleh elemen yang lainnya. Teori ini melihat ketegangan sebagai variabel antara yang menghubungkan antara hubungan antar individu seperti peran dan struktur organisasi dengan perubahan sosial. pendapatan. Perubahan pola hubungan antar individu menyebabkan adanya ketegangan sosial yang dapat berupa kompetisi atau konflik bahkan konflik terbuka atau kekerasan. Kompetisi atau konflik inilah yang mengakibatkan adanya perubahan melalui aksi sosial bersama untuk merubah norma dan nilai. nilai. dan sebagainya. Hal inilah yang menimbulkan inkonsistensi status pada individu. Pada beberapa pemikir terdapat tiga tipe perubahan yaitu: perubahan peradaban. ritual. jenis-jenis bibit unggul yang ditemukan. Pergolakan revolusi dan gerakan emansipasi sertapenemuan-penemuan baru dibidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi. alat transportasi. yaitu suatu bentuk status yang diperoleh sejak dia lahir.

2009. Sosiologi Sistematik. http:// www. http://syair79. Disamping itu pendidikan berfungsi untuk mengurangi kepincangan yang terjadi dalam masyarakat. Dari berbagai macam sebab perubahan sosial. Dan pendidikanlah yang menjadi salah satu institusi yang terlibat dalam proses tersebut.com/2009/04/17/makalahperubahan-sosial/ [5 September 2009] Alpizar. dan faktor budaya. Sosiologi Suatu Pengantar. Posisi pendidikan dalam perubahan social Sesuai dengan pernyataan Eisenstadt.pdf[8 September 2009] Assa’di Husain. Disamping itu ada perubahan yang datangnya dari dalam dan perubahan ini dibagi menjadi dua yaitu perubahn episode dan perubahan terpola. DAFTAR PUSTAKA ———-. minat dan pemahaman terhadap lingkungan social budayanya. institusionalisasi merupakan proses penting untuk membantu berlangsungnya transformasi potensi-potensi umum perubahan sehingga menjadi kenyataan sejarah. http:// www.com/2009/05/01/islam-dan-perubahan-sosial/ [5 September 2009] Dankfsugiana. Pendidikan adalah suatu institusi pengkonservasian yang berupaya menjembatani dan memelihara warisanwarisan budaya masyarakat. 1989. 2008. seperti visi. Yogyakarta: Kanisius.com/2008/11/25/perubahan-sosial/ [5 September 2009] ———-.gexcess. http://abstrakkonkrit. pendudukan. Makalah Perubahan Sosial.wordpress. .wordpress. Islam dan Perubahan Sosial. KONSEP DASAR KOMUNIKASI SOSIAL DAN PEMBANGUNAN.faktor tekhnologi.info/ushuluddin/attachments/074_ISLAM%20DAN%20PERUBAHAN%20SOSIAL .html [5 September 2009] ———-.com/id/pages/perubahan%11sosial. Pendidikan harus dipandang sebagai institusi penyiapan anak didik untuk mengenali hidup dan kehidupan itu sendiri. S.uinsuska. 1982.wordpress. Hendropuspito. kolonialisme dan termasuk juga wabah penyakit. SOSIOLOGI KOMUNIKASI. http://agussetiaman. semuanya bias dikembalikan pada tiga factor utama yaitu: faktor fisik dan biologisw. Islam dan Perubahan Sosial. jadi bukan untuk belajar tentang keilmuan dan keterampilan karenanya yang terpenting bukanlah mengembangkan aspek intelektual tetapi lebih pada pengembangna wawasan. Perubahan Sosial dan Perubahan Kebudayaan.Perubahan sosial jika dilihat dari sebabnya menurut WJH spott ada perubahan yang datangnya dsri luar. Sedangkan perubahn terpola adalah perubahan yang memeng direncanakan atau diprogramkan sebagaimana yang dilakukan dalam pembangunan.http://dankfsugiana. 2008. Jakarta: Grafindo.wordpress. Perubahan episode adalah perubahan yang terjadi sewaktu-waktu biasanya disebabkan oleh kerusuhan atau penemuanpenemuan.com/2008/04/22/konsep-dasarkomunikasi-sosial-dan-pembangunan/ [5 September 2009] Soekanto.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful