P. 1
Makalah Tugas Agribisnis 10 Persaingan Pemasaran

Makalah Tugas Agribisnis 10 Persaingan Pemasaran

|Views: 156|Likes:
Publicado porBondan Eddyana

More info:

Published by: Bondan Eddyana on Aug 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
Precio de venta:$0.99 Comprar ahora

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

01/10/2016

$0.99

USD

pdf

text

original

MAKALAH AGRIBISNIS

PERSAINGAN PASAR AGRIBISNIS Semester genap tahun 2009

Kelompok 3
M. Rizal ( 150110080127 ) Ayu Larasati ( 150110080135 ) Tohom D.P.S ( 150110080153 ) Maria Orisa ( 150110080138 ) Adhi Cahya Nugraha ( 150110080148 ) Ivan Komara ( 150110080150 ) Novian Eka ( 150110080157 ) Adi Firmansyah (150110080158 ) Dhea Primasari (150110080160 ) Raden Bondan E B (150110080162 )

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR

BAB 1 PENGERTIAN PERSAINGAN PASAR AGRIBISNIS

Persaingan dalam konteks pemasaran adalah keadaan dimana perusahaan pada pasar produk atau jasa tertentu akan memperlihatkan keunggulannya masing-masing, dengan atau tanpa terikat peraturan tertentu dalam rangka meraih pelanggannya (Kotler, 2002). Sedangkan menurut Porter, persaingan akan terjadi pada beberapa kelompok pesaing yang tidak hanya pada produk atau jasa sejenis, dapat pada produk atau jasa substitusi maupun persaingan pada hulu dan hilir (Porter, 1996). Sedangkan dinamika adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada periode tertentu (siapa, tahun). Dengan demikian dinamika persaingan adalah perubahan-perubahan yang terjadi terhadap persaingan yang terjadi pada perusahaan dalam memperebutkan pelanggan pada periode periode tertentu. Faktor penyebab persaingan yang lebih kompleks. Persaingan yang lebih kompleks terjadi saat ini karena menurunnya perhatian pada pelaku industri tehadap pasar tunggal dan naiknya perhatian mereka terhadap pasar pasar global. Perubahan tingkat kompleksitas ini disebabkan oleh beberapa hal seperti 1. Adanya evolusi menuju pasar global(Mudradjad, 2009). Evolusi yang terjadi pada perusahaan membuat organisasi/ perusahaan yang ada ingin terus meningkatkan persaingannya di pasar. Salah satu bentuk evolusi yang terjadi adalah dari perusahaan domestik- perusahaan Internasional- Perusahaan Multinasional- Perusahaan Global. Pada level perusahaan domestik juga dapat terjadi evolusi karena tingkat proteksi dari pemerintah (Holland, 1987:170-171). Evolusi ini akan membentuk perubahan dari Industri Bayi (infant) menjadi Industri Remaja (adolescent) dan menjadi Industri. Perbedaan ketiga perusahaan tersebut di atas mencakup fokus, visi, orientasi, gaya operasi, strategi, struktur organisasi, strategi pemasaran, fokus lokasi riset dan pengembangan, kebijakan penempatan alokasi SDM, pola komunikasi, kebijakan pengembangan produk baru, kemitraan dan kebijakan investasi 2. Skala Ekonomis atau Belajar. Perusahaan berusaha untuk melakukan pembelajaran untuk menigkatkan kemampuannya dan skala ekonomis yang lebih baik juga mendoran perusahaan untuk menembus pasar global. Ada beberapa keuntungan yang dapat diraih dan mendorong
2

perusahaan dalam mencapai skala ekonomis. Ketika perusahaan berada dalam keadaan pasar global, maka hal ini akan memperluas ukuran atau cakupan pasar membantu mencapai skala ekonomis dalam manufaktur, pemasaran, R&D atau distribusi selain juga akan dapat menyebarkan biaya ke basis penjualan yang lebih besar, meningkatkan laba per unit, keuntungan lokasi. Keadaan ini juga akan membentuk suatu pasar dengan biaya rendah yang membantu dalam pengembangan keunggulan kompetitif dan memungkinkan akses yang lebih baik ke beberapa sumber daya yang lebih murah. 3. Kemajuan teknologi informasi membuat koordinasi antar pasar menjadi lebih mudah. Kini perusahaan-perusahaan yang ada telah menggunakan sarana internet dan teknologi nir kabel lainnya untuk kepentingan bisnisnya. Hal ini membuat koordinasi dari masing-masing organisasi atau perusahaan menjadi semakin lebih kuat. Kemajuan teknologi inovasi di sisi lain juga meningkatkan daya saing perusahaan berukuran kecil dan menengah. Contoh terjadinya dinamika persaingan Pemain pertama yang masuk ke industri tertentu sering dianggap memiliki peluang pertama untuk membangun pangsa pasar, mengendalikan arah perkembangan industri, membangun merek dan saluran distribusi yang kuat, atau mengangkangi sumber daya yang langka seperti lokasi strategis atau hak paten. Banyak perusahaan, terutama di dunia teknologi, yang berlomba-lomba mengeluarkan inovasi radikal baru dengan tujuan mengunci para pengguna terlebih dahulu. Selisih masa peluncuran beberapa bulan saja sering berakibat fatal bila ada kompetitor yang mendahului. Realita, tentu saja, tidak sesederhana itu. Kadang pelopor industri memang berhasil meraup keuntungan ekonomis yang besar. Kadang penguasaan pangsa pasarnya mendekati monopoli. Tetapi banyak juga contoh-contoh pelopor yang gagal. Daftar tersebut mencakup, misalnya, Kodak yang dikalahkan Sony dalam industri kamera video 8 mm, web browser Mosaic yang dikalahkan Netscape dan kemudian Internet Explorer dari Microsoft, VisiCalc yang digulingkan Lotus 123 dan kemudian Microsoft Excel, microwave Raytheon dan VCR Ampex yang sudah tidak kedengaran namanya lagi, dan mesin video games Magnavox yang dikalahkan Atari, Nintendo, dan sekarang Sony.

3

kesalahan informasi dan kejenuhan masyarakat terhadap tayangan iklan. d. diferensiasi produk juga mempunyai kelemahan yaitu adanya pemborosan. Penjual atau produsen hanya berperan sebagai price taker (pengambil harga). membangun reputasi atas produk yang dihasilkan dan memberikan pelayanan yang baik. Terdapat tiga model umum di pasar persaingan tidak sempurna. Pasar monopoli merupakan industri yang terdiri dari satu perusahaan di mana terdapat hambatan bagi perusahaan-perusahaan baru untuk memasuki pasar. kepemilikan atas faktor produksi yang langka. Selain kelebihan berupa adanya keanekaragaman produk.BAB 2 PASAR PERSAINGAN SEMPURNA DAN TIDAK SEMPURNA Pasar persaingan sempurna adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran di mana jumlah pembeli dan penjual sedemikian rupa banyaknya/ tidak terbatas. e. skala ekonomi dan keunggulan biaya lain. pasar persaingan monopolistik dan oligopoli. Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar atau industri yang terdiri dari produsenprodusen yang mempunyai kekuatan pasar atau mampu mengendalikan harga output di pasar. Pemerintah tidak campur tangan dalam proses pembentukan harga. Jumlah perusahaan dalam pasar sangat banyak. Diferensiasi produk dimaksudkan untuk memenuhi keinginan konsumen. b. Persaingan monopolistik merupakan industri yang memiliki banyak produsen di mana perusahaan pesaing bebas memasuki industri dan perusahaan-perusahaan mendiferensiasikan produk mereka. Oligopoli adalah industri dengan sejumlah kecil perusahaan yang masing-masing cukup mampu untuk mempengaruhi harga pasar dari output yang dihasilkannya. f. Selain memiliki banyak bentuk dalam pasar oligopoli terdapat juga empat model yang umum dikenal yaitu model 4 . efisiensi dan informasi tentang produk. Konsumen memahami sepenuhnya keadaan pasar. Ciri-ciri pokok dari pasar persaingan sempurna adalah: a. paten. Produk/barang yang diperdagangkan serba sama (homogen). c. Tidak ada hambatan untuk keluar/masuk bagi setiap penjual. yaitu pasar monopoli. Beberapa hambatan masuk berupa waralaba pemerintah. harga produk yang lebih mahal.

Diskriminasi harga merupakan penetapan harga yang berbeda untuk pembeli barang yang sama atau penetapan harga di mana perbandingan antara harga dan biaya marjinal berbeda di antara para pembeli.kolusi. diskriminasi harga derajat kedua dan diskriminasi harga derajat pertama 5 . Perusahaan-perusahaan yang memiliki kekuatan pasar dihadapkan pada empat keputusan penting yaitu berapa output yang akan diproduksi. bagaimana memproduksinya. Keputusan harga dan output oleh perusahaan dalam pasar persaingan tidak sempurna berbedabeda tergantung pada bentuk pasar di mana perusahaan berada dan tujuan dari perusahaan adalah memaksimalkan laba total. model kurva permintaan yang patah dan model kepemimpinan harga. model Cournot. berapa input yang akan diminta di masing-masing pasar dan berapa harga output yang akan ditetapkan. Diskriminasi harga dibedakan menjadi tiga yaitu diskriminasi harga derajat ketiga.

Keripik buah-buahan dan sebagainya memiliki potensi yang sangat baik bagi peluang ekspor. Sebagaimana yang kita ketahui Malaysia memiliki produk kentang kemasan 6 . Dari nilai-nilai diatas yang perlu diperhatikan bagaimana kita bangsa Indonesia 6ega berdaya saing dan memiliki 6egar khas untuk produk-produk olahan Indonesia tersebut yang berorientasi ekspor. Kemasan (packing) yang dimaksud adalah kemasan sebagai pemanis produk sehingga penampilannya menarik minat konsumen dan pengemasannya untuk pengaman produk selama didalam perjalanan. Pada saat pameran internasional yang diharapkan adalah for the first sight / pada pandangan pertama ketertarikan dan keunikan dari produk pertanian olahan Indonesia yang memiliki daya saing dipasar Internasional. Keripik kentang (Potato Chips) Keripik Sukun. Nata de coco. jadi harus bersinergi dengan para pelaku usaha lain didalam meningkatkan kualitas dan kuantitas.BAB 3 KENDALA INDONESIA DALAM PERSAINGAN PASAR AGRIBISNIS Untuk memenangkan persaingan usaha dibidang pertanian di jaman era globalisasi pada saat ini dalam dunia bisnis modern haruslah memiliki trend dan kreatif terhadap inovasi produk pertanian olahan. medicinal herbs. Biasanya kesulitan oleh produsen adalah memenuhi kuota seperti yang kita lihat adanya produk-produk herbal. Dalam hal ini perlu diperhatikan beberapa hal yang menjadi kendala dalam persaingan pasar usaha bidang produk pertanian olahan antara lain: a) Kemasan (Packaging) Yang perlu diperhatikan produk-produk pertanian olahan tersebut harus memiliki 6egar khas. produk spa dan sebagainya terkadang tidak 6ega memproduksi dengan kuantitas yang besar. b) Kemampuan produksi (Ability to produce) Dalam hal ini perlu diperhatikan ketika terjadi transaksi di arena pameran biasanya buyer besar akan membeli dengan jumlah besar. Aloe vera. c) Merek (Brand) Untuk produk olahan pertanian Indonesia usahakan 6egara merek sehingga identitas produk dapat dibedakan dengan produk lain dan memiliki hak paten untuk produknya. Pada prinsipnya produk pertanian olahan kita seperti produsen minuman dan makanan seperti: Virgin Coconut Oil (VCO). unik dan menarik bagi konsumen.

kripik salak Yogya dan sebagainya yang mungkin kurang promosinya. 7 . Indonesia tidak pernah kalah dengan 7egara lain dalam produk pertanian olahannya karena Indonesia memiliki berbagai macam aneka cita rasa nusantara yang memiliki daya saing untuk pasar internasional.Piatos potato chips dengan kemasan yang menarik dan berbagai cita rasa. Diharapkan dalam pameran-pameran skala internasional produk pertanian olahan unggulan daerah Indonesia dapat menjaring pasar yang lebih besar di pasar Internasional. Sebenarnya kita sudah banyak memiliki produk pertanian olahan seperti kripik pisang Lampung. Begitu juga dengan Thailand yang mengemas kripik manggis dalam kaleng.

Bagian buah yang bernilai ekonomi cukup tinggi adalah biji pala dan fuli (mace) yang dapat dijadikan minyak pala. Srilangka dan Papua New Guinea. Produksi pala relatif stabil dan cenderung meningkat sejak tahun 1994 yang berkisar antara 19.BAB 4 STUDI KASUS PERSAINGAN PEMASARAN SALAH SATU PRODUK AGRIBISNIS Industri Manisan Pala Pendahuluan Tanaman pala (Myristica fragrans houtt) adalah tanaman asli Indonesia yang berasal dari kepulauan Banda dan Maluku.1%) dan biji (13. Buah pala terdiri dari daging buah (77. Sebagian rumah tangga menjadikan usaha ini sebagai usaha pokok dan sebagian lagi menjadikannya sebagai usaha tambahan. Untuk itu pemberdayaan usaha kecil ini perlu terus ditingkatkan. Melalui pemberdayaan usaha kecil manisan pala ini. selai pala dan sirup pala.95 ribu ton.8%). dan sisanya dipenuhi dari negara lainnya seperti Grenada. yang umumnya dilaksanakan oleh usaha kecil rumah tangga. tempurung (5.1%).00 -19. fuli dan minyak pala Profil Usaha Usaha manisan pala di wilayah survei merupakan usaha yang sudah dijalankan sejak tahun 1970/1980 dan berlangsung secara turun temurun sampai sekarang dan cenderung sebagai usaha rumah tangga. Daging buah pala yang merupakan bagian terbesar dari hasil panen buah pala merupakan suatu potensi bahan baku yang sangat besar untuk dapat dimanfaatkan. Hasil tanaman pala yang biasa dimanfaatkan adalah buah pala. asinan pala. Beberapa alasan pengusaha manisan pala menekuni usahanya antara lain adalah tersedianya sumber bahan baku. Salah satu upaya pemanfaatan daging buah pala adalah pembuatan manisan pala. Berdasarkan data Ditjen Perkebunan (2000) produksi pala Indonesia tahun 2000 adalah sebesar 19. keterampilan 8 . dodol pala. India. Tanaman pala dikenal dengan tanaman rempah yang memiliki nilai ekonomis. fuli (4 %). Daging buah pala dapat dimanfaatkan untuk diolah menjadi manisan pala. Indonesia merupakan negara pengekspor biji pala dan fuli terbesar dipasaran dunia (sekitar 60%). diharapkan produk manisan pala juga dapat menjadi komoditi ekspor Indonesia mengiringi ekspor biji.95 ribu ton per tahun.

15 ton manisan pala per tahun. Berdasarkan wawancara yang dilakukan. dan umumnya belum memiliki badan hukum. Dari 30 pengusaha yang disurvei sebanyak 20 unit usaha dikelola oleh wanita dan 10 lainnya dikelola oleh laki-laki (Nugraha. D.dikuasai. Dilihat dari kepemilikan usaha. dengan tingkat produksi per unit usaha berkisar antara 10 . Pengelolaan usaha ini masih dilakukan masing-masing secara terpisah. Berdasarkan hasil penelitian yang pernah dilakukan di daerah survei pada tahun 1995. Tenaga kerja dari dalam keluarga umumnya sebagai pengelola dan tenaga pemasaran. ada pula pengusaha yang meminjam dari pedagang atau sesama pengusaha yang memiliki modal lebih besar.R. tetangga dan atau mengikuti pelatihan yang diadakan oleh lembaga dan instansi terkait. serta belum pernah dilakukan kemitraan dengan pihak lain. Menurut data dari Deperindag Kabupaten Bogor usaha manisan pala di daerah ini berjumlah sekitar 73 unit usaha. 1995 ). Keterampilan membuat manisan pala diperoleh dengan belajar sendiri dari orang tua. para pengusaha manisan pala menyatakan bahwa kelompok usaha pernah dibentuk namun tidak berjalan dengan baik. namun jumlah kg jauh lebih kecil karena biji dan fuli hanya sebesar 13% dari seluruh bagian buah pala. Berdasarkan hasil penelitian yang pernah dilakukan terhadap pengusaha manisan pala di 9 . pengelola dan tenaga kerja pada usaha pembuatan manisan pala ini umumnya wanita atau ibu rumah tangga. Harga jual biji dan fuli per kg jauh lebih besar dibanding manisan pala. seluruhnya merupakan usaha milik sendiri. Pola Pembiayaan Dalam memenuhi kebutuhan modal usaha pembuatan manisan pala disamping modal sendiri sebagian pengusaha ada yang memanfaatkan fasilitas kredit yang diberikan oleh bank. pengusaha juga menjual biji (nutmeg in shell) dan fuli (mace) sebagai hasil samping. Selain menjual produk manisan pala. Selain itu ada juga pengusaha yang menyatakan melakukan usaha ini karena tidak ada usaha lain. tidak dalam satu kelompok. harganya baik dan pasar yang sudah terjamin. Tenaga kerja yang terlibat berasal dari dalam dan luar keluarga. Kegiatan usaha pembuatan manisan pala dapat dilakukan oleh pria maupun wanita. Tenaga kerja dari luar keluarga merupakan tenaga kerja harian atau tenaga borongan. Rata-rata pengusaha manisan pala memiliki jenjang pendidikan SD dan SLTP.

bahwa dari 30 pengusaha manisan pala.33%) meminjam modal dari pedagang atau sesama pengusaha yang memiliki modal lebih besar serta sisanya (16. Saat ini usaha yang dijalankan mampu menggunakan dana sendiri. Bank pemberi kredit sebagai kantor cabang pembantu telah menyalurkan kredit sejak tahun 1990. sebanyak 75% diantaranya dinilai baik dalam pengembalian.3%) pernah meminjam modal ke Bank.wilayah survei (Nugraha. Diantara beberapa Bank yang beroperasi di wilayah penelitian. Sampai saat ini melalui kantor cabang pembantu bank tersebut telah membiayai sebanyak 10 unit usaha manisan pala. pengusaha manisan pala yang relatif maju adalah mereka yang memiliki persediaan modal kerja yang lebih dari satu kali periode produksi atau cukup untuk satu bulan kerja. mulai dari pinjaman pertama sekali sebesar Rp 75. Pengusaha yang bersangkutan telah memulai usaha sejak tahun 1980 dan sudah beberapa kali mendapat pinjaman dari bank. Diantara pengusaha manisan pala yang tergolong maju ada yang pernah memperoleh pinjaman dari bank. sebanyak 4 pengusaha (13. Aspek Pemasaran Pemasaran 10 . Jumlah kredit yang disalurkan bervariasi mulai Rp 1 juta sampai dengan Rp 22 juta dengan jangka waktu pinjaman 1-2 tahun yang dicicil setiap bulannya. baru satu bank yang ditemui memberikan pinjaman terhadap usaha kecil manisan pala. D.R.000 sampai dengan diberi kepercayaan oleh bank untuk mendapatkan dana pinjaman sebesar Rp 22 juta dan sudah dapat dilunasi. Dari sejumlah pinjaman yang telah disalurkan kepada usaha kecil manisan pala. pembayarannya dilakukan setelah diperoleh hasil penjualan produk manisan pala. 1995 ).7%) menggunakan modal usaha pribadi. Dari jumlah tersebut 50% diantaranya merupakan pengusaha murni manisan pala dan 50% lainnya juga memiliki usaha lain disamping usaha manisan pala. 5 pengusaha (16. dan sebanyak 16 pengusaha (53. Bagi pengusaha yang modal kerjanya meminjam dari sesama pengusaha atau dari pedagang. Bank yang menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Kecil umumnya terdapat di lokasi penelitian dengan status Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu.7%) meminjam modal ke KUD. Berdasarkan pengamatan di wilayah survei.

079 ton per tahun (Tabel 3. oleh karena itu usaha ini mudah dilakukan oleh para pengusaha baru. Cianjur. Selain dipasarkan sendiri oleh para pengrajin ke pedagang. Pembuatan manisan pala umumnya dilakukan oleh pengusaha kecil di daerah penghasil pala.Hasil produk manisan pala umumnya dipasarkan oleh pengusaha/pengrajin manisan pala kepada pedagang pengecer dan distributor yang telah menjadi langganan tetap. Jakarta.4). Usaha pembuatan manisan pala tidak memerlukan teknologi yang sulit dan pembuatannya cukup mudah. Sebagian pengrajin sudah pernah melakukan kerjasama dengan supermarket. Kekhasan dari rasa manisan pala dan tidak disemua daerah/tempat dapat ditemui produksi manisan ini menyebabkan manisan pala tetap menjadi salah satu pilihan sebagai bingkisan untuk oleh-oleh. Daerah pemasaran mencakup wilayah Bogor. Pembeli yang datang ke lokasi jumlahnya relatif sedikit. 11 . Tangerang dan Cilegon. jumlah industri kecil manisan pala di Kabupaten Bogor Tahun 1998 berjumlah 73 unit usaha dengan kapasitas produksi mencapai 1. Persaingan dan Peluang pasar Manisan pala merupakan salah satu jenis makanan ringan diantara sekian banyak jenis makanan ringan yang tergolong dalam kelompok manisan buah-buahan. terjadi juga transaksi penjualan diantara pengusaha manisan pala sendiri. namun karena sistem pembayaran yang terlalu lama (1 bulan) dirasakan sebagai hambatan bagi para pengusaha manisan pala yang modal kerjanya relatif kecil. Berdasarkan data usaha kecil Departemen Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bogor. atau juga kepada para pembeli yang datang langsung. Manisan pala juga masih merupakan salah satu alternatif makanan ringan yang disajikan pada saat perayaan hari-hari besar lebaran dan tahun baru. Transaksi penjualan antara pengusaha pala biasanya terjadi jika salah satu pengusaha manisan pala tersebut mengalami kekurangan stok produk manisan pala dalam memenuhi permintaan langganan/konsumennya.

100 1. oleh karena itu kunci kemampuan bersaing antara unit usaha yang sama adalah kemampuan pengusaha menghasilkan produk yang berkualitas (disenangi konsumen) dengan biaya produksi serendah mungkin. Papua New Guinea.000) Ton Ciomas Ciomas Dramaga Jumlah Sukaluyu Tamansari Dramaga 10 15 48 73 25 15 338 378 13. fuli dan minyak pala telah dilakukan ekspor sejak lama dan sampai saat ini telah dilakukan ekspor lebih ke 30 negara. India dan Srilangka. Berbeda dengan manisan pala.500 225 1.775. Sumatra Barat.500 10. mengingat manisan pala yang diproduksi di daerah Bogor sampai saat ini baru dipasarkan di wilayah Jawa Barat.4. produk pala lainya seperti biji pala.800 Sumber : Deperindag Kabupaten Bogor 2001 Harga manisan pala dari tingkat produsen ke pedagang relatif sama.350. Permintaan Permintaan Pasar dalam Negeri 12 . Sulawesi Utara.800 2. Peluang untuk mengekspor produk manisan ini masih terbuka mengingat berdasarkan wawancara dengan responden menyatakan bahwa pernah mendapat permintaan dari pembeli di luar negeri namun belum dapat dilayani.. Sampai saat ini Indonesia masih merupakan negara penghasil utama buah pala di dunia.000 787.000 367.472.Tabel 3. Di Indonesia daerah penghasil pala hanya di beberapa propinsi saja yaitu Nangroe Aceh Darussalam.Jumlah Industri Kecil Manisan Pala Di Kabupaten Bogor Tahun 1998 Produksi Kecamatan Desa Unit Tenaga Investasi Usaha Kerja (Rp.800 3.620.079 6. Jawa Barat. karena itu pengenalan produk ini kedaerah-daerah lain dapat membuka peluang pasar yang baru.800 48. Sulawesi Selatan. Negara lain yang menjadi pengekspor pala adalah Grenada. Maluku Utara dan Maluku Selatan serta Papua.600 105 Bahan Baku Nilai Rp Nilai Rp 000 000 630.492. Peluang pasar untuk manisan pala masih sangat besar.000 749 4.500 24.

534. Permintaan ekspor terhadap produk dari pala yang terbesar adalah biji pala kering (nutmeg in shell dan nutmeg shelled).707.152 2. Volume dan nilai ekspor beberapa produk pala dapat dilihat pada Tabel 3.014.1. Berdasarkan wawancara dengan seorang pedagang lokal di kota Bogor. Kuwait dan Syria.785 1.560 13 .131 1.640 1. seperti pada saat lebaran.158. Namun permintaan dari luar negeri ini sampai saat ini belum terealisir.225 1.101. Tabel 3.725 10.372 1999 4.007 5. Alasan yang dikemukakan pengusaha antara lain kurangnya dana dan kapasitas produksi yang masih kecil.082.519.071.002.284.768 1.976 4.113.065.259.380. dan akhir tahun.878 8. Permintaan manisan pala akan meningkat pada bulan-bulan tertentu.752. namun berdasarkan hasil survei di daerah sampel.197.683. fuli (mace) dan minyak pala (essential oil of nutmegs).996 10.962 5.109 7.226.664 1.284.1.875 6.587.316.430 24. Keadaan permintaan pasar terhadap produk pala ini (biji. fuli dan minyak atsiri dari pala) cukup baik. keadaan permintaan pasar terhadap manisan pala cukup baik.544 9.590 13.581 3. penjualan rata-rata perbulan/unit usaha berkisar 1-2 ton.136. penjualan perhari mencapai 90 kg/hari atau sekitar 2.372 8.100 10.535 382.493 1. Permintaan terhadap fuli dan minyak pala relatif stabil pada periode antara tahun 1996-2000.7 ton perbulan.583.Permintaan pasar dalam negeri untuk manisan pala secara khusus belum terdata.413 383.634. Volume dan Nilai Ekspor Beberapa Produk Pala tahun 1996 .270.967.311 9.105.814 1996 5.115 2000 2.371.719 4. Selain permintaan dari dalam negeri juga ada permintaan dari luar negeri seperti dari Singapura.894 209.046. Umumnya pengusaha manisan pala di kota Bogor baru melayani permintaan dari dalam propinsi saja.570.997.Maret 2001 Tahun Satuan Berat(KG) Nilai(US$) Berat(KG) Nilai(US$) Berat(KG) Nilai(US$) Berat(KG) Nilai(US$) Berat(KG) Nilai(US$) Nutmeg In Shell 1.778.513 3. Permintaan Ekspor Berdasarkan wawancara dengan pengusaha manisan pala.297 1.260 Nutmeg Shelled Mace Essential Oils Of Nutmegs 216.262 1997 1998 5.184 9.505 39.700. khususnya permintaan akan biji pala tanpa cangkang yang terus mengalami peningkatan.165 350.150 1.093 1.403.109.

064.1.464 738.947 452.102 1. Perkembangan Volume Ekspor Beberapa Produk Pala Tahun 1996-2000 14 .734 3. Grafik 3.2000 dapat dilihat pada Grafik 3.057 908.202.JanMaret 2001 Berat(KG) Nilai(US$) 315.1 dan Grafik 3.690 109.881 Sumber : Deperindag 2001 Lebih jelasnya kecenderungan perkembangan volume dan nilai ekspor beberapa produk pala dari tahun 1996 .053 3.2.508.

Perkembangan Nilai Ekspor Beberapa Produk Pala Tahun 1996 .302 2.849 4.590 kg yang dipasok dari industri besar sebanyak 2. produksi dan sebaran daerah penghasil pala di Indonesia dapat dilihat pada Tabel 3. Hal ini menggambarkan bahwa jumlah produksi manisan pala dari industri kecil lebih besar dibanding industri besar/sedang. Belgia.294 2.155 705 6.015 17. India.074 5.480 2. Italia.472. Hongkong.079 ton dengan nilai Rp. Produksi biji pala untuk ekspor sebagian besar juga berasal dari industri kecil.352 2.334 2.246 548 465 319 68 2000 7. Indonesia merupakan negara penghasil pala terbesar di dunia. dan Thailand Penawaran Berdasarkan data statistik industri sedang dan besar. Tabel 3. sisanya 61% dipasok dari industri kecil. Kapasitas produksi dari usaha pembuatan manisan pala ini adalah sebesar 2.000 kg dengan nilai Rp. Produksi Buah Pala Menurut Daerah Produksi di Indonesia Luas Areal (Ha) Propinsi 1998 Sulawesi Utara Maluku Nangroe Aceh D.510 5.346 648 468 419 78 16.2000 Produk dari pala (biji. Belanda. fuli dan minyak pala) telah diekspor lebih ke 30 negara.965 17.125 630 5.950 4.430 2. produksi manisan pala tahun 1998 adalah sebesar 24.140 16.347 kg atau sekitar 39%.2.8 juta atau sekitar 90 ton perbulan dengan nilai Rp.750 4.079 11. 6.4 juta. Adapun negaranegara pengimpor utama produk pala antara lain adalah Singapura. Malaysia.120 580 5. namun jumlah produksi manisan pala dari industri kecil di Kabupaten Bogor pada tahun 1998 telah mencapai 1.099 4. 539.999 4. Papua Sulawesi Selatan Sumatra Barat Jawa Barat Sulawesi Tengah 1999 2000 1998 Produksi (ton)) 1999 6.652 1. Jerman.452 1.964 17.2.580 2.602 1. Data ekspor biji pala tahun 1998 adalah sebesar 5.435 11.244 2. Jepang.385 11.2.898 16.023.427 2.5% dari produksi di wilayah Bogor.25 ton per bulan atau sekitar 2. Amerika Serikat. Walaupun data nasional total produksi manisan pala dari industri kecil tidak ada. 115 juta. Perancis.197.Grafik 3.176 448 365 219 43 15 .

Harga biji pala kering tanpa kulit dan fuli yang saat ini berlaku ditingkat pedagang pengumpul adalah berturut-turut sebesar Rp 35. daerahdaerah yang potensial untuk pengembangan usaha manisan pala adalah daerah penghasil pala utama di Indonesia seperti Sulawesi Utara. Harga jual manisan pala dari produsen ke pedagang sangat jauh berbeda dengan harga yang berlaku dipasaran umum/harga eceran yang dapat mencapai kisaran antara Rp.500 per kg Harga biji.000 .3. fuli dan minyak pala dipengaruhi oleh harga yang berlaku di pasaran internasional dan kurs rupiah terhadap dolar Amerika. Peningkatan produksi buah pala sendiri berkisar antara 3-5% per tahun. 16 . 3.2.925 60. 13.428 19.500 per kg bahkan harga di supermarket mencapai Rp.544 59. Sumatra Barat dan Jawa Barat. Nangroe Aceh Darussalam.Sumatra Utara Jawa Tengah NTT Lampung Jawa Timur Kalimantan Timur Total Indonesia 203 909 405 80 9 14 208 914 405 80 9 14 228 934 405 80 9 14 44 27 29 20 4 2 59 43 29 25 4 2 62 48 29 25 4 2 19.000.000 dan Rp 65. yaitu tingkat penawaran dan permintaan di pasar serta biaya pengadaan bahan baku. 9.600 18.954 59. Berdasarkan ketersediaan potensi bahan baku. Maluku. 4.500 per kg. Perkembangan harga manisan pala dari tahun ke tahun relatif meningkat seiring dengan peningkatan biaya produksi. Perkembangan harga ekspor rata-rata produk dari pala dapat dilihat pada Tabel 3. pada tahun 1998 meningkat menjadi Rp. Sulawesi Selatan.000 s/d Rp.500 per kg dan pada saat ini (2001) harga penjualan rata-rata manisan pala kepada pedagang sekitar Rp 7. Papua.3. 18. tersebut di atas terlihat adanya kecenderungan terjadinya peningkatan luas areal dan produksi pala setiap tahunnya. Harga Harga produk manisan pala sangat dipengaruhi oleh beberapa variabel yang berlaku di pasaran.000 per kg.359 Sumber: Statistik Perkebunan Indonesia (Ditjen Perkebunan 2000) Berdasarkan data pada Tabel 3. Pada tahun 1995 pengusaha manisan pala menjual produknya dengan harga Rp.

5 kg 7.99 Aspek Produksi 1. Bahan-Bahan yang Digunakan untuk Pembuatan Manisan Pala Basah 17 Satuan buah kg kg kg g kg pak m3 liter Untuk 1 kg pala kering 16 1 0.07 26.43 1.4.016 0.37 6.3. Bahan Baku Kebutuhan Bahan Baku dan Bahan Penolong Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan manisan pala kering adalah sebagai berikut : Tabel 4.32 Untuk 300 kg pala kering 4.50 1.Tabel 3.800 300 5 0. Plastik kemasan 0.3. Bahan Pewarna 6. Isi hekter 8.07 4.82 2.5 100 4.2 4 ±1 8 Minyak tanah untuk kompor .002 0.34 18.41 4.87 5. Buah Pala Mentah 2.75 1.21 1999 2.18 2000 2. Gula Pasir 3. Air 9. Bahan-Bahan untuk Pembuatan Manisan Pala Kering No Bahan 1.89 3.09 6.91 25. Natrium Bisulfit (NaHSO3)/Pengawet 5.22 1. Tabel 4. Garam 4.12 14. Perkembangan Harga Rata-Rata Produk Pala Tahun 1996-2000 Perkembangan harga (US $) pada tahun: Produk 1996 1997 1998 Nutmeg in shell Nutmeg shelled Mace Essensial oil of nutmegs 1.24 4.03 26.

Penggunaan gula pasir harus dipilih yang putih dan bersih.6 gram untuk setiap 1 kg pala. Garam Garam digunakan untuk merendam buah pala berfungsi sebagai pencegah buah pala yang telah dikupas agar tidak berubah warna menjadi kecoklatan (browning) disamping juga untuk meningkatkan cita rasa.5% atau 16. 1). 3. 2. 5. Data Primer (2001) Bahan PALA BASAH Buah Pala Mentah Gula Pasir Garam Natrium Bisulfit (NaHSO3)/Pengawet Plastik Air Isi hekter Satuan Buah kg kg kg kg m3 pak Untuk 150 kg pala basah 3. Buah pala untuk manisan pala kering dipilih yang berukuran sedang sampai besar agar mudah dibentuk. oleh karena itu buah pala yang hendak dipanen sebaiknya berumur (6-7) bulan sejak berbunga. b. namun masih dapat digunakan untuk diolah menjadi pala basah. Gula yang berwarna kecoklatan akan memberikan hasil manisan pala yang berwarna kelam. Gula Pasir Bahan penolong utama yang diperlukan adalah gula pasir. 18 . Bahan Baku (buah pala) Bahan baku untuk pembuatan manisan pala adalah buah pala yang segar. Jumlah pemakaian garam adalah 1. Bahan Penolong a.000 75 5 0. 7.No 1. Buah pala yang berukuran kecil tidak baik untuk pembuatan pala kering.25 3 ±1 3 Dalam pembuatan manisan pala basah untuk penghematan gula dapat menggunakan gula dari hasil penirisan pembuatan manisan pala kering. 6. 4. 2).

Bahan Bakar Bahan bakar berupa minyak tanah dipakai untuk pengeringan menggunakan oven. bahkan penjualan ada yang diantar sampai ke depan rumah pengrajin/pengusaha. Sumber Bahan Baku dan Bahan Penolong Buah pala yang diperlukan dapat dengan mudah diperoleh oleh para pengrajin/pengusaha. Buah pala yang terlalu kecil sulit untuk dibentuk dan akan 19 . maka relatif mudah diperoleh.c. Oven untuk pengering menggunakan panas dari kompor dengan bahan bakar minyak tanah. 2. Produk manisan pala kering jika disimpan pada tempat yang baik mampu bertahan sampai dengan 6 bulan. Produk pala basah dihasilkan dari sisa buah pala yang tidak dapat dijadikan pala kering bentuk bunga karena ukuran buah terlalu kecil. Bahan Pengawet Sebagian bahan pengawet digunakan Na-benzoat atau Natrium Bisulfit (NaHSO3). biasanya menggunakan warna hijau. misalnya botol gelas berbentuk jar (untuk pala basah) dan kantung plastik yang tidak berwarna untuk pala kering. Kebutuhan minyak tanah dalam satu malam adalah sebanyak 2 liter untuk setiap kompor. JENIS DAN MUTU PRODUK Produk yang dihasilkan terdiri dari manisan pala kering dan manisan pala basah. Pemakaian asam benzoat untuk 1 kg pala dibutuhkan sekitar 2 gram NaHSO3. Jumlah bahan pewarna yang digunakan adalah sebanyak 0. 3). Bahan Pewarna Bahan pewarna digunakan untuk mewarnai daging buah pala. Karena buah pala tidak mengenal musiman. bahan penolong juga mudah diperoleh oleh para pengrajin/pengusaha di pasar-pasar tradisional. merah atau kuning. Para penjual buah pala biasanya langsung datang ke pasar terdekat di daerah pengrajin. Dilihat dari ketersediaannya. Pengemas Mengingat produk manisan pala semi basah masih dijumpai di toko-toko makanan maka sebaiknya sebagai pengemas/wadah utama dipilih yang tembus pandang. 4).334 gram untuk setiap kg pala. d. Produk manisan pala kering yang dihasilkan dalam satu periode produksi adalah sebanyak 300 kg dan produk manisan pala basah sebanyak 150 kg. sedangkan produk manisan pala basah bertahan selama 2 minggu tanpa mengalami perubahan rasa dan warna.

Buah pala yang dijadikan manisan pala basah biasanya berkisar 25% dari produksi manisan pala kering. 3. 2. 4. Jumlah biji pala dan fuli yang dapat diperoleh adalah sebanyak 1 kg biji kering dan 0.5.1 kg fuli untuk setiap 500 buah pala segar. Produk yang dapat dihasilkan dari pembuatan manisan pala adalah sebagai berikut: Tabel 4. 1. Untuk buah pala yang sudah cukup tua 1 kg biji dapat dihasilkan dari 150-200 buah pala. Produk Utama dan Hasil Samping Pembuatan Manisan Pala No.1 kg per 500 buah pala Data Primer (2001) 20 . diperoleh pula biji pala dan fuli yang harga jual per kg jauh lebih besar dibandingkan manisan pala sendiri. Produk yang dihasilkan Manisan Pala kering Manisan Pala basah Biji pala kering (Nutmegs shelled) Fuli/Cempra (Mace) Konversi dari buah pala 1 kg per 16 buah pala 1 kg per 20 buah pala 1 kg per 500 buah pala 0.memerlukan gula lebih banyak. Disamping manisan pala kering dan manisan pala basah. Hal ini sangat tergantung pada besar-kecil dan kematangan/ketuaan buah pala sebagai bahan baku.

CARI ONLINE BORNEO studi kelayakan Agribisnis www.id – http://pphp.com/ pasar sempurna dan tidak sempurna 21 .com www.go.com / persaingan pasar agribisnis www.google.com www.id www. SIPUK Bank Indonesia.google.deptan.DAFTAR PUSTAKA http://agribisnis.go.deptan. WARTA AGRIBISNIS.

You're Reading a Free Preview

Descarga
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->