Está en la página 1de 37

Disusun Oleh : Nama : Afdhalurrahman Nim : 0471110153

FAKULTAKEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA

BAB I PENDAHULUAN
Pada era yang serba modern ini masyarakat telah banyak mengenal kemajuan teknologi khususnya di dalam ilmu kedokteran. Istilah-istilah seperti cuci darah (hemodialisis), transplantasi organ, fisioterapi, rontgen, operasi plastik dan sebagainya bukanlah merupakan sesuatu yang tabu dan aneh lagi. Bagi mereka teknologi tersebut telah menjadi suatu pilihan yang utama. Apabila kita bandingkan pada masa-masa terdahulu, dimana masyarakat masih menggunakan peralatan yang cukup sederhana dan tradisional, zaman sekarang ini merupakan zaman yang penuh dengan kemudahan dan kelancaran tanpa mengakibatkan resiko kefatalan. Kita contohkan saja dengan tindakan operasi, masyarakat zaman dahulu belum mengenal istilah obat-obatan yang digunakan untuk pembiusan (anestesi), tetapi mereka hanya menggunakan ramuan-ramuan tradisional. Selain itu, oleh karena peralatan yang sederhana, dapat memberikan resiko yang besar yaitu dikarenakan tidak dilakukannya pensterilan alat-alat, sehingga tidak jarang berakibat fatal. Teknologi yang serba canggih sekarang ini dapatlah dikatakan sebagai hasil dari buah karya pemikiran manusia. Hasil pemikiran manusia tersebut juga tidak luput dari peranan alam, sebagai contoh para ilmuwan israel telah mampu membuat suatu perangkat optik untuk ilmu kedokteran yang dapat dipakai untuk penggunaan alat-alat seperti pencitraan [scan], mereka terilhami oleh mata seekor lalat. Mata lalat memiliki rancangan yang dikenal sebagai "mata majemuk" dan yang memungkinkannya melihat melalui lensa [mata] yang berjumlah banyak dan pada sudut pandang yang lebar.1 Jadi, jelaslah bahwa sehebat apapun suatu karya ciptaan manusia, tidaklah sehebat dengan apa yang telah diciptakan oleh Allah SWT, yaitu alam jagad raya ini yang sekaligus menjadi tempat tinggal manusia itu sendiri.

Dikutip dari situs www.harunyahya.com

BAB II ISI
A. Masalah

KOLESTEROL
Kolesterol, yang saat ini sedang menjadi buah bibir sebagai sesuatu yang mengerikan, merupakan penyebab dari berbagai penyakit, terutama jantung dan stroke. Apa kolesterol itu sebenarnya ? Kolesterol sebenarnya merupakan salah satu komponen lemak. Seperti kita ketahui, lemak merupakan salah satu zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh kita disamping zat gizi lain seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Lemak merupakan salah satu sumber energi yang memberikan kalori paling tinggi. Disamping sebagai salah satu sumber energi, sebenarnya lemak atau khususnya kolesterol memang merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita terutama untuk membentuk dinding sel-sel dalam tubuh. Kolesterol juga merupakan bahan dasar pembentukan hormon-hormon steroid. Tetapi bila kolesterol dalam tubuh berlebih akan tertimbun didalam dinding pembuluh darah dan menimbulkan suatu kondisi yang disebut aterosklerosis yaitu penyempitan atau pengerasan pembuluh darah.2 Kolesterol yang kita butuhkan tersebut, secara normal diproduksi sendiri oleh tubuh dalam jumlah yang tepat. Tetapi ia bisa meningkat jumlahnya karena makanan ekstern yang berasal dari lemak hewani, telur dan yang disebut sebagai makanan sampah (junkfood). Apa yang terjadi dalam tubuh ? Unsur-unsur lemak dalam darah terdiri atas kolesterol, trigliserida, fosfolipid dan asam lemak bebas. Hanya seperempat dari kolesterol yang terkandung dalam darah berasal langsung dari saluran pencernaan yang diserap dari makanan, sisanya merupakan hasil produksi tubuh sendiri oleh sel-sel hati. Lemak yang terdapat dalam makanan akan diuraikan menjadi kolesterol, trigliserida, fosfolipid dan asam lemak bebas pada saat dicerna dalam usus. Keempat
2

Kondisi ini merupakan cikal bakal terjadinya penyakit jantung dan stroke.

unsur lemak ini akan diserap dari usus dan masuk kedalam darah. Kolesterol dan unsur lemak lain tidak larut dalam darah. Agar dapat diangkut dalam aliran darah, kolesterol bersama dengan lemak-lemak lain (trigliserida dan fosfolipid) harus berikatan dengan protein untuk membentuk senyawa yang larut dan disebut dengan lipoprotein. Kilomikron merupakan liprotein yang mengangkut lemak menuju ke hati. Dalam hati, ikatan lemak tersebut akan diuraikan sehingga terbentuk kembali keempat unsur lemak tersebut, dan asam lemak yang terbentuk akan dipakai sebagai sumber energi atau bila jumlahnya berlebih akan disimpan dalam jaringan lemak. Bila asupan kolesterol tidak mencukupi, sel hati akan memproduksinya. Dari hati, kolesterol diangkut oleh lipoprotein yang bernama LDL ( Low Density Lipoprotein ) untuk dibawa ke sel-sel tubuh yang memerlukan termasuk ke sel otot jantung, otak dan lain-lain agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kelebihan kolesterol akan diangkut kembali oleh lipoprotein yang disebut HDL (High Density Lipoprotein) untuk dibawa kehati yang selanjutnya akan diuraikan lalu dibuang ke dalam kandung empedu sebagai asam ( cairan ) empedu. LDL mengandung lebih banyak lemak daripada LDL sehingga ia akan mengambang di dlam darah. Protein utama yang membentuk LDL adalah Apo-B (apolipoprotein-B). LDL dianggap sebagai lemak yang "jahat" karena dapat menyebabkan penempelan kolesterol di dinding pembuluh darah. Sebaliknya HDL disebut sebagai lemak yang baik karena dalam operasinya ia membersihkan kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dengan mengangkutnya kembali ke hati. Protein utama yang membentuk HDL adalah Apo-A (apolipoprotein). HDL ini mempunyai kandungan lemak lebih sedikit dan mempunyai kepadatan tinggi atau lebih berat. Bagaimana kolesterol menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah? Kolesterol yang berlebihan dalam darah akan mudah melekat pada dinding sebelah dalam pembuluh darah. Selanjutnya, LDL akan menembus dinding pembuluh darah melalui lapisan sel endotel, masuk ke lapisan dinding pembuluh darah yang lebih dalam yaitu intima. Makin kecil ukuran LDL atau makin tinggi kepadatannya makin mudah pula LDL tersebut menyusup ke dalam Iintima. LDL demikian disebut LDL kecil padat. LDL yang telah menyusup ke dalam intima akan mengalami oksidasi tahap pertama sehingga terbentuk LDL yang teroksidasi. LDL-teroksidasi akan memacu terbentuknya zat yang dpat melekatkan dan menarik monosit (salah satu jenis sel darah putih) 6

menembus lapisan endotel dan masuk ke dalam intima. Disamping itu LDL-teroksidasi juga menghasilkan zat yang dapat mengubah monosit yang telah masuk ke dalam intima menjadi makrofag. Sementara itu LDL-teroksidasi akan mengalami oksidasi tahap kedua menjadi LDL yang teroksidasi sempurna yang dapat mengubah makrofag menjadi sel busa. Sel busa yang terbentuk akan saling berikatan membentuk gumpalan yang makin lama makin besar sehingga membentuk benjolan yang mengakibatkan penyempitan lumen pembuluh darah. Keadaan ini akan semakin memburuk karena LDL akan teroksidasi sempurna juga merangsang sel-sel otot pada lapisan pembuluh darah yang lebih dalam (media) untuk masuk ke lapisan intima dan kemudian akan membelah-belah diri sehingga jumlahnya semakin banyak. Uraian tersebut diatas menunjukan bahwa terjadinya sumbatan pada pembuluh darah tidak semudah yang kita bayangkan. Kadar kolesterol yang tinggi perlu diwaspadai karena merupakan cikal bakal proses penyumbatan pembuluh darah, terlebih lagi bila yang meninggi adalah kadar kolesterol LDL, yang kita kenal sebagai lemak "jahat". Kalau kita lihat mekanisme pembentukan sumbatan pembuluh darah diatas, LDL semakin berbahaya bila mempunyai ukuran kecil dengan kepadatan tinggi atau yang kita kenal sebagai LDL-kecil-padat. Banyaknya LDL kecil padat di dalam darah ditandai dengan kadar Apo-B yang tinggi dan kadar trigliserida setelah makan yang tinggi pula. Disamping itu, biasanya disertai dengan kadar kolesterol yang rendah. Jadi LDL memang berbahaya, tetapi LDL kecil padat lebih berbahaya dan LDL teroksidasi adalah yang sangat berbahaya karena dialah yang memacu berbagai mekanisme terbentuknya benjolan pada dinding pembuluh darah atau yang dalam istilah kedokteran disebut ateroma. Proses oksidasi LDL secara normal dihambat oleh sistem antioksidan yang ada dalam tubuh setiap orang. Namun bila sistem antioksidan tubuh tidak memadai proses oksidasi LDL akan terus berjalan. Cukup tidaknya sistem antioksidan tubuh seseorang untuk menangkal proses tersebut dapat dilihat dari pemeriksaan status antioksidan total dan/atau kadar SOD dan GPx.

Lipoprotein (a) atau Lp(a)3 merupakan salah satu jenis lipoprotein seperti LDL yang ujungnya berikatan dengan Apo(a). Seperti halnya LDL maka Lp(a) mempunyai kandungan kolesterol yang tinggi sehingga peningkatan kadar Lp(a) akan meningkatkan pula pengendapan kolesterol pada dinding pembuluh darah. Akibatnya, ateroma yang terbentuk semakin besar dan semakin mempersempit lumen pembuluh darah. Timbunan lemak pada dinding pembuluh darah (plak) ini bersifat rapuh dan akan mudah rontok bila aliran darah deras misalnya pada saat tekanan darah meningkat tinggi atau pada saat pembuluh darah mengkerut karena stress. Rontokan plak akan terbawa aliran darah dan akan menyebabkan penyumbatan bila sampai pada pembuluh darah yang kecil (misalnya pembuluh darah otak, sehingga terjadilah stroke). Rontoknya plak , akan meninggalkan goresan luka pada dinding pembuluh darah. Sebagaimana bila tangan kita terluka, secara spontan tubuh akan merangsang faktorfaktor pembekuan darah (diantaranya faktor VII) untuk membentuk bekuan darah dari fibrinogen. Dapat kita bayangkan kalau bekuan darah ini terjadi pada pembuluh darah di daerah ateroma, maka semakin sempitlah lumen pembuluh darah koroner (yang menuju otot jantung) maka terjadilah PJK atau serangan jantung. Untuk menghindari penumpukan bekuan darah pada dinding pembuluh darah, tubuh kita mempunyai mekanisme untuk menguraikan bekuan darah tersebut. Caranya adalah dengan membentuk plasmin (zat pengurai bekuan darah) dari plasminogen (yaitu zat yang ada dalam tubuh kita). Apo(a) yang terdapat pada bagian ujung Lp(a) mirip dengan plasminogen. Akibatnya bila kadar Lp(a) tinggi mekanisme penguraian bekuan darah akan dihambat. Selain dihambat oleh Lp(a) mekanisme ini juga akan dihambat bila kadar PAI-1 (zat yang menghambat aktivitas plasminogen) tinggi. Untuk lebih jelasnya mengenai kolesteol ini, penulis akan membahas tentang komplikasi penyakit-penyakit yang dapat ditimbulkan.

Lipoprotein (a) adalah kolesterol yang paling berbahaya

STROKE
Stroke adalah gangguan fungsi otak akibat aliran darah ke otak mengalami gangguan. Akibatnya nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan otak tidak terpenuhi dengan baik. Penyebab stroke secara umum dapat dikatakan karena adanya sumbatan di pembuluh darah dan adanya pembuluh darah yang pecah. Stroke yang diderita oleh orang tua karena proses penuaan yang menyebabkan pembuluh darah mengeras dan menyempit, dan adanya lemak yang menyumbat pembuluh darah. Stroke yang disebut dengan GPDO (Gangguan Peredaran Darah Otak) ini di negara maju merupakan penyebab kematian nomor 3 (tiga) setelah penyakit jantung dan kanker pada kelompok usia lanjut, sedangkan di Indonesia menduduki peringkat pertama. Stroke merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak, penyakit ini sering diidentikkan dengan kelumpuhan anggota gerak yang menyerang secara tiba-tiba serta terjadinya penurunan kesadaran. Justru gejala tersamar dari stroke kurang diwaspadai, seperti gangguan memori, gangguan emosi, gangguan perilaku. Padahal deteksi dini terhadap gejala stroke merupakan hal yang utama. Stroke sering terjadi secara mendadak, dan bila menyerang pada usia diatas 45 tahun banyak menimbulkan cacat, tak mampu melakukan aktifitas sehari-hari, selalu bergantung pada orang lain dan menjadi beban keluarga. Diatas usia 45 tahun stroke paling banyak disebabkan oleh ATEROSKLEROSIS atau MENGERASNYA PEMBULUH DARAH. Pengerasan pembuluh darah ini akibat menebalnya dan mengurangnya kelenturan atau elastisitas dinding pembuluh darah ateri. Pada kelompok usia muda, stroke sering disebabkan oleh cacat pembuluh darah bawaan. Usia harapan hidup bertambah akibat keberhasilan dan kemajuan di bidang sosial ekonomi, serta perbaikan di bidang pangan. Hal ini mempunyai dampak dengan meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut. Sebagai contoh, penderita stroke di RS Islam Jakarta dari tahun ke tahun cenderung meningkat, sebagian besar berusia di atas 45 tahun dan pada umumnya laki-laki lebih banyak daripada wanita. Penyebab Stroke pada usia remaja dan usia produktif (15 sampai 40 tahun) disebabkan karena stres, penyalahgunaan narkoba, alkohol, faktor keturunan dan gaya hidup yang tak sehat. Selain itu, stroke dapat juga terjadi akibat : 9

1.

Iskemia Yaitu berkurang atau terhentinya aliran darah pada sebagian pembuluh darah di otak.

2.

Pendarahan Biasanya pendarahan terjadi karena dinding pembuluh darah otak robek. GPDO mengakibatkan fungsi otak terganggu dan bila gangguan yang terjadi cukup besar dapat mengakibatkan kematian sebagian otak (infark).

Jenis-Jenis Stroke 1. TIA (Transient Ischemic Attack). Merupakan stroke yang ringan, berupa serangan iskemik sepintas. 2. RIND (Reversible Ischemic Neurologic Deficit). Merupakan stroke yang ringan berupa gangguan syaraf oleh iskemik yang dapat pulih dan gejalanya dapat sembuh sempurna dalam waktu 24 jam. 3. Stroke Non Hemorhagica (Stroke tanpa pendarahan) . Merupakan stroke infark iskemik, yang terjadi karena aliran darah berkurang atau terhenti pada sebagian daerah otak. Biasanya penderita masih sadar. 4. Stroke Hemorhagica (Stroke dengan pendarahan). Merupakan stroke pendarahan yang terjadi karena dinding pembuluh darah otak robek. Biasanya kesadarannya menurun. Kebutuhan otak terhadap oksigen adalah 20% dari kebutuhan seluruh tubuh, walaupun berat otak hanya 2,5% dari berat badan. Oksigen ini diperoleh dari darah sehingga otak sangat tergantung pada kelancaran arah. Bila jatah oksigen terputus 8-10 detik akan terjadi gangguan fungsi otak. Bila lebih dari 6-8 menit akan terjadi lesi/jejas atau kerusakan pada sebagian otak yang tak pulih kembali (irreversibel). Faktor yang mempengaruhi darah di otak : Keadaan pembuluh darah arteri Keadaan darah (kekentalan, anemia) Keadaan jantung

10

Penyebab stroke
Faktor Resiko Mayor (Faktor Dominan) 1. Hipertensi (Tekanan darah tinggi) 2. Penyakit jantung 3. Sudah ada manifestasi aterosklerosis secara klinis (gejala-gejala pengerasan pembuluh darah), gangguan pembuluh darah koroner, gangguan pembuluh darah karotis, klaudikasio intermiten (nyeri yang hilang timbul), denyut nadi perifer tidak ada, dan lain-lain. 4. Diabetes melitus (kencing manis) 5. Polisitemia (banyak sel-sel darah) 6. Pernah terserang stroke. Faktor Resiko Minor 1. Kadar lemak darah yang tinggi 2. Hematokrit tinggi 3. Merokok 4. Kegemukan (obesitas) 5. Kadar asam urat tinggi 6. Kurang gerak badan/olah raga 7. Fibrinogen tinggi Masih banyak faktor lain yang dapat mengakibatkan kemungkinan serangan stroke, misalnya penyakit sifilis, malaria otak, penyakit darah yang menyebabkan kekentalan darah meningkat dan lain-lain.4

Dikutip dari situs http://www.rsi.co.id

11

PENYAKIT JANTUNG
Seperti halnya di negara maju, saat ini Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah (PJPD) telah menjadi penyebab kematian nomor 1 di Indonesia. Seringkali penyakit ini mengakibatkan kematian mendadak, ketika karier korban mulai menanjak atau mencapai puncaknya. Di Amerika Serikat dilaporkan setiap tahun lebih dari satu juta orang mengalami serangan jantung, separohnya mengalami kematian pada jam-jam pertama setelah adanya gejala. Setengah juta dari yang mengalami serangan jantung ini berhasil mencapai rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan dan dirawat di unit perawatan koroner intensif (ICCU) atau di sebut juga Unit perawatan kardiovaskuler Intensif (Cardio Vascular Care Unit). Dilaporkan pula bahwa angka kematian di Rumah Sakit (RS) sekitar 15%, biasanya akibat kematian (necrose) otot jantung yang luas. Sebanyak kira-kira 425.000 dari pasien yang dirawat ini berhasil meninggalkan RS dan kira-kira 10% (42.000) dari jumlah ini meninggal setelah satu tahun kemudian. Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan biaya sebanyak 60 milyar dollar atau kira-kira Rp. 10.000 x 60.000.000.000 = Rp.600.000.000.000.000, sejumlah 600 trilyun rupiah setiap tahunnya untuk biaya pengobatan, hilangnya produktivitas dan penghasilan. Jenis PJPD antara lain: 1) Penyakit Jantung Koroner, 2) Penyakit Jantung Hipertensi, 3) Penyakit Jantung Rheumatik, 4) Penyakit Jantung Bawaan, 5) Penyakit Jantung akibat kelainan endokrin, 6) Penyakit Jantung akibat kelainan paru, 7) Penyakit Pembuluh Darah Otak, 8) Penyakit Pembuluh Darah Perifer/tepi.5 Penyakit jantung koroner (PJK) antara lain dapat berupa penyakit jantung iskemik karena penyempitan pembuluh darah koroner, serangan jantung mendadak atau istilah akademisnya infark miokard akut dan dapat pula berupa kematian jantung mendadak (Sudden Cardiac Death). Meskipun beberapa jenis penyakit jantung khususnya Penyakit Jantung Koroner (PJK) yang menjadi penyebab utama kematian sebenarnya dapat dicegah, akan tetapi angka kejadiannya di tanah air kita cenderung terus meningkat. Keberhasilan upaya
5

Pernyataan ini sesuai dengan artikel yang dibuat oleh Dr. Anna Ulfah Rahayoe, SpJP

12

pencegahan terlihat dengan berkurangnya angka kejadian PJK di beberapa negara maju, dimana sistem penaggulangan Penyakit Kardiovaskuler sudah terstruktur rapi. Mengingat hal di atas sangatlah penting untuk mengetahui apa itu serangan jantung, pengenalan dini dan bagaimana pertolongannya sehingga dengan demikian diharapkan agar angka kematian akibat serangan jantung akan menurun. Apalagi semua orang ada kemungkinan untuk terkena serangan jantung. Terutama anda yang memiliki banyak faktor resiko koroner yang menjadi penyebab terjadinya PJK. Seringkali orang mengatakan: "Penyakit Jantung & Pembuluh Darah merupakan penyakit kaum pria". Sebenarnya anggapan itu keliru, karena pada kenyataannya penyakit ini juga sering menimpa kaum perempuan. Menurut penelitian, pria mengalami serangan jantung rata-rata 10 tahun lebih muda daripada perempuan, hal ini disebabkan oleh efek proteksi/perlindungan yang diberikan oleh hormon estrogen pada kaum perempuan, hal ini disebabkan oleh efek proteksi/perlindungan yang diberikan oleh hormon estrogen pada kaum perempuan yang masih menstruasi. Pada usia 25-35 tahun angka kejadian PJK pada pria dibanding perempuan adalah 3 : 1, rasio ini berubah bertahap mencapai 1.7 : 1 pada usia 36-49 tahun, dan menjadi sebanding pada usia mendekati 80 tahun. Risiko menderita PJK pada perempuan kulit putih yang telah menopause di Amerika adalah 50%, dengan angka kematian 31%. Sebenarnya angka kematian akibat PJPD pada kaum perempuan jauh lebih tinggi dibanding akibat kanker, akan tetapi penyakit kanker bagi mereka lebih menakutkan. Pengobatan penyakit jantung yang dilakukan sesuai dengan Standar Internasional sangat besar biayanya, dan merupakan beban yang berat untuk negara. Permasalahan ini sudah dikeluhkan oleh negara-negara maju baik di benua Amerika, Eropa maupun Australia. Bagi negara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesia, sulit rasanya pengobatan yang ideal dapat dilaksanakan pada semua pasien. Oleh karenanya, upaya pencegahan sebaiknya lebih digalakkan dengan menyertakan partisipasi masyarakat, agar penyakit ini dapat dihindari. Upaya mengenali PJK melalui berbagai pemeriksaan perlu disebarluaskan, agar penderita terhindar dari serangan jantung yang fatal.

13

JANTUNG DAN FUNGSINYA Jantung adalah salah satu organ tubuh yang vital. Jantung kiri berfungsi memompa darah bersih (kaya oksigen/zat asam) keseluruh tubuh, sedangkan jantung kanan menampung darah kotor (rendah oksigen, kaya karbon dioksida/zat asam arang) yang kemudian dialirkan ke paru-paru untuk dibersihkan. Jantung normal besarnya segenggam tangan kiri pemiliknya. Jantung berdenyut 60-80 kali permenit, denyutan bertambah cepat pada saat aktivitas atau emosi, agar kebutuhan tubuh akan energi dapat terpenuhi. Andaikan denyutan jantung 70 kali permenit, maka dalam 1 jam jantung berdenyut 4200 kali atau 100.800 kali sehari semalam. Tiap kali berdenyut dipompakan darah sekitar 70 cc, jadi dalam 24 jam jantung memompakan darah sebanyak kira-kira 7000 liter. Untuk memenuhi kebutuhan energi otot jantung, tersedia pembuluh darah/arteri koroner yang mengalirkan darah sarat nutrisi. Pembuluh ini keluar dari pangkal pembuluh darah utama/aorta, ada dua yakni arteri koroner kiri (LCA) dan arteri koroner kanan (RCA) (gambar 1). Masing-masing arteri koroner ini bercabang halus keseluruh otot jantung, untuk mensuplai energi kimiawi.

Gambar 1. Jantung dengan arteri koroner kanan (RCA) dan kiri (LCA)

14

DEFINISI DAN GEJALA SERANGAN JANTUNG Serangan jantung akut adalah kematian otot-otot jantung yang disebabkan karena terhentinya pasokan darah ke otot jantung tersebut akibat tersumbatnya satu atau lebih pembuluh darah arteri koroner oleh gumpalan darah.6 Tersumbatnya pembuluh koroner mengakibatkan otot-otot jantung yang diperdarahinya tidak mendapat pasokan darah dengan segala nutrisi yang ada di dalamnya seperti glukosa, vitamin dan mineral, hormon-hormon dan elektrolit seperti natrium, kalium, magnesium dan kalsium. Pasokan oksigen yang sangat diperlukan untuk hidupnya otot jantung juga akan terhenti. Matinya sebagian otot jantung ini akan mengakibatkan gangguan fungsi jantung sebagai pompa untuk memompakan darah ke seluruh tubuh termasuk semua organ seperti paru, hati (limpa), ginjal dan organ-organ tubuh lainnya. Intinya adalah pasokan darah beserta zat makanan di dalamnya untuk kebutuhan tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki akan terganggu. Tergantung pada pembuluh koroner mana yang tersumbat, dan berapa pembuluh koroner yang tersumbat akan berdampak pada luasnya otot jantung yang mengalami kematian. Bila yang tersumbat pembuluh koroner utama (left main coronary artery) serangan jantung biasanya berakhir dengan kematian. Demikian juga bila sumbatan terjadi pada banyak tempat, pasien jarang bisa ditolong. Lain halnya bila yang tersumbat itu satu pembuluh koroner atau cabang dari pembuluh koroner yang ada biasanya penderita akan tertolong. Hal ini juga tergantung pada pertolongan yang diberikan saat terjadinya serangan jantung, yang berhubungan erat dengan waktu datangnya pasien ke unit darurat (emergency room). Bila pasien datang tidak lebih dari 6 jam setelah dirasakannya gejala biasanya pemberian terapi trombolitik akan sangat bermanfaat. Terapi trombolitik ini dimaksudkan untuk membuka kembali sumbatan koroner yang terjadi.

GEJALA SERANGAN JANTUNG AKUT


6

Gumpalan darah ini disebut dengan istilah trombus.

15

Penderita serangan jantung akut akan merasakan nyeri dada khas akibat terhentinya pasokan darah ke otot jantung yang diperdarahi oleh pembuluh koroner yang tersumbat. Dapat dikatakan bahwa nyeri dada yang dirasakan oleh pasien yang mengalami serangan jantung itu merupakan jeritan dari otot jantung yang terhenti pasokan oksigen dan zat makanan lain untuknya. "Hei, gua ini tak dapat oksigen, nih!?" demikianlah kira-kira jeritan otot jantung tersebut. Bermacam-macam manifestasi nyeri dada dapat dirasakan. Mulai dari terasa terhimpit barang berat, rasa dibakar, rasa diremas, dipelintir sampai dengan rasa diirisiris. Nyeri dada khas ini lebih dikenal dengan istilah angina pektoris. Biasanya berlangsung lebih dari 20 menit. Nyeri dada ini tidak hilang dengan istirahat dan juga tidak hilang dengan pemberian obat nitrat di bawah lidah. Rasa nyeri di dada ini sering menjalar ke lengan kiri sampai ke jari-jari tangan. Terasa tembus sampai ke punggung dan dapat pula sampai ke leher sehingga terasa seperti di cekik dan dapat juga ke rahang bawah. Nyeri ini dapat juga seperti keluhan penderita sakit lambung (maag), yaitu berupa rasa nyeri di ulu hati. Sering juga dikeluhkan oleh pasien sebagai rasa sukar bernafas. Serangan jantung akut ini biasanya diikuti dengan keringat yang bercucuran yang sering melebihi pekerja berat, tetapi dikeluhkan sebagai keringat dingin yang sering sehingga dapat membasahi pakaian penderita. Di samping itu ada juga serangan jantung yang seolah-olah tanpa gejala. Pasien hanya merasakan tak enak di dada. Keadaan ini dikenal sebagai Silent Myocardial Infarction. Diagnosa biasanya ditegakkan dokter berdasarkan hasil rekaman listrik jantung (EKG) waktu datang di ruang emergensi dan kenaikan enzim jantung. Sering terdapat pada penderita dengan diabetes mellitus. TANDA AWAL GAGAL JANTUNG Gagal jantung adalah kondisi dimana jantung tak mampu memenuhi kebutuhan tubuh. Kondisi ini dapat terjadi pada keadaan dimana otot jantung berkurang kekuatannya untuk memompa misalnya akibat infark miokard yang luas, kerusakan sel miokard akibat tekanan darah tinggi yang berlangsung bertahun-tahun, atau sebab-sebab lain. Keluhan awal gagal jantung adalah:

Bengkak di tungkai/kaki (edema) 16

Sesak karena darah terkumpul di jaringan paru (edema paru)

ANGKA KESAKITAN DAN ANGKA KEMATIAN Angka kejadian PJPD di Indonesia belum diteliti dengan akurat. Di Amerika Serikat pada tahun 1996 dilaporkan hampir mencapai 60 juta penderita, ternyata dari 5 orang Amerika satu diantaranya menderita PJPD. Sesudah menopause, perempuan Amerika 50% menderita PJPD, dan angka kematiannya 31%. Macam-macam PJPD di negeri itu dapat dilihat pada tabel 1. Tekanan darah tinggi paling sering dijumpai disusul dengan penyakit jantung koroner dan stroke. Karena jantung harus memompa darah ke pembuluh utama yang bertekanan tinggi, maka akan terjadi penebalan otot jantung. Bila tekanan darah tidak dikontrol dengan baik, maka lama kelamaan rongga jantung akan melebar (dilatasi), dan terjadilah kerusakan sel-0sel otot jantung yang berlanjut dengan penurunan fungsi pompa jantung. Seperti halnya kerusakan otot jantung akibat infark miokard, tekanan darah tinggi juga dapat menimbulkan komplikasi gagal jantung. Tabel 1. jenis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah serta angka Kejadian di USA

Jenis Penyakit Tekanan darah tinggi Penyakit Jantung Koroner - Iskemik Miokard - Infark Miokard Stroke Penyakit Jantung Rheumatik Penyakit Jantung Bawaan Gagal Jantung Kongestif

Jumlah Penderita 50.000.000 12.000.000 6.200.000 7.000.000 4.400.000 1.800.000 1.000.000 4.000.000

17

Kematian akibat PJPD di seluruh Amerika Serikat pada tahun 1996 mencapai 959.227 penderita, yakni 41,4% dari seluruh kematian. Setiap hari 2600 penduduk meninggal akibat penyakit ini. Meskipun berbagai pertolongan mutakhir telah diupayakan, namun setiap 33 detik tetap saja seorang warga Amerika meninggal akibat penyakit ini. Dari jumlah tersebut, 476.126 kematian disebabkan oleh Penyakit Jantung Koroner, yang menjadi penyebab kematian nomor satu. Tabel 2. Penyebab utama kematian di USA pada tahun 1996

Jenis Penyakit /Kejadian Penyakit Jantung & Pembuluh Darah Kanker Kecelakaan AIDS

Jumlah Kematian 959.227 539.533 94.948 31.130

Pada tahun 1999 diperkirakan 1.100.000 warga Amerika mengalami serangan jantung, 650.000 serangan pertama kali dan 450.000 serangan ulangan. Penduduk dengan pendidikan rendah ternyata lebih besar angka kejadiannya dibanding yang berpendidikan tinggi. Sekitar 250.000 penderita meninggal dalam waktu 1 jam setelah timbul serangan, meski pelayanan kesehatan sudah sedemikian majunya. Kematian mendadak ini biasanya terjadi akibat gangguan irama jantung yang berbahaya, lazim disebut Fibrilasi Ventrikel.

PENYAKIT JANTUNG KORONER DAN MANIFESTASINYA Penyakit jantung koroner adalah terjadinya penyumbatan sebagian atau total dari satu atau lebih pembuluh darah koroner yang diawali dengan penimbunan lemak pada lapisan-lapisan pembuluh darah tersebut (gambar 2). Penyumbatan pembuluh darah koroner terjadi akibat adanya proses aterosklerosis (perkapuran), proses aterosklerosis sebenarnya sudah dimulai sejak masa kanak-kanak, akan tetapi baru manifes pada usia dewasa, pertengahan atau lanjut. Selain proses aterosklerosis, ada juga proses lain, aykni 18

spasme (penyempitan) pembuluh darah koroner tanpa adanya kelainan anatomis, yang secara tersendiri atau bersama-sama memberikan gejala iskemia.

Gambar 2. Pembuluh darah yang mengalami penyempitan (proses aterosklerosis) Akibat adanya penyumbatan ini, maka dengan sendirinya suplai energi kimiawi ke otot jantung (miokard) berkurang, sehingga terjadilah gangguan keseimbangan antara suplai dan kebutuhan. Kondisi dimana otot jantung mengalami kekurangan energi kimiawi disebut isakemia miokard. Bila iskemia berlangsung terus maka terjadilah kerusakan sel otot jantung, kondisi ini disebut infark miokard. Bila penyumbatan terjadi di pangkal salah satu arteri koroner, maka kerusakan otot jantung yang terjadi sangat luas dan fungsi jantung sebagai pompa akan sangat berkurang. Akibatnya jantung tak mampu lagi memenuhi kebutuhan tubuh, dan terjadilah kondisi yang disebut dengan gagal jantung.

FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER DAN PENYAKIT PEMBULUH DARAH LAINNYA Sebelum tahun 1933, diduga PJK merupakan proses aterosklerosis akibat proses ketuaan saja. Tetapi belakangan diketahui ada beberapa faktor risiko yang memungkinkan seseorang menderita PJK lebih dini. Faktor risiko ini terbagi menjadi 2 bagian, yakni: 1. Faktor resiko yang tak dapat dimodifikasi, misalnya umur, jenis kelamin, dan riwayat

19

keluarga yang mengidap PJK. 2. Faktor resiko yang tak dapat dimodifikasi, terbagi lagi menjadi dua yakni: - Mayor (Kadar lemak yang tinggi, tekanan darah tinggi, merokok, kencing manis, dan kegemukan) - Minor (kurang aktivitas jasmani, corak kepribadian tipe A, stres, asam urat yang tinggi dan lainnya).

20

B. Metode yang digunakan


Apakah stroke dapat dihindari ? Stroke dapat dihindari dengan menekan faktor-faktor resiko, seperti mengendalikan hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, kolesterol, obesitas (kegemukan) dan tidak merokok. Selain itu, bagi yang berpotensi terkena serangan stroke, hendaknya senantiasa menjalankan pola hidup sehat, melakukan olah raga secara teratur dan menghindari stress.

Cegah Stroke dengan mengkonsumsi Wortel


Banyak cara dilakukan orang untuk menghindari penyakit ini, salah satu cara yang paling mudah dan murah adalah mengkonsumsi wortel. Stroke bukan monopoli penyakit orang tua, orang yang masih muda pun banyak yang terserang penyakit ini. Walaupun penyakit ini sering didominasi orang tua, tetapi fakta menunjukkan, banyak orang mati muda karena terserang stroke. Boleh dibilang, penyakit stroke menyerang kepada siapa saja tanpa memandang usia. WORTEL Wortel dikenal memiliki kandungan Vitamin A yang sangat tinggi, selain memiliki unsur lain seperti kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, dan besi. Wortel termasuk tumbuhan yang ditanam sepanjang tahun, terutama di daerah pegunungan yang memiliki suhu udara dingin dan lembab, dan tumbuhan ini dapat tumbuh pada semua musim. MANFAAT WORTEL PADA PENYAKIT STROKE Selama ini orang mengenal wortel hanya untuk kesehatan mata karena kandungan vitamin A yang sangat tinggi. Ternyata tanaman ini mempunyai khasiat yang lebih hebat lagi. Sayuran yang dikenal sebagai makanan favorit kelinci ini ternyata bisa mencegah

21

stroke. Orang yang terkena stroke, jika banyak mengkonsumsi Vitamin A, akan mengalami lebih sedikit kerusakan neurologis (saraf) dan mempunyai kesempatan untuk sembuh. Hal ini disebabkan karena waktu otak tidak memperoleh oksigen berapa lama, seperti pada stroke, sel mulai mengalami malfungsi (gangguan fungsi) yang menyebabkan rangkaian kejadian mencapai puncaknya ketika pada sel-sel saraf terjadi kerusakan oksidatif, dan kondisi tersebut dapat diredam jika dalam darah banyak terdapat vitamin A. Sebuah penelitan menunjukkan, mengkonsumsi wortel sedikitnya lima kali dalam seminggu dapat menurunkan resiko terkena stroke hingga 68 persen bila dibandingkan yang makan wortel satu kali dalam sebulan. Khasiat antistroke tersebut juga ditimbulkan karena aktivitas beta karoten yang mencegah terjadinya plak atau timbunan kolesterol dalam pembuluh darah. Beta karoten merupakan pigmen paling aktif apabila dibandingkan dengan alpha dan gamma karoten. Biasanya beta karoten lebih dikenal sebagai provitamin A yang akan menjadi vitamin A pada dinding usus halus. Tak ada seorangpun yang mau terkena stroke, dan tak seorangpun yang ingin mati muda. Mencegah lebih baik daripada mengobati, belajar pada alam, karena dari alam kita banyak menemukan manfaat. Wortel yang kita kenal sebagai sayuran, ternyata bisa menjauhkan kita dari kematian. PEMERIKSAAN PENYAKIT JANTUNG KORONER Pemeriksaan untuk PJK baik pria maupun perempuan sebenarnya tidak berbeda. Bila seseorang ingin memeriksakan jantungnya, maka dokter pasti akan memulai pemeriksaan itu dengan wawancara, yang istilah medisnya disebut anamnesis. Diawali dengan pertanyaan apa keluhan utama sampai dia mencari pertolongan dokter, kemudian keluhan lain-lain yang dikaitkan dengan keluhan-keluhan penyakit jantung. Riwayat penyakit dahulu, riwayat penyakit keluarga, khususnya hubungan keluarga dekat dengan penyakit jantung koroner atau kematian mendadak. Selanjutnya dokter melakukan pemeriksaan fisik, dari ujung rambut sampai ujung kaki, mula-mula hanya dengan mempergunakan tangan, kemudian dengan alat bantu dengar yaitu stateskop. Tekanan darah diukur dengan menggunakan alat yang disebut tensimeter.

22

Pemeriksaan selanjutnya adalah pemeriksaan elektrokardiografi (EKG), yang mampu merekam aktivitas listrik jantung. Mungkin saja disaat istirahat suplai energi kimiawi yang disalurkan lewat arteri koroner masih dapat memenuhi kebutuhan otot jantung sehingga pasien tak ada keluhan. Ketika dilakukan pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) saat istirahat kelihatannya normal. Akan tetapi pada saat melakukan aktivitas fisik atau emosi, ketidakseimbangan mulai terjadi, dan timbullah keluhan-keluhan akibat otot jantung kekurangan oksigen. Itulah sebabnya, kemudian pemeriksaan ini disebut uji latih jantung (test treadmill). Guna mengenali kemampuan jantung memompa dan area otot jantung yang berkurang fungsinya, dapat digunakan ekokardiografi. Alat yang menggunakan prinsip pantulan gelombang suara ini dapat memperlihatkan rongga jantung dan dindingnya (otot jantung), katup-katup serta sekat jantung dan masa abnormal di dalam rongga jantung. Pemeriksaan darah perlu dilakukan, khususnya untuk mencari kemungkinan faktorfaktor risiko PJK, yaitu: profil lemak (kolesterol total HDL, LDL dan trigliserda), gula darah puasa dan 2 jam sesudah makan, asam urat, dan kemungkinan fungsi ginjal serta fungsi hati sesuai kebutuhan. Pemeriksaan yang paling terpercaya untuk mengetahui penyumbatan arteri koroner adalah angiografi koroner, juga disebut kateterisasi jantung (cath). Pada pemeriksaan ini sebuah selang kecil berdiameter sekitar 2 mm dimasukkan lewat pembuluh darah dilipatan paha, selanjutnya mencapai pangkal pembuluh darah aorta tempat muara arteri koroner berada. Kemudian pada muara arteri koroner disemprotkan cairan kontras, perjalanan kontras diabadikan dalam film atau video (gambar 3). Bila ditemukan penyempitan, maka ada beberapa pilihan penyelesaian, yakni melebrakannya dengan balon atau bedah pintas koroner.

23

Gambar 3. Angiografi arteri koroner kiri memperlihatkan adanya penyempitan kritis

Seringkali pasien takut menjalani pemeriksaan ini, meskipun pemeriksaan ini sebenarnya cukup aman dan sangat besar manfaatnya. Mereka lebih menginginkan pemeriksaan yang tidak memasukkan alat termasuk slang sekecil apapun kedalam tubuhnya. Pemeriksaan dengan bahan Thalium mungkin dapat membantu mengenali adanya daerah otot jantung yang kekurangan suplai oksigen/energi kimiawi, melebihi kepekaan tes treadmil, akan tetapi pemeriksaan ini tidak mampu melokalisir dimana tepatnya penyempitan arteri koroner berada. BAGAIMANA MENENTUKAN ADANYA SERANGAN JANTUNG AKUT ? Penentuan seseorang menderita serangan jantung mendadak bagi dokter yang bertugas di UGD adalah berdasarkan kriteria yang ditentukan oleh organisasi kesehatan dunia yaitu terdapatnya 2 dari 3 tanda-tanda : adanya keluhan nyeri dada khas, adanya perubahan EKG, dan adanya peningkatan kadar enzim jantung. Bila kriteria ini tidak terpenuhi, diagnosa serangan jantung dapat dikesampingkan. PENGENALAN DINI PJK Adalah akan lebih bermanfaat bila seseorang dapat mengetahui lebih dini bahwa dirinya menderita PJK dari pada baru tahu setelah sampai di ruang emergensi dan dinyatakan mengalami serangan jantung. Atau lebih celaka lagi bila hanya keluarga dan orang yang ditinggalkan baru tahu setelah si pasien telah tiada dan dinyatakan meninggal mendadak akibat serangan jantung. Dari hasil penelitian di luar negeri dilaporkan bahwa 24

sebanyak 64% penderita PJK baru tahu untuk pertama kali menderita PJK setelah adanya serangan jantung akut dan 54% setelah terjadinya kematian mendadak akibat serangan jantung. APA YANG PERLU DILAKUKAN UNTUK DAPAT MENGETAHUI SECARA DINI PJK ? Jawabannya adalah memeriksakan diri secara rutin. Apalagi bila ada keluhan berupa rasa tidak enak di dada kiri atau dibelakang tulang dada. Nyeri ini biasanya terjadi pada saat adanya aktivitas fisik dan hilang bila beristirahat. Pokoknya bila ada rasa tidak enak di dada yang selama ini tidak pernah dirasakan anggaplah itu sebagai gejala awal dari PJK. Bila anda datang ke dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (Kardiolog), akan dikonfirmasikan apakah keluhan itu benar akibat PJK atau tidak. Disamping melakukan tanya jawab (anamnesa) tentang keluhan yang anda rasakan, dokter akan memeriksa EKG untuk melihat adakah tanda-tanda penyempitan pembuluh darah koroner anda. Bila EKG istirahat ini normal, tidak menunjukkan adanya tanda-tanda iskemik miokard akibat kurangnya pasokan oksigen ke otot jantung. Selanjutnya kardiolog akan melakukan Uji Latih Jantung dengan Beban (ULJB) dimana EKG anda dilakukan saat anda melakukan aktifitas fisik. ULJB dapat dilakukan dengan treadmill (jentera lari) atau dengan memakai ergo cycle (sepeda statis). Seandainya pemeriksaan ULJB ini menunjukkan adanya tandatanda penyempitan pada arteri koroner maka disebut hasil treadmill anda positif. Dokter anda akan memberitahukan bahwa anda mengidap sejenis PJK yang disebut penyakit jantung koroner iskemi. Diduga terdapat penyempitan pada salah satu atau lebih pembuluh koroner anda. Di saat itulah anda sudah harus mulai merobah gaya hidup (lifestyle) anda. Untuk dapat mencegah agar PJK ini menjadi lebih berat. Penyempitan pembuluh darah koroner yang sudah ada dijaga untuk tidak jadi bertambah sempit sehingga terjadi penyumbatan total. Bila tidak dicegah akan terjadi serangan jantung akut yang berakibat kematian mendadak. GAYA HIDUP BAGAIMANA SEHARUSNYA DILAKUKAN ? Upaya seseorang untuk tidak dapat PJK bagi yang belum dinyatakan menderita PJK atau agar seseorang yang telah menderita penyakit jantung iskemi tidak berlanjut menjadi 25

serangan jantung atau berakhir dengan kematian mendadak adalah dengan menjauhi gaya hidup PJK yang berisiko tinggi. Enam hal yang perlu dilakukan adalah:

Bila anda perokok, berhentilah merokok sekarang juga. Bila anda menderita kolesterol tinggi, lakukanlah diet rendah kolesterol dengan membatasi bahan makanan yang berkolesterol tinggi. Bila anda menderita tekanan darah tinggi, supaya mengontrol tekanan darah baik dengan membatasi garam atau konsultasilah dengan dokter anda. Bila anda menderita diabetes melitus, minta nasihat dokter anda untuk dapat mengontrol gula darah anda. Atasi stress psikologis bila kehidupan dan pekerjaan anda menyebabkan stress psikologis yang tinggi. Berolahraga teratur, mintalah advis pada dokter keluarga atau dokter spesialis jantung dan pembuluh darah anda.

BAGAIMANA PERTOLONGAN PADA SERANGAN JANTUNG ? Serangan jantung memerlukan pertolongan yang cepat dan tepat. Katakanlah seorang anggota keluarga, orang yang anda sayangi atau tetangga anda mengalami serangan jantung mendadak. Apa yang dapat anda lakukan ? Yang paling penting dan utama anda lakukan adalah menenangkan penderita - karena disamping nyeri angina seorang dalam serangan jantung biasanya dihantui rasa takut yaitu takut akan mati. Disamping itu anda juga harus menenangkan anggota keluarga agar supaya tidak panik. Bila yang bersangkutan sudah pernah mengalami serangan jantung atau sudah diketahui bahwa dia menderita PJK iskemi sebelumnya, dapat diberikan nitrat dibawah lidah seperti Cedocard 5 mg, Isordil, Nitrobat atau Isorbid 5 mg dan diberikan Aspirin untuk dikunyah sebesar 300-500 mg. Untuk yang baru pertama mengalami serangan jantung berikan Aspirin tablet sampai 1 tablet untuk dikunyah, segera mungkin penderita dibawa ke UGD/Emergensi untuk mendapatkan pertolongan selanjutnya. Bila dokter yang bertugas sudah yakin bahwa penderita benar dalam serangan jantung akut sudah barang tentu penderita mendapatkan terapi yang sudah sesuai untuk itu. Setelah mendapatkan oksigen dan pemasangan infus, bila penderita masih merasa kesakitan akan mendapatkan obat penghilang rasa sakit (pain killer). Obat penenang dan laksan 26

diberikan agar penderita tidak perlu mengejan untuk buang air besar. Obat-obat lainnya diberikan tergantung indikasi . Bila pasien datang kurang dari 12 jam sejak gejala pertama, dapat diberikan obat yang diharapkan dapat menghancurkan/melumerkan sumbatan yang terjadi , hal ini disebut trombolitik. Obat trombolitik ini dapat diberikan langsung melalui suntikan intravena dilanjutkan dengan infus. Bila diperlukan dapat juga diberikan langsung ke dalam arteri koroner. Ini dilakukan di ruang kateterisasi bila perlu akan dilakukan direct/primary PTCA (Percutaneous Transluminal Coronary Angiograplasty), yaitu membuka langsung pembuluh koroner yang tersumbat dengan memasukkan balon ke tempat sumbatan untuk kemudian dikembangkan dari luar sehingga pembuluh koroner yang tersumbat dapat dibuka kembali. Dengan demikian maka aliran darah akan kembali seperti semula sehingga otot jantung terhindar dari kematian. Selanjutnya penderita akan di rawat di ruang intensif sebelum dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Bila semua tindakan diatas tidak juga memberikan hasil maka pilihan terakhir adalah dengan melakukan pembedahan yang disebut bedah pintas koroner dengan memasukkan pembuluh baru melewati lokasi yang mengalami penyumbatan yang distal graft. Graft ini dapat berasal dari pembuluh darah balik yang diambil dari kaki, atau arteri radialis di tangan. Dapat juga digunakan pembuluh darah yang memperdarahi susu yang disebut arteri mamaria. Bisa arteri mamaria kiri atau kanan maupun keduanya tergantung kebutuhan. Setelah mengalami serangan jantung penderita dapat meninggalkan rumah sakit setelah 5-7 hari perawatan. Terutama pada serangan jantung mendadak tanpa komplikasi. Demikian juga pasca CABG penderita dapat pulang setelah perawatan di rumah sakit selama 5-10 hari.

C. Konsep menurut syariah


27

KEMUKJIZATAN AL-QURAN Para ulama telah berselisih pendapat mengenai bentuk kemukjizatan Al-Quran. Masing-masing mengatakan bahwa mukjizat Al-Quran itu hanya pada sudut-sudut tertentu. Ahli bahasa contohnya, mengatakan mukjizat Al-Quran itu terletak pada keelokan bahasa dan susunannya yang tidak dapat ditandingi oleh manusia. Di pihak yang lain pula mengatakan mukjizat Al-Quran itu terletak pada kandungannya yang menyentuh berbagai disiplin ilmu. Ada juga yang mengatakan mukjizat itu berlaku karena Allah SWT telah menutup hati manusia dari usaha mereka untuk mengubah isi Al-Quran walaupun hanya baru sebatas niat dalam hati mereka. Pendapat yang ketiga ini telah ditolak oleh Ahli Sunnah wal Jamaah karena jauh menyimpang dari pengertian mukjizat itu sendiri. Walaupun demikian, pada hakikatnya mukjizat Al-Quran meliputi semua perkara yang tidak mampu dilakukan manusia setelah ditakdirkan oleh Allah SWT walaupun mereka saling bantu-membantu. (Manna' AlQuttan 1981: 261-262 ). Sebagai contoh, dalam masalah yang berkaitan dengan "Roh", Allah SWT telah menerangkan ia adalah dari perkara ghaib yang menjadi rahasia Allah SWT. Tiada seorangpun yang dapat menyingkapnya kecuali dengan izin Allah. Penjelasan Allah tersebut kekal dan hingga kini rahasia tersebut masih tertutup rapat untuk dikaji oleh manusia. Satu perkara yang harus diberi perhatian adalah walaupun Al-Quran itu keseluruhannya adalah mukjizat, tetapi di dalam mengungkapkan sesuatu perkara ia tidak semestinya menerangkan dengan jelas dan terperinci. Inilah salah faham yang sering berlaku terhadap Al-Quran, apabila manusia menyangka semua teori ilmu itu akan diperolehi secara spesifik di dalamnya. Memang benar, tiada sesuatu apapun yang terlepas kupasan Al-Quran sebagaimana penggalan firman Allah SWT dalam Al-Quran yang berbunyi: "..Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam Al Kitab..". (AlAn'am 6:38). Walaupun begitu tidak semua perkara diterangkan dengan terperinci, malah sebahagian besar dari ayat-ayat Al-Quran hanya menyentuh sesuatu itu secara umum saja, apalagi jika ia melibatkan teori yang sentiasa berubah-ubah mengikut peredaran masa dan tempat. Hanya sedikit saja ayat-ayat Al-Quran yang menerangkan sesuatu dengan terperinci seperti keterangannya mengenai hukum-hukum yang melibatkan ibadah-ibadah khusus. ( Dr. Abd. Karim Zaidan 1987:157 ) 28

AYAT-AYAT AL-QURAN MENGENAI PENGOBATAN Al-Quran bukanlah sebuah buku tentang pengobatan karena ayat-ayatnya tidak diturunkan khusus untuk menerangkan tentang pengobatan atau bidang-bidang ilmu lainnya. Isi kandungan Al-Quran lebih mengarah kepada akhlak dan pemantapan akidah manusia sebagai pokok utama perbincangan. Walaupun begitu, terdapat banyak ayat-ayat yang menyentuh secara langsung atau tidak langsung mengenai pengobatan seperti ayatayat yang menyuruh manusia menjaga kesehatan, atau melarang mereka menghampiri perkara yang memudaratkan.Terdapat juga ayat-ayat yang menceritakan tentang rahasia kejadian manusia dan alam. Para ahli pengobatan Islam telah merumuskan bahwa ayatayat Al-Quran yang menyentuh mengenai pengobatan terbagi kepada tiga jenis. ( Dr. Abd. Hamid Diyab dan Dr. Ahmad Qarkuz 1983:17 ) 1. Ayat-ayat yang mengandung keterangan jelas tentang ilmu pengobatan Di dalam Al-Quran terdapat lebih dari sepuluh ayat yang dengan jelas membahas tentang pengobatan. Diantaranya seperti ayat yang menceritakan tentang susunan jarijemari manusia sebagaimana firman Allah SWT yang bermaksud : "Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mampu mengumpulkan kembali tulang-belulangnya (untuk dibangkitkan). Bukan demikian, sebenarnya kami kuasa menyusun (kembali) jarijemarinya dengan sempurna". (Al-Qiamah 75:3-4). Ayat ini diturunkan kepada Rasulullah SAW untuk menjawab pertanyaan Umar ibn. Rabiah yang datang bertanya tentang hari kiamat. Ketika Rasulullah SAW memceritakan tentang hari kiamat, Umar Ibn. Rabiah berkata: kalau begitulah katamu tentang hari itu, aku tidak akan mempercayaimu wahai Muhamad dan aku tidak akan beriman dengannya, adakah Tuhanmu dapat menyusun kembali tulang-tulang (orang yang telah mati) yang sudah berserakan ?. Itulah sebabnya Allah SWT menurunkan ayat ini. (An-Naisaburi 1987:515). Pada dasarnya ayat ini diturunkan untuk menjelaskan kepada orang kafir tentang hari kebangkitan, tetapi ayat itu secara langsung menerangkan tentang tubuh manusia. Hal tersebut baru terbukti setelah diadakannya penelitian pada abad ke 19, sedangkan AlQuran telah menerangkannya sejak abad ke 7 Masehi. Bukan hanya itu, untuk membuktikan kekuasaanNya, Allah SWT menerangkan bahwa Dia juga mampu menyamakan sesuatu yang tidak sama di dunia ini, maka mencantumkan tulang-tulang

29

manusia kepada keadaan asalnya seperti di dunia tentu sangatlah mudah bagi Allah SWT. Selain itu terdapat banyak lagi ayat-ayat yang menyentuh dengan jelas tentang elemenelemen pengobatan. 2. Ayat-ayat berbentuk persoalan dan jawaban yang menyinggung tentang ilmu pengobatan Salah satu keindahan ungkapan Al-Quran di dalam menerangkan sesuatu ialah melalui ayat yang berbentuk pertanyaan dan jawaban yang sering ditanyakan oleh manusia. Menurut syiekh Attiah Muhamad Salim, penggunaan kaedah bertanya kemudian menjawabnya adalah satu cara yang paling halus dan berkesan di dalam mendidik dan mengajar manusia. ( Attiah Muhamad Salim 1989:5 ) Terdapat banyak ayat-ayat Al-Quran yang diturunkan dalam bentuk seperti ini diantaranya persoalan dan jawaban yang yang berkaitan dengan fitrah yang dialami manusia. Contoh yang nyata tentang ayat ini ialah seperti firman Allah SWT yang bermaksud : "Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: Haidh itu adalah kotoran Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci.." ( Al-Baqaroh 2:222 ). Di sini timbul beberapa persoalan, diantaranya adalah mengapa diharamkan bersenggama dengan wanita yang sedang berada dalam keuzuran dan mengapa perintah ini ditujukan kepada pihak laki-laki, bukan kepada pihak perempuan. Walaupun hikmah berkaitan dengan larangan ini tidak diketahui manusia secara terperinci, tetapi pada masa kini, kajian-kajian pengobatan modern jelas menunjukan bahwa perbuatan menggauli istri ketika mereka dalam masa haid akan memudahkan pasangan dijangkiti penyakit. Jadi, secara tidak langsung ayat ini telah menjelaskan kepada manusia tentang pencegahan penyakit. 3. Ayat-ayat yang menyebut tentang pengobatan secara tidak langsung Selain dari dua bentuk keterangan Al-Quran tersebut di atas, terdapat juga ayat-ayat yang menggunakan bahasa halus untuk menerangkan sesuatu, tetapi secara tidak langsung menyentuh tentang pengobatan apabila di dalami maksudnya yang tersirat. Memahami ayat-ayat ini dan menafsirkannya untuk bidang pengobatan memerlukan kemahiran yang tinggi dari penafsir. Sebagai contoh firman Allah SWT dalam surah AlMukminun yang bermaksud : "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sembahyangnya" ( Al-Mukminun 23:1 - 2 ). 30

Ayat ini secara khusus ditujukan kepada orang beriman agar khusyuk dalam shalat. Allah SWT telah menegaskan bahwa orang yang khusyuk dalam shalat adalah orangorang yang beruntung. Jika ditinjau dari segi pengobatan ayat ini secara tidak langsung menyentuh tentang kebaikan khusyuk kepada manusia. Dari sudut psychology, khusyuk dalam shalat akan menjadi salah satu terapi kejiwaan yang dapat menghindari manusia dari dipressi. Coba dibayangkan seadainya dalam setiap shalat manusia mampu khusyuk maka dia akan terhindar dari stress sepanjang masa. Stress adalah salah satu penyebab beberapa jenis penyakit, seperti gangguan pencernaan (maag), lever, hypertensi, dll. AYAT-AYAT AL-QURAN TENTANG PENYAKIT Pembahasan tentang Al-Quran dan ilmu pengobatan tidaklah lengkap jika tidak diikuti dengan dalil-dalil (ayat-ayat Al-Quran) yang menyebutkan tentang penyakit. Imam Ibnu Qayyim Al-Jauzi telah menulis dengan terperinci di dalam bukunya 'At-Thib An-Nabawi tentang hal ini. Beliau membagikan penyakit dalam dua bagian yaitu penyakit hati dan penyakit anggota badan. Penyakit hati terbagi lagi dalam dua jenis yaitu penyakit hati yang disebabkan oleh keraguan atau berprasangka buruk dan penyakit hati yang berhubungan dengan nafsu syahwat. Penyakit ini telah disebut oleh Allah SWT di dalam Al-Quran, diantaranya firman Allah SWT yang bermaksud : "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta" ( Al-Baqorah 2:10 ). Allah juga telah menurunkan ayat tentang penyakit anggota badan yaitu apabila seseorang sedang berada dalam keuzuran maka diperbolehkan meninggalkan ibadah puasa, haji dan sebagainya. Diantaranya, firman Allah SWT yang bermaksud : "Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain" (Al-Baqorah 2:184). Ayat ini membenarkan orang sakit berbuka puasa karena sakitnya, dan memberi kebenaran kepada musafir dari berpuasa demi menjaga kesehatan dan kekuatan tubuhnya ketika dalam perjalanan agar puasa tidak mengganggu perjalanannya. (Ibnu Qayyim Al-Jauzi 1985:5 - 6 ). Dari pembahasan di atas, dapatlah disimpulkan bahwa di dalam Al-Quran terdapat ayat-ayat yang menyentuh secara umum tentang penyakit-penyakit yang menimpa 31

manusia. Walaupun tidak diterangkan dengan terperinci, tetapi ahli pengobatan dapat membuat kajian lanjut tentang suatu penyakit melalui sumber yang telah disebut oleh AlQuran tadi. Seorang dokter yang baik dari kacamata Islam hendaklah berupaya membedakan penyakit hati dan penyakit anggota badan sebelum berusaha untuk mengobatinya. AL-QURAN DAN PERAWATAN PENYAKIT Tidak hanya sekedar menyebut tentang penyakit-penyakit yang menimpa manusia, Al-Quran juga menyediakan alternatif untuk mengubatinya. Al-Quran membagikannya menjadi dua jenis: 1. Pencegahan Al-Quran sebagai kitab yang membawa "syifa wa rahmah" kepada seluruh umat manusia telah memberi perhatian yang amat besar kepada cara pencegahan penyakit dan perawatannya. Ayat-ayat Al-Quran yang menyentuh tentang masalah ini diantaranya adalah firman Allah SWT yang bermaksud : "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri" ( Al-Baqorah 2:222 ). Ayat ini dengan jelas menunjukan penekanan kepada kebersihan zahir ( At-Thaharah ) dan kebersihan batin ( At-Taubah ). Inilah dua langkah pencegahan utama kepada dua jenis penyakit manusia seperti yang telah dibahas pada judul sebelumnya. Di dalam ayat yang lain Allah SWT telah berfirman yang bermaksud : "Hai orangorang yang beriman, rukulah kamu, sujudlah kamu sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan" ( Al-Haj 22:77 ). Apa yang ditekankan di dalam ayat ini ialah cara memperkasakan ruh disamping menguatkan tubuh badan melalui gerakan-gerakan sembahyang. Inilah cara Al-Quran mengajar manusia mengelakkan diri dari penyakit. Selain itu, pemeliharaan kesehatan melalui makanan juga amat ditekankan didalam Al-Quran di mana Allah SWT telah berfirman yang bermaksud: "..Dihalalkan bagi mereka segala yang baik dan di haramkan bagi mereka segala yang buruk.." ( Al-A'raf 7:157 ). Al-Quran juga mengajar manusia langkah pencegahan dengan mengharamkan perkara-perkara yang akan mendatangkan kemudaratan pada kesehatan manusia seperti pengharaman arak, zina, darah, bangkai dan sebagainya. Disamping itu Allah juga mengharamkan pergaulan suami isteri diluar tabi'I seperti yang telah diterangkan di 32

dalam perbahasan sebelum ini. Inilah mukjizat agung yang datang untuk mengobati manusia bukan sekedar menyeru manusia mentauhidkan Allah SWT tetapi juga menyediakan jalan kepada mereka menikmati kehidupan yang sehat dan aman. 2. Pengobatan Allah SWT telah berfirman : "Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian" ( Al-Isra' 17:82 ). Dari ayat di atas dapat dipahami, isi kandungan Al-Quran juga ada menyinggung tentang obatobatan sebagai penawar penyakit. Walaupun ramuan obat-obatan yang disebut di dalam Al-Quran agak terbatas dan sedikit tetapi menurut kajian perobatan ia merupakan penawar untuk kebanyakan jenis penyakit manusia. Diantaranya ialah madu di mana Allah SWT telah berfirman yang bermaksud : "Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia" ( An-Nahl 16:69 ). Inilah ramuan yang paling berharga yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada manusia. Selain dari lebah terdapat beberapa lagi jenis tumbuhan yang disebut di dalam Al-Quran mempunyai khasiat yang cukup besar untuk mengobati manusia seperti buah kurma, zaitun, thin dan lain-lain. Selain itu, Al-Quran juga menawarkan satu cara rawatan yang cukup murah dan sesuai untuk semua manusia yaitu berpuasa. Allah SWT telah berfirman yang bermaksud: "Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan ke atas umat yang terdahulu, moga-moga kamu bertakwa( kepada Allah )" (Al-Baqarah 2:183). Menurut kajian pengobatan, puasa dapat merawat sistem pencernaan di dalam tubuh. Ini juga satu langkah diet yang dapat mengurangi lemak dan membuang bahanbahan toksin di dalam badan. Jika amalan puasa tadi diikuti dengan sembahyang tarawih maka dapat menguatkan kembali organ-organ dalam tubuh.

33

D. Analisa Filsafat Pribadi Kesehatan manusia pada umumnya dipengaruhi oleh tiga hal yaitu pola makan, gerak badan dan stress. Jika pola makan tidak seimbang (atau berlebihan) sementara gerak badan (olah raga) tidak dilakukan serta ditambah lagi dengan stress, maka berbagai gangguan dan penyakit akan timbul, seperti hipertensi. Hipertensi termasuk suatu masalah yang tidak dapat dipandang sebelah mata, karena hipertensi merupakan cikal bakal terjadinya stroke dan jantung koroner. Kedua penyakit yang ditimbulkan tersebut merupakan penyebab kematian yang terbanyak yang dialami oleh masyarakat di dunia. Jadi, jelaslah bahwa stroke dan jantung koroner merupakan momok yang paling menakutkan bagi manusia . Kunci penyelesaian dari masalah ini terletak pada usaha masyarakat itu sendiri untuk dapat selalu menjaga dan mengatur pola makan yang seimbang dan menyehatkan, gerak badan (olah raga) yang teratur dan menghindari diri dari rasa stress. Apabila ketiga hal itu dapat dilaksanakannya maka tidaklah aneh jika orang tersebut terhindar dari resiko terserang kedua penyakit tersebut. Islam megajarkan umatnya untuk tidak makan berlebih-lebihan terutama makanan yang kaya lemak dan protein seperti daging kambing. Jika seseorang secara terus menerus menkonsumsikan makanan yang kaya lemak seperti tersebut di atas, maka dia akan lebih beresiko terserang penyakit. Rasulullah SAW mengajarkan untuk selalu menggunakan prinsip Makan sesudah terasa lapar dan berhenti sebelum kenyang. Prinsip tersebut secara otomatis dapat mewujudkan pola makanan yang sehat dan seimbang. Disamping itu di dalam Islam juga diwajibkan umatnya untuk berpuasa dan setelah diadakan penelitian ternyata ibadah puasa dapat menjadi salah satu terapi untuk mengobati beberapa jenis penyakit7. Selain itu, Islam mewajibkan umatnya melaksanakan ibadah shalat. Shalat merupakan ibadah yang dilakukan dengan gerakan-gerakan badan yang teratur. Jika dilihat dari segi kacamata ilmu kesehatan ternyata ibadah shalat merupakan bagian dari olah raga yang memiliki hikmah dan bermanfaat bagi tubuh manusia sehingga apabila
7

Rasululah SAW juga pernah bersabda Berpuasalah kamu agar kamu sehat, hal ini sangat relevan

dengan penelitian ahli tersebut

34

umat Islam melakukan ibadah shalat secara teratur seperti diajarkan oleh Rasulullah maka tidaklah mengherankan jika umat Islam tidak memerlukan penanganan seorang dokter untuk mengobati penyakit tersebut. Lebih jauh, jika dilihat dari peranannya, shalat merupakan salah satu ibadah yang wajib dikerjakan oleh setiap muslim. Melalui penelitian para ahli, ternyata shalat merupakan salah satu bentuk terapi yang bermanfaat untuk melancarkan aliran darah. Melalui gerakan-gerakan shalat, seperti sujud dapat membuat peredaran darah ke kepala menjadi lancar sehingga menghindari terjadinya penyumbatan pembuluh darah (stroke). Di dalam melakukan ibadah umat Islam dianjurkan untuk khusyuk dan ikhlas. Ibadah shalat perlu dilaksanakan dengan khusyuk sementara puasa harus dengan ikhlas. Rasa khusyuk dan ikhlas akan mampu menghapus sifat-sifat naluriah manusia yang sebenarnya berbahaya bagi kesehatan dirinya seperti rasa marah, was-was, irihati, dengki dsb. Kesemua hal tersebut merupakan penyebab timbulnya Stress pada diri seseorang dan dari stress tersebut akan memicu terjadinya penyakit lain termasuk hipertensi. Jika umat Islam dapat melakukan Pola Makan Seimbang seperti anjuran agama dan petunjuk Rasulullah termasuk dengan puasa pada bulan Ramadhan dan Puasa sunat Senin dan Kamis, Shalat lima waktu dengan teratur ditambah dengan berbagai jenis shalat sunat, serta melaksanakan ibadah-ibadah tersebut dengan khusyuk dan ikhlas maka umat Islam akan terhindar dari serangan penyakit kecuali mati, seperti kata Rasulullah semua penyakit ada obatnya kecuali mati !.

KESIMPULAN
Meskipun kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan seseorang yang menderita suatu penyakit terhindar dari kematian, namun biaya yang dikeluarkan sangat besar. Atas dasar itu, Pemerintah terus berupaya menggalakkan kampanye pencegahan dengan menganjurkan masyarakat menghindari faktor-faktor risikonya. Upaya pengenalan dini terhadap suatu penyakit perlu diajarkan secara luas kepada masyarakat, agar serangan yang berat/kematian mendadak dapat dihindari.

35

BAB III PENUTUP


Demikianlah sedikit penjabaran mengenai salah satu contoh masalah kesehatan yang biasa timbul pada kehidupan sehari-hari dan komplikasi yang ditimbulkan, bagaimana metode yang digunakan sesuai dengan ilmu kesehatan, serta bagaimana metode penyelesaiannya menurut ajaran Islam. Penulis sangat berharap isi dari makalah ini dapat menjadi penambah wawasan bagi pembaca dan juga dapat dijadikan sebagai media untuk dapat lebih menambah keimanan terhadap ajaran Islam.

36

Daftar Kepustakaan

Donovan D, (1990), One Man's Heart Attacks, New House Publisher; New Zealand Fuster V, Ros R, (1976), Topal Ej: Atheroseleron and Coronary Artery Disease , Reven Publisher, Philadelphia. Heyden S, (1982), Preventive Cardiology, Results from Intervention Studies, Department Community and Family Medicine , UK University; Medical Centre, Durhan MC. Khan MG, (1986), Heart Attacks, Hypertension and Heart Drugs. The Complete up to date: Commense Guide to a Healthy Heart , 1st Edition, Rodale Press, Emmanuse Pennsylvania. Murubito JM, Evans, Jc; Larson MG, Levy D, (1993), Prognosis after the onset coronary heart disease: an investigation of differences in outcome between the sexes according to initial coronary disease presentation . Circulation 88: 2548-2555. Schelar Rc, Alexander Rw, (1995), The Heart Arteris and Veins, 8th Edition, International Edition, McGraw Hill Inc, New York. www.harunyahya.com www.http://www.rsi.co.id

37