P. 1
Fungsi Dan Kedudukan Assunah Terhadap Al Quran

Fungsi Dan Kedudukan Assunah Terhadap Al Quran

|Views: 462|Likes:
Publicado porAura Net

More info:

Published by: Aura Net on Jul 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/09/2014

pdf

text

original

MAKALAH FUNGSI DAN KEDUDUKAN AS SUNNAH TERHADAP ALQURAN

Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas Kelompok Mata Kuliah Kemathla’ul Anwaran

Disusun Oleh :

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MATHALA’UL ANWAR
BANTEN 2013
1

Salawat serta salam tidak lupa penulis sanjungkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW. yang telah memberikan kekuatan dan ketabahan bagi hamba-Nya. Pandeglang. Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT. Makalah yang berjudul “Kedudukan dan Fungsi As sunnah Terhadap Al-Quran“. disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Kemathla’ul Anwatan di FKIP UNMA Banten. tetapi tidak luput dari kendala yang begitu banyak. yang telah menyampaikan wahyu kepada hamba-Nya yang setia sampai akhir zaman. Juni 2013 Penyusun 2 . Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua terutama bagi penulis. Serta memberi ilmu pengetahuan yang banyak agar kita tidak merasa kesulitan. Amin yarobbal ‘alamiin.KATA PENGANTAR Bismillahirahmanirrahiim. serta dorongan dari berbagai pihak. Dalam penyusunan makalah ini penulis banyak mendapat bantuan dan sumbangan pemikiran.

............. DAFTAR ISI...................................... B............... Latar Belakang..... KATA PENGANTAR................................................................................................................ C...................................................... BAB III PENUTUP A........................ B........................... B..................................................... 14 14 16 2 7 1 1 1 i ii iii 3 ......................................................... BAB I PENDAHULUAN A................... BAB II PEMBAHASAN A...... Kesimpulan.... Saran......................................................................................................... Fungsi Hadits (As Sunnah) Terhadap Al-Qur’an........................DAFTAR ISI JUDUL.................................................. Tujuan Penulisan..................................... DAFTAR PUSTAKA..................................... Kedudukan Dan Kehujjahan Hadits (As Sunnah). Perumusan Masalah.....................................

B. hadits selalu menjadi rujukan kedua setelah Al-qur’an dan menempati posisi penting dalam kajian keislaman. Fungsi Hadits (As Sunnah) Terhadap Al-Qur’an? C. Namun. Namun mengapa para pengingkar sunnah tetap meragukannya? Berikut makalah ini akan memaparkan sedikit tentang kedudukan hadits terhadap al-qur’an dengan melihat dalil aqli maupun naqli. maupun larangan nya. Kedudukan hadits (As Sunnah) terhadap al-qur’an Fungsi Hadits (As Sunnah) Terhadap Al-Qur’an 1 . maka banyak terjadi silang pendapat terhadap keabsahan sebuah hadits. sehingga hal tersebut memuncul kan sebagian kelompok meragukan dan mengingkari akan kebenaran hadits ebagai sumber hukum. Rumusan Masalah 1. Mengingat penulisan hadits yang dilakukan ratusan tahun setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Tujuan Makalah Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui : 1. Latar Belakang Hadits bukanlah teks suci sebagaimana Al-qur’an. 2. Seperti apa Kedudukan Dan Kehujjahan Hadits (As Sunnah)? 2.BAB I PENDAHULUAN A. serta pandangan antara ingkarussunnah dan para pro hadits mengenai keabsahannya. baik dalam bentuk perintah. Banyak al-qur’an dan hadits yang memberikan pengertian bahwa hadits itu merupkan sumber hukum islam selain al-qur’an yang wajib di ikuti.

dan dalil aqli yang menggunakan rasional. serta beriman kepada allah dan tasun-Nya. Dengan demikian antara hadits dengan almempunyai mengamalkannya tidak dapat dipisahkan atau berjalan dengan sendiri-sendiri. Kedudukan Dan Kehujjahan Hadits (As Sunnah) Seluruh umat islam sepakat bahwa hadits merupakan salah satu sumber ajaran agama islam. seperti dalil berikut ini. yang tetap taat. yang benar. hukum untuk pertama memahami yang dan didalamnyaberisi garis besar syariat. dapat dilihat beberapa dalil naqli yaitu yang bersumber dari Al-qur’an dan hadits. Dengan demikian allah akan memperkokoh dan memperbaiki keadaan mereka. Begitu pula halnya menggunakan hadits tanpa Al-qur’an. hal ini sebagaimana dijelaskan dalam surat Ali imran ayat 17 yang berbunyi: “(yaitu) orang-orang yang sabar. 1. Untuk mengetahui sejauh mana hubungan hadits sebagai sumber ajaran islam. Dalil Al-qur’an Banyak ayat Al-qur’an yang menerangkan tentang kewajiban seseorang untuk tetap teguh. qur’an karena Al-qur’an kaitan merupakan yang sangat dasar erat. Keharusan mengikuti hadits bagi umat islam (baik berupa perintah atau larangannya) sama halnya dengan kewajiban mengikuti Al-qur’an.BAB II PEMBAHASAN A. Iman kepda rasul merupakan satu keharusan dan sekaligus kebutuhan setiap individu. Hal ini terjadi karena hadits merupakan mubayyin ( penjelas ) terhadap Al-qur’an. karena itu siapapun tidak akan bisa memahami Al-qur’an tanpa dengan memahami dan menguasai hadits. dan yang memohon ampun di waktu sahur. yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah).” Dan dijelaskan dalam surat al-nisa’ ayat 136 yang berbunyi: 2 .

Tuntutan taat dan patuh kepada Rasul saw ini sama halnya tuntutan taat dan patuh kepada allah swt. rasul-rasul-Nya dan hari kemudian. kitab-kitab-Nya. Barang siapa yang kafir kepada Allah. Banyak al-qur’an yang menerangkan hal tersebut. maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir". baik berupa perintah ataupun larangan. Seperti firman allah dalam surat Ali Imron ayat 32 sebagai berikut : Katakanlah: "Taatilah Allah dan Rasul-Nya. malaikatmalaikat-Nya. juga menyerukan agar mentaati segala bentuk perundang-undangan dan peraturan yang dibawahnya. maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. Dalam surat al-Hasyr ayat 7 Allah juga berfirman: 3 .” Selain allah memerintahkan umat islam agar percaya kepada Rasul Saw. serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. jika kamu berpaling.“Wahai orang-orang yang beriman. tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya.

orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Dan barang siapa yang berpaling (dari ketaatan itu). Begitu pula halnya dengan ancaman atau peringatan bagi yang durhaka. Karena pada dasarnya ketaatan kepada Rasulnya sama halnya taat kepada Allah swt.” Dari beberapa ayat Al-qur’an diatas dapat ditarik suatu pemahaman. Ancaman Allah Swt sering disejajarkan dengan ancaman karena durhaka kepada rasul-Nya. sebagaimana ketaatan kepada Allah. dan bertakwalah kepada Allah. maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. seperti firman-Nya: Barang siapa yang menaati Rasul itu. af’al atau prilaku. Dalam salah satu pesannya 4 . kerabat Rasul. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. anak-anak yatim. Dalil hadits Rasul Saw Selain berdasarkan ayat-ayat diatas . 2. supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. sesungguhnya ia telah menaati Allah. Banyak hadits yang menggambarkan hal ini dan menunjukkan perlunya ketaatan kepada perintahnya. bahwa ketaatan kepada Rasul Saw adalah mutlak. Pada surat Al-Nisa ayat 80 disebutkan bahwa manifestasi dari ketaatan kepada Allah adalah dengan mentaati Rasul-Nya. Selain itu terdapat banyak ayat yang memerintahkan mentaati RasulNya secara khusus dan terpisah. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Ungkapan pada ayat diatas menunjukkan betapa pentingnya kedudukan hadits sebagai sumber ajaran islam yang dimanifestasikan dalam bentuk aqwal atau ucapan.“Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. kedudukan Hadits juga dapat dilihat dari Hadits-hadits rasul sendiri. dan taqrir Rasul saw. Rasul.

Ibn Umar menjawab. Dalam Hadits lain Rasul Saw. kedua sumber ajaran yakni al-Qur’an dan hadits merupakan sumber asasi. Banyak diantara mereka yang tidak hanya memahami dan mengamalkan isi kandungannya. mentadwin. Rasul bersabda: “ Saya tinggalkan dua perkara yang kamu tidak akan tersesat apabila berpegang pada keduanya. bersabda: “ Kalian Wajib berpegang teguh dengan sunah-ku dan sunnah khulafa’ rasyidin yang mendapat petunjuk. (HR. sesungguhnya saya takut tersesat apabila meninggalkan perintahnya. ketika umar berada didepan hajar aswad. seandainya saya tidak melihat Rasulullah menciummu. Ketiga. bahwa dalam menghadapi berbagai persoalan hukum dan kemasyarakatan. saya tidak akan menciummu. antara lain perhadikan beberapa kejadian dibawah ini. dan kita tidak mengetahui 5 . Berpegang teguhlah kamu sekalian dengannya “ (HR. Diantara para sahabat misalnya. pernah ditanyakan kepada Abdullah ibn Umar tentang ketentuan shalat safar dalam al-Qur’an .” Kedua. Penerimaan terhadap hadits sama halnya dengan Al-qur’an karena keduanya sama-sama dijadikan sebagai sumber hukum islam. dan mengamalkan segala peraturan yang ada di hadits berlaku sepanjang masa. yakni Kitabullah (al-Qur’an) dan sunnah nabinya (Hadits). Kesepakatan umat dalam mempercayai. Kesepakatan ulama ( ijma’) Umat islam kecuali mereka para peyimpang dan pembuat kebohongan. dan meyebarluaskan dengan segala upaya kepada generasi selanjutnya.berkenaan dengan menjadikan hadits sebagai pedoman hidup disamping alqur’an. Malik). menerima. “Saya tidak meninggalkan sedikitpun sesuatu yang telah diamalkan oleh rasulullah. ketika Abu bakar dibaiat menjadi seorang khalifah. ia berkata. akan tetapi mereka menghafal. ia berkata. Dalam salah satu Taqrir Rasul juga memberikan petunjuk kepada umat islam. Abu daud). 3. telah sepakat menjadikan hadits sebagai salah satu dasar hukum dalam beramal. “ Allah telah mengutus nabi Muhammad saw kepada kita. banyak peristiwa yang menggunakan hadits senagai hukum islam. Pertama. “ saya tahu bahwa anda adalah batu.

Berkaitan dengan ini para tabi’in menyampaikan pesan dan saran-sarannya kepada umat dan murid yang dibinanya. “ kalian jangan menuliskan kata-kataku. “ Saya duduk sebagaimana duduknya Rasulullah. Sesuai dengan petunjuk akal Kerasulan nabi Muhammad Saw telah diakui dan dibenarkan oleh umat islam.sesuatu.Waki’ berkata. saya makan sebagaimana makannya rasulullah. dinarasikan Said ibn al-Musayyab bahwa Utsman ibn Affan berkata. Nabi dalam mengemban misinya itu terkadang hanya menyampaikan apa yang diterima dari Allah swt. “ Kalian harus mengikuti para imam mujtahid dan ulama muhaddits. Ketiga. Kalian harus berpegang pada al-sunnah. Keempat. Abu Hanifah berkata. Menurut petunjuk akal Nabi Muhammad adalah Rasul Tuhan yang telah diakui dan dibenarkan umat islam. berbeda halnya dengan ahli al-ahwa’ dan ahli ra’yi. Keempat. mujtahid berkata terhadap muridnya. tapi terkadang beliau juga menggunakan hasil 6 . al-A’masy berkata. Dalam menyampaikan tugas agama Nabi menyampaikan peraturan yang isi dan redaksinya dari Allah swt. “Kalian harus mengikuti al sunnah dan mengajarkannya kepada anak-anak. Kedua. Sikap para sahabat tersebut kemudian diwariskan ke generasi selanjutnya secara bersikenambungan. Pertama. baik yang beliau ciptakan atas bimbingan wahyu maupun hasil ijtihadnya sendiri. yang menggambarkan betapa perhatian dan pandangannya sangat tinggi terhadap hadits sebagai sumber ajaran agama islam selain kitab suci al-Qur’an. seperti berikut ini. Dengan demikian manifestasi dan pengakuan serta keimanan itu mengharuskan semua umatnya mentaati dan mengamalkan segala peraturan atau perundang-undangan serta inisiatif beliau. akan tetapi tulislah hadits Rasulullah saw. dan saya shalat sebagaimana shalatnya Rasulullah saw. barangsiapa menyimpang darinya niscaya dia tersesat.” jauhilah pendapat tentang agama Allah swt. 4. karena mereka yang menulis apa yang dimilikinya dan apa yang seharusnya mereka kerjakan. Apa yang sudah kami kemukakan diatas hanyalah contoh sebagian kecil pandangan atau sikap ulama tentang hadits. Maka sesungguhnya kami berbuat sebagaimana Rasulullah saw berbuat.

yakni menjadikan kehujjahan hadits identik dengan kehujjahan Al-qur’an. dan fungsi hadist berikut nanti dapat mempertajam hujjiyah hadits sebagai sumber hukum islam. yaitu mencari argumentasi dari Al-qur’an terlebih dahulu kemudian. B. Madzhab yang kedua adalah dengan cara merujuk kepada Al-qur’an dan hadits secara bersamaan. sehingga Al-qur’an dan hadits harus difahami secara komprehensif.ijtihadnya sendiri. Ini sesuai dengan firman Allah surat al-Nahl ayat 44 yang berbunyi: “keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Oleh karena itu hasil ijtihad beliau bisa ditempatkan sebagai sumber hukum. dan bayan al-tasyri. Itu sebabnya dalam kasus tertentu Allah memerintahkan kita untuk mengikuti ulilamri. agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan”. Sekiranya ulil amri mendapatkan legitimasi untuk diikuti. Hasil ijtihad ini berlaku sampai ada nas yang menasakhnya. Dapat disimpulkan bahwa hadits merupakan bagian wahyu. Al-qur’an sebagai sumber hukum memuat ajaran –ajaran yang bersifat umum dan global. oleh karena itu dapat dijadikan sumber hukum islam. Fungsi hadits sebagai penjelas Al-Qur’an itu bermacam-macam. yaitu bayan al-taqrir. Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur'an. sehingga apabila dirasa sudah cukup maka tidak perlu lagi dicari dalam hadits. yang perlu dijelaskan lebih lanjut dan terperinci. Al Syafi’i menyebutkan 7 . Malik ibn Anas menyebutkan lima macam fungsi. Disini hadits berfungsi sebagai penjelas isi kandungan Al-Qur’an tersebut. bayan al tafshil. Fungsi Hadits (As Sunnah) Terhadap Al-Qur’an Al-qur’an dan hadits sebagai sumber ajaran islam tidak dapat dipisahkan. dan bayan al-basth. Kalangan ulama berdebat tentang apakah cara merujuk kepada Al-qur’an dan hadits dilakukan secara berperingkat. bayan al-tafsir.

maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku. bayan al-ta’kid. apabila kamu hendak mengerjakan shalat. Seperti contoh keharusan berwudhu sebelum shalat seperti yang diterangkan oleh surat al-Maidah ayat 6 yang berbunyi: “Hai orang-orang yang beriman. bayan al-tasyri’ dan bayan al takhsis. Allah tidak hendak menyulitkan kamu. bayan al-tafsir. bayan al-tafshil. dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih). Maksud bayan ini yaitu menetapkan dan memperkuat apa yang telah diterangkan didalam Al-qur’an. dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan. 1. dan jika kamu junub maka mandilah. bayan al-takhshish. bayan altasyri’ dan bayan al-nasakh. sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Bayan al-Taqrir Bayan al-taqrir disebut juga bayan al-ta’kid dan bayan al-itsbat. 8 . Fungsi hadits dalam hal ini hanya untuk memperkokoh isi kandungan al-Qur’an. Ahmad ibn Hambal menyebutkan empat fungsi yaitu . lalu kamu tidak memperoleh air. bayan al-ta’yin.lima fungsi yaitu. Dalam al-Risalah Syafi’i menambahkan dengan bayan al-isyarah.

Ayat diatas di taqrir oleh hadits yang dikeluarkan al-Bukhari dan Abu Hurairah yang berbunyi. mutlaq dan am. jual beli. Mentaqyid ayat-ayat yang muthlaq Kata muthlaq artinya kata yang menunjuk pada hakikat kata itu sendiri apa adanya. Merinci ayat-ayat yang mujmal Ayat yang mujmal artinya ayat yang ringkas atau singkat dan mengandung banyak makna yang perlu dijelaskan. Bayan al-tafsir Maksud bayan al-tafsir adalah penjelasan hadits terhadap ayat-ayat yang memerlukan perincian atau penjelasan lebih lanjut. Diantara contoh perincian tersebut dapat dilihat pada hadits yang berbunyi. tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orangorang yang rukuk”. Sebagai contoh adalah ayat-ayat tentang perintah Allah untuk mengerjakan shalat.tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu. Dengan demikian hadits tersebut menjelaskan tentang bagaimana seharusnya shalat itu dilakukan. 2. nikah. dam memberikan takhshish ayat yang masih umum. zakat. “Tidak diterima shalat seseorang yang berhadats sampai ia berwudhlu”. Rasul kemudian memberi contoh shalat yang sempurna. Dalam al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat mujmal yang memerlukan perincian. Seperti pada ayat-ayat yang mujmal. “Rasul saw bersabda. Mentaqyid 9 . qishash. memberikan taqyid ayat-ayat yang masih mutlaq. maka fungsi hadits dalam hal ini memberikan perincian (tafshil) dan penafsiran terhadap ayat-ayat Al-qur’an yang masih mujmal. sebagai perincian dari Allah dalam surat al-Baqarah ayat 43 yang berbunyi: “Dan dirikanlah shalat. b. a. Bukhari). dengan tanpa memandang kepada jumlah maupun sifatnya. “Shalatlah sebagaimana kalian melihat saya shalat” Perintah mengikuti shalatnya sebagaimana dalam hadits tersebut. bahkan nabi melengkapi dengan kegiatan lain yang harus dilakukan sebelum dan sesudah shalat. supaya kamu bersyukur”.puasa. dan hudud. (HR.

Maka yang dimaksud bayan al-tasyri’ adalah penjelasan hadits yang berupa mewujudkan. potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Bayan al-Tasyri’ Kata al-tasyri’ artinya pembuatan mewujudkan. Muslim).yang muthlaq artinyamembatasi ayat-ayat yang mutlaq dengan sifat keadaan. Dalam al-Qur’an masalah ini sudah ditemukan ketentuan pokoknya. misalnya mengenai hadits tentang ketentuan diyat. Hadits ini mentaqyid ayat al-Qur’an surat al-Maidah ayat 38 yang berbunyi: “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri. mengadakan atau menetapkan suatu hukum. Disebut tambahan karena sebenarnya didalam Al-Qur’an ketentuan-ketentuan pokok sudah ada. diantaranya yaitu hukum tentang ukuran zakat dan hukum tentang hak waris bagi seorang anak. aturan-aturan syara’ yang tidak didapati nashnya dalam al-Qur’an. 3. yaitu pada sura al-Nisa’ ayat 92 yang berbunyi. Penjelasan Rasul yang berupa mentaqyid ayat-ayat alQur’an yang bersifat mutlaq antara lain dapat dilihat dari sabda rasul yang berbunyi. sehingga datangnya haditshadits itu hanya sebagai tambahanterhadap ketentuan pokok tersebut. Bayan ini oleh sebagian ulama disebut juga dengan bayan za’id ‘ala al-Kitab al. atau menetapkan aturan dan hukum. Banyak hadits Rasul yang termasuk kedalam kelompok ini. “ Tangan pencuri tidak boleh dipotong melainkan pada pencuri senilai seperempat dinar atau lebih”. Hal ini dapat dilihat. 10 .Karim (tambahan terhadap nash al-Qur’an). atau syarat-syarat tertentu. (HR. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara tobat kepada Allah. dan barang siapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu). Untuk bayan al-naskh terjadi perbedaan pendapat. padahal ia mukmin. Barang siapa yang tidak memperolehnya.“Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain). Jika ia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba-sahaya yang mukmin. kecuali karena tersalah (tidak sengaja). Ada yang mengakui bayan ini dan 11 . Ketiga bayan telah disepakati oleh sebagian besar ulama meskipun untuk bayan ketiga masih dipersoalkan.” Hadits Rasul yang termasuk bayan tasyri’ ini wajib diamalkan seperti kewajiban mengamalkan bayan yang lainnya. maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu. kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah.

Kewajiban melakukan wasiat kepada kaum kerabat dekat seperti yang dijelaskan dalam surat al-Baqarah ayat 180 yang berbunyi. Bisa berarti alibthal (membatalkan). (memindahkan). Pendapat ini dikemukakan oleh Hanafiah. dan Ibn Hazm serta sebagian para pengikut zahiriah. Perbedaan atau al-tahwil pendapat dalam atau tagyir (mengubah). 4. Yang menerima antara lain yaitu jumhur ulama mutakallim. memperbolehkan menasakh Al-qur’an dengan segala hadits. tanpa harus dengan mutawatir.adapula yang menolaknya. Dalam hal ini terbagi dalam tiga kelompok. Diantara para ulama yang memperbolehkan adanya nasakh hadits terhadap al-Qur’an juga berbeda pendapat dalam macam hadits yang digunakan untuk menasakhnya. Ibn Hazm dan Dzahiriah. Dari pengertian diatas dapat diartikan bahwa ketentuan yang datang kemudian dapat menghapus ketentuan terdahulu. 12 . bayan al-nasakh terjadi karena perbedaan memahami arti sudut kebahasaan. baik Mu’tazilah. Pendapat ini dikimukeken oleh mu’tazilah. Menurut ulama mutaqadimin. mendefinisikan nasakh dari atau al-izalah (menghilangkan). serta mayoritas ulama Dzahiriah’. Pendapat ini dikemukakan oleh para mutaqaddimin. meskipun dengan hadits Ahad. Asy’ariah. bayan al- nasakh adalah adanya dalil syara’ yang datangnya kemudian. ulama memperbolehkan menasakh dengan hadits masyhur. Kelompok kedua memperbolehkan menasakh dengan syarat bahwa hadits tersebut harus mutawatir. sedangkan yang menolak antara lain al_syafi’i dan mayoritas ulama pengikutnya. Kelompok pertama. Kelompok ketiga. Bayan al-Nasakh Kata al-nasakh secara bahasa yaitu bermacam-macam. hanafiyah. malikiyah.

Sebagai contoh yaitu Al-qur’an memerintahkan untuk menunaikan zakat. Secara garis besar. maka hadits menjelaskan berapa bagian dari harta yang harus dikeluarkan atau dizakatkan. maka tidak ada alasan unutk menolak Islam. cincin. Misalnya larangan memakan binatang buas yang bertaring atau yang berkuku. Dengan memperhatikan dalil-dalil kehujjahan hadits serta fungsi hadits terhadap Al-qur’an. 3. larangan memakai pakaian sutra. 2. apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut. membatasi yang mutlaq dan mentakhsis keumuman ayat al-Qur’an. jika ia meninggalkan harta yang banyak. dan emas bagi laki-laki dan lain sebagainya. Menetapkan dan menguatkan hukum yang ada dalam al-Qur’an. Misalnya kewajiban shalat. berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara makruf. yaitu Al-qur’an dan Hadits. Beberapa dalil diatas baik yang bersifat naqli. (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa”. Memperinci dan menjelaskan hukum-hukum dalam al-Qur. 13 . dan zakat. Membuat atau menetapkan hukum yang tidak ditetapkan dalam al-Qur’an. Ayat diatas dinasakh hukumnya oleh hadits yang menjelaskan bahwa kepada ahli waris tidak boleh dilakukan wasiat. maupun aqli telah cukup merepresentasikan keberadaan hadits sebagai sumber hukum ajaran agama islam.“Diwajibkan atas kamu. puasa. fungsi utama hadits Nabi saw terhadap al-Qur’an ada tiga yaitu: 1.an yang masih global. Dengan demikian sebuah hukum dapat memiliki dua sumber hukum sekaligus.

Al-qur’an sebagai sumber hukum memuat ajaran –ajaran yang bersifat umum dan global. Umat islam kecuali mereka para peyimpang dan pembuat kebohongan. Maksud bayan ini yaitu menetapkan dan memperkuat apa yang telah diterangkan didalam Al-qur’an. Menurut petunjuk akal Nabi Muhammad adalah Rasul Tuhan yang telah diakui dan dibenarkan umat islam. Disini hadits berfungsi sebagai penjelas isi kandungan Al-Qur’an tersebut. bahwa dalam menghadapi berbagai persoalan hukum dan kemasyarakatan. af’al atau prilaku. dan taqrir Rasul SAW. Saran Sebagai umat islam.BAB III PENUTUP A. kedua sumber ajaran yakni al-Qur’an dan hadits merupakan sumber asasi. telah sepakat menjadikan hadits sebagai salah satu dasar hukum dalam beramal. Al-qur’an dan hadits sebagai sumber ajaran islam tidak dapat dipisahkan. Kerasulan nabi Muhammad Saw telah diakui dan dibenarkan oleh umat islam. Penerimaan terhadap hadits sama halnya dengan Al-qur’an karena keduanya sama-sama dijadikan sebagai sumber hukum islam. termasuk untuk mematuhi dan mengamalkan apa yang Nabi 14 . baik yang beliau ciptakan atas bimbingan wahyu maupun hasil ijtihadnya sendiri. Bayan al-taqrir disebut juga bayan al-ta’kid dan bayan al-itsbat. yang perlu dijelaskan lebih lanjut dan terperinci. Nabi dalam mengemban misinya itu terkadang hanya menyampaikan apa yang diterima dari Allah swt. Fungsi hadits dalam hal ini hanya untuk memperkokoh isi kandungan al-Qur’an. Dengan demikian manifestasi dan pengakuan serta keimanan itu mengharuskan semua umatnya mentaati dan mengamalkan segala peraturan atau perundang-undangan serta inisiatif beliau. Dalam salah satu Taqrir Rasul juga memberikan petunjuk kepada umat islam. sudah selayaknyalah kita mematuhi apa yang perintahkan Alloh. B. Kesimpulan Betapa pentingnya kedudukan hadits sebagai sumber ajaran islam yang dimanifestasikan dalam bentuk aqwal atau ucapan.

dan tidak mengingkari apa yang telah di ajarkan Rosul terhadap kita.sampaikan kepada umatnya. serta meletakkannya sebagai sumber hukum islam dengan memasangkannya pada sumber hukum yang pertama yakni Al-Qur’an karim. 15 . melalui Al-Hadits .

DAFTAR PUSTAKA Suparta. Ilmu Hadits. Jakarta. Jakarta. Erfan. Munzier. Menguak fakta keabsahan As-sunnah.2003 16 . Prenada Media.2008 Soebahar. PT Raja Gravindo Persada.

You're Reading a Free Preview

Descarga
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->