MAKALAH HUKUM PERBANKAN

Disusun Oleh: Mamik Septiadi A.111.10.0096 Universitas Semarang Fakultas Hukum 2013

Secara tegas menyatakan bahwa Bank Indonesia adalah penanggung jawab otoritas kebijakan moneter yang biasanya disebut otoritas moneter. 7 tahun 1992 jo. Undang-undang no. Disamping otoritas moneter. 3 tahun 2004 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia No. ini berarti bahwa sistem moneter berhubungan erat dengan bank sentral dan lembaga keuangan bank. Keberadaan sistem keuangan ini diharapkan dapat melaksanakan fungsinya sebagai lembaga perantara keuangan (financial intermediation) dan lembaga transmisi yang mampu menjembatani mereka yang kelebihan dana dengan mereka yang kekurangan dana serta memperlancar transaksi ekonomi. 23 tahun 1999. Undang-Undang No. terdiri dari sistem keuangan moneter dan lembaga keuangan lainnya. sistem bank umum yang merupakan bagian dari sistem perbankan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia jo. 10 tahun 1998 tentang perbankan. Berkaitan dengan sistem keuangan yang dianut di Indonesia.BAB I PENDAHULUAN A. Selain . Pengertian dan Arti Penting Bank Sistem keuangan merupakan satu kesatuan sistem yang dibentuk dari semua lembaga keuangan yang ada dan yang kegiatan utamanya dibidang keuangan yaitu menarik dana dari masyarakat dan menyalurkannya kepada masyarakat. Otoritas moneter sebagaimana diatur dalam UndangUndang No. Sebagai otoritas moneter Bank Indonesia berwenang menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter dalam rangka mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Sistem keuangan moneter terdiri atas otoritas moneter dan sistem Bank Umum (commercial bank).

Sebagai penyalur dana atau pemberi kredit Bank memberikan kredit bagi masyarakat yang membutuhkan terutama untuk usaha-usaha produktif. Sedangkan mengenai prinsip kehati-hatian dapat kita kemukakan bahwa bank dan orang-orang yang terlibat di dalamnya terutama dalam membuat kebijakan dan menjalankan kegiatan usahanya harus selalu mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku secara konsisten dengan didasari oleh itikad baik.sistem keuangan bank. sistem keuangan non bank juga merupakan bagian dari sistem keuangan. 10 tahun 1998 tentang perbankan yang mengemukakan bahwa “ Perbankan Indonesia dalam melakukan usahanya berdasarkan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehatihatian”. Fungsi Dan Tujuan Perbankan Di Indonesia Mengenai asas perbankan yang dianut di indonesia dapat dilihat pada pasal 2 Undang-Undang No. Yang dimaksud dengan demokrasi ekonomi adalah demokrasi ekonomi berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Sedangkan fungsi utama bank dapat dilihat dalam pasal 3 undangundang perbankan yang menyatakan bahwa “fungsi utama Perbankan Indonesia adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat” Sebagai tempat menghimpun dana dari masyarakat Bank bertugas mengamankan uang tabungan dan deposito berjangka serta simpanan dalam rekening koran atau giro. dalam arti tanpa adanya kepercayaan dari masyarakat suatu bank tidak akan mampu menjalankan kegiatan usahanya. Perbankan di Indonesia memiliki tujuan yang strategis dan tidak semata-mata berorientasi ekonomis tetapi juga berorientasi kepada hal-hal yang non ekonomis seperti menyangkut masalah stabilitas nasional yang mencakup stabilitas politik dan stabilitas sosial. Sedangkan kepercayaan masyarakat merupakan kata kunci utama bagi berkembang atau tidaknya suatu bank. Asas. Hal ini diatur dalam ketentuan pasal 4 undang-undang perbankan yang berbunyi “Perbankan . B.

. mengenai sejarah perbankan di Indonesia tidak terlepas dari zaman penjajahan Hindia Belanda. Selanjutnya. serta cara dan proses pelaksanaan kegiatan usahanya. mencakup kelembagaan. kegiatan utama bank hanya sebagai tempat tukar menukar uang. maka pada prinsipnya hukum perbankan adalah keseluruhan norma-norma tertulis maupun norma-norma tidak tertulis yang mengatur tentang bank yang mencakup kelembagaan kegiatan usaha. Uang yang disimpan oleh masyarakat. Sementara itu. De Post Paar Bank. Pada saat itu terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting di Hindia Belanda antara lain: De Javasche NV. Norma tertulis meliputi seluruh peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai bank. De Algemenevolks Crediet Bank. BAB II HUKUM PERBANKAN INDONESIA A. pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional kearah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak”.Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan. dilanjutkan ke zaman Yunani Kuno dan Romawi. Pada saat itu. Nationale Handles Bank (NHB). oleh bank dipinjamkan kembali ke masyarakat yang membutuhkannya. dan De Escompto Bank NV. B. kegiatan usaha serta cara dan proses melaksanakan kegiatan usahanya. Sedangkan norma-norma tidak tertulis meliputi hal-hal atau kebiasaan-kebiasaan yang timbul dalam praktek perbankan. Sejarah Hukum Perbankan Usaha perbankan dimulai dari zaman Babylonia. kegiatan bank berkembang menjadi tempat penitipan dan peminjaman uang. Nederland Handles Maatscappij (NHM). Pengertian Hukum Perbankan Pada dasarnya hukum perbankan menyangkut segala sesuatu yang berkaitan dengan bank.

Bank Umum merupakan bagian dari perbankan nasional yang memiliki fungsi utama sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat serta pemberi jasa dalam lalu lintas pembayaran. dengan mengontrol keseimbangan jumlah uang dan barang. perkembangan Bank Umum yang semakin pesat dan tantangan-tantangan. Bank Central Bank Sentral adalah suatu institusi yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga yang dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi. Bank Umum Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bank Umum memiliki peranan yang strategis dalam menyelaraskan dan menyeimbangkan unsur-unsur pemerataan pembangunan dan hasil-hasil pembangunan. suku bunga. The Bank of China. B. pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional guna menunjang pelaksanaan pembangunan nasional. . dan Eropa lainnya. The matsui Bank. Bank Abuah Saudagar. terdapat pula bank-bank milik pribumi. yang dihadapi Bank Umum yang semakin luas dan bersifat internasional. giro wajib minimum mencoba menyesuaikan jumlah uang beredar sehingga tidak berlebihan dan cukup untuk menggerakkan roda perekonomian. BAB III PENGGOLONGAN BANK A. Jepang. Dengan fungsi utama yang demikian.Di samping itu. NV Bank Boemi. Cina. Bank Sentral menjaga agar tingkat inflasi terkendali. dan Batavia Bank. Apabila jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka Bank Sentral dengan menggunakan instrumen antara lain namun tidak terbatas pada base money. Memperhatikan peranan Bank Umum yang demikian strategis. Bank-Bank tersebut antara lain: Bank Nasional Indonesia.

. C. Bank Berdasarkan Prinsip Syari’ah BankSyariahadalahBankyangmenjalankankegiatanusahanyaberdasarkan Prinsip Syariah dan menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. D.maka landasan hukum Bank Umum perlu diperkokoh melalui penyempurnaan ketentuan-ketentuan yang mengatur Bank Umum dan penerapan prinsip kehati-hatian. BPR Bank Perkreditan Rakyat adalah Bank Konvensional yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

maka perlindungan hukum bagi nasabah penyimpan terhadap kemungkinan terjadinya kerugian sangat diperlukan. 10 tahun 1998 tentang perbankan. Untuk itu wajar apabila kepentingan dari nasabah yang bersangkutan memperoleh perlindungan hukum sebagaimana perlindungan yang diberikan oleh hukum kepada bank. . selain yang diatur dalam UU No. Usaha pemerintah untuk melindungi kepentingan nasabah. UU No. Dengan demikian dalam rangka untuk menghindari kemungkinan terjadinya kekurangpercayaan masyarakat terhadap dunia perbankan yang saat ini tengah gencar melakukan ekspansi untuk mencari dan menjaring nasabah.BAB IV PERLINDUNGAN NASABAH BANK A. terutama nasabah penyimpan dana dibuktikan dengan dikeluarkannya undangundang No. Sehingga perbankan harus sedemikian rupa menjaga kepercayaan dari masyarakat dengan memberikan perlindungan hukum terhadap kepentingan masyarakat terutama kepentingan nasabah dari bank yang bersangkutan. Hubungan Bank Dengan Nasabah Lembaga perbankan adalah suatu lembaga yang sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat. 7 tahun 1992 jo. oleh karena itu tanpa adanya kepercayaan dari masyarakat tentu suatu bank tidak akan mampu kegiatan usahanya dengan baik. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Hubungan hukum antara nasabah penyimpan dengan bank didasarkan atas suatu perjanjian.

26 tahun 1998 tentang jaminan terhadap kewajiban bank umum. yaitu 1) struktur perbankan yang sehat. 4) industri perbankan yang kuat. Ke-enam pilar tersebut digunakan untuk menopang sistem perbankan yang sehat. perlindungan secara implisit dan perlindungan secara eksplisit. personnel dan image yang selalu memperhatikan monetary. perlindungan secara implisit (implicit deposit protection) yaitu perlindungan yang dihasilkan oleh pengawasan dan pembinaan bank yang efektif yang dapat menghindarkan terjadinya kebangkrutan bank. B. time. Menurut Daryono Rahardjo. 2. perlindungan secara eksplisit (eksplisit deposit protection) yaitu perlindungan melalui pembentukan suatu lembaga yang menjamin simpanan masyarakat sehingga apabila bank mengalami kegagalan.Perlindungan terhadap nasabah penyimpan dana dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu. 1. 5) infrastruktur pendukung yang mencukupi dan 6) perlindungan konsumen. jasa. Pada dasarnya nilai pelanggan dapat dirinci menjadi nilai produk. . 2) sistem pengaturan yang efektif. perlindungan ini diperoleh melalui pembentukan lembaga yang menjamin simpanan masyarakat sebagaimana diatur dalam keputusan presiden RI No. kuat dan efisien guna menciptakan kestabilan system keuangan dalam rangka membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini berangkat dari fakta bahwa pasar dalam kondisi bersaing dan bergesernya buyer\'s market menjadi customer oriented . lembaga tersebut yang akan mengganti dana masyarakat yang disimpan pada bank yang gagal tersebut. energy dan psychic cost. Mekanisme Perlindungan Nasabah Arsitektur Perbankan Indonesia (API) mendesain industri perbankan berdasar 6 pilar pokok. 3) sistem pengawasan yang independent dan efektif. upaya pemberdayaan konsumen berarti meng “create ” nilai-nilai baru agar lebih competitive di pasar.

dengan memfasilitasi pendirian lembaga mediasi perbankan 3. yang ujungnya adalah kepuasan nasabah. Membentuk lembaga mediasi independent.Untuk mengembangkan nilai-nilai tersebut tentu harus dipahami benar perilaku nasabah yang meliputi motif dan kebiasaan-kebiasaan yang ada. menyampaikan kebenaran dan mengurangi informasi yang tidak benar. dengan memfasilitasi penyusunan standard minimum transparansi informasi produk bank 4. Undang-undang No. Untuk memberikan perlindungan dikemudian hari bagi kepentingan nasabah penyimpan dari bank-bank yang mengalami kegagalan. 7/7/PBI/2005 secara normatif telah mengatur transformasi informasi produk bank dan penggunaan data pribadi nasabah serta pengaduan nasabah. Menyusun transparansi informasi produk. bahwa untuk melindungi nasabah bank harus mampu membuat produk yang berkualitas. terutama bagi deposan yang dananya relatif kecil maka perlu diciptakan suatu sistem asuransi deposito. Program peningkatan perlindungan nasabah dapat dilakukan melalui: 1. dengan menetapkan persyaratan minimum mekanisme pengaduan nasabah 2. 7/6/PBI/2005. C. dengan mendorong bank-bank untuk melakukan edukasi kepada konsumen mengenai produk-produk finansial . Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. Menyusun standard mekanisme pengaduan nasabah. tanggal 20 Januari 2005 & No. Misi dari lembaga asuransi deposito adalah memelihara stabilitas dari sistem keuangan negara dengan cara mengasuransikan para deposan . Mempromosikan edukasi untuk konsumen. Asuransi Deposito Jaminan perlindungan bagi nasabah penyimpan dana sehubungan dengan dihentikannya kegiatan usaha sebuah bank adalah mutlak diperlukan. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen secara jelas telah menyampaikan kewajiban konsumen serta hak dan kewajiban pelaku usaha.

Dari ketentuan tersebut jelas bahwa bank wajib menjamin dana dari nasabah penyimpan. Dalam pasal 37 B ayat (2) dikemukakan bahwa . . Setiap bank wajib menjamin simpanan dana masyarakat yang disimpan pada bank yang bersangkutan. Jaminan terhadap dana masyarakat yang ada pada bank dalam ketentuan pasal 37 B ayat (1)UU No. untuk menjamin simpanan masyarakat pada bank sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dibentuk lembaga penjamin simpanan.bank dan mengurangi gangguan-gangguan terhadap perekonomian nasional yang disebabkan kegagalan-kegagalan yang dialami oleh perbankan. 10 tahun 1998 dikemukakan bahwa. Pembentukan lembaga penjamin simpanan diperlukan dalam rangka melindungi kepentingan nasabah dan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada bank. Ketentuan ini juga memberikan suatu jaminan bagi nasabah penyimpan bahwa apabila bank dimana ia menyimpan mengalami kegagalan maka dananya tidak akan hilang dan pasti dapat diterima kembali.

Menurut teori rahasia bank mutlak bank mempunyai kewajiban untuk menyimpan rahasia atau keterangan-keterangan mengenai nasabahnya yang diketahui bank karena kegiatan usahanya dalam keadaan apapun juga dalam keadaan biasa atau dalam keadaan luar biasa.BAB V HUKUM TENTANG RAHASIA BANK A. teori ini sering menonjolkan kepentingan individu sehingga kepentingan negara dan masyarakat sering terabaikan. Dalam teori rahasia bank yang bersifat relatif bank diperbolehkan membuka rahasia atau memberi keterangan mengenai nasabahnya apabila untuk kepentingan yang mendesak. Pengertian Rahasia Bank Ketentuan mengenai rahasia bank merupakan suatu hal yang sangat penting bagi nasabah penyimpan dan simpanannya maupun bagi kepentingan bank itu sendiri. sudah sepatutnya bank menerapkan ketentuan rahasia bank tersebut secara konsisten dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan perundang-undangan nasabahnya. Oleh karena itu sebagai suatu lembaga keuangan yang berfungsi menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan. Teori rahasia bank dibagi menjadi dua macam yaitu teori rahasia bank mutlak dan teori rahasia bank yang bersifat relatif. sebab apabila nasabah penyimpan ini tidak mempercayai suatu bank dimana ia menyimpan simpanannya tentu ia tidak akan mau menjadi nasabahnya. Misalnya untuk kepentingan negara atau kepentingan hukum. yang berlaku untuk melindung kepentingan .

Dalam tukar-menukar informasi antar bank 6. 23 PrP 1960 tentang rahasia bank dan dalam UU No. persetujuan atau kuasa dari nasabah penyimpan atau ahli warisnya. Untuk kepentingan peradilan dalam perkara perdata antara bank dengan nasabah 5. Berdasarkan ketentuan pasal 40 ayat (1) pengecualian terhadap ketentuan rahasia bank adalah sebagai berikut. Untuk kepentingan perpajakan 2. Dasar Hukum dan Ruang Lingkup Rahasia Bank Mengenai ketentuan rahasia bank sebelum berlaku undang-undang no. 14 tahun 1967 tentang pokok. Atas permintaan.pokok perbankan. Pengecualian Rahasia Bank Pengecualian terhadap ketentuan rahasia bank dalam UU No. 10 tahun 1998 tentang perbankan dapat ditemukan dalam undang-undang no. 1. pasal 42. 41 A. pasal 44. Selain itu Rahasia bank juga diatur di dalam Undang-Undang No. Untuk kepentingan peradilan dalam perkara pidana 4. C.B. 7 tahun 1998 jo. pasal 43. Untuk kepentingan penyelesaian piutang bank yang telah diserahkan kepada BUPLN/PUPN 3. UU No 10 tahun 1998 tentang perbankan adalah mengacu kepada ketentuan pasal 40 ayat (1) UU No. dan pasal 44 A. 7 tahun 1992 jo. . 10 tahun 1998 yang menentukan bahwa bank wajib merahasiakan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya kecuali dalam hal sebagaimana dimaksud dalam pasal 41. 7 tahun 1992 jo. UU No. UU No. 10 tahun 1998 tentang perbankan.

kewajiban. Sumber hukum dalam arti formal adalah tempat ditemukannya ketentuan hukum dan perundang-undangan. para pihak yang tersangkut dengan bisnis perbankan. apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh bank. yurisprudensi. dan lain-lain sumber hukum yang mengatur masalah-masalah perbankan sebagai lembaga. rambu-rambu yang harus dipenuhi oleh suatu bank. Sumber hukum dalam arti material baru diperhatikan jika dianggap perlu diketahui akan asal usul hukum. baik yang tertulis maupun tidak tertulis. eksistensi bank. hak. doktrin. dan aspek kegiatannya sehari-hari. Saran Dalam melaksanakan kemitraan antara bank dengan nasabahnya. tugas dan tanggung jawab. Asas Demokrasi Ekonomi 2. dan lain-lain yang berkenaan dengan dunia perbankan tersebut. yaitu ketentuan perbankan yang sedang berlaku pada saat ini. Kesimpulan Hukum yang mengatur masalah perbankan disebut hukum perbankan (Banking Law) yakni merupakan seperangkat kaedah hukum dalam bentuk peraturan perundang undangan. B. Asas Kepercayaan .BAB VI PENUTUP A. kegiatan perbankan perlu dilandasi dengan beberapa asas hukum (khusus) yaitu : 1. perilaku petugas-petugasnya. untuk terciptanya sistem perbankan yang sehat. Sumber hukum perbankan adalah tempat ditemukannya ketentuan hukum dan perundang-undangan perbankan yang dimaksud adalah hukum positif.

. Hukum Perbankan Modern (Bandung:PT: citra Aditya Bakti. Operasional Transaksi Produk Perbankan di Indonesia. Bandung : PT.2000).html Muhammad Djumhana. Asas Kerahasiaan 4. Munir Fuadi. Hubungan Bank Dan Nasabah Terhadap Produk tabungan dan Deposito.blogspot. 1999) Yusuf Shofie.com/2010/01/makalah-hukum-perbankan.(Bandung:citra Aditya Bakti.3. Try Widyono. 2006) Ronny Sautma Hotma Bako. 1995. Asas-Asas Hukum Perbankan Indonesia. Asas Kehati-hatian (Prudential Principle) DAFTAR PUSTAKA http://mini-lambara. Perlindungan Konsumen. 1993).(Bandung:Ghalia Indonesia. citra Aditya Bakti. (Bandung :Citra Aditya Bakti.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful