Rika Susanti

Peran Odontologi Forensik
 Identifikasi benda bukti manusia.
 Penentuan umur dari gigi.  Penentuan jenis kelamin dari gigi.  Penentuan ras dari gigi.  Penentuan etnik dari gigi.  Analisis jejas gigit (bite marks).  Peran dokter gigi forensik dalam kecelanaan massal.  Peranan pemeriksaan DNA dari bahan gigi dalam identifikasi personal.

Manfaat Identifikasi
KORBAN

SEGITIGA TKP

B.B.

PELAKU

.

RESULT  Bagian Tubuh Manusia/Bukan  Jenis Kelamin  Ras  Tinggi Badan  Umur  Identifikasi Khusus  Serologi :  Golongan Darah  DNA .

Identifikasi melalui Kerangka Ras Jenis kelamin Umur Tinggi badan Parturitas .

TUBUH MANUSIA Prinsip:  Paham Anatomi Tulang Manusia  Kadang susah dibedakan  Memiliki bentuk dan ukuran yang hampir sama .

BAGIAN TUBUH MANUSIA .

.

pjg 180mm/Anjing dewasa. OS FEMUR : Anak (3thn).pjg 166mm  Epifise (Tdk ada/ada) .

 Humerus Kanan hewan < manusia  Kanan: adult female .

manusia  (Kiri=adult male) . Kuda . Humerus: Kerbau .

 Right Femora of Animals smaller than Human  On Right is an adult female .

manusia  (left=adult male) .kuda. Right Tibia:sapi.

Komponen perkawinan 3. Komponen masyarakat sekitar 2. Komponen genetik 4. Negroid Berbeda disebabkan: 1. Mongoloid 3. Ciri fisik . Caucasoid 2.RAS Secara Garis Besar 1.

Tulang tengkorak  Paling akurat untuk Ras Dasar Penentuan Ras:  Morfologi dan anatomi tulang tengkorak  Ukuran Anropometri .

Morfologi & Anatomi  Tulang Hidung  Zygomatikum  Tonjolan mulut .

.

.

.

Lengkung Gigi  Mongoloid  Negroid  Caucasoid : Elipsoid : Berbentuk U : Paraboloid .

Lengkung Gigi .

Ciri – ciri gigi
Ras Caucasoid: 1. Permukaan lingual rata pd gigi seri 2. Gigi sering crowded 3. Gigi molar pertama bawah lebih panjang 4. Lengkung rahang sempit

Ras Mongoloid
 Gigi sekop pada insisivus
 Bentuk gigi molar  segi empat dominan

Ras Negroid
 Premolar mempunyai 3 akar
 Cendrung bimaxillary protrusion monyong  Molar ke 4 sering ditemukan  Premolar 1 bawah terdapat 2 atau 3 cups  Gigi molar berbentuk segi empat

sex MALE  Tonjolan supraorbita >>  Lubang tlg mata (kotak)  Os Palatum (Huruf “U”)  Gigi (Lebih besar)  Dagu (lebih kotak)  Os nasal hole (Fosa FEMALE  Tonjolan supraorbita <<  Lubang tlg mata (bundar)  Os Palatum (Huruf “V”)  Gigi (Lebih kecil)  Dagu (lebih lengkung)  Os nasal hole (Fosa pyriformis) :segitiga pyriformis) :agak bundar .

.

.

.

kasar.SEX MALE  Tlg tengkorak : besar.lunak  Muscle ridges occip bone: <<  Mastoid Processes: << & Halus  Frontal sinuses:<< . FEMALE  Tlg tengkorak : kecil. keras  Muscle ridges occip bone: >>  Mastoid Processes :>> & Kasar  Frontal sinuses:>> halus.

.

bentuk lonjong  Sacrum: kecil pubic angle) dinilai dengan ekstrapolasi : Sudut > 90°  Ramus ischio-pubic: lebar  Pintu atas panggul : Lebar  Sacrum: besar .SEX MALE  Sudut tulang kemaluan (sub FEMALE  Sudut tulang kemaluan (sub pubic angle) dinilai dengan ekstrapolasi : Sudut < 90° (Vshaped)  Ramus ischio-pubic: Tajam  Pintu atas panggul : sempit.

.

.

.

.

.

.

.

.

TINGGI BADAN  Semua tlg panjang : diukur panjang(cm) (ki/ka)  Ukur tinggi Badan : Faktor Multiplikasi (FM) : Mongoloid Trotter and Glesser Djaja Rumus : TB = FM a x Ta .

TULANG FM MONGOLID BAGIAN PANJANG (T) (cm) TB = FMa X Ta (cm) Tulang pengumpil (Os radius) Tulang lengan atas (Os humerus) 6.5 29 29 Tulang hasta (Os ulna) Tulang paha (Os femur) Tulang kering (Os tibia) Tulang betis (Os fibula) 6.90 5.30 Kanan kiri Kanan Kiri 23.30 3.48 4. 35 35 34.70 4.5 35 .48 kanan Kiri Kanan Kiri Kanan Kiri Kanan Kiri 25 26 44 44.5 24.

47 34.5 35 .47 35 35 Kanan Kiri Tulang betis (Os fibula) 4.BAGIAN TULANG FM (DJAJA) PANJANG (T) (cm) TB = FMa X Ta (cm) Kanan Kiri Tulang kering (Os tibia) 4.

Faktor Ratio/Proporsi:  Perhitungan Ratio (White Males)  Perhitung Ratio (Djaja) Faktor Regresi .

5 44.BAGIAN TULANG PANJANG (T) (cm) RATIO (white males) HASIL (cm) HASIL AKHIR (cm) Kanan Os Humerus Kiri Kanan Kiri Kanan Kiri 32.6 37.2290 176.0563 175.1 168.1 [100/19.8473 170.3] x 37.0] x 32.0 [100/19.2] x 44.3 .9473 Os Femur 26.0] x 32.5 37.2 [100/26.5 [100/21.5868 Os Tibia 21.9473 168.4 169.1 44.6 [100/21.2] x 44.5 [100/26.4 19.1 32.3] x 37.

37] x 36.261 161.5 37.2 162.BAGIAN TULANG PANJANG (T) (cm) RATIO (Djaja) HASIL (cm) HASIL AKHIR (cm) Kanan Kiri Os Tibia Kanan Kiri Os Fibula 37.5 [100/22.4 167.3 [100/22.37 36.37] x 37.4 22.814 .37 [100/22.3 36.625 167.37] x 36.18 [100/22.2 22.37] x 37.

Gambaran Permukaan dalam tlg kemaluan (Todd.Gambaran permukaan dalam tlg iga 3.Snow.Garis persambungan kepala (sutura)  Tergantung total score  Terbagi atas beberapa Fase  Range perkiraan umur 2.McKern & Steward.Hanihara & Suzuki) .PERKIRAAN UMUR 1.

.

.

.

.

.

.

4  Fase I Rata-rata = 28.41. 2. Pars lambdika Pars intermedika Pars asterika 3 1 4 8 22 / 16 = 1. 4. 3.SUTURA BAGIAN SUTURA SCORE JUMLAH TOTAL 1. 2.52 . 3.08 Interval = 15. 2. 3.6 SD = 13.37 = 1.68 tahun •Kesan : Perkiraan umur adalah 15 – 40 tahun . 4. Pars bregmatika Pars vertisis Pars obelika Pars lambdika 1 0 2 1 22 4 Lambdoideal 1. Coronal Pars bregmatika Pars komplikata Pars stehpanika Pars pterika 3 1 2 4 10 Sagital 1.

Perkiraan Umur  Gambaran Pusat Penulangan (epiphysis closure)  Gambaran Pertumbuhan gigi .

Jenis Kelamin. Ras  kecepatan penutupan berbeda (Tabel) .epiphysis closure  Tiap Bagian tulang.

Perkiraan Umur berdasarkan pertumbuhan gigi  tabel .

.

.

DNA .Serologi 1. Golongan Darah Absorbsi Elusi Sampel :  Gigi  Tulang  Rambut 2.

DNA examination  In the autosome and sex chromosome  Centromere: species specific and chromosome specific  Telomere: Individual specific  Exon (coding DNA)  Intron (non-coding DNA) .

The kinds of human D N A  Nuclear (core) DNA (c-DNA): * double helix * inherited from father and mother  Mitochondrial DNA (mt-DNA): * circular * inherited only from mother .

HVR2 . FGA. etc  Mitochondrial DNA: * D loop (452 bp regions) * HVR1. FES/FPS. LPL. THO1.DNA INFORMATION  Nuclear DNA: * HLA DQA1 * D1S80 * STR: vWA.

hair root  Hard material: bone and teeth .DNA samples  All nucleated cell available:  Blood  Seminal liquid  Cells and tissue: psoas muscle.

PART OF TOOTH FOR DNA ANALYSIS  Sufficient quantity of DNA in the crown body. Highest DNA yields derived from from root body  Pulp contains abundant of DNA  Dentine and cement: good sources of DNA in severe degradation . root body and root tip.

missing teeth. bridges. periodontal disease.Identifikasi Khusus  Cacat pada tulang  Kelainan gigi  Restorations: filling. etc  Kebiasaan . root canal fillings  Pathology: caries. crowns.

.

.

Tehnik Identifikasi  Skull: super-imposition. face reconstruction .

Facial reconstruction  To attempt a visual aspect from intact skull  Computerized  Manual: * Based on the thickness of soft tissue on several points on the face * Using wax or other materials .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful