PROPOSAL BERMAIN TERAPEUTIK

Kelompok 5 Di Susun Oleh : FIKA SUSANTI RIZKY AMELIA MUHAMMAD RIDHO PUTU KRISTIANTO RIZKY IBRANOGA SASRA ANDIKA

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) PROGRAM STUDI KEPERAWATAN PERGURUAN TINGGI MITRA LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2013

i

STIKES Mitra Lampung sebagai tugas yang menjadi bagian dari mata kuliah Ilmu Sosial Dasar. 15 Mei 2013 Penyusun ii . Bandar Lampung. Semoga pembaca dapat memanfaatkan makalah ini sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan berkat dan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tugas mata kuliah Ilmu Keperawatan Dasar III ini dengan baik. Makalah ini disusun bersama oleh mahasiswa/i program studi keperawatan . Kami menyadari dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. oleh sebab itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun sebagai perbaikan untuk yang akan datang. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada temanteman yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini.

.................. PENDAHULUAN A....... Media dan Sarana............................................. H......................................................................... Menggambar........................ D......................................... D................................... Rencan Pelaksanaan............................................... Saran .................................................................... C............... B................................................................. TINJAUAN PUSTAKA A......... Manfaat ....................... Rencana Evaluasi........... B............................................................................................DAFTAR ISI Halaman Judul...... E............. Topik.......................................... RENCANA KEGIATAN A...................................................................................................................................................... BAB I................... Hospitalisasi...................................................................................................................................................... Sasaran.............. DAFTAR PUSTAKA i ii iii iii ................................................................. Daftar Isi ..................... Kesimpulan.......................................... Latar Belakang................................................................................................................. BAB III......................................... Kata Pengantar ............................................................................................................................. Denah atau Seting Tempat G................................ Tujuan.................................................................................................................. C................................................ B. Tempat Dan Waktu............................ Permainan Terapeutik................... BAB II.......... C.......... Peran Perawat.. F...... BAB IV PENUTUP A.................. B............. Pengorganisasian..............

iv .

cemas. mental dan perkembangan emosinya.tetapi merupakan kebutuhan anak seperti halnya makanan.: Anak-anak yang dirawat umur 0-1 tahun berjumlah 14 orang. Aktivitas bermain merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan bagi anak. Oleh karena itu dalam memilih alat bermain hendaknya disesuaikan dengan jenis kelamin dan usia anak. Aktifitas bermain merupakan salah satu stimulus bagi perkembangan anak secara optimal. Aktivitas bermain merupakan salah satu stimulus bagi perkembangan anak secara optimal. cinta kasih. Anak bebas mengekspresikan perasaan takut. gembira atau perasaan lainnya sehingga hal tersebut memberikan kebebasan bermain untuk anak sehingga orang tua dapat mengetahui suasana hati si anak. dan lain sebagainya. Bermain tidak sekedar mengisi waktu. Dari data yang didapat di RS IMANUEL di ruang anak (G) di temukan data pada tanggal 21 Januari sampai 26 Januari 2013 adalah sebagai berikut. meskipun hal tersebut tidak meghasilkan komoditas tertentu. Dalam kondisi sakit atau anak dirawat di rumah sakit. Anak memerlukan berbagai variasi permainan untuk kesehatan fisik. perawatan. Kemudian umur 1-3 tahun berjumlah 6 orang. aktifitas bermain ini tetap perlu dilaksanakan disesuaikan dengan kondisi anak. Sehingga dapat merangsang perkembangan anak secara optimal. dalam hal ini tidak semua pasien 1 . dalam hal ini tidak semua pasien diambil untuk terapi bermain akan tetapi diambil 2 orang karena orang tersebut sudah termasuk dalam kondisi perawatan minimal (minimal care).BAB 1 PENDAHULUAN A. Bermain merupakan cara alamiah bagi anak untuk mengungkapkan konflik dari dirinya. Bermain dapat mengungkapkan bahasa dan keinginan dalam mengungkapkan konflik dari anak yang tidak disasarinya serta dialami dengan kesenangan yang diekspresikan melalui psikososio yang berhubungan dengan lingkungan tanpa memperhitungkan hasil akhirnya. Latar Belakang Bermain adalah kegiatan yang dilakukan secara sukarela untuk memperoleh kepuasan.

Memberikan kesenangan dan kepuasan C.diambil untuk terapi bermain akan tetapi diambil 3 orang karena orang tersebut sudah termasuk dalam kondisi perawatan minimal (minimal care). Untuk anak-anak sebagai salah satu terapi pengobatan dan menghilangkan kejenuhan terhadap suasana rumah sakit. B. 2 . kreatifitas. Pasien yang diambil untuk TAK berjumlah 6 orang. dan bermain dengan terapi. Meningkatkan keterampilan anak c. dalam hal ini tidak semua pasien di ambil untuk terapi bermain akan tetapi diambil 1 orang karena orang tersebut sudah termasuk dalam kondisi perawatan minimal (minimal care). 1. sosial. Manfaat a. Tujuan 1.2. kesadaran diri.2. Tujuan Khusus a. Tujuan Umum Merangsang perkembangan sensorik. b. Mengidentifikasi anak terhadap keterampilan tertentu d. intelektual. Meningkatkan kemampuan dan kreatifitas b.2. moral. Dan umur diatas 3 tahun berjumlah 5 orang. Sebagai sarana orang tua untuk mengetahui suasana hati anak saat bermain.1.

sebab bermain membantu anak menanggulangi pengalaman yang tidak menyenangkan. 1999). kreatifitas. harus aman dan mempunyai unsur education. Jika. B. pengobatan dan prosedur invasif. 2. Perawat memperhatikan setiap alat yang digunakan oleh anak. Perawat mampu beradaptasi dengan anak dan tidak keluar dari jalurnya. 3 . dengan cara tidak membatasi kegiatan yang si anak lakukan. dia merasa tidak dihargai. frustasi dan marah terhadap penyakit dari hospitalisasi (Mott. Hal-hal yang perlu diperhatikan bagi perawat dalam kegiatan tersebut: 1. Perawat berprilaku ramah. kecemasan. Tidak hanya itu perawat juga bisa menjadi teman bermain bagi anak. Dengan demikian diharapkan respon anak terhadap hospitalisasi berupa perilaku agresif. Peran Perawat Peran perawat dalam permainan ini adalah sebagai pembimbing dan pengarah pada anak saat bermain. namun tetap terpantau. Karena. Kemudian perawat dapat mengembangkan imajinasi. Bermain dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk menyelesaikan tugas perkembangan secara normal dan membangun koping terhadap stres.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. 3. Sehingga alat yang diberikan dapat berfungsi dengan maksimal. Hospitalisai Setiap anak meskipun sedang dalam perawatan tetap membutuhkan aktivitas bermain. sehingga anak dapat merasa nyaman. dan intelektual anak dalam mengekspresikan dirinya. Bermain juga menyediakan kebebasan untuk mengekspresikan emosi dan memberikan perlindungan anak terhadap stres. anak mempunyai sensitifitas yang cukup tinggi. perhatian dan tetap sopan kepada anak. ketakutan.

Seiring dengan berkembangnya imajinasi. Menganjurkan untuk berinteraksi dan mengembangkan sikap-sikap yang positif terhadap orang lain Memberikan cara untuk mengekspresikan ide kreatif dan minat Memberi cara mencapai tujuan-tujuan terapeutik (Wong . menggambar semakin menjadi favorit pada anak usia ini.1996). 4 . Permainan Terapeutik  Jenis Permainan Menggambar. Pada usia ini mereka mulai kenal dengan warna dan bentuk. Beberapa anak sudah bisa membuat bentuk geometri. Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh seorang anak bila bermain dilaksanakan di suatu rumah sakit. bantulah mereka untuk belajar menulis dan menggambar lebih baik dengan membuatkan dotted-letter dan kertas mewarnai.regresi dapat berkurang sehingga anak lebih kooperatif dalam menjalani perawatan di rumah sakit. C. menulis huruf dan angka. antara lain: Memfasilitasi situasi yang tidak familiar Memberi kesempatan untuk membuat keputusan dan kontrol Membantu untuk mengurangi stres terhadap perpisahan Memberi kesempatan untuk mempelajari tentang fungsi dan bagian tubuh Memperbaiki konsep-konsep yang salah tentang penggunaan dan tujuan peralatan dan prosedur medis Memberi peralihan dan relaksasi Membantu anak untuk merasa aman dalam lingkungan yang asing Memberikan cara untuk mengurangi tekanan dan untuk mengekspresikan perasaan.

menulis huruf dan angka. 1. Perkembangan hubungan sulit. Perkembangan pengobatan. Beberapa anak sudah bisa membuat bentuk geometri. Menggambar. moral dan bermain sebagai terapi. Pengertian Menggambar. kreatifitas. anak akan mengalihkan rasa sakitnya pada permainannya dan relaksasi melalui kesenangannya bermain. Perkembangan kesadaran diri. D. Seiring dengan berkembangnya imajinasi. 7. menggambar semakin menjadi favorit pada anak usia ini. perkembangan intelektual. 2. Pada usia ini mereka mulai kenal dengan warna dan bentuk. Perkembangan moral. sosial anak akan memberi dan menerima serta mengembangkan hubungan sesuai dengan belajar memecahkan masalah dan sensorik-motorik merupakan komponen terbesar yang digunakan anak dan bermain aktif sangat penting untuk perkembangan 5 . anak akan belajar mengenai nilai dan moral dan etika belajar membedakan mana yang benar dan mana yang salah serta belajar bertanggung jawab atas segala tindakan yang telah dilakukan. sosial. 6. anak belajar mengenal kemampuan dengan mencoba peran-peran baru dan mengetahui dampak tingkah lakunya terhadap orang lain. 1. Bermain sebagai terapi. 5. kesadaran diri. 3. Perkembangan kreatifitas anak belajar merealisasikan diri. Perkembangan intelektual anak melakukan eksplorasi dan manipulasi terhadap segala sesuatu yang ada dilingkungan sekitar. Fungsi Fungsi bermain adalah merangsang perkembangan sensorik-motorik. 4. bantulah mereka untuk belajar menulis dan menggambar lebih baik dengan membuatkan dotted-letter dan kertas mewarnai.

Anak yang sehat memerlukan aktivitas bermain yang bervariasi. belajar untuk memberi dan menerima b. untuk menghindari rasa bosan atau jenuh. Perkembangan Sosial a. baik bermain aktif maupun bermain pasif. 2005).Kesadaran diri : anak mengenal kemamapuannya dan membandingkan dengan orang lain. Bermain dengan anak. dkk. sehingga anak memerlukan nutrisi yang memadai. Perkembangan intelektual melatih kemampuan mengeluarkan imajinasi melalui gambar 3. 3. Ekstra energy Untuk bermain diperlukan ekstra energi. Bemain memerlukan energi yang cukup.Bermain dengan oranglain membantu untuk mengembangkan hubungan social dan belajar memecahakan masalah dari hubungan.Menggambar yaitu memberikan instruksi untuk anak menggambar bebas dngan tema mengenai ayah dan ibu mereka. Manfaat bagi anak 1. Hal yang perlu diperhatikan e.Dengan bermain anak belajar bertanggung jawab terhadap tindakan d. Perkembangan sensorik dan motorik untuk meningkatkan fungsi otot walapun dalam keadaan sakit. c. 6 . (Nursalam. 2. Contoh gambar : 2.

g. i. Anak bisa bermain di ruang tamu. Bila kegiatan bermain dilakukan bersama orang tuanya. Karena kalau anak bermain sendiri. 4. karena anak tidak terbatas pengetahuannya dalam menggunakan alat permainannya dan anakanak akan mendapat keuntungan lebih banyak. cara yang terakhir adalah yang terbaik. Ruangan untuk bermain Ruangan tidak usah terlalu lebar dan tidak perlu ruangan khusus untuk bermain.f. Waktu Anak harus mempunyai cukup waktu untuk bermain sehingga stimulus yang diberikan dapat optimal. bahkan di ruang tidurnya. maka akan kehilangan kesempatan belajar dari teman-temannya. maka dapat mengakibatkan anak tidak mempunyai kesempatan yang cukup untuk menghibur diri sendiri dan menemukan kebutuhannya sendiri. Teman bermain Anak harus merasa yakin bahwa ia mempunyai teman bermain kalau ia memerlukan. Sebaliknya kalau terlalu banyak bermain dengan anak lain. meniru teman-temannya atau diberitahu caranya oleh orang tuanya. maka hubungan orang tua dengan anak menjadi akrab. Selain itu. Teknik bermain mengenali ayah dan ibu Alat menggambar seperti pensil. 7 . 2005). (Nursalam. h. orang tuannya atau temannya. halaman. anak akan mempunyai kesempatan yang cukup untuk mengenal alat-alat permainannya. dan ibu atau ayah akan segera mengetahui setiap kelainan yang terjadi pada anak mereka secara dini. Pengetahuan cara bermain Anak belajar bermain melalui mencoba-coba sendiri. Jadi anak akan berusaha menggambar wajah ayah atau ibu mereka. apakah itu saudaranya. buku gambar dan kerayon di bagikan oleh fasilitator. dkk. Anak menggambar bebas dengan tema mereka.

Buku gambar b. Mila umur 2 tahun b.45 WIB : Ruang Perawatan Anak D. Anak kooperatif c. Tempat dan Waktu Hari Waktu Tempat : kamis. Topik Menggambar B. Kriteria Klien a. Nazila B umur 1 tahun C. Nama klien yang mengikuti a.00 . Sasaran 1. 11 Juli 2013 : 10. Pengapus 8 .10. Anak yang berumur usia ( 1-2 tahun ) b. Pensil d. Anak dengan komunikasi verbal baik d. Kerayon c. Proses seleksi Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai yaitu anak mengekpresikan ide-ide atau perasaan secara optimal dan bersosialisasi dengan efektif seperti kriteria diatas 3. Media dan Sarana Media a. Anak dengan kondisi membaik 2.BAB III RENCANA KEGIATAN A.

Leader b.- Sarana a. SASRA ANDIKA 2. Fasilitator : PUTU KRISTIANTO : MUHAMMAD RIDHO : 1. Uraian Tugas a. Meja b. Fasilitator  Menyiapkan alat-alat permainan  Memberi motivasi kepada anak untuk menyusun gambar  Mempertahankan kehadiran anak 9 .Leader  Membantu leader dalam mengorganisasi anggota. Leader c. Struktur organisasi a. Observer : 1. Co. Pengorganisasian 1. Leader  Membuka acara  Menjelaskan tujuan bermain  Mengarahkan proses kegiatan pada anggota kelompok  Menjelaskan aturan bermain pada anak  Mengevaluasi perasaan setelah pelaksanaan  Menutup acara b. RIZKY IBRANOGA 2. c. Pencahayaan E. Tikar c. FIKA SUSANTI d. RIZKY AMELIA 2. Co.

Denah atau Seting Tempat Setting Tempat Keterangan: ☺= Leader ☻= Co Leader ∏ = Anak-anak Θ = Fasilitator ☼ = Observer ☼ ☻ ∏ ☺ Θ 10 .  Mencatat seluruh proses yang dikaji dan semua perubahan prilaku. 0bserver  Mencatat dan mengamati respon klien secara verbal dan non verbal. Mencegah gangguan/hambatan terhadap anak baik luar maupun dalam. d.  Mencatat dan mengamati peserta aktif dari program bermain F.

anak keluarga siap dan b. Evaluasi tempat dan waktu Tempat yang digunakan untuk kegiatan terapi/kreativitas ini adalah Ruang Perawatan Anak. Menyiapkan alat-alat. tempat duduk diatas tikar dan posisi duduk melingkar. Rencana Pelaksanaan No 1 a. Dimana 11 . 2. yaitu : pukul 10. Memperkenalkan diri. Tempat disiapkan sedemikian rupa.45 WIB. H. memperkenalkan diri kepada keluarga. Menyiapkan anak dan keluarga Proses Membuka proses terapi bermain dengan mengucapkan salam. Evaluasi peserta Peserta yang mengikuti kegiatan terapi/kreativitas berjumlah 2 orang dengan klasifikasi usia anak 1 – 2 Tahun. Waktu 10 menit Subjek terapi Ruangan.alat. Sedangkan waktu pelaksanaan sesuai dengan rencana sebelumnya. c. 2 Terapis Persiapan Menyiapkan ruangan.00 s/d 10. menjelaskan cara permainan. Penutup Menyimpulkan. Menjelaskan pada keluarga tentang 5 menit tujuan dan manfaat bermain.G. mengucapkan salam 3 menit 5 menit 10 menit Bermain bersama dengan antusias dan mengungkapkan ekspresi Memperhatikan dan menjawab salam Memperhatikan 2 menit Menjawab salam. Rencana Evaluasi Evaluasi proses Evaluasi proses pelaksanaan kegiatan terapi bermain/kreativitas meliputi : 1. Mengajak anak bermain Mengevaluasi respon anak dan 3 keluarga.

buku gambar. sehingga anak aman menggunakannya. Evaluasi hasil umumnya para peserta dapat mengikuti kegiatan terapi Pada bermain/kreativitas dengan baik. Usia peserta seharusnya usia anak todler (1-3 tahun). Dari hasil pengamatan bahwa semua peserta dapat menyelesaikan tugas mereka sesuai dengan waktu yang ditentukan. seperti : krayon. Saran : Sebaiknya alat yang digunakan untuk menggambar adalah alat seperti pensil dan kerayon tidak terdapat bahan yang berbahaya.para peserta yang mengikuti kegiatan terapi bermain/kreativitas menggambar. 3. 12 . Evaluasi alat Alat yang digunakan untuk kegiatan terapi/kreativitas . menggambar sesuai objek dengan tema yang di rencana sebelumnya.

 Orang tua atau orang dewasa hendaknya mengawasi anak saat bermain. Kesimpulan Bermain adalah kegiatan yang dilakukan sesaui dgn keinginanya sendiri dan memperoleh kesenangan. Saran  Hindari permainan yang membahayakan.  Bermain pada anak berfungsi membantu anak menuju proses kesembuhannya lebih cepat.  Para orang tua hendaknya memberikan permainan dari bahan yang steril dan beracun.  Gunakan alat permainan yang ringan dan tidak tajam.  Bermain dapat memberikan kesenangan dan mengurangi rasa sakit pada anak.BAB IV PENUTUP A. 1989). Kebutuhan bermain mengacu pada tumbuh kembang anak. cemas. dan prinsip bermain untuk anak dirumah sakit bertujuan untuk memberikan relaksasai dan penenangan dari rasa takut. karena anak pada masa ini sering memasukkan mainan ke dalam mulutnya. (Foster.tegang. 13 . dan sakit. B.  Bermain memberikan pengetahuan dan pengalaman baru pada anak.

html http://mommygadget. Ilmu gizi dan aplikasinya untuk keluarga dan masyarakat .namabayi.htm.Jakarta : EGC Http: www.balitaanda. Buku Ajar : Konsep dasar keperawatan.com : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan 14 .html.M (1996). (2002).com/mitra_bayi_Gizi2. Prinsip Keperawatan Pediatrik.R. Edisi 2.Y. Jakarta Nasional. http://asuhankeperawatanonline. Http : www. Jakarta : EGC Soekirman.DAFTAR PUSTAKA Supartini.blogspot.com/2012/03/satuan-acarapenyuluhan-gizi-bayi-dan.com/mei16 ngemil. Saccharin.indoglobal. (2000).

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.