Está en la página 1de 10

Pencegahan glukoma......

Untuk pencegahan glukoma tidak ada yang spesial, untuk pencegahannya sama seperti kebanyakan penyakit mata lainnya. Yang dapat kita lakukan adalah bagi pria atau wanita yang berusi lebih dari 35 tahun diharapkan lebih sering periksa mata ke dokter spesialis, karena pada usia 35 tahun ke atas anatomi dan fisiologi mata mulai berubah. Mata berkerut, pandangan kabur, dll. Pada usia 35 tahun hal lain yang dapat kita lakukan untuk mencegah glukoma adalah dengan melakukan hal-hal berikut;

1. Menonton Televisi Jangan Terlalu Dekat


Jarak yang aman untuk menonton televisi kalau tidak salah 2 meter untuk tv ukuran 14 inchi. Untuk layar yang lebih lebar otomatis jaraknya lebih jauh. Nonton layar bioskop pun sebaiknya mengambil kursi yang paling belakang. Bekerja / Bermain Komputer Jangan Terlalu Lama Biasakan memberi waktu dalam beraktivitas di depan layar komputer. Misalnya setiap 15 atau 30 menit sekali beristirahat melihat yang jauh-jauh selama lima sampai sepuluh menit agar mata tidak selalu dalam keadaan tegang karena melihat layar dengan jarak yang sangat dekat. Bermain Video Game Jangan Terlalu Dekat Anak-anak jaman sekarang banyak yang cuek terhadap kesehatan mata. Ini dapat kita lihat dengan banyak yang main ps / playstation atau vido game sejenis lainnya dekat dengan layar tv. Sebaiknya biasakan marahi anak yang bermain game terlalu dekat. Jaraknya mirip dengan poin nomor 1 di atas. Membaca Buku Jarak yang aman membaca buku adalah 30 cm. Bila terlalu dekat dapat membuat mata tegang dan mengakibatkan rabun jauh dalam jangka panjang. Membaca buku juga tidak boleh sambil tiduran. Penerangan pun juga harus cukup misalnya dengan lampu neon yang terang. Dengan demikian kesehatan mata akan tetap terjaga. Hindari Debu Dan Polusi Bagi anda yang sering beraktivitas di jalan raya seperti tukang ojek, polisi, polisi cepek, preman, supir angkot, kurir, dan lain sebagainya sebaiknya menggunakan pelindung mata seperti kacamata dan helm yang berkaca. Hindari debu yang masuk ke mata karena bisa membuat mata jadi infeksi dan membuat mata menjadi katarak. Makan Makanan Bergizi, Berserat dan Bervitamin A Mata butuh asupan zat-zat yang bergizi serta vitamin yang

2.

3.

4.

5.

6.

cukup agar dapat menjaga kondisi tetap fit. Biasakan memakan makanan yang berserat dan memiliki kandungan gizi yang cukup. Anda juga dapat mengkonsumsi suplemen atau mekanan yang mengandung vitamin A eperti wortel, alpukat, tomat, pepaya, dan lain sebagainya. Jagalah kesehatan mata anda agar anda tidak tersiksa karena harus memakai kacamata terus-menerus. Dengan mata yang sehat anda punya banyak peluang untuk tembus tes-tes kesehatan yang mengharuskan mata anda sehat wal-afiat. Hubungi dokter setiap anda punya masalah dengan mata. Selamat mencoba.

Diagnosa post operasi:

no 1

dignosa

NOC

NIC

Gangguan - Gangguan citra tubuh - Pencapaian citra tubuh: citra tubuh berkurang yang peningkatan kesasdarn b.d trauma ditunjukkan dengan citra pasien dan ketidak tubuh yang positif, sadaran persepsi secara konsisten danntingkah laku menunjukkan distorsi terhadap tbuh pasien. kontrol pikir, resolusi berduka (terdapat tingkat Aktivitas keperawatan: yang luas), penyesuaian - Kaji dan dokumentasi psikososial substansial: respon verbal dan non perubahan verbal pasien tentang kehidupan,dan harga diri tubuh pasien. yang positif R: untuk mengetahui - Menunjukkan citra tubuh, perasaan pasien yang yang ditandai dengan tidak dapat tersampaikan indikator kekonsistenan . sbg berikut ( dengan ketentuan 1-5: tidak - Tentukan harapan pasien pernah, jarang, kadangtentang gambaran tubuh kadang, atau positif). berdasarkan tahap perkembangan - Pasien akan mengindentifikasi R: untuk menemukan kekuatan personal motivasi klien dalam mencapai kesembuhan - Pengakuan terhadap perubahan aktual pada - Tentukan apakah ada fungsi tubuh. perubahan fisik saat ini telah dikaitkan dengan - Mengungkapkan perkembangan tubuh keinginan untuk pasien menggunakna sumber yang disarankan setelah R: mengetahui hasil keluar dari RS. tindakan dan menentukan tindakan selanjutnya - Rujuk ke layanan sosial untuk merencanakan

perawatan dengan pasien atau keluarga. R: membantu klien memperoleh percaya dirinya kembali - Dengarkan pasien atau keluarga secara aktif dan akui realitas adanya perhatian terhadap perawatan, kemajuan dan prognosis R: memberikan masukan poitif terhadap perkembangan klien

Intoleransi -klien mentoleransikan aktivitas aktivitas yang biasa b.d dilkukan dan ditunjukkan kelemahan dengan daya tahan umum penghematan energi, dan perawatan diri, kriteria evaluasi: 1. mengedentifikasikan aktivitas/situasi yang menimbulkan kecemasan 2.mengungkap secara verbal pemahaman tentang kebutuhan oksigen,pengubatan dan perawatan yang dapat meningkatkan aktivitas 3.menampilkan aktivitas kehidupan sehari-hari

Intervensi : -Terapi Aktivitas -Pengelolaan energi Aktivitas keperawatan: 1)Kaji respon,sosial dan spritual terhadap aktivitas R: )Respon, emosi, sosial dan spritual mempengaruhi motivasi dan aktivitas. 2)Tentukan penyebab keletihan(mis : karena perawatan nyeri, dan pengobatan) R: 2)penyebab keletihan

(AKS) & beberapa bantuan

yang jelas memberikan arah yang tepat dalam pencegahan 3)pantau pola istirahat klien dan lamanya waktu tidur R: )pola istirahat dan lamanya waktu tidur sangat mempengaruhi dalam aktivitas 4)Kolaborasikan dengan ahli okupasi,fisik atau rekreasi untuk merencenakan dan memantau aktivitas,sesuai dengan kebutuhan. R: )Mengkalobarasikan dengan ahli okupasi/fisik sangat penting dalam proses penyembuhan.

Resiko - Faktor resiko akan hilang - Pemberian dengan dibuktikan oleh infeksi b.d imunisasi/vaksinasi: keadekuatan status imun faktor pemberisan imunisasi pasien resiko untuk mencegah - Pasien akan terbebas dari penyakit menular. tanda atau gejala infeksi - Pengendalian infeksi: - Menunjukkan higiene meminimalkan penularan pribadi yang adekuat - Mengindikasikan status agens infeksius gastrointestinal, - Perlindungan terhadap pernapasan, infeksi: mencegah dan genitourinaria, dan imun dalma batas normal mendeteksi dini infeksi pada pasien yang

beresiko Aktivitas keperawatan: - Pantau tanda dan gejala infeksi (misalnya, suhu tubuh denyut jantung, pembuangan, penampilan luka, sekresi, penampilan urine, suhu kulit, lesi kulit, eletihan, dan malaise. - Pantau hasil laboratorium - Kaji faktor yang meningkatkan serangan infeksi - Jelaskan kepada pasien/keluarga mengapa sakit dan pengobatan meningkatkan resiko terhadap infeksi. - Ajarkan pasien tehnik mencuci tangan yang 4 benar Nyeri akut - Terpenuhinya rasa Intervensi prioritas NIC : nyaman dengan kriteria b.d agen Pemberian analgesik : nyeri akan berkurang. injury fisik - Pasien akan berkurang penggunaan agens-agens kegelisahan atau farmakologi untuk ketegangan ototnya mengurangi / - Pasien akan menghilangkan nyeri. menggunakan tindakan mengurangi nyeri dengan Penatalaksanaan nyeri : analgesik dan meringankan atau nonanalgesik. mengurangi nyeri sampai pada tingkat kenyamanan yang dapat diterima oleh pasien.

Aktivitas keperawatan : 1. Lakukan pengkajian nyeri yang komprahensif meliputi lokasi, karakteristik, awitan/durasi, frekuensi, kualitas, intensitas atau keparahan nyeri. Rasional : Mempengaruhi pilihan/pengawasan keefektifan intervensi. 2. Observasi isyarat ketidaknyamanan nonverbal. Rasional : Tingkat ansietas dapat mempengaruhi persepsi / reaksi terhadap nyeri. 3. ajarkan untuk teknik nonfarmakologi misal relaksasi, guide imajeri, terapi musik, distraksi. Rasional: relaksasi mengurangi ketegangan dan membuat perasaan lebih nyaman. 4. Kendalikan faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi respon pasien terhadap ketidaknyamanan misal suhu, lingkungan, cahaya, kegaduhan. Rasional: lingkungan yang kondusif merupakan salah satu faktor penunjang mempercepat penyembuhan pasien

5. Kolaborasi : pemberian Analgetik sesuai indikasi rasional: Diberikan untuk menurunkan nyeri 6. Instrksikan kepada pasien untuk menginformasikan kepada perawat jika pengurangan nyeri tidak dapat dicapai. Rasional : melibatkan keluarga pasien dan pasien dalam mengetahui perkembangan dan intervensi apa yang akan dilakukan nanti. 7. Berikan informasi tentang nyeri, seperti penyebab nyeri, seberapa lama akan berlangsung dan antisipasi ketidaknyamanan dari prosedur. Rasional : mengurangi tigkat kecemasan klien terhadap nyeri 8. Kelola nyeri pascaoprasi awal dengan pemberian opiat yang terjadwal (misalnya, setiap 4 jam atau 36 jam) atau PCA Rasional : opiat diberikan untuk mengurangi nyeri dengan dosis, adiseve, waktu dan indikasi yang tepat. 9. Laporkan kepada dokter jika tindakan tidak berhasil atau jika keluhan saat ini merupakan perubahan yang

bermakna dari nyeri pasien dimasa lalu. Rasional : kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain akan menumbuhkan trust yang baik 10. Berikan perawatan yang tidak terburu-buru, dengan sikap yang mendukung. Rasional : tingkah laku perawat dalam melakukan intervensi akan sangat berpengaruh terhadap respon klien. 11. Bantu pasien untuk lebih berfokus pada aktivitas daripada nyeri/ ketidaknyamanan dengan melakukan pengalihan melalui televisi, radio, tape,dan kunjungan. Rasional : merupakan salah satu teknik relaksasi dengan pengalihan perhatian terhadap sesuatu yang menarik. 12. Gunakan pendekatan yang postip dengan tujuan untuk mengoptimiskan respon pasien terhadap analgesik (misalnya, obat ini akan mengurangi nyeri anda) Rasional : keyakinan perawat dalam melakukan intervensi sangat berpengaruh terhadap keyakinan klien akan penyakit dan

kesembuhannya. 13. Eksplorasi perasaan takut ketagihan. Untuk menyakinkan pasien, tanyakan jika tidak mengalami nyeri, apakah anda akan tetap membutuhkan obat ini ? Rasional : meyakinkan klien bahwa mereka tidak akan ketergantungan terhadap obat penghilang nyeri.