NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

Terdiri dari:  Pemerintrah Pusat  Pemerintah Provinsi  Pemerintah Kabupaten  Pemerintah Kota Dasar Hukum: UU No. 5 Tahun 1975

Tujuan NKRI
Pembukaan UUD 1945  Melindungi segenap tumpah darah  Memajukan kesejahteraan umum  Mencerdaskan kehidupan bangsa  Ikut melaksanakan ketertiban dunia

Dana
 Keuangan Negara Adalah semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang, serta segala sesuatu baik berupa uang maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik negara berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut (UU No. 17 Tahun 2003)

Hak Negara
Memungut Sumber Pendapatan Negara:  Pajak  Mencetak dan mengedarkan uang  Pinjaman

Kewajiban Negara
Membelanjakan Pendapatan negara dalam rangka pelaksanaan tugas negara

Perencanaan dan Penganggaran Negara  APBN  Proses Penyusunan APBN a. Pertanggungjawawab oleh eksekutif . Persetujuan legeslatif c. Pemeriksaan oleh BPK e. Pengajuan oleh eksekutif b. Pelaksanaan oleh eksekutif d.

PENATAUSAHAAN KEUANGAN DAERAH .

22/1999 + UU No.DAERAH  Tujuan : a. UU No. 32/2004 b. UU No. 25/1999 + UU No. 33/2004 .

Otonomi Daerah  Wewenang yang dimiliki oleh daerah otonom untuk mengatur dan mengurus masyarakatnya menurut kehendak sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat. sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang perlaku. .

Visi dan Misi  Visi dan Misi merupakan cara pandang jauh ke depan yang memberikan gambaran tentang suatu kondisi yang ingin dicapai .

Lanjutan  Dengan kata lain. Visi dan Misi harus dapat:  Mencerminkan apa yang ingin dicapai  Memberikan arah dan focus strategi yang jelas  Menjadi perekat dan menyatukan berbagai gagasan strategis .

Lanjutan  Memiliki orientasi masa depan  Menumbuhkan seluruh unsur oragnisasi  Menjamin kesinambungan kepemimpinan organisasi .

Visi dan Misi Pemda  Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)  Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) .

Visi dan Misi SKPD  Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKPD)  Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD)  Rencana Kerja SKPD (Renja SKPD) .

demikian pula segala sesuatu baik berupa uang maupun barang yang dapat dijadikan kekayaan daerah sepanjang belum dimiliki/dikuasai oleh negara atau daerah yang lebih tinggi serta pihak-pihak lain sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlalu (Mamesah.Keuangan Daerah  Semua hak dan kewajiban yang dapat dinilai dengan uang.1995) .

Hak dan Kewajiban Daerah  Hak Daerah: Memungut sumber-sumber penerimaan daerah.  Pengembangan ekonomi .  Pelayanan umum.  Kewajiban Daerah: Mengeluarkan uang untuk membayar tagihantagihan kepada daerah dalam rangka penyelenggaraan:  Fungsi pemerintahan.  Infrastruktur.

Pengelolaan Keu. Daerah  Pengangaran = APBD  Rencana kegiatan pemerintah yang dinyatakan dalam bentuk rencana perolehan pendapatan dan belanja dalam satuan moneter = APBD .

Fungsi Anggaran Pemda  Pedoman pemerintah dalam mengelola daerah  Alat pengawas bagi masyarakat atas kebijakan yang dipilih pemerintah daerah  Alat pengawas bagi masyarakat atas kemampuan pemerintah daerah dalam melaksanakan kebijakan yang telah dipilih. .

ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat) = manager plan for action  Sebagai alat untuk meyakinkan bahwa pemerintah telah bertanggungjawab terhadap rakyat.Lanjutan  Sebagai alat untuk mengarahkan kegiatan pemerintah (pembangunan sosial. .

13 Tahun 2006 + Permendagri 59/2007 Pasal 184 sd Pasal 231 .PENATAUSAHAAN KEUANGAN DAERAH  Azas Umum Penatausahaan Keuangan Daerah Dasar Hukum: Permendagri No.

Lanjutan Pasal 184  Pengguna anggaran/penguasa pengguna anggaran. bendahara penerimaan/pengeluaran dan orang atau badan yang menerima atau menguasai uang/barang/kekayaan daerah wajib menyelenggarakan penatausahaan sesuai dengan peraturan perundangundangan .

Lanjutan  Pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar penerimaan dan/atau pengeluaran atas pelaksanaan APBD bertanggungjawab terhadap kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud .

Pelaksanaan Penatausahaan Keuangan Daerah Pasal 185  Untuk pelaksanaan APBD. Pejabat yang diberi wewenang . b. Pejabat yang diberi wewenang menandatangi SPD. Kepala Daerah menetapkan: a. Penjabat yang diberi wewenang mengesahkan SPJ . Pejabat yang diberi wewenang menandatangi SPM. c. d.

belanja bantuan keuangan. f. belanja subsidi. Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran. belanja tidak terduga. belanja bantuan soaial. belanja hibah. dan pengeluaran pembiyaan pada SKPKD . belanja bagi hasil. Bendahara pengeluaran yang mengelola belanja bunga.Lanjutan e.

didelegasikan oleh Kepala Daerah kepada kepala SKPD.Lanjutan  Penetapan pejabat yang ditunjuk sebagai kuasa pengguna anggaran/kuasa anggaran pengguna barang sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf b dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan  Penetapan penjabat lainnya sebagaimana dimaksudkan ayat (1) huruf h. .

PPK-SKPD yang diberi wewenang melaksanakan fungsi tata usaha keuangan pada SKPD b. c.Lanjutan  Pejabat lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) mencakup: a. PPTK yang diberi wewenang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program sesuai dengan bidang tugasnya. Pejabat yang diberi wewenang menandatangani bukti pemungutan pendapatan .

Lanjutan d. Pejabat yang diberi wewenang menandatangi bukti penerimaan kas dan bukti penerimaan lainnya yang sah.  Penetapan penjabat sebagaimana dimaksdud pada ayat (2) dan ayat (4) dilaksanakan sebelum dimulainya tahun anggaran berkenaan . dan e. Pembantu bendahara penerimaan dan/atau pembantu bendahara pengeluaran.

bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran dapat dibantu oleh pembantu bendahara  Pembantu bendahara penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) melaksanakan fungsi sebagai kasir atau pembuat dokumen penerimaan .Lanjutan Pasal 186  Untuk mendukung kelancaran tugas perbendaharaan.

PENATAUSAHAAN PENERIMAAN Pasal 187  Penerimaan daerah disetor ke rekening umum daerah pada bank pemerintah yang ditunjuk dan dianggap sah setelah kuasa BUD menerima nota kredit.  Penerimaan daerah yang disetor ke rekening kas umum daerah sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1) dilakukan dengan cara: .

c. disetor melalui bendahara penerimaan oleh pihak ketiga . lembaga keuangan dan/atau kantor pos oleh pihak ketiga. dan. disetor langsung ke bank oleh pihak ketiga. b. badan. disetor melalui bank lain.Lanjutan a.

Lanjutan  Benda berharga seperti karcis retribusi sebagai tanda bukti pembayaran oleh pihak ketiga kepada bendahara penerimaan sebagaimana dimaksudkan pada ayat (2) huruf b diterbitkan dan disahkan oleh PPKD .

Lanjutan Pasal 188  Dalam hal daerah yang karena kondisi geografisnya sulit dijangkau dengan komunikasi dan transportasi sehingga melebihi batas waktu penyetoran sebagaimana dimaksud dalam pasal 187 ayat (2) ditetapkan dalam peraturan kepala daerah .

Buku Pembantu perincian objek penerimaan.Lanjutan Pasal 189  Bendahara penerimaan wajib menyelenggarakan penatausahaan terhadap seluruh penerimaan dan penyetoran atas penerimaan yang menjadi tanggungjawabnya. dan c.  Penatausahaan atas penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menggunakan: a. Buku Rekapitulasi penerimaan harian . Buka Kas Umum b.

b. Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPDaerah). dan e. . d. Surat Ketetapan Retribusi (SKR). Surat Tanda Bukti Pembayaran. Bukti penerimaan lainnya yang sah. c.Lanjutan  Bendahara penerimaan dalam melakukan penatausahaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menggunakan: a. Surat Tanda Setor (STS).

Lanjutan  Bendahara penerimaan pada SKPD wajib mempertanggungjawabkan secara administrative atas pengelolaan uang yang menajadi tanggungjawabnyadengan menyampaikan laporan pertanggungjawaban penerimaan kepada pengguna anggaran/kuasa penggunan anggaran melalui PPK-SKPD paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya. .

Lanjutan  Bendahara penerimaan pada SKPD wajib mempertanggungjawabkan secara fungsional atas pengeloaan uang yang menjadi tanggungf jwabnya dengan menyampaikan laporan pertanggungjawaban penerimaan kepada PPKD selaku BUD paling lambat tanggal 10 berikutnya. .

Buku Pembantu per rincian objek penerimaan c.Lanjutan  Laporan pertanggungjawaban penerimaan sebagaimana dimaksudkan pada ayat (4) dan ayat (5) dilampiri dengan: a. . Buku Kas Umum b. Bukti penerimaan lainnya yang saham.

Lanjutan  PPKD selaku BUD melakukan verifikasi. dan analisis sebagaimana simaksudkan pada ayat (7) dilkukan dalam rangka rekonsiliasi penerimaan .  Verifikasi. evaluasi dan analisis atas laporan pertanggungjawaban bendahara penerimaan pda SKPD sebagaimana dimaksudkan pada ayat (5). evaluasi.

 Format buku kas umum. dan analisis sebagaimana dimaksud pada ayat (8) diatur dalam pertauran kepala daerah. . dan buku rekapitulasi penerimaan harian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tercantum dalam lampiran D.Lanjutan  Mekanisme dan tatacara verifikasi. buku pembantu per rincian objek penerimaan.I peraturan menteri ini. evaluasi.

surat tanda setoran. surat ketetapan retribusi.III peraturan menteri ini .II peraturan menteri ini.  Format laporan [pertanggungjawaban bendahara penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) tercantum dalam lampiran D. dan surat tanda bukti pembayaran sebagaimana dimaksud ayat (3) tercantum dalam lampiran D.Lanjutan  Format surat ketetapan pajak daerah.

dapat ditunjuk bendahara penerimaan pembantu .Lanjutan Pasal 190  Dalam hal objek pendapatan daerah tersebar atas pertimbangan kondisi geografis wajib pajak dan/atau wajib retribusi tidak mungkin membayar kewajibannya langsung pada badan. lembaga keuangan atau kantor pos yang bertugas melaksanakan sebagian tugas dan fungsi bendahara penerimaan.

 Penatausahaan terhadap penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menggunakan: a. dan b. Buku kas umum. Buku kas penerimaan harian pembantu .Lanjutan  Bendahara penerimaan pembantu wajib menyelenggarakan penatausahaan terhadap seluruh penerimaan dab penyetoran atas penerimaan yang menjadi tanggungjawabnnya.

Surat tanda bukti pembayaran. Surat tanda setoran (STS). d.Lanjutan  Bendahara penerimaan pembantu dalam melakukan penatausahaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) menggunakan: a. Bukti penerimaan lainnya yang saha . b. Surat ketetapan pajak daerah (SKPDaerah). dan e. Surat ketetapan retribusi daerah (SKR). c.

Lanjutan  Bandahara penerimaan pembantu wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban penerimaan kepada bendahat=ra penerimaan paling lambat tanggal 5 bulan berikutnya.  Bendahara penerimaan sebagaimana dimaksudkan pada ayat (5) melakukan verifikasi. dan analisis atas laporan pertanggungjawaban penerimaan. . evaluasi.

Lanjutan  Format buku kas penerimaan harian pembantu sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b tercantum dalam lempira D. .IV peraturan menteri ini.

Lanjutan  Pembantu bendahara pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) melaksanakan fungsi sebagai kasir atau pembuat dokumen pengeluaran uang atau pengurusan gaji. .

Penatausahaan Pengeluaran Penyediaan Dana Pasal 196  Setelah penetapan anggaran kas. PPKD dalam rangka manajemen kas menerbitkanSPD  SPD disiapkan oleh kuasa BUD untuk ditandatangani oleh PPKD .

Lanjutan Pasal 197  Pengeluaran kas atas beban APBD dilakukan berdasarkan SPD atau dokumen lain yang dipersamakan dengan SPD  Format SPD lihat lampiran D.VI Permendagri 13/2006 .

Permintaan Pembayaran Pasal 198  Berdasarkan SPD bendahara pengeluaran mengajukan SPP kepada penguna anggaran/kuasa pengguna anggaran melalui PPK-SKPD  SPP terdiri dari:     SPP-UP SPP-GU SPP-TU SPP-LS .

Lanjutan  Pengajuan SPP dilampiri dengan rincian penggunaan dana sampai dengan jenis belanja .

Lanjutan Pasal 199  Penerbitan dan pengajuan dokumen SPP-UP dalam rangka pengisian uang persediaan  Dokumen SPP-UP terdiri dari:  Surat Pengantar SPP-UP  Ringkasan SPP-UP  dst .

Lanjutan Pasal 200  Baca Permendagri sampai dengan pasal 210 .

Perintah Membayar .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful