BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA

PENDAHULUAN Pembesaran kelenjar prostat mempunyai angka morbiditas yang bermakna pada populasi pria lanjut usia. Gejalanya merupakan keluhan yang umum dalam bidang bedah urologi. Hiperplasia prostat merupakan salah satu masalah kesehatan utama bagi pria diatas usia 50 tahun dan berperan dalam penurunan kualitas hidup seseorang. Suatu penelitian menyebutkan bahwa sepertiga dari pria berusia antara 50 dan 79 tahun mengalami hiperplasia prostat. Prevalensi yang pasti di Indonesia belum diketahui tetapi berdasarkan kepustakaan luar negeri diperkirakan semenjak umur 50 tahun 20%-30% penderita akan memerlukan pengobatan untuk prostat hiperplasia. Yang jelas prevalensi sangat tergantung pada golongan umur. Sebenarnya perubahan-perubahan kearah terjadinya pembesaran prostat sudah dimulai sejak dini, dimulai pada perubahan-perubahan mikroskopik yang kemudian bermanifestasi menjadi kelainan makroskopik (kelenjar membesar) dan kemudian baru manifes dengan gejala klinik. Berdasarkan angka autopsi perubahan mikroskopik pada prostat sudah dapat ditemukan pada usia 30 – 40 tahun. Bila perubahan mikroskopik ini terus berkembang akan terjadi perubahan patologi anatomi. Pada pria usia 50 tahun angka kejadiannya sekitar 50%, dan pada usia 80 tahun sekitar 80%. Sekitar 50% dari angka tersebut diatas akan menyebabkan gejala dan tanda klinik.

Adanya hiperplasia ini akan menyebabkan terjadinya obstruksi saluran kemih dan untuk mengatasi obstruksi ini dapat dilakukan dengan berbagai cara mulai dari tindakan yang paling ringan yaitu secara konservatif (non operatif) sampai tindakan yang paling berat yaitu operasi.

DEFINISI Benign Prostatic Hypertrophy (BPH) sebenarnya adalah suatu keadaan dimana kelenjar periuretral prostat mengalami hiperplasia yang akan mendesak jaringan prostat yang asli ke perifer. ANATOMI Prostat merupakan kelenjar berbentuk konus terbalik yang dilapisi oleh kapsul fibromuskuler,yang terletak disebelah inferior vesika urinaria, mengelilingi bagian proksimal uretra (uretra pars prostatika) dan berada disebelah anterior rektum. Bentuknya sebesar buah kenari dengan berat normal pada orang dewasa kurang lebih 20 gram, dengan jarak basis ke apex kurang lebih 3 cm, lebar yang paling jauh 4 cm dengan tebal 2,5 cm.

Kelenjar Prostat terbagi menjadi 5 lobus : 1. Kedua zona tersebut hanya merupakan 2% dari seluruh volume prostat. Mc Neal (1976) membagi kelenjar prostat dalam beberapa zona.lobus anterior 4. dan zona periuretral.lobus lateralis (2 lobus) 3.lobus medius 2. zona sentral. antara lain adalah: zona perifer. Sebagian besar hiperplasia prostat terdapat pada zona transisional yang letaknya proximal dari spincter externus di kedua sisi dari verumontanum dan di zona periuretral. .lobus posterior Selama perkembangannya lobus medius. lobus posterior akan menjadi satu dan disebut lobus medius saja. lobus anterior. Sedangkan pertumbuhan karsinoma prostat berasal dari zona perifer. zona transisional. Pada penampang. lobus medius kadang-kadang tak tampak karena terlalu kecil dan lobus lain tampak homogen berwarna abu-abu. zona fibromuskuler anterior.

tetapi tidak mengalami pembesaran pada bagian posterior daripada lobus medius (lobus posterior) yang merupakan bagian tersering terjadinya perkembangan suatu keganasan prostat. Selama pengisian. b. Disebelah depan didapatkan ligamentum pubo prostatika. Pada potongan melintang kelenjar prostat terdiri dari : 1.Disekitar uretra disebut periurethral gland Pada BPH kapsul pada prostat terdiri dari 3 lapis : 1.ion fosfat. dan profibrinolisin. sedangkan lembar belakang melekat secara longgar dengan fascia pelvis dan memisahkan prostat dengan rektum. simpai kelenjar prostat berkontraksi sejalan dengan kontraksi vas deferens sehingga cairan encer seperti susu yang dikeluarkan oleh kelenjar prostat menambah lebih banyak lagi jumlah semen. lembar depan melekat erat dengan prostat dan vesika seminalis. lapisan ini disebut juga sebagai adenomatous zone c. ini terjadi akibat terjepitnya kelenjar prostat yang sebenarnya (outer zone) sehingga terbentuk kapsul 3.Jaringan kelenjar yang terbagi atas 3 kelompok bagian. FISIOLOGI Fungsi Kelenjar Prostat Kelenjar prostate menyekresi cairan encer. kapsul anatomis 2.Kapsul anatomi 2. enzim pembeku. kalsium. Sedangkan lobus anterior kurang mengalami hiperplasi karena sedikit mengandung jaringan kelenjar. Sifat yang sedikit basa dari cairan prostat mungkin penting untuk suatu keberhasilan .Jaringan stroma yang terdiri dari jaringan fibrosa dan jaringan muskuler 3.Bagian tengah disebut kelenjar submukosa. yang mengandung ion sitrat. kapsul chirurgicum.Prostat mempunyai kurang lebih 20 duktus yang bermuara di kanan dari verumontanum di bagian posterior dari uretra pars prostatika. disebelah bawah ligamentum triangulare inferior dan disebelah belakang didapatkan fascia denonvilliers. kapsul yang terbentuk dari jaringan fibromuskuler antara bagian dalam (inner zone) dan bagian luar (outer zone) dari kelenjar prostat. BPH sering terjadi pada lobus lateralis dan lobus medialis karena mengandung banyak jaringan kelenjar.Bagian luar disebut kelenjar prostat sebenarnya. seperti susu. a. Antara fascia endopelvic dan kapsul sebenarnya dari prostat didapatkan jaringan peri prostat yang berisi pleksus prostatovesikal. Fascia denonvilliers terdiri dari 2 lembar.

akan menghambat fertilisasi sperma.fertilisasa ovum. yaitu antara hormon testosteron dan hormon estrogen. Sekitar 50% dari angka tersebut diatas akan menyebabkan gejala dan tanda klinik.Teori Hormonal Teori ini dibuktikan bahwa sebelum pubertas dilakukan kastrasi maka tidak terjadi BPH. dimulai pada perubahan-perubahan mikroskopoik yang kemudian bermanifestasi menjadi kelainan makroskopik (kelenjar membesar) dan kemudian baru manifes dengan gejala klinik. ETIOLOGI Hingga sekarang masih belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya hiperplasia prostat. dan pada usia 80 tahun sekitar 80%. Beberapa teori telah dikemukakan berdasarkan faktor histologi. di antaranya: 1. Juga.0). prostat bisa mengalami perubahan hiperplasi. yang kontinyu sampai usia akhir 30-an. dimana sifat estrogen ini akan merangsang terjadinya hiperplasia pada stroma. Sperma tidak dapat bergerak optimal sampai pH sekitarnya meningkat kira-kira 6 sampai 6.5. Sebenarnya perubahan-perubahan kearah terjadinya pembesaran prostat sudah dimulai sejak dini. EPIDEMIOLOGI Hiperplasia prostat merupakan penyakit pada pria tua dan jarang ditemukan sebelum usia 40 tahun. dan faktor perubahan usia. Akibatnya. Pertengahan dasawarsa ke-5. Berdasarkan angka autopsi perubahan mikroskopik pada prostat sudah dapat ditemukan pada usia 30 – 40 tahun. merupakan suatu kemungkinan bahwa cairan prostate menetralkan sifat asam dari cairan lainnya setelah ejakulasi dan juga meningkatkan motilitas dan fertilitas sperma. Bila perubahan mikroskopik ini terus berkembang akan terjadi perubahan patologi anatomi. karena cairan vas deferens relatif asam akibat adanya asam sitrat dan hasil akhir metabolisme sperma. hormon.5 sampai 4. estrogen juga berperan untuk terjadinya BPH. Kemungkinan lain ialah perubahan konsentrasi relatif testosteron dan estrogen akan menyebabkan produksi dan . Prostat normal pada pria mengalami peningkatan ukuran yang lambat dari lahir sampai pubertas. secret vagina bersifat asam (pH 3. Dengan bertambahnya usia akan terjadi perubahan keseimbangan hormonal. juga terjadinya regresi BPH bila dilakukan kastrasi. sehingga timbul dugaan bahwa testosteron diperlukan untuk inisiasi terjadinya proliferasi sel tetapi kemudian estrogenlah yang berperan untuk perkembangan stroma. Selain androgen (testosteron/DHT). dan sebagai akibat. Pada pria usia 50 tahun angka kejadiannya sekitar 50%. Prevalensi yang pasti di Indonesia belum diketahui tetapi berdasarkan kepustakaan luar negeri diperkirakan semenjak umur 50 tahun 20%-30% penderita akan memerlukan pengobatan untuk prostat hiperplasia. karena produksi testosteron menurun dan terjadi konversi testosteron menjadi estrogen pada jaringan adiposa di perifer dengan pertolongan enzim aromatase. Yang jelas prevalensi sangat tergantung pada golongan umur. waktu itu ada peningkatan cepat dalam ukuran.

di dalam sel. Terjadinya proliferasi abnormal sel stem sehingga menyebabkan produksi atau proliferasi sel stroma dan sel epitel kelenjar periuretral prostat menjadi berlebihan. Testosteron bebas inilah yang bisa masuk ke dalam “target cell” yaitu sel prostat melewati membran sel langsung masuk kedalam sitoplasma.Teori Peningkatan Lama Hidup Sel-sel Prostat karena Berkuramgnya Sel yang Mati 4. prostat dalam hal ini kelenjar periuretral pada seorang dewasa berada dalam keadaan keseimbangan “steady state”. Sedang hanya 2% dalam keadaan testosteron bebas. Dengan makin bertambahnya usia. antara pertumbuhan sel dan sel yang mati. . Dari berbagai percobaan dan penemuan klinis dapat diperoleh kesimpulan. Dilihat dari fungsional histologis. Pada keadaan tertentu jumlah sel stem ini dapat bertambah sehingga terjadi proliferasi lebih cepat. Kemudian “hormone receptor complex” ini mengalami transformasi reseptor.potensiasi faktor pertumbuhan lain yang dapat menyebabkan terjadinya pembesaran prostat. bahwa dalam keadaan normal hormon gonadotropin hipofise akan menyebabkan produksi hormon androgen testis yang akan mengontrol pertumbuhan prostat.Teori Sel Stem (stem cell hypothesis) Seperti pada organ lain. Hal ini mengakibatkan hormon gonadotropin akan sangat merangsang produksi hormon estrogen oleh sel sertoli. transforming 2. dan epidermal growth1. 5. basic transforming growth factor. transforming growth factor growth factor factor. RNA ini akan menyebabkan sintese protein menyebabkan terjadinya pertumbuhan kelenjar prostat. Terdapat empat peptic growth factor yaitu. keseimbangan ini disebabkan adanya kadar testosteron tertentu dalam jaringan prostat yang dapat mempengaruhi sel stem sehingga dapat berproliferasi.Teori Dihydro Testosteron (DHT) Testosteron yang dihasilkan oleh sel leydig pada testis (90%) dan sebagian dari kelenjar adrenal (10%) masuk dalam peredaran darah dan 98% akan terikat oleh globulin menjadi sex hormon binding globulin (SHBG). 3.Teori Growth Factor (faktor pertumbuhan) Peranan dari growth factor ini sebagai pemacu pertumbuhan stroma kelenjar prostat. 2. menjadi “nuclear receptor” yang masuk kedalam inti yang kemudian melekat pada chromatin dan menyebabkan transkripsi m-RNA. prostat terdiri dari dua bagian yaitu sentral sekitar uretra yang bereaksi terhadap estrogen dan bagian perifer yang tidak bereaksi terhadap estrogen. akan terjadi penurunan dari fungsi testikuler (spermatogenesis) yang akan menyebabkan penurunan yang progresif dari sekresi androgen. testosteron direduksi oleh enzim 5 alpha reductase menjadi 5 dyhidro testosteron yang kemudian bertemu dengan reseptor sitoplasma menjadi “hormone receptor complex”.

otot polos prostat dan kapsul prostat . Pancaran miksi yang lemah (Poor stream) 3. sehingga teori ini terkenal dengan nama teori reawakening of embryonic induction potential of prostatic stroma during adult hood. Elastisitas leher vesika. Volume kelenjar periuretral 2. GEJALA Gejala hiperplasia prostat menurut Boyarsky dkk pada tahun 1977 dibagi atas gejala obstruktif dan gejala iritatif. sehingga jaringan periuretral dapat tumbuh lebih cepat dari jaringan sekitarnya. menimbulkan perkiraan adanya “reawakening” yaitu jaringan kembali seperti perkembangan pada masa tingkat embriologik. teori yang berhubungan dengan aktifitas hubungan seks. Selain teori-teori di atas masih banyak lagi teori yang menerangkan tentang penyebab terjadinya BPH seperti. teori infeksi dari zat-zat yang belum diketahui. Manifestasi klinis berupa obstruksi pada penderita hipeplasia prostat masih tergantung tiga faktor yaitu : 1. Harus menunggu pada permulaan miksi (Hesistency) 2.Teori Reawakening Mc Neal tahun 1978 menulis bahwa lesi pertama bukan pembesaran stroma pada kelenjar periuretral (zone transisi) melainkan suatu mekanisme “glandular budding” kemudian bercabang yang menyebabkan timbulnya alveoli pada zona preprostatik. teori rasial dan faktor sosial. Gejala obstruktif disebabkan oleh karena penyempitan uretara pars prostatika karena didesak oleh prostat yang membesar dan kegagalan otot detrusor untuk berkontraksi cukup kuat dan atau cukup lama saehingga kontraksi terputus-putus. Menetes pada akhir miksi (Terminal dribbling) 5. teori tumor jinak. Rasa belum puas sehabis miksi (Sensation of incomplete bladder emptying). dan Zn yang kesemuanya tersebut masih belum jelas hubungan sebab-akibatnya. teori peningkatan kolesterol. Miksi terputus (Intermittency) 4.6. Persamaan epiteleal budding dan “glandular morphogenesis” yang terjadi pada embrio dengan perkembangan prostat ini. Gejalanya ialah : 1.

sehingga meskipun volume kelenjar periuretal sudah membesar dan elastisitas leher vesika. Obstruksi uretra menyebabkan bendungan saluran kemih sehingga mengganggu faal ginjal karena hidronefrosis. tetapi apabila masih dikompensasi dengan kenaikan daya kontraksi otot detrusor maka gejala obstruksi belum dirasakan. Kekuatan kontraksi otot detrusor Tidak semua prostat yang membesar akan menimbulkan gejala obstruksi. Disamping kerusakan tractus . Retensi kronik dapat menyebabkan terjadinya refluk vesico uretra dan meyebabkan dilatasi ureter dan sistem pelviokalises ginjal dan akibat tekanan intravesical yang diteruskam ke ureter dari ginjal maka ginjal akan rusak dan terjadi gagal ginjal. hal ini disebabkan oleh menurunnya hambatan kortikal selama tidur dan juga menurunnya tonus spingter dan uretra. Bertambahnya frekuensi miksi (Frequency) 2. Apabila vesica menjadi dekompensasi maka akan terjadi retensi urin sehingga pada akhir miksi masih ditemukan sisa urin didalam vesica. otot polos prostat dan kapsul prostat menurun. Jika keadaan ini berlanjut pada suatu saat akan terjadi kemacetan total.. Proses kerusakan ginjal dapat dipercepat bila ada infeksi. menyebabkan infeksi dan urolithiasis. Gejala iritatif yang sering dijumpai ialah bertambahnya frekuensi miksi yang biasanya lebih dirasakan pada malam hari. Simptom obstruksi biasanya lebih disebabkan oleh karena prostat dengan volume besar. Sering miksi pada malam hari disebut nocturia. Gejala iritatif disebabkan oleh karena pengosongan vesica urinaris yang tidak sempurna pada saat miksi atau disebabkan oleh karena hipersensitifitas otot detrusor karena pembesaran prostat menyebabkan rangsangan pada vesica. gejalanya ialah : 1. Disuria (Nyeri pada waktu miksi) (P/UI) Gejala-gejala tersebut diatas sering disebut sindroma prostatismus. Oleh karena produksi urin akan terus terjadi maka pada suatu saat vesica tidak mampu lagi menampung urin sehingga tekanan intravesica akan naik terus dan apabila tekanan vesica menjadi lebih tinggi daripada tekanan spingter akan terjadi inkontinensia paradoks (over flow incontinence). Miksi sulit ditahan (Urgency) 4. hal ini menyebabkan rasa tidak bebas pada akhir miksi. Nokturia 3.3. sehingga penderita tidak mampu lagi miksi. Tindakan untuk menentukan diagnosis penyebab obstruksi maupun menentukan kemungkinan penyulit harus dilakukan secara teratur. sehingga vesica sering berkontraksi meskipun belum penuh.

hemoroid. Skor Madsen Iversen dalam bahasa Indonesia Pertanyaan Pancaran Mengedan saat berkemih Harus pada menunggu Tidak saat akan Ya 1 Normal pada Tidak 2 Berubah-ubah Ya 3 4 Lemah 5 Menetes kencing Buang air kecil Tidak Ya terputus-putus Kencing lampias Inkontinensia Kencing ditunda Kencing hari Kencing siang hari >3 sekali jam Setiap 2-3 jam Setiap 1-2 <1 sekali jam sekali sekali jam malam 0-1 2 3-4 >4 sulit Tidak ada Ringan tidak Tidak tahu Berubah-ubah Tidak lampias Ya Sedang Berat 1 retensi kali >1 kali retensi . Terdapat beberapa jenis klasifikasi yang dapat digunakan untuk membantu diagnosis dan menentukan tingkat beratnya penyakit. IPSS) dan skor Madsen Iversen. Keluhan-keluhan diatas biasanya disusun dalam bentuk skor simtom. Disamping pembentukan batu. Oleh karena selalu terdapat sisa urin dalam vesica maka dapat terbentuk batu endapan didalam vesica dan batu ini dapat menambah keluhan iritasi dan menimbulkan hematuri. maka tekanan intra abdomen dapat menjadi meningkat dan lama kelamaan akan menyebabkan terjadinya hernia. Tabel 1. retensi kronik dapat pula menyebabkan terjadinya infeksi sehingga terjadi systitis dan apabila terjadi refluk dapat terjadi juga pielonefritis.urinarius bagian atas akibat dari obstruksi kronik penderita harus selalu mengedan pada waktu miksi. diantaranya adalah skor internasional gejala-gajala prostat WHO (International Prostate Symptom Score.

Tabel 2. IPSS) Pertanyaan Keluhan pada bulan Tidak terakhir sama sekali Adakah anda merasa 0 buli-buli tidak kosong setelah buang air kecil Berapa kali anda 0 1 2 3 4 5 <1 sampai 5 kali >5 sampai 15 kali 15 kali > 15 kali Hampir selalu hendak buang air kecil lagi dalam waktu 2 jam setelah buang air kecil Berapa kali terjadi air 0 kencing sewaktu kecil Berapa kali anda tidak 0 dapat menahan 1 2 3 4 5 berhenti buang air 1 2 3 4 5 keinginan buang air kecil Berapa kali arus air 0 seni lemah sekali 1 2 3 4 5 sewaktu buang kecil Berapa anda kesulitan kali terjadi 0 1 2 3 4 5 mengalami memulai buang air kecil (harus mengejan) Berapa kali anda 0 1 2 3 4 5 bangun untuk buang air kacil di waktu malam . Skor internasional gejala-gejala prostat WHO (International Prostate Symptom Score.

fibrosis daerah uretra.Andaikata hal yang Sangat Cukup senag Biasa saja Agak tidak senang Tidak Sangat tidak anda alami sekarang senang akan tetap berlangsung seumur bagaimana anda Jumlah nilai : 0 = baik sekali 1 = baik 2 = kurang baik 3 = kurang 4 = buruk 5 = buruk sekali DIAGNOSIS hidup. perasaan menyenangkan menyenangkan Diagnosis hiperplasia prostat dapat ditegakkan melalui : 1. Pemeriksaan fisik : Pemeriksaan fisik apabila sudah terjadi kelainan pada traktus urinaria bagian atas kadang-kadang ginjal dapat teraba dan apabila sudah terjadi pnielonefritis akan disertai sakit pinggang dan nyeri ketok pada pinggang. Genitalia eksterna harus pula diperiksa untuk melihat adanya kemungkinan sebab yang lain yang dapat menyebabkan gangguan miksi seperti batu di fossa navikularis atau uretra anterior. . condiloma di daerah meatus. Pada pemeriksaan abdomen ditemukan kandung kencing yang terisi penuh dan teraba masa kistus di daerah supra simfisis akibat retensio urin dan kadang terdapat nyeri tekan supra simfisis. Vesica urinaria dapat teraba apabila sudah terjadi retensi total. fimosis. Anamnesis : gejala obstruktif dan gejala iritatif 2. daerah inguinal harus mulai diperhatikan untuk mengetahui adanya hernia.

Untuk mengukur laju pancaran urin miksi. Uroflowmetri : tampak laju pancaran urin berkurang. 3.Ureum dan Kreatinin Elektrolit Blood urea nitrogen Prostate Specific Antigen (PSA) Gula darah b. resistensi uretra . Pemeriksaan pencitraan : Pada pielografi intravena terlihat adanya lesi defek isian kontras pada dasar kandung kemih atau ujung distal ureter membelok ke atas berbentuk seperti mata kail. dapat terlihat prostat yang membesar.daya kontraksi otot detrusor ii. 5. Laju pancaran urin ditentukan oleh : i. Urin : . Darah : . Pemeriksaan laboratorium : berperan dalam menentukan ada tidaknya komplikasi. a. konsistensi prostat keras dan atau teraba nodul dan diantara lobus prostat tidak simetris. lobus kanan dan kiri simetris dan tidak didapatkan nodul. Dengan trans rectal ultra sonography (TRUS). Sedangkan pada carcinoma prostat.Kultur urin + sensitifitas test Urinalisis dan pemeriksaan mikroskopik Sedimen 4. tekanan intravesica iii. Sedangkan pada batu prostat akan teraba krepitasi.Colok dubur pada hiperplasia prostat menunjukkan konsistensi prostat kenyal seperti meraba ujung hidung.

Penghambatan terhadap alfa telah memperlihatkan hasil berupa perbaikan subjektif dan objektif terhadap gejala dan tanda (sing and symptom) BPH pada beberapa pasien. laju pancaran melemah menjadi 6 – 8 ml/detik dengan puncaknya sekitar 11 – 15 ml/detik. Semakin berat derajat obstruksi semakin lemah pancaran urin yang dihasilkan. Pemeriksaan sisa urin dapat juga diperiksa (meskipun kurang akurat) dengan membuat foto post voiding atau USG. maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah penderita juga menderita kanker prostat. Besarnya risiko BPH menjadi lebih berat dan munculnya komplikasi tidak dapat ditentukan pada terapi ini. Mengukur volume residu urin : Volume residu urin setelah miksi spontan dapat ditentukan dengan cara sangat sederhana dengan memasang kateter uretra dan mengukur berapa volume urin yang masih tinggal. kadar PSA meningkat sekitar 30-50%. Watchful waiting Watchful waiting merupakan penatalaksanaan pilihan untuk pasien BPH dengan symptom score ringan (0-7). akan tetapi beberapa pasien ada yang mengalami perbaikan gejala secara spontan. dan prostat memperlihatkan respon mengecil terhadap agonis.Angka normal laju pancaran urin ialah 12 ml/detik dengan puncak laju pancaran mendekati 20 ml/detik. Komponen yang berperan dalam mengecilnya prostat dan leher buli-buli secara primer diperantarai oleh reseptor α1a. . Jika terjadi peningkatan kadar PSA. Selain itu biasanya dilakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui fungsi ginjal dan untuk penyaringan kanker prostat (mengukur kadar antigen spesifik prostat atau PSA). PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan BPH berupa : A. Pada penderita BPH. Medikamentosa 1. B. Pada hiperplasi prostat terdapat volume residu urin yang meningkat sesuai dengan beratnya obstruksi (lebih dari 150 ml dianggap sebagai batas indikasi untuk melakukan intervensi). Pada obstruksi ringan. 6. sehingga pasien dengan gejala BPH ringan menjadi lebih berat tidak dapat dihindarkan. Penghambat alfa (alpha blocker) Prostat dan dasar buli-buli manusia mengandung adrenoreseptor-α1. Penghambat alfa dapat diklasifikasikan berdasarkan selektifitas reseptor dan waktu paruhnya.

Mekanisme kerja fitoterapi tidak diketahui. Obat ini mempengaruhi komponen epitel prostat. Risiko TURP adalah antara lain ejakulasi retrograde (75%). yang menghasilkan pengurangan ukuran kelenjar dan memperbaiki gejala. 3. Penelitian terapi kombinasi tambahan sedang berlangsung. C. Retrograde ejakulasi terjadi pada 25% pasien. Penggunaan fitoterapi pada BPH telah popular di Eropa selama beberapa tahun. Operasi konvensional 1. 2. Transurethral resection of the prostate (TURP) Sembilan puluh lima persen simpel prostatektomi dapat dilakukan melalui endoskopi. Perbaikan symptom score dan aliran urin dengan TURP lebih tinggi dan bersifat invasif minimal. Penghambat 5α-Reduktase (5α-Reductase inhibitors) Finasteride adalah penghambat 5α-Reduktase yang menghambat perubahan testosteron menjadi dihydratestosteron. Pasien dengan keadaan ini lebih mendapat keuntungan dengan insisi prostat. Dianjurkan pemberian terapi ini selama 6 bulan. . impoten (5-10%) dan inkotinensia urin (<1%). Transurethral incision of the prostate Pasien dengan gejala sedang dan berat.2. efektifitas dan keamanan fitoterapi belum banyak diuji. guna melihat efek maksimal terhadap ukuran prostat (reduksi 20%) dan perbaikan gejala-gejala. Umumnya dilakukan dengan anastesi spinal dan dirawat di rumah sakit selama 1-2 hari. Prosedur ini lebih cepat dan kurang menyakitkan dibandingkan TURP. prostat yang kecil sering terjadi hiperplasia komisura posterior (menaikan leher buli-buli). 4. Fitoterapi Fitoterapi adalah penggunaan tumbuh-tumbuhan dan ekstrak tumbuh-tumbuhan untuk tujuan medis. Terapi Kombinasi Terapi kombinasi antara penghambat alfa dan penghambat 5α-Reduktase memperlihatkan bahwa penurunan symptom score dan peningkatan aliran urin hanya ditemukan pada pasien yang mendapatkan hanya Terazosin.

2. 2. Open simple prostatectomy Jika prostat terlalu besar untuk dikeluarkan dengan endoskopi.3. Prosedurnya lebih lama dari TUR. batu buli-buli dan pada posisi litotomi tidak memungkinkan. 4. Kerugian operasi dengan laser: 1. Lebih iritatif. Open prostatectomy dapat dilakukan dengan pendekatan suprapubik ataupun retropubik. Dapat dilakukan out patient procedure. D. 2. Sindroma TUR jarang terjadi. Open prostatectomy juga dilakukan pada BPH dengan divertikulum buli-buli. Terapi minimal invasif 1. Transurethral electrovaporization of the prostate Transurethral electrovaporization of the prostate menggunakan resektoskop. 4. 3. Laser Dua sumber energi utama yang digunakan pada operasi dengan sinar laser adalah Nd:YAG dan holomium:YAG. . maka enukleasi terbuka diperlukan. Biaya besar. Kelenjar lebih dari 100 gram biasanya dipertimbangkan untuk dilakukan enukleasi. 3. Keuntungan operasi dengan sinar laser adalah: 1. menghasilkan cekungan pada uretra pars prostatika. Arus tegangan tinggi menyebabkan penguapan jaringan karena panas. Pemasangan keteter postoperasi lebih lama. Sedikit jaringan untuk pemeriksaan patologi. Dapat mengobati pasien yang sedang menggunakan antikoagulan. Kehilangan darah minimal.

Salah satunya adalah suplemen yang kandungan utamanya saw palmetto. sudah beredar suplemen makanan yang dapat membantu mengatasi pembesaran kelenjar prostat. Berdasarkan hasil penelitian. alat pendingin tidak diperlukan. Hyperthermia Hipertermia dihantarkan melaluli kateter transuretra. High Intensity focused ultrasound High Intensity focused ultrasound berarti melakukan ablasi jaringan dengan panas. Bagian alat lainnya mendinginkan mukosa uretra.3. Intraurethral stents Intraurethral stents adalah alat yang ditempatkan pada fossa prostatika dengan endoskopi dan dirancang untuk mempertahankan uretra pars prostatika tetap paten. PROGNOSIS Prognosis untuk BPH berubah-ubah dan tidak dapat diprediksi pada tiap individu walaupun gejalanya cenderung meningkat. PENCEGAHAN Kini. 7. 6. Untrasound probe ditempatkan pada rektum. Namun jika suhu lebih rendah dari 45°C. saw palmetto menghasilkan sejenis minyak. BPH yang telah diterapi juga menunjukkan berbagai efek samping yang cukup merugikan bagi penderita. yang bersama-sama dengan hormon androgen dapat menghambat kerja enzim 5- . Namun BPH yang tidak segera ditindak memiliki prognosis yang buruk karena dapat berkembang menjadi kanker prostat. Menurut penelitian. Transurethal needle ablation of the prostate Transurethal needle ablation of the prostate menggunakan kateter khusus yang akan melaluli uretra. 4. 5. kanker prostat merupakan kanker pembunuh nomor 2 pada pria setelah kanker paru-paru. Transurethral balloon dilation of the prostate Balon dilator prostat ditempatkan dengan kateter khusus yang dapat melebarkan fossa prostatika dan leher bulibuli. Lebih efektif pada prostat yang ukurannya kecil (<40>3). Teknik ini jarang digunakan sekarang ini.

4. dan mengkonsumsi makanan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan akan zat-zat gizi esensial.alpha reduktase. E. Gejala dan tanda-tanda dari BPH yaitu sering buang air kecil. Vitamin A. antioksidan yang berperan penting dalam mencegah pertumbuhan sel kanker. Penyebab BPH tidak diketahui. Copper (gluconate) dan Parsley Leaf. tetapi dapat dikatakan buruk jika tidak segera ditangani karena dapat berkembang menjadi kanker prostate yang bersifat mematikan. medikamentosa. . Prognosis BPH tidak dapat diprediksi. buang air kecil malam hari lebih dari satu kali. menunggu lama pada permulaan buang air kecil. L-Glysine. mineral ini bermanfaat untuk meningkatkan produksi dan kualitas sperma. 3. dan waktu buang air kecil memanjang yang akhirnya menjadi retensi urin dan terjadi inkontinen karena overflow. B2. lemak. kelenjar prostat tidak bertambah besar. 6. tetapi mungkin akibat adanya perubahan kadar hormon yang terjadi karena proses penuaan. harus mengedan saat buang air kecil. vitamin dan mineral. buang air kecil terputus-putus. dan farmakoterapi. KESIMPULAN 1. 2. senyawa asam amino yang membantu sistem penghantaran rangsangan ke susunan syaraf pusat. 3. Zinc. 4. yang dibutuhkan dalam proses metabolisme karbohidrat. akhir buang air kecil belum terasa kosong. Hasilnya. karena menurut penelitian. 5. dan B6. 1. kacang-kacangan. pancaran melemah. yang berperan dalam proses pengubahan hormon testosteron menjadi dehidrotestosteron (penyebab BPH). Zat-zat gizi yang juga amat penting untuk menjaga kesehatan prostat di antaranya adalah : A. terapi minimal invasif. dan C. tergesa-gesa untuk buang air kecil. alpokat. dan protein. Vitamin B1. yang dapat membantu melancarkan pengeluaran air seni dan mendukung fungsi ginjal. Penatalaksanaan BPH berupa watchful waiting. Upaya pencegahan BPH adalah dengan menjalankan pola hidup sehat. 5-10% kasus BPH dapat berkembang menjadi kanker prostat. Di antaranya mengonsumsi buahbuahan yang kaya akan antioksidan seperti tomat. Benign Prostatic Hyperplasia ( BPH ) merupakan pertumbuhan berlebihan dari sel-sel prostat yang tidak ganas dan biasa menyerang pria diatas 50 tahun. terapi bedah konvensional. 5. sehingga kerja ginjal dan organ tubuh lain tidak terlalu berat. sulit menahan buang air kecil. 2.

2003. 1058 – 1064.medicallook. Sabiston.jpg&imgrefurl 5. 4. 1994.histology-world.jpg&imgref url . 3. Wim de Jong. 2. 2000. Edisi 2.com/imgres?imgurl=http://www. Buku kuliah Dasar-Dasar Urologi.com/photoalbum/albums/userpics/thumb_illu_prostate_lobes. Jakarta : EGC. http://www. Jakarta : CV Sagung Seto. 75-85. Dalam : Hiperplasia Prostat. Buku ajar Ilmu Bedah.DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.http://images.Purnomo BP. Edisi I. David C.google. Buku Ajar Bedah bagian 2. Hipertrofi Prostat Benigna.com/systems_images/Prostate. Sjamsuhidajat R.