Gangguan proses pikir adalah penyimpangan dari pikiran yang rasional, logis, dan bertujuan.

Gangguan isi pikiran a. Obsesi : Munculnya pikiran patologis yang menetap dan berulang-ulang, dan perasaan atau inpuls yang tidak dapat dihapuskan secara sadar dengan cara-cara yang masuk akal. Dalam keadaan tenang pasien mengetahui bahwa hal tersebut tidak ada dasar rasional dan sematamata disebabkan oleh proses psikologis yang ada dalam dirinya bukan oleh sebab dari luar. Resistensi terhadap pikiran atau impuls itu akan dituruti oleh ansietas ( Morgan, 1991 ). b. Fantasi : Isi pikiran tentang suatu keadaan atau kejadian yang diinginkan. Gangguan arus pikiran yaitu tentang cara dan lajunya proses asosiasi dalam pemikiran yang timbul dalam berbagai jenis: 1. Perseverasi: berulang-ulang menceritakan suatu idea, pikiran atau tema secara berlebihan. Seoraqng penulis pernah mendengar seorang pasien berkata,”Nanti besok saya pulang, ya saya sudah kangen rumah, besok saya sudah berada di rumah, sudah makan enak di rumah sendiri, ya pak dokter, satu hari lagi nanti saya sudah bisa tidur di rumah, besok ayah akan datang

mengambil saya pulang…”. 2. Asosiasi longgar: mengatakan hal-hal yang tidak ada hubungannya satu sama lain, umpama, “saya mau makan. Semua orang dapat berjalan”. Bila ekstrim, maka akan terjadi inkoherensi. Asosiasi yang sabgat longgar dapat silihat dari ucapan seorang penderita seperti berikut ini, “….Saya yang menjalankan mobil kita harus membikin tenaga nuklir dan harus minum es krim…”. 3. Inkoherensi: gangguan dalam bentuk bicara, sehingga satu kalimat pun sudah sukar ditangkap atau diikuti maksudnya. Suatu waham yang aneh mungkin diterangkan secara incoherent. Inkoherensi itu boleh dikatakan merupakan asosiasi yang longgar secara ekstrim. Seorang penulis pernah menerima surat antara lain sebagai berikut, “Saya minta dijanji, tidur, lahir, dengan pakaian lengkap untuk anak saya satu atau lebih menurut pengadilan Allah dengan suami jodohnya yang menyinggung segala percobaan…”. 4. Kecepatan bicra: untuk mengutarakan pikiran mungkin lambat sekali atau sangat cepat. 5. Benturan (“blocking”): jalan pikiran tiba-tiba berhenti atau berhenti di tengah sebuah kalimat.

Pasien tidak dapat menerangkan kenapa ia berhenti. 6. Logorea: banya bicara, kata-kata dikeluarkan bertubi-tubi tanpa control mungkin coherent atau incoherent. 7. Pikiran melayang (“flight of ideas”): perubahan yang mendadak lagi cepat dalam pembicaran, sehingga suatu idea yang belum selesai diceritakan sudah disusul oleh idea yang lain. Umpamanya seorang pasien pernah bercerita, “Waktu saya datang ke rumah sakit kakak saya baru mendapat rebewes, lalu untung saya pakai kemeja biru, hingga pak dokter menanyakan bila sudah makan…”. 8. Asosiasi bunyi (“clang association”): mengucapkan perkataan yang mempunyai persamaan bunyi, umpamanya pernah didengar, “Saya mau makan di Tarakan, seakan-akan berantakan”. 9. Neologisme: membentuk kata-kata baru yang tidak dipahami oleh umum, misalnya “Saya radiltu semua partimun”. 10. Irelevansi: isi pikiran atau ucapan yang tidak ada hubungannya dengan pertanyaan atau dengan hal yang sedang dibicarakan.

tetapi dikenal sebagai tidak nyata. Fantasi: ialah isi pikiran tentang suatu keadaan atau kejadian yang diharapkan atau diinginkan. sering kedua-duanya sekaligus dan terjadi karena kerusakan otak. Afasi: mungkin sensorik (tidak atau sukar mengerti bicara orang lain) atau motorik (tidak dapat atau sukar berbicara).11. dan yang tidak relevant. 2. 12. Pikiran berputar-putar (”circumstantiality”): menuju secara tidak langsung kepada idea pokok denga menambahakan banyak hal yang remehremeh. Fantasi yang kreatif menyiapkan si individu untuk bertindak sesudahnya: fntasi dalam lamunan merupakan pelarian bagi keinginan yang tidak dapat dipenuhi. Umpamanya pernah seorang penulis menerima sajak yang antara lain berbunyi: Wahai jagoku yang tersembunyi Meskipun kau jago Tanpa kau hatiku sunyi Tanpa kau hatiku mewangi 13. Main-main dengan kata-kata: menyajak (membuat sajak) secara tidak wajar. yang menjemukan. Pada psedologia fantastika (“psedologia fantastica”) orang itu percaya akan kebenaran .

Ini perlu dibedakan dari kecemasan yang mengambang (“free-floating anxiety”) atau kecemasan terhadap keadaan umum.fantasinya secara intermittent dan selama jangka waktu yang cukup lama untuk bertindak sesuai dengan itu. 5. biarpun diketahuinya bahwa hal itu irasioanl adanya. 3. dan diketahuinya bahwa hal itu tidak wajar atau tidak mungkin. 4. yang biasanya berhubungan dengan keadaan yang bernada emosional yan kuat. DAFTAR ARTI ISTILAH TENTANG GEJALA DAN TANDA PSIKIATRI . umpamanya fobi kotor atau fobi kuman menimbulkan kompulsi cuci-cuci tangan. takut gagal dalam usahanya. nisalnya takut akan jatuh sakit. Fobi itu dapat mengakibatkan kompulsi. Fobi: rasa takut yang irasional terhadap sesuatu benda atau keadaan yang tidak dapat dihilangkan atau ditekan oleh pasien. Preokupasi: pikiran terpaku hanya pada sebuah idea saja. Ini belum merupakan. Obsesi: isi pikiran yang kukuh (“persistent”) timbul. biarpun tidak dikehendakinya. tetapi dapat menjadi obsesi.

tumpul. sempit atau luas. elasi dan lain-lain. Dibawah ini disajikan daftar istilah yang biasa dipakai untuk menjelaskan dan memberi batasan mengenai tanda dan gejala dalam psikiatri Afek : Adalah emosi atau perasaan yang dikemukakan penderita dan dapat diperiksa atau diamati orang lain. Dianggap tidak serasi (in appropriate) apabila terdapat ketidak cocokan yang menyertai pikiran atau pembicaraan (tertawa pada waktu menceritakan bahwa semua orang sedang dalam ketakutan). Afek sempit adalah keadaan dimana ekspresi perasaan berkurang tetapi tidak seberat afek tumpul.Proses penegakan diagnosis dalam psikiatri dimulai dengan pengambilan riwayat penyakit dengan teliti. . Afek dapat dinyatakan dalam beberapa cara : Dengan menyebutkan jenis emosi yang diutamakan dan dapat diamati : kemarahan. ekspresi perasaan sangat kurang. Pada afek tumpul. Sedangkan afek luas adalah menunjukkan keadaan normal dimana semua perasaan diekspresikan penuh. Dengan menyebut keserasiannya.. kesedihan.berbeda dengan mood (lihat keterangan dibawah) yang merupakan pengalaman / perasaan subyektif yang dilaporkan oleh penderita. Dengan menyebutkan intensitas dan derajat emosi yang diekspresikan : datar. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan status psikiatrik. muka tidak berubah dan suara monoton. Afek disebut datar apabila tidak terdapat ekspresi perasaan. Afek adalah tanda obyektif yang ditemukan pada pemeriksaan status psikiatri.

tetapi tidak ada sumber bahaya yang nyata. sahingga terdapat kesulitan dalam bertindak. Anxiety kadang-kadang didefinisikan sebagai keadaan fisiologik perangsangan autonomic. Pikiran autistik : Adalah pikiran yang timbul dari fantasi. Penderita tidak mampu untuk mengambil keputusan apakah bereaksi pada yang satu atau yang lain. antisipasi atau ketakutan akan kemungkinan datangnya bahaya. Fobia adalah kecemasan hebat yang timbul akibat obyek atau keadaan spesifik. Merupakan ciri gangguan obsesif-kompulsi atau skizofrenia. walaupun yang bersangkutan menyadari bahwa perasaan tersebut tidak masuk akal. Anxiety : Suatu perasaan tidak menyenangkan yang sama dengan perasaan takut.Ambivalensi : Suatu keadaan dimana seseorang mempuyai dua perasaan atau ide yang kuat yang saling bertentangan. Terdapat penghayatan. Free-floating anxiety (kecemasan mengambang) adalah kecemasan yang terjadi pada tidak adanya obyek kecemasan yang nyata. Anhedonia : Kehilangan minat pada kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan kesenangan. Realitas dunia luar dirasakan secara subyektif dan diartikan secara kayal. Merupakan ciri gangguan depresi. . Anorexia : Berkurang atau hilangnya nafsu makan. Merupakan ciri depresi.

Fleksibilitas serea : Jenis spesifik katalepsi dimana pemeriksa menemukan pada usaha menggerakkan bagian-bagian tubuh penderita.Preokupasi terhadap duninya sendiri mengakibatkan orang autistic menarik diri terhadap realitas dunia luar. Suatu ciri katatonia. . Sirkumtansialiti : Gangguan komunikasi dimana rangkaian assosiasi terputus oleh penyimpangan dari pokok pembicaraan. gangguan mental organik dan psikosis psikosis lain. stupor. Bloking : Putusnya pikiran yang ditandai oleh putusnya secara sementara atau terhentinya pembicaraan. Katatonia : Sindrom yang ditandai oleh sikap katalepsi. dan echopraxi. Salah satu ciri katatonia. Sekarang dianggap merupakan ciri gangguan afektif (khususnya manik). skizofrenia. Digolongkan menjadi 2 sub tipe : eksaltasi dan stupor katatonia. Katalepsi : Keadaaan dimana seseorang beku / memaku pada hamper setiap sikap yang diberikan pemeriksa. Dahulu katatonia dianggap sebagai sub tipe skizofrenia. stereotipi. negativisme. Nampaknya penderita berusaha mengingat apa yang sedang dipikirkan atau dikatakan. sebelum tujuan utama pembicaraan selesai diutarakan. Suatu ciri katatonia. Kepatuhan otomatik (Befehl outomasi) : Yaitu kepatuhan terhadap aba-aba tanpa pertimbangan realitas dan logika. kepatuhan otomatik. mutisme. echolalia.

Sudah banyak dijelaskan dimana-mana. Penderita mengerti bahwa tidak terdapat hubungan logik antara tingkah laku motorik dengan keinginan atau ketakutan dalam khayalannya. yaitu merupakan hendaya kesadaran yang paling ringan diantara kontinum kesadaran kompos mentis sampai koma. Tindakan kompulsif tersebut biasanya mempunyai makna simbolik. Dapat ditemukan pada sejumlah keadaan patologik atau dapat dianggap normal apabila merupakan kebiasaan yang membosankan. Kompulsi : Dorongan untuk mengulang beberapa tindakan dengan cara yang ritualistik dan stereotipitik. dengan bunyi (seperti puisi) atau dengan arti (seperti sindiran). Klang Assosiasi : Meng-asosiasi-kan kata satu dengan kata lain yang tidak mempunyai hubungan logik. Contoh : My head is rock candy. Dan kecemasan tersebut hanya akan berkurang dengan melakukan dorongan tersebut. sandy. Tindakan kompulsif sering tidak menyenangkan. dan tidak dapat dikendalikan dengan tindakan atau pikiran. Dapat ditemukan pada episode manik atau psikosis lain. Kesadaran berkabut : Hendaya kesadaran terhadap lingkungan. menjemukan. tetapi usaha untuk tidak melakukannya hanya akan memperberat timbulnya kecemasan. . Dapat ditemukan pada gangguan obsesi – kompulsi skizofrenia. mutual of omaha. dandy. randy. atau menyengsarakan.Penyimpangan pembicaraan tersebut sama sekali tidak atau kurang relevant terhadap apa yang dibicarakan. piece of rock.

Kebingungan mungkin disebabkan karena adanya hendaya hilangnya daya ingat (pada dementia) karena kurangnya perhatian (pada delerium). Biasa ditemukan pada penderita gangguan mental organik atau skizofrenia. retardasi atau agitasi psikomotor dan labilitas afek.Pikiran konkrit : Pikiran yang ditandai oleh berkurangnya kemampuan untuk membentuk abstraksi. Suatu ciri sindrom amnestik. Penderita tidak mampu berfikir secara meta metaporik atau hipotetik. gelisah kebingungan. tetapi tetap . Delerium : Gangguan kesadaran yang terjadi akibat penyakit otak organik (biasa bersifat akut) dan disertai kesadaran berkabut. waktu dan orang (lihat disorientasi). Konfabulasi : Fabrikasi peristiwa-peristiwa atau data yang dipakai untuk mengisi kekosongan riwayat atau sama sekali khayal dalam memberi jawaban atas pertanyaan yang tidak dijawab berdasarkan kenyataan karena adanya hendaya daya ingat yang bersifat organik. Keadaan ini mempunyai onset yang cepat dan berfluktuasi. Waham : Kepercayaan atau ide yang keliru. perjalanan yang hilang timbul dan terdapat gangguan tidur. Pikiran terbatas pada satu dimensi arti. Perbedaan arti yang halus sering diabaikan atau tidak diperhatikan. kata atau uraian kalimat diartikan menurut apa adanya (literally). Kebingungan (confusion) : Gangguan kesadaran disertai hilangnya orientasi terhadap tempat.

penyiar televisi mengirimkan pesan dengan bahasa sandi. yaitu suatu kepercayaan bahwa seseorang merupakan orang yang penting dan berpengaruh. perasaan bahwa diikuti.dipertahankan walaupun terdapat bukti yang jelas bertentangan. Waham selalu merupakan bukti adanya psikosis. Demensia dapat bersifat kronik (dengan onset perlahan) atau akut. diganggu atau bersekongkol untuk melawannya. Waham tersangkut. mungkin mempunyai kelebihan kekuatan yang terpendam. Dipersonalisasi : Suatu perasaan aneh. sebagai contoh misalnya : Waham dikendalikan. Merupakan hendaya daya nilai realitas. Tidak ditemukan kesadaran berkabut. yaitu bahwa pikiran. diancam. Waham diincar. Penderita percaya bahwa orang asing disekitarnya memperhatikan dirinya. (kepercayaan tidak dianggap sebagai waham apabila diperoleh dari sejumlah besar anggota lain sebuah kelompok atau kebudayaan yang luas). judgement dan pengendalian impuls. Demensia : Kemerosotan intelektual (karena sindrom otak organik yang mengakibatkan perubahan kepribadian sehingga menghasilkan hendaya daya ingat. yaitu setiap kejadian disekelilingnya mempunyai hubungan pribadi seperti perintah atau pesan khusus. dapat revelsibel atau irivelsibel. pikiran abstrak. tidak nyata dan terlepas dari . Waham kebesaran. atau benar-benar merupakan figur orang kuat sepanjang sejarah (Napoleon komplek). perasaan atau tingkah laku dikendalikan oleh kekuatan dari luar.

sehingga pikiran tidak didasarkan pada pengalaman dan logika tetapi lebih didasarkan pada kayalan. Dapat ditemukan pada berbagai jenis gangguan jiwa seperti depresi. Mungkin dapat juga merupakan hal normal yang ditemukan pada remaja. Derailment : Pembicaraan. Disorentasi merupakan salah satu kreteria diagnosis untuk Delerium dan dapat dilihat pada Delerium dan gangguan daya ingat organik. tidak mengetahui siapa sebenarnya dia. Pikiran Dereistik : Kegagalan dalam menggunakan fakta realitas sebagai bahan pertimbangan. . atau pikiran yang terlepas dari rangkaian semula. epilepsi dan keadaan hipnagogi. Orientasi tempat yang jelek yaitu : tidak mengetahui nama gedung dimana ia berada. dorongan hendaya (volition). Derealisasi : Suatu perasaan dimana lingkungan disekitarnya berubah atau tidak nyata. atau nama kota. negara atau daerah dimana ia tinggal. kecemasan. Depersonalisasi dan derealisasi biasanya muncul bersama-sama dan mungkin merupakan aspek fenomena yang sama pula. Ekolali : Pengulangan pembicaraan orang lain. Orientasi jelek yaitu. pikiran atau tingkah laku yang ke arah yang lain. skisofrenia.lingkungan atau diri sendiri. Disorentasi : Orientasi waktu yang jelek misalnya tidak tahu hari. dimana berpindah secara acak dari topik. bulan musim atau tahun.

dan diduga . Namun demikian. dan gangguan psikotik yang lain Flight of ideas : Serangkaian pikiran yang diucapkan secara cepat disertai perpindahan materi pembicaraan yang mendadak tanpa alas an logic yang nyata. Secara klasik. Dapat ditemukan pada atau gangguan mental organic. ( Ekolalali dan ekopraxi dapat ditemukan pada gangguan perkembangan pervasif. katatonia. Sering sulit dibedakan antara Flight of ideas dengan assosiasi longgar. hubungan logic pada flight of ideas dianggap lebih coherent dibandingkan pada assosiasi longgar. Formikasi : Lihat pada halusinasi. Folie a deux : Suatu gangguan jiwa yang ditandai ole hide waham yang ditularkan diantara orang – orang yang hidup dengan hubungan dekat. Ide waham ( biasa diancam ) akan mengakibatkan jenis tingkah laku aneh seperti mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat. flight of ideas dapat berbentuk incoherent atau kacau. Fugue: Mengembara atau melarikan diri dari rumah atau tempat kerja secara tak terduga atau mendadak. Flight of ideas berkaitan dengan paksaan bicara ( pressure of speech ).Ekopraxi : Meniru gerakan – gerakan orang lain. pada bentuk yang berat. biasanya dalam hubungan keluarga. Salah satu anggota keluarga nampaknya selalu mempengaruhi atau mendominasi anggota lain. gangguan mental organic. skisofrenia dan keadaan psikotik atau non psikotik lain.

hal itu bukan hanya halusinasi tetapi pertanda psikosis. Halusinasi tentang penciuman / bau yaitu persepsi palsu tentang bau. suara manusia. Demikian pula. waham selalu merupakan tanda psikosisi karena merupakan petunjuk adanya hendaya daya nilai realitas. bukan merupakan tanda psikosis. . bunyi kendaraan bermotor. hal ini berbeda dengan waham karena hal ini merupakan gangguan pikiran. Terdapat amnesia terhadap identitas semula dan tidak terdapat daya ingat apabila fugue berakir. misalnya melihat gajah berwarna jambon tetapi yang bersangkutan mengetahui bahwa hal tersebut sebenarnya tidak ada. seperti perasaan adanya pisau yang menancap di badan atau perasaan adanya kena aliran listrik pada lengan ( biasanya disertai dengan pikiran waham yang berhubungan dengan sensasi tersebut ). Sebagai contoh : Halusinasi pendengaran yaitu persepsi palsu tentang bunyi atau suara ( mendengar musik. Halusinasi pengecapan yaitu persepsi palsu tentang pengecapan. yang sebenarnya tidak ada. Halusinasi : Persepsi sensorik yang palsu. bisikan dan lain – lain). sedangkan halusinasi tidak selalu merupakan tanda psikosis.mempunyai identitas baru. Halusinasi somatic yaitu persepsi palsu tentang sesuatu yang terjadi dalam atau terhadap badan. Berlainan dengan illusi dimana terdapat distorsi persepsi pada apa yang sebenarnya ada. Disamping itu. Seorang yang merasa kulitnya dirayapi kutu – kutu dan percaya bahwa kutu – kutu itu benar – benar ada.

Formikasi (berasal dari bahasa latin formica yang berarti semut) suatu jenis halusinasi taktil yang khusus yaitu suatu sensasi kutu yang merayap pada atau dibawah kulit. . gangguan afektif atau gangguan mental organik. Semua halusinasi yang diuraikan di atas dapat ditemukan pada sizofrenia. Halusinasi hipnagogi atau hipnopompi berturut-turut adalah bayangan yang dialami pada waktu kesadaran menurun (twilight state) yang terjadi pada waktu seseorang akan tertidur atau terbangun. Kedua jenis halusinasi tersebut (hinagogi dan hipnapompi) bukan merupakan halusinasi murni. Halusinasi kecap. Halusinasi taktil paling sering ditemukan pada keadaan lepas alkohol atau intoksikasi alkohol. walaupun dapat juga ditemukan pada gangguan jiwa fungsional. Halusinasi visual yaitu persepsi visual yang palsu pada keadaan mata terbuka pada lingkungan dengan penerangan yang cukup.Halusinasi taktil Yaitu sensasi palsu tentang sentuhan. bau dan taktil memberi petunjuk kuat ke arah gangguan mental organik. Biasanya disertai pikiran waham yang berkaitan dengan sensasi tersebut. Halusinasi dengan halusinasi somatik lebih sering terdapat pada gangguan jiwa fungsional. sedangkan halusinasi visual lebih memberi petunjuk pada ke arah gangguan jiwa organik. (bayangan yang terlihat pada mata yang tertutup bukan merupakan halusinasi murni). Ideas of reference : Sama dengan waham tersangkut tetapi derajatnya lebih ringan.

yaitu merupakan keadaan perasaan yang dinyatakan oleh pemeriksa selama dilakukan wawancara psikiatrik. Mood / alam perasaan : Perasaan atau emosi yang dialami secara subyektif seperti yang dituturkan oleh penderita dalam wawancara. distorsi tata bahasa atau susunan kalimat. Mood dapat dinyatakan sesuai jenis emosi yang dituturkan penderita. Mood dapat . late insomnia yaitu bangun terlalu pagi tanpa dapat tidur lagi. seperti sedih. Inkoherensi : Pembicaraan yang tidak dapat dimengerti karena adanya assosiasi longgar yang berat. Assosiasi longgar : (lihat tangensialiti dan flight of ideas). middle insomnia yaitu bangun tengah malam kemudian disertai kesulitan tidur lagi. Mood dianggap disforik apabila dirasakan penderita secara tidak menyenangkan misalnya ditandai oleh irritabilitas. perasaan kalut. marah. Gangguan pikiran dan pembicaraan dimana ide-ide berpindah dari subjek satu ke yang lain tanpa alasan jelas. atau memakai istilah yang aneh. Insomnia : Kesulitan tidur. Berbeda dengan afek.Ilusi : Distorsi persepsi tentang objek barang yang sebenarnya ada. bahagia. Pembicaraan tidak sadar pada ketidakserasian itu. elasi. Mood merupakan emosi yang melekat (pervasiva) dan berkepanjangan (sustained). apakah initial insomnia yaitu kesulitan jatuh tidur. atau cemas. marah atau depresi. Merupakan tanda klasik dari skizofrenia tetapi dapat juga dilihat pada jenis psikosis lain.

mende rita penyakit. Salah satu ciri katatonia. sisip pikir. Merupakan ciri skizofrenia atau keadaan psikotok lain. Tidak serasi mood (afek): Istilah yang dipakai untuk waham atau halusinasi yang isinya tidak jelas berhubungan dengan mood yang menonjol. Serasi mood : Istilah yang dipakai pada halusinasi atau waham yang isinya sesuai dengan mood yang menonjol. waham dikendalikan. merasa tidak mampu. nihilisme dan merasa dihukum. Halusinasi atau waham yang serasi dengan mood pada manik misalnya secara khas berupa waham kebesaran. Waham dan halusinasi yang tidak serasi afek dapat ditemukan pada skizofrenia. kematian. energik dan rasa harga diri yang meningkat.meningkat. Waham dan halusinasi yang serasi dengan mood pada depresi misalnya rasa tidak berguna. perasaan berdosa. waham tersangkut. sedot pikir dimana tidak jelas berkaitan isi isinya dengan tema serasi afek diatas. Misalnya waham diancam. ekspansif atau euphorik yaitu ditandai dengan perasaan sejahtera yang meningkat. Neologisme : Memperkenalkan kata-kata baru dengan arti yang baru. kadang-kadang pada manik atau depresi. . kadang-kadang dibentuk dari potongan kata yang lain. Mutisme : Tidak mau berbicara sama sekali. percaya akan kemampuan sendiri dan identifikasi dengan orangorang terkenal.

bayangan. keras kepala. Suatu ciri katatonia. hiperventilasi. suka bertengkar. Obsesi : Ide. Isinya mungkin tidak dapat diterima atau diinginkan. cemburu. perasaan tertekan di dada. Merupakan ciri gangguan obsesi kompulsi dan beberapa kasus skizofrenia. tetapi harus menerus memaksa kesadaran. DSM III membagi gangguan paranoid menjadi paranoia : Gangguan paranoia bersama Gangguan paranoia akut Gangguan paranoia tidak khas Skizofrenia paranoid merupakan gangguan yang berdiri sendiri. takut kehilangan kendali. kepala terasa ringan. kewaspadaan berlebihan.Negativisme : Menentang secar ekstrim atau menolak saran. hipersensitivitas. perasaan sedang mengalami hukuman. Serangan Panik : Serangan cemas yang disertai palpitasi. tidak ada rasa humor. endokrin atau penyakit fisik lain yang dapat dipakai untuk menjelaskan gejala. Ide-ide paranoid merupakan gejala yang selalu ditemukan pada penderita paranoid. Tidak ditemukan kelainan kardiovaskular. atau keinginan yang berulang-ulang timbul dan mendominasi proses pikir. dendam. dan parestesia perifer. Dapat ditemukan pada sejumlah besar gangguan psikotik atau non psikotik serta pada orang normal yang sedang mengalami stres yang berat. kecurigaan. nausea. Paranoia : Gangguan psikotik dengan ciri waham kebesaran dan diancam. yang percaya bahwa . berhati-hati.

yang merasa bahwa dirinya sedang dimata-matai. Kemiskinan bicara : Jumlah pembicaraan yang menurun dan tidak spontan. diulangulang atau stereotipik. Fobia : Ketakutan tak rasional pada benda-benda atau situasi sehingga hidupnya didominasi oleh tingkah laku menghindar. kecurigaan. Preserverasi dapat dilihat pada gangguan mental organik. Kemiskinan isi bicara : Pembicaraan yang selalu kabur. dimana ide paranoid dihayati kurang meresap dibanding waham paranoid. cemburu. Dalam hal ini termasuk ideas of references. Preserverasi : Pengulangan tingkah laku atau mengucapkan kata. scizofrenia dan gangguan psikotik lain. ungkapan atau konsep yang diulang-ulang dalam berbicara. tidak mempunyai rasa humor. keras kepala. terdiri hanya kata-kata singkat dan jawaban tdak terucapkan terhadap setiap pertanyaan. kaku. Gaya paranoid (Paranoid style) adalah tingkah laku yang ditandai oleh rasa kewaspadaan berlebihan. suka bertengkar. Ide paranoid berbeda dengan waham paranoid. ide kebesaran dan ide cemburu.setiap orang mempunyai niat buruk terhadap penderita. dan perhatian terhadap peristiwa lingkungan yang memperberat kecurigaan paranoid. tidak konkret. Paksaan bicara (Pressure of speech ) : Pembicaraan yang cepat dan tak dapat dihentikan seperti . yang merasa dirinya menjadi objek persengkokolan jahat.

Psikosis : Derajat gangguan pikiran dimana seseorang tidak dapat lagi membedakan antara realitas dan khayalan (fantasi) karena tidak mampu menilai realitas. Merupakan ciri manik dan dapat ditemukan pula pada keadaaan psikotik lain. Retardasi Psikomotor : Aktivitas motorik yang menurun. tetapihilangnya kemampuan untuk menilai pengalaman-pengalaman dengan tepat dan benar.yang bersangkutan untuk tetap berbicara. kecemasan dan iritabilitas. Seorang mungkin mengalami distersi terhadap penilaian tentang kelebihan dan . harapan atau emosi dirinya sendiri. Seseorang dapat merasa bahwa ia diikuti dengan mengalami halusinasi. yaitu membedakan data dimana yang berasal dari prekosensi. Psikosis dapat diberikan batasan sebagai hendaya daya nilai realita. Perasaan realitas (realiti sense ) dapat pula terganggu pada keadaan tanpa psikosis. Bicara keras dan empatik serta sukar diputus. Hendaya pada psikosis bukan hilangnya kontak dengan realitas. Psikosis mungkin bersifat sementara (jam atau hari) atau menetap (beberapa bulan atau tahun). gangguan mental organik dan keadaan non psikotik akibat stress. pembicaraan menjadi kalut. kemiskinan bicara. Dapat mendominasi percakapan atau tetap akan bicara walaupun tidak ada yang mendengarkan atau menanggapi. jawaban pertanyaan menjadi lambat dengan suara yang merendah dan monoton yang berhubungan dengan perasaan atau kelelahan. Agitasi Psikomotor : Kegelisahan motorik dan hiperaktivitas yang berkaitan dengan ketegangan.

Pikiran makin lama makin dipenuhi oleh fantasi atau dunia subjektif. Batas antara ide atau persepsi psikotik dan non psikotik tidaklah tegas. Gejala peringkat pertama Schneider (Scheneider’s first rank symptoms) : Gejala-gejala yang menurut psikiater Jerman Kurt Scheneider merupakan tanda psthognomonia skizofrenia apabila tidak ditemukan penyakit organik. psikosis tidak dapat ditegakkan walaupun bersifat bizare. pikiran dan persepsi tentang realitas nyata. Terdapat kontinum dari distori non psikotik minimal sampai distori pikiran non psikotik yang sangat berat. Apabila daya nilai realitas sudah terganggu maka kemampuan untuk menghayati yang aneh sudah terganggu. mendengar suara orang bercakap-cakap satu dengan yang lain. Perasaan realitas : Perasaan. sehingga penderita tidak lagi mampu atau tidak lagi dapat menilai bukti-bukti eksternal. dari psikosis ringan yang disertai waham sirkumskrip sampai keadaan psikotik yang bizare atau kacau. dari hendaya daya nilai realitas ringan sampai berat. Daya nilai realitas : Suatu proses penilaian dan hipotesis realitas terhadap kenyataan dunia luar. Jenis halusinasi dengar yang khas mendengar pikirannya sendiri berbicara keras. tidak seuai dengan bukti-bukti objektif serta ditolak atau setidaktidaknya diragukan. atau mendengar suara yang selalu memberi komentar pada setiap tingkah . sehingga bukti-bukti eksternal diabaikan. Ide-ide membeku menjadi waham yang makin lama makin aneh dan rumit. Sesuai dengan hipotesis ini.kelemahannya.

disertai kepercayaan yang bersifat yang sesuai dengan sensasi tersebut. Persepsi delasional : meletakkan persepsi yang mempunyai kemaknaan abnormal. Intoksitasi obat yang berkasiat seperti ampetamin dapat juga mengakibatkan gejala serupa. dan dorongan impuls berasal dari. dipengaruhi oleh atau dikendalikan oleh kekuatan atau orang dari luar. khususnya tentang diri sendiri pada persepsi asli. Sensasi fisik tersebut biasanya diyakini karena dibuat orang dengan kekuatan. Merupakan ciri katatonia dan dapat terlihat juga pada skisofrenia. Pikiran dikendalikan : suatu kepercayaan bahwa perasaan. Stupor: Merupakan penurunan derajat kesadaran dimana aktifitas mental dan fisik sangat minimal karena hendaya organik. Sisip pikir : suatu kepercayaan bahwa orang lain telah menyisipkan pikirannya ke kepala penderita. Misalnya penderita menginterprestasi lampu merah sebagai suatu nasehat dari alamlain untuk yidak menjadi orang jahat.laku penderita. Stereotip : Gerakan tanpa tujuan yang dilakukan berulang-ulang. Sedot pikir : suatu kepercayaan bahwa seseorang telah mengambil keluar pikiran penderita. Halusinasi somatik biasanya bersifat seksual. atau suges hipnotik. Stupor dapat juga merupakan keadaan funsional dimana . Siar pikir : suatu kepercayaan pikiran penderita dapat diketahui orang lain. perilaku.

isi proses pikir. dan tidak kembali kearah pokok pembicaraan tersebut. Pikiran tangensial masih bersifat coherent. tidak responsive. semantic atau logika kalimat. sepanjang hal ini menyentuh pokok utama. komunikasi. Tetapi karena arti yang sebenarnya dari .nampaknya penderita tidak menyadari lingkungannya. depresi atau skisofrenia. Secara klasik gangguan pikiran formal merupakan tanda utama skizofrenia. tidak ada gerakan. Gangguan pikiran formal adalah gangguan bentuk atau proses pikir yang berbeda dengan isi pikiran. tetapi yang disebut terakhir bersifat penyimpangan pembicaraan yang berulang dari pokok-pokok pembicaraan yang tidak berhubungan. Gangguan isi pikiran ditandai dengan oleh waham dan hal yang tidak logic. Gangguan pikiran formal ditandai oleh kegagalan mematuhi kaidah susunan. Mungkin hal ini disebabkan penderita menyimpang dari pokok pembicaraan atau memperkenalkan tema baru. dimana terdapat lompatan pembicaraan dari topic satu ke topik yang lain. tetapi mengetahui sekitarnya. Tangensialiti: Gangguan komunikasi dimana pembicaraan penderita terlepas sama sekali dari pokok pembicaraan semula atau pertanyaan yang diajukan kepadanya. Gangguan pikiran : Gangguan pikiran yang berpengaruh pada proses bahasa. Keadaan ini berhubungan dengan asosiasi longgar. Dapat bervariasi dari bloking yang sederhana atau sirkomsialiti ringan sampai asosiasi longgar atau gangguan daya nilai realitas. Merupakan ciri berbagai macam keadaan normal atau patologik. Tangensialiti sering digunakan secara sinonim dengan asosiasi longgar. Suatu ciri katatonia.

maka hal ini tidak digunakan pada uraian DSM III. Gangguan menyeluruh dalam bentuk atau proses pikir1 1. 2. nutrisi atau homeostatis organisme. kurangnya berat badan. dan orangnya disebut psikotik.gangguan pikiran formal belum mapan. neologisme. cara berpikir ditandai dengan asosiasi longgar. Tanda-tanda vegetatif : Dalam menguraikan tanda-tanda depresi istilah tersebut dipakai untuk keadaan gangguan tidur. hilang nafsu makan. perilaku dapat tidak bertentangan dengan norma sosial umum. uji realitas terganggu. disertai pembentukan realitas baru (berlawanan dengan neurosis. Psikosis: ketidakmampuan untuk membedakan kenyataan dari khayalan. `````````````````````````````````````````````````````````````````````````` A. Fungsi vegetatif diartikan sebagai fungsi fisiologik saraf autonom yang berkaitan dengan pertumbuhan. proses pikir terganggu. Gangguan mental: sindrom perilaku atau psikologis yang nyata secara klinis dan disertai distress atau disabilitas. dan konstruksi yang tidak logis. gangguan mental dengan uji realitas yang tetap baik. konstipasi. hilangnya minat seksual. bukan sekedar respons yang diharapkan terhadap peristiwa tertentu atau terbatas dalam hubungan antara seseorang dengan masyarakat. tapi berlangsung lama atau berulang tanpa terapi) 3. . Gangguan bentuk pikir: kelainan dalam bentuk pikir dan bukannya isi pikir. Uji realitas: evaluasi dan penilaian objektif terhadap dunia di luar dirinya 4.

normal terdapat dalam mimpi. Pemikiran magis: bentuk pikiran dereistik. 6. terdapat secara abnormal pada psikosis.5. hanya dianggap psikopatologis bila sangat nyata dan tidak disebabkan oleh nilai budaya atau defisit intelektual. 3. B. Proses pikir primer: istilah umum untuk cara berpikir dereistik. Gangguan spesifik dalam bentuk pikir1 1. magis. Sirkumstansialitas: gaya bicara tak langsung yang terlambat mencapai poin tertentu namun akhirnya dapat berangkat dari poin asal ke tujuan yang dikehendaki ditandai oleh detail dan kata-kata sisipan yang berlebihan . Pikiran tak logis: pikiran yang mengandung kesimpulan yang salah atau kontradiksi internal. Neologisme: kata baru yang diciptakan oleh pasien. tidak logis. Tilikan emosional: tingkat pemahaman atau kesadaran yang mendalam yang cenderung mengarah ke perubahan kepribadian dan perilaku yang positif. cara berpikir yang menyerupai fase preoperasional pada anak (Jean Piaget). Pemikiran autistik: preokupasi dengan dunia pribadi di dalam dirinya sendiri. menyebabkan atau mencegah suatu peristiwa). kata-kata. seringkali dengan menggabungkan suku kata dari katakata lain. 10. untuk alasan psikologis yang idiosinkratik. 9. ketika pikiran. 2. atau tindakan dianggap memiliki kekuatan (contohnya. Word salad: pencampuran kata atau frase yang inkoheren. Dereisme: aktivitas mental yang tidak sejalan dengan logika atau pengalaman 7. istilah yang biasa digunakan cukup bersinonim dengan dereisme. 8.

Asosiasi longgar: aliran pikiran berupa perpindahan ide dari satu subjek ke subjek lain dalam cara yang sama sekali tidak berhubungan. pembicaraan dapat menjadi inkoheren. Flight of ideas: permainan kata-kata atau verbalisasi kontinu dan cepat yang menghasilkan . 8. 12. Perseverasi: respon yang menetap terhadap stimulus sebelumnya meski telah diberikan stimulus baru. Verbigerasi: pengulangan atau kalimat tertentu tanpa makna. Jawaban tidak relevan: jawaban yang tidak selaras dengan pertanyaan yang diajukan (orang tersebut tampak mengabaikan atau tidak memperhatikan pertanyaan). Kondensasi: penggabungan berbagai konsep menjadi satu. 9. pikiran atau kata-kata yang keluar tanpa hubungan logis maupun tidak sesuai tata bahasa. 10. kadang digunakan sebagai sinonim asosiasi longgar. 6. sering disebabkan oleh gangguan kognitif.4. Tangensialitas: ketidakmampuan untuk mencapai asosiasi pikiran yang mengarah ke tujuan. 11. Inkoherensi: pikiran yang secara umum tidak dapat dipahami. 7. 5. mengakibatkan disorganisasi. 13. pembicara tidak pernah beranjak dari poin awal ke tujuan yang diinginkan. Ekolalia: pengulangan kata atau kalimat yang diucapkan seseorang yang bersifat psikopatologis. cenderung berulang dan persisten dapat diucapkan dengan intonasi mengejek atau terputus-putus. bila parah. Derailment: deviasi alur berpikir yang terjadi secara berangsur atau mendadak tanpa bloking.

Glosolalia: pengungkapan wahyu melalui katakata yang tidak dapat dimengerti artinya (juga disebut sebagai bicara dalam lidah). Waham bizar: kepercayaan yang salah dan aneh. ide cenderung berhubungan dan pada keadaan yang tidak begitu parah. tidka dianggap sebagai gangguan berpikir bila dikaitkan dengan praktek agama Pantekosta tertentu. atau kalimat samar. setelah jeda sejenak. . Clang association: keterkaitan kata-kata dengan bunyi yang mirip namun berbeda arti kata-kata tersebut tidak memiliki hubungan logis. tidak konsisten dengan latar belakang intelegensi dan budaya pasien. seseorang tampak tidak ingat hal yang sedang atau akan dikatakan (disebut juga sebagai deprivasi pikiran). Ide berlebihan: kepercayaan salah yang menetap dan tidak masuk akal. Gangguan isi pikir spesifik1 1. bahasa tutur pribadi. 14. pendengar masih dapat mengikutinya. C. sangat tidak masuk akal (contohnya. didasarkan pada kesimpulan yang salah tentang realitas eksterna.perpindahan konstan dari satu ide ke ide lain. Bloking: interupsi alur pikiran secara mendadak sebelum suatu pikiran atau ide tuntas. 2. 3. penyusup dari angkasa luar telah menanamkan elektroda ke dalam otaknya). setelah jeda sebelum suatu pikiran atau ide tuntas. Miskin isi: pikiran yang hanya memberi sedikit informasi karena hampa. Waham: kepercayaan yang salah. dipertahankan tidak seteguh waham. dapat mencakup pembentukan rima dan sajak. 15. disebut juga sebagai kriptolalia. tidak dapat dikoreksi dengan penalaran. pengulangan kosong. 16.

f. atau dikejar. . Waham yang kongruen-mood: waham yang isinya sesuai dengan mood (contohnya. yaitu kecurigaan dengan kadar lebih rendah dari proporsi waham). seorang pasien depresi yang memliki waham kendali pikir atau siar isi pikir). FBI. d. Waham kemiskinan: kepercayaan yang salah pada seseorang bahwa ia bangkrut atau akan kehilangan semua harta bendanya. i.b. Waham kejar: kepercayaan yang salah pada seseorang yang merasa dirinya dilecehkan. Waham somatik: kepercayaan salah yang melibatkan fungsi tubuh (contohnya. Waham yang tidak kongruen-mood: waham dengan isi yang tidak sesuai dengan mood atau netral terhadap mood (misalnya. g. kepercayaan bahwa otaknya membusuk atau meleleh). dicurangi. Waham paranoid: termasuk diantaranya adalah waham kejar dan waham rujukan. h. c. kendali. dan dunia ini tidak ada atau akan mengalami kiamat. sering ditemukan pada pasien dengan kasus hukum yang memiliki kecenderungan patologis untuk mengambil tindakan hukum karena adanya suatu perlakuan salah yang imajiner. pasien depresi yang percaya bahwa dirinya bertanggung jawab akan kehancuran dunia). seseorang merasa dikejar-kejar oleh CIA. Waham nihilistik: perasaan yang salah bahwa dirinya. orang lain. atau mafia). dan kebesaran (dibedakan dari ide paranoid. e. Waham sistematik: kepercayaan yang salah atau kepercayaan yang disatukan oleh satu peristiwa atau tema tunggal (contohnya.

Penarikan pikiran: waham bahwa pikiran seseorang dihilangkan dari dirinya oleh orang atau kekuatan lain. k. kepercayaan bahwa orang di tv dan radio berbicara kepada atau mengenai dirinya). berasal dari ide rujukan. objek. Waham kendali: perasaan yang salah bahwa keinginan. ii. pikiran. biasanya dalam konotasinegatif. Waham menyalahkan diri: perasaan menyesal dan rasa bersalah yang tidak pada tempatnya.ii. . seolah-olah pikiran tersebut disiarkan di udara. yaitu ketika seseorang secara salah merasa bahwa orang lain membicarakan dirinya (contohnya. Insersi pikiran: waham bahwa suatu pemikiran ditanamkan ke otak seseorang oleh orang atau kekuatan lain. iv. atau orang lain memiliki kepentingan tertentu dan luar biasanya. iii. j. bahwa peristiwa. atau perasaan seseorang dikendalikan oleh kekuatan dari luar. Diar pikiran: waham bahwa pikiran seseorang dapat didengar oleh orang lain. Waham ketidaksetiaan (waham cemburu): kepercayaan salah yang berasal dari kecemburuan patologis seseorang bahwa kekasihnya tidak setia. kekuatan atau identitiasnya yang terlalu dilebih-lebihkan. i. i. iii. Waham kebesaran: konsep seseorang akan arti penting diri. Kendali pikiran: waham bahwa pikiran seseorang dikendalikan oleh orang atau kekuatan lain. Waham rujukan: kepercayaan yang salah dalam diri seseorang bahwa perilaku orang lain ditujukan kepada dirinya.

dikaitkan dengan ansietas. tanpa maksud tujuan tertentu untuk mengakhirinya selain untuk mencegah sesuatu terjadi di masa akan datang. . 5. dikaitkan dengan sindrom Munchausen. Kecenderungan atau preokupasi pikiran: pemusatan isi pikir pada ide tertentu. 8. akan menimbulkan ansietas. Obsesi: menetapnya secara patologis suatu pikiran atau perasaan kuat yang tidak dapat dihilangkan dari kesadaran dengan usaha yang logis. bila ditahan. Monomania: preokupasi terhadap suatu objek tunggal. Hipokondria: kekhawatiran yang berlebihan akan kesehatan yang tidak didasarkan atau patologi organik yang nyata. Egomania: preokupasi patologis mengenai diri sendiri 6. melainkan interpretasi yang tidak realistis atas tanda atau sensasi fisik yang dianggap abnormal. 7. Pseudologia fantastika: bentuk kebohongan ketika seseorang tampaknya mempercayai bahwa khayalannya menjadi nyala dan terjadi pada dirinya. m. perilaku repetitif sebagai respons terhadap suatu obsesi atau dilakukan berdasarkan aturan tertentu. Erotomania: kepercayaan delusional. 4. bahwa seseorang sedang jatuh cinta pada dirinya (juga diskenal sebagai kompleks (clerambault-Kandinsky). seperti kecenderungan paranois atau preokupasi bunuh diri atau membunuh. lebih sering ditemukan pada wanita daripada pria.l. 9. berulangkali memalsukan penyakit. dikaitkan dengan nada afektif yang kuat. Kompulsi: kebutuhan patologis untuk bertindak berdasarkan sebuah impuls yang.

takut akan labalaba atau ular). Panfobia: takut akan segala hal i. h. a. Noesis: wahyu berupa pencerahan yang terjadi menimbulkan perasaan bahwa seseorang terpilih untuk memimpin atau memerintah. c. 11. Fobia sosial: takut dipermalukan oleh orang banyak. Fobia jarum: ketakutan patologis yang intens dan menetap akan disuntik. 13. berlebihan. Ailurofobia: takut akan kucing g. Xenophobia: takut akan orang asing k. Koprolalia: secara kompulsif mengeluarkan katakata kotor. 12. Fobia: kengerian patologis yang tidak bervariasi. juga disebut fobia injeksi darah. Fobia spesifik: rasa takut yang terbatas pada suatu objek atau situasi yang jelas (contohnya. Zoophobia: takut akan hewan l. Algofobia: takut akan rasa nyeri f. Akrofobia: takut akan ketinggian d.10. b. Unio mystica: perasaan berlebih mengenai kesatuan mistis dan suatu kekuatan tak terbatas. contohnya takut berbicara di depan umum. Agoraphobia: takut akan tempat terbuka e. j. Klaustrofobia: takut akan tempat tertutup. sehingga timbul hasrat yang kuat untuk menghindari stimulus yang ditakutkan tersebut. tidak dianggap sebagai gangguan isi pikir bila sejalan dengan lingkungan agama atau budaya pasien. atau makan di tempat umum. . takut tampil. tidak rasional. Eritrofobia: takut akan warna merah (merujuk kepada takut mukanya akan bersemu merah). dan menetap akan suatu stimulus atau situasi spesifik.