P. 1
MACAM-MACAM KESADARAN

MACAM-MACAM KESADARAN

|Views: 98|Likes:
Publicado porRahma Cita Halida
MACAM-MACAM KESADARAN
MACAM-MACAM KESADARAN

More info:

Published by: Rahma Cita Halida on Apr 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/10/2013

pdf

text

original

MACAM-MACAM KESADARAN

Kesadaran di definisikan sebagai keadaan yang mencerminkan pengintegrasian impuls eferen dan aferen. Pusat kesadaran terdapat pada ARAS (Ascending Reticularis Activating System).

COMPOS MENTIS Sadar penuh atau ia sadar terhadap diri dan lingkungannya. mengantuk atau tidur. bunyi atau gerak   TANDA Sadar. Bila tidur dapat disadarkan dengan memberi rangsangan .  Dapat dirangsang oleh rangsangan : rangsangan nyeri.

APATIS  Acuh tak acuh dan lama untuk menjawab terhadap rangsangan yang diberikan TANDA Sadar tapi tidak kooperatif  .

  TANDA Sadar tapi kadang-kadang tertidur.SOMNOLEN Keadaan mengantuk atau disebut juga dengan letargi atau obtundasi. mampu memberikan jawaban verbal dan menangkis rangsangan nyeri . penderita mudah dibengunkan.  Dapat dirangsang dengan rangsangan : dibangunkan atau diberikan rangsangan nyeri.

gelisah. aktivitas motoriknya meningkat dan disorientasi . berteriak-teriak. kacau. merontaronta.DELIRIUM Penurunan kesadaran disertai peningkatan yang abnormal dari aktivitas psikomotor dan siklus tidur bangun yang terganggu.  Dapat dirangsang dengan rangsangan : dengan cubitan   TANDA Gaduh.

 .KOMA  Keadaan tidak sadarkan diri yang penderitanya tidak dapat dibangunkan bahkan dengan rangsangan yang kuat TANDA Tidak adanya jawaban terhadap rangsangan yang diberikan.

maka ada tiga mekanisme patofisiologi timbulnya koma :  1. Proses metabolik .MACAM-MACAM KOMA Karena ARAS terletak sebagian di atas tentorium serebeli dan sebagian lagi di bawahnya. Lesi supratentorial  2. Lesi subtentorial  3.

.KOMA SUPRATENTORIAL  Adanya massa yang mengambil tempat di dalam kranium (hemisfer serebri) beserta edema sekitarnya misalnya tumor otak. abses dan hematom mengakibatkan dorongan dan pergeseran struktur di sekitarnya.

MACAM-MACAM KOMA SUPRATENTORIAL Herniasi girus cinguli Menyebabkan tekanan pada pembuluh darah serta jaringan otak.  Herniasi transtentorial/sentral Menekan diensefalon. mesensefalon.  . mengakibatkan iskemi dan edema.  Herniasi unkus Herniasi unkus terjadi bila lesi menempati sisi lateral fossa menekan nervus di mesensefalon ipsilateral. pons dan medula oblongata melalui celah tentorium. kemudian bagian lateral mesensefalon dan seluruh mesensefalon.

perdarahan dan nekrosis. Misalnya pads stroke.KOMA INFRATENTORIAL  Ada dua macam lesi infratentorial yang menyebabkan koma. cedera kepala dan sebagainya. . 1) Proses di dalam batang otak sendiri yang merusak ARAS atau/serta merusak pembuluh darah yang mendarahinya dengan akibat iskemi. tumor.

. Herniasi ke atas dari serebelum dan mesensefalon melalui celah tentorium dan menekan tegmentum mesensefalon. a. c. Langsung menekan pons. b.2) Proses di luar batang otak yang menekan ARAS. Dapat disebabkan oleh tumor serebelum. Herniasi ke bawah dari serebelum melalui foramen magnum dan menekan medula oblongata. perdarahan serebelum dan sebagainya.

Penyakit degenerasi serebri yang menyebabkan terganggunya metabolisme sel saraf dan glia. Koma disebabkan kegagalan difus dari metabolisme sel saraf. 1) Ensefalopati metabolik primer. Misalnya penyakit Alzheimer.KOMA METABOLIK  Proses metabolik melibatkan batang otak dan kedua hemisfer serebri. .

 Pada koma metabolik ini biasanya ditandai gangguan sistim motorik simetris dan tetap utuhnya refleks pupil (kecuali pasien mempergunakan glutethimide atau atropin). yang mengakibatkan kekurangan nutrisi. juga utuhnya gerakan-gerakan ekstraokuler (kecuali pasien mempergunakan barbiturat).2) Ensefalopati metabolik sekunder. gangguan keseimbangan elektrolit ataupun keracunan.  Koma terjadi bila penyakit ekstraserebral melibatkan metabolisme otak. .

FISIOLOGI TIDUR .

relaks. tanpa tekanan emosional.DEFINISI  Suatu kondisi tidak sadar di mana individu dapat dibangunkan oleh stimulus atau sensori yang sesuai. dan bebas dari perasaan gelisah. Suatu proses aktif yang terdiri dari periode-periode tidur gelombang-lambat dan paradoksikal yang berseling-seling. Status perubahan kesadaran ketika persepsi dan reaksi individu terhadap lingkungan menurun.    . Istirahat: keadaan tenang.

nyeri. dan sensori raba. pendengaran.  Bulbar Synchronizing Region (BSR) pada saat tidur terjadi pelepasan serum serotonin dari BSR. .SLEEP-SETTING  Reticular Activating System (RAS) RAS di bagian atas batang otak diyakini memiliki sel-sel khusus yang dapat mempertahankan kewaspadaan dan kesadaran. RAS melepaskan katekolamin. Pada saat sadar. serta emosi dan proses berfikir. memberi stimulus visual.

 .  Tidur REM (Rapid Eye Movement) jenis tidur yang disebabkan oleh penyaluran isyarat-isyarat abnormal dari dalam otak meskipun kegiatan otak mungkin tidak tertekan.TAHAP TIDUR Tidur NREM (Non Rapid Eye Movement) jenis tidur yang disebabkan menurunnya kegiatan di dalam sistem pengaktivasi retikularis atau disebut dengan tidur gelombang lambat.

TIDUR NREM  Perpindahan tahap 1-4 berkisar 30 sampai 45 menit. Tahap transisi antara bangun dan tidur dengan ciri sebagai berikut:       rileks masih sadar dengan lingkungan merasa mengantuk bola mata bergerak dari samping ke samping frekuensi nadi dan napas sedikit menurun dapat bangun segera .  Tahap 1 Tahap ini berlangsung selama 5 menit.

Merupakan tahap tidur ringan dan proses tubuh terus menurun dengan ciri sebagai berikut:  mata pada umumnya menetap  denyut jantung dan frekuensi napas menurun  temperatur tubuh menurun  metabolisme menurun  Tahap 3 Merupakan tahap tidur dengan ciri denyut nadi dan frekuensi napas dan proses tubuh lainnya lambat. Tahap 2 Tahap ini berlangsung pendek dan berakhir 10-15 menit. disebabkan adanya dominasi sistem saraf parasimpatis sulit untuk bangun .

 Tahap 4 Merupakan tahap tidur dalam dengan ciri:       kecepatan jantung dan pernapasan turun jarang bergerak sulit dibangunkan gerak bola mata cepat sekresi lambung menurun tonus otot menurun .

 Otak cenderung aktif dan metabolismenya meningkat hingga 20%.  Berlangsung 10-15 menit.TIDUR REM/ PARADOKSIKAL Terdapat pada akhir siklus gelombang lambat.  .

memori. menunjukkan inhibisi kuat proyeksi spinal atas sistem pengaktivasi retikularis. Tidur ini penting untuk keseimbangan mental. dan adaptasi. dan metabolisme meningkat. Tonus otot selama tidur nyenyak sangat tertekan. Lebih sulit dibangunkan. tekanan darah meningkat atau berfluktuasi. Mata cepat tertutup dan terbuka. nadi cepat dan tidak teratur. • • • • . • • • Ciri tidur REM adalah sebagai berikut: Biasanya disertai dengan mimpi aktif. sekresi gaster meningkat. juga berperan dalam belajar. emosi. Pada otot perifer terjadi beberapa gerakan otot yang tidak teratur. Frekuensi jantung dan pernapasan menjadi tidak teratur.

You're Reading a Free Preview

Descarga
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->