PEDOMAN UMUM

PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI

PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI

PRAKATA

P

endekatan pemberdayaan masyarakat selama ini telah banyak diupayakan melalui berbagai pembangunan sektoral maupun regional. Namun karena dilakukan secara parsial dan tidak berkelanjutan, efektivitasnya terutama untuk penanggulangan kemiskinan dipandang masih belum optimal. Untuk itu, melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri diharapkan dapat terjadi harmonisasi prinsip-prinsip dasar, pendekatan, strategi, serta berbagai mekanisme dan prosedur pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat sehingga proses peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Dalam rangka menjaga harmonisasi pelaksanaan berbagai program berbasis pemberdayaan masyarakat dalam kerangka kebijakan PNPM Mandiri, maka disusun Pedoman Umum PNPM Mandiri. Tujuan dari Pedoman Umum ini adalah sebagai sumber referensi kerangka kebijakan dan acuan umum pelaksanaan program bagi para pengambil keputusan pada berbagai tingkat pemerintahan, pelaksana di tingkat lapangan, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya yang terkait dalam pelaksanaan program-program pemberdayaan masyarakat. Pedoman umum PNPM Mandiri secara garis besar berisi tentang latar belakang, tujuan dan landasan penyelenggaraan program; prinsip dasar, pendekatan dan strategi program; komponen program; aspekaspek pengelolaan, monitoring dan evaluasi, serta pengembangan indikator yang diperlukan. Penjelasan masing-masing aspek

2

penyelenggaraan PNPM Mandiri tersebut dalam pedoman ini merupakan koridor kebijakan yang perlu dijabarkan lebih lanjut ke dalam berbagai pedoman pelaksanaan dan teknis operasional yang diperlukan dalam pelaksanaannya. Penyusunan pedoman umum ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait, yaitu Bappenas, Ditjen PMD Departemen Dalam Negeri, Ditjen Cipta Karya Departemen PU, serta tenaga-tenaga ahli dari lembaga-lembaga donor, perguruan tinggi, swasta, dan LSM. Kepada semua pihak yang telah berkontribusi terhadap penyusunan pedoman umum ini kami sampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Partisipasi dan kerjasama yang telah terjalin selama ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang pada berbagai pihak yang selama ini belum terlibat. Pelaksanaan PNPM Mandiri secara benar dapat membangun optimisme bersama yang kuat sebagai bangsa dalam memerangi musuh utama kita saat ini, yakni kemiskinan dan kebodohan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkahi semua rencana dan upaya kita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di Indonesia.

Jakarta, Juni 2007 Tim Penyusun Pedoman Umum PNPM Mandiri

3

PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI SAMBUTAN MENTERI KOORDINASI KESEJAHTERAAN RAKYAT 4 .

5 .

................................ 3...............................2......................... 2.....................................2...................... Pedahuluan ...................... Prinsip dan Dasar Hukum .....................................4...2...........................1.................. 3................................................................................................. Komponen Program .......... Dasar Hukum PNPM . Sambutan ....................................................................................... • Mengapa Diperlukan Pedoman ............................................................................................. 2........................... Perihal Pedoman ............ 3............................................................................................................PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI DAFTAR ISI Prakata .. Pendekatan PNPM . Harmonisasi Program .......................................... Latar Belakang ....................................................................................................................................................................................1.......................3................................................................................................. 2................. 1.......................................1.................... 1................... 2................... 2...................... Strategi.............................................................................................................................................................. • Siapa Pengguna Pedoman ........................................... Tujuan ................................. Komponen dan Harmonisasi Program ............... Daftar Istilah dan Singkatan ............ Daftar Isi ......................... 1.. Strategi PNPM .................................................... • Bagaimana Sistematika Buku Pedoman ...................................... Prinsip Dasar PNPM ...................................... 6 ......

...................................................................................................3 Pelaksanaan . 7.......................... Perencanaan partisipatif ............................3........................... 4............................. 5................................2.................. 4.......... 6..... Penganggaran dan Penyaluran ..1....................................... Organisasi Penyelenggara ............................................................ 4....................................................................4.......................... 5............................2........................................... 5............. Tingkat Masyarakat/Komunitas ........................... 4............................... evaluasi dan pelaporan .................................. 6........................................ Penutup ....1................................................. Sumber Dana ................ 6....... Pengelolaan Program ....... Pendanaan .........................................................................................2....................................................................4 Pemantauan. 7 ....... Tingkat Pusat ....................................1......... Persiapan .......................................... pengawasan............................................................................................ 5. Tingkat Daerah ...........

PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN • ADD • APBN • APBD • Bappenas • BBM • BLM • Depdagri • Dirjen • Ditjen • DPRD • Gender Alokasi Dana Desa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Badan Perencana Pembangunan Nasional Bahan Bakar Minyak Bantuan Langsung Masyarakat Departemen Dalam Negeri Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Asumsi atau bentukan oleh masyarakat atas peran. tanggung-jawab serta perilaku laki-laki dan perempuan. dan bukan masyarakat yang pasif atau hanya menggantungkan kehidupannya dengan mengharap pemberian bantuan dari pemerintah atau masyarakat lainnya • Kelompok Peduli • LSM • Masyarakat Mandiri 8 . yang dipelajari dan dapat berubah dari waktu ke waktu serta bervariasi menurut budaya Kelompok yang memberikan perhatian atau memiliki kepentingan terhadap suatu kegiatan tertentu Lembaga Swadaya Masyarakat Masyarakat yang mampu mengelola potensi yang ada dalam dirinya atau lingkungannya sehingga menghasilkan nilai lebih.

sosial dan budaya • PNPM • PAMSIMAS • PISEW • P2DTK • PPIP • PPK • PPKP (P2KP) • PU Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Program Air Minum dan Sanitasi Masyarakat Pengembangan Infrastruktur Sosial dan Ekonomi Wilayah Program Pengembangan Daerah Tertinggal dan Khusus Program Pengembangan Infrastruktur Perdesaan Program Pengembangan Kecamatan Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan Pekerjaan Umum 9 . dinas sektor • Pembangunan Pembangunan yang diselenggarakan pada wilayah kewilayahan tertentu di daerah yang diorientasikan pada pengembangan potensi lokal wilayah tersebut • Pembangunan Pembangunan yang melibatkan secara aktif partisipatif komponen masyarakat dan dunia usaha guna mengoptimalkan pencapaian tujuan pembangunan yang diselenggarakan oleh pemerintah • Pemberdayaan Upaya menumbuhkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat masyarakat untuk meningkatkan posisi tawar (bargaining power).• MDGs • P3A • PMD Millennium Development Goals Perkumpulan Petani Pemakai Air Pemberdayaan Masyarakat Desa • Pembangunan Kegiatan pelayanan yang diwujudkan dalam sektoral investasi anggaran maupun regulasi yang diselenggarakan oleh kementerian/ lembaga. politik. sehingga memiliki akses dan kemampuan untuk mengambil keuntungan timbal balik dalam bidang ekonomi.

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional Organisasi kemasyarakatan yang khusus mengatur sistem pengairan sawah yang digunakan dalam cocok tanam padi di Provinsi Bali Survey Sosial Ekonomi Nasional Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah • SNPK • SPADA • SPPN • SUBAK • Susenas • TKPK • TKPKD 10 . kabupaten. atau kota.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI • Renja • RISE • SKPD Rencana Kerja Regional Infrastructure for Social Economic Satuan Kerja Perangkat Daerah yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas pemerintahan di bidang tertentu di daerah provinsi. Strategi Nasional Penangulangan Kemiskinan Support for Poor and Disadvantage Areas.

masyarakat. pelaksana di tingkat lapangan. Masyarakat luas Untuk Apa Dasar kebijakan Acuan pelaksanaan Acuan pelaksanaan Referensi Referensi Referensi 11 . Pedoman Umum ini merupakan bagian dari keseluruhan pedoman PNPM Mandiri yang disusun secara terpisah. Lembaga donor 5. Pengambil keputusan di berbagai tingkat pemerintahan 2. dan berbagai pihak terkait lainnya dalam pelaksanaan program-program pemberdayaan masyarakat. MENGAPA DIPERLUKAN PEDOMAN? Mengingat pelaksanaan PNPM Mandiri melibatkan berbagai sektor dan pihak terkait di berbagai tingkat pemerintahan.PERIHAL PEDOMAN P edoman Umum PNPM Mandiri adalah sumber referensi dan acuan pelaksanaan PNPM Mandiri. Komunitas di lokasi PNPM Mandiri 3. SIAPAKAH PENGGUNA PEDOMAN? No Siapa 1. Pelaksana di berbagai tingkat pemerintahan 3. Legislatif 4. maka untuk harmonisasi dan konsistensi pelaksanaan PNPM Mandiri diperlukan sumber referensi dan acuan umum bagi para pengambil keputusan pada berbagai tingkat pemerintahan.

berisi garis besar tentang latar belakang. aspek-aspek pengelolaan. tujuan dan landasan penyelenggaraan PNPM. pengertian. serta strategi sosialisasi dan komunikasi. pelatihan pendamping. pemantauan dan evaluasi.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI BAGAIMANA SISTEMATIKA BUKU PEDOMAN INI? Buku pedoman PNPM Mandiri terdiri atas: • Buku Pedoman Umum. dan kriteria pengembangan lokasi. • Penjelasan masing-masing aspek penyelenggaraan PNPM Mandiri tersebut di atas merupakan koridor kebijakan yang dapat dijabarkan lebih lanjut ke dalam petunjuk teknis dan operasional yang diperlukan bagi pelaksanaan masing-masing program pemberdayaan masyarakat. Buku Pedoman Pelaksanaan. komponen dan harmonisasi program. 12 . terdiri atas aspek-aspek pelaksanaan seperti antara lain pengelolaan pengaduan masyarakat. pendekatan dan strategi PNPM. prinsip dasar.

Melalui PNPM Mandiri dirumuskan kembali mekanisme upaya penanggulangan kemiskinan yang melibatkan unsur masyarakat. hingga pemantauan dan evaluasi. Peran dunia usaha dan masyarakat pada umumnya juga belum optimal. pemerintah meluncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri mulai tahun 2007. Melalui proses pembangunan partisipatif.BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Permasalahan kemiskinan yang cukup kompleks membutuhkan intervensi semua pihak secara bersama dan terkoordinasi. pelaksanaan. kesadaran kritis dan kemandirian masyarakat. Pelaksanaan PNPM Mandiri tahun 2007 dimulai dengan dua program pemberdayaan masyarakat. dapat ditumbuhkembangkan sehingga mereka bukan sebagai obyek melainkan subyek upaya penanggulangan kemiskinan. Kerelawanan sosial dalam kehidupan masyarakat yang dapat menjadi sumber penting pemberdayaan dan pemecahan akar permasalahan kemiskinan juga mulai luntur. terutama masyarakat miskin. mulai dari tahap perencanaan. Namun penanganannya selama ini cenderung parsial dan tidak berkelanjutan. yaitu Program Pengembangan Kecamatan (PPK) sebagai dasar pemberdayaan masyarakat di perdesaan. 13 . dan Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) sebagai dasar bagi pengembangan pemberdayaan masyarakat di perkotaan. Untuk itu diperlukan perubahan yang bersifat sistemik dan menyeluruh dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.

Efektivitas dan efisiensi dari kegiatan yang selama ini sering berduplikasi antar proyek diharapkan juga dapat diwujudkan. baik secara individu maupun berkelompok. dan 14 . dalam memecahkan berbagai persoalan terkait upaya peningkatan kualitas hidup.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI Mulai tahun 2008 PNPM Mandiri diperluas dengan melibatkan Program Pengembangan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK) untuk pengembangan daerah tertinggal. PNPM Mandiri adalah gerakan nasional dalam wujud kerangka kebijakan sebagai dasar dan acuan pelaksanaan programprogram penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat. b. cakupan pembangunan diharapkan dapat diperluas hingga ke daerah-daerah terpencil dan terisolir. Hal ini sejalan dengan target waktu pencapaian Millennium Development Goals (MDGs) *. PENGERTIAN PNPM MANDIRI a. Dengan pengintegrasian berbagai program pemberdayaan masyarakat ke dalam kerangka kebijakan PNPM Mandiri. 1. maka PNPM Mandiri akan dilaksanakan sekurang-kurangnya hingga tahun 2015. kemandirian. dan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) untuk mengintegrasikan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dengan daerah sekitarnya.2. PNPM juga diperkuat dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh berbagai departemen sektor. Pelaksanaan PNPM Mandiri yang berdasar pada indikator-indikator keberhasilan yang terukur akan membantu Indonesia mewujudkan pencapaian target-target MDGs tersebut. Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk menciptakan/ meningkatkan kapasitas masyarakat. pasca bencana dan konflik. Mengingat proses pemberdayaan pada umumnya membutuhkan waktu 5-6 tahun.

termasuk masyarakat miskin. Meningkatnya kapasitas pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama masyarakat miskin melalui kebijakan. penyediaan pendampingan.3 TUJUAN 1. c.1.3. dan menjamin keberlanjutan berbagai hasil yang dicapai menjadi kunci keberhasilan proses pemberdayaan masyarakat. kelompok perempuan. 15 . b.kesejahteraannya. program dan penganggaran yang berpihak pada masyarakat miskin (pro-poor). Melalui PNPM Mandiri dilakukan hamonisasi dan pengembangan sistem serta mekanisme dan prosedur program. c. dan pendanaan stimulan untuk mendorong prakarsa dan inovasi masyarakat dalam upaya penanggulangan kemiskinan yang berkelanjutan. komunitas adat terpencil. Meningkatnya kapasitas kelembagaan masyarakat yang mengakar. Tujuan Khusus a. Tujuan Umum Meningkatnya kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin secara mandiri. 1.2.3. Meningkatnya partisipasi seluruh masyarakat. Keterlibatan yang lebih besar dari perangkat pemerintah daerah serta berbagai pihak untuk memberikan kesempatan. d. 1. dan kelompok masyarakat lainnya yang rentan dan sering terpinggirkan ke dalam proses pengambilan keputusan dan pengelolaan pembangunan. representatif. dan akuntabel.

informasi dan komunikasi dalam pemberdayaan masyarakat. 16 . dll) untuk mengefektifkan upaya-upaya penanggulangan kemiskinan. Meningkatnya modal sosial masyarakat yang berkembang sesuai dengan potensi sosial dan budaya serta untuk melestarikan kearifan lokal. asosiasi.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI d. pemerintah daerah dan kelompok peduli (swasta. Meningkatnya sinergi masyarakat. Meningkatnya inovasi dan pemanfaatan tekhnologi tepat guna. perguruan tinggi. media. Kerangka logis PNPM Mandiri pada lampiran 1 lebih lanjut akan menjelaskan keterkaitan antar tujuan tersebut dan pencapaiannya. e. LSM. Meningkatnya keberdayaan dan kemandirian masyarakat. g. serta kapasitas pemerintah daerah dan kelompok peduli setempat dalam menanggulangi kemiskinan di wilayahnya. f.

DAN DASAR HUKUM alam upaya mencapai tujuan PNPM Mandiri.BAB 2 STRATEGI. D 2. Mengintensifkan upaya-upaya pemberdayaan untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat.1 Strategi Dasar a. dsb) secara sinergis. dan dasar hukum yang perlu menjadi acuan pelaksanaan program-program pemberdayaan masyarakat. PRINSIP. 2. Menerapkan keterpaduan dan sinergi pendekatan pembangunan sektoral. prinsip dasar. pemerintah daerah dan kelompok peduli lainnya (swasta. b.1. PENDEKATAN. dan pembangunan partisipatif.2 Strategi Operasional a. LSM. Mengoptimalkan seluruh potensi dan sumber daya yang dimiliki masyarakat. pendekatan. c. pemerintah pusat. b. Menjalin kemitraan yang seluas-luasnya dengan berbagai pihak untuk bersama-sama mewujudkan keberdayaan dan kemandirian masyarakat. terdapat strategi. Menguatkan peran pemerintah kota/kabupaten sebagai 17 . asosiasi. pembangunan kewilayahan. perguruan tinggi.1 STRATEGI Strategi PNPM terdiri atas: 2.1.

e. 2. dan akuntabel. Meningkatkan kemampuan pembelajaran di masyarakat dalam memahami kebutuhan dan potensinya serta memecahkan berbagai masalah yang dihadapinya. Menerapkan konsep pembangunan partisipatif secara konsisten dan dinamis serta berkelanjutan. Desentralisasi.2 PRINSIP DASAR PNPM PNPM-Mandiri menekankan prinsip-prinsip dasar berikut ini: • Bertumpu pada pembangunan manusia. Otonomi. Semua kegiatan yang dilaksanakan mengutamakan kepentingan dan kebutuhan • • • 18 . masyarakat memiliki kewenangan secara mandiri untuk berpartisipasi dalam menentukan dan mengelola kegiatan pembangunan secara swakelola. Dalam pelaksanaan PNPM. d. mengakar. Pelaksanaan PNPM senantiasa bertumpu pada peningkatan harkat dan martabat manusia seutuhnya. Kewenangan pengelolaan kegiatan pembangunan sektoral dan kewilayahan dilimpahkan kepada pemerintah daerah atau masyarakat sesuai dengan kapasitasnya. Mengoptimalkan peran sektor dalam pelayanan dan kegiatan pembangunan secara terpadu di tingkat komunitas.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI pengelola program-program penanggulangan kemiskinan di wilayahnya. Berorientasi pada masyarakat miskin. Mengembangkan kelembagaan masyarakat yang dipercaya. f. c.

Pemerintah dan masyarakat harus memprioritaskan pemenuhan kebutuhan untuk pengentasan kemiskinan dengan mendayagunakan secara optimal berbagai sumberdaya yang terbatas. Semua pihak yang berkepentingan dalam penanggulangan kemiskinan didorong untuk mewujudkan kerjasama dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam penanggulangan kemiskinan. • Partisipasi. Setiap pengambilan keputusan pembangunan dilakukan secara musyarawah dan mufakat dengan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat miskin. Masyarakat harus memiliki akses yang memadai terhadap segala informasi dan proses pengambilan keputusan sehingga pengelolaan kegiatan dapat dilaksanakan secara terbuka dan dipertanggunggugatkan baik secara moral.masyarakat miskin dan kelompok masyarakat yang kurang beruntung. maupun administratif. legal. teknis. Setiap pengambilan keputusan harus mempertimbangkan kepentingan peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak hanya saat ini tapi juga di masa depan dengan • • • • • • 19 . Kolaborasi . Transparansi dan Akuntabel. Prioritas. Keberlanjutan . Kesetaraan dan keadilan gender. Masyarakat terlibat secara aktif dalam setiap proses pengambilan keputusan pembangunan dan secara gotong royong menjalankan pembangunan. Demokratis. Laki-laki dan perempuan mempunyai kesetaraan dalam perannya di setiap tahap pembangunan dan dalam menikmati secara adil manfaat kegiatan pembangunan.

Penjelasan lebih lanjut tentang pendekatan pemberdayaan Masyarakat ini dapat dilihat pada lampiran 2. 2. 20 . Memposisikan masyarakat sebagai penentu/pengambil kebijakan dan pelaku utama pembangunan pada tingkat lokal. c. d.4 DASAR HUKUM PNPM MANDIRI Dasar hukum pelaksanaan PNPM mengacu pada landasan konstitusional UUD 1945 beserta amandemennya. dan keberlanjutan. serta landasan khusus pelaksanaan PNPM Mandiri yang akan disusun kemudian. Semua aturan. Mengutamakan nilai-nilai universal dan budaya lokal dalam proses pembangunan partisipatif. dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. kemandirian. budaya dan geografis. Menggunakan kecamatan sebagai lokus program.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI tetap menjaga kelestarian lingkungan. landasan idiil Pancasila. mekanisme dan prosedur dalam pelaksanaan PNPM harus sederhana. Menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan karakteristik sosial. serta dapat dipertanggungjawabkan oleh masyarakat. • Sederhana. mudah dipahami. Melalui proses pemberdayaan yang terdiri atas pembelajaran. e. 2. fleksibel.3 PENDEKATAN PNPM MANDIRI Pendekatan atau upaya-upaya rasional dalam mencapai tujuan program dengan memperhatikan prinsip-prinsip pengelolaan program adalah pembangunan yang berbasis masyarakat dengan: a. b. dan mudah dikelola.

Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2005 tentang Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Pemerintah Desa dan Peraturan Pemerintah Nomor 73/2005 tentang Kelurahan. perencanaan.2 Sistem Perencanaan Dasar peraturan perundangan sistem perencanaan terkait adalah: a. d. Peraturan Pemerintah No. Undang-Undang No. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Peraturan Presiden No.4. Peraturan Pemerintah No. dan kebijakan penanggulangan kemiskinan adalah sebagai berikut: 2. 7 tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional 2004-2009. 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. 40 tahun 2007 tentang Tata Cara 21 . b.Peraturan perundang-undangan khususnya terkait sistem pemerintahan. keuangan negara. 2. b. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025.4. e. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). c.1 Sistem Pemerintahan Dasar peraturan perundangan sistem pemerintahan yang digunakan adalah: a. c.

PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional.4.3 Sistem Keuangan Negara Dasar peraturan perundangan sistem keuangan negara adalah: a. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4597). 22 . Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman dan/atau Penerimaan Hibah serta Penerusan Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 3. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4577). d. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47. c. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 139. b. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286). f. Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional. 2. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4455). e. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5.

010/2006 tentang Tata Cara Pemberian Hibah kepada Daerah. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 52/PMK. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. i. h.f.005/MPPN/06/2006 tentang Tata cara Perencanaan dan Pengajuan Usulan serta Penilaian Kegiatan yang Dibiayai dari Pinjaman/Hibah Luar Negeri. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. Peraturan Menteri PPN/Kepala Bappenas No. g. Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Barang/jasa Pemerintah. 23 .

diharapkan upaya penanggulangan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif. Pelaksanaan programprogram ini di tingkat komunitas mengacu pada kerangka kebijakan PNPM Mandiri. untuk. Untuk harmonisasi dan sinergi pelaksanaan berbagai program peberdayaan. M 3. yang mencakup PPK.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI BAB 3 HARMONISASI PROGRAM DAN KOMPONEN asyarakat yang mandiri tidak mungkin diwujudkan secara instan. ruang lingkup kegiatan. b. PISEW. PNPM-Inti : terdiri dari program/proyek pemberdayaan masyarakat berbasis kewilayahan. komponen. PNPM-Penguatan : terdiri dari program-program pemberdayaan masyarakat berbasis sektor untuk mendukung penanggulangan kemiskinan yang pelaksanaannya terkait pencapaian target sektor tertentu.1. KATEGORI PROGRAM Program penanggulangan kemiskinan yang berbasis pemberdayaan masyarakat dapat dikategorikan sebagai berikut: a. dan oleh masyarakat. pada Bab 3 ini dijelaskan mengenai kategori program. melainkan melalui serangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat yang direncanakan. Melalui kegiatan yang dilakukan dari. 24 . dan langkah-langkah harmonisasi dalam PNPM Mandiri. Pengkategorian program ini akan terus disempurnakan sesuai kebutuhan yang ada. P2KP. dilaksanakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat sendiri. dan P2DTK.

Bantuan Langsung Masyarakat Komponen Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) adalah dana stimulan keswadayaan yang diberikan kepada kelompok masyarakat untuk membiayai sebagian kegiatan yang direncanakan oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan. pengembangan kapasitas.2.2. KOMPONEN KEGIATAN Rangkaian proses pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui komponen kegiatan sebagai berikut: 3. dan fasilitator untuk fasilitasi.1. terutama masyarakat miskin. mediasi dan advokasi. perencanaan partisipatif. Peran fasilitator terutama pada saat awal pemberdayaan. sedangkan relawan masyarakat adalah yang utama sebagai motor penggerak masyarakat di wilayahnya. pemanfaatan sumberdaya. Untuk mendukung rangkaian kegiatan tersebut.2. Pengembangan Masyarakat Komponen pengembangan masyarakat mencakup serangkaian kegiatan untuk membangun kesadaran kritis dan kemandirian masyarakat yang terdiri dari pemetaan potensi. dan pemeliharaan hasil-hasil yang telah dicapai.3.3. 3. 3. Peningkatan Kapasitas Pemerintahan dan Pelaku Lokal Komponen peningkatan kapasitas pemerintahan dan pelaku lokal 25 .2. pengembangan relawan. masalah dan kebutuhan masyarakat.2. pengorganisasian. dan operasional pendampingan masyarakat. pemantauan. disediakan dana pendukung kegiatan pembelajaran masyarakat.

3. Penyediaan dan perbaikan prasarana/sarana lingkungan permukiman.2. lokakarya. kunjungan lapangan yang dilakukan secara selektif. 3.4. dan pengembangan program. Bantuan Pengelolaan dan Pengembangan Program Komponen bantuan pengelolaan dan pengembangan program meliputi kegiatan-kegiatan untuk mendukung pemerintah dan berbagai kelompok peduli lainnya dalam pengelolaan kegiatan seperti penyediaan konsultan manajemen. dan sebagainya. c. b. sosial. dan ekonomi secara padat karya. RUANG LINGKUP KEGIATAN Ruang lingkup kegiatan PNPM-Mandiri pada prinsipnya terbuka bagi semua kegiatan penanggulangan kemiskinan yang diusulkan dan disepakati masyarakat meliputi: a. Kegiatan terkait peningkatan kualitas sumberdaya manusia. pelatihan. Penyediaan sumber daya keuangan melalui dana bergulir dan kredit mikro untuk mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat miskin.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI adalah serangkaian kegiatan untuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dan pelaku lokal/kelompok peduli lainnya agar mampu menciptakan kondisi yang kondusif dan sinergi yang positif bagi masyarakat terutama kelompok miskin dalam menyelenggarakan hidupnya secara layak. Perhatian yang lebih besar perlu diberikan bagi kaum perempuan dalam memanfaatkan dana bergulir ini. terutama yang bertujuan mempercepat pencapaian targettarget MDGs.3. Kegiatan terkait dalam komponen ini antara lain seminar. pengendalian mutu. evaluasi. 26 .

4. 2) tingkat pelayanan dasar rendah. 3. Sebelum PNPM Mandiri dapat dilaksanakan di seluruh kecamatan. lokasi program–program PNPMpenguatan diarahkan pada kecamatan yang ditetapkan sebagai lokasi program-program PNPM-inti. pemilihan lokasi diutamakan pada kecamatan dengan kriteria berikut: 1) memiliki jumlah penduduk miskin cukup besar. pelatihan ketrampilan usaha. Untuk itu. manajemen organisasi dan keuangan. serta penerapan tata kepemerintahan yang baik di tingkat lokal. Untuk tahun 2007 dan 2008. dan 3) tingkat kapasitas fiskal rendah.1.4. penentuan lokasi ditetapkan oleh Tim Pengendali PNPM dengan mempertimbangkan usulan sektor dan daerah. Peningkatan kapasitas masyarakat dan pemerintahan lokal melalui penyadaran kritis.d. Pemilihan sasaran (targeting) Lokus kegiatan PNPM Mandiri adalah pada tingkat kecamatan. yang dimaksud harmonisasi targeting adalah memadukan prioritas lokasi PNPM Mandiri pada wilayah desa/kelurahan dengan jumlah penduduk miskin besar dan sasaran penerima manfaat adalah kelompok masyarakat miskin. HARMONISASI PROGRAM Dalam rangka meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan berbagai program pemberdayaan masyarakat dalam PNPM Mandiri dilakukan harmonisasi pada aspek-aspek sebagai berikut: 3. Tumpang tindih antar program PNPMinti dihindari mengingat perbedaan pendekatan penanggulangan kemiskinan yang berdasar pada karakter wilayah sebagai berikut: 27 . Untuk menghindari tumpang tindih proyek dalam satu kecamatan dan kesenjangan antar kecamatan.

kepadatan tempat tinggal yang tinggi. maka strategi kelembagaan dikembangkan sejalan dengan tahap pemberdayaan seperti dijelaskan pada lampiran 2.4. 3. dan pasca konflik). Kelembagaan Masyarakat Selama ini kelembagaan masyarakat yang dibentuk hanya pada ruang lingkup program masing-masing dan kurang melibatkan pemerintahan lokal atau hanya bersifat ad-hoc. ditandai antara lain oleh aktivitas masyarakat yang berbasis pertanian. Terkait dengan kelembagaan ini adalah kelompok masyarakat dan kelembagaan masyarakat di desa dan antar desa. 28 . c. ditandai antara lain oleh karakter masyarakat miskin perkotaan. Untuk efisiensi tata kelola dan efektifitas pencapaian tujuan program-program penanggulangan kemiskinan. seperti banyaknya migran/pendatang. Model kelembagaan masyarakat yang dikembangkan dalam PNPM bertujuan untuk mewujudkan kelembagaan terpadu di desa dan antar desa yang mendukung terciptanya pemerintahan desa yang responsif terhadap upaya-upaya penanggulangan kemiskinan.2. yang ditandai antara lain oleh keterisolasian wilayah (daerah-daerah perbatasan. serta kualitas pelayanan dasar yang kurang memadai. kelembagaan masyarakat perlu diharmonisasikan.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI a. Daerah perdesaan. Dalam mencapai tujuan sebagaimana dimaksud. b. Daerah tertinggal dan khusus. Sebagian dari wilayah ini terdapat daerah-daerah cepat tumbuh yang membutuhkan proses pemberdayaan masyarakat tersendiri. pulau2 terpencil dan pulau2 terdepan) dan/atau permasalahan khusus (bencana. serta fasilitas pelayanan dasar dan akses informasi yang tidak memadai. Daerah perkotaan.

Program-program PNPM-Penguatan diharapkan memanfaatkan secara optimal kelembagaan masyarakat yang telah ada. Harmonisasi pendanaan PNPM Mandiri dari berbagai sumber dikoordinasikan oleh Tim Pengendali. strategi. maupun swadaya masyarakat termasuk kelompok-kelompok peduli. baik dari pemerintah.4. 29 . TKPK Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Subak. 3. dan sebagainya). Pemanfaatan seluruh komponen BLM untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat pada prinsipnya dikoordinasikan oleh masyarakat. dunia usaha. Pelaksanaan Harmonisasi aspek pelaksanaan PNPM Mandiri meliputi: a. Apabila kelembagaan masyarakat terkait dengan sektor telah terbentuk (seperti P3A. dan dasar hukum sebagaimana dijelaskan pada Bab 2. juga dilakukan harmonisasi berbagai sumber pendanaan. maka kelembagaan tersebut dapat dimanfaatkan atau bekerjasama dengan kelembagaan masyarakat lainnya yang ada. 3. pendekatan. Pendanaan Untuk meningkatkan efektivitas upaya penanggulangan kemiskinan. Pelaksanaan yang mengacu pada prinsip dasar. dan kelompok masyarakat di tingkat masyarakat.3.4.4. sepanjang jangkauan pelayanannya bersifat inklusif/terbuka bagi seluruh warga yang tinggal di wilayah tersebut dan disepakati masyarakat. Aturan dan mekanisme harmonisasi pendanaan di atas untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara langsung akan diatur lebih lanjut.

modul. c. Pengembangan sistem data base dan informasi PNPM Mandiri dilakukan secara terintegrasi dan terbuka. dan pemandu yang terstandar tersebut dapat dikembangkan bekerja sama dengan lembaga pelatihan berdasarkan pada standar yang telah ditentukan mengacu pada pedoman pelaksanaan pelatihan PNPM Mandiri. Pengembangan kurikulum. d. berbagai kebijakan dan peraturan/perundangundangan yang terkait dengan pelaksanaan PNPM baik di tingkat nasional maupun daerah akan disempurnakan. Pelaksanaan PNPM di setiap kecamatan mengacu pada aspekaspek pengelolaan yang dijelaskan pada Bab 4 buku ini. Untuk mendukung kelancaran proses pemberdayaan masyarakat tersebut. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi dilaksanakan berdasar berbagai indikator keberhasilan dan metodologi monitoring dan evaluasi yang dikembangkan oleh PNPM Mandiri. f. sedangkan di tingkat desa/kelurahan dilakukan melalui pengorganisasian masyarakat untuk mengidentifikasikan dan menyusun prioritas kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhan pendamping yang bertambah besar di masa depan. Pengembangan pengelolaan pengaduan masyarakat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pengelolaan PNPM Mandiri. modul.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI b. Harmonisasi pelaksanaan ditingkat kecamatan pada prinsipnya berdasar pada visi/renstra kecamatan. dan pemandu pelatihan berdasar pada standar yang dikembangkan oleh tim khusus yang dibentuk dan dikoordinasikan oleh Tim Pelaksana Pusat PNPM. maka kurikulum. 30 . g. h.

kegiatan berhenti pada saat suatu program/proyek berakhir. pelatihan. Dalam pelaksanaan berbagai kegiatan sektoral yang berbasis masyarakat. monitoring. Melalui harmonisasi lokasi kegiatan PNPM Mandiri. operasional kementerian/lembaga. Dengan kata lain. penyuluh peternakan. Besarnya biaya kegiatan pendukung menyebabkan masyarakat penerima seringkali tidak merasakan proses pemberdayaan yang semestinya sehingga menimbulkan masalah keberlanjutan menjaga hasil-hasil yang telah dicapai. sering ditemukan kualitas pemberdayaan masyarakat yang beragam atau tidak memadai dan kapasitas fasilitator yang terbatas sebagai tenaga penyuluh teknis tanpa keahlian untuk pengembangan kapasitas kelembagaan masyarakat.i. misalnya. Hal ini menimbulkan pemborosan karena sebagian besar proyek harus juga menyediakan biaya untuk—antara lain— tenaga fasilitator/penyuluh. evaluasi dan sebagainya. 31 . dalam pelaksanaan beberapa program pemberdayaan masyarakat lain ditemukan kenyataan bahwa masyarakat dengan kematangan berorganisasi mampu untuk menangani berbagai kegiatan pembangunan. Namun hal ini tidak dibarengi oleh kemampuan teknis fasilitator yang cenderung tidak berkembang. tidak memiliki keahlian untuk pengorganisasian masyarakat partisipatif dan sebaliknya fasilitator pemberdayaan masyarakat tidak ahli dalam hal peternakan. Di lain pihak. Pengembangan strategi sosialisasi dan komunikasi yang terintegrasi dan efisien. supervisi. akan dilakukan koordinasi pembagian tugas dan fungsi para penyuluh teknis lapangan dan tenaga fasilitator masyarakat tersebut. Hal ini menimbulkan kesan dan pemahaman bahwa kegiatan pemberdayaan khususnya untuk penang-gulangan kemiskinan dianggap tidak efektif. Di samping itu.

32 . Berbagai mekanisme pelaksanaan di atas lebih lanjut akan diatur dalam pedoman dan peraturan terkait pelaksanaan lainnya. Masyarakat tidak berminat tetapi ada kegiatan PNPM Penguatan. Hasil pemantauan dan evaluasi ini akan digunakan sebagai alat untuk mempertajam harmonisasi PNPM Inti dan Penguatan di tahun-tahun berikutnya. Siklus kegiatan PNPM Penguatan harus dilaksanakan sesuai kebutuhan dan waktu yang ditetapkan masyarakat. d. Beberapa kemungkinan yang dapat terjadi pada masa transisi ini antara lain adalah: a.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI Tahun 2008 merupakan masa transisi dimana proses harmonisasi antara PNPM-Inti dan PNPM Penguatan mulai berlangsung. Dalam hal ini K/L pengelola kegiatan harus berupaya memindahkan ke lokasi yang membutuhkan kegiatannya. c. kegiatan PNPM Penguatan harus dilaksanakan sesuai kebutuhan dan waktu yang ditetapkan masyarakat. Masyarakat berminat dan ada kegiatan PNPM Penguatan. Masyarakat berminat tetapi tidak ada kegiatan PNPMPenguatan. Dalam hal ini Kementerian/Lembaga (K/L) pengelolaan kegiatan perlu mengkaji kemungkinan dipindahkan-nya lokasi kegiatan ke lokasi PNPM Inti. Tim Pengendali PNPM akan membangun sistem pemantauan dan evaluasi yang menyangkut seluruh kegiatan PNPM Inti dan Penguatan mulai tahun 2008. b. Untuk menjamin keberhasilan harmonisasi kegaiatan PNPM Inti dan Penguatan. Jika pemindahan lokasi dapat dilakukan.

Hal-hal lain yang ditentukan kemudian. Penyelenggaraan proses seleksi. pelaporan dan sosialisasi. PERSIAPAN Persiapan pelaksanaan PNPM di tingkat pusat dikoordinasikan oleh Tim Pengendali PNPM. Menyediakan kontribusi dana yang berasal dari anggaran daerah.BAB 4 PENGELOLAAN PROGRAM P engelolaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat terdiri dari persiapan. Berbagai kesiapan tersebut diadministrasikan dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah. dan penempatan tenagatenaga konsultan dan fasilitator dilaksanakan departemen/lembaga terkait bersama dengan daerah sesuai dengan jenis program dan komponennya berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Tim Pelaksana Pusat PNPM. 4. dan d. c.1. pelaksanaan kegiatan. perencanaan partisipatif. Membentuk Sekretariat Tim Koordinasi PNPM dan operasionalnya. b. pelatihan. Kekhawatiran adanya overlaping tenaga konsultan dan fasilitator dalam satu lokasi dapat diminimalisir dengan 33 . Sedangkan di daerah dikoordinasikan oleh TKPK daerah masing-masing provinsi dan kabupaten/kota. Kesiapan daerah meliputi hal-hal sebagai berikut: a. Membentuk Tim Koordinasi PNPM provinsi dan kabupaten/kota (dapat memanfaatkan keberadaan TKPK daerah). monitoring evaluasi.

sejauh kelompok tersebut memiliki etos kerja berbasis nilai. masyarakat menggunakan lembaga kemasyarakatan yang telah ada atau membentuk kelompok masyarakat setempat yang dapat berasal dari unsur-unsur organisasi /kelompok yang mengakar yang telah hidup di masyarakat. Apabila diperlukan. Dalam hal ini perlu ditekankan proses fasilitasi yang mendorong tingkat partisipasi kaum perempuan dalam menyuarakan kebutuhan dan potensi mereka. Perencanaan Partisipatif Tingkat Desa/Kelurahan Perencanaan partisipatif tingkat desa/kelurahan dimulai dengan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui refleksi kemiskinan. dunia usaha. identifikasi masalah.2. Mekanisme perencanaan partisipatif terdiri atas mekanisme perencanaan yang diselenggarakan secara berjenjang dari bawah dimana ketiga komponen di atas terlibat secara aktif dalam perencanaan di tingkat desa/kelurahan.1.2 PERENCANAAN PARTISIPATIF Perencanaan partisipatif adalah proses pengambilan keputusan pembangunan yang melibatkan masyarakat. Nagari. Berdasarkan hasil identifikasi. dan potensi yang dilakukan masyarakat secara bersama-sama. antar desa/kelurahan (kecamatan). koperasi. serta dalam perencanaan koordinatif di tingkat kabupaten/kota. dan pemerintah sesuai fungsinya masing-masing. kebutuhan. masyarakat dapat membentuk kelompok atau lembaga keswadayaan 34 . seperti kelompok Subak. kelompok adat dan lain sebagainya. 4.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI adanya harmonisasi lokasi program yang memperkecil kemungkinan adanya dua/lebih jenis program berada dalam satu kecamatan. Tahap perencanaan partisipatif dalam penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat adalah sebagai berikut: 4.

Dokumen perencanaan pembangunan desa/kelurahan yang disusun melalui mekanisme perencanaan partisipatif PNPM merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen musrenbang desa/kelurahan untuk diteruskan ke dalam proses perencanaan melalui musrenbang di tingkat lebih lanjut. • Apabila dokumen perencanaan partisipatif tersebut disusun setelah musrenbang desa/kelurahan maka dokumen tersebut menjadi bagian dari bahan musrenbang kecamatan. Untuk sinergi penyusunan kedua dokumen tersebut dilakukan hal-hal sebagai berikut: • penyesuaian jadwal kegiatan perencanaan partisipatif PNPM dengan jadwal kegiatan musrenbang di masing-masing daerah. atau mengagendakan setiap tahapan musrenbang untuk sekaligus melakukan musyawarah penyusunan perencanaan partisispatif PNPM (dalam satu tahapan kegiatan dengan dua hasil). 35 . Hal yang harus menjadi perhatian dalam penyelenggaraan musrenbang desa/kelurahan adalah peran perangkat desa/ kelurahan dalam menggerakkan dan memfasilitasi masyarakat perlu dikondisikan secara baik agar musyawarah tidak sekedar mobilisasi masyarakat. permasalahan dan potensi masyarakat secara nyata. Oleh sebab itu perlu dilakukan peningkatan kapasitas perangkat desa/kelurahan dalam bekerjasama dengan masyarakat sebagai upaya menjaring aspirasi. Kelompok masyarakat ini menyusun rencana kegiatan pembangunan termasuk kegiatan penanggulangan kemiskinan yang dituangkan ke dalam dokumen rencana pembangunan desa/kelurahan jangka menengah dan tahunan (PJM dan RENSTRA Pembangunan Desa/Kelurahan).masyarakat baru berdasarkan tradisi dan budaya masyarakat setempat atau berdasarkan prinsip-prinsip demokratis.

semua format yang memuat rumusan rencana desa/ kelurahan sebagai hasil musrenbang harus menyeluruh terkait dengan aspek ekonomi. Prioritas hasil perencanaan pembangunan partisipatif masyarakat harus diakomodir dalam Musrenbang tingkat kecamatan pada setiap tahunnya. kecamatan. skala desa/kelurahan. dan budaya sebagaimana format lampiran Panduan Musrenbang. atau memerlukan penanganan di tingkat kabupaten/kota/propinsi/nasional). perlu disusun rencana strategis (renstra) Kecamatan yang memprioritaskan hasil perencanaan pembangunan partisipatif dari masyarakat di tingkat desa/kelurahan serta mempertimbangkan renstra dan berbagai kebijakan di tingkat kabupaten/kota.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI Untuk itu. Hasil perencanaan partisipatif PNPM dan musrenbang desa/ kelurahan tersebut menjadi prioritas untuk dibiayai dengan sumber pendanaan Kecamatan dan/atau menjadi bagian dokumen dari Musrenbang Kecamatan untuk diproses pada tingkat perencanaan 36 . Perencanaan Partisipatif di Tingkat Kecamatan Perencanaan partisipatif di tingkat kecamatan berfungsi untuk mensinergikan hasil perencanaan tingkat desa/kelurahan dengan rencana pembangunan di tingkat kabupaten/ kota berdasarkan skala pelayanan kegiatan (dikerjakan oleh masyarakat (swadaya).2.2. Hal ini dimaksud agar semua informasi dari masyarakat dapat secara tepat ditangkap pada proses pengambilan keputusan di tingkat lebih lanjut. sosial. 4. Untuk mewujudkan sinergi pembangunan terkait dengan penanggulangan kemiskinan sebagaimana dijelaskan di atas. Tugas PNPM adalah mengawal kualitas rumusan perencanaan yang dihasilkan oleh desa/ kelurahan.

Rencana Kerja Masyarakat tersebut menjadi prioritas untuk disinkronkan dalam Rencana Kerja (Renja) SKPD.2. namun juga memuat rencana antar desa/kelurahan yang pembahasannya melibatkan masyarakat banyak. Dalam penentuan perwakilan. Forum SKPD. Dalam pelaksanaan Musrenbang Kecamatan.selanjutnya. harus terdapat perwakilan perempuan. seluruh proses perencananaan partisipatif di tingkat kecamatan dilakukan dengan melibatkan anggota legislatif. Hasil perencanaan kecamatan bukan sekedar kompilasi usulan desa. 4.3. Perencanaan Partisipatif di Tingkat Kabupaten/Kota Rencana kegiatan antar desa/kelurahan dan/atau antar kecamatan yang memerlukan penanganan pada tingkat lebih lanjut disampaikan ke kabupaten/kota oleh delegasi kecamatan untuk dibahas dalam Forum SKPD. Representasi desa/kelurahan yang telah dipilih dalam Musrenbang kecamatan ditetapkan sebagai delegasi atau utusan perwakilan masyarakat kecamatan yang akan ikut dalam forum SKPD dan musrenbang kabupaten/kota. Di dalam Forum SKPD. Untuk menjamin konsistensi usulan dari masyarakat maka dalam forum SKPD perlu dipastikan: 37 . Agar berbagai usulan dan informasi dari tingkat masyarakat tersebut dapat direalisasikan. dipilih perwakilan atau representasi dari masing-masing desa/kelurahan untuk menjadi mitra Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam menentukan prioritas pembangunan kecamatan. Renja SKPD yang telah memuat usulan masyarakat selanjutnya menjadi bahan penyusunan RKPD dalam Musrenbang kabupaten/kota yang juga dihadiri oleh delegasi kecamatan. a.

Delegasi masyarakat kecamatan diberikan waktu untuk memastikan prioritas yang diusulkan dari hasil perencanaan pembangunan partisipatif dapat masuk ke dalam prioritas RKP Kabupaten/Kota. Untuk menjaga konsistensi prioritas usulan perencanaan partisipatif.3.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI 1. 2. Pelibatan anggota legislatif dalam keseluruhan proses perencanaan partisipatif dilakukan dalam menjaga kesinambungan prioritas pembangunan dari perencanaan sampai dengan penganggaran. 2. Musrenbang Kabupaten/ Kota. Untuk menjamin konsistensi usulan masyarakat menjadi prioritas RKPD. PELAKSANAAN KEGIATAN Pelaksanaan kegiatan dilakukan setelah proses perencanaan selesai dan telah ada keputusan tentang pengalokasian dana kegiatan. 38 . 4. b. delegasi masyarakat kecamatan harus memastikan bahwa usulan tersebut menjadi agenda pembahasan sampai dengan menjadi keputusan. Keterwakilan masyarakat dari kecamatan menjadi mitra dalam menentukan prioritas pembangunan kabupaten/ kota terkait dengan masing-masing SKPD. Agar berbagai usulan prioritas dari masyarakat dapat direalisasikan dalam penganggaran. maka dalam forum Musrenbang Kabupaten/ Kota dipastikan : 1. maka dalam proses perumusan RKPD Kabupaten/Kota dipastikan keterlibatan anggota legislatif (DPRD) untuk dapat memahami kondisi dan masalah masyarakat sejak awal. 3.

keuangan. pengerahan tenaga kerja. dan bertanggung jawab. fisik. seperti pabrikan atau distributor/agen resmi atau pangkalan pasir/batu (dalam hal kegiatan fisik). Semua kegiatan itu dilakukan oleh masyarakat secara swakelola dan difasilitasi oleh perangkat pemerintah dan fasilitator atau konsultan. alat. keterbukaan. 39 . pengadaan barang/jasa. masyarakat dapat melakukan pengadaan langsung kepada sumber penghasil barang/jasa.Pelaksanaan kegiatan meliputi pemilihan dan penetapan lembaga pengelola kegiatan. dan fungsional atas kegiatan/pekerjaan yang dilakukan. keadilan yang non diskriminatif. tepat kualitas. Prinsip efisiensi diwujudkan dalam bentuk mencari dan membandingkan harga barang/jasa untuk kualitas yang sama/setara. dan tepat pemanfaatan sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan kegiatan. pencairan atau pengajuan dana. maka proses pengadaan barang/jasa yang dilakukan di tingkat masyarakat juga harus memperhatikan prinsip efisiensi. Untuk mendapatkan harga yang terendah. sesuai perencanaan. Dalam rangka pelaksanaan kegiatan secara swakelola. serta pelaksanaan kegiatan yang diusulkan. efektivitas. apabila dibutuhkan barang/jasa berupa bahan. dan sedapat mungkin menghindari pengadaan barang/jasa melalui perantara yang tidak memberikan nilai tambah. Prinsip efektivitas diwujudkan dalam bentuk pengadaan barang/jasa yang dilakukan masyarakat harus dilakukan secara tepat kuantitas. Personil yang duduk dalam lembaga pengelola kegiatan bertanggung jawab dari segi administrasi. dan tenaga ahli (konsultan) perseorangan yang tidak dapat disediakan atau tidak dapat dilakukan sendiri oleh masyarakat sebagai pelaksana kegiatan secara swakelola. serta memilih harga yang terendah sesuai kebutuhan. tepat waktu.

Dalam rangka pelaksanaan pekerjaan konstruksi secara swakelola. waktu pelaksanaan. Prinsip keadilan yang non diskriminatif diwujudkan dalam bentuk setiap komponen masyarakat berhak untuk berpartisipasi dan ikut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan dan mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dari hasil kegiatan tersebut. Prinisip bertanggung jawab diwujudkan dalam bentuk setiap pengeluaran dana dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa dan kegiatan dapat dipertanggungjawabkan baik secara administrasi. harta benda. maka perlu diperhatikan hal-hal berikut : a. Apabila tidak 40 . memonitor.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI Prinsip keterbukaan diwujudkan dalam bentuk masyarakat sebagai pelaksana kegiatan secara swakelola harus mempublikasikan sekurang-kurangnya pada papan pengumuman dilokasi pelaksanaan kegiatan yang mudah dilihat oleh masyarakat umum dan di sekretariat pelaksana kegiatan dengan mencantumkan jenis kegiatan. termasuk kelompok masyarakat melalui swakelola adalah pekerjaan yang menggunakan teknologi sederhana dan mempunyai resiko kecil. seperti pencatatan penerimaan dan pengeluaran. Pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang dapat dilaksanakan oleh orang perseorangan. dan mengontrol pelaksanaan kegiatan. kuitansi pembelian dan bukti pembayaran honor. dan tidak memerlukan tenaga ahli. menggunakan alat kerja sederhana. besaran dana. dalam arti pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya tidak membahayakan keselamatan umum. dan penanggungjawab kegiatan sehingga memberikan ruang bagi kelompok masyarakat yang lain untuk mengetahui. maupun secara teknis seperti kuantitas dan kualitas barang/jasa sesuai dengan rencana.

spesifikasi teknis.sederhana. Dibuat perencanaan teknis berupa gambar teknis. c. Untuk pelaksanaan pekerjaan dapat dibantu pekerja (tenaga tukang dan mandor) yang pembayarannya dilakukan secara harian berdasarkan daftar hadir pekerja atau dengan cara upah borongan. Untuk pengawasan dalam pelaksanaan pekerjaan.000. Untuk pengadaan barang/jasa yang bernilai tidak lebih dari Rp. selain dilakukan oleh perwakilan lembaga pengelola kegiatan dapat dibantu tenaga yang ditunjuk dari dinas setempat yang membidangi pekerjaan umum atau tenaga ahli (konsultan) perseorangan. dan bukti perikatannya cukup berupa kuitansi pembayaran dengan materai secukupnya.00 (lima juta rupiah) dapat dibeli/diadakan langsung kepada penyedia barang/jasa tanpa penawaran tertulis dari penyedia barang/jasa yang bersangkutan. 5. maka pekerjaan tersebut harus dilakukan oleh penyedia jasa yang berbentuk badan usaha. Untuk pelaksanaan perencanaan teknis dapat dibantu tenaga yang ditunjuk dari dinas setempat yang membidangi pekerjaan umum atau tenaga ahli (konsultan) perseorangan. dan Rencana Anggaran Biaya dari pekerjaan konstruksi yang akan dilaksanakan. Dalam rangka pelaksanaan kegiatan konstruksi ada penangung jawab teknis dapat dibantu tenaga yang ditunjuk dari dinas setempat yang membidangi pekerjaan umum atau tenaga ahli (konsultan) perseorangan. d.000. b. e. Dalam rangka operasionalisasi pengadaan barang/jasa oleh kelompok masyarakat maka diatur sebagai berikut : a. 41 .

000.00 (lima belas juta rupiah) sampai dengan Rp.000. 50. dan bukti perikatannya berupa Surat Perintah Kerja (SPK) dengan materai secukupnya.000.00 (lima puluh juta rupiah) dilakukan oleh panitia pengadaan yang berjumlah 3 orang yang berasal dari kelompok masyarakat dengan cara meminta dan membandingkan sekurang-kurangnya 3 (tiga) penawaran dari 3 (tiga) penyedia barang/jasa yang berbeda serta memilih penawaran dengan harga terendah.000. pengawasan. 15.000. dan bukti perikatannya berupa Surat Perintah Kerja (SPK) dengan materai secukupnya.000. 4. 50. dan bukti perikatannya berupa Surat Perjanjian dengan materai secukupnya.4.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI b. d. Untuk pengadaan barang/jasa yang bernilai di atas Rp.000. Untuk pengadaan barang/jasa yang bernilai di atas Rp.00 (lima juta rupiah) sampai dengan Rp.00 (lima belas juta rupiah) dapat dilakukan dengan penunjukan langsung kepada 1 (satu) penyedia barang/jasa melalui penawaran tertulis dari penyedia barang/jasa yang bersangkutan.000. 15.00 (lima puluh juta rupiah) dilakukan oleh panitia pengadaan yang berjumlah 3 atau 5 orang yang berasal dari kelompok masyarakat dengan cara meminta dan membandingkan sekurang-kurangnya 3 (tiga) penawaran dari 3 (tiga) penyedia barang/jasa yang berbeda serta memilih penawaran dengan harga terendah. dan tindak lanjut yang dilakukan untuk menjamin pelaksanaan pembangunan yang direncanakan sesuai 42 . PENGENDALIAN Yang dimaksud dengan pengendalian adalah serangkaian kegiatan pemantauan.000. c.000. 5. Untuk pengadaan barang/jasa yang bernilai di atas Rp.

Pemantauan dan pengawasan adalah kegiatan mengamati perkembangan pelaksanaan rencana pembangunan. Kegiatan ini dilakukan secara rutin dengan memanfaatkan sistem informasi pengelolaan program dan kunjungan rutin ke lokasi program. kabupaten/kota. mengidentifikasi serta mengantisipasi permasalahan yang timbul dan/atau akan timbul. kecamatan dan desa/kelurahan. sistem pemantauan dan pengawasan yang dilakukan meliputi: (i) Pemantauan dan pemeriksaan partisipatif oleh masyarakat . dan sebagainya. untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan kegiatan. (ii) Pemantauan dan pemeriksaan oleh Pemerintah – Kegiatan ini dilakukan secara berjenjang dan bertujuan untuk memastikan bahwa kegiatan PNPM dilaksanakan sesuai dengan prinsip dan prosedur yang berlaku dan dana dimanfaatkan sesuai dengan tujuan program.dengan tujuan dan sasaran yang ditetapkan dan memastikan bahwa dana digunakan sesuai dengan tujuan program. akselerasi atas keterlambatan. Untuk mendukung pengendalian pelaksanaan PNPM Mandiri. provinsi. yang perlu ditempuh berdasarkan hasil pemantauan dan pengawasan. Pengawasan melekat juga dilakukan oleh 43 . klarifikasi atas ketidakjelasan.Keterlibatan masyarakat dalam pemantauan dan pemeriksaan dari mulai perencanaan partisipatif tingkat desa hingga kabupaten/kota dan pelaksanaan PNPM. (iii) Pemantauan dan Pengawasan oleh Konsultan dan Fasilitator – Pemantauan dan pengawasan oleh konsultan akan dilakukan secara berjenjang dari tingkat nasional. Sedangkan tindak lanjut merupakan kegiatan atau langkah-langkah operasional. seperti antara lain koreksi atas penyimpangan kegiatan. regional.

Mengingat cakupan pelaksanaan PNPM Mandiri sangat luas. pelaku program. universitas. maka Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pengawas Daerah (Bawasda) sebagai lembaga audit milik pemerintah akan melakukan pemeriksaan secara rutin di beberapa lokasi yang dipilih secara acak. kelompok peduli. 4. PENGELOLAAN PENGADUAN MASYARAKAT Pengaduan persoalan dan pertanyaan dari masyarakat. wartawan yang ingin melakukan pemantauan secara independen terhadap PNPM dan melaporkan temuannya kepada proyek atau instansi terkait yang berwenang. LSM. dan lainnya terkait dengan pelaksanaan PNPM Mandiri disampaikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk memastikan pelaksanaan PNPM Mandiri berjalan lancar. antara lain. Hal ini bertujuan penanganannya dapat dilakukan sesegera mungkin dan sedekat mungkin dari lokasi pengaduan. (v) Kajian Keuangan dan Audit – Untuk mengantisipasi dan memastikan ada atau tidaknya penyimpangan penggunaan dana.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI fasilitator dalam setiap tahapan pengelolaan program dengan maksud agar perbaikan dan penyesuaian pelaksanaan program dapat dilakukan dengan segera. dibentuk Pengelolaan Pengaduan Masyarakat (PPM-PNPM) secara 44 .5. maka prinsip pengelolaan pengaduan adalah penanganan pengaduan pada tingkat yang terdekat dengan lokasi pengaduan. pemerintah. mulai dari pendamping (fasilitator) hingga tingkat pusat. (iv) Pemantauan independen oleh berbagai pihak lainnya – PNPM juga membuka kesempatan bagi berbagai pihak.

efektifitas. Kegiatan ini dapat dilakukan bersamaan dengan waktu pelaksanaan musrenbang di masing-masing kecamatan ataupun kabupaten/kota atau dapat juga dilaksanakan secara terpisah.6. Evaluasi dilakukan berdasarkan indikator dan sasaran kinerja yang tercantum dalam kerangka pikir program pada Lampiran 1. lembaga penelitian. 45 . termasuk aparat pengawasan fungsional (APF) dan aparat penegak hukum (APH). Kegiatan evaluasi merupakan tindak lanjut dari hasil pengawasan dan pengaduan dari berbagai pihak. SPPM juga bertanggung jawab untuk memberikan informasi baik kepada pelapor maupun masyarakat luas mengenai tindakan penyelesaian yang diambil dan hasilnya. manfaat. EVALUASI Evaluasi program bertujuan untuk menilai efisiensi. baik oleh pengelola program maupun dan pihak independen seperti antara lain LSM. dampak. pengawas independen. perguruan tinggi.berjenjang yang dikoordinasikan dengan berbagai pihak terkait di berbagai tingkatan. dan sebagainya. dan keberlanjutan kegiatan yang dilaksanakan dalam kerangka PNPM Mandiri terhadap tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Mekanisme SPPM lebih lanjut akan diatur dalam pedoman pelaksanaan SPPM. pemerintah kabupaten/kota perlu mengundang konsultan. dan wakil masyarakat di wilayahnya untuk menyampaikan masukan dan hasil-hasil pengawasan sebagai bahan evaluasi program. 4. Secara sistemik. Kegiatan evaluasi ini perlu disusun secara sistematis. Kegiatan evaluasi dilakukan secara rutin dan berkala. dan transparan. obyektif.

sedangkan berjenjang adalah dari satuan unit kerja tingkat masyarakat sampai dengan kepada tingkat pengambilan keputusan di tingkat Tim Pengendali PNPM Mandiri. Sistem dan mekanisme pelaporan diatur lebih lanjut dalam petunjuk teknis operasional masing-masing program. tepat dan akurat kepada setiap pemangku kepentingan dalam PNPM Mandiri. Mekanisme evaluasi lebih lanjut akan diatur dalam pedoman pelaksanaan monitoring dan evaluasi. konsep.7. pelaporan PNPM dilaksanakan secara berkala dan berjenjang melalui jalur struktural (perangkat pemerintah) dan jalur fungsional (konsultan dan fasilitator). baik pihak eksekutif maupun legislatif. perguruan tinggi. PELAPORAN Untuk menjamin aliran informasi berjalan secara cepat. media massa. Hal-hal yang disampaikan dalam sosialisasi mengenai tujuan. Secara nasional perwakilan dari provinsi akan bersama-sama dengan Tim Pengendali PNPM Mandiri untuk membicarakan masukan dan hasil-hasil evaluasi yang dianggap penting untuk dipergunakan sebagai bahan perbaikan program selanjutnya. serta masyarakat umum lainnya. organisasi dan lembaga swadaya masyarakat. Yang dimaksud dengan berkala adalah setiap periode waktu tertentu. 4. 4.8. SOSIALISASI Sosialisasi PNPM bertujuan untuk memberi pemahaman kepada perangkat pemerintahan.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI Hasil dari masukan-masukan tersebut nantinya akan dibawa oleh pemerintah kabupaten/kota ke dalam musrenbang provinsi ataupun kegiatan evaluasi yang direncanakan secara khusus. dan mekanisme PNPM sehingga implementasi PNPM dapat berjalan baik dan terbangun kepedulian dan dukungan terhadap PNPM. 46 . masyarakat pengusaha.

disain. dunia usaha. gubernur. (iii) Lokakarya orientasi PNPM di tingkat provinsi dengan mengundang Bupati/Walikota. Beberapa muatan yang patut disosialisasikan menyangkut: definisi. legislatif. Hal tersebut juga menjadi salah satu tolok ukur kepedulian dan rasa memiliki berbagai pihak terhadap program ini. lembaga pendidikan lembaga swadaya masyarakat dan kelompok peduli lainnya di tingkat nasional.Setiap pihak yang telah memahami PNPM Mandiri ini diharapkan menjadi media dan perantara sosialisasi ke lingkungan yang lebih luas lagi. lembaga swadaya masyarakat dan kelompok peduli lainnya di tingkat 47 . Bappeda Provinsi. tujuan dan target. perwakilan masyarakat usaha (asosiasi usaha sejenis/profesi). serta peluang keterlibatannya. pelaksana. jenis-jenis kegiatan. anggota DPRD Provinsi. lembaga pendidikan. wakil Bappeda kabupaten/kota. kebijakan. pendidikan dan lembaga swadaya masyarakat untuk menyampaikan kebijakan pelaksanaan PNPM dan gambaran umum pelaksanaan kegiatan PNPM. anggota DPRD Kabupaten/Kota. Hal-hal yang disampaikan dalam sosialisasi (content) sangat bergantung kepada jangkauan media sosialisasi dan target pemahaman dari penerima sosialisasi yang ingin dicapai. (ii) Lokakarya orientasi PNPM di tingkat nasional dgn mengundang eselon 1 instansi sektoral terkait. Kegiatan sosialisasi awal dilakukan bagi perangkat pemerintahan dan pelaku PNPM lainnya ini diselenggarakan melalui: (i) Serangkaian diskusi informal dengan tokoh-tokoh pemerintahan. perwakilan komunitas usaha (asosiasi usaha sejenis/profesi). Tujuan lokakarya ini adalah untuk menyamakan persepsi mengenai konsep dan filosofi dasar PNPM serta memberikan gambaran umum pelaksanaan PNPM. lokasi dan alokasi program.

dan integrasi program sektoral terkait. sedangkan pada tingkat masyarakat ditujukan untuk membangun komunitas belajar di berbagai tingkatan untuk membangun masyarakat yang mandiri. Pesan dan metode pelaksanaan sosialisasi disesuaikan dengan tujuan dan sasaran serta menggunakan multi jalur komunikasi dan edukasi. Tujuan lokakarya ini adalah untuk menyamakan persepsi mengenai konsep dan filosofi dasar PNPM. perwakilan komunitas usaha (asosiasi usaha sejenis/profesi). 48 . lembaga swadaya masyarakat dan kelompok peduli lainnya ditingkat kabupaten/kota. (iv) Lokakarya orientasi PNPM di tingkat kabupaten/kota dengan mengundang camat. Pada tingkat nasional dan provinsi. sosialisasi dan penyebarluasan informasi kepada khalayak ramai dilakukan melalui berbagai media sosialisasi dan komunikasi secara terus menerus sepanjang pelaksanaan program.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI provinsi. Selanjutnya. memberikan gambaran umum pelaksanaan PNPM. integrasi dan sinkronisasi program sektoral terkait. sosialisasi difokuskan pada tujuan untuk membentuk opini publik yang obyektif. lembaga pendidikan. instansi sektoral terkait. Tujuan lokakarya ini adalah untuk menyamakan persepsi mengenai konsep dan filosofi dasar PNPM. memberikan gambaran umum pelaksanaan PNPM.

serta masyarakat baik di pusat maupun daerah. Pada Bab ini dijelaskan mengenai struktur kelembagaan dan strategi pengembangan kelembagaan PNPM Mandiri. struktur organisasi PNPMMandiri digambarkan di bawah ini.1. 5. Secara umum. meliputi unsur pemerintah. STRUKTUR KELEMBAGAAN Struktur kelembagaan PNPM Mandiri mencakup seluruh pihak yang bertanggung-jawab dan terkait dalam pelaksanaan serta upaya pencapaian tujuan PNPM Mandiri. 49 .BAB 5 KELEMBAGAAN K elembagaan PNPM Mandiri pada hakekatnya bertujuan untuk penguatan terhadap hak kepemilikan dan memberi kesempatan yang sama bagi semua individu untuk mengerjakan aktivitas. khususnya dalam meningkatkan kapasitas dan berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi produktif. fasilitator dan konsultan pendamping.

dengan penjelasan sebagai berikut: 50 . Tim Pengendali terdiri atas Tim Pengarah dan Tim Teknis.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI Departemen/LPND Konsultan Manajemen Nasional Satker (APBN) TKPK Nasional Tim Pengendali PNPM Mandiri Pusat TKPKD Provinsi (Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Provinsi) Provinsi Konsultan Manajemen Provinsi Konsultan Manajemen Kabupaten/Kota SKPD Pelaksana Satker (APBD) Komponen co-sharing TKPKD Kabupaten/Kota (Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten/Kota) Kab. Tim Pengendali PNPM berikut keanggotaannya ditetapkan oleh dan bertanggungjawab kepada Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra).1 Tingkat Pusat Struktur organisasi PNPM di tingkat pusat dikoordinasikan oleh Tim Pengendali PNPM di bawah kendali Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK)./Kota Fasilitator Kecamatan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Penanggung Jawab Operasional Kegiatan (PJOK) Kecamatan Lembaga Masyarakat Masyarakat Penerima Manfaat Desa Catatan: SKPD = Satuan Kerja Perangkat Daerah TKPK = Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan 5.1.

audit. termasuk mensinergikan berbagai sumber daya yang ada di tingkat nasional. dan evaluasi.1.1. Tugas dan tanggung jawab Tim Teknis meliputi: 51 . Menggalang berbagai sumber pendanaan PNPM. Menjaga arah pelaksanaan PNPM tetap sesuai kebijakan yang berlaku. Menetapkan lokasi kegiatan PNPM dan keterpaduan dengan lokasi program sektoral. koordinasi interdepartemen. d. Menetapkan kebijakan operasional. perencanaan dan pengendalian PNPM yang dituangkan dalam bentuk berbagai Pedoman Umum dan atau surat edaran.2 Tim Teknis Tim Pengarah terdiri atas pejabat eselon II ke bawah dari berbagai kementerian/lembaga terkait pelaksanaan PNPM. Mengkaji laporan perkembangan program. e.1 Tim Pengarah Tim Pengarah terdiri atas pejabat eselon I dari berbagai kementerian/lembaga terkait pelaksanaan PNPM. serta memberikan rekomendasi tindak lanjut minimal setiap 6 bulan.1. f.5.1. Memecahkan berbagai masalah lintas sektor yang telah diidentifikasi oleh Tim Teknis 5. b. c. Tugas dan tanggung jawab Tim Pengarah adalah sebagai berikut: a.

g. Memastikan bahwa proses kegiatan sesuai dengan pedoman PNPM. Memantau dan membantu penyelesaian berbagai permasalahan yang timbul di dalam pelaksanaan kegiatan serta mengambil tindakan/sanksi yang diperlukan. h. e.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI a. Merumuskan konsep kebijakan operasional. c. perencanaan dan mekanisme pengendalian PNPM yang dituangkan dalam bentuk berbgai pedoman dan surat edaran. dan evaluasi kepada Tim Pengarah minimal setiap bulan. f. Mengusulkan pilihan-pilihan peningkatan efektifitas pelaksanaan PNPM kepada Tim Pengarah. d. j. Untuk kelancaran koordinasi pelaksanaan PNPM. dan dampak dari pelaksanaan PNPM terhadap tujuan PNPM berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi. Melaporkan perkembangan kegiatan. manfaat. Melaksanakan hal-hal lain yang ditentukan kemudian oleh Tim Pengarah. lingkup tanggung jawab instansi pusat yang tergabung dalam Tim Teknis PNPM terbagi atas aspek sebagai berikut: a. i. Memantau perkembangan pelaksanaan PNPM dan melaporkannya kepada Tim Pengarah minimal setiap 3 bulan. Menilai hasil. b. Menyusun rekomendasi kepada Tim Pengarah untuk penyempurnaan pelaksanaan PNPM. Merumuskan kriteria lokasi kegiatan PNPM dan keterpaduan dengan lokasi program sektoral. Koordinasi pengendalian PNPM: Kantor Kementerian Koordi52 . hasil audit.

Sosialisasi dan komunikasi: Departemen Komunikasi dan Informatika Pelaksanaan masing-masing program dikelola oleh Satuan Kerja yang dibentuk di masing-masing departemen teknis terkait. 5.nasi Kesra b.2 Tingkat Daerah Struktur organisasi PNPM Mandiri di daerah terdiri dari : a. Tim Koordinasi Provinsi.1 Tim Koordinasi Provinsi Penanggung jawab kelancaran pelaksanaan PNPM di provinsi adalah Gubernur.1. c. monitoring dan evaluasi: Bappenas c. Untuk menjamin kelancaran tersebut Gubernur membentuk Tim Koordinasi Provinsi dengan keanggotaan terdiri dari pejabat instansi daerah terkait.1. Pelaksanaan dan pembinaan teknis: masing-masing Departemen Teknis terkait e. Lembaga di tingkat masyarakat/komunitas 5. b. Pembiayaan: Departemen Keuangan d. Tim Koordinasi Kabupaten/Kota. Satuan Kerja di masing-masing provinsi dan kabupaten/kota d. Untuk daerah-daerah yang sudah memiliki Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPK-D) yang berfungsi baik 53 . Perencanaan dan pengembangan kebijakan.2. Unit Pengelola Kegiatan (UPK) di Kecamatan e.

Penunjukkan satuan kerja tersebut ditentukan oleh Gubernur. b.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI dapat memanfaatkan tim tersebut sebagai Tim Koordinasi PNPM Mandiri. f. Susunan keanggotaan Tim Koordinasi Provinsi dilaporkan kepada Tim Pengendali PNPM. e. Memantau dan membantu penyelesaian berbagai permasalahan yang timbul di dalam pelaksanaan kegiatan serta mengambil tindakan/sanksi yang diperlukan. Mensinergikan kegiatan pusat dan daerah. g. d. Mengkoordinasikan penyusunan anggaran dan bantuan teknis berbagai kegiatan program sektoral di tingkat provinsi. 54 . dan evaluasi kepada Gubernur. adalah sebagai berikut: a. Melaporkan perkembangan kegiatan. Mengkoordinasikan substansi pedoman teknis dari berbagai sektor di tingkat provinsi. Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan PNPM di tingkat provinsi. di provinsi dapat dibentuk Satuan Kerja (Satker) yang mendukung operasional di ruang lingkup wilayah provinsi untuk pelaksanaan tugas-tugas tim yang bersumber dari APBD Provinsi. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan PNPM di tingkat provinsi. c. hasil audit. Tugas Tim Koordinasi PNPM Provinsi. h. Memastikan bahwa proses kegiatan sesuai dengan pedoman PNPM Untuk memperlancar pelaksanaan operasional Tim Koordinasi PNPM.

d. Tugas Tim Koordinasi Kabupaten/Kota. c.5. adalah sebagai berikut: a. f.2 Tim Koordinasi Kabupaten/Kota Penanggung jawab kelancaran pelaksanaan PNPM di kabupaten/kota adalah Bupati/Walikota. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan PNPM kabupaten/kota. Susunan keanggotaan Tim Koordinasi Provinsi dilaporkan kepada Tim Pengendali PNPM. e. Mengkoordinasikan substansi pedoman teknis dari berbagai sektor di tingkat kabupaten/kota. Bupati/Walikota membentuk Tim Koordinasi Kabupaten/Kota dengan keanggotaan terdiri dari perwakilan instansi daerah terkait. Untuk kabupaten/kota yang sudah memiliki Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) yang berfungsi baik dapat memanfaatkan tim tersebut sebagai Tim Koordinasi PNPM Mandiri. Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan PNPM.2. Memantau dan membantu penyelesaian berbagai permasalahan yang timbul di dalam pelaksanaan kegiatan serta 55 . Mensinergikan kegiatan pusat dan daerah. Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan PNPM di tingkat kabupaten/kota.1. b. Susunan keanggotaan Tim Koordinasi Kabupaten/Kota disampaikan ke Tim Pengendali PNPM. Mengkoordinasikan penyusunan anggaran dan bantuan teknis berbagai kegiatan program sektor.

g. Dalam hal ini TKPKD Kabupaten/kota memiliki peranan yang penting. Sedangkan untuk wilayah kabupaten.1.4 Tingkat Masyarakat/Komunitas Agar masyarakat mampu mengelola kegiatan pembangunan 56 .PPK).3 Satuan Kerja PNPM Mandiri di Tingkat Kabupaten/Kota Di tingkat kabupaten/Kota hanya ada satu satker PNPM Mandiri yang diketuai oleh Bupati/Walikota. Memastikan bahwa proses kegiatan sesuai dengan pedoman PNPM.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI mengambil tindakan/sanksi yang diperlukan.2. Selanjutnya untuk wilayah perkotaan. dan Ditjen Cipta Karya. Departemen PU (untuk wilayah Kabupaten .2. Kantor Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (untuk wilayah tertinggal . Melaporkan perkembangan kegiatan. bantuan teknis disediakan melalui Ditjen PMD.PISEW/RISE). bantuan teknis dikoordinasikan melalui Ditjen Cipta Karya Departemen PU.P2DTK/SPADA). Untuk itu. dan evaluasi kepada bupati/walikota. Deputi Bidang Kawasan Khusus. h. Bupati/Walikota menunjuk dan menetapkan Satuan Kerja yang mengelola PNPM di tingkat Kabupaten/Kota. 5. Namun koordinasi program-program penguatan tersebut dengan PNPM Mandiri tetap diperlukan untuk menjamin tidak adanya tumpang tindih dan inefisiensi dalam pelaksanaan kegiatan.1. hasil audit. maka pelaksanaannya tetap menginduk pada Satker dinas sektor terkait dan program masing-masing. 5. Mengingat program-program PNPM-Penguatan juga terkait dengan pelaksanaan program untuk pencapaian target sektor. Departemen Dalam Negeri (untuk wilayah perdesaan .

dengan baik dan benar. tanpa pencalonan. secara tertulis dan rahasia serta melalui proses demokratis tanpa rekayasa berdasarkan rekam jejak perilaku dan perbuatannya. c. Lembaga pengelola kegiatan di kecamatan. Para penggerak 57 . Lembaga masyarakat sebagai penanggungjawab kegiatan penanggulangan kemiskinan di tingkat desa/kelurahan. yang dibentuk dan ditetapkan melalui musyawarah desa dan pengurusnya dipilih langsung oleh warga dewasa desa/ kelurahan. Lembaga pengelola kegiatan di desa/kelurahan. d. Masyarakat dapat menggunakan lembaga kemasyarakatan yang telah ada. rahasia dan demokratis berdasarkan rekam jejak. yang dibentuk dan ditetapkan oleh seluruh representasi masyarakat di kelurahan/desa tersebut dan anggotaanggotanya harus dipilih langsung oleh warga dewasa desa/ kelurahan. maka masyarakat difasilitasi untuk membentuk atau mengembangkan lembaga-lembaga pembangunan yang memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut : a. Selain itu perlu adanya upaya-upaya untuk mengagas muncul dan berkembangnya tenaga penggerak/pelopor masyarakat di dalam melaksanakan kegiatan PNPM Mandiri dan lebih jauh lagi menjadi motor penggerak pembangunan secara keseluruhan di lingkungannya yang diharapkan lebih berkelanjutan setelah PNPM Mandiri selesai. b. melalui mekanisme tanpa pencalonan dan tanpa kampanye. atau membentuk kelompok masyarakat setempat yang dapat berasal dari unsur-unsur organisasi/kelompok yang mengakar yang telah hidup di masyarakat. yang dibentuk dan ditetapkan melalui musyawarah antar desa.

melainkan seperangkat aturan yang memungkinkan kegiatan berjalan. gotong royong. Basis dari 58 . Bahkan sebaliknya. polisi).2 PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PNPM MANDIRI Ruang lingkup pengembangan kelembagaan PNPM Mandiri meliputi baik aturan formal maupun informal. nilai-nilai tradisional.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI tersebut diambil dari warga masyarakat setempat sendiri yang peduli dengan lingkungannya. hukum. harus dikondisikan untuk membatasi perilaku menyimpang yang bakal timbul dalam pelaksanaan dan mungkin juga intervensi diantara para pelaku. 5. sistem ekonomi (hak kepemilikan dalam kondisi kelangkaan sumberdaya. statuta. dan sistem keamanan (peradilan. Pengembangan aturan formal meliputi konstitusi. dan seluruh faktor yang memengaruhi bentuk persepsi subyektif individu tentang dunia di mana mereka hidup. seperti: keswadayaan masyarakat. pengembangan kelembagaan PNPM Mandiri perlu mengacu pada prinsip-prinsip sebagai berikut: a. kontrak). Semua kelembagaan tersebut tidak akan efektif apabila tidak diiringi dengan mekanisme penegakan. Untuk itu. dsb. dan tidak pamrih. hak-hak individu). PNPM Mandiri bukan semata-mata berisi kegiatan dan sasaran. Aturan formal membentuk sistem politik (struktur pemerintahan. Semua bentuk intervensi program dan berbagai aturan tidak boleh berbenturan/mengesampingkan/menghilangkan tatanan sosial masyarakat yang sudah mapan. memiliki komitmen yang besar terhadap pembangunan masyarakatnya. dan seluruh regulasi pemerintah lainnya. agama. dan pengembangan mekanisme penegakannya. Sedangkan penguatan aturan informal meliputi akomodasi terhadap pengalaman.

Berbagai desain kelembagaan perlu disertai dimensi tata kelola yang baik yang ditujukan untuk meminimalisasi dampak sosial dan lingkungan yang bakal muncul. Semua aturan baik formal maupun informal yang diterapkan dalam PNPM Mandiri merupakan akumulasi dari kebutuhan riil masyarakat. b. c.kerjasama bukan sekadar kesamaan tujuan. melainkan aturan main yang sudah disepakati secara sukarela (voluntary). 59 .

terutama untuk mendukung penyediaan dana pendamping bagi kabupaten dengan kapasitas fiskal rendah. APBD Kabupaten/Kota sebagai dana pendamping. kontribusi usaha. d. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Swadaya masyarakat termasuk kelompok-kelompok peduli. Kontribusi dunia usaha. dengan ketentuan minimal 20 (dua puluh) persen bagi kabupaten/kota dengan kapasitas fiskal rendah dan minimal 50 (lima puluh) persen bagi kabupaten/kota dengan kapasitas fiskal menengah ke atas. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi. baik yang bersumber dari Rupiah Murni maupun dari Loan/Grant/Hibah.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI BAB 6 PENDANAAN DAN PENGELOLAAN KEUANGAN 6. dan swadaya masyarakat tersebut merupakan kontribusi yang harus bersinergi dengan dana dari APBN. dengan mengikuti ketentuan yang berlaku.1 SUMBER DANA Sumber dana pelaksanaan PNPM berasal dari: a. b. 6. e.2 PERUNTUKAN DANA Sumber-sumber dana bagi pelaksanaan PNPM tersebut di atas digunakan untuk keperluan komponen-komponen program yaitu: a) 60 . Dana yang bersumber dari APBD. c.

Mekanisme penyaluran. untuk PNPM selain mengikuti ketentuan yang berlaku. khususnya komponen BLM.3 PENGANGGARAN Penganggaran dan penyaluran dana PNPM Mandiri harus diupayakan terjadi pendampingan pendanaan (co-sharing) dengan menggunakan ketentuan yang berlaku. Dana yang berasal dari pendanaan luar negeri. Pemanfaatan dana tersebut dikoordinasikan oleh Tim Pengendali PNPM Mandiri. perlu mengikuti ketentuan PNPM Mandiri sebagai berikut: a. sehingga memungkinkan pemanfaatan berbagai sumber pendanaan secara optimal dalam membiayai PNPM Mandiri. 6. harus mengikuti ketentuan yang berlaku bagi program-program pemberdayaan masyarakat. Dana tersebut bersifat co-financing. antara lain melalui: a. Dalam pelaksanaan komponen-komponen program tersebut di atas. BLM yang berasal dari APBN dan APBD menggunakan rekening 61 . b) Bantuan Langsung Masyarakat (BLM). Pengaturan penganggaran dan penyaluran dana BLM diharapkan menggunakan mekanisme yang mendukung pembangunan partisipatif. dan d) Bantuan Pengelolaan dan Pengembangan Program. c) Peningkatan Kapasitas Pemerintahan dan Pelaku Lokal. baik hibah maupun pinjaman. harus memperhatikan aspek peruntukan dana dan daftar negatif (negatif list) yang telah ditetapkan dan disepakati oleh masing-masing program. termasuk pengadaan di tingkat komunitas (community procurement).Pengembangan Masyarakat. b.

sesuai jenjang pemerintahan. Penyaluran dana BLM ini langsung ke rekening masyarakat sesuai dengan usulan yang diajukan. sebelum pengesahan DPRD/DPR. khususnya komponen dana BLM diupayakan dapat diperlakukan sebagai kegiatan dan anggaran yang bersifat lebih dari satu tahun (multiyears). d.4 a. Pembayaran dan penyaluran dana PNPM untuk masing-masing komponen program dilakukan 62 . e. Bendahara Satker mencatat sistem administrasi dan realisasi pencairan DIPA yang dikelolanya. b. Untuk menjamin keterpaduan dan sinkronikasi semua kegiatan penanggulangan kemiskinan berbasis masyarakat beserta anggarannya harus dikoordinasikan dan mendapat persetujuan dari Tim Koordinasi Nasional atau Provinsi atau Kabupaten/Kota. Pemanfaatan anggaran sektoral untuk program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat menggunakan aturan berbasis kinerja dengan tetap mengedepankan sinkronisasi anggaran antar sektor dan masyarakat melalui proses perencanaan partisipatif. BLM tersebut dikelola secara swadaya oleh masyarakat. Penganggaran untuk kegiatan-kegiatan atau programprogram pemberdayaan.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI bagian anggaran non sektor. PENGELOLAAN KEUANGAN PROGRAM Persiapan Penyaluran Dana Satker PNPM di masing-masing tingkatan bertanggungjawab pada aktivitas pendanaan dan penyalurannya. c. 6. f. Di tingkat masyarakat.

mengikuti ketentuan dan mekanisme yang berlaku. Bank Pelaksana akan menyalurkan dana yang diminta langsung kepada rekening penerima. masyarakat diharuskan membuka rekening bersama (tabungan atau giro) di bank pemerintah terdekat. dimungkinkan untuk membatalkan penyaluran dana BLM sebagian atau seluruhnya. Dalam rangka persiapan penyaluran dana BLM. Tata Cara Pencairan Dana Tata cara pencairan dana. SPP dan SPM hanya akan diterbitkan oleh Satker PNPM setelah dokumen-dokumen pendukung untuk pencairan dana dilengkapi dan diverifikasi oleh konsultan pendamping dan mendapat persetujuan dari Satker PNPM. Penyaluran dana BLM ke rekening masyarakat dan pemanfaatannya dilakukan secara bertahap atau sesuai kebutuhan dan jenis bantuannya. Sedangkan. untuk pencairan dana yang bersumber dari dari luar negeri. baik APBN maupun APBD. Jika dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan atau penyelewengan terhadap pelaksanaan PNPM di lapangan atau terhadap pemanfaatan dana BLM. Untuk setiap pembukaan rekening bersama maupun pengambilan dana dari rekening tersebut harus dilakukan dengan minimal 2 (dua) specimen tanda tangan anggota masyarakat penerima bantuan. Pemerintah 63 . baik pinjaman maupun hibah akan menggunakan mekanisme Rekening Khusus. b.oleh Satker PNPM dengan mengajukan Surat Perintah Pembayaran (SPP) dan Surat Perintah Membayar (SPM) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) yang ditunjuk. yang selanjutnya KPPN tersebut akan menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) kepada Bank Pelaksana. maka Satker PNPM berdasarkan masukan dan rekomendasi dari konsultan pendamping maupun pemerintah daerah setempat.

Rekening Khusus akan dibuka atas nama Departemen Keuangan.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI Indonesia akan membuka Rekening Khusus yang dibuka di Bank Indonesia atau Bank Pemerintah yang ditunjuk untuk menampung pencairan dana pinjaman dan hibah bagi pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri. 64 . baik untuk sumber dana yang berasal dari Rupiah Murni maupun bersumber dari Luar Negeri secara reguler. nomor SP2D. penerima dana dan KPPN pembayar. baik yang bersumber dari APBN maupun APBD. Satker PNPM di tingkat Pusat membuat laporan konsolidasi pengelolaan keuangan program. tanggal SP2D. c. Akuntasi dan Pelaporan Pengelolaan keuangan program dilakukan oleh Satker PNPM mengikuti sistem dan prosedur akuntansi pemerintah. Dalam rangka pelaporan dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan program. pihak Satker PNPM Mandiri akan mengkonsolidasikan seluruh Laporan Rekening Khusus dengan dokumen SPM yang sudah diterbitkan dalam format-format laporan pengelolaan keuangan (financial management report) yang disepakati antara Pemerintah dengan pihak donor. Sedangkan untuk Satker PNPM di daerah harus membuat laporan konsolidasi pengelolaan keuangan program yang berisi laporan realisasi DIPA yang dikelolanya. Departemen Keuangan dalam bentuk Laporan Rekening Khusus (Special Account Statement) secara mingguan. Laporan Rekening Khusus harus berisi seluruh informasi transaksi yang membebani rekening tersebut. seperti: jumlah pencairan dana. Seluruh transaksi pencairan dana ke dan dari Rekening Khusus akan disampaikan oleh pihak bank di mana Rekening Khusus dibuka kepada Pemerintah cq.

Permintaan audit PNPM kepada lembaga auditor harus didasarkan atas Kerangka Acuan Audit yang disepakati bersama oleh Pemerintah Indonesia dan pihak donor/pemberi pinjaman. d. Untuk penggunaan dana yang bersumber dari Luar Negeri. Lembaga auditor tersebut juga dapat melakukan audit terhadap pencapaian tujuan program dengan berpatokan pada indikator kinerja sebagaimana telah disepakati bersama antara Pemerintah Indonesia dan pihak donor. maka laporan audit tahunan harus disampaikan kepada pihak donor paling lambat 6 bulan setelah tutup buku masa Tahun Anggaran Pemerintah yang lalu. Laporan keuangan/pembukuan tersebut 65 . Auditor eksternal yang dipilih oleh Satker PNPM harus dari lembaga audit resmi dan disepakati oleh pihak donor/pemberi pinjaman. Audit Satker PNPM berkewajiban menyiapkan dan membuat laporan konsolidasi pengelolaan keuangan program seperti dimaksud di atas untuk dilakukan audit oleh lembaga audit internal maupun eksternal. Di tingkat masyarakat.Format dan bentuk laporan keuangan program yang akan dibuat Satker PNPM harus mengikuti format dan bentuk yang disepakati antara pihak donor/pemberi pinjaman. Bappenas dan BPKP. Hal ini penting dilakukan agar terjadi persamaan persepsi terhadap format dan bentuk laporan keuangan program untuk menghindari semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan PNPM dari tumpang tindih kewenangan. Departemen Keuangan. Unit Pengelola Keuangan (UPK) atau organisasi masyarakat penerima bantuan. berkewajiban menyiapkan laporan keuangan/pembukuan dengan format dan bentuk yang sudah disepakati oleh Satker PNPM.

antara lain: 1. bertanya dan atau menggugat pertanggungjawaban para pengambil keputusan. Akuntabilitas ini pada dasarnya dapat diterapkan dengan memberikan akses kepada semua pihak yang berkepentingan untuk melakukan audit. kelompok pengelola kegiatan dan anggota penerima bantuan serta informasi-informasi lain. melalui forum-forum pertemuan rutin. laporan posisi keuangan. melalui audit tahunan. Transparansi Untuk menjaga transparansi pengelolaan kegiatan dan penggunaan dana BLM oleh di tingkat masyarakat. 3. juga wajib dilaksanakan berdasarkan prinsip akuntabilitas yang harus ditaati secara konsisten oleh semua pelaku PNPM. 5. f.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI harus tersedia setiap saat untuk diketahui oleh auditor maupun oleh masyarakat atau pihak-pihak yang ingin mengetahui. maka Unit Pengelola Kegiatan (UPK) atau organisasi masyarakat penerima bantuan diwajibkan untuk menyebarluaskan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan. e. baik di tingkat Program. daerah dan masyarakat. dalam proses pengambilan keputusan dan pengelolaan kegiatan serta keuangan. Akuntabilitas Selain wajib menerapkan prinsip transparansi. 4. melalui media warga. 2. melalui forum pertanggungjawaban laporan keuangan. melalui penempelan pada papan-papan informasi di tempattempat strategis. Oleh sebab itu semua unit pengambilan keputusan dalam 66 .

rapat bulanan UPK atau organisasi masyarakat penerima bantuan. di tingkat desa/kelurahan dibentuk Unit Pengelola Kegiatan Desa/ Kelurahan dan dapat dibuka rekening kolektif masyarakat. Mekanisme dan prosedur penyaluran dan pengelolaan keuangan mengikuti ketentuan dan kaidah yang berlaku dengan menerapkan prinsipprinsip tata kepemerintahan yang baik (good governance). rapat tahunan atau forum pertanggungjawaban. rembug para pihak terkait PNPM di tingkat masyarakat dan komunitas belajar di tingkat masyarakat.5 PENGELOLAAN KEUANGAN MASYARAKAT Karena lokus PNPM berada di tingkat kecamatan. Untuk tataran masyarakat antara lain dapat dilakukan kegiatankegiatan seperti konsultasi publik di tingkat masyarakat. rapat koordinasi berkala.semua tataran program harus melaksanakan proses pengambilan keputusan masing-masing sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Specimen tanda tangan dalam rekening tersebut harus melibatkan minimal dua orang yang ditetapkan oleh musyawarah masyarakat. Pencatatan setiap transaksi keuangan minimal dilakukan dalam buku catatan uang masuk dan catatan uang keluar yang disertai dengan bukti transaksi seperti kuitansi. Untuk itu. bon atau nota pembelian. Unit tersebut membuka dan mengelola rekening kolektif masyarakat dengan menerapkan prinsip-prinsip good governance. Penyaluran dana ke tingkat desa/kelurahan dilakukan sesuai kebutuhan dan berdasarkan kegiatan yang diusulkan. Terkait dengan pengelolaan keuangan. 6. Pengelolaan keuangan di tingkat masyarakat harus disampaikan dalam papan informasi dan melalui musyawarah desa pertanggungjawaban dana 67 . maka perlu dibentuk Unit Pengelola Kegiatan Kecamatan.

Sedangkan pengelolaan dana bergulir harus dilakukan di tingkat UPK atau organisasi masyarakat penerima bantuan dilakukan dengan menerapkan dasar-dasar akuntansi/pembukuan sederhana. dengan memisahkan penanggung jawab pengelolaan dana non bergulir dan dana bergulir. Pengelolaan dana non bergulir dilakukan dengan melakukan pencacatan pembukuan berdasar aliran kas ( cashflow basis ). 68 . Untuk itu UPK diharapkan dapat memperkuat kapasitas pengurusnya untuk memberikan pelayanan kepada orang miskin dengan melakukan berbagai diversifikasi pelayanan pinjaman bergulir yang tepat bagi masyarakat miskin di wilayahnya. namun juga harus mempertimbangkan aspek pelayanan dan kemanfaatan bagi masyarakat miskin. yaitu pencatatan uang masuk dan uang keluar. Artinya tidak semata-mata berorientasi pada pemupukan dana.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI dan kegiatan. Pengelolaan dana bergulir di tingkat masyarakat harus dilakukan dengan kaidah-kaidah pengelolaan pinjaman bergulir yang berorientasi pada masyarakat miskin. termasuk penyusunan Neraca dan Rugi Laba. Pengelolaan keuangan di tingkat masyarakat dilakukan dengan menerapkan prinsip-prinsip akuntansi/pembukuan sederhana.

BAB 7 PENUTUP edoman Umum PNPM ini disusun untuk menjadi acuan kebijakan PNPM. maka perubahannya harus mendapat persetujuan Tim Pengendali PNPM. P 69 . serta menjadi dasar penyusunan pedoman pelaksanaan dan pedoman teknis lebih lanjut yang diperlukan dalam pelaksanaan masing-masing program yang berada dalam kerangka kebijakan PNPM. Bila di kemudian hari diperlukan perubahan terhadap Pedoman Umum ini.

Pelaksanaan program tidak sejalan dengan prinsip-prinsip pendekatan berbasis masyarakat. Untuk masa datang. meningkat melalui PNPM-Generasi di paling tidak 230 kecamatan desa dan kota di 20 kabupaten1: Meningkatnya pengeluaran rumah tangga dan kemudahan untuk mendapat pelayanan sosial serta ekonomi di semua kecamatan kota dan desa pada 2009. 1 Angka-angka kesehatan dan pendidikan dihitung dari data Susenas.68% pada tahun 2007 menjadi 7.5% (pada 2004) menjadi 17.75% pada tahun 2007 menjadi sekitar 8% pada tahun 2009. • Tingkat kurang berat badan/kurang gizi pada anak usia 5 tahun turun dari 27. Penyalahgunaan dana MIS PNPM MIS PNPM dan surveisurvei dampak. Goncangan dari luar atas ekonomi Indonesia. kepemerintahan yang Indikator kesehatan dan pendidikan lebih baik.8 pada 2015. Penurunan tingkat pengangguran terbuka dari 9. • Tingkat kematian bayi turun dari 34. terjadi.000 kelahiran hidup) pada 2002 menjadi 97 pada 2015. Penurunan indikator-indikator kesehatan dan pendidikan pada 2015: • Tingkat kematian ibu melahirkan turun dari 307 (per 100. Sumber Data Susenas Asumsi/Resiko Stabilitas ekonomi makro tidak terjamin.5% pada 2015. Inflasi dan kenaikan harga lainnya mengurangi dampak bagi pemberantasan kemiskinan.7% tahun 2002 menjadi 100% pada 2015. program PNPM Generasi akan memiliki angka-angka dari data dasar dan data dari survei dampak untuk menghitung persentase.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI LAMPIRAN 1 KERANGKA LOGIS PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI Hirarki Tujuan Sasaran Meningkatnya kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat miskin di Indonesia. Sakernas Laporan kemajuan MDGs Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Maksud atau Tujuan Meningkatkan akses masyarakat miskin di perkotaan dan perdesaan untuk mendapatkan manfaat dan kesempatan dari kondisi sosial dan Terciptanya sekitar 20 juta pekerjaan baru ekonomi serta tata melalui PNPM pada 2009. Pertumbuhan ekonomi tidak berkualitas sehingga tidak dapat menyerap banyak tenaga kerja. • Angka partisipasi murni SD dari 92. Indikator Penurunan persentase penduduk di bawah garis kemiskinan nasional dari 15.7% tahun 2002 menjadi 100% pada 2015. termasuk bencana alam atau bencana oleh ulah manusia. 70 .7% (2004) menjadi 19% pada 2015. • Angka partisipasi murni SMP dari 61. (% keluarga miskin yang mendapat manfaat dari infrastruktur dan kegiatan program) Susenas Survei Tidak tersedianya anggaran yang cukup untuk BLM sehingga tidak terjadi dampak yang signifkan pada kemiskinan atau pengangguran.

.Kunjungan pra-melahirkan naik dari 56% pada 2005 menjadi 66% pada 2009.Murid SMP terdaftar naik dari rata-rata 57% pada 2006 menjadi 72% pada 2009.800 kecamatan • 2009: 5.Murid SD terdaftar naik dari 96. . Pertambahan usaha baru atau perluasan usaha yang berkembang melalui dukungan pembiayaan mikro.Hasil tes matematika dan bahasa Indonesia naik 5% poin dari data dasar survei.Vitamin A: % anak di bawah 5 tahun yang mendapat 2 kapsul Vit A selama 12 bulan terakhir naik dari 62% pada 2004 menjadi 72% pada 2009. 71 .358 kecamatan Jumlah hari kerja yang tercipta melalui kegiatan PNPM Mandiri MIS Dana BLM tidak memadai. Keluaran Keluaran 1: infrastruktur ekonomi produktif yang dibangun Data Susenas (perkiraan data dasar dari data inti Susenas 2005 dan module 2004 untuk indikatorindikator kesehatan tertentu) Studi dampak ekonomi pada 2008 dan 2009 Survei pada 2008 dan 2009. 70% infrastruktur dinilai secara independen Survei evaluasi teknis bermutu tinggi. .5% pada 2005 menjadi 97% pada 2009.Gizi: % anak kurang gizi menurut angka berat badan untuk bayi usia 0-11 bulan turun dari 29% pada 2004 menjadi 19% pada 2009. Supervisi teknis tidak memadai untuk menghasilkan infrastruktur bermutu.800 kelurahan dan desa. • 2008: 3.Melahirkan dibantu bidang terlatih naik dari 40% pada 2005 menjadi 50% pada 2009. • Pendidikan: .Cakupan imunisasi untuk bayi umur 12-23 bulan meningkat dari 38% pada 2005 menjadi 48% pada 2009. Kendala persediaan dalam pelayanan kesehatan dan pendidikan. Jumlah dan jenis kegiatan infrastruktur. .• Kesehatan : . . dan MIS subproyek pendidikan dan kesehatan yang Misi supervisi selesai pada: • 2007: 2. . EIRR >30% untuk infrastruktur utama desa Minimum 80% tingkat kepuasan penerima terhadap pelayanan dan tata pemerintahan yang lebih baik.

BKM. Organisasi masyarakat (UPK. Peranan dan tanggung jawab untuk desentralisasi tetap tidak jelas dan membingungkan. pengelolaan keuangan. MIS Studi kasus Perencanaan dan proses pengambilan keputusan partisipatoris didominasi golongan elit. TPK) semakin kuat dari segi perencanaan. tetapi dinikmati warga yang lebih berada yang dianggap lebih mampu mengembalikan kredit. Perhatian kurang dan dana tidak memadai untuk kegiatan pengembangan kapasitas oleh kelompok masyarakat. Untuk wilayah kota. biaya angkutan. Minimal 40% tingkat partisipasi perempuan dan warga termiskin dalam perencanaan dan pengambilan keputusan/kegiatan. data keuangan Pemerintah Pemerintah lambat dalam mengeluarkan revisi dan perubahan peraturan. dsb. pelayanan. Kegiatan kredit mikro tidak menjangkau warga miskin. terutama kepada warga miskin. kredit kecil. perbaikan sekolah. MIS dari PNPM dan CCT Baseline Survey PNPM dan PKH Masyarakat tidak mendapat cukup informasi mengenai manfaat kegiatan kesehatan dan pendidikan. MIS. Terdapat permasalahan persediaan (supply) dijumpai dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Jumlah dan jenis kredit yang diberikan untuk kegiatan kredit mikro > 20% kenaikan produktivitas pertanian dan hasil oleh petani yang dibantu oleh program. Peraturan Pemerintah 72 . minimal 40% penduduk dewasa (Laki-laki/Perempuan) memilih dalam pemilihan BKM. kegiatan sosial dan ekonomi yang didukung Jumlah dan jenis investasi pendidikan yang didukung PNPM (beasiswa. % kenaikan rencana dan anggaran setempat yang dinilai pro penanggulangan kemiskinan. Survei pertanian Keluaran 3: Organisasi masyarakat diperkuat dan partisipasi warga desa dalam kegiatan pembangunan meningkat. meningkat. dsb. >60% kabupaten kota dan daerah menyediakan dana pendamping untuk PNPM. Reformasi desa dan perumusan berbagai peraturan terkait mulai tahun 2008.) Jumlah/jenis investasi kesehatan yang didukung (pos kesehatan. pendidikan.358 kecamatan pada 2009.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI Keluaran 2: Kesehatan.) Jumlah/warga miskin penerima kredit mikro (L/P) > 80% tingkat pembayaran kembali kegiatan kredit mikro. dan pelaksanaan proyek di 5.. Keluaran 4: Kapasitas pemerintah memberikan pelayanan kepada warga masyarakat.

Struktur dan fungsi kecamatan dan desa di bawah desentralisasi lebih jelas pada 2008. Mekanisme jangka panjang dan berkelanjutan untuk pengalihan anggaran untuk BLM masyarakat terbentuk pada 2009. Keluaran 5: Sistem pengelolaan dan M&E untuk PNPM terbentuk

>90% konsultan sudah menandatangi kontrak pada waktu siklus setiap proyek mulai. Sistem evaluasi dampak terbentuk untuk semua program PNPM yang mengukur dengan ketat dampak pada kemiskinan, tata pemerintahan, dan modal sosial. Sistem MIS terbentuk untuk semua program PNPM dan menyediakan data berkala mengenai hasil dan kemajuan.

Kontrak Evaluasi rancangan dan survei

Keterlambatan kontrak menghambat pelaksanaan program pada waktunya.

Sistem MIS menghasilkan laporan bulanan dan laporan berkala. Laporan pemeriksaan keuangan

Minimum 20% kecamatan diperiksa Laporan studi setiap tahun oleh BPKP dan lembaga pemeriksa keuangan yang lain, dan temuan diumumkan. Minimum 6 studi teknis terkait PNPM dapat diselesaikan.

73

PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI

LAMPIRAN 2
TAHAPAN STRATEGI OPERASIONAL PNPM MANDIRI

Strategi operasional PNPM Mandiri terdiri dari tahapan sebagai berikut:

1.

PEMBELAJARAN

Tahap pembelajaran merupakan tahap pengenalan bagi masyarakat, pemerintah dan pelaku pembangunan lainnya. Pada tahap ini masyarakat dan pelaku pembangunan mulai dari kecamatan hingga desa/kelurahan mendapat kesempatan untuk memahami mekanisme pengelolaan pembangunan partisipatif yang ditawarkan PNPM. Bagi pemerintah, tahap pembelajaran ditujukan sebagai wahana pembelajaran dalam (i) penerapan pengelolaan pembangunan partisipatif; dan (ii) penerapan model kerjasama antara pemerintah nasional dan pemerintah kabupaten/kota dalam mempersiapkan, melaksanakan dan mengendalikan program. Tahap pembelajaran membutuhkan waktu kurang lebih 2 tahun, tergantung kepada kondisi wilayah dan kesiapan masyarakatnya. Hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai kesuksesan pada tahap ini adalah: a. Bantuan pendanaan merupakan faktor utama penggerak proses pemberdayaan masyarakat dibandingkan pada tahap lainnya. Keberadaan bantuan pendanaan merupakan media untuk meyakinkan kepada masyarakat bahwa mereka mampu menyusun perencanaan dan melaksanakan pembangunan bagi masyarakat dan daerahnya sendiri.

74

b. Disediakan bantuan pendanaan dan pendampingan secara khusus terhadap perempuan, atau kelompok lain yang terpinggirkan (minimal 30% dari alokasi Bantuan Langsung Masyarakat). c. Peran pendamping (fasilitator/konsultan) dalam memfasilitasi proses pelaksanaan PNPM masih sangat dominan. d. Rasa kepemilikan program dari masyarakat, lembaga sosial dan pemerintah desa dan daerah belum cukup kuat dan masih sangat bergantung kepada fasilitator dan konsultan e. Untuk mengurangi tingkat ketergantungan masyarakat kepada konsultan, fasilitator dan konsultan secara taktis dan sistematis harus memberi kepercayaan kepada pelaku pembangunan di tingkat lokal untuk memfasilitasi proses pelaksanaan PNPM. f. Proses perencanaan partisipatif belum terintegrasi dengan sistem perencanaan pembangunan reguler.

2.

KEMANDIRIAN

Tahap kemandirian adalah proses pendalaman atau intensifikasi dari tahap internalisasi. Tahap ini dimulai di lokasi-lokasi dimana masyarakat sudah pernah melaksanakan program pemberdayaan melalui proses berikut: (i) pelembagaan pengelolaan pembangunan partisipatif di desa/kelurahan dan kecamatan; (ii) pelembagaan pengelolaan pendanaan mikro yang berbasis masyarakat utk melayani masyarakat miskin; dan (iii) peningkatan kapasitas masyarakat dan pemerintah lokal dalam pengelolaan pembangunan partisipatif dan berkelanjutan. Tahap kemandirian ini membutuhkan waktu kurang lebih 2 tahun. Hal yang perlu diperhatikan dalam tahapan ini adalah:

75

Proses penyiapan ini membutuhkan waktu setidaknya satu tahun. Rasa kepemilikan program dari masyarakat dan pemerintah daerah sudah cukup kuat. pelaku pembangunan lokal dan perangkat pemerintah daerah. d. Proses perencanaan partisipatif telah terintegrasi ke dalam sistem perencanaan pembangunan regular. pemerintah daerah. b. 3. KEBERLANJUTAN Tahap keberlanjutan dimulai dengan proses penyiapan masyarakat agar mampu melanjutkan pengelolaan program pembangunan secara mandiri. Pada tahap keberlanjutan masyarakat mampu menghasilkan keputusan pembangunan yang rasional dan adil. Fasilitasi pelaksanaan PNPM lebih banyak dilakukan oleh pelaku pembangunan lokal dari masyarakat sendiri. Masyarakat. sehingga peran fasilitator/konsultan lebih difokuskan pada peningkatan kapasitas masyarakat. mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Bantuan pendanaan lebih bersifat stimulan sehingga dana dari swadaya maupun sumber lainnya merupakan faktor penggerak pembangunan masyarakat dan daerahnya. c. semakin sadar akan hak dan kewajibannya dalam pembangunan. e. dan mampu mengelola berbagai potensi sumber daya yang ada dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI a. konsultan dan fasilitator sudah merupakan mitra sejajar. Hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai kesuksesan dalam tahapan ini adalah: 76 .

Kapasitas pemerintahan daerah meningkat sehingga lebih tanggap dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. antara lain dengan menyediakan dana dan pendampingan. terbuka dan demokratis sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat dalam merencanakan kegiatan pembangunan dan masyarakat mampu membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk menggalang berbagai sumber daya dalam rangka melaksanakan proses pembangunan. b. Swadaya masyarakat merupakan faktor utama penggerak proses pembangunan.a. 77 . Keberadaan fasilitator/konsultan atas permintaan dari masyarakat atau pemerintah daerah sesuai keahlian yang dibutuhkan. Perencanaan secara partisipatif. c. d.

Bunga ini terdiri dari tiga buah kelopak yang diartikan sebagai tiga tahapan proses pemberdayaan. Penggunaan warna pada logo PNPM Mandiri mengandung arti sebagai berikut: • • • Biru laut melambangkan pelayanan publik. 78 . martabat. kemandirian. Hijau daun melambangkan kesejahteraan.PEDOMAN UMUM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI LAMPIRAN 3 PENGERTIAN LOGO PNPM MANDIRI Logo PNPM Mandiri menggambarkan simbol bunga yang sedang mekar yang merepresentasikan tingkat kemajuan masyarakat. Tulisan PNPM Mandiri juga mengandung arti bahwa program ini dirancang secara nasional sebagai upaya pemberdayaan masyarakat menuju kemandirian. dan derajat manusia). yaitu tahap pembelajaran. Secara keseluruhan warna-warna pada logo mengandung arti bahwa dengan pelayanan publik yang baik akan tercipta kesejahteraan yang pada akhirnya menuju pada kemuliaan (melalui peningkatan harkat. dan keberlanjutan. dan Oranye keemasan melambangkan kemuliaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful