P. 1
40041062 Sistem Pneumatik Makalah Asli

40041062 Sistem Pneumatik Makalah Asli

|Views: 65|Likes:
Publicado porArnie NEa

More info:

Published by: Arnie NEa on Apr 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/19/2013

pdf

text

original

SISTEM PNEUMATIK

Umum
Pneumatik berasal dari bahasa Yunani yang berarti udara atau angin. Semua sistem yang menggunakan tenaga yang disimpan dalam bentuk udara yang dimampatkan untuk menghasilkan suatu kerja disebut dengan sistem Pneumatik. Dalam penerapannya, sistem pneumatic banyak digunakan sebagai sistem automasi.

Apa sih Pneumatik itu ?
Pneumatik adalah suatu filsafat (science) yang menggunakan tekanan udara (compressed air) untuk mengerjakan sesuatu yang sifatnya lurus (linear) atau memutar (rotational). Tenaga fluida adalah istilah yang mencakup pembangkitan, kendali dan aplikasi dari fluida bertekanan yang digunakan untuk memberikan gerak. Berdasarkan fluida yang digunakan tenaga fluida dibagi menjadi pneumatik, yang menggunakan udara, serta hidrolik, yang menggunakan cairan. Dasar dari aktuator tenaga fluida adalah bahwa fluida mempunyai tekanan yang sama ke segala arah. Dalam sistem pneumatik, aktuator berupa batang piston mendapat tekanan udara dari katup masuk, yang kemudian memberikan gaya kepadanya. Gaya inilah yang menggerakkan piston pneumatik, baik maju atau mundur. Pada dasarnya sistem pneumatik dan hidrolik tidaklah jauh berbeda. Pembeda utama keduanya adalah sifat dari fluida kerja yang digunakan. Cairan adalah fluida yang tidak dapat ditekan (incompressible fluid) sedangkan udara adalah fluida yang dapat terkompresi (compressible fluid).

1

r Udara sebagai fluida kerja pada sistem pneumatik memiliki karakteristik khusus. 2 . dan aliran fluida Aktuator yang mengkonversikan energi fluida menjadi energi mekanik Sistem perpipaan Sensor dan transduser Sistem kendali dan display Gambar 2 menunjukkan suatu sistem pneumatik yang disederhanakan. dan lubrifier (pemercik oli) yang lebih dikenal sebagai Air Service Unit y y y y y Katup sebagai pengatur arah. dryer. Sistem pneumatik menggunakan rangkaian kontroler elektrik disebut sebagai sistem elektro-pneumatik. Untuk mengendalikan katup diperlukan suatu kontroler. antara lain : y y y y y y Jumlahnya tak terbatas Mencari tekanan yang lebih rendah Dapat dimampatkan Memberi tekanan yang sama rata ke segala arah Tidak mempunyai bentuk (menyesuaikan dengan tempatnya) Mengandung kadar air Pada sistem pneumatik terdapat beberapa komponen utama. tekanan. regulator tekanan. tanki penyimpan y unit pengolah udara berupa filter. yaitu y sistem pembangkitan udara terkompresi yang mencakup kompresor. cooler.Gambar 1 Pri i kerja pneumatika. gerakan di ebabkan oleh adanya tekanan udaa. Kontroler ini dapat berupa rangkaian pneumatik ataupun rangkaian elektrik.

Dalam bidang kejuruan teknik pneumatik dalam pengertian yang lebih sempit lagi adalah teknik udara mampat (udara bertekanan). dalam mana terjadi proses-proses pneumatik. Jadi pneumatik meliputi semua komponen mesin atau peralatan. Pneumatik dalam pelaksanaanteknik udara mampat dalam industri merupakan ilmu pengetahuan dari semua proses mekanik dimana udara memindahkan suatu gaya atau gerakan. 3 . yang menentukan keadaan keseimbangan gas dan uap (khususnya udara atmosfir) dengan adanya gayagaya luar(aerostatika) dan teori aliran (aerodinamika).Gambar 2 Sistem pneumatik sederhana (disederhanakan) Pneumatik menggunakan hukum-hukum aeromekanika.

Komponen-komponen Pneumatik Komponen pneumatik beroperasi pada tekanan8 s. Pemilahan bahan (sorting of parts) h. Pengemasan (packaging) b. Pemindahan material (transfer of materials) f. Pencetakan benda kerja (stamping and embosing of components) Susunan sistem pneumatik adalah sebagai berikut : 4 . Pemakanan (feeding) c. Pencekaman benda kerja b. Pengukuran (metering) d. 10 bar. Pemutaran dan pembalikan benda kerja (turning and inverting of parts) g. Pengaturan buka dan tutup (door or chute control) e. tetapi dalam praktik dianjurkan beroperasi pada tekanan 5 s.d. Penggeseran benda kerja c. Pengaturan posisi benda kerja d.d. Beberapa bidang aplikasi di industri yang menggunakan media pneumatik dalam hal penangan material adalah sebagai berikut : a. 6 bar untuk penggunaan yang ekonomis. Penyusunan benda kerja (stacking of components) i. Pengaturan arah benda kerja Penerapan pneumatik secara umum : a.

helium.a. maka tekanan ini tidak bisa dirasakan. Karena segala sesuatu di bumi ini menerima tekanan yaitu tekanan absolut atmosfir. 5 . udara juga tidak mempunyai bentuk yang khusus sehingga sangat mudah berubah. Hukum Boyle Mariote menjelaskan sifat : Volume dari massa gas yang tertutup pada temperatur konstan adalah berbanding terbalik dengan tekanan absolut atau hasil kali dari volume dan tekanan absolut adalah konstan untuk massa gas tertentu. Elemen kerja (actuators) Sifat Fisika dari Udara Permukaan bumi ini ditutupi oleh udara. Udara adalah campuran gas yang terdiri atas senyawa : sekitar 78 % dari volum adalah Nitrogen sekitar 21 % dari volum adalah Oksigen sisanya adalah campuran karbon dioksida. krypton dan xenon. Elemen masukan (sensors) c. Tekanan absolut biasanya 1 bar (100 kPa) lebih besar dari tekanan ukur. Catu daya (energi supply) b. Tekanan absolut ini terdiri atas tekanan atmosfir (Pat) dan tekanan ukur (Pg). sedangkan yang bervariasi (akibat penyimpangan nilai) adalah : Tekanan ukur = Pg Tekanan Vakum = Pv Variasi nilainya tergantung pada letak geografis dan iklimnya. Seperti terlihat pada gambar 2.2. hydrogen neon. Elemen pengolah (processors) d. Daerah dari garis nol tekanan absolut sampai garis tekanan atmosfir disebut daerah vakum dan diatas garis tekanan atmosfir adalah daerah tekanan ukur. Pada umumnya tekanan atmosfir dianggap sebagai tekanan dasar. Udara akan berubah bentuk sesuai dengan tempatnya.. Udara dapat dimampatkan dan selalu berusaha untuk mengembang. Karakteristik Udara Sebagaimana umumnya gas.argon.

You're Reading a Free Preview

Descarga
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->