I.

PENDAHULUAN

Proses penuaan meupakan proses yang dialami setiap makhluk hidup. Hal ini dapat berlangsung secara fisiologis maupun patologis. Umur manusia telah ditentukan, namun banyak faktor yang dapat mempengaruhinya. Banyak teori yang menjelaskan mengenai proses penuaan sel antara lain teori Telomere, Teori “wear-and tear”, Teori Mutasi Somatik, Teori “akumulasi kesalahan” ,Teori akumulasi sampah, Teori autoimun, teori “Aging-Clock”, Teori “Cross-Linkage”, Teori “radikal bebas “, Mitohormesis. Secara umum teori penuaan dibagi dalam 3 kelas besar. Walaupun demikian, proses penuaan sel adalah multifaktorial baik secara intrinsik maupun ekstrinsik. Teori Aging (Penuaan) A. Teori sel • Teori Wear and Tear

Dr. August Weismann, tahun 1882 menyatakan teori ini berdasarkan pada beban penggunaan (pekerjaan) sel jaringan tubuh yang berlangsung lama, disertai pengaruh diet yang berlebihan, beban fisik dan stres. Mengakibatkan sel jaringan rapuh (robek), dan mati. Adanya faktor genetik yang membatasi usia sel (Hayflick limit).

• Teori “clock” dan “counter”: Setiap sel diatur oleh suatu DNA yang disebut telomere (clock) yang terdapat pada bagian akhir setiap chromosom di dalam inti sel. Sesudah terjadi pembelahan sel, telomere akan mengecil dan memendek. Apabila telomere terlalu pendek akan menyebabkan sel menua dan mati. Pada penelitian diketemukan suatu enzim disebut telomerase (counter) yang dapat memperpanjang usia telomere. Sebagian besar sel tubuh mengandung telomerase, tetapi dalam keadaan “off” (tidak aktif) sehingga sel dapat tua dan mati, sedangkan dalam beberapa sel tubuh lain dalam posisi “on” misalnya hemopoietic cells asal sel darah yang tidak bisa mati ( immortal). Contoh lain sel kanker yang tidak dapat tua (mati), karena ia memproduksi telomerase (“on”) sehingga telomere tetap aktif. Dimasa datang terapi telomere dapat mengontrol waktu hidup setiap sel, menghambat telomerase pada sel kanker untuk menghentikan pertumbuhannya dan memperpanjang usia telomere pada aging sel sehingga sel tersebut menjadi remaja kembali.

Dr. Wong’s Hypothesis Grace Wong, Ph.D., adalah ilmuwan di departemen oncology moleculair Genentech menyatakan aging disebabkan terjadinya degradasi protein didalam sel akibat oksigen radikal bebas yang mengaktifasi enzim proteases (destructive enzym), banyaknya protein yang rusak mengakibatkan aging sel dapat mengalami apoptosis (mati). Antioxidant, seperti vitamin C dan E dapat mengikat radikal bebas dan mencegah aktifitas proteases. Pada penelitiannya ditemukan pula bahwa hormon pertumbuhan (HP) ternyata dapat mengaktifasi terbentuknya protease inhibitor yang menghambat langsung kerja proteases. Pada laboratorium percobaannya, HP mampu melindungi binatang dari efek radikal bebas yang mematikan saat dilakukan radiasi dan hyperoxia. Ini berarti bahwa biarpun banyak radikal bebas didalam sel akan tidak mampu mengaktifasi proteses sehingga proses kematian sel tidak terjadi. Pada penelitian akhir-akhir ini, menunjukan HP tidak hanya mempengaruhi sel saja, tetapi bekerja juga pada DNA (blueprint of the cell). • Accumulated Glycosolation Endproduct (AGE) Tanda lain dari aging sel adalah protein mengalami proses crosslinking (perlekatan). Suatu bentuk yang terjadi saat molecul gula mengikat protein dan DNA yang dikenal sebagai glycosolation yang membentuk AGE. Ini yang menyebabkan terjadinya katarak pada mata, penyumbatan pada pembuluh darah, hambatan filtrasi pada ginjal.

B. Teori Neuroendokrin • Dr. Dilman’s Hypothesis Vladimair Dilman mengatakan hypothalamic-pituitary axis dibentuk sebagai neuroendocrine “clock” aging. Seperti telomere “clock” yang mengontrol berapa kali suatu sel membelah diri, neuroendocrine mengatur waktu usia ratarata sistim organ tubuh kita. Pada saat kita muda feedback system antara hypothalamus, pituitary gland dan kelenjar endokrin lain bekerja sangat baik seperti thermostat ruangan. Mekanisme ini disebut homeostasis. Tetapi saat kita tua thermostat menjadi terganggu atau rusak, sehingga mengganggu homeostasis yang menyebabkan timbulnya proses aging pada sel dan sistim organ tubuh kita. Dr. Dilman yakin dengan mengembalikan homeostasis seperti pada saat kita remaja merupakan kunci untuk mengatur aging. Dialah yang mengilhami para anti-aging physicians bahwa aging dapat diobati.
C. Teori Imunitas

dikenal sebagai senyawa reaktif oksigen yang diterjemahkan dari reactive oxygen species (ROS). Teori Radikal Bebas Radikal bebas diartikan sebagai molekul yang relatif tidak stabil. satu bentuk radikal bebas.Dr. Namun bila dihasilkan melebihi batas kemampuan proteksi antioksidan seluler. Struktur sel yang berubah turut merubah fungsinya. penyakit infeksi. Adapun faktor yang mempengaruhi proses penuaan tersebut dapat dibagi atas dua bagian yaitu : • Proses Menua Intrinsik. Ini membuktikan adanya hubungan antara penuaan dengan menyusutnya kelenjar tymus dan menurunnya hormon pertumbuhan. Kelenjar thymus adalah organ utama pertama dari sistem imunitas yang terletak pada tulang dada atas bagian belakang. dll. Jika sudah terbentuk dalam tubuh maka akan terjadi reaksi berantai dan menghasilkan radikal bebas baru yang akhirnya jumlahnya terus bertambah. yang akan mengarah pada proses munculnya penyakit. atau proses menua sejati karena berlangsung alamiah. Keith Kelley. Pada penelitiannya dengan memberikan suntikan GH3 sel ( sel yang dibiakan dilaboratorium yang dapat mengeluarkan GH ) pada tikus tua dimana kelenjar tymusnya sudah menyusut. mempunyai satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan diorbit luarnya. . penyakit autoimmune. “GH3 Pituitary Adenoma Implants Can Reverse Thymic Aging”. Molekul tersebut bersifat reaktif dalam mencari pasangan elektronnya. Oksigen yang kita hirup akan diubah oleh sel tubuh secara konstan menjadi senyawa yang sangat reaktif . Hasil penelitiannya di publikasikan pada papernya. sampai usia 40 tahun terlihat tipis kecil dan sukar diketemukan pada usia diatas 60 tahun. Akibatnya T-cell lymphocyte berkurang seiring kita tua yang membuat terjadinya Auto Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dimana disertai dengan meningkatnya penyakit-penyakit seperti kanker. dan mengendalikan tonus otot polos pembuluh darah dan organ-organ dalam tubuh kita. Pada usia rata-rata 12 tahun kelenjar thymus mulai menyusut. termasuk ROS. penting artinya bagi kesehatan dan fungsi tubuh yang normal dalam memerangi peradangan. dari dalam tubuh sendiri secara fisiologis. Kelenjar tymus membesar dan tikus tua tersebut menjadi tikus muda kembali. peneliti imunologis University of Illinois mengatakan “Adanya hubungan terjadinya proses penuaan dengan penyusutan kelenjar thymus”. dimana berfungsi sebagai tempat pematangan T-cell lymphocytes yang peranannya sangat penting untuk melawan penyakit. Perubahan kulit menyeluruh sejalan dengan bertambahnya usia. membunuh bakteri. Sebenarnya radikal bebas. maka dia akan menyerang sel itu sendiri. D.

dengan . Paparan sinar matahari berlebih pada kulit tangan dan leher juga akan menimbulkan masalah yang sama besarnya. Selain itu. kering. dan melanoma maupun UVB yang bertanggung jawab atas kulit terbakar dan karsinoma. leher. Kolagen merupakan komponen utama di epidermis. Formula ini akan memberikan perlindungan ekstra terhadap radikal bebas. baik UVA yang bertanggung jawab atas noda gelap.• Proses Menua Ekstrinsik. Garis-garis di sekitar sudut mata seperti juga kerut antara hidung dan bibir bagian atas disebabkan serat elastis dalam kulit berkurang sehingga menyebabkan kulit mengendur dan melipat menjadi kerut/keriput. atau idebenone. Proses menua ekstrinsik yang paling cepat terlihat yaitu pada kulit yang sering terpajan wajah . • Terjadinya Kerut/Keriput Berkurangnya ketebalan dermis sebanyak 20% pada orang tua berkaitan dengan hilangnya serat elastin dan kolagen. sinar matahari tetap dapat sampai ke kulit saat terik. Sebagian besar garis-garis wajah dan kerut/keriput disebabkan oleh pemaparan berlebihan terhadap sinar UV. perubahan iklim dan radical bebas yang dapat mempercepat proses menua pada kulit. vitamin C. munculnya bintik hitam. Hilangnya serat-serat ini berdampak buruk terhadap kelembaban dan ketegangan kulit sehingga menimbulkan kerut/keriput. tangan. • Melupakan perawatan pada bagian tangan dan leher Wajah bukan satu-satunya yang butuh dilindungi. • Memakai make – up saat tidur • Bergonta – ganti produk perawatan • Memakai banyak produk perawatan sekaligus • Menghemat waktu tidur Mekanisme terjadinya Aging atau Penuaan • Gejala Penuaan Kerut/keriput merupakan gejala utama penuaan pada kulit. Walau terhalang awan. Penyebab Penuaan Dini • Melupakan sunscreen Sinar matahari merupakan penyebab utama terjadinya penuaan kulit. Kolagen dan elastin adalah komponen utama lapisan dermis. Namun umur bukanlah penyebab utama. kerut/keriput. dan hilangnya kekencangan kulit. Memilih sunscreen yang memiliki perlindungan luas dan bisa menghalangi UVA sekaligus UVB. terjadi akibat berbagai faktor dari (lingkungan) seperti matahari. Hanya garis tawa (laugh lines) yang merupakan dampak alami dari penuaan. Kedua area ini juga menunjukkan tanda-tanda penuaan seperti. pilihlah sunscreen yang juga diperkaya oleh formula antioksidan seperti resveratrol.

2. kelenjar keringat dan hormon estrogen. karena lapisan tanduk mudah lepas dan ada kecenderungan sel sel yang mati saling melekat di permukaan kulit. Kolagen kaya akan asam amino hidroksiprolin. Kulit Kekurangan Kolagen Gambaran klinis penuaan kulit sebagai berikut: 1. • Serat elastin lebih mengeras dan menebal sehinggga daya kenyal berkurang dan kulit menjadi kurang lentur. • Pengaruh kontraksi otot mimik yang tidak diikuti kontraksi kulit yang sesuai sehingga terlihat alur keriput didaerah wajah. tak dapat tegang • Proses menua pada tulang dan otot mengecil (atrofi) dan jaringan lemak bawah kulit menipis disertai kehilangan daya kenyalnya. disertai perubahan ukuran dan bentuk sel lapisan tanduk. tambahan ini dipindahkan setelah sekresi menghasilkan molekul kolagen. Kulit kering. serta penguapan air yang berlebihan. dan glisin. antara lain : • Sel pembentuk kologen berkurang. Selain itu terjadi kelainan pada proses keratinisasi. Gambar 1. Fibroblast dermis memproduksi prekursor yang dikenal sebagai pro kolagen. sebagian berkelompok dan mudah lepas sehingga terlihat sebagai sisik yang kasar. menyebabkan pembentukan baru dan penggantian yang tua menjadi lambat sehingga jumlah berkurang. Kulit menjadi kendor terutama pada dagu. tipis dan bersisik. Permukaan kulit kasar. Jumlah kelenjar keringat aktif menurun sehingga produksi keringat berkurang. . disebabkan karena menurunnya fungsi/aktifitas kelenjar minyak. hidroksilisin. Pro kolagen ini mengandung terdiri dari 300-400 asam amino tambahan pada setiap cabangnya. Keadaan ini disebabkan oleh karena perubahan faktor penunjang kulit.75% berat kering dan 18-30% volume lapisan epidermis. 3. menggelantung dengan kerutan atau keriput (wrinkles) dan garis ekspresi lebih jelas. elastisitas berkurang.

Kerutan ataupun keriput dapat diartikan secara sederhana sebagai penyebab menurunnya jumlah kolagen dermis. proses penuaan yang gejalanya terlihat jelas pada kulit seperti keriput. anda dapat menghilangkan efek dari penuaan dan photoaging (penuaan yang disebabkan oleh sinar matahari). Oleh sebab itu. kulit kasar. dengan kemajuan teknologi pengobatan kulit sekarang. Dalam hal ini. noda-noda gelap. Bagaimanapun. Bercak pigmentasi tidak merata pada permukaan kulit karenadistribusi pigmen melanin dan prolifrasi sel pembuat pigmen (melanosit).4. kerut/keriput dapat muncul pada wanita muda yang lebih dikenal dengan sebutan penuaan dini (premature aging). Indonesia mempunyai iklim tropis dengan sinar matahari melimpah yang dapat menyebabkan resiko tinggi terhadap kerusakan kulit atau penuaan dini (premature aging). Anti aging atau anti penuaan adalah sediaan untuk mencegah proses degeneratif. Sinar UV dianggap sebagai penyebab utama terjadinya penuaan dini. kosmetika dan perawatan tubuh yang . Gambar 2. Perbedaan Penampang kulit Pengobatan yang diaplikasikan langsung ke kulit biasanya lebih efektif. Kosmetika anti kerut/anti keriput sangat digemari oleh para wanita saat ini. Memang kerut/keriput identik dengan usia yang sudah lanjut. Masalah yang timbul pada kulit akibat sinar matahari dapat diatasi dengan pengobatan dermatologis. Namun. disertai fungsi yang menurun sehingga pengumpulan pigmen melanin tidak teratu Anti Aging atau Anti Kerut/Anti Keriput Efek Penuaan Anda tidak bisa membalikan waktu dan menjadi muda. Anda tidak dapat menjadi muda tapi anda dapat terlihat muda dan lebih menarik dengan perawatan anti penuaan atau lebih dikenal dengan anti aging.

bintik coklat kulit (brownspots) serta memulihkan efek kantong mata (eye-sack). . Bentuk ini diformulasikan dengan minyak. air. Proses pencerahan kulit dengan vitamin C dianggap lebih aman dibanding bahan lain. humectan. umumnya krim tipe emulsi adalah yang paling mudah dipakai dan dihilangkan dari kulit. Molekul antioksidan berfungsi sebagai sumber hidrogen labil yang akan berikatan dengan radikal bebas. seperti hidroquinone sehingga cocok bagi kulit wanita di Asia. dan kelembaban yang ada dalam kamar. Antioksidan “mengorbankan dirinya” untuk teroksidasi oleh radikal bebas sehingga melindungi protein atau asam amino penyusun kolagen dan elastin. selama masih dipakai mengobati. Cream merupakan bentuk kosmetik perawatan klasik karena range stabilitasnya yang lebar. Kualitas dasar krim. Disamping juga mencegah proses pembentukan bintik kecil kulit (freckle). yaitu semua zat dalam keadaan halus dan seluruh produk menjadi lunak dan homogen. Untuk menghilangkan dampak dari sinar UV dan sebagai anti kerut/anti keriput. 3. Menurut Moh. Antioksidan berfungsi menangkap radikal bebas dalam kulit akibat sinar UV dan polusi. Anief. yaitu: 1. Sedangkan menurut Farmakope Indonesia Edisi IV cream adalah sediaan semi solid yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. Vitamin C terbukti menekan proses pigmentasi kulit sehingga banyak juga digunakan sebagai bahan pemutih kulit wajah (whitening). telah tersedia banyak kosmetika yang mengandung antioksidan. Lunak. 2.berfungsi sebagai anti kerut/anti keriput banyak digunakan untuk mencegah dan menghilangkan dampak penuaan dini. stabil pada suhu kamar. Ukuran partikel emulsi sekitar >1000 nm. Mudah dipakai. Dalam proses tersebut. Stabil. berupa emulsi mengandung air tidak kurang dari 60% dan dimaksudkan untuk pemakaian luar ( FI III). antioksidan mengikat energi yang akan digunakan untuk pembentukan radikal bebas baru sehingga reaksi oksidasi berhenti. Tipe cream ada 2. Diantara antioksidan yang paling sering digunakan adalah vitamin C yang telah terbukti secara ilmiah. Definisi cream Cream merupakan sediaan setengah padat. yaitu tipe air minyak (w/o) dan tipe minyak air (o/w). dan komponen lainnya. Maka krim harus bebas dari inkopatibilitas. dimaksudkan untuk pemakaian luar. cream adalah sediaan setengah padat berupa emulsi kental mengandung tidak kurang dari 60% air.

obat harus terdispersi merata melalui dasar krim padat atau cair pada penggunaan Klasifikasi cream 1. pengental dan air murni). kecuali fase air ditambahkan ke dalam fase minyak. alkohol. 3. Cream berminyak mengandung zat pengemulsi W/O yang spesifik seperti adeps lanae. 4. dll) . .nonionic : gliserin stearat. Komponen cream anti aging Komponen sediaan cream anti aging terdiri atas : 1. asam lemak dll). BHA.anti mikroba .antikelat (EDTA) . golongan paraben. Vitamin C. cream jenis ini membutuhkan pengemulsi dengan HLB (Hydrophile/Lipophile Balance) sekitar 5-7. Jika emulgator tidak tepat. pewarna dan lain-lain. Tipe W/O Berbeda dengan tipe W/O.antioksidan (BHT. PEG sorbitan sabun asam lemak. Vitamin E. dll. Fase minyak (hidrokarbon.anionic : sabun asam lemak. Dalam sediaan anti aging terdapat beberapa zat tambahan yang dapat menambah aktivitas sediaan anti penuaan diantaranya adalah • Pelembab mengatasi keringnya kulit dengan memakai bahan-bahan yang dapat menarik.parfum. dapat terjadi pembalikan fase. Hormon pertumbuhan (growth hormone). Terdistribusi merata. 2. Cream W/O dan O/W membutuhkan emulgator yang berbeda.pengawet (asam sorbat. 2. Prinsip cream ini sama dengan tipe O/W. . Pembuatan cream O/W sering menggunakan zat pengemulsi campuran dari surfaktan (non ionik) yang umumnya merupakan rantai panjang alcohol walaupun untuk beberapa kosmetik pemakaian asam lemak lebih popular. Surfaktan/emulgator . Kerja . sodium alkil sulfat. Cream O/W (moisturizing cream) yang digunakan akan hilang tanpa bekas. Tipe O/W Pada cream tipe O/W fase minyak dan fase air disiapkan secara terpisah kemudian dicampur.4. Fase air (humektan. Tambahan . misal Ca. menahan atau mengikat air dalam lapisan stratum korneum). lilin. dll. wool alcohol atau ester asam lemak dengan atau garam dari asam lemak dengan logam bervalensi 2. dll. Cream ini menggunakan surfaktan non inonik (setil alcohol) dan surfaktan ampifilik (stearil alcohol) agar menjadikan cream lebih stabil.

• Antioksidan Antioksidan merupakan salah satu bahan yang terdapat pada kosmetik antipenuaan. menghambat. Semakin banyak antioksidan yang berguna untuk melindungi membran – membran lemak sel – sel. atau memperbaiki serangan radikal bebas yang mempercepat penuaan maka sangat masuk akal bila tubuh mengkonsumsi banyak antioksidan. protein – protein dan DNA genetik dalam batas – batas yang tidak berbahaya maka semakin berkurang kemampuan radikal bebas untuk menyerang dan menimbulkan kerusakan.tanda proses penuaan pada tubuh. Camelia sinensis. . tetapi ia mencegah hilangnya kelembaban yang telah ada. Centella asiatica. Antioksidan dapat menghentikan. Thea sinensis dan lain – lain. Mangifera indica.dari pelembab ini bukanlah menambah kelembaban pada kulit. Uncaria Gambir. • Ekstrak dari Tumbuhan Beberapa ekstrak tumbuhan yang sering digunakan pada kosmetik anti penuaan diantaranya adalah Sesamum indicum. Bila semakin kecil kerusakannya maka semakin kecil kemungkinan adanya tanda. Setiap ekstrak tumbuhan tersebut mengandung kandungan zat aktif yang berperan dalam proses anti penuaan dini pada kulit. Echinacea purpurea. • Tabir Surya Tabir Surya bertujuan perlindungan kulit terhadap sinar matahari dengan penyerapan radiasi sinar UV dan pantulan cahaya. Banyak kosmetik krim dan losion anti penuaan mengandung campuran tabir surya UV A dan UV B dengan SPF 15 sampai 20. Theobroma.

seperti estrogen concenterate/sintesis dan bahan-bahan kompleks. (Formularium Kosmetik Indonesia Hal 33) Formula Cream anti aging Sediaan cream anti aging dimaksudkan untuk mengembalikan penampilan yang kencang dan muda pada kulit wanita berusia diatas 40 tahun. 3. Mudah dicuci besih dari daerah lekatan.  Bebas partikulat keras dan tajam. harus memiliki kriteria : 1.II. 2. α-tokoferol (Vitamin E). 5. 4. Mudah dioleskan merata pada kulit. hidrolisat protein. harus memiliki sifat sebagai berikut :  Harus tetap homogen dan stabil. Bahan aktif yang terpenting adalah hormon-hormon folikel dan bahan yang erat hubungannya dengan itu. Sedangkan bahan aktif yang lain tergolong sebagai anti oksidan seperti . Tidak mengiritasi kulit. 6. askorbat (Vitamin C) dan mungkin juga terdapat royal jelly.  Tidak mengiritasi kulit. As. seperti ekstrak plasenta. dan enzim-enzim. Bebas partikulat keras dan tajam. Dalam penyimpanan.  Tidak berbau tengik. Tidak berbau tengik. . FORMULA KRIM ANTI AGING Kriteria sediaan cream yang baik Cream yang baik.

.0 0.2 0. ………………………….0 0. I 2.0 0.. …………………………..Contoh formula Paraffin wax Petrolatum Almond oil Isopropyl myristate Cethyl alcohol Anhydrous lanolin Stearic acid Pregnenolone Estrogen concenterate Triethanolamine Sorbitan monooleate Magnesium sulfate Glycerol Sorbitol liquid Preservative Perfume Air ………………………….5 4. ………………………….2 2.2 69.0 4.8 20. ………………………….. ………………………….....0 42.5 1.. …………………………. ………………………….. …………………………. ………………………….0 2.0 0. ………………………….2 33.5 4. ………………………….. …………………………. skin protectan Pelembab Emollient Emulsifier Emulsifier Emulsifier Zat aktif anti aging steroid hormon Zat aktif anti aging berupa hormon Emulsifier Surfaktan non ionik . …………………………..8 5. …………………………..0 0..2 0. …………………………..4 Humektan..2 II 7. emollient Humektan Pengawet Pewangi Pelarut Fungsi Basis krim Emollient.5 0.. ………………………….

III. jika perlu pemanasan. dengan hati-hati. tanpa memperhatikan tipe emulsi w/o atau o/w. Kemudian dimasukkan kedalam tangki penyimpanan untuk selanjutnya diisikan kedalam wadah-wadah (proses filling). anti oksidan yang telah dibuat sebelumnya dan dipanaskan pada suhu 70-800C dan ditambahkan parfum kemudian dilakukan proses stirring pada suhu 700C. Saat proses ini harus diperhatikan setting putaran kecepatan silinder dan temperatur final sehingga diperoleh krim yang stabil. Setelah itu dilakukan proses filtering dan proses pendinginan menggunakan Heat Exchanger untuk membuat krim dalam kualitas stabil. CARA PEMBUATAN Metode pembuatan Umumnya. . Jika dalam formula terdapat parfum atau minyak atsiri. suhu kedua fase diatur lebih kurang sama. Tambahkan fase air ke dalam fase minyak. surfaktan. campur zat pengemulsi yang larut dalam minyak ke dalam fase minyak. dan zat emulsi yang larut dalam air ke fase air. Fase minyak ini kemudian ditambahkan kedalam fase air (purified water) yang telah dicampur dengan humektan pada suhu 700C kemudian didinginkan. Cream tipe O/W ini dibuat dengan mencampurkan fase minyak yang terdiri atas fase minyak. Fase minyak ditambahkan kedalam fase air untuk dilakukan pre eliminary emulsification suhu 700C. Dan dilakukan proses emulsifikasi suhu 700C dengan alat Homomixer untuk membuat partikel seragam. ditambahkan ke dalam campuran setelah suhu mencapai suhu 45-500 C.

2) Homogenitas Pada pemeriksaan ini secara makroskopik dilihat apakah kadar atau ukuran partikel zat aktif sama di seluruh bagian krim. Uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan alat metalograf. Uji Mikrobiologi terdiri dari : 1) Angka Lempeng Total Menurut persyaratan yang ditetapkan oleh Badan POM tidak boleh lebih dari 5x102 koloni/ ml. Candida albicans) harus negatif. yaitu: A. yang meliputi warna. Pseudomonas aeruginosa. Adapun caranya adalah sebagai berikut : . bau dan bentuk sediaan.IV. 2) Mikroba Patogen Menurut persyaratan yang ditetapkan oleh Badan POM mikroba patogen (Staphylococcus aureus. Untuk zat aktif yang larut dalam fase internalnya dilihat apakah ukuran partikel minyak sama di seluruh bagian krim.Sejumlah krim yang akan diamati dioleskan pada kaca objek yang bersih dan kering sehingga membentuk suatu lapisan yang tipis. EVALUASI Evaluasi yang dilakukan pada sediaan cream Anti aging. . Uji Stabilitas Krim: 1) Organoleptis atau penampilan fisik Uji organoleptis dilakukan secara visual dengan menggunakan panca indera. B. kemuian ditutup dengan kaca preparat (cover glass).

Preparat krim diletakkan pada tempat yang tersedia pada metalograf. 3) Uji Viskositas (sifat Aliran) Secara umum kenaikan viskositas akan meningkatkan stabilitas sediaan. Krim dinyatakan homogen apabila krim mempunyai fase dalam yang tampak rata dan tidak menggumpal. penggunaannya untuk pengkajian shelf-life tidak berkenaan dengan harga viskositas absolut. Untuk membantu kulit mempertahankan pH. setelah kulit dibersihkan. dimana krim diberikan kepada panelis. Menggunakan viskometer ostwald. 4) Uji pH Krim sebaiknya memiliki pH yang sesuai dengan pH kulit yaitu 4.. beberapa sediaan topikal disesuaikan dengan pH kulit. Dilihat perubahan kulit selama 12 minggu pemakaian (Lumines .5 karena jika krim memiliki pH yang terlalu basa dapat menyebabkan kulit bersisik. sedangkan pH yang terlalu asam dapat menyebabkan iritasi kulit. tetapi engan perubahan dalam viskositas selama penyimpanan. Walaupun viskositas merupakan kriteria penampilan pokok. Pada saat menguji viskositas dapat diketahui kecenderungan atau kemajuan terjadinya creaming dan breaking. Pengamatan dilakukan dengan pembesaran 400 kali. pH krim dapat dengan mudah diketahui dengan Uji Efek Anti Aging • Dengan melihat ekspresi gen MMP-1 yang terdapat dalam sel fibroblas. • Pengujian langsung.5-6.

Formula Krim Anti aging di Pasaran POND’S AGE MIRACLE Harga : Rp 85.00 .000.

Pada sediaan untuk kulit CPS memeliki beberapa peran. dan membantu menyebarkan vitamin. mengurangi ketebalan dan ketidaknyamanan dari bahan berminyak lain. CPS merupakan golongan silikon yang biasa dipakai pada sediaan untuk rambut dan kulit. Seperti kebanyakan silikon Caprilyl methicone mempunyai kelebihan secara temporary dalam meningkatkan penampilan wajah dengan mengisi garis-garis halus dan keriput dan memberikan penampilan yang lebih muda. humektan/pembasah. melembutkan kulit.Karakteristik Bahan: • • Water (Air) Digunakan sebagai pelarut atau diluent. Dikenal juga sebagai gliserol merupakan bahan pembantu yang tidak berbau dan berbentuk cairan kental. Gliserin aman untuk digunakan. Caprylic/Capric Trigliserida • • • . seperti mengikat bahan lain menjadi satu. melumasi kulit (melembabkan kulit). serbuk hidrofobik. CPS sangat mudah larut sehingga membuat kulit nampak lebih bersinar. Caprilyl Methicone Merupakan Alkilmetil silikon berbentuk cairan jernih. dan bahan lainnya yang terdapat pada sediaan kosmetik. Disamping itu. pigmen. Karena sifat kelembabannya gliserin gliserin dapat menarik air dari udara sehingga membuat kulit selalu lembab. mudah menyebar. berfungsi juga sebagai co-solubilizer antara silikon dan minyak organik. Glycerin Merupakan zat tambahan yang digunakan untuk emollient. Digunakan pada kosmetik untuk membuat kulit terasa selembut sutera. Cyclopentasiloxane Merupakan pelembab yang biasa digunakan pada sediaan untuk intensiv kolagen.

Memiliki viskositas yang rendah. lotion matahari.oklusif . Silikon jenis ini digunakan dalam produk kulit menghasilkan efek perasaan halus yang luar biasa. Asam Caprylic/Capric membuat kulit kering dan lembut yang diperoleh dari esternya. sunscreen. pembentuk film. Acryates Crosspolymer Berfungsi sebagai penstabil emulsi. Crosspolymer dimethicone biasanya dibuat dalam bentuk gel transparan. Dimethicone Crosspolymer Merupakan salah satu dari grup Silikon Elastomer. halus dan memberikan efek penanda halus. dan pengontrol viskositas. dan didaftarkan sebagai bahan aktik dengan tujuan melindungi kulit. Beberapa kosmetik menggunakan dimethicone hingga konsentrasi 15%. Sucrose Distearate Digunakan sebagai moisturizer. "dasar halus" dan seterusnya. emollient. dimeticone dan polimer lainnya yang berhubungan dinyatakan aman untuk digunakan. Titanium Dioxide/Dimehicone Digunakan sebagai pemberi warna (pemutih). bahan peningkat viskositas mengandung air. Menyebabkan resiko kesehatan kulit tapi hal ini bergantung pada reaksi kulit. Penggunaan pada kulit biasanya untuk kulit yang sensitif dan berminyak. perasaan elegan menggunakan krim. produk anti penuaan wajah dan sebagainya. "cream halus". dan disukai kulit. bahan peningkat viskositas tidak mengandung air. Crosspolymer dimethicone adalah bahan utama dari krim tabir surya. PEG-10 Dimethicone Merupakan polimer yang dibuat dari dimethicone dan polyoxyethylen. Jika terhirup mungkin dapat menyebabkan karsinogenik pada manusia. "mousse tabir surya". Dimethicone Digunakan secara luas dalam produk kosmetik sebagai lotion pelembab. Pottasium Chloride Digunakan untuk pengatur PH.• • • • • • • • Merupakan fraksi spesifik dari minyak kelapa. Menurut CIR. tidak lengket. Digunakan sebagai agen mengkondisikan kulit dengan cara membuat miscellaneous. Stearyl Dimethicone Berfungsi sebagai agen pengkondisi kulit. selain itu KCl dapat digunakan untuk membersihkan permukaan kulit dari sel-sel kulit mati. Produk yang dibuat oleh Crosspolymer Dimethicone dapat disebut sebagai "bubuk mousse". Asam lemak yang dihasilkan lebih stabil. kering. krim tangan. sun spray. perlindungan terhadap antioksidan dengan waktu paruh yang tidak terbatas. mengentalkan. emulsifier. stabilitas oksidatif yang sangat baik.

Ammonium Lactate Merupakan moisturizer.miscellaneous Cetyl alcohol Berfungsi sebagai emulsifier Butylen Glycol Berfungsi sebagai pelarut. Disteardimonium Hectorite Derivat sayuran yang merupakan zat pengsuspensi digunakan untuk mengentalkan sediaan yang berbasis minyak dan berfungsi sebagai penstabil emulsi. sehingga melindungi kosmetik dan produk perawatan pribadi dari pembusukan. Digunakan sebagai pengawet yang merupakan turunan dari formaldehid. bersisik. dan berbentuk kristal padat. • • • • • • • Acetamide MEA Berfungsi sebagai moisturizer yang dapat meningkatkan kelembaban pada permukaan kulit. emollient. dan agen untuk menurunkan viskositas. Isomerized Linoleic Acid Berfungsi sebagai film forming (pembentuk film). Octadecene Retynil Palmitate Berfungsi sebagai agen pengkondisi kulit . Dapat menyebabkan iritasi pada kulit alergi dan sensitif. dan gatal Disodium EDTA Digunakan sebagai antioksidan. merupakan bahan yang larut dalam lemak.• • • • • • • • • Parfume Digunakan sebagai korigensia. pelindung. Stearic acid Digunakan sebagai emulsifier. Cholesterol Merupakan turunan steroid yang merupakan hormon digunakan untuk mengencangkan kulit. pengkondisian kulit. DMDM Hydantoin Berwarna putih. Helianthus Annus (sunflower) Agen pengkondisi kulit-oklusif. . Iodopropynyl Butylcarbamate Sebagai pengawet mencegah atau memperlambat pertumbuhan bakteri. agar sediaan harum. Magnesium Sulfate Digunakan sebagai bahan yang dapat meningkatkan daya lekat krim pada kulit. tergolong antioksidan sinergis. digunakan untuk kulit kering.

00 Karakteristik Bahan: .000.• • BHT Sebagai antioksidan Cl 17200 Sebagai pemberi warna pada sediaan kosmetik OLAY 7 TOTAL EFFECTS Harga: Rp 75.

Isopropyl Isostearate digunakan dalam produk kecantikan sebagai pengikat. Butil methoxydibenzoylmethane juga dapat digunakan untuk melindungi kosmetik dan produk perawatan pribadi dari kerusakan dengan cara menyerap. bila diterapkan ke kulit. Ethylhexyl Salicilate Salicylate Ethylhexyl (juga dikenal sebagai Slicylate Octyl) adalah senyawa organik yang digunakan sebagai bahan dalam tabir surya dan kosmetik untuk menyerap sinar UVB dari matahari. Butyl Methoxydibenzoylmethane Di Amerika terdaftar dengan nama Avobenzone. namun tidak melindungi terhadap sinar UVA jangka panjang. radiasi UV merupakan penyebab signifikan dari penuaan dini pada kulit dan memberikan kontribusi untuk perkembangan melanoma dan bentuk lain dari kanker kulit. amida dari asam nikotinat. mengurangi hiperpigmentasi dan merangsang mikrosirkulasi di dermis. Niacinamide Niacinamide juga dikenal sebagai amida asam nikotinat dan nicotinamide.• • • • • • • • Water Digunakan sebagai pelarut atau diluent. mencegah kulit dari kehilangan kadar air. memiliki kemampuan untuk memblokir sinar UVB. digunakan sebagai bahan aktif dalam tabir surya karena kemampuannya untuk menyerap UVB dan UVA gelombang pendek (ultraviolet) sinar dan melindungi kulit dari kerusakan DNA langsung Phenylbenzimidazole Sulfonic acid Bahan aktif tabir surya Juga dikenal sebagai Ensuizole adalah senyawa organik yang digunakan dalam tabir surya dan kosmetik lainnya dan produk kecantikan dengan tabir surya SPF atau komponen karena kemampuannya untuk memblokir sinar UVB. humektan/pembasah. sinar UV. karena ini. dan humektan. emollient. sering . Gliserin aman untuk digunakan. menurut studi yang dipublikasikan. Aplikasi topikal dari Niacinamide telah terbukti dapat meningkatkan kadar asam lemak bebas dan ceramide pada kulit. Octocrylene Bahan aktif tabir surya. Selain menyebabkan kulit terbakar. Ini membantu mengunci kelembaban dan membuat kulit terasa halus. yaitu vitamin B3 (juga dikenal sebagai niacin).agen pengkondisian kulit. Glycerin Merupakan zat tambahan yang digunakan untuk emollient. Karena sifat kelembabannya gliserin gliserin dapat menarik air dari udara sehingga membuat kulit selalu lembab. Dikenal juga sebagai gliserol merupakan bahan pembantu yang tidak berbau dan berbentuk cairan kental. menyerap sinar UV.

Tocopheryl acetate Dibentuk dari vitamin E. itu memberikan nuansa halus dan membantu mencegah hilangnya kelembaban. emulsifier. Sucrose Polycottonseedate Berfungsi sebagai emollient. . sunscreen. Fungsi lainnya termasuk mengubah kekentalan cairan. Pelarut. Manik Polyacrylamide kecil dapat digunakan dalam produk pembersih kulit sebagai abrasif. zinc oxide atau Tinosorb. Agen penurun viskositas. Polyacrylamide ditemukan dalam produk-produk tabir surya untuk membantu mempertahankan tabir surya pada kulit setelah perendaman dalam air. Ketika diterapkan pada kulit. mengentalkan. Panthenol PTFE Sebuah pelembab penetrasi mendalam yang menyerap ke dalam kulit dan diubah menjadi asam pantotenat. Behenyl alcohol Emulsifier yang menjaga minyak dan bagian cair tidak berpisah. dan menstabilkan busa. vitamin B kompleks. Ini adalah ester dari asam asetat dan Tokoferol dan sering digunakan sebagai alternatif untuk Tokoferol murni (atau diencerkan Vitamin E) karena dianggap lebih stabil dan kurang asam. C-13 -14 Isoparaffin Berfungsi sebagai pelarut Benzyl alcohol Berfungsi sebagai Pengawet. Jika terhirup mungkin dapat menyebabkan karsinogenik pada manusia. Triethanolamine membantu untuk membentuk emulsi dengan mengurangi tegangan permukaan zat yang akan diemulsikan sehingga bahan yang larut dalam air dan larut minyak dapat dicampur bersama-sama. Bahan-bahan ini juga mengurangi kecenderungan untuk menghasilkan produk jadi busa saat dikocok. Selain itu. Stearyl alcohol membantu untuk membentuk emulsi dan mencegah emulsi dari memisahkan menjadi minyak dan komponen cair. titanium dioksida.• • • • • • • • • • • dipasangkan dengan bahan-bahan lainnya. juga digunakan untuk mengontrol pH kosmetik dan produk perawatan pribadi. Cetyl Alcohol Berfungsi sebagai emulsifier Titanium Dioxide Digunakan sebagai pemberi warna (pemutih). agen kulit udara alami dan antioksidan. Menyebabkan resiko kesehatan kulit tapi hal ini bergantung pada reaksi kulit. termasuk avobenzone. meningkatkan kapasitas berbusa.

dan memberikan beludru setelah sentuhan. Emulsifier digunakan dalam minyak dalam formulasi air. meskipun PEG stearates secara umum juga dikenal untuk membersihkan kulit dan rambut dengan membantu air untuk bercampur dengan minyak dan kotoran sehingga mereka dapat dihilangkan. mata. emulsifier. rambut. Mereka juga digunakan untuk menjaga emulsi dari memisahkan menjadi minyak dan komponen cair. Bahan-bahan ini juga digunakan untuk mengubah kekentalan produk cair dan untuk meningkatkan kapasitas berbusa atau untuk menstabilkan busa. wajah. Carbomer sering digunakan untuk mengontrol konsistensi dan aliran kosmetik dan produk perawatan pribadi. deodoran dan produk pelembab. Dapat diturunkan secara alami (dari kelapa / minyak jagung) atau kimiawi disintesis. Laureth-7 digunakan sebagai pengemulsi dan surfaktan dalam formulasi berbagai produk mandi. serta pelembut kutikula. sering digunakan untuk merawat kulit kering melalui minyak esensial seperti kayu putih dan minyak primrose Fragrance Berfungsi sebagai odoris pemberi aroma. Methylparaben Pengawet Laureth-7 Sebuah surfaktan dan emulsifier. PEG-100 Stearate terutama digunakan oleh industri kosmetik dan perawatan kecantikan sebagai emolien. Ethylparaben Sebuah pengawet yang ditemukan dalam produk perawatan kulit. dan pewangi Sodium ascorbyl phospate • • • • . pembersihan dan produk tabir surya. dan pelembab.• • • • • • Carbomer Carbomers membantu untuk mendistribusikan atau mensuspensikan bahan padat tidak larut dalam cairan. Cetearyl alcohol Alkohol Cetearyl dan alkohol lemak lainnya menjaga emulsi dari memisahkan menjadi minyak dan komponen cair. Ini membantu menjaga kelembaban kulit dan rambut. Cetearyl glucoside Dibentuk oleh kondensasi alkohol cetearyl (asam lemak) dengan glukosa. Propyl paraben Berfungsi sebagai pengawet. PEG-100 stearate Sebuah emollient dan emulsifier.

mandi gelembung. Hydroxyisohexyl 3Cyclohexene carboxaldehyde adalah wewangian dan bahan masking digunakan dalam produk perawatan kulit. Zinc oxide Seng oksida digunakan sebagai agen bulking dan pewarna. Triethoxycaprylysilane Merupakan emulsifier Sedikit informasi yang tersedia mengenai Triethoxycaprylylsilane. Camelia sinensis leaf extract Ekstrak daun dari tanaman teh camellia sinensis. Butylphenyl propional Berfungsi sebagai bahan wewangian. Benzyl salicilate Berfungsi sebagai bahan wewangian dan sebagai penyerap sinar ultraviolet. tergolong antioksidan sinergis.isomethyl ionone Digunakan sebagai parfum. anti-inflamasi dan bahan anti-penuaan. sehingga melindungi kosmetik dan produk perawatan pribadi dari pembusukan. ahli kulit yang paling umum merekomendasikan teh hijau sebagai antioksidan kuat. tetapi diklasifikasikan sebagai eter siloksan yang berfungsi sebagai agen pengikat dan emulsifier . surfaktan. Stearic acid Digunakan sebagai emulsifier. Iodopropynyl Butylcarbamate Sebagai pengawet mencegah atau memperlambat pertumbuhan bakteri. dianggap menjadi pelopor yang sangat stabil Vitamin C yang mampu membebaskan antioksidan kuat di kulit Disodium EDTA Digunakan sebagai antioksidan. PEG-4 laurate Berfungsi sebagai surfaktan dan emulsifying agent. produk perawatan rambut dan pelembab. • • • • Hydroxyisohexyl 3-cyclohexane carboxaldehyde Sebuah bahan parfum juga dikenal sebagai Lyral. BHT Berfungsi sebagai antioksidan. Alpha. merupakan bahan yang larut dalam lemak. Menambahkan wewangian untuk berbagai produk termasuk lotion aftershave. Sering disebut sebagai ekstrak teh hijau. Dalam produk obat OTC. Ammonium polyacrylate Emulsi stabilizer.• • • • • • • • • Derivat vitamin C. pembentul film. digunakan sebagai pelindung kulit dan agen tabir surya.

Gliserin aman untuk digunakan. Bulking. pengendali Viskositas Myristyl Myristate • • • • . Ketika diterapkan pada kulit. Seperti semua silikon lainnya. Dikenal juga sebagai gliserol merupakan bahan pembantu yang tidak berbau dan berbentuk cairan kental. Karena sifat kelembabannya gliserin gliserin dapat menarik air dari udara sehingga membuat kulit selalu lembab. memberikan perasaan halus & licin dengan sentuhan dan bertindak seperti air ringan penolak dengan membentuk lapisan pelindung pada kulit. Hal ini juga dapat mengisi garis-garis halus / kerutan. Glycerin Merupakan zat tambahan yang digunakan untuk emollient.• • Cl 19140 Pemberi warna kosmetik (acid yellow) Cl 16035 Pemberi warna kosmetik (allura red) Loreal Plenitude Revitalift Anti-Wrinkle & Firming Night Cream Karakteristik Bahan: • • Water Digunakan sebagai pelarut atau diluent. Mineral Oil Berfungsi sebagai emollient. bahan ini memiliki fluiditas unik yang membuatnya mudah spreadable. memberikan wajah yang sementara "gemuk" terlihat. humektan/pembasah. Nylon 66 Opasitas. dan pelarut. Cyclohexasiloxane Terutama bekerja sebagai agen pendingin kulit dan emolien.

surfaktan. merupakan bahan yang larut dalam lemak. bahan pembersih. agen opasitas. termasuk sebagai bahan wewangian. Tocopheryl Acetate Dibentuk dari vitamin E. pengontrol viskositas PEG 20 Stearate membersihkan kulit dan rambut dengan membantu air untuk bercampur dengan minyak dan kotoran sehingga mereka dapat dibilas lagi. Selain itu. dan emolien Glyceryl Stearate Stearat gliseril bertindak sebagai pelumas di permukaan kulit. digunakan dalam produk kecantikan dan kosmetik untuk berbagai properti. Triethanolamine membantu untuk membentuk emulsi dengan mengurangi tegangan permukaan zat yang akan diemulsikan sehingga bahan yang larut dalam air dan larut minyak dapat dicampur bersama-sama. Palmitic Acid Dalam penuaan kulit kadar asam palmitat dapat menurun sebanyak 56%. • • • Stearyl Alcohol membantu untuk membentuk emulsi dan mencegah emulsi dari memisahkan menjadi minyak dan komponen cair. agen kulit udara alami dan antioksidan.Aqueous. Bahan-bahan ini juga mengurangi kecenderungan untuk menghasilkan produk jadi busa saat dikocok. Stearate gliseril. juga digunakan untuk mengontrol pH kosmetik dan produk perawatan pribadi. Hal ini juga memperlambat hilangnya air dari kulit dengan membentuk penghalang di permukaan kulit. dan merupakan agen kekentalan efektif juga. yang memberikan penampilan kulit lembut dan halus. Dipropylene Glycol digunakan sebagai pelarut dan agen penurunan viskositas cosmtics dan produk perawatan pribadi. Ini adalah ester dari asam asetat dan Tokoferol dan sering digunakan sebagai alternatif . Lithium Magnesium Sodium Silicate Bulking Agent. Agen Meningkatkan Viskositas . zat pengemulsi. Stearic Acid Digunakan sebagai emulsifier.• • • • • • Lilin ester. Miristil miristat merupakan enhancer emulsi yang baik yang menanamkan efek opasitas putih atau penampilan mengkilap. dan Stearate Gliseril SE membantu untuk membentuk emulsi dengan mengurangi tegangan permukaan zat yang akan diemulsikan.

tergolong antioksidan sinergis.KK. DAFTAR PUSTAKA Ainnley Wada And Paul J. Fatma Latifah. volume III. Propylparaben Berfungsi sebagai pengawet. Sp. Retno Iswari Tranggono. Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik.• • • • • untuk Tokoferol murni (atau diencerkan Vitamin E) karena dianggap lebih stabil dan kurang asam. Apt Cosmeology-Theory and Practice. Karlheinz and Andreas Domsch. & Dra. Dr. Cetyl Alcohol Berfungsi sebagai emulsifier Methylparaben Pengawet Disodium EDTA Digunakan sebagai antioksidan. 2005 . Berfungsi sebagai odoris pemberi aroma. Handbook Of Pharmaceutical Exipients. dan pewangi Fragrance. Weller.

truthinaging. M. Chapter 12. H.. edited takeo mitsui. Anti Aging Medicine : A Patient / Practitioner Movement to Redefine Aging: Artikel dari Social Science & Medicine (www. 1971.com/ingredients http://www. Ph.org/skindeep/ingredient Immanuel. “Samson Wright’s Applied Physiology”. Twelfth Edition.d. § 57 (494-500) H.org/ingredient_details.com/locate/sosscimed) vol. Chemical Publishig Co. Ph.D and Eric Neil. Robert Berkow. . Editor.D Goulden.D.elsevier. Thirteenth edition 1977. Power edward sagarin. Inc New York 2000 http://www.62 no. Courtney Everts. Las Vegas November 30th – December 1th 2004. Emil G Harmann Donald.php http://www. halaman 82 International Hormone Society.Cyril A Keele.. halaman 643653 New cosmetic science.com/cosmetic-ingredients http://www. Oxford University Press. Suzanna. 2000. R.cosmeticanalysis.. The Merck Manual of Diagnosis and Therapy. Ltd 1997. 2008). Interscience Publishers Inc: New york Harry’s Cosmetology eigth edition. Rieyer M. Mykytyn.ewg.D. “A Practical Application of Treating Adult Hormone Deficiencies”.3 (Feb. Inc. New York.cosmeticsinfo. 35 no.d Former Senior Executive Director And Director Research And Development Division Shiseido Co. Pemeriksaan Laboratorium dalam Anti Aging Medicine.2006). Harry’s Cosmetiology.Cosmetics science and technology. M. 1244 – 1265. First Practical Symposium. Artikel dari Cermin Dunia Kedokteran vol. M. Eighth Edition. Rieger. Chemical Publishing Co.. 2/161 (Apr. edited by Matin M.1957.

M.UI-Press: Jakarta . Copyright 1999: 17 – 26 Wasiaatmadja. “Ten Weeks To A Younger You” . Syarif. Penuntun Ilmu Kosmetik Medik. 1997.D . M.Ronald Klatz.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful