I.

PENDAHULUAN

Proses penuaan meupakan proses yang dialami setiap makhluk hidup. Hal ini dapat berlangsung secara fisiologis maupun patologis. Umur manusia telah ditentukan, namun banyak faktor yang dapat mempengaruhinya. Banyak teori yang menjelaskan mengenai proses penuaan sel antara lain teori Telomere, Teori “wear-and tear”, Teori Mutasi Somatik, Teori “akumulasi kesalahan” ,Teori akumulasi sampah, Teori autoimun, teori “Aging-Clock”, Teori “Cross-Linkage”, Teori “radikal bebas “, Mitohormesis. Secara umum teori penuaan dibagi dalam 3 kelas besar. Walaupun demikian, proses penuaan sel adalah multifaktorial baik secara intrinsik maupun ekstrinsik. Teori Aging (Penuaan) A. Teori sel • Teori Wear and Tear

Dr. August Weismann, tahun 1882 menyatakan teori ini berdasarkan pada beban penggunaan (pekerjaan) sel jaringan tubuh yang berlangsung lama, disertai pengaruh diet yang berlebihan, beban fisik dan stres. Mengakibatkan sel jaringan rapuh (robek), dan mati. Adanya faktor genetik yang membatasi usia sel (Hayflick limit).

• Teori “clock” dan “counter”: Setiap sel diatur oleh suatu DNA yang disebut telomere (clock) yang terdapat pada bagian akhir setiap chromosom di dalam inti sel. Sesudah terjadi pembelahan sel, telomere akan mengecil dan memendek. Apabila telomere terlalu pendek akan menyebabkan sel menua dan mati. Pada penelitian diketemukan suatu enzim disebut telomerase (counter) yang dapat memperpanjang usia telomere. Sebagian besar sel tubuh mengandung telomerase, tetapi dalam keadaan “off” (tidak aktif) sehingga sel dapat tua dan mati, sedangkan dalam beberapa sel tubuh lain dalam posisi “on” misalnya hemopoietic cells asal sel darah yang tidak bisa mati ( immortal). Contoh lain sel kanker yang tidak dapat tua (mati), karena ia memproduksi telomerase (“on”) sehingga telomere tetap aktif. Dimasa datang terapi telomere dapat mengontrol waktu hidup setiap sel, menghambat telomerase pada sel kanker untuk menghentikan pertumbuhannya dan memperpanjang usia telomere pada aging sel sehingga sel tersebut menjadi remaja kembali.

Dr. Wong’s Hypothesis Grace Wong, Ph.D., adalah ilmuwan di departemen oncology moleculair Genentech menyatakan aging disebabkan terjadinya degradasi protein didalam sel akibat oksigen radikal bebas yang mengaktifasi enzim proteases (destructive enzym), banyaknya protein yang rusak mengakibatkan aging sel dapat mengalami apoptosis (mati). Antioxidant, seperti vitamin C dan E dapat mengikat radikal bebas dan mencegah aktifitas proteases. Pada penelitiannya ditemukan pula bahwa hormon pertumbuhan (HP) ternyata dapat mengaktifasi terbentuknya protease inhibitor yang menghambat langsung kerja proteases. Pada laboratorium percobaannya, HP mampu melindungi binatang dari efek radikal bebas yang mematikan saat dilakukan radiasi dan hyperoxia. Ini berarti bahwa biarpun banyak radikal bebas didalam sel akan tidak mampu mengaktifasi proteses sehingga proses kematian sel tidak terjadi. Pada penelitian akhir-akhir ini, menunjukan HP tidak hanya mempengaruhi sel saja, tetapi bekerja juga pada DNA (blueprint of the cell). • Accumulated Glycosolation Endproduct (AGE) Tanda lain dari aging sel adalah protein mengalami proses crosslinking (perlekatan). Suatu bentuk yang terjadi saat molecul gula mengikat protein dan DNA yang dikenal sebagai glycosolation yang membentuk AGE. Ini yang menyebabkan terjadinya katarak pada mata, penyumbatan pada pembuluh darah, hambatan filtrasi pada ginjal.

B. Teori Neuroendokrin • Dr. Dilman’s Hypothesis Vladimair Dilman mengatakan hypothalamic-pituitary axis dibentuk sebagai neuroendocrine “clock” aging. Seperti telomere “clock” yang mengontrol berapa kali suatu sel membelah diri, neuroendocrine mengatur waktu usia ratarata sistim organ tubuh kita. Pada saat kita muda feedback system antara hypothalamus, pituitary gland dan kelenjar endokrin lain bekerja sangat baik seperti thermostat ruangan. Mekanisme ini disebut homeostasis. Tetapi saat kita tua thermostat menjadi terganggu atau rusak, sehingga mengganggu homeostasis yang menyebabkan timbulnya proses aging pada sel dan sistim organ tubuh kita. Dr. Dilman yakin dengan mengembalikan homeostasis seperti pada saat kita remaja merupakan kunci untuk mengatur aging. Dialah yang mengilhami para anti-aging physicians bahwa aging dapat diobati.
C. Teori Imunitas

Sebenarnya radikal bebas.Dr. yang akan mengarah pada proses munculnya penyakit. Keith Kelley. . Teori Radikal Bebas Radikal bebas diartikan sebagai molekul yang relatif tidak stabil. Jika sudah terbentuk dalam tubuh maka akan terjadi reaksi berantai dan menghasilkan radikal bebas baru yang akhirnya jumlahnya terus bertambah. satu bentuk radikal bebas. Struktur sel yang berubah turut merubah fungsinya. peneliti imunologis University of Illinois mengatakan “Adanya hubungan terjadinya proses penuaan dengan penyusutan kelenjar thymus”. Perubahan kulit menyeluruh sejalan dengan bertambahnya usia. atau proses menua sejati karena berlangsung alamiah. membunuh bakteri. Ini membuktikan adanya hubungan antara penuaan dengan menyusutnya kelenjar tymus dan menurunnya hormon pertumbuhan. dimana berfungsi sebagai tempat pematangan T-cell lymphocytes yang peranannya sangat penting untuk melawan penyakit. Oksigen yang kita hirup akan diubah oleh sel tubuh secara konstan menjadi senyawa yang sangat reaktif . mempunyai satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan diorbit luarnya. Hasil penelitiannya di publikasikan pada papernya. Kelenjar thymus adalah organ utama pertama dari sistem imunitas yang terletak pada tulang dada atas bagian belakang. Kelenjar tymus membesar dan tikus tua tersebut menjadi tikus muda kembali. Pada usia rata-rata 12 tahun kelenjar thymus mulai menyusut. Adapun faktor yang mempengaruhi proses penuaan tersebut dapat dibagi atas dua bagian yaitu : • Proses Menua Intrinsik. dikenal sebagai senyawa reaktif oksigen yang diterjemahkan dari reactive oxygen species (ROS). sampai usia 40 tahun terlihat tipis kecil dan sukar diketemukan pada usia diatas 60 tahun. penyakit infeksi. dari dalam tubuh sendiri secara fisiologis. Pada penelitiannya dengan memberikan suntikan GH3 sel ( sel yang dibiakan dilaboratorium yang dapat mengeluarkan GH ) pada tikus tua dimana kelenjar tymusnya sudah menyusut. D. Akibatnya T-cell lymphocyte berkurang seiring kita tua yang membuat terjadinya Auto Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dimana disertai dengan meningkatnya penyakit-penyakit seperti kanker. termasuk ROS. maka dia akan menyerang sel itu sendiri. “GH3 Pituitary Adenoma Implants Can Reverse Thymic Aging”. penting artinya bagi kesehatan dan fungsi tubuh yang normal dalam memerangi peradangan. dan mengendalikan tonus otot polos pembuluh darah dan organ-organ dalam tubuh kita. Molekul tersebut bersifat reaktif dalam mencari pasangan elektronnya. dll. penyakit autoimmune. Namun bila dihasilkan melebihi batas kemampuan proteksi antioksidan seluler.

Walau terhalang awan. Namun umur bukanlah penyebab utama. dengan . kerut/keriput. Kolagen dan elastin adalah komponen utama lapisan dermis. dan melanoma maupun UVB yang bertanggung jawab atas kulit terbakar dan karsinoma. Paparan sinar matahari berlebih pada kulit tangan dan leher juga akan menimbulkan masalah yang sama besarnya. Hilangnya serat-serat ini berdampak buruk terhadap kelembaban dan ketegangan kulit sehingga menimbulkan kerut/keriput. dan hilangnya kekencangan kulit. Kolagen merupakan komponen utama di epidermis. pilihlah sunscreen yang juga diperkaya oleh formula antioksidan seperti resveratrol.• Proses Menua Ekstrinsik. kering. Sebagian besar garis-garis wajah dan kerut/keriput disebabkan oleh pemaparan berlebihan terhadap sinar UV. Memilih sunscreen yang memiliki perlindungan luas dan bisa menghalangi UVA sekaligus UVB. perubahan iklim dan radical bebas yang dapat mempercepat proses menua pada kulit. leher. terjadi akibat berbagai faktor dari (lingkungan) seperti matahari. baik UVA yang bertanggung jawab atas noda gelap. Formula ini akan memberikan perlindungan ekstra terhadap radikal bebas. Hanya garis tawa (laugh lines) yang merupakan dampak alami dari penuaan. tangan. Proses menua ekstrinsik yang paling cepat terlihat yaitu pada kulit yang sering terpajan wajah . Penyebab Penuaan Dini • Melupakan sunscreen Sinar matahari merupakan penyebab utama terjadinya penuaan kulit. munculnya bintik hitam. sinar matahari tetap dapat sampai ke kulit saat terik. atau idebenone. • Memakai make – up saat tidur • Bergonta – ganti produk perawatan • Memakai banyak produk perawatan sekaligus • Menghemat waktu tidur Mekanisme terjadinya Aging atau Penuaan • Gejala Penuaan Kerut/keriput merupakan gejala utama penuaan pada kulit. Selain itu. • Terjadinya Kerut/Keriput Berkurangnya ketebalan dermis sebanyak 20% pada orang tua berkaitan dengan hilangnya serat elastin dan kolagen. Kedua area ini juga menunjukkan tanda-tanda penuaan seperti. Garis-garis di sekitar sudut mata seperti juga kerut antara hidung dan bibir bagian atas disebabkan serat elastis dalam kulit berkurang sehingga menyebabkan kulit mengendur dan melipat menjadi kerut/keriput. vitamin C. • Melupakan perawatan pada bagian tangan dan leher Wajah bukan satu-satunya yang butuh dilindungi.

Kulit Kekurangan Kolagen Gambaran klinis penuaan kulit sebagai berikut: 1. Keadaan ini disebabkan oleh karena perubahan faktor penunjang kulit. menggelantung dengan kerutan atau keriput (wrinkles) dan garis ekspresi lebih jelas. 3. elastisitas berkurang. Selain itu terjadi kelainan pada proses keratinisasi. serta penguapan air yang berlebihan. Jumlah kelenjar keringat aktif menurun sehingga produksi keringat berkurang. . 2. sebagian berkelompok dan mudah lepas sehingga terlihat sebagai sisik yang kasar. • Serat elastin lebih mengeras dan menebal sehinggga daya kenyal berkurang dan kulit menjadi kurang lentur. disertai perubahan ukuran dan bentuk sel lapisan tanduk. karena lapisan tanduk mudah lepas dan ada kecenderungan sel sel yang mati saling melekat di permukaan kulit. • Pengaruh kontraksi otot mimik yang tidak diikuti kontraksi kulit yang sesuai sehingga terlihat alur keriput didaerah wajah. kelenjar keringat dan hormon estrogen. menyebabkan pembentukan baru dan penggantian yang tua menjadi lambat sehingga jumlah berkurang. tambahan ini dipindahkan setelah sekresi menghasilkan molekul kolagen.75% berat kering dan 18-30% volume lapisan epidermis. antara lain : • Sel pembentuk kologen berkurang. hidroksilisin. disebabkan karena menurunnya fungsi/aktifitas kelenjar minyak. dan glisin. tak dapat tegang • Proses menua pada tulang dan otot mengecil (atrofi) dan jaringan lemak bawah kulit menipis disertai kehilangan daya kenyalnya. Gambar 1. Kulit menjadi kendor terutama pada dagu. Fibroblast dermis memproduksi prekursor yang dikenal sebagai pro kolagen. Kolagen kaya akan asam amino hidroksiprolin. Kulit kering. Pro kolagen ini mengandung terdiri dari 300-400 asam amino tambahan pada setiap cabangnya. Permukaan kulit kasar. tipis dan bersisik.

kosmetika dan perawatan tubuh yang . kulit kasar. Anti aging atau anti penuaan adalah sediaan untuk mencegah proses degeneratif. dengan kemajuan teknologi pengobatan kulit sekarang. Masalah yang timbul pada kulit akibat sinar matahari dapat diatasi dengan pengobatan dermatologis. Indonesia mempunyai iklim tropis dengan sinar matahari melimpah yang dapat menyebabkan resiko tinggi terhadap kerusakan kulit atau penuaan dini (premature aging). Kerutan ataupun keriput dapat diartikan secara sederhana sebagai penyebab menurunnya jumlah kolagen dermis. kerut/keriput dapat muncul pada wanita muda yang lebih dikenal dengan sebutan penuaan dini (premature aging). Anda tidak dapat menjadi muda tapi anda dapat terlihat muda dan lebih menarik dengan perawatan anti penuaan atau lebih dikenal dengan anti aging. Memang kerut/keriput identik dengan usia yang sudah lanjut. Kosmetika anti kerut/anti keriput sangat digemari oleh para wanita saat ini. Dalam hal ini. Perbedaan Penampang kulit Pengobatan yang diaplikasikan langsung ke kulit biasanya lebih efektif. Sinar UV dianggap sebagai penyebab utama terjadinya penuaan dini. noda-noda gelap. Bagaimanapun. Oleh sebab itu. anda dapat menghilangkan efek dari penuaan dan photoaging (penuaan yang disebabkan oleh sinar matahari). Gambar 2. Bercak pigmentasi tidak merata pada permukaan kulit karenadistribusi pigmen melanin dan prolifrasi sel pembuat pigmen (melanosit). Namun. disertai fungsi yang menurun sehingga pengumpulan pigmen melanin tidak teratu Anti Aging atau Anti Kerut/Anti Keriput Efek Penuaan Anda tidak bisa membalikan waktu dan menjadi muda. proses penuaan yang gejalanya terlihat jelas pada kulit seperti keriput.4.

Definisi cream Cream merupakan sediaan setengah padat. Cream merupakan bentuk kosmetik perawatan klasik karena range stabilitasnya yang lebar. seperti hidroquinone sehingga cocok bagi kulit wanita di Asia. antioksidan mengikat energi yang akan digunakan untuk pembentukan radikal bebas baru sehingga reaksi oksidasi berhenti. bintik coklat kulit (brownspots) serta memulihkan efek kantong mata (eye-sack). Antioksidan “mengorbankan dirinya” untuk teroksidasi oleh radikal bebas sehingga melindungi protein atau asam amino penyusun kolagen dan elastin. Vitamin C terbukti menekan proses pigmentasi kulit sehingga banyak juga digunakan sebagai bahan pemutih kulit wajah (whitening). Sedangkan menurut Farmakope Indonesia Edisi IV cream adalah sediaan semi solid yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. air. Kualitas dasar krim. berupa emulsi mengandung air tidak kurang dari 60% dan dimaksudkan untuk pemakaian luar ( FI III). Mudah dipakai. . yaitu tipe air minyak (w/o) dan tipe minyak air (o/w). cream adalah sediaan setengah padat berupa emulsi kental mengandung tidak kurang dari 60% air. Molekul antioksidan berfungsi sebagai sumber hidrogen labil yang akan berikatan dengan radikal bebas. 2. Maka krim harus bebas dari inkopatibilitas. yaitu: 1. Tipe cream ada 2. dan komponen lainnya. Disamping juga mencegah proses pembentukan bintik kecil kulit (freckle). Diantara antioksidan yang paling sering digunakan adalah vitamin C yang telah terbukti secara ilmiah. 3. stabil pada suhu kamar. Anief. dan kelembaban yang ada dalam kamar. Menurut Moh. dimaksudkan untuk pemakaian luar. Untuk menghilangkan dampak dari sinar UV dan sebagai anti kerut/anti keriput.berfungsi sebagai anti kerut/anti keriput banyak digunakan untuk mencegah dan menghilangkan dampak penuaan dini. Antioksidan berfungsi menangkap radikal bebas dalam kulit akibat sinar UV dan polusi. telah tersedia banyak kosmetika yang mengandung antioksidan. yaitu semua zat dalam keadaan halus dan seluruh produk menjadi lunak dan homogen. Lunak. Proses pencerahan kulit dengan vitamin C dianggap lebih aman dibanding bahan lain. umumnya krim tipe emulsi adalah yang paling mudah dipakai dan dihilangkan dari kulit. humectan. Stabil. Bentuk ini diformulasikan dengan minyak. Dalam proses tersebut. Ukuran partikel emulsi sekitar >1000 nm. selama masih dipakai mengobati.

BHA. Kerja . cream jenis ini membutuhkan pengemulsi dengan HLB (Hydrophile/Lipophile Balance) sekitar 5-7. 4. golongan paraben. Fase air (humektan. Jika emulgator tidak tepat. menahan atau mengikat air dalam lapisan stratum korneum).parfum. wool alcohol atau ester asam lemak dengan atau garam dari asam lemak dengan logam bervalensi 2. Prinsip cream ini sama dengan tipe O/W. lilin. dll. alkohol. dll. Fase minyak (hidrokarbon. PEG sorbitan sabun asam lemak. 3. Cream ini menggunakan surfaktan non inonik (setil alcohol) dan surfaktan ampifilik (stearil alcohol) agar menjadikan cream lebih stabil. . asam lemak dll). pengental dan air murni).4. dll) . sodium alkil sulfat. . Cream W/O dan O/W membutuhkan emulgator yang berbeda.antikelat (EDTA) . misal Ca. Cream O/W (moisturizing cream) yang digunakan akan hilang tanpa bekas.anionic : sabun asam lemak. Vitamin E. Terdistribusi merata. 2. Pembuatan cream O/W sering menggunakan zat pengemulsi campuran dari surfaktan (non ionik) yang umumnya merupakan rantai panjang alcohol walaupun untuk beberapa kosmetik pemakaian asam lemak lebih popular. dll. obat harus terdispersi merata melalui dasar krim padat atau cair pada penggunaan Klasifikasi cream 1. Tambahan . Hormon pertumbuhan (growth hormone). Dalam sediaan anti aging terdapat beberapa zat tambahan yang dapat menambah aktivitas sediaan anti penuaan diantaranya adalah • Pelembab mengatasi keringnya kulit dengan memakai bahan-bahan yang dapat menarik. Surfaktan/emulgator . Tipe W/O Berbeda dengan tipe W/O. Vitamin C. Komponen cream anti aging Komponen sediaan cream anti aging terdiri atas : 1. pewarna dan lain-lain.antioksidan (BHT. 2. Cream berminyak mengandung zat pengemulsi W/O yang spesifik seperti adeps lanae.pengawet (asam sorbat. kecuali fase air ditambahkan ke dalam fase minyak.nonionic : gliserin stearat. dapat terjadi pembalikan fase. Tipe O/W Pada cream tipe O/W fase minyak dan fase air disiapkan secara terpisah kemudian dicampur.anti mikroba .

Banyak kosmetik krim dan losion anti penuaan mengandung campuran tabir surya UV A dan UV B dengan SPF 15 sampai 20. • Tabir Surya Tabir Surya bertujuan perlindungan kulit terhadap sinar matahari dengan penyerapan radiasi sinar UV dan pantulan cahaya. Semakin banyak antioksidan yang berguna untuk melindungi membran – membran lemak sel – sel. protein – protein dan DNA genetik dalam batas – batas yang tidak berbahaya maka semakin berkurang kemampuan radikal bebas untuk menyerang dan menimbulkan kerusakan. • Ekstrak dari Tumbuhan Beberapa ekstrak tumbuhan yang sering digunakan pada kosmetik anti penuaan diantaranya adalah Sesamum indicum. • Antioksidan Antioksidan merupakan salah satu bahan yang terdapat pada kosmetik antipenuaan. Echinacea purpurea. Theobroma. tetapi ia mencegah hilangnya kelembaban yang telah ada. . Thea sinensis dan lain – lain. menghambat. Antioksidan dapat menghentikan. Mangifera indica. atau memperbaiki serangan radikal bebas yang mempercepat penuaan maka sangat masuk akal bila tubuh mengkonsumsi banyak antioksidan. Setiap ekstrak tumbuhan tersebut mengandung kandungan zat aktif yang berperan dalam proses anti penuaan dini pada kulit. Uncaria Gambir. Centella asiatica. Bila semakin kecil kerusakannya maka semakin kecil kemungkinan adanya tanda. Camelia sinensis.tanda proses penuaan pada tubuh.dari pelembab ini bukanlah menambah kelembaban pada kulit.

Bebas partikulat keras dan tajam. FORMULA KRIM ANTI AGING Kriteria sediaan cream yang baik Cream yang baik.  Bebas partikulat keras dan tajam. Dalam penyimpanan. seperti estrogen concenterate/sintesis dan bahan-bahan kompleks. Bahan aktif yang terpenting adalah hormon-hormon folikel dan bahan yang erat hubungannya dengan itu. 4. Mudah dioleskan merata pada kulit. 3. Tidak berbau tengik.  Tidak mengiritasi kulit. Tidak mengiritasi kulit. α-tokoferol (Vitamin E). 5. . harus memiliki kriteria : 1. seperti ekstrak plasenta. hidrolisat protein. 6.  Tidak berbau tengik. harus memiliki sifat sebagai berikut :  Harus tetap homogen dan stabil. As. askorbat (Vitamin C) dan mungkin juga terdapat royal jelly.II. dan enzim-enzim. 2. Sedangkan bahan aktif yang lain tergolong sebagai anti oksidan seperti . (Formularium Kosmetik Indonesia Hal 33) Formula Cream anti aging Sediaan cream anti aging dimaksudkan untuk mengembalikan penampilan yang kencang dan muda pada kulit wanita berusia diatas 40 tahun. Mudah dicuci besih dari daerah lekatan.

4 Humektan. …………………………. ………………………….8 20... ………………………….0 42. …………………………. emollient Humektan Pengawet Pewangi Pelarut Fungsi Basis krim Emollient..2 69.5 4.0 0. ………………………….2 33.2 II 7... ………………………….. …………………………...8 5.0 0.2 2.0 0. ………………………….0 4.....0 2. …………………………. ………………………….2 0.5 4.2 0. …………………………. ………………………….5 0..5 1. I 2. …………………………..0 0. ………………………….. skin protectan Pelembab Emollient Emulsifier Emulsifier Emulsifier Zat aktif anti aging steroid hormon Zat aktif anti aging berupa hormon Emulsifier Surfaktan non ionik .Contoh formula Paraffin wax Petrolatum Almond oil Isopropyl myristate Cethyl alcohol Anhydrous lanolin Stearic acid Pregnenolone Estrogen concenterate Triethanolamine Sorbitan monooleate Magnesium sulfate Glycerol Sorbitol liquid Preservative Perfume Air …………………………. …………………………... ………………………….0 0.

Kemudian dimasukkan kedalam tangki penyimpanan untuk selanjutnya diisikan kedalam wadah-wadah (proses filling). tanpa memperhatikan tipe emulsi w/o atau o/w. Dan dilakukan proses emulsifikasi suhu 700C dengan alat Homomixer untuk membuat partikel seragam. Cream tipe O/W ini dibuat dengan mencampurkan fase minyak yang terdiri atas fase minyak. jika perlu pemanasan. ditambahkan ke dalam campuran setelah suhu mencapai suhu 45-500 C. . campur zat pengemulsi yang larut dalam minyak ke dalam fase minyak. anti oksidan yang telah dibuat sebelumnya dan dipanaskan pada suhu 70-800C dan ditambahkan parfum kemudian dilakukan proses stirring pada suhu 700C. dan zat emulsi yang larut dalam air ke fase air. Fase minyak ini kemudian ditambahkan kedalam fase air (purified water) yang telah dicampur dengan humektan pada suhu 700C kemudian didinginkan. Fase minyak ditambahkan kedalam fase air untuk dilakukan pre eliminary emulsification suhu 700C. Jika dalam formula terdapat parfum atau minyak atsiri. surfaktan. Saat proses ini harus diperhatikan setting putaran kecepatan silinder dan temperatur final sehingga diperoleh krim yang stabil. suhu kedua fase diatur lebih kurang sama. Setelah itu dilakukan proses filtering dan proses pendinginan menggunakan Heat Exchanger untuk membuat krim dalam kualitas stabil. dengan hati-hati.III. Tambahkan fase air ke dalam fase minyak. CARA PEMBUATAN Metode pembuatan Umumnya.

Sejumlah krim yang akan diamati dioleskan pada kaca objek yang bersih dan kering sehingga membentuk suatu lapisan yang tipis. bau dan bentuk sediaan.IV. yaitu: A. Uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan alat metalograf. yang meliputi warna. 2) Mikroba Patogen Menurut persyaratan yang ditetapkan oleh Badan POM mikroba patogen (Staphylococcus aureus. Candida albicans) harus negatif. 2) Homogenitas Pada pemeriksaan ini secara makroskopik dilihat apakah kadar atau ukuran partikel zat aktif sama di seluruh bagian krim. EVALUASI Evaluasi yang dilakukan pada sediaan cream Anti aging. Uji Mikrobiologi terdiri dari : 1) Angka Lempeng Total Menurut persyaratan yang ditetapkan oleh Badan POM tidak boleh lebih dari 5x102 koloni/ ml. kemuian ditutup dengan kaca preparat (cover glass). Uji Stabilitas Krim: 1) Organoleptis atau penampilan fisik Uji organoleptis dilakukan secara visual dengan menggunakan panca indera. B. Untuk zat aktif yang larut dalam fase internalnya dilihat apakah ukuran partikel minyak sama di seluruh bagian krim. . Pseudomonas aeruginosa. Adapun caranya adalah sebagai berikut : .

Walaupun viskositas merupakan kriteria penampilan pokok. tetapi engan perubahan dalam viskositas selama penyimpanan. 3) Uji Viskositas (sifat Aliran) Secara umum kenaikan viskositas akan meningkatkan stabilitas sediaan. Dilihat perubahan kulit selama 12 minggu pemakaian (Lumines .5-6. setelah kulit dibersihkan.. Menggunakan viskometer ostwald. Untuk membantu kulit mempertahankan pH. dimana krim diberikan kepada panelis. • Pengujian langsung.5 karena jika krim memiliki pH yang terlalu basa dapat menyebabkan kulit bersisik. 4) Uji pH Krim sebaiknya memiliki pH yang sesuai dengan pH kulit yaitu 4. Pengamatan dilakukan dengan pembesaran 400 kali. beberapa sediaan topikal disesuaikan dengan pH kulit. pH krim dapat dengan mudah diketahui dengan Uji Efek Anti Aging • Dengan melihat ekspresi gen MMP-1 yang terdapat dalam sel fibroblas. Krim dinyatakan homogen apabila krim mempunyai fase dalam yang tampak rata dan tidak menggumpal. Pada saat menguji viskositas dapat diketahui kecenderungan atau kemajuan terjadinya creaming dan breaking. penggunaannya untuk pengkajian shelf-life tidak berkenaan dengan harga viskositas absolut. sedangkan pH yang terlalu asam dapat menyebabkan iritasi kulit.Preparat krim diletakkan pada tempat yang tersedia pada metalograf.

000.00 .Formula Krim Anti aging di Pasaran POND’S AGE MIRACLE Harga : Rp 85.

dan membantu menyebarkan vitamin. melembutkan kulit. pigmen. serbuk hidrofobik. Digunakan pada kosmetik untuk membuat kulit terasa selembut sutera. melumasi kulit (melembabkan kulit). mengurangi ketebalan dan ketidaknyamanan dari bahan berminyak lain. Gliserin aman untuk digunakan. Caprylic/Capric Trigliserida • • • . mudah menyebar. Seperti kebanyakan silikon Caprilyl methicone mempunyai kelebihan secara temporary dalam meningkatkan penampilan wajah dengan mengisi garis-garis halus dan keriput dan memberikan penampilan yang lebih muda. Disamping itu. Dikenal juga sebagai gliserol merupakan bahan pembantu yang tidak berbau dan berbentuk cairan kental. Glycerin Merupakan zat tambahan yang digunakan untuk emollient. Pada sediaan untuk kulit CPS memeliki beberapa peran. berfungsi juga sebagai co-solubilizer antara silikon dan minyak organik. Karena sifat kelembabannya gliserin gliserin dapat menarik air dari udara sehingga membuat kulit selalu lembab. dan bahan lainnya yang terdapat pada sediaan kosmetik.Karakteristik Bahan: • • Water (Air) Digunakan sebagai pelarut atau diluent. humektan/pembasah. Caprilyl Methicone Merupakan Alkilmetil silikon berbentuk cairan jernih. CPS merupakan golongan silikon yang biasa dipakai pada sediaan untuk rambut dan kulit. CPS sangat mudah larut sehingga membuat kulit nampak lebih bersinar. seperti mengikat bahan lain menjadi satu. Cyclopentasiloxane Merupakan pelembab yang biasa digunakan pada sediaan untuk intensiv kolagen.

produk anti penuaan wajah dan sebagainya. Silikon jenis ini digunakan dalam produk kulit menghasilkan efek perasaan halus yang luar biasa. Stearyl Dimethicone Berfungsi sebagai agen pengkondisi kulit. bahan peningkat viskositas tidak mengandung air. emollient. "dasar halus" dan seterusnya. "cream halus". bahan peningkat viskositas mengandung air. Crosspolymer dimethicone biasanya dibuat dalam bentuk gel transparan. Pottasium Chloride Digunakan untuk pengatur PH. pembentuk film. Menyebabkan resiko kesehatan kulit tapi hal ini bergantung pada reaksi kulit. Asam Caprylic/Capric membuat kulit kering dan lembut yang diperoleh dari esternya. lotion matahari. dan didaftarkan sebagai bahan aktik dengan tujuan melindungi kulit. perasaan elegan menggunakan krim. tidak lengket.oklusif . dimeticone dan polimer lainnya yang berhubungan dinyatakan aman untuk digunakan. kering. "mousse tabir surya". Acryates Crosspolymer Berfungsi sebagai penstabil emulsi. Penggunaan pada kulit biasanya untuk kulit yang sensitif dan berminyak. selain itu KCl dapat digunakan untuk membersihkan permukaan kulit dari sel-sel kulit mati. Menurut CIR. Titanium Dioxide/Dimehicone Digunakan sebagai pemberi warna (pemutih). sun spray. Digunakan sebagai agen mengkondisikan kulit dengan cara membuat miscellaneous. Memiliki viskositas yang rendah. Dimethicone Crosspolymer Merupakan salah satu dari grup Silikon Elastomer. Crosspolymer dimethicone adalah bahan utama dari krim tabir surya. Sucrose Distearate Digunakan sebagai moisturizer. stabilitas oksidatif yang sangat baik. Beberapa kosmetik menggunakan dimethicone hingga konsentrasi 15%.• • • • • • • • Merupakan fraksi spesifik dari minyak kelapa. Jika terhirup mungkin dapat menyebabkan karsinogenik pada manusia. perlindungan terhadap antioksidan dengan waktu paruh yang tidak terbatas. sunscreen. mengentalkan. dan disukai kulit. Produk yang dibuat oleh Crosspolymer Dimethicone dapat disebut sebagai "bubuk mousse". PEG-10 Dimethicone Merupakan polimer yang dibuat dari dimethicone dan polyoxyethylen. halus dan memberikan efek penanda halus. Dimethicone Digunakan secara luas dalam produk kosmetik sebagai lotion pelembab. emulsifier. dan pengontrol viskositas. Asam lemak yang dihasilkan lebih stabil. krim tangan.

Iodopropynyl Butylcarbamate Sebagai pengawet mencegah atau memperlambat pertumbuhan bakteri. Isomerized Linoleic Acid Berfungsi sebagai film forming (pembentuk film). merupakan bahan yang larut dalam lemak. DMDM Hydantoin Berwarna putih. sehingga melindungi kosmetik dan produk perawatan pribadi dari pembusukan. dan berbentuk kristal padat. pelindung. bersisik. Octadecene Retynil Palmitate Berfungsi sebagai agen pengkondisi kulit . Magnesium Sulfate Digunakan sebagai bahan yang dapat meningkatkan daya lekat krim pada kulit. . Disteardimonium Hectorite Derivat sayuran yang merupakan zat pengsuspensi digunakan untuk mengentalkan sediaan yang berbasis minyak dan berfungsi sebagai penstabil emulsi. dan agen untuk menurunkan viskositas. • • • • • • • Acetamide MEA Berfungsi sebagai moisturizer yang dapat meningkatkan kelembaban pada permukaan kulit. tergolong antioksidan sinergis. Digunakan sebagai pengawet yang merupakan turunan dari formaldehid. pengkondisian kulit. agar sediaan harum.miscellaneous Cetyl alcohol Berfungsi sebagai emulsifier Butylen Glycol Berfungsi sebagai pelarut.• • • • • • • • • Parfume Digunakan sebagai korigensia. Dapat menyebabkan iritasi pada kulit alergi dan sensitif. Stearic acid Digunakan sebagai emulsifier. dan gatal Disodium EDTA Digunakan sebagai antioksidan. Ammonium Lactate Merupakan moisturizer. Cholesterol Merupakan turunan steroid yang merupakan hormon digunakan untuk mengencangkan kulit. emollient. digunakan untuk kulit kering. Helianthus Annus (sunflower) Agen pengkondisi kulit-oklusif.

• • BHT Sebagai antioksidan Cl 17200 Sebagai pemberi warna pada sediaan kosmetik OLAY 7 TOTAL EFFECTS Harga: Rp 75.000.00 Karakteristik Bahan: .

bila diterapkan ke kulit. Butyl Methoxydibenzoylmethane Di Amerika terdaftar dengan nama Avobenzone. mengurangi hiperpigmentasi dan merangsang mikrosirkulasi di dermis. Ini membantu mengunci kelembaban dan membuat kulit terasa halus. radiasi UV merupakan penyebab signifikan dari penuaan dini pada kulit dan memberikan kontribusi untuk perkembangan melanoma dan bentuk lain dari kanker kulit. Dikenal juga sebagai gliserol merupakan bahan pembantu yang tidak berbau dan berbentuk cairan kental. dan humektan.• • • • • • • • Water Digunakan sebagai pelarut atau diluent. Gliserin aman untuk digunakan. emollient. Glycerin Merupakan zat tambahan yang digunakan untuk emollient. Karena sifat kelembabannya gliserin gliserin dapat menarik air dari udara sehingga membuat kulit selalu lembab. yaitu vitamin B3 (juga dikenal sebagai niacin). Selain menyebabkan kulit terbakar. sinar UV. Isopropyl Isostearate digunakan dalam produk kecantikan sebagai pengikat. amida dari asam nikotinat. menurut studi yang dipublikasikan. memiliki kemampuan untuk memblokir sinar UVB. digunakan sebagai bahan aktif dalam tabir surya karena kemampuannya untuk menyerap UVB dan UVA gelombang pendek (ultraviolet) sinar dan melindungi kulit dari kerusakan DNA langsung Phenylbenzimidazole Sulfonic acid Bahan aktif tabir surya Juga dikenal sebagai Ensuizole adalah senyawa organik yang digunakan dalam tabir surya dan kosmetik lainnya dan produk kecantikan dengan tabir surya SPF atau komponen karena kemampuannya untuk memblokir sinar UVB. namun tidak melindungi terhadap sinar UVA jangka panjang. Octocrylene Bahan aktif tabir surya. mencegah kulit dari kehilangan kadar air. sering .agen pengkondisian kulit. humektan/pembasah. karena ini. menyerap sinar UV. Niacinamide Niacinamide juga dikenal sebagai amida asam nikotinat dan nicotinamide. Ethylhexyl Salicilate Salicylate Ethylhexyl (juga dikenal sebagai Slicylate Octyl) adalah senyawa organik yang digunakan sebagai bahan dalam tabir surya dan kosmetik untuk menyerap sinar UVB dari matahari. Butil methoxydibenzoylmethane juga dapat digunakan untuk melindungi kosmetik dan produk perawatan pribadi dari kerusakan dengan cara menyerap. Aplikasi topikal dari Niacinamide telah terbukti dapat meningkatkan kadar asam lemak bebas dan ceramide pada kulit.

Selain itu. Ketika diterapkan pada kulit. juga digunakan untuk mengontrol pH kosmetik dan produk perawatan pribadi. Stearyl alcohol membantu untuk membentuk emulsi dan mencegah emulsi dari memisahkan menjadi minyak dan komponen cair. Sucrose Polycottonseedate Berfungsi sebagai emollient. Tocopheryl acetate Dibentuk dari vitamin E. termasuk avobenzone. mengentalkan. Behenyl alcohol Emulsifier yang menjaga minyak dan bagian cair tidak berpisah. vitamin B kompleks. agen kulit udara alami dan antioksidan. Menyebabkan resiko kesehatan kulit tapi hal ini bergantung pada reaksi kulit. sunscreen. Bahan-bahan ini juga mengurangi kecenderungan untuk menghasilkan produk jadi busa saat dikocok. meningkatkan kapasitas berbusa. Agen penurun viskositas. emulsifier. itu memberikan nuansa halus dan membantu mencegah hilangnya kelembaban.• • • • • • • • • • • dipasangkan dengan bahan-bahan lainnya. dan menstabilkan busa. Triethanolamine membantu untuk membentuk emulsi dengan mengurangi tegangan permukaan zat yang akan diemulsikan sehingga bahan yang larut dalam air dan larut minyak dapat dicampur bersama-sama. zinc oxide atau Tinosorb. Polyacrylamide ditemukan dalam produk-produk tabir surya untuk membantu mempertahankan tabir surya pada kulit setelah perendaman dalam air. Fungsi lainnya termasuk mengubah kekentalan cairan. Manik Polyacrylamide kecil dapat digunakan dalam produk pembersih kulit sebagai abrasif. C-13 -14 Isoparaffin Berfungsi sebagai pelarut Benzyl alcohol Berfungsi sebagai Pengawet. Cetyl Alcohol Berfungsi sebagai emulsifier Titanium Dioxide Digunakan sebagai pemberi warna (pemutih). Jika terhirup mungkin dapat menyebabkan karsinogenik pada manusia. . Panthenol PTFE Sebuah pelembab penetrasi mendalam yang menyerap ke dalam kulit dan diubah menjadi asam pantotenat. titanium dioksida. Pelarut. Ini adalah ester dari asam asetat dan Tokoferol dan sering digunakan sebagai alternatif untuk Tokoferol murni (atau diencerkan Vitamin E) karena dianggap lebih stabil dan kurang asam.

Mereka juga digunakan untuk menjaga emulsi dari memisahkan menjadi minyak dan komponen cair. serta pelembut kutikula. emulsifier. PEG-100 Stearate terutama digunakan oleh industri kosmetik dan perawatan kecantikan sebagai emolien. dan pewangi Sodium ascorbyl phospate • • • • . dan memberikan beludru setelah sentuhan. Bahan-bahan ini juga digunakan untuk mengubah kekentalan produk cair dan untuk meningkatkan kapasitas berbusa atau untuk menstabilkan busa. Ini membantu menjaga kelembaban kulit dan rambut. Ethylparaben Sebuah pengawet yang ditemukan dalam produk perawatan kulit. dan pelembab. Carbomer sering digunakan untuk mengontrol konsistensi dan aliran kosmetik dan produk perawatan pribadi.• • • • • • Carbomer Carbomers membantu untuk mendistribusikan atau mensuspensikan bahan padat tidak larut dalam cairan. PEG-100 stearate Sebuah emollient dan emulsifier. sering digunakan untuk merawat kulit kering melalui minyak esensial seperti kayu putih dan minyak primrose Fragrance Berfungsi sebagai odoris pemberi aroma. Laureth-7 digunakan sebagai pengemulsi dan surfaktan dalam formulasi berbagai produk mandi. Propyl paraben Berfungsi sebagai pengawet. wajah. pembersihan dan produk tabir surya. Cetearyl glucoside Dibentuk oleh kondensasi alkohol cetearyl (asam lemak) dengan glukosa. Emulsifier digunakan dalam minyak dalam formulasi air. Cetearyl alcohol Alkohol Cetearyl dan alkohol lemak lainnya menjaga emulsi dari memisahkan menjadi minyak dan komponen cair. rambut. mata. Methylparaben Pengawet Laureth-7 Sebuah surfaktan dan emulsifier. meskipun PEG stearates secara umum juga dikenal untuk membersihkan kulit dan rambut dengan membantu air untuk bercampur dengan minyak dan kotoran sehingga mereka dapat dihilangkan. Dapat diturunkan secara alami (dari kelapa / minyak jagung) atau kimiawi disintesis. deodoran dan produk pelembab.

isomethyl ionone Digunakan sebagai parfum. tetapi diklasifikasikan sebagai eter siloksan yang berfungsi sebagai agen pengikat dan emulsifier . Butylphenyl propional Berfungsi sebagai bahan wewangian. Triethoxycaprylysilane Merupakan emulsifier Sedikit informasi yang tersedia mengenai Triethoxycaprylylsilane. Benzyl salicilate Berfungsi sebagai bahan wewangian dan sebagai penyerap sinar ultraviolet. produk perawatan rambut dan pelembab.• • • • • • • • • Derivat vitamin C. digunakan sebagai pelindung kulit dan agen tabir surya. mandi gelembung. merupakan bahan yang larut dalam lemak. • • • • Hydroxyisohexyl 3-cyclohexane carboxaldehyde Sebuah bahan parfum juga dikenal sebagai Lyral. sehingga melindungi kosmetik dan produk perawatan pribadi dari pembusukan. Dalam produk obat OTC. PEG-4 laurate Berfungsi sebagai surfaktan dan emulsifying agent. BHT Berfungsi sebagai antioksidan. dianggap menjadi pelopor yang sangat stabil Vitamin C yang mampu membebaskan antioksidan kuat di kulit Disodium EDTA Digunakan sebagai antioksidan. Alpha. Iodopropynyl Butylcarbamate Sebagai pengawet mencegah atau memperlambat pertumbuhan bakteri. Sering disebut sebagai ekstrak teh hijau. Ammonium polyacrylate Emulsi stabilizer. Menambahkan wewangian untuk berbagai produk termasuk lotion aftershave. Hydroxyisohexyl 3Cyclohexene carboxaldehyde adalah wewangian dan bahan masking digunakan dalam produk perawatan kulit. pembentul film. surfaktan. Camelia sinensis leaf extract Ekstrak daun dari tanaman teh camellia sinensis. tergolong antioksidan sinergis. ahli kulit yang paling umum merekomendasikan teh hijau sebagai antioksidan kuat. Zinc oxide Seng oksida digunakan sebagai agen bulking dan pewarna. Stearic acid Digunakan sebagai emulsifier. anti-inflamasi dan bahan anti-penuaan.

memberikan perasaan halus & licin dengan sentuhan dan bertindak seperti air ringan penolak dengan membentuk lapisan pelindung pada kulit. Nylon 66 Opasitas. dan pelarut. Seperti semua silikon lainnya. Mineral Oil Berfungsi sebagai emollient. Dikenal juga sebagai gliserol merupakan bahan pembantu yang tidak berbau dan berbentuk cairan kental. Karena sifat kelembabannya gliserin gliserin dapat menarik air dari udara sehingga membuat kulit selalu lembab. Cyclohexasiloxane Terutama bekerja sebagai agen pendingin kulit dan emolien.• • Cl 19140 Pemberi warna kosmetik (acid yellow) Cl 16035 Pemberi warna kosmetik (allura red) Loreal Plenitude Revitalift Anti-Wrinkle & Firming Night Cream Karakteristik Bahan: • • Water Digunakan sebagai pelarut atau diluent. pengendali Viskositas Myristyl Myristate • • • • . Ketika diterapkan pada kulit. Gliserin aman untuk digunakan. Hal ini juga dapat mengisi garis-garis halus / kerutan. Glycerin Merupakan zat tambahan yang digunakan untuk emollient. humektan/pembasah. memberikan wajah yang sementara "gemuk" terlihat. Bulking. bahan ini memiliki fluiditas unik yang membuatnya mudah spreadable.

dan emolien Glyceryl Stearate Stearat gliseril bertindak sebagai pelumas di permukaan kulit. Triethanolamine membantu untuk membentuk emulsi dengan mengurangi tegangan permukaan zat yang akan diemulsikan sehingga bahan yang larut dalam air dan larut minyak dapat dicampur bersama-sama. merupakan bahan yang larut dalam lemak. • • • Stearyl Alcohol membantu untuk membentuk emulsi dan mencegah emulsi dari memisahkan menjadi minyak dan komponen cair. pengontrol viskositas PEG 20 Stearate membersihkan kulit dan rambut dengan membantu air untuk bercampur dengan minyak dan kotoran sehingga mereka dapat dibilas lagi. juga digunakan untuk mengontrol pH kosmetik dan produk perawatan pribadi. Ini adalah ester dari asam asetat dan Tokoferol dan sering digunakan sebagai alternatif . bahan pembersih. Palmitic Acid Dalam penuaan kulit kadar asam palmitat dapat menurun sebanyak 56%. zat pengemulsi. Selain itu. Hal ini juga memperlambat hilangnya air dari kulit dengan membentuk penghalang di permukaan kulit. dan merupakan agen kekentalan efektif juga. Dipropylene Glycol digunakan sebagai pelarut dan agen penurunan viskositas cosmtics dan produk perawatan pribadi. Stearic Acid Digunakan sebagai emulsifier. Agen Meningkatkan Viskositas .Aqueous. Miristil miristat merupakan enhancer emulsi yang baik yang menanamkan efek opasitas putih atau penampilan mengkilap. Lithium Magnesium Sodium Silicate Bulking Agent. Bahan-bahan ini juga mengurangi kecenderungan untuk menghasilkan produk jadi busa saat dikocok. Stearate gliseril. agen kulit udara alami dan antioksidan.• • • • • • Lilin ester. surfaktan. yang memberikan penampilan kulit lembut dan halus. agen opasitas. termasuk sebagai bahan wewangian. digunakan dalam produk kecantikan dan kosmetik untuk berbagai properti. dan Stearate Gliseril SE membantu untuk membentuk emulsi dengan mengurangi tegangan permukaan zat yang akan diemulsikan. Tocopheryl Acetate Dibentuk dari vitamin E.

KK. tergolong antioksidan sinergis. Karlheinz and Andreas Domsch. Propylparaben Berfungsi sebagai pengawet. DAFTAR PUSTAKA Ainnley Wada And Paul J. Retno Iswari Tranggono. Fatma Latifah. Dr. Apt Cosmeology-Theory and Practice. volume III. Cetyl Alcohol Berfungsi sebagai emulsifier Methylparaben Pengawet Disodium EDTA Digunakan sebagai antioksidan. dan pewangi Fragrance.• • • • • untuk Tokoferol murni (atau diencerkan Vitamin E) karena dianggap lebih stabil dan kurang asam. Handbook Of Pharmaceutical Exipients. Sp. & Dra. Berfungsi sebagai odoris pemberi aroma. 2005 . Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik. Weller.

New York. Courtney Everts. Artikel dari Cermin Dunia Kedokteran vol. Chapter 12..62 no.ewg. M. Ph. Editor.cosmeticanalysis.com/ingredients http://www.com/locate/sosscimed) vol. 35 no. M.truthinaging.. Ph.3 (Feb. R. Mykytyn. Thirteenth edition 1977. 1244 – 1265. “A Practical Application of Treating Adult Hormone Deficiencies”. Anti Aging Medicine : A Patient / Practitioner Movement to Redefine Aging: Artikel dari Social Science & Medicine (www. edited takeo mitsui. Power edward sagarin.. “Samson Wright’s Applied Physiology”.D and Eric Neil. 2008). Las Vegas November 30th – December 1th 2004.Cyril A Keele. Twelfth Edition.D. Eighth Edition.cosmeticsinfo. 2/161 (Apr. halaman 643653 New cosmetic science.1957. M.elsevier. Chemical Publishing Co.D. 1971. Rieyer M.2006). First Practical Symposium.php http://www. § 57 (494-500) H. Emil G Harmann Donald.org/ingredient_details. Interscience Publishers Inc: New york Harry’s Cosmetology eigth edition. Oxford University Press. Ltd 1997.org/skindeep/ingredient Immanuel.. H.Cosmetics science and technology. Harry’s Cosmetiology. The Merck Manual of Diagnosis and Therapy.d. . Suzanna.D Goulden. Inc.d Former Senior Executive Director And Director Research And Development Division Shiseido Co. Chemical Publishig Co. 2000. Robert Berkow. Inc New York 2000 http://www. Rieger. halaman 82 International Hormone Society. Pemeriksaan Laboratorium dalam Anti Aging Medicine. edited by Matin M.com/cosmetic-ingredients http://www.

Syarif.UI-Press: Jakarta . 1997. “Ten Weeks To A Younger You” .Ronald Klatz.D . M. Penuntun Ilmu Kosmetik Medik. Copyright 1999: 17 – 26 Wasiaatmadja. M.