P. 1
kuantitatif deskriptif

kuantitatif deskriptif

|Views: 129|Likes:
Publicado porsimsame

More info:

Published by: simsame on Apr 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/19/2013

pdf

text

original

Posting di bawah ini akan menjelaskan mengenai Pengertian Penelitian Deskriptif.

Penelitian deskriptif adalah salah satu jenis metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya ( Best,1982 : 119). Penelitian Deskriptif ini juga sering disebut noneksperimen, karena pada penelitian ini peneliti tidak melakukan kontrol dan manipulasi variabel penelitian. Dengan penelitian metode deskriptif, memungkinkan peneliti untuk melakukan hubungan antar variabel, menguji hipotesis, mengembangkan generalisasi, dan mengembangkan teori yang memiliki validitas universal (west, 1982). Di samping itu, penelitian deskriptif juga merupakan penelitian dimana pengumpulan data untuk mengetes pertanyaan penelitian atau hipotesis yang berkaitan dengan keadan dan kejadian sekarang. Mereka melaporkan keadaan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya. Pada umumnya tujuan utama penelitian deskriptif adalah untuk menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan subjek yang diteliti secara tepat. Dalam perkembangannya, akhirakhir ini metode penelitian deskriptif banyak digunakan oleh peneliti karena dua alasan. Pertama, dari pengamatan empiris didapat bahwa sebagian besar laporan penelitian dilakukan dalam bentuk deskriptif. Kedua, metode deskriptif sangat berguna untuk mendapatkan variasi permasalahan yang berkaitan dengan bidang pendidikan maupun tingkah laku manusia. Di samping kedua alasan tersebut di atas, penelitian deskriptif pada umumnya menarik bagi para peneliti muda, karena bentuknya sangat sederhana dengan mudah dipahami tanpa perlu memerlukan teknik statiska yang kompleks. Walaupun sebenarnya tidak demikian kenyataannya. Karena penelitian ini sebenarnya juga dapat ditampilkan dalam bentuk yang lebih kompleks, misalnya dalam penelitian penggambaran secara faktual perkembangan sekolah, kelompok anak, maupun perkembangan individual. Penenelitian deskriptif juga dapat dikembangkan ke arah penenelitian naturalistic yang menggunakan kasus yang spesifik malalui deskriptif mendalam atau dengan penelitian seting alami fenomenologis dan dilaporkan secara thick description (deskripsi mendalam) atau dalam penelitian ex-postfacto dengan hubungan antarvariabel yang lebih kompleks. Penelitian deskriptif yang baik sebenarnya memiliki proses dan sadar yang sama seperti penelitian kuantitatif lainnya. Disamping itu, penelitian ini juga memerlukan tindakan yang teliti pada setiap komponennya agar dapat menggambarkan subjek atau objek yang diteliti mendekati kebenaranya. Sebagai contoh, tujuan harus diuraikan secara jelas, permasalahan yang diteliti signifikan, variabel penelitian dapat diukur, teknik sampling harus ditentukan secara hati-hati, dan hubungan atau komparasi yang tepat perlu dilakukan untuk mendapatkan gambaran objek atau subjek yang diteliti secara lengkap dan benar. Dalam penelitian deskriptif, peneliti tidak melakukan manipulasi variabel dan tidak menetapkan peristiwa yang akan terjadi, dan biasanya menyangkut peristiwa-peristiwa yang terjadi saat ini. Dengan penelitian deskriptif, memungkinkan peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian yang berkaitan dengan hubungan variabel atau asosiasi, dan juga mencari hubungan komparasi antar variabel. Keunikan yang ada pada metode penelitian deskriptif antara lain seperti berikut :
1. 2. Penelitian deskriptif menggunakan kuesioner dan wawancara, seringkali memperoleh responden yag sangat sedikit, akibatnya bias dalam membuat kesimpulan. Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, terkadang dalam pengumpulan data tidak memperoleh data yang memadai. Untuk itu diperlukan para observer yang terlatih dalam observasi, dan jika perlu membuat chek list lebih dahulu tentang objek yang perlu dilihat, sehingga peneliti memperoleh data yang diinginkan secara objektif dan reliable.

masalah penelitian dipecahkan dengan bantuan cara berpikir deduktif melalui pengajuan hipotesis yang dideduksi dari teori-teori yang bersifat universal dan umum. . kegiatan pengumpulan dan analisis data. Newton dan John Locke. eksperimental atau empiricist. impersonal dan menggunakan bahasa kuantitatif (asumsi retoris). Dengan kata lain. desain statis kategori membatasi sebelum studi. Berdasarkan pertimbangan dangkal demikian. Asumsi Asumsi ontologis: realitas bersifat objektif dan singular terpisah dari peneliti. Untuk itu pengamat mulai mencatat atau menghitung dari satu. agar peneliti tidak mengalami kesulitan dalam menjaring data ketika di lapangan. Perbedaan yang berawal dari paradigma pengetahuan yang berbeda itu nampak pada praktek kegiatan penelitiannya. Mill. penentuan macam data yang dicari. akurasi dan reliabilitas melalui validitas dan reliabilitas (asumsi metodologis). Metode ini berkembang dari tradisi pemikiran empiris Comte. Kedua metode penelitian di atas mempunyai paradigm teoritik. Penelitian kuantitatif bersifat bebas nilai dan konteks. Untuk menemukan sesuatu dalam pengamatan. Semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat bagi kamu yang membutuhkan. peneliti independen dari yang diteliti (asumsi epistemologis). Penelitian deskriptif juga membutuhkan permasalahan yang harus diindentifikasi dan dirumuskan dengan jelas. sehingga dapat ditampilkan dalam bentuk data statistik yang berarti. proses deduktif. Pengamatan kuantitatif melibatkan pengukuran tingkatan suatu ciri tertentu. Hasil analisis kuantitatif cenderung membuktikan maupun memperkuat teoriteori yang sudah ada. Ciri-ciri penelitian kuantitatif: 1.3. Penelitian pada hakikatnya adalah berusaha mendapatkan informasi tentang sistem yang ada (dan beroperasi) pada obyek yang sedang diteliti. dan asumsi paradigmatik penelitian yang berbeda. maka peneliti perlu menentukan cara menemukan informasi tentang sistem yang sedang dicari itu. penentuan instrumen pengumpul data. ―Gaya‖ penelitian kuantitatif biasanya mengukur fakta objektif melalui konsep yang diturunkan pada variabel-variabel dan dijabarkan pada indikator-indikator dengan memperhatikan aspek reliabilitas. sebab akibat. sehingga kesimpulan dalam bentuk hipotesis inilah yang akan diverifikasi secara empiris melalui cara berpikir induktif dengan bantuan statistika inferensial. dua. generalisasi mengarah pada prediksi. yaitu dalam penentuan tujuan (masalah). Hal penting untuk dicatat di sini adalah. Masing-masing memuat kekuataan dan keterbatasan. Durkeim. Pada hakikatnya setiap penelitian kuantitatif dalam ilmu-ilmu sosial menerapkan filosofi yang disebut deducto hipothetico verifikatif artinya. pengamat harus mengetahui apa yang menjadi ciri sesuatu itu. eksplanasi dan pemahaman. Metode kuantitatif dan kualitatif berkembang terutama dari akar filosofis dan teori sosial abad ke-20. Cara menemukan informasi itulah yang bervariasi baik dengan menggunakan metode kuantitatif. peneliti ―terpisah‖ dari subjek yang ditelitinya. A. penelitian kuantitatif melibatkan diri pada perhitungan atau angka atau kuantitas. mempunyai topik dan isu penelitian sendiri. bebas konteks. tiga dan seterusnya. kualitatif maupun menggabungkan dari kedua metode tersebut. PENELITIAN KUANTITATIF Metode kuantitatif berakar pada paradigma tradisional. Itulah penjelasan lengkap mengenai pengertian penelitian deskriptif. kemudian peneliti menyatakan bahwa penelitian kuantitatif mencakup setiap penelitian yang didasarkan atas perhitungan persentase. gaya. serta menggunakan cara pandang berbeda untuk melihat realitas sosial. formal. penentuan sumber data. rata-rata dan perhitungan statistik lainnya. bebas nilai dan menghindarkan bias (asumsi aksiologis). berdasar definisi. positivistik. mempunyai banyak ―kasus‖ dan subjek yang diteliti.

jumlah tenaga yang diperlukan. Peneliti Peneliti menggunakan teknik manipulasi dan mengkontrol variabel melalui instrumen formal untuk melihat interaksi kausalitas. sehingga bersifat reduksionis dan verifikatif. dan penyajian data – termasuk tabel-tabel yang akan dipergunakan — sudah dapat ditentukan. B. Peneliti dapat menentukan berbagai aturan yang terkait dengan pengumpulan data. Peneliti seringkali tertarik untuk mengetahui: apakah X mengakibatkan Y? atau. peneliti secara ideal berlaku sebagai observer subyek penelitian yang tidak terpengaruh dan memihak (obyektif). Penelitian kuantitatif sering bertolak dari teori. Mengenai waktu pengumpulan dan analisis data sudah dapat dipastikan. dan jenis data yang akan dikumpulkan sesuai hipotesis yang dirumuskan. Fakta atau fenomena yang diamati memiliki realitas obyektif yang bisa diukur. Bahasa penelitian dikemas dalam bentuk laporan. X3 dan seterusnya) yang diduga akan berpengaruh terhadap Y. Peneliti kuantitatif menggunakan sisi pandangannya untuk mempelajari subyek yang ia teliti (etik). 3. berapa lama pengumpulan data akan dilakukan. 8. 10. Tujuan penelitian Penelitian kuantitatif memiliki tujuan menjeneralisasi temuan penelitian sehingga dapat digunakan untuk memprediksi situasi yang sama pada populasi lain. Kontrol dilakukan sedemikian rupa bukan hanya melalui teknikteknik penelitian melainkan juga melalui analisis statistik. dapat menggambarkan sebab-akibat. Karena itu. Penelitian kuantitatif khususnya eksperimen. Pendekatan Penelitian kuantitatif dimulai dengan teori dan hipotesis. yakni hanya membuktikan teori (menerima atau menolak teori). Penelitian kuantitatif juga digunakan untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat antar variabel yang diteliti. Peneliti mencoba mereduksi data menjadi susunan numerik selanjutnya ia melakukan analisis terhadap komponen penelitian (variabel). PENELITIAN KUALITATIF 1. Peran peneliti Dalam penelitian kuantitatif. uji-uji statistik. 2. 9. Hal ini sejalan dengan instrumen yang sudah baku dan sudah dipersiapkan. sejauh mana X mengakibatkanY? Jika peneliti hanya tertarik untuk mengetahui pengaruh X terhadap Y. perlakuan. paradigma ilmiah-positivisme melahirkan berbagai bentuk percobaan. Definisi . Penarikan kesimpulan secara deduksi dan menetapkan norma secara konsensus. X2. mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif. 1993: 3). 7. Pendekatan kuantitatif lebih menitikberatkan pada frekwensi tinggi 6. Segala sesuatu dikatakan ilmiah bila dapat diukur dan diamati secara obyektif yang mengarah kepada kepastian dan kecermatan (Sunarto. Variabel-variabel penelitian dapat diidentifikasi dan interkorelasi variabel dapat diukur. Keunggulan penelitian kuantitatif terletak pada metodologi yang digunakan. pengukuran dan uji-uji statistik. Kebenaran dari hasil analisis penelitian kuantitatif bersifat nomothetik dan dapat digeneralisasi. 5. Demikian halnya model analisis data. menguji teori. Penelitian kuantitatif menggunakan paradgma positivistik-ilmiah. penelitian eksperimen akan mengendalikan atau mengontrol berbagai variabel (X1. 4.Penelitian kuantitatif memiliki ciri khas berhubungan dengan data numerik dan bersifat obyektif.

d. tingkah laku. antara lain dengan validasi. Penelitian kualitatif bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang sifatnya umum terhadap kenyataan sosial dari perpektif partisipan. fungsionalisasi organisasi. reliabilitas. yaitu suatu konteks keutuhan (entity) yang tak akan dipahami dengan membuat isolasi atau eliminasi sehingga terlepas dari konteksnya. Penelitian kualitatif secara umum dapat digunakan untuk penelitian tentang kehidupan masyarakat. b. terutama dalam mencari dan merumuskan teori berdasarkan data empiric. Etnometodologi – Bodgan Etnometodologi lebih banyak sumbangannya terhadapmetode kualitatif. Grounded research – Glaser & Strauss Grounded research banyak memberi sumbangan operasional kualitatif. Menurut Strauss dan Corbin yang dimaksud dengan penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai (diperoleh) dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau cara-cara lain dari kuantifikasi (pengukuran). Berdasarkan analisis tersebut kemudian ditarik kesimpulan berupa pemahaman umum yang sifatnya abstrak tentang kenyataan-kenyataan (Hadjar. . Pemahaman tersebut tidak ditentukan terlebih dahulu. aktivitas sosial. dan lain-lain. tulisan. Pendekatan positivistic yang dikritik oleh pendekatan rasionalisme karena tidak adanya grand-theory (yang dihasilkan hanya tesistesis spesifik yang tidak direkonstruksi). Interaksi simbolik –Blumer Model interaksi simbolik menjurus ke kuantitatif-statistik-positivistik. yaitu : a. 1996 dalam Basrowi dan Sukidin. Salah satu alasan menggunakan pendekatan kualitatif adalah pengalaman para peneliti dimana metode ini dapat digunakan untuk menemukan dan memahami apa yang tersembunyi dibalik fenomena yang kadangkala merupakan sesuatu yang sulit untuk dipahami secara memuaskan. Glaser & Strauss member peluang pengembangan teori substantive menjadi teori formal. Bogdan dan Taylor (1992: 21-22) menjelaskan bahwa penelitian kualitatif adalah salah satu prosedur penelitian yng menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku orang-orang yang diamati. tetapi didapat setelah melakukan analisis terhadap kenyataan sosial yang menjadi fokus penelitian. Model – model Kualitatif Model-model kualitatif dapat dikelompokkan menjadi 4 model: a. kelompok. dan holistik.com. sejarah. komprehensif. c. Konteks natural (alami). Pendekatan kualitatif diharapkan mampu menghasil kan uraian yang mendalam tentang ucapan. masyarakat.Penelitian kualitatif adalah riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. dan atau perilaku yang dapat diamati dari suatu individu. 3. tetapi banyak hal masih terpaku pada metode kuantitatif.Wikipedia. Karakteristik penelitian kualitatif Guba (1985: 39 – 44) mengetengahkan empat belas karakteristik penelitian naturalistik. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif http://www. dan atau organisasi tertentu dalam suatu setting konteks tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang utuh. Model ini digunakan dengan model Grounded research dan Etnometodologi menjadi cirri kualitatif yang paling konsekuen adalah model ini. Paradigma naturalistic – Guba & Lincoin Paradigma naturalistic dapat dibandingkan dengan latar alami dalam kualitatif. 2002: 2) 2.

Penelitian kualitatif naturalistic menyusun desain secara terus menerus disesuaikan dengan realita di lapangan tidak menggunakan desain yang telah disusun secara ketat. j. Sifat naturalistic memungkinkan mengungkap hal-hal yang tak terkatakan yang dapat memperkaya hal-hal yang diekspresikan oleh responden. bukan ke nomothetik (dalam arti mencari hukum keberlakuan umum). ikatan keseluruhan tidak dihilangkan. Kriteria keterpercayaan. Analisis data secara induktif. Holistic perspective Seluruh gejala yang dipelajari dipahami sebagai sistem yang kompleks lebih dari sekedar penjumlahan . tidak dilepaskan dari nilai lokalnya. d. tetapi lemah untuk dapat sesuai dengan konteks idiographik. Penafsiran bersifat idiographik (dalam arti keberlakuan khusus). bukan dibangun secara apriori.b. Sifat naturalistic memungkinkan mengungkap hal-hal yang tak terkatakan. sedangkan instrumen lain seperti tes dan angket tidak akan mampu melakukannya. Analisis data induktif menurut paradigma kualitatif adalah analisis data spesifik dari lapangan menjadi unit-unit dan dilanjutkan dengan kategorisasi. karena dengan cara tersebut konteksnya akan lebih mudah dideskripsikan. e. n. Sifat naturalistik lebih memilih metode kualitatif dari pada kuantitatif karena lebih mampu mengungkap realistas ganda. Dalam penelitian kuantitatif keterpercayaan ditandai dengan adanya validitas dan reliabilitas. c. Menurut Kirk dam Miller ciri-ciri Penelitian Kualitatif adalah sbb: Ciri. Desain bersifat sementara. Hal ini dilakukan untuk menghindari salah tafsir atas data yang diperoleh karena responden lebih memahami konteksnya daripada peneliti. Manusia sebagai instrumen. karena realitas itu ganda dan berbeda Ikatan konteks terfokus. Hasil dirundingkan dan disepakati bersama antara peneliti dengan responden. f. Lebih menyukai modus laporan studi kasus. dan kesaling hubungan. Metoda kualitatif.. dimensi. l. Pemanfaatan pengetahuan tak terkatakan. Generalisasi apriorik nampak bagus sebagai ilmu nomothetik. h. Hal ini dilakukan karena hanya manusia yang mampu menyesuaikan diri dengan berbagai ragam realitas dan menangkap makna. Inductive analysis Mendalami rincian dan kekhasan data guna menemukan kategori. g. terbuka pada apapun yang timbul. Hal ini terjadi karena realita di lapangan tidak dapat diramalkan sepenuhnya. Pengambilan sample secara purposive. tetap terjaga keberadaannya dalam konteks. Aplikasi tentatif. tidak melakukan manipulasi. k. Grounded theory. karena penafsiran yang berbeda nampaknya lebih member makna untuk realitas yang berbeda konteksnya. lebih sensitif dan adaptif terhadap pola-pola nilai yang dihadapi. i.ciri pokok Penelitian Kualitatif Naturalistic Inquiry Mempelajari situasi dunia nyata secara alamiah. Laporan semacam itu dapat menjadi landasan transferabilitas pada kasus lain. Sifat naturalistik lebih mengarahkan penyusunan teori diangkat dari empiri. karena dengan demikian deskripsi realitas ganda yang tampil dari interaksi peneliti dengan responden dapat terhindar dari bias. Dengan pengambilan fokus.

(sumber: Patton. menganggap perubahan bersifat konstan dan terus berlangsung baik secara individu maupun budaya secara keseluruhan Unique case orientation Menganggap setaip kasus bersifat khusus dan khas Context sensitivity Menempatkan temuan dalam dalam konteks sosial. Metode kualitatif (metode yang digunakan adalah metode kualitatif) d. Latar alamiah (penelitian dilakukan pada situasi alamiah dalam suatu keutuhan) b. terbuka. karakteristik yang dikemukakan oleh Patton lebih bersipat umum yang merupakan ciri-ciri dasar. Lebih mementingkan proses daripada hasil h. gejala yang sedang dipelajari Dynamic system Memperhatikan proses. Manusia sebagai alat (Manusia/peneliti merupakan alat pengumpulan data yang utama) c. Teori dari dasar/grounded theory (menuju pada arah penyusunan teori berdasarkan data) f. metode kuantitatif dan metode kualitatif dapat digunakan bersama-sama atau digabungkan tetapi dengan catatan: . gambar dan bukan angka-angka) g. historis dan waktu Emphatic netrality Penelitian dilakukan secara netral agar objektif tapi bersifat empati Design flexibility Design penelitiannya bersifat fleksibel. rumusan Moleong sudah menambahkan hal-hal yang bersifat operasional penelitian. Anslisa data secara induktif (mengacu pada temuan lapangan) e. Hasil penelitiaan dirundingkan dan disepakati bersama (hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama antar peneliti dengan sumber data) Dengan memperhatikan karakteristik penelitian kualitatif yang dikemukakan para ahli sebagaimana dikemukakan di atas. Adanya batas yang ditentukan oleh fokus (perlunya batas penelitian atas dasar fokus yang timbul sebagai masalajh dalam penelitian) i. reliabilitas dan obyektivitas) j. Dengan beberapa variasi tersebut maka akan lebih menambah pemahaman mengenai metode penelitian kualitatif. 1990: 40-41). Deskriptif (data yang dikumpulkan berupa kata-kata. Adanya kriteria khusus untuk keabsahan data (punya versi lain tentang validitas. kajian dilakukan secara mendalam Personal contact dan insight Peneliti memounyai hubungan langsung dan bergaul erat dengan orangorang dan situasi. Desain yang bersifat sementara (desain penelitian terus berkembang sesuai dengan kenyataan lapangan) k. Moleong mengemukakan sebelas karakteristik penelitian kualitatif yaitu : a. Menurut Sugiyono. nampaknya lebih bersifat saling melengkapi dan menambah. Setelah mensintesiskan pendapat Bogdan & Biklen dengan pendapat Lincoln & Guba. beradaptasi sesuai perubahan yang terjadi (tidak bersifat kaku.Qualitative data Deskriptif terinci.

1. asal kedua metode tersebut telah difahami dengan jelas dan seseorang telah berpengalaman luas dalam melakukan penelitian.imansofyani. Basics of Qualitative Research: Grounded Theory Procedures and Technique. maka dilacak terus sampai ditemukan kebenaran data tersebut. Selanjutnya. apakah pendekatan kuantitaif. tetapi tujuan yang berbeda. teknik pengumpulan data yang dperoleh adalah data kuantitatif.2 Desember 2005. 3.co. Digunakan secara bergantian. Volume 9.cc/Penelitian/penelitian1. Bila data antara kuesioner dan wawancara tidak sama. seperti penggunaan triangulasi dalam penelitian kualitatif. Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dengan Pendekatan Kualitatif dalam Metode Penelitian. No. Metode kualitatif dapat digunakan untuk menemukaan hipotesis. 4. Rangkuman hakekat penelitian kuantitaitf. kualitatif dan penelitian tindakan (action research) http://www. Pendekatan metode kuantitatif dan kualitatif. Memahami metode Kualitatif. Dalam penentuan metode penelitian yang akan digunakan tergantung pada tujuan penelitian yang akan dilakukan dan hasil yang diharapkan. Dapat menggunakan metode tersebut secara bersamaan.R. 57-65 Sofyani I. 1990 http://azizahkh. keduanya benar dan ilmiah sesuai dengan paradigmanya masing-masing. Bila sudah demikian maka proses pengumpulan data seperti trianggulasi dalam penelitian kualitatif. Makara Sosial Humaniora.pdf Sugiyono. 4. sedangkan metode kuantitatif digunakan untuk menguji hipotesis. Dalam penelitian kuantitatif misalnya. September 2002: 123 -136 Somantri G. Sage Publication. DAFTAR RUJUKAN Musianto L. hipotesis tersebut diuji dengan metode kuantitatif. No. Metode penelitian bisnis Strauss and Corbin.wordpress. kualitatif ataupun gabungan dari keduanya. Selanjutnya untuk memperkuat dan mengecek validitas data kuesioner tersebut. 2. Tetapi dalam penelitian kuantitatif dapat menggabungkan penggunaan teknik pengumpulkan data (bukan metodenya). Jurnal Manajemen & Kewirausahaan Vol. Pada tahap pertama menggunakan metode kualitatif sehingga ditemukan hipotesis.S. maka dapat dilengkapi dengan observasi atau wawancara kepada responden yang telah memberikan angket tersebut atau orang lain yang memahami masalah yang diteliti. PENUTUP Dengan adanya perbedaan dari metode penelitain kuantitaif dan kualitatif maka peneliti akan dapat menentukan pendekatan mana yang akan digunakan. 2. Untuk meneliti pada objek yang sama.com/2010/03/01/metode-penelitian-kualitatif-dan-kuantitatif/ . Metode penelitian tidak dapat digabungkan Karena paradigmanya berbeda. Newbury Park.

You're Reading a Free Preview

Descarga
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->