P. 1
Program Inovatif Sekolah

Program Inovatif Sekolah

|Views: 670|Likes:
Publicado porTri Sutrisno

More info:

Published by: Tri Sutrisno on Mar 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/02/2015

pdf

text

original

PROGRAM INOVATIF SEKOLAH

PROGRAM INOVATIF SEKOLAH Oleh Suparlan *) Mereka yang berfikiran hebat membicarakan ide-ide. Mereka yang berfikiran sedang membicarakan peristiwa-peristiwa. Mereka yang berfikiran sempit membicarakan orang lain (Eleanor Roosevelt, 1884 – 1962, mantan first lady AS) Inovasi membedakan antara pemimpin dan pengekor (Steve Jobs, pendiri Apple Computer) Innovation is change that creates a new dimension of performance (Peter Drucker: Hesselbein, 2003) Innovation is the creation of the new or the re-arranging of the old in a new way (Michael Vance)

Kita sekarang akan mencoba menjadi orang yang berfikiran hebat. Siapa takut? Kita sedang membicarakan ide-ide atau gagasangagasan, bukan membicarakan fakta-fakta saja, apalagi membicarakan orang lain. Gagasan apa saja itu? Tentang program inovatif sekolah. Benar sekali. Tapi, gagasan-gagasan yang akan ditulis ini mungkin saja memang bukan benar-benar baru bagi sekolah tertentu. Namun sekolah yang lain mungkin dapat menjadi sesuatu yang sangat berharga. Memang, gagasan baru juga harus semua komponennya harus baru. Gagasan baru itu bisa jadi dari gagasan yang sudah lama, yang kemudian diperbaiki, disempurnakan dengan memperbaiki satu atau beberapa elemennya, sehingga menjadi lebih baik dan bermanfaat. Itu pun sudah dapat disebut sebagai apa yang dikenal dengan inovasi. Innovation is the creation of the new or the re-arranging of the old in a new way (Michael Vance) Tulisan ini akan mencoba membahas tentang program sekolah yang dapat dinilai inovatif. Peter Drucker menjelaskan kepada kita bahwa inovasi sesungguhnya adalah perubahan yang menciptakan satu dimensi baru kinerja organisasi. Dalam hal ini, kinerja lembaga pendidikan sekolah. Pemberdayaan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sungguh, kita harus malu dengan peringkat ke empat di Pesta Olahraga Asia Tenggara. Kita telah jauh ketinggalan dari negara Thailand. Bahkan juga ketinggalan dari Vietnam. Kondisi ini juga tampak dari Human Development Index (HDI) Indonesia yang berada di bawah Vietnam. Padalah dahulu, dalam acara olahraga yang bergengsi ini kita selalu unggul. Boleh dikatakan bahwa negara yang lain berebut pada urutan kedua. Boleh jadi semua itu terjadi memang karena dampak negatif dari krisis multidimensional yang masih belum sepenuhnya usai. Namun, banyak orang yang meneropongnya dari faktor kemunduran dunia pendidikan kita. Dengan demikian, maka sumber masalahnya adalah lembaga pendidikan sekolah. Program peningkatan kompetensi SDM secara terencana dan berkelanjutan memang harus dimulai di lembaga pendidikan sekolah. Setelah lembaga pendidikan keluarga, maka lembaga pendidikan sekolah harus menjadi tempat yang strategis untuk dapat meningkatkan kompetensi SDM yang handal. Untuk dapat membangun SDM yang handal, kita tidak bisa hanya melakukan yang biasa-biasa saja. Juga tidak hanya dengan program-program yang biasa. Kita harus melakukan hal yang luar biasa. Dengan kata lain, kita harus melakukan hal-hal yang inovatif. Lembaga pendidikan sekolah harus merancang berbagai program yang inovatif. Pemberdayaan KKG dan MGMP harus dapat digunakan sebagai wahana yang efektif untuk dapat meningkatkan kompetensi guru di sekolah. Program Pemberian Susu dan Makanan Tambahan Di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Malaysia, sebagai ilustrasi, sebagaimana juga di sekolah-sekolah lain di tanah air, para siswa harus mengikuti upacara bendera di sekolah. Dalam beberapa kali upacara bendera, ketika pembina upacara menyampaikan

pidatonya, atau ketika bendera merah putih dinaikkan beberapa anak jatuh pingsan. Selidik punya selidik, masalah ini terjadi karena banyak anak-anak yang tidak sarapan pagi. Bukan hanya itu, ada kemungkinan mereka juga mengalami kekurangan gizi dan dehidrasi. Penemuan tentang rendahnya kebugaran jasmani, kesehatan, dan gizi anak-anak kita perlu mendapatkan perhatian kita semua. Hal ini sama sekali berbanding terbalik dengan keadaan peserta didik di Negeri Cina. Para siswa di sekolah yang cukup luas di negeri tirai bambu itu diwajibkan selalu melakukan olahraga dalam cabang olahraga yang mereka suka. Semua fasilitas olahraga telah disediakan, dan setiap harinya mereka harus melakukan olahraga sesuai dengan hobinya. Hasilnya? Stamina olahragawan dari negeri tirai bambu itu sangat luar biasa. Mereka yang suka berolahraga memiliki kecerdasan fisikal atau kecerdasan ragawi atau kecerdasan yang dikenal dengan bodily kinestetics yang tinggi. Termasuk di dalamnya adalah senam dan menari dengan olah tubuh yang penuh dengan rima dan irama itu. Kalau pun negeri kita pada saaat ini masih mengalami kesulitan untuk mencari sebelas pemain sebak bola, karena selalu keok dalam arena pertandingan olah raga yang bergengsi ini, maka masalahnya tidak lain dan tidak bukan adalah karena kecerdasan fisikal generasi muda kita yang masih rendah. Selain itu, asupan gizi generasi muda kita masih di bawah rata-rata anak-anak di dunia. Jika negeri ini masih juga mengalami masalah mahalnya susu untuk tumbuh kembang anak-anak kita, negeri adidaya Amerika Serikat telah jauh memikirkan pentingnya makan siang anak-anak sekolah melalui program makan siang anak-anak usia sekolah melalui National School Lunch Program Act yang telah ditandatangani oleh Presiden Truman pada tahun 1946. Bahkan pada tanggal 14 Oktober 1940, pemerintah Amerika Serikat juga telah mengeluarkan program susu sekolah ( school milk program). Rupanya, DPR kita masih sibuk dengan urusan politik ketimbang dengan urusan makan siang anak-anak. Nah apa yang harus diprogramkan oleh sekolah untuk mengatasi itu semua? Pemberian bubur kacang hijau, susu, dan makanan bergizi lainnya secara rutin sudah tentu menjadi kegiatan yang sangat berguna bagi anak-anak kita. Jangan biarkan anak-anak kita membiasakan jajan di tepi-tepi pagar sekolah, yang dari aspek kesehatan dan gizinya tidak dapat kita pertanggungjawabkan. Penciptaan Lingkungan Sekolah Yang Sehat Program ini sangat terkait dengan program sebelumnya. Pertama, program yang harus dibenahi adalah kantin sekolah. Ciptakan kantin sekolah yang hiegenis dengan jenis makanan yang bergizi. Kedua, citakan lingkungan sekolah yang bersih, rindang, dan indah. Program 7K perlu digalakkan lagi, bukan hanya secara seremonial belaka, tetapi harus menyentuh perubahan kebiasaan para penghuninya. Memasang papan bertuliskan ”LINGKUNGAN BEBAS ROKOK” merupakan satu gebrakan yang dapat dilakukan. Tulisan-tulisan lain, seperti ”TARUH SAMPAH PADA TEMPATNYA”, atau ”CUCI TANGAN SEBELUM MAKAN”, atau ”KESEHATAN SEBAGIAN DARI IMAN” dapat diharapkan dapat mengisi nurani anak-anak kita yang masih putih itu. Lomba kebersihan dan keindahan kelas dapat diadakan pada saat momen-momen tertentu, misalnya peringatan hari besar nasional dan agama, atau peringatan hari lahir sekolah. Talent Scouting Bibit Olahraga dan Seni Pembinaan olahraga memang menjadi tugas utama guru olahraga dan keshatan. Tetapi, program pembinaan olahraga secara teroganisasi di sekolah sudah barang tentu menjadi tanggung jawab semua komponen sekolah. Di samping olahgara rekreasi, pencatatan secara rutin rekor olahraga prestasi harus tersedia di sekolah. Sekolah harus memiliki catatan, nama-nama siswa dengan rekor tertingginya dalam cabang olahraga tertentu. Dengan catatan ini, jika ada kegiatan pertandingan olahraga, maka sekolah tinggal memilih mereka untuk dapat mengikuti ajang pertandingan olahraga yang akan diikuti. Pencatatan prestasi olahraga ini dapat dilakukan pada awal tahun pelajaran atau pada saat usai ulangan semester pertama menjelang libur sekolah. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi tempat pembibitan olahraga dan seni yang pertama dan utama. Science-Tech Club Sama dengan talent scouting dalam bidang olahraga, sekolah juga harus melakukannya untuk bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebenarnya para guru telah memiliki pengetahuan dan keterampilan praktis dalam penelitian sederhana. Namun banyak di antaranya kurang begitu yakin bahwa anak-anak mampu melakukannya. Padahal obyek penelitian sederhana bagi anak-anak terbentang luas di sekolah dan lingkungannya. Sayur apakah yang menjadi kegemaran siswa, sebagai contoh, adalah pertanyaan penelitian sederhara yang dapat dilakukan bukan di SMP, tetapi sudah bisa dilakukan di SD. Topik-topik lainnya misalnya: (1) rata-

rata jumlah anak dalam satu keluarga, (2) rata-rata tinggi dan berat badan anak-anak kelas 5 SD, (3) jarak tempuh anak-anak ke sekolah, dan masih banyak yang lain. Kebun Sekolah dan Penanaman Sejuta Pohon Jika secara internasional isu pemanasan global telah melahirkan Bali Roadmap untuk memecahkan isu tersebut, maka apa yang dapat dilakukan di tingkat sekolah? Tentu saja pendidikan lingkungan hidup harus menjadi tanggung jawab sekolah. Untuk sekolah yang tidak memiliki lahan yang luas, setiap kelas dapat diminta untuk membikin taman di depan kelasnya masing-masing. Atau dapat meminta kepada para siswa untuk masing-masing dapat memiliki tanaman kesayangan yang harus dipelihara setiap hari dengan sepenuh hati. Disiram, dipupuk, dan disiangi kalau ada rumput yang menggangunya. Jika ada sedikit lahan di depan sekolah, maka sekolah juga dapat membuat taman sederhana untuk menanam tanaman hias atau tanaman bunga, agar sekolah tidak terasa gersang. Jika di lingkungan sekolah ada lahan tidur yang tidak dimanfaatkan oleh yang empunya, sekolah dapat meminjamnya untuk dijadikan kebun sekolah tempat praktik anak-anak menanam berbagai jenis tanaman. Selain itu, sekolah juga dapat membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan program penanaman satu juta pohon. The First Day Festival Ide ini diusulkan oleh seorang guru di suatu sekolah di Amerika Serikat. Pada waktu itu, pelibatan peran serta orangtua dalam penyelenggaraan pendidikan masih menjadi sesuatu yang langka. Setelah program ini dilaksanakan, antusiasme orangtua dan masyarakat tiba-tiba meningkat secara drastis. Sejak adanya festival hari pertama sekolah itu, orangtua siswa dan masyarakat merasakan adanya peningkatan keakraban dan kekeluargaan antara sekolah dan orangtua siswa secara luar biasa. Orangtua dan masyarakat tidak lagi merasa sebagai klien, tetapi sebagai pemangku kepentingan yang memiliki tanggung jawab yang sama besar dengan pihak kepala sekolah dan para guru di sekolah. Program seperti ini dapat berupa program lain yang tidak kalah inovatifnya. Acara tutup tahun sekolah, sebagai contoh, dapat menjadi media untuk menyatupadukan sekolah dengan orangtua dan masyarakat. Dalam acara tersebut, para siswa dapat menunjukkan kebolehannya, baik dalam bidang akademis maupun nonakademis, di hadapan orangtua dan masyarakat. Dampaknya, orangtua dan masyarakat menjadi lebih memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi siswa. Dampak pengiringnya, orangtua dan masyarakat menjadi lebih antusias dalam ikut serta memberikan dukungan dan bantuan terhadap pelaksanaan program-program inovatif sekolah. Akhir Kata Masih sangat banyak program inovatif lain yang dapat dilaksanakan oleh sekolah. Tentu saja berdasarkan kondisi sekolahnya masing-masing. Sebagai contoh, program sekolah berwawasan imtaq, program sekolah yang aman dan nyaman, program sekolah ramah anak, kegiatan outbond, dan masih banyak yang lainnya. Penerapan pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM) dan contextual teaching and learning (CTL) kini menjadi program inovatif di sekolah yang menjadi primadona. Pendek kata, dengan program inovatif, semua warga sekolah dan pemangku kepentingan ingin mencoba sesuatu yang tidak biasa. Ingin mencoba sesuatu yang baru, yang kalau bisa yang luar biasa. Itu semua dapat dimulai dengan program inovatif yang sederhana, dan sudah barang tentu yang tidak memberatkan keuangan orangtua siswa. Yang penting, semua warga sekolah ingin melakukan sesuatu yang baru, atau sesuatu yang sebelumnya kurang mendapatkan perhatian. Tentu saja, semua itu harus dirancang adalam rencana yang matang, yang dikenal dengan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS), yang disusun oleh sekolah bersama dengan pemangku kepentingan. Dengan kata lain, RPS yang disusun hendaknya memuat program-program inovatif, baik yang terkait dengan aspek akademis maupun nonakademis di sekolah. Sulitkah semua itu kita lakukan? Semua itu memang sulit untuk pertama kalinya. All beginning is difficult. Semua permulaan itu memang sulit. Tetapi, yakinlah bahwa semua itu dapat dilakukan jika kita memiliki kemauan. Dimana ada kemauan di situ ada jalan. Mudah-mudahan.

MATERI UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH : MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
08:04 Nurul Amaliah No comments Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

A. 1.

KONSEP MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

Pengantar Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah masih rendahnya mutu pendidikan dari sebagian sekolah khususnya sekolah dasar dan menengah di pedesaan, misalnya di pedalaman dan di perbatasan. Berbagai upaya telah dan sedang dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, misalnya pengembangan delapan (8) standar nasional pendidikan, alokasi dana pendidikan minimal 20% APBN dan APBD, sertifikasi pendidik beserta tunjangan profesinya, penerapan ujian nasional, peningkatan partisipasi masyarakat dalam pendidikan, dan sejumlah terobosan baru berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Namun demikian, mutu pendidikan nasional belum merata di seluruh tanah air. Sebagian sekolah, terutama di kota-kota, secara umum, menunjukkan peningkatan mutu pendidikan yang cukup menggembirakan, sebaliknya sebagian lainnya khususnya di pedesaan, masih memprihatinkan. Jadi, kesenjangan mutu pendidikan nasional masih cukup lebar. Berdasarkan kenyataan ini, berbagai pihak mempertanyakan: apa penyebab kesenjangan mutu pendidikan nasional yang masih lebar ini? Tentu saja jawabannya adalah banyak faktor yang menyebabkan lebarnya kesenjangan mutu pendidikan nasional, tiga diantaranya adalah: (1) penerapan pendekatan sistem secara parsial, (2) belum maksimalnya penerapan MBS, dan (3) rendahnya partisipasi warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan sekolah. Faktor pertama, penerapan pendekatan sistem dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah sering dilaksanakan secara parsial. Sekolah sebagai sistem terdiri dari konteks, input, proses, output, dan outcome. Dalam kenyataannya, pengembangan sekolah sering difokuskan pada input saja (guru, kurikulum, sarana dan prasarana, dana, dsb.), proses saja (proses belajar mengajar, penilaian hasil belajar, kepemimpinan sekolah, dsb.), atau output saja (nilai ujian nasional, perlombaan karya ilmiah, dsb.). Padahal, penyelenggaraan sekolah sebagai sistem harus dilakukan secara utuh, tidak parsial, apalagi parosial. Artinya, pengembangan sekolah secara sistem harus mencakup seluruh komponen sekolah secara utuh mulai dari konteks, input, proses, output, hingga sampai outcome. Faktor kedua, penyelenggaraan pendidikan nasional yang dilakukan secara birokratik-sentralistik telah menempatkan sekolah sebagai subordinasi yang sangat tergantung pada keputusan birokrasi diatasnya yang mempunyai jalur yang sangat panjang dan kadang-kadang kebijakan yang diberlakukan kurang sesuai dengan kondisi sekolah setempat. Karena sekolah lebih merupakan subordinasi dari birokrasi di atasnya, maka mereka kehilangan kemandiriannya, terpasung kreatifitasnya/inisiatifnya, rendah keluwesannya, rendah motivasinya, dan rendah keberanian moralnya untuk melakukan hal-hal baru yang diperlukan untuk memajukan sekolahnya. Faktor ketiga, peranserta warga sekolah khususnya guru, karyawan dan siswa serta peranserta masyarakat khususnya orangtua siswa dalam penyelenggaraan sekolah selama ini belum optimal. Partisipasi guru dalam pengambilan keputusan sering diabaikan, padahal terjadi atau tidaknya perubahan di sekolah sangat tergantung pada guru. Dikenalkan pembaruan apapun jika guru tidak berubah, maka tidak akan terjadi perubahan di sekolah tersebut. Partisipasi masyarakat selama ini pada umumnya sebatas pada dukungan dana, sedang dukungan-dukungan lain seperti pemikiran, moral, pisik, dan material belum optimal. Padahal, kesuksesan sekolah sangat memerlukan teamwork yang kompak, cerdas, dinamis, harmonis, dan lincah. Hal ini hanya akan terjadi apabila pertisipasi warga sekolah dan masyarakat maksimal. Partisipasi maksimal akan mampu meningkatkan rasa kepemilikan terhadap sekolah dan rasa kepemilikan akan meningkatkan dedikasi warga sekolah dan masyarakat terhadap sekolah. Berdasarkan ketiga faktor tersebut, tentu saja perlu dilakukan upaya-upaya penyampurnaan, salah satunya adalah mempertegas konsep dasar MBS dan memperkuat pelaksanaannya. Oleh karena itu, pembahasan MBS selanjutnya akan difokuskan pada: (1) landasan yuridis, (2) asumsi-asumsi diterapkannya MBS, (3) prakondisi yang diperlukan dalam penyelenggaraan MBS, (4) konsep dasar MBS yang meliputi: pola baru manajemen pendidikan masa depan, arti, tujuan,

dan ancaman bagi dirinya sehingga dia dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang tersedia untuk memajukan sekolah. dengan pemberian fleksibilitas/keluwesan-keluwesan yang lebih besar kepada sekolah untuk mengelola sumberdayanya. Landasan Yuridis Penerapan MBS dilandasi oleh peraturan perundang-undangan pendidikan nasional yang berlaku di Indonesia. keterlibatan warga sekolah dan masyarakat dalam pengambilan keputusan akan mampu meningkatkan rasa kepemilikan. maka sekolah akan lebih kreatif. Pasal 51. yaitu: 1. kelemahan. 3. Pasal 49. 4. sekolah lebih bertanggungjawab tentang mutu pendidikan masing-masing kepada pemerintah dan pemerintah daerah. 5. inisiatif. 7. Pasal 3). peluang. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan (khususnya yang terkait dengan MBS adalah Bab II. 5. khususnya input pendidikan yang akan dikembangkan dan didayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan tingkat perkembangan serta kebutuhan peserta didik. 3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.karakteristik MBS. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 78 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Ayat (1). dengan pemberian otonomi yang lebih besar kepada sekolah. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (khususnya yang terkait dengan MBS adalah Bab XIV. 2. sekolah lebih mengetahui kekuatan. penggunaan sumberdaya pendidikan lebih efektif dan efisien jika dikontrol oleh warga sekolah dan masyarakat setempat. pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sekolah lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan sekolah karena pihak sekolahlah yang paling mengetahui apa yang terbaik bagi sekolahnya. dan (5) pelaksanaan MBS. dan masyarakat pada umumnya sehingga . 3. Kelima bahasan tersebut akan diuraikan seperlunya pada bab-bab berikut. Ayat (1). maka sekolah akan lebih luwes dan lincah dalam mengadakan dan memanfaatkan sumberdaya secara optimal untuk meningkatkan mutu sekolah. dedikasi. dan urusan-urusan yang didesentralisasikan ke sekolah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan. akuntabilitas. 6. 8. 2. Asumsi-asumsi Diterapkannya MBS MBS diterapkan dengan asumsi-asumsi sebagai berikut: 1. orangtua peserta didik. sekolah lebih mengetahui kebutuhannya. dan 6. transparansi. 4. 2. dan kepercayaan publik terhadap sekolah. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (khususnya yang terkait dengan MBS adalah Bab VIII. dan inovatif dalam meningkatkan kinerja sekolah.

pelaksanaannya. sekolah akan mampu bersaing secara sehat dengan sekolah-sekolah lainnya dalam peningkatan mutu pendidikan melalui upaya-upaya kreatif dan inovatif yang didukung oleh orangtua siswa. sekolah memiliki sistem tata kelola yang baik untuk mempromosikan partisipasi dan transparansi kepada warga sekolah dan masyarakat sekitar serta akuntabilitas sekolah terhadap publik sehingga sekolah akan merupakan bagian dari (milik) masyarakat dan bukannya sekolah yang berada di masyarakat.sekolah akan berupaya semaksimal mungkin untuk melaksanakan dan mencapai sasaran mutu pendidikan yang telah direncanakan. masyarakat sekitar dapat disadarkan akan pentingnya pendidikan. sekolah dapat secara cepat menanggapi perubahan. demokrasi/egaliterisme pendidikan dapat ditumbuh kembangkan. dan pengontrolannya. sekolah sebagai institusi pendidikan juga harus siap untuk menerapkan MBS sebagaipola baru. dan 10. 4. Keempat. sekolah memiliki kemampuan mengarahkan dan membimbing warganya melalui penyusunan kebijakan. tetap bisa menerapkan MBS sambil melengkapi persyaratan yang belum dapat dipenuhi. dan lingkungan yang berubah dengan cepat. peralatan. pengkoordinasiannya. Prakondisi yang Diperlukan untuk Menyelenggarakan MBS Sekolah yang akan menerapkan MBS perlu menyiapkan persyaratan berikut. 9. bukan prokemapanan. dan pemerintah daerah setempat. Artinya. . tetapi lebih merupakan petunjuk penyiapan bagi sekolah-sekolah yang akan menerapkan MBS. dan material/bahan. baik pola pikirnya (mind set). Kelima. misalnya penghargaan terhadap perbedaan pendapat. aspirasi masyarakat. Kedua. perbekalan. Persyaratan ini bukan dimaksudkan untuk menghambat sekolah yang tidak memenuhinya untuk melaksanakan MBS. perlengkapan. dan masyarakat sekitar melalui komite sekolah dapat digerakkan untuk mendukung MBS. sekolah harus mau melakukan restrukturisasi (perubahan) terhadap manajemen dan organisasinya agar akomodatif terhadap penerapan MBS. musyawarah-mufakat dapat dilaksanakan. warga sekolah (sumberdaya manusianya) harus siap diajak untuk melakukan perubahan pada dirinya. Sekolah yang hanya mampu memenuhi sebagian persyaratan. kultur sekolah juga harus siap dan kondusif untuk menghadapi tuntutan baru MBS. Sekolah juga harus memiliki sumberdaya yang memadai. warga sekolah harus pro-perubahan. Artinya. menjunjung tinggi hak asasi manusia. pengorganisasiannya. baik sumberdaya manusianya maupun sumberdaya selebihnya yaitu dana. Ketiga. misalnya perencanaannya. persyaratan berikut bukan merupakan harga mati. pola hatinya (heart set). Pertama. masyarakat sekitar. rencana. maupun pola tindakannya (action set). Oleh karena itu. Ini semua dilakukan secara partisipatif oleh warga sekolah. dikurangi atau ditambah sesuai dengan karakteristik sekolah dan masyarakat sekitarnya. akan tetapi lebih merupakan saran yang masih terbuka untuk dimodifikasi. Adapun prakondisi yang diperlukan untuk melaksanakan MBS adalah sebagai berikut. educable/trainable (mau diajak belajar/dilatih). dan program yang jelas untuk menyelenggarakan MBS.

5. bimbingan.Keenam. Pola Baru Manajemen Pendidikan Masa Depan Bukti-bukti empirik lemahnya pola lama manajemen pendidikan nasional dan digulirkannya otonomi daerah telah mendorong dilakukannya penyesuaian diri dari pola lama manajemen pendidikan menuju pola baru manajemen pendidikan masa depan yang lebih bernuansa otonomi dan yang lebih demokratis. sekolah diberi kewenangan dan tanggungjawab yang lebih besar (otonomi) untuk menyelenggarakan sekolahnya. Tabel 1 berikut menunjukkan dimensi-dimensi perubahan pola manajemen. yang ditunjukkan oleh pemberian arah. dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menerapkan MBS cukup kuat. dari yang lama menuju ke yang baru. Tabel 1: Dimensi-Dimensi Perubahan Pola Manajemen Pendidikan Pola Lama Subordinasi Pengambilan keputusan terpusat Ruang gerak kaku Pendekatan birokratik Sentralistik Diatur Overregulasi Mengontrol Mengarahkan Menghindari resiko Gunakan uang semuanya Individual yang cerdas Menuju ⇒⇒ ⇒⇒ Pola Baru Otonomi Pengambilan keputusan partisipatif Ruang gerak luwes Pendekatan professional Desentralistik Motivasi diri Deregulasi Mempengaruhi Memfasilitasi Mengelola resiko Gunakan uang seefisien mungkin Teamwork yang cerdas ⇒⇒ ⇒⇒ ⇒⇒ ⇒⇒ ⇒⇒ ⇒⇒ ⇒⇒ ⇒⇒ ⇒⇒ ⇒⇒ . Lebih dari itu. pengaturan. dan monitoring serta evaluasi yang diperlukan untuk kelancaran penyelenggaraan MBS.

karyawan) dan masyarakat (orangtua siswa. kemampuan dan tuntutan sekolah serta masyarakat atau stakeholder yang ada. pendekatan profesionalisme lebih diutamakan dari pada pendekatan birokrasi. penggunaan uang lebih efisien karena sisa anggaran tahun ini dapat digunakan untuk anggaran tahun depan (efficiency-based budgeting). regulasi pendidikan lebih sederhana. Istilah otonomi juga sama dengan istilah “swa”. sekolah memiliki wewenang lebih besar dalam pengelolaan lembaganya.informasi terbagi ke semua warga sekolah. swakelola. dan sebagainya. peranan pusat bergeser dari mengontrol menjadi mempengaruhi dan dari mengarahkan ke memfasilitasi. kemandirian dalam program dan pendanaan merupakan tolok ukur utama kemandirian sekolah. pengambilan keputusan dilakukan secara partisipatif dan partsisipasi masyarakat makin besar. memberikan fleksibilitas/keluwesan-keluwesan kepada sekolah. sekolah diberikan kewenangan dan tanggungjawab untuk mengambil keputusan-keputusan sesuai dengan kebutuhan. sekolah lebih luwes dalam mengelola lembaganya. Pada gilirannya. Pada Pola Lama. Sedang pada Pola Baru. swadana. Arti MBS Secara umum. pengusaha. MBS dijiwai oleh pola baru manajemen pendidikan masa depan sebagaimana diilustrasikan pada Tabel 1. Lebih rincinya. misalnya swasembada. lebih mengutamakan teamwork. manajemen berbasis sekolah (MBS) dapat diartikan sebagai model pengelolaan yang memberikan otonomi (kewenangan dan tanggungjawab)lebih besar kepada sekolah. dari menghindari resiko menjadi mengolah resiko. pengelolaan sekolah lebih desentralistik. Pada dasarnya. lebih mengutamakan pemberdayaan. untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan nasional serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. .Pola Lama Informasi terpribadi Pendelegasian Organisasi herarkis Menuju ⇒⇒ ⇒⇒ ⇒⇒ Pola Baru Informasi terbagi Pemberdayaan Organisasi datar Berikut dijelaskan secara singkat Tabel 1. dan mendorong partisipasi secara langsung warga sekolah (guru. perubahan sekolah lebih didorong oleh motivasi-diri sekolah dari pada diatur dari luar sekolah. kemandirian yang berlangsung secara terus menerus akan menjamin kelangsungan hidup dan perkembangan sekolah (sustainabilitas). siswa. dan struktur organisasi lebih datar sehingga lebih efisien.). (Catatan: MBS tidak dibenarkan menyimpang dari peraturan perundang-undangan yang berlaku). Dengan otonomi tersebut. tokoh masyarakat. ilmuwan. konsep dasar dan karakteristik MBS dapat diuraikan sebagai berikut. Otonomi dapat diartikan sebagai kemandirian yaitu kemandirian dalam mengatur dan mengurus dirinya sendiri. kepala sekolah. tugas dan fungsi sekolah lebih pada melaksanakan program dari pada mengambil inisiatif merumuskan dan melaksanakan program peningkatan mutu yang dibuat sendiri oleh sekolah. 6.

sehingga sekolah lebih mandiri. dan sebagainya. Tentu saja kemandirian yang dimaksud harus didukung oleh sejumlah kemampuan. dan demokrasi.) didorong untuk terlibat secara langsung dalam penyelenggaraan pendidikan. akuntabilitas. sekolah lebih berdaya dalam mengembangkan program-program yang.swakarya. kemampuan memobilisasi sumberdaya. dan evaluasi pendidikan yang diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini dilandasi oleh keyakinan bahwa jika seseorang dilibatkan (berpartisipasi) dalam penyelenggaraan pendidikan. kemampuan berkomunikasi dengan cara yang efektif. cerdas dan dinamis. di mana warga sekolah (guru. karyawan) dan masyarakat (orang tua siswa. kemampuan bersinergi dan berkolaborasi. Peningkatan partisipasi warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan sekolah akan mampu menciptakan keterbukaan. makin besar pula rasa tanggungjawab. sehingga yang bersangkutan juga akan bertanggungjawab dan berdedikasi sepenuhnya untuk mencapai tujuan sekolah. dan kemampuan memenuhi kebutuhannya sendiri. Peningkatan partisipasi yang dimaksud adalah penciptaan lingkungan yang terbuka dan demokratik. makin besar pula dedikasinya. Sedang demokrasi pendidikan adalah kebebasan yang terlembagakan melalui musyawarah dan mufakat dengan menghargai perbedaan. maka yang bersangkutan akan mempunyai “rasa memiliki” terhadap sekolah. sekolah memiliki kewenangan dan tanggungjawab yang lebih besar dalam mengelola sekolahnya. sekolah akan lebih lincah dalam mengelola dan memanfaatkan sumberdaya sekolah secara optimal. Komite Sekolah diharapkan menjadi mitra sekolah yang dapat mewadahi dan menyalurkan aspirasi serta prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pendidikan di sekolah. tokoh masyarakat. dan makin besar rasa tanggungjawab. kemampuan memilih cara pelaksanaan yang terbaik. siswa. hubungan sekolah dan masyarakat erat. kemampuan adaptif dan antisipatif. masyarakat dan pemerintah melalui pelaporan dan pertemuan yang dilakukan secara terbuka. Singkatnya: makin besar tingkat partisipasi. tentu saja. Partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan sekolah telah diatur dalam suatu kelembagaan yang disebut dengan Komite Sekolah. Dalam hal pembentukannya. makin besar pula rasa memiliki. Jadi otonomi sekolah adalah kewenangan sekolah untuk mengatur dan mengurus kepentingan warga sekolah menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi warga sekolah sesuai dengan peraturan perundang-undangan pendidikan nasional yang berlaku. Keterbukaan yang dimaksud adalah keterbukaan dalam program dan keuangan. usahawan. Tugas dan fungsi Komite Sekolah antara lain mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap . Komite Sekolah menganut prinsip transparansi. dan swalayan. Kerjasama yang dimaksud adalah adanya sikap dan perbuatan lahiriyah kebersamaan/kolektif untuk meningkatkan mutu sekolah. ilmuwan. kerjasama yang kuat. kemampuan memecahkan persoalan-persoalan sekolah. Tentu saja pelibatan warga sekolah dalam penyelenggaraan sekolah harus mempertimbangkan keahlian. mulai dari pengambilan keputusan. dan relevansinya dengan tujuan partisipasi. dan adanya kesadaran bersama bahwaoutput sekolah merupakan hasil kolektif teamwork yang kompak. dan demokrasi pendidikan. kemampuan berdemokrasi/menghargai perbedaan pendapat. akuntabilitas. makin besar rasa memiliki. Dengan fleksibilitas/keluwesan-keluwesannya. lebih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan/potensi yang dimiliki. Kerjasama sekolah yang baik ditunjukkan oleh hubungan antar warga sekolah yang erat. Secara resmi keberadaan Komite Sekolah ditunjukkan melalui Surat Keputusan Mendiknas Nomor 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. pelaksanaan. yaitu kemampuan mengambil keputusan yang terbaik. Akuntabilitas sekolah adalah pertanggungjawaban sekolah kepada warga sekolahnya. Dengan otonomi yang lebih besar. Dengan kemandiriannya. batas kewenangan. hak asasi manusia serta kewajibannya dalam rangka untuk meningkatkan mutu pendidikan.

dia tahu posisinya di mana. 7. pemberian tanggungjawab. dia memiliki kontrol terhadap pekerjaannya. khususnya dalam pengelolaan peningkatan mutu. dan memiliki partisipasi yang lebih besar dari kelompok-kelompok yang berkepentingan dengan sekolah. mediator dan pengontrol penyelenggaraan pendidikan di sekolah. dukungan. Dengan cara ini. komitmen yang tinggi pada dirinya. pekerjaannya memiliki kontribusi. keluwesan-keluwesan yang dimaksud harus tetap dalam koridor kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang ada. dan melakukan evaluasi pelaksanaan peningkatan mutu). kontrol yang luwes. mengetahui bahwa dia adalah bagian penting dari sekolah. ada pujian. kreatif dan inisiatf. maka sekolah akan merupakan unit utama pengelolaan proses pendidikan. melaksanakan rencana peningkatan mutu. kemampuan untuk mengukur kinerjanya sendiri. bagi sumberdaya manusia sekolah yang berdaya. bertanggungjawab terhadap kinerja sekolah. memanfaatkan dan memberdayakan sumberdayanya. adaptif dan antisipatif/proaktif terhadap perubahan. pekerjaan yang bermakna. Komite Sekolah juga dapat memberikan masukan dan pertimbangan kepada sekolah tentang kebijakan dan program pendidikan. variasi tugas. memiliki kontrol yang kuat terhadap input manajemen dan sumberdayanya. Dengan kepemilikan ketiga hal ini. dan menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan. dia bertanggungjawab. berani mengambil resiko. Namun demikian. komunikasi yang efektif. dan warga sekolah diberlakukan sebagai manusia ciptaan-Nya yang memiliki martabat tertinggi. dan sebagainya).penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. sumberdaya yang dibutuhkan ada. sedang unit-unit di atasnya (Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. memiliki jiwa kewirausahaan tinggi (inovatif. pada umumnya. menyusun rencana peningkatan mutu. umpan balik bagus. Dengan pengertian di atas. Dengan keluwesan-keluwesan yang lebih besar diberikan kepada sekolah. Komite Sekolah diharapkan berperan sebagai pendukung. maka sekolah memiliki kemandirian lebih besar dalam mengelola sekolahnya (menetapkan sasaran peningkatan mutu. sekolah akan lebih responsif dan lebih cepat dalam menanggapi segala tantangan yang dihadapi. memiliki kontrol yang kuat terhadap kondisi kerja. tantangan. rencana anggaran pendidikan dan belanja sekolah. Selanjutnya. memiliki fleksibilitas pengelolaan sumberdaya sekolah. pemberi pertimbangan. maka sekolah akan lebih lincah dan tidak harus menunggu arahan dari atasannya untuk mengelola. gigih. Fleksibilitas dapat diartikan sebagai keluwesan-keluwesan yang diberikan kepada sekolah untuk mengelola. Tujuan MBS . ulet. kepercayaan. memiliki ciri-ciri: pekerjaan adalah miliknya. memanfaatkan dan memberdayakan sumberdaya sekolah seoptimal mungkin untuk meningkatkan mutu sekolah. Dinas Pendidikan Provinsi. dan prestasi merupakan acuan bagi penilaiannya. hasil kerja yang terukur. dan Departemen Pendidikan Nasional) akan merupakan unit pendukung dan pelayan sekolah. dan pekerjaannya merupakan bagian hidupnya. Sekolah yang mandiri memiliki ciri-ciri sebagai berikut: sifat ketergantungan rendah. Contoh tentang hal-hal yang dapat memandirikan/memberdayakan warga sekolah adalah: pemberian kewenangan. menghargai ideide. Pendeknya. pemecahan masalah sekolah secara teamwork. didengar. mendorong orangtua dan masyarakat berpartisipasi dalam pendidikan guna mendukung peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan. Selain itu.

akan tetapi lebih menekankan pada internalisasi tentang apayang diajarkan sehingga tertanam dan berfungsi sebagai muatan nurani dan dihayati (ethos) serta dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari oleh peserta didik . Dengan MBS. sekolah diharapkan makin mampu dan berdaya dalam mengurus dan mengatur sekolahnya dengan tetap berpegang pada koridor-koridor kebijakan pendidikan nasional. kejujuran. produktivitas. output dapat diklasifikasikan menjadi dua. dan input memiliki tingkat kepentingan dua tingkat lebih rendah dari output. Output non-akademik. sedang proses memiliki tingkat kepentingan satu tingkat lebih rendah dari output. pendekatan sistem yaitu input-prosesoutput digunakan untuk memandunya. akuntabilitas. Perlu digarisbawahi bahwa pencapaian tujuan MBS harus dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik (partisipasi. rasional. Ini ditunjukkan oleh sifat PBM yang menekankan pada pemberdayaan peserta didik. lomba karya ilmiah remaja.MBS bertujuan untuk meningkatkan kinerja sekolah melalui pemberian kewenangan dan tanggungjawab yang lebih besar kepada sekolah yang dilaksanakan berdasarkan prinsipprinsip tata kelola sekolah yang baik yaitu partisipasi. kesenian. induktif. dan akuntabilitas. dan output. NUN/NUS. akhlak/budipekerti. Hal ini didasari oleh pengertian bahwa sekolah merupakan sistem sehingga penguraian karakteristik MBS (yang juga karakteristik sekolah efektif) mendasarkan pada input. mengingat output memiliki tingkat kepentingan tertinggi. dan output. perilaku sosial yang baik seperti misalnya bebas narkoba. dan kepramukaan. Karakteristik MBS Manajemen Berbasis Sekolah memiliki karakteristik yang perlu dipahami oleh sekolah yang akan menerapkannya. cara-cara berpikir (kritis. Fisika). solidaritas yang tinggi. transparansi. dan sebagainya) . Oleh karena itu. karakteristik MBS berikut memuat secara inklusif elemen-elemen sekolah efektif. efektivitas. kedisiplinan. a. toleransi. yaitu output berupa prestasi akademik (academic achievement) dan output berupa prestasi non-akademik (non-academic achievement). Matematika. kerjasama yang baik. dan inovasi pendidikan. efisiensi. Dalam menguraikan karakteristik MBS. uraian berikut dimulai dari output dan diakhiri input. b.bukan sekadar penekanan pada penguasaan pengetahuan tentang apa yang diajarkan (logos). maka sekolah efektif merupakan isinya. maka sejumlah karakteristik MBS berikut perlu dimiliki. Output sekolah adalah prestasi sekolah yang dihasilkan oleh proses pembelajaran dan manajemen di sekolah. Jika MBS merupakan wadah/kerangkanya. harga diri. proses. nalar. rasa kasih sayang yang tinggi terhadap sesama. Pada umumnya. Proses Sekolah yang efektif pada umumnya memiliki sejumlah karakteristik proses sebagai berikut: 1) Proses Belajar Mengajar yang Efektivitasnya Tinggi Sekolah yang menerapkan MBS memiliki efektivitas proses belajar mengajar (PBM) yang tinggi. kerajinan. Berbicara karakteristik MBS tidak dapat dipisahkan dengan karakteristik sekolah efektif. 8. Selanjutnya. misalnya keingintahuan yang tinggi. Output prestasi akademik misalnya. yang dikategorikan menjadi input. Output yang Diharapkan Sekolah memiliki output yang diharapkan. proses. PBM bukan sekadar memorisasi dan recall. deduktif. Peningkatan kinerja sekolah yang dimaksud meliputi peningkatan kualitas. Dengan kata lain. dan ilmiah). kreatif/ divergen. transparansi. lomba (Bahasa Inggris. jika sekolah ingin sukses dalam menerapkan MBS. prestasi olahraga.

pengembangan. tertib. Oleh karena itu. sehingga setiap perilaku selalu didasari oleh profesionalisme. Dalam hal ini. nyaman. mulai dari analisis kebutuhan. Budaya mutu memiliki elemen-elemen sebagai berikut: (a) informasi kualitas harus digunakan untuk perbaikan. Oleh karena itu. dan Dinamis . 5) Sekolah Memiliki Budaya Mutu Budaya mutu tertanam di sanubari semua warga sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi. evaluasi kinerja. merupakan garapan penting bagi seorang kepala sekolah. dan sasaran sekolahnya melalui programprogram yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. ini harus dilakukan secara terusmenerus mengingat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedemikian pesat. Pendeknya. misi. (d) kolaborasi dan sinergi. bukan untuk mengadili/mengontrol orang. (g) imbal jasa harus sepadan dengan nilai pekerjaannya. terutama guru. (b) kewenangan harus sebatas tanggungjawab. bukan kompetisi. 2) Kepemimpinan Sekolah yang Kuat Pada sekolah yang menerapkan MBS.(pathos). 3) Lingkungan Sekolah yang Aman dan Tertib Sekolah memiliki lingkungan (iklim) belajar yang aman. Secara umum. (f) atmosfir keadilan (fairness) harus ditanamkan. Karena itu. untuk mencapai tujuan sekolah. belajar bekerja (learning to do). 6) Sekolah Memiliki “Teamwork” yang Kompak. dan nyaman sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan nyaman (enjoyable learning). hubungan kerja. merupakan jiwa dari sekolah. PBM yang efektif juga lebih menekankan pada belajar mengetahui(learning to know). hingga sampai pada imbal jasa. (c) hasil harus diikuti penghargaan (rewards) atau sanksi (punishment). Sekolah hanyalah merupakan wadah. kepala sekolah tangguh memiliki kemampuan memobilisasi sumberdaya sekolah. dan belajar menjadi diri sendiri (learning to be). selalu mampu dan sanggup menjalankan tugasnya dengan baik. peranan kepala sekolah sangat penting sekali. harus merupakan basis untuk kerjasama. terutama sumberdaya manusia. tujuan. pengelolaan tenaga kependidikan. Terlebih-lebih pada pengembangan tenaga kependidikan. tenaga kependidikan yang diperlukan untuk menyukseskan MBS adalah tenaga kependidikan yang mempunyai komitmen tinggi. belajar hidup bersama(learning to live together). tertib melalui pengupayaan faktor-faktor yang dapat menumbuhkan iklim tersebut. kepala sekolah memiliki peran yang kuat dalam mengkoordinasikan. (e) warga sekolah merasa aman terhadap pekerjaannya. Sekolah yang menerapkan MBS menyadari tentang hal ini. perencanaan. menggerakkan. sekolah yang efektif selalu menciptakan iklim sekolah yang aman. 4) Pengelolaan Tenaga Kependidikan yang Efektif Tenaga Kependidikan. Cerdas. dan menyerasikan semua sumberdaya pendidikan yang tersedia. dan (h) warga sekolah merasa memiliki sekolah. kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang tangguh agar mampu mengambil keputusan dan inisiatif/prakarsa untuk meningkatkan mutu sekolah.

makin besar pula rasa tanggungjawab. karena output pendidikan merupakan hasil kolektif warga sekolah. 12) Sekolah Responsif dan Antisipatif terhadap Kebutuhan Sekolah selalu tanggap/responsif terhadap berbagai aspirasi yang muncul bagi peningkatan mutu. tetapi yang terpenting adalah bagaimana memanfaatkan hasil evaluasi belajar tersebut untuk memperbaiki dan menyempurnakan proses belajar mengajar di sekolah. 7) Sekolah Memiliki Kewenangan Sekolah memiliki kewenangan untuk melakukan yang terbaik bagi sekolahnya sehingga dituntut untuk memiliki kemampuan dan kesanggupan kerja yang tidak selalu menggantungkan pada atasan. dana. Untuk menjadi mandiri. perbekalan. dan sebagainya. proses dan sumberdaya untuk menerapkan manajemen mutu. sekolah selalu membaca lingkungan dan menanggapinya secara cepat dan tepat. prosedur. makin besar pula tingkat dedikasinya. bukan hasil individual. tanggungjawab. dan makin besar rasa tanggungjawab. Tiada hari tanpa perbaikan. hasilnya diharapkan lebih baik dari sebelumnya (ada peningkatan) terutama mutu peserta didik. Sistem mutu yang dimaksud harus mencakup struktur organisasi. 11) Sekolah Melakukan Evaluasi dan Perbaikan Secara Berkelanjutan Evaluasi belajar secara teratur bukan hanya ditujukan untuk mengetahui tingkat daya serap dan kemampuan peserta didik. budaya kerjasama antar fungsi dalam sekolah. Perbaikan secara terus-menerus harus merupakan kebiasaan warga sekolah. 10) Sekolah Memiliki Kemauan untuk Berubah (psikologis dan pisik) Perubahan harus merupakan sesuatu yang menyenangkan bagi semua warga sekolah. fungsi evaluasi menjadi sangat penting dalam rangka meningkatkan mutu peserta didik dan mutu sekolah secara keseluruhan dan secara terus menerus. Tentu saja yang dimaksud perubahan adalah peningkatan. makin besar rasa memiliki. Hal ini dilandasi oleh keyakinan bahwa makin tinggi tingkat partisipasi. dan bahan/material. sistem mutu yang baku sebagai acuan bagi perbaikan harus ada. sekolah tidak hanya mampu menyesuaikan terhadap . makin besar rasa memiliki. 9) Sekolah Memiliki Keterbukaan (Transparansi) Manajemen Keterbukaan/transparansi dalam pengelolaan sekolah merupakan karakteristik sekolah yang menerapkan MBS. Bahkan.Kebersamaan (teamwork) merupakan karakteristik yang dituntut oleh MBS. Keterbukaan/transparansi ini ditunjukkan dalam pengambilan keputusan. Karena itu. baik bersifat fisik maupun psikologis. 8) Partisipasi yang Tinggi dari Warga Sekolah dan Masyarakat Sekolah yang menerapkan MBS memiliki karakteristik bahwa partisipasi warga sekolah dan masyarakat merupakan bagian kehidupannya. perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. sekolah harus memiliki sumberdaya yang cukup untuk menjalankan tugas dan fungsinya. setiap dilakukan perubahan. Karena itu. Oleh karena itu. penggunaan uang. harus merupakan kebiasaan hidup sehari-hari warga sekolah. Karena itu. Artinya. Sebaliknya. kemapanan merupakan musuh sekolah. yang selalu melibatkan pihak-pihak terkait sebagai alat kontrol. baik sumberdaya manusia maupun sumberdaya selebihnya yaitu peralatan. antar individu dalam sekolah. perlengkapan.

Sekolah . Jika berhasil. sehingga menjadi faktor pendorong untuk terus meningkatkan kinerjanya di masa yang akan datang. 16) Sekolah memiliki Kemampuan Menjaga Sustainabilitas Sekolah yang efektif juga memiliki kemampuan untuk menjaga kelangsungan hidupnya (sustainabilitasnya) baik dalam program maupun pendanaannya. kompak. Jika kurang berhasil. komunikasi yang baik juga akan membentuk teamwork yang kuat. maka pemerintah perlu memberikan teguran sebagai hukuman atas kinerjanya yang dianggap tidak memenuhi syarat. 15) Manajemen Lingkungan Hidup Sekolah Bagus Sekolah efektif melaksanakan manajemen lingkungan hidup sekolah secara efektif. akan tetapi juga mampu mengantisipasi hal-hal yang mungkin bakal terjadi. Berdasarkan laporan hasil program ini. sehingga berbagai kegiatan sekolah dapat dilakukan secara merata oleh warga sekolah. Menjemput bola. Sekolah melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan pengetahuan. Dengan cara ini. adalah padanan kata yang tepat bagi istilah antisipatif. terutama antar warga sekolah. Jika berhasil. pelaksanaan. sehingga kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing warga sekolah dapat diketahui. pengorganisasian. Dengan cara ini. dan juga sekolah-masyarakat. maka orangtua peserta didik perlu memberikan semangat dan dorongan untuk peningkatan program yang akan datang.perubahan/tuntutan. orangtua siswa. keterampilan dan kesadaran warga sekolah tentang nilai-nilai lingkungan hidup dan mampu mengubah perilaku dan sikap warga sekolah untuk menuju lingkungan hidup yang sehat. 14) Sekolah Memiliki Akuntabilitas Akuntabilitas adalah bentuk pertanggungjawaban yang harus dilakukan sekolah terhadap keberhasilan program yang telah dilaksanakan. Sekolah memiliki perencanaan. Demikian pula. Akuntabilitas ini berbentuk laporan prestasi yang dicapai dan dilaporkan kepada pemerintah. Sustainabilitas program dapat dilihat dari keberlanjutan program-program yang telah dirintis sebelumnya dan bahkan berkembang menjadi program-program baru yang belum pernah ada sebelumnya. Sustainabilitas pendanaan dapat ditunjukkan oleh kemampuan sekolah dalam mempertahankan besarnya dana yang dimiliki dan bahkan makin besar jumlahnya. maka keterpaduan semua kegiatan sekolah dapat diupayakan untuk mencapai tujuan dan sasaran sekolah yang telah dipatok. Selain itu. pemerintah dapat menilai apakah program MBS telah mencapai tujuan yang dikendaki atau tidak. 13) Memiliki Komunikasi yang Baik Sekolah yang efektif umumnya memiliki komunikasi yang baik. maka orangtua siswa dan masyarakat berhak meminta pertanggungjawaban dan penjelasan sekolah atas kegagalan program MBS yang telah dilakukan. Sebaliknya jika program tidak berhasil. para orangtua siswa dan anggota masyarakat dapat memberikan penilaian apakah program ini dapat meningkatkan prestasi anak-anaknya secara individual dan kinerja sekolah secara keseluruhan. dan cerdas. pengkoordinasian. dan masyarakat. maka sekolah tidak akan main-main dalam melaksanakan program pada tahun-tahun yang akan datang. maka pemerintah perlu memberikan penghargaan kepada sekolah yang bersangkutan. dan pengevaluasian pendidikan kecakapan hidup (program adiwiyata) yang dikembangkan secara terus menerus dari waktu ke waktu.

Harapan tinggi dari ketiga unsur sekolah ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan sekolah selalu dinamis untuk selalu menjadi lebih baik dari keadaan sebelumnya. Karena itu. Implikasinya jelas. dan sasaran mutu tersebut dinyatakan oleh kepala sekolah. maka kepemilikan staf yang kompeten dan berdedikasi tinggi merupakan keharusan. namun pada butir ini perlu ditekankan lagi karena staf merupakan jiwa sekolah. sekolah yang menerapkan MBS harus memiliki tingkat kesiapan sumberdaya yang memadai untuk menjalankan proses pendidikan. tujuan. Sumberdaya dapat dikelompokkan menjadi dua. sekolah menyatakan dengan jelas tentang keseluruhan kebijakan. Tujuan. tujuan. dan sasaran mutu tersebut disosialisasikan kepada semua warga sekolah. Sekolah yang efektif pada umumnya memiliki staf yang mampu (kompeten) dan berdedikasi tinggi terhadap sekolahnya. walaupun dengan segala keterbatasan sumberdaya pendidikan yang ada di sekolah. bagi sekolah yang ingin efektivitasnya tinggi. bahan. nggan (Khususnya Siswa) . dan Sasaran Mutu yang Jelas Secara formal. Secara umum. perlengkapan. Ini bukan berarti bahwa sumberdaya yang ada harus mahal. diperlukan kepala sekolah yang mampu memobilisasi sumberdaya yang ada di sekitarnya. Tanpa sumberdaya yang memadai. sehingga tertanam pemikiran. Artinya. proses pendidikan di sekolah tidak akan berlangsung secara memadai. Kebijakan. Guru memiliki komitmen dan harapan yang tinggi bahwa anak didiknya dapat mencapai tingkat prestasi yang maksimal. akan tetapi sekolah yang bersangkutan dapat memanfaatkan keberadaan sumberdaya yang ada dilingkungan sekolahnya. Sedang peserta didik juga mempunyai motivasi untuk selalu meningkatkan diri untuk berprestasi sesuai dengan bakat dan kemampuannya. yaitu. Kebijakan. tindakan. Input Pendidikan an. 3) Staf yang Kompeten dan Berdedikasi Tinggi Meskipun pada butir (b) telah disinggung tentang ketersediaan dan kesiapan sumberdaya manusia (staf). dan sebagainya) dengan penegasan bahwa sumberdaya lainnya tidak mempunyai arti apapun bagi perwujudan sasaran sekolah.memiliki kemampuan menggali sumberdana dari masyarakat. 4) Memiliki Harapan Prestasi yang Tinggi Sekolah yang menerapkan MBS mempunyai dorongan dan harapan yang tinggi untuk meningkatkan prestasi peserta didik dan sekolahnya. dan tidak sepenuhnya menggantungkan subsidi dari pemerintah bagi sekolah-sekolah negeri. yaitu sumberdaya manusia dan lainnya (uang. tujuan. dan pada gilirannya sasaran sekolah tidak akan tercapai. kebiasaan. dan sasaran sekolah yang berkaitan dengan mutu. peralatan. sedia dan Siap Sumberdaya merupakan input penting yang diperlukan untuk berlangsungnya proses pendidikan di sekolah. c. Kepala sekolah memiliki komitmen dan motivasi yang kuat untuk meningkatkan mutu sekolah secara optimal. tanpa campur tangan sumberdaya manusia. segala sumberdaya yang diperlukan untuk menjalankan proses pendidikan harus tersedia dan dalam keadaan siap. hingga sampai pada kepemilikan karakter mutu oleh warga sekolah.

harus merupakan fokus dari semua kegiatan sekolah. ketentuan-ketentuan (aturan main) yang jelas sebagai panduan bagi warga sekolahnya untuk bertindak. pergeseran dimensi-dimensi pendidikan dari manajemen berbasis pusat menjadi manajemen berbasis sekolah telah diuraikan pada Butir A. terutama siswa. Perencanaan dan Evaluasi . (c) pengelolaan kurikulum. Perlu dicatat bahwa desentralisasi bukan berarti semua urusan di limpahkan ke sekolah. Konsekuensi logis dari ini semua adalah bahwa penyiapan input dan proses belajar mengajar harus benar-benar mewujudkan sosok utuh mutu dan kepuasan yang diharapkan dari siswa. yaitu: (a) proses belajar mengajar. Berikut adalah urusan-urusan pendidikan yang sebagian menjadi kewenangan dan tanggungjawab sekolah. pembelajaran kuantum. desentralisasi urusan-urusan pendidikan harus dalam koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku. (h) hubungan sekolah-masyarakat. (f) pengelolaan keuangan. dan Pemerintahan Daerah kabupaten/Kota harus digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan. (e) pengelolaan peralatan dan perlengkapan. pemerintah propinsi. (g) pelayanan siswa. dan adanya sistem pengendalian mutu yang efektif dan efisien untuk meyakinkan agar sasaran yang telah disepakati dapat dicapai. (b) perencanaan dan evaluasi program sekolah. metode. inovasi dan eksperimentasi peserta didik untuk menemukan kemungkinan-kemungkinan baru. Pemerintahan Daerah Provinsi. pertanyaannya adalah: “Urusan-urusan apa sajakah yang perlu menjadi kewenangan dan tanggungjawab sekolah”? Pada dasarnya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urutan Pemerintahan antara Pemerintah. Urusan-urusan yang Menjadi Kewenangan dan Tanggungjawab Sekolah Secara umum. Artinya.Dengan demikian. pembelajaran kooperatif. Input manajemen yang dimaksud meliputi: tugas yang jelas. semua input dan proses yang dikerahkan di sekolah tertuju utamanya untuk meningkatkan mutu dan kepuasan peserta didik. a. program yang mendukung bagi pelaksanaan rencana. sebagian urusan masih merupakan kewenangan dan tanggungjawab Pemerintah. tidak semua urusan di desentralisasikan sepenuhnya ke sekolah. dan (i) pengelolaan kultur sekolah. Kelengkapan dan kejelasan input manajemen akan membantu kepala sekolah mengelola sekolahnya dengan efektif. Kepala sekolah dalam mengatur dan mengurus sekolahnya menggunakan sejumlah input manajemen.Pelanggan. dan teknikteknik pembelajaran dan pengajaran yang paling efektif. b. 1. Pengelolaan Proses Belajar Mengajar Proses belajar mengajar merupakan kegiatan utama sekolah. Pembelajaran dan pengajaran kontekstual. karakteristik guru. adalah contoh-contoh yang dimaksud dengan pembelajaran yang pro-perubahan. (d) pengelolaan ketenagaan. dan kondisi nyata sumberdaya yang tersedia di sekolah. sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. rencana yang rinci dan sistematis. Artinya. dan sebagian urusan lainnya diserahkan ke sekolah. Sekolah diberi kebebasan memilih strategi. Secara umum. strategi/metode/teknik pembelajaran dan pengajaran yang dipilih harus pro-perubahan yaitu yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan daya kreasi. pemerintah kabupaten/kota. karakteristik siswa. n Sekolah yang menerapkan MBS memiliki input manajemen yang memadai untuk menjalankan roda sekolah. Secara lebih spesifik.

Berdasarkan hasil analisis kebutuhan tersebut. khususnya evaluasi yang dilakukan secara internal. Sekolah dapat mengembangkan (memperdalam. h. Demikian juga. Hal ini juga didasari oleh kenyataan bahwa sekolahlah yang paling memahami kebutuhannya. Evaluasi semacam ini sering disebut evaluasi diri. laboran. proses pembelajaran. tenaga administrasi. terutama fasilitas yang sangat erat kaitannya secara langsung dengan proses belajar mengajar. perencanaan. misalnya. Pengelolaan Keuangan Pengelolaan keuangan. sekolah juga diberi kebebasan untuk mengembangkan muatan local dan pengembangan diri. sampai evaluasi kinerja tenaga kerja sekolah (guru. f. memperkaya. dan sebagainya. sehingga sumber keuangan tidak semata-mata tergantung pada pemerintah. hubungan kerja. Evaluasi internal dilakukan oleh warga sekolah untuk memantau proses pelaksanaan dan untuk mengevaluasi hasil program-program yang telah dilaksanakan. Sekolah dibolehkan memperkaya mata pelajaran yang diajarkan. memperkuat. dan rencana pelaksanaan pembelajaran. e. yang sampai saat ini masih ditangani oleh birokrasi di atasnya. Kebutuhan yang dimaksud. mutu. Hal ini didasari oleh kenyataan bahwa sekolahlah yang paling mengetahui kebutuhan fasilitas. sekolah harus melakukan analisis kebutuhan pemerataan. pemeliharaan dan perbaikan. artinya. Pengelolaan Ketenagaan (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) Pengelolaan ketenagaan. pengembangan. rekrutmen. d. yang seharusnya. mulai dari pengadaan. terutama pengalokasian/penggunaan uang sudah sepantasnya dilakukan oleh sekolah. mendiversifikasi) kurikulum. memperluas. dan 24/2006. sekolah dipersilakan memilih cara-cara yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing. Pengelolaan Kurikulum Saat ini telah terjadi desentralisasi sebagian pengelolaan kurikulum dari pemerintah pusat ke sekolah melalui Permendiknas 22/2006. Pengelolaan kurikulum yang dimaksud dinamakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). hadiah dan sangsi (reward and punishment). kesesuaian. Pelayanan Siswa . kebutuhan untuk meningkatkan pemerataan. Sekolah juga harus diberi kebebasan untuk melakukan “kegiatan-kegiatan yang mendatangkan penghasilan” (income generating activities). baik kecukupan. mutu. Untuk itu. Pemerintah Pusat hanya menetapkan standar dan sekolah diharapkan mengoperasionalkan standar yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Dalam kondisi seperti ini. dan yang dapat diajarkan. indikator kunci kinerja. dan efisiensi sekolah. artinya. sekolah harus melakukan evaluasi. sehingga desentralisasi pengalokasian/penggunaan uang sudah seharusnya dilimpahkan ke sekolah. relevansi dan efisiensi sekolah.Sekolah diberi kewenangan untuk menyusun rencana pengembangan sekolah (RPS) atau school-based plan sesuai dengan kebutuhannya.) dapat dilakukan oleh sekolah. maupun kemutakhirannya. mulai dari analisis kebutuhan. namun tidak boleh mengurangi standar isi yang telah tertuang dalam Permendiknas 22/2006. apa yang diajarkan boleh diperluas dari yang harus. sistem penilaian. relevansi dan efisiensi sekolah. Selain itu. Oleh karena itu. Selanjutnya sekolah berhak mengembangkan KTSP ke dalam silabus. relevansi. Pengelolaan Fasilitas (Peralatan dan Perlengkapan) Pengelolaan fasilitas sudah seharusnya dilakukan oleh sekolah. Padahal kondisi sekolah pada umumnya sangat beragam. c. kemudian sekolah membuat rencana peningkatan pemerataan. materi pokok pembelajaran. Evaluasi diri harus jujur dan transparan agar benar-benar dapat mengungkap informasi yang sebenarnya. sekolah dibolehkan mendiversifikasi kurikulum. 23/2006. apa yang diajarkan boleh dikembangkan agar lebih kontekstual dan selaras dengan karakteristik peserta didik. hingga pengembangan. kecuali yang menyangkut pengupahan/imbal jasa dan rekrutmen guru pegawai negeri. mutu.

dan rekomendasi kepada sekolah mengenai kebijakan dan program pendidikan. dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat. ide. dan hal-hal lain yang terkait dengan pendidikan. RAPBS. menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan penyelenggaraan pendidikan. Dalam MBS. kesehatan sekolah. i. j. tuntutan. kepedulian. melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan/program/ penyelenggaraan dan keluaran pendidikan. tidak ada satu resep pelaksanaan MBS yang sama untuk diberlakukan ke semua sekolah.Pelayanan siswa. Pengelolaan Kultur Sekolah Kultur sekolah (pisik dan nir-pisik) yang kondusif-akademik merupakan prasyarat bagi terselenggaranya proses belajar mengajar yang aktif. dan dukungan dari masyarakat terutama dukungan moral dan finansial. Karena itu. kriteria pendidik dan tenaga kependidikan. hubungan sekolah-masyarakat dari dahulu sudah didesentralisasikan. penempatan untuk melanjutkan sekolah atau untuk memasuki dunia kerja. sekolah memiliki mitra yang mewakili masyarakat sekitarnya yang disebut komite sekolah. Pengantar Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya. dan menampung dan menganalisis aspirasi. pertimbangan. Paling tidak. kepemilikan. inovatif. PELAKSANAAN MBS A. mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu tinggi. (2) mendorong orangtua siswa dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pendidikan. Kultur sekolah sudah merupakan kewenangan dan tanggungjawab sekolah sehingga yang diperlukan adalah upaya-upaya yang lebih intensif dan ekstentif. optimisme dan harapan/ekspektasi yang tinggi dari warga sekolah. kreatif. yang diperlukan adalah peningkatan intensitas dan ekstensitasnya. akan tetapi merupakan proses yang berlangsung secara terus menerus dan melibatkan semua pihak yang berwenang dan bertanggungjawab dalam penyelenggaraan sekolah. sebenarnya dari dahulu memang sudah didesentralisasikan. melakukan kerjasama dengan masyarakat. dalam arti yang sebenarnya. Hubungan Sekolah-Masyarakat Esensi hubungan sekolah-masyarakat adalah untuk meningkatkan keterlibatan. Tugas dan fungsi komite sekolah dalam pelaksanaan MBS adalah: (1) memberi masukan. kriteria fasilitas pendidikan. sekali lagi. yang dibutuhkan adalah peningkatan intensitas dan ekstensitas hubungan sekolahmasyarakat. proses menuju MBS memerlukan perubahan empat hal pokok berikut: . pengembangan/ pembinaan/pembimbingan. hingga sampai pada pengurusan alumni. B. dan kegiatan-kegiatan yang terpusat pada siswa (studentcentered activities) adalah contoh-contoh kultur sekolah yang dapat menumbuhkan semangat belajar siswa. Oleh karena itu. Tetapi satu hal yang perlu diperhatikan bahwa mengubah pendekatan manajemen berbasis pusat menjadi manajemen berbasis sekolah bukanlah merupakan proses sekali jadi dan bagus hasilnya (one-shot and quick-fix). dan peningkatan fleksibilitas pengelolaan sumberdaya sekolah. dan menyenangkan. peningkatan partisipasi warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan. Lingkungan sekolah yang aman dan tertib. esensi MBS adalah peningkatan otonomi sekolah. Konsep ini membawa konsekuensi bahwa pelaksanaan MBS sudah sepantasnya menerapkan pendekatan “idiograpik” (membolehkan adanya keberbagaian cara melaksanakan MBS) dan bukan lagi menggunakan pendekatan “nomotetik” (cara melaksanakan MBS yang cenderung seragam/konformitas untuk semua sekolah). Dalam arti yang sebenarnya. efektif. Oleh karena itu. kriteria kinerja sekolah. mulai dari penerimaan siswa baru.

antara sekolah dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Dinas Pendidikan Provinsi perlu diperbaiki atas dasar jiwa otonomi. baik undang-undang. Melakukan Sosialisasi MBS Sekolah merupakan sistem yang terdiri dari unsur-unsur yang saling terkait dankarenanya hasil kegiatan pendidikan di sekolah merupakan hasil kolektif dari semua unsur sekolah. kreatif. Dengan cara berpikir semacam ini. integratif. orangtua siswa. pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. forum ilmiah.Pertama. dan sumberdaya baru yang diperlukan untuk menyelenggarakan MBS. pelatihan. yang penting diupayakan oleh kepala sekolah adalah “membaca” dan “membentuk” budaya MBS di sekolah masing-masing. budaya. langkah pertama yang harus dilakukan oleh sekolah adalah mensosialiasikan konsep MBS kepada semua warga/unsur sekolah (guru. maka semua unsur sekolah harus memahami konsep MBS (apa.) melalui berbagai mekanisme. dan sumberdaya yang cukup mendasar. Kedua. budaya. karyawan. diskusi. hubungan antar warga (unsur-unsur) dalam sekolah. b. siswa. peraturan presiden. dan kebijakankebijakan bidang pendidikan yang ada di daerah saat ini yang masih mendudukkan sekolah sebagai subordinasi birokrasi dinas pendidikan dan kedudukan sekolah bersifat marginal. Perubahan peran ini merupakan konsekuensi dari perubahan peraturan perundangundangan bidang pendidikan. koordinatif atau fasilitatif). dan sebagainya. B. c. dan kenalkan sistem. pejabat Dinas Pendidikan Provinsi. Tahap-tahap Pelaksanaan 1. dan bagaimana). Ketiga. lokakarya. Karena itu struktur organisasi pendidikan yang ada saat ini perlu ditata kembali dan kemudian dianalisis hubungan antar unsur/pihak untuk menentukan sifat hubungan (direktif. dan sumberdaya yang perlu diperkuat dan yang perlu diubah. simposium. pengawas. perlu penyempurnaan peraturan-peraturan. Dalam melakukan sosialisasi MBS. luwes. kebiasaan (routines) berperilaku warga (unsur-unsur) sekolah perlu disesuaikan karena MBS menuntut kebiasaan-kebiasaan berperilaku baru yang mandiri. menjadi sekolah yang bersifat otonom dan mendudukkannya sebagai unit utama. Secara umum. jika terjadi perubahan sistem. budaya. Buatlah komitmen secara rinci yang diketahui oleh semua unsur yang bertanggungjawab. budaya.dan peraturan menteri. Baca dan pahamilah sistem. dan professional. koordinatif/kooperatif. ketentuan-ketentuan. Keempat. proaktif. mengapa. sinergis. misalnya seminar. budaya. garisgaris besar kegiatan sosialisasi/pembudayaan MBS dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: a. . wakil kepala sekolah. dan sumberdaya yang ada di sekolah secara cermat dan refleksikan kecocokannya dengan sistem. peraturan pemerintah. dan media masa. dan sumberdaya baru yang diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan MBS. sinkron. guru BK. peran sekolah yang selama ini biasa diatur (mengikuti apa yang diputuskan oleh birokrat diatasnya) perlu disesuaikan menjadi sekolah yang bermotivasi-diri tinggi (selfmotivator). Oleh karena itu. Identifikasikan sistem. rapat kerja.

esensi MBS adalah peningkatan otonomi sekolah. antara lain. sasaran. mentor. pemberi pertimbangan. tujuan. e. dst. dan hubungan antar unsur-unsur sekolah. baik dari dalam maupun dari luar sekolah. budaya. misi. Pantaulah dan arahkan proses perubahan agar sesuai dengan visi. misi. mediator. Ini berarti bahwa jika MBS ingin sukses. sekolah harus memperbanyak mitra. Kemitraan dalam sekolah meliputi. dan dinamis merupakan kartu trup bagi keberhasilan MBS. Kebiasaan dan Hubungan antar Unsur-unsur Sekolah Pergeseran dari manajemen berbasis pusat (sentralistik) menuju manajemen berbasis sekolah memerlukan peninjauan kembali terhadap aturan sekolah. kepala sekolah dengan kepala dinas pendidikan kabupaten/kota. publikasi. Merumuskan Kembali Aturan Sekolah. misi. budaya. fleksibilitas. Memperbanyak Mitra Sekolah Seperti dikemukakan sebelumnya. rencana. Istilah-istilah peran yang bersifat egaliter misalnya kepala sekolah dan guru sebagai fasilitator. dan istilah-istilah lain yang sederajad dengan bahasa demokrasi. tujuan. penyediaan sarana kemitraan dan saluran komunikasi. cerdas. tujuan. antara lain: kepala sekolah dengan komite sekolah. dan program-program penyelenggaraan MBS dan doronglah sistem. Oleh karena itu. dan program-program penyelenggaraan MBS. f. pemberdaya. sasaran. rencana. Kebiasaan . fleksibilitas dan peningkatan partisipasi dalam penyelenggaraan sekolah. dan transparansi terhadap pemangku kepentingan. siswa dengan siswa. baik partisipasi dari warga sekolah maupun masyarakat di sekitarnya melalui perwakilan komite sekolah. dan sumberdaya manusia yang mendukung penerapan MBS serta hargailah mereka (unsur-unsur) yang telah memberi contoh dalam penerapan MBS. 2. (2) melakukan advokasi. Peran Unsur-unsur Sekolah. kepala sekolah dengan guru. Hadapilah “status quo” (resistensi) terhadap perubahan. dan (3) melibatkan pemangku kepentingan sesuai dengan prinsip relevansi. upaya-upaya untuk meningkatkan kemitraan perlu ditempuh melalui: (1) pembuatan pedoman mengenai tatacara kemitraan. peran masing-masing unsur sekolah perlu ditinjau kembali sesuai dengan tuntutan MBS yaitu demokratisasi sekolah. 3. peran unsur-unsur sekolah. kebiasaan-kebiasaan perilaku tergantung atasan dan menunggu perlu diubah menjadi berani mengambil prakarsa dan inisiatif. rencana. dan sumberdaya yang belum ada sekarang. sasaran. Kemitraan penting untuk dilakukan karena disadari sepenuhnya bahwa hasil pendidikan sekolah merupakan hasil kolektif dari unsur-unsur terkait atau para pemangku kepentingan (stakeholders). guru dengan orangtua siswa. tutor. dan program-program MBS yang telah disepakati. dan partisipasi. Ini berarti bahwa peran-peran yang semula lebih bersifat otoriter perlu diubah agar menjadi egaliter. pembimbing. pendukung. Kemitraan sekolah dengan masyarakat sekitarnya meliputi. dan g. dst. Kemitraan yang dapat menghasilkan teamwork yang kompak. yurisdiksi. guru dengan guru. Demikian juga. akan tetapi sangat diperlukan untuk mendukung visi. dan kompetensi serta kompatibilitas tujuan yang akan dicapai. Bekerjalah dengan semua unsur sekolah untuk mengklarifikasikan visi.d. Demikian juga. Garisbawahi prioritas sistem. Aturan sekolah perlu dirumuskan kembali agar sesuai dengan tuntutan MBS yaitu otonomi. guru dengan siswa. jangan menghindar dan jangan menarik darinya serta jelaskan mengapa diperlukan perubahan dari manajemen berbasis pusat menjadi MBS. kebiasaan bertindak.

sarana dan prasarana. hubungan sekolah-masyarakat. misalnya: (1) pemberian panduan-panduan tentang konsep MBS. Fungsi-fungsi manajemen meliputi perencanaan. dan pengawasan/pengontrolan. koheren. efisiensi. Pelayanan. relasi dengan para pemangku kepentingan. Mengklarifikasi Fungsi dan Aspek Manajemen Sekolah Manajemen pendidikan umumnya dan manajemen sekolah khususnya merupakan pengelolaan institusi (sekolah) yang dilakukan dengan dan melalui pendidik dan tenaga kependidikan untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien. Dua hal yang merupakan inti manajemen sekolah yaitu fungsi manajemen dan urusan sekolah. transparansi. kepekaan. lokakarya. 5. dan sebagainya. dan terhindar dari duplikasi. wawasan kedepan. efektivitas. penilaian. pengorganisasian. dan kepastian jaminan hukum. Untuk itu. dan sebagainya. Hubungan antar unsur juga perlu disesuaikan dengan tuntutan MBS. pemberdayaan. MBS menuntut hubungan simbiosis. karakteristik dan kemampuan sekolah masing-masing. penyediaan sarana untuk memfasilitasi pelaksanaan prinsip-prinsip tata kelola yang baik. keadilan. diskusi kelompok terfokus. dan bukannya hubungan yang semata-mata struktural (atasan dan bawahan). komite sekolah dan dewan pendidikan. Fungsi-fungsi manajemen dan urusan-urusan sekolah (digabung menjadi manajemen sekolah) tersebut perlu diklarifikasi secara bersamasama antara sekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota melalui pertemuan/forum untuk menemukan pembagian urusan-urusan tentang fungsi-fungsi manajemen dan urusan-urusan pendidikan yang menjadi kewenangan dan tanggungjawab sekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota. Penerapan tata kelola yang baik harus diupayakan oleh sekolah melalui berbagai cara seperti misalnya: pembuatan aturan main sekolah/pedoman tentang tatacara pelaksanaan prinsip-prinsip tata kelola yang baik. publikasi. prediktibilitas. Menerapkan Prinsip-prinsip Tata Kelola yang Baik MBS akan berhasil dengan baik jika sekolah menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik sebagaimana disebut sebelumnya. penanggulangan narkoba. penegakan hukum. tanggung jawab. konflik dan benturan antara sekolah dan dinas pendidikan. hubungan interaktif. termasuk komite sekolah dan dewan pendidikan. bukan mengunggulkan kewenangan atasan terhadap bawahan. keuangan. Prinsip-prinsip tata kelola yang baik meliputi: partisipasi. pengembangan kapasitas (kemampuan dan kesanggupan) mereka perlu dilakukan melalui berbagai upaya.mengunggulkan kewenangan diubah menjadi kebiasaan melayani. pengkoordinasian. 4. proses belajar mengajar. Urusan-urusan sekolah meliputi: kurikulum. pelaksanaan. evaluasi. (2) pelatihan. dan pemfasilitasian terhadap bawahan merupakan harus diunggulkan. demokrasi. profesionalisme. komite sekolah. Meningkatkan Kapasitas Sekolah MBS merupakan model baru bagi sekolah maupun dinas pendidikan kabupaten/kota. dan dewan pendidikan. 6. Dengan cara ini akan terbentuk pembagian manajemen pendidikan yang jelas. kebiasaan melayani sistem sekolah diubah menjadi kebiasaan melayani siswa. pendidikan lingkungan hidup (program adiwiyata). hubungan fungsional. saling komplemen. melakukan advokasi. pendidik dan tenaga kependidikan. akuntabilitas. Berikut dipaparkan visualisasi matrik MBS (Tabel 3) untuk memudahkan sekolah dan dinas pendidikan dalam membagi urusan-urusan manajemen pendidikan yang menjadi kewenangan sekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota. seminar tentang praktek-praktek yang baik dan pelajaran yang dapat . kesiswaan. dst.yang disesuaikan dengan konteks kebutuhan. pelaksanaan.

cerdas. kewenangan dan tanggung jawab dalam mengurus sekolah menumpuk pada kepala sekolah (one man show). dan Memonitor serta Mengevaluasinya Sekolah pelaksana MBS diharapkan menyusun desain. dan antar waktu. tetapi disebar ke seluruh pemegang kepentingan sekolah. makin tinggi pula tingkat keberhasilan MBS di sekolah yang bersangkutan. kekuatan di sekolah tidak lagi semata-mata di satu pundak kepala sekolah. Keberhasilan MBS sangat tergantung pada kesiapan kapasitas (kemampuan dan kesanggupan) sekolah. dan berkeadilan dan berkelanjutan. pelaksanaan. antar sekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota. Jadi. Tergantung dari kepentingan/kebutuhan. Dengan cara ini. (5) mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat. output). keluarga. seolah-olah kepala sekolah seperti raja. Perencanaan sekolah adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan sekolah yang tepat. Hasil dari perencanaan sekolah adalah RPS/RKAS. Menyusun Rencana Pengembangan Sekolah (RPS/RKAS). meningkatkan relevansi pendidikan (relevansinya dengan kebutuhan peserta didik. masyarakat. (4) menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan. kekuatan bergeser dari satu orang (kepala sekolah) menuju ke kekuatan kolektif. a. . 7. melaksanakan dan melakukan evaluasi RPS/RKAS secara berkelanjutan setiap 5 tahun (renstra) dan rencana tahunan seperti Gambar 3 berikut. tetapi disebar/didistribusikan kepada para pemangku kepentingan pendidikan sekolah. dan pengawasan. Karena itu. proses. meningkatkan efisiensi (internal dan eksternal). RPS/RKAS adalah dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah dimasa depan dalam rangka untuk mencapai tujuan sekolah yang telah ditetapkan. 8. Melaksanakan. demokrasi merupakan jiwanya. untuk tidak disebut satu persatu. Menyusun Desain RPS/RKAS Sekolah yang melaksanakan MBS harus melakukan perencanaan sekolah dan menghasilkan RPS/RKAS. baik antar pelaku sekolah. (3) studi banding ke sekolah yang sukses melaksanakan MBS. dan sinergi. efektif. Karena itu. RPS/RKAS disusun dengan tujuan untuk: (1) menjamin agar perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil. (2) mendukung koordinasi antar pelaku sekolah. penganggaran. Dalam MBS. Semuanya tergantung kepala sekolah. Makin tinggi tingkat kesiapan kapasitas sekolah dalam melaksanakan MBS. Meredistribusi Kewenangan dan Tanggung jawab Dalam era sentralistik. dan sebagainya. kewenangan dan tanggung jawab tidak lagi semata-mata terpusat pada kepala sekolah. (3) menjamin terciptanya integrasi. dan sektor-sektor pembangunan). sinkronisasi. sangat penting bagi sekolah memilikiteamwork yang kompak. melalui urutan pilihan. dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia. RPS/RKAS penting dimiliki oleh sekolah untuk memberi arah dan bimbingan para pelaku sekolah dalam rangka untuk mencapai tujuan sekolah dengan resiko yang kecil dan mengurangi ketidakpastian masa depan. dan dinamis. sekolah dapat mengembangkan jenis-jenis RPS/RKAS untuk meningkatkan mutu (input. Hasil evaluasi harus digunakan sebagai bahan masukan dalam rangka perbaikan desain RPS/RKAS maupun implementasinya. seperti dikemukakan sebelumnya. dan (6) menjamin tercapainya penggunaan sumberdaya secara efisien.dipetik oleh sekolah-sekolah yang melaksanakan MBS.

baik jangka pendek maupun jangka panjang. langkah-langkah pemecahan persoalan. dan masyarakat. Kepala sekolah dan guru bebas mengambil inisiatif dan kreatif dalam menjalankan program-program yang diproyeksikan dapat mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan. maka sekolah perlu mengambil langkah proaktif untuk mewujudkan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan. program-program untuk mencapai tujuan satu tahun ke depan. Melaksanakan RPS/RKAS Dalam melaksanakan rencana peningkatan mutu pendidikan yang telah disetujui bersama antara sekolah. orangtua siswa. dukungan. Karena itu. dan tonggak-tonggak kunci keberhasilan satu tahun ke depan. sekolah perlu mengadakan evaluasi pelaksanaan program. rencana pelaksanaan. Rencana strategis sekolah pada umumnya mencakup perumusan visi. Konsep ini menekankan pentingnya siswa menguasai materi pelajaran secara utuh dan bertahap sebelum melanjutkan ke pembelajaran topik-topik yang lain. b. sehingga kegiatan tidak mencapai sasaran. rencana pemantauan dan evaluasi. rencana biaya. Dalam melaksanakan proses pembelajaran. Namun demikian. bimbingan dan arahan jangan sampai membuat guru dan tenaga lainnya menjadi amat terkekang dalam melaksanakan kegiatan. Kepala sekolah dan guru hendaknya mendayagunakan sumberdaya pendidikan yang tersedia semaksimal mungkin. menggunakan pengalaman-pengalaman masa lalu yang dianggap efektif. Rencana tahunan (alternatif 2) meliputi: identifikasi tantangan nyata yang dihadapi oleh sekolah. maka sekolah harus dapat memperbaiki pelaksanaan program peningkatan mutu pada semester berikutnya. strategi pelaksanaan. Melakukan Monitoring dan Evaluasi RPS/RKAS Untuk mengetahui tingkat keberhasilan program. dan tonggak-tonggak kunci keberhasilan. Evaluasi jangka menengah dilakukan pada setiap akhir tahun.Sekolah harus membuat rencana pengembangan sekolah strategis (RPS/RKAS Strategis/Renstra) untuk jangka waktu 5 tahun ke depan dan rencana operasional/rencana tahunan sekolah (RPS/RKAS Tahunan) yang merupakan jabaran dari Renstra. analisis SWOT. kepala sekolah perlu melakukan supervisi dan monitoring terhadap kegiatan-kegiatan peningkatan mutu yang dilakukan di sekolah. pemilihan urusan-urusan sekolah yang perlu dilibatkan untuk mencapai sasaran yang telah dirumuskan. dan menggunakan teori-teori yang terbukti mampu meningkatkan kualitas pembelajaran. untuk mengetahui seberapa jauh program peningkatan mutu telah mencapai sasaran-sasaran mutu yang telah ditetapkan . bimbingan. sekolah harus dapat membebaskan diri dari keterikatan-keterikatan birokratis yang biasanya banyak menghambat penyelenggaraan pendidikan. Untuk menghindari berbagai penyimpangan. Dengan demikian siswa dapat menguasai suatu materi pelajaran secara tuntas sebagai prasyarat dan dasar yang kuat untuk mempelajari tahapan pelajaran berikutnya yang lebih luas dan mendalam. misi. monitoring dan evaluasi. Sedangkan rencana tahunan sekolah pada umumnya (alternatif 1): meliputi tujuan yang akan dicapai satu tahun ke depan. tujuan strategis sekolah. dan teguran kepada guru dan tenaga lainnya jika ada kegiatan yang tidak sesuai dengan jalur-jalur yang telah ditetapkan. program-program strategis. perumusan tujuan/sasaran satu tahun ke depan berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi (tujuan situasional sekolah). Evaluasi jangka pendek dilakukan setiap akhir catur wulan untuk mengetahui keberhasilan program secara bertahap. rencana biaya. Bilamana pada satu semester dinilai adanya faktor-faktor yang tidak mendukung. dan penyusunan rencana dan program kerja tahunan sekolah. sekolah hendaknya menerapkan konsep belajar tuntas (mastery learning). Kepala sekolah sebagai manajer dan pemimpin pendidikan di sekolahnya berhak dan perlu memberikan arahan. c.

kriteria. Hasil evaluasi pelaksanaan MBS perlu dibuat laporan yang terdiri dari laporan teknis dan keuangan. orangtua peserta didik dan masyarakat sebagai pihak eksternal harus dilibatkan untuk menilai keberhasilan program yang telah dilaksanakan. Suatu hal yang bisa terjadi bahwa orang tua peserta didik dan masyarakat menilai suatu program gagal atau kurang berhasil. fasilitasi. baik pada tataran formulasi/penetapan. sedang laporan keuangan meliputi penggunaan uang serta pertanggungjawabannya. Jika sekolah melakukan upaya-upaya penambahan pendapatan (income generating activities). bantuan. Direktorat Pembinaan Sekolah (SD. 1). SMK. yaitu dari pola manajemen lama (sentralistik) menuju ke pola manajemen baru (desentralistik) memerlukan perumusan kembali tugas dan fungsi jajaran birokrasi. dan Pemerintah Kabupaten/Kota (selanjutnya disingkat PP 38/2007). Khusus untuk kebijakan. dan kebijakan. pengarahan. d. Pemerintah Propinsi. dan pengambilan keputusan partisipatif. Sebagai bentuk pertanggungjawaban (akuntabilitas). SMA. motivasi-diri. dan oneman-show dalam pengambilan keputusan. Dari uraian konsep MBS disebutkan bahwa pola manajemen baru lebih menekankan pada pemandirian dan pemberdayaan sekolah. pengontrolan. Tugas dan Fungsi Jajaran Birokrasi Konsekuensi logis dari perubahan penyelenggaraan pendidikan. Dengan evaluasi ini akan diketahui kekuatan dan kelemahan program untuk diperbaiki pada tahun-tahun berikutnya. Seiring dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan (Bidang Pendidikan) antara Pemerintah. Direktorat Pembinaan Sekolah (SD. Karena itu pola pikir manajemen lama yang lebih menekankan pada subordinasi. maka pendapatan tambahan tersebut harus juga dilaporkan. Direktorat Pembinaan mempunyai tugas dan fungsi mensosialisasikan MBS ke seluruh daerah melalui Dinas Pendidikan Propinsi/Kabupaten/Kota. (2) pada tataran implementasi kebijakan. standar. Demikian pula. maka laporan harus dikirim kepada pengawas. dan menetapkan standar MBS sebagai patokan yang berlaku secara nasional. Laporan teknis menyangkut program pelaksanaan dan hasil MBS. Dengan demikian. SMP. SMK) Secara umum. Direktorat Pembinaan mempunyai tugas dan fungsi memformulasikan/menetapkan kebijakan dan strategi pengelolaan MBS melalui penyusunan dan penerbitan buku panduan MBS. rinciannya sebagai berikut: (1) pada tataran formulasi dan penetapan kebijakan. sekolah mengetahui bagaimana sudut pandang pihak luar bila dibandingkan dengan hasil penilaian internal. SMA. sedang birokrasi dan unsurunsur lainnya merupakan unit pelayanan pendukung. maupun evaluasinya pada tingkat nasional.sebelumnya. orangtua siswa dan yayasan (bagi sekolah swasta). (3) memfasilitasi . khususnya guru dan tenaga lainnya agar mereka dapat menjiwai setiap penilaian yang dilakukan dan memberikan alternatif pemecahan. Ini memiliki arti bahwa sekolah merupakan unit utama kegiatan pendidikan. maka tugas dan fungsi masing-masing jajaran birokrasi pendidikan dalam penyelenggaraan MBS dapat dituliskan sebagai berikut. Dalam melaksanakan evaluasi. selanjutnya disingkat Direktorat Pembinaan) mempunyai tugas dan fungsi menyusun norma-norma (peraturan perundang-undangan). SMP. dinas pendidikan kabupaten/kota. implementasi. komite sekolah. Yang perlu disepakati adalah indikator apa saja yang perlu ditetapkan sebelum penilaian dilakukan. pengaturan. walaupun pihak sekolah menganggapnya cukup berhasil. prosedur. sudah harus dikurangi dan dikembangkan menjadi pola pikir manajemen baru yang lebih menekankan pada otonomi. kepala sekolah harus mengikutsertakan setiap unsur yang terlibat dalam program.

dan (3) pada tataran evaluasi kebijakan.dan mengembangkan kapasitas daerah agar mampu dan sanggup melaksanakan MBS. d) Memfasilitasi pengimbasan praktek-praktek MBS yang baik (best practices)dari sekolah tertentu ke sekolah-sekolah lain untuk dijadikan lessons learned. yaitu yang mampu menjaga harmonisme antara prinsip-prinsip MBS dan kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah daerah khususnya pendanaan dari masyarakat sehingga tidak terjadi konflik apalagi benturan. b) Membimbing sekolah dalam menerapkan MBS melalui berbagai cara seperti pelatihan. Sekolah . c) Menyusun pembagian urusan pendidikan yang menjadi kewenangan dan tanggungjawab Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Sekolah. dan sebagainya. dana pendidikan. tugas dan fungsi Dinas Pendidikan Provinsi adalah menjabarkan kebijakan dan strategi MBS yang telah digariskan oleh Direktorat Pembinaan untuk diberlakukan di Provinsi masing-masing. prasarana dan sarana pendidikan. g) Melaksanakan pembinaan dan pengurusan atas tenaga pendidik yang bertugas pada satuan pendidikan di Kabupaten/Kota berkaitan dengan pelaksanaan MBS. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menjalankan tugas dan fungsinya sebagai berikut: a) Menyusun kebijakan yang mendukung pelaksanaan MBS. dan (4) mengkoordinasikan dan menyerasikan pelaksanaan MBS lintas kabupaten/kota untuk menghindari penyimpangan MBS dan menghindari kesenjangan mutu pendidikan lintas kabupaten/kota. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menjalankan tugas dan fungsi utamanyamemberikan pelayanan dalam pengelolaan satuan pendidikan di Kabupaten/Kota masing-masing yang menjalankan MBS. e) Memberikan pelayanan pengelolaan atas satuan pendidikan negeri dan swasta di Kabupaten/Kota masing-masing berkaitan dengan pelaksanaan MBS. dan pertemuan-pertemuan yang memfasilitasi pelaksanaan MBS. Dinas Pendidikan Provinsi Secara umum. antara lain: (1) menyusun petunjuk teknis pelaksanaan dan petunjuk teknis monitoring dan evaluasi berdasarkan pedoman yang ditetapkan pemerintah pusat. pemberian pedoman/petunjuk pelaksanaan MBS. Direktorat Pembinaan mempunyai tugas dan fungsi melakukan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan MBS secara nasional dan menerbitkan informasi secara berkala. (3) melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan MBS serta pengembangannya di Provinsi masing-masing. f) Memberikan pelayanan terhadap sekolah dalam mengelola aset/sumberdaya pendidikan yang meliputi tenaga guru. 4). (2) memberi pelatihan kepada para pengembang MBS di tingkat kabupaten. buku pelajaran. Lebih spesifiknya. dan h) Melaksanakan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan MBS untuk perbaikan. baik secara elektronik dan/atau non-elektronik tentang perkembangan konsep dan hasil pelaksanaan MBS secara nasional dan praktek-praktek yang baik yang dapat dipetik untuk memperbaiki konsep maupun pelaksanaan MBS. 2). 3).

Komite Sekolah Tugas dan fungsi utama Komite Sekolah dalam pelaksanaan MBS di sekolah adalah: (1) memberi masukan. b) Mengkoordinasikan dan menyerasikan segala sumber daya yang ada di sekolah dan di luar sekolah untuk mencapai sasaran MBS yang telah ditetapkan. C. ide. pertimbangan. d) Melaksanakan pengawasan dan pembimbingan dalam pelaksanaan MBS sehingga kejituan implementasi dapat dijamin untuk mencapai sasaran MBS. guru. Hasil evaluasi ini kemudian digunakan untuk menentukan sasaran baru program MBS tahun. antara lain: wakil sekolah (kepala sekolah. TATA KELOLA YANG BAIK A. wakil organisasi profesi. kriteria pendidik dan tenaga kependidikan. (3) menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan penyelenggaraan pendidikan. (6) melakukan kerjasama dengan masyarakat. dan Yayasan (bagi sekolah swasta). wakil orangtua siswa. Mengingat sekolah merupakan unit utama dan terdepan dalam penyelenggaraan MBS. Pengawas Sekolah. saling terkait. maka sekolah menjalankan tugas dan fungsinya sebagai berikut: a) Menyusun rencana dan program pelaksanaan MBS dengan melibatkan kelompok-kelompok kepentingan. wakil siswa (OSIS). f) Menyusun laporan penyelenggaraan MBS beserta hasilnya secara lengkap untuk disampaikan kepada pihak-pihak terkait yaitu Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. dan g) Mempertanggung jawabkan hasil penyelenggaraan MBS kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan sekolah yaitu Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.Tugas dan fungsi utama sekolah adalah mengelola penyelenggaraan MBS di sekolah masing-masing. dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat. dan rekomendasi kepada sekolah mengenai kebijakan dan program pendidikan. (4) mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu tinggi. (5) melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan/program/penyelenggaraan dan keluaran pendidikan. perbaikan secara terus-menerus. Komite Sekolah. Pengantar . dan hal-hal lain yang terkait dengan pendidikan. dan keterlibatan total warga sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah) dan berpikir sistem (berpikir holistik/tidak parsial. (2) mendorong orangtua siswa dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pendidikan. dan Yayasan (bagi sekolah swasta). kriteria fasilitas pendidikan. kriteria kinerja sekolah. Komite Sekolah. tata usaha). wakil kepala sekolah. c) Melaksanakan MBS secara efektif dan efisien dengan menerapkan prinsip-prinsip total quality management (fokus pada pelanggan. 5). dan (7) menampung dan menganalisis aspirasi. tuntutan. dan tokoh masyarakat. dan terpadu).tahun berikutnya. RAPBS. e) Pada setiap akhir tahun ajaran melakukan evaluasi untuk menilai tingkat ketercapaian sasaran program MBS yang telah ditetapkan. wakil pemerintah.

siswa. makin besar rasa memiliki. dalam pengambilan keputusan. pembuatan kebijakan. Latar Belakang Salah satu alasan penerapan MBS adalah untuk membuat kebijakan/keputusan sekolah lebih dekat dengan stakeholders sehingga hasilnya benar-benar mencerminkan aspirasi stakeholders. makin besar pula tingkat dedikasi/kontribusinya terhadap sekolah. secara langsung maupun tidak langsung. Partisipasi a. secara langsung maupun tidak langsung. sekolah diberi otonomi (kewenangan dan tanggung jawab) yang lebih besar untuk mengelola sekolahnya. transparansi. prediktif. keadilan. Saat ini. tetapi hanya tiga tata kelola pertama yang diuraikan yaitu partisipasi. demokrasi/egaliterisme. Pergeseran lokus kebijakan dari pemerintah pusat dan dari dinas pendidikan ke sekolah diharapkan proses pengambilan keputusan. efektivitas. dan pihak-pihak lain yang mewakili masyarakat yang diwadahi melalui komite sekolah. Dalam materi pelatihan ini tidak semua prinsip-prinsip tata kelola ditulis dan disampaikan. perencanaan. hukum dilaksanakan dengan baik. pengawasan/ pengevaluasian pendidikan sekolah. pembuatan kebijakan. tokoh masyarakat. efisiensi. pelaksanaan. MBS mensyaratkan adanya partisipasi aktif dari semua pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan di sekolah (stakeholders). makin besar rasa memiliki.Seperti disebut sebelumnya. berwawasan ke depan. dan tenaga-tenaga kependidikan lainnya. Peningkatan partisipasi dilandasi oleh keyakinan bahwa makin tinggi tingkat partisipasi. akademisi. pelaksanaan. baik secara individual maupun kolektif. dan pasti dalam penjaminan mutu. kepala sekolah. Arti Partisipasi Partisipasi adalah proses di mana stakeholders (warga sekolah dan masyarakat) terlibat aktif baik secara individual maupun kolektif. transparansi. Para pembaca dipersilahkan mempelajari prinsip-prinsip tata kelola yang tidak dibahas dalam materi pelatihan ini dari sumber-sumber lain. dan pengawasan/ pengevaluasian pendidikan lebih partisipatif dan benar-benar mengabdi kepada kepentingan publik dan bukan pada kepentingan elite birokrasi dan politik. Tata kelola yang lainnya tidak akan diuraikan dalam materi pelatihan ini karena terbatasnya waktu pelatihan. Diharapkan. dan makin besar rasa tanggungjawab. b. partisipasi dapat mendorong warga sekolah dan masyarakat sekitar untuk menggunakan haknya dalam menyampaikan pendapat dalam proses pengambilan keputusan. dalam MBS. baik warga sekolah seperti guru. perencanaan. Inilah pentingnya partisipasi bagi sekolah. B. Komite Sekolah merupakan wadah formal bagi stakeholders untuk berpartisipasi secara langsung maupun tidak langsung dalam penyelenggaraan sekolah. makin besar pula rasa tanggungjawab. pembuatan kebijakan. pengawasan/pengevaluasian yang menyangkut kepentingan sekolah. Untuk itu. dan akuntabilitas. maupun warga di luar sekolah seperti orang tua siswa. kewenangan dan tanggung jawab yang lebih besar hanya dapat dilaksanakan dengan baik apabila sekolah menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik yaitu partisipasi. Uraian 1. peka terhadap aspirasi stakeholders. pelaksanaan. akuntabilitas. Dengan partisipasi aktif diharapkan mampu menjadikan aspirasi stakeholders sebagai panglima karena dengan MBS diharapkan mampu mengalirkan kekuasaan dari pemerintah pusat dan dinas . perencanaan. Namun.

pembuatan kebijakan. publikasi. dan pengawasan/ pengevaluasian pendidikan di sekolah. controller. c. dan transparansi kepadastakeholders. temu wicara. baik dalam bentuk jasa (pemikiran/intelektualitas. yang sebenarnya sangat strategis karena pada level inilah keputusan dapat memperbaiki mutu pendidikan. . supporter. (3) Meningkatnya tanggungjawab stakeholders terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Upaya-Upaya Peningkatan Partisipasi Untuk mencapai tujuan tersebut. d. dan material/barang. kompetensinya. moral. perencanaan. Melibatkan stakeholders secara proporsional dengan mempertimbangkan relevansi pelibatannya. finansial. dan (4) menjamin agar setiap keputusan dan kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan aspirasi stakeholders dan menjadikan aspirasi stakeholderssebagai panglima bagi penyelenggaraan pendidikan di sekolah. batas-batas yurisdiksinya. resource linker. pelaksanaan. dan pengawasan/pengevaluasian pendidikan di sekolah. Melakukan advokasi. moral. pelaksanaan. keterampilan). (4) Meningkatnya kualitas dan kuantitas masukan (kritik dan saran) untuk peningkatan mutu pendidikan. penyampaian pendapat secara tertulis. (1) Membuat peraturan dan pedoman sekolah yang dapat menjamin hak stakeholders untuk menyampaikan pendapat dalam segala proses pengambilan keputusan. partisipasi secara aktif dalam proses pengambilan keputusan. baik sebagai advisor. konsultasi. (2) (3) (4) e. mediator. Meningkatnya kepercayaan stakeholders kepada sekolah. komunikasi. (3) meningkatkan peranstakeholders dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. perencanaan. and education provider. dan kompatibilitas tujuan yang akan dicapainya. keterampilan).pendidikan ke tangan para pengelola sekolah. finansial. Indikator Keberhasilan Partisipasi Keberhasilan peningkatan partisipasi stakeholders dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah dapat diukur dengan beberapa indikator berikut: (1) (2) Kontribusi/dedikasi stakeholders meningkat dalam hal jasa (pemikiran. pembuatan kebijakan. (2) memberdayakan kemampuan yang ada pada stakeholders bagi pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. terutama menyangkut kewibawaan dan kebersihan. upaya-upaya yang perlu dilakukan oleh sekolah dalam rangka meningkatkan partisipasi stakeholders adalah sebagai berikut. Tujuan Partisipasi Tujuan utama peningkatan partisipasi adalah untuk: (1) meningkatkan dedikasi/ kontribusi stakeholders terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah. dan material/barang. Menyediakan sarana partisipasi atau saluran komunikasi agar stakeholdersdapat mengutarakan pendapatnya atau dapat mengekspresikan keinginan dan aspirasinya melalui pertemuan umum. (5) Meningkatnya kepedulian stakeholders terhadap setiap langkah yang dilakukan oleh sekolah untuk meningkatkan mutu.

Transparansi dicapai melalui kemudahan dan kebebasan publik untuk memperoleh informasi dari sekolah. Bagi publik. sekolah harus memberikan jaminan kepada publik terhadap akses informasi sekolah atau kebebasan memperoleh informasi sekolah. b. Kebebasan memperoleh informasi sekolah dapat dicapai jika dokumentasi informasi sekolah tersedia secara mutakhir. d. Hak publik atas informasi yang harus diberikan oleh sekolah antara lain: hak untuk mengetahui. Bersih dalam arti tidak KKN dan berwibawa dalam arti profesional. . Transparansi menjamin bahwa data sekolah yang dilaporkan mencerminkan realitas. Transparansi bertujuan untuk menciptakan kepercayaan timbal balik antara sekolah dan publik melalui penyediaan informasi yang memadai dan menjamin kemudahan dalam memperoleh informasi yang akurat. jujur. tidak bohong. transparansi bukan lagi merupakan kebutuhan tetapi hak yang harus diberikan oleh sekolah sebagai organisasi pelayanan pendidikan. Dalam konteks pendidikan. publik tidak lagi curiga terhadap sekolah dan karenanya keyakinan dan kepercayaan publik terhadap sekolah juga tinggi. dan hak untuk menyebarluaskan informasi. istilah transparansi sangatlah jelas yaitu kepolosan. apa adanya. dan terbuka terhadap publik tentang apa yang dikerjakan oleh sekolah. 2. Dengan transparansi yang tinggi. Ini berarti bahwa sekolah harus memberikan informasi yang benar kepada publik. maka sekolah harus transparan kepada publik mengenai proses dan hasil pendidikan yang dicapai. Arti Transparansi Transparansi sekolah adalah keadaan di mana setiap orang yang terkait dengan kepentingan pendidikan dapat mengetahui proses dan hasil pengambilan keputusan dan kebijakan sekolah. hak untuk diinformasikan tanpa harus ada permintaan. tidak curang.(6) Keputusan-keputusan yang dibuat oleh sekolah benar-benar mengekspresikan aspirasi dan pendapat stakeholders dan mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh karena itu. Transparansi a. c. Mengingat sekolah adalah organisasi pelayanan publik. hak untuk menghadiri pertemuan sekolah. baik kualitas maupun kuantitas Pengembangan transparansi sangat diperlukan untuk membangun keyakinan dan kepercayaan publik kepada sekolah. Jika terdapat perubahan pada status data dalam laporan suatu sekolah. Latar Belakang Sekolah adalah organisasi pelayanan yang diberi mandat oleh publik untuk menyelenggarakan pendidikan sebaik-baiknya. hak untuk mendapatkan salinan informasi. Upaya-Upaya Peningkatan Transparansi . transparansi penuh menyaratkan bahwa perubahan itu harus diungkapkan secara sebenarnya dan dengan segera kepada semua pihak yang terkait (stakeholders). Tujuan Transparansi Pengembangan transparansi ditujukan untuk membangun kepercayaan dan keyakinan publik kepada sekolah bahwa sekolah adalah organisasi pelayanan pendidikan yang bersih dan berwibawa.

Transparansi sekolah perlu ditingkatkan agar publik memahami situasi sekolah dan dengan demikian mempermudah publik untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. newsletter. sekolah berkewajiban mempertanggungjawabkan kepada publik tentang apa yang dikerjakan sebagai konsekwensi dari mandat yang diberikan oleh publik/ masyarakat. (2) meningkatnya partisipasi publik terhadap penyelenggaraan sekolah. mengelola. dan (4) berkurangnya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku di sekolah. durasi waktu untuk mendapatkan informasi. leaflet. dan mengontrol sekolah. 3. sarana informasi dan komunikasi. Akuntabilitas a. Pertanggung jawaban penyelenggara sekolah merupakan akumulasi dari keseluruhan pelaksanaan tugas-tugas pokok dan fungsi sekolah yang perlu disampaikan kepada publik/stakeholders. hak diinformasikan. Dalam kaitannya dengan akuntabilitas. akuntabilitas publik akan menyangkut hak publik untuk memperoleh pertanggungjawaban penyelenggara sekolah. Indikator Keberhasilan Transparansi Keberhasilan transparansi sekolah ditunjukkan oleh beberapa indikator berikut: (a) meningkatnya keyakinan dan kepercayaan publik kepada sekolah bahwa sekolah adalah bersih dan wibawa. Upaya lain yang perlu dilakukan oleh sekolah dalam meningkatkan transparansi adalah menyiapkan kebijakan yang jelas tentang cara mendapatkan informasi. publik mempunyai hak untuk memberikan masukan. memimpin. Ini berarti. hak untuk komplain. maupun secara tidak langsung melalui jalur media tertulis (brosur. b. pengumuman melalui surat kabar) maupun media elektronik (radio dan televisi lokal). bentuk informasi yang dapat diakses oleh publik ataupun bentuk informasi yang bersifat rahasia. Sekolah perlu mengupayakan peraturan yang menjamin hak publik untuk mendapatkan informasi sekolah. Akuntabilitas kinerja sekolah adalah perwujudan kewajiban sekolah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan rencana sekolah dalam . Latar Belakang MBS memberi kewenangan yang lebih besar kepada penyelenggara sekolah yaitu kewenangan untuk mengatur dan mengurus sekolah. e. dan hak untuk menilai kinerja sekolah. Publik sebagai pemberi mandat dapat memberi penilaian terhadap penyelenggara sekolah apakah pelaksanaan mandat dilakukan secara memuaskan atau tidak. bagaimana cara mendapatkan informasi. (3) bertambahnya wawasan dan pengetahuan publik terhadap penyelenggaraan sekolah. Arti Akuntabilitas Akuntabilitas adalah kewajiban untuk memberikan pertanggungjawaban atau untuk menjawab dan menerangkan kinerja dan tindakan penyelenggara organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau berkewenangan untuk meminta keterangan atau pertanggjawaban. mengambil keputusan. Untuk itu. Agar penyelenggara sekolah tidak sewenang-wenang dalam menyelenggarakan sekolah. Upaya-upaya yang perlu dilakukan dalam kerangka meningkatkan transparansi sekolah kepada publik antara lain melalui pendayagunaan berbagai jalur komunikasi. dan prosedur pengaduan apabila informasi tidak sampai kepada publik. dan petunjuk penyebarluasan produk-produk dan informasi yang ada di sekolah maupun prosedur pengaduan. fasilitas database. maka sekolah harus bertanggungjawab terhadap apa yang dikerjakan. baik secara langsung melalui temu wicara.

b) Sekolah perlu menyusun pedoman tingkah laku dan sistem pemantauan kinerja penyelenggara sekolah dan sistem pengawasan dengan sanksi yang jelas dan tegas. Sekolah dikatakan memiliki akuntabilitas tinggi jika proses dan hasil kinerja sekolah dianggap benar dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. maka perlu diupayakan hal-hal sebagai berikut. dan (d) keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan rencana sekolah dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. yaitu akuntabilitas pilihan atas kebijakan yang akan dilaksanakan. Tujuan Akuntabilitas Tujuan utama akuntabilitas adalah untuk mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja sekolah sebagai salah satu prasyarat untuk terciptanya sekolah yang baik dan terpercaya. d. Sistem pengawasan perlu diperkuat dan hasil evaluasi harus dipublikasikan dan apabila terdapat kesalahan harus diberi sanksi. sekolah dan menyampaikan kepada d) Menyusun indikator yang jelas tentang pengukuran kinerja sekolah dan disampaikan kepada stakeholders. Penyelenggara sekolah harus memahami bahwa mereka harus mempertanggungjawabkan hasil kerja kepada publik. Untuk mengukur kinerja mereka secara obyektif perlu adanya indikator yang jelas. . Selain itu. (c) pengelolaan sumberdaya pendidikan di sekolah. c. dan untuk mempertanggungjawabkan komitmen pelayanan pendidikan kepada publik. (2) akuntabilitas kinerja (product/quality accountability).mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui alat pertanggungjawaban secara periodik. ketentuan. yaitu akuntabilitas yang berhubungan dengan proses. tujuan akuntabilitas adalah untuk menilai kinerja sekolah dan kepuasan publik terhadap pelayanan pendidikan yang diselenggarakan oleh sekolah. Ini perlu diupayakan untuk menjaga kepastian tentang pentingnya akuntabilitas. untuk mengikutsertakan publik dalam pengawasan pelayanan pendidikan. c) Sekolah menyusun rencana pengembangan publik/stakeholders di awal setiap tahun anggaran. Sering kali istilah cost accountability juga digunakan untuk kategori akuntabilitas ini. prosedur.. aturan main. a) Sekolah harus menyusun aturan main tentang sistem akuntabilitas termasuk mekanisme pertanggungjawaban. Upaya-Upaya Peningkatan Akuntabilitas Agar sekolah memiliki akuntabilitas yang tinggi. dan sebagainya. akuntabilitas dapat dikategorikan menjadi 4: (1) akuntabilitas kebijakan. pedoman. (3) akuntabilitas proses. Menurut jenisnya. dan (4) akuntabilitas keuangan (kejujuran) atau sering disebut (financial accountability). yaitu akuntabilitas yang berhubungan dengan pendapatan dan pengeluaran uang (cash in and cash out). (b) anggaran pendapatan dan belanja sekolah. yaitu akuntabilitas yang berhubungan dengan pencapaian tujuan sekolah. Akuntabilitas meliputi pertanggungjawaban penyelenggara sekolah yang diwujudkan melalui transparansi dengan cara menyebarluaskan informasi dalam hal: (a) pembuatan dan pelaksanaan kebijakan serta perencanaan.

maupun makro (kementerian). Hal ini didasari oleh pemikiran bahwa dengan monitoring dan evaluasi. (b) tumbuhnya kesadaran publik tentang hak untuk menilai terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah. pengelolaan program. Penerapan MBS juga memerlukan monitoring dan evaluasi secara intensif dan dilakukan secara terus-menerus. maka MBS dianggap tidak efektif (gagal). Hal ini penting untuk dilakukan agar sekolah dengan mudah untuk . Tepatnya. sebaiknya setiap sekolah yang melaksanakan MBS diharapkan memiliki data-data tentang prestasi siswa sebelum dan sesudah MBS. Informasi hasil ini kemudian dibandingkan dengan sasaran yang telah ditetapkan. h) Memperbarui rencana kinerja yang baru sebagai kesepakatan komitmen baru. baik di tingkat mikro (sekolah). Oleh karena itu. C. dinas pendidikan kabupaten/kota. meso (dinas pendidikan kabupaten/kota. baik menyangkut proses pengambilan keputusan. kita juga dapat memperbaiki konsep dan pelaksanaan MBS.e) Melakukan pengukuran pencapaian kinerja pelayanan pendidikan dan menyampaikan hasilnya kepada publik/stakeholders di akhir tahun. pengelolaan kelembagaan. tepat. f) Memberikan tanggapan terhadap pertanyaan atau pengaduan publik. Jika hasil sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan. Jika MBS kurang berhasil. Tanpa pengukuran. g) Menyediakan informasi kegiatan sekolah kepada publik yang akan memperoleh pelayanan pendidikan. Jadi. e. tidak ada alasan untuk mengatakan apakah suatu sekolah mengalami kemajuan atau tidak. Pengantar Monitoring dan evaluasi merupakan bagian integral dari pengelolaan pendidikan. Sebaliknya jika hasil tidak sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan. pada umumnya. (c) berkurangnya kasus-kasus KKN di sekolah. monitoring dan evaluasi yang bermanfaat adalah monitoring dan evaluasi yang menghasilkan informasi yang cepat. menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. fokus evaluasi adalah pada hasil MBS. MONOTORING DAN EVALUASI MBS A. dengan monitoring dan evaluasi. Istilah monitoring dan evaluasi memiliki makna sebagai berikut. Monitoring adalah suatu proses pemantauan untuk mendapatkan informasi tentang pelaksanaan MBS. Indikator Keberhasilan Akuntabilitas Keberhasilan akuntabilitas dapat diukur dengan beberapa indikator berikut. bukan pada hasilnya. Jadi. kita dapat mengukur tingkat kemajuan pendidikan pada tingkat sekolah. dinas pendidikan provinsi. berarti MBS efektif. apanya yang salah? Konsepnya atau pelaksanaannya? Karena itu. Sedang evaluasi merupakan suatu proses untuk mendapatkan informasi tentang hasil MBS. Dengan monitoring dan evaluasi. dan (d) meningkatnya kesesuaian kegiatankegiatan sekolah dengan nilai dan norma yang berkembang di masyarakat. kita dapat menilai apakah MBS benarbenar mampu meningkatkan mutu pendidikan. fokus monitoring adalah pemantauan pada pelaksanaan MBS. Karena itu. dan departemen. dan cukup untuk pengambilan keputusan. maupun pengelolaan proses belajar mengajar. yaitu: (a) meningkatnya kepercayaan dan kepuasan publik terhadap sekolah. Monitoring dan evaluasi. fokus monitoring adalah pada komponen proses MBS. dinas pendidikan provinsi).

Untuk lebih rincinya. Input manajemen terdiri dari tugas. fokus evaluasi pada proses adalah pemantauan (monitoring) implementasi MBS. sumberdaya. dan input manajemen. dan peringkat lomba karya tulis. input. maka hal ini dapat diduga bahwa MBS cukup berhasil. regulasi (ketentuan-ketentuan. Proses adalah berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain. dan outcome. Monitoring dan evaluasi MBS bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Alat yang tepat untuk melakukan evaluasi konteks adalah penilaian kebutuhan (needs assessment). Dalam istilah lain. maupun outcome nya. proses belajar mengajar. proses evaluasi sekolah. Dengan demikian. bahan). kejujuran. baik pada konteks. proses. IMTAQ. tetapi juga dapat berupa perangkat-perangkat lunak dan harapan-harapan sebagai pemandu bagi berlangsungnya proses. rencana. nilai NUN. Hasil nyata yang dimaksud dapat berupa prestasi akademik (academic achievement). input dapat diklasifikasikan menjadi tiga. Harapan-harapan terdiri dari visi. evaluasi konteks berarti evaluasi tentang kebutuhan. limitasi. proses terdiri dari: proses pengambilan keputusan. Esensi evaluasi pada input adalah untuk mendapatkan informasi tentang “ketersediaan dan kesiapan” input sebagai prasyarat untuk berlangsungnya proses. Input adalah segala “sesuatu” yang harus tersedia dan siap karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. dan prestasi olahraga. Dengan didapatkan informasi inkonsistensi tersebut. Sesuatu yang dimaksud tidak harus berupa barang. kesenian. sasaran. proses. misalnya. Sedang hasil evaluasi dapat memberikan informasi yang dapat digunakan untuk memberi masukan terhadap keseluruhan komponen MBS. Secara garis besar. output. yaitu konteks. sedang inkonsistensi akan menjurus kepada kegagalan MBS. sehingga dapat ditemukan informasi tentang konsistensi atau inkonsistensi antara rancangan/disain MBS semula dengan proses implementasi yang sebenarnya. lihat uraian input pada BAB II. dan proses akuntabilitas. Masukanmasukan dari hasil monitoring dan evaluasi akan digunakan untuk pengambilan keputusan. yaitu harapan. output. input. Output adalah hasil nyata dari pelaksanaan MBS. segera dapat dilakukan koreksi/pelurusan terhadap pelaksanaan. perlengkapan. Komponen-Komponen MBS yang Dimonitor dan Dievaluasi MBS sebagai sistem. Konteks adalah eksternalitas sekolah berupa demand and support (permintaan dan dukungan) yang berpengaruh pada input sekolah. prosedur kerja. B. konteks sama artinya dengan istilah kebutuhan. program. Jika setelah MBS ada peningkatan prestasi yang signifikan dibanding sebelum MBS. proses pengelolaan kelembagaan. misi.membandingkan prestasi siswa sebelum dan sesudah MBS. Fokus evaluasi pada output adalah mengevaluasi sejauhmana sasaran (immediate objectives) yang diharapkan . maupun prestasi non-akademik (non-academic achievement). kedisiplinan. Sumberdaya dibagi menjadi dua yaitu sumberdaya manusia dan sumberdaya selebihnya (uang. dan pengendalian atau tindakan turun tangan. dan sebagainya). dan kerajinan. Konsistensi antara rancangan dan proses pelaksanaan akan mendukung tercapainya sasaran. Uraian 1. tujuan. Hasil monitoring dapat digunakan untuk memberi masukan (umpan balik) bagi perbaikan pelaksanaan MBS. memiliki komponen-komponen yang saling terkait secara sistematis satu sama lain. Dalam MBS sebagai sistem. proses pengelolaan program. Dengan demikian. peralatan. misalnya.

keadilan. profesionalisme. Dengan bahasa non-statistik. guru bimbingan dan penyuluhan. sekolah-sekolah yang melaksanakan MBS harus membuat tonggak-tonggak kunci keberhasilan untuk kurun waktu tertentu. institusional (sekolah). Setiap tata pengelolaan harus dievaluasi apakah sebelum dan sesudah MBS ada perubahan tata pengelolaan sekolah. makin besar perubahan (peningkatan/pengembangan) komponen-komponen tersebut dari sebelum dan sesudah melaksanakan MBS. kuantitas. Dengan kata lain. Karena itu. Outcome adalah hasil MBS jangka panjang. guru. Tonggak-tonggak kunci keberhasilan MBS merupakan target-target hasil MBS yang akan dicapai dalam jangka menengah (5 tahun) dan jangka pendek (1 tahun). Jenis Monitoring dan Evaluasi: Internal dan Eksternal Ada dua jenis monitoring dan evaluasi sekolah. makin besar pula kesuksesan MBS. pelaksana monitoring dan evaluasi internal adalah warga sekolah sendiri yaitu kepala sekolah. Tentunya makin besar kesesuaiannya. Yang dimaksud monitoring dan evaluasi internal adalah monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh sekolah sendiri. Hasil monitoring dan evaluasi eksternal dapat digunakan untuk: rewards system terhadap individu sekolah. fokus evaluasi outcome adalah pada dampak MBS jangka panjang. atau gabungan dari ketiganya. pada umumnya digunakan analisis biaya-manfaat (cost-benefit analysis). seperti disebut sebelumnya yaitu meliputi: partisipasi. 3. dan warga sekolah lainnya. input. Besar kecilnya perubahan komponen-komponen tersebut (dari dan sesudah melaksanakan MBS) merupakan ukuran tingkat keberhasilan MBS. proses. dan sosial (masyarakat). siswa. 2. proses. Tonggak-tonggak Kunci Keberhasilan MBS Untuk mengevaluasi keberhasilan MBS. Selain memonitor dan mengevaluasi komponen-komponen konteks. baik dampak individual (siswa). input. dan kepastian jaminan hukum. dan outcome sekolah. wawasan ke depan. akuntabilitas. meningkatkan iklim kompetisi antar sekolah. misalnya Dinas Pendidikan. output. dan outcome pada waktu sebelum dan sesudah melaksanakan MBS. prediktif. orangtua siswa. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mengetahui apakah ada perubahan konteks. yang berbeda dengan output yang hanya mengukur hasil MBS sesaat/jangka pendek. Untuk melakukan evaluasi ini.(kualitas. demokrasi. kepentingan akuntabilitas publik. tanggungjawab. Sedang yang dimaksud monitoring dan evaluasi eksternal adalah monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh pihak eksternal sekolah (external institution). penegakan hukum. sejauhmana “hasil nyata sesaat” sesuai dengan “hasil/sasaran yang diharapkan”. kepekaan. kaya-miskin. Berikut adalah visualisasi monitoring dan evaluasi pada saat sebelum dan pada saat sesudah melaksanakan MBS (Lihat Gambar 4: Monitoring dan Evaluasi MBS). waktu) telah dicapai oleh MBS. output. memperbaiki sistem yang ada secara keseluruhan. yaitu internal dan eksternal. Target-target tersebut bersumber dari pemerataan pendidikan (kesamaan kesempatan antara siswa-siswa desa-kota. yang tidak kalah penting untuk dimonitor dan dievaluasi adalah pelaksanaan prinsip-prinsip MBS yang baik (tata pengelolaan yang baik. Pada umumnya. Pengawas. efektivitas dan efisiensi. . Tujuan utama monitoring dan evaluasi internal sekolah adalah untuk mengetahui tingkat kemajuan dirinya sendiri (sekolah) sehubungan dengan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan. berarti makin besar pula keberhasilan MBS. dan Perguruan tinggi. dan membantu sekolah dalam mengembangkan dirinya. transparansi.

1994. 6. A. rata-rata NUN sebuah SMP adalah 6. E. dan sebagainya. misalnya budi pekerti. Reynold. maka rata-rata NUN yang akan dicapai oleh sekolah adalah 6.laki-perempuan. profesionalisme. NUN hanyalah salah satu tolok ukur kualitas sekolah dan masih banyak tolok ukur kualitas lainnya yang perlu dipertimbangkan. Dornseif. proses.00 pada tahun 2014.90 pada tahun 2013. Thousand . Larry. efektivitas dan efisiensi. transparansi. Ditjen Mandikdasmen. kepemimpinan. dan sebagainya. cacat-tdak cacat.70 pada tahun 2011.00. Ibtisam Abu & Duhou. 2002. kepekaan. dan sebagainya.) dan kualitas proses (proses belajar mengajar. dan karya ilmiah remaja di samping kualitas input (guru. Depdiknas (rujukan utama dari materi pelatihan ini). Suparto & Abas AlJauhari). dan 6. Sebaiknya. kualitas pendidikan (input. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2004.Remaja Rosda. fasilitas. prestasi olah raga.50. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). School-Based Management Organizing for High Performance. Jakarta: Logos. Successful Site-Based Management. output). prediktif. Jika target ini dirinci setiap tahun. Pada tahun 2009. Pocket Guide to School-Based Management. tonggak-tonggak kunci keberhasilan dibuat tabuler yang terdiri dari program-program strategis dan tonggak-tonggak kunci keberhasilan dari setiap program strategis. Bandung: PT. 1997. dan sebagainya).A.80 pada tahun 2012. rata-rata NUN yang diharapkan dapat dicapai oleh SMP tersebut sebesar 7. wawasan kedepan. keadilan. olimpiade.).Mulyasa. dan 7. tanggungjawab. San Francisco: JosseyBass Publishers. Manajemen Berbasis Sekolah. angka kelulusan. Misalnya. School-Based Management (Manajemen Berbasis Sekolah) (terjemahan: Noryamin Aini. Odden. dan kepastian jaminan hukum. Pada tahun 2014. efektivitas dan efisiensi pendidikan (angka kenaikan kelas. demokrasi. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama. 1996. 2007. 6. angka putus sekolah. akuntabilitas. contoh tonggak-tonggak kunci keberhasilan dapat diberikan sebagai berikut.). kesenian. 60 pada tahun 2010. Alexandria: Association for Supervision and Curriculum Development. dan tata kelola sekolah yang baik (good governance) yang meliputi: partisipasi. penegakan hukum.

No. California: Corwin Press. Pengantar Pengaruh kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) terhadap peningkatan hasil belajar siswa sudah tidak diragukan lagi.017.Oaks. Sejumlah ahli pendidikan telah melakukan penelitian tentang pengaruh kepemimpinan pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar.77-107. P. MATERI UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH : KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN 09:12 Nurul Amaliah No comments Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook 1. the principal must be knowledgable about curriculum development. 1999. Rutmini & Jiyono.N. . Wohlstetter.179206. clinical supervision. staff development. A.. Zuldan K... (Findley. Kirk. we must redefine and move instructional leadership to the forefront (Buffie. Mereka menyimpulkan bahwa: If our schools are to improve. it will be because of the instructional leadership of the principal ….. h. 2003. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Succesful School-Based Management.No.1992). Cakrawala pendidikan. 1987).XXII. & Mohrman (1997). Juni Th.V.. Robertson. 1989).Prasetyo & Slamet. Effective principals are expected to be effective instructional leaders . P. the principal’s role If a school is to be an effective one. teachers and instructional effectiveness. Inc. Manajemen Berbasis Sekolah dalam Mengembangkan dan Mewujudkan Budaya Mutu dalam Pendidikan.J. Manajemen Berbasis Sekolah: Konsep dan Kemungkinan Strategi Pelaksanaannya di Indonesia. Alexandria: Association for Supervision and Curriculum Development.. Juni Tahun Ke-5. h. and teacher evaluation (Hanny..

berikut dibahas tentang arti. . Arti Kepemimpinan Pembelajaran Walaupun telah banyak rumusan tentang arti kepemimpinan pembelajaran. jika hasil belajar siswa ingin dinaikkan. asesmen (penilaian hasil belajar). maka kepemimpinan yang menekankan pada pembelajaran harus diterapkan. yang pada gilirannya dapat memperbaiki prestasi belajar siswanya. Daresh dan Playco (1995) mendefinikan kepemimpinan pembelajaran sebagai upaya memimpin para guru agar mengajar lebih baik. Definisi inipun masih parsial karena pembelajaran mencakup banyak hal yang sebagian belum tercakup didalamnya. Kepemimpinan pembelajaran atau kepemimpinan instruksional adalah kepemimpinan yang memfokuskan/menekankan pada pembelajaran yang komponenkomponennya meliputi kurikulum. Kepala sekolah berperan sebagai fasilitator sehingga dengan berbagai cara dia dapat mengetahui kesulitan pembelajaran dan dapat membantu guru dalam mengatasi kesulitan belajar tersebut. Kepala sekolah melakukan pemantauan terhadap proses belajar mengajar sehingga memahami lebih mendalam dan menyadari apa yang sedang berlangsung didalam sekolah. Kepala sekolah mensosialisasikan dan menamkan isi dan makna visi sekolahnya dengan baik.Dari kutipan-kutipan tersebut diatas dapat disarikan bahwa peningkatan hasil belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan pembelajaran. penilaian serta pengembangan guru. pertanyaannya adalah apa tujuan yang akan dicapai oleh kepemimpinan pembelajaran? Berikut akan diuraikan seperlunya tentang tujuan yang akan dicapai oleh penerapan kepemimpinan pembelajaran. Melengkapi definisi-definisi tersebut diatas. dan pembangunan komunitas belajar di sekolah. dan kontribusi kepemimpinan pembelajaran terhadap hasil belajar. 2. mendefinikan kepemimpinan pembelajaran yang efektif sebagai berikut: a. Definisi ini kurang komprehensif. Ahli lain. Kepala sekolah memberikan dukungan terhadap pembelajaran. misalnya dia mendukung bahwa pengajaran yang memfokuskan pada kepentingan belajar siswa harus menjadi prioritas. Dia juga mampu membangun kebiasaan-kebiasaan berbagi pendapat atau urun rembug dalam merumuskan visi dan misi sekolahnya. Petterson (1993). pentingnya kepemimpinan pembelajaran. proses belajar mengajar. Misalnya. berikut disampaikan arti kepemimpinan pembelajaran. Untuk lebih jelasnya. butir-butir penting kepemimpinan pembelajaran. d. Kepala sekolah melibatkan para pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan dan dalam kegiatan operasional sekolah sesuai dengan kemampuan dan batas-batas yuridiksi yang berlaku. karena hanya memfokuskan pada guru. tetapi fokus dan ketajamannya masih berbeda-beda. Artinya. Kepala sekolah melibatkan para pemangku kepentingan dalam pengelolaan sekolah (manajemen partisipatif). dan dia selalu menjaga agar visi dan misi sekolah yang telah disepakati oleh warga sekolah hidup subur dalam implementasinya. layanan prima dalam pembelajaran. c. b. e. Berdasarkan pengertian kepemimpinan pembelajaran tersebut. tujuan.

pendidikan. bahan. demokrasi. meningkat keingintahuannya. dan tujuan sekolah. manufaktur. antroplogi. dan meningkat kesadarannya untuk belajar secara terus-menerus sepanjang hayat karena ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni berkembang dengan pesat. meningkat motivasi belajarnya. kimia. Kepemimpinan pembelajaran penting diterapkan di sekolah karena kemampuannya dalam membangun komunitas belajar warganya dan bahkan mampu menjadikan sekolahnya sebagai sekolah belajar (learning school). kriya. dan tidak kalah penting. Upayaupaya ini memerlukan dukungan sumberdaya pendidikan. dan berpikir sistem. tujuan kepemimpinan pembelajaran adalah untuk memfasilitasi pembelajaran agar siswanya meningkat prestasi belajarnya. Kepemimpinan pembelajaran juga mampu memfokuskan kegiatan-kegiatan warganya untuk menuju pencapaian visi. Ilmu pengetahuan keras meliputi metematika. bio. empati. baik sumberdaya manusia maupun sumberdaya selebihnya yaitu peralatan. energi. dan rupa. 2. fisika. musik. kestaminaan. misi. kreatif. kerjasama. tari. metode evaluasi. perbekalan. dan pemotivasian siswa. dan bahan. telekomunikasi. Ilmu pengetahuan dapat digolongkan menjadi ilmu pengetahuan lunak (sosiologi. Daya pikir meliputi cara-cara berpikir induktif. ketahanan. dan yang sejenis). ekonomi. . dan pembuatan kalender. tanggungjawab. Daya pisik meliputi kesehatan. politik. misi. kritis. meningkat kepuasan belajarnya. penggunaan media pembelajaran dan fasilitas belajar lainnya. dan kesatuan serta persatuan (terlalu banyak untuk disebut semuanya). dan tujuan sekolah. Proses belajar mengajar meliputi penyusunan silabus. repek kepada orang lain. kedisiplinan. Teknologi meliputi teknologi konstruksi. kejujuran. dan daya pisik/raga. perdamaian. jiwa kewirausahaannya. biologi. Menurut Slamet PH (2001). daya hati.Kurikulum (apa yang diajarkan) mencakup pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang meliputi kegiatan perumusan visi. kerendahan hati. kreativitasnya. pengembangan bahan ajar. inovatif. dan pelaporan. perlengkapan. kesopan santunan. pengembangan struktur dan muatan kurikulum. inovasinya. 3. transportasi. pemilihan buku pelajaran. dan astronomi. deduktif. dan keterampilan. Seni terdiri dari seni suara. ilmiah. Kepemimpinan pembelajaran mampu memberikan dorongan dan arahan terhadap warga sekolah untuk meningkatkan prestasi belajar siswanya. pemilihan metode mengajar dan metode belajar. toleransi. lateral. pengelolaan kelas. Tujuan Kepemimpinan Pembelajaran Tujuan utama kepemimpinan pembelajaran adalah memberikan layanan prima kepadasemua siswa agar mereka mampu mengembangkan potensi kualitas dasar dan kualitas instrumentalnya untuk menghadapi masa depan yang belum diketahui dan sarat dengan tantangan-tantangan yang sangat turbulen. integritas. pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran. Dengan kata-kata lain. Kualitas instrumental meliputi penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni. Daya hati (qolbu) meliputi kasih sayang. Pentingnya Kepemimpinan Pembelajaran Kepemimpinan pembelajaran sangat penting untuk diterapkan disekolah karena seperti disebut sebelumnya bahwa kepemimpinan pembelajaran berkontribusi sangat signifikan terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. kualitas dasar meliputi kualitas daya pikir. dan uang. Penilaian kinerja guru dan pengembangan profesinyajuga merupakan prioritas kepemimpinan pembelajaran. Asesmen (evaluasi hasil belajar) meliputi aspek yang di evaluasi. kepemimpinan pembelajaran mengutamakan layanan prima terhadap pembelajaran siswa sertamembangun warga sekolahnya menjadi komunitas pembelajaran.

mengajak warga sekolahnya untuk komitmen terhadap keunggulan mutu. dan 5) menghindari mencari kambing hitam atas ketidaksuksesan. mendorong warga sekolah untuk akuntabilitas terhadap proses dan hasil kerjanya. cerdas. akan tetapi peran kepemimpinan pembelajaran harus yang terpenting. sudah selayaknya peran kepemimpinan pembelajaran memperoleh porsi waktu yang lebih besar dibanding dengan peran-peran yang lain. memberi kewenangan dan tanggungjawab kepada warga sekolahnya. manager. mengajak warga sekolahnya untuk berpikir sistem. mengajak warga sekolahnya untuk menjadikan sekolahnya berfokus pada layanan siswa. b. antara lain mencakup educator. yang pada gilirannya. Peran kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) dan spesifiknya sebagaiinstructional leader. dinamis. 3) menggalang sumber daya masyarakat untuk kepentingan siswa. mendorong teamwork yang (kompak. 4) membantu siswa agar sukses dalam belajarnya. mutu proses belajar mengajar sangat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas siswa dan kualitas sekolah secara keseluruhan. dan 3) mengembangkan gaya kepemimpinan yang luwes dan gaya bicara yang enak. Padahal. motivator. Memahami peran kepala sekolah yang perlu dikembangkan: 1). 2). memfasilitasi warga sekolah untuk belajar terus dan belajar ulang. dan lincah/cepat tanggap terhadap pelanggan utama yaitu siswa). 4. Butir-butir Penting Kepemimpinan Pembelajaran Butir-butir penting kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dapat dituliskan sebagai berikut: a. berpikir dan berperilaku positif untuk maju. harmonis. supervisor. kurang memperoleh porsi yang selayaknya. menerapkan peran kepemimpinan sekolah lebih cenderung sebagai pelayan dari pada sebagai penguasa/bos. proses belajar mengajar. Kepala sekolah mempunyai sejumlah peran yang harus dimainkan secara bersama. dan leader. enterpreneur. ketiga hal yang terakhir sangat erat kaitannya dengan peningkatan mutu proses belajar mengajar. dan penilaian hasil belajar siswa kurang mendapatkanperhatian. Peran-peran yang yang lain bukan tidak penting. Kepala sekolah disibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan rutin yang bersifat administratif. Melaksanakan tanggung jawab secara akuntabel: 1). mengajak warga sekolahnya untuk siap dan akrab menghadapi perubahan. . 2) mendorong tanggung jawab seluruh mitra kerja atau pemangku kepentingan. mengelola adalah sebagian dari kepemimpinan.Sekolah belajar (learning school) memiliki perilaku-perilaku sebagai berikut: memberdayakan warga sekolah seoptimal mungkin. dan menghindari gaya kepemimpinan yang kaku. pertemuan-pertemuan. membangun komunitas belajar di sekolah untuk kesuksesan siswa. dan mengajak warga sekolahnya untuk melakukan perbaikan secara terus-menerus. administrator. mendorong kemandirian setiap warga sekolahnya. Untuk itu. dan kegiatan-kegiatan lain yang bersifat non-akademis sehingga waktu untuk mempelajari pembaruan/inovasi kurikulum.

Jika sekolah ingin menjadi sekolah yang efektif pembelajarannya. apa yang harus. selalu membaca diri dan melakukan refleksi. 2) mencari cara-cara untuk mengembangkan diri sendiri. dia akan membuat anda tetap aktif. mawas diri dan berkembang. 4) menjadi orang nomor satu sebagai model pembelajar sepanjang hayat dengan membangun masyarakat pembelajar disekolah. para pembaca sangat disarankan untuk melakukan refleksi dan bahkan menjawab sejumlah pertanyaan berikut untuk mengetahui tingkat kesiapan anda sebagai pemimpin pembelajaran. Pertanyaan-pertanyaan berikut juga akan membantu anda dalam mengembangkan visi pembelajaran yang lebih baik agar kepemimpinan pembelajaran yang anda terapkan benar-benar berdampak positif terhadap pembelajaran. 3) memandang kesalahan sebagai kesempatan untuk belajar. Dengan menjawab sejumlah pertanyaan berikut. 7) mengkomunikasikan keinginan kuat anda untuk berhasil kepada guru dan siswa dalam bentuk kata-kata dan tindakan. Pengukuran tingkat keberhasilan visi kepemimpinan pembelajaran sangat diperlukan. Selalu mempertahankan: 1). 2) menjadi pendukung yang jelas. dan 9) memfasilitasi kelompok kerja berdasarkan kepemimpinan pembelajaran. menjadi pengarah terhadap tercapainya tujuan sekolah. seharusnya. dan 4) gembira dalam bekerja.c. 5) selalu mengasah peran anda sebagai kepemimimpinan pembelajaran 6) menyediakan waktu untuk rajin mengunjungi kelas. 3) merangkul perubahan sebagai teman. maka sejumlah pertanyaan berikut harus dijawab dengan tepat: a. bagaimana caranya siswa itu belajar. Untuk itu. membimbing orang lain dan memberi kontribusi terhadap orang lain berdasarkan profesi yang dimiliki. Mengerjakan sesuatu dengan professional: 1). anda akan terbantu dalam memfokuskan pikiran dan pengambilan keputusan tentang pembelajaran yang seharusnya anda dukung. b. Berikut adalah sejumlah pertanyaan yang seyogyanya anda pikirkan sebagai pemimpin pembelajaran. . dan dapat dipelajari oleh siswa. 8) menerjemahkan visi sekolah ke dalam kegiatan harian. d.

i. bagaimana bentuk jadwal dan organisasi sekolah agar merefleksikan optimalisasi belajar siswa. bagaimana caranya kinerja guru dievaluasi dan apa saja yang dinilai. e. siapa penyelenggara evaluasi guru. kapan seharusnya diajarkan. g. keberhasilan peserta didik sangat erat hubungannya dengan evaluasi terhadap guru. l. apa yang harus diajarkan. t. dan v. untuk siapa dan bagaimana cara menilainya. f. bagaimana cara menyelenggarakn rapat yang berhubungan dengan pembelajaran. dimana wakil kepala sekolah menghabiskan sebagian besar waktunya dan apa yang dilakukannya. siapa yang melakukan penilaian keberhasilan siswa dan bagaimana caranya. r. p. kriteria penilaian guru ditentukan oleh siapa. q. m. h. maka tentukan apa kebutuhan siswa. bagaimana menentukan isi dan hakekat pengembangan staf oleh siapa. melaksanakannya. d. siapa yang memutuskan penerapan program baru. u. n. seperti apa proses pembelajaran berjalan (diskripsikan sesuatu yang anda impikan dalam sebuah sekolah dimana proses belajar mengajar terjadi secara ideal).c. dimana kepala sekolah menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah dan apa yang dilakukannya di tempat itu. bagaimana cara mengajarnya. Untuk menjawab 22 pertanyaan tersebut di atas. apa tujuan utama penelaian guru tersebut. o. dan apakah tujuan pengajaran sudah tercapai atau belum (Elaine Mc Evan (2001). gunakanlah indikator kunci dari keefektifan kepala sekolah dalam membangun dan menerapkan tujuan-tujuan pembelajaran sebagai berikut: a. apa saja agenda utama rapat sekolah yang berhubungan dengan pembelajaran. s. bagaimana partisipasi orangtua dalam kegiatan belajar siswa. j. lakukanlah komunikasi dengan staf sehubungan dengan pencapaian standar dan peningkatan tujuan sekolah . k. bagaimana iklim sekolah merefleksikan pentingnya proses pembelajaran. jika tujuan utama sekolah adalah menciptakan pembelajaran yang efektif. dengan apa mengajarnya. atau memperbaharui dan merevisi program tersebut. apa keyakinan guru-guru tentang peserta didik dan kegiatan belajar. bagaimana pendapat anda. apa proses yang digunakan untuk menentukan jadwal dan organisai sekolah. bagaimana dan siapa yang membuat keputusan tentang kurikulum dan pengajaran.

maka prestasi belajar siswa akan meningkat secara signifikan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Glathhorn (1993).b. materi. apakah standar kompetensi dapat dicapai dengan baik oleh siswa. penekanan-penekanan apakah yang dituntut oleh kurikulum? c. sekolah sebagai komunitas kolaboratif dan komunitas belajar. mencegah sekolah terhadap tekanan beban yang tidak perlu. peningkatan sekolah dicapai melalui proses pemecahan masalah. rujuklah standar isi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan daerah untuk melaksanakan program-program pengajaran di sekolah c. b. perilaku kepala sekolah berikut paling banyak diidentifikasi oleh guru-guru dari sekolah yang mempunyai pencapaian prestasi akademik tinggi: a. Hal ini dapat dilakukan secara pribadi oleh masingmasing guru melalui jawaban-jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut: a. ditemukan lima hal yang dianggap penting dalam membentuk budaya sekolah yang dapat melatih siswa dalam mencapai keberhasilan belajar dan juga iklim sekolah yang sehat. berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengajarkan standar kompetensi yang dimaksud? Pembelajaran dan pencapaian keberhasilan siswa hendaknya selalu dianalisis secara berkelanjutan dan direfleksikan serta dikembangakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari kehidupan sekolah. mengkomunikasikan kepada staf tentang harapan yang tinggi terhadap pencapaian hasil belajar siswa. dan sumber-sumber apa saja yang harus diterapkan pada pembelajaran tersebut? d. gunakan bermacam-macam sumber data baik kualitatif maupun kuantitatif untuk mengevaluasi kemajuandan merencakan peningkatan lebih lanjut Jika pembelajaran dirancang sesuai dengan kebutuhan siswa. d. dan . strategi. guru dan siswa diyakinkan dapat mencapainya. untuk itu bagaimana cara mengajarkannya dan bagaimana pula mengurutkan materinya secara hirarkis? b. seluruh warga sekolah apakah itu kepala sekolah. c. dan menjadikan pembelajaran sebagai fokus utama kegiatan sekolah. Kegiatan semacam ini harus dibudayakan di sekolah. dan e. mengenal secara pribadi tentang tingkat profesionalisme masing-masing guru sebagai dasar untuk mencapai tujuan utama sekolah. pembelajaran merupakan prioritas utama. d. ada keyakinan bersama untuk mencapai tujuan. b. yakinkanlah kegiatan-kegiatan kelas secara individu dan sekolah selalu konsisten dengan standar yang telah ditetapkan oleh pusat dan daerah d. c. Sehubungan dengan fungsi iklim sekolah. Lima hal penting yang dimaksud meliputi: a. menilai moral dan komitmen warga sekolah.

kurikulum dengan pembelajaran dan penilaian. dan persiapkan serta monitor kegiatan-kegiatan pengembangan guru. f. mencari program-program yang inovatif. dan disiplin. dan monitor pelaksanaan kurikulum. amati. Menurut sintesis penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa perilaku kepala sekolah (pemimpin pembelajaran). urun rembuk. 5. merekrut. cek secara berkala kesesuaian. tetapkan harapan atau target kualitas kurikulum melalui penggunaan standar dan petunjukpetunjuk yang diberikan. b. i. d. j. membangun dan memfokuskan pembelajaran sebagai sumber penyatuan berpikir. menyebarluaskan praktik-praktik proses belajar mengajar yang efektif terhadap guru-guru lain. dan staf memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap peningkatan efektivitas pembelajaran di sekolah. 1995). milikilah harapan yang tinggi terhadap seluruh guru untuk melaksanakan pembelajaran dengan standar yang tinggi melalui kesepakatan model yang dibuat bersama oleh guru. memiliki pemahaman yang jelas terhadap visi dan misi sekolah dan mampu menyatakannya secara langsung. dan libatkan staf untuk berpartisipasi dalam mengadopsi dam mengadaptasi program tersebut. dan publikasikan kepada para guru agar mereka dapat melihat kesenjangan antara standar yang telah ditetapkan dengan kinerja yang dicapai oleh siswa. tetapkan kegiatan kurikulum yang diprioritaskan. h. fokuskan kegiatan supervisi untuk meningkatkan pembelajaran. meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa semua siswa dapat belajar dan sekolah membuat perbedaan antara yang berhasil dan yang gagal. dan menerapkannya dalam pemecahan masalah. g. termasuk penekanan terhadap penting dan berharganya pencapaian yang tinggi terhadap kemampuan berbicara dan menulis. Kontribusi Kepemimpinan Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Pada tahun 1995. lakukan kunjungan kelas untuk mengamati pembelajaran. yang meliputi halhal berikut: a.e. dan . mencari. mengetahui tentang penelitian pendidikan. guru. cek kemajuan siswa secara berkala berdasarkan data kinerja yang ada. c. membangun lingkungan sekolah yang aman. Penelitian tersebut menghasilkan daftar perilaku kepala sekolah yang terbaik dalam mengarahkan dan membimbing program pembelajaran di sekolah (Cotton. dan tindakan warga sekolah. laboratorium pendidikan wilayah North West USA memperbaharui keefektifan pelaksanaan pembelajaran di sekolah yang akhirnya menjadi rujukan luas dari hasil penelitian tersebut. k. menegaskan bahwa belajar sebagai alasan utama terhadap keberadaan seseorang disekolah. menekankan pentingnya penelitian bagi perbaikan sekolah. e. dan menggaji anggota staf yang mendukung visi dan misi sekolah dan berkontribusi terhadap keefektifannya. sikap. mengetahui dan mampu menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran yang baik. dalam ungkapan yang konkrit. melalui penelitiannya. tertib.

Rencana dalam penerapan konsep instruksional leadership melibatkan diri sendiri terlebih dahulu. Sehingga dapat dilihat bahwa dinding kantor Beth seperti pusat startegi komando yang penuh dengan data pencapaian murid dan data performa guru dan grafik kurikulum. dan pembangunan komunitas belajar di sekolah. proses belajar mengajar. Dimana dalam perencanaan Beth melakukan penilaian terhadap kondisi sekolah yang dihadapi pada saat itu. Sebagai patokan dalam penerapan instructional leadership. layanan prima dalam pembelajaran. dan bertindak sebagai pemimpin pembelajaran. Berkolaborasi secara regular dengan wakil kepala sekolah dan koordinator guru untuk memonitor kebutuhan murid dan menentukan strategi dan bahan ajar yang tepat dalam rangka mengoptimalkan potensi guru dan murid. Butir-butir penting kepemimpinan pembelajaran menyarankan bahwa kepemimpinan pembelajaran akan berjalan dengan baik apabila didukung oleh: (a) figur (kepala sekolah) yang mampu berpikir. penilaian serta pengembangan guru. Studi Kasus Beth memulai profesi pendidik sebagai guru ilmu pengetahuan alam di sebuah SMP. komunikasikan harapan anda bahwa program pembelajaran yang telah disepakati sesuai dengan rencana. B. Setelah mengajar selama beberapa tahun. . Tujuan yang hendak dicapai adalah setiap murid dan guru mendapatkan pengalaman pendidikan yang positif dan optimal di sekolah. Berawal dari seorang guru yang kompeten. asesmen (penilaian hasil belajar). sehingga dapat mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan setiap kelas. Keahlian dalam bidang instruksional dan pengetahuan dalam bidang kurikulum adalah pondasi yang kuat dalam melakukan penerapan instructional leadership dalam sekolahnya. Beth dipercaya menjadi seorang kepala sekolah. maka Beth mendesain posisi kepala sekolah yang diembannya berdasarkan kekuatan yang dimiliki. bersikap. prioritas kegiatan yang jelas. dan pendekatan-pendekatan baru. Rangkuman Kepemimpinan pembelajaran adalah kepemimpinan yang memfokuskan/menekankan pada pembelajaran yang unsur-unsurnya meliputi kurikulum. Perencanaan dilakukan secara detail berdasarkan format dan ceklist yang sudah ada. (b) kultur 2. A. Beth juga aktif dalam KKG dan juga kuliah di sebuah universitas dalam pasca sarjana pendidikan pada malam hari untuk meningkatkan kompentensinya sebagai pendidik. Beliau melakukan observasi kelas secara reguler untuk mengetahui proses belajar mengajar.l. 1. Tujuan utama kepemimpinan pembelajaran adalah memberikan layanan prima kepadasemua siswa agar mereka mampu mengembangkan potensi kualitas dasar dan kualitas instrumentalnya untuk menghadapi masa depan yang belum diketahui dan sarat dengan tantangan-tantangan yang sangat turbulen. strategi peningkatan yang sistematis. 3. Beliau berdiskusi bersama murid.murid dan guru tentang tujuan belajar. Kepemimpinan pembelajaran sangat penting untuk diterapkan disekolah karena kepemimpinan pembelajaran berkontribusi sangat signifikan terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. 4. harus dilaksanakan dengan baik.

10 . 199. John C. Developing Principals as Instructional Leaders.E.Playko. A. California: Sage Publication. 2002.E. B. 1995. F.W. Jossey Bass Publishers. F:\Mary Jo\Education Leadership Redesign Commission\Tennessee Standards for Instructional Leaders Packet. San Fransisco. Guston. Journal of Curriculum and Supervision. interpersonal dan teknikal (Glickman.UNDEFINED TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI AKADEMIK Satu di antara tugas kepala sekolah adalah melaksanakan supervisi akademik.. Skills for Successful Leaders (2nd Edition). J. Perilaku kepala sekolah (pemimpin pembelajaran).D. OBE Reform and the Curriculum Process.1993. 5. American association of School Administrators. The Instructional Leadership toolbox: A Handbook for Improving Practice. and Peterson.R.. Waveland press. Marshal A.pembelajaran yang dikembangkan melalui pembangunan komunitas belajar di sekolah. Untuk melaksanakan supervisi akademik secara efektif diperlukan keterampilan konseptual. pp. 8. Shaping School Culture: The Heart of Leadership. T. & Steffy. setiap Kepala sekolah harus .A. Deal. TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI AKADEMIK POSTED BY EATHEWIN ON SEPTEMBER . at al. guru. Glatthorn. Arlington. CA. Resnicl. 1998. DAFTAR PUSTAKA Daresh.. Lauren (2003). Elaine and B. 4.doc vlb 3/21/07 Fink. 354-363 Hoyle. Oleh sebab itu. K. VA. English. Supervision as a Proactive Process. 2007). dan (c) sistem (struktur) yang utuh dan benar. Sandra Lee. dan karyawan berkontribusi yang sangat signifikan terhadap peningkatan efektivitas pembelajaran di sekolah.

memiliki keterampilan teknikal berupa kemampuan menerapkan teknik-teknik supervisi yang tepat dalam melaksanakan supervisi akademik. 1961). a. supervisor merencanakan waktu. Teknik Supervisi 1. Teknik-teknik supervisi akademik meliputi dua macam. Supervisor di sini hanya berhadapan dengan seorang guru. Pada tahap ini. Kunjungan Kelas. dan cara mengobservasi selama kunjungan kelas. Tahap-tahap kunjungan kelas terdiri dari empat tahap yaitu: (1) tahap persiapan. yaitu: individual dan kelompok (Gwyn. (2) tahap pengamatan selama kunjungan. ( Classroom Visitation ) Kepala sekolah atau supervisor datang ke kelas untuk mengobservasi guru mengajar. supervisor mengamati jalannya proses pembelajaran berlangsung. untuk melihat apa kekurangan atau kelemahan yang sekirannya perlu diperbaiki. Dengan kata lain. Pada tahap ini. . Teknik supervisi individual ada lima macam adalah sebagai berikut. Gambar 5. sasaran. Teknik supervisi akademik ada dua yaitu: individual dan kelompok seperti gambar berikut. Dari hasil supervisi ini dapat diketahui kualitas pembelajaran guru bersangkutan. Teknik Supervisi Individual Teknik supervisi individual adalah pelaksanaan supervisi perseorangan terhadap guru.

Kunjungan Observasi ( Observation Visits ) Guru-guru ditugaskan untuk mengamati seorang guru lain yang sedang mendemonstrasikan cara-cara mengajar suatu mata pelajaran tertentu. dan (3) memperbaiki segala kelemahan dan kekurangan pada diri guru Swearingen (1961) mengklasifikasi empat jenis pertemuan (percakapan) individual sebagai berikut. c. Dalam rangka melakukan observasi. (2) cara menggunakan media pengajaran. .penilaian hasil observasi. Pada tahap ini. Kunjungan observasi dapat dilakukan di sekolah sendiri atau dengan mengadakan kunjungan ke sekolah lain. dan tukar pikiran antara supervisor dan guru. penutupan.dan tindak lanjut. aspekaspek yang diobservasi adalah: (1) usaha-usaha dan aktivitas guru-siswa dalam proses pembelajaran. yaitu percakapan individual yang dilaksanakan di dalam kelas ketika murid-murid sedang meninggalkan kelas (istirahat). dan (4) tahap terakhir adalah tahap tindak lanjut. (2) Office-conference. menguasai masalah dan tujuan supervisi. supervisor bersama guru mengadakan perjanjian untuk membicarakan hasil-hasil observasi. seorang supervisor hendaknya telah mempersiapkan instrumen observasi. yaitu percakapan individual yang dilaksanakan di ruang kepala sekolah atau ruang guru. Pelaksanaan observasi melalui tahap: persiapan. Pertemuan Individual Pertemuan individual adalah satu pertemuan. (2) meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran.(3) tahap akhir kunjungan. percakapan. (5) ketepatan penggunaan metode dengan materi. pelaksanaan. (1) Classroom-conference. di mana sudah dilengkapi dengan alat-alat bantu yang dapat digunakan untuk memberikan penjelasan pada guru. Secara umum. b. (3) variasi metode. dan (6)reaksi mental para siswa dalam proses belajar mengajar. dialog. Tujuannya adalah: (1) mengembangkan perangkat pembelajaran yang lebih baik. (4) ketepatan penggunaan media dengan materi.

2. (6) Adakah tindak lanjut setelah kunjungan antar kelas selesai? misalnya dalam bentuk percakapan pribadi. dan analisis kemampuan kinerja guru. dan pemberian tugas-tugas tertentu. (7) Segera aplikasikan ke sekolah atau ke kelas guru bersangkutan. kemudian dikelompokan berdasarkan kebutuhan guru. Supervisi Kelompok Teknik supervisi kelompok adalah satu cara melaksanakan program supervisi yang ditujukan pada dua orang atau lebih.  mendorong guru mengatasi kesulitan-kesulitannya. Hal yang dilakukan Supervisor dalam pertemuan individu :  berusaha mengembangkan segi-segi positif guru. (8) Adakan perjanjian-perjanjian untuk mengadakan kunjungan antar kelas berikutnya. yang dilaksanakan secara kebetulan bertemu dengan guru (4) Observational visitation. (3) Tentukan guru-guru yang akan mengunjungi (4) Sediakan segala fasilitas yang diperlukan. (1) Jadwal kunjungan harus direncanakan. Cara-cara melaksanakan kunjungan antar kelas adalah sebagai berikut. Kunjungan Antar Kelas Kunjungan antar kelas adalah guru yang satu berkunjung ke kelas yang lain di sekolah itu sendiri. dengan menyesuaikan pada situasi dan kondisi yang dihadapi. d. (2) Guru-guru yang akan dikunjungi harus diseleksi. yaitu percakapan individual yang dilaksanakan setelah supervisor melakukan kunjungan kelas atau observasi kelas. Guru-guru yang yang akan disupervisi berdasarkan hasil analisis kebutuhan. dan  menyepakati berbagai solusi permasalahan dan menindaklanjutinya. (5) Supervisor hendaknya mengikuti acara ini dengan pengamatan yang cermat. Tujuannya adalah untuk berbagi pengalaman dalam pembelajaran.(3) Causal-conference. yaitu percakapan individual yang bersifat informal. Kemudian guru diberikan layanan supervisi sesuai dengan . penegasan.  memberikan pengarahan.

Termsuk mengadakan rapat-rapat secara periodik dengan guru-guru. Mengingat bahwa penataran pada umumnya diselenggarakan oleh pusat atau wilayah. MGMP. terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain adalah sebagai berikut. Seorang kepala sekolah menjalankan tugasnya berdasarkan rencana yang telah disusun. Di dalam setiap diskusi. Diskusi kelompok dapat diadakan dengan membentuk kelompok-kelompok guru bidang studi sejenis. (3) Mengadakan penataran-penataran (inservice-training). (1) Mengadakan pertemuan atau rapat (meeting). dalam hal ini rapat-rapat yang diadakan dalam rangka kegiatan supervisi. bimbingan.permasalahan atau kebutuhan yang diperlukan. Dalam teknik supervisi kelompok. maka tugas kepala sekolah adalah mengelola dan membimbing pelaksanaan tindak lanjut (follow-up) dari hasil penataran. Rapat tersebut antara lain melibatkan KKG. nasihat-nasihat dan saran-saran yang diperlukan. Sumber : Materi Pelatihan Penguatan Kemampuan Kepala Sekolah modul SUPERVISI AKADEMIK PUSAT PENGEMBANGAN TENAGA KEPENDIDIKAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011 . supervisor atau kepala sekolah memberikan pengarahan. (2) Mengadakan diskusi kelompok (group discussions). misalnya penataran untuk guru bidang studi tertentu. dan rapat dengan pihak luar sekolah. Teknik ini dilakukan melalui penataranpenataran.

You're Reading a Free Preview

Descarga
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->