A.

KONSEP DASAR

     

Mutu sebagai keseluruhan karakteristik barang atau jasa yang menunjukan kemampuanya dalam memuasakan kebutuhan konsumen,baik berupa kebutuhan yang dinyatakan maupun kebutuhan yang tersirat (Imbalo S.Pohan .2006).Mutu tidak lepas dari kata kualitas atau mutu itu sendiri. Kualitas mengandung banyak definisi dan makna di antaranya seperti; Mutu adalah kualitas Bebas dari kerusakan atau cacat Kesesuaian; pengguna,persyaratan atau tuntunan Melakukan segala sesuatu secara benar semenjak awal Pemenuhan kebutuhan pelanggan semenjak awal dan setiap awal Kepuasan pelanggan; dalam arti klien itu sendiri maupun keluarganya. Mutu Pelayanan Kesehatan adalah tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang memuaskan pelanggan sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata pelanggan, serta diberikan sesuai standart dan etika profesi. Layanan kesehatan yang bermutu sering dipersepsikan sebagai suatu layanan kesehatan yang di butuhkan, dalam hal ini akan di tentukan oleh profesi layanan keshatan dan sekaligus di inginkan oleh klien(individu) ataupun masyarakat serta terjangkau oleh daya beli masyarakat. Layanan kesehatan sebagaimana juga mutu barang dan jasa bersifat multidimensi. Dimensi mutu layanan kesehatan menurut L.D.Brown dkk(1992) adalah sbb; Dimensi kompetensi teknis. Menyangkut ketrampilan,kemampuan,dan penampilan atau kinerja pemberi layanan kesehatan. Dimensi keterjangkauan atau akses terhadap layanan kesehatan Mempunyai arti bahwa layanan kesehatan harus dapat dicapai oleh masyarakat,tidak terhalang oleh keadaan geografis,sosial.ekonomi dan bahasa. Dimensi efektivitas layanan kesehatan Mempunyai arti bahwa perawat harus mampu mengobati atau mengurangi keluhan yang ada mencegah terjadinya penyakit,serta berkembangnya penyakit yang ada. Dimensi efisiensi layanan kesehatan Layanan kesehatan yang efisiensi dapat melayani lebih banyak klien atau masyarakat. Dimensi kesinambungan layanan kesehatan Mepunyai arti bahwa klien harus dapt dilayani sesuai kebutuhan,termasuk rujukan jika diperlukan tanpa mengurangi prosedur diagnosis dan terapi yang tidak perlu. Dimensi keamanan Layanan kesehatan itu harus aman dari resiko cidera, infeksi, efek samping, atau bahaya lain yang muncul baik bagi klien, pemberi layanan, maupaun masyarakat sekitarnya. Dimensi kenyamanan Menyangkut kepuasan klien sehingga mendororng klien untuk datang berobat kembalike tempat tersebut. Dimensi informasi Layanan kesehatan yang bermutu harus mampu memberikan informasi yang jelas tentang apa, siapa, kapan, dimana,dan bagaimana layanan kesehatan itu akan dilaksanakan. Dimensi ketepatan waktu Agar berhasil layanan kesehatan harus dilaksanakan dalam waktu dan cara yang tepat,oleh pemberi pelayanan yang tepat,menggunakan peralatan yang tepat,sreta dengan biaya yang efisien (tepat). Dimensi hubungan antar manusia Hubungan antar manusia yang baik akan menimbulkan kepercayaan atau kredibilitas dengan cara saling menghargai, menjaga rahasia, saling menghormati, responsif, memberi perhatian.

         

B.

PENTINGNYA JAMINAN MUTU LAYANAN KESEHATAN DALAM ORGANISASI LAYANAN KEPERAWATAN KOMUNITAS Penerapan pendekatan jaminan mutu layanan kesehatan akan menjamin bahwa organisasi layanan kesehatan akan selalu menghasilkan layanan kesehatan yang bermutu,artinya layanan kesehatan yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan klien serta mampu di bayar olehnya.

1.

.terkenal dan selalu dicari oleh siapa yang membutuhkan layanan kesehatan yang bermutu serta menjadi tempat kerja idaman bagi profesi layanan yang kompeten yang berperilaku terhormat.kemitraan dan hubungan terus menerus dijalani dan dibina baik antar aparatrur dalam organisasi maupun dengan pihak luar(masyarakat). Manajen mutu terpadu merupakan paradigma baru dalam manajemen yang berusaha memaksimalkan daya saing organisasi melalui perbaikan secara berkesinambungan atas mutu barang. Manajemen mutu terpadu hanya dapat dicapai dengan memperhatikan hal hal sebagai berikut (Tjiptono.manusia. dengan demikian akan terdapat hubungan timbal balik antara profesi layanan kesehatan dengan klien.proses didalam suatu sistem atau lingkungan. Mutu layanan kesehatan yang di terima oleh klien sebagai konsumen akan di tentukan oleh mutu layanan kesehatan yang di berikan oleh berbagai profesi layanan kesehatan yang terdapat di dalam organisasi layanan kesehatan tersebut. Untuk menerapkan mutu terpadu. Tingkat mutu layanan kesehatan akan ditentukan akan bedasarkan tingkat keseimbangan yang terjadi antara ketiga unsur tersebut. Terutama merancang pekerjaan dan proses pembuatan keputusan dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan yang di rancang tersebut. 3. Agar penerapan manajemen mutu terpadu dapat berhasil. penerapan pendekatan jaminan mutu layanan kesehatan akan membuat organisasi layanan kesehatan menjadi terhormat. 1997). tetapi dengan upya dan pemborosan yang semakin kurang. Yang menentukan mutu barang dan jasa adalah pelanggan eksternal.2. Komitmen jangka panjang. Pendidikan dan pelatihan. Melakukan pelayanan bermutu sesuatu yang menimbulkan kepuasan pribadi. penerapan pendekatan jaminan mutu layanan kesehatan terutama akan memperhatikan outcomes layanan kesehatan benar benar bermanfaat bagi klien. Seitap barang dan jasa dihasilkan melalui proses .dan lingkungan yang berhubungan dengan baranga atau jasa.dan linkungan organisasi. dengan mutu yang ditentukan tersebut. penerapan pendekatan jaminan mutu layanan kesehatan akan menumbuhkan kepuasan kerja. Berfokus pada pelanggan. PERUBAHAN PARADIGMA PELAYANAN KEPERAWTAN KOMUNITAS. C. Bekerja dengan lebih cermat bukan berarti harus bekerja keras. Manajemen Kesehatan adalah Rangkaian/proses kegiatan yang bekerja secara sistematik untuk menghasilkan luaran kesehatan yang efektif dan efisien.dan peningkatan moral profesi layanan kesehatan serta akhirnya akan menimbulkan kepuasan klien.kerja sama tim.organisasi harus berusaha memenuhi atau melebihi yang ditentukan Pendekatan ilmiah.dengan menerapkan jaminan mutu jaminan kesehatan.        . sebaliknya bekerja dengan memperhatikan mutu artinya bekerja lebih arif dangan sistem yang baik sehingga hasilnya akan lebih baik. Mutu layanan kesehatan juga di tentukan pula oleh mutu manajemen organisasi layanan itu.proses. penerapan pendekatan jaminan mutu layanan kesehatan akan menjadikan organisasi kesehatan semakin efisien karena semua orang yang bekerja dalam organisasi itu akan selalu bekerja lebih baik dalam suatu sistem yang terus menerus diperbaiki.komitmen. Obsesi terhadap mutu. 4. Kerjasama tim. 5.dibutuhkan budaya organisasi yang baru. Pelanggan internal berperan dalam menentukan mutu manusia.perawat diharapkan bekerja semakin cermat dan selalu menggunakan nalar. Penentu akhir mutu adalah pelanggan internal dan eksternal.jasa. Perbaikan sistem secara berkesinambungan. Oleh karena itu sistem yang ada perlu diperbaiki secara terus menerus agar mutu yang dihasilkan lebih meningkat.

Pilih salah satu fungsi atau sistem yang memerlukan standar layanan kesehatan. tetapi layanan keperawatan persis sama tidak mungkin diberikan pada setiap layanan keperawatan.alat. akreditasi Konkuren: dilaksanakan bersamaan dengan yankes dilakukan: penilaian teman sejawat terhadap kepatuhan protap Retrospektif: dilakukan setelah yankes diselenggarakan: telaah rekam medik. Tujuannya adalah agar variasi tersebut selalu berada dalam batas-batas kendali. Seorang perawat komunitas. Seorang perawat puskesmas selalu berupaya menghasilkan kinerja yang sempurna. Standar layanan kesehatan adalah suatu prnyataan tentang mutu yang diharapkan yaitu akan menyangkut masukan(inptu). Prospektif: dilaksanakan sebelum yankes dilakukan: standarisasi. survei pelanggan.Dalam organisasi yg menerapkan manejemen mutu terpadu. Jika suatu organisasi layanan kesehatan ingin menyusun standar layanan kesehatan. proses dan keluaran(output) sistem layanan kesehatan. Standar autcome menjelaskan tentang apa yang di harapkan organisasi layanan keperawatan dari hasil prosedur perawatan kaki pada klien Diabebetes melitus yang telah dilakukan sesuai proses. Standar layanan kesehatan dapat membantu mengurangi variasi variasi tesebut dengan cara menetapkan input. Langkah-Langkah penyusunan layanan kesehatan . D.melalui teknik pendekatan mutu yang berkesinambungan perawat dapat meningkatkan pengetahuan dan mampu mengendalikan variasi yang terjadi dalam sistem layanan keperawatan.  Bekerja dalam tim  Fokus pada perubahan proses  Orientasi kinerja pada pelanggan  Pengambilan keputusan berdasarkan data Adanya komitmen pimpinan dan keterlibatan bawahan dalam perbaikan proses pelayanan. Standardisasi bertujuan untuk mempertahankan hasil dan mencegah mutu pelayanan institusi kesehatan termasuk kesehatan termasuk puskesmas. STANDAR MUTU LAYANAN KESEHATAN. Standar proses seperti protokol atau petunjuk pelaksanan. Meskipun demikian. pada setiap kasus yang ditemukan dilapangan akan menerapkan cara yang berbeda untuk memecahkannya. Banyak sumber variasi layanan medis yang tidak mungkin distandardisasikan sama sekali.pilihlah satu atau dua sistem yang merupakan prioritas tinggi 2. 1. Disini berlaku prinsip belajar yang merupakan proses tiada akhir dan tidak mengenal batas usia. sertifikasi.pendidikan dan pelatihan merupakan faktor yang mendasar. Proses mencakup mutu kerja dan mutu pelayanan.     E. Pada setiap proses pelayanan keperawatan komunitas hampir selalu terjadi variasi. biasanya memakai standar etika kepuasan rata-rata komunitas.biasanya dikaitkan dengan penggunaan dan penguasaan ilmu dan teknologi. PRINSIP DAN BENTUK JAMINAN MUTU LAYANAN KESEHATAN. demikian juga di puskesmas ia akan menunjukan karakteristik layanan yang khas pada setiap individu. Pengolahan mutu harus selalu menghasilkan standardisasi.perawatan kaki klien dengan Diabetes melitus di komunitas standar input akan memastikan bahwa perawat komunitas akan menggunakan peralatan yang di gunakan peralatan yang diperlukan dan sesuai untuk melakukan prosedur rawat luka. Sedangkan keluaran(otuput) biasanya dikaitkan dengan kinerja pemberi pelayanan kesehatan.bahan.maka organisasi itu perlu mengenali sistem atau subsistem yang membutuhkan standar layanan kesehatan. Perbedaan atau variasi merupakan hal yang wajar dan selalu akan terjadi pada setiap proses layanan keperawatan. Bentuk Jaminan Mutu yaitu. Prinsip Jaminan Mutu yaitu. Contohnya. Rencana perwatan dan askep lain dari layanan kesehatan harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiapklien atau di sebut tailor made. Imput(masukan) terdiri atas mutu petugas.proses dan autcome pada sistem layanan kesehatan. perizinan.membantu melaksanan bahwa perawat komunitas akan menggunakan teknik dan teknologi terbaru. Bentuk tim atau kelompok pakar .dan sebagainya.

6.penilaian reliabilitas atau keandalan standar layanan kesehatan dan penilaian kejelasan standar kesehatan. Keputusan penting tentang fungsi atau sistem yang memerlukan standar layanan kesehatan biasanya dilakukan oleh para kepala satuan kerja dan kepala bagian. Tahapan kegiatan program jaminan mutu Operasional jaminan mutu layanan kesehatan adalah upaya yang sistematis dan berkesinambungan dalam memantau dan mengukur mutu serta melakukan peningkatan mutu yang diperlukan agar mutu layanan kesehatan senatiasa sesuai dengan standar layanan kesehatan yang disepakati.(A. PROGRAM JAMINAN MUTU KEPERAWATAN KOMUNITAS Tiga pengertian dasar yang di pakai untuk memahami konsep tentang jaminan mutu adalah sbb .proses dan autcome yang penting dalam menentukan mutu layanan kesehatan yang akan diterapkan oleh kelompok atau organisasi layanan kesehatan. Program pengawasan mutu Program peningkatan mutu Manajemen mutu terpadu Peningkatan mutu berkesinambungan Tujuan program jaminan mutu Jika sebuah organisasi kesehatan ingin menerapkan manejemen mutu. 4. Tujuan antara adalah tujuan pengembangan mutu.A. mulai dari idenifikasi masalah mutu mencari dan menerapkan solusi serta menilai hasilnya dalam bentuk peningkatan mutu dan penurunan biaya produksi.pengumpulan informasi dan pembuatan naskah standar layanan kesehatan.proses dan autcome dari setiap komponen fungsi atau sistem. 5. Pendekatan jaminan mutu layanan kesehatan dilaksanakan melala tahap-tahap sbb . Sedangkan tujtuan akhir ditetapkan untuk menjaga mutu pelayanan kesehatan adalah meningkatnya mutu produksi dan jasa pelayanan kesehatan.Kemudian organisai akan menugasakan suatu kelompok kerja multidisiplin atau kelompok pakar yang banyak mengetahui tentang fungsi atau sistem tersebut untuk penyususnan standar layanan kesehatan. Tentukan input. pimpinan mutu staf organisasi tersebut harus merumuskan masala mutu pelayanan. Tentukan karakteristik mutu Merupakan sifat atau atribut untuk membedakan input .produksi dan jasa. Nilai ketepatan standar layanan kesehatan Penilaian dalam langkah ini meliputi penilaian keabsahan atau validitas standar layanan kesehatan. Menetapkan masalah muu dan penyebabnya berdasarkan standar yang telah ditetapkan Mentapkan dan melaksanakan cara penyelesaian masalah sesuai dengan kemampuan yang tersedia Menilai hasil yang di capai Menyusun rencana tindak lanjut untuk lebih meningkatkan mutu.         2.objektif dan terpadu untuk. Tujuan tersebut adalah tujuan antara dan tujuan akhir. 3. Tentukan atau sesuaikan standar layanan kesehatan Hal –hal yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan langkah ini adalah pemilihan pola atau bentuk penulisan standar.masalah mutu dijadikan dasar untuk menerapkan tujuan peningkatan mutu yang ingin dicapai. Tujuan ini terkait dengan kepuasan konsumen. Sadar mutu Menyusun standar Mengukur apa yang terjadi F.input diperlukan agar dapat melakukan proses yang diperlukan sedangkan proses perlu menghasilkan autcome yang diingginkan. termasuk turunya biaya.G Muuninjaya. Beberapa istilah tentang program jaminan mutu yang sudah di perkenalkan oleh banyak pakar adalah sbb. Dari batasan tersebut dapat diketahui bahwa jaminan mutu merupakan sebuah proses yang dilakukan secara bertahap tatapi berkelanjutan. maka harus dirumuskan tujuannya terlebih dahulu.    .3. 1.sistematis. .proses dan autcome Kelompok pakar harus dapat menentukan unsur-unsur input. 2004) Batasan manajemem mutu Program jaminan mutu merupakan suatu upaya yang di laksanakan secara berkesinambungan.

Pengukuran mutu restrospektif Merupakan pengukuran terhadap mutu layanan kesehatan yang dilakukan setelah penyelenggaraan layanan kesehatan selesai dilaksanakan.pembuatan kuesioner dan penyelemnggaraan pertemuan. Penukuran ini dilakukan melalui pengamatan langsung dan kadangkandang perlu dilengkapi dengan peninjauan pada catatan keperawatan serta melakukan wawancara dan mengadakan pertemuan dengan klien. manejemen kesehatan. total quality service.quality assurance project. 1)      2) 3) EVALUASI DAN PENILAIAN MUTU PELAYANAN KEPRERAWATAN KOMUNITAS Mutu lyanan kesehatan dapat di ukur melalui tiga cara yaitu. 2004.S. jaminan mutu layanan kesehatan. Pengakuan sebagai Ners yang teregistrasi adalah contoh sertifikasi. Quality Assurance cof health care in Developing countries.G.sistem. Jakarta . Jakarta EGC. Pengukuran mutu prospektif berfokus pada penilaian sumber daya. Perizinan Merupakan salah satu mekanisme untuk menjamin mutu layanan kesehatan. Sulastomo.  Menurunkan angka kematian  Menurunkan angka kecacatan  Meningkatkan kepuasan masyarakat dan pemberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama wilayah kerjanya  Penggunaan obat secara rasional serta tindakan pengobatan yang wajar.anggaran.atau petugas kesehatan. Andi Offset. Pendidikan profesi kesehatan Ditujukan agar menghasilkan profesi layanan kesehatan yang mempunyai pengetahuan. Pengukurannya akan ditunjukan terhadap struktur atau imput layanan kesehatan dengan asumsi bahwa layanan kesehatan harus dimiliki sumber daya tertentu agar dapat menghasilkan suatu layanan yang bermutu seperti berikut. A. bukan pada kinerja penyelenggaraan layanan kesehatan. Akreditasi Merupakan pengakuan bahwa suatu intitusi layanan kesehatan seperti rumah sakit telah memenuhi beberapa standar layanan kesehatan tertentu. 1997.wawancara.D. Brown.seperti dtandarisasi peralatan. Bethesda. G. Pengukuran mutu prospektif Merupakan pengukuran terhadap mutu layanan kesehatan yang dilakukan sebelum layanan kesehatan diselenggarakan. Pengukuran mutu konkuren Merupakan pengukuran terhadap mutu layanan kesehatan yang dilakukan selama layanan kesehatan dilangsungkan atau diselenggarakan. Gramedia Tjiptono . Membuat rencana peningkatan mutu layanan kesehatan  Melakukan peningkatan mutu layanan kesehatan yang diperlukan Sasaran yang ingin di capai dalam upaya peningkatan mutu adalah sbb. Jogjakarta.center for human service. EGC Pohan.A. dasar-dasar pengertian dan penerapan. Surat izin kerja (SIK) dan surat izin praktek (SIP) yang diberikan kepada perawat merupakan suatu pengakuan bahwa seorang perawat telah memenuhi syarat untuk melakukan praktek profesi keperawatan (Ners). I. . Standardisasi Dengan menetapkan standarisasi.dll setiap fasilitas layanan kesehatan yang memiliki standar yang sama dapat menyelenggarakan layanan kesehatan yang sama mutunya Sertifikasi Merupakan langkah selanjutnya dari perizinan.organisasi. Jakarta. manajemen kesehatan. 1992. ketrampilan.keluarga.L. Dengan demikian denagn profesi kesehatan lain harus mempunyai izin kerja sesuai dengan profesinya. gedung. 2007. dan perilaku yang dapat mendukung layanan kesehatan yang bermutu. Pengukuran ini biasanya merupakan gabungan dari beberapa kegiatan seperti penilaian catatan keperawatan . 2000. Maryland. Muninjaya. tenaga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful