P. 1
Makalah Nahdlatul Ulama

Makalah Nahdlatul Ulama

|Views: 226|Likes:
Publicado porRiswan Hanafi

More info:

Published by: Riswan Hanafi on Mar 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2015

pdf

text

original

Sections

  • A. Paham keagamaan
  • B. Basis pendukung
  • C. Misi dan Strategi Dakwah

NAHDLATUL ULAMA (NU) TOKOH GAGASAN DAN GERAKAN

PENDAHULUAN

Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang eksistensinya memainkan peran penting bagi kehidupan bangsa. NU sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia ikut bertanggung jawab untuk memberikan kontribusi dalam membangun cita-cita bangsa. Hal tidak ini tidak lain karena kontribusi NU tidak hanya dialamatkan kepada jama‟ah NU, tetapi lebih besar dari itu bagaimana NU bisa berkontribusi kepada bangsa.

Sesuai khittah An-Nahdliyyah 1926, NU bertujuan : ikut membangun, mengembangkan insan dan masyarakat Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, cerdas, terampil, adil, berakhlak mulia, tenteram dan sejahtera.1 Disamping itu, NU juga telah merumuskan konsep mabadi‟ khoiro ummat (prinsip dasar umat terbaik) yang didasarkan pada orientasi moral untuk perubahan sosial ekonomi masyarakat. Pengukuhan moralitas sebagai landasan dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat bertumpu pada ash-shidq (kejujuran) dan al-amanah (tanggung jawab) sehingga tata laku masyarakat dilandasai oleh moralitas yang agung, bukan nafsu serakah menumpuk kekayaan dan kepentingan ego pribadi.2

NU juga merumuskan dasar-dasar keagamaan yang menumbuhkan sikap kemasyarakatan yang bercirikan : Sikap tawasuth dan i‟tidal. Sikap tengah yang berintikan pada prinsip hidup yang menjunjung tinggi keharusan berlaku adil dan lurus ditengah kehidupan bersama.

1

Kiprah PB NU 2000-2001 Analisa dan Evaluasi Pemberitaan tentang KH. Hasyim

Muzadi Khamami Zada, A. Fawaid Sjadzili : Editor, Nahdlatul Ulama, Dinamika Ideologi Dan Politik Kenegaraan, (Jakarta : Gramedia, 2010), h.x
2

1

Sikap tasamuh. Sikap toleran terhadap perbedaan pandangan, baik dalam masalah keagamaan, terutama hal-hal yang bersifat furu‟ atau menjadi masalah khilafiyah, serta dalam masalah kemasyarakatan dan kebudayaan. Sikap tawazun. Sikap seimbang dalam berkhidmat. Menyerasikan khidmat kepada Allah, khidmat kepada sesama manusia, serta pada lingkungan hidupnya. Menyelaraskan kepentingan masa lalu, masa kini dan masa mendatang. Sikap amar ma‟ruf nahi munkar. Selalu memiliki kepekaan untuk mendorong perbuatan yang baik, berguna dan bermanfaat bagi kehidupan bersama serta menolak dan mencegah semua hal yang dapt menjerumuskan , merendahkan nilainilai kehidupan.3 Dengan rumusan dasar ini, NU telah berhasil melahirkan generasi bangsa yang mengedepankan hidup dalam suasana yang toleran dan moderat, bukan dengan kekerasan. Dalam kaitan dengan suasana hidup yang toleran dan moderat ini, fondasi besar sudah diletakkan oleh NU ketika memelopori penerimaan Pancasila sebagai asas bernegara dan bermasyarakat yang mesti diterima oleh umat Islam. Konsepsi ini diperkuat dengan kesetiaan NU terhadap ide-ide kebangsaan yang menjadi titik tolak dalam mendesain negara Indonesia. Tak berlebihan jika NU terus menerus melestarikan negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara yang paling ideal bagi bangsa Indonesia.4

Lebih jauh, bagaimana dinamika NU dalam mengiringi perjalanan sejarah bangsa dan siapa saja tokoh-tokoh NU yang berpengaruh, bagaimana gagasan dan gerakannya dapat kita lihat dalam paparan berikut ini.

DINAMIKA NU Sejarah Lahirnya NU
Nur Khalik Ridwan,NU &Bangsa 1914-2010 Pergulatan Politik & Kekuasaan, (Yogyakarta : Ar-Ruzz Media, 2010), h. 463 4 Khamami Zada, A. Fawaid Sjadzili : Editor, Op.cit., h.xi
3

2

Sejarah formal NU dimulai sejak ia didirikan 31 Januari 1926 di Surabaya oleh KH Hasyim Asy‟ari bersama beberapa ulama sepaham seperti KH Wahab Hasbullah serta beberapa ulama pesantren lain. Namun berdirinya jam‟iyah ini sesungguhnya hanyalah pelembagaan tradisi keagamaan yang telah lama mengakar.5

Jauh sebelum lahir sebagai organisasi, NU telah ada dalam bentuk komunitas (jamaah) yang diikat oleh aktivitas sosial keagamaan yang mempunyai karakter Ahlussunnah wal jamaah. Wujudnya sebagai organisasi tak lain adalah “penegasan formal dari mekanisme informal para ulama sepaham.” Arti penting dibentuknya organisasi ini tidak lepas dari konteks waktu itu, terutama berkaitan dengan upaya menjaga eksistensi jamaah tradisional berhadapan dengan arus paham pembaharuan Islam.

Masuknya paham pembaharuan ke Indonesia diawali oleh semakin banyaknya umat Islam Indonesia yang menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, sejak dibukanya Terusan Suez (1869). Bersamaan dengan itu, di Timur Tengah sedang merebak ajaran pembaharuan dan purifikasi ajaran Islam, seperti gerakan pembaharuan Muhammad Abdul Wahab yang kemudian dikenal sebagai Wahabiyah, maupun pemikiran Pan Islamisme Jamaluddin Al-Afghani yang dilanjutkan Muhammad Abduh. Tak pelak, kontak pemikiran intensif antara para jamaah haji Indonesia dengan paham pembaharuan ini berlangsung. Ketika kembali ke tanah air, para haji membawa pemikiran itu untuk memurnikan ajaran Islam dari unsur-unsur yang dianggap berasal dari tradisi di luar Islam.

Tak semua kalangan menerima paham pembaharuan itu secara bulat-bulat. Sekelompok ulama pesantren, menilai bahwa penegakan ajaran Islam secara murni tidak selalu berimplikasi perombakan total terhadap tradisi lokal. Tradisi ini bisa saja diselaraskan dengan ajaran Islam secara luwes. Kalangan yang dikenal sebagai kelompok ulama tradisional ini mengamati upaya purifikasi ajaran Islam itu dengan cemas. Sebab tak mustahil jika hal itu dilakukan secara frontal dan radikal akan mengguncang masyarakat. Perkembangan inilah yang dinilai sebagai ancaman terhadap kelestarian paham Ahlussunnah wal Jamaah yang mereka anut.

5

Kacung Marijan, Quo Vadis NU Setelah Kembali ke Khittah 1926, (Jakarta : Erlangga,

1992), h.1

3

Karena itu, mereka berupaya membuat pengimbang bagi arus gerakan pembaharuan itu, dan dalam alur inilah, antara lain, NU terbentuk.

Arti penting lain pembentukan NU adalah berkaitan dengan upaya pemupukan semangat nasionalisme di tengah iklim kolonialisme saat itu. Sulit dibantah bahwa perlawanan terhadap kekuasaan kolonial Beslanda tidak hanya membawa wacana politik tapi juga keagamaan. Dalam wacana keagamaan itulah peran kepemimpinan ulama menjadi penting (sebut saja Perang Diponegoro 1825-1830, Perang Paderi 1321-1837, perlawanan rakyat Aceh 1872-1912). Ketika pada abad XX nada perlawanan terhadap penjajah bergeser dari perjuangan bersenjata menjadi pergerakan nasional, para ulama tidak mau ketinggalan. Sepuluh tahun sebelum berdirinya NU, KH Wahab Hasbullah mendirikan Nahdlatul Wathan (kebangkitan tanah air) yang berusaha menumbuhkan rasa nasionalisme melalui pendidikan. Organisasi ini adalah langkah kongkret dari forum diskusi Taswirul Afkar (konsepsi pemikiran) yang sebenarnya merupakan antisipasi Wahab Hasbullah menghadapi ekses gerakan pembaharuan yang menjadi ancaman bagi eksistensi tradisi Ahlussunnah wal Jamaah. Dalam perkembangannya, Nahdlatul Wathanlah sebenarnya dapur pemikiran lahirnya NU.6

Perluasan NU di Zaman Awal (1926-1937) NU dimasa-masa awal, dicerminkan dari kongres-kongres yang diadakan diberbagai daerah, dimaksudkan untuk menghimpun sebanyak-banyaknya ulama dan dukungan umat Islamuntuk bergabung dengan NU. Pada tahun 1930, Cabang pertama yang didirikan di luar Jawa adalah di Pulau Kalimantan.

Pada masa-masa awal , kongres NU terlaksana merupakan hal yang luar biasa, karena dimana-mana terjadi perang dan penjajahan. Berbagai pemberontakan daerah dilakukan untuk mengusir penjajah, juga mengakibatkan banyak keterlibatan kyai dalam pemberontakan-pemberontakan itu. Keputusan-keputusan kongres disamping soal agama, juga menyangkut soal masyarakat.

Meningkatknya Kesadaran Politik: 1934-1952
A. Gaffar Karim, Metamorfosis NU dan Politisasi Islam Indonesia, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar bekerjasama dengan LkiS, 1995), h.48
6

4

. meskipun awalnya dimaksudkan untuk federasi kerjasama di luar bidang politik. Salah satunya ditunjukkan ketika MIAI menyetujui rencana GAPI (Gabungan Politik Indonesia) agar Indonesia berparlemen. Lahan politik menjadi garapan kalangan nasionalis dan kalangan Islam modernis yang berada di SI.53 5 . Muktamar NU XV (1940) di Surabaya menjadi ajang penegasan tuntutan-tuntutan yang dilontarkan MIAI. Hal-hal lain yang juga dituntut oleh NU antara lain adalah dilakukannya perbaikan-perbaikan seperti diberikannya pertolongan terhadap jemaah haji Indonesia yang terperangkap di Mekkah akibat perang Belanda-Jerman.51 Ibid. MIAI dibentuk pada 1937 atas dasar keinginan untuk memperkuat tali persatuan umat Islam Indonesia. h.. namun mereka hadir atas nama pribadi. termasuk hal yang menyangkut siapa yang menjadi kepala negara di negara Indonesia merdeka nanti. dihasilkan keputusan dua orang calon presiden: Sukarno dan Mohammad Hatta. Dalam sebuah rapat tertutup yang dihadiri oleh 17 orang tokoh NU.Selama beberapa waktu. dengan 10 suara untuk Sukarno dan satu suara untuk Hatta. termasuk tuntutan Indonesia berparlemen. dalam pengertian bahwa NU tidak terlibat dalam gerakan politik praktis. h. mencabut Guru Ordonantie 1925 yang dianggap merugikan umat Islam.7 Langkah konkret dari tumbuhnya orientasi politik itu adalah bergabungnya NU ke dalam Majlisul Islam A‟la Indonesia (MIAI) pada 1939. Dalam perkembangannya. MIAI menyentuh wilayah perjuangan politik.8 7 8 Ibid. Sekalipun dua dari empat tokoh pendiri MIAI berasal dari NU. Pola interaksi yang dialami dalam MIAI membawa pengaruh besar terhadap NU. orientasi politik dalam diri NU masih bersifat laten. Baru dua tahun kemudian NU turut bergabung di dalamnya.16 Tak satupun tuntutan-tuntutan yang diajukan itu terpenuhi.

pada awal kemerdekaan turut menjadi kompartemen TNI. sehingga mereka perlu memperlakukan dengan baik. terpisahnya Islam dari politik adalah salah satu bagian dari rencana umumnya. dan setiap kegiatan politik dilarang sama sekali. maka terhadap Jepang NU bersikap lebih kooperatif NU bersedia duduk dalam Chou Sangiin. Suatu manfaat lain yang bisa diperoleh NU dengan siasat sikap lunaknya kepada Jepang adalah berupa pelatihan ketrampilan militer bagi para santri dan kyai di pesantren. Berbeda dengan sikapnya terhadap Belanda. NU mau tak mau adalah kuncinya. yang dibentuk beberapa bulan setelah proklamasi. sementara untuk badan serupa di Jaman Helanda. KH Hasyim Asy‟ari. Seperti Yang tampak dalam pengangkatan Rais Akbar NU. Umat Islam yang semula menaruh harapan pada “saudara tua” yang membebaskan mereka dari kekuasaan “kafir” Belanda itu segera menemukan kekecewaan yang dalam. Hadratus Syeikh. Regim kolonial baru ini segera tampak jauh lebih represif daripada regim sebelumnya: semua organisasi politik dibekukan. Keuntungan ini kalau boleh disebut demikian– dimungkinkan setidaknya oleh dua hal. terutama terhadap pendidikan Islam. Yang disebut terakhir ini adalah sebuah partai politik resmi yang berbeda dan terlepas sama sekali dari organisasi 6 . serta memenuhi keinginan secara baik pula terhadap umat Islam khususnya yang berbasis di pedesaan. sebagaimana Belanda. Volksraad sama sekali menolak. sebagai Kepala Shumubu (menyusul Husein Djajadiningat yang menggantikan Horrie) serta sebagai Ketua Umum pengurus Masyumi yang pertama. dan karena itu mereka tetap mengawasi secara ketat organisasi-organisasi Islam. Pada masa ini NU sebenarnya memperoleh beberapa konsesi. Berkaitan dengan politik jepang untuk menggalang semua kekuatan anti Belanda ke pihaknya. Kedua milisi ini. Sementara di panggung perjuangan politik. Pertama sikap NU kepada Jepang cenderung lunak. sebagaimana dalam MIAI. Lebih lagi karena ternyata bagi Jepang.Ketika pendudukan Jepang dua tahun kemudian membuat persoalan-persoalan itu tidak relevan lagi. Maka dibentuklah Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) pada tahun 1943 di mana NU. tersubordinasi di dalamnya. sehingga NU dimungkinkan untuk memainkan peran yang cukup berarti. yang kemudian melahirkan milisi-milisi revolusioner Hizbullah dan Sabilillah. Kalangan NU pada umumnya memandang bahwa saham mereka dalam pejuangan fisik mempertahankan kemerdekaan disumbangkan melalui kedua milisi itu. Tindakan selanjutnya adalah mengupayakan terbentuknya sebuah organisasi federasi Islam yang antara lain ditujukan untuk menggantikan MIAI yang berkesan anti-kolonial. peran NU tersalur melalui Masyumi.

Secara tradisional posisi penting dalam majelis Syuro dipegang oleh tokoh ulama NU. NU menilai dirinya sebagai cermin dari mayoritas umat Islam Indonesia.9 Aktualisasi Peran Politik : 1952-1984 Struktur pimpinan pusat Masyumi terdiri dari pimpinan partai (yang melaksanakan tugas eksekutif sehari-hari) dan Majelis Syuro (semacam dewan pertimbangan dan pemberi fatwa). adalah organisasi-organisasi pertama memasuki Masyumi. Partai Masyumi terbentuk sebagai buah dari keputusan Muktamar Islam Indonesia di Yogyakarta (7-8 Nopember 1945). yaitu dinamika internal NU sendiri. h.dengan nama yang sama di jaman Jepang. memandang bahwa organisasi yang dipimpinnya telah semakin condong ke dalam percaturan politik. Pimpinan Partai dalam garis besar tindakan partai). Saifuddin Zuhri. Ketua Umum PB NU waktu itu. kecuali dalam hal tujuan moralnya. Sebenarnya struktur kepemimpinan semacam ini lebih banyak menimbulkan persoalan dari pada menguntungkan. Dalam klaim NU. di mana akhinya Majelis Syuro terus-menerus digiring ke arah peran yang semakin tidak berarti menjadi “dewan penasehat” yang seringkali tidak begitu diindahkan Di sinilah bersumber kekecewaan NU terhadap Masyumi.. diisi oleh kalangan pembaharu yang biasanya para intelektual.55 7 . yang sangat dominan. yang juga memutuskan bahwa Masyumi adalah satu-satunya partai politik bagi umat islam di Indonesia. Suasana hubungan antara keduanya sangat kondusif bagi munculnya konflik. Namun karena pertimbangan-pertimbangan lain. Sebab-sebab itulah yang umumnya dipandang sebagai faktor pendorong keluarya NU dari Masyumi. KH Wahid Hasyim. kursi Menteri Agama adalah bagian mereka. perserikatan umat Islam dan Persatuan umat Islam. NU bersama Muhammadiyah. Masyumi mengajukan nama Fakih Usman (Muhammadiyah) kepada formatur kabinet untuk jabatan itu. Syaichu dan lain-lainnya semakin memerlukan 9 Ibid. Sementara pimpinan partai. Sebab di samping sudah demikian adanya sejak awal kemerdekaan. Tapi Zamakhsyari Dhofier melihat suatu penyebab lain yang lebih menentukan. Tokoh-tokoh NU muda seperti Idham Chalid. Sumber lain adalah berkaitan dengan jabatan Menteri Agama dalam Kabinet Wilopo.

di depan para pimpinan ke-9 parpol dan Golkar Presiden Suharto. menempatkan diri pada posisi ketiga setelah PNI dan Masyumi. 8 . hal itu juga membawa perubahan dalam perimbangan kekuatan politik Indonesia saat itu. NU dengan perolehan suara sebesar 6. Salah satu bentuk upaya ini adalah tindakan restruktunsasi partai politik –kiat manajemen konfllik yang sebenarnya diwarisi dari regim sebelumnya dengan berbeda pola pelaksanaannya. PNI. Parkindo dan Partai Katolik bergabung dengan kelompok nasionalis. Berfusi dalam Partai Persatuan Pembangunan Ketika stabilitas politik diterima sebagai prasyarat pembangunan ekonomi.ruang gerak yang cukup luas dalam arena politik. Dan hal itu akan dapat terbuka dengan lebih leluasa setelah NU dapat berdiri sebagai partai politik. seruan Suharto itu memperoleh tanggapan positif. Di sini. Pada Pebruari 1970. setidaknya meminimalkan semua kemungkinan ke arah sebaliknya. Murba. Setelah melalui tahap dialog antara pemerintah dan partai-partai. dan kepemimpinan politik kyai (ulama) tradisional di NU. Proses kearah penyederhanaan partai ini pada dasarnya sudah dimulai sejak awal 1970. maka perolehan suara NU yang menempatkannya pada posisi ketiga di atas sungguh di luar dugaan.141 (18. dan selanjutnya mempermudah sistem administrasi seperti penyusunan fraksi di DPR kelak. sebelum pemilu pertama dilaksanakan. IPKI. serta mengeliminasi. dan setingkat di atas PKI. Tujuannya adalah untuk mempermudah kampanye pemilu. Mengingat NU adalah partai yang relatif baru.955. Maka pada bulan berikutnya terbentuklah pengelompokan dimaksud. Lebih jauh lagi.4 % dari keseluruhan suara yang masuk) dan 45 kursi di parlemen. menyampaikan saran tentang pengelompokan partai-partai. Perubahan NU menjadi parpol membawa umat Islam Indonesia kedalam dikotomi kepemimpinan politik : kepemimpinan politik kaum modernis di Masyumi. bukan untuk melenyapkan partai-partai itu sendiri. sehingga persiapan untuk menghadapi pemilu boleh dikatakan kurang jika dibandingkan dengan partaipartai lain. maka regim Orde Baru sangat intens menciptakan semua pra kondisi yang diperlukan untuk pemantapan stabilitas itu. Hasil-hasil Pemilu 1955 menggambarkan dengan jelas tentang perimbangan kekuatan baru itu.

namun mereka dapat memaksakan revisi yang cukup mendasar sebelum RUU itu disahkan menjadi UU No. Alasan utama penolakan itu adalah karena secara prinsipil RUU itu bertentangan dengan ajaran Islam. seperti yang tampak dari diborongnya posisi penting dalam kepengurusan pusat PPP oleh NU. namun tidak demikian halnya NU dan PSII. dan yang kedua disebut Kelompok Persatuan Pembangunan. Dalam rancangan itu disebutkan bahwa hanya tiga partai politik yang akan diakui di Indonesia. Semakin jelas bahwa penyederhanaan partai sulit ditolak oleh kalangan partai. Pengelompokan ini selanjutnya menjadi dasar penyusunan fraksi di DPR. Dengan demikian. sehingga badan ini memiliki lima fraksi: Fraksi Persatuan Pembangunan. Parmusi. 9 . Itulah sebabnya. ditandai dengan penandatanganan sebuah deklarasi di Jakarta. 1 Tahun 1974. Kemenangan Gemilang Golkar dalam Pemilu 1971 di sisi lain juga semakin memudahkan „penguasaan‟ pemerintah terhadap DPR. sebelum hal itu dipaksakan oleh UU Parpol dan Golkar. dan Fraksi ABRI. PSII dan Perti membentuk kelompok spiritual. Tak heran jika pada awal berdirinya pikiran-pikiran NU banyak mewarnai keputusan-keputusan PPP terutama bila berhadapan dengan kebijaksanaan pemerintah. agaknya dengan mempertimbangkan perimbangan kekuatan dalam Pemilu 1971. Kelompok pertama disebut Kelompok Demokrasi Pembangunan. Fraksi Karya Pembangunan. pemilu berikutnya hanya akan diikuti oleh dua parpol dan Golkar. Pemerintah kemudian mengusulkan RUU Kepartaian. dominasi NU dalam partai ini terasa dominan pada awalnya. Langkah ke arah fusi itu bukannya tanpa hambatan. sementara untuk membentuk kelompok tersendiri kurang dimungkinkan. sebab partai-partai Islam pada mulanya berbeda pendapat tentang fusi itu : Parmusi dan Perti sejak semula mendukung gagasan fusi. Struktur kepemimpinan PPP diusahakan agar dapat menampung semua partai pendukung secara proporsional. Sekalipun anggota PPP hanya sedikit di DPR (94 dari 460 orang anggota). Fraksi Demokrasi Pembangunan atau Demokrasi Indonesia.Sedang NU. Dalam hal ini PPP tampak begitu kompak. Sebenarnya Parkindo dan Partai Katolik dapat bergabung dalam kelompok spiritual. maka pada 5 Januari 1973 keempat partai Islam itu berfusi ke dalam Partai Persatuan Pembangunan. Tapi karena alasan perbedaan agama. Maka Kelompok Persatuan Pembangunan yang berbentuk konfiderasi terus menerus mengadakan pendekatan intensif dalam rangka mendahului realisasi fusi. seperti tercermin jelas dalam respons penolakan atas RUU Perkawinan 1974. mereka lebih memilih kelompok nasionalis. Namun ketika semakin pasti bahwa fusi partai tidak mungkin ditolak.

namun mereka berbeda dalam strategi dan taktik yang dipakai. Hanya saja pada waktu yang nyaris bersamaan mulai muncul bibit kekecewaan NU terhadap PPP yang. 10 . RUU ini memperoleh tentangan keras dari FPP dan FDI. berkisar dalam masalah distribusi kekuasaan. Sekalipun secara esensial semua unsur di FPP menolak dimasukkannya P-4 sebagai Tap MPR dan aliran kepercayaan ke dalam GBHN. Ketika MPR sulit menemukan kata sepakat dalam pembahasan tersebut. tekanan pemerintah terhadap ormas dan Partai Politik dan munculnya generasi muda NU yang diwakili oleh Gus Dur ditandai adanya polarisasi antara dua kubu (1982). sedangkan NU bersikeras menolak voting dan memilih walk out dari ruang sidang. NU tetap bersikukuh menolaknya. Kelompok pertama dipimpin oleh empat ulama senior yaitu KH As‟ad Syamsul Arifin. KH Masykur dan KH machrus Ali. dan sebagainya. KH Ali Ma‟shum. tuntutan pengurangan jumlah anggota DPR yang diangkat. Retak kedua muncul dalam pembahasan RUU tentang perubahan UU Pemilu No. Terjadinya penyingkiran orang-orang NU di PPP. sebagaimana terhadap Masyumi dulu. Yaitu Kubu Situbondo dan Kubu Cipete. Di sini perbedaan muncul. Dan NU kembali menunjukkan sikap kerasnya. sehingga RUU itu disahkan tanpa kehadiran anggta FPP dari unsur NU dalam sidang pleno bulan Pebruari 1980. Sedangkan kelompok kedua dibawah otoritas KH Idham Khalid yang terdiri dari para politisi dan birokrat NU di Jakarta. 15 Tahun 1969 di DPR.67 Namun PPP tampak mulai kurang utuh setelah Pemilu 1977. di samping adanya gelombang reaksi keras dari massa Islam di luar partai terhadap RUU itu. Keretakan di FPP mulai muncul ketika mereka harus membahas Rantap MPR tentang P-4 dan dimasukkannya aliran kepercayaan dalam GBHN. Retaknya kekompakan ini barangkali sebenarnya tidak terlalu berdampak buruk bagi partai. Lagi-lagi.Sukses itu dimungkinkan karena kekompakan elit PPP. sementara SI mengusulkan agar abstain saja. maka dipilih cara voting. Ketika semua unsur lain pada akhirnya terpaksa menerima KUU itu. terutama menyangkut keikutsertaan parpol di LPU (Lembaga Pemilihan Umum) sampai KPPS. Unsur MI menginginkan FPP ikut dalam voting sekalipun mungkin kalah. unsur-unsur dalam FPP berbeda strategi sekalipun sikap mereka terhadap RUU itu sama.

untuk mencapai dan mempertahankan kemerdekaan. Komisi II mengenai Pemulihan Khittah 1926 dan komisi III mengenai al-syu‟un ijtima‟iyah. yaitu memperhatikan masalah-masalah kemasyarakatan secara lebih luas. budaya dan agama. Memasuki Era Baru NU Mengiri tema kembali ke khittah. sosial. Muktamar ini dianggap muktamar yang bersejarah karena di muktamar inilah NU dikembalikan kepada khittah sebagai gerakan diniyah ijtimaiyah. Selanjutnya pada tanggal 8 sd 12 Desember 1984 diselenggarakan Muktamar NU yang ke-27. karenanya setiap warga NU diharapkan menjadi warga negara yang senantiasa menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945. syuriah sendiri kemudian menunjuk Abdurrahman Wahid sebagai panitia Munas Alim Ulama di Situbondo pada 1983.Kelompok Situbondo menginginkan bahwa Syuriah adalah adalah pemegang kekuasaan tertinggi dan NU perlu kembali ke khittah sebagai gerakan diniyyah ijtima‟iyyah. dalam Muktamar juga dibahas sub-sub tema reorientasi program. Kombinasi antara generasi tua dan generasi muda dalam merupakan komposisi yang menarik untuk membawa kepada sebuah NU baru. NU akan melakukan pergantian pimpinan dari generasi tua kepada generasi muda yang dilakukan dengan tetap memelihara keserasian dan keselarasan hubungan antar generasi. dengan menyebutkan bahwa NU secara sadar mengambil posisi yang aktif dalam proses perjuangan bangsa. Putusan lain yang terpenting menghasilkan duet Abdurrahman Wahid (Ketua Umum Tanfidziyah) dan KH Achmad Shidiq (Rais Am Syuriyah PBNU). Itu berarti meliputi segala aspek politik. Generasi tua diwakili Abdurrahman Wahid. Dalam Munas ini ada tiga komisi yang dibuat. Regenerasi. Juga dibahasnya pancasila sebagai asas tunggal. setelah sekian lama dalam kiprah politik praktis. 11 . NU kini kembali ke orientasi semula. Reorientasi program. Untuk mengokohkan gerakan itu. yaitu : Komisi I mengenai Masa‟il Diniyah. ekonomi.

ada dua : Pertama. yang difasilitasi oleh sebagian pengurus PBNU. BASIS PENDUKUNG. Kedua. Walaupun dari segi aturan main organisasi . keberadaan NU sebagai salah satu unsur dalam PPP saat itu telah membuat dakwah NU hanya terbatas pada golongan tertentu. mereka menuntut perlakuan yang sama dengan warga NU di PKB. NU ingin kembali mengurus garapan sosial keagamaan yang terlantar tak karuan ketika organisasi ini menjadi partai politik sejak tahun 1952.Pendapat lain menyatakan bahwa. Sebagai contoh tidak jelas apakah seorang Ketua Umum PBNU diperbolehkan untuk mencalonkan diri sebagai presiden atau wakil presiden. nu. salah satu alasan pokok kembalinya NU ke khittah pada saat itu. Maski bisa disangkal bahwa keputusan ini akan dianggap mencederai prinsip equi distance yang diambil oleh NU terhadap semua kekuatan partai politik. dan tidak bisa menembus ke lingkungan yang lebih luas. karena dengan terbentuknya PKB aspirasi politik warga NU ada wadahnya. Sebab pada tahun 1984. TUJUAN DAN USAHA ORGANISASI. Pada tahun 1998 lahirlah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). saat AD/ART yang baru disusunkembali mewadahi kehendak dan semangat kembali ke khittah. Perdebatan muncul saat warga NU berhadapan dengan kawasan abu-abu. NU juga harus mengalami kerugian besar karena konfrontasi dengan Golkar sebagai partai yang berkuasa. tidak ada larangan formal bagi pengurus harian NU untuk melakukan hal-hal tersebut. Banyak kalangan menganggap bahwa keputusan ini sebagai keputusan yang tepat.online didapatkan data : Tujuan Organisasi 12 . tidak ada satupun pengurus NU yang berani bermimpi bahwa suatu ketika ada warga NU yang akan dilamar menjadi presiden atau wakil presiden. warga NU yang sekarang di luar PKB menuntut agar NU tetap berada di jalur khittah 1926. Akan tetapi. STRUKTUR. diantara alasan-alasan lain yang cukup banyak dan kompleks. Selain itu. JARINGAN Berdasar situs resmi PBNU dalam www.

Basis pendukung NU ini mengalami pergeseran. untuk membentuk muslim yang bertakwa. Di bidang sosial-budaya. menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan nilainilai Islam. dengan mengutamakan berkembangnya ekonomi rakyat. Jika selama ini basis NU lebih kuat di sektor pertanian di pedesaan. Di bidang pendidikan. melaksanakan dakwah Islamiyah dan meningkatkan rasa persaudaraan yang berpijak pada semangat persatuan dalam perbedaan. sejalan dengan cepatnya mobilitas sosial yang terjadi selama ini. berpengetahuan luas. 13 . Pada umumnya mereka memiliki ikatan cukup kuat dengan dunia pesantren yang merupakan pusat pendidikan rakyat dan cagar budaya NU. Demikian juga dengan terbukanya sistem pendidikan. mengusahakan kesejahteraan rakyat serta kebudayaan yang sesuai dengan nilai ke-Islaman dan kemanusiaan.Menegakkan ajaran Islam menurut paham Ahlussunnah Wal Jama'ah di tengahtengah kehidupan masyarakat. baik di kota maupun di desa. di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Usaha Organisasi Di bidang agama. sejalan dengan pembangunan dan perkembangan industrialisasi. Mereka memiliki kohesifitas yang tinggi karena secara sosial-ekonomi memiliki masalah yang sama. Sebagian besar dari mereka adalah rakyat jelata. Warga NU di desa banyak yang bermigrasi ke kota memasuki sektor industri. pada sektor perburuhan di perkotaan. berbudi luhur. Di bidang ekonomi. juga cukup dominan. Mengembangkan usaha lain yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Basis Pendukung Jumlah warga Nahdlatul Ulama (NU) atau basis pendukungnya diperkirakan mencapai lebih dari 40 juta orang. basis intelektual dalam NU juga semakin meluas. maka saat ini. dari beragam profesi. mengusahakan pemerataan kesempatan untuk menikmati hasil pembangunan. selain itu mereka juga sangat menjiwai ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah.

Wilayah.630 Majelis Wakil Cabang 37. Cabang. setiap kepengurusan terdiri dari: Mustasyar (Penasehat) Syuriah (Pimpinan Tertinggi) Tanfidziyah (Pelaksana Harian) Untuk tingkat Ranting. dan Majelis Wakil Cabang. jaringan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) meliputi: 31 Pengurus Wilayah 339 Pengurus Cabang 12 Pengurus Cabang Istimewa 2.125 Pengurus Ranting 14 .Struktur Pengurus Besar (tingkat Pusat) Pengurus Wilayah (tingkat Propinsi) Pengurus Cabang (tingkat Kabupaten/Kota) Majelis Wakil Cabang (tingkat Kecamatan) Pengurus Ranting (tingkat Desa/Kelurahan) Untuk tingkat Pusat. setiap kepengurusan terdiri dari: Syuriaah (Pimpinan tertinggi) Tanfidziyah (Pelaksana harian) Jaringan Hingga akhir tahun 2000.

dan Shadaqah (Lazis NU) 15 . Lembaga ini meliputi: Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (LP Ma'arif NU) Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama ( LPKNU ) Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LP2NU) Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Lembaga Takmir Masjid Indonesia ( LTMI ) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (LAKPESDAM) Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (SARBUMUSI) Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) Lajnah Bahtsul Masail (LBM-NU) Lajnah Merupakan pelaksana program Nahdlatul Ulama (NU) yang memerlukan penanganan khusus. Lajnah ini meliputi: Lajnah Falakiyah (LF-NU) Lajnah Ta'lif wan Nasyr (LTN-NU) Lajnah Auqaf (LA-NU) Lajnah Zakat.Lembaga Merupakan pelaksana kebijakan NU yang berkaitan dengan suatu bidang tertentu. Infaq.

Ia lahir dari kalangan elite santri. Hasyim Asy’ari K. pendiri Pesantren Gedang. Ayahnya pendiri Pesantren Keras. 16 . Jawa Timur. Jombang. Badan Otonom ini meliputi: Jam'iyyah Ahli Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah Muslimat NU Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Fatayat NU Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa (IPS Pagar Nusa) Jami'iyyatul Qurro wal Huffadz (JQH) TOKOH GAGASAN DAN GERAKAN Hadratusy Syaikh K. Buyutnya dari pihak ayah.H.H. Kiai Usman. Ia anak ketiga dari 10 bersaudara pasangan Kiai Asy`ari bin Kiai Usman dari Desa Tingkir dan Halimah binti Usman. Kakek dari pihak ayah. Hasyim Asy‟ari lahir pada 24 Dzulqa`dah 1287 H atau 14 Februari 1871 M di Desa Nggedang.Badan Otonom Merupakan pelaksana kebijakan NU yang berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu.

ia memulai pengembaraan ilmu ke berbagai pesantren di Jawa dan Madura: Probolinggo (Pesantren Wonokoyo). saat pasangan ini tengah berada di Makkah. di tempat mertuanya. Kediri. Tahun 1900. Kiai Romli. Pada umur 15 tahun. 1903. 1893. Tuban (Pesantren Langitan). Anis. Hasyim belajar kepada orangtuanya sendiri sampai pada taraf menjadi badal atau guru pengganti di Pesantren Keras. Namun tak lama kemudian.Kiai Sihah. pendiri Pesantren Tambakberas. Namun. Sampai umur 13 tahun. Tahun itu juga. ia. setelah belajar lima tahun dan umurnya telah genap 21 tahun. Muridnya tak jarang lebih tua dibandingkan dirinya. Khadijah meninggal di sana ketika melahirkan Abdullah. Pada pengembaraannya yang terakhir itulah. pemimpin Pesantren Siwalan Panji. Namun hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk belajar. Dua bulan kemudian Abdullah pun menyusul ibunya. ia mengajar di Pesantren Kemuring. dan Sidoarjo (Pesantren Siwalan Panji). tepatnya tahun 1891. Kala itu Hasyim tengah belajar dan bermukim di tanah Hijaz. ia pulang kampung dan mengajar di pesantren ayahnya. Semuanya pesantern itu berada di Jombang. Bangkalan. yang telah menikahkan dirinya dengan putrinya. Nafisah. Hasyim pulang ke tanah air. Tapi si adik juga meninggal di sana. Ia dinikahkan dengan Khadijah. Madura (Pesantren Trenggilis dan Pesantren Kademangan). untuk dan belajar. 17 . sampai 1906. dua tahun kemudian. Tiga tahun kemudian. diambil menantu oleh Kiai Ya`kub. ia kembali ke Makkah bersama adiknya.

antara lain ia juga menikahi Nafiqah. tidak mungkin bisa 18 . Matematika. Maka. gurunya. sehingga para santri menjadi kreatif. Paham bermadzhab timbul sebagai upaya untuk memahami ajaran Al-Quran dan sunnah secara benar.H. pikiran yang paling mendasar Hasyim adalah pembelaannya terhadap cara beragama dengan sistem madzhab. Namun persoalannya. ulama Indonesia pertama pakar ilmu hadits yang mengajar kitab hadits Shahih AlBukhari di Makkah. Selain dengan Khadijah dan Nafisah.H. ia mendirikan Pesantren Tebuireng. madzhab yang lain itu tidak banyak memiliki literatur. dari Pesantren Kapurejo. Hasyim menikah tujuh kali.H. Hasyim menjalankan politik non-kooperatif.Selama di Makkah ia belajar kepada Syaikh Mahfudz dari Termas (w. Tahun 1899.” Fatwa ini dikeluarkan menjelang meletusnya Peristiwa 10 November di Surabaya. Dalam paham keagamaan. Kediri. Selama hidupnya. umat Islam boleh mempelajari selain keempat madzhab yang ada. Dan setelah Kiai Cholil wafat. pun sangat menghormati dirinya. sehingga mata rantai pemikirannya terputus. Lewat pesantren inilah K. yaitu. Kiai Cholil Bangkalan. dan Ilmu Bumi. Ilmu hadits inilah yang kemudian menjadi spesialisasi Pesantren Tebuireng. Menurut Hasyim. Bahkan sejak 1926 ditambah dengan Bahasa Belanda dan Sejarah Indonesia. Hasyim-lah yang dianggap sebagai pemimpin spiritual para kiai. Masrurah. yang juga dianggap sebagai pemimpin spiritual para kiai Jawa. dari Siwalan Panji. 1920). Menghadapi penjajah Belanda. K. Fatwa yang paling spektakuler adalah fatwa jihad. Banyak fatwanya yang menolak kebijakan pemerintah kolonial. Ia juga memperkenalkana pengetahuan umum dalam kurikulum pesantren. yaitu sistem musyawarah. “Wajib hukumnya bagi umat Islam Indonesia berperang melawan Belanda. Hasyim melancarkan pembaharuan sistem pendidikan keagamaan Islam tradisional. 12 Rabi‟ul Awwal 1317.H. K. seperti Bahasa Melayu. K. yang kelak didirikannya di Jombang sepulangnya dari Tanah Suci. Pandangan ini erat kaitannya dengan sikap beragama mayoritas muslim yang selama ini disebut Ahlussunnah wal Jama‟ah.

Ia juga belajar kepada tokoh-tokoh besar lain di sana yang bukan orang Indonesia. Tawangsari (Surabaya). Abdul Wahab Hasbullah Dari Hasyim Asy`ari. seperti Kiai Mahfudz Termas. Chasbullah. Pesantren Cepoko. Kiai Hasyim wafat pada 7 Ramadhan 1366 atau 25 Juli 1947 pada usia 76 tahun. 19 . Setelah melahirkan seorang anak. Pada umur 27. adalah pengasuh Pondok Pesantren Tambakberas. di bawah bimbingan Kiai Sholeh. Ayahnya.memahami maksud yang dikandung Al-Quran dan hadits tanpa mempelajari pendapat para ulama besar yang disebut imam madzhab. Setelah itu ia menikah berturut-turut dengan tiga wanita yang semuanya tidak memberikan keturunan. yang ketika itu mendapat serangan gencar dari kalangan yang anti-madzhab. hingga Pesantren Kademangan. Nganjuk. mulai dari Pesantren Langitan (Tuban). Empat anak diperolehnya dari istri berikutnya. Kemudian ia menikah dengan Alawiyah binti Alwi. Kiai Cholil kemudian menganjurkannya belajar ke Pesantren Tebuireng (Jombang). Ibunya. istri kedua ini juga meninggal. langsung berguru kepada Mbah Cholil. NU didirikan antara lain untuk mempertahankan paham bermadzhab. Pendidikannya dihabiskan di pesantren. seperti Syaikh Sa`id Al-Yamani dan Syaikh Umar Bajened. sang istri meninggal di Makkah. sewaktu menunaikan ibadah haji bersama istri. Bangkalan (Madura). Kiai Muhtarom Banyumas. Kiai Asy`ari Bawean. Nasab keduanya bertemu dalam satu keturunan dari Kiai Abdus Salam. Asnah binti Kiai Said. Kiai Bakir Yogya. Tahun 1921. Nyai Lathifah. ia pergi ke Makkah dan berguru kepada ulama-ulama besar Indonesia yang bermukim di sana. Mojosari. Syaikh Ahmad Khatib Minangkabaw.

seperti K. ia juga aktif dalam Islam Studie Club.H. Masih pada tahun yang sama. jembatan untuk menghubungkan dirinya dengan tokoh-tokoh nasionalis modernis. seorang janda yang punya anak bernama Syaichu. Soetomo. ia mengundang para ulama terkemuka dari kalangan tradisionalis ke Surabaya untuk mengesahkan terbentuknya Komite Hijaz. Wahab Chasbullah telah mengusulkan agar dibentuk perhimpunan ulama untuk melindungi kepentingan kaum tradisionalis. Sedikit mundur ke belakang. Mas Mansur. lalu dengan Ashikhah binti Kiai Abdul Majid (Bangil). ia mendirikan koperasi dagang Nahdlatut Tujjar (Kebangkitan Pedagang) untuk kalangan tradisionalis di kisaran Surabaya-Jombang. meninggal di Makkah setelah memberinya empat anak. ia menikah lagi dengan Fatimah binti H. yang mendampinginya sampai akhir hayatnya dan memberinya keturunan lima anak. ia mendirikan Madrasah Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Negeri) di Surabaya.H. seperti dr. Pada tahun 1916. yang akan mengirim delegasi ke kongres di Makkah untuk mempertahankan praktek-praktek keagamaan yang dianut kaum tradisionalis. Surabaya.H. ia mendirikan kelompok diskusi Tashwirul Afkar (Pergolakan Pemikiran) bersama K. Sejak 1924. Sesudah itu ia menikah lagi dengan Masnah. dikaruniai seorang anak. atas persetujuan Hasyim Asy`ari. 20 . Pada 31 Januari 1926. Pada tahun 1920. Pengajarnya terdiri dari banyak ulama tradisional muda. Abdullah Ubaid (1899-1938). Bisri Syansuri (1886-1980) dan K. Pertemuan 15 kiai terkemuka dari Jawa dan Madura itu dilakukan di rumah Wahab Chasbullah di Kertopaten. bersama Kiai Hasyim Asy‟ari (1871-1947). yang kelak menjadi ketua DPR pada masa Orde Baru. dan yang terakhir dengan Sa`diyah. kakak sang istri. tahun 1914.Setelah Asnah meninggal. yang di kemudian hari memainkan peranan penting di NU. Burhan. ketika berumur 26 tahun.

dan Wondoamiseno (SI). setelah NU menyetujui peran politik bagi Masyumi lewat muktamar di Purwokerto (1946). Selanjutnya. Dan secara resmi NU menarik diri dari Masyumi pada 31 Juli 1952. Tahun 1947. Sedang Wahab Chasbullah menjadi anggota DPA. untuk mewakili dan memperkukuh Islam tradisional di Hindia Belanda.Pertemuan tersebut akhirnya juga menghasilkan kesepakatan mendirikan NU. Fathurahman Kafrawi. Federasi organisasi Islam ini bertujuan meningkatkan komunikasi dan kerja sama di antara umat Islam. Benih-benih krisis NU-Masyumi mulai tumbuh pada 1952. November 1945. menjadi wakilnya. pada kenyataannya fungsinya setengah politis. sebagai representasi Islam tradisional. Hasyim Asy`ari menjadi ketua umum Majelis Syuro (Dewan Penasihat Keagamaan). Di 21 . juga merupakan gagasan Wahab Chasbullah dan Ahmad Dahlan Kebondalem (NU). putra Hasyim Asy`ari. dimaksudkan untuk memperkuat dukungan umat Islam terhadap pemerintahan Jepang. Meski Masyumi adalah organisasi non-politik. orang-orang NU tampil di pemerintahan. dan Wahab Chasbullah menjadi anggota dewan.H. Wahid Hasyim. Namun kemudian MIAI dibubarkan oleh Jepang dan dibentuklah Masyumi pada November 1943. Pada sidang parlemen 17 September 1952. Masyumi menjadi satusatunya kendaraan politik umat Islam. tujuh anggota parlemen dari NU menarik diri dari Masyumi. Maka ia sangat gencar mengkampanyekan penarikan diri NU dari Masyumi. Mas Mansur (Muhammadiyah). Wahab Chasbullah menjabat rais am NU. yang terbentuk pada September 1937. Kiai Masykur. yakni Wahid Hasyim. Masyumi berubah menjadi parpol. Saat itu Wahab Chasbullah menjadi ketua Dewan Syuro. Kemudian. MIAI (Majelis Islam A‟la Indonesia. dan K. Dewan Tertinggi Islam di Indonesia). Hasyim Asy`ari ditunjuk sebagai ketua umum dan Whab Chasbullah sebagai penasihat dewan pelaksananya.

Sejak itu kesibukan Wahab Chasbullah lebih banyak pada bidang politik praktis di Jakarta. “Gelar” itu jatuh ke tangan PNI.H. Masyumi bukan lagi partai terbesar. NU. Idham Chalid. Pada Pemilu 1955. Wahab Chasbullah wafat tanggal 29 Desember 1971. NU meraih tempat ketiga setelah PNI dan Masyumi. Jombang. pada usia 83 tahun.antaranya Wahab Chasbullah. di luar dugaan. Zainul Arifin. di rumahnya di Kompleks Pesantren Tambakberas. Mereka kemudian membentuk partai sendiri. Akibatnya. Bisri Syansuri KH Ahmad Shiddiq KH Wahid Hasyim KH Ilyas Ruchiyat KH M A Sahal Mahfudz KH Idham Chalid Ali ma’sum KH Abdurrahman Wahid 22 . terutama sebagai anggota parlemen dan rais am NU. K.

Meski ini hanya merupakan bagian kecil dari pembahasan sejarah dakwah. Hal ini merupakan semata-mata sebagai bahan untuk pembahasan sejarah dakwah dan untuk menambah kekhasanahan pengetahuan kami dan pembaca. kami berharap sumbang saran dan juga kritik yang membangun tertujukan pada kami sebagai pembaik sehingga setidak-tidaknya mendekati kesempurnaan. sebagai wasilah para Nabi dan Rasul. yang telah menjadikan manusia dari yang tak wujud. Sholawat serta salam semoga tercurahkan ke pangkuan Nabi yang pertama kali diciptakan sekaligus sebagai pamungkas.PENUTUP PENGANTAR Segala puji hanya bagi Allah Tuhan sekalian. Kami menyadari bahwa makalah kami ini masih terdapat banyak kekeliruan dan kekurangannya. namun semoga terdapat setitik pencerahan yang dapat dipetik dari dalamnya. memberikan kemulyaan Ilmu sebagai jalan kesempurnaan bagi manusia sebagai nikmat-Nya. dan rahmatan lil alamin. Mempertahankan ortodoksi ini perlu digarisbawahi karena kelahiran NU adalah respon terhadap upaya-upaya penggusuran terhadap tradisi ahlussunnah wal jama‟ah yang dilakukan oleh penguasa Saudi Arabia yang berpaham Wahabi[1]. Ringkasan materi ini kami susun berdasarkan kurikulum dan silabi yang telah ditentukan oleh dosen pengampu mata kuliah Sejarah Dakwah. Ortodoksi yang dimaksud adalah Ahlussunnah. ‫وكذ لك جعلنكم امة وسطا لتكىنىا شهداءعلى النّاس ويكىن الرّسىل عليكم شهيدا‬ ّ 23 . BAB I PENDAHULUAN Kehadiran Nahdlatul Ulama dimaksudkan untuk mengembangkan dan mempertahankan ortodoksi Islam yang dipegang teguh oleh mayoritas ulama‟ Indonesia. dan semoga tercurahkan kepada segenap ahl albait.para sahabat dan seluruh ummatnya yang setia hingga hari akhir.

Gerakan yang muncul 1908 tersebut dikenal dengan "Kebangkitan Nasional". (pergerakan kaum saudagar). B. sebagai wahana pendidikan sosial politik kaum dan keagamaan kaum santri. Suatu waktu Raja Ibnu Saud hendak menerapkan asas tunggal yakni mazhab Wahabi di Mekkah. kalangan pesantren yang selama ini membela keberagaman. selain tampil sebagai kelompok studi juga menjadi lembaga pendidikan yang berkembang sangat pesat dan memiliki cabang di beberapa kota. disiplin. Sejarah Lahirnya NU Keterbelakangan baik secara mental. (Al Baqarah. 143) A. seperti Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada 1916. Serikat itu dijadikan basis untuk memperbaiki perekonomian rakyat. Semangat kebangkitan memang terus menyebar ke mana-mana . melalui jalan pendidikan dan organisasi. berbudaya) supaya kamu berperan terhadap manusia dan menjadikan Rasul (Muhammad) sebagai teladan bagi (perbuatan) kamu. Dengan sikapnya yang berbeda itu kalangan pesantren dikeluarkan dari anggota Kongres Al Islam di Yogyakarta pada tahun 1925. maupun ekonomi yang dialami bangsa Indonesia. Dari situ kemudian didirikanNahdlatut Tujjar. Pengertian NU Nadlatul Ulama berasal dari dua suku kata dalam bahasa Arab Nahdlotun yang berarti kebangkitan dan Al Ulama artinya orang-orang yang memiliki ilmu (pengetahuan). Kemudian pada tahun 1918 didirikan Taswirul Afkar atau dikenal juga dengan "Nahdlatul Fikri" (kebangkitan pemikiran). Sebagai jawabannya. menolak pembatasan bermazhab dan penghancuran warisan peradaban tersebut. muncullah berbagai organisasi pendidikan dan pembebasan. Nahdlotul Ulama yang kemudian lebih dikenal dengan NU adalah merupakan sebuah organisasi masa yang bergerak dibidang sosial keagamaan. telah menggugah kesadaran kaum terpelajar untuk memperjuangkan martabat bangsa ini. Kalangan pesantren yang selama ini gigih melawan kolonialisme. 24 . maka Taswirul Afkar.setelah rakyat pribumi sadar terhadap penderitaan dan ketertinggalannya dengan bangsa lain. NU adalah salah satu organisasi masa terbesar di Indonesia dimana basis masa mereka adalah dari kalangan muslim yang berhaluan Alussunnah Wal Jamaah. merespon kebangkitan nasional tersebut dengan membentuk organisasi pergerakan.Dan demikian Kami telah menjadikan kamu ummat yang moderat (berilmu pengetahuan. Dengan adanya Nahdlatul Tujjar itu. akibat penjajahan maupun akibat kungkungan tradisi.

akhirnya muncul kesepakatan untuk membentuk organisasi yang bernama Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) pada 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926). hingga saat ini di Mekkah bebas dilaksanakan ibadah sesuai dengan mazhab mereka masing-masing. Itulah peran internasional kalangan pesantren pertama. yang berhasil memperjuangkan kebebasan bermazhab dan berhasil menyelamatkan peninggalan sejarah dan peradaban yang sangat berharga. dan tantangan dari segala penjuru umat Islam di dunia.Akibatnya kalangan pesantren juga tidak dilibatkan sebagai delegasi dalam Mu'tamar 'Alam Islami (Kongres Islam Internasional) di Mekkah yang akan mengesahkan keputusan tersebut.H. Kedua kitab tersebut kemudian diejawantahkan dalam khittah NU. maka K. maka Raja Ibnu Saud mengurungkan niatnya. Didorong oleh minatnya yang gigih untuk menciptakan kebebasan bermazhab serta peduli terhadap pelestarian warisan peradaban. Berangkat dari komite dan berbagai organisasi yang bersifat embrional dan ad hoc. Hasyim Asy'ari. K. Sejauh mana pengaruh faham Ahlussunnah Wal Jamaah dengan banyaknya jumlah massa NU saat ini? BAB II LANDASAN MATERI 25 .H. Organisasi ini dipimpin oleh K.H. kemudian juga merumuskan kitab I'tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah. 1. Hasyim Asy'ari merumuskan kitab Qanun Asasi(prinsip dasar). Hasyim Asy'ari sebagai Rais Akbar. Untuk menegaskan prisip dasar organisasi ini.[2] C. yang diketuai oleh K. Wahab Hasbullah dan sesepuh NU lainnya melakukan walk out. Maka setelah berkordinasi dengan berbagai kyai. 2. Wahab Hasbullah.H.H. Atas desakan kalangan pesantren yang terhimpun dalam Komite Hejaz. Sumber lain menyebutkan bahwa K. Hasilnya. untuk mengantisipasi perkembangan zaman. maka setelah itu dirasa perlu untuk membentuk organisasi yang lebih mencakup dan lebih sistematis. keagamaan dan politik. maka kalangan pesantren terpaksa membuat delegasi sendiri yang dinamakan Komite Hejaz. yang dijadikan sebagai dasar dan rujukan warga NU dalam berpikir dan bertindak dalam bidang sosial. Rumusan Masalah Apa sebenarnya faham Ahlussunnah Wal Jamaah? Mengapa NU Memiliki massa begitu banyak di Indonesia? 3.

Ajaran Aswaja yang dikembangkan NU berporos pada tiga ajaran pokok dalam Islam yang meliputi bidang aqidah. adalah sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antara ekstrim aqli(rasionalis) dengan kaum ekstrim naqli (skripturalis). Kemudian dalam bidang fiqih lebih cenderung mengikuti mazhab: imam Syafi'i dan mengakui tiga madzhab yang lain: imam Hanafi. Suaidi Asyari memperkirakan ada sekitar 51 juta dari Muslim santri Indonesia dapat dikatakan pendukung atau pengikut paham keagamaan NU.A. merupakan mereka yang sama paham keagamaannya dengan paham kegamaan NU. 26 . Paham keagamaan Sebagai organisasi social keagamaan . NU tidak lepas dari wacana pemikiran keagamamaan Ahl al-Sunnah wa al-Jama‟ah (Sunni). Sedangkan dari segi paham keagamaan maka bisa dilihat dari jumlah orang yang mendukung dan mengikuti paham kegamaan NU. Ahlussunah waljama'ah. tetapi juga menggunakan kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik. yang mengintegrasikan antara tasawuf dengan syariat[3]. Namun belum tentu mereka ini semuanya warga atau mau disebut berafiliasi dengan NU. B. Jika istilah warga disamakan dengan istilah anggota.dan imam Hanbali sebagaimana yang tergambar dalam lambang NU berbintang 4 di bawah. Jumlah keseluruhan Muslim santri yang disebut sampai 80 juta atau lebih. Apabila dilihat dari segi pendukung atau simpatisan. Basis pendukung Dalam menentukan basis pendukung atau warga NU ada beberapa istilah yang perlu diperjelas. ada dua cara melihatnya. Dari segi politik. Partai SUNI. imam Maliki.sunnah. Fiqh dan Tasawwuf. Sementara dalam bidang tasawuf. maka sampai hari ini tidak ada satu dokumen resmipun yang bisa dirujuk untuk itu. dan sebagian dari PPP. Karena itu sumber pemikiran bagi NU tidak hanya al-Qur'an. serta Muslim tradisionalis yang sepaham dengan NU. yaitu: anggota. Dalam bidangAqidah (teologi) dirujuk dari pemikir terdahulu seperti Abu Hasan Al-Asy'ari dan Abu Mansur AlMaturidi. PKU. Hal ini karena sampai saat ini tidak ada upaya serius di tubuh NU di tingkat apapun untuk mengelola keanggotaannya. bisa dilihat dari jumlah perolehan suara partai-partai yang berbasis atau diasosiasikan dengan NU. mengembangkan metode Al-Ghazali dan Junaid Al-Baghdadi. PNU. seperti PKBU. pendukung atau simpatisan. Maka dalam hal ini bisa dirujuk hasil penelitian Saiful Mujani (2002) yaitu berkisar 48% dari Muslim santri Indonesia.

C. Pada perkembangan terakhir terlihat bahwa pengikut NU mempunyai profesi beragam. 47. Pada umumnya mereka memiliki ikatan cukup kuat dengan dunia pesantren yang merupakan pusat pendidikan rakyat dan cagar budaya NU.125 Ranting[4]. jaringan organisasi NU meliputi: 33 Wilayah. maka pada tataran implementasinya sangat dipengaruhi oleh model pemikiran dan prilaku (manhaj al-fikr wa sirah) dalam pembumian ajaran Islam yang bertumpu pada tiga sikap / karakter dalam beragama. maka penduduk NU di desa banyak yang bermigrasi ke kota memasuki sektor industri. Maliki. sejalan dengan cepatnya mobilitas sosial yang terjadi selama ini. Misi dan Strategi Dakwah Berkaitan dengan misi Nahdhatul Ulama (NU) sebagai jam‟iyyah diniyah kami kutipkan dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai berikut : Bab II : Aqidah Pasal 3 : Nahdlatul Ulama sebagai jam‟iyyah diniyyah Islamiyah beraqidah Islam menurut faham Ahlussunnah wal jama‟ah yang menganut salah satu mazdhab empat: Hanafi. serta selain itu juga sama-sama sangat menjiwai ajaran ahlus sunnah wal jamaah. Basis pendukung NU ini cenderung mengalami pergeseran. 5. maka saat di sektor buruh di perkotaan. 439 Cabang. Demikian juga dengan terbukanya sistem pendidikan. Sulawesi dan Sumatra.Berdasarkan lokasi dan karakteristiknya. karena secara sosial ekonomi memiliki problem yang sama.450 Majelis Wakil Cabang / MWC. mayoritas pengikut NU terdapat di pulau Jawa. 15 Cabang Istimewa yang berada di luar negeri. Maka kalau selama ini basis NU lebih kuat di sektor petani di pedesaan. Kalimantan. Hingga akhir tahun 2000. Syafi‟I dan Hambali. basis intelektual dalam NU juga semakin meluas. Bab V : Tujuan dan Usaha Pasal 6 : Tujuan Nahdhatul Ulama adalah berlakunya ajaran Islam menurut faham Ahlussunnah wal jama‟ah didalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Adapun berkaitan dengan strategi dakwah yang dikembangkan oleh NU. Mereka memiliki kohesifitas yang tinggi. Sejalan dengan pembangunan dan perkembangan industrialisasi. 27 . meskipun sebagian besar di antara mereka adalah rakyat jelata baik di perkotaan maupun di pedesaan. juga cukup dominan.

4. 2) Tawazun dan Ta‟adul (keseimbangan) sikap ini terefleksi dalam tata pergaulan baik dimensi politik maupun budaya yaitu dengan mengambil sikap akomodatif kritis dengan mengembangkan seruan amar ma‟ruf nahi munkar. menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. 5. sesat kepada orang lain. mengusahakan kesejahteraan rakyat serta kebudayaan yang sesuai dengan nilai keislaman dan kemanusiaan. Hal ini ditandai dengan lahirnya BMT dan Badan Keuangan lain yang yang telah terbukti membantu masyarakat. NU berusaha mengabdi dan menjadi yang terbaik bagi masyarakat. Hal ini terbukti dengan lahirnya Lembaga-lembaga Pendidikan yang bernuansa NU dan sudah tersebar di berbagai daerah khususnya di Pulau Jawa. berbudi luhur. Di bidang ekonomi. melaksanakan dakwah Islamiyah dan meningkatkan rasa persaudaraan yang berpijak pada semangat persatuan dalam perbedaan. 3) Tasamuh (toleran) yaitu mengembangkan dan menumbuhkan sikap menghormati keragaman pemahaman. Di bidang sosial budaya. D. Prinsip ini dimaksudkan dalam upaya membangun ukhuwwah baik ukhuwwah Islamiyah. 3.[5] BAB III ANALISA 28 . Mengambil sikap tengah antara: wahyu dan akal. Mengembangkan usaha lain yang bermanfaat bagi masyarakat luas. tindakan maupun gerakan dalam konteks keislaman. berpengetahuan luas.1) Tawassuth (moderat) yaitu sikap tengah yang berintikan pada prinsip hidup yang menjunjung tinggi keharusan berlaku adil dan lurus di tengah kehidupan tanpa mengambil sikap ekstrim. mengusahakan pemerataan kesempatan untuk menikmati hasil pembangunan. Usaha 1. Implementasi sikap ini dalam konteks hukum adalah keseimbangan dalam menggunakan wahyu dan akal dan dalam konteks aqidah tidak gampang memberikan vonis kafir. Di bidang pendidikan. dengan mengutamakan berkembangnya ekonomi rakyat. Di bidang agama. untuk membentuk muslim yang bertakwa. Taqdir dan ikhtiyar dan antara taqlid dan ijtihad. Basyariyah maupun Wathaniyah. 2.

menangmenangan serta menutup diri dari pihak lain (eksklusif). NU dianggap mampu mengendalikan egoisme fanatisme keagamaannya demi keutuhan dan kesatuan bumi pertiwi ini. fungsional. sesungguhnya merupakan sikap dan perilaku yang tidak etis. melahirkan wawasan dan orientasi politik substantive. dalam arti memadukan ajaran Islam tekstual dengan konteks lokalitas dalam kebijakan beragama. suku dan bangsa. apalagi dengan sikap egoisme yang berlebihan. ras. serta memaksakan kehendaknya kepada orang lain. merangkul dan tidak memusuhi pihak lain. bahkan amanah Ilahiyah dan kemanusian yang harus dimaknai dan disikapi dengan arif. 2) Islam diturunkan ke dunia bukan untuk menghapuskan segala yang sudah ada dan telah dilakukan dan dihasilkan oleh suatu kelompok budaya. Keanekaragaman serta perbedaan paham dan aliran kelompok atau golongan merupakan sunatullah (sejalan dengan hukum-hukum Allah). Atas dasar itulah yang kemudian NU memiliki pandangan dalam berdakwah bahwa. 29 . bukanlah menjadi hal yang mengherankan jika kamudian NU memiliki begitu banyak simpatisan di bumi nusantara ini. Kemajemukan (pluralitas) dalam hidup merupakan rahmat. sikap mengklaim kebenaran hanya milik sendiri dan pihak lain selalu salah. peradaban bangsa. merangkul dan melakukan dialog secara kreatif untuk menjalin kebersamaan dan kerjasama atas dasar saling menghormati. 1) Islam diturunkan sebagai rahmatan lil 'aalamiin. Karena hal itu akan menimbulkan konflik dan keterpecahan di masyarakat luas. moral keagamaan dan kemanusiaan. tidak pantas dan tidak layak.[6] Atas dasar toleransi dan solidaritas terhadap kemajemukan (pluralitas) itu. terbuka. Karenanya. saling mendukung dan membantu. karena dianggap mampu mengakomodasi dari berbagai kepentingan yang ada. fitri. agama.NU sebagai sebuah jamiyyah dhiniyyah yang berhaluan faham Ahlussunnah wal Jamaah sangat memiliki kemampuan praksis. NU berpendirian agar setiap orang atau kelompok hendaknya dapat menerima kebenaran dan kebaikan dari pihak lain yang berbeda dengan tetap mengacu kepada nilai intelektual. NU memandang. membuka diri. Bahkan dinilai dari kulit luarnya. 3) Bahwa realitas kehidupan harus dilihat secara subtantif (hakikiyah). baik kepentingan agama. kebangsaan dan kebudayaan. hanif serta dapat diterima dan dilaksanakan oleh seluruh umat manusia tanpa harus menghilangkan identitas ras. suku dan ras. memiliki makna dan fungsi universal yang suci.

nu. 2001 [1] Drs. M. Jepara. fiqh dan tasawwuf. Aswaja ditafsirkan kembali.wikipedia. Aswaja ditafsirkan kembali. Moh. M. Ahlussunnah wal Jamaah sebagai Aqidah yang lurus. H. Raja Grafindo Persada.. MA. Noer. www. Semoga dari yang sedikit ini dapat diambil manfaatnya. Al Wailaturi. MA. DR.. 2009 id.KH.Ag [2] Wikipedia [3] ibid [4] PBNU. BAB IV PENUTUP Demikian pemaparan dari sejarah singkat dakwah NU yang telah kami usahakan dengan segala kemampuan kami.or. Kediri. hal. 5. Amin DAFTAR PUSTAKA Masjhudi.Madzhab Ahlus Sunnah wa al-Jama‟ah dalam pandangan NU merupakan pendekatan yang multidimensional dari sebuah gagasan konfigurasi aspek aqidah.or. Materi Kuliah Aswaja INISNU Jepara. Ponpes Hidayatut Thullab.id Al Malibari.id [5] Ibid 30 .org www.nu. Jakarta. Biografi dan Garis Besar Pemikiran Kalam Ahlussunnah wal Jamaah. Adnan. 2007 Al Barsany. Masjhudi. Iskandar. Abu Muhammad.Ag. H.

RUMUSAN MASALAH Bagaimana Sejarah Berdirinya Muhammadiyah dan NU? Apa Saja Bentuk-Bentuk Pemikiran Muhammadiyah dan NU? Apa Tujuan Terbentuknya Muhammadiyah dan NU? PEMBAHASAN Sejarah Berdirinya Muhammadiyah dan NU Sejarah Berdirinya Muhammadiyah Muhammadiyah didirikan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H.[1]Organisasi ini didirikan atas saran yang diajukan oleh murid-muridnya dan beberapa orang 31 . Panduan Dakwah. Diantaranya yaitu Muhammadiyah dan NU. Organisasi ini diberi nama Muhammadiyah yaitu semua orang yang beragama Islam dan memahami bahwa Nabi Muhammad adalah hamba yang menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang benar-benar masyarakat utama. bertepatan dengan tanggal 18 Nopember 1912 M di Yogyakarta oleh KH. Termasuk dalam pembentukan budaya Islam dalam masyarakat luas. mereka tidak bertentangan dengan landasan pokok atau syari‟at agama Islam. Paham-paham Islam di Indonesia merupakan suatu perkumpulan terstruktur yang mempunyai misi sebagai pembenahan pemahaman. Peran tersebut terus berlangsung hingga sekarang.. JAM‟IYYAH) PENDAHULUAN Beberapa organisasi Islam di Indonesia telah memiliki andil yang cukup besar terhadap proses pengembangan agama Islam. Antara keduanya memiliki visi.[6] Arland. A. Paham-paham Islam di Indonesia banyak macamnya. Walaupun begitu. misi. kepercayaan ataupun agama untuk menjadikan ke depan lebih baik. cara pandang dan tujuan yang berbeda satu sama lain. Dahlan beserta sahabat dekat dan murid-muridnya. Dalam makalah ini akan dijelaskan secara lebih jelas mengenai dua paham Islam tersebut (Muhammadiyah dan NU) sebagai gerakan pembaharu Islam. Forum PBNU PAHAM-PAHAM AGAMA ISLAM DI INDONESIA (MUHAMMADIYAH DAN NU: JAMA‟AH.

dan sebagainya. perekonomian. kerumahtanggaan.[3] Ada 2 (dua) faktor yang menjadi penyebab berdirinya gerakan ini: Faktor Subyektif Faktor Subyektif ialah pelakunya sendiri. Faktor Obyektif Faktor obyektif yang dimaksud ialah keadaan dan kenyataan yang bekembang saat itu. dimotivasi. Yang dimaksud disini ialah. kalau mau mendirikan Muhammadiyah maka harus dimulai dari orangnya sendiri. ikatan batin. tak dapat dilepaskan dari ajaran-ajaran Islam. dan dinikmati oleh umat sebagai “rahmatan lil „alamin”. Faktor berdirinya bersifat internal dari umat Islam. Persatuan. yang dapat dihayati. atas kesadaran dan keinsyafan bahwa setiap manusia hanya bisa memenuhi kebutuhannya bila bersedia untuk hidup bermasyarakat. dan nyata. kemasyarakatan. Sementara faktor eksternalnya adalah bahwa pemerintah Belanda merupakan keadaan obyektif eksternal umat Islam pertama yang melatar belakangi berdirinya Muhammdiyah. konkret. Kalau tidak. Segala yang dilakukan oleh Muhammadiyah. maka Muhammadiyah bisa dibawa kemana saja.anggota Budi Utomo untuk mendirikan suatu lembaga pendidikan yang bersifat permanen.[2] Latar belakang berdirinya Muhammadiyah yaitu: Kelahiran Muhammadiyah tidak lain karena diilhami.[4] Sejarah Berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) Nahdlatul Ulama didirikan pada 16 Rajab 1344 H/31 Januari 1926 M. Hal ini hanya merupakan pendorong lebih hangat dari permulaan yang telah ditetapkan dan hendak dilakukan subyeknya. manusia berusaha mewujudkan kebahagiaan dan menolak bahaya terhadapnya. dirasakan. Tegasnya gerakan Muhammadiyah hendak berusaha untuk menampilkan wajah Islam dalam wujud yang riel. Dan ini merupakan faktor sentral. dan disemangati oleh ajaran-ajaran Al-Qur‟an dan karena itu pula seluruh geraknya tidak ada motif lain kecuali semata-mata untuk merealisasikan prinsip-prisip ajaran Islam. baik dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Faktor yang lain hanya menjadi penunjang saja. Maksudnya kenyataan bahwa ajaran Islam yang masuk ke Indonesia kemudian menjadi agama umat Islam di Indonesia sebagai akibat perkembangan Islam pada umumnya ternyata sudah tidak utuh dan tidak murni lagi. saling bantu-mambantu dan kesatuan merupakan prasyarat dari tumbuhnya 32 .

kelima. juga SD. seperti Pesantren Tebuireng Jombang. KH. Ma‟shum Lasem dan sebagai ketua pertamanya adalah KH. Bahkan diantara para tokoh NU ada yang diakui sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah RI antara lain: KH. Pesantren Kajen Pati. kedua. MTs. NU akhirnya menyatakan kembali ke Khithah 26. Pesantren Kalibeber Wonosobo. tajdid dan keenam. Zainul Arifin. Idham Khalid (pernah ketua DPRMPR). Tokoh-tokoh NU antara lain: KH. SMA. Dr. peran NU cukup besar.tali persaudaraan dan kasih sayang yang menjadi landasan bagi terciptanya tata kemasyarakatan yang baik dan harmonis. Dalam perjuangan politik. dakwah.[7] Bentuk-Bentuk Pemikiran Muhammadiyah dan NU Bentuk-Bentuk Pemikiran Muhammadiyah Kategorisasi pemikiran Muhammadiyah mengelompokkan pemikiran Muhammadiyah ke dalam jenis pemikiran yang bersifat filosofis dan teoritis. pernah menjadi presiden RI ke-4. KH. yaitu meninggalkan perjuangan politik praktis. Abdurrahman Wahid. dan KH. tauhid. dan sosial terutama penyiaran agama Islam menurut faham Ahlus Sunnah wal Jama‟ah. sampai Perguruan Tinggi. Wahid Hasyim. Pesantren Cipasung Tasikmalaya dan lain-lain. setelah keluar dari partai politik Masyumi (1955). Dengan tajdid dimaksudkan sebagai penempatan rasio atau akal atau arro‟yu sebagai alat dalam memahami dan merealisasikan ajaran Islam. dan mempertahankan salah satu mazhab empat dalam masalah yang berhubungan dengan fiqih (hukum Islam). Dalam hal i‟tiqad berpegang pada aliran Ahlus Sunnah wal Jama‟ah. organisai. Pesantren Buntut Cirebon. Hasyim Asy‟ari. Pesantren Lasem Rembang. ibadah. NU memiliki pondok pesantren besar yang menyebar di Indonesia. Disamping pesantren pendidikan yang dikelola NU adalah sekolah-sekolah formal sejak MI. ketiga. keempat. Bisyri Syamsuri. ittiba‟. Pertama. KH. KH. Pesantren Lirboyo Kediri. 33 . Pemikiran Muhammadiyah dapat disusun secara garis besar filosofi keperjuangan Muhammadiyah dalam lima prinsip. SMP. kemasyarakatan/jama‟ah. NU pernah terjun dibidang politik.[6] Lapangan usaha NU meliputi bidang-bidang pendidikan. Dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia. Tokoh pendiri NU adalah KH.[5] Nahdlatul Ulama artinya Kebangkitan Ulama didirikan di Surabaya sebagai reaksi terhadap berdirinya gerakan reformasi dalam Islam di Indonesia. KH. Hasyim Asy‟ari. Pesantren Ploso Kediri. Zainal Mustafa. Wahab Hasbullah. Pesantren Asembagus Situbondo. MA.

maka penerapan prinsip di atas dikembangkan melalui pertimbangan rasional dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. penertiban administrasi dan organisasi. ukhuwah-islamiyah sebagai prinsip hubungan kemasyarakatan. Kedua. Kedua. maka gerak dakwah Muhammadiyah dalam semua aspek kehidupan sosial harus merupakan pelaksanaan dan penjabaran enam prinsip itu. pendalaman akidah bagi pimpinan dan anggota. Selanjutnya. Keempat. jenis pemikiran yang kedua yang bersifat teoritis mengandung beberapa prinsip strategi dan teori keperjuangan Muhammadiyah melalui gerakan dakwah dan tajdid. Sesuai dengan posisi pemikiran jenis kedua tersebut. Oleh karena itu kehidupan sosial selau berubah setiap saat.[8] Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dapat dipahami dari dua segi: pertama dapat diartikan bahwa gerakan Muhammadiyah harus berciri/ bersifat Islam. Seperti kedisiplinannya dalam menepati waktu. 34 . Kelima. ekonomi. politik dalam pengertiannya yang luas merupakan sub-sistem dari konsep dan gerakan dakwah Islam. profesionalisasi dan spesialisasi sebagai metode pembagian kerja dan tugas dalam gerakan dakwah. Kedelapan. Pemikiran ini disebut teoritis dan strategis karena merupakan teoritisasi norma yang tercantum dalam pemikiran jenis pertama dengan realitas hidup obyektif. pengembangan keterbukaan dan kemerdekaan berpikir secara rasional. tetapi juga mendirikan tempat. menjadikan Islam ini bergerak (dinamis) tidak diam (statis) sehingga adanya Islam dapat dirasakan oleh semua orang. dakwah Islam merupakan konsep umum pengembangan tata kehidupan Islam. Ketujuh. Pertama. Kesepuluh. dapat diartikan menggerakkan Islam.Berdasarkan prinsip tersebut di atas. Secara garis besar prinsip strategi keperjuangan Muhammadiyah terdiri dari beberapa konsep.memperluas wawasan pemahaman Islam. tidak hanya orang Muhammadiyah saja. sebagai ibadah dalam konteks hidup sosial/jama‟ah yang dikembangkan sesuai dengan pola sunnah rasul. Demikian pula halnya dengan pengembangan amal usaha Muhammadiyah yang meliputi berbagai aspek kehidupan sosial. maka pemikiran jenis kedua bersifat kondisional yang lahir sebagai jawaban terhadap realitas kehidupan sosial yang selalu berubah. Oleh karena itu penataan organisasi Muhammadiyah harus berdimensi tauhid. dan rumah sakit. Ketiga.yang bermanfaat lainnya seperti mendirikan sekolah. budaya dan politik. Kesembilan. Keenam. korektif dan musyawarah. peningkatan mutu kehidupan sosial dan ekonomi anggota serta warga masyarakat antara lain dilakukan melalui peningkatan mutu amal-usaha Muhammadiyah di bidang sosial.

Asy‟ari dan Imam Abu Mansur Al. sebab keempat madzhab tersebut berlandaskan al-Qur‟an dan as-Sunnah di samping ijma‟ dan qiyas sebagai sumber pokok Islam. Adapun faham ahlus sunnah wal jama‟ah yang dianut oleh NU adalah faham yang dipelopori oleh Abul Hasan Al.Sebagai gerakan Islam. sehingga terwujud masyarakat yangmutamaddin.Maturidi. Dalam bidang aqidah yang dianut oleh NU sejak didirikan pada tahun 1926 adalah Islam atas dasar Ahlus sunnah wal jama‟ah. yang pada gilirannya akan membentuk karakteristik tersendiri dalam perjalanan kehidupan NU. yang adil makmur serta diridhai Allah. Oleh karena itu segala sikap. fiqh dan tasawuf.[12] Dalam bidang fiqh. bekerja dan bergerak ditengah masyarakat dalam melaksanakan dakwah Islam yang berprinsip pada Amar Ma‟ruf nahi Munkar dalam arti yang sebenarnya dan seluas-luasnya untuk menggerakkan dan menjunjung tinggi agama Islam. yaitu: bidang aqidah. menjadi pedoman dalam perjalanan kehidupan NU.[9] Bentuk-Bentuk Pemikiran NU Sejak awal pendiriannya NU merupakan organisasi yang bermotif dan berlandaskan keagamaan yang spesifik dengan haluan Ahl-Sunnah wa alJama‟ah.[10] Adapun prinsip-prinsip ajaran yang memberikan nuansa spesifik pada NU dapat dikemukakan sebagai berikut: Paham NU dalam bidang keagamaan Pikiran Nahdlatul Ulama dalam bidang keagamaan secara ringkas dapat dibagi dalam tiga bidang. Imam Al-Junaid Al Bagdadi adalah salah seorang ulama sufi terkenal yang wafat pada tahun 910 M di Irak 35 . menjadi landasan perjuangan yang senantiasa dipegang teguh dalam mengembangkan Islam di Indonesia. perilaku.[13] Faham NU dalam bidang tasawuf mengikuti aliran tasawuf yang dipelopori oleh Imam Al-Junaid Al Bagdadi dan Imam Al-Ghazali. serta membedakannya dengan organisasi keagamaan yang lain. Walaupun demikian tidak berarti NU tidak lagi menganut ajaran Rasulullah. Prinsip-prinsip ajaran (ideologi) yang dianutnya menjadi tuntutan atau pedoman bagi praktik-praktik keagamaan maupun dalam kehidupan sosial-kemasyarakatan di kalangan NU.[11] Faham ini menjadi cita-cita kelahiran. dan karakter perjuangannya akan selalu diukur berdasarkan norma dan prinsip ajaran agama Islam yang dianut. Muhammadiyah berjuang dalam bidang masyarakat. dalam rangka mengajarkan agama Islam NU menganut dan mengikuti produk hukum Islam (fiqh) dari salah satu madzhab empat sebagai konsekuensi dari menganut faham ahlus sunnah wal jama‟ah.

Menyerasikan khidmad kepada Allah SWT. Al-Ijma‟. jiwa. maka pada tahun 1957 para tokoh NU membentuk suatu badan Jam‟iyah al-Thariqah al-Muqtabarah. yaitu melindungi: Agama. yaitu: Al-Qur‟an.sedang Imam Al-Ghazali adalah ulama besar yang berasal dari Persia. Sikap Tawazun yaitu sikap seimbang dalam berkhidmad. AsSunnah. keturunan/kehormatan. sedang I‟tidal artinya tegak. Sikap Tasammuh maksudnya adalah NU bersikap toleran terhadap perbedaan pandangan. Sikap Tawasuth dan I‟tidal maksudnya sikap tengah yang berintikan kepada prinsip hidup yang menjunjung tinggi keharusan berlaku adil dan lurus ditengah tengah kehidupan bersama. Tawasuth artinya tengah. Warga NU diharapkan mempunyai kepekaan untuk mendorong berbuat baik dan bermanfaat bagi kehidupan sesama. serta mencegah semua hal yang menjerumuskan dan merendahkan nilai-nilai kehidupan. Sikap ini harus dimiliki baik oleh aktifis NU maupun segenap warga dalam berorganisasi dan bermasyarat. tasammuh. Amar Ma‟ruf Nahi Munkar.Untuk kepentingan ini.[15] Tujuan Muhammadiyah dan NU Tujuan Pendirian Muhammadiyah 36 . NU juga mengacu kepada lima pokok tujuan syar‟iyah. yang dikemukakan oleh oleh Imam As Sathibi. Ciri lain dalam metode berfikir NU adalah mengacu kepada kaidah-kaidah fiqh. yaitu membentuk sikap mental dan kesadaran batin yang benar dalam beribadah bagi warga NU. Badan ini merupakan wadah bagi warga NU dalam mengikuti ajaran tasawuf. baik dalam masalah keagamaan terutama hal-hal yang bersikap furu‟ atau yang menjadi masalah khilafiyah maupun dalam masalah kemasyarakatan dan kebudayaan. Sikap kemasyarakatan NU bercirikan pada sifat: tawasuth dan i‟tidal. Selain empat sumber hukum Islam tersebut. Pola pikir NU Dalam NU dikenal sumber hukum Islam itu ada empat. Qiyas. Sikap Tawasuth dan I‟tidal.[14] Faham NU dalam bidang kemasyarakatan Sikap NU dalam bidang kemasyarakatan diilhami dan didasari oleh sikap dan faham keagamaan yang dianut. dan akal sehat. khidmad kepada sesama manusia serta kepada lingkungannya. tawazun dan amar ma‟ruf nahi munkar. harta.

lebih banyak berhubungan dengan cara-cara penyelenggaraan pengajaran. NU dengan demikian merupakan gerakan keagamaan yang bertujuan untuk ikut membangun dan mengembangkan insan dan masyarakat yang bertakwa kepada 37 . yang dimaksudkan KH. Bidang kemasyarakatan Di bidang sosial dan kemasyarakatan. rumah yatim-piatu. luas dalam pandangan dan faham masalah ilmu keduniaan. pendidikan mempunyai arti penting.Misi utama yang dibawa oleh Muhammadiyah adalah pembaharuan (tajdid) pemahaman agama. usaha yang dirintis oleh Muhammadiyah yaitu didirikannya rumah sakit. Dari segi cita-cita. yaitu: bidang keagamaan. dalam pelaksanaan agama baik yang menyangkut aqidah (keimanan) ataupun ritual (ibadah) haruslah sesuai dengan aslinya. serta untuk memepersatukan langkah para ulama dan para pengikut-pengikutnya dalam melakuka kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan masyarakat. yaitu sebagaimana diperintahkan oleh Allah swt dalam al-Qur‟an dan dituntunkan oleh Nabi Muhammad saw lewat sunnah-sunnahnya. kemajuan bangsa dan ketinggian harkat dan martabat manusia. yang dikelola melalui lembaga-lembaga dan bukan secara individual sebagaimana dilakukan orang pada umumnya.[16] Tujuan Pendirian NU Nahdlatul Ulama didirikan dengan tujuan untuk memelihara. dan bidang kemasyarakatan. melestarikan. Yaitu segi cita-cita dan segi teknik pengajaran. Oleh karena itu. poliklinik. bidang pendidikan. alim dalam agama. mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam yang berhaluan Ahlussunnah wal Jama‟ah dan menganut salah satu madzhab empat. Sekarang ini usaha pembaharuan Muhammadiyah secara ringkas dapat dibagi ke dalam tiga bidang. Ahmad Dahlan ialah ingin membentuk manusia muslim yang baik budi. dan pembaharuan dalam arti modernisasi. dan bersedia berjuang untuk kemajuan masyarakatnya. Karena melalui bidang inilah pemahaman tentang Islam dapat diwariskan dan ditanamkan dari generasi ke generasi. Pembaharuan pendidikan meliputi dua segi. Adapun teknik. Bidang pendidikan Bagi Muhammadiyah. Bidang keagamaan Pembaharuan dalam bidang keagamaan ialah memurnikan kembali dan mengembalikan kepada keasliannya. Adapun yang dimaksud dengan pembaharuan oleh Muhammadiyah ialah pembaharuan dalam arti mengembalikan keasliannya kemurniannya.

jama‟ah mushalla dan sebagainya.Allah SWT. Kata ulama dalam rangkaian Nahdlatul Ulama tidak selalu berarti NU hanya beranggotakan Ulama tetapi memiliki maksud bahwa Ulama mempunyai maksud kedudukan istimewa didalam NU. sikap. Kedua. cerdas. Disiplin operasional dan langkah-langkah perjuangan. mereka diharapkan menjadi pendukung masal bagi gagasan. Jam‟iayyah ini dibentuk untuk menjadi wadah perjuangan para ulama dan para pengikutnya. Masingmasing harus diurus secara baik dan tepat. tahlilan. mulai dari pendaftaran anggota. Bahkan mereka tidak mau dikatakan bukan orang NU. Mereka tersebar dalam berbagai kelompok kegiatan. Kedua macan kelompok tersebut. Nahdlatul Ulama mempunyai dua wajah: Pertama. Yaitu sebagai organisasi formal struktural yang mengikuti mekanisme organisasi modern seperti memiliki pengurus. mutasi. Inilah yang kemudian disebut Khitthah Nahdlatul Ulama. merupakan potensi bagi organisasi ini. Sedangkan sebagai jam‟ah NU. wajah jama‟ah (NU jama‟ah). Yaitu kelompok ideologis kultural yang mempunyai pandangan. berakhlak mulia. proses pembentukan pengurus dan sebagainya. adil dan sejahtera. NU mewujudkan cita-cita dan tujuannya melalui serangkaian ikhtiyar yang didasari oleh dasar-dasar faham keagamaan yang membentuk kepribadian khas NU. wawasan keagamaan dan budaya ala NU. Anehnya mereka tidak mudah diatur sebagai jam‟iyyah NU. keputusan-keputusan resmi dan lainlain. tenteram. anggota. seperti jama‟ah yasinan. wali murid madrasah NU. karena baliau adalah pewaris dan mata rantai penyalur ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Pembinaan odeologi dan wawasan yang mumpuni.[17] NU didirikan sebagai Jam‟iyyah Diniyyah (organisasi keagamaan kemasyarakatan). iuran. Bahkan idealnya jam‟iyyah NU dapat menjadi organisasi kader dengan melakukan langkah-langkah taktis seperti: Tertib administrasi dan organisasi yang mantap. rapat-rapat resmi. meskipun keberadaan mereka tidak terdaftar sebagai warga jam‟iyyah NU.[18] ANALISIS 38 . wajah Jam‟iyyah (NU jam‟iyyah). langkah amaliah organisasi dan sebagainya. terampil.

jumlah rakaat dalam shalat tarawih. Kalau Muhammadiyah mengambil dasar hukum didahului dengan melihat Alqur‟an dan Hadist dulu. 39 . kata sayyidina dalam sholawat. tatanan dan aturan pelaksanaan syari‟atnya saja yang beda. Hasyim Asy‟ari. Islam yang berkembang di Indonesia mengalami kelunturan tentang ke ontetikan Islam itu sendiri. Tujuan berdirinya NU yaitu untuk memelihara. Kalau ada persoalan di kaji dulu masalah itu dan kemudian dicari dalil hukumnya dari berbagai tokoh ulama atau kyai. serta untuk memepersatukan langkah para ulama dan para pengikut-pengikutnya. hanya soal syari‟at. apakah ada dalilnya. Padahal pada dasarnya mengenai aqidah antara Muhammadiyah dan NU itu sama. persoalan yang membedakan mereka adalah cara-nya mencapai Dasar hukum Al-qur‟an dan Hadist tersebut. tetapi kalau di buku-buku karangan kyai atau Ulama sudah cukup kadang tidak terus mencari Al-qur‟an dan Hadist. dan lain-lain. Ahmad Dahlan. Di antara paham-paham agama Islam di Indonesia tersebut yaitu Muhammadiyah dan NU. Berbeda dengan NU. Hal yang sering diperselisihkan tersebut di antaranya masalah bacaan qunut dalam shalat subuh. Misi utama yang dibawa oleh Muhammadiyah adalah pembaharuan (tajdid) pemahaman agama. Dilihat dari kondisi sekarang.Dalam perkembangannya. Dengan hal tersebut di Indonesia membentuk suatu organisasi yang pada dasarnya yaitu mempertahankan agama Islam yang murni seperti ajaran Islam pada waktu dibawa Rasulullah SAW. NU berdiri pada 16 Rajab 1344 H/31 Januari 1926 M pendirinya yaitu KH. melestarikan. Atau dengan kata lain. Muhammadiyah berdiri pada 8 Dzulhijjah 1330 H/18 Nopember 1912 M yang dipelopori oleh KH. Jenis pemikiran Muhammadiyah bersifat filosofis dan teoritis. baru kemudian dilihat ke Alqur‟an atau Hadist. Persoalan yang membedakan mereka sangatlah tipis. mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam yang berhaluan Ahlussunnah wal Jama‟ah dan menganut salah satu madzhab empat. KESIMPULAN Paham-paham agama Islam di Indonesia yang paling terkenal adalah Muhammadiyah dan NU. NU merupakan organisasi yang bermotif dan berlandaskan keagamaan yang spesifik dengan haluan Ahl-Sunnah wa al-Jama‟ah. kalau tidak ada barulah menkaji dan menganalogikan dengan dalil yang dekat dengan persoalan itu. yaitu mereka sama-sama berdasarkan al-Qur‟an dan Hadits. Muhammadiyah dan NU seolah-olah memiliki perbedaan yang menjadikan masyarakat membeda-bedakan dan tidak ada kesatuan antara mereka.

Sejarah Peradaban Islam. hlm. Untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan makalah salanjutnya. Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam. Pemikiran Kyai Haji Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah dalam Perspektif Perubahan Sosial. Sejarah Peradaban Islam. 2007 Noer. Samsul Munir. Membidik NU. Semarang: Rasail. DAFTAR PUSTAKA Amin. 1990 [1] M. 2001 Mulkhan. 1996 Pasha. hlm.114 [4] M. (Jakarta: PT Pustaka LP3ES Indonesia. Musthafa Kamal dan Ahmad Adaby Darban. Malang: PT Tiara Wacana Yogya dan Universitas Muhammadiyah Malang Press. 156 [2] Deliar Noer. 2000 Solikhin. 1990 Muzadi. M. Muhammadiyah Sejarah. Yogyakarta: AL-Amin. NU dalam Perspektif Sejarah dan Ajaran. Yogyakarta: Gama Media. 84 [3] Musthafa Kamal Pasha dan Ahmad Adaby Darban. Jakarta: PT Pustaka LP3ES Indonesia. (Semarang: Rasail. 2005). 2000). Solikhin. Deliar.. Gerakan Moderen Islam di Indonesia 1900-1942. Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Abdul Munir. Solikhin. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. hlm. 1996).Jakarta: Bumi Aksara. Sejarah Peradaban Islam. NU & Ijtihad politik Kenegaraannya. Kami menyadari masih banyak kekurangan dan kekeliruan dalam penyusunan makalah ini. 156-157 40 . Rozikin. Gerakan Moderen Islam di Indonesia 1900-1942. Surabaya: Khalista. 2010 Daman. Sejarah Peradaban Islam.PENUTUP Demikianlah makalah yang dapat kami sajikan. Semoga memberikan manfaat bagi pembaca dan juga pemakalah. Jakarta: Amzah. hlm. Masyhur. Abdul Muchith. 2005 Tim Pembina Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah malang. pemikiran dan Amal Usaha. 1996 Amin.

hlm. (Jakarta: Amzah. (Malang: PT Tiara Wacana Yogya dan Universitas Muhammadiyah Malang Press. hlm. hlm. hlm. 2007). 2001). 117-120 [17] Abdul Muchith Muzadi. 54-55 [13] Masyhur Amin. NU & Ijtihad politik Kenegaraannya. 80 [12] Rozikin Daman.[5] Abdul Muchith Muzadi. hlm. 54 [11] Masyhur Amin. 86-90 [16] Tim Pembina Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah malang. 1996). (Yogyakarta: Gama Media. 58 [7]Samsul Munir Amin. NU dalam Perspektif Sejarah dan Ajaran. hlm. hlm. NU & Ijtihad politik Kenegaraannya. 1990). pemikiran dan Amal Usaha. 2425 [18] Abdul Muchith Muzadi. (Surabaya: Khalista. 3436 41 . Pemikiran Kyai Haji Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah dalam Perspektif Perubahan Sosial. NU & Ijtihad politik Kenegaraannya. NU dalam Perspektif Sejarah dan Ajaran. (Yogyakarta: ALAmin. Muhammadiyah Sejarah. hlm. 24 [6] Musthafa Kamal Pasha dan Ahmad Adaby Darban. 424-425 [8] Abdul Munir Mulkhan. hlm. 2010). Membidik NU. Membidik NU. hlm. hlm. hlm. 85 [15] Masyhur Amin.(Jakarta: Bumi Aksara. 157-158 [10] Rozikin Daman. Solikhin. NU dalam Perspektif Sejarah dan Ajaran. 80 [14] Masyhur Amin. Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam. hlm. NU & Ijtihad politik Kenegaraannya. Sejarah Islam. 53-54 [9] M. Sejarah Peradaban Islam. hlm. 1990).

You're Reading a Free Preview

Descarga
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->