Materi Kuliah Teknik Tenaga Listrik

1. SISTEM TENAGA LISTRIK 1.1. Elemen Sistem Tenaga Salah satu cara yang paling ekonomis, mudah dan aman untuk mengirimkan energi adalah melalui bentuk energi listrik. Pada pusat pembangkit, sumberdaya energi primer seperti bahan baker fosil (minyak, gas alam, dan batubara), hidro, panas bumi, dan nuklir diubah menjadi energi listrik. Generator sinkron mengubah energi mekanis yang dihasilkan pada poros turbin menjadi energi listrik. Melalui transformator penaik tegangan (step-up transformer), energi listrik ini kemudian dikirimkan melalui saluran transmisi bertegangan tinggi menuju pusatpusat beban. Peningkatan tegangan dimaksudkan untuk mengurangi jumlah arus yang mengalir pada saluran transmisi yang dengan demikian berarti rugi-rugi panas (heatloss) I2R dapat dikurangi. Ketika saluran transmisi mencapai pusat beban, tegangan tersebut kembali diturunkan menjadi tegangan menengah, melalui transformator penurun tegangan (step-down transformer). Di pusat-pusat beban yang terhubung dengan saluran distribusi, energi listrik ini diubah menjadi bentuk-bentuk energi terpakai lainnya seperti energi mekanis (motor), penerangan, pemanas, pendingin, dan sebagainya. Satuan listrik : Arus listrik (I) => ampere Tegangan listrik (V) = beda potensial => volt Tahanan (R) = resistansi => ohm Reaktansi (X)=> ohm Impedansi (Z)= R ± jX => ohm Daya (S) = P ± jQ => volt ampere Daya aktif (P) => watt Daya reaktif (Q) => volt ampere reaktif Energi (E) => watt-hour (watt-jam) Faktor daya (cos ϕ ) => tidak ada satuan

1.2.

Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pembangkit listrik jenis ini memanfaatkan bahan bakar minyak, gas alam, atau batubara untuk membangkitkan panas dan uap pada BOILER. Uap ini kemudian dipergunakan untuk memutar turbin yang dikopelkan langsung dengan sebuah generator sinkron. Uap yang telah melalui turbin kemudian menjadi uap bertekanan dan bersuhu rendah. Uap ini kemudian dilewatkan melalui kondenser yang menyerap panas uap tersebut sehingga uap tersebut berubah menjadi air yang kemudian dipompakan kembali menuju boiler.

1.3.

Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) Sebagaimana halnya Pusat Listrik Tenaga Diesel, PLTG merupakan mesin dengan proses pembakaran dalam (internal combustion). Bahan baker berupa minyak atau gas alam dibakar di dalam ruang pembakar (combustor). Udara yang memasuki kompresor setelah mengalami tekanan bersama-sama dengan bahan baker disemprotkan ke ruang pembakar untuk melakukan proses pembakaran. Gas panas sebagai hasil pembakaran ini kemudian bekerja sebagai fluida yang memutar roda turbin yang terkopel dengan generator sinkron.

1.4.

Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Pada reactor air tekan (pressurized water reactor) terdapat dua rangkaian yang seolah-olah terpisah. Pada rangkaian pertama bahan baker uranium-235 yang diperkaya dan tersusun dalam pipa-pipa berkelompok, disundut untuk menghasilkan panas dalam reactor. Karena air dalam bejana penuh, maka tidak terjadi pembentukan uap, melainkan air menjadi panas dan bertekanan. Air panas yang bertekanan tersebut kemudian mengalir ke rangkaian kedua melalui suatu generator uap yang terbuat dari baja. Generator uap ini kemudian menghasilkan uap yang memutar turbin dan proses selanjutnya mengikuti siklus tertutup sebagaimana berlangsung pada turbin uap PLTU.

1.5.

Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Penggunaan tenaga air mungkin merupakan bentuk konversi energi tertua yang pernah dikenal manusia. Perbedaan vertical antara batas atas dengan batas bawah bendungan di mana terletak turbin air, dikenal sebagai tinggi terjun. Tinggi terjun ini mengakibatkan air yang mengalir akan memperoleh energi kinetic yang kemudian mendesak sudu-sudu turbin. Bergantung kepada tinggi terjun dan debit air, dikenal tiga macam turbin yaitu: Pelton, Francis dan Kaplan.

Energi yang akan diubah dari satu system ke system lainnya.2. DASAR ELEKTROMEKANIK 2. proses konversi energi elektromekanik dapat dinyatakan sebagai berikut (untuk motor): (Energi Listrik sebagai input) = (Energi Mekanik sebagai output + Energi panas) + (Energi pada medan magnet dan rugi-rugi magnetic) atau dalam persamaan differensial. Dengan mengingat hukum kekekalan energi. konversi energi dari elektris ke mekanis adalah sebagai berikut: dWE = dWM + dWF Ini hanya berlaku ketika proses konversi energi sedang berlangsung pada keadaan dinamis yang transient. maka perubahan fluks pada konduktor dengan panjang efektif l adalah: dφ = B l ds Dari Hukum Faraday diketahui bahwa gaya gerak listrik (ggl) E = dφ /dt .2. Gaya Gerak Listrik Apabila sebuah konduktor digerakkan tegak lurus sejauh ds memotong suatu medan magnet dengan kerapatan fluks B. maka dWF = 0 dWE = dWM 2. Dengan demikian. Konversi Energi Elektromekanik Konversi energi baik dari energi listrik menjadi energi mekanik (motor) maupun sebaliknya dari energi mekanik menjadi energi listrik (generator) berlangsung melalui medium medan magnet. Untuk keadaan tunak. sementara akan tersimpan pada medium medan magnet untuk kemudian dilepaskan menjadi energi system lainnya. medan magnet di sini selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan energi juga sekaligus sebagai medium untuk mengkopel perubahan energi.1. dimana fluks merupakan harga yang konstan.

tegangan akan dibangkitkan dengan arah yang berlawanan pada kedua ujung rotor yang tidak dihubungkan. Agar proses konversi energi listrik menjadi energi mekanik (motor) dapat berlangsung. Interaksi medan magnet merupakan gaya reaksi (lawan) terhadap gerak mekanik yang diberikan. .4. Arus listrik yang mengalir pada konduktor tadi merupakan medan magnet pula dan akan berinteraksi dengan medan magnet yang telah ada (B). akan mengalir arus listrik I atau energi mekanik berubah menjadi energi listrik (generator).Maka e = B l ds/dt. Agar konversi energi mekanik ke energi listrik dapat berlangsung. Di antara rotor dan stator terdapat celah udara. Stator merupakan kumparan medan yang berbentuk kutub sepatu dan rotor merupakan kumparan jangkar dengan belitan konduktor yang saling dihubungkan ujungnya (lihat gambar) untuk mendapatkan tegangan induksi (ggl). tegangan sumber harus lebih besar daripada gaya gerak listrik lawan. dimana ds/dt = v = kecepatan Jadi. maka kopel yang dibangkitkan adalah T=Fr Perlu diingat bahwa saat gaya F dibangkitkan. Begitu pula. energi mekanik yang diberikan haruslah lebih besar dari gaya reaksi tadi. Kopel Arus listrik I yang dihasilkan di dalam suatu medan magnet dengan kerapatan fluks B akan menghasilkan suatu gaya F sebesar: F=BIl Jika jari-jari rotor adalah r. suatu gerak konduktor di dalam medan magnet akan membangkitkan tegangan e = B l V dan bila dihubungkan dengan beban.3. 2. konduktor bergerak di dalam medan magnet da seperti diketahui akan menimbulkan gaya gerak listrik yang merupakan reaksi (lawan) terhadap tegangan penyebabnya. Mesin Dinamik Elementer Pada umumnya mesin dinamik terdiri atas bagian yang berputar disebut rotor dan bagian yang diam disebut stator. e = B l v 2. Jika kumparan rotor diputar dengan arah berlawanan dari arah jarum jam.

yaitu: F=BIl Seperti diketahui. kopel terjadi sebagai interaksi antara dua medan magnet atau dua arus.Simulasi mesin dinamis (generator) dapat dilihat pada situs ini. satu kali putaran mekanik mesin (360o) berarti sama dengan dua kali putaran listrik (720o). arus listrik (I) pada persamaan di atas akan menimbulkan fluks juga di sekitar konduktor yang dilalui. Dengan menganggap Br dan Bs sebagai fungsi arus rotor dan arus stator. sedang kerapatan fluks akibat kumparan medan adalah Br (pada rotor). 2. Persamaan umumnya adalah sebagai berikut: θ e = (p/2) θm p = jumlah kutub mesin θ e = sudut listrik θ m = sudut mekanik . 2. Maka untuk mesin 4 kutub. Derajat Listrik Pada setiap satu kali putaran mesin.6.5. maka dapat dituliskan: T = K Br Bs sin δ Dimana δ adalah sudut antara kedua sumbu medan magnet Br dan Bs K adalah konstanta l x r Sudut δ dikenal sebagai sudut kopel atau sudut daya dengan harga maksimum δ = 90o. persamaan kopel menjadi: T = K Ir Is sin δ Dengan demikian. Bila kerapatan fluks akibat arus listrik dinyatakan dengan Bs (pada stator). Interaksi Medan Magnet Kerja suatu mesin dinamis dapat juga dilihat dari segi adanya interaksi antar medan magnet stator dan rotor. tegangan induksi yang ditimbulkan sudah menyelesaikan p/2 kali putaran.

yang oleh karenanya akan memperbesar pula arus induksi pada rotor. rotor pun akan ikut berputar mengikuti medan putar stator.7. MOTOR INDUKSI Motor induksi merupakan motor arus bolak balik (ac) yang paling luas penggunaannya. Belitan stator yang dihubungkan dengan suatu sumber tegangan tiga fasa akan menghasilkan medan magnet yang berputar dengan kecepatan sinkron (ns = 120f/2p). Jadi . Medan putar pada stator tersebut akan memotong konduktor-konduktor pada rotor. akan memperbesar kopel motor. putaran rotor cenderung menurun. tetapi merupakan arus yang terinduksi sebagai akibat adanya perbedaan relative antara putaran rotor dengan medan putar (rotating magnetic field) yang dihasilkan oleh arus stator. maka kecepatan berputar mesin tersebut adalah: ns = (120 x 50)/2 = 3000 rpm. sehingga slip antara medan putar stator dan putaran rotor pun akan bertambah besar. Frekuensi Dari persamaan di atas. Karena itu frekuensi gelombang tegangan adalah: f = (p/2) (n/60) n = rotasi per menit n/60 = rotasi perdetik Kecepatan sinkron untuk mesin arus bolak-balik lazim dinyatakan dengan ns = 120 (f/p) Jadi misalnya untuk generator sinkron yang bekerja dengan frekuensi 50 putaran per detik dan mempunyai jumlah kutub p=2. Perbedaan putaran relative antara stator dan rotor disebut slip. Dikenal dua tipe motor induksi yaitu motor induksi dengan rotor belitan dan rotor sangkar. Sumber lainnya tentang elektromagnetik: 3. Penamaannya berasal dari kenyataan bahwa arus rotor motor ini bukan diperoleh dari sumber tertentu.2. dan sesuai dengan Hukum Lentz. sehingga terinduksi arus. . diketahui bahwa untuk setiap satu siklus tegangan listrik yang dihasilkan. mesin telah menyelesaikan p/2 kali putaran. Bertambahnya beban. bila beban motor bertambah.

htm 3. Medan Putar .automatedbuildings.com/news/jul01/art/abbd/abbd.Gambar motor induksi.1. Sumber : http://www.

Dan karena rotor juga mempunyai medan magnet berlawanan arah .htm Sebelum kita membahas bagaimana rotating magnetic field (medan putar) menyebabkan sebuah motor berputar. Jika arus mengalir dengan harga maksimum. Karenanya.Sumber : http://www. Pada sepanjang waktu. maka medan magnet yang dihasilkan juga akan mempunyai perbedaan sudut sebesar 120o pula. atau satu putaran. yang akan beraksi terhadap rotor. Untuk motor induksi. maka rotor juga berputar agar bersesuaian dengan medan magnet stator. medan magnet dari masing-masing fasa bergabung untuk menghasilkan medan magnet yang posisinya bergeser hingga beberapa derajat. maka medan magnet yang dihasilkan akan nol pula. Karena arus yang mengalir pada system tiga fasa mempunyai perbedaan 120o. medan magnet yang dihasilkan oleh setiap fasa akan tergantung kepada arus yang mengalir melalui fasa tersebut. Pada akhir satu siklus arus bolak balik. begitu medan magnet stator berputar. Ketiga medan magnet yang dihasilkan akan membentuk satu medan. Jika arus listrik yang melalui fasa tersebut adalah nol (zero). medan magnet tersebut telah bergeser hingga 360o. Gambar belitan stator tiga fasa. Gambar berikut menunjukkan sebuah stator tiga fasa dengan suplai arus bolak balik tiga fasa pula. Dua belitan pada masing-masing fasa dililitkan dalam arah yang sama. Belitan stator terhubung wye (Y).com/doeelecscience/electricalscience2144.tpub. maka medan magnet berada pada harga maksimum pula. sebuah medan magnet diinduksikan kepada rotor sesuai dengan polaritas medan magnet pada stator. marilah kita tinjau bagaimana medan putar ini dihasilkan. Sepanjang waktu.

arus pada fasa A dan B berada pada separuh harga negative . B’. Penjelasan mengenai ini dapat dilihat pada gambar selanjutnya. Tiga posisi ditandai dengan interval 60o pada gelombang sinus yang mewakili arus yang mengalir pada tiga fasa A. dan C’. Gambar putaran motor induksi dan medan putar. medan magnet akan menimbulkan kutub utara pada kutub stator yang ditandai dengan A’. Pada saat yang sama. dan C. Putaran medan magnet dijelaskan pada gambar di bawah dengan “menghentikan” medan tersebut pada enam posisi. arus pada fasa C berada pada harga positif maksimumnya.yang diinduksikan kepadanya.B. Jika arus mengalir dalam suatu fasa adalah positif. Pada posisi T1. rotor juga akan berputar hingga satu putaran.

gelombang sinus arus telah berotasi sebanyak 60 derajat listrik. gelombang sinus arus telah berotasi sebanyak 180 derajat listrik dari titik T1 sehingga hubungan antara arus-arus fasa adalah indentik dengan posisi T1 kecuali bahwa polaritasnya telah berbalik. Meskipun demikian. medan magnet yang dihasilkan sepanjang fasa C kembali berada pada harga maksimum. dengan kutub-kutub A’ dan B’ menjadi kutub-kutub utara dan kutub-kutub A dan B menjadi kutub-kutub selatan. yang menghasilkan medan magnet ke arah atas sebelah kanan. medan magnet yang timbul mempunyai arah ke atas antara kutub C’ (utara) dan C (selatan). dengan kutub-kutub B dan C menjadi kutub-kutub utara dan kutub-kutub B’ dan C’ menjadi kutub-kutub selatan. dengan arus yang mengalir dalam arah yang berlawanan pada fasa C. Pada posisi ini. Pada posisi T3. arus dalam fasa A telah naik hingga harga negative maksimumnya. antara kutub-kutub A’ (utara) dan A (selatan). dengan kekuatan medan maksimum sepanjang fasa B. Pada posisi T2. Medan magnet ini dibantu oleh medan-medan yang lebih lemah yang timbul sepanjang fasa B dan C. Terlihat bahwa medan magnet sekarang telah berotasi secara fisik sebanyak 180o dari posisi awalnya. Pada posisi ini. Medan magnet ini dibantu oleh medan-medan yang lebih lemah sepanjang fasa A dan C. medan magnet secara fisik telah berputar 60o dari titik sebelumnya sehingga total rotasi sebanyak 240o. arus dalam fasa B telah naik hingga mencapai harga positif maksimumnya. Kembali. antara kutub B (utara) dan B’ (selatan). Medan magnet pun telah berotasi sebesar 60o dari titik T5 sehingga total rotas adalah 300o. . Di sini terlihat bahwa medan magnet pada stator motor secara fisik telah berputar sebanyak 60o. Begitu pula arus pada fasa C telah turun hingga separuh dari harga maksimum positifnya. sementara arus pada fasa C telah berbalik arah dan berada pada separuh harga negative maksimumnya pula. Medan magnet yang dihasilkan terbentuk secara vertical dengan arah ke bawah. gelombang sinus arus berputar lagi 60 derajat listrik dari posisi sebelumnya hingga total rotasi pada posisi ini sebesar 120 derajat listrik. fasa A berada pada harga positif maksimumnya. Medan magnet yang dihasilkan mengarah ke atas kiri. Karena fasa C kembali pada harga maksimum. Pada posisi T5. dengan kekuatan medan maksimum sepanjang fasa A. antara kutub C (utara) dengan C’ (selatan). Medan magnet ini dibantu oleh medan-medan yang lebih lemah yang dihasilkan sepanjang fasa A dan B. Medan magnet yang dihasilkan terbentuk ke kiri arah bawah. Pada titik T6. Arus pada fasa B mempunya arah yang berlawanan dan berada pada separuh harga maksimum positifnya. Sehingga terlihat di sini bahwa medan magnet pada stator telah berputar 60o lagi dengan total putaran sebesar 120o. fasa B berada pada harga maksimum negative yang menghasilkan medan magnet ke arah bawah sebelah kanan. dengan kutub-kutub A’ dan C’ menjadi kutub-kutub utara dan kutub-kutub A dan C menjadi kutub-kutub selatan. Arus pada fasa A telah turun hingga separuh dari harga negative maksimumnya.maksimumnya. dengan kekuatan medan maksimum terjadi sepanjang fasa C. medan magnet yang dihasilkan sepanjang fasa C akan memiliki kekuatan medan maksimum. Pada posisi T4.

berlawanan polaritas dari medan stator.2. Sehingga. medan magnet yang timbul pada stator sebuah motor juga berotasi satu putaran penuh (360o). arus kembali ke polaritas dan nilai yang sama seperti pada Posisi T1. dengan menerapkan tiga-fasa AC kepada tigfa belitan yang terpisah secara simetris sekitar stator. pada titik T7. Karenanya. yang akan mengejar medan magnet pada stator. Dari pembahasan ini. rotor tidak pernah dapat menyamakan posisi dengannya alias selalu tertinggal dan karenanya akan terus mengikuti putaran medan pada stator sebagaimana ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Karena medan pada stator terus menerus berputar. SLIP Jika arus bolak balik dikenakan pada belitan stator dari sebuah motor induksi. terlihat bahwa untuk satu putaran penuh gelombang sinus listrik (360o).Akhirnya. sebuah medan putar timbul. Arah aliran arus ini dapat ditentukan dengan menggunakan aturan tangan kiri untuk generator. Arus yang diinduksikan ini akan menghasilkan medan magnet di sekitar penghantar rotor. 3. medan magnet yang dihasilkan pada posisi ini akan identik dengan pada posisi T1. medan putar (rotating magnetic field) juga timbul. Gambar Induction Motor . Medan putar ini memotong batang rotor dan menginduksikan arus kepada rotor.

Persentase perbedaan antara kecepatan rotor dan kecepatan medan putar disebut dengan slip. tidak akan ada interaksi medan yang diperlukan untuk menimbulkan gerak. 60 Hz. Persen slip dapat dicari menggunakan Equation (12-1). mempunyai kecepatan pada beban penuh sebesar 3554 rpm. Semakin kecil slip. dimana Contoh: Sebuah motor induksi dua kutub. Tanpa induksi EMF ini. karenanya ahrus berputar dengan kecepatan yang lebih rendah dari kecepatan medan putar stator jika gerak relatif tersebut harus ada antara keduanya. Berapakah persentase slip pada beban penuh? Solusi: . Jika kecepatan rotor sama dengan keceparan medan putar stator. terlihat bahwa rotor pada motor induksi tidak pernah dapat berputar dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan medan putar. Rotor. semakin dekat pula kecepatan rotor dengan kecepatan medan putar. dan tidak akan ada induksi EMF kepada rotor. dimana NS= kecepatan sinkron (rpm) NR= kecepatan rotor (rpm) Kecepatan medan putar atau kecepatan sinkron dari suatu motor dapat dicari dengan menggunakan Equation (12-2).Dari penjelasan di atas. maka tidak ada gerak relatif antara keduanya.

dimana Selama operasi normal.3. torque akan naik hingga breakdown torque dan turun mencapai nilai yang diperlukan untuk menarik beban . Seiring dengan pertambahan kecepatan dari rotor. Torque maksimum disebut breakdown torque motor. . Jika beban dinaikkan melebihi titik ini. Torque Torque motor induksi AC tergantug kepada kekuatan medan rotor dan stator yang saling berinteraksi dan hubungan fasa antara keduanya. maka torque akan mencapai harga maksimum sekitar 25% slip. Perubahan torque terhadap slip menunjukkan bahwa begitu slip naik dari nol hingga –10%. K. motor akan stall dan segera berhenti. breakdown torque bervariasi dari 200 hingga 300% torque beban penuh. Torque dapat dihitung dengan Equation (12-3).3. torque naik secara linier. Arus rotor meningkat dengan proporsi yang sama dengan slip. Umumnya. dan cos adalah konstan. Torque awal (starting torque) adalah nilai torque pada 100% slip dan normalny 150 hingga 200% torque beban penuh. Begitu torque dan slip naik melebihi torque beban penuh. sehingga torque berbanding lurus dengan arus rotor.

Ketika motor mencapai 70 hingga 80% dari kecepatan sinkron. Gambar berikut menunjukkan karakteristik Torque terhadap slip. arus pada belitan utama (IM) tertinggal dibelakang arus pada belitan starting (IS). Pada motor fasa terpisah (split-phase motor). . Belitan ini mempunyai resistansi yang lebih tinggi dan reaktansi yang lebih rendah dari belitan utama. Motor satu fasa biasanya digunakan untuk aplikasi kecil seperti peralatan rumah tangga (contoh mesin pompa). Motor Satu Fasa Jika dua belitan stator dengan impedansi yang tidak sama dipisahkan sejauh 90 derajat listrik dan terhubung secara parallel ke sumber satu fasa. 3. dipergunakanlah lilitan starting untuk penyalaan. medan yang dihasilkan akan tampak berputar. Ini disebut dengan pemisahan fasa (phase splitting).motor pada kecepatan konstan. saklar sentrifugal pada sumbu motor membuka dan melepaskan belitan starting. biasanya antara 0 – 10%. Sudut antara kedua belitan mempunyai beda fasa yang cukup untuk menimbulkan medan putar untuk menghasilkan torque awal (starting torque). Jika tegangan yang sama VT dikenakan pada belitan starting dan utama.4.

garis tengah kutub medan putar dan kutub medan dc berada dalam satu garis (gambar dibawah bagian a). Motor sinkron seringkali dinyalakan dengan menggunakan belitan sangkar tupai (squirrel-cage) yang dipasang di hadapan kutub rotor. dan motor mencapai sinkronisasi. arus AC diberikan kepada belitan stator. Ketika motor mencapai kecepatan sinkron. Pada motor sinkron. ada pergeseran kutub rotor ke belakang. Torque yang diperlukan untuk menarik motor hingga mencapai sinkronisasi disebut pull-in torque. Jenis ini mempunyai kumparan yang ditempatkan pada slot rotor. Motor dc saat ini berfungsi sebagai generator dc dan memberikan eksitasi medan dc kepada rotor.3. Beban sekarang boleh diberikan kepada motor sinkron. Motor Sinkron Motor sinkron serupa dengan motor induksi pada mana keduanya mempunyai belitan stator yang menghasilkan medan putar. Slip ring dan sikat digunakan untuk mensuplai arus kepada rotor. relative terhadap kutub stator (gambar bagian b). Tidak ada perubahan kecepatan. Tidak seperti motor induksi. motor sinkron dieksitasi oleh sebuah sumber tegangan dc di luar mesin dan karenanya membutuhkan slip ring dan sikat (brush) untuk memberikan arus kepada rotor. Penyalaan Motor Sinkron Sebuah motor sinkron dapat dinyalakan oleh sebuah motor dc pada satu sumbu. saat mana arus searah diberikan. Motor kemudian dinyalakan seperti halnya motor induksi hingga mencapai –95% kecepatan sinkron. Motor sinkron bukanlah self-starting motor karena torque hanya akan muncul ketika motor bekerja pada kecepatan sinkron. rotor motor sinkron terkunci dengan medan putar dan harus terus beroperasi pada kecepatan sinkron untuk semua keadaan beban. Seiring dengan pembebanan. maka tidak ada torque yang dihasilkan. karenanya motor memerlukan peralatan untuk membawanya kepada kecepatan sinkron.5. Seperti diketahui. Sudut antara kutub rotor dan stator disebut sudut torque . dan motor akan berhenti. . Jika motor sinkron dibebani ke titik dimana rotor ditarik keluar dari keserempakannya dengan medan putar. Motor sinkron menggunakan rotor belitan. Selama kondisi tanpa beban (no-load). rotor terkunci dengan medan putar dan berputar dengan kecepatan sinkron.

biasanya pada tegangan 12 volt. maka motor akan berhenti. bergantung kepada prinsip induksi magnet. umumnya disebut alternator. membangkitkan ribuan kilowatt pada tegangan yang sangat tinggi. Sebagai contoh. 4. Sepanjang ada gerak relative antara sebuah konduktor dan medan magnet. bervariasi ukurannya sesuai dengan beban yang akan disuplai. tegangan akan diinduksikan dalam konduktor. generator ac adalah alat yang paling penting untuk menghasilkan tenaga listrik. karenanya.1. atau (2) medan magnet yang memotong sebuah kumparan.net/Shop/Tech/AlternatorGeneratorTheory. Bagian generator . Sumber lain : http://www.htm 4. Contoh lainnya adalah alternator di mobil. alternator pada PLTA mempunyai ukuran yang sangat besar. Generator ac. yang sangat kecil sebagai perbandingannya. baik ac maupun dc. Beratnya hanya beberapa kilogram dan menghasilkan daya sekitar 100 hingga 200 watt.Gambar sudut torque (torque angle) Jika beban mekanis pada motor dinaikkan ke titik dimana rotor ditarik keluar dari sinkronisasi . semua generator listrik. EMF diinduksikan dalam sebuah kumparan sebagai hasil dari (1) kumparan yang memotong medan magnet. GENERATOR AC (ALTERNATOR) Hampir semua tenaga listrik yang dipergunakan saat ini bekerja pada sumber tegangan bolak balik (ac). Dasar-dasar Generator AC Berapapun ukurannya.rowand. Harga maksimum torque sehingga motor tetap bekerja tanpa kehilangan sinkronisasi disebut pull-out torque.

Armature stasioner. Karena tegangan yang dikenakan pada medan berputar adalah tegangan searah yang rendah. pada alternator jenis ini mempunyai belitan yang dipotong oleh medan putar (rotating magnetic field). atau stator. tegangan ac yang dibangkitkan tidak diubah menjadi dc dan diteruskan kepada beban dengan menggunakan slip ring. emf dibangkitkan dalam belitan armature dan dikonversikan dari ac ke dc dengan menggunakan komutator (sebagai penyearah). Pada alternator. Keuntungan menggunakan system belitan armature stasioner adalah bahwa tegangan yang dihasilkan dapat dihubungkan langsung ke beban. problem yang dijumpai pada tegangan tinggi tidak terjadi. Karenanya. Agar gerak relative terjadi antara konduktor dan medan magnet. sikat dan slip ring sangat sulit untuk diisolasi. dan percikan bunga api dan hubung singkat dapat terjadi pada tegangan tinggi. Pada generator dc. Tegangan yang dibangkitkan pada armature sebagai hasil dari aksi potong ini adalah tegangan ac yang akan dikirimkan kepada beban. Armature yang bergerak dapat dijumpai pada alternator untuk daya rendah dan umumnya tidak digunakan untuk daya listrik dalam jumlah besar. ROTATING-FIELD ALTERNATORS Alternator medan berputar mempunyai belitan armature yang stasioner dan sebuah belitan medan yang berputar. alternator tegangan tinggi biasanya menggunakan jenis medan berputar. Stator terdiri dari inti besi yang dilaminasi dengan belitan armature yang melekat pada inti ini. Jenis armature berputar memerlukan slip ring dan sikat untuk menghantarkan arus dari armature ke beban. .yang mendapat induksi tegangan adalah armature. ROTATING-ARMATURE ALTERNATOR Alternator armature bergerak (rotating-armature alternator) mempunyai konstruksi yang sama dengan generator dc yang mana armature berputar dalam sebuah medan magnet stasioner. semua generator haruslah mempunyai dua bagian mekanis yaitu rotor dan stator. Armature.

Sumber : http://www.army. .adtdl.htm 4. Keluaran dari alternator merupakan tegangan ac untuk menyuplai beban dan generator dc dikenal sebagai exciter untuk menyuplai arus searah bagi medan putar.mil/cgi-bin/atdl.2.dll/fm/55-509-1/Ch13. Fungsi-Fungsi Komponen Alternator Secara umum generator ac medan berputar terdiri atas sebuah alternator dan sebuah generator dc kecil yang dibangun dalam satu unit.

Gambar generator ac dan schematic-nya Exciter adalah sebuah generator dc eksitasi sendiri dengan belitan shunt. . Medan exciter menghasilkan intensitas fluks magnetic antara kutub-kutubnya. Karena arusnya adalah arus searah. Ketika armature exciter berotasi dalam fluks medan exciter. tegangan diinduksikan dalam belitan armature exciter. maka arus selalu mengalir dalam satu arah melalui medan alternator. Keluaran dari komutator exciter dihubungkan melalui sikat dan slip ring ke medan alternator.

Turbin gas dan uap pada PLTG dan PLTU adalah penggerak utama berkecepatan tinggi sementara mesin pembakaran dalam (internal combustion engine). 4. ROTOR ALTERNATOR Ada dua jenis rotor yang digunakan untuk alternator medan berputar yaitu turbine-driven dan salient-pole rotor. Salient-pole rotor seringkali terdiri dari beberapa kutub yang dibelit terpisah. ac dan dc. Tegangan bolak balik pada belitan armature generator ac dihubungkan ke beban melalui terminal. Frekuensi . Belitan-belitan tersebut dilekatkan erat-erat di dalam slot agar tahan terhadap gaya sentrifugal pada kecepatan tinggi. Karenanya. dan jika berlebihan akan merusak isolasi. fluks magnetiknya dilalukan sepanjang belitan armature alternator. Prime mover dibagi dalam dua kelompok yaitu untuk high-speed generator dan low-speed generator. medan magnet dengan polaritas tetap selalu terjadi sepanjang waktu dalam belitan medan alternator. Informasi mengenai kecepatan rotasinya. PRIME MOVER (Penggerak Utama) Semua generator. salient-pole hanya digunakan pada aplikasi keceparan rendah. Salient-pole rotor mempunyai diameter yang lebih besar dari turbine-driven rotor. Belitan pada turbine-driven rotor disusun sedemikian rupa sehingga membentuk dua atau empat kutub yang berbeda. 4. Pada putaran per menit yang sama. alternator di-rating sesuai dengan arus ini dan tegangan keluarannya – dalam volt-ampere atau untuk skala besar dalam kilovolt-ampere. Rugi panas ini (rugi daya I2R) akan memanaskan konduktor. dibautkan pada kerangka rotor. Jenis turbine-driven digunakan untuk kecepatan tinggi dan salient-pole untuk kecepatan rendah. besar dan kecil. Arus maksimum tergantung kepada rugi-rugi panas dalam armature. salient-pole memiliki gaya sentrifugal yang lebih besar. Untuk menjaga keamanan dan keselatan sehingga belitannya tidak terlempar keluar mesin. Sumber daya mekanis ini disebut prime mover. membutuhkan sebuah sumber daya mekanik untuk memutar rotornya. air pada PLTA dan motor listrik dianggap sebagai prime mover berkecepatan rendah. Ketika alternator diputar.4. Jenis prime mover memainkan peranan penting dalam desain alternator karena kecepatan pada mana rotor diputar menentukan karakteristik operasi dan konstruksi alternator.3.Sehingga. batas arusnya dan karakteristik lainnya biasanya ditempelkan pada badan mesin – nameplate. Karakteristik Alternator dan Batasannya Alternator di-rating berdasarkan tegangan yang dihasilkannya dan arus maksimum yang mampu diberikannya. tegangan yang dihasilkan.

sebuah generator dua kutub harus berotasi dengan kecepatan empat kali lipat dari kecepatan generator delapan kutub untuk menghasilkan frekuensi yang sama dari tegangan yang dibangkitkan. misalkan. semakin rendah pula frekuensinya. sebuah alternator dua kutub. Semakin cepat. semakin banyak jumlah kutub.5. Sebagai contoh. semakin lambat kecepatan putaran.Frekuensi keluaran dari tegangan alternator tergantung kepada kecepatan rotasi dari rotor dan jumlah kutubnya. Ketika rotor telah berotasi beberapa derajat sehingga dua kutub berdekatan (utara dan selatan) telah melewati satu belitan. Prinsip ini dapat dijelaskan sebagai berikut. Pengaturan Tegangan Sebagaimana yang telah kita lihat. ditentukan sebagai berikut: Sebuah generator empat kutub dengan kecepatan 1800 rpm juga bekerja pada frekuensi 60 Hz. semakin tinggi pula frekuensinya. Frekuensi pada semua generator ac dalam satuan hertz (Hz). tegangan terminal pun ikut berubah. berkaitan dengan jumlah kutub dan kecepatan rotasi sesuai dengan persamaan berikut: dimana P adalah jumlah kutub. Semakin banyak kutub pada rotor. ketika beban pada generator berubah. . Sebuah generator enam kutub 500 rpm mempunyai frekuensi Sebuah generator 12 kutub dengan kecepatan 4000 rpm mempunyai frekuensi 4. N adalah kecepatan rotasi dalam revolusi per menit (rpm) dan 120 adalah sebuah konstanta untuk konversi dari menit ke detik dan dari jumlah kutub ke jumlah pasangan kutub. yaitu banyaknya siklus per detik. Untuk suatu frekuensi yang ditentukan. semakin tinggi pula frekuensinya pada kecepatan tertentu. tegangan yang diinduksikan dalam belitan tersebut akan bervariasi hingga selesai satu siklus. Semakin lambat. Besarnya perubahan tergantung pada desain generator. 3600 rpm mempunyai frekuensi 60 Hz.

Pengaturan tegangan pada sebuah alternator adalah perubahan tegangan dari beban penuh ke tanpa beban. Salah satu dari factor ini dapat digunakan untuk pengaturan tegangan yang diinduksikan dalam belitan alternator. 4. Persen regulasi adalah: Untuk diingat. dinyatakan sebagai persentase tegangan beban penuh. jika frekuensi keluaran harus konstan. Kekuatan medan elektromagnetik ini dapat berubah seiring dengan perubahan besarnya arus yang mengalir melalui kumparan medan. Juga. Ini dapat dicapai dengan mengubah-ubah besarnya tegangan yang dikenakan pada kumparan medan. Besarnya tegangan yang diinduksikan ini tergantung kepada tiga hal yaitu: (1) jumlah konduktor dengan hubungan seri pada setiap belitan.6. Ini mengakibatkan penggunaan rpm alternator untuk pengaturan tegangan keluaran menjadi tidak diperbolehkan. (2) berfungsi sebagai daya cadangan tambahan untuk permintaan yang suatu ketika bertambah. Prinsip Pengaturan Tegangan AC Di dalam sebuah alternator. Operasi Paralel Alternator Alternator dapat dihubungkan secara parallel untuk (1) meningkatkan kapasitas keluaran dari suatu system melebihi apa yang didapat dari satu unit. Anggap bahwa tegangan tanpa beban generator adalah 250 volt dan tegangan beban penuh adalah 220 volt. (2) kecepatan (rpm generator) pada mana medan magnet memotong belitan. Jumlah belitan. semakin baik pula regulasinya untuk kebanyakan aplikasi. tentu saja tidak berubah tetap ketika alternator diproduksi. bahwa semakin kecil persentase regulasi. Sehingga.7. dan (3) kekuatan medan magnet. 4. . metode praktis untuk melakukan pengaturan tegangan adalah dengan mengatur kekuatan medan putar. maka kecepatan medan putar haruslah konstan pula. atau (3) untuk pemadaman satu mesin dan penyalaan mesin standby tanpa adanya pemutusan aliran daya. ketika kecepatan dan arus medan dc tetap konstan. tegangan bolak balik diinduksikan dalam belitan armature ketika medan magnet melewati belitan ini.

Diperoleh dengan menyetel kekuatan medan bagi generator yang hendak masuk ke dalam rangkaian (disambungkan). 3. Generator dikatakan sinkron jika memenuhi kondisi berikut: 1. Diperoleh dengan menyetel kecepatan prime mover dari generator yang hendak disambungkan. Frekuensi yang sama.Ketika alternator-alternator yang sedang beroperasi pada frekuensi dan tegangan terminal yang berbeda. Urutan fasa tegangan yang sama. Untuk menghindari ini. Ini dapat dicapai dengan menghubungkan satu generator ke bus (bus generator). Tegangan terminal yang sama. kerusakan parah dapat terjadi jika alternator-alternator tersebut secara mendadak dihubungkan satu sama lain pada satu bus yang sama (satu titik hubung). Referensi: Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya – ZUHAL . mesin-mesin tersebut harus disinkronkan dahulu sebelum disambungkan bersama-sama. dan mensinkronkan generator lainnya sebelum keduanya disambungkan. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful