P. 1
Obat mata pada bayi baru lahir

Obat mata pada bayi baru lahir

|Views: 1.114|Likes:
Publicado porLisa Marisa
pemberian obat mata pada bayi baru lahir
pemberian obat mata pada bayi baru lahir

More info:

Published by: Lisa Marisa on Feb 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/16/2013

pdf

text

original

Pemberian Obat Mata Pada Bayi Baru Lahir (BBL) BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Obat mata biasanya berbentuk cairan (obat tetes mata) dan oitmen/ obat salep yang dikemas dalam bentuk kecil. Karena sifat selaput lendir dan jaringan mata yang lunak dan responsif terhadap obat, maka obat mata biasanya diramu dengan kekuatan yang rendah. Sedangkan salep mata atau dalam istilah farmasi disebut oculenta adalah salep yang digunakan pada mata. Salep ini harus sterildan disimpan di dalam tube salep mata yang steril. Pemberian obat ini bertujuan untuk mengobati gangguan pada mata, untuk mendilatasi pupil pada pemeriksaan struktural internal mata, untuk melemahkan otot lensa mata pada pengukuran refraksi mata, untuk mencegah kekeringan pada mata. Dalam dunia kesehatan salep atau obat mata sering digunakan untuk pengobatan pada mata. Obat mata tersebut digunakan dari mulai orang dewasa hingga bayi baru lahir. Pada bayi baru lahir biasanya obat mata digunakan untuk membersihkan mata bayi dari air ketuban yang menempel pada bagian mata bayi tersebut. Bayi bisa saja terkena air ketuban jika ia lahir dengan ketuban keruh, preeklamsi, vacum, jalan lahir macet atau ke jadian lain serupa yang dapat mengganggu mata bayi untuk melihat secara jernih. Maka obat mata biasa diberikan pada bayi baru lahir pada kejadian-kejadin tersebut. Di Rumah Sakit Dr. R. Soetijino Blora kejadian tersebut sering terjadi. Hingga hampir semua bayi baru lahir diberikan obat mata. Obat mata yang biasa digunakan berupa salep mata gentamicin 0,3%. Dengan latar belakang sebagai berikut, maka penulis tertarik untuk mengambil judul Pemberian Obat Mata Pada Bayi Baru Lahir. B. Tujuan 1. Tujuan Umum Untuk mengetahui gambaran pelakasanaan pemberian obat mata pada bayi baru lahir di Ruangan Cempaka RSUD Dr. R. Soetijono Blora. 2. Tujuan Khusus a. Untuk mengetahui apa itu obat mata. b. Untuk mengetahui cara pemberian obat mata pada bayi baru lahir c. Untuk mengetahui kesesuaian pelaksanaan pemberian obat mata pada bayi baru lahir di RSUD Dr. R. Soetijono Bloradengan prosedur tetap. D. Manfaat 1. Lahan Praktik a. Bahan masukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan khususnya pemberian obat mata pada bayo baru lahir b. Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun prosedur tetap pemberian obat mata pada bayi baru lahir. 2. Institusi a. Menambah referensi dan penulisan dapat dilanjutkan secara mendalam terkait pemberian obat mata pada bayi baru lahir 3. Mahasiswa a. Menambah pengetahuan, wawasan, pengalaman, profesionalisme dalam praktik pemberian obat mata. b. Memacu perkembangan ide baru dan inivasi yang lebih luas terhadap praktik pemberian obat mata.

Setelah tetesan sesuai dengan dosis. anjurkan pasien untuk menutup mata secara perlahan-lahan. Obat mata diberikan kepada bayi karena proses adaptasi cahaya dan adanya kotoran pada bayi. Prosedur kerja 1) Cuci Tangan 2) Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan 3) Atur posisi pasien dengan kepala menengadah dengan posisi perawat di samping kanan 4) Gunakan sarung tangan 5) Bersihkan daerah kelopak dan bulu mata dengan kapas lembab dari sudut mata ke arah hidung. Salep mata memberikan arti lain dimana obat dapat mempertahankan kontak dengan mata dan jaringan disekelilingnya tanpa tercuci oleh cairan air mata. Sarung tangan 10. kornea dan iris (3). Korentang 5. Plester 6. 2. Cara Pemberian Obat Mata a. basuh dengan air hangat. Jenis-Jenis Obat Mata Obat mata setidaknya ada dua macam. Pengertian Obat Mata (Salep dan Tetes) Salep mata adalah salep steril untuk pengobatan mata menggunakan dasar salep yang cocok (1). Kain kasa 7. 3. 6) Buka mata perlahan-lahan bagian bawah dengan ibu jari. Tindakan tersebut merupakan pemberian obat mata baik salep atau tetes untuk tujuan pengobatan tertentu. Obat dalam tempatnya dengan penetes steril atau berupa salep 2. Sedangkan tetes mata atau disebut dalam istilah farmasi Guttae Optalmicae adalah sediaan steril dimana bahan obat dilarutkan di dalam pelarut yang cocok dan disimpan dalam tempat yang steril. Salep ini harus steril yang disimpan dalam tube steril. b. konjungtiva.BAB II LANDASAN TEORI A. Tindakan Pemberian Obat Mata 1. Balutan 9. Pengertian Pemberian Obat Mata Pemberian obat melalui mata adalah memberi obat kedalam mata berupa cairan dan salep. Dari tempat kerjanya yaitu bekerja pada kelopak mata. B.3 %. Berikut pengertiannya: a. Untuk melemahkan otot lensa mata pada pengukuran refraksi mata d. kelenjar sebasea. Pinset anatomis 4. Kertas tissue 8. Obat ini digunakan pada mata denga jalan di teteskan. Obat jika tidak larut didispersikan kedalam basis yang disterilkan dengan panas kering dan dicampur secara aseptis dengan obat dan bahan tambahan yang steril (2). yakni salep dan tetes/zalf. 4. Tujuan Pemberian Obat Mata a. Obat mata yang biasa digunakan untuk bayi baru lahir biasanya gentamicyn 0. apabila menggunakan obat tetes mata. Bayi Baru Lahir yang Mendapatkan Obat Mata Bayi baru lahir (neonatus) adalah suatu keadaan dimana bayi baru lahir dengan umur kehamilan 38-40 minggu. jari telunjuk di atas tulang orbita. Air hangat/kapas pelembab b. Pipet 3. Untuk mendilatasi pupil pada pemeriksaan struktur internal mata c. Basis untuk salep mata biasanya petrolatum putih walapun dalam beberapa kasus basis larut air juga digunakan. Apabila sangat kotor. 8) Apabila obat mata jenis salep pegang aplikator salep di atas pinggir kelopak mata kemudian pencet tube hingga obat keluardan berikan obat pada kelopak mata . Salep mata atau dalam istilah farmasi disebut oculenta adalah salep yang digunakan pada mata. Alat dan bahan 1. Untuk mengobati gangguan pada mata b. 7) Teteskan obat mata di daerah sakus konjungtiva. Untuk mencegah kekeringan pada mata 5. Salep mata memberikan keuntungan waktu kontak yang lebih lama dan bioavailabilitas obat yang lebih besar dengan onset dan waktu puncak absorbsi yang lebih lama.

Setelah tetesan sesuai dengan dosis. Cuci Tangan 2. 8. Teteskan obat mata di daerah sakus konjungtiva. Obat dalam tempatnya dengan penetes steril atau berupa salep 2. 11. Persiapan Alat dan Bahan 1. jumlah. Biarkan pasien untuk memejamkan matadan menggerakkan kelopak mata. Riwayat penyakit sekarang BBL HPV SMV dengan Preeklamsi B. Kain kasa 7. Pasien terlihat lebih nyaman b. E. Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan 3. Air hangat/kapas pelembab D. Evaluasi 1. Pelaksanaan Keterampilan 1. Buka mata perlahan-lahan bagian bawah dengan ibu jari. SOETIJONO BLORA No. BAB III TINJAUAN KASUS PEMBERIAN OBAT MATA PADA BAYI BARU LAHIR BY. apabila menggunakan obat tetes mata. 10) Cuci tangan. Alamat : Ds. 11) Catat obat. anjurkan pasien untuk melihat ke bawah. Tutup mata dengan kasa bila perlu. Bersihkan daerah kelopak dan bulu mata dengan kapas lembab dari sudut mata ke arah hidung. 6.05 A. Identitas Pasien 1. Sarung tangan 10. Ruang : Cempaka 2. basuh dengan air hangat. Agak sulit untuk mengatur pasien diam saat dilakukan tindakan. Kertas tissue 8. Umur : BBL c. Catat obat. Korentang 5. Membantu proses adaptasi cahaya 2. anjurkan pasien untuk melihat ke atas. Tanggal masuk : Senin. 12 Februari 2012 Jam dilakukan tindakan : 21. Evaluasi respon pasien a. Nama Pasien : By. waktu dan tempat pemberian. Pipet 3. Tindakan dilakukan dengan baik. Setelah selesai. Plester 6. Setelah selesai.00-21. Apabila obat mata jenis salep pegang aplikator salep di atas pinggir kelopak mata kemudian pencet tube hingga obat keluardan berikan obat pada kelopak mata bawa. 10. Kesesuaian 1. BAB IV PEMBAHASAN A. secara bergantian dan berikan obat pada kelopak mata bagian atas. waktu dan tempat pemberian. Registrasi : 24002830 Tanggal masuk RS : Senin. Adanya kotoran pada mata bayi C. Sulipah b. Secara Teori a. 9. Cuci tangan. jumlah. Ny. SULIPAH DI RUANG CEMPAKA RSUD Dr. R. Evaluasi keadaan mata pasien Mata terlihat lebih jernih 2. NY. Balutan 9. 7. Gunakan sarung tangan 5. Gede Ngawen. Blora d. jari telunjuk di atas tulang orbita. Indikasi Tindakan 1. Alat dan Bahan 1) Obat dalam tempatnya dengan penetes steril atau berupa salep 2) Pipet 3) Pinset anatomis 4) Korentang 5) Plester 6) Kain kasa 7) Kertas tissue 8) Balutan 9) Sarung tangan 10) Air hangat/kapas pelembab b. Keluhan utama Mata tidak jernih 3. 12 Februari 2012 e. walaupun ada beberapa point dalam standar prosedur yang tidak dilaksanakan. Evaluasi Tindakan a. Pelaksanaan Keterampilan 1) Cuci Tangan 2) Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan 3) . Atur posisi pasien dengan kepala menengadah dengan posisi perawat di samping kanan 4. 9) Tutup mata dengan kasa bila perlu. Pinset anatomis 4. anjurkan pasien untuk menutup mata secara perlahan-lahan. Biodata a. b. Pasien terlihat lebih sehat 3. Biarkan pasien untuk memejamkan mata dan menggerakkan kelopak mata. Apabila sangat kotor.bawa.

Persiapan Alat dan Bahan 1) Obat mata (tetes atau salep) 2) Kapas kering steril/tissue 3) Kapas basah (normal saline) steril 4) Kapas/penutup mata dan plester 5) Sarung tangan steril b. secara bergantian dan berikan obat pada kelopak mata bagian atas. Apabila sangat kotor. Biarkan pasien untuk memejamkan mata dan menggerakkan kelopak mata. 10) Bersihkan daerah mata yang terkena sisa salep mata dengan menggunakan tissue. 8) Teteskan obat mata di daerah sakus konjungtiva. apabila menggunakan obat tetes mata. Setelah selesai. Biarkan pasien untuk memejamkan mata dan menggerakkan kelopak mata. Setelah tetesan sesuai dengan dosis. 10) Cuci tangan. apabila menggunakan obat tetes mata. C. 11) Catat obat. secara bergantian dan berikan obat pada kelopak mata bagian atas. jari telunjuk di atas tulang orbita. anjurkan pasien untuk melihat ke bawah. Soetijono Blora sudah sesuai dengan teori sehingga tidak terdapat ketimpangan di dalamnya. karena pasien masih bayi baru lahir. 11) Tutup mata pasien beberapa menit 12) Tutup mata dengan kasa dan plester bila perlu. 8) Apabila obat mata jenis salep pegang aplikator salep di atas pinggir kelopak mata kemudian pencet tube hingga obat keluardan berikan obat pada kelopak mata bawa. 13) Rapikan pasien dan mengatur dalam posisi yang nyaman 14) Membereskan peralatan 15) Melepas sarung tangan 16) Cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir 17) Melakukan dokumentasi tindakan yang telah dilakukan B. 2. perawat menjelaskannya kepada keluarga pasien.Atur posisi pasien dengan kepala menengadah dengan posisi perawat di samping kanan 4) Gunakan sarung tangan 5) Bersihkan daerah kelopak dan bulu mata dengan kapas lembab dari sudut mata ke arah hidung. 9) Apabila obat mata jenis salep pegang aplikator salep di atas pinggir kelopak mata kemudian pencet tube hingga obat keluardan berikan obat pada kelopak mata bawa. 6) Buka mata perlahan-lahan bagian bawah dengan ibu jari. Setelah tetesan sesuai dengan dosis. Apabila sangat kotor. Pelaksanaan Keterampilan 1) Persiapkan alat dan bahan di dekat pasien 2) Jelaskan pada keluarga pasien mengenai prosedur yang akan diberikan 3) Atur posisi pasien dengan kepala menengadah dengan posisi perawat di samping kanan 4) Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir 5) Pakai sarung tangan steril 6) Bersihkan daerah kelopak dan bulu mata dengan kapas lembab dari sudut mata ke arah hidung. anjurkan pasien untuk melihat ke bawah. 9) Tutup mata dengan kasa dan plester bila perlu. Hanya saja perawat jaga tidak menjelaskan tindakan langsung pada pasien. R. basuh dengan air hangat. jari telunjuk di atas tulang orbita. 7) Buka mata perlahan-lahan bagian bawah dengan ibu jari. Rasionalisasi Tindakan pemberian obat mata pada bayi baru lahir yang dilakukan di ruang cempaka RSUD Dr. anjurkan pasien untuk menutup mata secara perlahan-lahan. Setelah selesai. waktu dan tempat pemberian. anjurkan pasien untuk menutup mata secara perlahan-lahan. Soetijono Blora sudah sesuai dengan teori . jumlah. Ketimpangan Tindakan pemberian obat mata pada bayi baru lahir yang dilakukan di ruang cempaka RSUD Dr. Secara Praktek a. basuh dengan air hangat. 7) Teteskan obat mata di daerah sakus konjungtiva. Akan tetapi. R.

kehangatan. perawat menjelaskannya kepada keluarga pasien. nutrisi. 2009. Fitramaya Penerbit. Mahasiswa sudah mengetahui gambaran pemberian obat mata pada bayi baru lahir di ruang Cempaka RSUD Dr. 2006). diare dan infeksi. Keterampilan Dasar Praktik Klinik. R. Teori dan Aplikasi. memberikan imunisasi pada bayi. kebersihan jalan nafas. Soetijono Blora Untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan peralatan untuk setiap tindakan yang akan dilakukan. Yogyakarta. Bagi institusi RSUD. molding. fraktur clavicula. Nuha Medika. komplikasi yang lazim terjadi pada bayi baru lahir normal seperti hypoglikemia. R. Masalah yang lazim terjadi pada bayi baru lahir normal seperti caput. karena pasien masih bayi baru lahir. B. Fatmawati. KDPK Kebidanan. Hanya saja perawat jaga tidak menjelaskan tindakan langsung pada pasien. Madani Press. bonding dan attachement. kebutuhan dasar bayi baru lahir. ikterus. Pemberian salep mata terhadap bayi baru lahir Pengetahuan dasar yang harus dapat dikuasai oleh seorang bidan adalah pengetahuan dasar tentang adaptasi bayi baru lahir terhadap kehidupan di luar uterus. SIMPULAN 1. 4. Mahasiswa sudah mengetahui apa itu pemberian obat mata. indikator pengkajian bayi baru lahir. 2. Yuni. hemangioma. Penuntun Dasar Praktik Klinik Kebidanan. Mahasiswa sudah mengetahui kesesuaian pelaksanaan pemberian obat mata di RSUD Dr. Soetijono Blora. Ery. .Dr. SARAN 1. kematian mendadak. Eny Retna dan Tri Sunarsih. hematoma (IBI. DAFTAR PUSTAKA Ambarwati. Yogyakarta. Bagi institusi pendidikan Diharapkan untuk lebih membimbing mahasiswa tentang fungsi dan peran mahasiswa dalam melaksanakan tindakan pemberian obat mata pada bayi baru lahir. Yogyakarta. BAB III PENUTUP A. mongolion spot. Soetijono Blora.sehingga tidak terdapat ketimpangan di dalamnya. 2011. R. penampilan dan perilaku bayi baru lahir. tumbuh kembang yang normal pada bayi baru lahir sampai 1 bulan. Bagi mahasiswi Diharapkan agar mahasiswa dapat lebih aktif dan efisien dalam mempelajari ketrampilan dasar praktik klinik dan mampu melaksanakan tindakan dengan baik dan benar. Akan tetapi. 3. dehidrasi. perawatan tali pusat. pertumbuhan dan perkembangan bayi premature dan komplikasi tertentu bayi baru lahir sperti taruma intra-cranial. Kusmiyati. keuntungan dan resiko imunisasi pada bayi. 2010. 2. Mahasiswa sudah mengetahui cara pelaksanaan pemberian obat mata pada bayi baru lahir. promosi kesehatan dan pencegahan penyakit pada bayi baru lahir sampai 1 bulan. 3. misalkan APGAR. hypotermi.

memang belum ada data nasional yang akurat mengenai angka kesakitan dan kematian karena infeksi pada BBL. Bila infeksi terjadi pada ibu sebelum konsepsi atau pada masa perinatal. infeksi telinga. herpes simplex. masih rendahnya aktivitas komplemen serum. Sampai saat ini.Hingga kini. Infeksi Intrauterin (transmisi melalui plasenta). Mekanismenya terbagi dalam tiga kategori. dan rumah sakit. Infeksi pada bayi baru lahir ada dua tipe yaitu early infection (infeksi dini) dan late infection (infeksi terlambat). Disebut infeksi dini karena infeksi didapat dari si ibu saat masih dalam kandungan.or. Beragam infeksi bisa terkena pada bayi baru lahir. dan bayi yang baru lahir. HIV (Human Immunodeficiency Virus). seperti. dampaknya akan terjadi sekaligus kepada ibu. hepatitis. janin. hepatitis. termasuk Indonesia. diperkirakan angka kematian bayi cenderung meningkat. dan lain-lain. Sedangkan faktor yang berpengaruh langsung adalah kontak bayi dengan organisme yang potensial patogenik. tentu dapat menular ke janin/bayi pada intranatal. Sementara late infection adalah infeksi yang didapat dari lingkungan luar. toksoplasma. Fungsi imunologis sang bayi yang belum berkembang dengan baik berpengaruh terhadap angka kesakitan dan kematian karena infeksi pada BBL.Faktor tidak langsung misalnya keadaan sosial dan medis. . Infeksi juga masih berperan utama dalam angka kesakitan dan angka kematian BBL di Indonesia. syphylis. infeksi kulit. infeksi saat persalinan. Infeksi yang terjadi pada BBL dapat pula disebabkan oleh kontak bayi dengan organisme yang potensial patogenik. Ibu yang mengidap cytomegalovirus. herpes. merupakan indikasi fungsi imunologis yang belum berkembang dengan baik. pertama. infeksi pascanatal yang berasal dari ibu setelah melahirkan.id). Juga. infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Rubella. Kedua. Ketiga. kata Rachma. dan HIV/AIDS (www. bakteri. eksim. rubella. infeksi masih merupakan masalah yang serius pada bayi baru lahir (BBL). sedikitnya IgG yang diperoleh dari ibu turut pula berperan. dan masih rendahnya kesanggupan memproduksi antibodi terhadap antigen polisakarida bakteri dan lainlainnya. sejak krisis ekonomi melanda kawasan Asia.id). bisa lewat udara atau tertular oleh orang lain. toxoplasmosis. CMV. Namun. (http://pusdiknakes.co.waspada. dari lingkungan. Terlihatnya cadangan prekursor granulosit yang masih rendah dalam sumsum tulang. infeksi saluran kemih. yang tidak dapat diatasi oleh daya tahan tubuh bayi tersebut Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh paparan atau kontaminasi mikroorganisme selama proses persalinan berlangsung maupun beberapa saat setelah lahir.

Dengan penggunaan yang dioleskan pada kelopak mata bagian dalam.id). satu obat mata hanya boleh digunakan untuk satu orang saja. Tidak seperti tetes mata yang cepat menguap habis akibat terbuang bersama air mata sehingga kita harus lebih sering menggunakannya.Dari Perhitungan dengan Mortpak dari data Susenas 2004 memperoleh perkiraan Angka Kematian Balita sebesar 74 per 1000 balita. terbuang bersama air mata. 2000). karena sakit mata yang diderita oleh satu orang dengan yang lain mungkin berbeda sehingga membutuhkan jenis obat yang berbeda. (Depkes.bps.Di propinsi lampung Angka Kematian Balita sebesar 47 per 1000 balita. Artinya. . Pada penderita akut. Kedua jenis obat ini (salep mata dan tetes mata) merupakan obat steril. setiap 1000 balita (umur 0 sampai 4 thn 11 bln 29 hari) pada tahun 2007. Selanjutnya. 47 anak diantaranya tidak akan berhasil mencapai umur tepat lima tahun. karena obat mata akan cepat rusak setelah dibuka. pada tahun 2002 setiap 1000 balita (umur 0 sampai 4 thn 11 bln 29 hari) pada tahun 2002. 74 anak diantaranya tidak akan berhasil mencapai umur tepat lima tahun. selain mata tampak merah.go. karena daya kerjanya cepat menghilang. salep mata lebih lama menempel di mata sehingga pengobatannya pun menjadi lebih efektif. 2000). dengan referensi waktu Mei 2002.( http://demografi.scribd. penggunaannya juga lebih efisien dan tahan lama.com). Pada bayi baru lahir. Cara penggunaan salep mata tidak jauh berbeda dengan penggunaan obat tetes mata. mulai dari bentuk ulkus hingga perforasi (Depkes. Selain itu. diharapkan zat aktif dalam salep mata dapat bekerja optimal. salep mata sangat dianjurkan daripada tetes mata yang harus diteteskan setiap 3 sampai 4 jam sekali. Hal ini penting. Selain itu juga untuk mencegah penularan penyakit mata ke orang lain. ujung wadah obat jangan sampai terkena permukaan lain dan tutup rapat sesudah digunakan. Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh paparan atau kontaminasi mikroorganisme selama proses persalinan berlangsung maupun beberapa saat setelah lahir.dengan refernsi tahun 2007 Artinya. saluran air mata belum terbuka sempurna. obat mata yang masih tersisa satu bulan setelah tutup dibuka harus segera dibuang. Salep mata memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan obat tetes mata. sehingga diharapkan penyembuhan menjadi lebih cepat. (http://www. bayi akan terlihat seperti mengeluarkan air mata terus (di bagian mata dekat hidung) walaupun sedang tidak menangis. Jadi untuk mencegah kontaminasi. Salep mata cenderung lebih awet (dalam penyimpanan). Bila keadaan ini tidak diobati atau terlambat diobati bisa timbul kerusakan kornea. Bayi yang baru lahir ketika tidak mendapatkan salep mata dalam waktu kurang dari 1 jam menyebabkan infeksi mata bayi baru lahir.

yaitu pemberian obat mata eritromisin 0. jika menggunakan bola karet penghisap. 2002) . Ø Pastikan bahwa semua peralatan. handuk. termasuk klem gunting dan benang tali pusat telah didinfeksi tingkat tinggi atau steril. selimut serta kain yang digunakan untuk bayi telah dalam keadaan bersih.  Ø Pastikan bahwa semua pakaian. Ø Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi yang belum dimandikan. pipa pengukur. pastikan untuk melakukan tindakan pencegahan infeksi berikut ini :    Ø Cuci tangan secara seksama sebelum dan setelah melakukan kontak dengan bayi. sedangkan salep mata biasanya diberikan 5 jam setelah bayi lahir. termometer. Ø Memberikan obat tetes atau salep mata Untuk pencegahan penyakit mata karena klamidia (penyakit menular seksual) perlu diberikan obat mata pada jam pertama persalinan. pakai yang bersih dan baru. stetoskop dan benda-benda lainnya yang akan bersentuhan dengan bayi dalam keadaan bersih (dekontaminasi dan cuci setiap setelah digunakan). Perawatan mata harus segera dikerjakan.  Ø Pastikan bahwa timbangan.kes.RI. tindakan ini dapat dikerjakan setelah bayi selesai dengan perawatan tali pusat Yang lazim dipakai adalah larutan perak nitrat atau neosporin dan langsung diteteskan pada mata bayi segera setelah lahir Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi.5 % atau tetrasiklin 1 %. (Dep.

You're Reading a Free Preview

Descarga
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->