Pemberian Obat Mata Pada Bayi Baru Lahir (BBL) BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Obat mata biasanya berbentuk cairan (obat tetes mata) dan oitmen/ obat salep yang dikemas dalam bentuk kecil. Karena sifat selaput lendir dan jaringan mata yang lunak dan responsif terhadap obat, maka obat mata biasanya diramu dengan kekuatan yang rendah. Sedangkan salep mata atau dalam istilah farmasi disebut oculenta adalah salep yang digunakan pada mata. Salep ini harus sterildan disimpan di dalam tube salep mata yang steril. Pemberian obat ini bertujuan untuk mengobati gangguan pada mata, untuk mendilatasi pupil pada pemeriksaan struktural internal mata, untuk melemahkan otot lensa mata pada pengukuran refraksi mata, untuk mencegah kekeringan pada mata. Dalam dunia kesehatan salep atau obat mata sering digunakan untuk pengobatan pada mata. Obat mata tersebut digunakan dari mulai orang dewasa hingga bayi baru lahir. Pada bayi baru lahir biasanya obat mata digunakan untuk membersihkan mata bayi dari air ketuban yang menempel pada bagian mata bayi tersebut. Bayi bisa saja terkena air ketuban jika ia lahir dengan ketuban keruh, preeklamsi, vacum, jalan lahir macet atau ke jadian lain serupa yang dapat mengganggu mata bayi untuk melihat secara jernih. Maka obat mata biasa diberikan pada bayi baru lahir pada kejadian-kejadin tersebut. Di Rumah Sakit Dr. R. Soetijino Blora kejadian tersebut sering terjadi. Hingga hampir semua bayi baru lahir diberikan obat mata. Obat mata yang biasa digunakan berupa salep mata gentamicin 0,3%. Dengan latar belakang sebagai berikut, maka penulis tertarik untuk mengambil judul Pemberian Obat Mata Pada Bayi Baru Lahir. B. Tujuan 1. Tujuan Umum Untuk mengetahui gambaran pelakasanaan pemberian obat mata pada bayi baru lahir di Ruangan Cempaka RSUD Dr. R. Soetijono Blora. 2. Tujuan Khusus a. Untuk mengetahui apa itu obat mata. b. Untuk mengetahui cara pemberian obat mata pada bayi baru lahir c. Untuk mengetahui kesesuaian pelaksanaan pemberian obat mata pada bayi baru lahir di RSUD Dr. R. Soetijono Bloradengan prosedur tetap. D. Manfaat 1. Lahan Praktik a. Bahan masukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan khususnya pemberian obat mata pada bayo baru lahir b. Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun prosedur tetap pemberian obat mata pada bayi baru lahir. 2. Institusi a. Menambah referensi dan penulisan dapat dilanjutkan secara mendalam terkait pemberian obat mata pada bayi baru lahir 3. Mahasiswa a. Menambah pengetahuan, wawasan, pengalaman, profesionalisme dalam praktik pemberian obat mata. b. Memacu perkembangan ide baru dan inivasi yang lebih luas terhadap praktik pemberian obat mata.

Berikut pengertiannya: a. yakni salep dan tetes/zalf. Plester 6. Korentang 5. kornea dan iris (3). 2. Salep ini harus steril yang disimpan dalam tube steril. Tindakan tersebut merupakan pemberian obat mata baik salep atau tetes untuk tujuan pengobatan tertentu. apabila menggunakan obat tetes mata. Air hangat/kapas pelembab b. Jenis-Jenis Obat Mata Obat mata setidaknya ada dua macam. Salep mata atau dalam istilah farmasi disebut oculenta adalah salep yang digunakan pada mata. Pinset anatomis 4. Untuk mendilatasi pupil pada pemeriksaan struktur internal mata c. Basis untuk salep mata biasanya petrolatum putih walapun dalam beberapa kasus basis larut air juga digunakan. Untuk mencegah kekeringan pada mata 5. 6) Buka mata perlahan-lahan bagian bawah dengan ibu jari. Sarung tangan 10. jari telunjuk di atas tulang orbita. Cara Pemberian Obat Mata a. Alat dan bahan 1. Salep mata memberikan keuntungan waktu kontak yang lebih lama dan bioavailabilitas obat yang lebih besar dengan onset dan waktu puncak absorbsi yang lebih lama. Sedangkan tetes mata atau disebut dalam istilah farmasi Guttae Optalmicae adalah sediaan steril dimana bahan obat dilarutkan di dalam pelarut yang cocok dan disimpan dalam tempat yang steril. anjurkan pasien untuk menutup mata secara perlahan-lahan. Untuk melemahkan otot lensa mata pada pengukuran refraksi mata d. basuh dengan air hangat. Untuk mengobati gangguan pada mata b. 8) Apabila obat mata jenis salep pegang aplikator salep di atas pinggir kelopak mata kemudian pencet tube hingga obat keluardan berikan obat pada kelopak mata . Pipet 3. Obat jika tidak larut didispersikan kedalam basis yang disterilkan dengan panas kering dan dicampur secara aseptis dengan obat dan bahan tambahan yang steril (2). Obat dalam tempatnya dengan penetes steril atau berupa salep 2. Apabila sangat kotor. konjungtiva. Prosedur kerja 1) Cuci Tangan 2) Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan 3) Atur posisi pasien dengan kepala menengadah dengan posisi perawat di samping kanan 4) Gunakan sarung tangan 5) Bersihkan daerah kelopak dan bulu mata dengan kapas lembab dari sudut mata ke arah hidung. Kertas tissue 8.BAB II LANDASAN TEORI A. Setelah tetesan sesuai dengan dosis. Tindakan Pemberian Obat Mata 1. Obat mata yang biasa digunakan untuk bayi baru lahir biasanya gentamicyn 0.3 %. Obat mata diberikan kepada bayi karena proses adaptasi cahaya dan adanya kotoran pada bayi. kelenjar sebasea. B. 4. b. Bayi Baru Lahir yang Mendapatkan Obat Mata Bayi baru lahir (neonatus) adalah suatu keadaan dimana bayi baru lahir dengan umur kehamilan 38-40 minggu. Dari tempat kerjanya yaitu bekerja pada kelopak mata. Obat ini digunakan pada mata denga jalan di teteskan. Pengertian Pemberian Obat Mata Pemberian obat melalui mata adalah memberi obat kedalam mata berupa cairan dan salep. Balutan 9. Tujuan Pemberian Obat Mata a. Salep mata memberikan arti lain dimana obat dapat mempertahankan kontak dengan mata dan jaringan disekelilingnya tanpa tercuci oleh cairan air mata. Pengertian Obat Mata (Salep dan Tetes) Salep mata adalah salep steril untuk pengobatan mata menggunakan dasar salep yang cocok (1). Kain kasa 7. 3. 7) Teteskan obat mata di daerah sakus konjungtiva.

6. BAB IV PEMBAHASAN A. Gunakan sarung tangan 5. Buka mata perlahan-lahan bagian bawah dengan ibu jari. Cuci tangan. Sarung tangan 10. jumlah. b. Atur posisi pasien dengan kepala menengadah dengan posisi perawat di samping kanan 4. NY. Persiapan Alat dan Bahan 1. SOETIJONO BLORA No. Biarkan pasien untuk memejamkan matadan menggerakkan kelopak mata. Blora d. Kesesuaian 1. Evaluasi 1. Apabila obat mata jenis salep pegang aplikator salep di atas pinggir kelopak mata kemudian pencet tube hingga obat keluardan berikan obat pada kelopak mata bawa. Indikasi Tindakan 1. 10. Alat dan Bahan 1) Obat dalam tempatnya dengan penetes steril atau berupa salep 2) Pipet 3) Pinset anatomis 4) Korentang 5) Plester 6) Kain kasa 7) Kertas tissue 8) Balutan 9) Sarung tangan 10) Air hangat/kapas pelembab b. Keluhan utama Mata tidak jernih 3. anjurkan pasien untuk menutup mata secara perlahan-lahan. Registrasi : 24002830 Tanggal masuk RS : Senin. Tutup mata dengan kasa bila perlu. Setelah selesai. SULIPAH DI RUANG CEMPAKA RSUD Dr. Gede Ngawen. waktu dan tempat pemberian. Pasien terlihat lebih sehat 3. Catat obat. 8. Biarkan pasien untuk memejamkan mata dan menggerakkan kelopak mata. Tindakan dilakukan dengan baik. Korentang 5.00-21. Kertas tissue 8. 9) Tutup mata dengan kasa bila perlu. Pelaksanaan Keterampilan 1) Cuci Tangan 2) Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan 3) . jari telunjuk di atas tulang orbita. Riwayat penyakit sekarang BBL HPV SMV dengan Preeklamsi B. anjurkan pasien untuk melihat ke atas. Sulipah b. Biodata a. Ruang : Cempaka 2. Identitas Pasien 1. Bersihkan daerah kelopak dan bulu mata dengan kapas lembab dari sudut mata ke arah hidung. Evaluasi Tindakan a. waktu dan tempat pemberian. Tanggal masuk : Senin. Evaluasi keadaan mata pasien Mata terlihat lebih jernih 2. apabila menggunakan obat tetes mata. Kain kasa 7. Nama Pasien : By. Ny. jumlah. Alamat : Ds. 9. Plester 6. 10) Cuci tangan. 12 Februari 2012 e. Secara Teori a. Setelah tetesan sesuai dengan dosis. Air hangat/kapas pelembab D. Teteskan obat mata di daerah sakus konjungtiva. BAB III TINJAUAN KASUS PEMBERIAN OBAT MATA PADA BAYI BARU LAHIR BY. Pipet 3. 11. Obat dalam tempatnya dengan penetes steril atau berupa salep 2. Agak sulit untuk mengatur pasien diam saat dilakukan tindakan. E. Pinset anatomis 4. Pasien terlihat lebih nyaman b. anjurkan pasien untuk melihat ke bawah. walaupun ada beberapa point dalam standar prosedur yang tidak dilaksanakan. Cuci Tangan 2. 7. Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan 3.bawa. Umur : BBL c. basuh dengan air hangat. Pelaksanaan Keterampilan 1. R.05 A. secara bergantian dan berikan obat pada kelopak mata bagian atas. 12 Februari 2012 Jam dilakukan tindakan : 21. Adanya kotoran pada mata bayi C. 11) Catat obat. Membantu proses adaptasi cahaya 2. Apabila sangat kotor. Setelah selesai. Balutan 9. Evaluasi respon pasien a.

Setelah tetesan sesuai dengan dosis. C. waktu dan tempat pemberian. Pelaksanaan Keterampilan 1) Persiapkan alat dan bahan di dekat pasien 2) Jelaskan pada keluarga pasien mengenai prosedur yang akan diberikan 3) Atur posisi pasien dengan kepala menengadah dengan posisi perawat di samping kanan 4) Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir 5) Pakai sarung tangan steril 6) Bersihkan daerah kelopak dan bulu mata dengan kapas lembab dari sudut mata ke arah hidung. Setelah selesai. jari telunjuk di atas tulang orbita. apabila menggunakan obat tetes mata. 11) Catat obat. R.Atur posisi pasien dengan kepala menengadah dengan posisi perawat di samping kanan 4) Gunakan sarung tangan 5) Bersihkan daerah kelopak dan bulu mata dengan kapas lembab dari sudut mata ke arah hidung. 10) Bersihkan daerah mata yang terkena sisa salep mata dengan menggunakan tissue. 7) Buka mata perlahan-lahan bagian bawah dengan ibu jari. secara bergantian dan berikan obat pada kelopak mata bagian atas. 7) Teteskan obat mata di daerah sakus konjungtiva. karena pasien masih bayi baru lahir. Apabila sangat kotor. 2. anjurkan pasien untuk menutup mata secara perlahan-lahan. 9) Apabila obat mata jenis salep pegang aplikator salep di atas pinggir kelopak mata kemudian pencet tube hingga obat keluardan berikan obat pada kelopak mata bawa. basuh dengan air hangat. Setelah tetesan sesuai dengan dosis. basuh dengan air hangat. Biarkan pasien untuk memejamkan mata dan menggerakkan kelopak mata. Ketimpangan Tindakan pemberian obat mata pada bayi baru lahir yang dilakukan di ruang cempaka RSUD Dr. 9) Tutup mata dengan kasa dan plester bila perlu. 11) Tutup mata pasien beberapa menit 12) Tutup mata dengan kasa dan plester bila perlu. Biarkan pasien untuk memejamkan mata dan menggerakkan kelopak mata. 13) Rapikan pasien dan mengatur dalam posisi yang nyaman 14) Membereskan peralatan 15) Melepas sarung tangan 16) Cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir 17) Melakukan dokumentasi tindakan yang telah dilakukan B. 8) Teteskan obat mata di daerah sakus konjungtiva. Secara Praktek a. Persiapan Alat dan Bahan 1) Obat mata (tetes atau salep) 2) Kapas kering steril/tissue 3) Kapas basah (normal saline) steril 4) Kapas/penutup mata dan plester 5) Sarung tangan steril b. Soetijono Blora sudah sesuai dengan teori . secara bergantian dan berikan obat pada kelopak mata bagian atas. Apabila sangat kotor. anjurkan pasien untuk melihat ke bawah. 6) Buka mata perlahan-lahan bagian bawah dengan ibu jari. anjurkan pasien untuk melihat ke bawah. Akan tetapi. 8) Apabila obat mata jenis salep pegang aplikator salep di atas pinggir kelopak mata kemudian pencet tube hingga obat keluardan berikan obat pada kelopak mata bawa. jari telunjuk di atas tulang orbita. R. Hanya saja perawat jaga tidak menjelaskan tindakan langsung pada pasien. Setelah selesai. Rasionalisasi Tindakan pemberian obat mata pada bayi baru lahir yang dilakukan di ruang cempaka RSUD Dr. apabila menggunakan obat tetes mata. Soetijono Blora sudah sesuai dengan teori sehingga tidak terdapat ketimpangan di dalamnya. 10) Cuci tangan. perawat menjelaskannya kepada keluarga pasien. jumlah. anjurkan pasien untuk menutup mata secara perlahan-lahan.

misalkan APGAR. 4. Masalah yang lazim terjadi pada bayi baru lahir normal seperti caput. 2006). Keterampilan Dasar Praktik Klinik. B. Nuha Medika. penampilan dan perilaku bayi baru lahir. Ery. Bagi institusi RSUD. SIMPULAN 1.sehingga tidak terdapat ketimpangan di dalamnya. Bagi mahasiswi Diharapkan agar mahasiswa dapat lebih aktif dan efisien dalam mempelajari ketrampilan dasar praktik klinik dan mampu melaksanakan tindakan dengan baik dan benar. R. Mahasiswa sudah mengetahui kesesuaian pelaksanaan pemberian obat mata di RSUD Dr. keuntungan dan resiko imunisasi pada bayi. pertumbuhan dan perkembangan bayi premature dan komplikasi tertentu bayi baru lahir sperti taruma intra-cranial. 3. 2. SARAN 1. 3. Mahasiswa sudah mengetahui apa itu pemberian obat mata. nutrisi. indikator pengkajian bayi baru lahir. Yogyakarta. kematian mendadak. Soetijono Blora. R. Bagi institusi pendidikan Diharapkan untuk lebih membimbing mahasiswa tentang fungsi dan peran mahasiswa dalam melaksanakan tindakan pemberian obat mata pada bayi baru lahir. Fitramaya Penerbit. dehidrasi. Mahasiswa sudah mengetahui gambaran pemberian obat mata pada bayi baru lahir di ruang Cempaka RSUD Dr. Yogyakarta. mongolion spot. Hanya saja perawat jaga tidak menjelaskan tindakan langsung pada pasien. Teori dan Aplikasi. Pemberian salep mata terhadap bayi baru lahir Pengetahuan dasar yang harus dapat dikuasai oleh seorang bidan adalah pengetahuan dasar tentang adaptasi bayi baru lahir terhadap kehidupan di luar uterus. 2011. 2009. Penuntun Dasar Praktik Klinik Kebidanan. Yogyakarta. hematoma (IBI. karena pasien masih bayi baru lahir. Soetijono Blora. KDPK Kebidanan. memberikan imunisasi pada bayi. Eny Retna dan Tri Sunarsih. 2010. kebutuhan dasar bayi baru lahir. bonding dan attachement. kebersihan jalan nafas. hypotermi. tumbuh kembang yang normal pada bayi baru lahir sampai 1 bulan. BAB III PENUTUP A. 2.Dr. R. Akan tetapi. fraktur clavicula. hemangioma. DAFTAR PUSTAKA Ambarwati. molding. . diare dan infeksi. ikterus. komplikasi yang lazim terjadi pada bayi baru lahir normal seperti hypoglikemia. Mahasiswa sudah mengetahui cara pelaksanaan pemberian obat mata pada bayi baru lahir. Yuni. Fatmawati. Soetijono Blora Untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan peralatan untuk setiap tindakan yang akan dilakukan. kehangatan. perawatan tali pusat. Madani Press. promosi kesehatan dan pencegahan penyakit pada bayi baru lahir sampai 1 bulan. Kusmiyati. perawat menjelaskannya kepada keluarga pasien.

Terlihatnya cadangan prekursor granulosit yang masih rendah dalam sumsum tulang. dari lingkungan. toksoplasma. infeksi kulit. memang belum ada data nasional yang akurat mengenai angka kesakitan dan kematian karena infeksi pada BBL. HIV (Human Immunodeficiency Virus). tentu dapat menular ke janin/bayi pada intranatal. herpes simplex.Faktor tidak langsung misalnya keadaan sosial dan medis. dan masih rendahnya kesanggupan memproduksi antibodi terhadap antigen polisakarida bakteri dan lainlainnya. dan rumah sakit. Infeksi juga masih berperan utama dalam angka kesakitan dan angka kematian BBL di Indonesia. Namun. eksim. syphylis. sedikitnya IgG yang diperoleh dari ibu turut pula berperan. Ketiga. seperti. infeksi telinga. termasuk Indonesia. infeksi pascanatal yang berasal dari ibu setelah melahirkan. . bisa lewat udara atau tertular oleh orang lain. dampaknya akan terjadi sekaligus kepada ibu. dan bayi yang baru lahir. Infeksi yang terjadi pada BBL dapat pula disebabkan oleh kontak bayi dengan organisme yang potensial patogenik. infeksi saluran kemih. Sementara late infection adalah infeksi yang didapat dari lingkungan luar. infeksi saat persalinan.waspada. bakteri. Kedua. janin.co. hepatitis.id). diperkirakan angka kematian bayi cenderung meningkat. infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). toxoplasmosis. Mekanismenya terbagi dalam tiga kategori. masih rendahnya aktivitas komplemen serum. dan HIV/AIDS (www. merupakan indikasi fungsi imunologis yang belum berkembang dengan baik. Fungsi imunologis sang bayi yang belum berkembang dengan baik berpengaruh terhadap angka kesakitan dan kematian karena infeksi pada BBL. kata Rachma. CMV. Rubella. Infeksi pada bayi baru lahir ada dua tipe yaitu early infection (infeksi dini) dan late infection (infeksi terlambat). herpes. pertama. yang tidak dapat diatasi oleh daya tahan tubuh bayi tersebut Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh paparan atau kontaminasi mikroorganisme selama proses persalinan berlangsung maupun beberapa saat setelah lahir. Sampai saat ini. Ibu yang mengidap cytomegalovirus. hepatitis. rubella.or. dan lain-lain. Beragam infeksi bisa terkena pada bayi baru lahir. Juga.Hingga kini. Disebut infeksi dini karena infeksi didapat dari si ibu saat masih dalam kandungan. (http://pusdiknakes. sejak krisis ekonomi melanda kawasan Asia. infeksi masih merupakan masalah yang serius pada bayi baru lahir (BBL).id). Sedangkan faktor yang berpengaruh langsung adalah kontak bayi dengan organisme yang potensial patogenik. Infeksi Intrauterin (transmisi melalui plasenta). Bila infeksi terjadi pada ibu sebelum konsepsi atau pada masa perinatal.

selain mata tampak merah. Artinya. Pada penderita akut. obat mata yang masih tersisa satu bulan setelah tutup dibuka harus segera dibuang. 74 anak diantaranya tidak akan berhasil mencapai umur tepat lima tahun. dengan referensi waktu Mei 2002.Di propinsi lampung Angka Kematian Balita sebesar 47 per 1000 balita. karena sakit mata yang diderita oleh satu orang dengan yang lain mungkin berbeda sehingga membutuhkan jenis obat yang berbeda. Selanjutnya. Kedua jenis obat ini (salep mata dan tetes mata) merupakan obat steril. (Depkes. . mulai dari bentuk ulkus hingga perforasi (Depkes. karena daya kerjanya cepat menghilang. Hal ini penting. (http://www.( http://demografi. Jadi untuk mencegah kontaminasi. 47 anak diantaranya tidak akan berhasil mencapai umur tepat lima tahun. Dengan penggunaan yang dioleskan pada kelopak mata bagian dalam.com). Pada bayi baru lahir. penggunaannya juga lebih efisien dan tahan lama. sehingga diharapkan penyembuhan menjadi lebih cepat. karena obat mata akan cepat rusak setelah dibuka. Selain itu juga untuk mencegah penularan penyakit mata ke orang lain. Salep mata cenderung lebih awet (dalam penyimpanan). Bila keadaan ini tidak diobati atau terlambat diobati bisa timbul kerusakan kornea. saluran air mata belum terbuka sempurna.dengan refernsi tahun 2007 Artinya. 2000). Salep mata memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan obat tetes mata. Bayi yang baru lahir ketika tidak mendapatkan salep mata dalam waktu kurang dari 1 jam menyebabkan infeksi mata bayi baru lahir. satu obat mata hanya boleh digunakan untuk satu orang saja. Tidak seperti tetes mata yang cepat menguap habis akibat terbuang bersama air mata sehingga kita harus lebih sering menggunakannya.go. terbuang bersama air mata. diharapkan zat aktif dalam salep mata dapat bekerja optimal. Selain itu. bayi akan terlihat seperti mengeluarkan air mata terus (di bagian mata dekat hidung) walaupun sedang tidak menangis. salep mata sangat dianjurkan daripada tetes mata yang harus diteteskan setiap 3 sampai 4 jam sekali.Dari Perhitungan dengan Mortpak dari data Susenas 2004 memperoleh perkiraan Angka Kematian Balita sebesar 74 per 1000 balita. Cara penggunaan salep mata tidak jauh berbeda dengan penggunaan obat tetes mata. setiap 1000 balita (umur 0 sampai 4 thn 11 bln 29 hari) pada tahun 2007. 2000). ujung wadah obat jangan sampai terkena permukaan lain dan tutup rapat sesudah digunakan.id).scribd. pada tahun 2002 setiap 1000 balita (umur 0 sampai 4 thn 11 bln 29 hari) pada tahun 2002. Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh paparan atau kontaminasi mikroorganisme selama proses persalinan berlangsung maupun beberapa saat setelah lahir.bps. salep mata lebih lama menempel di mata sehingga pengobatannya pun menjadi lebih efektif.

 Ø Pastikan bahwa semua pakaian. pastikan untuk melakukan tindakan pencegahan infeksi berikut ini :    Ø Cuci tangan secara seksama sebelum dan setelah melakukan kontak dengan bayi.kes.  Ø Pastikan bahwa timbangan. sedangkan salep mata biasanya diberikan 5 jam setelah bayi lahir. pakai yang bersih dan baru. stetoskop dan benda-benda lainnya yang akan bersentuhan dengan bayi dalam keadaan bersih (dekontaminasi dan cuci setiap setelah digunakan). Ø Pastikan bahwa semua peralatan. termasuk klem gunting dan benang tali pusat telah didinfeksi tingkat tinggi atau steril. jika menggunakan bola karet penghisap. 2002) .5 % atau tetrasiklin 1 %. yaitu pemberian obat mata eritromisin 0. pipa pengukur. (Dep. Ø Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi yang belum dimandikan. tindakan ini dapat dikerjakan setelah bayi selesai dengan perawatan tali pusat Yang lazim dipakai adalah larutan perak nitrat atau neosporin dan langsung diteteskan pada mata bayi segera setelah lahir Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi. handuk. termometer. Perawatan mata harus segera dikerjakan.RI. Ø Memberikan obat tetes atau salep mata Untuk pencegahan penyakit mata karena klamidia (penyakit menular seksual) perlu diberikan obat mata pada jam pertama persalinan. selimut serta kain yang digunakan untuk bayi telah dalam keadaan bersih.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful