Tata Surya

Gambaran umum Tata Surya (Ukuran planet digambarkan sesuai skala, sedangkan jaraknya tidak): Matahari, Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Ceres, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto, Haumea, Makemake dan Eris. Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya. Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar. Berdasarkan jaraknya dari Matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km). Sejak pertengahan 2008, ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris (10.100 juta km). Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami. Masingmasing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu dan partikel lain. Asal usul Banyak hipotesis tentang asal usul Tata Surya telah dikemukakan para ahli, beberapa di antaranya adalah: Hipotesis Nebula Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg (1688-1772) tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724-1804) pada tahun 1775. Hipotesis serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace secara independen pada tahun 1796. Hipotesis ini, yang lebih dikenal dengan Hipotesis Nebula Kant-Laplace, menyebutkan bahwa pada tahap awal, Tata Surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula, dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen. Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu, suhu kabut memanas, dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari). Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat, dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling Matahari. Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar. Laplace berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planet-planet merupakan konsekuensi dari pembentukan mereka. Hipotesis Planetisimal Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan Matahari, pada masa awal pembentukan Matahari. Kedekatan tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan Matahari, dan bersama proses internal Matahari, menarik materi berulang kali dari Matahari. Efek gravitasi bintang mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari Matahari. Sementara sebagian besar materi tertarik kembali, sebagian lain akan tetap di orbit, mendingin dan memadat, dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet. Objek-objek tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan, sementara sisa-sisa materi lainnya menjadi komet dan asteroid.

Charon. yaitu bahwa Matahari adalah pusat alam semesta. Hygiea. Para astronom kemudian menemukan sekitar 1. Vesta. yang kemudian terkondensasi menjadi planet. Venus. dan 2003 EL61 (1.500 km pada Mei 2004). satelit Saturnus. yang sebelumnya digagas oleh Nicolaus Copernicus (1473-1543). Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. Sedna (1. Pluto kemudian ditemukan pada 1930. Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian dan perhitungan benda-benda langit selanjutnya Pada 1781. Neptunus ditemukan pada Agustus 1846. Teleskop Galileo terus disempurnakan oleh ilmuwan lain seperti Christian Huygens (1629-1695) yang menemukan Titan.250 km pada Juni 2002). Banyak bangsa di dunia ini memiliki nama sendiri untuk masing-masing planet. Mars. . Orcus. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya Tata Surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil.800 km pada Maret 2004). Yupiter dan Saturnus) telah dikenal sejak zaman dahulu karena mereka semua bisa dilihat dengan mata telanjang. Namun astronom Harold Jeffreys tahun 1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi. Hipotesis Bintang Kembar Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956. sebelumnya sempat dikira sebagai planet yang sebenarnya karena ukurannya tidak berbeda jauh dengan Pluto. Galileo Galilei (1564-1642) dengan teleskop refraktornya mampu menjadikan mata manusia "lebih tajam" dalam mengamati benda langit yang tidak bisa diamati melalui mata telanjang. Di sana mungkin ada sekitar 100. Sejarah penemuan Lima planet terdekat ke Matahari selain Bumi (Merkurius. ia bisa melihat berbagai perubahan bentuk penampakan Venus. Hipotesis Kondensasi Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G. Susunan heliosentris adalah Matahari dikelilingi oleh Merkurius hingga Saturnus. seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus terhadap Matahari. Sir Isaac Newton (1642-1727) dengan hukum gravitasi. Pada saat Pluto ditemukan.000 objek kecil lainnya yang letaknya melampaui Neptunus (disebut objek trans-Neptunus). Perkembangan teleskop juga diimbangi pula dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit dan hubungan satu dengan yang lain melalui Johannes Kepler (1571-1630) dengan Hukum Kepler. Penemuan Neptunus ternyata tidak cukup menjelaskan gangguan orbit Uranus. Belasan benda langit termasuk dalam Objek Sabuk Kuiper di antaranya Quaoar (1. Demikian pula astronom Henry Norris Russell mengemukakan keberatannya atas hipotesis tersebut. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya. William Herschel (1738-1822) menemukan Uranus. Pallas. Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada Matahari. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengamatan pada lima abad lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terbebas dari selubung mitologi. Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari Matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka. bukan Bumi. Penalaran Venus mengitari Matahari makin memperkuat teori heliosentris. Kemudian pada 1978. yang juga mengelilingi Matahari. ia hanya diketahui sebagai satu-satunya objek angkasa yang berada setelah Neptunus. satelit yang mengelilingi Pluto ditemukan. Dan puncaknya.P. Karena teleskop Galileo bisa mengamati lebih tajam.Hipotesis Pasang Surut Bintang Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada tahun 1917.000 objek serupa yang dikenal sebagai Objek Sabuk Kuiper (Sabuk Kuiper adalah bagian dari objek-objek trans-Neptunus). Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa Tata Surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa. Huya (750 km pada Maret 2000). Varuna. Perhitungan cermat orbit Uranus menyimpulkan bahwa planet ini ada yang mengganggu. yang berada hampir 2 kali jarak orbit Bumi-Yupiter.

Tata Surya bagian dalam mencakup empat planet kebumian dan sabuk asteroid utama. Menurut definisi ini. Sebagai contoh. bagian terluar Tata Surya dianggap wilayah berbeda tersendiri yang meliputi semua objek melampaui Neptunus. dengan beberapa perkecualian. Semua objek Tata Surya bergerak tercepat di titik perihelion dan terlambat di titik aphelion. Haumea. Makemake. mempunyai massa yang cukup untuk bisa membentuk bulatan diri tetapi belum dapat membersihkan daerah sekitarnya. Objek yang berjarak lebih dekat dari Matahari (sumbu semi-mayor-nya lebih kecil) memiliki tahun waktu yang lebih pendek. dua komponen terbesar yang mengedari Matahari. Orcus. terkecuali Komet Halley.700 km pada Oktober 2003) yang diberi nama oleh penemunya Xena. objek ini juga memiliki satelit. Hampir semua satelit alami yang paling besar terletak di orbit sinkron. terdapat empat gas planet raksasa. Pada orbit elips. Tata Surya memiliki delapan planet: Merkurius. Pada daerah yang lebih jauh. . Terminologi Secara informal. Sisa objek-objek lain berikutnya yang mengitari Matahari adalah benda kecil Tata Surya.3 SA dari Yupiter. Objek lain yang mungkin akan diklasifikasikan sebagai planet kerdil adalah: Sedna. Pluto telah dilepaskan status planetnya karena tidak dapat membersihkan orbitnya dari objek-objek Sabuk Kuiper. Empat planet terbesar juga memliki cincin yang berisi partikel-partikel kecil yang mengorbit secara serempak. sedangkan komet.Penemuan 2003 EL61 cukup menghebohkan karena Objek Sabuk Kuiper ini diketahui juga memiliki satelit pada Januari 2005 meskipun berukuran lebih kecil dari Pluto. Yupiter dan Saturnus. yang umumnya dinamai ekliptika. Planet kerdil adalah benda angkasa bukan satelit yang mengelilingi Matahari. Struktur Komponen utama sistem Tata Surya adalah matahari. tetapi sejauh ini tidak satu teori pun telah diterima.5 SA dari Uranus. dengan satu sisi satelit berpaling ke arah planet induknya secara permanen. Beberapa upaya telah dicoba untuk menentukan korelasi jarak antar orbit ini (hukum Titus-Bode). Sejak ditemukannya Sabuk Kuiper.33 satuan astronomi (SA) lebih dari Merkurius\. sedangkan Saturnus adalah 4. Yupiter. dan benda kecil Tata Surya. objek yang mengorbit matahari dapat diklasifikasikan dalam tiga golongan: planet. Planet-planet dan objek-objek Tata Surya juga mengorbit mengelilingi Matahari berlawanan dengan arah jarum jam jika dilihat dari atas kutub utara Matahari. Venus. Tata Surya memiliki lima buah planet kerdil: Ceres. dan Quaoar. kebanyakan diagram Tata Surya menunjukan jarak antara orbit yang sama antara satu dengan lainnya. Orbit planet-planet bisa dibilang hampir berbentuk lingkaran. Dengan definisi ini. dan Neptunus terletak 10. jarak antara objek dengan Matahari bervariasi sepanjang tahun. sementara komet dan objek-objek sabuk Kuiper biasanya memiliki beda sudut yang sangat besar dibandingkan ekliptika. Pada kenyataannya. Hampir semua planet-planet di Tata Surya juga memiliki sistem sekunder. dan Neptunus. Venus terletak sekitar sekitar 0. sebuah bintang deret utama kelas G2 yang mengandung 99. Tata Surya dapat dibagi menjadi tiga daerah. Jarak terdekat antara objek dengan Matahari dinamai perihelion. Hukum Gerakan Planet Kepler menjabarkan bahwa orbit dari objek-objek Tata Surya sekeliling Matahari bergerak mengikuti bentuk elips dengan Matahari sebagai salah satu titik fokusnya. sedangkan jarak terjauh dari Matahari dinamai aphelion. Semua planet terletak sangat dekat pada ekliptika. semakin besar jarak antara objek itu dengan jalur edaran orbit sebelumnya. Saturnus. Bumi. planet kerdil. mencakup kira-kira 90 persen massa selebihnya. Kebanyakan adalah benda pengorbit alami yang disebut satelit. asteroid dan objek sabuk Kuiper kebanyakan orbitnya berbentuk elips. Beberapa benda ini memiliki ukuran lebih besar dari planet. Planet kerdil yang memiliki orbit di daerah trans-Neptunus biasanya disebut "plutoid". Mars. Secara dinamis dan fisik.86 persen massa dari sistem dan mendominasi seluruh dengan gaya gravitasinya. dan Eris. Tata Surya bagian luar. Hampir semua objek-objek besar yang mengorbit Matahari terletak pada bidang edaran bumi. Planet adalah sebuah badan yang mengedari Matahari dan mempunyai massa cukup besar untuk membentuk bulatan diri dan telah membersihkan orbitnya dengan menginkorporasikan semua objek-objek kecil di sekitarnya. Pluto. Selain lebih besar dari Pluto. Untuk mempermudah representasi. semakin jauh letak sebuah planet atau sabuk dari Matahari. Dan puncaknya adalah penemuan UB 313 (2.

cairan. Uranus (2. yang didominasi oleh Yupiter dan Saturnus. kumpulan batuan metal dan mineral. planet Neptunus tidak muncul di baris matematis Titus-Bode.Ilmuwan ahli planet menggunakan istilah gas. yang termasuk gas dan es.7 g/cm3 dan 1. berukuran sekitar 960 km dan dikategorikan sebagai planet kerdil. 30.9 × 106 km. Matahari adalah pusat Tata Surya dan letaknya paling dekat dengan planet Merkurius (jarak dari Matahari 57. Bintang ini berukuran 332.875 × 109 km. atau gas di berbagai bagian Tata Surya. es. 'volatiles' dapat ditemukan sebagai es. Kebanyakan asteroid-asteroid ini hanya berdiameter beberapa kilometer (lihat: Daftar asteroid). amonia dan karbon dioksida. serta berbagai benda kecil yang terletak di dekat orbit Neptunus. 5.756 km. dan beberapa memiliki diameter 100 km atau lebih. Antara Mars dan Yupiter terdapat daerah yang disebut sabuk asteroid.66 g/cm3. metana.52 SA).1 SA) dengan massa jenis antara 0. Bahan ini merupakan komponen utama dari sebagian besar satelit planet raksasa. Matahari Matahari dilihat dari spektrum sinar-X Matahari adalah bintang induk Tata Surya dan merupakan komponen utama sistem Tata Surya ini. Ukuran diameternya antara 4.95 g/cm3 dan 5. sebagai contoh silikat.2 SA) dan Neptunus (4.72 SA). Ia juga merupakan komponen utama Uranus dan Neptunus (yang sering disebut "es raksasa"). Bahan batuan ini sangat umum terdapat di Tata Surya bagian dalam. Venus (108. Regularitas jarak antara jalur edaran orbit-orbit ini kemungkinan merupakan efek resonansi sisa dari awal terbentuknya Tata Surya. atau 0. Zona planet Di zona planet dalam. terdapat planet gas raksasa Yupiter (778. dan batu untuk mendeskripsi kelas zat yang terdapat di dalam Tata Surya. dan gas mulia. bahkan beberapa menyimpangi Merkurius (Icarus) dan Uranus (Chiron). 1. Pada zona planet luar. bagian dari kumpulan asteroid ini. merupakan komponen pembentuk utama hampir semua planet kebumian dan asteroid. Istilah volatiles mencakup semua bahan bertitik didih rendah (kurang dari ratusan kelvin). Jarak rata-rata antara planet-planet dengan Matahari bisa diperkirakan dengan menggunakan baris matematis Titus-Bode. memiliki titik lebur sekitar ratusan derajat kelvin.2 × 106 km.52 g/cm3.504 × 109 km. tergantung pada suhunya.2 SA). Bumi (149. helium. Ceres. 19. Massa yang besar ini menyebabkan kepadatan inti yang cukup besar . seperti air.39 SA).3 × 106 km.6 × 106 km. bahan-bahan ini mendominasi wilayah tengah Tata Surya. 0. Sedangkan es. 1 SA) dan Mars (227. Anehnya.878 km dan 12.9 × 106 km.830 massa bumi. dengan massa jenis antara 3. Batu digunakan untuk menamai bahan bertitik lebur tinggi (lebih besar dari 500 K). Orbit asteroid-asteroid ini sangat eliptis. yang membuat para pengamat berspekulasi bahwa Neptunus merupakan hasil tabrakan kosmis. Gas adalah bahan-bahan bertitik lebur rendah seperti atom hidrogen.

tetapi nama ini bisa menyebabkan kesalahpahaman. Bintang kategori ini terbentuk lebih akhir pada tingkat evolusi alam semesta. Medium antarplanet Lembar aliran heliosfer. tingkat kecemerlangannya adalah sekitar 70 persen dari kecermelangan sekarang. Secara umum. Tingkat metalitas yang tinggi ini diperkirakan mempunyai pengaruh penting pada pembentukan sistem Tata Surya. Di samping cahaya. bintang yang lebih panas akan lebih cemerlang. karena gerak rotasi magnetis Matahari terhadap medium antarplanet. Venus dan Mars yang tidak memiliki medan magnet. karena terbentuknya planet adalah hasil penggumpalan metal. Bintang-bintang generasi pertama perlu punah terlebih dahulu sebelum alam semesta dapat dipenuhi oleh unsur-unsur yang lebih berat ini. Interaksi antara angin surya dan medan magnet bumi menyebabkan terjadinya aurora. Unsur-unsur yang lebih berat daripada hidrogen dan helium terbentuk di dalam inti bintang purba yang kemudian meledak. Pada awal kehidupannya. matahari juga secara berkesinambungan memancarkan semburan partikel bermuatan (plasma) yang dikenal sebagai angin surya. Saat ini Matahari tumbuh semakin cemerlang. Kesemuanya ini disebut medium antarplanet. sehingga mengandung lebih banyak unsur yang lebih berat daripada hidrogen dan helium ("metal" dalam sebutan astronomi) dibandingkan dengan bintang "populasi II". karena belum habisnya hidrogen yang tersimpan untuk fusi nuklir. Bintang-bintang yang mengikuti pola ini dikatakan terletak pada deret utama. Dipercayai bahwa posisi Matahari pada deret utama secara umum merupakan "puncak hidup" dari sebuah bintang. seperti semburan Matahari (solar flares) dan lontaran massa korona (coronal mass ejection) menyebabkan gangguan pada heliosfer. Kebanyakan energi ini dipancarkan ke luar angkasa dalam bentuk radiasi eletromagnetik. .untuk bisa mendukung kesinambungan fusi nuklir dan menyemburkan sejumlah energi yang dahsyat. menciptakan cuaca ruang angkasa. Struktur terbesar dari heliosfer dinamai lembar aliran heliosfer (heliospheric current sheet). Badai geomagnetis pada permukaan Matahari. sedangkan bintang-bintang yang lebih redup dan dingin adalah umum. Matahari termasuk cukup besar dan cemerlang. Medan magnet bumi mencegah atmosfer bumi berinteraksi dengan angin surya. atmosfernya habis terkikis ke luar angkasa. dan Matahari letaknya persis di tengah deret ini. yaitu sebuah grafik yang menggambarkan hubungan nilai luminositas sebuah bintang terhadap suhu permukaannya. karena dibandingkan dengan bintang-bintang yang ada di dalam galaksi Bima Sakti. termasuk spektrum optik.5 juta kilometer per jam. Bintang-bintang tertua mengandung sangat sedikit metal. bintang-bintang yang lebih cemerlang dan lebih panas dari Matahari adalah langka. Bintang diklasifikasikan dengan diagram Hertzsprung-Russell. Matahari dikategorikan ke dalam bintang kerdil kuning (tipe G V) yang berukuran tengahan. menciptakan atmosfer tipis (heliosfer) yang merambah Tata Surya paling tidak sejauh 100 SA (lihat juga heliopause). sebuah spiral yang terjadi karena gerak rotasi magnetis Matahari terhadap medium antarplanet. yang dapat dilihat dekat kutub magnetik bumi. Semburan partikel ini menyebar keluar kira-kira pada kecepatan 1. Akan tetapi. Matahari secara metalisitas dikategorikan sebagai bintang "populasi I". sedangkan bintang baru mempunyai kandungan metal yang lebih tinggi.

Medan magnet planet-planet menambah peran perlindungan selanjutnya. Tata Surya bagian dalam Tata Surya bagian dalam adalah nama umum yang mencakup planet kebumian dan asteroid. Planet yang letaknya di antara Matahari dan bumi (Merkurius dan Venus) disebut juga planet inferior. Venus tidak memiliki satelit. sehingga derajat radiasi kosmis di dalam Tata Surya sendiri adalah bervariasi. Merkurius tidak memiliki satelit alami dan ciri geologisnya di samping kawah meteorid yang diketahui adalah lobed ridges atau rupes. Dari kiri ke kanan: Merkurius. kemungkinan besar disebabkan jumlah gas rumah kaca yang terkandung di dalam atmosfer. planet ini memiliki selimut kulit silikat yang tebal dan berinti besi. seperti silikat yang membentuk kerak dan selubung.4 SA dari Matahari) adalah planet terdekat dari Matahari serta juga terkecil (0. radius dari seluruh daerah ini lebih pendek dari jarak antara Yupiter dan Saturnus. diduga sumber atmosfer Venus berasal dari gunung berapi. Planet-planet bagian dalam Planet-planet bagian dalam. Akan tetapi planet ini lebih kering dari bumi dan atmosfernya sembilan kali lebih padat dari bumi. Yang pertama. Bumi. meski tidak diketahui seberapa besar. Venus.[31] Bumi . Sejauh ini aktivitas geologis Venus belum dideteksi.Heliosfer juga berperan melindungi Tata Surya dari sinar kosmik yang berasal dari luar Tata Surya. terletak di Tata Surya bagian dalam dan merupakan penyebab cahaya zodiak. Terutama terbuat dari silikat dan logam. Ini kemungkinan terbentuk dari tabrakan dalam sabuk asteroid yang disebabkan oleh interaksi dengan planet-planet. Atmosfer Merkurius yang hampir bisa diabaikan terdiri dari atom-atom yang terlepas dari permukaannya karena semburan angin surya. Venus adalah planet terpanas dengan suhu permukaan mencapai 400 °C. objek dari Tata Surya bagian dalam melingkup dekat dengan matahari. dan Mars (ukuran menurut skala) Empat planet bagian dalam atau planet kebumian (terrestrial planet) memiliki komposisi batuan yang padat. Densitas sinar kosmik pada medium antarbintang dan kekuatan medan magnet Matahari mengalami perubahan pada skala waktu yang sangat panjang. kemungkinan terjadi karena pengerutan pada perioda awal sejarahnya. Merkurius Merkurius (0. Tiga dari empat planet ini (Venus. tetapi karena planet ini tidak memiliki medan magnet yang bisa mencegah habisnya atmosfer.815 massa bumi). Komposisi Planet-planet ini terutama adalah mineral bertitik leleh tinggi. semuanya memiliki kawah meteor dan sifat-sifat permukaan tektonis seperti gunung berapi dan lembah pecahan. Besarnya inti besi dan tipisnya kerak Merkurius masih belum bisa dapat diterangkan. Menurut dugaan hipotesa lapisan luar planet ini terlepas setelah terjadi tabrakan raksasa. Dan seperti bumi.055 massa bumi). hampir tidak mempunyai atau tidak mempunyai satelit dan tidak mempunyai sistem cincin. atmosfernya juga tebal dan memiliki aktivitas geologi. Daerah kedua membentang antara 10 SA sampai sekitar 40 SA.7 SA dari Matahari) berukuran mirip bumi (0. dan perkembangan ("akresi") penuhnya terhambat oleh energi awal Matahari. Medium antarplanet juga merupakan tempat beradanya paling tidak dua daerah mirip piringan yang berisi debu kosmis. awan debu zodiak. Venus Venus (0. dan logam seperti besi dan nikel yang membentuk intinya. dan mungkin disebabkan oleh tabrakan yang mirip tetapi tejadi di dalam Sabuk Kuiper. Bumi dan Mars) memiliki atmosfer.

Diameternya adalah sedikit kurang dari 1000 km. yang banyak memotong orbit-orbit planet planet bagian dalam. bulan. Kelompok Asteroid Hilda terletak di orbit resonansi 2:3 dari Yupiter. diduga merupakan sisa dari bahan formasi Tata Surya yang gagal menggumpal karena pengaruh gravitasi Yupiter. Kelompok asteroid Asteroid pada sabuk utama dibagi menjadi kelompok dan keluarga asteroid bedasarkan sifat-sifat orbitnya. Permukaan Mars yang dipenuhi gunung berapi raksasa seperti Olympus Mons dan lembah retakan seperti Valles marineris. yang artinya kelompok ini mengedari Matahari tiga kali untuk setiak dua edaran Yupiter. mungkin jutaan objek yang berdiameter satu kilometer. tetapi di-reklasifikasi menjadi asteroid pada tahun 1850an setelah observasi lebih lanjut menemukan beberapa asteroid lagi. Sabuk utama tidaklah rapat. Badan- . Planet ini memiliki atmosfer tipis yang kandungan utamanya adalah karbon dioksida. Mereka tidak mudah dibedakan dari satelit-satelit planet. cukup besar untuk memiliki gravitasi sendiri untuk menggumpal membentuk bundaran. karena dipengaruhi oleh keberadaan mahluk hidup yang menghasilkan 21% oksigen. Bagian dalam Tata Surya juga dipenuhi oleh asteroid liar. Hidrosfer-nya yang cair adalah khas di antara planet-planet kebumian dan juga merupakan satu-satunya planet yang diamati memiliki lempeng tektonik. diklasifikasikan sebagai benda kecil Tata Surya. berjarak antara 2.3 dan 3. satelit asteroid adalah asteroid yang mengedari asteroid yang lebih besar. Mars Mars (1. Sabuk asteroid juga memiliki komet sabuk utama yang mungkin merupakan sumber air bumi. sebutan "trojan" sering digunakan untuk objek-objek kecil pada Titik Langrange dari sebuah planet atau satelit. menunjukan aktivitas geologis yang terus terjadi sampai baru belakangan ini. Sabuk asteroid terdiri dari beribu-ribu. Asteroid-asteroid Trojan terletak di titik L4 atau L5 Yupiter (daerah gravitasi stabil yang berada di depan dan belakang sebuah orbit planet). Beberapa asteroid seperti Vesta dan Hygiea mungkin akan diklasifikasi sebagai planet kerdil jika terbukti telah mencapai kesetimbangan hidrostatik. Ceres direklasifikasi lanjut pada tahun 2006 sebagai planet kerdil. massa total dari sabuk utama ini tidaklah lebih dari seperseribu massa bumi. kadang kala hampir sebesar pasangannya. Tata Surya bagian luar Pada bagian luar dari Tata Surya terdapat gas-gas raksasa dengan satelit-satelitnya yang berukuran planet. Banyak komet berperioda pendek termasuk beberapa Centaur. Ceres Ceres (2.Bumi (1 SA dari Matahari) adalah planet bagian dalam yang terbesar dan terpadat. juga berorbit di daerah ini. satu-satunya satelit besar dari planet kebumian di dalam Tata Surya. kecuali Ceres yang terbesar. kapal ruang angkasa secara rutin menerobos daerah ini tanpa mengalami kecelakaan. Sabuk asteroid utama terletak di antara orbit Mars dan Yupiter. Mars mempunyai dua satelit alami kecil (Deimos dan Phobos) yang diduga merupakan asteroid yang terjebak gravitasi Mars.77 SA) adalah benda terbesar di sabuk asteroid dan diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Sabuk asteroid Asteroid secara umum adalah objek Tata Surya yang terdiri dari batuan dan mineral logam beku. Gradasi ukuran asteroid adalah ratusan kilometer sampai mikroskopis. Semua asteroid.3 SA dari matahari. Bumi memiliki satu satelit. Meskipun demikian. Asteroid yang berdiameter antara 10 dan 10−4 m disebut meteorid.5 SA dari Matahari) berukuran lebih kecil dari bumi dan Venus (0. Ceres dianggap sebagai planet ketika ditemukan pada abad ke 19. satu-satunya yang diketahui memiliki aktivitas geologi dan satu-satunya planet yang diketahui memiliki mahluk hidup. Warna merahnya berasal dari warna karat tanahnya yang kaya besi. Atmosfer bumi sangat berbeda dibandingkan planet-planet lainnya.107 massa bumi).

Ariel dan Miranda. sebagai contoh komposisi atmosfernya. adalah planet yang paling ringan di antara planetplanet luar. Umbriel. Uranus dan Neptunus memiliki proporsi es yang lebih besar.5 kali massa dari gabungan seluruh planet lainnya. meski hampir terdiri hanya dari es saja. Ganymede. membuat planet ini sebuah planet yang paling tidak padat di Tata Surya. secara umum perihelion-nya terletak di planet- . Kandungan utamanya adalah hidrogen dan helium. biasanya hanya berukuran beberapa kilometer. sebagai contoh pita pita awan dan Bintik Merah Raksasa. Neptunus Neptunus (30 SA) meskipun sedikit lebih kecil dari Uranus. dengan 318 kali massa bumi. Komet Komet adalah badan Tata Surya kecil. berdasarkan skala Keempat planet luar. Triton. amonia. Io. Callisto. yang terbesar adalah Titania. Keempat raksasa gas ini semuanya memiliki cincin. Uranus memiliki 27 satelit yang diketahui. Uranus Uranus (19. Planet ini memiliki inti yang sangat dingin dibandingkan gas raksasa lainnya dan hanya sedikit memancarkan energi panas. Ganymede. Titan berukuran lebih besar dari Merkurius dan merupakan satu-satunya satelit di Tata Surya yang memiliki atmosfer yang cukup berarti. geologinya aktif. Empat yang terbesar. planet ini hanya seberat kurang dari sepertiga Yupiter atau 95 kali massa bumi. Triton adalah satu-satunya satelit besar yang orbitnya terbalik arah (retrogade). dan Europa menampakan kemiripan dengan planet kebumian. yang merupakan satelit terbesar di Tata Surya.6 SA) yang memiliki 14 kali massa bumi. Planet ini memiliki kelainan ciri orbit. Oberon. metan. Neptunus memiliki 13 satelit yang diketahui. Planet-planet luar Raksasa-raksasa gas dalam Tata Surya dan Matahari.2 SA). Yupiter Yupiter (5. Sejauh yang diketahui Yupiter memiliki 63 satelit. memiliki 17 kali massa bumi. Yupiter dan Saturnus sebagian besar mengandung hidrogen dan helium. menunjukan activitas geologis. Benda-benda ini memiliki resonansi 1:1 dengan Neptunus.badan padat di daerah ini mengandung jumlah volatil (contoh: air. yang disebut Trojan Neptunus. Neptunus juga didampingi beberapa planet minor pada orbitnya. secara keseluruhan mencakup 99 persen massa yang mengorbit Matahari. yang sering disebut "es" dalam peristilahan ilmu keplanetan) yang lebih tinggi dibandingkan planet batuan di bagian dalam Tata Surya. Yang terbesar. Saturnus memiliki 60 satelit yang diketahui sejauh ini (dan 3 yang belum dipastikan) dua di antaranya Titan dan Enceladus. sehingga membuatnya lebih padat. yang disebut juga planet raksasa gas (gas giant). dan terbuat dari es volatil. Meskipun Saturnus hanya sebesar 60% volume Yupiter. memiliki beberapa kesamaan dengan Yupiter. berukuran lebih besar dari Merkurius. Planet ini memancarkan panas dari dalam tetapi tidak sebanyak Yupiter atau Saturnus. atau planet jovian. adalah 2. Saturnus Saturnus (9.5 SA) yang dikenal dengan sistem cincinnya. seperti gunung berapi dan inti yang panas. Para astronom mengusulkan bahwa keduanya dikategorikan sendiri sebagai raksasa es. Uranus mengedari Matahari dengan bujkuran poros 90 derajat pada ekliptika. Sumber panas di dalam Yupiter menyebabkan timbulnya beberapa ciri semi-permanen pada atmosfernya. Badan-badan ini memiliki eksentrisitas orbit tinggi. dan memiliki geyser nitrogen cair. meski hanya sistem cincin Saturnus yang dapat dilihat dengan mudah dari bumi.

Anggota dari sabuk klasik diklasifikasikan sebagai cubewanos. yang membuat Pluto-Charon sebuah sistem ganda. tetapi diperkirakan massa total Sabuk Kuiper hanya sepersepuluh massa bumi.7 SA. dekatnya jarak dari Matahari menyebabkan permukaan esnya bersumblimasi dan berionisasi.4 SA sampai 47. Komet tua yang bahan volatilesnya telah habis karena panas Matahari sering dikategorikan sebagai asteroid. Pluto memiliki kemiringan orbit cukup eksentrik (17 derajat dari bidang ekliptika) dan berjarak 29. Daerah ini juga dikenal sebagai daerah luar Tata Surya.5 SA) dan lebih kecil dari Neptunus (30 SA). mungkin akan diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Pluto terletak pada sabuk resonan dan memiliki 3:2 . Komet berperioda pendek memiliki kelangsungan orbit kurang dari dua ratus tahun. Para ilmuwan memperkirakan terdapat sekitar 100. yang menghasilkan koma. Sebagian komet berorbit hiperbolik mungking berasal dari luar Tata Surya. Banyak objek Kuiper memiliki satelit ganda dan kebanyakan memiliki orbit di luar bidang eliptika.7 SA dari Matahari pada titik prihelion (sejarak orbit Neptunus) sampai 49.000 objek Sabuk Kuiper yang berdiameter lebih dari 50 km. benda ini dianggap sebagai planet yang kesembilan. Centaur Centaur adalah benda-benda es mirip komet yang poros semi-majornya lebih besar dari Yupiter (5. 2060 Chiron. satelit Pluto yang terbesar. Sabuk Kuiper secara kasar bisa dibagi menjadi "sabuk klasik" dan resonansi. Ketika ditemukan pada tahun 1930. Meski demikian. seperti Quaoar. sebagian besar belum dieksplorasi. beberapa objek Kuiper yang terbesar. yang sering dapat dilihat dengan mata telanjang. tetapi menentukan jalur orbitnya secara pasti sangatlah sulit. dan Orcus. Sabuk Kuiper Sabuk Kuiper adalah sebuah cincin raksasa mirip dengan sabuk asteroid. Dua satelit yang jauh lebih kecil Nix dan Hydra juga mengedari Pluto dan Charon. sebuah planet kerdil. akan terus diklasifikasikan sebagai satelit atau menjadi sebuah planet kerdil juga. dan terdiri dari benda kecil Tata Surya. Daerah trans-Neptunus Daerah yang terletak jauh melampaui Neptunus. Sabuk klasik terdiri dari objek yang tidak memiliki resonansi dengan Neptunus. terbentuk dari pecahan sebuah induk tunggal. Komet berperioda pendek dipercaya berasal dari Sabuk Kuiper. definisi ini diganti pada tahun 2006 dengan diangkatnya definisi formal planet. Saat sebuah komet memasuki Tata Surya bagian dalam. Banyak kelompok komet. setelah anggota jenis pertamanya ditemukan (15760) 1992QB1 Pluto dan Charon Pluto (rata-rata 39 SA). Sedangkan komet berperioda panjang memiliki orbit yang berlangsung ribuan tahun. tetapi komposisi utamanya adalah es. Varuna. Pluto dan Charon. atau daerah trans-Neptunus. Resonansi adalah orbit yang terkait pada Neptunus (contoh: dua orbit untuk setiap tiga orbit Neptunus atau satu untuk setiap dua). 10199 Chariklo. seiring dengan sebaran keluar yang bertempat di piringan tersebar (outward-scattered residents of the scattered disc). meskipun berbagai orang menggunakan istilah ini untuk daerah yang terletak melebihi sabuk asteroid. adalah objek terbesar sejauh ini di Sabuk Kuiper. ekor gas dan debu panjang. dan terletak sekitar 39.planet bagian dalam dan letak aphelion-nya lebih jauh dari Pluto. Resonansi yang pertama bermula pada Neptunus sendiri. seperti Kreutz Sungrazers. Menurut dugaan daerah ini sebagian besar terdiri dari dunia-dunia kecil (yang terbesar memiliki diameter seperlima bumi dan bermassa jauh lebih kecil dari bulan) dan terutama mengandung batu dan es.5 SA pada titik aphelion. Tidak jelas apakah Charon. seperti Hale-bopp. keduanya mengedari titik barycenter gravitasi di atas permukaannya. Centaur terbesar yang diketahui adalah. Sabuk ini terletak antara 30 dan 50 SA. Centaur temuan pertama. juga diklasifikasikan sebagai komet (95P) karena memiliki koma sama seperti komet kalau mendekati Matahari Beberapa astronom mengklasifikasikan Centaurs sebagai objek sabuk Kuiper sebaran-ke-dalam (inward-scattered Kuiper belt objects). berdiameter 250 km. sedangkan komet berperioda panjang. berasal dari Awan Oort.

Objek sabuk Kuiper yang orbitnya memiliki resonansi yang sama disebut plutino.400 km. adalah titik tempat angin surya berhenti dan ruang antar bintang bermula. Heliopause Heliopause dibagi menjadi dua bagian terpisah. Tabrakan ini terjadi pada benturan terminasi yang kira kira terletak di 80-100 SA dari Matahari pada daerah lawan angin dan sekitar 200 SA dari Matahari pada daerah searah jurusan angin. dengan titik perihelion 38. pada jarak 94 dan 84 SA dari Matahari. Haumea dan Makemake Haumea (rata-rata 43. Batasan luar dari heliosfer. Batasan terjauh pengaruh angin surya kira kira berjarak empat kali jarak Pluto dan Matahari. dan lebih jauh daripada hemisfer selatan. Awan angin yang bergerak pada kecepatan 400 km/detik sampai menabrak plasma dari medium ruang antarbintang. . Diharapkan satelit NASA voyager akan menembus heliopause pada sekitar dekade yang akan datang dan mengirim kembali data tingkat radiasi dan angin surya. Orbit keduanya berinklinasi jauh lebih membujur dari Pluto (28° dan 29°) dan lain seperti Pluto.resonansi dengan Neptunus. Kebanyakan objek piringan tersebar (scattered disc objects. sehingga tidaklah mungkin mengetahui kondisi ruang antar bintang lokal dengan pasti. keduanya tidak dipengaruhi oleh Neptunus. Beberapa astronom menggolongkan piringan tersebar hanya sebagai bagian dari sabuk Kuiper dan menjuluki piringan tersebar sebagai "objek sabuk Kuiper tersebar" (scattered Kuiper belt objects). Heliopause ini disebut sebagai titik permulaan medium antar bintang. Objek piringan tersebar diduga terlempar ke orbit yang tidak menentu karena pengaruh gravitasi dari gerakan migrasi awal Neptunus.2 SA (mirip jarak Pluto ke Matahari) dan titik aphelion 97. memampat dan berubah menjadi kencang. Daerah terjauh Titik tempat Tata Surya berakhir dan ruang antar bintang mulai tidaklah persis terdefinisi. membentuk struktur oval yang dikenal sebagai heliosheath. Dalam pada itu. pada jarak sekitar 230 SA. Haumea adalah sebuah objek berbentuk telur dan memiliki dua satelit. jarak efektif pengaruh gravitasi Matahari. Eris adalah planet kerdil terbesar yang diketahui dan memiliki satu satelit. Batasanbatasan luar ini terbentuk dari dua gaya tekan yang terpisah: angin surya dan gravitasi Matahari. sebagai bagian dari kelompok Objek Sabuk Kuiper klasik. Bentuk dari ujung luar heliosfer kemungkinan dipengaruhi dari dinamika fluida dari interaksi medium antar bintang dan juga medan magnet Matahari yang mengarah di sebelah selatan (sehingga memberi bentuk tumpul pada hemisfer utara dengan jarak 9 SA. karena Eris hanya 5%lebih besar dari Pluto dan memiliki perkiraan diameter sekitar 2. Pada awalnya dinamai 2003 EL 61 dan 2005 FY9. Piringan tersebar Piringan tersebar (scattered disc) berpotongan dengan sabuk Kuiper dan menyebar keluar jauh lebih luas. diperkirakan mencakup sekitar seribu kali lebih jauh. heliopause. Sejauh ini belum ada kapal luar angkasa yang melewati heliopause. Selebih dari heliopause.79 SA) adalah dua objek terbesar sejauh ini di dalam sabuk Kuiper klasik.34 SA) dan Makemake (rata-rata 45. Kemudian angin melambat dramatis. terdapat benturan busur. Seperti Pluto. mengulur keluar sejauh 40 SA di bagian arah lawan angin dan berkali-kali lipat lebih jauh pada sebelah lainnya. Daerah ini diduga merupakan sumber komet berperioda pendek. jaluran ombak plasma yang ditinggalkan Matahari seiring edarannya berkeliling di Bima Sakti. Eris Eris (rata-rata 68 SA) adalah objek piringan tersebar terbesar sejauh ini dan menyebabkan mulainya debat tentang definisi planet. orbitnya memiliki eksentrisitas tinggi. dengan kelakuan mirip seperti ekor komet. Akan tetapi Bola Roche Matahari. Voyager 1 dan Voyager 2 dilaporkan telah menembus benturan terminasi ini dan memasuki heliosheath. atau SDO) memiliki perihelion di dalam sabuk Kuiper dan apehelion hampir sejauh 150 SA dari Matahari. Orbit OPT juga memiliki inklinasi tinggi pada bidang ekliptika dan sering hampir bersudut siku-siku.6 SA dengan bidang ekliptika sangat membujur. Dysnomia. pada tahun 2008 diberi nama dan status sebagai planet kerdil. Makemake adalah objek paling cemerlang di sabuk Kuiper setelah Pluto. yang berarti Pluto mengedari Matahari dua kali untuk setiap tiga edaran Neptunus. sebuah tim yang dibiayai NASA telah mengembangkan konsep "Vision Mission" yang akan khusus mengirimkan satelit penjajak ke heliosfer.

atau gaya pasang galaksi.000 SA). Selain itu. juga ada studi yang sedang berjalan.97 (19.79 16 jam 7 menit 0.009 Jangka rotasi Eksentrisitas edaran 23 jam 24 jam 9 jam 55 10 jam 47 17 jam 14 56 37 menit menit menit menit menit 0.86 Saturnus 1.426. Mike Brown.00 Mars 227. Objek Awan Oort bergerak sangat lambat dan bisa digoncangkan oleh situasisituasi langka seperti tabrakan.02 hari 0. Kemungkinan besar Sedna adalah sebuah planet kerdil. bisa dikatakan belum dipetakan.25 (30.52) 1. gaya pasang yang didorong Bima Sakti.54) 29.054 0.86 SA) adalah sebuah benda kemerahan mirip Pluto dengan orbit raksasa yang sangat eliptis.94 (1. sekitar 76 SA pada perihelion dan 928 SA pada aphelion dan berjangka orbit 12.420 tahun. Awan Oort adalah sebuah massa berukuran raksasa yang terdiri dari bertrilyun-trilyun objek es.91 (0. Daerah ini dipercaya mengandung komet yang terlempar dari bagian dalam Tata Surya karena interaksi dengan planet-planet bagian luar. Dimensi Perbandingan beberapa ukuran penting planet-planet: Karakteristik Jarak orbit (juta km) (SA) Waktu edaran (tahun) Merkurius 57. Awan ini menyelubungi matahari pada jarak sekitar 50.21 (0.07) 164. sebuah daerah yang memiliki radius puluhan ribu SA.000 SA.498. meski bentuk kebulatannya masih harus ditentukan dengan pasti. penemu objek ini pada tahun 2003.65 hari 0. Medan gravitasi Matahari diperkirakan mendominasi gaya gravitasi bintang-bintang sekeliling sejauh dua tahun cahaya (125.20) 11.62 (224 hari) 243. daerah antara Sabuk Kuiper dan Awan Oort.047 .45 Uranus 2. Objek-objek baru mungkin masih akan ditemukan di daerah yang belum dipetakan.000 SA (sekitar 1 tahun cahaya) sampai sejauh 100. meski jauh lebih dekat ke Matahari.007 Bumi 149.72) 0.Awan Oort Secara hipotesa. Sebuah benda bertitik perihelion pada 45 SA.870. karena mungkin terbentuk melalui proses yang mirip. Brown menjuluki kelompok ini "Awan Oort bagian dalam". effek gravitasi dari laluan bintang.02 Neptunus 4.048 0.206 Venus 108.017 0. Sedna 90377 Sedna (rata-rata 525. yang mungkin juga mencakup 2000 CR105.60 (1. dan berjangka orbit 3. dipercaya merupakan sumber komet berperioda panjang. Sekalipun Sedna telah ditemukan.00) 1. aphelion pada 415 SA.39) 0.19) 84.41 (5. tidak lebih besar dari 50.093 0.000 SA (1. Batasan-batasan Lihat pula: Planet X Banyak hal dari Tata Surya kita yang masih belum diketahui. menegaskan bahwa Sedna tidak merupakan bagian dari piringan tersebar ataupun sabuk Kuiper karena perihelionnya terlalu jauh dari pengaruh migrasi Neptunus. yang mempelajari daerah antara Merkurius dan matahari.24 (88 hari) 58. Perkiraan bawah radius Awan Oort.050 tahun. di sisi lain. Dia dan beberapa astronom lainnya berpendapat bahwa Sedna adalah objek pertama dari sebuah kelompok baru.87 tahun cahaya).88 Yupiter 778.72 (9.

dekat letaknya dengan rasi bintang Herkules terarah pada posisi akhir bintang Vega. sebuah galaksi spiral yang berdiameter sekitar 100. Walaupun demikian.45 12.8 1.528 17. jumlah bintang relatif sedikit. sedangkan Centauri C adalah kerdil merah (disebut juga Proxima Centauri) yang mengedari kembaran ganda pertama pada jarak 0. Letak Matahari berjarak antara 25.48 26.00 5.33 2.00 23. Konteks galaksi 7.58 49.9 tahun cahaya). Lengan spiral galaksi memiliki konsentrasi supernova tinggi yang berpotensi bahaya sangat besar terhadap kehidupan di Bumi. Di daerah pusat. Gelembung ini penuh ditebari plasma bersuhu tinggi yang mungkin berasal dari beberapa supernova yang belum lama terjadi.879 0.4 tahun cahaya.8 tahun cahaya) dan Lalande 21185 (8.43 -173 °C +167 °C +427 °C 3.5 1. Setiap revolusinya berjangka 225-250 juta tahun.27 1. karenanya bumi sangat jarang menerobos jalur lengan.39 177.73 120.77 29.1 1.86 51. Intensitas radiasi dari pusat galaksi juga memengaruhi perkembangan bentuk hidup tingkat tinggi.200 kilometer per detik.77 97. Lokasi Tata Surya di dalam galaksi berperan penting dalam evolusi kehidupan di Bumi.06 5. arah jalur Matahari di ruang semesta.756 1.118 14.19 6.00 0. Matahari berlokasi di salah satu lengan spiral galaksi yang disebut Lengan Orion. Apex Matahari.00 4. Waktu revolusi ini dikenal sebagai tahun galaksi Tata Surya. Tata Surya terletak jauh dari daerah padat bintang di pusat galaksi. para ilmuwan berhipotesa bahwa pada lokasi Tata Surya sekarang ini supernova telah memengaruhi kehidupan di Bumi pada 35.000 tahun cahaya dan memiliki sekitar 200 milyar bintang.85 25.52 -89 °C +15 °C +58 °C 1. Gelembung Lokal ini berbentuk rongga mirip jam pasir yang terdapat pada medium antarbintang.31 3. atau Local Fluff). Daerah lingkungan sekitar Lingkungan galaksi terdekat dari Tata Surya adalah sesuatu yang dinamai Awan Antarbintang Lokal (Local Interstellar Cloud.805 0.12 142. Alpha Centauri A dan B merupakan bintang ganda mirip dengan Matahari.69 0.3 tahun cahaya). dan berukuran sekitar 300 tahun cahaya. Wolf 359 (7. yaitu wilayah berawan tebal yang dikenal dengan nama Gelembung Lokal (Local Bubble).000 dan 28.2 tahun cahaya.000 tahun cahaya dari pusat galaksi. Situasi ini memberi Bumi jangka stabilitas yang panjang yang memungkinkan evolusi kehidupan. tarikan gravitasi bintang-bintang yang berdekatan bisa menggoyang benda-benda di Awan Oort dan menembakan kometkomet ke bagian dalam Tata Surya. Bentuk orbit bumi adalah mirip lingkaran dengan kecepatan hampir sama dengan lengan spiral galaksi. dengan kecepatan orbit mengelilingi pusat galaksi sekitar 2. Bintang yang terdekat adalah sistem kembar tiga Alpha Centauri.536 95. Bintang-bintang terdekat berikutnya adalah sebuah kerdil merah yang dinamai Bintang Barnard (5.104 0. yang berjarak 4.2 0.984 317. menengah maks.000 tahun terakhir dengan melemparkan pecahan-pecahan inti bintang ke arah Matahari dalam bentuk debu radiasi atau bahan yang lebih besar lainnya.24 +437 °C +464 °C +497 °C 0.81 5. Di dalam jarak sepuluh tahun cahaya (95 triliun km) dari Matahari. seperti berbagai benda mirip komet. Ini bisa menghasilkan potensi tabrakan yang merusak kehidupan di Bumi. yang terletak di tengah-tengah wilayah yang jarang. Bintang terbesar .36 12.Sudut inklinasi orbit (°) Sudut inklinasi ekuator terhadap orbit (°) Diameter ekuator (km) Massa (dibanding Bumi) Kepadatan menengah (g/cm³) Suhu permukaan min.64 -108 °C -139 °C -197 °C -201 °C Tata Surya terletak di galaksi Bima Sakti.93 -133 °C -55 °C +27 °C 1.15 3.

yang terletak 11.dalam jarak sepuluh tahun cahaya adalah Sirius. bernama Epsilon Eridani b.7 tahun cahaya) dan sebuah kerdial merah bernama Ross 154 (9.9 tahun cahaya. sebuah bintang cemerlang dikategori 'urutan utama' kira-kira bermassa dua kali massa Matahari. Sisa sistem selebihnya yang terletak di dalam jarak 10 tahun cahaya adalah sistem bintang ganda kerdil merah Luyten 726-8 (8. Planet bintang ini yang sudah dipastikan.9 tahun cahaya. sebuah bintang yang sedikit lebih pudar dan lebih merah dibandingkan mathari. .5 tahun cahaya. kurang lebih berukuran 1.6 tahun cahaya. Keduanya berjarak 8. Bintang tunggal terdekat yang mirip Matahari adalah Tau Ceti. tetapi kecemerlangannya (luminositas) hanya 60%. Letaknya sekitar 10. Planet luar Tata Surya terdekat dari Matahari.7 tahun cahaya).5 kali massa Yupiter dan mengelilingi induk bintangnya dengan jarak 6. Bintang ini kira-kira berukuran 80% berat Matahari. dan dikelilingi oleh sebuah kerdil putih bernama Sirius B. yang diketahui sejauh ini adalah di bintang Epsilon Eridani.