P. 1
Belajar Dan Pembelajaran

Belajar Dan Pembelajaran

|Views: 94|Likes:
Publicado porNielma Auliah

More info:

Published by: Nielma Auliah on Nov 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2014

pdf

text

original

Sections

BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

Unit 1. HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN DI SD/MI 1.1 Teori Belajar Behaviorisme 1.2 Teori Belajar Kognitivisme 1.3 Teori Belajar Konstruktivisme 1.4 Teori Belajar Humanisme:

1.

Teori Belajar Behaviorisme Menurut Teori Behaviorisme, ada 3 jenis teori belajar: a. Teori Belajar Respondent Conditioning Didasarkan pada pemikiran bahwa perilaku atau tingkah laku merupakan respon yang dapat diamati dan diramalkan (Pavlov). b. Teori Belajar Operant Conditioning Skinner berpendapat bahwa belajar menghasilkan perubahan perilaku yang dapat diamati. Teori Skinner (1954) sering disebut Operant Conditioning yang berunsur rangsangan atau stimuli, respon, dan konsekuensi. Stimuli (tanda/syarat) bertindak sebagai pemancing respon, sedangkan konsekuensi tanggapan dapat bersifat positif atau negatif, namun keduanya memperkukuh atau memperkuat (reinforcement).

Respondent Conditioning Peserta reaksinya menjawab bertanya (Pavlov) didik yang atas 2

Operant Conditioning

(Skinner) disebut Peserta didik disebut operants, dipancing yang dipancing aksi lingkungan instrumentalnya pada lingkungan

respondents,

(contoh: marah atau tertawa), (contoh: menyanyi, menulis surat, setelah guru mencium bayi, membaca buku) saudara sebagai tindakan spontan, kendali jumlah

kandungnya (reaksi otomatis atas dari diri sendiri situasi spesifik) Contoh Penerapan Operant Learning di Kelas
Stimuli (S) Guru bertanya Operant Consequence Response (Reinforce-ment Implikasi (R) atau Punishment) Peserta didik Dijawab benar, Peserta didik menjawab guru Bagus Guru Peserta berkata: terdorong untuk mau menjawab didik untuk saling

(reinforcement) didik Guru mengurangi Peserta istirahat terdorong selama 10 menit tidak

menjelaskan saling mengobrol jam dengan teman

sebagai hukuman mengobrol dengan Fisika diujikan Peserta mempelajari bahan kali berulang (punishment) teman didik Peserta didik Peserta mendapat nilai A terdorong didik untuk

belajar lagi dengan cara yang sama

c. Teori Observational (Belajar Pengamatan) atau Socio-Cognitive Learning (Belajar Sosio-Kognitif) John W. Santrock (1981) menyebut pandangan Albert Bandura tentang teori belajar sosial sebagai teori belajar sosial kognitif. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa meniru perilaku model melibatkan proses-proses psikologis yang sangat bersifat kognitif seperti dikemukakan berikut ini. 1) Perhatian (attention) 2) Ingatan (retention)
3) Kinerja motorik (motorik reproduction)

4) Kondisi penguatan dan insentif

2.

Teori Belajar Kognitivisme Mengacu pada wacana psikologis kognitif, dan berupaya menganalisis secara ilmiah proses mental dan struktur ingatan atau cognition dalam aktivitas belajar. Perhatian utama dari psikologi kognitif adalah mencari, menyeleksi, mengorganisasi-kan, dan menyimpan informasi. a. Teori Perkembangan Kognitif

Menurut Jean Piaget, individu sebagai struktur kognitif, peta mental, skema atau jaringan konsep guna memahami dan menanggapi pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan. b. Teori Kognisi Sosial Teori ini dikembangkan oleh L.S. Vygotsky, yang didasari oleh pemikiran bahwa budaya berperan penting dalam belajar seseorang. c. Teori Pemrosesan Informasi Model belajar pemrosesan informasi disebut juga model kognitif information processing, karena dalam proses belajar ini tersedia tiga taraf struktural sistem informasi, yaitu:
1) Sensory atau intake register: Informasi masuk ke sistem

melalui sensory register, tetapi hanya disimpan untuk periode waktu terbatas.
2) Working

memory:

pengerjaan

atau

operasi

informasi

berlangsung di working memory, dan di sini berlangsung berpikir yang sadar. Kelemahannya sangat terbatas kapasitas isinya dan memperhatikan sejumlah kecil informasi secara serempak.
3) Long-term memory; yang secara potensial tidak terbatas

kapasitas isinya sehingga mampu menampung seluruh informasi

yang sudah dimiliki peserta didik. Kelemahannya adalah betapa sulit mengakses informasi yang tersimpan di dalamnya.

3.

Teori Belajar Konstruktivisme Pendekatan konstruktivisme dalam proses pembelajaran didasari oleh kenyataan bahwa tiap individu memiliki kemampuan untuk

mengkonstruksi kembali pengalaman atau pengetahuan yang telah dimilikinya. Nik Azis Nik Pa (1999) dalam Sharifah Maimunah (2001:8) menjelaskan tentang konstruktivisme dalam belajar: Konstruktivisme adalah tidak lebih daripada satu komitmen terhadap pandangan bahwa manusia membina pengetahuan sendiri. Ini bermakna bahwa sesuatu pengetahuan yang dipunyai oleh seseorang individu adalah hasil daripada aktiviti yang dilakukan oleh individu tersebut, dan bukan sesuatu maklumat atau pengajaran yang diterima secara pasif daripada luar. Pengetahuan tidak boleh dipindahkan daripada pemikiran seseorang individu kepada pemikiran individu yang lain. Sebaliknya, setiap insan membentuk pengetahuan sendiri dengan menggunakan pengalamannya secara terpilih.

afektif. Maslow. Menurut teori kebutuhan maslow.Pendapat Nik Azis Nik Pa seperti dikutip di atas menunjukkan bahwa keaktifan peserta didik menjadi syarat utama dalam pembelajaran konstruktivisme. dan mengkonstruksinya menjadi pengetahuan yang baru berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki masing-masing. Teori Belajar Humanisme Teori belajar humanisme memandang kegiatan belajar merupakan kegiatan yang melibatkan potensi psikis yang bersifat kognitif. Peranan guru hanya sebagai fasilitator atau pencipta kondisi belajar yang memungkinkan peserta didik secara aktif mencari sendiri informasi. mulai dari kebutuhan yang paling rendah tetapi mendasar sampai pada jenjang paling tinggi (self actulization). . dan konatif (psikomotorik). mengasimilasi dan mengadaptasi sendiri informasi. didalam diri tiap individu terdapat sejumlah kebutuhan yang tersusun secara berjenjang. 4. Teori ini banyak dipengaruhi oleh teori kebutuhan yang diperkenalkan oleh Abraham H.

Kognitivisme.RANGKUMAN UNIT 1 Proses pembelajaran yang mendidik adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk membantu peserta didik berkembang secara utuh. baik dalam dimensi kognitif maupun dalam dimensi afektif dan psikomotorik. Masing-masing teori belajar tersebut memiliki sudut pandang yang khas dalam menjelaskan . Konstruktivisme. Anda telah mempelajari secara khusus tentang teori belajar yang menguraikan pengertian dan hakikat belajar dan pembelajaran di SD/MI yang menunjang pencapaian Kompetensi Dasar 1 (Mampu menjelaskan konsep-konsep dasar belajar dari berbagai teori atau pandangan). dan Humanisme. Teori belajar yang banyak mempengaruhi pemikiran tentang proses pembelajaran dan pendidikan adalah teori belajar Behaviorisme. Sesuai dengan konsep kurikulum berbasis kompetensi (KBK). pembelajaran yang mendidik diorientasikan ke penguasaan sejumlah kompetensi oleh peserta didik serta didasarkan pada sejumlah kaidah ilmu kependidikan. Salah satu kaidah ilmu kependidikan yang Anda dapat jadikan dasar pengelolaan proses pembelajaran yang mendidik adalah teori belajar yang telah dikembangkan oleh para ahli psikologi dan ilmu pendidikan. Dalam Unit 1 mata kuliah Belajar dan Pembelajaran di SD/MI ini.

penghargaan. maka pembelajaran yang mendidik harus berpusat pada peserta didik sesuai dengan karakteristik masing-masing. penerimaan. Setiap manusia memiliki kebutuhan dasar akan kehangatan. Peserta didik harus didorong untuk memiliki keberanian untuk mengemukakan pendapat.pengertian dan hakikat belajar dan pembelajaran. dan cinta dari orang lain. Oleh karena proses belajar merupakan kegiatan yang melibatkan keseluruhan potensi psikis dan phisik peserta didik. Keaktifan peserta didik harus diutamakan dalam proses pembelajaran. akan tetapi semuanya saling melengkapi dan memiliki dampak pedagogis yang relatif sama. pengagungan. kebutuhan-kebutuhan tersebut perlu diperhatikan agar peserta didik tidak merasa dikecewakan. . Dalam proses pembelajaran. karena pada prinsipnya peserta didik mempunyai kemampuan.

Jelaskan jenis keterampilan yang harus dikuasai peserta didik dalam proses pembelajaran yang menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)! .TES FORMATIF UNIT 1 1. Sebagai seorang guru. Apabila seorang murid menjawab benar pertanyaan guru pada saat jam pelajaran PPKn berlangsung. Apa maksud pernyataan ini? Jelaskan! 4. tindakan apakah yang sebaiknya Anda lakukan terhadap murid tersebut? Jelaskan! 2. pada jam pelajaran Olahraga Kesehatan tidak bersedia ikut latihan berenang di sungai. Seorang murid wanita kelas V SD Negeri 2 Pontianak. sebaiknya guru meresponnya dengan cara mengucapkan kata apa? Jelaskan! 3. Pembelajaran yang mendidik mempersyaratkan implikasi pedagogik dari konsep belajar sebagai kegiatan yang dilakukan peserta didik. Jelaskan pendapat Skinner tentang bagaimana caranya membantu peserta didik agar berhasil dalam belajarnya! 5.

karena jawaban peserta didik tersebut benar. . Peserta didik harus selalu diberi penguatan. bukan dengan cara mengucapkan kata ”ok”. Apabila guru menyuruh murid tersebut melakukan kegiatan lain. Keterampilan yang harus dikuasai peserta didik adalah keterampilan hidup yang akan digunakan kelak setelah lulus sekolah.RAMBU-RAMBU JAWABAN TES FORMATIF UNIT 1 1. 4. Guru perlu menghargai alasan yang dikemukakan murid bersangkutan. atau ”baik”. Guru perlu memberi kesempatan agar peserta didik dapat mengaktualisasi diri melalui penguasaan sejumlah kompetensi. 2. karena KBK dimaksudkan membelajarkan peserta didik menguasai sejumlah kompetensi atau keterampilan. karena inti sari teori yang dikemukakan Skinner adalah pemberian penguatan belajar (reinforcement) baik secara positif (hadiah) maupun secara negatif (hukuman) dengan cara yang tepat. 3. karena pembelajaran yang mendidik bertujuan utama adalah pengembangan diri peserta didik yang memiliki jati diri yang dapat dipertanggungjawabkan. atau ”bagus”. 5. dan bukan menguasai materi atau cara-cara mengerjakan sesuatu. guru perlu berkata “benar”. itu berarti tidak melaksanakan pembelajaran yang mendidik secara professional.

dan strategi pembelajaran inilah yang biasa disebut kurikulum. serta mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik.2 Prinsip Perencanaan Pembelajaran 1. misi.PRINSIP PERENCANAAN PEMBELAJARAN 2. Prinsip . standar yang menjadi acuan dalam merencakan dan mengatur proses pembelajaran adalah visi. di mana dalam proses tersebut harus ada pendidik yang memberikan keteladanan dan mampu membangun kemauan. Terkait dengan visi dan misi pendidikan nasional tersebut di atas. isi. a. Penyelenggaraan pendidikan dinyatakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.UNIT 2. dan tujuan pendidikan yang ditetapkan dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional. bahan.1 Landasan Yuridis Perencanaan Pembelajaran 2. Landasan Yuridis Perencanaan Pembelajaran Perangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. perlu dilakukan berbagai hal sebagai bagian rerformasi pendidikan antara lain sebagai kerikut. Di dalam pendidikan formal seperti di SD/MI.

meliputi kriteria dan kriteria minimal berbagai aspek yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan. Adanya pandangan terhadap keberadaan peserta didik yang terintegrasi dengan lingkungan sosial-kulturalnya dan pada gilirannya akan menumbuhkan individu sebagai pribadi dan anggota masyarakat mandiri yang berbudaya. fungsi. mandiri.tersebut menyebabkan adanya pergeseran paradigma proses pendidikan. . Artinya. dari paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran. yang antara lain . Dalam rangka mewujudkan visi dan menjalankan misi pendidikan nasional. kreatif. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. b. Adanya perubahan pandangan tentang peran manusia dari paradigma manusia sebagai sumber daya pembangunan. berakhlak mulia. berilmu. cakap. dan tujuan seperti diamanatkan di dalam Pasal 2dan 3 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. diperlukan suatu acuan dasar (benchmark) oleh setiap penyelenggara dan satuan pendidikan. menjadi paradigma manusia sebagai subjek pembangunan secara utuh. d. sehat. seluruh kegiatan pembelajaran yang berlangsung di sekolah. dapat dikatakan bahwa pendidikan nasional yang bermutu hendaknya diarahkan untuk pengembangan potensi p-eserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sesuai dengan dasar. c.

(g) mandiri. (e) cakap. (d) berilmu. Pengembangan kurikulum tersebut berisi rencana dan pengaturan mengenai tujuan. isi. (c) sehat. Sejumlah prinsip yang harus diperhatikan dalam perencanaan pembelajaran yang mendidik atau dalam pengembangan kurikulum di SD/MI (termasuk pula pada satuan pendidikan lainnya pada tingkat pendidikan dasar dan menengah): Berpusat pada peserta didik dan lingkungan . melainkan secara komprehensif ditujukan kepada keterbentukan peserta didik sebagai manusia yang (a) beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. (f) kreatif. dan strategi pembelajaran yang diberlakukan pada setiap satuan pendidikan. Prinsip Perencanaan Pembelajaran Pada prinsipnya pengembangan kurikulum merupakan perencanaan proses pembelajaran pada suatu satuan pendidikan yang sesuai dengan standar tertentu yang telah ditetapkan. . 2. (b) berakhlak mulia. dan (h) warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai pada jenjang Artinya. bahan. Proses pembelajaran yang dirancang dan diatur untuk membantu peserta didik mengembangkan dirinya ke arah yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional inilah yang disebut pembelajaran yang mendidik. proses pembelajaran di sekolah tidak hanya ditujukan kepada penguasaan materi mata pelajaran oleh peserta didik.

dan seni (Ipteks) Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. mandiri. serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama. ekonomi. cakap. suku. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansi. Prinsip tanggap terhadap perkembangan perkembangan ilmu pengetahuan. kondisi daerah. semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan. berilmu. jenjang dan jenis pendidikan. sehat. dan jender. teknologi. teknologi. status sosial. dan seni yang berkembang secara dinamis. muatan lokal.Kurikulum hendaknya dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa . berakhlak mulia. c. karakteristik peserta didik. . Prinsip relevan dengan kebutuhan kehidupan . dan pengembangan diri secara terpadu. Oleh karena itu. dan seni. teknologi. Prinsip beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman . dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. adat istiadat. kreatif. Kurikulum. budaya.

termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. keseluruhan dimensi kompetensi. Prinsip belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan . dan dunia kerja. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antar unsur-unsur pendidikan formal. Prinsip menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum yang dikembangkan harus mencakup . non formal.Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan pendidikan. berbangsa dan bernegara. dunia usaha. dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Prinsip seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan .

dan minatsesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik c. Secara operasional. pengembangan kurikulum harus mengacu pada halhal sebagai berikut: a. Perkembangan ilmu pengetahuan. Karakteristik satuan pendidikan . dan seni (Ipteks) g. Kesetaraan jender l. teknologi. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat k. Dinamika perkembangan sosial i. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan j. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia b. Tuntutan pengembangan daerah dan nasional e. Agama h. Peningkatan potensi. kecerdasan. Tuntutan dunia kerja f.denngan motto Bhineka Tunggal Ika dan kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keragaman potensi dan karkteristik daerah dan lingkungan d.

c. artinya keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. sosial. . tingkat kesukaran. intelektual. kedalaman. artinya komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. Relevan. Ilmiah.RELEVAN ILMIAH SISTEMATIS MENYELURUH SILABUS MATA PELAJARAN KONSISTEN FLEKSIBEL AKTUAL Dan KONTEKSTUAL MEMADAI Penyusunan silabus mata pelajaran dengan penjelasan sebagai berikut: a. dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkatperkembangan fisik. emosional. terutama ilmu pendidikan dan pembelajaran. dan spiritual peserta didik. artinya cakupan. b. Sistematis.

materi pokok. artinya cakupan indikator. e. dan peristiwa yang terjadi. g. f.d. dan sistem penilaian memperhatkan perkembangan ilmu teknologi. kegiatan pembelajaran. sumber belajar. artinya cakupan indikator. artinya komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. Konsisten. kegiatan pembelajaran. indikator. Aktual dan kontektual. Fleksibel. Memadai. dan sistem penilaian. artinya keseluruhan komponen pribadi dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. pengalaman belajar. afektif. Menyeluruh. sumber belajar. materi pokok. . materi pokok. kegiatan pembelajaran. artinya adanya hubungan yang konsisten (ajeg. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi belajar. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. dan h. taat asas) antara kompetensi dasar. pengalaman belajar. pengalaman belajar. sumber belajar. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. psikomotor).

Setibanya di sekolah. Ibu Sri segera memasuki ruang kelas 4 dengan disambut ucapan ”Selamat pagi Bu!” oleh semua peserta didik secara serempak dalam keadaan berdiri dipimpin ketua kelasnya. ”Ok.00 WIB.Pagi itu. Ibu Sri berkata lagi dengan suara yang agak keras. tetapi kalau ternyata ada yang tidak . peserta didik sudah berada di ruang kelas karena jam sekolah dimulai tepat pukul 07. ”Siapa yang tidak mengerjakan PR silahkan berdiri di depan kelas.00 WIB (Waktu Indonesia Bagian Barat).” peserta didik saling berbisik satu sama lain sambil mendudukkan kepala. duduk dan keluarkan buku PR Matematika. Ibu Sri guru kelas 4 SD Inpres 1 Kaliurang yang terletak di lereng gunung Merapi berangkat naik sepeda motor ke sekolah dengan membonceng anaknya yang duduk di kelas 3. Ibu Sri bertanya. padahal jarak antara rumah Ibu Sri dengan sekolah + 6 km. Setelah mengantar anaknya ke ruang kelas 3. Dengan suara datar Ibu Sri berkata.” Semua peserta didik serempak duduk sambil mengambil buku tulis PR Matematika dan membukanya di atas meja. Jam di arloji Ibu Sri sudah menunjukkan pukul 07. ”Baik kalau semua mengerjakan PR saya akan periksa.

. dan nakal. Pertanyaan 1. Apakah Ibu Sri mengelola pembelajaran mengikuti langkah- langkah tertentu? Jelaskan jawaban Anda! . awas ya. dasar anak malas . dan selanjutnya menjelaskan materi pembelajaran berikutnya. bodoh ... Ibu Sri langsung membentak. saya akan suruh keluar dan tidak boleh ikut pelajaran hari ini. Ibu Sri berjalan berkeliling sambil memeriksa buku peserta didik satu per satu.. ”Mengapa kamu hanya mengerjakan 2 nomor PR.” Peserta didik diam semuanya. Kamu berdiri dan kerjakan PR nomor 3 sampai dengan nomor 5 di papan tulis. Ibu Sri langsung menghentikan kegiatan pembelajaran membahas pengerjaan PR Matematika.” Peserta didik bersangkutan langsung berdiri dan menuju ke papan tulis akan tetapi tidak dapat mengerjakan PR tersebut.mengerjakan. Ibu Sri menemukan PR yang dikerjakannya hanya 2 nomor dari 5 nomor PR. dan tidak seorang pun yang berani bergerak atau saling berbisik. akPada meja peserta didik yang kelima. Ibu Sri dengan segera menyuruh peserta didik tersebut berdiri dengan satu kaki sambil memegang kedua belah telinganya.

(3). (2). (14). . (4). (13). Ditinjau dari teori belajar Skinner. pasal 35 ayat (2). pasal 14 (1). pasal 13 (1). pasal 11 ayat (1). pasal 36 ayat (1). (2). pasal 7 ayat (1). khususnya pasal 1 ayat (5). (2). pasal 32 ayat (1). (3). (2). 22 tahun 2006. (2). (2). (3). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 3. Standar Isi (SI) yang ditetapkan dengan Permendiknas No. (3). 2. (8). pasal 17 ayat (1). (2). (2). pasal 18 ayat (1). (2). (5). (2). (4). Ditinjau dari prinsip penyusunan silabus mata pelajaran. (3). (4). pasal 20. apakah Ibu Sri mengikuti prinsip tersebut dalam pembelajaran yang dikelolanya pagi itu? Jelaskan jawaban Anda! 3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. prinsip pembelajaran apakah yang diterapkan Ibu Sri terhadap peserta didik yang tidak mengerakan PR Matematika? Jelaskan jawaban Anda! RANGKUMAN UNIT 2 PRINSIP PERENCANAAN PEMBELAJARAN YANG MENDIDIK Prinsip yuridis perencanaan pembelajaran yang mendidik: 1. pasal 18 ayat (1). (3). (4). (2). khususnya pasal 1 ayat (19). (7). pasal 37 ayat (1). pasal 10 ayat (1). (2). (3). (3). (3). (2). (5). pasal 6 ayat (6). (15) ayat (1). (4). (4). (6).2. (3). pasal 16 ayat (1). pasal 8 ayat (1). pasal 38 ayat (1). (3). (3). (2). (2).

23 tahun 2006. Meningkatkan iman dan takwa serta akhlak mulia. dan seni (Ipteks) 4.4. Menyeluruh dan berkesinambungan 6. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. teknologi. 2. d. Mengantisipasi tuntutan dunia kerja dan perkembangan ipteks serta dinamika perkembangan sosial. Menghormati keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan. Beragam dan terpadu 3. Meningkatkan potensi kecerdasan dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. Mengakomodasi tuntutan perkembangan daerah dan nasional. kebutuhan. Relevan dengan kebutuhan kehidupan 5. Berpusat pada potensi. . Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. b. Belajar sepanjang hayat 7. e. c. yakni: a. Diarahkan pada upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah 8. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang ditetapkan dengan Permendiknas No. Prinsip Akademik Perencanaan Pembelajaran yang Mendidik: 1.

Meningkatkan keimanan. Prinsip utama apakah yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran yang mendidik? Jelaskan jawaban Anda! . Jelaskan maksud dari prinsip pembelajaran yang berpusat pada peserta didik! 4. ketakwaan dan toleransi beragama. TES FORMATIF UNIT 2 1. Jelaskan standar yang menjadi acuan dalam merencanakan proses pembelajaran yang mendidik! 2. Jelaskan arah dari seluruh kegiatan pembelajaran di sekolah dalam prinsip pembelajaran yang mendidik! 3. g. Memelihara persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. Jelaskan aturan tentang Standar Isi yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006! 5.f.

Pembelajaran di sekolah tidak diarhkan hanya untuk penguasaan materi pembelajaran oleh peserta didik melainkan ditujukan untuk pencapaian tujuan pendidikan nasional. Artinya seluruh proses pembelajaran ditujukan untuk . 3. Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dimaksudkan bahwa peserta didik perlu dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran. Seluruh kegiatan opembelajaran di sekolah diarahkan untuk kepentingan peserta didik dalam menguasai berbagai keterampilan hidup yang dibutuhkan kelas. Standar yang menjadi acuan dalam merencanakan proses pembelajaran yang mendidik adalah tujuan pendidikan nasional seperti termaktub dalam perundang-undangan dan peraturan pemerintah tentang sistem pendidikan nasional. 2.RAMBU-RAMBU JAWABAN TES FORMATIF UNIT 2 1.

Pembelajaran yang mendidik dilaksanakan berdasarkan prinsip berpusat pada peserta didik dan dilaksanakan secara ilmiah.pencapaian kompetensi oleh peserta didik. 5. dan menyeluruh. sistematis. 4. . aktual. bukan hanya sebagai pelaksanaan tugas guru sesuai dengan tanggung jawabnya. memadai. konsisten. konstektual. Standar Isi yang ditetapkan dalam Permendikan Nomor 22 Tahun 2006 memuat aturan tentang kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah. terutama yang berkaitan dengan lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal yang harus dikuasai peserta didik disertai sejumlah acuan tentang beban belajar peserta didik dan kalender pendidikan. relevan. fleksibel.

2 Contoh Perencanaan Pembelajaran 1.1 Langkah Perencanaan Pembelajaran 3. Langkah Perencanaan Pembelajaran Perencanaan pembelajaran merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh seorang guru. karena merupakan kegiatan menetapkan hal-hal yang harus dilakukan agar proses pembelajaran berlangsung dengan baik. LANGKAH PERENCANAAN PEMBELAJARAN 3. (2) mengidentifikasi . Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). dalam pedoman penyusunan KTSP mengemukakan langkah-langkah yang ditempuh dalam pengembangan silabus mata pelajaran adalah (1) Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar.UNIT 3.

(4) merumuskan indikator pencapaian kompetensi. Rancangan Kegiatan Pembelajaran 5. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar . Rancangan Pengalaman Belajar Peserta Didik 3. Penentuan Jenis Penilaian Pembelajaran 7. (3) mengembangkan kegiatan pembelajaran. Langkah Perencanaan Pembelajaran yang Mendidik PEMBELAJARAN YANG MENDIDIK 1. Kompetensi dan Kompetensi Dasar 2. Alokasi Waktu Kegiatan Pembelajaran 8.materi pokok pembelajaran. Media dan Sumber Pembelajaran a. Indikator Pencapaian Kompetensi 6. Identifikasi Materi Pokok Pembelajaran 4. dan (7) menentukan sumber belajar. (6) menentukan alokasi waktu tiap kegiatan pembelajaran. (5) menetapkan jenis penilaian berdasarkan indikator pencapaian kompetensi.

tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. c. Keterkaitan antara standar kompetensi dasar antara mata pelajaran. b. Merancang Pengalaman Belajar Kegiatan merancang pengalaman belajar ini menjadi mudah dilakukan apabila kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran telah selesai dikaji atau dijabarkan. 3.Pembelajaran yang mendidik akan dapat dikelola dengan baik apabila mengacu dan diarahkan kepada pencapaian kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran . Anda perlu memperhatikan hal-hal tersebut: 1. Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. 2. Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. Didalam melakukan kajian standdar kompetensi dan kompetensi dasar setiap mata pelajaran.

Kompetensi dan Manfaat bagi peserta didik Relevan dengan kebutuhan peserta didik dan tuntunan lingkungan Aktualitas. kedalaman. Identifikasi materi pokok/pembelajaran hendaknya dipilih yang menunjang pencapaian kompetensi dasar yang telah ditetapkan dengan mempertimbangkan halhal seperti berikut: Faktor yang dipertimbangkan dalam mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran Relevan dengan karakteristik daerah Poptensi peserta didik Tingkat perkembangan peserta didik Ketepatan alokasi waktu PEMBELAJARAN YANG MENDIDIK 9. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran .Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran merupakan langkah ketiga dalam merancang pembelajaran yang mendidik. dan keluasan Struktur keilmuan d.

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik serta berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. 2. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta . lingkungan. 3. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. 4. peserta didik dengan guru. agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: 1. khususnya guru.

pelajaran. dan keterampilan. Perumusan menggunakan kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. f. daerah. Merumuskan indikator pencapaian kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap.didik. Indikator ini harus peserta potensi dikembangkan didik. mata sesuai dengan satuan indikator karakteristik pendidikan. karena akan digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. pengetahuan. e. yaitu kegiatan peserta didik dan materi pembelajaran. Penentuan Jenis Penilaian Pembelajaran Penilaian pembelajaran dimaksudkan untuk mengukur pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator yang telah dirancang sebelumnya. .

Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. 1. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. 2. 4. 5. dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. g. 3.Hasil penilaian pembelajaran tersebut merupakan informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Menentukan Alokasi Waktu Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu . Penilaian menggunakan acuan kriteria. sehingga dalam penentuan jenis penilaian perlu diperhatikan hal-hal berikut ini. yaitu berdasarkan proses pembelajaran. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran.

Menentukan Sumber Belajar Sumber belajar adalah rujukan. Pertama adalah peran aktif peserta didik dalam mengkonstruksi pengetahuan secara bermakna. Contoh Perencanaan Pembelajaran Tasker (1992: 30) mengemukakan tiga penekanan dalam teori belajar konstruktivisme sebagai berikut.mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. dan budaya. serta lingkungan fisik. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. kegiatan pembelajaran. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. h. yang berupa media cetak dan elektronik. alam. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. narasumber. sosial. dan indikator pencapaian kompetensi. keluasan. Kedua adalah pentingnya membuat kaitan antara . tingkat kesulitan. kedalaman. 2.

Ketiga adalah mengaitkan antara gagasan dengan informasi baru yang diterima. fungsi kognisi bersifat adaptif dan membantu pengorganisasian melalui pengalaman nyata yang dimiliki anak. pengetahuan tidak dapat diperoleh secara pasif. Kedua. Selain penekanan dan tahap-tahap tertentu yang perlu diperhatikan dalam teori belajar konstruktivisme.gagasan dalam pengkonstruksian secara bermakna. yaitu (1) peserta didik mengkonstruksi mengintegrasikan pengetahuan matematika dengan cara ide yang mereka miliki. hanbury (1996: 3) mengemukakan sejumlah aspek dalam kaitannya denganpembelajaran matematika. dan (4) peserta didik . Wheatley (1991: 12) mendukung pendapat Tasker dengan mengajukan dua prinsip utama dalam pembelajaran dengan teori belajar konstruktivisme. (3) strategi peserta didik lebih bernilai. Pertama. tetapi secara aktif oleh struktur kognitif peserta didik. (2) matematika menjadi lebih bermakna karena peserta didik mengerti.

Dari beberapa uraian di atas dapat dikatakan bahwa pembelajaran matematika di sekolah. 1.” oleh karena itu. 1992: 756) mengungkapkan bahwa matematika diajarkan di sekolah dalam rangka memenuhi kebutuhan jangka panjang bagi peserta didik dan masyarakat. komentar sebagai berikut: Jackson. Mengapa pembelajaran Matematika di SD? Salah satu pertanyaan penting yang harus dijawab sebelum mengajarkan matematika di sekolah adalah mengapa matematika perlu diajarkan di sekolah. matematika dimasukkan dalam kurikulum sekolah.(1992: 756) mengatakan bahwa secara umum matematika adalah ”penting bagi kehidupan masyarakat.mempunyai kesempatan untuk berdiskusi dan saling bertukar pengalaman dan ilmu pengetahuan dengan temannya. Dreeben (dalam Romberg. pandangan. Untuk menjawab pertanyaan matematika ini sejumlah pakar dalam pembelajaran atau memberikan pendapat. di satu sisi merupakan .

Menurut Tobin dan Timon (dalam Lalik. 1990: 59). dan (4) tahap pengembangan dan aplikasi konsep (Horsley. pembelajaran dengan teori belajar konstruktivisme meliputi empat kegiatan. (3) tahap diskusi dan penjelasan konsep. di sisi lain terdapat pakar yang menilai bahwa pembelajaran matematika di sekolah hanyalah merupakan kebutuhan yang bersifat pelengkap dari apa yang telah dikembangkan oleh para ilmuan dalam matematika. (3) terjadi interaksi sosial . Bagaimana cara mengajarkan matematika menurut Teori Belajar Konstruktivisme? Secara umum. 2. antara lain (1) berkaitan dengan prior knowledge peserta didik.hal yang penting untuk meningkatkan kecerdasan peserta didik. 1997:19). (2) mengandung kegiatan pengalaman nyata (experiences). pembelajaran berdasarkan teori belajar konstruktivisme meliputi empat tahap: (1) tahap persepsi (mengungkap konsepsi awal dan membangkitkan motivaasi belajar peserta didik. (2) tahap eksplorasi. Namun.

pengertian tentang kediapan anak untuk belajar. Di samping itu. Dengan kata lain. benar-benar harus memperhatikan kondisi lingkungan bagi anak. Beberapa uraian di atas dapat memberi pandangan kepada guru agar dalam menerapkan prinsip belajar konstruktivisme. .(social interacton). juga tidak boleh diabaikan. dan (4) terbentuknya kepekaan terhadap lingkungan (sense making). bukanlah satu-satunya yang perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh bagi guru. bahwa faktor lingkungan sebagai suatu sarana interaksi bagi anak.

Perencanaan pembelajaran yang mendidikperlu mengikuti prosedur yang tepat agar rencana tersebut sesuai dengan aturan .RANGKUMAN UNIT 3 LANGKAH MENDIDIK PERENCANAAN PEMBELAJARAN YANG Pembelajaran yang mendidik merupakan kegiatan yang harus dilakukan seorang guru sebagai implikasi pedagogik dari kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Perencanaan ini perlu dilakukan karena merupakan kegiatan menetapkan hal-hal yang harus dilakukan agar proses pembelajaran berlangsung dengan baik.

(4) merumuskan indikator pencapaian kompetensi. (2) (3) mengidentifikasi materi pembelajaran. (6) menentukan alokasi waktu tiap kegiatan pembelajaran. . (BSNP). (5) menetapkan jenis penilaian berdasarkan indikator pencapaian kompetensi. dan (7) menentukan sumber belajar.yang berlaku dan sesuai dengan teori belajar dan pembelajaran. Ketujuh langkah perencanaan pembelajaran yang mendidik tersebut merupakan satu kesatuan yang diikat oleh hasil kajian standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ingin dicapai dalam tiap mata pelajaran. Badan Standar Nasional Pendidikan KTSP dalam pedoman penyusunan mengemukakan langkah-langkah yang ditempuh dalam pengembangan silabus mata pelajaran adalah (1) mengkaji standar kompetensi dan kompetensi pokok dasar. mengembangkan kegiatan pembelajaran.

Jelaskan aturan tentang Standar isi yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006! 5. Prinsip utama apakah yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran yang mendidik? Jelaskan jawaban Anda! . Jelaskan langlah pertama perencanaan pembelajaran yang mendidik! 3.TES FORMATIF UNIT 3 1. Jelaskan alasan mengapa pembelajaran yang berpusat pada peserta didik! 4. Jelaskan standar yang menjadi acuan dalam menyusun langkah perencanaan pembelajaran yang mendidik! 2.

Seluruh kegiatan pembelajaran di sekolah diarahkan untuk kepentingan peserta didik dalam menguasai berbagai keterampilan hidup yang dibutuhkannya kelak. 2. Pembelajaran di sekolah tidak diarahkan hanya untuk penguasaan materi pembelajaran oleh peserta .RAMBU-RAMBU JAWABAN TES FORMATIF 1. Standar yang menjadi acuan dalam merencanakan proses pembelajaran yang mendidik adalah tujuan pendidikan nasional seperti dan termaktub dalam perundang-undangan peraturan pemerintah tentang sistem pendidikan nasional.

Standar isi yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 memuat aturan tentang struktur kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah. 4. Artinya seluruh proses pembelajaran ditujukan untuk pencapaian kompetensi oleh peserta didik. terutama yang berkaitan dengan lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal yang harus dikuasai peserta didik disertai sejumlah acuan tentang beban belajar peserta didik dan kalender pendidikan. . bukan hanya sebagai pelaksanaan tugas guru sesuai dengan tanggung jawabnya.didik melainkan ditujukan untuk pencapaian tujuan pendidikan nasional. Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dimaksudkan bahwa peserta didik perlu dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran. 3.

aktual. UNIT 4. relevan. Materi. Keterkaitan Antara Tujuan.2 Penerapan Prinsip dan Langkah Perencanaan Pembelajaran yang Mendidik 1.1 Keterkaitan Antara Tujuan. Kegiatan. fleksibel. dan menyeluruh. Materi.5. sistematis. dan Penilaian Pembelajaran Dalam Pembelajaran Prinsip dan Langkah Perencanaan Pembelajaran yang Mendidik 4. memadai. Pembelajaran yang mendidik dilaksanakan berdasarkan prinsip berpusat pada peserta didik dan dilaksanakan secara ilmiah. Kegiatan. dan Penilaian Pembelajaran Dalam Pembelajaran Prinsip dan Langkah Perencanaan Pembelajaran yang Mendidik Hal pertama yang harus guru lakukan adalah: . konsisten. PRINSIP PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 4. kontekstual.

Ciri perubahan dalam peserta didik yang perlu diperhatikan guru: a. Perubahan tingkah laku harus disadari peserta didik b. 2. Materi pembelajaran yang telah dipilih sesuai pengalaman belajar yang dirancang berdasarkan kompetensi dasar mata pelajaran. Perubahan tingkah laku dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional . Tujuan dari pembelajaran berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang telah diatur dalam Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah.1. Metode dan instrumen penilaian pembelajaran yang disusun berdasarkan indikator pencapaian kompetensi. 3. Kegiatan pembelajaran yang telah dirancang berdasarkan materi pembelajaran dan pengalaman belajar peserta didik. 4. serta yang telah dijabarkan ke dalam Kompetensi Dasar mata pelajaran.

Perubahan tingkah laku mencakup seluruh aspek tingkah laku RANGKUMAN RANGKAIAN MENDIDIK RANCANGAN PEMBELAJARAN YANG TUJUAN PEMBELAJARAN SKL KD PENILAIAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (SKL/KD) . Perubahan tingkah laku dalam belajar tidak bersifat sementara e. Perubahan tingkah laku dalam belajar bertujuan f. Perubahan tingkah laku dalam belajar bersifat positif dan aktif d.c.

Penerapan Prinsip dan Langkah Perencanaan Rencana Pembelajaran Menurut Teori Belajar Behaviorisme IMPLIKASI PEDAGOGIK TEORI BELAJAR BEHAVIORISME Menekankan perubahan tingkah laku yang Perubahan tingkah laku peserta didik dapat atau dihentikan melalui teramati dalam diri peserta didik diperkuat melalui pemberian hadiah (positive reinforcement) oleh guru. Kegiatan pembelajaran Dalam pembelajaran yang Mendidik SKL = Standar Kompetensi Lulusan KD = Kompetensi Dasar 2. Penerapan Pembelajaran a. pemberian hukuman (negative reinforcement) .Gambar 4.1 Keterkaitan Tujuan. Materi.

b. Informasi atau pengetahuan baru harus diakomodasikan atau diasimilasikan oleh peserta didik dalam skema kognitifnya. dan bentuk perubahan tingkah laku yang terjadi pada peserta didik selama pembelajaran berlangsung. atau Proses akomodasi atau asimilasi informasi pengetahuan baru tersebut dilakukan peserta didik dalam bentuk penolakan. . Penerapan Rencana Pembelajaran Menurut Teori Belajar Kognitivisme IMPLIKASI PEDAGOGIK TEORI BELAJAR KOGNITIVISME Menekankan pada pemetaan dalam skema semua informasi atau pengetahuan yang diterima peserta didik melalui kegiatan belajarnya. atau penyesuaian bentuk.- Pembelajaran dirancang berdasarkan kecenderungan tingkah laku peserta didik yang dapat diamati dan diukur. Guru tidak perlu memperhatikan pengetahuan dasar yang dimiliki peserta didik sebelum pembelajaran berlangsung.

Masingmasing teori belajar tersebut memiliki keunggulan yang saling melengkapi satu dengan yang lainnya.c. Rencana pembelajaran yang mendidik yang telah disusun hendaknya diterapkan oleh guru berdasarkan pada pemikiran bahwa tiap-tiap peserta didik memiliki karakteristik sendiri-sendiri sebagai konsekuensi dari karakteristik lingkungan dari mana mereka berasal.Menekankan peran kepuasan peserta didik dalam belajar sesuai dengan kebutuhan (needs) yang dirasakannya. Penerapan rencana Pembelajaran Menurut Teori Belajar Humanisme IMPLIKASI PEDAGOGIK TEORI BELAJAR HUMANISME . Penerapan Rencana Pembelajaran Menurut Teori Belajar Konstruktivisme IMPLIKASI PEDAGOGIK TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME .Menekankan peran keaktifan peserta didik memproses atau menguasai informasi atau pengetahuan baru berdasarkan informasi atau pengetahuan lama yang telah dipelajarinya. RANGKUMAN Penerapan rencana pembelajaran hendaknya didasarkan pada konsep dasar belajar dalam teori belajar (Behaviorisme. dan Humanisme). Konstruktivisme. Belajar merupakan kegiatan yang . d.

Setiap manusia memiliki kemampuan psikologis seperti motivasi dan kebutuhan dalam meresponsegala rangsangan belajar baik berupa informasi maupun berupa materi pengetahuan baru. kreativitas untuk berprestasi dalam belajarnya.dilakukan peserta didik itu sendiri. motivasi. Dalam Unit 4 mata kuliah Belajar dan Pembelajaran di SD/MI ini. baik dalam dimensi kognitif maupun dalam dimensi afektif dan psikomotorik. pembelajaran yang mendidik diorientasikan ke penguasaan sejumlah kompetensi oleh peserta didik serta didasarkan pada sejumlah kaidah ilmu kependidikan. Salah satu kaidah ilmu kependidikan yang Anda dapat jadikan dasar pengelolaan proses pembelajaran yang mendidik adalah teori belajar yang telah dikembangkan oleh para ahli psikologi dan ilmu pendidikan. Apabila peserta didik merasa upaya belajarnya berdasarkan kemampuan yang dimilikinya terabaikan maka besar kemungkinan di dalam dirinya tidak akan tumbuh keaktifan. Sesuai dengan konsep kurikulum berbasis kompetensi (KBK). . RANGKUMAN UNIT 4 Pelaksanaan proses pembelajaran yang mendidik hendaknya diarahkan untuk membantu peserta didik berkembang secara utuh. kemampuan psikologis masing-masing peserta didik perlu diperhatikan oleh guru agar peserta didik tidak merasa dikecewakan. Dalam proses pembelajaran yang mendidik.

Anda telah mempelajari secara khusus tentang rancangan pelaksanaan pembelajaran di SD/MI yang menunjang pencapaian Kompetensi Dasar 4 (Rancangan pelaksanaan pembelajaran yang mendidik). menerapkan Kognitivisme. Konsep atau hakikat belajar menurut teori belajar yang banyak mempengaruhi dan pemikiran pendidikan guru dalam tentang proses pembelajaran menjadi (Behaviorisme. Konstruktivisme. dan masingmasing saling melengkapi dan memiliki dampak pedagogis yang relatif sama. Humanisme) hendaknya pertimbangan rancangan pembelajaran di kelas. maka pembelajaran yang mendidik harus berpusat pada . Hal ini disebabkan karena masing-masing teori belajar tersebut memiliki sudut pandang yang khas dalam menjelaskan pengertian dan hakikat belajar dan pembelajaran. Oleh karena proses belajar merupakan kegiatan yang melibatkan keseluruhan potensi psikis peserta didik.

peserta didik sesuai dengan karakteristik masing-masing. karena pada prinsipnya peserta didik mempunyai kemampuan. Keaktifan peserta didik harus diutamakan dalam proses pembelajaran. Peserta didik perlu didorong untuk memiliki keberanian untuk mengemukakan pendapat. .

You're Reading a Free Preview

Descarga
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->