Está en la página 1de 14

Task of PMM

SEKOLAH TINGGI PARIWISATA BANDUNG


Studi Akomodasi dan Katering
BY : F

Eko Susilo

Task of PMM

Pages | 1

1.

Find Classification Hotel :

Klasifikasi Hotel Menurut keputusan direktorat Jendral Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi no 22/U/VI/1978 tanggal 12 Juni 1978 (Endar Sri, 1996 : 9), klasifikasi hotel dibedakan dengan menggunakan simbol bintang antara 1-5. Semakin banyak bintang yang dimiliki suatu hotel, semakin berkualitas hotel tersebut. Penilaian dilakukan selama 3 tahun sekali dengan tatacara serta penetapannya dilakukan oleh Direktorat Jendral Pariwisata.

A. Jenis Hotel Berdasarkan Lokasi Penentuan jenis hotel tidak terlepas dari kebutuhan pelanggan dan ciri atau sifat khas yang dimiliki wisatawan (Tarmoezi, 2000) : Hal tersebut, dapat dilihat dari dimana hotel tersebut dibangun, sehingga dikelompokkan menjadi: a. City Hotel Hotel yang berlokasi di perkotaan, biasanya diperuntukkan bagi masyarakat yang bermaksud untuk tinggal sementara (dalam jangka waktu pendek). City Hotel disebut juga sebagai transit hotel karena biasanya dihuni oleh para pelaku bisnis yang memanfaatkan fasilitas dan pelayanan bisnis yang disediakan oleh hotel tersebut. b. Residential Hotel Hotel yang berlokasi di daerah pinngiran kota besar yang jauh dari keramaian kota, tetapi mudah mencapai tempat-tempat kegiatan usaha. Hotel ini berlokasi di daerah-daerah tenang, terutama karena diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin tinggal dalam jangka waktu lama. Dengan sendirinya hotel ini diperlengkapi dengan fasilitas tempat tinggal yang lengkap untuk seluruh anggota keluarga. c. Resort Hotel Hotel yang berlokasi di daerah pengunungan (mountain hotel) atau di tepi pantai (beach hotel), di tepi danau atau di tepi aliran sungai. Hotel seperti ini terutama diperuntukkan bagi keluarga yang ingin beristirahat pada hari-hari libur atau bagi mereka yang ingin berekreasi. d. Motel (Motor Hotel) Hotel yang berlokasi di pinggiran atau di sepanjang jalan raya yang menghubungan satu kota dengan kota besar lainnya, atau di pinggiran jalan raya dekat dengan pintu gerbang atau batas kota besar. Hotel ini diperuntukkan sebagai tempat istirahat sementara bagi mereka yang melakukan perjalanan

Pages | 2

dengan menggunakan kendaraan umum atau mobil sendiri. Oleh karena itu hotel ini menyediakan fasilitas garasi untuk mobil.

B. Jenis Hotel Berdasarkan Jumlah Kamar Hotel Menurut Tarmoezi (Tarmoezi,2000:3), dari banyaknya kamar yang disediakan, hotel dapat dibedakan menjadi : a. Small Hotel Jumlah kamar yang tersedia maksimal sebanyak 28 kamar. Hotel ini biasanya dibangun di daerah dengan angka kunjungan rendah. b. Medium Hotel Jumlah kamar yang disediakan antara 28- 299 kamar. Hotel ini biasanya dibangun di daerah dengan angka kunjungan sedang. c. Large Hotel Jumlah kamar yang disediakan sebanyak lebih dari 300 kamar. Hotel ini biasanya dibangun di daerah dengan angka kunjungan tinggi.

C. a.

Jenis hotel menurut tujuan kedatangan tamu

Bussiness Hotel Merupakan hotel yang dirancang untuk mengakomoasi tamu yang mempunyai tujuan berbisnis. Hotel seperti ini memerlukan berbagai macam fasilitas seperti olah raga, bersantai, jamuan makan ataupun minum, fasilitas negosiasi dengan mengedepankan kenyamanan dan privasi yang tinggi. Selain itu standart luas ruang pertemuan juga perlu dipertimbangkan. Pleasure Hotel Merupakan hotel yang sebagian besar fasilitasnya ditujukan untuk memfasilitasi tamu yang bertujuan berekreasi. Sebagai fasilitas pendukung aktivitas rekreasi, hotek seperti ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk bersantai dan relaksasi baik itu unutk krgiatan outdoor ataupun indoor. Country Hotel Merupakan hotel khusus bagi tamu antar negara. Hotel seperti ini sangant memerlukan privasi dan kemanan yang sangat tinggi. Biasanya lokasi hotel tersebut berada di pusat kota agar dekat dengan pusat pemerintahan suatu negara, atau berada jauh dari pusat kota tetapi lokasi tersebut mempunyai nilai lebih seperti pemandangan yang indah sehingga tamu daapt beristirahat dengan nyaman. Sport Hotel Merupakan hotel yang fasilitasnya ditujukan terutama untuk melayani tamu yang bertujuan untuk berolahraga. Untuk fasilitas sport hotel hampir sama dengan fasilitas pleasure hotel, hanya saja untuk fasilitas olah raga lebih Pages | 3

b.

c.

d.

ditonjolkan, tidak hanya sekedar fasilitas olah raga untuk berekreasi TELfasilitas untuk berekreasi juga tetap diadakan karena tidak semua tamu yang menginap di hotel tersebut merupakan kalangan penggemar olah raga saja tetapi juga merupakan masyarakat biasa. D. Jenis hotel menurut lamanya tamu menginap

a. Transit Hotel Hotel dengan waktu inap tiak lama (harian). Fasilitas yang dapat mendukung hotel seperti ini adalah layanan pada tamu dalam waktu singkat seperti laundry, restoran, dan agen perjalanan. b. Semiresidential Hotel Hotel dengan rata-rata waktu inap tamu cukup lama (mingguan). Fasilitas hotel seperti ini perlu dilengkapi dengan fasilitas yang lebih bervariasi, tidak membosankan, dan untuk waktu yang relatif lebih lama, seperti fasilitas kebugaran (spa, jogging track, tenis, kolam renang,dll), dan fasilitas rekreasi (restoran, cafe, taman bermain,dll). c. Residential Hotel

Hotel dengan waktu kunjungan tamu yang tergolong lama (bulanan). Hotel seperti ini mengedepankan rasa nyaman dan keamanan pada tamu hotel. Fasilitas yang disediakan biasanya fasilitas yang dibutuhkan sehari-hari seperti supermaket atau perbelanjaan, fasilitas kebugaran, (spa, jogging track, tenis, kolam renang,dll), fasilitas rekresi (taman bermain, restoran, cafe, dll). Maka dari itu perletakan hotel yang seperti ini biasanya digabungkan atau join dengan tempat perbelanjaan atau supermaket agar saling dapat memberikan keuntungan, layanan dan sebagai daya tarik pengunjung. E. KLASIFIKASI HOTEL BERBINTANG Terdapat klasifikasi hotel yang berlaku di Indonesia yang didasarkan pada beberapa pertimbangan, yaitu: Jumlah kamar Fasilitas dan peralatan yang disediakan Model sistem pengelolaan Bermotto pelayanan

Berdasarkan pertimbangan aspek-aspek di atas hotel dapat diklasifikasi sebagai berikut: a. Hotel bintang 2 Klasifikasi hotel bintang 2 mempunyai klasifikasi sebagai berikut: Umum Pages | 4

Lokasi mudah dicapai, dalam arti akses ke lokasi tersebut mudah Bebas polusi Unsur dekorasi Indonesia tercermin pada lobby Bangunan terawat, rapi, dan bersih Sirkulasi di dalam bangunan baik dan leluasa

Bedroom Minimum mempunyai 20 kamar dengan luasan 22 m2/kamar Setidaknya terdapat satu kamar suite dengan luasan kamar 44 m2/kamar Tinggi minimum 2,6 m tiap lantai Tidak bising Pintu kamar dilengkapi pengaman Tata udara dengan pengatur udara Terdapat jendela dengan tirai tidak tembus sinar luar Dalam tiap kamar ada kamar mandi minimum terdapat satu stop kontak Dinding kamar mandi kedap air

Dining room Bar Lobby Harus ada lobby Tata udara dengan AC/ventilasi Kapasitas penerangan minimum 150 lux Standart luas 1,1 m2/tempat duduk Terdapat satu buah yang terpisah dengan restoran Dilengkapi perlengkapan mencuci dengan air panas/dingin Standart luas 1,5 m2/tempat duduk Tinggi ruangan lebih dari 2,6 m Terdapat akses langsung dengan dapur Tata uadar dengan/tanpa pengatur udara

Sarana olah raga dan rekreasi Minimum satu buah dengan alternatif pilihan: tenis, golf, fitnes, blliard, jogging, taman bermain anak, olah raga air (misal kolam renang).

Utilitas penunjang

Pages | 5

Terdapat transportasi vertikal yang bersifat mekanis Ketersediaan air minum 300 liter/orang/hari Tata udara dengan /tanpa pengatur udara Terdapat ruang mekanik Komunikasi dengan telepon saluran dalam (house phone), telepon lokal, interlokal Terdapat fasilitas sentral radio, carcall Terdapat alat deteksi kebakaran awal pada tiap ruang, fire extinguisher, fire hydrant, pintu kamar tahan api Minimum terdapat satu ruang jaga Terdapat tempat penampungan sampah tertutup Terdapat saluran pembangn air kotor

b. Hotel bintang 3 Klasifikasi hotel bintang 3 mempunyai klasifikasi sebagai berikut: Umum Unsur dekorasi Indonesia tercermin di dalam lobby, restoran, kamar tidur, dan function room Bedroom Minimum mempunyai 20 kamar standar dengan luasan 22 m2/kamar Terdapat minimum dua kamar suite dengan luasan kamar 44 m2/kamar Tinggi minimum 2,6 m tiap lantai

Dining room Bila tidak berdampingan dengan lobby maka harus dilengkapi dengan kamar mandi/WC sendiri Bar Apabila berupa ruang tertutup maka harus dilengkapi dengan pengatur udara mekanik (AC) dengan suhu 24 0C Lebar ruang kerja bartender setidaknya 1 meter

Ruang fungsional Minimum terdapat satu buah pintu masuk yang terpisah dari lobby dengan kapasitas minimum 2,5 kali jumlah kamar

Pages | 6

Lobby

Dilengkapi dengan toilet apabila tidak ada satu lantai dengan lobby Terdapat pre function room

Mempunyai luasan minimum 30 m2 Dilengkapi dengan lounge Toilet umum minimum satu buah dengan perlengkapan Lebar koridor minimum 1,6 m

Drug store Minimum terdapat drug store, bank, money changer, biro perjalanan, air line agent, souvenir shop, perkantoran, butik, salon Tersedia poliklinik Tersedia paramedis

Sarana rekereasi dan olah raga Minimum satu buah dengan pilihan: tenis, bowling, golf, fitnes, sauna, billiard, jogging, diskotik, taman bermain anak Terdapat kolam renang dewasa yang terpisah dengan kolam renang anak Sarana rekreasi untuk hotel di pantai dapat dipilih dari alternatif berperahu, menyelam, selancar, atau ski air Sarana rekreasi untuk hotel di gunung dapat dipilih dari alternatif hiking, berkuda, atau berburu

Utilitas penunjang Terdapat transportasi vertikal yang bersifat mekanis Ketersediaan air minum 500 liter/orang/hari Dilengkapi dengan instalasi air panas/dingin Dilengkapi dengan telepon lokal dan interlokal Tersedia PABX Dilengkapi dengan sentra video/TV, radio, paging, carcall

c. Hotel bintang 4 Klasifikasi hotel bintang 4 mempunyai klasifikasi sebagai berikut: Umum Minimum seperti hotel bintang 3

Bedroom Pages | 7

Minimum mempunyai 50 kamar standar dengan luasan 24 m2/kamar Terdapat minimum tiga kamar suite dengan luasan kamar 48 m2/kamar Tinggi minimum 2,6 m tiap lantai Dilengkapi dengan pengatur suhu kamar di dalam bedroom

Dining room Mempunyai minimum 2 buah dinning room, salah satunya berupa coffee shop Bar Mempunyai ketentuan minimum seperti hotel bintang 3 Ruang fungsional Mempunyai ketentuan minimum seperti hotel bintang 3 Lobby Mempunyai luasan minimum 100 m2 Terdapat dua toilet umum untuk pria dan tiga toilet umum untuk wanita dengan perlengkapannya

Drug store Mempunyai ketentuan minimum seperti hotel bintang 3 Sarana rekereasi dan olah raga Sama pada hotel bintang 3 ditambah dengan diskotik/night club kedap suara dengan AC dan toilet Utilitas penunjang Terdapat transportasi vertikal yang bersifat mekanis Ketersediaan air minum 700 liter/orang/hari Dilengkapi dengan instalasi air panas/dingin

d. Hotel bintang 5 Klasifikasi hotel bintang 5 mempunyai klasifikasi sebagai berikut: Umum Minimum seperti hotel bintang 4

Pages | 8

Bedroom Minimum mempunyai 100 kamar standar dengan luasan 26 m2/kamar Terdapat minimum empat kamar suite dengan luasan kamar 52 m2/kamar Tinggi minimum 2,6 m tiap lantai Dilengkapi dengan pengatur suhu kamar di dalam bedroom

Dining room Mempunyai minimum 3 buah dinning room, salah satunya dengan spesialisasi makanan (Japanese/Chinese/European food) Bar Mempunyai ketentuan minimum seperti hotel bintang 4 Ruang fungsional Mempunyai ketentuan minimum seperti hotel bintang 4 Lobby Mempunyai ketentuan minimum seperti hotel bintang 4 Drug store Mempunyai ketentuan minimum seperti hotel bintang 4 Sarana rekereasi dan olah raga Sama pada hotel bintang 4 ditambah dengan area bermain anak minimum ayunan atau ungkit (children playground) Utilitas penunjang Terdapat transportasi vertikal yang bersifat mekanis Ketersediaan air minum 700 liter/orang/hari Dilengkapi dengan instalasi air panas/dingin Dilengkapi dengan sentra video, musik, teleks, radio, carcall

Business center Di business center ini tersedia beberapa staff yang dapat membantu dengan bertindak sebagai co-secretary para tamu yang ingin berkomunikasi dengan kantor pusatnya maupun relasi bisnisnya. Selain itu, ada pula fasilitas lain seperti faksimile, teleks, mecanograf. Para tamu dapat memanfaatkan pelayanan dengan akses internet melalui kamarnya untuk reservasi dan promosi usahanya, di samping juga dapat melakukan telekonferensi.

Pages | 9

Restoran Sub bagian restoran di hotel yang besar dapat dibagi menjadi: Main dinning room / ruang makan utama yang menydiakan makanan Perancis/internasional Coffee shop, restoran yang menyediakan dan menyajikan makan pagi dengan menu dan jenis pelayanannya lebih sederhana atau biasa disebut ready on plate Restorant yang spesifik seperti drill-room, pizzarea, japanesse, oriental. Room Service: restorant yang melayani dan menyediakan hidangan makanan dan minuman kepada tamu hotel yang enggan keluar kamar. Atas dasar pesanan tamu, makanan dan minuman diantar langsung ke kamar tamu. Take out service dan out side catering: untuk lebih meningkatkan pendapatan penjualan produk yang dihasilkan oleh dapur hotel, ada beberapa hotel yang melayani pesanan makanan dan minuman dan penyelenggaraan perjamuan diluar hotel seperti misalnya untuk perjamuan instansi-instansi swasta.

2.

Find Classification Restaurant :

Menurut peraturan Menteri Kesehatan RI No. 304/Menkes/Per/89 tentang persyaratan rumah makan maka yang dimaksud rumah makan adalah satu jenis usaha jasa pangan yang bertempat di sebagian atau seluruh bangunan yang permanen dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses pembuatan, penyimpanan dan penjualan makanan dan minuman bagi umum di tempat usahanya. Sedangkan Wojowasito dan Poerwodarminto (Marsyangm, 1999:71) mengklasifikasikan restoran atau rumah makan menjadi beberapa tipe, antara lain: A. Ala Carte Restaurant : adalah restoran yang mendapatkan izin penuh untuk menjual makanan lengkap dengan banyak variasi dimana tamu bebas memilih sendiri makanan yang mereka inginkan. Tiap-tiap makanan di dalam restoran ini memiliki harga sendiri-sendiri. B. Table D hote Restaurant : adalah suatu restoran yang khusus menjual menu table dhote, yaitu suatu susunan menu yang lengkap (dari hidangan pernbuka sampai penutup) dan tertentu, dengan harga yang telah ditentukan pula. C. Coffe Shop atau Brasserei : adalah suatu restoran yang pada umumnya berhubungan dengan hotel, suatu tempat dimana tamu biasanya berhubungan dengan hotel, suatu tempat dimana tamu bias mendapatkan makan pagi. makan siang dan makan malam secara cepat dengan harga yang cukupan. Pada umumnya system pelayanannya adalah dengan American service dimana yang diutamakan adalah kecepatannya. Ready on plate service, artinya makanan sudah dtatur dan disiapkan diatas piring. Kadang-kadang penyajiannya dilakukan dengan cara buffet atau prasmanan.

Pages | 10

D. Cafelaria atau Cafe : adalah suatu restoran kecil yang mengutamakan penjualan cake (kue-kue), sandwich (roti isi), kopi dan teh. Pilihan makanannya terbatas dan tidak menjual minuman beralkohol. E. Canteen : adalah restoran yang berhubungan dengan kantor, pabrik, dan sekolah, tempat dimana para pekerja atau pelajar biasa mendapatkan makan siang atau coffe break, yaitu acara minum kopi disertai makanan kecil atau selingan jam kerja, jam belajar ataupun dalam acara rapat-rapat dan seminar. F. Continental Restaurant : suatu restoran yang menitik beratkan hidangan continental pilihan dengan pelayanan elaborate atau megah. Suasananya santai, susunannya agak rumit, disediakan bagi tamu yang ingin makan secara santai. G. Carvery : adalah suatu restoran yang berhubungn dengan hotel dimana para tamu dapat mengisi sendiri hidangan panggang sebanyak yang mereka inginkan dengan harga hidangan yang sudah ditetapkan. H. Dining Room : terdapat dihotel kecil, motel atau inn. merupakan tempat yang tidak lebih ekonomis dari pada tempat makan biasa. Dining room pada dasarnya disediakan untuk para tamu yang tinggal di hotel itu, namun yang terbuka bag! para tamu dari luar. I. Discotheque : ialah suatu restoran yang pada prinsipnya berarti juga tempat dansa sambil menikmati alunan musik. Kadang-kadang juga menampilkan live band. Bar adalah salah satu fasilitas utama untuk sebuah discotheque. Hidangan yang tersedia umumnya berupa snack. J. Fish and Chip Shop : ialah suatu restoran yang banyak terdapat di Inggris, dimana kita dapat membeli macam-macam kripik (chips) dan ikan goreng, biasanya berupa ikan Cod, dibungkus dalam kertas dan dibawa pergi . jadi rnakanannya tidak dinikmati di tempat itu. K. Grill Room (Rotisserie) : adalah suatu restoran yang menyedikan bermacammacam daging panggang. Pada umumnya antara restoran dengan dapur dibatasi dcngan sekat dinding kaca sehingga para tamu dapat memilih sendiri potongan daging yang dikehendaki dan melihat sendiri bagaimana memasaknya. Grill room kadang-kadang disebut juga sebagai steak house. L. Inn Tavern : Inn tavern ialah suatu restoran dengan harga cukupan yang dikelola oleh perorangan di tepi kota. Suasananya dibuat dekat dan ramah, dengan tamu-tamu. Sedangkan hidangannya lezat-lezat. M. Night Club/Super Club : adalah suatu restoran yang pada umumnya mulai dibuka menjelang larut malam, menyediakan makan malam bagi tamu-tamu yang ingin santai. Dekorasinya mewah, pelayanannya megah. Band merupakan kelengkapan yang diperlukan. Para tamu dituntut berpakaian resmi dan rapi sehingga manaikkan gengsi. N. Pizzeria: adalah suatu restoran yang kusus menjual pizza. Kadang-kadang juga ada spaghetty atau makanan khas Italia lainnya. O. Pan Cake Hoii.se/Creperie: adalah restoran yang khusus menjual pun cake dan crepe yang diisi dengan berbagai macam manisan didalamnya. P. Pub : pada mulanya merupakan tempat hiburan umum yang mendpat izin menjual minuman bir serta minuman beralkohol lainnya. Para tamu mendapatkan minumannya dari counter (meja panjang yang membatasi dua ruangan). Pengunjung dapat menikmat; sambil duduk atau berdiri. Hidangan yang tersedia berupa snack seperti pies dan sandwich. Sekarang kita bisa mendapatkan banyak hidangan pengganti di pub. Q. Snack Bar/Cqfe/Milk Bar: adalah semacam restoran cukupan yartg sifatnya tidak resmi dengan pelayanan cepat dimana para tamu mengumpulkan makanan Pages | 11

R.

S.

T.

U. V.

mereka diatas baki yang diambil dari atas kounter dan kemudian membawanya kemeja makan. Para tamu bebas memilih makanan yang disukainya. Makanan yang disediakan biasanya adalah hamburger, sausages dan sawhvich. Specialitiy Restaurant: adalah restoran yang suasana dan dekorasi seluruhnya disesuaikan dengan tipe khas makanan yang disajikan atau temanya. Restoran semacam ini menyediakan masakan Cina, Jepang, Italia dan sebagainya. Pelayanannya sedikit banyak berdasarkan tatacara negara tempat asal makanan spesial itu. Terrace Restaurant: adalah suatu restoran yang terletak di luar bangunan, namun pada umumnya masih berhubungan dengan hotel maupun restoran induk. Di negara-negara barat pada umumnya restoran tersebut hanya buka pada waktu musim panas saja. Gourmet Restoran: ialah suatu restoran yang menyelenggarakan pelayanan makan dan minum untuk orang-orang yang berpengalaman luas dalam bidang rasa makanan dan minuman. Keistimewaan restoran ini ialah makanan dan minumannya yang lezat-lezat, pelayanannya megah dan harganya cukup mahal. Family Type Restaurant: ialah suatu restoran sederhana yang menghidangkan makanan dan minuman dengan harga tidak mahal, terutama disediakan untuk tamu-tamu keluarga maupun rombongan. Main Dining Room: ialah suatu restoran atau ruang makan utama yang pada umumnya terdapat di hotel-hotel besar. dimana penyaji makanannya secara resmi, pelan tapi masih terikat oleh suatu peraruran yang ketat. Servisnya biasa menggunakan pelayanan ala Perancis atau Rusia. Tamu-tamu yang hadirpun pada umumnya berpakaian resmi atau formal.

Analysis by our team on the classification of Hotels and Restaurants in the city of Bandung
3. Kota bandung merupakan salah satu daerah destinasi Pariwisata yang terbesar yang ada di Indonesia. Di dukung oleh Ruang lingkup Geografis di dataran tinggi yang berudara sejuk, serta di kelilingi oleh Kota Megapolitan (Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Karawang, Dll) sebagai sentral Ekonomi utama di Indonesia yang bisa dijadikan sebagai pusat Daerah Asal Wisatawan dan daerah Transit menuju Kota lainnya. Selain itu Kota Bandung juga didukung oleh kebudayaan masyarakat yang kental yang menghasilkan Produk-Produk Wisata yang unik diantaranya Produk Kuliner, Produk Fashion Style, Produk Handy Craft DLL, membuat Kota Bandung memiliki karakteristik yang berbeda diantara kota-kota lain yang ada di Indonesia sehingga membuat kota Bandung memiliki Daya Tarik Wisata Tersendiri. Berdasarkan Definisi Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 tahun 2009, Daya Tarik Wisata dijelaskan sebagai segala sesuatu yang memiliki keunikan, kemudahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau kunjungan wisatawan. Klasifikasi Hotel dan Restoran yang cocok diterapkan di bandung adalah Sbb:

Pages | 12

HOTEL 1. Berdasarkan Lokasi; yang cocok adalah Residential Hotel dan Resort Hotel. 2. Berdasarkan Jumlah Kamar Hotel; yang cocok adalah Large Hotel. 3. Berdasarkan tujuan kedatangan tamu; yang cocok adalah Pleasure Hotel. 4. Berdasarkan lamanya tamu menginap; yang cocok adalah Semiresidential Hotel , Semiresidential Hotel, dan Transit Hotel. 5. Berdasarkan KLASIFIKASI HOTEL BERBINTANG; yang cocok adalah Hotel Melati dan Hotel Berbintang 5.

RESTORAN 1. Berdasarkan type of Restaurant; yang cocok adalah Coffe Shop atau Brasserei , Cafelaria atau Caf, Family Type Restaurant.

Analisa : 1. Analisa Hotel : Diukur dari data secara pragmantif (sebab-Akibat) yang

secara logis/nalar yang bisa diterima sebagai pernyataan asumsi kami berdasarkan klasifikasi-klasifikasi yang didapat. Berdasarkan Letak geografis ( di tepi Kota besar dan Struktur Ketinggian tanah diatas 700 m DPL ) kami berasumsi Hotel yang cocok di Kota Bandung adalah Residential Hotel dan Resort Hotel dengan jumlah kamar banyak lebih dari 300 kamar, dengan frekuensi kedatangan pengunjung yang tinggi di hari Week End/ harihari libur. Serta Tujuan Wisata pengunjung menuju Bandung Mayoritas adalah yang biasanya dilakukan untuk rekreasi keluarga/secara berkelompok banyak cocok dengan Type Pleasure Hotel. Serta dari Asumsi kami yang bisa dilihat dan di rasakan melalui pengamatan Statistik Okupansi Hotel yang Tinggi di Kota Bandung berdasarkan lamanya pengunjung Tamu yang Variatif antara minimal 1 hari hingga satu bulanan. Cocok membangun Hotel yang memiliki kriteria yang Variatif pula dengan lama hunian berkarakteristikan Semiresidential Hotel , Semiresidential Hotel, dan Transit Hotel. Lalu Klasifikasi Hotel berdasarkan Bintang yang tepat menurut adalah Karakteristik Diatas adalah Hotel Melati dan Hotel Berbintang Lima.

Pages | 13

2.

Analisis Restoran :

Berdasarkan Analisa Karakter Hotel di atas Coffe Shop atau Brasserei, Cafelaria atau Caf adalah pilihan yang tepat untuk membangun restoran di dalam Hotel yang memiliki kriteria ini. Serta ber-Type Family Type Restaurant sebagai pilihan yang tepat untuk dapat di terapkan pada usaha Kuliner di Kota Bandung.

References
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/pengantar-perhotelan-definisi-hotel.html http://pariwisatadanteknologi.blogspot.com/2010/06/pengertian-dan-klasifikasirumah-makan.html http://bisnis-jabar.com/index.php/berita/phr-pembangunan-hotel-baru-perluditinjau-ulangi http://tugaspariwisata.blogspot.com/ http://dwar4tune.wordpress.com/2012/01/02/hotel-dan-klasifikasinya/

Pages | 14