Está en la página 1de 6

AKUNTANSI KEPERILAKUAN

TINJAUAN ILMU KEPERILAKUAN DALAM PERSPEKTIF AKUNTANSI

NAMA KELOMPOK:

NI LUH NYOMAN SHERINA DEVI NI LUH PUTU SRI ASTINI MADE DWI HALVIANI PUTU ARI RATNADEWI KOMANG MEITRADI SETYAWAN

(1006305030) (1006305096) (1006305098) (1006305100) (1006305105)

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS UDAYANA 2012

TINJAUAN ILMU KEPERILAKUAN DALAM PERSPEKTIF AKUNTANSI

1. Aspek Keperilakuan pada Akuntansi a. Akuntansi Adalah Tentang Manusia Para akuntan secara berkelanjutan membuat beberapa asumsi bagaimana mereka membuat orang termotivasi, bagaimana mereka menginterpretasikan dan menggunakan informasi akuntansi serta bagaimana sistem akuntansi mereka sesuai dengan kenyataan manusia dan mempengaruhi organisasi. Dalam pandangan ini, pengertian yang lebih mendalam dan berharga dapat diperoleh dari pemahaman atas perilaku dan ilmu-ilmu sosial. b. Akuntansi Adalah Tindakan Dalam organisasi, semua anggotanya mempunyai peran yang harus dimainkan dalam mencapai tujuan organisasi. Pencapaian tujuan dalam bentuk kuantitatif juga merupakan salah satu bentuk tanggung jawab anggota organisasi dalam memenuhi keinginannya untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi. Lewat akuntansi, berbagai realisasi dalam anggaran dapat diwujudkan dan secara terus menerus berdampak pada tindakan individu yang ada dalam organisasi tersebut. 2. Dimensi Akuntansi Keperilakuan Para manajer dan akuntan profesional mulai menyadari kebutuhan akan tambahan informasi akuntansi yang dihasilkan oleh sistem akuntansi. Informasi ekonomi tambahan dapat ditambah dengan data-data non keuangan yang terkait dengan proses pengambilan keputusan. Secara umum, lingkup dari akuntansi keperilakuan dibagi menjadi 3 bidang besar: 1) Pengaruh perilaku manusia berdasarkan desain, konstruksi, dan penggunaan sistem akuntansi. Bidang ini berkaitan dengan sikap dan filosofi manajemen yang memengaruhi sifat dasar pengendalian akuntansi yang digunakan dalam organisasi.

2) Pengaruh sistem akuntansi terhadap perilaku manusia. Bidang ini berkaitan

dengan bagaimana system akuntansi memengaruhi motivasi, produktivitas, pengambilan keputusan, kepuasan kerja serta kerja sama.
3) Metode untuk memprediksi dan strategi untuk mengubah perilaku manusia.

Bidang ini berkaitan dengan cara sistem akuntansi digunakan sehingga mempengaruhi perilaku. Tujuan akuntan keperilakuan adalah mengukur dan mengevaluasi faktor-faktor keperilakuan yang relevan dan mengomunikasikan hasilnya guna pengambilan keputusan internal dan eksternal. Informasi dimensi keperilakuan merupakan pelengkap dari data keuangan perusahaan yang memungkinkan pengambilan keputusan ekonomis dengan pandangan yang lebih komprehensif terhadap organisasi. 3. Lingkup dan Sasaran Hasil Ilmu Keperilakuan Ilmu keperilakuan mencakup bidang riset mana pun yang mempelajari, baik melalui metode eksperimentasi maupun observasi, perilaku dari manusia dalam lingkungan fisik maupun social. Riset harus memenuhi dua kriteria dasar agar dianggap sebagai bagian dari ilmu keperilakuan, yaitu: 1) Riset harus berkaitan dengan perilaku manusia. Tujuan utama ilmu

perilaku manusia adalah untuk mengidentifikasikan kebiasaan yang mendasari manusia dan konsekuensi yang ditimbulkannya.
2)

Riset harus dilakukan secara ilmiah. Artinya, harus ada suatu usaha untuk menggambarkan, menghubungkan, menjelaskan, dan

sistematis

memprediksikan sekelompok fenomena. Tujuan ilmu keperilakuan adalah untuk memahami, menjelaskan, dan

memprediksikan perilaku manusia sampai pada generalisasi yang ditetapkan mengenai perilaku manusia yang didukung oleh bukti empiris yang dikumpulkan secara impersonal melalui prosedur yang terbuka untuk peninjauan maupun replikasi dan dapat diverifikasi oleh ilmuwan lainnya yang tertarik. Ilmu keperilakuan mencerminkan observasi sistematis atas perilaku manusia dengan tujuan untuk mengonfirmasikan hipotesis tertentu secara eksperimental melalui referensi terhadap perubahan perilaku yang dapat diobservasi. Secara singkat, definisi keperilakuan adalah suatu riset ilmiah yang berhadapan dengan perilaku

manusia secara langsung, dengan menangkap permasalahan inti dari ilmu keperilakuan, yaitu riset ilmiah dan perilaku manusia. Ilmu keperilakuan adalah bagian dari ilmu sosial manusia. Ilmu sosial meliputi disiplin ilmu antropologi, ekonomi, sejarah, politik, psikologi, dan sosiologi. Ilmu keperilakuan meliputi psikologi dan sosiologi, aspek ekonomi keperilakuan dan ilmu pengetahuan politik, serta aspek antropologi keperilakuan. 4. Perspektif Berdasarkan Perilaku Manusia Terdapat tiga hal yang menjadi kontributor utama dari ilmu keprilakuan, yaitu: psikologi, sosiologi, dan psikologi sosial.
a. Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur, menjelaskan, dan

terkadang untuk mengubah perilaku manusia.


b. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang sifat masyarakat, perilaku

masyarakat dan perkembangan masyarakat. Sosiologi mempelajari orang-orang dalam hubungannya dengan sesama manusia.
c. Psikologi sosial merupakan suatu bidang kajian didalam psikologi, tetapi

memadukan konsep konsep baik dari psikologi maupun sosiologi. Dalam konteks organisasi perusahaan, para psikolog industri atau organisasi adalah orang yang memperhatikan masalah kelemahan, kebosanan dan faktor faktor lain yang relevan dengan kondisi kerja yang dapat menghalangi kinerja kerja yang diharapkan. Secara spesifik, sosiolog telah memberikan kontribusi yang besar pada ilmu keperilakuan organisasi melalui studi mereka terhadap perilaku kelompok dalam organisasi, terutama dalam organisasi yang formal dan relatif rumit. Di samping itu, dapat dilihat bahwa para psikolog sosial memberikan sumbangan yang berarti dalam bidang pengukuran dan pemahaman terhadap perubahan sikap, pola komunikasi, cara cara di mana kegiatan kelompok dapat memuaskan kebutuhan individu serta proses pengambilan keputusan kelompok.
5. Beberapa Hal Penting dalam Perilaku Organisasi

Ilmu perilaku organisasi dikembangkan dengan menggunakan konsep-konsep dan kemudian mengubah penerapannya pada situasi tertentu. Manusia bersifat kompleks dan

rumit, demikian pula dengan teoriteori yang dikembangkan untuk menjelaskan tindakantindakannya. Terdapat beberapa hal penting dalam perilaku organisasi yaitu: 1. Teori peran Peranan sosial menggambarkan hak atau kebenaran, tugas tugas kewajiban dan perilaku yang sesuai dengan orang yang memegang posisi tertentu dalam konteks tertentu. Suatu aspek penting dari teori peran adalah identitas dan perilaku dianugrahkan secara sosial pada dukungan sosial.
2. Struktur sosial

Jika orang orang tidak bertindak dengan pola teladan atau pola yang sesuai dengan tuntutan lingkungan, maka tidak akan ada dasar bagi ilmu keperilakuan. Sistem masyarakat sosial merupakan perhatian utama para akuntan keperilakuan dalam organisasi bisnis. 3. Budaya Budaya merupakan satu sudut pandang yang pada saat bersamaan dijadikan jalan hidup oleh masyarakat. Sementara, budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota anggota organisasi itu sehingga persepsi tersebut menjadi suatu sistem dan makna bersama di antara para anggotanya. 4. Komitmen Organisasi Komitmen organisasi adalah tingkat sampai sejauh apa seorang karyawan memihak pada suatu organisasi tertentu dan tujuan-tujuannya, serta berniat mempertahankan keanggotaannya dalam organisasi tersebut. 5. Konflik Peran Konflik peran merupakan suatu gejala psikologi yang dialami oleh anggota organisasi yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan dalam bekerja dan berpotensi menurunkan motivasi kerja. 6. Konflik Kepentingan

Konflik kepentingan antara pekerja dan keluarganya sangat merugikan karyawan dan perusahaan dan berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan. 7. Pemerdayaan Karyawan Untuk melaksanakan pemerdayaan tersebut, biasanya organisasi kemudian menyusun dan menentukan visi serta misi organisasi.